Anda di halaman 1dari 1

HASIL WAWANCARA KONSERVASI BIODIVERSITAS Kelompok 2.3 A Dinia R.D., Ria P.S., R. Ayu S.H.

Eco Rice Field di Persawahan Karang Ploso Eco Rice Field yang kami soroti adalah daerah persawahan sekitar Karang Ploso terutama mengenai diversitas ekosistemnya. Seluruh jumlah petani di sana 20 sehingga jumlah koresponden adalah 3 orang atau 10% dari jumlah seluruh petani yang ada. Umumnya koresponden yang diwawancari sudah berprofesi sebagai petani lebih dari 20 tahun. 2 dari 3 koresponden menyatakan tidak pernah mengganti varietas padi yang ditanam. Varietas yang digunakan yaitu 64 Cierang sedangkan 1 koresponden menyatakan sebelum 64 Cierang menggunakan varietas Cigogo. Varietas 64 Cierang lebih pulen dibandingkan dengan Cigogo. Irigasi yang digunakan dari tahun ke tahun berasal dari sungai Nyolo sehingga dari segi irigasi tidak pernah ada kendala. Petani menyatakan bahwa hasil panen beberapa tahun yang lalu lebih bagus dibanding tahun sekarang. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya jenis pupuk yang digunakan dan penggunaan pestisida untuk membasmi hama. Beberapa tahun yang lalu para petani menggunakan kandang namun saat ini petani menggunakan pupuk urea, ZA, dan TSP. Keunggulan pupuk kandang yaitu tanah menjadi subur, gembur, hasil penen lebih baik dan banyak namun kekurangannya padi yang dihasilkan tidak dapat tumbuh tinggi. Keunggulan pupuk kimia yaitu padi yang dihasilkan dapat tumbuh tinggi tetapi membuat tanah menjadi kering. Komposisi pemberian pupuk yang tidak tepat menyebabkan padi menjadi kopos. Hama yang biasa menyerang adalah ulat, walang, dan tikus. Pestisida yang digunakan para petani yaitu racun desis, obat walang, toradan, dan sekor yang biasanya digunakan untuk membasmi hama jenis ulat dan serangga. Tikus dibasmi dengan menghentikan saluran irigasi. Padi yang dihasilkan pada musim kemarau lebih banyak dibanding pada musim kemarau karena pada musim hujan persawahan menjadi banjir sehingga bunga padi ikut terbawa arus air. Kesimpulan dari hasil wawancara ini adalah bahwa kualitas dan kuantitas hasil panen padi dipengaruhi oleh faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik meliputi varietas padi yang digunakan dan hama. Faktor abiotik meliputi irigasi, pupuk, pestisida, dan musim.