Pengambil Keputusan dalam Menghadapi Dilema Etik / Moral Pelayanan Kebidanan

Menurut Daryl Koehn (1994) bidan dikatakan profesional bila dapat menerapkan etika dalam menjalankan praktik. Bidan ada dalam posisi baik yaitu memfasilitasi pilihan klien dan membutuhkan peningkatan pengetahuan tentang etika untuk menetapkan dalam strategi praktik kebidanan. Menurut George R.Terry, pengambilan keputusan adalah memilih alternatif yang ada. Ada 5 (lima) hal pokok dalam pengambilan keputusan: 1. Intuisi berdasarkan perasaan, lebih subyektif dan mudah terpengaruh 2. Pengalaman mewarnai pengetahuan praktis, seringnya terpapar suatu kasus meningkatkan kemampuan mengambil keputusan terhadap nsuatu kasus 3. Fakta, keputusan lebih riel, valit dan baik. 4. Wewenwng lebih bersifat rutinitas 5. Rasional, keputusan bersifat obyektif, trasparan, konsisten

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan : 1. Posisi/kedudukan 2. Masalah, terstruktur, tidak tersruktur 3. Situasi 4. Kondisi 5. Tujuan

Kerangka Pengambilan Keputusan dalam asuhan kebidanan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Bidan harus mempunyai responsibility dan accountability. 2. Bidan harus menghargai wanita sebagai individu dan melayani dengan rasa hormat. 3. Pusat perhatian pelayanan bidan adalah safety and wellbeing mother. 4. Bidan berusaha menyokong pemahaman ibu tentang kesejahteraan dan menyatakan pilihannya pada pengalaman situasi yang aman. 5. Sumber proses pengambilan keputusan yang lainnya adalah : a. Knowledge b. Ajaran intrinsic

c.

Kemampuan berfikir kritis

d. Kemampuan membuat keputusan klinis yang logis Pengambilan keputusan yang etis 1. Ciri keputusan yang etis, meliputi : a. Mempunyai pertimbangan benar salah b. Sering menyangkut pilihan yang sukar c. Tidak mungkin dielakkan

d. Dipengaruhi oleh norma,situasi,iman,lingkungan social. 2. Situasi a. Mengapa kita perlu situasi: 1) Untuk menerapkan norma-norma terhadap situasi 2) Untuk melakukan perbuatan yang tepat dan berguna 3) Untuk mengetahui masalah-masalah yang perlu diperhatikan b. Kesulitan-kesulitan dalam mengerti situasi: 1) Kerumitan situasi dan keterbatasan pengetahuan kita 2) Pengertian kita terhadap situasi sering dipengaruhi oleh kepentingan, prasangka dan factorfaktor subjektif lain c. Bagaimana kita memperbaiki pengertian kita tentang situasi :

1) Melakukan penyelidikan yang memadai 2) Menggunakan sarana ilmiah dan keterangan para ahli 3) Memperluas pandangan tentang situasi 4) Kepekaan terhadap pekerjaan 5) Kepekaan terhadap kebutuhan orang lain Sistim pengambilan keputusan merupakan bagian dasar dan integral dalam praktek suatu profesi. Keberadaan yang sangat penting, karena akan menentukan tindakan selanjutnya. Keterlibatan bidan dalam proses pengambilan keputusan sangat penting karena dipengaruhi oleh 2 hal : 1. Pelayanan ”one to one” : Bidan menghadapi klien secara perorangan dan bidan bisa memenuhi kebutuhan klien sesuai wewenang. 2. Meningkatkan sensitivitas terhadap klien bidan berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan. Pertimbangan Moral Dalam Pengambilan Keputusan Ketika Menghadapi Delima Etik :  TK I Keputusan dan tindakan : Bidan merefleksikan pada pengalaman atau pengalaman rekan kerja.

TK

II : berdasarkan kaidah kejujuran ( berkata benar), privasi, kerahasiaan dan

Peraturan

kesetiaan ( menepati janji. Bidan sangat familiar, tidak meninggalkan kode etik dan panduan praktek profesi.  TK III Ada 4 prinsip etik yang digunakan dalam perawatan praktek kebidanan:     ANTONOMY, memperhatikan penguasaan diri, hak kebebasan dan pilihan individu. BENETICENCE, memperhatikan peningkatan kesejahteraan klien, selain itu berbuat terbaik untuk orang lain. NON MALETICENCE, tidak melakukan tindakan yang menimbulkan penderitaan apapun kerugian pada orang lain. YUSTICE, memperhatikan keadilan, pemerataan beban dan keuntungan. ( Beaucamo & Childrens 1989 dan Richard, 1997)

Dasar Pengambilan keputusan : 1. Bersifat segera 2. Keterpaksaaan karena suatu krisis, yang menuntut sesuatu unutuk segera dilakukan. Bentuk pengambilan keputusan : 1. Strategi : dipengaruhi oleh kebijakan organisasi atau pimpinan, rencana dan masa depan, rencana bisnis dan lain-lain. 2. Cara kerja : yang dipengaruhi pelayanan kebidanan di dunia, klinik, dan komunitas. 3. Individu dan profesi : dilakukan oleh bidan yang dipengaruhi oleh standart praktik kebidanan. Pendekatan tradisional dalam pengambilan keputusan : 1. Mengenal dan mengidentifikasi masalah 2. Menegaskan masalah dengan menunjukan hubungan antara masa lalu dan sekarang. 3. Memperjelas hasil prioritas yang ingin dicapai. 4. Mempertimbangkan pilihan yang ada. 5. Mengevaluasi pilihan tersebut. 6. Memilih solusi dan menetapkan atau melaksanakannya. Pengambilan Keputusan yang Etis Ciri 2nya: 1. Mempunyai pertimbangan yang benar atau salah

Kalau seseorang bertindak karena motif tertentu atau keinginan tertentu berarti disebut tindakan yang tidak baik. Tetapkan hasil apa yang diinginkan. 4. Laksanakan tindakan tanpa ada keterlambatan. Pilih solusi yang lebih baik. TEORI-TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN 1. Dipengaruhi oleh norma. Tidak mungkin dielakkan 4. Pengambilan keputusan dalam keadaan kritis : 1.2. kepandaian adalah baik. jika digunakan dengan baik oleh kehendak manusia. Ada 2 bentuk teori utilitarisme : a) Utilitarisme berdasarkan tindakan Setiap tindakan ditujukan untuk keuntungan yang akan menghasilkan hasil atau tindakan yang lebih besar. kesehatan. kekayaan. Bertindak sesuai kewajiban disebut legalitas. situasi. b) Ultilitarisme berdasarkan aturan Modifikasi antara utilitarisme tindakan dan aturan moral. semua kewajiban berlaku langsung pada diri . Identifikasi dan tegaskan apa masalahnya. 3. Prinsip umum dan utilitarisme adalah didasarkan bahwa tibdakan moral menghasilkan kebahagiaan yang besar bila menghasilkan jumlah atau angka yang besar . Sering menyangkut pilihn yang sukar 3.D Ross (1877-1971) setiap manusia mempunyai intuisi akan kewajiban. tetapi jika digunakan dengan kehendak yang jahat. aturan yang baik akan menghasilkan keuntungan yang maksimal. Kehendak menjadi baik jika bertindak karena kewajiban . 2. Ketika keputusan dibuat seharusnya memaksimalkan kesengangan dan meminimalkan ketidaksenangan. Dipercaya bahwa semua manusia mempunyai perasaan menyenangkan dan perasaan sakit. baik oleh sendiri atau dengan orang lain. Uji kesesuaian dari setiap solusi yang ada. 2.lingkungan social. Menurut W. 5. iman. Teori Utilitarisme Teori utilitarisme mengutamakan adanya konsekuensi kepercayaan adanya kegunaan. akan menjadi jelek sekali. Teori Deontology Menurut Immanuel Kant: sesuatu dikatakan baik dalam arti sesungguhnya adalah kehendak yang baik.

