Anda di halaman 1dari 14

26-02-2008, 12:52 PM

Manfaat Kemiri Bagi Kita


http://www.erabaru.or.id/images/03_91_01.jpg Kandungan kimia yang terdapat dalam kemiri
adalah gliserida, asam linoleat, palmitat, stearat, miristat, asam minyak, protein, vitamin B1,
dan zat lemak. Bagian yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah biji, kulit, dan daun.
Khasiat yang cukup dikenal masyarakat dari buah kemiri adalah memperkuat dan
menyuburkan rambut. Untuk menyuburkan rambut, enam biji kemiri ditumbuk halus lalu
ditambah air secukupnya dan dimasak hingga mengeluarkan minyak. Minyak tersebut
digosokkan pada kulit kepala, tiga kali seminggu. Bisa juga dengan ramuan 10 gram kemiri,
enam lembar daun mangkokan, dua lembar daun pandan wangi, enam lembar daun urang
aring, 50 cc minyak kelapa, 50 cc minyak wijen, dua kuntum bunga mawar, 14 kuntum bunga
melati direbus dengan 2.000 cc air hingga tersisa 1.000 cc. Kemudian rebusan disaring dan
dioleskan ke kulit kepala setelah dingin sambil dipijat. Lakukan dua kali sehari.
Untuk mengatasi rambut rontok, 40 gram daun lidah buaya yang telah dikupas kulitnya, 20
gram daun mangkokan, dan 20 gram daun waru muda dihaluskan. Kemudian tambahkan 50
cc minyak kemiri hangat. Diaduk, lalu dioleskan pada kulit rambut hingga rata, diamkan
beberapa saat lalu rambut dicuci hingga bersih.
Mengatasi sariawan, getah dari kulit batang kemiri ditambah santan kelapa secukupnya
ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit. Untuk sakit gigi, getah daun kemiri beberapa tetes
dilumaskan pada gigi yang sakit.
Obat buang air besar yang berdarah, 20 gram kulit batang kemiri direus dengan 400 cc air
hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat. Obat disentri, 10 gram
kulit batang kemiri direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan
diminum airnya hangat-hangat sebanyak dua kali sehari.
Mengatasi diare, 20 gram kulit batang kemiri segar ditumbuk hingga halus lalu direbus
dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Rebusan kemudian disaring dan diminum sebanyak
150 cc, lakukan dua kali sehari.
Akil, Abdul Kahar. 199
Penelitian ini memaparkan eksternalitas manfaat sosial hutan kemiri rakyat di kabupaten
Maros melalui penentuan lokasi penelitian secara purposive sampling baik di tingkat
kecamatan maupun desa. Kecamatan Camba sebagai wilayah potensial untuk
mengembangkan Hutan Kemiri Rakyat (HKR) yang bermanfaat bukan saja sebagai sumber
pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tetapi juga bermanfaat dalam menunjang daya
dukung lahan dan hutan. Hasil penelitian menunjukkan : (1) indikator eksternalitas manfaat
sosial berupa penutupan tajuk dan penutupan tanah serta jumlah pohon per hektar yang
mempunyai skala tinggi adalah positif terhadap produk mutu lingkungan atau eksternalitas
manfaat sosial. Intensitas injakan hewan dan pengrusakan manusia yang mempunyai angka
rata-rata rendah adalah positif pula terhadap eksternalitas manfaat sosial. (2) Faktor luas
lahan petani kemiri, pengalaman bercocok tanam, tingkat pendidikan, dan frekuensi
pembakaran berpengaruh nyata terhadap penutupan tajuk dan tanah. (3) Faktor luas lahan
petani kemiri dan pengalaman bercocok tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah pohon
persatuan luas. (4) Faktor luas lahan petani kemiri, pengalaman bercocok tanam dan
frekuensi pembakaran berpengaruh nyata terhadap intensitas injakan hewan. (5) Faktor
ongkos pranata sosial yang dikeluarkan petani kemiri dan frekuensi pembakaran
berpengaruh nyata terhadap intensitas pengrusakan oleh manusia.
2 Dinas Kehutanan Sulteng, Monografi Hutbun Prop. Sulteng Tahun 1998/1999.
Luasan dan peta kawasan hutan di daerah Provinsi Sulawesi Tengah, berdasarkan fungsi
dan perizinan penggunaan hutan yang telah ditetapkan.
Pohon kemiri berasal dari Maluku dan kadang ditemukan tumbuh secara liar
pada ketinggian 150-1000 meter diatas permukaan laut. Pohon tersebut memiliki
tinggi 10-40 meter, daunnya bertangkai panjang dengan dua kelenjar pada ujung
tangkai, helai daunnya berbentuk bulat telur atau lanset, dan hanya pada bagian
pangkal bertulang daun menjari.

