Anda di halaman 1dari 27

Dimas Y Satria 21050111083008

PSD 3 Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2013

Definisi Fungsi

Cerobong Sistem udara pembakaran dan gas buang


Bahaya

Gas Buang Pembakaran dan Solusinya

Ventilator

Cerobong asap/chimney adalah struktur atau bagian dari system PLTU yang menyediakan ventilasi untuk gas buang panas atau asap dari tungku boiler untuk dibuang ke atmosfir luar.
FungSi CerobOng Alat bantu penyebaran yang digunakan untuk mengalirkan gas asap ke luar (atmosfir) dari ketel uap dengan kecepatan tertentu.

Ketinggian Pembangkit listrik cerobong Thermal itu ditentukan oleh dasar Pencemaran Udara. Sebagai standar Polusi udara telah menjadi ketat. Ketinggian cerobong asap ini telah meningkat - dari 100m ke 150m ke 220m dan 275M. Dalam waktu belakangan, ketinggian cerobong asap 275 m telah menjadi standar.

Perhitungan tinggi cerobong berdasarkan Keputusan Kepala Bapedal no.Kep.205/07/BAPEDAL/1996 Lampiran III tentang Persyaratan cerobong. Persyaratan tersebut antara lain tinggi cerobong minimum 2 2,5 kali tinggi bangunan disekitarnya sehingga lingkungan disekitar cerobong tidak terkena turbulensi.

Dengan tinggi 240 meter Hampir 2 kali tinggi Monas Membuat cerobong PLTU TJB menjadi Cerong pembangkit Listrik tertinggi se-asia Tenggara

Batu Bara sebagai sumber Energi Utama dalam Pembangkit


Kandungan utama

sulphur

nitrogen

sodium

SISTEM UDARA PEMBAKARAN Udara yang digunakan untuk proses pembakaran di ruang bakar (furnace) boiler disebut udara pembakaran (combustion air). Udara bercampur dengan bahan bakar di ruang bakar boiler dan terjadi reaksi pembakaran untuk menghasilkan panas. Udara didapat dari Forced Draft Fan (FDF) dengan menghisap dari atmosfir dan menghembusnya menuju ruang bakar boiler.

Gas merupakan hasil dari proses pembakaran udara dan bahan bakar. Gas buang mengalir keluar dari ruang bakar dan dimanfaatkan untuk pemanas pada superheater, reheater, economiser dan air heater (primary air heater dan scondary air heater). Dari air heater gas buang masuk ke electrostatic precipitator (ESP) untuk ditangkap abunya (fly ash), kemudian dihisap oleh induced draft fan (IDF) dan dibuang ke atmosfir melalui cerobong.

Terdapat empat jenis draft yang digunakan didalam boiler, yaitu : natural draft, forced draft, induced draft, dan balanced draft. Dari keempat jenis draft tersebut hanya dua yang masih banyak digunakan, sedangkan dua yang lain sudah ditinggalkan karena tidak efisien dan tidak dapat memenuhi perkembangan kebutuhan. Kedua jenis draft yang tidak lagi digunakan dalam boiler adalah natural draft dan induced draft.

Timbulnya isapan cerobong secara alami disebabkan karena perbedaan berat jenis antara udara dingin disekitar dengan gas panas hasil pembakaran. Makin tinggi cerobong dan makin besar diameter cerobong, maka isapan cerobong yang ditimbulkan juga semakin besar.

Forced draft adalah bila tekanan statik ruang bakar boiler berada diatas tekanan atmosfir. Boiler dengan sistem tekanan seperti ini sering disebut Pressurised boiler (boiler tekanan positif). Forced Draft Fan (FDF) digunakan untuk menghembus udara masuk ke ruang bakar boiler, sehingga tekanan di dalam ruang bakar boiler menjadi positif.

