Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul

dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM,
Menimbang : a. bahwa pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi di bidang pekerjaan umum yang memenuhi tata nilai pengadaan dan kompetitif sangat diperlukan bagi ketersediaan infrastruktur yang berkualitas sehingga akan berdampak pada peningkatan pelayanan publik; bahwa dengan telah diterbitkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, perlu pengaturan mengenai tata cara pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang jelas dan komprehensif sehingga dapat menjadi pengaturan yang efektif dalam pengadaan barang/jasa pemerintah; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Menteri;

b.

c.

Mengingat

: 1.

2.

3.

4.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3955) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2010 (Lembaran Negara RI Tahun 2010 Nomor 157); Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Nomor 64 Tahun 2000, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3957) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2010 (Lembaran Negara RI Nomor 95 Tahun 2010); Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 65 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3957); Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;
i

yang dimaksud dengan : 1. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah Satuan Kerja yang menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai dari dana anggaran pemerintah. Jasa Konsultansi adalah jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). 8.000. 9.000. 9. Kepala Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Kasatker adalah Kuasa Pengguna Anggaran dan/atau Barang. mempunyai risiko tinggi. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI. 12. ii . 3. Unit Layanan Pengadaan yang selanjutnya disebut ULP adalah unit organisasi yang berfungsi melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa yang ditetapkan oleh Menteri dan bersifat permanen. 4. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah Pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran pemerintah. 2. 11. Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya. Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi.000. Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 15/M-IND/PER/2/2011 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 8. 5. 10. Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia.00 (seratus milyar rupiah). Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Pekerjaan Konstruksi/Jasa Konsultansi. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. 7. 7. menggunakan peralatan yang didesain khusus dan/atau pekerjaan yang bernilai diatas Rp100. 5. 6. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 10. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009. 11. Pejabat Pengadaan adalah personil yang memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa yang melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa. Pekerjaan Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi.Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. 6. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pekerjaan Umum.

Pasal 3 Ruang lingkup berlakunya Peraturan Menteri ini adalah untuk: (1) Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang pembiayaannya baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari anggaran pembangunan pemerintah (pusat/daerah). (7) Menghindari dan mencegah penyalahgunaan wewenang dan/atau kolusi dengan tujuan untuk keuntungan pribadi.000. 15. 14. 16. (5) Menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan para pihak yang terkait. disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran. (2) Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang dananya bersumber dari pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari pinjaman atau hibah dalam negeri. rabat dan berupa apa saja dari atau kepada iii . baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses Pengadaan Barang/Jasa. (6) Menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam Pengadaan Barang/Jasa. Pejabat Eselon I atau Pimpinan Unit Kerja setara Eselon I adalah Sekretaris Jenderal/Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah. Ahli Hukum Kontrak adalah seorang/pejabat ahli yang dapat memberikan pendapat terhadap Kontrak untuk pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang bernilai di atas Rp 100. imbalan. (2) Peraturan Menteri ini bertujuan agar pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi lebih operasional dan efektif. kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan Pengadaan Barang/Jasa. Kontrak kerja konstruksi adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara Pejabat Pembuat Komitmen dengan Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Pasal 2 (1) Peraturan Menteri ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. Kepala Badan. tidak menawarkan atau tidak menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat. dan Direktur Jenderal/Deputi. golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. (2) Bekerja secara profesional dan mandiri.000 (seratus milyar rupiah) dan/atau yang bersifat kompleks sebelum di tandatangani oleh para pihak.13. serta menjaga kerahasiaan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa yang menurut sifatnya harus dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam Pengadaan Barang/Jasa. komisi.000. dan (8) Tidak menerima. Pasal 4 Para pihak yang terkait dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa harus mematuhi ketentuan sebagai berikut: (1) Melaksanakan tugas secara tertib. (4) Menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan tertulis para pihak. (3) Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung yang berakibat terjadinya persaingan tidak sehat. Inspektur Jenderal.

