Anda di halaman 1dari 5

Devosi Kerahiman Ilahi

Mengapa perlu ikut Novena Kerahiman Ilahi ? Mengapa Pesta Kerahiman Ilahi perlu dirayakan ? Pertanyaan ini selalu timbul setiap tahunnya. Walaupun sudah sejak jaman gereja MBSB dibangun, saat kita masih Ekaristi diselasar SD Bunda Hati Kudus, selalu di doakan, mulai Jumat Agung sampai dengan hari minggu paska ke II yang merupakan Pesta Kerahiman Ilahi. Dalam sejarah Gereja bisa kita temui bermacam macam devosi umat yang sedang berada dalam perjalanan ke rumah Bapa. Diantaranya devosi yang paling baru yang harus dipersiapkan umat untuk kedatangan terakhir Penyelamat yang Mahaadil, adalah devosi kepada Kerahiman Ilahi. Inti devosi itu terdiri dari lima bagian yang sama penting : 1. Gambar Yesus Maharahim 2. Pesta Kerahiman Ilahi 3. Rosario Kerahiman 4. Jam Kerahiman 5. Penyebarluasan devosi kepada Kerahiman Ilahi. 1. Gambar Yesus Maharahim - dengan tulisannya ;Yesus aku berharap padaMu . Yesus sendiri yang meminta untuk dilukiskan dalam penampakannya kepada St. Faustina. Yesus berkata Aku ingin supaya gambar itu dihormati mula-mula dikapelamu, lalu kemudian diseluruh dunia. Aku berjanji, bahwa jiwa yang menghormati gambar itu tak akan binasa. Untuk mereka Aku menjanjikan juga kemenangan atas musuh-musuh mereka mulai di dunia ini, khususnya pada jam kematian mereka. Aku sendiri akan membela mereka seperti KemuliaanKu (BH- I,18). 2. Pesta Kerahiman Ilahi Dalam penampakanNya (22.2.1931) kepada St. Faustina, Tuhan Yesus mula-mula berbicara tentang gambar ajaib. Kemudian Ia minta supaya diadakan pesta Kerahiman Ilahi.Aku mau, supaya ada pesta Kerahiman. Aku mau supaya gambar itu diberkati secara mulia pada hari Minggu pertama sesudah Paska. Hari Minggu itu harus menjadi Pesta Kerahiman (B.H,-I,18). Yesus berkata kepada saya (St. Faustina) untuk membuat novena sebelum pesta kerahiman itu dengan maksud; supaya seluruh dunia bertobat dan mengenal Kerahiman Ilahi (B.H.-III,16). Pada Hari Minggu Kerahiman Ilahi, setiap orang Katolik dapat memperoleh indulgensi penuh. Dengan syarat : Menerima Sakramen Tobat Menerima Sakrament Ekaristi pada Hari Minggu Kerahiman Ilahi Berdoa dalam ujud Paus. 3. Rosario Kerahiman (Koronka) Dalam penampakan 13-14 September 1935, Tuhan Yesus yang mengajar St. Faustina bagaimana ia (dan kita semua) harus berdoa Rosario Kerahiman. Dalam bahasa Polandia Tuhan Yesus memakai kataKoronka yang artinya Mahkota kecil juga berarti untaian manik-manik bagus yang biasanya dihadiahkan kepada orang yang kita kasihi. Seperti kemuliaanKu sendiri Aku akan membela tiap jiwa pada jam kematiannya, kalau ia berdoa Rosario Kerahiman atau ada orang lain yang berdoa di dekatnya ketika ia sedang berada dalam sakrat maut, maka ia akan mendapat indulgensi yang sama. Ketika orang berdoa Rosario Kerahiman di dekat orang yang sedang mengalami ajalnya, murka Allah dipadamkan dan Kerahiman yang tak terselami merangkul jiwanya. Isi Kerahiman digerakkan oleh sengsara yang dasyat dari PuteraKu (B.H,-II, 204). Yesus juga minta, supaya Rosario Kerahiman didoakan sebagai novena khusus. Tuhan Yesus

