Anda di halaman 1dari 9

MODUL 1 KB 1 ARTI DAN MANFAAT BERMAIN ARTI BERMAIN BAGI ANAK

A.BERMAIN BAGI ANAK 1. Karakteristik Bermain Anak Arti bermain secara alamiah memberi kepuasan pada anak, yaitu; a. Bermain relatif bebas dari aturan b. Bermain dilakukan seakan kegiatan dalam kehidupan nyata c. Bermain lebih fokus pada kegiatan d. Bermain memerlukan interaksi dan keterlibatan anak 2. Arti Bermain bagi Anak Para ahli mengatakan bahwa bermain mempunyai arti sebagai berikut. a. Anak memperoleh kesempatan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya b. Anak menemukan dirinya, yaitu kekuatan dan kelemahannya c. Memberi peluang seutuhnya baik fisik, intelektual, bahasa dan perilaku d. Anak terbiasa menggunakan pancaindranya e. Memotivasi anak untuk mengetahui sesuatu lebih mendalam Pembelajaran menjadi bermakna karena: a. Bermain itu belajar Melalui bermain anak memperoleh kesempatan menemukan serta bereksperimen dengan alam sekitar. b. Bermain itu bergerak Bermain dapat mengembangkan kesadaran anak akan tubuhnya ketika ia menggunakan dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan keterampilan bergerak serta percaya diri dengan kekuatan tubuhnya. c. Bermain membentuk perilaku Pembentukan perilaku melalui pembiasaan serta program dalam rangka pengembangan pengetahuan dasar.Tujuan pembiasaan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang matang dan mandiri. Untuk memenuhi tujuan tersebut bermain bermain bertugas untuk: 1. Menanamkan budi pekerti yang baik 2. Melatih dan membedakan sikap dan perilaku 3. Melatih sikap ramah, kerja sama, kepedulian 4. Membiasakan disiplin dan tanggung jawab 5. Melatih mencintai lingkungan dan ciptaan Tuhan 6. Melatih anak selalu tertib dan patuh peraturan 7. Melatih berani dan rasa ingin tahu yang besar 8. Menjaga keamanan diri 9. Melatih berbagai konsep moral yang mendasar 3. Bermain, Bekerja, dan Belajar

Ahli pendidikan anak usia dini Amerika, Ronald Lally Direktur dari Center for child and family studies, Far west Laboratory for Educational Research and Development, San Francisco melakukan penelitian tentang bermain. Pendapat Lally diharapkan membuka mata hati para guru untuk menganggap kegiatan bermain sebagai suatu hal yang serius. B. TEORI BERMAIN Ada beberapa teori mengapa manusia bermain : 1. Teori Rekresai ( Schaller dan Lazarus ). Teori ini dibedakan antara bermain disatu pihak dengan bekerja dipihak lain yang membutuhkan suatu keseriusan. 2. Teori Kelebihan Energi ( Herbert Spencer ). Bermain dipandang sebagai penutup atau klep keselamatan pada mesin uap 3. Teori Fungsi dari Karl Groos dan Maria Montessori. Bermain untuk mengembangkan fungsi yang tersembunyi dalam diri seorang individu. 4. John Huizinga ( 1938 ) bermain adalah yang membedakan manusia dari hewan 5. Patty Smith Hill ( 1932 ) bekerja bermain dimana anak-anak bebas mengeksplorasikan benda-benda serta alat bermain dilingkungannya. 6. Susan Isaacs ( 1933 ) bermain mempertinggi semua aspek pertumbuhan dan perkembangan anak. 7. Dewey ( 1938 ) anak belajar tentang dirinya sendiri serta dunianya melalui bermain. 1. Penggolongan Teori Bermain Teori bermain dapat digolongkan menjadi 2 yaitu : a. Teori Klasik, yaitu teori yang muncul pada abad ke-19 sampai perang Dunia 1. Teori yang tergolong teori klasik yaitu teori kelebihan energi Herbet Spencer yaitu menyebutkan bahwa manusia memiliki sejumlah energi digunakan untuk mempertahankan hidup.Teory relaksasi ( Schaller dan Lazarus ) menyebut bahwa bermain mengisi kembali energy yang terpakai dalam bekerja. Teori insting Karl Groos dimana bermain mempersiapkan anak-anak untuk peran yang akan dilakukan dikemudian hari. Teori Rekapitulasi G.S Hall bahwa anak-anak mengulangi aktivitas para leluhurnya. b. Teory Modern, yaitu teori yang muncul sesudah peramg dunia 1. Perbedaan teory modern memberi tekanan pada konsekuensi bermain bagi anak. Ada 3 teory yang masuk kategori ini ; 1. Teori Psikoanalisis bermain sebagai alat penting bagi pelepasan emosi serta mengembangkan rasa harga diri. 2. Teori perkembangan kognitif kegiatan bermain dalam kaitannya dengan perkembangan intelektual. Jean Piaget

( 1963 ) bahwa anak menciptakan sendiri pengetahuan mereka tentang dunianya melalui interaksi mereka. 3. Teori dari Vygotsky ( 1967 ) menekankan pemusatan hubungan sosial sebagai hal penting yang mempengaruhi perkembangan kognitif.

