Anda di halaman 1dari 70

GIZI REPRODUKSI

Prof. Dr. dr. Suryani Asad, M.Sc., Sp.GK Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Unhas

MASALAH GIZI USIA REPRODUKSI


Keadaan gizi golongan rentan kurang memuaskan di negara-negara sedang berkembang : - Golongan wanita hamil : menderita kekurangan gizi (mis. anemia gizi) - Golongan wanita laktasi : kekurangan kalsium dan zat-zat gizi pada umumnya.

Yang menjadi masalah gizi sekarang ini : 1. Protein-Energy Malnutrition (PEM) terutama pada golongan anak umur 1-3 th 2. Defisiensi vitamin A : terutama golongan anak 3-5 tahun. 3. Anemia : banyak ditemukan pada golongan wanita hamil. 4. Gondok Endemik : banyak sekali wanita hamil yang menderita penyakit ini di derah Endemik.

Ada perbedaan antara bayi BB lahir rendah (BBLR) akibat prematuritas (bayi kurang bulan = BKB) dan akibat malnutrisi selam kehidupan faetus (Intra uterine growth retardation) bayi ini termasuk bayi cukup bulan = BCB tetapi kecil untuk masa kehamilan (KMK). Perbedaan yaitu bayi prematur dapat berkembang pesat dan menyusul ketinggalannya, sedangkan bayi yang mengalami malnutrisi, setelah lahir ia akan menderita cacat permanen termasuk gangguan pada perkembangan mental.

Pengaruh gizi MASA REPRODUKSIpada kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan bayi : Diit yang tak adekuat dapat mengakibatkan : 1. Gangguan Pertumbuhan
Gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi yaitu berat badan lahir rendah pada bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu yang menderita kekurangan gizi.

2. Penyakit-penyakit defisiensi zat gizi yaitu :


- Malnutrisi Energi Protein (MEP) - Vitamin A Deficiency - Anemia Gizi (defisiensi Fe) - Beri-Beri (defisiensi Vit.B1) - Defisiensi Vitamin B2 - Defisiensi Niacin (Pellagra) - Defisiensi Vitamin D (Rickets)

GOLONGAN WANITA HAMIL


Penyesuaian Fisiologik selama Kehamilan : Kehamilan menyebabkan banyak perubahanfisiologik pada komposisi dan proses metabolisme tubuh yang sebagian besar dipengaruhi sistem hormonal meskipun mekanisme pastinya belum diketahui.

1. Metabolisme Umum : Pengaruh hormon kelenjar tiroid metabolisme basal merandah dalam 4 bln pertama dan kemudian meningkat sampai 10-25 % di atas M.B. biasa pada akhir kehamilan yang mengakibatkan meningkatnya kebutuhan dengan 150 Cal seharinya pada 20 minggu terakhir. Metabolisme umum berubah sedemikian rupa sehingga proses anabolik diutamakan. Meningkatnya produksi hormon pertumbuhan merangsang penggunaan Protein.

Hormon Parathyroidea mempengaruhi metabolisme Ca juga meningkat. Produksi hormon steroid dari glandula suprarenalis yang meningkat mempengaruhi keseimbangan air. 2. Fungsi Alat Pencernaan : Nausea, kurang nafsu makan atau hypermesis, berkurangnya peristaltik dan sekresi getah lambung semuanya dipengaruhi sistem hormonal. Efesiensi absorpsi Fe, vitamin B12 dan beberapa zat gizi tertentu dapat meningkat terutama dalam bulan-bulan terakhir. Absorpsi Calcium meningkat.

3. Fungsi Ginjal : Glomerular Filtration Rate (GFR) meningkat diatas GFR non pregnant dan dipertahankan sampai akhir hampir terme (cukup bulan), banyak cairan diekskresi pada pertengahan kehamilan dan sedikit cairan diekskresi pada bulan-bulan terakhir. Glycosuria biasa ditemukan ; ekskresi asam amino dan jodium meningkat. Sebaliknya ekskresi Ca dalam urine menurun.