Buahnya adalah buah batu dengan bentuk bulat telur atau bola. Bijinya
berjumlah 1 atau 2 dengan kulit biji yang sangat keras, berbentuk bulat agak
gepeng, berpenampang 2-3 cm, warnanya hitam karena penyerbukan.

Untuk buang air besar yang mengandung darah, gunakan 20 gram kulit batang
kemiri direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya
diminum hangat-hangat.

Bila terserang disentri, gunakan 10 gram kulit batang kemiri direbus dengan 400
cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum hangat-hangat.

Untuk diare, gunakan 20 gram kulit batang kemiri segar ditumbuk halus lalu
direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, saring dan airnya diminum 2
kali sehari. Setiap kali minum sebanyak 150 cc.

Bila mengalami rambut rontok, gunakan 60 gram daun lidah buaya, dikupas
kulitnya, ditambah 30 gram daun mangkokan dan 30 gram daun waru muda
kemudian dihaluskan. Setelah itu, tambahkan 50 gram minyak kemiri hangat,
aduk rata. Kemudian oleskan pada kulit kepala dan rambut hingga rata. Diamkan
beberapa saat dan bilas hingga bersih.

Untuk memperkuat dan memperbaiki tumbuhnya rambut, gunakan 6 buah


kemiri ditumbuh halus, tambahkan air secukupnya dan dimasak hingga
mengeluarkan minyak. Gosokkan minyak tersebut pada kulit kepala dan rambut
hingga merata. Lakukan 3 kali seminggu.

Bila menderita sakit gigi, gunakan 3 tetes getah daun kemiri dilumaskan ke
bagian yang sakit. Lakukan sebanyak 3 kali seminggu.

Jika terdapat bisul di tubuh, gunakan 10 lembar daun pukul empat, ditambah 15
lembar daun kangkung dihaluskan, tambahkan minyak kemiri dan minyak kelapa
secukupnya. Aduk rata lalu dioleskan pada bisul. Lakukan 2 kali sehari.

Untuk mengatasi sembelit, gunakan 1 buah kemiri, ditambah 2 siung bawah


merah, 30 gram daun urang aring, 10 gram kayu manis, 5 gram pulosari, 6 gram
adas, dan setengah sendok teh garam. Semua bahan dihaluskan dan direbus
dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Saring dan airnya diminum 2 kali sehari.
Setiap kali minum 200 cc.

Bila anak mengalami demam, gunakan minyak kemiri secukupnya, lalu


tambahkan 15 gram akar pulutan direbus dengan air secukupnya hingga
mendidih. Kemudian minum ramuan tersebut ketika masih hangat.
Sifat kimia fisika
Sifat-sifat Fisika-Kimia Minyak Kemiri adalah:

Karakteristik Nilai

Bilangan penyabunan 188-202


Bilangan asam 6,3-8
Bilangan Iod 136-167
Bilangan Thiocyanogen 97-107
Bilangan hidroksil Tidak ada
Bilangan Reichert-Meissl 0,1-0,8
Bilangan Polenske Tidak ada
Indeks bias pada 25 oC 1,473-1,479
Komponen tidak tersabunkan 0,3-1 persen
Bobot jenis pada 15 oC 0,924-0,929

Komposisi

Komposisi Kimia Minyak Kemiri


Asam lemak Jumlah (%)
Asam lemak jenuh
Asam palmitat 55
Asam stearat 6.7
Asam lemak tak jenuh
Asam oleat 10.5
Asam linoleat
Asam linolenat 48.5
28.5

KEMIRI (Aleurites moluccana Willd / Aleurites javanica)

Kemiri dikenal sebagai salah satu tanaman rempah yang biasa dimanfaatkan masyarakat
Indonesia. Selain berfungsi sebagai salah satu bumbu yang kerap dipakai di berbagai jenis
masakan Indonesia, kemiri juga memiliki beberapa khasiat tanaman obat dan khasiat yang
lain.

