Anda di halaman 1dari 11

PENENTUAN KADAR FE3+ SEBAGAI FERRI TIOSIANAT DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL

Kelompok V: RAHAYU KHUSNUL KHOTIMAH INTAN WULANDHARI RASYIDIN RUMLUS LAILIS NAINI H FAUZI RAHMAN 201010410311082 201010410311083 201010410311087 201010410311088 201010410311099

Pendahuluan
Ferro Sulfas merupakan salah satu bahan kimia yang cukup penting dalam kehidupan sehari-hari dalam pembuatan bahan baku untuk keperluan farmasi. Penetapan kadar ferro sulfas dalam sediaan kefarmasian dapat dilakukan dengan menggunakan metode Spektrofotometri Visibel.

Reaksi antara Fe3+ dengan tiosianat memberikan beberapa reaksi tergantung beberapa jumlah tiosianatnya, membentuk [Fe(CNS)n]n-1, dimana n bisa 1-6, senyawa yang terbentuk : [Fe(CNS)]2+ sampai [Fe(CNS)2]+ dimana jikalau tiosianat sangat berlebih dapat membentuk [Fe(CNS)6]3-, tetapi warna yang paling dominan adalah : Fe(CNS)2+
(VogelsTextbook of Quantitative Inorganic Analysis, Fourth Edition, 1978)

Instrumen Spektrofotometri

Tahapan Praktikum

Pembuatan larutan baku induk

Pembuatan Larutan baku kerja Fe3+

Preparasi Larutan Sampel Fe3+

Pembuatan Larutan Blanko

Penentuan Panjang Gelombang Maksimum

Pembuatan Kurva Baku (absorban vs ppm) dan Pengamatan Absorban Sampel


Perhitungan koefisien korelasi (absorban vs ppm) dan persamaan garis regresi dari larutan baku kerja konsentrasi I-V diatas

spectronic-20 lama yang sudah jarang bahkan mungkin tidak diproduksi lagi

Spectronic-20 terbaru

Hasil Pengamatan
1. Pembuatan larutan baku Induk (NH4Fe(SO4)2) Ditimbang seksama : Botol timbang+zat : 12,8928 g Botol timbang +zat sisa : 12,7238 g Berat 2. Pembuatan larutan Sampel Ditimbang seksama : Botol timbang+zat Botol timbang +zat sisa Berat : 0,1690 g

: 12,8952 g : 12,7283 g : 0,1670 g

3. Baku Induk 169mg/100ml = 1690ppm x 3ml/50ml x 55,85/481,85 = 11,7530 ppm 4. Baku Kerja BK I = (2ml/25ml) x 11,7530 ppm = 0,9402 ppm BK II = (3ml/25ml) x 11,7530 ppm = 1,4104 ppm BK III = (4ml/25ml) x 11,7530 ppm = 1,8805 ppm BK IV = (5ml/25ml)x 11,7530 ppm = 2,3506 ppm BK V = (10ml/25ml)x 11,7530 ppm = 4,7012 ppm Rxy = 0,9997 A = -0,0183 B = 0,1527 Y = a+bx = -0,0183 + 0,1527x atau Y =bx+a = 0,1527x 0,0183

5. Perhitungan Kadar Sampel dengan Persamaan Garis Regresi Sampel 167mg/25ml= 6680ppm x (5ml/25ml) x (55,85/481,85) = 154,8523 ppm

Hasil Pengamatan (Lanjutan)


= 0,4089 = 0,1527x - 0,0183 = (0,4089+ 0,0183) / 0,1527 = 2,7976 ppm = [((25ml/0,5ml) x 2,7976 ppm)/154,8523 ppm] x 100 % = 90,33%

Sampel 0,5ml/25,0ml Y 0,4089 X % sampel

Sampel 1ml/25ml Y 0,7695 X % Sampel

= 0,7695 = 0,1572x 0,0183 = (0,7695+0,0183) / 0,1527 = 5,1591ppm


= [((25,0ml 1,0ml)x 5,1591ppm)/154,8523ppm]x100% =83,29 %

6.Perhitungan Kadar Sampel dengan perbandingan absorban Sampel 0,5ml/25,0 ml (0,4089/0,3372) x 2,3506 ppm = 2,8504 ppm (0,4089/ 0,6989) x 4,7012 ppm = 2,7505 ppm = (2,8504ppm + 2,7505 ppm)/2 = 2,8005 % Sampel =[((25ml/0,5ml)x2,8005) /154,8523 ppm ] x 100 % = 90,42% Sampel 1ml / 25ml (0,7695/0,6989) x 4,7012 % sampel

= 5,1761 ppm =[((25ml/1ml)x5,1761ppm) / 154,8523 ppm] x 100 % = 83,56%

Kesimpulan
Pada praktikum ini didapatkan kadar Fe3+ dalam sampel sebagai berikut: Menurut persamaan regresi Sampel 1 0,5ml/25ml larutan sampel = 139,8800ppm (90,33%) Sampel 2 1ml/25ml larutan sampel =128,9775ppm (83,29%) Menurut Perbandingan Absorbance Sampel 1 0,5ml/25ml larutan sampel = 140,0225ppm (90,42%) Sampel 2 1ml/25ml larutan sampel = 129,4025 (83,56%) Pengukuran larutan Baku Kerja menggunakan = 475nm

Kesimpulan (Lanjutan)
Sumber kesalahan

1. Praktikan kurang teliti dalam mengukur serta memipet pereaksi 2. Praktikan kurang kuantitatif dalam pembuatan larutan baku 3. Labu ukur yang digunakan kurang bersih sehingga crus langsung berubah warna sebelum ditambahkan sampel
Saran

1. Berhati-hati dan lebih teliti dalam pengambilan sampel atau bahan 2. Harus teliti dalam pembacaan %T di Spektrofotometri UVVis

ARIGATOU!!!