Adadua macam keutamaan. bahwa dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan. tanggungjawab bidan meliputi :  Mempertahankan dan meningkatkan keamanan ibu dan bayi . Teori Hedonisme Menurut Aristippos(433-355 SM) sesuai kodratnya setiap manusia mencari kesenangan dan menhindari ketidak senangan. 4. Manusia mencapai kebahagiaan dengan menjalankan kegiatan yang rasional.kita. 3. ingin mencapai sesuatu yang baik bagi kita. Keutamaan intelektual b. Keutamaan moral Dimensi etik dalam peran bidan Peran bidan secara menyeluruh meliputi beberapa aspek :       Praktisi Penasehat Konselor Teman Pendidik Peneliti Menurut United Kingdom Central Council (UKCC) 1999. Seringkali kita mencari tujuan untuk mencapai suatu tujuan yang lain lagi. bila meminjam harus dikembalikan. Menurut john locke(1632-1704). Kewajiban untuk mengatakan kebenaran merupakan kewajiban utama. Seseorang mampu mencapai tujuannya jika mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Hal yang penting adalah menggunakan kesenangan dengan baik dan tidak terbawa oleh kesenangan. yaitu : a. Apa tujuan terakhir dari kehidupan manusia adalah kesenangan. kebebasan dari keresahan jiwa juga. keunggulan manusia adalah akal dan budi. Menurut epikuros(341-270 SM) dalam menilai kesenangan(hedone) tidak hanya kesenangan indrawi tetapi kebebasan dan rasa nyeri. berbuat baik. Dengan memahami kewajiban akan terhindar dari keputusan yang menimbulkan konflik atau dilema. kita sebut baik bila meningkatkan kesenangan dan sebaliknya dinamakan jahat kalau mengurangi kesenangan atau menimbulkan ketidak senangan. keadilan. termasuk kewajiban kesetiaan. Teori Eudemonisme Menurut Filsuf Yunani Aristoteles (384-322 SM) . Contoh : bila berjanji harus ditepati. Akan tetapi ada batas untuk mencari kesenangan. Semua orang akan menyetujui bahwa tujuan terakhir hidup manusia adalah kebahagiaan (eudaimonia). ganti rugi. terima kasih.

termasuk dengan teman sejawat atau kolega sehingga bagaimana agar fit for practice and fit for purpose (menguntungkan untuk praktek dan menguntungkan untuk tujuan) Dimensi kode etik . Menyediakan pelayanan yang berkualitas dan informasi serta nasehat yang didasarkan pada evidence based.  Mendidik dan melatih calon bidan untuk bekerjasama dalam profesi dan memberikan pelayanan dengan memiliki tanggungjawab yang sama. meliputi :  Antara anggota profesi dan klien  Antara anggota profesi dan system kesehatan  Antara anggota profesi dan profesi kesehatan  Antara sesama anggota profesi Prinsip kode etik terdiri dari :  Menghargai otonomi  Melakukan tindakan yang benar  Mencegah tindakan yang dapat merugikan  Memperlakukan manusia dengan adil  Menjelaskan dengan benar  Menepati janji yang telah disepakati  Menjaga kerahasiaan By Sri Agustin at 08.00 .

memaksimalkan kesenangan. Menurut George R. meminimalkan ketidaksenangan. seringnya terpapar suatu kasus meningkatkan kemampuan mengambil keputusan terhadap nsuatu kasus 3. Teori Deontology Menurut Immanuel Kant: sesuatu dikatakan baik bila bertindak baik. 2. Pengertian Proses pengambilan keputusan merupakan bagian dasar dan integral dalam praktik suatu profesi dan keberadaanya sangat penting karena akan menentukan tindakan selanjutnya. tidak meninggalkan kode etik dan panduan praktek profesi.kerahasiaan dan kesetiaan ( menepati janji). privasi . NON MALETICENCE. b.Terry. • Meningkatkan sensitivitas terhadap klien bidan berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan. lebih subyektif dan mudah terpengaruh 2. Fakta. Rasional. Empat Tingkatan Kerja Pertimbangan Moral Dalam Pengambilan Keputusan Ketika Menghadapi Delima Etik TINGKATAN 1 Keputusan dan tindakan : Bidan merefleksikan pada pengalaman atau pengalaman rekan kerja. konsisten 2. hak kebebasan dan pilihan individu. keputusan bersifat obyektif. TINGKATAN 4 TEORI-TEORI PENGAMBILAN KEPUUSAN 1. Wewenwng lebih bersifat rutinitas 5. memperhatikan peningkatan kesejahteraan klien. Pengalaman mewarnai pengetahuan praktis. . BENETICENCE. selain itu berbuat terbaik untuk orang lain. pengambilan keputusan adalah memilih alternatif yang ada. pemerataan beban dan keuntungan. Teori Utilitarisme: Ketika keputusan diambil. Keterlibatan bidan dalam proses pengambilan keputusan sangat penting karena dipengaruhi oleh 2 hal • Pelayanan ”one to one” : Bidan dan klien yang bersifat sangat pribadi dan bidan bisa memenuhi kebutuhan. 4.Pengambilan Keputusan 1. Contoh bila berjanji ditepati. keputusan lebih riel. Intuisi berdasarkan perasaan. Bidan sangat familiar. JUSTICE. 3. valit dan baik. • Perawatan berfokus pada ibu(women centered care) dan asuhan total( total care) Tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia pada umumnya disebabkan oleh 3 keterlambatan yaitu : • Terlambat mengenali tanda – tanda bahaya kehamilan sehingga terlambat untuk memulai pertolongan • Terlambat tiba di fasilitas pelayanan kesehatan • Terlambat mendapat pelayanan setelah tiba di tempat pelayanan. memperhatikan keadilan. TINGKATAN 2 Peraturan :berdasarkan kaidah kejujuran ( berkata benar). c. ANTONOMY. d. tidak melakukan tindakan yang menimbulkan penderitaan apapun kerugian pada orang lain. memperhatikan penguasaan diri. TINGKATAN 3 Ada 4 prinsip etik yang digunakan dalam perawatan praktek kebidanan: a. Ada 5 (lima) hal pokok dalam pengambilan keputusan: 1. trasparan.

Faktor fisik. 4. c. B. situasi. klinik. o Individu dan profesi : dilakukan oleh bidan yang dipengaruhi oleh standart praktik kebidanan. Laksanakan tindakan tanpa ada keterlambatan. Menghadapi Masalah Etik Moral Dan Dilema Dalam Praktek Kebidanan Menurut Daryl Koehn (1994) bidan dikataka profesional bila dapat menerapkan etika dalam . dan komunitas. Rasional. b. Tips pengambilan keputusan dalam keadaan kritis : 1. 4. 5. o Cara kerja : yang dipengaruhi pelayanan kebidanan di dunia.lingkungan sosial 7. 2. o Memperjelas hasil prioritas yang ingin dicapai. bahwa dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan. Dipengaruhi oleh norma. Tetapkan hasil apa yang diinginkan. didasarkan pada pengrauh jarigan sosial yang ada f. Sering menyangkut pilihn yang sukar 3. 4. didasarkan pada lingkup sosial. o Memilih solusi dan menetapkan atau melaksanakannya. Tidak mungkin dielakkan 4. emosional. o Mengevaluasi pilihan tersebut. tidak nyaman dan kenikmatan. 5. Pendekatan tradisional dalam pengambilan keputusan : o Mengenal dan mengidentifikasi masalah o Menegaskan masalah dengan menunjukan hubungan antara masa lalu dan sekarang. Teori Eudemonisme: Menurut Filsuf Yunani Aristoteles . Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan a. Keterpaksaaan karena suatu krisis. Teori Hedonisme: Menurut Aristippos . iman. didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan dalam melaksanakanya. baik oleh sendiri atau dengan orang lain. e. Pengambilan keputusan yang etis Ciri 2nya: 1. rencana bisnis dan lain-lain. 3.bila pinjam hrus dikembalikan 3. Identifikasi dan tegaskan apa masalahnya. Dasar Pengambilan keputusan : a. 6. rencana dan masa depan. didasarkan pada pengetahuan d. didasarkan pada rasa yang dialami oleh tubuh sepeti rasa sakit. o Mempertimbangkan pilihan yang ada. sesui kodratnya. ingin mencapai sesuatu yang baik bagi kita Bentuk pengambilan keputusan : o Strategi : dipengaruhi oleh kebijakan organisasi atau pimpinan. Pilih solusi yang lebih baik. Mempunyai pertimbangan yang benar atau salah 2.ekonomi dan politik. yang menuntut sesuatu unutuk segera dilakukan. Praktik. Interpersonal. Struktural. didasarkan pada perasaan atau sikap. Ketidak sanggupan ( bersifat segera) b. setiap manusia mencari kesenangan dan menghindari ketidaksenangan. Uji kesesuaian dari setiap solusi yang ada.

