Anda di halaman 1dari 3

Anatomi saluran reproduksi sapi

Kesuksesan reproduksi pada peternakan modern membutuhkan pemahaman dari proses reproduksi sapi dan pengetahuan kerja dari anatomi atau bagian bagian dari saluran reproduksi sapi. Pengetahuan ini bisa berguna dalam mengidentifikasi dan mengkoreksi banyak situasi yang mengarah kepada efisiensi reproduksi yang buruk. Terkecuali vulva, semua alat saluran reproduksi berada dalam tubuh sapi. Alat reproduksi dalam tubuh, terletak dibawah rektum, yang memungkinkan palpasi rektal dilakukan dengan mudah. Uterus, oviduct dan ovarium menempel pada sebuah penggantung di daerah pelvis sapi. Penggantung ini memungkinkan organ-organ tersebut unutk bergerak secara bebas di saluran pelvis dan kedalam rongga tubuh. Menyediakan ruangan untuk akomodasi pertumbuhan janin anak sapi.

Saluran reproduksi
a. Vulva Vulva merupakan bagian eksternal dari saluran reproduksi, lipatan yang tebal dari kulit strukturnya sensitif terhadap perubahan estrogen. Hormon ini bertanggung jawab untuk estrus. Vulva yang membengkak dan memerah karna peningkatan aliran darah dapat berguna unutk deteksi estrus ketika digabungkan dengan tanda tanda lain.

b. Vestibula (bagian depan) Vestibula adalah bagian dari saluran reproduksi yang berbagi dengan sistem urinaria. Kira kira 4 inci panjangnya. Dimulai dari kantung kemih dan sebuah kantung buta terletak dibawah pembukaan uretra disebut suburetral diverticulum terletak disini. Produsen susu teknisi IB dapat mencegah masuknya sebuah batang inseminasi kedaerah ini yang dapat menyebabkan luka atau gagalnya inseminasi dengan mengetahui lokasinya

c. Vagina Vagian terletak diantara kandung kemih dan serviks, kira kira 8 inci panjangnya. Ini adalah daerah menerima semen jantan selama pembuahan alami. Vagina juga berfungsi sebagai jalan keluar janin sapi saat kelahiran. Satu fungsi vagina yang penting adalah sebagai garis pertahanan terhadat invasi bakteri. Pertahanan dari infeksi mungkin tidak cukup ketika kondisi tidak bersih terjadi atau perlengkapan inseminasi yang kotor digunakan. Hasilnya infeksi vagina bisa menjadi

masalah. Sebagai tambahan, penumpukan urine di perbatasan vagina dan serviks dapat menyebabkan infertilitas pada sapi sapi dewasa.

d. Serviks Serviks merupakan struktur unik di dalam saluran reproduksi, panjangnya 4-5 inci dan diameternya 1-2 inci, terletak antara vagina dan uterus. Struktur ini di desain untuk membatasi akses ke uterus. Area di sekitar permukaan serviks sebenarnya menjorok kembali ke vagina. Tonjolan ini dapat mengalihkan batang inseminasi dari permukaan serviks bila perawatan tidak dilakukan selama inseminasi. Juga dinding serivks tebal dan padat bila dibandingkan dinding vagina. Terdapat 3 atau 4 cincin di serviks dan dapat dirasakan dengan palpasi rectal. Serviks memiliki fungsi penting. Bagian anterior serviks dapat berfungsi sebagai daerah menerima semen selama inseminasi buatan. Ini terjadi ketika siklus estrus tidak 21 hari dan kebuntingan dari IB sebelumnya masih ada. Apakah oleh endapan IB sebelumnya atau oleh migrasi dari vagina setelah fertilisasi alami, serviks bertindak sebagai waduk untuk menampung semen. Serviks menyediakan lingkungan yang baik untuk kelangsungan hidup sperma. Sekresi dari serviks biasanya tebal namun cairannya menjadi tipis saat estrus untuk memfasilitasi transfer sperma ke uterus. Sebagian dari mucus dapat terlihat dari vulva saat estrus. Serviks atau cairan dari serviks bertindak sebagai pembatas fisik dan proteksi uterus dari material asing atau bakteri selama kebuntingan. Sebuah bentuk sumbat tebal dikanal serviks dan blok akses ke uterus yang bunting. Kecelakaan pecah sumbat tersebut oleh insersi batang inseminasi dapat menghasilkan abortus.

e. Uterus Uterus terdiri dari corpus dan cornua. Uterus menempel ke ligamen dan tergantung dalam rongga pelvis dan daerah posterior dari rongga tubuh. Corpus dari uterus berbatasan dengan serviks. Saat tidak buntingpanjangnya kurang dari 2 inci sebelum terpisah menjadi cornua. Corpus uteri adalah daerah utama penampungan semen selama IB. Bila ujung batang IB dimasukkan terlalu jauh ke dalam uterus, semen hanya akan masuk kesalah satu cornua uteri. Bila ovum yang keluar hanya dari ovarium yang sebelahnya lagi, maka hanya ada sedikit kemungkinan ovum dan sperma akan bersatu. Ingat, corpus uteri panjangnnya kurang dari 2 inci dan IB harus dilakukan dengan sangat hati hati untuk penempatan semen yang benar di daerah ini. Uterus mempunyai banyak fungsi, dindingnya tersusun atas beberapa lapisan otot yang membantu dalam transpor semen ke oviduct setelah inseminasi dan pengeluaran anak

sapi saat kelahiran. Beberapa kelenjar dalam dinding uterus mensekret cairan, cairan yang menyediakan nutrisi untuk perkembangan embrio sebelum dan sesudah implantasi ke dinding uterus. Uterus juga mengembangkan plasenta untuk memelihara dan melindungi foetus yang sedang berkembang. Bagian permukaannya mengandung banyak korunkula dan kotiledon, dengan korunkula di uterus untuk menyediakan jalan pertukaran nutrisi dan zat sisa metabolisme antara foetus dengan induk. Setelah melahirkan, jika korunkula dan kotiledon gagal membuka maka plasenta tidak bisa keluar dan dipertahankan di dalam tubuh. f. Oviduct Oviduct memiliki panjang kira kira 10 inci, diameter inci dan terletak diantara ovarium dan ujung cornua uteri. Bagian ujungnya yang dekat dengan ovarium disebut infundibulum. Infundibulum menangkap ovum yang dilepaskan dari ovarium saat ovulasi dan bergerak menuju ampula. Fertilisasi terjadi di ampula dalam waktu 2 jam setelah ovulasi. Setelah fertilisasi, zigot dipindahkan menuju uterus dalam sebuah prises yang membutuhkan 3 4 hari.

g. Ovarium Ovarium adalah organ reproduksi primer betina. Pada sapi perah, masing masing ovarium memiliki panjang kira kira 1,5 inci dan diameter inci. Ovarium tergantung pada sebuah ligamen dekat oviduct dan terletak dekat ujung dari lengkungan cornua. Fungsinya adalah untuk menghasilkan ovum dan hormon yang terlibat dalam regulasi siklus estrus dan kebuntingan. Ovarium mengandung ratusan ovum yang diproduksi oleh embrio sebelum lahir. Saat potensi untuk mengumpulkan ratusan ovum dari sapi ada, hanya 1 ovum yang biasanya dilepaskan dalam satu kali siklus estrus. Ketika lebih dari satu ovum secara natural dilepaskan, maka dapat terjadibeberapa kelahirankejadina yang tidak diinginkan karena freemartinism. Namun, super ovulasi atau produksi beberapa ovum setelah injeksi hormon seperti PMSG atau FSH adalah elemen penting dalam tranfer embrio.