Anda di halaman 1dari 5

SUKSESI Medina Deanti Sari*, Danti Pratiwi*, Innes Genia Sahira*, M. Solikhin*, M.

Pandu Abrari*, Pangestuti Utami*, Shelfila Fitriani* Dosen: Mardiansyah, M.Si dan Dina Anggraini, S.Si Asisten: Ady Septianto *Prodi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta E-mail: medina.deanti@yahoo.com 01 Mei 2013 This research was held on March, 13th 2013. Ecological succession is the observed process of change in the species structure of an ecological community over time. The community begins with relatively few pioneering plants and animals and develops through increasing complexity until it becomes stable or self-perpetuating as a climax community. Species richness is defined as the number of species in a sample unit or other specified area. According to Whittaker (1972). Diversity in the strict sense is richness in species, and is appropriately measured as the number of species in a sample of standard size. Simpsons original index is a measure of dominance rather than diversity. Simpsons index represents the likelihood that two randomly chosen individuals will be the same species. It varies inversely with diversity. This measure is little affected by addition or loss of rare it is relatively stable with sample size. The units for D1 are number of species of equal abundance the minimum value of H is zero, obtained when one species is present. H is undefined if S=0. This equation was first used i n ecology by MacArthur and has a bassis in information theory. If we put diversity into the context of information theory, then maximum diversity yields maximum uncertainty.

PENDAHULUAN Suksesi adalah perubahan yang

dimana terjadi pengalihan dari suatu jenis tumbuhan oleh jenis tumbuhan lainnya (pada tingkat populasi) (Tansley, 1920). Vegetasi dapat disejalankan dengan organism super, mampu memperbaiki atau mengelola dirinya sendiri bila terjadi gangguan atau kerusakan. Ia juga mengenalkan adanya 6 (enam) unsur yang akan terjadi sehubungan dengan proses suksesi yaitu penggundulan terjadinya substrat yang baru;

p e r l a h a n - l a h a n d a r i k o m u n i t a s tumbuhan dalam suatu daerah tertentu dimana terjadi pengalihan dari suatu jenis tumbuhan oleh jenis tumbuhan lainnya (pada tingkat populasi). akan

Pada prinsipnya mengalami

semua

bentuk baik

ekosistem

perubahan

struktur maupun

fungsinya dalam perjalanan waktu. Beberapa perubahan mungkin hanya merupakan

mengakibatkan

fluktuasi lokal yang kecil sifatnya, s e h i n g g a t i d a k memberikan arti yang penting. Perubahan lainnya mungkin sangat besar / kuat sehingga mempengaruhi sistem secara keseluruhan. Suksesi adalah perubahan yang perlahan-lahan dari komunitas tumbuhan dalam suatu daerah tertentu

migrasi, kehadiran migrula atau organ pembiak tumbuhan; eksesis, perkecambahan,

pertumbuhan, reproduksi, dan penyebaran; kompetisi, persaingan sehingga adanya pengusiran satu spesies oleh spesies

lainnya; reaksi, perubahan pada ciri dan sifat

habitat oleh jenis tumbuhan; st a b i l i t a s i , yang menghasilkan komunitas Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan pada praktikum suksesi kali ini adalah tali atau tambang ukuran 1 x 1 m, patok, cangkul, meteran, pisau atau golok, plastik Proses suksesi dapat dibedakan menjadi sampel, anemometer, soil tester, lux meter, Global Positioning System (GPS), thermometer air raksa, kertas label, kamera serta alat tulis. Sedangkan bahan yang digunakan adalah aquadest.

t u m b u h a n p a d a t i n g k a t a n y a n g matang (Clements, 1916).

suksesi primer dan suksesi sekunder. Suksesi primer terjadi bila komunitas asal terganggu. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara menyeluruh (total), sehingga di tempat komunitas asal itu terbentuk habitat baru atau subtrat baru. Pada habitat baru ini tidak ada lagi organisme yang membentuk komunitas asal yang tertinggal. Suksesi sekunder terjadi jika suatu komunitas atau ekosistem alami terganggu, baik secara alami maupun buatan (misalnya akibat kegiatan manusia).