Manfaat Bermain KB 2
A. MENGAPA BERMAIN ITU PENTING Association for Childhood Education International ( ACEI ) dan The National Association for The Education of Young Children ( NAEYC ) menegaskan dalam garis- garis pedomannya bahwa bermain: 1. Memampukan anak menjelajah dunianya 2. Mengembangkan pengertian sosial dan kultural 3. Membantu anak mengungkap pikiran dan perasaan 4. Memberikan kesempatan mengalami serta memecahkan masalah 5. Mengembangkan keterampilan berbahasa dan melek huruf Nilai-nilai bermain : 1. Nilai Bermain di Mata Para Peneliti a. Vygotsky (1976) bermain memiliki peranan langsung dalam perkembangan kecerdasan dengan cara permainan simbolis. b. Bermain memberi anak kesempatan untuk menguji tubuhnya c. Elkind ( 1981 ) bermain sebagai suatu pelepasan atau pembebasan dari tekanan- tekanan yang dihadapi anak-anak d. Barnet dan storm ( 1981 ) penmuan bukti psikologis keterkaitan bermain dengan penurunan atau pengurangan kecemasan. e. Johnson, Christie, Yawkey ( 1987 ) dan Spodek, serta Saracho ( 1988 ) bermain memberi dukungan pada dugaan bahwa bermain dan kreativitas ada keterkaitan karena duanya menggunakan symbol. 2. Nilai- nilai bermain a. Nilai bermain bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik b. Nilai bermain dalam perkembangan kognitif c. Nilai bermain bagi perkembangan sosial d. Nilai bermain bagi perkembangan emosional B. MANFAAT BERMAIN BAGI ANAK 1. Bermain memicu kreativitas 2. Bermain bermanfaat mencerdaskan otak 3. Bermain bermanfaat menanggulangi konflik 4. Bermain bermanfaat untuk melatih empati 5. Bermain bermanfaat mengasah pancaindra 6. Bermain sebagai media terapi 7. Bermain itu melakukan penemuan

MODUL 2 KB 1
KARAKTERISTIK DAN TAHAP PERKEMBANGAN BERMAIN A. KARAKTERISTIK BERMAIN B. KARAKTERISTIK BERMAIN ANAK 1. Bermain adalah sukarela 2. Bermain adalah pilihan anak 3. Bermain adalah kegiatan yang menyenangkan 4. Bermain adalah simbolik 5. Bermain adalah aktif melakukan kegiatan Fakta-fakta yang mempengaruhi terhadap kegiatan bermain anak: a. Motivasi b. Lingkungan yang menunjang c. Perilaku anak dalam bermain C. PERAN GURU DALAM KEGIATAN BERMAIN 1. Pengamatan guru terhadap kegiatan bermain a. Cara memainkan alat bermain b. Sikap anak waktu bermain c. Bermain ikut-ikutan teman atau mengatur d. Berapa waktu diguanakan untuk menekuni 1 jenis kegiatan e. Jenis mainan yang sering dipilih 2. Ciri-ciri permainan anak yang baik a. Anak diberi kesempatan b. berbagai perbedaan diakomodasikan c. sedikit kemungkinan timbul masalah fisik d. tujuan jelas e. anak merasa aman walaupun membuat kesalahan f. banyak pengalaman menyangkut perilaku sosial, emosional dapat diselesaikan g. komponen permianan menunjang interaksi sosial D. GAMBARAN PERBEDAAN PENDAPAT TENTANG BERMAIN Tahapan Perkembangan Bermain A. TAHAPAN UMUM Tahap-tahap bermain: 1. Tahap manipulative 2. Tahap simbolis 3. Tahap eksplorasi 4. Tahap eksperimen 5. Tahap dapat dikenal