Pohon tinggi besar dan mudah dikenali karena daunnya sebelah bawah berwarna putih dan
kulitnya berwarna agak keputihan, dibiakan dari biji dan tumbuh dimana-mana, namun paling
baik tumbuh didaerah sedang. Kulit pohon sering digunakan untuk obat sariawan dan
pendarahan dalam, kayunya ringan dan mudah rapuh serta dimakan kapang dan rayap.
Buah kemiri (Aleurites javanica) berasal dari pohom kemiri yang ketinggiannya mencapai 10
sampai 40 meter. Kemiri banyak ditanam orang karena bijinya yang mengandung minyak.
Tumbuhan yang berasal dari Maluku ini kadang ditemukan tumbuh liar pada ketinggian 150
sampai 1.000 meter di atas permukaan laut.

Kandungan kimia yang terdapat dalam kemiri adalah gliserida, asam linolet, palmitat, stearat,
miristat, asam minyak, protein, vitamin B1, dan zat lemak. Bagian yang bisa dimanfaatkan
sebagai obat adalah biji, kulit, dan daun.Menurut Prof Hembing dalam bukunya Tumbuhan
Berkhasiat Obat Indonesia: Rempah, Rimpang, dan Umbi, kegunaan kemiri adalah untuk
obat demam, buang air besar yang mengandung darah, diare, disentri, sakit perut, sariawan,
sakit gigi, gigi rusak, sembelit, kepalan, bisul, menyuburkan rambut, dan rambut rontok.

Khasiat yang cukup dikenal masyarakat dari buah kemiri adalah memperkuat dan
menyuburkan rambut. Umtuk menyuburkan rambut, enam biji kemiri ditumbuk halus lalu
ditambah air secukupnya dan dimasak hingga mengeluarkan minyak. Minyak tersebut
digosokkan pada kulit kepala, tiga kali seminggu. Bisa juga dengan ramuan 10 gram kemiri,
enam lembar daun mangkokan, dua lembar daun pandan wangi, enam lembar daun urang
aring, 50 cc minyak kelapa, 50 cc minyak wijen, dua kuntum bunga mawar, 14 kuntum bunga
melati direbus dengan 2.000 cc air hingga tersisa 1.000 cc. Kemudian rebusan disaring dan
dioleskan ke kulit kepala setelah dingin sambil dipijat. Lakukan dua kali sehari.

Untuk mengatasi rambut rontok, 40 gram daun lidah buaya yang telah dikupas kulitnya, 20
gram daun mangkokan, dan 20 gram daun waru muda dihaluskan. Kemudian tambahkan 50
cc minyak kemiri hangat. Diaduk, lalu dioleskan pada kulit rambut hingga rata, diamkan
beberapa saat lalu rambut dicuci hingga bersih.
Mengatasi sariawan, getah dari kulit batang kemiri ditambah santan kelapa secukupnya
ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit. Untuk sakit gigi, getah daun kemiri beberapa tetes
dilumaskan pada gigi yang sakit.

Obat buang air besar yang berdarah, 20 gram kulit batang kemiri direus dengan 400 cc air
hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat. Obat disentri, 10 gram
kulit batang kemiri direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan
diminum airnya hangat-hangat sebanyak dua kali sehari.

Mengatasi diare, 20 gram kulit batang kemiri segar ditumbuk hingga halus lalu direbus
dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Rebusan kemudian disaring dan diminum sebanyak
150 cc, lakukan dua kali sehari.

