P. 1
Sungai Nil

Sungai Nil

|Views: 7|Likes:
Dipublikasikan oleh amskum@yahoo.com

More info:

Published by: amskum@yahoo.com on May 03, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2014

pdf

text

original

Wisata Lembah Sungai Nil Sungai Nil adalah merupakan satu dari dua sungai yang terpanjang di Dunia

. Panjang sungai Nil mencapai kira-kira 6.500 km, membentangi sembilang negara, yaitu: Ethiopia, Zaire, Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda, Burundi, Sudan dan Mesir. Sungai Nil memiliki sejarah yang kental dengan bangsa Mesir. Sungai Nil juga mengaliri wilayah pegunungan Sinai dimana tempat Nabi Musa menerima wahyu dari Allah.

Sungai Nil ini juga dekat dengan lokasi kerajaan mesir dengan piramid-piramidnya. Dahulu kalanya munculnya peradaban lembah sungai Nil ini disebabkan kesuburan tanah disekitar lembah sungai yang diakibatkan oleh tragedi alam yaitu banjir yang menyertai lumpur. Dengan demikian menarik perhatian para manusia untuk dapat hidup dan membangun, menciptakan peradaban disitu.

Saat ini pemandangan sungai Nil di Mesir sudah kian moderen, kita dapat melihat gedunggedung dan bangunan tinggi ditepi sungai Nil. Dan sungai Nil ini memang sungai yang sangat besar sekali, kalau dilihat sekilas seperti danau, padahal memang sungai. Sungai Nil yang perkasa telah memberikan Mesir sumber air selama ribuan tahun. Layak mendapatkan reputasinya sebagai museum terbuka yang terbesar di dunia, Lembah Sungai Nil menyimpan ribuan monumen di situs peninggalan sejarah seperti Luxor dan Aswan. Jangan lewatkan kota kuil Karnak, puluhan makam di Lembah Para Raja, kuil batu Abu Simbel yang

besar atau Kuil Luxor yang luas dan kokoh. Pengunjung dapat memandang situs-situs luar biasa ini dengan perahu layar felucca atau kapal pesiar, atau naik kereta api dari Kairo. Peradaban lembah sungai Nil

Peradaban lembah sungai Nil di Mesir, Afrika, lahir disebabkan kesuburan tanah disekitar lembah sungai yang diakibatkan oleh banjir yang membawa lumpur. Hal inilah yang menarik perhatian manusia untuk mulai hidup dan membangun peradaban ditempat tersebut.

Peradaban lembah sungai Nil dibangun oleh masyarakat mesir kuno

Kehidupan masyarakat Mesir kuno

Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400 kilometer. Sungai Nil bersumber dari mata air di dataran tinggi (pegunungan) Kilimanjaro di Afrika Timur. Sungai Nil mengalir dari arah selatan ke utara bermuara ke Laut Tengah. Ada empat negara yang dilewati sungai Nil yaitu Uganda, Sudan, Ethiopia dan Mesir.

Setiap tahun sungai Nil selalu banjir. Luapan banjir itu menggenangi daerah di kiri kanan sungai, sehingga menjadi lembah yang subur selebar antara 15 sampai 50 kilometer. Di sekeliling lembah sungai adalah gurun. Batas timur adalah gurun Arabia di tepi Laut Merah. Batas selatan terdapat gurun Nubia di Sudan, batas barat adalah gurun Libia. Kemudian batas utara Mesir adalah Laut Tengah.

Menurut mitos, air sungai yang mengalir terus tersebut adalah air mata Dewi Isis yang selalu sibuk menangis dan menyusuri sungai Nil untuk mencari jenazah puteranya yang gugur dalam pertempuran.

Namun secara ilmiah, air tersebut berasal dari gletsyer yang mencair dari pegunungan Kilimanjaro sebagai hulu sungai Nil.