4. Volume Darah : Volume plasma meningkat dengan rata-rata 50%, sedangkan jumlah eritrosit meningkat hanya dengan 20%, sehingga terjadi hemodilusi. Hemodilusi itu terjadi pada 20 minggu pertama dan pada 20 minggu terakhir terjadi stabilisasi. Pemberian Fe dapat mempercepat tercapainya stabilisasi mencegah menurunnya Hb Lebih pada akhir kehamilan. Protein serum juga menurun tetapi tidak semua fraksi berubah dengan jumlah yang sama.

5. Metabolisme air : Jumlah air tubuh mungkin bertambah sampai dengan 7 liter dan bulan terakhir kehamilan daya ginjal untuk mengekskresi kebanyakan intake air kurang.
GIZI DAN KESUBURAN : Gizi buruk tidak mempengaruhi kesuburan (mis. meningkatnya angka kelahiran di waktu perang)

PLACENTA : Dari permulaan kehamilan, placenta bertanggung jawab untuk : Pengangkutan semua zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan foestus. Pengembalian kebanyakan nutrien dan Waste Product kesirkulasi ibu. Placenta mengandung banyak sekali Protein, Lemak, Hidrat Arang, Vitamin, Enzyme dan Hormon. Sebagian besar Nitrogen tiba pada faestus dalam bentuk asam amino.

Kadar asam amino, calcium dan Phosfor lebih tinggi dalam darah faetus, sedangkan kadar vitamin A dan E lebih tinggi dalam darah ibu. Faetus mendapat energi dari glukosa yang diangkut dari darah ibu. Faetus dapat membut sendiri glycogen dan lemak dari glukosa ibu. Tetapi asam lemak esensial harus didapat dari ibu. Kadar glukosa mempengaruhi kecepatan pertumbuhan faetus. Bila pada bulan-bulan terakhir kadar gula darah rendah, maka faetus tak dapat menyimpan glikogen dalam hatinya.

Sejumlah cukup Fe, vitamin C, B6, asam folat dan B12 ditransfor ke faetus, meskipun harus diambil dari cadangan ibu. Sebaliknya bayi dan ibu saling bersaingan dalam hal memenuhi kebutuhan akan vitamin B1, B2 dan D. kadar DNA meningkat sampai kehamilan 35 minggu, sesudah itu menurun lagi, sedangkan Protein dan RNA meningkat terus sampai terme. Pada bayi dengan kelambatan pertumbuhan intra uterine (Intra Uterine Growth Retardation) placentanya menunjukkan DNA yang berkurang dan peningkatan ratio RNA. DNA (menunjukkan intra uterine malnutrition).

GIZI WANITA SEBELUM HAMIL Wanita yang telah dibesarkan dalam keadaan gizi yang cukup sejak lahir sampai dewasa dan terus sampai masa hamil, mempunyai kemungkinan lebih besar akan menjalankan kelahiran normal. Hal ini tidak mengherankan sebab pada wanita dengan gizi baik, bentuk pinggir pelvisnya biasanya bundar. Pada wanita yang menderita rachitis waktu masa anak, pinggir panggulnya dapat menjadi gepeng, sehingga menyukarkan kelahiran.

GIZI SELAMA MASA HAMIL


Dari penyelidikan ternyata bahwa ada hubungan antara makanan sehari - hari dengan kesehatan ibu, berlangsungnya kehamilan, kesehatan faetus dan bayi. Sebenarnya kehamilan, partus, kesehatan faetus dan bayi dipengaruhi oleh beberapa faktor : Faktor genetika (keturunan) Faktor lingkungan : - Pendidikan - Pekerjaan - Makanan sehari-hari - Tingkat Kesehatan Umum - Antenal care dll. Umur wanita waktu hamil Paritas

Nilai gizi makanan ibu dibagi, sbb :


A. Pengaruh pada ibu : Wanita hamil dengan makanan sehari harinya adekuat akan : 1.Mendapat lebih sedikit komplikasi selama kehamilan (tokemia, anemia, berat badan tidak naik atau kurang), sehingga angka kematian ibu (maternal mortality rate) juga berkurang.