Kemampuan lain dari kemiri ini banyak yang percaya kayu kemiri dapat menolak roh jahat,
namun menurut beberapa orang sebetulnya yang bertuah justru buah kemirinya tetapi yang
tidak berisi atau KEMIRI KOPONG, untuk mendapatkannya taruh sejumlah buah kemiri yang
belum dipecah kedalam ember berisi air, yang mengambang itulah yang kopong. Untuk
menolak setan, taruh kemiri kopong dalam daun tales wulung (Colacassia esculenta Schott)
atau daun Senthe (Alocassia macrorrhiza Schott) yang berwarna ungu. Bungkus kemiri
kopong tersebut dengan daun itu dan ikatlah bungkusan ini dengan benang lawe (lawe
wenang atau benang putih) hingga 7 lilitan. Taruhlah bungkusan ini ditempat yang
diperkirakan ada gangguan, untuk amannya buat 5 bungkus, taruh masing masing 1 ditiap
sudut dan satu ditengah rumah. Meletakannya bisa diketinggian atau diatas tanah. Bilamana
disitu ada setannya maka biasanya mereka terperangkap dalam bungkusan kemiri kopong ini.
Jangan Anggap Remeh Diare!
Pernahkah Anda diare? Setiap orang pasti pernah
terkena diare dalam hidupnya. Diare adalah
penyakit yang ditandai dengan tinja yang lembek
dan cair, seringkali disertai kejang perut. Diare tak
pernah pandang bulu, ia dapat menyerang siapa
saja, baik pria maupun wanita, baik orang tua
maupun muda.
Diare seringkali dianggap sebagai penyakit sepele,
padahal di tingkat global dan nasional fakta
menunjukkan sebaliknya. Menurut catatan WHO,
diare membunuh dua juta anak di dunia setiap
tahun, sedangkan di Indonesia, menurut Surkesnas (2001) diare merupakan salah satu
penyebab kematian kedua terbesar pada balita.
Jangan anggap remeh diare terutama pada anak. Diare mungkin bukan penyakit parah
seperti penyakit jantung atau kanker. Namun, diare pada bayi dan balita (bayi bawah lima
tahun) sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian akibat kekurangan cairan.
Bayi dan balita (bayi bawah lima tahun) rentan sekali akan diare. Perkembangan sistem
pencernaan dan kekebalan tubuhnya yang belum optimal menyebabkan mereka mudah
terserang diare akibat bakteri atau virus.
Lain lagi dengan orang dewasa. Diare pada orang dewasa, selain karena bakteri, dapat
disebabkan pola makan (makanan bersantan dan pedas) dan stres. Untungnya, daya tahan
orang dewasa lebih kuat dibandingkan anak-anak.
Hal penting yang harus diwaspadai pada penderita diare adalah kemungkinan terjadinya
dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Cairan dan elektrolit tubuh akan banyak keluar
bersama tinja sehingga tubuh kesulitan menjalankan fungsinya.
Penanganan diare pun tidak semudah membalikan telapak tangan. Pemberian cairan yang
mengandung elektrolit penting memang baik untuk mencegah dehidrasi penderita, tetapi
pemberian obat anti diare yang tidak pada tempatnya malah berbahaya.
Apa saja yang harus diketahui tentang diare?Apa saja gejala dehidrasi pada pasien
diare?Bagaimanakah penanganan diare yang tepat?Jangan lewatkan wawancara eksklusif
kami dengan ahli diare yaitu dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH dan dr. Luszy
Arijanty, Sp.A? Anda dapat mengetahui semuanya dengan membaca detail kesehatan
berikut.

