Anda di halaman 1dari 4

BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan Asuhan keperawatan pada klien An. E dengan gangguan sistem pencernaan akibat demam tifoid di Ruang Kemuning RSUD Gunung Jati Cirebon yang dilaksanakan dari tanggal 02-06 Agustus 2006, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Pengkajian Pada saat pengkajian, penulis mengalami kesulitan dalam mengumpulkan data subyektif dari klien, karena klien dalam keadaan lemah (pusing), sehingga klien hanya menjawab seperlunya saja. Oleh karena itu, penulis sering meminta bantuan kepada ayah dan ibu klien untuk mengumpulkan data-data subyektif (teknik alloanamnesa). Sedangkan untuk data-data obyektif dikumpulkan dengan melakukan pemeriksaan fisik kepada klien yang dilakukan secara head to toe. Penulis juga menemukan beberapa kesenjangan antara data-data yang terdapat dalam teori dengan data-data yang didapat penulis saat pengkajian.

2. Diagnosa keperawatan Berdasarkan data-data yang didapat penulis saat pengkajian dan memberikan asuhan keperawatan, penulis mengangkat diagnosa

keperawatan sebagai berikut :

95

a. Gangguan rasa nyaman; nyeri kepala berhubungan dengan proses inflamasi b. Gangguan rasa nyaman ; nyeri daerah abdomen berhubungan dengan proses inflamasi c. Intoleran aktifitas berhubungan dengan nyeri kepala d. Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual e. Kurang perawatan diri berubungan dengan intoleran aktifitas f. Kurang pengetahuan keluarga berhubungan dengan kurang informasi

3. Perencanaan Pada tahap perencanaan, penulis mengalami kesulitan untuk menentukan waktu dalam tujuan.

4. Implementasi Pada tahap implementasi, penulis mengalami kesulitan dalam

mengimplementasikan tindakan sesuai rencana tindakan karena kondisi klien yang lemah.

5. Evaluasi Pada tahap evaluasi, penulis mengalami kesulitan dalam menentukan waktu dalam mencapai tujuan.

96

B. Rekomendasi 1. Pengkajian Pada tahap pengkajian, untuk mendapatkan data subyektif, selain menggunakan teknik autoanamnesa (bertanya kepada klien ), hendaknya menggunakan teknik alloanamnesa (bertanya kepada orangtua dan keluarga klien terdekat). Selain itu, dalam menghadapi klien dengan usia sekolah, bisa menggunakan tema-teman sebayanya untuk lebih dekat dengan klien, sehingga terbina trust antara klien dengan pengkaji. 2. Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan yang ditegakkan hendaknya di prioritaskan berdasarkan data fokus dari pengkajian dan analisa data, sedangkan diagnosa baru ditegakkan berdasarkan kebutuhan klien. 3. Perencanaan Perencanaan harus dibuat berdasarkan permasalahan yang ada, kemampuan, situasi dan kondisi dengan tujuan yang realistik dan dapat di ukur sehingga dapat mencapai hasil akhir yang memuaskan. 4. Implementasi Perencanaan yang telah disusun di implementasikan secara situasional berdasarkan kemampuan dan kondisi klien. Selain itu perlu adanya kerjasama antara klien, perawat dan keluarga.

97

5. Evaluasi Pada tahap evaluasi, hendaknya pengkaji lebih memperhatikan kebutuhan klien secara keseluruhan sehingga permasalahan yang ada dapat terselesaikan.

98