Anda di halaman 1dari 12

1.

Respirasi Aerob membutuhkan oksigen dan senyawa-senyawa yang dihasilkan adalah Karbondioksida, Air, 675 kalori, dan 38 ATP , prosesnya :

Glikolisis : Rangkaian reaksi pengubahan molekul glukosa menjadi asam


piruvat dengan menghasilkan NADH dan ATP. Proses ini terjadi di sitosol.

Dekarboksilasi Oksidatif : Pengubahan asam piruvat menjadi 2 asetil koA dengan hasil sampingan CO2 dan 2 NADH2. Proses ini terjadi di membrane luar mitokondria.

Siklus Krebs : Raksi pemecahan asetil ko-A yang menghasilkan energi


dan berbentuk siklik. Proses ini terjadi di matriks mitokondria.

Transfer Elektron : Rangkaian proses oksidasi secara kimiawi, mencakup


penigkatan muatan positif pada atom atau hilangnya muatan negative. Proses ini terjadi di Krista mitokondria.

2. Respirasi Anaerob tidak membutuhkan oksigen ( fermentasi ) dan senyawasenyawa yang dihasilkan adalah Alkohol, Karbondioksida, 21 kalori, dan 2 ATP.

METABOLISME KARBOHIDRAT
GLIKOLISIS

Glikolisis berlangsung di dalam sitosol semua sel. Lintasan katabolisme ini adalah proses pemecahan glukosa menjadi: 1. asam piruvat, pada suasana aerob (tersedia oksigen) 2. asam laktat, pada suasana anaerob (tidak tersedia oksigen) Glikolisis merupakan jalur utama metabolisme glukosa agar terbentuk asam piruvat, dan selanjutnya asetil-KoA untuk dioksidasi dalam siklus asam sitrat (Siklus Krebs). Selain itu glikolisis juga menjadi lintasan utama metabolisme fruktosa dan galaktosa. Secara rinci, tahap-tahap dalam lintasan glikolisis adalah sebagai berikut (pada setiap tahap, lihat dan hubungkan dengan Gambar Lintasan detail metabolisme karbohidrat): 1. Glukosa masuk lintasan glikolisis melalui fosforilasi menjadi glukosa-6 fosfat dengan dikatalisir oleh enzim heksokinase atau glukokinase pada sel parenkim hati dan sel Pulau Langerhans pancreas. Proses ini memerlukan ATP sebagai donor fosfat. ATP bereaksi sebagai kompleks Mg-ATP. Terminal fosfat berenergi tinggi pada ATP digunakan, sehingga hasilnya adalah ADP. (-1P) Reaksi ini disertai kehilangan energi bebas dalam jumlah besar berupa kalor, sehingga dalam kondisi fisiologis dianggap irrevesibel. Heksokinase dihambat secara alosterik oleh produk reaksi glukosa 6-fosfat. 2. Glukosa 6-fosfat diubah menjadi Fruktosa 6-fosfat dengan bantuan enzim fosfoheksosa isomerase dalam suatu reaksi isomerasi aldosa-ketosa. -glukosa 6-fosfat.Enzim ini hanya bekerja pada anomer 3. Fruktosa 6-fosfat diubah menjadi Fruktosa 1,6-bifosfat dengan bantuan enzim fosfofruktokinase. Fosfofruktokinase merupakan enzim yang bersifat alosterik sekaligus bisa diinduksi, sehingga berperan penting dalam laju glikolisis. Dalam kondisi fisiologis tahap ini bisa dianggap irreversible. Reaksi ini memerlukan ATP sebagai donor fosfat, sehingga hasilnya adalah ADP.(-1P) 4. Fruktosa 1,6-bifosfat dipecah menjadi 2 senyawa triosa fosfat yaitu gliserahdehid 3-fosfat dan