Informed Choice Informed choice adalah membuat pilihan setelah mendapatkan penjelasan tentan alternatif asuhan yang akan dialaminya. 2. yang memberikan gambaran pemahaman masalah yang sesungguhnya dan menerapkan aspek otonomi pribadi menentukan “ pilihannya” sendiri. manfaat. Bidan ada dalam posisi baik yaitu memfasilitasi pilihan klien dan membutuhkan peningkatan pengetahuan tentang etika untuk menetapkan dalam strategi praktik kebidanan 1. Menurut kode etik kebidanan internasionl (1993) bidan harus menghormati hak informed choice ibu dan meningkatkan penerimaan ibu tentang pilihan dalam asuhan dan tanggung jawabnya terhadap hasil dari pilihannya. memonitor perkembangan protokol dan petunjuk teknis baik di tingkat daerah. sebaiknya tatap muka. Hal ini dapat diterima secara etika dan menjamin bahwa tenaga kesehatan sudah memberikan asuhan yang terbaik dan memastikan ibu sudah diberikan informsi yang lengkap tentang dampak dari keputusan mereka Untuk pemegang kebijakan pelayanan kesehatan perlu merencanakan. • Di dampingi waktu melahirkan • Metode monitor djj • Augmentasi. Definisi informasi dalam konteks ini meliputi : informasi yang sudah lengkap diberikan dan dipahami ibu.menjalankan praktik. Beberapa Jenis Pelayanan Yang Dapat Dipilih Klien • Bentuk pemeriksaan ANC dan skrening laboratorium ANC • Tempat melahirkan • Masuk ke kamar bersalin pada tahap awal persalinan. keuntungan dan kemungkinan hasil dari tiap pilihannya. Tidak perlu takut akan konflik tetapi mengganggapnya sebagai sutu kesempatan untuk saling memberi dan mungkin suatu penilaian ulang yang obyektif bermitra dengan wanita dari sistem asuhan dan tekanan positif pada perubahan 3. menggunakan alternatif media ataupun yang lain. tentang pemahaman resiko. Menjaga fokus asuhan pada ibu dan evidence based. tidak bias dan dapat dipahami oleh ibu. Persetujuan atau consent penting dari sudut pandang bidan karena berkaitan dengan aspek hukum yang memberikan otoritas untuk semua prosedur yang akan dilakukan bidan b. Pilihan atau choice penting dari sudut pandang klien sebagai penerima jasa asuhan kebidanan. diharapkan konflik dapat ditekan serendah mungkin. stimulasi. induksi • Mobilisasi atau posisi saat persalinan • Pemakaian analgesia • Episiotomi • Pemecahan ketuban • Penolong persalinan • Keterlibatan suami pada waktu melahirkan . mengembangkan sumber daya. Bagaimana Pilihan Dapat Diperluas dan Menghindari Konflik Memberi informai yang lengkap pada ibu. Bidan dan tenaga kesehatan lain perlu belajar untuk membantu ibu menggunakan haknya dan menerima tanggungjawab keputusan yang diambil. informasi yang jujur. propinsi untuk semua kelompok tenaga pemberi pelayanan bagi ibu. Pilihan (choice) berbeda dengan persetujuan (consent) : a.

Moral Moral berasal dari bahasa latin moralis artinya segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya. (Supardan Suriani. dicatat (register). etika mencakup prinsip konsep dasar dan nilai-nilai yang membimbing mahluk hidup dalam berfikir dan bertindak. 2008 : 4) Etika adalah penerapan teori dan proses filsafat moral dalam kehidupan nyata. diberi izin secara sah untuk menjalankan praktek. (Sofyan Mustika. Profesi Profesi adalah pekerjaan yang memiliki pengetahuan khusus. 1962 : 56) 4. (Atik Purwandari 2008 : 4) 5. Nilai-nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya ( catatan Kuliah 2007:2) 3. (Supardan Suriani. 2008 : 4) 2. Etika profesi bidan . melaksanakan cara yang disepakati.H. 2009 : 78) Bidan adalah profesi yang diakui secara nasional maupun internasional oleh sejumlah praktisi diseluruh dunia. Bidan Bidan adalah seorang wanita yang telah mengikuti dan menyelesaikan pendidikan bidan yang telah diakui pemerintah dan lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku. (Schein E. merupakan ideology. dkk. terikat pada kesetiaan yang diyakini dan melalui perguruan tinggi.sifat moral atau keseluruhan azas dan nilai yang berkenaan dengan baik buruk. Etika Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (ahlak).• Teknik pemberian minuman pada bayi • Metode kontrasepsi BAB II PEMBAHASAN A. melaksanakan peran bermutu. Pengertian dasar 1.

Etika profesi bidan adalah perilaku seseorang dalam menjalankan segala tugasnya sesuai dengan keahlian dan pengetahuan yang dimiliki. Selanjutnya profesi adalah suatu tugas atau kegiatan fungsional dari suatu kelompok tertentu yang diakui dalam melayani masyarakat.menjelaskan dengan benar. Tanpa etika profesi. Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat. memperlakukan manusia secara adil. Fungsi etik dan moralitas bidan  Bidan harus menjadikan nuraninya sebagai pedoman. Etika profesi bidan adalah norma-norma atau perilaku bertindak bagi bidan dalam melayani kesehatan masyakat.menjaga kerahasiaan. kelurga. masyarakat teman sejawat. profesi & dirinya sendiri. apa yang semula dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini. Etika profesi bidan juga Merupakan Suatu pernyataan komperhensif dari profesi bidan yang memberikan tuntunan bagi anggotanya untuk melaksanakan praktik dalam bidang profesinya baik yang berhubungan dengan klien/ pasien . Dengan demikan etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”. Hati nurani paling mengetahui paling mengetahui kapan perbuatan individu melanggar Etika atau sesuai etika.   Untuk memecahkan masalah dalam situasi yang sulit Mampu melakukan tindakan yang benar dan mencegah tindakan yang merugikan. menepati janji yang telah disepakati.    Membantu mengambil keputusan tentang tindakan apa yang kita lakukan Menjadi otonomi dari setiap individu khususnya bidan dan klien Menjaga privasi setiap individu .Profesi berasal dari kata prosefio (latin) yang berarti pengakuan. B. bila mana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok social (profesi) itu sendiri.

2011) C.tindak tanduk dalam menjalankan tugas profesinya (Puji riri lestari. Tujuan etik dalam Profesi Menurut Martin (1993). Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”. Mengatur sikap. etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya.. karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok sosial (profesi) itu sendiri. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia. etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”. Dengan demikian. Dengan Demikian Tujuan etika dalam profesi yaitu: a) Untuk mengatur dalam menjalankan tugas sesuai profesi b) Menjadi alat self control dari tindakan yang menyimpang c) Meningkatkan pengabdian kepada masyarakat d) Menjaga dan memelihara kesejahteraan pelayanan kebidanan e) Meningkatkan kualitas pelayanan. etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. .

2).bidan.-. Kode etik suatu profesi adalah berupa norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi yang bersangkutan didalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. Namun dikatakan bahwa kode etik pada zaman dimana nilai–nilai perada ban semakin kompleks.Aplikasi etika dalam praktek kebidanan KODE ETIK PROFESI BIDAN Setiap profesi mutlak mengenal atau mempunyai kode etik. Kode etik profesi merupakan "suatu pernyataan komprehensif dari profesi yang memberikan tuntunan bagi angotanya untuk melaksanakan praktik dalam bidang profesinya baik yangberhubungan dengan klien /pasien. Oleh karena itu. Secara umum tujuan menciptakan kode etik adalah sebagai berikut: 1). TUJUAN KODE ETIK Pada dasarnya tujuan menciptakan atau merumuskan kode etik suatu profesi adalah untuk kepentingan anggota dan kepentingan organisasi. perawat. 3). Kode etik juga menciptakan peraturan-peraturan yang ditujukan kepada pembahasan tingkah laku yang tidak pantas atau tidak jujur para anggota profesi dalam interaksinya dengan sesama anggota profesi. profesi dan dirinya sendin". masyarakat. Untuk menjunjung tinggi martabat dan citra profesi Dalam hal ini yang dijaga adalah image dad pihak luar atau masyarakat mencegah orang luar memandang rendah atau remeh suatu profesi. setiap kode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak tanduk atau kelakuan anggota profesi yang dapat mencemarkan nama baik profesi di dunia luar. untuk itu dibutuhkan juga suatu pengetahuan yang berhubungan dengan hukum. Dengan demikian dokter. Untuk menjaga dan memelihara kesejahtraan para anggota Yang dimaksud kesejahteraan ialah kesejahteraan material dan spiritual atau mental. kode etik tidak dapat lagi dipakai sebagai pegangan satu– satunya dalam menyelesaikan masalah etik. teman sejawat. Dalam hal kesejahteraan materil angota profesi kode etik umumnya menerapkan larangan-larangan bagi anggotanya untuk melakukan perbuatan yang merugikan kesejahteraan. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi . Benar atau salah pada penerapan kode etik. keluarga. ketentuan/nilai moral yang berlaku terpulang kepada profesi. guru dan sebagainya yang merupakan bidang pekerjaan profesi mempunyai kode etik. Dari segi ini kode etik juga disebutkode kehormatan.

