Pengambil Keputusan dalam Menghadapi Dilema Etik / Moral Pelayanan Kebidanan

Menurut Daryl Koehn (1994) bidan dikatakan profesional bila dapat menerapkan etika dalam menjalankan praktik. Bidan ada dalam posisi baik yaitu memfasilitasi pilihan klien dan membutuhkan peningkatan pengetahuan tentang etika untuk menetapkan dalam strategi praktik kebidanan. Menurut George R.Terry, pengambilan keputusan adalah memilih alternatif yang ada. Ada 5 (lima) hal pokok dalam pengambilan keputusan: 1. Intuisi berdasarkan perasaan, lebih subyektif dan mudah terpengaruh 2. Pengalaman mewarnai pengetahuan praktis, seringnya terpapar suatu kasus meningkatkan kemampuan mengambil keputusan terhadap nsuatu kasus 3. Fakta, keputusan lebih riel, valit dan baik. 4. Wewenwng lebih bersifat rutinitas 5. Rasional, keputusan bersifat obyektif, trasparan, konsisten

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan : 1. Posisi/kedudukan 2. Masalah, terstruktur, tidak tersruktur 3. Situasi 4. Kondisi 5. Tujuan

Kerangka Pengambilan Keputusan dalam asuhan kebidanan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Bidan harus mempunyai responsibility dan accountability. 2. Bidan harus menghargai wanita sebagai individu dan melayani dengan rasa hormat. 3. Pusat perhatian pelayanan bidan adalah safety and wellbeing mother. 4. Bidan berusaha menyokong pemahaman ibu tentang kesejahteraan dan menyatakan pilihannya pada pengalaman situasi yang aman. 5. Sumber proses pengambilan keputusan yang lainnya adalah : a. Knowledge b. Ajaran intrinsic

c.

Kemampuan berfikir kritis

d. Kemampuan membuat keputusan klinis yang logis Pengambilan keputusan yang etis 1. Ciri keputusan yang etis, meliputi : a. Mempunyai pertimbangan benar salah b. Sering menyangkut pilihan yang sukar c. Tidak mungkin dielakkan

d. Dipengaruhi oleh norma,situasi,iman,lingkungan social. 2. Situasi a. Mengapa kita perlu situasi: 1) Untuk menerapkan norma-norma terhadap situasi 2) Untuk melakukan perbuatan yang tepat dan berguna 3) Untuk mengetahui masalah-masalah yang perlu diperhatikan b. Kesulitan-kesulitan dalam mengerti situasi: 1) Kerumitan situasi dan keterbatasan pengetahuan kita 2) Pengertian kita terhadap situasi sering dipengaruhi oleh kepentingan, prasangka dan factorfaktor subjektif lain c. Bagaimana kita memperbaiki pengertian kita tentang situasi :

1) Melakukan penyelidikan yang memadai 2) Menggunakan sarana ilmiah dan keterangan para ahli 3) Memperluas pandangan tentang situasi 4) Kepekaan terhadap pekerjaan 5) Kepekaan terhadap kebutuhan orang lain Sistim pengambilan keputusan merupakan bagian dasar dan integral dalam praktek suatu profesi. Keberadaan yang sangat penting, karena akan menentukan tindakan selanjutnya. Keterlibatan bidan dalam proses pengambilan keputusan sangat penting karena dipengaruhi oleh 2 hal : 1. Pelayanan ”one to one” : Bidan menghadapi klien secara perorangan dan bidan bisa memenuhi kebutuhan klien sesuai wewenang. 2. Meningkatkan sensitivitas terhadap klien bidan berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan. Pertimbangan Moral Dalam Pengambilan Keputusan Ketika Menghadapi Delima Etik :  TK I Keputusan dan tindakan : Bidan merefleksikan pada pengalaman atau pengalaman rekan kerja.

TK

II : berdasarkan kaidah kejujuran ( berkata benar), privasi, kerahasiaan dan

Peraturan

kesetiaan ( menepati janji. Bidan sangat familiar, tidak meninggalkan kode etik dan panduan praktek profesi.  TK III Ada 4 prinsip etik yang digunakan dalam perawatan praktek kebidanan:     ANTONOMY, memperhatikan penguasaan diri, hak kebebasan dan pilihan individu. BENETICENCE, memperhatikan peningkatan kesejahteraan klien, selain itu berbuat terbaik untuk orang lain. NON MALETICENCE, tidak melakukan tindakan yang menimbulkan penderitaan apapun kerugian pada orang lain. YUSTICE, memperhatikan keadilan, pemerataan beban dan keuntungan. ( Beaucamo & Childrens 1989 dan Richard, 1997)

Dasar Pengambilan keputusan : 1. Bersifat segera 2. Keterpaksaaan karena suatu krisis, yang menuntut sesuatu unutuk segera dilakukan. Bentuk pengambilan keputusan : 1. Strategi : dipengaruhi oleh kebijakan organisasi atau pimpinan, rencana dan masa depan, rencana bisnis dan lain-lain. 2. Cara kerja : yang dipengaruhi pelayanan kebidanan di dunia, klinik, dan komunitas. 3. Individu dan profesi : dilakukan oleh bidan yang dipengaruhi oleh standart praktik kebidanan. Pendekatan tradisional dalam pengambilan keputusan : 1. Mengenal dan mengidentifikasi masalah 2. Menegaskan masalah dengan menunjukan hubungan antara masa lalu dan sekarang. 3. Memperjelas hasil prioritas yang ingin dicapai. 4. Mempertimbangkan pilihan yang ada. 5. Mengevaluasi pilihan tersebut. 6. Memilih solusi dan menetapkan atau melaksanakannya. Pengambilan Keputusan yang Etis Ciri 2nya: 1. Mempunyai pertimbangan yang benar atau salah

3. Dipercaya bahwa semua manusia mempunyai perasaan menyenangkan dan perasaan sakit. 4. kepandaian adalah baik.D Ross (1877-1971) setiap manusia mempunyai intuisi akan kewajiban. Identifikasi dan tegaskan apa masalahnya. 2. iman. Kehendak menjadi baik jika bertindak karena kewajiban . Tidak mungkin dielakkan 4. Sering menyangkut pilihn yang sukar 3. Teori Deontology Menurut Immanuel Kant: sesuatu dikatakan baik dalam arti sesungguhnya adalah kehendak yang baik. kekayaan. Pilih solusi yang lebih baik. TEORI-TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN 1. Ketika keputusan dibuat seharusnya memaksimalkan kesengangan dan meminimalkan ketidaksenangan. b) Ultilitarisme berdasarkan aturan Modifikasi antara utilitarisme tindakan dan aturan moral. Prinsip umum dan utilitarisme adalah didasarkan bahwa tibdakan moral menghasilkan kebahagiaan yang besar bila menghasilkan jumlah atau angka yang besar . 2. Uji kesesuaian dari setiap solusi yang ada. Pengambilan keputusan dalam keadaan kritis : 1. baik oleh sendiri atau dengan orang lain. 5. aturan yang baik akan menghasilkan keuntungan yang maksimal. Bertindak sesuai kewajiban disebut legalitas.lingkungan social. tetapi jika digunakan dengan kehendak yang jahat. Kalau seseorang bertindak karena motif tertentu atau keinginan tertentu berarti disebut tindakan yang tidak baik. Tetapkan hasil apa yang diinginkan. akan menjadi jelek sekali.2. kesehatan. Dipengaruhi oleh norma. Menurut W. Laksanakan tindakan tanpa ada keterlambatan. situasi. Ada 2 bentuk teori utilitarisme : a) Utilitarisme berdasarkan tindakan Setiap tindakan ditujukan untuk keuntungan yang akan menghasilkan hasil atau tindakan yang lebih besar. Teori Utilitarisme Teori utilitarisme mengutamakan adanya konsekuensi kepercayaan adanya kegunaan. semua kewajiban berlaku langsung pada diri . jika digunakan dengan baik oleh kehendak manusia.