mengamanatkan kepadaku, supaya Rosario Kerahiman didoakan selama 9 hari sebelum Pesta Kerahiman. Harus dimulai pada hari Jumat Agung. Selama novena itu, Aku akan memberi segala rahmat kepada jiwa-jiwa (B.H,-II,197). 4. Jam Kerahiman jam 3 sore Pada setiap jam 3 sore hendaknya engkau memohon KerahimanKu khususnya untuk para pendosa. Biarpun hanya sebentar saja, renungkanlah sengsaraKu, khususnya saat Aku merasa ditinggalkan pada jam ajalKu tiba. Itulah saat turunnya Kerahiman yang besar kepada seluruh dunia. Pada saat itu Aku tak akan menolak permohonan jiwa-jiwa yang meminta melalui sengsaraKu (B.H,-IV,59). 5. Penyebarluaasan devosi kepada Kerahiman Ilahi Bahwa penyebarluasan devosi ini adalah bagian yang penting dari inti devosi kepada Kerahiman Ilahi, dibenarkan oleh Yesus sendiri dengan banyak janjiNya yang besar: Aku berjanji akan menurunkan rahmat yang besar kepadamu dan kepada semua orang yang menyebarluaskan devosi Kerahiman Ilahi. Aku sendiri akan membela mereka pada jam kematian mereka seperti kemuliaanKu sendiri. Meskipun dosa-dosa mereka gelap seperti malam, namun orang berdosa yang berpaling kepada kerahimanKu ia memuliakan Aku dengan cara yang sangat istimewa. Dan ia merupakan kehormatan dari sengsaraKu. Ketika jiwa memuliakan kebaikanKu, setan akan gemetar dan akan lari ke neraka yang paling dalam (B.H.,-I,11). Sebagai kata penutup untuk semuanya itu harus ditambahkan, bahwa penyebarluasan devosi kepada Kerahiman Ilahi tidak memerlukan banyak bicara, namun yang diperlukan adalah banyak melakukan belas kasihan, hidup sesuai dengan ajaran Yesus yang Maharahim dan berharap tanpa pamrih kepada KerahimanNya. Pelaksanaan belas kasih pertama;bisa diwujudkan melalui kata pengampunan atau hiburan. Kedua; bila tidak mungkin dengan kata-kata, dengan doa juga bisa terlaksana. Ketiga; dengan perbuatan belas kasihan. Selamat Novena Kerahiman Ilahi dan Pesta Kerahiman Ilahi. Tuhan memberkati.(diringkas dari buku Devosi Kerahiman Ilahi hal 23-45, P.Ceslaus ,SVD, - sebagai penyebar Devosi KI dari Polandia ).

Pertanyaan:
Shalom, Saya seorang Katolik yang boleh dikatakan KTP, mungkin dikarenakan status saya yang telah dibaptis semenjak bayi. Saya mempunyai pacar seorang Protestan, yang menurut saya sejak bersama dia, iman saya semakin bertambah, saya menjadi semakin dekat dengan Tuhan dan Gereja Katolik. Melalui setiap pertanyaan dan pemikiran dari padanya mengenai agama Katolik yang harus dapat saya jawab. Dengan harapan dia juga bisa merasa terpanggil untuk masuk gereja Katolik dan bersama membangun keluarga Katolik yang bahagia. Banyak artikel dari web ini yang begitu membantu saya, sehingga saya dapat memahami agama Katolik yang saya yakini dengan lebih baik lagi. Pada kali ini, kendala yang saya hadapi yaitu mengenai Novena Tiga Salam Maria. Pacar saya menanyakan: 1. mengapa di doa novena itu sedemikian panjangnya dan mengapa doa salam maria harus diulang sebanyak itu? Bukankah dalam sebuah doa itu yang terpenting adalah keyakinan dan keteguhan hati? 2. mengapa dalam doa novena sampai harus disebutkan nama santo-santa yang mengenalkan doa novena tersebut? Apakah ini menjadi hal yang penting?