Cara Kerja Lokasi praktek ditentukan didaerah yang

memiliki tingkat kepadatan vegetasi yang tinggi. Langkah pertama yaitu, dibuat plot berukuran 50 x 50 cm2 semi permanen, kemudian dicatat lokasi, kondisi kimia fisik lingkungan dan keanekaragaman spesies flora dan fauna. Sebagian plot dibakar sampai habis sedangkan sebagian yang lain dibabat sampai habis lalu dibiarkan selama satu minggu. Dilakukan pengulangan setiap seminggu sekali selama empat minggu. Setelah itu, analisis keanekaragaman spesies dengan terakhir, Shannon-Wienner dibuat grafik dan skala Simpson. waktu Yang dengan

Gangguan yang terjadi tidak merusak komunitas secara total, sehingga subtrat lama dan kehidupan masih ada. Subtrat inilah yang menjadi tumbuhan pelopor untuk membentuk komunitas yang terganggu tersebut. Proses pembentukan komunitas yang berasal dari subtrat asal disebut suksesi sekunder

(Resosudarmo, 1987). Tujuan dari praktikum suksesi ini adalah mampu melaksanakan simulasi lapangan suksesi sekunder, mengetahui proses suksesi sekunder dalam komunitas atau ekosistem terrestrial serta mengetahui keanekaragaman spesies dari proses sebelum dan sesudah suksesi sekunder dalam komunitas atau ekosistem terrestrial.

keanekaragaman spesies sebelum dan sesudah suksesi sekunder. Rumus Keanekaragaman Shannon-Wiener: H = - Pi.lnPi Keterangan: H Pi : Indeks Shannon-Wiener : kelimpahan relative : Jumlah seluruh individu jenis ke-i : Jumlah individu seluruh jenis

MATERI DAN METODE Praktikum ini dilakukan pada Rabu, 13 Maret 2013 pukul 13.00 15.00 WIB. Bertempat di daerah Semanggi, Ciputat, Tangerang Selatan.

Ni N

Rumus Simpson:

Gambar 1. Histogram Keanekaragam Jenis Sebelum S=1-D Atau: S = 1 - ni (ni - 1) / N(N 1) Keterangan: S D Ni N : Indeks Simpson : Dominansi : Jumlah seluruh individu jenis ke-i : Jumlah individu seluruh jenis Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener diketahui bahwa daerah yang sebelum dilakukan pembakaran lebih rendah keanekaragaman jenisnya dibandingkan dengan daerah yang setelah diberi perlakuan dan Sesudah diberi perlakuan pada semua plot.

pembakaran. Namun, pada sebelum dan sesudah diberi perlakuan memiliki keanekaragaman jenisnya yang rendah yaitu 0,76 dan 0,86. Pada daerah yang

HASIL DAN PEMBAHASAN Suksesi adalah proses perubahan yang terjadi dimulai dari komunitas dalam suatu area beberapa meter persegi atau beberapa individual sampai pada tingkat ekosistem. metode Praktikum analisis ini dilakukan yaitu

diberi perlakuan pembabatan, sebelum dibabat daerah tersebut memang sudah memiliki tingkat

keanekaragaman jenis yang cukup tinggi yaitu 2,22 dan 1,27.

menggukanan

vegetasi,

Indeks Simpson
0.6 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0 1 PERLAKUAN 2 Indeks Simpson

menghitung dan mengidentifikasi flora dan fauna yang ditemukan pada plot yang telah dibuat. Setelah itu, digunakan perhitungan untuk menghitung

Sebelum Sesudah

keanekaragaman menggunakan Indeks ShannonWiener. Berikut akan disajikan gambar berupa histogram yang menggambarkan keanekaragaman jenis suatu daerah sebelum dan setelah diberi perlakuan. Keanekaragaman Jenis ShannonWiener
2.5 2 1.5 1 0.5 0 Pembakaran Pembab PERLAKUAN atan Sebelum Sesudah

Gambar 2. Hasil Perhitungan Menggunakan Indeks Simpson. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat dikatakan bahwa pada perlakuan sebelum

pembakaran, diversitas atau keanekaragaman jenis cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan setelah dibakar. Lain halnya dengan perlakuan pembabatan, diversitas tumbuhan pada plot sebelum dibabat tersebut cenderung lebih rendah dibandingkan dengan setelah dibabat. Hal ini menyatakan bahwa suksesi sekunder yang dialami daerah tersebut dapat

H'

dikatakan berhasil.