3. ingin mencapai sesuatu yang baik bagi kita. Adadua macam keutamaan. Menurut john locke(1632-1704). Apa tujuan terakhir dari kehidupan manusia adalah kesenangan. Hal yang penting adalah menggunakan kesenangan dengan baik dan tidak terbawa oleh kesenangan. kebebasan dari keresahan jiwa juga. Akan tetapi ada batas untuk mencari kesenangan. berbuat baik. Keutamaan moral Dimensi etik dalam peran bidan Peran bidan secara menyeluruh meliputi beberapa aspek :       Praktisi Penasehat Konselor Teman Pendidik Peneliti Menurut United Kingdom Central Council (UKCC) 1999. kita sebut baik bila meningkatkan kesenangan dan sebaliknya dinamakan jahat kalau mengurangi kesenangan atau menimbulkan ketidak senangan. tanggungjawab bidan meliputi :  Mempertahankan dan meningkatkan keamanan ibu dan bayi . Seseorang mampu mencapai tujuannya jika mampu menjalankan fungsinya dengan baik. ganti rugi. Dengan memahami kewajiban akan terhindar dari keputusan yang menimbulkan konflik atau dilema. Menurut epikuros(341-270 SM) dalam menilai kesenangan(hedone) tidak hanya kesenangan indrawi tetapi kebebasan dan rasa nyeri. Semua orang akan menyetujui bahwa tujuan terakhir hidup manusia adalah kebahagiaan (eudaimonia). bila meminjam harus dikembalikan. bahwa dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan. termasuk kewajiban kesetiaan. Kewajiban untuk mengatakan kebenaran merupakan kewajiban utama. Teori Hedonisme Menurut Aristippos(433-355 SM) sesuai kodratnya setiap manusia mencari kesenangan dan menhindari ketidak senangan.kita. yaitu : a. Contoh : bila berjanji harus ditepati. Teori Eudemonisme Menurut Filsuf Yunani Aristoteles (384-322 SM) . Seringkali kita mencari tujuan untuk mencapai suatu tujuan yang lain lagi. terima kasih. 4. keadilan. keunggulan manusia adalah akal dan budi. Keutamaan intelektual b. Manusia mencapai kebahagiaan dengan menjalankan kegiatan yang rasional.

 Mendidik dan melatih calon bidan untuk bekerjasama dalam profesi dan memberikan pelayanan dengan memiliki tanggungjawab yang sama.00 . termasuk dengan teman sejawat atau kolega sehingga bagaimana agar fit for practice and fit for purpose (menguntungkan untuk praktek dan menguntungkan untuk tujuan) Dimensi kode etik . meliputi :  Antara anggota profesi dan klien  Antara anggota profesi dan system kesehatan  Antara anggota profesi dan profesi kesehatan  Antara sesama anggota profesi Prinsip kode etik terdiri dari :  Menghargai otonomi  Melakukan tindakan yang benar  Mencegah tindakan yang dapat merugikan  Memperlakukan manusia dengan adil  Menjelaskan dengan benar  Menepati janji yang telah disepakati  Menjaga kerahasiaan By Sri Agustin at 08. Menyediakan pelayanan yang berkualitas dan informasi serta nasehat yang didasarkan pada evidence based.

trasparan. • Perawatan berfokus pada ibu(women centered care) dan asuhan total( total care) Tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia pada umumnya disebabkan oleh 3 keterlambatan yaitu : • Terlambat mengenali tanda – tanda bahaya kehamilan sehingga terlambat untuk memulai pertolongan • Terlambat tiba di fasilitas pelayanan kesehatan • Terlambat mendapat pelayanan setelah tiba di tempat pelayanan. keputusan lebih riel. TINGKATAN 3 Ada 4 prinsip etik yang digunakan dalam perawatan praktek kebidanan: a. d. BENETICENCE. tidak meninggalkan kode etik dan panduan praktek profesi. keputusan bersifat obyektif. NON MALETICENCE. memaksimalkan kesenangan. seringnya terpapar suatu kasus meningkatkan kemampuan mengambil keputusan terhadap nsuatu kasus 3. c. selain itu berbuat terbaik untuk orang lain. Intuisi berdasarkan perasaan. hak kebebasan dan pilihan individu.kerahasiaan dan kesetiaan ( menepati janji). privasi . Wewenwng lebih bersifat rutinitas 5. memperhatikan keadilan. tidak melakukan tindakan yang menimbulkan penderitaan apapun kerugian pada orang lain. Empat Tingkatan Kerja Pertimbangan Moral Dalam Pengambilan Keputusan Ketika Menghadapi Delima Etik TINGKATAN 1 Keputusan dan tindakan : Bidan merefleksikan pada pengalaman atau pengalaman rekan kerja. Menurut George R. lebih subyektif dan mudah terpengaruh 2. • Meningkatkan sensitivitas terhadap klien bidan berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan. Fakta. Pengalaman mewarnai pengetahuan praktis. memperhatikan penguasaan diri.Terry. pengambilan keputusan adalah memilih alternatif yang ada. TINGKATAN 2 Peraturan :berdasarkan kaidah kejujuran ( berkata benar). 2. 3. ANTONOMY. Pengertian Proses pengambilan keputusan merupakan bagian dasar dan integral dalam praktik suatu profesi dan keberadaanya sangat penting karena akan menentukan tindakan selanjutnya. . Rasional. b. Contoh bila berjanji ditepati. Keterlibatan bidan dalam proses pengambilan keputusan sangat penting karena dipengaruhi oleh 2 hal • Pelayanan ”one to one” : Bidan dan klien yang bersifat sangat pribadi dan bidan bisa memenuhi kebutuhan. Ada 5 (lima) hal pokok dalam pengambilan keputusan: 1. TINGKATAN 4 TEORI-TEORI PENGAMBILAN KEPUUSAN 1. JUSTICE.Pengambilan Keputusan 1. Teori Deontology Menurut Immanuel Kant: sesuatu dikatakan baik bila bertindak baik. konsisten 2. Bidan sangat familiar. pemerataan beban dan keuntungan. memperhatikan peningkatan kesejahteraan klien. meminimalkan ketidaksenangan. valit dan baik. Teori Utilitarisme: Ketika keputusan diambil. 4.

Identifikasi dan tegaskan apa masalahnya. 5. situasi. 3. Struktural. Interpersonal. iman. Rasional. didasarkan pada perasaan atau sikap. o Mempertimbangkan pilihan yang ada. Laksanakan tindakan tanpa ada keterlambatan. tidak nyaman dan kenikmatan.lingkungan sosial 7. Sering menyangkut pilihn yang sukar 3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan a. Pilih solusi yang lebih baik. sesui kodratnya. yang menuntut sesuatu unutuk segera dilakukan. Keterpaksaaan karena suatu krisis. didasarkan pada lingkup sosial. bahwa dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan. Dasar Pengambilan keputusan : a. 4. Dipengaruhi oleh norma. Menghadapi Masalah Etik Moral Dan Dilema Dalam Praktek Kebidanan Menurut Daryl Koehn (1994) bidan dikataka profesional bila dapat menerapkan etika dalam . Tetapkan hasil apa yang diinginkan. Praktik. e. Tips pengambilan keputusan dalam keadaan kritis : 1. Mempunyai pertimbangan yang benar atau salah 2. Teori Eudemonisme: Menurut Filsuf Yunani Aristoteles . Faktor fisik. B. o Memperjelas hasil prioritas yang ingin dicapai. setiap manusia mencari kesenangan dan menghindari ketidaksenangan. rencana bisnis dan lain-lain. Uji kesesuaian dari setiap solusi yang ada. o Cara kerja : yang dipengaruhi pelayanan kebidanan di dunia. o Memilih solusi dan menetapkan atau melaksanakannya. o Individu dan profesi : dilakukan oleh bidan yang dipengaruhi oleh standart praktik kebidanan. didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan dalam melaksanakanya. b. emosional. c. 4. didasarkan pada pengrauh jarigan sosial yang ada f. 4. Tidak mungkin dielakkan 4. Pengambilan keputusan yang etis Ciri 2nya: 1. ingin mencapai sesuatu yang baik bagi kita Bentuk pengambilan keputusan : o Strategi : dipengaruhi oleh kebijakan organisasi atau pimpinan. didasarkan pada pengetahuan d.ekonomi dan politik. Pendekatan tradisional dalam pengambilan keputusan : o Mengenal dan mengidentifikasi masalah o Menegaskan masalah dengan menunjukan hubungan antara masa lalu dan sekarang. baik oleh sendiri atau dengan orang lain. 2. o Mengevaluasi pilihan tersebut.bila pinjam hrus dikembalikan 3. 5. didasarkan pada rasa yang dialami oleh tubuh sepeti rasa sakit. Ketidak sanggupan ( bersifat segera) b. klinik. rencana dan masa depan. dan komunitas. Teori Hedonisme: Menurut Aristippos . 6.