2. Lebih sedikit mendapat kesukaran waktu partus (intertia uteri, partus lama, atonia uteri, perdarahan post partum, infeksi intra partum, febris pueperalis). 3. Mempunyai kemungkinan lebih besar dapat menyusukan sendiri bayinya. Anemia : Wanita hamil dikatakan anemis bila kadar Hb-nya kurang daripada 10 g%. Anemia dan bentuk umumnya adalah nutritional anemia / anemia defisiensi Fe.

Kausanya bermacam-macam antara lain : 1. Kehilangan darah oleh penyakit parasit 2. Kebutuhan akan Fe meningkat untuk pertumbuhan fetus atau ada gangguan metabolisme Fe selama kehamilan. 3. Diet kekurangan Fe 4. Jarak kehamilan yang terlalu dekat ( hamil tiap tahun ) sehingga ibu hamil (yg menderita anemia) tidak sempat untuk mencukupi kekurangan Fe kehamilan yang terdahulu sudah hamil lagi.

Jumlah dan beratnya anemia meningkat pada golongan multipara dan bertambahnya jumlah kehamilan. Sering pula didefinisi Fe dan folic acid atau B12 (lebih sering folic acid) terjadi bersama-sama, sehingga tingkat anemianya berat sekali dan Hb-nya dapat turun sampai kurang dari 6,5 g %. B. Pengaruh terhadap Faetus : 1. Angka abortus, stillbirth, perenatal mortality, prematuritas, lebih tinggi pada golongan sosial-ekonomi rendah yang biasanya disertai dengan gizi kurang.

Kelainan bawaan dapat pula disebabkan oleh diet yang defisien, misalnya anecephali, palatoschitis. Juga thalidomide yang mengganggu metabolisme vitamin B dapat menyebabkan bayi lahir dengan kekurangan ekstremitas. Berat badan bayi yang dilahirkan dari golongan sosio-ekonomi rendah rata-rata lebih kecil dari pada bayi dari golongan sosio-ekonomi tinggi. Hal ini berhubungan erat dengan makanan sehari-hari wanita hamil masing-masing golongan.

Diwaktu perang dunia II di negara-negara yang kekurangan makanan, berat badan bayi waktu lahir menurun (small for date babies). 2. Juga perkembangan gigi-geligi anak dapat sudah dipengaruhi sejak anak masih dalam kandungan. Misalnya oleh karena terlalu banyak makan gula, sehinggah kekurangan akan nutrien seperti phosfor, asam amino dan vitamin sehingga gigi anak mudah mendapat caries.

Tetapi kebanyakan makan (overnutrition) dapat mengakibatkan kenaikan berat badan secara berlebihan. Kenaikan berat badan yang berlebihan di waktu hamil sudah lama dianggap mempertinggi kemungkinan komplikasi seperti : - Toksemia gravidarum - Penyulit kehamilan seperti abortus, dystocia dan perdarahan post partum. Untuk mencegah obesitas, maka sebaiknya membatasi kenaikan BB yang berlebihan. Tetapi diet pembatasan itu harus dibawah pengawasan agar tidak sampai menghentikan kenaikan berat badan.

KENAIKAN BB SELAMA KEHAMILAN Di negara-negara yang sudah maju pada wanita tanpa diet retriksi kenaikan BB rata rata 10-12,5 kg pada akhir kehamilan atau 20 % BB sebelum hamil. Di negara yang sedang berkembang rata-rata 5 7 kg (India, Afrika Barat). Kenaikan berat badan itu disebabkan oleh : Bertambahnya lemak ibu (terutama antara 10-20 minggu kehamilan).

Membesarnya alat-alat kandungan Faetus Placenta Liquor amnii Bertambahnya volume darah dan cairan ekstra seluler ibu terutama paad 10 minggu terakhir. Kenaikan BB yang berhubungan dengan fetus terjadi pada bln ke-2 terakhir, sedangkan yang berhubungan dengan penimbunan jaringan itu terjadi lbh konstan sepanjang seluruh kehamilan.