Penyebab Diare dan Gejala Diare


Penyebab Diare
Diare bukanlah penyakit yang datang dengan sendirinya. Biasanya ada yang menjadi
pemicu terjadinya diare. Secara umum, berikut ini beberapa penyebab diare, yaitu:
1. Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit.
2. Alergi terhadap makanan atau obat tertentu.
3. Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: Campak,
Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll.
4. Pemanis buatan
Berdasar metaanalisis di seluruh dunia, setiap
anak minimal mengalami diare satu kali setiap
tahun. Dari setiap lima pasien anak yang datang
karena diare, satu di antaranya akibat rotavirus.
Kemudian, dari 60 anak yang dirawat di rumah
sakit akibat diare satu di antaranya juga karena
rotavirus.
Di Indonesia, sebagian besar diare pada bayi
dan anak disebabkan oleh infeksi rotavirus.
Bakteri dan parasit juga dapat menyebabkan
diare. Organisme-organisme ini mengganggu
proses penyerapan makanan di usus halus. Dampaknya makanan tidak dicerna
kemudian segera masuk ke usus besar.
Makanan yang tidak dicerna dan tidak diserap usus akan menarik air dari dinding usus.
Di lain pihak, pada keadaan ini proses transit di usus menjadi sangat singkat sehingga
air tidak sempat diserap oleh usus besar. Hal inilah yang menyebabkan tinja berair pada
diare.
Sebenarnya usus besar tidak hanya mengeluarkan air secara berlebihan tapi juga
elektrolit. Kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare ini kemudian dapat
menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi inilah yang mengancam jiwa penderita diare.
Selain karena rotavirus, diare juga bisa terjadi akibat kurang gizi, alergi, tidak tahan
terhadap laktosa, dan sebagainya. Bayi dan balita banyak yang memiliki intoleransi
terhadap laktosa dikarenakan tubuh tidak punya atau hanya sedikit memiliki enzim
laktose yang berfungsi mencerna laktosa yang terkandung susu sapi.
Tidak demikian dengan bayi yang menyusu ASI. Bayi tersebut tidak akan mengalami
intoleransi laktosa karena di dalam ASI terkandung enzim laktose. Disamping itu, ASI
terjamin kebersihannya karena langsung diminum tanpa wadah seperti saat minum susu
formula dengan botol dan dot.
Diare dapat merupakan efek sampingan banyak obat terutama antibiotik. Selain itu,
bahan-bahan pemanis buatan sorbitol dan manitol yang ada dalam permen karet serta
produk-produk bebas gula lainnya menimbulkan diare.
Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi
hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang
jelas dari rapuhnya tulang.
Orang tua berperan besar dalam menentukan penyebab anak diare. Bayi dan balita yang
masih menyusui dengan ASI eksklusif umumnya jarang diare karena tidak
terkontaminasi dari luar. Namun, susu formula dan makanan pendamping ASI dapat
terkontaminasi bakteri dan virus.
Gejala Diare
Gejala diare atau mencret adalah tinja yang encer dengan frekuensi 4 x atau lebih dalam
sehari, yang kadang disertai:
• Muntah
• Badan lesu atau lemah
• Panas
• Tidak nafsu makan
• Darah dan lendir dalam kotoran
Rasa mual dan muntah-muntah dapat
mendahului diare yang disebabkan oleh
infeksi virus. Infeksi bisa secara tiba-tiba
menyebabkan diare, muntah, tinja berdarah,
demam, penurunan nafsu makan atau
kelesuan.
Selain itu, dapat pula mengalami sakit perut
dan kejang perut, serta gejal-gejala lain
seperti flu misalnya agak demam, nyeri otot
atau kejang, dan sakit kepala. Gangguan
bakteri dan parasit kadang-kadang
menyebabkan tinja mengandung darah atau
demam tinggi.
Diare bisa menyebabkan kehilangan cairan
dan elektrolit (misalnya natrium dan
kalium), sehingga bayi menjadi rewel atau
terjadi gangguan irama jantung maupun perdarahan otak.
Diare seringkali disertai oleh dehidrasi (kekurangan cairan). Dehidrasi ringan hanya
menyebabkan bibir kering. Dehidrasi sedang menyebabkan kulit keriput, mata dan
ubun-ubun menjadi cekung (pada bayi yang berumur kurang dari 18 bulan). Dehidrasi
berat bisa berakibat fatal, biasanya menyebabkan syok.
kembali keatas

Diagnosa Diare dan Klasifikasi Dehidrasi

Pengobatan Diare yang Tepat

Menangani Diare pada Anak

Pencegahan Diare

Tanya Jawab dengan Dokter Ahli Diare

Info Detail Kesehatan Lainnya :


Informasi Lengkap Penyakit Osteoporosis

Obat Generik, Harga Murah Tapi Mutu Tidak Kalah

Diabetes, The Sillent Killer

Stroke Mengancam Usia Produktif

Bagaimana Cara Efektif Untuk Hamil atau Tidak Hamil?