Pasal 5 Untuk pekerjaan konstruksi yang bernilai diatas Rp 100.000. perkiraan perhitungan biaya yang dilakukan oleh konsultan perencana (engineer’s estimate).000. khusus untuk harga penawaran peserta lelang/seleksi di bawah 80% HPS wajib dilakukan evaluasi kewajaran harga dengan meneliti dan menilai konsistensi rincian/uraian Analisa Harga Satuan Pekerjaan Utama terhadap syarat teknis/spesifikasi sehingga tidak terjadi penyimpangan yang mempengaruhi lingkup. harus berdasarkan persetujuan para pihak. norma indeks yaitu tentang nilai harga terendah dan harga tertinggi dari suatu barang/jasa yang diterbitkan oleh instansi teknis terkait atau Pemerintah Daerah setempat. g.000 (seratus milyar rupiah) dan jasa konsultansi yang bernilai diatas Rp 10. penandatanganan kontrak dilakukan setelah Dokumen Anggaran disahkan. e. c. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).000. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menetapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) setelah Rencana Perkiraan Biaya yang disusun mendapat persetujuan dari Pejabat Eselon I. Pasal 7 Kontrak untuk pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang bernilai di atas Rp 100. b. inflasi tahun sebelumnya.000. Pasal 6 (1) Dalam rangka menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dilakukan berdasarkan metode pelaksanaan/kerja dan spesifikasi teknis dengan memperhatikan data harga pasar setempat. suku bunga berjalan dan/atau kurs tengah Bank Indonesia. terlebih dahulu harus memperoleh pendapat Ahli Hukum Kontrak.000 (seratus milyar rupiah) dan/atau yang bersifat kompleks sebelum di tandatangani oleh para pihak. (2) Dalam hal tidak diperoleh Ahli Hukum Kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diperoleh berdasarkan hasil survey menjelang dilaksanakannya pengadaan dengan mempertimbangkan informasi yang meliputi: a. informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan. dan/atau i. dan hasil/kinerja serta diyakini dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. hasil perbandingan dengan Kontrak sejenis. biaya Kontrak sebelumnya atau yang sedang berjalan dengan mempertimbangkan faktor perubahan biaya.000. f. baik yang dilakukan dengan instansi lain maupun pihak lain. daftar biaya/tarif Barang/Jasa yang dikeluarkan oleh pabrikan/distributor tunggal. (9) Proses pelaksanaan pelelangan/seleksi harus segera dimulai setelah rencana kerja dan anggaran K/L/D/I disetujui DPR/DPRD sampai dengan penetapan pemenang. kualitas. d. (2) Dalam melakukan evaluasi penawaran harus berpedoman pada tata cara/kriteria yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa. h.000. iv . informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh asosiasi terkait dan sumber data lain yang dapat dipertanggungjawabkan.000 (sepuluh milyar rupiah). Pasal 8 (1) Ahli Hukum Kontrak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 yang ditunjuk untuk memberikan pendapat hukum.

Buku PK 05 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak Lump Sum. 9. v .maka pendapat hukum dapat diperoleh dari Tim Pendapat/Opini Hukum Kontrak. terdiri atas : 1. 5. Buku PK 02 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Lump Sum. Buku PK 04 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. Buku PK 03 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan. 3. 4. 6. 10. Buku PK 06 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur (Ambang Batas) Kontrak Harga Satuan. Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi. Buku PK 01 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. Buku PK 01 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. Pasal 9 (1) Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi meliputi : a. Buku PK 02 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Lump Sum. Buku PK 04 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. 2. 8. Buku PK 05 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak Lump Sum. 11. 7. Buku PK 03 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan.

8. Buku JK 10 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Sum. 5. Buku JK 11 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan.12. 15. 6. 10. vi . Buku JK 12 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum. Buku JK 13 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Harga Satuan. 7. Buku JK 10 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Sum. 2. Buku JK 09 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dengan Kontrak Harga Satuan. 9. Buku JK 09 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Harga Satuan. 3. Buku PK 06 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur (Ambang Batas) Kontrak Harga Satuan. 14. b. Buku PK 08 Pedoman Penyusunan Dokumen Pelelangan. Buku JK 11 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan. 4. 13. terdiri atas : 1. Buku JK 12 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum. Buku JK 13 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Harga Satuan. Buku PK 07 B Pedoman Evaluasi Kualifikasi. Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konsultansi. Buku PK 07 A Standar Dokumen Kualifikasi Pekerjaan Konstruksi.

petunjuk. b.11. 21. manajemen kontrak. 14. Buku JK 14 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Lump Sum. pedoman. Buku JK 15 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Harga Satuan. Buku JK 19 Pedoman Penyusunan Dokumen Seleksi. monitoring dan evaluasi. dan lainnya. Buku JK 15 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Harga Satuan. 18. (2) Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi di bidang pekerjaan umum dilaksanakan sesuai dengan Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri ini. kajian. design. Buku JK 17 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Perseorangan. kontrak Lump Sum. survey. 20. vii . sertifikasi. evaluasi. 12. Jenis pekerjaan pada kelompok ini yaitu feasibility study. kontrak Lump Sum Jasa Konsultansi didasarkan atas produk/keluaran (Output based) yang harus dihasilkan konsultan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR. Harga Satuan. Buku JK 14 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Lump Sum. 16. 13. Buku JK 18 A Standar Dokumen Kualifikasi Jasa Konsultansi. study. (3) Kontrak pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dapat menggunakan: a. Buku JK 18 B Pedoman Evaluasi Kualifikasi Jasa Konsultansi. 19. Jenis pekerjaan pada kelompok ini yaitu supervisi/pengawasan pekerjaan fisik. dan lainnya. Buku JK 16 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Lump Sum. Buku JK 17 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi Perseorangan. 15. produk hukum. telaah. Kontrak Harga Satuan Jasa Konsultansi didasarkan atas input (tenaga ahli dan biaya-biaya langsung terkait termasuk perjalanan dinas) yang harus disediakan konsultan (Input based) untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR. Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan untuk pekerjaan tunggal atau terintegrasi. Buku JK 16 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Lump Sum. 17.

.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI BUKU 11 B : Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan .

.

. SERTA PEMBUATAN BAHS.... PENGAMBILAN..... KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA……………………… 19 C........................................................................ RUANG LINGKUP……………………………………………………………2 BAB II UNDANGAN.............. TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL………………………………………… 24 BAB VIII LAINLAIN-LAIN ....... TUJUAN……………………………………………………………………......... 13 BAB IV UNDANGAN........ PENYAMPAIAN............ PENGUMUMAN PERINGKAT TEKNIS……………………………………........... 17 B............. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN DOKUMEN SAMPUL II ......... NEGOSIASI......... 1 A.. 2 C......................... SELEKSI GAGAL…………………………………………………………… 23 B........................................ PEMBERIAN PENJELASAN... 1 B............ 36 BAB I i ........ UNDANGAN KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA………......................................... 3 C... PENYAMPAIAN/PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN………………… 5 E............................................... 13 A...... UNDANGAN PEMBUKAAN SAMPUL II…………………………………… 14 B........ ..................................................................... PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS (SAMPUL I)…………………………………………………………………........................................ 17 BAB VI KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI.......... 4 D............... 29 LAMPIRAN ......... 17 A...... PEMBUATAN BERITA ACARA HASIL SELEKSI (BAHS)……………………...... SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING……………………………... PEMBUKAAN................. 6 F....... 21 BAB VII SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL ................... 14 BAB V PENETAPAN PEMENANG SELEKSI...... EVALUASI DOKUMEN SAMPUL I………………………………………….. UNDANGAN…………………………………………………………………3 B............... PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II.......... PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS………………………………………… 13 B................................. 19 A............ ....... PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN………………………..DAFTAR ISI KETENTUAN UMUM .................................................. PENGAMBILAN DOKUMEN PEMILIHAN………………………………….............................. 3 A..... DAN EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN . 23 A.......................... 8 BAB III PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS .............. PENGUMUMAN.. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING .......... ............... PENGAMBILAN... PENETAPAN PEMENANG………………………………………………….. 14 A.... 19 B....... PENGERTIAN ISTILAH……………………………………………………….....

.

Tanggal Mulai Kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). 6. 3. PENGERTIAN ISTILAH Dalam pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini. 5. Harga Perkiraan Sendiri Sendiri (HPS) adalah hasil perhitungan seluruh volume pekerjaan dikalikan dengan Harga Satuan ditambah dengan seluruh beban pajak dan keuntungan. terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara profesional dan dapat dilaksanakan. Penyedia Penyedia Jasa adalah badan usaha atau orang perorangan yang kegiatan usahanya menyediakan/melaksanakan layanan jasa konsultansi. yang dimaksud dengan: 1. 13. 4. 12. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. 16. Peserta seleksi adalah penyedia jasa yang mengikuti seleksi penyedia jasa yang telah lulus prakualifikasi dan masuk dalam daftar pendek konsultan (untuk prakualifikasi) atau mendaftar dan mengambil dokumen seleksi (untuk pascakualifikasi). 11.BAB I KETENTUAN UMUM A. 10. Personil Inti adalah tenaga yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan untuk melaksanakan pekerjaan. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Jasa Konsultansi. Jasa Konsultansi adalah jasa layanan professional yang membutuhkan keahlian tertentu di berbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). Jadwal Waktu Waktu Pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Substansi Penawaran Penawaran adalah hal-hal pokok dalam penawaran yang menentukan sah atau tidaknya penawaran yang dinyatakan dalam dokumen seleksi. 9. 14. Dokumen Penawaran Penawaran adalah surat penawaran dan seluruh dokumen lampirannya termasuk dokumen kualifikasi (untuk pascakualifikasi). 8. 2. yang diterbitkan oleh PPK. 7. 1 . 15. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran pemerintah. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. Dokumen Seleksi adalah dokumen yang ditetapkan oleh Pokja ULP yang memuat informasi dan ketentuan yang harus ditaati oleh para pihak dalam proses pengadaan jasa konsultansi. Pokja ULP (Kelompok Kerja Pokja ULP) adalah perangkat dari Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) yang berfungsi untuk melaksanakan Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi. Pejabat Pengadaan adalah personil yang memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa yang melaksanakan Pengadaan Jasa Konsultansi.

18. efektif. 20. Agar penerapan ketentuan Peraturan Presiden R.17. 2. transparan. No. Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan masa pemeliharaan berakhir. C. B. dan akuntabel. 3. TUJUAN Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini disusun dengan tujuan: 1. dengan harga penawaran yang paling menguntungkan negara. Agar pelaksanaan pengadaan dilakukan secara efisien. terbuka dan bersaing. Konfirmasi adalah kegiatan meminta penegasan terhadap hal-hal yang diperlukan. Tanggal Penyelesaian Pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama pekerjaan selesai. Sebagai pedoman Kelompok Kerja (Pokja) Pokja ULP dalam melaksanakan evaluasi dokumen penawaran pengadaan pekerjaan jasa konsultansi. adil/tidak diskriminatif. RUANG LINGKUP Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini digunakan untuk pelaksanaan seleksi dan evaluasi penawaran mencakup: 1. 54 Tahun 2010 dalam pelaksanaan pengadaan lebih operasional.I. Klarifikasi adalah kegiatan meminta penjelasan atas substansi penawaran yang kurang jelas dalam rangka evaluasi dokumen penawaran. 2. 21. 19. 4. 2 . Negosiasi adalah kegiatan untuk mencapai kesepakatan teknis maupun harga untuk melaksanakan pekerjaan. dinyatakan dalam Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh PPK. Pengadaan Jasa Konsultansi yang dananya bersumber dari pemerintah mencakup Pengadaan Jasa Konsultansi yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari pinjaman atau hibah dalam negeri. Pengadaan Jasa Konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang pembiayaannya baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari anggaran pembangunan pemerintah (pusat/daerah). Untuk mendapatkan penyedia jasa yang diyakini mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik.

L. Pembukaan dan evaluasi dokumen sampul II. waktu dan tempat pengambilan Dokumen Pemilihan. DAN EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN Pokja ULP agar melakukan penelitian/pemeriksaan terhadap proses pelelangan dengan tahapan sebagai berikut : A. tanggal. N. PENGAMBILAN. masa sanggah kualifikasi berakhir. Pada tahap pengambilan Dokumen Pemilihan. Pemberian Penjelasan D. Undangan mencantumkan hari. Pokja ULP: a memberikan Dokumen Pemilihan dalam bentuk file (softcopy) dan/atau cetakan (hardcopy) kepada peserta yang diundang. Pemberitahuan/Pengumuman Pemenang. Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul I F. UNDANGAN 1. Undangan pembukaan dokumen sampul II. Peserta mengambil Dokumen Pemilihan sesuai tempat. Evaluasi Administrasi 2.BAB II UNDANGAN. Pokja ULP mengundang peserta yang lulus kualifikasi dan tercantum dalam penetapan daftar pendek (short list) untuk mengambil Dokumen Pemilihan dengan ketentuan: a. 2. Evaluasi Penawaran Sampul I 1. Pengambilan Dokumen Pemilihan C. Sanggahan (apabila ada sanggahan). b. hari. B. dan waktu pengambilan yang ditentukan dalam undangan. 2. PEMBUKAAN. atau c. PENGAMBILAN DOKUMEN PEMILIHAN 1. P. Penetapan Peringkat Teknis H. dan 3 . Evaluasi Teknis 3. tidak ada sanggahan kualifikasi dari peserta. PENYAMPAIAN. Pembuatan Berita Acara Hasil Seleksi A. M. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Penawaran E. Undangan B. 3. tanggal. Pemberitahuan/pengumuman Peringkat Teknis I. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya Q. Sanggahan banding (apabila ada sanggah banding) O. J. sanggahan kualifikasi terbukti tidak benar. K. Undangan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. Penetapan Pemenang. Peserta yang diundang berhak mengambil Dokumen Pemilihan. PEMBERIAN PENJELASAN. Pembuatan Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis G.