KEBUTUHAN NUTRIEN Meskipun adanya penyesuaian fiologik selama kehamilan, ternyata adanya kenaikan kebutuhan akan zat-zat gizi. Kebutuhan ini berdasarkan : 1. Jumlah kebutuhan zat-zat gizi bila tidak hamil dan tidak menyusukan. 2. Jumlah zat-zat gizi yang dibutuhkan untuk menentukan fetus, perkembangan alat-alat kandungan (termasuk persiapan pembentukan ASI).

Catatan : Angka-angka yang dipakai adalah bagi : - Wanita sehat - Berat Badan sedang - Pekerjaan sedang - Hamil tanpa komplikasi Apabila intake tidak mencukupi kebutuhan, maka keperluan untuk fetus akan diambil dari cadangan ibu, sehingga cadangan ibu habis dan hal ini akan mengakibatkan

kemungkinan timbulnya berbagai kelainan pada ibu dan anak (seperti yang sudah dilukiskan di atas). Maka untuk menjaga kesehatan ibu dan fetus (bayi) diperlukan lebih banyak makanan dari pada sebelum hamil. Zat-zat gizi yang dianjurkan (RDA) menurut NAS-LIPI workshop 1968 :

Wanita hamil Usia 20 39 tahun Kerja sedang, BB 47 kg Energi 2000,0 Cal Protein .. 55,0 g Calcium 0,5 g Fe (besi) 12,0 mg

Wanita hamil Trimester II dan III + 300,0 Cal + 10,0 g + 0,5 g .. + 5,0 mg

Wanita hamil Usia 20 39 tahun Kerja sedang, BB 47 kg


Vitamin A 4000,0 mcg Vitamin B1 0,8 mg Vitamin B2 1,1 mg Niacin 13,0 mg Vitamin C 60,0 mg . . . . .

Wanita hamil Trimester II dan III


+ 500,0 mcg + 0,2 mg + 0,2 mg + 2,0 mg + 30,0 mg

Setelah diterjemahkan ke dalam bahanbahan makanan yang dianjurkan sehari-hari untuk wanita hamil trimeter II dan III, adalah : 6b = 325 g beras 1u = 150 g ubi 3d = 75 g daging 3t = 75 g tempe 1 1/3 s = 200 g sayur

3p = 300 g buah gls susu = 100 ml 4 sdm minyak 5 sdm gula

Catatan : Sebagai variasi menu pedoman diatas, dapat digunakan Daftar Bahan Makanan Pengganti.

Energi : - Penambahan energi diperlukan untuk : a. Kenaikan BB apabila weanita itu tetap bekerja secara aktif (penimbunan cadangan) b. Pertumbuhan bayi c. Bertambahnya bahan yang harus dibawa Sebagai dasar perhitungan dipakai kenaikan BB 12,5 kg (protein deposit) = 910 g dan fat deposit = 4464 g). Jumlah energi yang diperlukan selama satu kehamilan yaitu 80.000 Cal.

Dari jumlah ini 40.000 Cal ada dalam bentuk jaringan lemak (cadangan) makanan ibu tak memberikan cukup energi untuk pembentukan fetus atau ASI. Energi ini terutama diperlukan dalam 20 minggu terakhir pada mana pertumbuhan fetus sangat pesat. Jadi tambahan energi sehari diperlukan : 80.000 = 80.000 = 300 Cal/hari 40 minggu 240 hari

Angka ini tentu berbeda untuk berbagai negara tergantung dari kriteria yang digunakan masing-masing negara.
Protein : Diperlukan untuk pembentukan jaringan baru dari ibu dan bayi (910 gram Protein) dan untuk mengatasi stress oleh karena stress mengurangi retensi protein. Protein terutama dibutuhkan dalam 6 Bulan terakhir pada waktu mana pertumbuhan fetus pesat sekali.