700 600 500 400 300 200 100 0 Fabaceae Cyperaceae Phyllantaceae Achantaceae Malfaceae Primulaceae Rubiaceae Bruceae Simaroubaceae Arisaemae Sebelum Sesudah

proses tersebut akan terhenti (klimaks) pada tahap komunitas rumput; jika berlangsung di daerah beriklim dingin dan basah, maka proses suksesi akan terhenti pada komunitas (hutan) conifer, serta jika berlangsung di daerah beriklim hangat dan basah, maka kegiatan yang sama akan terhenti pada hutan hujan tropic. Lalu proses suksesi sangat beragam, tergantung kondisi lingkungan. Proses suksesi pada daerah hangat, lembab, dan subur dapat berlangsung selama seratus tahun Gams (1918) mengemukakan bahwa

Gambar 3. Komposisi famili tumbuhan sebelum dan setelah diberi perlakuan. Berdasarkan hasil yang ditunjukkan pada gambar 3 diatas famili tumbuhan yang paling banyak mengalami suksesi sekunder adalah family

suksesi bisa terjadi secara alami,tetapi bisa juga timbul karena perbuatan manusia. Keduanya tidak berbeda secara mendasar. Hutan yang hancur karena ditebang oleh manusia, atau

Rubiaceae, setelah itu Asteraceae, Achantaceae serta Primulaceae. Suksesi sekunder terjadi jika suatu gangguan terhadap suatu komunitas tidak bersifat merusak total tempat komunitas tersebut sehingga masih terdapat kehidupan/ substrat seperti sebelumnya. Proses suksesi sekunder dimulai lagi dari tahap awal, tetapi tidak dari komunitas pionir. Gangguan yang menyebabkan terjadinya

dihancurkan akibat longsor atau angin topan, proses suksesi yang terjadi akan relatif

sama. Namun Gams mengkategorikan suksesi ini dalam tiga keaadan yaitu : a) Suksesi dengan urutan normal Berasal dari adanya pengaruh terhadap

vegetasi yang terus menerus dan cepat. Misalnya vegetasi rumput yang selalu terinjak-injak ternak, di mamah biak, dijadikan ternak, tempat atau tempat beristirahat berguling

suksesi sekunder dapat berasal dari peristiwa alami atau akibat kegiatan manusia. Gangguan alami misalnya angin topan, erosi, banjir, kebakaran, pohon besar yang tumbang, aktivitas vulkanik, dan

kekeringan hutan. Gangguan yang disebabkan oleh kegiatan manusia contohnya adalah pembukaan areal hutan. Proses suksesi sangat terkait dengan faktor lingkungan, seperti letak lintang, iklim, dan tanah. Lingkungan sangat menentukan pembentukkan

g u l i n g t e r n a k . Kondisi vegetasi akan mengalami Fasa perubahan selama

ternak tetap beradadi tempat itu. b) Suksesi dengan urutan berirama. Berasal ulang, dari gangguan siklis berulang tetapi

mungkin

struktur komunitas klimaks. Misalnya, jika proses suksesi berlangsung di daerah beriklim kering, maka

m e m p u n y a i interval waktu antara satu gangguan dengan gangguan berikutnya.

Misalnya perubahan adanya

terjadi vegetasi proses

pada karena rotasi

d a l a m pemanfaatan lahan pertanian. c) Suksesi dengan urutan katastrofik, Terjadi secara hebat dan tiba-tiba, tidak berirama, seperti meletusnya gunung berapi, gempa bumi, kebakaran, habitat ini penebangan, yang

pengeringan kesemuanya dampak

akuatika,

bisa

menimbulkan komunitas

katastrofik

pada

tumbuhan, yang kemudian cepat atau lambat akan diikuti oleh suatu proses suksesi tumbuhan.

DAFTAR PUSTAKA Odum, Eugene P. 1979. Fundamentals of Ecology third Edition. Georgia: Saunders College Publishing. Resosudarmo , Sudjiran, Kartawinata, Kuswata, Soegiarto & Apriliani. 1987. Pengantar Ekologi. Jakarta: Remaja Karya Dede S, Muhardiono, Ayip. 1989. Penuntun Praktikum Ekologi. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Kusmana, C. 1997. Metode Survey Vegetasi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.