Dalam hal ini kode etik juga berisi tujuan pengabdian profesi tertentu. 3). Sebagai pedoman dalam berperilaku. Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan. Memberlakukan manisia dengan adil. Menghargai otonomi 2. KODE ETIK BIDAN Kode etik bidan di Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1986 dan disyahkan dalam kongres nasional IBI X tahun 1988. 4). Menjelaskan dengan benar. 1). Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi. Anggota profesi dan sistem kesehatan. 6. Selain itu kodeetik juga mengatur bagaimana cara memelihara dan meningkatkan mutu organisasi profesi. Penetapan kode etik IBI harus dilakukan dalam kongres IBI. kemudian disempurnakan dan disyahkan pada kongres nasional IBI XII tahun 1998. 7. Anggota profesi dan sesama anggota profesi Prinsip Kode Etik 1. 2). Menepati janji yang telah disepakati. sehingga para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggung jawab pengabdian profesinya. 5. menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya. Menjaga kerahasiaan Penetapan Kode Etik Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh organisasi untuk para anggotanya. Anggota profesi dan profesi kesehatan 4. 2. 3. Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat (6 butir) 1). Anggota profesi dan Klien/ Pasien. Dimensi Kode Etik 1. . kode etik bidan Indonesiamengandung beberapa kekuatan yang semuanya tertuang dalam mukadimah. Melakukan tindakan yang benar 3. 4). sedang petunjuk pelaksanaanya disyahkan dalam rapat kerja nasional (RAKERNAS) IBI tahun 1991. Untuk meningkatkan mutu profesi Kode etik juga memuat tentang norma-norma serta anjuran agar profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu profesi sesuai dengan bidang pengabdiannya. tujuan dan bab. SECARA UMUM KODE ETIK TERSEBUT BERISI 7 BAB YAITU: 1. Oleh karena itu kode etik merumuskan ketentuan-ketentuan yang perlu dilakukan oleh para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya. 4. 2). Mencegah tindakan yang dapat merugikan.

2. Kewajiban bidan terhadap diri sendiri (2 butir) 1). Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien. Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat. 5. Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan . Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna terhadap klien. Kewajiban bidan terhadap profesinya (3 butir) 1). Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran. 3). 2). keluarga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien. keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya berdasarkan kebutuhan klien.3). 6. Kewajiban bidan terhadap tugasnya (3 butir) 1). Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang dapat dan atau dipercayakan kepadanya. keluarga dan masyarakat. Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya (2 butir) 1). Setiap bidan harus berusaha secara terus menerus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan did dan meningkatkan kemampuan profesinya seuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal. tugas dan tanggungjawab sesuai dengan kebutuhan klien.tugasnya. bangsa dan tanah air (2 butir) . 2). Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenis yang dapat meningkatkan mute dan citra profesinya. 3). 5). 6). Setiap bidan harus memelihara kesehatannya agar dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya. Kewajiban bidan terhadap pemerintah. 2). menghormati hak klien dan menghormati nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Setiap bidan berhak memberikan pertolongan dan mempunyai kewenangan dalam mengambil keputusan dalam tugasnya termasuk keputusan mengadakan konsultasi dan atau rujukan. keluarga dan masyarakat. 3. 4). 2). kecuali bila diminta oleh pengadilan atau dipedukan sehubungan kepentingan klien. 4.

2). Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya. Penutup (1 butir) Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari senantiasa menghayati dan mengamalkan Kode Etik BidanIndonesia.1). . khususnya dalam pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga dan masyarakat. Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikirannya kepada pemerintah untuk. senantiasa melaksanakan ketentuanketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan.meningkatkan mutu jangakauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga. 7.

Wanprestasi. .baik moril atau materil bagi keluarga ps/ps. Perbuatan Melawan Hukum (PMH).Bidan Sebagai Profesi Sebagai anggota profesi. yaitu pertanggungjawaban atas kerugian yang disebabkan perbuatanya. Prinsip pertanggungjawaban dalam hukum perdata/BW : 1. Mempunyai moral yang tinggi 3.5 Aspek Hukum Perdata memiliki 2 bentuk pertanggung jawaban hukum yaitu : 1. Bersifat jujur 4.hasil tidak sesuai 2. Mengembangkan kemitraan 7. Mengadvokasi pilihan ibu 2. Perilaku Profesional Bidan 1. Memiliki kode etik dengan serangkaian pengetahuan ilmiah yang didapat melalui proses pendidikan dan jenjang tertentu Keberadaan bidan diakui memiliki organisasi profesi yang bertugas meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Mengenal batas kemampuan 9. Bidan mempunyai tugas yang sangat unik. Setiap tindakan yg menimbulkan kerugian atas diri orang lain berarti orang yg melakukanya harus membayar kompensasi kerugian(pasal 1365 BW ). Tidak melakukan coba-coba 5. Bertindak sesuai keahliannya 2. Anggotanya menerima jasa atas pelayanan yang dilakukan dengan tetap memegang teguh kode etik profesi. yaitu pertanggungjawaban hukum atas kerugian yang disebabkannya. sehingga menimbulkan kerugian. bidan mempunyai ciri khas yang khusus. Terampil berkomunikasi 8. yaitu: Selalu mengedepankan fungsi ibu sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Sebagaii pelayan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Tidak memberikan janji yang berlebihan 6.

4. 2.2. 2.6 Sanksi dari timbulnya gugatan adanya Wanprestasi maupun adanya PMH. tetapi juga karena kelalaian atau kurang berhati-hati (pasal 366 BW) 3. hingga orang yang diwakili kepentinganya dapat mengerjakan sendiri urusan itu. pasien dapat dikatagorikan sebagai konsumen akhir. dengan tidak mendapat perintah untuk itu. secara hukum perdata. Seseorang harus memberikan pertanggungjawabaan tidak hanya karena kerugian atas tindakan pelayanannya akan tetapi juga bertanggung jawab atas kelalaian orang lain dibawah pengawasanya. seandainya ia kuasakan dengan suatu pemberian kuasa yang dinyatakan dengan tegas “ Contoh kasus seorang tenaga kesehatan memberikan pertolongan pernafasan/Resusitasi pada ps. yang mengatakan pelayanan kesehatan adlah sosial . mewakili urusan orang lain dengan atau tanpa pengetahuan orang ini. Atau sampai ps mampu untuk meneruskan atau keluarganya. 3. wanprestasi adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak memenuhi kewajibanya yang didasarkan adanya perikatan atau perjannjian/kontrak kerja. dapat kita teliti pasal –pasal berikut ini : 1. kepengadilan. maka ia secara diam-diam mengikat dirinya untuk meneruskan serta menyelesaikan urusan tersebut.maka ia akan dituntut sesuai pasal 1354 KUHPerdata. Dalam UU No. oleh karena itu sebagai dasar dalam menuntut seorang tenaga kesehatan termasuk bidan dalam menjalankan profesinya adalah adanya wanprestasi atau adanya perbuatan melawan hukum. Dalam aspek hukum. Seseorang harus bertanggungjawab tidak hanya karena kerugian yg dilakukanya dengan sengaja . hrs dilakukan sp selesai jangan ditinggal begitu saja. Jika terjadi “penanganan “resusitasi ditinggalkan . Pasal 1354 KUH Perdata: “Jika seorang dengan sukarela.(pasal 1367 KUHPerdata). sekarang beralih kekomersial.8/1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Sebagai konsumen dalam pelayanan kesehatan. Keadaan ini telah merubah paradigma. karena ps bukan produksi. Ia memikul segala kewajiban yang harus dipikulnya. seperti terurai diatas. Tuntutan perdata pada dasarnya bertujuan utuk memperoleh kompensasi atas kerugian yg diderita . dimana setiap .