Informasi Uji Strip Kesuburan

Informasi TBC

Informasi Buah Merah

Informasi Multinutrien

Informasi Serum Vitamin C

Informasi Hepatitis C
v

Diagnosa Diare dan Klasifikasi Dehidrasi


Diagnosa Diare
Diagnosa diare ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Amati
konsistensi tinja dan frekuensi buang air besar bayi atau balita. Jika tinja encer dengan
frekuensi buang air besar 3 kali atau lebih dalam sehari, maka bayi atau balita tersebut
menderita diare.
Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk mengetahui kadar elektrolit dan jumlah sel
darah putih. Namun, untuk mengetahui organisme penyebab diare, perlu dilakukan
pembiakan terhadap contoh tinja.
Klasifikasi Dehidrasi
Berdasarkan klasifikasi dehidrasi WHO, maka dehidrasi
dibagi tiga menjadi dehidrasi ringan, sedang, atau berat.
1. Dehidrasi Ringan
Tidak ada keluhan atau gejala yang mencolok. Tandanya anak
terlihat agak lesu, haus, dan agak rewel.
2. Dehidrasi Sedang
Tandanya ditemukan 2 gejala atau lebih gejala berikut:
• Gelisah, cengeng
• Kehausan
• Mata cekung
• Kulit keriput, misalnya kita cubit kulit dinding perut,
kulit tidak segera kembali ke posisi semula.
3. Dehidrasi berat
Tandanya ditemukan 2 atau lebih gejala berikut:
• Berak cair terus-menerus
• Muntah terus-menerus
• Kesadaran menurun, lemas luar biasa dan terus mengantuk
• Tidak bisa minum, tidak mau makan
• Mata cekung, bibir kering dan biru
• Cubitan kulit baru kembali setelah lebih dari 2 detik
• Tidak kencing 6 jam atau lebih/frekuensi buang air kecil berkurang/kurang dari 6
popok/hari.
• Kadang-kadang dengan kejang dan panas tinggi
kembali keatas

www.medicastore.com

Penyebab Diare dan Gejala Diare

Diagnosa Diare dan Klasifikasi Dehidrasi

Pengobatan Diare yang Tepat

Menangani Diare pada Anak

Pencegahan Diare

Tanya Jawab dengan Dokter Ahli Diare

Info Detail Kesehatan Lainnya :


Informasi Lengkap Penyakit Osteoporosis

Obat Generik, Harga Murah Tapi Mutu Tidak Kalah

Diabetes, The Sillent Killer

Stroke Mengancam Usia Produktif

Bagaimana Cara Efektif Untuk Hamil atau Tidak Hamil?