dihidroksi aseton fosfat. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim aldolase (fruktosa 1,6-bifosfat aldolase). 5. Gliseraldehid 3-fosfat dapat berubah menjadi dihidroksi aseton fosfat dan sebaliknya (reaksi interkonversi). Reaksi bolak-balik ini mendapatkan katalisator enzim fosfotriosa isomerase. 6. Glikolisis berlangsung melalui oksidasi Gliseraldehid 3-fosfat menjadi 1,3-bifosfogliserat, dan karena aktivitas enzim fosfotriosa isomerase, senyawa dihidroksi aseton fosfat juga dioksidasi menjadi 1,3-bifosfogliserat melewati gliseraldehid 3-fosfat. Enzim yang bertanggung jawab terhadap oksidasi di atas adalah gliseraldehid 3-fosfat dehidrogenase, suatu enzim yang bergantung kepada NAD. Atom-atom hydrogen yang dikeluarkan dari proses oksidasi ini dipindahkan kepada NAD+ yang terikat pada enzim. Pada rantai respirasi mitokondria akan dihasilkan tiga fosfat berenergi tinggi. (+3P) Catatan: Karena fruktosa 1,6-bifosfat yang memiliki 6 atom C dipecah menjadi Gliseraldehid 3-fosfat dan dihidroksi aseton fosfat yang masing-masing memiliki 3 atom C, dengan demikian terbentuk 2 molekul gula yang masing-masing beratom C tiga (triosa). Jika molekul dihidroksiaseton fosfat juga berubah menjadi 1,3-bifosfogliserat, maka dari 1 molekul glukosa pada bagian awal, sampai dengan tahap ini akan menghasilkan 2 x 3P = 6P. (+6P) 7. Energi yang dihasilkan dalam proses oksidasi disimpan melalui pembentukan ikatan sulfur berenergi tinggi, setelah fosforolisis, sebuah gugus fosfat berenergi tinggi dalam posisi 1 senyawa 1,3 bifosfogliserat. Fosfat berenergi tinggi ini ditangkap menjadi ATP dalam reaksi lebih lanjut dengan ADP, yang dikatalisir oleh enzim fosfogliserat kinase. Senyawa sisa yang dihasilkan adalah 3-fosfogliserat. Catatan: Karena ada dua molekul 1,3-bifosfogliserat, maka energi yang dihasilkan adalah 2 x 1P = 2P. (+2P)

8. 3-fosfogliserat diubah menjadi 2-fosfogliserat dengan dikatalisir oleh enzim fosfogliserat mutase. Senyawa 2,3-bifosfogliserat (difosfogliserat, DPG) merupakan intermediate dalam reaksi ini. 9. 2-fosfogliserat diubah menjadi fosfoenol piruvat (PEP) dengan bantuan enzim enolase. Reaksi ini melibatkan dehidrasi serta pendistribusian kembali energi di dalam molekul, menaikkan valensi fosfat dari posisi 2 ke status berenergi tinggi. Enolase dihambat oleh fluoride, suatu unsure yang dapat digunakan jika glikolisis di dalam darah perlu dicegah sebelum kadar glukosa darah diperiksa. Enzim ini bergantung pada keberadaan Mg2+ atau Mn2+. 10. Fosfat berenergi tinggi PEP dipindahkan pada ADP oleh enzim piruvat kinase sehingga menghasilkan ATP. Enol piruvat yang terbentuk dalam reaksi ini mengalami konversi spontan menjadi keto piruvat. Reaksi ini disertai kehilangan energi bebas dalam jumlah besar sebagai panas dan secara fisiologis adalah irreversible. Catatan: Karena ada 2 molekul PEP maka terbentuk 2 molekul enol piruvat sehingga total hasil energi pada tahap ini adalah 2 x 1P = 2P. (+2P) 11. Jika keadaan bersifat anaerob (tak tersedia oksigen), reoksidasi NADH melalui pemindahan sejumlah unsure ekuivalen pereduksi akan dicegah. Piruvat akan direduksi oleh NADH menjadi laktat. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim laktat dehidrogenase. Dalam keadaan aerob, piruvat diambil oleh mitokondria, dan setelah konversi menjadi asetilKoA, akan dioksidasi menjadi CO2 melalui siklus asam sitrat (Siklus Krebs). Ekuivalen pereduksi dari reaksi NADH + H+ yang terbentuk dalam glikolisis akan diambil oleh mitokondria untuk oksidasi melalui salah satu dari reaksi ulang alik (shuttle). Kesimpulan: Pada glikolisis aerob, energi yang dihasilkan terinci sebagai berikut:

hasil tingkat substrat :+ 4P hasil oksidasi respirasi :+ 6P jumlah :+10P dikurangi untuk aktifasi glukosa dan fruktosa 6P :- 2P + 8P Pada glikolisis anaerob, energi yang dihasilkan terinci sebagai berikut: hasil tingkat substrat :+ 4P hasil oksidasi respirasi :+ 0P jumlah :+ 4P dikurangi untuk aktifasi glukosa dan fruktosa 6P :- 2P + 2P DEKARBOKSILASI OKSIDATIF DAN SIKLUS KREBS DEKARBOKSILASI OKSIDATIF Persyaratan molekul yang dapat menjalani siklus Krebs adalah molekul tersebut harus mempunyai dua atom C (2 C). Karena itu, asam piruvat akan menjalani reaksi dekarboksilasi oksidatif. Dekarboksilasi oksidatif adalah reaksi yang mengubah asam piruvat yang beratom 3 C menjadi senyawa baru yang beratom C dua buah, yaitu asetil koenzim-A (asetil ko-A). Reaksi dekarboksilasi oksidatif ini (disingkat DO) sering juga disebut sebagai tahap persiapan untuk masuk ke siklus Krebs. Reaksi DO ini mengambil tempat di intermembran mitokondria.
http://metabolismelink.freehostia.com/do.htmPertama-tama,

molekul asam

cuka yang dihasilkan reaksi glikolisis akan melepaskan satu gugus karboksilnya yang sudah teroksidasi sempurna dan mengandung sedikit energi, yaitu dalam bentuk molekul CO2. Setelah itu, 2 atom karbon yang tersisa dari piruvat akan dioksidasi menjadi asetat (bentuk ionisasi asam asetat). Selanjutnya, asetat akan mendapat transfer elektron dari NAD+ yang tereduksi menjadi NADH. Kemudian, koenzim A (suatu senyawa yang mengandung sulfur yang berasal dari vitamin B) diikat oleh asetat dengan ikatan

yang tidak stabil dan membentuk gugus asetil yang sangat reaktif, yaitu asetil koenzim-A, yang siap memberikan asetatnya ke dalam siklus Krebs untuk proses oksidasi lebih lanjut. Selama reaksi transisi ini, satu molekul glukosa yang telah menjadi 2 molekul asam piruvat lewat reaksi glikolisis menghasilkan 2 molekul NADH.

SIKLUS KREBS

1. PENGERTIAN
Disebut juga siklus asam trikarboksilat (tricarboxylic acid cycle = TCA cycle) atau siklus krebs . terletak di dalam mitokondria . Lokasi selular : di dalam sel-sel jaringan hewan mamalia semua komponen siklus asam sitrat terdapat di dalam matriks mitokondria ke luar masuknya metabolit daur ini melalui membran mitokondria merupakan proses yg aktif dan terkendali

2. FUNGSI TCA CYCLE


Oksidasi asetil KoA menjadi CO2, H2O dan energi (1 mol asetil KoA menghasilkan 12 mol ATP oleh karena daur ini banyak melepas H+ dan elektron yg akan masuk rantai respirasi) Anggota TCA cycle bersifat amfibolik, artinya : dapat dioksidasi lebih lanjut menjadi energi, atau disintesis menjadi senyawa lain

3. ANGGOTA TCA CYCLE BERSIFAT AMFIBOLIK


Dapat dioksidasi lebih lanjut menjadi energi : katabolisme asam amino anggota tca cycle energi

oksidasi beta asam lemak asetil KoA anggota siklus krebs energi oksidasi glukosa piruvat asetil KoA anggota siklus krebs energi

Dapat disintesis menjadi senyawa lain, misalnya menjadi : glukosa (melalui glukoneogenesis) asam amino tertentu asam lemak (lipogenesis)

4. INHIBITOR SIKLUS ASAM SITRAT


Fluoroasetat : * Dgn KoA-SH membentuk fluoroasetil-KoA * Fluoroasetil-KoA berkondensasi dgn oksaloasetat membentuk fluorositrat (dikatalisis oleh sitrat sintase) * Fluorositrat menghambat akonitase terjadi akumulasi sitrat * Fluoroasetat didapatkan misalnya pada pestisida Malonat : menghambat suksinat dehidrogenase Arsenit : menghambat -ketoglutarat dehidrogenase kompleks

5. TAHAPAN REAKSI SIKLUS ASAM SITRAT

Tahap 1. sitrat sintase Asetil KoA + oksaloasetat + H2O ========= sitrat + KoA-SH Merupakan reaksi kondensasi aldol yg disertai hidroli-

sis dan berjalan searah.

Tahap 2 Sitrat diubah menjadi isositrat oleh enzim akonitase yg mengandung Fe++ caranya : mula2 terjadi dehidrasi menjadi cis-akonitat ( yg tetap terikat enzim ) kemudian terjadi rehidrasi menjadi isositrat .