akibat mengkonsumsi barang atau/ jasa/ barang/obat yang diperdagangkan.tempat pelayanan kesehatan Rumah Sakit. Ganti rugi yg dimaksud dalam ayat (1) adalah dapat berupa pengembalian uang/barang yang setara nilainya/perawatan kesehatan yang sesuai dg ketentuan perundang-undangan. Mempelajari apakah keadilan dimata hukum umum. mencakup dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum. pencemaran. bahkan dapat meningkat dari tuntutan perdata menjadi tuntutan pidana. Daftar Masalah Aspek hukum kesehatan : 1.  Pemberian ganti rugi kepada pasien . Pemberian ganti rugi dilaksanakan dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal transaksi.  Atau tuntutan menjadi tidak berlaku. Karena luasnya Ilmu hukum.  Hal-hal yang dapat merubah tuntutan:  Jika terbukti dalam pembuktian lebih lanjut mengenai adanya unsur kesalahan. Mempelajari asas-asas hukum pokok 2. akhirnya pasien harus mengeluarkan biaya cukup tinggi dalam hak dan kewajiban sebagai seorang pasien. tetap dapat memberi peluang jika pasien tidak puas dengan yang digantikannya. bidang sosial. Demikian luasnya masalah –masalah yang dicakup oleh ilmu hukum. • • • Analog ini tertuang dalam UU Konsumen No. sehingga ilmu hukum masuk kedalam bidang kesehatan yang kita pelajari sekarang tentang Hukum Kesehatan/Perundang-undangan kesehatan. sehingga banyak pendapat yang mengatakan bahwa hukum batas-batasnya tidak jelas. PERUNDANG_UNDANGAN KESEHATAN 1. 2. 3. RB. Klinik. Mempelajari kepentingan apa yang dapat dilindungi untuk masyarakat oleh peraturan hukum 4. apa-apa yang menjadi daftar masalah/isu yang berkembang. bidang kesehatan . yang salah bisa benar. Mempelajari arti dan fungsi hukum dalam masyarakat 3. Ilmu Hukum. seperti tercantum dalam pasal 19 ayat (4). yang benar bisa salah. Seorang Pakar hukum menyebut ilmu hukum adalah “ Jurisprudence”. maka kita batasi dengan bidang kesehatan. apabila pelaku usaha kesehatan dapat membuktikan bahwa kesalahan ada pada konsumen atau ps.8/1999: Pasal 19 ayat (1): Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan.

yang ada dalam pemahaman kita adalah suatu keadaan dalam masyarakat . Kebiasaan adalah tatanan yang terdiri dari norma-norma yang dekat sekali dengan kenyataan. pada keadaan ini ia tidak perlu legitimasi. penguasaan adalah hubungan yang nyata antara seseorang dengan sesuatu yang berada dalam kekeuasaanya. yang tetap. Ini berkaitan dengan tingkat kemampuan/kompetensi seorang tenaga kesehatan. dapat melindungi keApeAntingan denAgan cara mengalokasikan suatu kekuasaan kepadanya untuk bertindak dlm rangka kepentingan itu. yang dapat menciptakan suasana. oleh karena apabila yg demikian itu tidak bisa dipakai dgn untuk menjadi pedoman tingkah laku. 2. yang dibuat oleh lembaga tertentu. teratur. apabila dalam keadaan tertentu seorang bidan meninggalkan saat pertolongan persalinan kepada asistenya. 4. jika terjadi sesuatu atas tindakan yang dilakukan asistenya maka. Mempelajari bagaimana sesungguhnya hukum kedudukan hukum itu dalam masyarakat. Termasuk dalam tatanan masyarakat adalah : Kebiasaan. Kepastian hukum. Harus ada kecoccokan dariperaturan dg pelaksanaan sehari2. Kekuasaan mengandung arti hak seseorang. Hukum. Tatanan dalam konsep hukum 1. hubungan.5. menjadi tujuan dari resiko pelayanan kesehatan bagi masyarakat. suatu sistim hukum harus mengandung peraturan-peraturan. karena ia meninggalkan waktu . Peraturan-peraturan tidak boleh mengandung peraturan yang bertentangan satu sama lain 6. yang normal/normatif. Peraturan-peraturan harus disusun dalam rumusan yang harus mudah dimengerti 5. melalui perundang-undangan yang berlaku. Tidak boleh ada kebiasaan yang sering ingin mengubah peraturan-peraturan yang berlaku 7. dalam masyarakat dan tenaga kesehatan. Kehadiran Hukum. tanggungjawab resiko terdapat pada bidan tersebut. keadilan dalam masyarakat. hukum. Peraturan-peraturan yang di buat harus diumumkan 3. bagaimana hubungan atas perikatan/perjanjian yang berkaitan dengan pelaksanaan pelayanan kesehatan. Tidak boleh ada peraturan yang berlaku surut. karena sesuatu ada pada kekeuasaanya. Menurut Fuller ada prinsip legal dari hukum yaitu : 1. 6. antara anggota masyarakat pada umumnya. dengan tujuan tercipta ketertiban. adalah peraturan-peraturan tertulis dan tidak tertulis. Kalau kita mendengar kata Tatanan . Normatif terkandung arti apa yang harus kita lakukan. 2. dan kesusilaan.

Memungkinkan untuk merevisi UU yang sdh ada dgn yang baru. kebiasaan. UU Praktik Kedokteran. Keadilan merupakan salah satu kebutuhan dalam masyarakat. Bahan Hukum : . g. i. Hukum tertulis lebih menjadi ciri dari hukum modern. tahayul. sehingga apapun alasanya tidak menutup kemungkinan bidan akan kena sanksi hukum. Penguasaan kebijikan melekat pada bidan tersebut. maka kehadiran hukum sangat dituntut untuk dapat tercipta keadilan dan stabilitas kehidupan. serta masyarakat yang lebih tersusun secara organisatori. a. atau budaya semata. Hukum Tertulis dan Hukum Tidak Tertulis. dimana kehidupan semakin kompleks. Hukum tertulis lebih dikenal dengan sebutan Perundang-undangan b. Tahap terbentuknya hukum tertulis: Pembuatan hukum atau pembuatan Perundangundangan dilakukan oleh lembaga yang membidangi dan juga pendapat para ahli serta publik atau masyarakat dapat memberikan saran atau masukan melalui instansi yang berwenang. UU konsumen. Kelebihan hukum tertulis dibanding tidak tertulis adalah apa yang diatur dengan mudah dapat diketahui orang/masyarakat d. yaitu dengan sengaja melalaikan pekerjaanya. f. membicarakan antar hidup manusia adalah membicarakan keadilan. UU Politik dsb. e. dalam pembukaan UUD 45 jelas tertuang bahwa keadilan adalah hak setiap warga negara. Pengetahuan tentang hukum mulai meningkat di masyarakat. c. kepercayaan. maka perlu kelengkapan dari beberapa step berikut yaitu :stabilitas. dengan adanya tulisan/cetakan perundang-undangan mulai UU Kesehatan.pertolongan persalinan padahal secara legitimasi bahwa kewenangan untuk menolong persalinan tersebut ada pada nya. Sehingga kalau berbicara hukum kita akan berbicara keadilan h. lebih dapat diterima dalam kehidupan modern masa kini. Agar keadilan dapat seiring dengan keteraturan dan ketaatan dalam dinamika kehidupan dan seluruh bidang termasuk bidang kesehatan. dan hubungan antar manusia yang dinamis dan kompleks ini sudah tidak bisa lagi mengatur dengan tradisi. Hukum sebagai pijakan keadilan dalam masyarakatMembicarakan hukum adalah membicarakan antar hidup manusia.

Adanya kebutuhan akan keterarahan f. karena sebagai Negara Hukum c. Adanya kebutuhan akan pengendalian biaya kesehatan h. contoh: gagasan ini muncul dari masyarakat dalam bentuk ada permasalahan pelayanan kesehatan yang harus diatur oleh hukum. Hukum adalah sebagai instrumen yang dapat dipakai secara sadar untuk mewujudkan keputusan-keputusan masyarakatnya. misal masyarakat menganggap belakangan ini telah ada tindakan-tindakan tenaga kesehatan yang berakibat merugikan masyarakat. Mempunyai bentuk tertulis dalam bentuk Perundang-undangan 2.Bahan pembuatan hukum dimulai dari gagasan atau ide yang kemudian diproses lebih lanjut sehingga pada akhirnya benar-benar menjadi bahan yang siap dipakai untuk dijadikan sanksi hukum. Adanya kebutuhan pasien akan perlindungan hukum c. Adanya kebutuhan tingkat kwalitas pelayanan kesehatan g. 1. Fungsi Hadirnya Hukum Kebidanan : a. Adanya kebutuhan dan kebebasan warga masyarakat untuk menentukan kepentinganya serta identifikasi kewajiban dari pemerintah e. Dapat menjaga ketertiban dalam masyarakat . Adanya kebutuhan pengaturan biaya jasa pelayanan kesehatan dan keahlian Tujuan adanya Hukum Kebidanan a. antar kekuasaan dan antar bangsa 3. b. sebagai acuan bagi penyelesaian sengketa yang terjadi. kadang hanya masalah sepele dapat diangkat kemeja hijau. Adanya kebutuhan tenagakesehatan akan perlindungan hukum b. lebih-lebih kita Negara Indonesia mengaut asas Legalitas. meskipun sampai kini masih ada diskriminasi antar penduduk. Ciri-ciri Hukum Modern. Dalam situasi seperti ini Hukum Kesehatan sangat diperlukan. sebagaimana kita ketahui akhir-akhir ini banyak tuduhan terhadap para tenakes dalam melaksanakan profesinya. Dapat menyelesaikan sengketa yang timbul antara tenaga kesehatan terhadap pasien atau keluarga pasien sebagai pihak ketiga. Adanya pihak ketiga akan perlindungan hukum d. Hukum itu berlaku untuk seluruh wilayah negara.