B. PERKEMBANGAN KEGIATAN BERMAIN 1. Jean Piaget ( 1962 ) Perkembangan bermain sejalan dengan perkembangan kognitif, yaitu sensory motor play, symbolic motor play, social play games with rules 2. Pandangan Parten Kegiatan bermain sebagai sarana sosialisasi anak, terdapat 6 tahapan perkembangan bermain. 3. Pandangan Hurlock Perkembangan bermain terjadi melalui tahapan: a. Tahap eksplorasi b. Tahap alat permainan c. Tahap bermain d. Tahap melamun 4. Smilansky ( 1968 ) dan Shefatya ( 1990 ) Membagi perkembangan anak atas 4 kategori, yaitu bermain fungsional, bermain konstruktif, bermain khayal ( dramatisasi ) bermain dengan aturan ( games with rules )

MODUL 6 KB 1 ASPEK-ASPEK PENGEMBANGAN ANAK TK A. USIA 4-5 TAHUN Pada usia ini anak aktif dan energik Ada 6 aspek pengembangan: 1. Aspek Pengembangan Fisik Yaitu mampu mengelola keterampilan tubuh termasuk gerakan mengontrol tubuh, gerakan kasar dan halus, serta menerima rangsangan sensorik ( panca indera ) 2. Aspek Pengembangan Kognitif Yaitu mampu berfikir logis , kritis, memberi alasan dan memecahkan masalah 3. Aspek Pengembangan Bahasa Mampu menggunakan bahasa baik secara aktif maupun pasif 4. Aspek Pengembangan Sosial Emosional Mampu mengenal lingkungan alam, sosial, masyarakat, memahami keragaman budaya dan mampu mengembangkan konsep diri 5. Aspek Pengembangan Moral dan Nilai nilai Agama Mampu melakukan ibadah, mengenal dan percaya akan Tuhanserta mencintai sesama 6. Aspek Pengembangan Seni Peka terhadap irama, nada, birama, berbagai bunyi dan menghargai suatu hasil karya B. USIA 5-6 TAHUN Pada usia ini anak yang periang dan imaginatif Ada 6 aspek pengembangan: 1. Aspek Pengembangan Fisik a. Aspek pengembangan fisik motorik kasar b. Aspek pengembangan fisik motorik halus 2. Aspek pengembangan kognitif 3. Aspek Pengembangan Bahasa 4. Aspek Pengembangan Moral dan Nilai-nilai Agama 5. Aspek pengembangan Sosial Emosional 6. Aspek Pengembangan Seni

KB 2

JENIS PERMAINAN YANG SESUAI DENGAN ASPEK-ASPEK PENGEMBANGAN ANAK TK


Ada 2 jenis besar penggolongan permainan ; 1. Hurlock ( 1978 ) yaitu bermain aktif dan bermain pasif 2. Berdasar kemampuan atau keterampilan yang dikembangkan pada diri anak A. PERMAINAN BERDASARKAN TINGGI RENDAHNYA KETERLIBATAN ANGGOTA TUBUH 1. Kegiatan Bermain Aktif Bermain aktif yaitu kegiatan yang melibatkan banyak aktivitas tubuh atau gerakan tubuh. Permainan ini dipengaruhi oleh faktor; a. Kesehatan b. Penerimaan sosial c. Tingkat kecerdasan d. Jenis kelamin e. Alat permainan f. Lingkungan tempat Macam- macam kegiatan aktif: a. Bermain bersama teman b. Bermain dalam kelompok 2. Kegiatan Bermain Pasif 1. Membaca 2. Menonton film 3. Mendengarkan radio 4. Mendengarkan musik B. PERMAIANAN BERDASARKAN KEMAMPUAN DAN KETERAMPILAN YANG DIKEMBANGKAN ANAK 1. Bermain untuk Pengembangan Kemampuan Kognitif 2. Bermain sebagai Latihan Koordinasi Gerakan Motorik 3. Bermain Konstruktif untuk Pengembangan Kognitif dan keterampilan Motorik Halus 4. Bermain drama sebagai Latihan Logika Pengembangan berbahasa 5. Bermain untuk pengembangan Kemampuan Seni 6. Bermain Sebagai Penumbuh Aspek Moral dan Nilai-nilai kehidupan

KB 3 PROGRAM BERMAIN YANG SESUAI DENGAN ASPEK-ASPEK PENGEMBANGAN ANAK TK Ada 2 jenis bermain: 1. Berdasarkan tinggi rendahnya gerakan/aktifitas tubuh 2. Berdasarkan kemampuan atau ketrampilan pada diri anak Program- program yang dapat dilakukan diTK A. BERMAIN PASIR B. BERMAIN AIR C. BERMAIN BALOK D. BERMAIN ALAT MANIPULATIF E. SUDUT RUMAH TANGGA F. BERMAIN DI PERPUSTAKAAN G. BERMAIN DI LUAR