memonitor perkembangan protokol dan petunjuk teknis baik di tingkat daerah. yang memberikan gambaran pemahaman masalah yang sesungguhnya dan menerapkan aspek otonomi pribadi menentukan “ pilihannya” sendiri. Bagaimana Pilihan Dapat Diperluas dan Menghindari Konflik Memberi informai yang lengkap pada ibu. Bidan ada dalam posisi baik yaitu memfasilitasi pilihan klien dan membutuhkan peningkatan pengetahuan tentang etika untuk menetapkan dalam strategi praktik kebidanan 1.menjalankan praktik. tentang pemahaman resiko. Beberapa Jenis Pelayanan Yang Dapat Dipilih Klien • Bentuk pemeriksaan ANC dan skrening laboratorium ANC • Tempat melahirkan • Masuk ke kamar bersalin pada tahap awal persalinan. manfaat. diharapkan konflik dapat ditekan serendah mungkin. 2. informasi yang jujur. • Di dampingi waktu melahirkan • Metode monitor djj • Augmentasi. sebaiknya tatap muka. Tidak perlu takut akan konflik tetapi mengganggapnya sebagai sutu kesempatan untuk saling memberi dan mungkin suatu penilaian ulang yang obyektif bermitra dengan wanita dari sistem asuhan dan tekanan positif pada perubahan 3. stimulasi. induksi • Mobilisasi atau posisi saat persalinan • Pemakaian analgesia • Episiotomi • Pemecahan ketuban • Penolong persalinan • Keterlibatan suami pada waktu melahirkan . Menjaga fokus asuhan pada ibu dan evidence based. Definisi informasi dalam konteks ini meliputi : informasi yang sudah lengkap diberikan dan dipahami ibu. Pilihan (choice) berbeda dengan persetujuan (consent) : a. Menurut kode etik kebidanan internasionl (1993) bidan harus menghormati hak informed choice ibu dan meningkatkan penerimaan ibu tentang pilihan dalam asuhan dan tanggung jawabnya terhadap hasil dari pilihannya. Pilihan atau choice penting dari sudut pandang klien sebagai penerima jasa asuhan kebidanan. Persetujuan atau consent penting dari sudut pandang bidan karena berkaitan dengan aspek hukum yang memberikan otoritas untuk semua prosedur yang akan dilakukan bidan b. Hal ini dapat diterima secara etika dan menjamin bahwa tenaga kesehatan sudah memberikan asuhan yang terbaik dan memastikan ibu sudah diberikan informsi yang lengkap tentang dampak dari keputusan mereka Untuk pemegang kebijakan pelayanan kesehatan perlu merencanakan. Informed Choice Informed choice adalah membuat pilihan setelah mendapatkan penjelasan tentan alternatif asuhan yang akan dialaminya. tidak bias dan dapat dipahami oleh ibu. propinsi untuk semua kelompok tenaga pemberi pelayanan bagi ibu. keuntungan dan kemungkinan hasil dari tiap pilihannya. mengembangkan sumber daya. Bidan dan tenaga kesehatan lain perlu belajar untuk membantu ibu menggunakan haknya dan menerima tanggungjawab keputusan yang diambil. menggunakan alternatif media ataupun yang lain.

2008 : 4) Etika adalah penerapan teori dan proses filsafat moral dalam kehidupan nyata. dkk. Etika Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (ahlak). Moral Moral berasal dari bahasa latin moralis artinya segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya. (Sofyan Mustika.H. (Schein E. (Supardan Suriani. (Atik Purwandari 2008 : 4) 5. 2009 : 78) Bidan adalah profesi yang diakui secara nasional maupun internasional oleh sejumlah praktisi diseluruh dunia. (Supardan Suriani. Nilai-nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya ( catatan Kuliah 2007:2) 3.• Teknik pemberian minuman pada bayi • Metode kontrasepsi BAB II PEMBAHASAN A. melaksanakan peran bermutu.sifat moral atau keseluruhan azas dan nilai yang berkenaan dengan baik buruk. melaksanakan cara yang disepakati. dicatat (register). diberi izin secara sah untuk menjalankan praktek. Pengertian dasar 1. 2008 : 4) 2. Profesi Profesi adalah pekerjaan yang memiliki pengetahuan khusus. terikat pada kesetiaan yang diyakini dan melalui perguruan tinggi. Etika profesi bidan . 1962 : 56) 4. Bidan Bidan adalah seorang wanita yang telah mengikuti dan menyelesaikan pendidikan bidan yang telah diakui pemerintah dan lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku. merupakan ideology. etika mencakup prinsip konsep dasar dan nilai-nilai yang membimbing mahluk hidup dalam berfikir dan bertindak.

Profesi berasal dari kata prosefio (latin) yang berarti pengakuan. B. Tanpa etika profesi. Dengan demikan etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”. Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Etika profesi bidan adalah perilaku seseorang dalam menjalankan segala tugasnya sesuai dengan keahlian dan pengetahuan yang dimiliki.    Membantu mengambil keputusan tentang tindakan apa yang kita lakukan Menjadi otonomi dari setiap individu khususnya bidan dan klien Menjaga privasi setiap individu . menepati janji yang telah disepakati. Etika profesi bidan adalah norma-norma atau perilaku bertindak bagi bidan dalam melayani kesehatan masyakat. Fungsi etik dan moralitas bidan  Bidan harus menjadikan nuraninya sebagai pedoman. bila mana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. Etika profesi bidan juga Merupakan Suatu pernyataan komperhensif dari profesi bidan yang memberikan tuntunan bagi anggotanya untuk melaksanakan praktik dalam bidang profesinya baik yang berhubungan dengan klien/ pasien . profesi & dirinya sendiri. karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok social (profesi) itu sendiri.menjaga kerahasiaan. apa yang semula dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini.menjelaskan dengan benar. masyarakat teman sejawat. kelurga. Selanjutnya profesi adalah suatu tugas atau kegiatan fungsional dari suatu kelompok tertentu yang diakui dalam melayani masyarakat. Hati nurani paling mengetahui paling mengetahui kapan perbuatan individu melanggar Etika atau sesuai etika.   Untuk memecahkan masalah dalam situasi yang sulit Mampu melakukan tindakan yang benar dan mencegah tindakan yang merugikan. memperlakukan manusia secara adil.

etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”.. etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”. Mengatur sikap. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia. etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Tujuan etik dalam Profesi Menurut Martin (1993).tindak tanduk dalam menjalankan tugas profesinya (Puji riri lestari. Dengan Demikian Tujuan etika dalam profesi yaitu: a) Untuk mengatur dalam menjalankan tugas sesuai profesi b) Menjadi alat self control dari tindakan yang menyimpang c) Meningkatkan pengabdian kepada masyarakat d) Menjaga dan memelihara kesejahteraan pelayanan kebidanan e) Meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan demikian. . karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.2011) C.

-. Dalam hal kesejahteraan materil angota profesi kode etik umumnya menerapkan larangan-larangan bagi anggotanya untuk melakukan perbuatan yang merugikan kesejahteraan. Kode etik profesi merupakan "suatu pernyataan komprehensif dari profesi yang memberikan tuntunan bagi angotanya untuk melaksanakan praktik dalam bidang profesinya baik yangberhubungan dengan klien /pasien. ketentuan/nilai moral yang berlaku terpulang kepada profesi. Untuk menjaga dan memelihara kesejahtraan para anggota Yang dimaksud kesejahteraan ialah kesejahteraan material dan spiritual atau mental. Benar atau salah pada penerapan kode etik. teman sejawat. profesi dan dirinya sendin". keluarga. perawat. untuk itu dibutuhkan juga suatu pengetahuan yang berhubungan dengan hukum. 3). Dari segi ini kode etik juga disebutkode kehormatan. setiap kode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak tanduk atau kelakuan anggota profesi yang dapat mencemarkan nama baik profesi di dunia luar. 2). Oleh karena itu. TUJUAN KODE ETIK Pada dasarnya tujuan menciptakan atau merumuskan kode etik suatu profesi adalah untuk kepentingan anggota dan kepentingan organisasi.Aplikasi etika dalam praktek kebidanan KODE ETIK PROFESI BIDAN Setiap profesi mutlak mengenal atau mempunyai kode etik. Secara umum tujuan menciptakan kode etik adalah sebagai berikut: 1). guru dan sebagainya yang merupakan bidang pekerjaan profesi mempunyai kode etik. Kode etik juga menciptakan peraturan-peraturan yang ditujukan kepada pembahasan tingkah laku yang tidak pantas atau tidak jujur para anggota profesi dalam interaksinya dengan sesama anggota profesi. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi . Dengan demikian dokter. Namun dikatakan bahwa kode etik pada zaman dimana nilai–nilai perada ban semakin kompleks. Untuk menjunjung tinggi martabat dan citra profesi Dalam hal ini yang dijaga adalah image dad pihak luar atau masyarakat mencegah orang luar memandang rendah atau remeh suatu profesi. masyarakat. Kode etik suatu profesi adalah berupa norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi yang bersangkutan didalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. kode etik tidak dapat lagi dipakai sebagai pegangan satu– satunya dalam menyelesaikan masalah etik.bidan.