Menghadapi pertanyaan tersebut saya hanya bisa mengibaratkan bahwa doa novena laiknya kita melakukan upacara bendera Mungkin banyak dalam prosesi tersebut yang tidak kita ketahui maknanya namun tetap kita lakukan karena itu sudah menjadi bagian dari prosesi tersebut. Namun dia dan saya pribadi juga merasa kurang puas terhadap jawaban yang sudah saya berikan. Kiranya Bu Inggrid / Pak Stef / Rm. Wanta bisa memperjelasnya. Terima kasih, Tuhan memberkati. Bernardus

Jawaban:
Shalom Bernardus, Kami bersyukur jika website ini dapat membantu anda untuk dapat semakin mengenal iman Katolik. Berikut ini adalah yang dapat saya sampaikan tentang pertanyaan anda/ pacar anda: 1. Mengapa doa novena Tiga Salam Maria itu panjang dan mengapa doa Salam Maria diulang-ulang? Bukankah dalam sebuah doa itu yang terpenting adalah keyakinan dan keteguhan hati? Menurut ajaran Gereja Katolik, doa pada dasarnya adalah Ayunan hati, suatu pandangan sederhana ke surga, satu seruan syukur dan cinta kasih di tengah percobaan dan di tengah kegembiraan. (KGK, 2558-2559, mengutip St. Teresia kanak-kanak Yesus). Dari definisi ini, maka disposisi/ sikap hati menjadi suatu yang penting. Maka selain dari keyakinan dan keteguhan hati, yang terpenting sebenarnya adalah kasih di dalam hati kita kepada Tuhan. Kasih kepada Tuhan inilah yang mendasari setiap devosi. Jika kita mengasihi Kristus, maka ada dorongan yang kuat di dalam hati kita untuk mengasihi pula setiap anggota Tubuh Mistik-Nya, yaitu khususnya para orang kudus yang telah bersatu dengan-Nya di surga, dan terutama di sini adalah Bunda Maria, yang telah diberikan oleh Yesus untuk menjadi ibu kita juga (Yoh 19: 26- 27). Maka meskipun kelihatannya panjang, Novena Tiga Salam Maria itu sebenarnya tidak panjang bagi orang yang mendoakannya dengan kasih. Sama seperti jika anda menghabiskan waktu yang panjang dengan pacar anda untuk berbincang-bincang hal yang sama (misalnya tentang bagaimana anda mengasihinya) dan tidak bosan, demikian pula di dalam doa, meskipun panjang, namun kalau didoakan dengan kasih, seharusnya tidak terasa panjang dan membuat bosan. Perkataan yang ada jangan dianggap sebagai perkataan dalamupacara, karena jika dihayati maksudnya adalah kita mengucapkan ketergantungan kita kepada Allah dan kepada dukungan doa dari Bunda Maria. Diucapkan berulang, maksudnya juga antara lain melatih kita untuk berdoa dengan setia, dan untuk menunjukkan kesungguhan hati kita. Dalam doa novena, memang biasanya boleh disebutkan ujud permohonan, dan sebenarnya pengulangan penyebutan permohonan tersebut menyadarkan kita akan segala keterbatasan dan kelemahan kita dan bahwa kita sungguh membutuhkan pertolongan dari Allah. Selanjutnya tentang doa berulang, silakan membaca di jawaban ini, silakan klik 2. Mengapa dalam doa novena sampai harus disebutkan nama santo-santa yang mengenalkan doa novena tersebut? Apakah ini menjadi hal yang penting? Sebenarnya doa bagi umat Katolik adalah komunikasi dengan Allah. Namun karena doa tersebut pada hakekatnya adalah Ayunan hati dan pandangan ke surga, maka, kita mengetahui bahwa di surga itu Allah dikelilingi oleh para kudus-Nya. Maka pandangan kita ke surga juga sebenarnya tak lepas dari pandangan kita kepada persekutuan para kudus yang memang tak henti-hentinya berdoa bagi kita yang masih berziarah di dunia. Diskusi lebih lanjut tentang persekutuan para kudus ini sudah pernah dibahas di sini, silakan klik, dan di sini, silakan klik. Maka penyebutan akan nama Santo dan Santa yang menyebarkan devosi Tiga Salam Maria di dalam doa itu sendiri maksudnya adalah untuk mengingat jasa mereka yang mengajarkan doa novena ini,