dalam hal pandangan bahwa sebenarnya tenakes juga adalah manusia biasa dan meluruskan pandangan serta sikap bagi para tenakes yang kerap merasa kebal hukum. dan otonomi profesi. Misal jika sakit datang ke tenakes Melakukan tuntutan hukum datang ke Advokat Membuat wasiat/surat tanah datang kenotaris Setiap orang yang meminta pertolongan pada seorang profesi kesehatan. Azas perikemenusiaan dalam keseimbangan 5. Azaz usaha bersama dan kekeluargaan 3. Azas kepercayaan dan kemempuan diri sendiri. sejahtera. . AZAS-AZAS UU KEBIDANAN NOMOR. No 23 Tentang Kesehatan : Setiap orang yang meminta pertolongan pada umunya berada dalam posisi ketergantungan. agar tercipta pemerataan pelayanan kesehatan serta tercipta suatu kondisi yang serasi. Syarat syah Pelayanan Kesehatan. kepentingan. dan tidak dapat disentuh pengadilan. menguatkan potensi diri maupun potensi nasional. PERUNDANG_UNDANGAN YANG MELANDASI BIDANG KEBIDANAN a. dimana dalam melaksanakan kegiatan kita tidak membeda-bedakan golongan. artinya ada tujuan tertentu.23 TAHUN 1992 Azaz perikemanusiaan yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. agama dan bangsa 1. seimbang . bebas. sesuai UU. sehingga tidak ragu dalam melaksanakan profesi karena akan terlindung dari sanksi hukum. Pemerintah dalam hal ini lebih berperan untuk memusatkan perhatian . . Jaman ini tidak ada lagi.. perlu peran dari masyarakat itu sendiri untuk dapat membantu terciptanya suatu masyarakat yang memiliki kesadaran akan hukum. Dalam upaya melaksanakan pelayanan kesehatan/kebidanan. termasuk hubungan antara pasien dengan tenakesnya Setiap orang yg menjalani profesi kesehatan bersifat rahasia. bersifat rahasia. Dapat membantu merekayasa masyarakat. tidak untuk menipu atau menggandakan tujuan bagi masyarakat 2. Azas manfaat. harmonis antara sesama pelayan kesehatan. serta pengaturan. harus dapat memberikan manfaat yang sebenarnya sesuai dengan tujuan kita menolong adalah ikhtiar.d. . b. Azas adil dan merata 4. berkemauan untuk hidup sehat dan kemampuan untuk dapat membantu agar terciptanya kondisi masyarakat yang memiliki derajat kesehatan yang optimal. pengawasan. upaya pembinaan. adil.

b. Syarat syah suatu Kesepakatan/Perjanjian hukum : . dan perikatan ini terikat dengan asas iktiar ). tenaga keperawatan. asisten bidan . Yang termasuk Tenakes sesuai UU 23/92 dan PP 32/96 adalah : a. bidan. tenaga terapi fisik. Tenaga medis. begitu pula jika kerugian pasien yang dilakukan oleh tenakes dibawah pengawasanya.23/92. harus melalukan yang terbaik. d. Dari sudut pandang hukum perdata. dalam hal ini tenakes yang memiliki kewenangan kompetensi yang bertanggung jawab. Jika tindakan medik tanpa persetujuan. b. tenaga kesehatan masyarakat. tapi berupa ikhtiar. Health care provider. wajib memberikan prestasinya dalam bentuk layanan medik yang layak berdasarkan keilmuan yang telah teruji. Pasal 1 ayat (3) UU Kesehatan No. tenaga gizi. tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan dirinya dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan atau ketrampilan melalui pendidikan yang untuk Bidang tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan pelayanan kesehatan. f.Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan wajib memperhatikan hak-hak lain dari pasien. apabila kemudian menimbulkan kerugian baik materl maupun moril selanjutnya dapat digugat sebagai tindakan malpraktek. Pasal 53 UU 23/92. dapat dipertanggungjawabkan baik secara hukum kesehatan. sehingga dari masing-masing pihak akan muncul antara hak dan kewajiban. jika seseorang tidak dapat melakukan dan tidak dapat memenuhi kewajibanya yang didasari adanya perjanjian (perikatan antara tenakes dengan pasien. diantaranya adalah hak atas informasi dan hak untuk mendapatkan persetujuan tindakan medik yang akan dilakukan terhadapnya. c. Ayat (3). sesuai kompetensi. merupakan hubungan perikatan /kontraktual. Pasal 1239 KUHPerdata. berikutnya dapat digugat bahkan sampai pengadilan. persetujuan selanjutnya di sebut Informent concern. jika tidak terpenuhi ini dianggap tindakan wanprestasi( ingkar janji) dan ini termasuk perbuatan melawan hukum (PMH). tenaga teknis medis. maka wajib bertanggung jawab mengganti kerugian/timbulnya gugutan.- Sifat pekerjaan kesehatan bukan harga mati. hubungan antara health care provider dan health care receiver . Pasal 1365 ayat (1) KUHP tiap perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian. termasuk pelanggaran hukum. tenaga kefarmasian. e. baik yang timbul dari perundang-undangan yang berlaku maupun dari kebiasaan dan kepatutan. diantara kedua belah pihak. tentang hak-hak pasien. perawat. LANDASAN HUKUM KEBIDANAN a.

Pasal 1320 KUHPerdata menyatakan bahwa suatu perjanjian adalah jika terpenuhi hal –hal berikut ini : Adanya kesepakatan Adanya kecakapan. ada perbuatan yang tidak sesuai. bahwa kesehatan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : Lingkungan. politik. ayat (2) . sosial. maka akan mengarah kepada penyimpangan prilaku. Pelayanan kesehatan dan keturunan/genetik. tdk dalam pengampuan(anak-anak). Buruh wanita berhak dapat cuti 1. Fisik Mental Sosial * Ekonomi. dengan ketertiban umum. Jika tidak sesuai dengan kreteria di atas apalagi dengan norma-norma.Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.5 bulan sebelum melahirkan dan 1. dewasa. b. Legal. HAK DAN KEWAJIBAN PROFESI a. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ). Undang-undang Nomor 13.5 bulan sesudah melahirkan. pelaksanaan diatur dengan perjanjian l 82 ayat(1). tidak menyenangkan. dengan publik/masyarakat. Setiap undang-undang selalu mengatur hak dan ewajiban. tetapi sekarang telah mencakup beberapa aspek. yang mengalami keguguran berhak mendapat cuti 1. ayat (2). dan tidak bertentangan dengan norma kesusilaan yag berlaku di masyarakat. tidak gila. dulu batasan tentang keadaan sehat hanya mencakup kondisi tidak sakit. KESEHATAN ( HEALTH ) a. l 81 ayat(1) . Menurut UU Nomor 23/1992. demikian dalam UU 23/92 tentang kesehatan.5 bulan atau sesuai dengan surat sakit dari dokter. ekonomi Perilaku. l 84 . budaya. Kesehatan Menurut Teori BLUM ( 1974 ). setiap pekerja berhak mendapatkan upah/gaji yang sesuai atau dengan kesepakatan. artinya yang tidak bertentangan dengan UU dan hukum. . ada 4 aspek yang termasuk kedalam kesehatan yaitu : c. masa haid bagi wanita tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua. baik pemerintah maupun warga masyarakatnya. lingkungan fisik. wanita dalam keadaan inpartu.

