Anda di halaman 1dari 2

Kompas.

Com Page 1 of 2

Print Send Close

Pencarian Dilakukan di Darat dan Sungai


Rabu, 1 April 2009 | 03:39 WIB
Jakarta, Kompas - Kesibukan masih terjadi di Situ Gintung,
tepatnya di sekitar Kampus STIE Ahmad Dahlan, Cirendeu,
Tangerang Selatan, Banten, Selasa (31/3). Alat-alat berat beroperasi mengeruk reruntuhan di permukiman dan badan
Kali Pesanggrahan.

Pencarian jenazah korban jebolnya tanggul Situ Gintung dilakukan di darat dan di sungai menggunakan perahu karet.

”Ditemukan satu lagi korban tewas pada Selasa siang. Korban berjenis kelamin perempuan, tetapi belum bisa
diidentifikasi karena sudah membusuk. Saat ini total terdapat 99 korban tewas. Namun, untuk jumlah orang hilang, kami
belum bisa memastikan,” kata Suyatno, Koordinator Tim SAR Situ Gintung, Selasa.

Korban tewas tersebut ditemukan di wilayah RT 03 RW 07, Poncol. Seusai jenazah perempuan itu ditemukan, hujan
deras mengguyur kawasan Situ Gintung hingga ke Cipulir, Jakarta Selatan. Tim SAR pun menghentikan pencarian tepat
pukul 15.00. Selain hujan yang nyaris setiap hari datang mengguyur, pencarian korban tewas dan hilang terhambat
tebalnya lapisan lumpur, rumpun-rumpun bambu yang roboh, dan gunungan tumpukan sampah.

Wawan Purwana, Ketua Kapinis Indonesia yang juga Ketua Gabungan Pemuda Untukmu Bangsa, Disaster, Rescue, and
Recovery Activity (Gada Musa Discovery), mengatakan, kemungkinan besar korban tewas yang belum ditemukan karena
hanyut di Kali Pesanggrahan.

”Ada juga kemungkinan yang lebih realistis, yaitu korban tersangkut di gorong-gorong di permukiman yang bersebelahan
dengan aliran sungai atau tertimbun sampah, baik di reruntuhan maupun di badan sungai. Untuk itu penyusuran di kanan
kiri badan sungai dan di kalinya sendiri dengan perahu karet harus terus dilakukan,” kata Wawan.

Suyatno mengatakan, sesuai peraturan yang berlaku, operasi SAR akan terus dilakukan hingga H+7 pascajebolnya
tanggul Situ Gintung dan masih dapat diperpanjang lagi. Penelusuran di badan sungai dipastikan akan tetap dilakukan.

Desinfektan

Untuk mencegah penyebaran penyakit, petugas dari Departemen Kesehatan dan dinas kesehatan setempat
menyemprotkan obat antikuman (desinfektan). Sedikitnya disediakan 40 tabung desinfektan yang disemprotkan di
wilayah RT 01, 03, 04 di RW 08 dan di sekitar Kampung Gintung, serta di Perum Pratama Hills.

”Bau busuk sampah maupun bangkai binatang berada di mana-mana. Warga yang sudah kembali ke rumah maupun
masih di pengungsian bisa makin terancam karena keberadaan sumber penyakit ini. Untuk itu, secara bergilir, setiap
kawasan yang terkena musibah akan disemprot,” kata Asep, salah satu petugas penyemprotan. (NEL)

Dapatkan artikel ini di URL:

http://cetak.kompas.com/printnews/xml/2009/04/01/03390673/Pencarian.Dilakukan.di.Darat.da
... 4/2/2009
Kompas.Com Page 2 of 2

http://entertainment.kompas.com/read/xml/2009/04/01/03390673/Pencarian.Dilakukan.di.Darat.dan.Sungai

http://cetak.kompas.com/printnews/xml/2009/04/01/03390673/Pencarian.Dilakukan.di.Darat.da
... 4/2/2009