Anda di halaman 1dari 9

HUKUM DASAR RANGKAIAN LISTRIK

KELOMPOK II
1. 2.

3.
4. 5.

ATIKAH PUTRI LUBIS JULIADI JUWAIRIAH ANNISA SULIS TYANINGSIH SYARIVA MARIS FISIKA DIK C`12 UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

HUKUM OHM
Hukum Ohm berbunyi : Kuat arus yang melalui ujung penghantar akan sebanding dengan beda potensial di ujug-ujung penghantar tersebut dengan ketentuan hambatan bernilai konstan dan suhu yang tetap

Hukum Ohm dapat dirumuskan dengan :

V = IR
dan untuk tegangan yang berubah terhadap waktu menjadi

v = iR

HUKUM KIRCHOFF
Sebelum membahas hukum kirchhoff ada beberapa istilah yang terkait dengan diagram rangkaian, yang perlu kita fahami, yaitu : Terminal : ujung akhir piranti atau sambungan
rangkaian.

Rangkaian
terminalnya.
piranti.

: beberapa piranti yang dihubungkan pada titik sambung antara dua atau lebih

Simpul (node): Simpai (loop)

: rangkaian tertutup yang terbentuk apabila kita berjalan mulai dari salah satu simpul mengikuti sederetan piranti dengan melewati tiap simpul tidak lebih dari satu kali dan berakhir pada simpul tempat kita mulai perjalanan.

HUKUM ARUS KIRCHOFF


Setiap saat, jumlah aljabar dari arus di satu simpul adalah nol Bila arus yang menuju simpul diberi tanda positif, maka arus yang meninggalkan simpul diberi tanda negatif (atau sebaliknya bila arus yang meninggalkan bertanda positif, arus yang menuju simpul bertanda negatif) Arah arus di sini adalah arah referensi dan bukan arah arus sebenarnya.

i=0

Maka nilai arus percabangan dapat ditentukan sebesar,

i1

i1 i2 i3 i4 i5 0
i2 i4

i3

i5

i1 i3 i2 i4 i5

HUKUM TEGANGAN KIRCHOFF


Setiap saat, jumlah aljabar tegangan dalam satu loop adalah nol. Kita harus memperhatikan tanda referensi tegangan dalam menuliskan persamaan tegangan loop. Tegangan diberi tanda positif jika kita bergerak dari + ke - dan diberi tanda negatif bila kita bergerak dari - ke +.

V=0

Maka besarnya tegangan dari gambar dibawah adalah:

V1
+

R1

VA

R2
-

V2

V V V V 0
a + 1+ 2+ 3=

R3 + V3

Anda mungkin juga menyukai