b.HAK KLIEN. Di Indonesia telah dikeluarkan mengenai Peraturan Pemerintah. Semua mahasiswa pendidikan kesehatan 3. f. Pasal 53 UU Kesehatan 1992. keluarga juga masyarakat. itu karena ia sangat membutuhkan pertolongan. bukan saja sebagai kewajiban moral akan tetapi melekat sebagai kewajiban hukum. Bukan merupakan informed concern. e.abortus. manakala bidan diluar ruang praktek sedang membicarakan akibat pemerkosaan. c. d. Perlu diketahui dan diingat bahwa klien yang datang ke praktek bidan . HAK. dan Undang-undang Kesehatan. namun senantiasa wajib merahasiakan keadaan penyakit klien yang ditangani. b. PERSETUJUAN UNTUK BIDAN BERTINDAK . ASPEK HUKUM DAN KETERKAITANNYA DG PRAKTEK BIDAN a. maka terkena sanksi hukum baik perdata maupun pidana. Orang-orang yang ditetapkan oleh peraturan Menteri Kesehatan. beserta penjelasanya menyatakan dengan tegas bahwa rahasia pasien merupakan hak yang perlu dihormati. setiap orang berkewajiban ikut serta dalam pemeliharaan kes perorang. berbunyi : “Barang siapa dengan sengaja membuka rahasia yang ia wajib menyimpanya oleh karena jabatan atau pekerjaanya. dihukum dg hukuman penjara selamaselamanya 6 bulan atau denda 600 jt rupiah” SELAIN BIDAN . misalnya tata usaha pegawai laboratorium yang mengurus/pegawai rekam medik. yang mana apabila apa yang telah dilakukan bidan diduga ada kesalahan atau mengakibatkan cacat . Bidan tidak terkena sanksi hukum dalam pembocoran kerahasiaan . atas dasar tersebut norma susila yang telah ada lebih dikuatkan dengan undang-undang. Hak dan kewajiban berdasarkan pasal 4 dan 5 UU kesehatan mengatakan bahwa: setiap orang mempunyai hak yg sama dalam memperoleh derajat kesehatan yg optimal. jika pasien telah memberi ijin kepada bidan . siapapun keadaan klien kita tidak boleh meremehkan dan lupa akan norma kesusilaan yang berlaku pada saat tersebut di masyarakat. TENAKES LAIN YG HARUS MERAHASIAKAN PS : 1. Praktek bidan selain bertujuan menjalani profesi sebagai bidan. Semua tenaga kesehatan 2. selain sanksi moral tentunya ada sanksi hukum yang dapat diterapkan jika bidan melanggar ketentuan yang berlaku. apabila suatu keadaan ada yang bertanya tentang keadaanya. Sanksi pidana pada pasal 322 KUHP. baik sekarang maupun dulu.

KONTRASEPSI a. dan ini yang dapat dijadikan bahan gugatan oleh keluarga klien atau pihak lain. Kurang kehati-hatian atau kesalahan dalam melaksanakan tindakan medik yang terjadi. maka dibenarkan untuk melakukan sesuatu demi keselaman yang mendasar dari klien tersebut. tissue. harus ada persetujuan kedua belah pihak. dimintakan dulu persetujuan dari suami klien . Secara hukum hak persetujuan tersebut. Sebaiknya sebelum bidan menawarkan kontrasepsi kepada klien. b. terhadap setiap tindakan yang akan dilakukan oleh bidan. juga informasi yang benar. Ingat selain persetujuan pasien. implant/susuk kontraseosi ini diperbolehkan tidak ada persetujuan dari suami. sementara ia masih dibawah pengawasanya. seorang tenaga kesehatan tidak ada waktu untuk menjelaskan kepada keluarga klien. d. b. termasuk informasi lain yang memungkinkan harus menjadi bagian wajib bidan kepada klien. dan dijamin oleh undang-undang kesehatan no. Dalam pasal 1367 ayat(3) KUHPerdata. c. 23/92. Perlu diketehui bahwa pasien/klien mempunyai hak untuk menyampaikan persetujuan/ informed concern. tertuang pada penjabaran dari hak asasi manusia. Pil. bidan yang diberi delegasi. TANGGUNG GUGAT a. termasuk kontrasepsi. kondom. TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT BIDAN DALAM PRAKTEK a. c. dan . suntik. melakukanya. atau perawat. kecuali untuk kontrasepsi yang tidak menetap/reversible seperti : c. akan tetapi juga apabila terjadi kesalahan yang dilakukan oleh bawahannya. seorang tenaga kesehatan harus memberikan pertanggung jawaban tidak hanya atas kerugian ang ditimbulkan dari tindakan diri sendiri . seorang yang berpacu dengan nyawa. MOP. menunjukan adanya perilaku tenaga kesahatan yang tidak sesuai dengan standar profesi yang telah di atur dalam perundang-undangan.a. Steril. Kesalahan tersebut diatas dapat dianggap sebagai PMH( perbuatan melawan hukum ). Syarat adanya dugaan kesalahan tindakan apabila : Ada kerugian Ada sebab akibat dari apa yang dilaksanakan Masih dalam hubungan perikatan antara bidan dan klien tsb. Setiap tindakan medik. memerlukan persetujuan dalam pelasanaanya. Akan tetapi dalam keadaan gawat darurat atau kritis. Sedangkan kontrasepsi yang tetap/irreversible. b. e. seperti IUD.

Pengertian profesi memiliki arti sebagai ukuran.23 /1992 Tentang Kesehatan dan UUPK No. jurnalis. didalam pekerjaanya senantiasa bersinggungan dengan nyawa/jiwa manusia. Seperti tercantum dalam UU. . ini akan terkena sanksi hukum tangung renteng. dan profesi lain diluar medik misal. advokat.No.29/2004 Tentang Praktik Kedokteran. dan adalah kewajiban Bidan untuk melaksanakan nya antara lain: 1. kemudian ada perawat yang juga melakukan perawatan. memuat segala sesuatu tanggung jawab terhadap ketentuan profesi. ini tercantum dalam pasal 28 ayat (1) dan pasal 52 e. dimana sebagai penanggung jawab adalah seorang dokter kandungan. meskipun memiliki kemandiririan tetap . b. STANDAR PRAKTEK BIDAN a. berupa hubungan “keterikatan” antara klien dan bidan. akan tetapi dalam hal profesi medik. c. MenKes No. Mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pasal 53 ayat(2) UU No. sehingga diperlukan kehati-hatian yang tinggi . PERMENKES TENTANG REGISTRASI a. apabila bukan menyandang profesi bidan maka tidak termasuk perikatan secara hukum.23/92 Tentang Kesehatan. jika dilakukan berkaitan dengan profesi bidan. Perundang-undangan sbg landasan praktik bidan : Kep. Begitu juga apabila bidan mempunyai Klinik Bersalin. UU. yang diselenggarakan oleh organisasi profesi dan lembaga lain yang terakreditasi. dan untuk profesi medik . No 23/92 Tentang Kesehatan dan adanya UUPK No29/2004 Tentang Praktik Kedokteran. secara hukum kesehatan keterikatan adalah mengabdung pengertian hak dan kewajiban. yang kini sebagai payung hukum tenaga kesehatan adalah hukum kesehatan. guru. PERATURAN PERUNDANG_UNDANGAN YG MELANDASI PRAKTIK BIDAN a. penuh kehati-hatian dan harus ingat perundang-undangan. dan bersifat mandiri. menjelaskan bahwa standar profesi adalah pedoman yang harus dipergunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan profesinya dengan baik dan benar.43/MenKes/SK/X/1983 tentang KODEKI. memuat ketentuan perdata dan pidana. b.apabila keadaan tersebut dijadikan suatu gugatan maka selain bidan/tenaga kesehatan yang pertama melakukan tindakan. tanggung gugat. b. akan tetapi ia tidak sebagai dokter tetap. ini menjadi bagian tanggung jawab tenaga kesehatan. teliti. Peraturan perundang-undangan yang melandasi bidan. Tindakan bidan adalah sebagai subjek hukum. bidan. hakim dan jaksa juga memiliki status profesi.

572/MenKes/per/VI/1996. Adopsi. diajukan ke kepala dinas kesehatan kesehatan provinsi untuk diterbitkannya SIB. pada saat membuat registrasi ulang . Dan dapat dikaji dalam melaksanakan praktik bidan sesuai : KepMenkes 900/MenKes/SK/VII/2002 tentang registrasi praktik bidan standar pelayanan kebidanan UU Kesehatan 23/92 PP 32/1996 Tentang otonomi Daerah. Memiliki ijasah b. SURAT IZIN PRAKTIK BIDAN a. yang berhak mengeluarkan adalah pejabat yang berwenang di Provinsi dimana seseai tempat praktik bidan (SIPB ) c. Memiliki sertifikat kompetensi ( surat ini dikeluarkan oleh kolegium yang bersangkutan ) e. Merupakan bukti tertulis yang wajib dimiliki oleh setiap tenaga kesehatan yang berprofesi b. No. Mempunyai surat pernyataan telah mengucapkan sumpah/janji c.2. Membuat pernyataan akan memenuhi dan melaksanakan ketentuan etika profesi Masa berlaku surat tanda Registrasi adalah maksimal 5 tahun dan kemudian di ulanh tiap 5 tahun berikut. UU 13/2003 Ketenagakerjaan UU Aborsi. Kewajiban mengurus STR dan SIB ( Surat izin Bidan ). Praktik bidan juga telah diatur yang dalam merupakan Keputusan revisi Menteri dari Kesehatan Permenkes No.900/MenKes/SK/VII/2002. seorang bidan harus menyertakan surat sehat jasmani dan mental ( surat keterangan tsb harus ditandatangi oleh dokter yang memiliki SIP ). bayi tabung dan transplantasi. Memiliki surat keterangan fisik sehat dan mental sehat d. . dengan mengisi formulir permohonan . SYARAT-SYARAT REGISTRASI a.