Peranan sungai Nil begitu penting bagi lahirnya kehidupan masyarakat di lembah sungai tersebut. Maka tepatlah jika Herodotus menyebutkan “Mesir adalah hadiah sungai Nil” (Egypt is the gift of the Nile)

Lembah sungai Nil yang subur mendorong masyarakat untuk bertani. Air sungai Nil dimanfaatkan untuk irigasi dengan membangun saluran air, terusan-terusan dan waduk. Air sungai dialirkan ke ladang-ladang milik penduduk dengan distribusi yang merata. Untuk

keperluan irigasi dibuatlah organisasi pengairan yang biasanya diketuai oleh para tuan tanah atau golongan feodal. Hasil pertanian Mesir adalah gandum, sekoi atau jamawut dan jelai yaitu padi-padian yang biji atau buahnya keras seperti jagung.

Untuk memenuhi kebutuhan barang-barang serta untuk menjual hasil produksi rakyat Mesir, maka dijalinlah hubungan dagang dengan Funisia, Mesopotamia dan Yunani di kawasan Laut Tengah. Peranan sungai Nil adalah sebagai sarana transportasi perdagangan. Banyak perahuperahu dagang yang melintasi sungai Nil.

Sejarah politik di Mesir berawal dari terbentuknya komunitas-komunitas di desa-desa sebagai kerajaan-kerajaan kecil dengan pemerintahan desa. Desa itu disebut nomen. Dari desa-desa kecil berkembanglah menjadi kota yang kemudian disatukan menjadi kerajaan Mesir Hilir dan Mesir Hulu. Proses tersebut berawal dari tahun 4000 SM namun pada tahun 3400 SM seorang penguasa bernama Menes mempersatukan kedua kerajaan tersebut menjadi satu kerjaan Mesir yang besar.

Mesir merupakan sebuah kerajaan yang diperintah oleh raja yang bergelar Firaun. Ia berkuasa secara mutlak. Firaun dianggap dewa dan dipercaya sebagai putera Dewa Osiris. Seluruh kekuasaan berada ditangannya baik sipil, militer maupun agama.

Sebagai penguasa, Firaun mengklaim atas seluruh tanah kerajaan. Rakyat yang tinggal di wilayah kerajaan harus membayar pajak. Untuk keperluan tersebut Firaun memerintahkan untuk sensus penduduk, tanah dan binatang ternak. Ia membuat undang-undang dan karena itu menguasai pengadilan. Sebagai penguasa militer Firaun berperan sebagai panglima perang, sedangkan pada waktu damai ia memerintahkan tentaranya untuk membangun kanal-kanal dan

jalan raya.

Untuk menjalankan pemerintahannya Firaun mengangkat para pejabat yang pada umumnya berasal dari golongan bangsawan. Ada pejabat gubernur yang memerintah propinsi, panglima ketentaraan, hakim di pengadilan dan pendeta untuk melaksanakan upacara keagamaan. Salah satu jabatan penting adalah Wazir atau Perdana Menteri yang umumnya dijabat oleh putra mahkota.

Sejak tahun 3400 SM sejarah Mesir diperintah oleh 30 dinasti yang berbeda yang terdiri dari tiga zaman yaitu Kerajaan Mesir Tua yang berpusat di Memphis, Kerajaan Tengah di Awaris dan Mesir Baru di Thebe.

Nile River Valley Tourism

The Nile is one of the two rivers is the longest in the world. The length of the Nile reaches approximately 6500 km, membentangi Sembilang countries: Ethiopia, Zaire, Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda, Burundi, Sudan and Egypt. The Nile has a strong history with the Egyptians. Nile River also flow through the mountains of Sinai where Moses received the place of God's revelation

The Nile is also close to the location of the royal Egyptian pyramid-piramidnya. Sometimes first appearance of the Nile valley civilization was due to soil fertility around the valley of the river caused by natural tragedies that accompany the flood mud. Thus attract the attention of human beings to live and build, creating a civilization there.

Current views of the river Nile in Egypt has been increasingly modern, we can see the buildings and tall buildings on the edge of the Nile. And the Nile is indeed a very big river, that at first glance like a lake, but it streams. The mighty Nile River Egypt has provided the water source for thousands of years. Deserved reputation as the largest open museum in the world, the Nile Basin save thousands of historical monuments at sites such as Luxor and Aswan. Do not miss the town of Karnak temple, dozens of tombs in the Valley of the Kings, Abu Simbel temple stones are large or the Temple of Luxor

is spacious and sturdy. Visitors can view outstanding sites with felucca sailboat or a yacht, or take the train from Cairo.

Nile valley civilization

Civilization of the Nile valley in Egypt, Africa, was born due to soil fertility around the valley of the river caused by the floods that bring in mud. This is what attracted people to start building a civilization of life and the place is.

Nile valley civilization built by the ancient Egyptians

Life of ancient Egypt

The Nile is the longest river in the world, reaching 6400 kilometers. Nile River comes from springs in the highlands (mountains) Kilimanjaro in East Africa. The Nile flows from south to north empties into the Mediterranean. There are four states through which the Nile Uganda, Sudan, Ethiopia and Egypt.

Every year the Nile always flooded. The overflow flood inundated areas on both sides of the river, making it a fertile valley width between 15 to 50 kilometers. Around the river valley is a desert. Eastern boundary is the Arabian desert on the shores of the Red Sea. The southern boundary of the Nubian desert in Sudan there, the western boundary of the Libyan desert. Egypt was then the northern boundary of the Mediterranean.

According to myth, the water continues flowing river is the tears of Isis which is always busy crying and down the Nile to find the corpse of his son who died in battle.

But scientifically, the water comes from the melting of mountain gletsyer Kilimanjaro as the river Nile.

The role of the Nile so important to the birth of community life in the valley of the river. It is fitting if Herodotus mentions "Egypt is the gift of the Nile" (Egypt is the gift of the Nile)

The fertile Nile valley to encourage people to farm. Nile water used for irrigation by building drains, canals and reservoirs. River water flowed into the fields of a resident with a uniform distribution. For the purposes of irrigation water that is usually made organization chaired by the landlords or feudal class. Egyptian agricultural products are wheat, barley sekoi or jamawut and

the grain seeds or hard fruits such as corn.

To meet the needs of goods and to sell the products of the Egyptian people, then dijalinlah trade relations with the Phoenicians, Mesopotamia and Greece in the Mediterranean region. The role of the Nile is trading as a means of transportation. Many commercial boats that cross the river Nile.

Political history of Egypt begins with the formation of communities in the villages as small kingdoms to rule the village. The village was called nomen. Of small villages which later developed into a city united into the kingdom of Lower Egypt and Upper Egypt. The process was started from 4000 BC, but in the year 3400 BC a ruler named Menes unites the two kingdoms into one big jobs Egyptians.

Egypt was a kingdom ruled by a king who holds a Pharaoh. He ruled absolutely. Pharaoh believed to be the son of god and god Osiris. The whole power was in his hand both civilian, military and religion.

As a ruler, Pharaoh claimed the entire land of the kingdom. The people who live in the kingdom should pay taxes. For the purposes of the Pharaoh ordered the census population, land and cattle. He made the law and therefore control of the court. As military ruler Pharaoh acts as commander of the war, while in time of peace he ordered his soldiers to build canals and roads.

To run the government raised the officials of Pharaoh who generally came from the nobility. There are officials who ruled the provincial governors, military commanders, judges of the court and clergy to perform religious ceremonies. One of the key positions are the Wazir or Prime Minister is generally held by the crown prince. Since the year 3400 BC the history of Egypt was ruled by different dynasties 30 consisting of three days of the Old Kingdom of Egypt, based in Memphis, the Middle Kingdom in Egypt New Awaris and Thebe.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->