Anda di halaman 1dari 2

Kompas.

Com Page 1 of 2

Print Send Close

Dari Mahasiswa sampai Pengusaha, Semua


Jadi Relawan
Rabu, 1 April 2009 | 03:39 WIB
Bencana alam Situ Gintung bukan hanya menyisakan
kesedihan pada keluarga korban, tetapi juga trauma
kejiwaan mendalam.

Namun, para korban itu tidak sendirian. Banyak relawan yang menyediakan waktu, tenaga, dan materi untuk membantu
para korban. Dari mahasiswa sampai pengusaha, semua terjun demi satu kata: kemanusiaan.

Yoga Bayuardi (34) misalnya. Pengusaha konstruksi asal Semarang, Jawa Tengah, ini bersama sembilan rekannya yang
tergabung dalam tim SAR Daerah Jateng berangkat ke lokasi bencana atas biaya sendiri. Tim yang dipimpin Eko
Prayitno (56) itu berangkat dengan tiga kendaraan sejak Jumat pekan lalu.

”Kami relawan pribadi. Kami mengeluarkan biaya sendiri, dikumpulkan secara patungan untuk biaya transportasi dan
logistik. Kami lakukan ini semua untuk membantu korban bencana Situ Gintung,” kata Bayu yang ditemui Kompas di tepi
Kali Pesanggrahan di kawasan perumahan mewah Bukit Pratama, Tangerang, Banten, Selasa (31/3) pagi.

Bayu yang juga Kepala Seksi Operasi Tim SAR Jateng itu mengungkapkan, semua anggota tim SAR memiliki kualifikasi
sama seperti tim SAR TNI dan Polri.

Bayu dan kawan-kawannya tidur di lokasi bencana. Latar belakang anggota tim SAR Jateng bervariasi, mulai dari PNS,
anggota DPRD, sampai pengusaha.

”Tidak masalah bagi saya meninggalkan usaha saya berhari-hari. Saya datang ke Situ Gintung karena memang ingin
berbagi kepada para korban. Menjadi anggota tim SAR sudah jadi hobi. Mau habis biaya berapa pun tidak dihitung. Kami
semua senang menjadi relawan karena sudah jadi dorongan jiwa,” ungkap Bayu, yang merelakan tidak bersama anaknya
yang berulang tahun ke-2 hari Selasa kemarin.

”Oleh-oleh” untuk keluarga di rumah biasanya setumpuk pakaian kotor.

Mahasiswa

Relawan tanpa pamrih juga banyak berasal dari kalangan mahasiswa. Di sebuah rumah yang letaknya cukup tinggi
dibuka posko relawan mahasiswa.

Sekitar seratus mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jakarta dan Bodetabek terjun langsung ke lokasi bencana.
Lima puluh mahasiswa tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Cirendeu dan lima puluh lainnya
dari Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma). Mereka berkumpul bersama di posko Pertamina Peduli.

http://cetak.kompas.com/printnews/xml/2009/04/01/03393724/dari.mahasiswa.sampai.pengusa
... 4/2/2009
Kompas.Com Page 2 of 2

Chaerul Basjir, Ketua Umum HMI Jabodetabek-Banten, meminta mahasiswa menghilangkan atribut organisasi. ”Jangan
menonjolkan atribut organisasi, tetapi mari tunjukkan bahwa kita mahasiswa juga membantu korban bencana ini,”
katanya.

Demikian pula disampaikan Ketua Umum Lisuma Rizky Yulianto (24), yang juga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas
Indonesia. ”Kita semua ada di sini untuk membantu korban Situ Gintung,” kata Rizky.

Para mahasiswa membantu mengevakuasi jenazah korban sampai mendistribusikan bantuan. HMI, misalnya,
membentuk lima divisi, yaitu Divisi Mapping yang bertugas mencari data korban, Divisi Logistik yang mendistribusikan
bantuan, Divisi Kesehatan yang membantu kesehatan korban, Divisi Dapur Umum yang bertugas memasak, dan Divisi
Evakuasi yang membantu mencari korban yang masih hilang.

Mahasiswa juga membantu membersihkan bangunan dari lumpur dan sampah. Herlan (18), mahasiswa FISIP Universitas
Muhammadiyah Jakarta, misalnya, mengaku terpanggil menjadi relawan karena bencana terjadi di kampus dan seputar
kampusnya.

Dewi Riyani (21), mahasiswi Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti, juga tergugah dan peduli kepada korban.

Palang Merah Indonesia (PMI) Banten mengerahkan 100-an relawan yang siaga di dua posko.

”Mereka datang dari Kota dan Kabupaten Tangerang, Pandeglang, Cilegon, Lebak,” kata Wakil Ketua Umum PMI Banten
Airin Rachmi Diany.

PMI Jakarta Selatan mengerahkan 10-20 relawan. Salah satunya adalah Devina (19), mahasiswi Fakultas Psikologi
Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta. Selain membantu mencari warga yang hilang, relawan PMI Jaksel melakukan
pendampingan medis.

Relawan dari Yayasan Nanda Dua Nusantara melakukan pendampingan terhadap anak-anak korban bencana Situ
Gintung. Sekitar 50 orang tidur di tenda di lokasi. ”Kami mitra Kak Seto, yang menghibur anak-anak yang kehilangan
orangtua dan saudara,” kata M Yogi Aming (21) dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Pada saat korban berduka, relawan-relawan pribadi ini membantu tanpa pamrih. (ROBERT ADHI KSP)

Dapatkan artikel ini di URL:


http://entertainment.kompas.com/read/xml/2009/04/01/03393724/dari.mahasiswa.sampai.pengusaha.semua.jadi.relawan

http://cetak.kompas.com/printnews/xml/2009/04/01/03393724/dari.mahasiswa.sampai.pengusa
... 4/2/2009