Dengan demikian siperlukan : 910 = 910 = 910 = 5 g reference 6 Bln 160 Hari 24 Minggu Protein/hari, selama 6 bln terakhir kehamilan Atau apabila di perinci : 10 Minggu I = 1 g Protein telur / susu 10 Minggu II = 4 g Protein telur / susu 10 Minggu III = 8 g Protein telur / susu 10 Minggu IV = 9 g Protein telur / susu

Dengan mempertimbangkan :
Tindakan kesehatan wanita yang hamil Nilai hayati protein yang ada dalam

makanan sehari-hari wanita hamil. Maka dianjurkan tambahan jumlah protein di dalam makanan sehari-hari wanita hamil Indonesia adalah 0 g/hari. Juga jumlah ini harus didapat dari makanan. Selama hamil wanita tak mendapat haid yang berarti 120 Fe disimpan dalam tubuh dengan demikian jumlah yang harus dipenuhi dalam suatu kehamilan ialah : 370 + 290 120 mg, yang harus didapa dari makanan selama 20 minggu terakhir, sehingga dalam satu hari makanan harus ditambah :

Fe (Zat Besi) Diperlukan untuk pembentukan sel darah, otot dan cadangan Fe yang diberikan kepada bayi sebelum dilahirkan diperlukan untuk bulan-bulan pertama setelah dilahirkan. Fetus terme mengandung 300 mg Fe dan placenta 70 mg. jumlah 370 mg Fe ini harus didapat dari makanan selama 20 minggu terakhir.

Selain itu jumlah sel-sel eritrosit bertambah sejak permulaan kehamilan jumlahnya mencapai 290 mg pada akhir kehamilan. 54 mg 20 Minggu = 540 mg 140 hari = 3 mg/hari

5 mg Fe hilang waktu partus biasa. Jumlah ini telah diperhitungkan dalam kenaikan jumlah sel-sel darah merah.

Calcium :
Penambahan Ca diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Dalam tubuh fetus yang normal terdapat 30 g Ca. jumlah ini diperlukan fetus terutama dalam 20 minggu terakhir. Dengan demikian wanita hamil perlu tambahan : 30 g = 30 g = 20 Minggu 140 hari 0,2 g Ca / hari

Jumlah tambahan Fe yang dianjurkan sangat tergantung dari makanan sehari-hari karena kita ketahui bahwa aborpsi Fe dan Ca dipengaruhi oleh beberapa zat yang menghambat / mengurangi atau justru menambah aborpsinya. Bila Ca dari makanan ibu tidak mencukupi kebutuhan fetus maka Ca akan diambil dari tulang ibu dan terjadi demineralisasi tulang panjang ibu.

Vitamin A

Vitamin B1
Vitamin B2 & Niacin.

: diperlukan untuk metabolisme protein, kesehatan ephitel, proses visual, alat-alat reproduksi dll. : diperlukan untuk metabolisme Hidrat Arang.

: Diperlukan untuk pernafasan (respirasi) jaringan. Vitamin C : Diperlukan untuk oksidasi / reduksi dalam sel. Vitamin B12 : Berperan dalam metabolisme asam folat.

Folic acid : Defisiensi menyebabkan anemi megaloblastik. Tidak sesering anemi defisiensi Fe Vitamin D: Penambahan intake tak dianjurkan oleh karena disangka adanya hubungan antara hipervitaminosis ibu dan infantile dengan kelainan cranio fasial dan stenosis aorta upra valvular dan palmonalis.

Makanan wanita hamil di Negara-negara sedang berkembang kurang daripada yang dianjurkan, misalnya jumlah energi hanya 1500-2000 Cal/hari, sedangkan dinegaranegara maju 2400-2700 Cal. Intake protein juga kurang (8 10 % jumlah energi yang berasal Protein) dan terutama terdiri dari protein nabati. Angka ini lebih rendah lagi ditemui di daerah yang menggunakan ubi jalar sebagaimana pokok (5-8%).