SECARA UMUM KODE ETIK TERSEBUT BERISI 7 BAB YAITU: 1. 2. 4. 7. Menepati janji yang telah disepakati. Menjelaskan dengan benar. Penetapan kode etik IBI harus dilakukan dalam kongres IBI. Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat (6 butir) 1). Anggota profesi dan profesi kesehatan 4. 4). Mencegah tindakan yang dapat merugikan. Selain itu kodeetik juga mengatur bagaimana cara memelihara dan meningkatkan mutu organisasi profesi. KODE ETIK BIDAN Kode etik bidan di Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1986 dan disyahkan dalam kongres nasional IBI X tahun 1988. Untuk meningkatkan mutu profesi Kode etik juga memuat tentang norma-norma serta anjuran agar profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu profesi sesuai dengan bidang pengabdiannya. 1). Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi. 2). Menghargai otonomi 2. . Dimensi Kode Etik 1. sedang petunjuk pelaksanaanya disyahkan dalam rapat kerja nasional (RAKERNAS) IBI tahun 1991. Menjaga kerahasiaan Penetapan Kode Etik Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh organisasi untuk para anggotanya. menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya. 4). sehingga para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggung jawab pengabdian profesinya. 6. Oleh karena itu kode etik merumuskan ketentuan-ketentuan yang perlu dilakukan oleh para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya. Memberlakukan manisia dengan adil. Sebagai pedoman dalam berperilaku. tujuan dan bab. 3. Anggota profesi dan sistem kesehatan.Dalam hal ini kode etik juga berisi tujuan pengabdian profesi tertentu. 3). kemudian disempurnakan dan disyahkan pada kongres nasional IBI XII tahun 1998. Anggota profesi dan Klien/ Pasien. Melakukan tindakan yang benar 3. 2). Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan. Anggota profesi dan sesama anggota profesi Prinsip Kode Etik 1. kode etik bidan Indonesiamengandung beberapa kekuatan yang semuanya tertuang dalam mukadimah. 5.

Kewajiban bidan terhadap diri sendiri (2 butir) 1). Kewajiban bidan terhadap profesinya (3 butir) 1). 2. Kewajiban bidan terhadap pemerintah. Kewajiban bidan terhadap tugasnya (3 butir) 1). 3). keluarga dan masyarakat. menghormati hak klien dan menghormati nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. 2). 4). Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna terhadap klien. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien. keluarga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya. keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya berdasarkan kebutuhan klien. 3. bangsa dan tanah air (2 butir) . 6). keluarga dan masyarakat. Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat. Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang dapat dan atau dipercayakan kepadanya. dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal.3). 4. tugas dan tanggungjawab sesuai dengan kebutuhan klien. 2). 3). 2). 6. Setiap bidan berhak memberikan pertolongan dan mempunyai kewenangan dalam mengambil keputusan dalam tugasnya termasuk keputusan mengadakan konsultasi dan atau rujukan. Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya (2 butir) 1). Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya. 5.tugasnya. 5). kecuali bila diminta oleh pengadilan atau dipedukan sehubungan kepentingan klien. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien. Setiap bidan harus memelihara kesehatannya agar dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik. Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan did dan meningkatkan kemampuan profesinya seuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2). Setiap bidan harus berusaha secara terus menerus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan . Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenis yang dapat meningkatkan mute dan citra profesinya.

7. . Penutup (1 butir) Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari senantiasa menghayati dan mengamalkan Kode Etik BidanIndonesia. 2). senantiasa melaksanakan ketentuanketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan. khususnya dalam pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga dan masyarakat.meningkatkan mutu jangakauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya.1). Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikirannya kepada pemerintah untuk.

Terampil berkomunikasi 8. sehingga menimbulkan kerugian. Bidan mempunyai tugas yang sangat unik. Bertindak sesuai keahliannya 2. yaitu pertanggungjawaban hukum atas kerugian yang disebabkannya. Bersifat jujur 4. Tidak melakukan coba-coba 5. Perilaku Profesional Bidan 1. Mengenal batas kemampuan 9. yaitu pertanggungjawaban atas kerugian yang disebabkan perbuatanya.hasil tidak sesuai 2. Mempunyai moral yang tinggi 3. . Memiliki kode etik dengan serangkaian pengetahuan ilmiah yang didapat melalui proses pendidikan dan jenjang tertentu Keberadaan bidan diakui memiliki organisasi profesi yang bertugas meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Mengembangkan kemitraan 7. Prinsip pertanggungjawaban dalam hukum perdata/BW : 1. Mengadvokasi pilihan ibu 2. Tidak memberikan janji yang berlebihan 6. Wanprestasi. bidan mempunyai ciri khas yang khusus. yaitu: Selalu mengedepankan fungsi ibu sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Perbuatan Melawan Hukum (PMH).baik moril atau materil bagi keluarga ps/ps. Sebagaii pelayan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan.Bidan Sebagai Profesi Sebagai anggota profesi. Anggotanya menerima jasa atas pelayanan yang dilakukan dengan tetap memegang teguh kode etik profesi. Setiap tindakan yg menimbulkan kerugian atas diri orang lain berarti orang yg melakukanya harus membayar kompensasi kerugian(pasal 1365 BW ).5 Aspek Hukum Perdata memiliki 2 bentuk pertanggung jawaban hukum yaitu : 1.

Jika terjadi “penanganan “resusitasi ditinggalkan .maka ia akan dituntut sesuai pasal 1354 KUHPerdata. oleh karena itu sebagai dasar dalam menuntut seorang tenaga kesehatan termasuk bidan dalam menjalankan profesinya adalah adanya wanprestasi atau adanya perbuatan melawan hukum. karena ps bukan produksi. dapat kita teliti pasal –pasal berikut ini : 1. Pasal 1354 KUH Perdata: “Jika seorang dengan sukarela.8/1999 Tentang Perlindungan Konsumen. sekarang beralih kekomersial. Seseorang harus memberikan pertanggungjawabaan tidak hanya karena kerugian atas tindakan pelayanannya akan tetapi juga bertanggung jawab atas kelalaian orang lain dibawah pengawasanya. Atau sampai ps mampu untuk meneruskan atau keluarganya. 2. Tuntutan perdata pada dasarnya bertujuan utuk memperoleh kompensasi atas kerugian yg diderita . Keadaan ini telah merubah paradigma. Ia memikul segala kewajiban yang harus dipikulnya. 4. secara hukum perdata. Dalam aspek hukum. seperti terurai diatas. pasien dapat dikatagorikan sebagai konsumen akhir.6 Sanksi dari timbulnya gugatan adanya Wanprestasi maupun adanya PMH. dengan tidak mendapat perintah untuk itu. Seseorang harus bertanggungjawab tidak hanya karena kerugian yg dilakukanya dengan sengaja . 2. 3.2.(pasal 1367 KUHPerdata). maka ia secara diam-diam mengikat dirinya untuk meneruskan serta menyelesaikan urusan tersebut. Dalam UU No. mewakili urusan orang lain dengan atau tanpa pengetahuan orang ini. hingga orang yang diwakili kepentinganya dapat mengerjakan sendiri urusan itu. tetapi juga karena kelalaian atau kurang berhati-hati (pasal 366 BW) 3. yang mengatakan pelayanan kesehatan adlah sosial . Sebagai konsumen dalam pelayanan kesehatan. dimana setiap . seandainya ia kuasakan dengan suatu pemberian kuasa yang dinyatakan dengan tegas “ Contoh kasus seorang tenaga kesehatan memberikan pertolongan pernafasan/Resusitasi pada ps. hrs dilakukan sp selesai jangan ditinggal begitu saja. kepengadilan. wanprestasi adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak memenuhi kewajibanya yang didasarkan adanya perikatan atau perjannjian/kontrak kerja.