yang akhirnya banyak membantu banyak orang menerima pertolongan dari Tuhan melalui doa- doa Bunda Maria. Juga penyebutan nama-nama mereka sebenarnya untuk mengingatkan kita bahwa merekapun adalah para sahabat kita yang akan turut mendoakan kita. Bersama dengan mereka kita menghormati Bunda Maria, yang akan membawa ujud doa kita ke hadapan Tuhan. Sebenarnya, jika kita bisa melihat para kudus itu sebagai para sahabat Yesus yang bekerjasama dengan Yesus untuk membawa banyak jiwa kepada keselamatan, maka kita akan dapat semakin memahami dan menghargai ajaran mengenai persekutuan para kudus ini. Sebab sebenarnya Tuhan Yesus tidak hanya menghendaki kita membatasi diri pada hubungan pribadi diri kita masing-masing dengan Dia (hanya aku dengan Tuhan) tetapi Ia menghendaki agar kita, selain datang sebagai pribadi, kita juga datang kepada-Nya dalam kesatuan bersama-sama dengan saudara/i seiman, sebagai sesama anggota TubuhNya (kami dengan Tuhan). Itulah sebabnya dalam mengajarkan cara berdoa kepada para rasul, Yesus mengajar kita memanggil Allah sebagai Bapa Kami bukan Bapa saya. Maka penyebutan nama para Santo/ Santa di dalam doa tidaklah mengurangi hormat kita kepada Tuhan, bahkan sebaliknya, malah semakin memuliakan-Nya. Karena kita tidak datang sendiri, tetapi bersama- sama dengan para kudus itu ke hadirat Tuhan, dengan harapan bahwa Tuhan akan berkenan mengabulkan doa kita yang dipanjatkan dengan dukungan para sahabat-Nya yang sudah bersatu dengan-Nya di surga. Ini hampir sama dengan kita minta agar anggota keluarga, teman atau Romo/ pendeta mendoakan kita. Tentu kita senang jika ada orang yang mau mendoakan kita, bukan? Namun biar bagaimanapun juga, mereka yang masih hidup di dunia ini tidak sempurna, dan sama-sama berdosa seperti kita; sedangkan para kudus yang sudah bersatu dengan Kristus di surga, sudah menjadi sempurna, karena telah bersatu dengan Kristus sendiri. Maka ayat Yak 5:16, Doa orang benar besar kuasanya itu sungguh berlaku dalam diri para kudus itu, sebab mereka adalah orang-orang yang sudah dibenarkan oleh Tuhan. Demikianlah Bernardus, yang dapat saya tuliskan sehubungan dengan pertanyaan anda. Saya berharap bahwa tulisan ini menjawab pertanyaan anda/ pacar anda. Jika masih ada yang kurang jelas, silakan bertanya kembali, dan saya akan berusaha menjawabnya. Salam kasih dalam Kristus Tuhan, Ingrid Listiati- www.katolisitas.org Tuhan Yesus, Engkau telah bersabda, Mintalah maka kamu akan menerima, carilah dan kamu akan mendapatkan, ketuklah maka pintu akan dibukakan kepadamu. Aku berlutut di hadapan-Mu dengan penuh iman dan kepercayaan akan janji-Mu. Aku datang untuk memohon kepada-Mu (sebutkanlah permohonan Anda) Kepada siapakah aku harus berpaling kalau tidak kepada-Mu, yang adalah sumber segala rahmat? Ke manakah aku harus mencari kalau tidak ke dalam harta kekayaan ilahi yang memuat kebaikan dan belas kasihan-Mu? Ke manakah aku harus mengetuk pintu kalau tidak pada pintu yang melaluinya Tuhan memberikan diri-Nya kepada kami dan melaluinya kami pergi menuju Tuhan? Aku telah memohon perlindungan-Mu, Tuhan Yesus. Di dalam Engkau aku menemukan penghiburan ketika berduka, perlindungan ketika dianiaya, kekuatan ketika terbeban oleh berbagai pencobaan, dan terang di saat aku ragu dan dalam kegelapan. O Tuhan Yesus, apapun keputusan-Mu terhadap permohonan-Ku, aku akan tetap menyembah-Mu, mengasihi-Mu, memuji dan melayani-Mu. Tuhan Yesus, berkenanlah menerima doaku ini sebagai penyerahan diriku yang sepenuhnya kepada keputusan Hati Kudus-Mu, yang sungguh kuingini agar boleh tergenapi di dalam diriku selamanya. Amin.