Di negara maju intake protein ini 12 % jumlah energi perhari. Di negara maju intake Ca adalah 0,8 1,1 g/hari. Jadi jelas ada perbedaan intake nutrien pada golongan sosio-ekonomi yang berbeda. Tetapi dalam hal Fe ternyata intake Fe tak banyak berbeda. Oleh kerana itu disamping faktor-faktor lain (infestasi parasit) di duga bahwa anemi dan frekwensinya tinggi di negara-negara sedang berkembang disebabkan oleh intake nutrien yang kurang.

Makanan wanita hamil juga dipengaruhi oleh hal-hal yang mempengaruhi menu masyarakat umumnya, misalnya : Faktor sosial ekonomi Takhyul / kepercayaan yang agak sering dijumpai adalah larangan minum dan makan banyak untuk mencegah fetus menjadi terlalu besar sehingga menyukarkan waktu partus. Umumnya wanita hamil telah menyadari pentingnya antenatal care yang terbukti dari jumlah kunjungan pada klinik bersalin, BKIA dll.

Masalah gizi wanita hamil di Indonesia : 1. 18% wanita hamil yang mengunjungi klinik bersalin menderita anemia. 2. Usaha perbaikan telah dilakukan antara lain pendidikan gizi / kesehatan di klinik-klinik bersalin, BKIA oleh bidan dan dokter swasta.
telah disadari bahwa wanita hamil memerluka pemeliharaan kesehatan yang khusus (perioritas dalam distribusi makanan, larangan untuk bekerja berat), sehingga biasanya anjuran pemberian makanan yang berbeda daripada biasanya / anggota-anggota keluarga lainnya, muda diterima, perlu nutrition education untuk menghilangkan Takhayul / kepercayaan yang merugikan.

GOLONGAN WANITA MENYUSUKAN Penyesuaian Fisiologik selama Menyusukan : Dalam tubuh wanita menyusukan terjadi 2 proses : 1.Perubahan-perubahan untuk memulihkan keadaan sebelum hamil : - Involusi uterus yang menyebabkan ekskresi yang berlebihan. - Pengeluaran cairan (H2O) tubuh.

2. Produksi Air Susu Ibu (ASI) : - Persiapan untuk masa laktasi sudah mulai waktu hamil muda : a. Perkembangan glandula mamae b. Penyimpanan energi dalam bentuk jaringan lemak sebagai cadangan untuk masa laktasi. Hal ini tentu terjadi pada wanita dengan keadaan gizi baik. - Proses-proses khusus diperlukan untuk sintesa protein susu, lemak susu dan laktosa sedangkan mineral dan vitamin

tidak memerlukan proses khusus misalnya untuk mempertahankan kadar Ca susu sebaik-baiknya, maka eksresi Ca berkurang.
- Energi susu berasal dari : a. Makanan (bila energi cukup) b. Jaringan ibu (katabolisme) bila makanan tak cukup.

Produksi ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor : Sekresi ASI oleh Alveoli glandula mammae yang tergantung pula dari : - Perkembangan alveoli - Nutrien yang tersedia dalam tubuh ibu - Pengaruh hormon-hormon tertentu seperti oestrogen, progeteron, prolactin, dll. Yang juga sangat dipengaruhi oleh faktor spikis.

2. Ejection (pengeluaran) ASI kedalam saluran glandula mammae yang tergantung pula dari reflex neurohormonal (reaksi ransangan hisapan). Hisapan merangang hypofise bagian posterior sehingga oxytocin dilepaskan kedalan darah ---- mammae --- kontraksi otot sekitas alveoli --- ASI diperas keluar alveoli ---- ASI masuk dictus ---- sinuss papillaris ---- papilla mammae.

Hubungan Laktasi dengan Pertumbuhan dan Kesehatan Bayi : ASI dalam jumlah yang cukup merupakann makanan yang terbaik untuk bayi dalam bulan-bulan pertama. Susunan zat-zat gizinya terutama dalam hal Protein,Lemak dan Hidrat Arangnya, rupanya paling cocok untuk kebutuhan bayi. 2. Selain itu pemberian ASI juga mempererat hubungan antara ibu dan anak yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan fisik dan mental si anak.

