Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat dan memunculkan tuntutan

baru dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Dalam

era globalisasi ekonomi dan informasi dewasa ini dunia pendidikan dituntut

untuk dapat selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat, dunia

kerja, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa kemampuan adaptif dan

inovatif yang tinggi, maka dapat dipastikan dunia pendidikan akan selalu

ketinggalan zaman dan hanya menghasilkan lulusan yang gamang memasuki

masyarakat dunia kerja, gagap teknologi dan ilmu pengetahuan kontemporer,

dan pada akhirnya akan menjadi beban keluarga dan masyarakat karena kalah

berkompetisi dengan sesama lulusan dengan negara lain. Permasalahan utama

pendidikan adalah disparitas mutu pendidikan khususnya yang berkaitan dengan

(1) ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan yang belum memadai baik

secara kuantitas dan kualitas, maupun kesejahteraannya, (2) prasarana sarana

belajar yang belum tersedia, dan bilapun tersedia belum didayagunakan secara

optimal, (3) pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang

mutu pembelajaran, (4) proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif; dan

penyebaran sekolah yang belum merata, ditandai dengan belum meratanya

partisipasi pendidikan antara kelompok masyarakat, seperti masih terdapatnya

kesenjangan antara penduduk kaya dan miskin, kota dan desa, laki-laki dan

perempuan, antarwilayah. Dua permasalahan tersebut di atas menjadi bertambah

parah karena tidak didukung dengan komponen-komponen utama pendidikan

seperti kurikulum, sumberdaya manusia pendidikan yang berkualitas, sarana

dan prasarana, serta pembiayaan.

1
Belajar dari kondisi tersebut, solusi pemerintah untuk meningkatkan mutu

pendidikan adalah menerbitkan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional yang tercermin dalam rumusan Visi dan Misi pendidikan

nasional. Visi pendidikan nasional adalah mewujudkan sistem pendidikan

sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua

warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas

sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

Sedangkan misinya adalah: (1) mengupayakan perluasan dan pemerataan

kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat

Indonesia; (2) meningkatkan mutu pendidikan yang memiliki daya saing di

tingkat nasional, regional, dan internasional; (3) meningkatkan relevansi

pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan global; (4) membantu

dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia

dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; (5)

meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk

mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral; (6) meningkatkan

keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat

pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai

berdasarkan standar yang bersifat nasional dan global; dan (7) mendorong peran

serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip

otonomi dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berangkat dari permasalahan pendidikan di atas dan kebijaksanaan pemerintah

dalam bidang pendidikan tersebut, SMA Al-Irsyad Kota Tegal mengharapkan

kesempatan menerima salah satu program pemerintah berupa Bantuan

Operasional Manajemen Mutu (BOMM)

2
B. Dasar Kegiatan

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1999 tentang

pemerintahan daerah

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1999 tentang

perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah

3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang

Sistem Pendidikan Nasional

a. Pasal 12, ayat 1, huruf b: setiap peserta didik pada setiap satuan

pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan

bakat, minat dan kemampuannya

b. Pasal 12, ayat 1, huruf f: setiap peserta didik pada setiap satuan

pendidikan berhak menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan

kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari

ketentuan batas waktu yang ditetapkan

c. Bab IX, pasal 35 menyebutkan bahwa: (1) Standar nasional

pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga

kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan

penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan

berkala

4. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang otonomi daerah yang

mengatur pembagian kewenangan antara pemerintah, pemerintah provinsi

dan pemerintah kabupaten/kota

5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, bagian ketiga pada Pasal 10

dan 11 mengatur tentang beban belajar dalam bentuk sistem paket dan

sistem satuan kredit semester (SKS). Pada Ayat 3 menyebutkan bahwa

beban belajar untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang

sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam

satuan kredit semester. Ketentuan tersebut mengisyaratkan bahwa sekolah


3
kategori mandiri “harus” menerapkan sistem SKS, sedangkan sekolah

kategori standar menerapkan sistem paket dan “dapat” menerapkan sistem

SKS.

6. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi

7. Permendiknas Nomor 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan

8. Permendiknas Nomor 6 tahun 2007, sebagai penyempurnaan

Permendiknas Nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas

Nomor 22 dan 23 tahun 2006

9. Rencana Startegis Depdiknas tahun 2005-2009

10. Program kerja Depdiknas tahun 2007

11. Program kerja Ditjen. Manajemen Dikdasmen tahun 2007

12. Program kerja Dit. Pembinaan SMA tahun 2007

13. DIPA Peningkatan Kualitas Pembelajaran Tahun 2007

C. Tujuan

1. Meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran di sekolah

2. Meningkatkan mutu layanan pendidikan kepada masyarakat dalam rangka berperan

serta dalam mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan nasional

3. Mendorong sekolah untuk melaksanakan school-based management (SBM) dalam

rangka meningkatkan dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan di sekolah

4. Mewujudkan perluasan dan pemerataan pendidikan melalui kesempatan

memperoleh pendidikan di sekolah

5. Mendorong dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan

pendidikan di SMA menuju kategori mandiri

D. Sasaran Kegiatan

Sasaran kegiatan pemanfaatan Bantuan Operasional Manajemen Mutu

(BOMM) SMA Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2009, adalah:

1. Pembiayaan administrasi dan sarana prasana penerimaan peserta didik baru.


4
2. Pembiayaan administrasi Ulangan Harian

3. Pembiayaan pengadaan alat-alat Laboratorium IPA

4. Pembiayaan pengadaan alat-alat Olah Raga

5. Pembiayaan pengadaan alat-alat pembelajaran

E. Hasil yang diharapkan

Hasil yang diharapkan dari program Bantuan Operasional Manajemen Mutu

(BOMM) adalah:

1. Meningkatnya kuantitas dan kualitas input dan output peserta didik di SMA

Al-Irsyad Tegal.

2. Meningkatnya mutu layanan pendidikan di SMA Al-Irsyad Tegal yang

memiliki daya saing nasional, regional maupun internasional.

3. Meningkatnya mutu proses belajar mengajar dengan tersedianya alat-alat

dan media pembelajaran yang memadai.

4. Memiliki sarana prasarana pembelajaran yang mendukung dalam meningkat

prestasi akademik dan non akademik melalui proses belajar mengajar yang

kreatif, inovatif, edukatif, dan menyenangkan.