Anda di halaman 1dari 3

CONTOH-CONTOH SOAL

MPS (MASTER PRODUCTION SCHEDULE)


Contoh 1:
Deskripsi : Kursi OX 830
On Hand : 0

Periode
(menit) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Kebutuhan 950
bruto
Jadwal
0
Penerimaan
Proyeksi on
0
hand
Kebutuhan
950
netto
Rencana
950
penerimaan
Rencana
950
pemesanan

Dalam Master Production Schedule ini menyatakan bahwa adanya pesanan


untuk produk kursi OX 830 secara keseluruhan adalah sebanyak 950 unit kursi,
untuk memproduksi kursi tersebut memerlukan waktu 10 menit per-unit. Kursi
yang sudah diproduksi harus di proses lebih lanjut ke dalam proses finishing
yang memerlukan waktu 2 menit Iamanya dan proses finishing ini akan dimulai di
menit ke-8 dan selesai pada menit ke-10. Jika perusahaan menerima banyak
pesanan maka perusahaan akan menambah waktu lembur. Biasanya dalam
sehari perusahaan bisa memproduksi sebanyak 60 - 80 unit, tetapi jika
menambah waktu lembur maka dalam sehari perusahaan bisa memproduksi
sebanyak 100-120 unit.
Contoh 2:
Perhitungan disagregrasi untuk produk beauty case tipe 273 untuk bulan Mei
2001 yaitu jumlah permintaan untuk tipe 273 pada bulan Mei 1999 dan bulan Mei
2000 yaitu 1300 dan1395 sehingga jumlah total permintaan tipe 273 yaitu 2695.
Jumlah total permintaan produk beauty case bulan Mei 1999 dan bulan Mei 2000
adalah 3833 dan 3875. Jumlah yang harus diproduksi pada bulan Mei 2001
untuk produk beauty case yaitu 3699 maka jumlah unit untuk tipe 273 pada bulan
Mei 2001 yaitu: Jadi pada bulan Mei tipe 273 akan diproduksi sebesar 1294 unit
Hasil disagregrasi ini akan dijadikan Master Production Schedule untuk
perencanaan kebutuhan material, dimana jumlah unit yang diproduksi dibagi
menjadi per minggu untuk tiap bulan.
PERENCANAAN AGREGAT
Contoh 3:
Perhitungan biaya tenaga kerja reguler pada departemen vakum ukuran 26.
Biaya tenaga kerja per unit Rp 880,00
Waktu baku = 52.53 detik/unit
Biaya tenaga kerja per jam =Rp880,00*( 1/52.53)*3600jam/unit
=Rp60.308,40
Contoh 4:
Perhitungan biaya tenaga kerja overtime per jam pada departemen vakum
Biaya tenaga kerja overtime per jam = biaya tenaga kerja regler/jam*1.5
Biaya tenaga kerja overtime per jam = Rp60.308,40* 1.5
= Rp 90.462,60

Contoh 5:
Perencanaan Aggregat dengan Trial and Error
Diketahui demand selama 8 kuartal ke depan (hasil ramalan  lihat slide
berikutnya)
Ongkos produksi :
Regular time (Cr): 10 (US$/unit)
Over time (Co): 30 (US$/unit)
Ongkos kenaikan tingkat produksi (Ch) : 100 US$/unit (hiring cost)
Ongkos penurunan tingkat produksi (Cl): 150 US$/unit  (lay-off cost)
Ongkos inventory (Ci): 50 US$/kuartal
Incremental cost for subcontracting (Cs): 80 US$/unit
SUMBER :
Anonim A, 2008. Analisis Perencanaan Bahan Baku Material Kursi OX 830,
Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP).
http://lpks1.wima.ac.id/pphks/accurate/makalah/MOSS2.pdf.

Anonim B, 2008. http://digilib.petra.ac.id/jiunkpe/s1/tmi/2001/jiunkpe-ns-s1-2001-


25497021-229-linear-chapter4.pdf.

Anonim C, 2008. Perencanaan Agregat.


http://www.lpp.uns.ac.id/web/moodle/moodledata/122/03_Perencanaan_Agr
egat.ppt.