ada tenaga medis/dokter/dokter spesialis.masa kehamilan. mencantumkan praktik dari jam 17 wib-19 wib. Organisasi profesi berkewajiban membibing dan mendorong para anggotanya untuk dapat mencapai jumlah anggka kredit yang telah ditentukan. Contoh kasus atas gugatan wanprestasi : Pada papan nama bidan. maupun pemberian obat. Untuk anak. 2. sebaiknya pemberian obat-obatan dapat diberikan oleh yang memiliki kewenangan ( dalam hal penulisan resep. terhadap ibu dan anak Pelayanan ibu: pada masa pranikah. . kegiatan ilmiah. melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak boleh dilakukan oleh bidan misal melakukan tindakan curretge pada kasus abortus ( kewenangan mutlak ada pada dokter spesialis ). wajib mengurus STR. Pelayanan kebidanan . SANKSI HUKUM BAGI BIDAN a. akan tetapi sebagai tenaga kesehatan profesional.( selama praktek bidan wajib mentaati aturan perundang-undangan yg berlaku ). yang dikumpulkan melalui pendidikan. Pasal 17. jika melakukan : Tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukan Terlambat melakukan apa yang dijanjikan Melaksanakan apa yang dijanjikan tetapi tidak sesuai hasil yang dijanjikan. prahamil. SIPB dan berkewajiban meningkatkan keilmuan dan/atau ketrampilanya melalui pendidikan formal dan pelatihan. menetapkan kepada seluruh anggotanya untuk mengumpulkan angka kredit selama pelayanan kebidanan. ) kecuali diwilayah tersebut tidak ada dokter. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN a. masa nifas. masa bayi. masa baru lahir. b. masa menyusui dapat eksklusif sampai 6 bulan. perlu diwaspai apabila dalam keadaan pelayanan kadang klien ingin langsung dengan pengobatan. c. dalam praktik bidan. Pimpinan sarana kesehatan wajib elaporkan bidan yang praktek maupun sudah tidak praktek kepada dinas kesehatan kabupaten/kota dengan surat tembusan kepada ketua organisasi profesi setempat. Organisasi profesi bidan. b. masa balita dan masa prasekolah. akan tetapi setiap datang bidan tersebut jam 18 wib. ini pelanggaran krn tidak sesuai dg apa yg dijanjikan.Sebaliknya bagi bidan lulus pendidikan dan merencanakan menjadi pegawai tetap baik negeri atau swasta. Sanksi Hukum Perdata : Berupa Wanprestasi ( pasal 1239 KUHP ). BENTUK PELAYANAN PRAKTIK BIDAN 1. pengabdian kepada masyarakat.

analitik sampai melakukan tindakan tertentu kepada klien. Surat Izin Bidan dan Surat Izin Praktik Bidan berlaku selama 5 tahun dan apabila telah habis masa berlakunya dapat diperbaharui sesuai ketentuan yang berlaku. maupun penjara sesuai ketentuan perundangan yg berlaku. harus melakukannya secara “LEGE ARTIS”. Niat seorang medik menolong klien .900/MenKes/SK/VII/2002.Sanksi hukum Pidana atas PMH 1. denda. yang telah ditetapkan oleh ikatan profesinya. bahkan sampai klien meninggal dunia.184. sampai meningal dunia. Dalam buku KUHPidana . maupun perbuatan melawan hukum. timbul rasa sakit yang terus menerus. KOMITE PENGAWASAN.PIMBINAAN KODE ETIK MEDIK a. Tindakan harus mengacu kepada prosedur operasional. Bentuk Perbuatan Melawan Hukum oleh bidan adalah : Akibat asuhan kebidanan yang dilakukan menimbulkan cacat tubuh. untuk pembuktian dari suatu keadaan. adanya petunjuk sesuai kebijakan hakim. merusak kepercayaan dan keagamaan . hakim harus memiliki alat bukti yang syah dari gugatan pidana dengan syarat bahwa alat bukti tersebut terpenuhi : adanya keterangan saksi. tentang registrasi dan praktek bidan sudah tidak berlaku lagi. KETENTUAN PERALIHAN 1. pasal 183. padahal tenakes juga manusia. 2. bahkan bisa terjadi cacat. 3. SULITNYA MEMBUKTIKAN ADANYA DUGAAN MALPRAKTIK: Didalamnya melaksanakan pelayanan kesehatan. ADA DUA TANGGUNG JAWAB HUKUM TERHADAP DUGAAN MALPRAKTIK . diatur melalui Keputusan MenKes Nomor. 2. keterangan terdakwa dapat menerangkan akan Rekam medik ( sebagai alat bukti di persidangan ). dapat teguran lisan. Pengambilan tindakan atas sanksi hukum terhadap bidan yang diduga telah melakukan kesalahan . sampai tidak dapat melakukan aktfitas klien sebagai ibu rt atau tidak dapat bekerja.adalah dengan itikad baik. Dugaan dpt dibuktikan dg pengaduan keaparat hukum. tertulis. Oleh pihak lain ini serin dianggap adanya dugaan malpraktik. keterangan ahli.baik suatu wanprestasi. luka berat. Dengan telah terbitnya ketentuan Registrasi dan Surat izin Bidan . maka Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 572/MenKes/VI/1996. adanya kerugian materi yang berlebih. namun hasilnya terkadang tidak sesuai dengan persetujuan. anamnestik. surat yg dibuat menurut ketentuan perundang-undangan oleh pejabat. mulai diagnostik.

Bersifat independen c.360.usia minimal 40 tahun maksimal 65 thn. satu orang wakil ketua. untuk menempuh jalur pengadilan dan ada proses hukum baik perdata. Kemampuan Rata-rata (Bidan yang baru lulus beda dengan senior) c. Perdata. pengawasan dan pembinaan dilakukan oleh MPKETM (Majelis Pengawasan Kode Etik Tenaga Medik ) 2. memiliki STR. maka perlu pengawasan dilakukan oleh organisasi profesi keehatan.mati: a. Termasuk tanggung jawab lain diluar hukum.cacat d. Dalam rangka terselenggaranya praktik medik yang sesuai dg peraturan. satu orang sekretaris. b. Adanya wujud perbuatan c. pidana. Adanya luka berat. Adanya kelalaian b. Masa bakti 5 thn dan dapat diangkat 1 kali pemilihan MKDP. TIGA PRINSIP UMUM DLM MELAKUKAN PROFESI TENAKES: a. Kewenangan. ( Registrasi. profesi kesehatan lain. . Tanggung jawab terhadap ketentuan-ketentuan profesional yaitu : KODEKI. pengalaman dibidangnya 10 tahun. nama dan alamat praktik tergugat. Tanggung jawab hukum terhadap ketentuan-ketentuan hukum yg berlaku di Indonesia. sarjana hukum (diusakan 3 orang tiap disiplin) e. Syarat menjadi anggota MKDP: warga negara ina. pasal 359 . dan sarjana hukum kesehatan. MAJELIS KEHORMATAN DISIPLIN PROFESI a. f.SIPB) b. Adanya hubungan kausal antara kelalaian dg wujud perbt sp terjadi kematian orang/klien.alasan pengaduan. melalui bidang hukum Administrasi. Merupakan lembaga otonom dari KKI ( Konsil Kedokteran Indonesia). skill. Keanggotaan majelis kehormatan tdd: satu orang ketua.sehat. dokter gigi.profesional attitude/prilaku baik). Ketelitian yang umum (berkaitan dg knowledge. tidak cacat hukum.berkelakuan baik. KETUA MKDP dapat menerima Aduan: a. keanggotaan harus ada dokter.1. dedikasi tinggi. Syarat pengaduan dugaan malpraktik harus memuat : Identitas pengadu/penggugat. jujur.pembinaan dilakukan oleh Konsil pusat bekerja sama dengan organisasi profesi di tempat bertugas. Majelis kehormatan tingkat kab/kota dibentuk oleh KKI pusat &Prov d.Pidana. SIB. mengatakan unsur yg menyebabkan cacat. dan baik. KUHP.dan waktu kejadian. Gugatan dapat juga dikirimkan ke polisi.

pencabutan SIPB. FUNGSI MKDP :    Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan Melindungi masyarakat atas tindakan medik Memberikan kepastian hu .b. Pengaduan ke MKDP dapat dilanjutkan kepada organisasi profesi. untuk menjatuhkan keputusan : Dapat dinyatakan tidak bersalah atau ada kesalahn etik sehingga terkena sanksi Disiplin: peringatan tertulis. wajib mengikuti pendidikan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful