Anda di halaman 1dari 12

Patah Tulang di Saat Hujan

LAPORAN KASUS BLOK ELEKTIF

NURUL FITRAH NIM : 1102009212

Kelompok 2 Bidang Kepeminatan Trauma Tutor : DR.dr. Artha Budi Susila Duarsa, M. Kes

UNIVERSITAS YARSI 2012/2013

Abstrak Latar belakang : Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi. Data Kepolisian RI tahun 2009 menyebutkan, sepanjang tahun tersebut terjadi sedikitnya 57.726 kasus kecelakaan di jalan raya. Kecelakaan lalu lintas dapat menyebabkan trauma. Trauma yang terjadi dapat berupa trauma fisik maupun mental. Trauma fisik yang sering terjadi, yaitu fraktur, luka lecet, cedera kepala, dan lain-lain. bahwa Fraktur adalah rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan tekanan eksternal yang datang lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang. Presentasi Kasus : Nona D, 16 tahun, dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Bhakti Yudha karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan didapatkan benjolan besar pada lengan kanan atas yang diduga adalah fraktur dan ditemukan beberapa luka lecet di daerah tungkai. Dilakukan pertolongan pertama dengan pemasangan bidai pada daerah fraktur dan pemberian povidon iodin pada daerah luka. Pasien dirujuk ke bagian Orthopedi untuk penanganan fraktur selanjutnya Diskusi : Fraktur humerus adalah fraktur pada tulang humerus yang disebabkan oleh benturan atau trauma langsung maupun tidak langsung. Sebuah tulang humerus retak cenderung tetap di tempat karena gaya gravitasi di lengan menggantung menjaga keselarasan. Namun, fungsi dukungan tulang lengan ini untuk gerakan lain sangat terganggu, menyebabkan nyeri tulang yang parah bila mencoba gerakan di bahu atau sendi siku. Pemulihan fraktur humerus didasarkan pada beberapa faktor. Sebuah pemulihan fraktur humerus lengkap memerlukan waktu sekitar 3-4 bulan Key word : fraktur, humerus, trauma Latar Belakang Kecelakaan lalu-lintas adalah kejadian di mana sebuah kendaraan bermotor tabrakan dengan benda lain dan menyebabkan kerusakan. Kadang kecelakaan ini dapat mengakibatkan luka-luka atau kematian. Diantara berbagai penyebab trauma, trauma energi tinggi dari kecelakaan lalu lintas dan terjatuh dari ketinggian adalah yang paling banyak didapatkan. Sebanyak 1,26 juta orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di dunia selama tahun 2000 dan 30% kematian terjadi di Asia Tenggara. Penyebab paling umum trauma dan fraktur adalah kecelakaan lalu lintas, yaitu sebanyak 666 (51.66%) pasien, 30% terjadi akibat kecelakaan kerja/ olahraga dan 18% akibat kekerasan rumah tangga (Kahlon I.A., et al, 2004) Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (Mansjoer, Arif, et al, 2000). Sedangkan menurut Linda Juall C. dalam buku Nursing Care Plans and Dokumentation menyebutkan bahwa Fraktur adalah rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan tekanan eksternal yang datang lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang. Pernyataan ini sama yang diterangkan dalam buku Luckman and Sorensens Medical Surgical Nursing. Secara umum fraktur dibagi menjadi dua, yaitu fraktur tertutup dan fraktur terbuka.

Fraktur humerus adalah fraktur pada tulang humerus yang disebabkan oleh benturan / trauma langsung maupun tak langsung (Sjamsuhidajat, R. 2004). Dibagi atas 4 jenis, yaitu : 1) Fraktur Suprakondilar Humerus 2) Fraktur Interkondiler Humerus 3) Fraktur Batang Humerus 4) Fraktur Kolum Humerus (Mansjoer, Arif, et al, 2000) Fraktur bukan hanya persoalan terputusnya kontinuitas tulang dan bagaimana mengatasinya, akan tetapi harus ditinjau secara keseluruhan dan harus diatasi secara simultan. Harus dilihat apa yang terjadi secara menyeluruh, bagaimana, jenis penyebabnya, apakah ada kerusakan kulit, pembuluh darah, syaraf, dan harus diperhatikan lokasi kejadian, waktu terjadinya agar dalam mengambil tindakan dapat dihasilkan sesuatu yang optimal (www.bedahugm.net/frakturterbuka/) Presentasi kasus Nona D, 16 tahun, dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Bhakti Yudha pada tanggal 19 November 2012 jam 16.05 karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Nona D diantar oleh pengguna jalan yang berada di daerah tempat kejadian saat kecelakaan terjadi. Nona D mengalami kecelakaan saat menaiki motor bersama temannya, Nona A, yang juga menjadi korban kecelakaan. Motor yang sedang dikendarai ditabrak oleh mobil sehingga membuat keduanya terjatuh dan salah satu diantara mereka hampir terlindas mobil tersebut. Pemeriksaan status generalis didapatkan pasien dalam keadaan shock, kesadaran komposmentis, tanda vital dalam batas normal. Pasien berteriak histeris dan mengeluh kesakitan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan besar di daerah lengan kanan atas yang sakit saat digerakkan. Diduga pasien mengalami fraktur lengan kanan atas. Terdapat beberapa luka lecet di daerah tungkai bawah kanan dan kiri. Kepala sakit saat diangkat atau digerakkan. Tidak didapatkan luka terbuka. Penanganan pertama pada pasien ini adalah memasang bidai pada daerah fraktur kemudian membersihkan luka lecet dengan povidon iodin. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan radiologi untuk menilai kondisi fraktur. Hasil yang didapatkan adalah pasien mengalami fraktur tertutup (tipe transversal) lengan kanan atas.

Pengobatan lanjutan yang dilakukan adalah resusitasi cairan Ringer Laktat IV, injeksi Remopain IV 10 mg, injeksi Tetanus Toxoid IM 0,5 mL. Pasien dikonsul ke bagian Orthopedi untuk penanganan fraktur lebih lanjut.

Diskusi Struktur Tulang Humerus Tulang humerus terbagi menjadi tiga bagian yaitu kaput (ujung atas), korpus, dan ujung bawah. 1) Kaput Sepertiga dari ujung atas humerus terdiri atas sebuah kepala, yang membuat sendi dengan rongga glenoid dari skapla dan merupakan bagian dari banguan sendi bahu. Dibawahnya terdapat bagian yang lebih ramping disebut leher anatomik. Disebelah luar ujung atas dibawah leher anatomik terdapat sebuah benjolan, yaitu Tuberositas Mayor dan disebelah depan terdapat sebuah benjolan lebih kecil yaitu Tuberositas Minor. Diantara tuberositas terdapat celah bisipital (sulkus intertuberkularis) yang membuat tendon dari otot bisep. Dibawah tuberositas terdapat leher chirurgis yang mudah terjadi fraktur. 2) Korpus Sebelah atas berbentuk silinder tapi semakin kebawah semakin pipih. Disebelah lateral batang, tepat diatas pertengahan disebut tuberositas deltoideus (karena menerima insersi otot deltoid). Sebuah celah benjolan oblik melintasi sebelah belakang, batang, dari sebelah medial ke sebelah lateral dan memberi jalan kepada saraf radialis atau saraf muskulo-spiralis sehingga disebut celah spiralis atau radialis. 3) Ujung Bawah Berbentuk lebar dan agak pipih dimana permukaan bawah sendi dibentuk bersama tulang lengan bawah. Trokhlea yang terlatidak di sisi sebelah dalam berbentuk gelendong-benang tempat persendian dengan ulna dan disebelah luar etrdapat kapitulum yang bersendi dengan radius. Pada kedua sisi persendian ujung bawah humerus terdapat epikondil yaitu epikondil lateral dan medial. (Pearce, Evelyn C, 1997)

Karena panjang panjang tulang humerus dan tulang ini pun bekerja untuk mendukung beberapa fungsi, maka ketika tulang ini patah atau terluka, maka akan timbul masalah di beberapa lokasi, dengan konsekuensi yang sangat tergantung pada lokasi fraktur. Hal penting lain adalah dislokasi dari fragmen patah tulang, patah tulang yang disertai dislokasi setidaknya memiliki hasil yang sangat buruk. Jenis fraktur humerus, yaitu :

Fraktur humerus proksimal umumnya karena jatuh pada bahu dan bisa disertai dengan dislokasi bahu. Ini adalah cedera yang umum pada wanita lanjut usia bahkan setelah jatuh sepele karena osteoporosis pasca menopause. Karena sifat cancellous tulang humerus di bagian ini(seperti spons), tulang bagian ini dapat ada dapat runtuh danterdeformasi

bersama dengan fraktur, hal ini menyebabkan perlunya reformasi tulang pada saat pengobatan.

Fraktur Midshaft humerus sebagian besar terjadi setelah jatuh pada siku atau kecelakaan di jalan. Saraf radialis berjalan sangat dekat ke bagian tulang humerus sehingga dapat terluka karena trauma primer, atau karena terjebak antara ujung tulang retak, atau bahkan selama pengobatan. Oleh karena itu, perawatan harus dilakukan di setiap langkah untuk memastikan integritas dari saraf radial dan bahkan kecurigaan sekecil apapun terhadap kelumpuhan saraf radialis harus diikuti oleh eksplorasi pembedahan. Fraktur humerus distal dapat berupa fraktur humerus suprakondilaris atau fraktur humerus condylar. Sebuah fraktur humerus suprakondilaris berada di persimpangan Kondilus (ujung bawah) dan poros, dan patah tulang siku yang paling umum pada anakanak. Sebuah fraktur condylar adalah fraktur humerus parah yang umumnya terjadi karena cedera kecepatan tinggi, seperti kecelakaan mobil atau jatuh dari ketinggian. Kecelakaan seperti ini sering mengakibatkan siku tidak stabil bahkan setelah operasi dan sering memerlukan suatu operasi siku pengganti untuk mendapatkan kembali fungsi siku.

Gambar Fraktur humerus

Gambar 1 : Patah tulang midshaft humerus; Gambar 2 : Patah Tulang distal humerus

Gambar 3 : Patah Tulang proximal humerus Gejala Fraktur/Patah Tulang Humerus Sebuah tulang humerus retak cenderung tetap di tempat karena gaya gravitasi di lengan menggantung menjaga keselarasan. Namun, fungsi dukungan tulang lengan ini untuk gerakan lain sangat terganggu, menyebabkan nyeri tulang yang parah bila mencoba gerakan di bahu atau sendi siku. Bengkak, memar, dan kengiluan dapat diterjadi 2-3 jam setelah cedera. Pada saat ini fraktur humerus dengan cedera saraf radial, seseorang tidak mampu untuk mengangkat pergelangan tangan (pergelangan tangan terkulai). Sebuah tes medis untuk kelumpuhan saraf radialis adalah ketidakmampuan untuk melakukan acungan jempol tanda populer seperti di jejaring facebook, like this.

Gambar 4 : Tanda jempol teracung

Perawatan Patah Tulang Humerus Perhatian utama tentang patah tulang humerus berhubungan dengan pencegahan cedera saraf radial. Hal ini dapat juga dihindari dengan menjaga sangkaan yang tinggi untuk itu dan stabilisasi awal fraktur humerus. Sebuah pembalut dari gips gantung, meskipun sedikit tidak nyaman, tetapi sangat cocok untuk tujuan ini.

Gambar 5 : Pelindung Patah Tulang Humerus Sebuah alat penahan (brace) fraktur humerus pada umumnya dipakai untuk kasus-kasus bedah, di mana sebuah pembalut dari gips gantung dapat mengganggu pembalut luka. Patah tulang kecil/minor seperti fraktur humerus dislokasiproksimal, tidak memerlukan apa-apa kecuali imobilisasi bahu. Operasi Patang Tulang Humerus Dislokasi fraktur humerus dikelola dengan baik dengan operasi fraktur humerus. Operasi melibatkan relokasi dari dislokasi dan mengamankan tulang dengan menggunakan sekrup ortopedi dan plat. Untuk fraktur humerus midshaft operasi bahkan dapat menjadi penyebab cedera saraf radial dan karenanya, satu catatan,harus hati-hati dengan ada atau tidak adanya cedera saraf radial sebelum dan setelah operasi fraktur humerus. Operasi untuk fraktur humerus condylar sangat rumit karena lokasi fraktur dalam sendi siku. Namun, jika benar dilakukan dapat mencegah kebutuhan untuk operasi penggantian siku yang sangat mahal di masa depan. Pemulihan Patah Tulang Humerus Pemulihan fraktur humerus didasarkan pada beberapa faktor,

Jumlah dan dislokasi fragmen tulang Tingkat keparahan fraktur humerus dan cedera jaringan lunak

Terkait cedera saraf radial Waktu tunda antara cedera dan pengobatan Latihan rehabilitasi Fraktur humerus

Sebuah pemulihan fraktur humerus lengkap memerlukan waktu sekitar 3-4 bulan, yang mencakup beberapa bulan untuk penyembuhan fraktur humerus diikuti dengan penggunaan brace pelindung fraktur humerus selama beberapa bulan untuk mendukung latihan dan rehabilitasi fraktur humerus. Pandangan islam terhadap patah tulang : Tidak ada satu pun beban syariat yang diwajibkan kepada seorang di luar kemampuannya. Allah Taala sendiri menjelaskan hal ini dalam firman-Nya:

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Qs. AlBaqarah/2:286) Orang yang sakit tidak sama dengan yang sehat. Semua harus berusaha melaksanakan kewajibannya menurut kemampuan masing-masing. Diantara kewajiban agung yang harus dilakukan orang yang sakit adalah sholat. Banyak sekali kaum muslimin yang kadang meninggalkan sholat dengan dalih sakit atau memaksakan diri sholat dengan tata-tata cara yang biasa dilakukan orang sehat. Akhirnya merasakan beratnya sholat bahkan merasakan hal itu sebagai beban yang menyusahkannya. Di antara hukum-hukum yang berhubungan dengan orang sakit dalam ibadah sholatnya adalah: 1. Orang yang sakit tetap wajib sholat diwaktunya dan melaksanakannya menurut kemampuannya, sebagaimana diperintahkan Allah Taala dalam firman-Nya:

Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu. (Qs. At-Taghbn/ 64:16) dan perintah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits Imrn bin Hushain:

Pernah Penyakit wasir menimpaku, lalu akau bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam tentang cara sholatnya. Maka beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab: Sholatlah dengan berdiri, apabila tidak mampu maka duduklah dan bila tidak mampu juga maka berbaringlah. (HR al-Bukhari no. 1117)

2. Apabila berat melakukan setiap sholat pada waktunya maka diperbolehkan baginya untuk men-jama (menggabung) antara shalat Zhuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya baik dengan jama taqdim atau takhir. http://ekonomisyariat.com/fikih-umum/sholat-orang-yang-sakit.html Sebenarnya bagi orang yang sedang sakit atau ketiadaan air dapat saja melakukan tayamum kemudian melaksanakan shalat dengan sempurna. Bahkan seandainya dia berhadas besar sekalipun, tayamum itu mencukupi baginya untuk dapat melaksanakan shalat. Mandi junub dapat dilakukan setelah dia sembuh atau menemukan air. Namun, dalam masalah ini tangan pasien dibalut perban. Itu berarti jika pasien melakukan tayamum, debu tayamun tidak menyentuh kedua tangan pasien yang merupakan anggota yang wajib dibasuh dalam tayamum. Nah, berarti tayamumnya tidak sempurna juga. Untuk itu Imam Syafii ra. memutuskan agar pasien tetap melaksanakan shalat lima waktu tanpa wudhu dan tayamum. Shalat ini namanya lil hurmatil waqti (shalat untuk menghormati waktu). Dasar hukumnya adalah karena dalam shalat fardhu ada dua kewajiban, yaitu: 1. wajib waktunya (tidak boleh shalat dzuhur waktu shubuh dan seterusnya). 2. wajib pekerjaan shalatnya dari niat, takbiratul ula sampai salam. Jika kita tidak dapat memenuhi pekerjaannya sesuai dengan syarat dan rukunya, maka kita membayar kewajiban yang pertama yaitu wajib waktunya. Setelah anda sembuh, maka anda wajib membayar pekerjaannya. Saat ini ketika sakit anda membayar waktunya. Artinya, jika telah sembuh nanti anda wajib meng-qadha seluruh shalat yang anda tinggalkan selama sakit. http://tengkuzulkarnain.net/index.php/artikel/index/31/Patah-Tulang-dan-Persoalan-Shalat Kesimpulan Kecelakaan lalu lintas dapat menyebabkan trauma. Trauma yang terjadi dapat berupa trauma fisik maupun mental. Trauma fisik yang sering terjadi, yaitu fraktur, luka lecet, cedera kepala, dan lain-lain. Fraktur humerus adalah fraktur pada tulang humerus yang disebabkan oleh benturan / trauma langsung maupun tak langsung. Fraktur bukan hanya persoalan terputusnya kontinuitas tulang dan bagaimana mengatasinya, akan tetapi harus ditinjau secara keseluruhan dan harus diatasi secara simultan. Harus dilihat apa yang terjadi secara menyeluruh, bagaimana, jenis penyebabnya, apakah ada kerusakan kulit, pembuluh darah, syaraf, dan harus diperhatikan lokasi kejadian, waktu terjadinya agar dalam mengambil tindakan dapat dihasilkan sesuatu yang optimal. Saran Selain pertolongan dalam penyembuhan luka pada korban trauma, hendaknya juga dilakukan komunikasi terbuka agar pasien tidak takut.

Pemberian pendidikan/edukasi dalam aspek agama/keyakinan kepada pasien agar dapat menerima penyakitnya dengan sabar dan tawakkal sehingga lebih memberikan energi positif kepada jiwa pasien.

Acknowledgement Pertama sekali penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Allah swt atas segala rahmatNya dan orang tua yang selalu memberikan dukungan moral maupun spritual kepada kami. Kepada Rumah Sakit Umum Bhakti Yudha, Depok yaitu telah memberikan kesempatan untuk berkunjung dan memperoleh data yang diperlukan untuk penyelesaian laporan kasus ini. Ucapan beribu terima kasih tak lupa kami haturkan kepada pembimbing kelompok 2 kepeminatan kegawatdaruratan DR.dr. Artha Budi Susila Duarsa, M. Kes, atas bimbingan dan dukungannya. Kepada dr. Hj. Susilowati, M. Kes dan Dr. Drh. Hj. Titiek Djannatun selaku koordinator blok elektif. Kepada dr. Kamal, Sp.BU yang telah memberikan ilmu pengetahuan tentang kegawatdaruratan dan ilmu bedah. Kemudian terakhir kepada rekan-rekan sejawat di Fakultas Kedokteran Universitas YARSI 2009 terutama untuk kelompok 2 kepeminatan trauma atas berbagai kontribusinya.

Daftar Pustaka
Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Edisi ketiga. Jajarta : Media Aesculapius. Sjamsuhidayat, Wim de jong, 2005. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 2, EGC, Jakarta. Kahlon I.A., Hanif A. and Awais S.M., 2004, Analysis of Emergency Care of Trauma Patients with References to the Type of injuries, Treatment and Cost, Department of Orthopedics, General Hospital, Lahore, ANNALS Volume 16. No.1 Jan. - Mar. 2010. Alexa. Ilmu Bedah Fraktur Terbuka.www.bedahugm.net/frakturterbuka/ (Accessed: 2012, 21 Nov). http://ekonomisyariat.com/fikih-umum/sholat-orang-yang-sakit.html(Accessed: 2012, 21 Nov). http://tengkuzulkarnain.net/index.php/artikel/index/31/Patah-Tulang-dan-Persoalan-Shalat (Accessed: 2012, 21 Nov).