Induced draft adalah apabila tekanan statik ruang bakar boiler berada dibawah tekanan atmosfir. Aplikasi seperti ini sering disebut boiler tekanan negatif. Induced Draft Fan (IDF) digunakan untuk menghisap gas buang dari dalam ruang bakar boiler, sehingga menghasilkan tekanan negatif didalam ruang bakar boiler.

Balanced draft adalah apabila tekanan didalam ruang bakar boiler sama dengan 0 mmWC, atau sama dengan tekanan atmosfir. Untuk boiler besar, balanced draft tekanannya diatur sedikit dibawah tekanan atmosfir (-10 mmWC) untuk pertimbangan keamanan. Untuk mengatur keseimbangan tekanan pada ruang bakar boiler digunakan FDF dan IDF.

Proses pembakaran suhunya rendah Kadarnya NOx rendah + Kapur : (CaSO4) Terjadi pada suhu 750-950C Menimbulkan Polutan Masuk Pengendap menjadi debu (bahan bangunan) Udara bersih keluar ke Cerobong Polutan 98%

BAHAYA BATU BARA BATU BARA DENGAN KUALITAS TINGGI Menghasilkan unsur berbahaya sedikit sekali BATU BARA DENGAN KUALITAS RENDAH Sulfur, Nitrogen dan Sodium Pembakarannya tidak sempurna maka akan dihasilkan pula unsur beracun seperti CO Daya guna menjadi rendah Penyebab hujan asam

Menurunkan tingkat pelepasan SO2 (Flue Gas Desulphurization (FGD) memisahkan oksida sulfur dari gas buang yang dikeluarkan cerobong atau desulfurisasi) Metode pemisahan oksida sulfur yang lebih dikenal dengan istilah desulfurisasi dengan metode basah (wet method) metode kering (dry method) Desulfurisasi yang menggunakan penyerap/pengikat batu kapur (lime stone) atau Ca(OH)2. Gas buang dari cerobong dimasukkan ke dalam alat sehingga SO2 bereaksi dengan Ca(OH)2 dan diperoleh hasil pemisahan berupa gipsa (gypsum). Gas buang yang keluar dari sistim desulfurisasi sudah terbebas dari oksida sulfur. Electrostatic Precipitator (ESP) untuk menangkap pertikel debu atau abu terbang.

Definisi: Ventilasi adalah proses dimana udara bersih dimasukan dan udara ventilasi di keluarkan dari ruangan.

Tujuan: Menjaga kualitas udara. Mempercepat proses initial firing (Menyalakan api didalam tungku) Meningkatkan temperatursaluran gas asap. Meningkatkan isapan cerobong paksa.

FDF berfungsi untuk memasok kebutuhan udara pembakaran ruang bakar. IDF berfungsi untuk menghisap gas buang dari ruang bakar boiler dan selanjutnya mendorong ke atmosfir melalui cerobong dan menjaga tekanan ruang bakar selalu sedikit dibawah tekanan atmosfir (-10 mmWC). PAF berfungsi untuk memasok udara ke mill untuk mengeringkan serbuk batu bara dan membawa nya ke ruang bakar boiler.

GRF berfungsi untuk menghisap gas buang pada saluran setelah economiser, dan mengalirkan kembali ke dasar (bottom) ruang bakar, untuk mengontrol main steam temperatur dan temperatur gas didalam ruang bakar sehingga menurunkan slagging.

1.

2.

Jika hanya mengunakan FDF saja, maka tungkunya bertekanan melebihi dari tekanan udara diluar, yang disebut tungku bertekanan, atau Pressurized Furnance. Bila mengunakan IDF saja, maka tungkunya bertekanan lebih rendah dari tekanan udara diluar atau disebut dengan Underpressure

Furnance.
3.

Bila dipasang baik FDF maupun IDF bersamaan sedemikian sehingga tekanan di dalam tungku sama dengan tekanan udara diluar atau Balance

Furnance

scribd.com/doc/35646190/cerobong Buletin TJB edisi 2 Triwulan 11 April 2009