Tahap 3

Isositrat dioksidasi menjadi oksalosuksinat (terikat enzim) oleh isositrat dehidrogenase yg memerlukan NAD+ Reaksi ini diikuti dekarboksilasi oleh enzim yg sama menjadi -ketoglutarat. Enzim ini memerlukan Mn++ / Mg++ Ada 3 jenis isozim isositrat dehidrogenase : * satu jenis isozim menggunakan NAD+ dalam mitokondria rantai respirasi * Dua jenis isozim yg lain menggunakan NADP+ dan ditemukan dalam mitokondria dan sitosol. isozim ini hanya ditemukan di NADH + H+ yg terbentuk akan diteruskan dalam

Tahap 4 Dekarboksilasi oksidatif -ketoglutarat (caranya seperti pada dekarboksilasi oksidatif piruvat) menjadi suksinil KoA oleh enzim -ketoglutarat dehidrogenase kompleks. Enzim ini memerlukan kofaktor seperti : TPP, Lipoat,NAD+, FAD dan KoA-SH. Reaksi ini secara fisiologis berjalan searah. Reaksi ini dapat dihambat oleh arsenit . mengakibatkan akumulasi / penumpukan -ketoglutarat.

Tahap 5 Suksinat thikonase Suksinil KoA ============ Suksinat Reaksi ini memerlukan ADP atau GDP yg dengan Pi akan membentuk ATP atau GTP. Juga memerlukan Mg++ . Reaksi ini merupakan satu2nya dalam TCA cycle yg membentuk senyawa fosfat berenergi tinggi pada tingkat substrat Pada jaringan dimana glukoneogenesis terjadi ( hati & ginjal) terdapat 2 isozim suksinat thiokonase, satu jenis spesifik GDP, satu jenis untuk ADP. Pada jaringan nonglukoneogenik hanya ada isozim yg menggunakan ADP jenis

Tahap 6 Suksinat dehidrogenase Suksinat + FAD ================ Fumarat + FADH2 Reaksi ini tdak lewat NAD, karena dihambat oleh malonat .

Tahap 7 Fumarase Fumarat + H2O ======= L-Malat

Tahap 8 Malat dehidrogenase L-Malat + NAD+ ============= Oksaloasetat + NADH + H+ Reaksi ini membentuk kembali oksaloasetat

Reaksi total : Asetil KoA + 3NAD+ + FAD + ADP (atau GDP) + Pi + H2O SH + 3 NADH + 3 H+ + FADH2 + ATP ( atau GTP) 2CO2 + KoA-

TRANSFER ELEKTRON Trasnpor elektron in terjadi pada krista mitokondria. Dalam proses ini terjadi

keadaan teroksidasi secara kimiawi, mencakup peningkatan muatan positif pada atom atau hilangnya muatan negatif. Kebanyakan oksidasi biologis dicapai dengan menghilangkan sepasang atom H2 (dehidroginasi ) dari suatu molekul. Oksidasi demikian hanya disertai dengan reduksi dari mol penerima. Zat-zat yang diproses adalah elektronelektron berenergi tinggi tersimpan dalam atom H2, molekul pembawa H2 yaitu NADH dan FADH2 yang berasal dari reaksi-reaksi siklus Krebs. Adanya elektron transfer, suatu komponen rantai samping reaksi redukso oksidasi melalui elekreon tertentu dialirkan melalui Ubiquinon (Koenzim-Q) dan demikian ke rantai tranpor elektron. NADH dan FADH2 dioksidasi dan elektron berenergi tinggi yang berasal dari reaksi oksidasi ke koenzim-Q dan ketika NADH dan FADH2 melepas elektron, terjadi pompa proton (H+)ke ruang antar membran untuk membantu perubahan ADP dan fosfat menjadi ATP. Koenzim Q dioksidasi oleh sitokrom B, melepaskan elektron dan 2 molekul H+ sehingga terjadi ADP ditambah P menjadi ATP dibantu oleh enzim ATP sintetase. Sitokrom B dioksidasi oleh sitokrom C menjadi ATP. Sitokrom C direduksi menjadi sitokrom A, ini merupakan proses akhir dari transpor elektron. Sitokrom A dioksidasi oleh O2, setelah mendapat elektron dari sitokrom A, O2 bergabung dengan ion H+ dan kemudian hasil oksidasi koenzim Q oelh sitokrom B adalah H2O. Dalam prose ini dihasilkan 36 ATP dari pengurangan 2 ATP untuk melakukan transpor aktif.