mencakup dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum. sehingga banyak pendapat yang mengatakan bahwa hukum batas-batasnya tidak jelas. Mempelajari kepentingan apa yang dapat dilindungi untuk masyarakat oleh peraturan hukum 4. akhirnya pasien harus mengeluarkan biaya cukup tinggi dalam hak dan kewajiban sebagai seorang pasien.  Atau tuntutan menjadi tidak berlaku. yang salah bisa benar. Daftar Masalah Aspek hukum kesehatan : 1. Pemberian ganti rugi dilaksanakan dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal transaksi. bahkan dapat meningkat dari tuntutan perdata menjadi tuntutan pidana. akibat mengkonsumsi barang atau/ jasa/ barang/obat yang diperdagangkan. maka kita batasi dengan bidang kesehatan. seperti tercantum dalam pasal 19 ayat (4). Klinik. Mempelajari asas-asas hukum pokok 2. RB. Demikian luasnya masalah –masalah yang dicakup oleh ilmu hukum. sehingga ilmu hukum masuk kedalam bidang kesehatan yang kita pelajari sekarang tentang Hukum Kesehatan/Perundang-undangan kesehatan. Ganti rugi yg dimaksud dalam ayat (1) adalah dapat berupa pengembalian uang/barang yang setara nilainya/perawatan kesehatan yang sesuai dg ketentuan perundang-undangan. yang benar bisa salah.  Hal-hal yang dapat merubah tuntutan:  Jika terbukti dalam pembuktian lebih lanjut mengenai adanya unsur kesalahan. Seorang Pakar hukum menyebut ilmu hukum adalah “ Jurisprudence”. Mempelajari arti dan fungsi hukum dalam masyarakat 3.8/1999: Pasal 19 ayat (1): Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan. Karena luasnya Ilmu hukum.  Pemberian ganti rugi kepada pasien . tetap dapat memberi peluang jika pasien tidak puas dengan yang digantikannya. bidang kesehatan . pencemaran. • • • Analog ini tertuang dalam UU Konsumen No. 2. bidang sosial. apa-apa yang menjadi daftar masalah/isu yang berkembang. apabila pelaku usaha kesehatan dapat membuktikan bahwa kesalahan ada pada konsumen atau ps. Ilmu Hukum. 3. PERUNDANG_UNDANGAN KESEHATAN 1.tempat pelayanan kesehatan Rumah Sakit. Mempelajari apakah keadilan dimata hukum umum.

hukum. 2. adalah peraturan-peraturan tertulis dan tidak tertulis. 4.5. teratur. hubungan. menjadi tujuan dari resiko pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kekuasaan mengandung arti hak seseorang. Tatanan dalam konsep hukum 1. yang ada dalam pemahaman kita adalah suatu keadaan dalam masyarakat . dalam masyarakat dan tenaga kesehatan. Kehadiran Hukum. jika terjadi sesuatu atas tindakan yang dilakukan asistenya maka. yang dapat menciptakan suasana. Tidak boleh ada kebiasaan yang sering ingin mengubah peraturan-peraturan yang berlaku 7. tanggungjawab resiko terdapat pada bidan tersebut. Normatif terkandung arti apa yang harus kita lakukan. melalui perundang-undangan yang berlaku. Harus ada kecoccokan dariperaturan dg pelaksanaan sehari2. Termasuk dalam tatanan masyarakat adalah : Kebiasaan. dan kesusilaan. Ini berkaitan dengan tingkat kemampuan/kompetensi seorang tenaga kesehatan. pada keadaan ini ia tidak perlu legitimasi. dapat melindungi keApeAntingan denAgan cara mengalokasikan suatu kekuasaan kepadanya untuk bertindak dlm rangka kepentingan itu. yang dibuat oleh lembaga tertentu. oleh karena apabila yg demikian itu tidak bisa dipakai dgn untuk menjadi pedoman tingkah laku. Menurut Fuller ada prinsip legal dari hukum yaitu : 1. Kepastian hukum. Tidak boleh ada peraturan yang berlaku surut. karena ia meninggalkan waktu . Hukum. Peraturan-peraturan harus disusun dalam rumusan yang harus mudah dimengerti 5. yang normal/normatif. 2. yang tetap. penguasaan adalah hubungan yang nyata antara seseorang dengan sesuatu yang berada dalam kekeuasaanya. Peraturan-peraturan yang di buat harus diumumkan 3. Kebiasaan adalah tatanan yang terdiri dari norma-norma yang dekat sekali dengan kenyataan. dengan tujuan tercipta ketertiban. apabila dalam keadaan tertentu seorang bidan meninggalkan saat pertolongan persalinan kepada asistenya. Kalau kita mendengar kata Tatanan . bagaimana hubungan atas perikatan/perjanjian yang berkaitan dengan pelaksanaan pelayanan kesehatan. suatu sistim hukum harus mengandung peraturan-peraturan. Peraturan-peraturan tidak boleh mengandung peraturan yang bertentangan satu sama lain 6. karena sesuatu ada pada kekeuasaanya. keadilan dalam masyarakat. antara anggota masyarakat pada umumnya. 6. Mempelajari bagaimana sesungguhnya hukum kedudukan hukum itu dalam masyarakat.

maka kehadiran hukum sangat dituntut untuk dapat tercipta keadilan dan stabilitas kehidupan. Memungkinkan untuk merevisi UU yang sdh ada dgn yang baru. yaitu dengan sengaja melalaikan pekerjaanya. dengan adanya tulisan/cetakan perundang-undangan mulai UU Kesehatan. UU Politik dsb. Sehingga kalau berbicara hukum kita akan berbicara keadilan h. Penguasaan kebijikan melekat pada bidan tersebut. Bahan Hukum : .pertolongan persalinan padahal secara legitimasi bahwa kewenangan untuk menolong persalinan tersebut ada pada nya. UU konsumen. f. atau budaya semata. i. e. Hukum tertulis lebih dikenal dengan sebutan Perundang-undangan b. c. Pengetahuan tentang hukum mulai meningkat di masyarakat. dan hubungan antar manusia yang dinamis dan kompleks ini sudah tidak bisa lagi mengatur dengan tradisi. tahayul. a. Kelebihan hukum tertulis dibanding tidak tertulis adalah apa yang diatur dengan mudah dapat diketahui orang/masyarakat d. Hukum Tertulis dan Hukum Tidak Tertulis. dimana kehidupan semakin kompleks. dalam pembukaan UUD 45 jelas tertuang bahwa keadilan adalah hak setiap warga negara. Tahap terbentuknya hukum tertulis: Pembuatan hukum atau pembuatan Perundangundangan dilakukan oleh lembaga yang membidangi dan juga pendapat para ahli serta publik atau masyarakat dapat memberikan saran atau masukan melalui instansi yang berwenang. g. UU Praktik Kedokteran. Keadilan merupakan salah satu kebutuhan dalam masyarakat. maka perlu kelengkapan dari beberapa step berikut yaitu :stabilitas. kepercayaan. sehingga apapun alasanya tidak menutup kemungkinan bidan akan kena sanksi hukum. Hukum tertulis lebih menjadi ciri dari hukum modern. Hukum sebagai pijakan keadilan dalam masyarakatMembicarakan hukum adalah membicarakan antar hidup manusia. serta masyarakat yang lebih tersusun secara organisatori. membicarakan antar hidup manusia adalah membicarakan keadilan. Agar keadilan dapat seiring dengan keteraturan dan ketaatan dalam dinamika kehidupan dan seluruh bidang termasuk bidang kesehatan. lebih dapat diterima dalam kehidupan modern masa kini. kebiasaan.

Fungsi Hadirnya Hukum Kebidanan : a. Adanya kebutuhan tenagakesehatan akan perlindungan hukum b. b. Hukum adalah sebagai instrumen yang dapat dipakai secara sadar untuk mewujudkan keputusan-keputusan masyarakatnya.Bahan pembuatan hukum dimulai dari gagasan atau ide yang kemudian diproses lebih lanjut sehingga pada akhirnya benar-benar menjadi bahan yang siap dipakai untuk dijadikan sanksi hukum. Adanya kebutuhan akan keterarahan f. Adanya kebutuhan dan kebebasan warga masyarakat untuk menentukan kepentinganya serta identifikasi kewajiban dari pemerintah e. Adanya kebutuhan tingkat kwalitas pelayanan kesehatan g. Ciri-ciri Hukum Modern. meskipun sampai kini masih ada diskriminasi antar penduduk. contoh: gagasan ini muncul dari masyarakat dalam bentuk ada permasalahan pelayanan kesehatan yang harus diatur oleh hukum. Hukum itu berlaku untuk seluruh wilayah negara. Dapat menjaga ketertiban dalam masyarakat . Adanya pihak ketiga akan perlindungan hukum d. Dapat menyelesaikan sengketa yang timbul antara tenaga kesehatan terhadap pasien atau keluarga pasien sebagai pihak ketiga. Dalam situasi seperti ini Hukum Kesehatan sangat diperlukan. Adanya kebutuhan akan pengendalian biaya kesehatan h. 1. Adanya kebutuhan pengaturan biaya jasa pelayanan kesehatan dan keahlian Tujuan adanya Hukum Kebidanan a. sebagai acuan bagi penyelesaian sengketa yang terjadi. lebih-lebih kita Negara Indonesia mengaut asas Legalitas. sebagaimana kita ketahui akhir-akhir ini banyak tuduhan terhadap para tenakes dalam melaksanakan profesinya. misal masyarakat menganggap belakangan ini telah ada tindakan-tindakan tenaga kesehatan yang berakibat merugikan masyarakat. Adanya kebutuhan pasien akan perlindungan hukum c. kadang hanya masalah sepele dapat diangkat kemeja hijau. karena sebagai Negara Hukum c. Mempunyai bentuk tertulis dalam bentuk Perundang-undangan 2. antar kekuasaan dan antar bangsa 3.

Azas manfaat. sejahtera. harus dapat memberikan manfaat yang sebenarnya sesuai dengan tujuan kita menolong adalah ikhtiar. b. sehingga tidak ragu dalam melaksanakan profesi karena akan terlindung dari sanksi hukum.d. menguatkan potensi diri maupun potensi nasional. dan otonomi profesi. bersifat rahasia. Jaman ini tidak ada lagi. dan tidak dapat disentuh pengadilan. kepentingan. Pemerintah dalam hal ini lebih berperan untuk memusatkan perhatian . pengawasan. agar tercipta pemerataan pelayanan kesehatan serta tercipta suatu kondisi yang serasi. berkemauan untuk hidup sehat dan kemampuan untuk dapat membantu agar terciptanya kondisi masyarakat yang memiliki derajat kesehatan yang optimal. seimbang . artinya ada tujuan tertentu. adil. . Syarat syah Pelayanan Kesehatan. harmonis antara sesama pelayan kesehatan. AZAS-AZAS UU KEBIDANAN NOMOR. Dalam upaya melaksanakan pelayanan kesehatan/kebidanan.23 TAHUN 1992 Azaz perikemanusiaan yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. dalam hal pandangan bahwa sebenarnya tenakes juga adalah manusia biasa dan meluruskan pandangan serta sikap bagi para tenakes yang kerap merasa kebal hukum. Misal jika sakit datang ke tenakes Melakukan tuntutan hukum datang ke Advokat Membuat wasiat/surat tanah datang kenotaris Setiap orang yang meminta pertolongan pada seorang profesi kesehatan. Azas adil dan merata 4. No 23 Tentang Kesehatan : Setiap orang yang meminta pertolongan pada umunya berada dalam posisi ketergantungan. PERUNDANG_UNDANGAN YANG MELANDASI BIDANG KEBIDANAN a. Azas perikemenusiaan dalam keseimbangan 5. Azaz usaha bersama dan kekeluargaan 3. upaya pembinaan. agama dan bangsa 1. . . Dapat membantu merekayasa masyarakat. Azas kepercayaan dan kemempuan diri sendiri. serta pengaturan. perlu peran dari masyarakat itu sendiri untuk dapat membantu terciptanya suatu masyarakat yang memiliki kesadaran akan hukum. bebas.. sesuai UU. dimana dalam melaksanakan kegiatan kita tidak membeda-bedakan golongan. tidak untuk menipu atau menggandakan tujuan bagi masyarakat 2. termasuk hubungan antara pasien dengan tenakesnya Setiap orang yg menjalani profesi kesehatan bersifat rahasia.

LANDASAN HUKUM KEBIDANAN a. asisten bidan . e. Health care provider. f. diantaranya adalah hak atas informasi dan hak untuk mendapatkan persetujuan tindakan medik yang akan dilakukan terhadapnya. tenaga terapi fisik. tenaga gizi. merupakan hubungan perikatan /kontraktual. jika tidak terpenuhi ini dianggap tindakan wanprestasi( ingkar janji) dan ini termasuk perbuatan melawan hukum (PMH). dalam hal ini tenakes yang memiliki kewenangan kompetensi yang bertanggung jawab. tenaga kesehatan masyarakat. persetujuan selanjutnya di sebut Informent concern. begitu pula jika kerugian pasien yang dilakukan oleh tenakes dibawah pengawasanya. sehingga dari masing-masing pihak akan muncul antara hak dan kewajiban. Ayat (3). diantara kedua belah pihak. harus melalukan yang terbaik. tenaga teknis medis. Syarat syah suatu Kesepakatan/Perjanjian hukum : . d. baik yang timbul dari perundang-undangan yang berlaku maupun dari kebiasaan dan kepatutan. hubungan antara health care provider dan health care receiver . Dari sudut pandang hukum perdata. termasuk pelanggaran hukum. tentang hak-hak pasien. Pasal 53 UU 23/92. b. Tenaga medis. perawat. dapat dipertanggungjawabkan baik secara hukum kesehatan. tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan dirinya dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan atau ketrampilan melalui pendidikan yang untuk Bidang tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan pelayanan kesehatan. Yang termasuk Tenakes sesuai UU 23/92 dan PP 32/96 adalah : a. maka wajib bertanggung jawab mengganti kerugian/timbulnya gugutan. tenaga kefarmasian. b. Pasal 1365 ayat (1) KUHP tiap perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian. dan perikatan ini terikat dengan asas iktiar ). bidan. Jika tindakan medik tanpa persetujuan. wajib memberikan prestasinya dalam bentuk layanan medik yang layak berdasarkan keilmuan yang telah teruji. Pasal 1 ayat (3) UU Kesehatan No. Pasal 1239 KUHPerdata. c. apabila kemudian menimbulkan kerugian baik materl maupun moril selanjutnya dapat digugat sebagai tindakan malpraktek. berikutnya dapat digugat bahkan sampai pengadilan. sesuai kompetensi.23/92. tapi berupa ikhtiar.Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan wajib memperhatikan hak-hak lain dari pasien. tenaga keperawatan. jika seseorang tidak dapat melakukan dan tidak dapat memenuhi kewajibanya yang didasari adanya perjanjian (perikatan antara tenakes dengan pasien.- Sifat pekerjaan kesehatan bukan harga mati.

lingkungan fisik.Pasal 1320 KUHPerdata menyatakan bahwa suatu perjanjian adalah jika terpenuhi hal –hal berikut ini : Adanya kesepakatan Adanya kecakapan. dan tidak bertentangan dengan norma kesusilaan yag berlaku di masyarakat. Setiap undang-undang selalu mengatur hak dan ewajiban.5 bulan sesudah melahirkan. ada 4 aspek yang termasuk kedalam kesehatan yaitu : c. Jika tidak sesuai dengan kreteria di atas apalagi dengan norma-norma. l 84 . Menurut UU Nomor 23/1992. b. bahwa kesehatan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : Lingkungan. budaya. l 81 ayat(1) .5 bulan sebelum melahirkan dan 1. Fisik Mental Sosial * Ekonomi. ayat (2) . dengan ketertiban umum. ada perbuatan yang tidak sesuai. yang mengalami keguguran berhak mendapat cuti 1.5 bulan atau sesuai dengan surat sakit dari dokter. wanita dalam keadaan inpartu. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ). Undang-undang Nomor 13. Kesehatan Menurut Teori BLUM ( 1974 ). sosial. ayat (2). Buruh wanita berhak dapat cuti 1. Legal. tetapi sekarang telah mencakup beberapa aspek. ekonomi Perilaku. Pelayanan kesehatan dan keturunan/genetik. tidak menyenangkan. tdk dalam pengampuan(anak-anak). baik pemerintah maupun warga masyarakatnya. dengan publik/masyarakat. artinya yang tidak bertentangan dengan UU dan hukum. maka akan mengarah kepada penyimpangan prilaku. HAK DAN KEWAJIBAN PROFESI a. KESEHATAN ( HEALTH ) a. tidak gila. masa haid bagi wanita tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua. dulu batasan tentang keadaan sehat hanya mencakup kondisi tidak sakit. dewasa. . pelaksanaan diatur dengan perjanjian l 82 ayat(1).Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. setiap pekerja berhak mendapatkan upah/gaji yang sesuai atau dengan kesepakatan. politik. demikian dalam UU 23/92 tentang kesehatan.