Informasi Uji Strip Kesuburan

Informasi TBC

Informasi Buah Merah

Informasi Multinutrien

Informasi Serum Vitamin C

Informasi Hepatitis C

Pengobatan Diare yang Tepat


Tidak selamanya diare itu buruk. Sebenarnya diare adalah mekanisme tubuh untuk
mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Racun yang dihasilkan oleh virus, bakteri, parasit
dan sebagainya akan dibuang keluar bersama dengan tinja yang encer.
Kehilangan cairan tubuh yang mengandung elektrolit penting adalah penyebab kematian
pada penderita diare. “Kondisi yang disebut dehidrasi ini berbahaya karena dapat
menimbulkan gangguan irama jantung dan menurunkan kesadaran pasien. Jangan anggap
remeh, kalau tidak diatasi bisa menimbulkan kematian,” jelas dr. Ari Fahrial Syam,
Sp.PD, KGEH, MMB
Sebagian besar diare akut (diare mendadak) pada anak dapat disembuhkan hanya dengan
pemberian cairan dan meneruskan pemberian makanan saja. Oleh sebab itu, inti dari
pengobatan diare adalah memberikan cairan untuk menghindari terjadi dehidrasi.
“Prinsip pengobatan diare adalah mencegah dehidrasi dengan pemberian oralit (rehidrasi)
dan mengatasi penyebab diare, “ ungkap dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH, MMB.
Diare dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti salah makan, bakteri, parasit, sampai
radang. Pengobatan yang diberikan harus disesuaikan dengan klinis pasien.
Obat diare dibagi menjadi tiga, pertama kemoterapeutika yang memberantas penyebab
diare .seperti bakteri atau parasit, obstipansia untuk menghilangkan gejala diare dan
spasmolitik yang membantu menghilangkan kejang perut yang tidak menyenangkan.
Sebaiknya jangan mengkonsumsi golongan kemoterapeutika tanpa resep dokter. Dokter
akan menentukan obat yang disesuaikan dengan penyebab diarenya misal bakteri, parasit.
Pemberian kemoterapeutika memiliki efek samping dan sebaiknya diminum sesuai
petunjuk dokter
Sebenarnya usus besar tidak hanya mengeluarkan air secara berlebihan tapi juga
elektrolit. Kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare ini kemudian dapat
menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi inilah yang mengancam jiwa penderita diare.
Penggolongan Obat Diare
A. Kemoterapeutika untuk terapi kausal yaitu memberantas bakteri penyebab diare
seperti antibiotika, sulfonamide, kinolon dan furazolidon.
1. Racecordil
Anti diare yang ideal harus bekerja cepat, tidak menyebabkan konstipasi,
mempunyai indeks terapeutik yang tinggi, tidak mempunyai efek buruk
terhadap sistem saraf pusat, dan yang tak kalah penting, tidak
menyebabkan ketergantungan. Racecordil yang pertama kali dipasarkan di
Perancis pada 1993 memenuhi semua syarat ideal tersebut.
2. Loperamide
Loperamide merupakan golongan opioid yang bekerja dengan cara
memperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi otot sirkuler
dan longitudinal usus. Obat diare ini berikatan dengan reseptor opioid
sehingga diduga efek konstipasinya diakibatkan oleh ikatan loperamid
dengan reseptor tersebut. Efek samping yang sering dijumpai adalah kolik
abdomen (luka di bagian perut), sedangkan toleransi terhadap efek
konstipasi jarang sekali terjadi.
3. Nifuroxazide
Nifuroxazide adalah senyawa nitrofuran memiliki efek bakterisidal
terhadap Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Streptococcus,
Staphylococcus dan Pseudomonas aeruginosa. Nifuroxazide bekerja lokal
pada saluran pencernaan.
Obat diare ini diindikasikan untuk dire akut, diare yang disebabkan oleh E.
coli & Staphylococcus, kolopatis spesifik dan non spesifik, baik
digunakan untuk anak-anak maupun dewasa.
4. Dioctahedral smectite
Dioctahedral smectite (DS), suatu aluminosilikat nonsistemik berstruktur
filitik, secara in vitro telah terbukti dapat melindungi barrier mukosa usus
dan menyerap toksin, bakteri, serta rotavirus. Smectite mengubah sifat
fisik mukus lambung dan melawan mukolisis yang diakibatkan oleh
bakteri. Zat ini juga dapat memulihkan integritas mukosa usus seperti
yang terlihat dari normalisasi rasio laktulose-manitol urin pada anak
dengan diare akut.
B. Obstipansia untuk terapi simtomatis (menghilangkan gejala) yang dapat
menghentikan diare dengan beberapa cara:
1. Zat penekan peristaltik, sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk
resorpsi air dan elektrolit oleh mukosa usus seperti derivat petidin
(difenoksilatdan loperamida), antokolinergik (atropine, ekstrak
belladonna)
2. Adstringensia yang menciutkan selaput lendir usus, misalnya asam samak
(tannin) dan tannalbumin, garam-garam bismuth dan alumunium.
3. Adsorbensia, misalnya karbo adsorben yanga pada permukaannya dapat
menyerap (adsorpsi) zat-zat beracun (toksin) yang dihasilkan oleh bakteri
atau yang adakalanya berasal dari makanan (udang, ikan). Termasuk di
sini adalah juga musilago zat-zat lendir yang menutupi selaput lendir usus
dan luka-lukanya dengan suatu lapisan pelindung seperti kaolin, pektin
(suatu karbohidrat yang terdapat antara lain sdalam buah apel) dan garam-
garam bismuth serta alumunium.
C. Spasmolitik, yakni zat-zat yang dapat melepaskan kejang-kejang otot yang
seringkali mengakibatkan nyeri perut pada diare antara lain papaverin dan
oksifenonium.
kembali keatas

www.medicastore.com

Penyebab Diare dan Gejala Diare

Diagnosa Diare dan Klasifikasi Dehidrasi

Pengobatan Diare yang Tepat

Menangani Diare pada Anak

Pencegahan Diare

Tanya Jawab dengan Dokter Ahli Diare

Info Detail Kesehatan Lainnya :


Informasi Lengkap Penyakit Osteoporosis

Obat Generik, Harga Murah Tapi Mutu Tidak Kalah


Diabetes, The Sillent Killer

Stroke Mengancam Usia Produktif

Bagaimana Cara Efektif Untuk Hamil atau Tidak Hamil?