Lebih bersih sehingga kemungkinan infeksi (seperti pada arti ficial feeding) dikurangi sehingga kesehatan bayi lebih terjamin. Penentuan kecukupn produksi ASI : Kurve berat bnadan bayi merupakan cara termudah untuk menentukan apakah produksi ASI cukup atau tidak. Cara pengukuran produksi ASI ada 2 macam : 1. Penimbangan BB badan bayi sebelum dan sedudah menetek. 2. Pengosongan mammae

Komposisi ASI : Tidak sama selama menyususkan dan selama 24 jam ; yang terutama bervariasi adalah dalam hal kadar lemak. Juga terjadi variasi dari hari ke hari dan selama periode / masa menyusukan.Pada masa laktasi yang lama kadar animonya boleh dikatakan tidak berubah. Mungkin terjadi modifikasi dalam konsentrasi : Gasein, Lactalbumin dan Lactoglobulin. Kadar protein ASI 1 gram/100 ml (1,2 1,5 g%) dan kadar biasanya cukup tinggi meskipun diet ibu kekurangan akan Ca.

Laktasi di Negara-negara sedang berkembang :

Pemberian ASI di negara - negara sedang berkembang masih merupakan kebiasaan. Pemberian ASI boleh diperpanjang untuk waktu yang tidak ditentukan (WHO : sampai tetes terakhir). Ada yang anjurkan sampai umur anak 2 tahun. Dalam prakteknya umur 1 tahun.

ASI biasanya merupakan satu-satunya makanan bayi sampai umur 3 - 4 bulan dan tampaknya sangat memuaskan. Tetapi setelah itu ASI tidak mencukupi kebutuhan (pada grafik pertumbuhan terlihat perbedaan bayi di negara berkembang dan bayi di negara maju, setelah bayi umur 5 6 bulan) oleh karena itu perlu makanan tambahan.

Efek Laktasi pada Kesehatan Ibu :


Pada masyarakat dengan keadaan gizi buruk di negara-negara sedang berkembang, banyak ibu-ibu yang hampir terus menerus dalam masa hamil atau menyusukan, sehingga sangat diragukan apalagi cadangan energi dalam bentuk jaringan lemak biasa ditemukan. Dan bila kebutuhan akan energi selama menyusukan tidak terpenuhi oleh makanan yang seimbang, makanan wanitawanita itu akan jadi kurus.

Tapi diluar dugaan ternyata di negara / daerah yang cukup mendapat sinar matahari, tidak didapatinya defisiensi Ca yang hebat. Jarang dijumpai penyakit defisiensi vitamin, kecuali beri-beri. Makanan sehari-hari wanita yang menyusukan di negara-negara sedang berkembang : Umumnya makanan sehari-hari dalam keseluruhannya bertambah terdorong oleh masa lapar, namun jumlahnya masih kurang daripada terdapat pada golongan ini, misalnya :

a. Pantangan untuk makan : 1. Ikan yang menyebabkan ASI berbau amis dan bayi muntah 2. Makanan pedas/asam agar bayi jangan mencret. b. Anjuran : Makan banyak sayur berkuah terutama daun katuk untuk mempertinggi produksi ASI.

KEBUTUHAN AKAN ZAT-ZAT GIZI WANITA LAKTASI Masa laktasi yang dapat berlangsung cukup lama, merupakan masa drainage zatzat makanan bagi ibu, karena melalui ASI ibu memberikan kepada bayinya zat-zat gizi yang cukup untuk pertumbuhan yang wajar. Jadi jelas nahwa wanita laktasi memerlukan sejumlah zat-zat gizi yang lebih banyak daripada seorang wanita hamil, apalagi bila wanita itu tetap bekerja secara aktif di rumah atau di luar rumah. Bila ibu tidak mendapat tambahan zat-zat gizi yang cukup, maka ibu

akan menjadi kurus dan mudah letih, karena zat-zat makanan yang diperlukan untuk ASI diambil dari jaringan tubuh ibu.Angka-angka zat-zat gizi yang pada waktu dianjurkan adalah angka-angka jumlah zat gizi yang diperlukan untuk membentuk 850 ml ASI, yang memberikan600 Cal. Kadar Protein ASI 1,2 1,5 g/100ml danefisiensi ASI oleh tubuh sebesar 60-80 %.(FAO : 60%,1957), (Thomson,1961 : 80 %).

Energi: Tambahan energi perhari dianjurkan adalah 750 Cal (dengan efisiensi 80 %), maka dalam diet sehari-hari harus ada : 100/80 x 600 Cal = 750 Cal

Protein: Tambahan protein / hari yang dianjurkan adalah : 850 ml ASI mengandung 850/100 x 1,5 g = 13 g Protein.

Jadi diperlukan : dengan efisiensi 60 % : 100/60 x 13 g = 20 g/hari dengan efisiensi 80 % : 100/80 x 13 g = 17 g/hari Jumlah protein yang dianjurkan dalam diet harus disesuaikan dengan nilai hayati (misal NPU) diet yang dimakan oleh wanita yang menyusukan. Makin rendah nilai hayati diet, makin besar jumlah protein yang diperlukan dalam diet.

Mineral dan Vitamin : Dalam 850 ml ASI terdapat : Calcium .. 290,0 Fe 3,0 Vitamin A .. 450,0 Vitamin C .. 20-40 Niacin . 1,6 Vitamin B1 .... 0,12 Vitamin B2 . 0,32

mg mg mcg mg mg mg mg

Untuk vitamin - vitamin pada umumnya jumlah yang dianjurkan didasarkan atas jumlah zat gizi dalam ASI atau hasil-hasil survey atau perhitungan jumlah energi yang diperlukan (misalnya untuk vitamin-B1, B2 dan B3). Karena angka - angka yang dikemukakan diatas berdasarkan jumlah ASI 850 ml, maka angka-angka bagi tiap-tiap wanita akan berbeda-beda sesuai dengan jumlah produksi ASI masing-masing.

Angka-angka RDA Indonesia untuk wanita menyusukan : Diperlukan menurut menurut LIPI-NAS Widya Karya Protein .+ 25,0 g ..+ 23,0 g Ca .+ 0,5 g ......+ 0,5 g Fe .+ 5,0 mg ...+ 4,0 mg Vitamin A .+ 2500,0 mcg ..+ 2500,0 mcg Vitamin B1+ 0,4 mg ...+ 0,3 mg Vitamin B2+ 0,4 mg + 0,3 mg Niacin + 5,0 mg + 3,0 mg Vitamin C .+ 30,0 mg + 20,0 mg

Jelaslah bahwa makanan sehari-hari wanita yang menyususkan secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan / perkembangan bayi. Hal ini terutama penting sampai bayi berumur 3-5 bulan yaitu selama bayi belum bisa diberi makanan padat (bubur susu / nasi tim) sebagai penggantinya, dan susu sapi / hewan lainnya tidak ada / tidak terbeli.

Masalah gizi wanita menyusukan di Indonesia : Umumnya keadaan gizi kurang, kebanyakan kurus dan pucat, wanita ini lebih sukar di capai oleh karena postnatal care tidak / kurang teratur daripada prenatal care. Sebetulnya bisa dilakukan bersamaan pada waktu pemeriksaan bayi, sedangkan biasanya ibu datang memeriksakan bila bayinya sakit saja. Hal ini biasanya terjadi pada bayi berusia 6 bulan atau lebih diwaktu ASI tidak mempunyai peran utama lagi, sedangkan

seharusnya perhatian terhadap ibu laktasi perlu diberikan agar : - Produksi ASI baik - Untuk kesehatan kehamilan yang berikut. Takhyul / kepercayaan yang dapat positif (menguntungkan) atau negatif (merugikan) sering juga ditemukan ada golongan wanita laktasi. Takhyul yang positif boleh dianjurkan, tetapi yang negatif harus dihilangkan dengan anjuran-anjuran yang diberikan secara berhatihati dan bijaksana (nutrition education yang diberikan secara taktis).