berbunyi : “Barang siapa dengan sengaja membuka rahasia yang ia wajib menyimpanya oleh karena jabatan atau pekerjaanya. setiap orang berkewajiban ikut serta dalam pemeliharaan kes perorang. siapapun keadaan klien kita tidak boleh meremehkan dan lupa akan norma kesusilaan yang berlaku pada saat tersebut di masyarakat. Semua tenaga kesehatan 2. Di Indonesia telah dikeluarkan mengenai Peraturan Pemerintah.HAK KLIEN. Orang-orang yang ditetapkan oleh peraturan Menteri Kesehatan. maka terkena sanksi hukum baik perdata maupun pidana. f. dihukum dg hukuman penjara selamaselamanya 6 bulan atau denda 600 jt rupiah” SELAIN BIDAN . Perlu diketahui dan diingat bahwa klien yang datang ke praktek bidan . Sanksi pidana pada pasal 322 KUHP. jika pasien telah memberi ijin kepada bidan . ASPEK HUKUM DAN KETERKAITANNYA DG PRAKTEK BIDAN a. apabila suatu keadaan ada yang bertanya tentang keadaanya. Bukan merupakan informed concern. keluarga juga masyarakat. selain sanksi moral tentunya ada sanksi hukum yang dapat diterapkan jika bidan melanggar ketentuan yang berlaku. b. misalnya tata usaha pegawai laboratorium yang mengurus/pegawai rekam medik. manakala bidan diluar ruang praktek sedang membicarakan akibat pemerkosaan. yang mana apabila apa yang telah dilakukan bidan diduga ada kesalahan atau mengakibatkan cacat . HAK. e. namun senantiasa wajib merahasiakan keadaan penyakit klien yang ditangani. Praktek bidan selain bertujuan menjalani profesi sebagai bidan. d.b. atas dasar tersebut norma susila yang telah ada lebih dikuatkan dengan undang-undang. Bidan tidak terkena sanksi hukum dalam pembocoran kerahasiaan . itu karena ia sangat membutuhkan pertolongan. TENAKES LAIN YG HARUS MERAHASIAKAN PS : 1. Semua mahasiswa pendidikan kesehatan 3.abortus. dan Undang-undang Kesehatan. Pasal 53 UU Kesehatan 1992. beserta penjelasanya menyatakan dengan tegas bahwa rahasia pasien merupakan hak yang perlu dihormati. Hak dan kewajiban berdasarkan pasal 4 dan 5 UU kesehatan mengatakan bahwa: setiap orang mempunyai hak yg sama dalam memperoleh derajat kesehatan yg optimal. c. PERSETUJUAN UNTUK BIDAN BERTINDAK . baik sekarang maupun dulu. bukan saja sebagai kewajiban moral akan tetapi melekat sebagai kewajiban hukum.

juga informasi yang benar. dan dijamin oleh undang-undang kesehatan no. TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT BIDAN DALAM PRAKTEK a. maka dibenarkan untuk melakukan sesuatu demi keselaman yang mendasar dari klien tersebut. dimintakan dulu persetujuan dari suami klien . dan ini yang dapat dijadikan bahan gugatan oleh keluarga klien atau pihak lain. Sedangkan kontrasepsi yang tetap/irreversible. b. kecuali untuk kontrasepsi yang tidak menetap/reversible seperti : c. Setiap tindakan medik. Syarat adanya dugaan kesalahan tindakan apabila : Ada kerugian Ada sebab akibat dari apa yang dilaksanakan Masih dalam hubungan perikatan antara bidan dan klien tsb. 23/92. seorang yang berpacu dengan nyawa. implant/susuk kontraseosi ini diperbolehkan tidak ada persetujuan dari suami. suntik. Dalam pasal 1367 ayat(3) KUHPerdata. termasuk kontrasepsi. MOP. atau perawat. melakukanya. Kesalahan tersebut diatas dapat dianggap sebagai PMH( perbuatan melawan hukum ). seorang tenaga kesehatan tidak ada waktu untuk menjelaskan kepada keluarga klien. Steril. kondom. Akan tetapi dalam keadaan gawat darurat atau kritis. bidan yang diberi delegasi. akan tetapi juga apabila terjadi kesalahan yang dilakukan oleh bawahannya. memerlukan persetujuan dalam pelasanaanya. dan .a. seorang tenaga kesehatan harus memberikan pertanggung jawaban tidak hanya atas kerugian ang ditimbulkan dari tindakan diri sendiri . b. Perlu diketehui bahwa pasien/klien mempunyai hak untuk menyampaikan persetujuan/ informed concern. c. menunjukan adanya perilaku tenaga kesahatan yang tidak sesuai dengan standar profesi yang telah di atur dalam perundang-undangan. termasuk informasi lain yang memungkinkan harus menjadi bagian wajib bidan kepada klien. TANGGUNG GUGAT a. tissue. Pil. b. d. Ingat selain persetujuan pasien. harus ada persetujuan kedua belah pihak. Kurang kehati-hatian atau kesalahan dalam melaksanakan tindakan medik yang terjadi. seperti IUD. Secara hukum hak persetujuan tersebut. Sebaiknya sebelum bidan menawarkan kontrasepsi kepada klien. tertuang pada penjabaran dari hak asasi manusia. terhadap setiap tindakan yang akan dilakukan oleh bidan. sementara ia masih dibawah pengawasanya. e. c. KONTRASEPSI a.

akan tetapi ia tidak sebagai dokter tetap. UU.29/2004 Tentang Praktik Kedokteran. bidan.23 /1992 Tentang Kesehatan dan UUPK No. b. yang kini sebagai payung hukum tenaga kesehatan adalah hukum kesehatan. Mengikuti pendidikan dan pelatihan.apabila keadaan tersebut dijadikan suatu gugatan maka selain bidan/tenaga kesehatan yang pertama melakukan tindakan. Perundang-undangan sbg landasan praktik bidan : Kep. ini tercantum dalam pasal 28 ayat (1) dan pasal 52 e. Pengertian profesi memiliki arti sebagai ukuran. hakim dan jaksa juga memiliki status profesi. b. teliti. memuat ketentuan perdata dan pidana. PERMENKES TENTANG REGISTRASI a. advokat. dan adalah kewajiban Bidan untuk melaksanakan nya antara lain: 1. penuh kehati-hatian dan harus ingat perundang-undangan. Tindakan bidan adalah sebagai subjek hukum. yang diselenggarakan oleh organisasi profesi dan lembaga lain yang terakreditasi. No 23/92 Tentang Kesehatan dan adanya UUPK No29/2004 Tentang Praktik Kedokteran. secara hukum kesehatan keterikatan adalah mengabdung pengertian hak dan kewajiban. jurnalis. tanggung gugat. PERATURAN PERUNDANG_UNDANGAN YG MELANDASI PRAKTIK BIDAN a.23/92 Tentang Kesehatan. jika dilakukan berkaitan dengan profesi bidan. Pasal 53 ayat(2) UU No.No. memuat segala sesuatu tanggung jawab terhadap ketentuan profesi. akan tetapi dalam hal profesi medik. dan profesi lain diluar medik misal. sehingga diperlukan kehati-hatian yang tinggi . dimana sebagai penanggung jawab adalah seorang dokter kandungan. STANDAR PRAKTEK BIDAN a. dan bersifat mandiri. kemudian ada perawat yang juga melakukan perawatan. didalam pekerjaanya senantiasa bersinggungan dengan nyawa/jiwa manusia. MenKes No. b. menjelaskan bahwa standar profesi adalah pedoman yang harus dipergunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan profesinya dengan baik dan benar. Seperti tercantum dalam UU. ini menjadi bagian tanggung jawab tenaga kesehatan. c. guru. dan untuk profesi medik . . berupa hubungan “keterikatan” antara klien dan bidan. Peraturan perundang-undangan yang melandasi bidan. ini akan terkena sanksi hukum tangung renteng.43/MenKes/SK/X/1983 tentang KODEKI. apabila bukan menyandang profesi bidan maka tidak termasuk perikatan secara hukum. meskipun memiliki kemandiririan tetap . Begitu juga apabila bidan mempunyai Klinik Bersalin.

SYARAT-SYARAT REGISTRASI a. Memiliki ijasah b.2.900/MenKes/SK/VII/2002. Memiliki surat keterangan fisik sehat dan mental sehat d. yang berhak mengeluarkan adalah pejabat yang berwenang di Provinsi dimana seseai tempat praktik bidan (SIPB ) c. dengan mengisi formulir permohonan . Adopsi. Praktik bidan juga telah diatur yang dalam merupakan Keputusan revisi Menteri dari Kesehatan Permenkes No. . Kewajiban mengurus STR dan SIB ( Surat izin Bidan ). pada saat membuat registrasi ulang . Merupakan bukti tertulis yang wajib dimiliki oleh setiap tenaga kesehatan yang berprofesi b. seorang bidan harus menyertakan surat sehat jasmani dan mental ( surat keterangan tsb harus ditandatangi oleh dokter yang memiliki SIP ). UU 13/2003 Ketenagakerjaan UU Aborsi. diajukan ke kepala dinas kesehatan kesehatan provinsi untuk diterbitkannya SIB. bayi tabung dan transplantasi. Membuat pernyataan akan memenuhi dan melaksanakan ketentuan etika profesi Masa berlaku surat tanda Registrasi adalah maksimal 5 tahun dan kemudian di ulanh tiap 5 tahun berikut. Dan dapat dikaji dalam melaksanakan praktik bidan sesuai : KepMenkes 900/MenKes/SK/VII/2002 tentang registrasi praktik bidan standar pelayanan kebidanan UU Kesehatan 23/92 PP 32/1996 Tentang otonomi Daerah. SURAT IZIN PRAKTIK BIDAN a. Memiliki sertifikat kompetensi ( surat ini dikeluarkan oleh kolegium yang bersangkutan ) e. No. Mempunyai surat pernyataan telah mengucapkan sumpah/janji c.572/MenKes/per/VI/1996.

wajib mengurus STR. maupun pemberian obat. Contoh kasus atas gugatan wanprestasi : Pada papan nama bidan. mencantumkan praktik dari jam 17 wib-19 wib. menetapkan kepada seluruh anggotanya untuk mengumpulkan angka kredit selama pelayanan kebidanan. akan tetapi sebagai tenaga kesehatan profesional. pengabdian kepada masyarakat. ada tenaga medis/dokter/dokter spesialis. Pelayanan kebidanan . ) kecuali diwilayah tersebut tidak ada dokter.Sebaliknya bagi bidan lulus pendidikan dan merencanakan menjadi pegawai tetap baik negeri atau swasta. kegiatan ilmiah. ini pelanggaran krn tidak sesuai dg apa yg dijanjikan. c. Pasal 17. masa balita dan masa prasekolah. yang dikumpulkan melalui pendidikan. melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak boleh dilakukan oleh bidan misal melakukan tindakan curretge pada kasus abortus ( kewenangan mutlak ada pada dokter spesialis ). masa bayi. masa baru lahir. Sanksi Hukum Perdata : Berupa Wanprestasi ( pasal 1239 KUHP ). BENTUK PELAYANAN PRAKTIK BIDAN 1. dalam praktik bidan. SIPB dan berkewajiban meningkatkan keilmuan dan/atau ketrampilanya melalui pendidikan formal dan pelatihan. Organisasi profesi bidan. masa nifas. akan tetapi setiap datang bidan tersebut jam 18 wib. perlu diwaspai apabila dalam keadaan pelayanan kadang klien ingin langsung dengan pengobatan. Pimpinan sarana kesehatan wajib elaporkan bidan yang praktek maupun sudah tidak praktek kepada dinas kesehatan kabupaten/kota dengan surat tembusan kepada ketua organisasi profesi setempat. Untuk anak.masa kehamilan. SANKSI HUKUM BAGI BIDAN a. 2. . b. jika melakukan : Tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukan Terlambat melakukan apa yang dijanjikan Melaksanakan apa yang dijanjikan tetapi tidak sesuai hasil yang dijanjikan. b.( selama praktek bidan wajib mentaati aturan perundang-undangan yg berlaku ). masa menyusui dapat eksklusif sampai 6 bulan. terhadap ibu dan anak Pelayanan ibu: pada masa pranikah. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN a. prahamil. Organisasi profesi berkewajiban membibing dan mendorong para anggotanya untuk dapat mencapai jumlah anggka kredit yang telah ditentukan. sebaiknya pemberian obat-obatan dapat diberikan oleh yang memiliki kewenangan ( dalam hal penulisan resep.

bahkan sampai klien meninggal dunia.adalah dengan itikad baik. 2. Pengambilan tindakan atas sanksi hukum terhadap bidan yang diduga telah melakukan kesalahan . pasal 183.Sanksi hukum Pidana atas PMH 1. tentang registrasi dan praktek bidan sudah tidak berlaku lagi. bahkan bisa terjadi cacat.900/MenKes/SK/VII/2002. namun hasilnya terkadang tidak sesuai dengan persetujuan. surat yg dibuat menurut ketentuan perundang-undangan oleh pejabat. maupun penjara sesuai ketentuan perundangan yg berlaku. maupun perbuatan melawan hukum. Oleh pihak lain ini serin dianggap adanya dugaan malpraktik. anamnestik. merusak kepercayaan dan keagamaan . sampai tidak dapat melakukan aktfitas klien sebagai ibu rt atau tidak dapat bekerja. untuk pembuktian dari suatu keadaan. padahal tenakes juga manusia. diatur melalui Keputusan MenKes Nomor. adanya petunjuk sesuai kebijakan hakim. 3. sampai meningal dunia. Bentuk Perbuatan Melawan Hukum oleh bidan adalah : Akibat asuhan kebidanan yang dilakukan menimbulkan cacat tubuh. timbul rasa sakit yang terus menerus. hakim harus memiliki alat bukti yang syah dari gugatan pidana dengan syarat bahwa alat bukti tersebut terpenuhi : adanya keterangan saksi. Surat Izin Bidan dan Surat Izin Praktik Bidan berlaku selama 5 tahun dan apabila telah habis masa berlakunya dapat diperbaharui sesuai ketentuan yang berlaku. dapat teguran lisan. Niat seorang medik menolong klien . adanya kerugian materi yang berlebih. Dalam buku KUHPidana . Tindakan harus mengacu kepada prosedur operasional. denda. tertulis.analitik sampai melakukan tindakan tertentu kepada klien. ADA DUA TANGGUNG JAWAB HUKUM TERHADAP DUGAAN MALPRAKTIK . yang telah ditetapkan oleh ikatan profesinya. keterangan ahli. Dengan telah terbitnya ketentuan Registrasi dan Surat izin Bidan .184. Dugaan dpt dibuktikan dg pengaduan keaparat hukum. 2. KOMITE PENGAWASAN. keterangan terdakwa dapat menerangkan akan Rekam medik ( sebagai alat bukti di persidangan ).PIMBINAAN KODE ETIK MEDIK a. KETENTUAN PERALIHAN 1. mulai diagnostik.baik suatu wanprestasi. SULITNYA MEMBUKTIKAN ADANYA DUGAAN MALPRAKTIK: Didalamnya melaksanakan pelayanan kesehatan. harus melakukannya secara “LEGE ARTIS”. luka berat. maka Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 572/MenKes/VI/1996.

KETUA MKDP dapat menerima Aduan: a. TIGA PRINSIP UMUM DLM MELAKUKAN PROFESI TENAKES: a.dan waktu kejadian. KUHP. dokter gigi. dan baik.profesional attitude/prilaku baik). b.mati: a. memiliki STR. skill. Kemampuan Rata-rata (Bidan yang baru lulus beda dengan senior) c. maka perlu pengawasan dilakukan oleh organisasi profesi keehatan. Dalam rangka terselenggaranya praktik medik yang sesuai dg peraturan. . Adanya wujud perbuatan c. satu orang sekretaris. dedikasi tinggi.pembinaan dilakukan oleh Konsil pusat bekerja sama dengan organisasi profesi di tempat bertugas. Keanggotaan majelis kehormatan tdd: satu orang ketua. MAJELIS KEHORMATAN DISIPLIN PROFESI a.berkelakuan baik. tidak cacat hukum.360. Gugatan dapat juga dikirimkan ke polisi. Adanya luka berat.Pidana.alasan pengaduan.usia minimal 40 tahun maksimal 65 thn. Adanya kelalaian b. SIB. Termasuk tanggung jawab lain diluar hukum. pidana. sarjana hukum (diusakan 3 orang tiap disiplin) e. pengawasan dan pembinaan dilakukan oleh MPKETM (Majelis Pengawasan Kode Etik Tenaga Medik ) 2.sehat.cacat d. profesi kesehatan lain. untuk menempuh jalur pengadilan dan ada proses hukum baik perdata. Merupakan lembaga otonom dari KKI ( Konsil Kedokteran Indonesia). keanggotaan harus ada dokter. Adanya hubungan kausal antara kelalaian dg wujud perbt sp terjadi kematian orang/klien. ( Registrasi. nama dan alamat praktik tergugat. pasal 359 . Tanggung jawab hukum terhadap ketentuan-ketentuan hukum yg berlaku di Indonesia. Tanggung jawab terhadap ketentuan-ketentuan profesional yaitu : KODEKI. Bersifat independen c. melalui bidang hukum Administrasi. pengalaman dibidangnya 10 tahun. Majelis kehormatan tingkat kab/kota dibentuk oleh KKI pusat &Prov d. Masa bakti 5 thn dan dapat diangkat 1 kali pemilihan MKDP.1. Ketelitian yang umum (berkaitan dg knowledge. dan sarjana hukum kesehatan. Syarat menjadi anggota MKDP: warga negara ina. Kewenangan. mengatakan unsur yg menyebabkan cacat. satu orang wakil ketua. Perdata.SIPB) b. f. jujur. Syarat pengaduan dugaan malpraktik harus memuat : Identitas pengadu/penggugat.

untuk menjatuhkan keputusan : Dapat dinyatakan tidak bersalah atau ada kesalahn etik sehingga terkena sanksi Disiplin: peringatan tertulis.b. Pengaduan ke MKDP dapat dilanjutkan kepada organisasi profesi. FUNGSI MKDP :    Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan Melindungi masyarakat atas tindakan medik Memberikan kepastian hu . pencabutan SIPB. wajib mengikuti pendidikan .