Informasi Uji Strip Kesuburan

Informasi TBC

Informasi Buah Merah

Informasi Multinutrien

Informasi Serum Vitamin C

Informasi Hepatitis C

Tips dan Cara Mengobati & Mengatasi Diare / Mencret /


Buang Air Besar - Pengobatan / Penyembuhan / Sembuh
Penyakit Masyarakat
Sat, 29/07/2006 - 7:16pm — godam64
Terkadang kita sebagai manusia lalai terhadap kesehatan tubuh kita, sehingga tidak bisa
menghindarkan diri dari makanan yang tidak higienis atau bersih dari segala macam bibit
kuman dan penyakit. Apabila kita makanan yang tidak higienis maka kita bisa terserang
penyakit pencernaan yang salah satu akibatnya adalah diare atau mencret-mencret. Selain itu
diare dapat disebabkan oleh keracunan bahan kimia dalam makanan, masuk angin, dehidrasi
(kekurangan cairan tubuh) dan lain sebagainya.
Diare adalah suatu kondisi di mana seseorang buang air besar berkali-kali dalam satu hari
yang melebihi batas normal dan tinja atau feses yang keluar berupa cairan encer atau kental
disertai angin / kentut dari dalam perut. Berikut di bawah ini adalah 4 (empat) teknik atau
cara untuk menanggulangi diare atau mencret-mencret.
1. Minum Air Putih yang Banyak
Sering-seringlah minum air putih yang banyak karena dengan sering buang air besar maka
tubuh akan kehilangan banyak cairan yang harus selalu digantikan dengan cairan yang baru.
Setiap setelah BAB minumlah satu atau dua gelas air putih atau air mineral yang bersih dan
sudah dimasak.
Minumlah oralit yang merupakan larutan gula garam untuk membantu pembentukan energi
dan menahan diare / berak setelah habis BAB. Hindari minum kopi, teh dan lain sebagainya
yang mampu merangsang asam lambung.
2. Makan Makanan Khusus
Hindari makan makanan yang berserat seperti agar-agar, sayur dan buah karena makanan
berserat hanya akan memperpanjang masa diare. Makanan berserat hanya baik untuk
penderita susah buang air besar.
Bagi penderita diare sebaiknya makan makanan rendah serat dah halus seperti bubur nasi atau
nasi lemes dengan lauk telur asin. Di sini nasi akan menjadi gula untuk memberikan energi,
sedangkan telur asin akan memberikan protein dan garam untuk menahan mencret dan
sebagai zat pembangun tubuh. Hindari makan makanan di luar sembarangan serta makanan
yang pedas mengandung cabai dan lada.
3. Istirahat yang Cukup
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang yang buang-buang air akan terasa lemah, lemas, lesu,
kurang bergairah, dan sebagainya. Untuk itu bagi anda yang sudah merasa sangat lemas
sebaiknya meminta izin sekolah atau kantor untuk menghindari dari kemungkinan yang
terburuk atau memalukan di tempat umum. Tidur sebanyak-banyaknya namun tidak
melupakan waktu makan makanan dan obat harus teratur, banyak minum, beribadah dan
berdoa dan lain-lain.
4. Minum Obat Dengan Dosis yang Tepat
Ada baiknya anda berkonsultasi dengan dokter dan meminta obat yang tepat untuk anda,
karena setiap orang memiliki karakteristik masing-masing dalam pemilihan obat. Rumah
sakit, dokter praktek, puskesmas atau balai pengobatan lain yang sesuai izin depkes adalah
pilihan yang tepat karena memiliki dokter yang baik dengan obat-obatan yang baik pula. Bila
anda ragu datangi saja dokter lain untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Setalah mendapatkan obat minumlah obat itu sesuai dosis yang waktu yang telah ditentukan.
Biasanya dokter akan memberikan obat mules, obat mencret, vitamin dan antibiotik. Untuk
obat mules dan mencret sebaiknya diminum jika perut mulas dan diare saja dan hentikan jika
sudah berhenti mules dan diare. Sedangkan untuk antibiotik wajib dihabiskan agar kuman
dan bibit penyakit lainnya mati total dan tidak membentuk resistensi. Untuk vitamin terserah
anda mau dihabiskan atau tidak, akan tetapi tidak ada salahnya jika dihabiskan karena
vitamin baik untuk anda asalkan tidak berlebihan.
• kesehatan masyarakat