hasil peninjauan lapangan. PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN 1. Apabila dalam BAPP sebagaimana dimaksud pada angka 6 terdapat halhal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung. 3. d kelengkapan yang harus dilampirkan bersama Dokumen Penawaran. i ketentuan tentang penyesuaian harga. harus mendapatkan persetujuan PPK sebelum dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan. 9. Pokja ULP dilarang memungut biaya apapun kepada peserta. serta keterangan lain dituangkan dalam Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP) yang ditandatangani oleh anggota Pokja ULP dan minimal 1 (satu) wakil dari peserta yang hadir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan. perubahan substansi dokumen. 7. g hal-hal yang menggugurkan penawaran. 2. 10. l Pra Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (Pra RK3K). apabila ada. dan: 4 . 3. 5. f metode dan tata cara evaluasi. dan tingkat risiko pekerjaan (tinggi/sedang/kecil). Apabila tidak ada satu pun peserta yang hadir atau yang bersedia menandatangani BAPP maka BAPP cukup ditandatangani oleh anggota Pokja ULP yang hadir.dapat mengunggah (upload) Dokumen Pemilihan melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh (download) oleh peserta. harus dijelaskan kepada peserta mengenai: a Kerangka Acuan Kerja. b metode pemilihan. 8. Apabila dipandang perlu. Perubahan rancangan kontrak dan/atau ruang lingkup kegiatan dan/atau kualifikasi tenaga ahli dan/atau total nilai HPS. Pokja ULP dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan peninjauan lapangan. dihadiri oleh para peserta yang diundang. j ketentuan dan cara sub kontrak sebagian pekerjaan kepada Usaha Mikro. h jenis kontrak yang akan digunakan. c cara penyampaian Dokumen Penawaran. b C. Pemberian penjelasan dilakukan di tempat dan pada waktu yang ditentukan. Apabila PPK tidak sependapat dengan usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada angka 9 di atas. jawaban dari Pokja ULP. k perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (jika diperlukan). Dalam pemberian penjelasan. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pemberian penjelasan menunjukkan tanda pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP 4. Pemberian penjelasan isi Dokumen Pemilihan. 4. 6. maka Pokja ULP menyampaikan keberatan PPK kepada PA/KPA untuk diputuskan. Ketidakhadiran peserta pada saat pemberian penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. Usaha Kecil dan koperasi kecil. e jadwal pemasukan dan pembukaan Dokumen Penawaran. pertanyaan dari peserta. Seseorang dilarang mewakili lebih dari 1 (satu) perusahaan dalam pengambilan Dokumen Pemilihan. maka Pokja ULP menuangkan ke dalam Adendum Dokumen pemilihan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan.

serta memerintahkan Pokja ULP untuk membuat dan mengesahkan Adendum Dokumen Pemilihan. d. dokumen penawaran teknis. Pokja ULP memberitahukan kepada seluruh peserta untuk mengambil salinan Adendum Dokumen Pemilihan. e. tidak dilakukan perubahan. surat penawaran biaya yang didalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan total biaya penawaran (masa berlaku dalam surat penawaran biaya tidak berpengaruh terhadap penawaran biaya). Dokumen Penawaran disampaikan sebanyak 3 (tiga) rangkap. 5 . b. (apabila ada)). Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan maka ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang berlaku adalah yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan awal. Sampul I (administrasi dan teknis). Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada). Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). 14. meliputi: a. 6. c. 4. d. Metode penyampaian/pemasukan dan tata cara pembukaan Dokumen Penawaran harus mengikuti ketentuan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (apabila ada). surat penawaran yang di dalamnya mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi tidak mencantumkan penawaran biaya. rekapitulasi penawaran biaya. 13. c. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (seperti Pra Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (Pra RK3K) dan daftar barang yang diimpor. 11. Sampul II (biaya) yang terdiri dari: a. dan e.a jika PA/KPA sependapat dengan PPK. Dalam Adendum Dokumen Pemilihan. 3. PA/KPA memutuskan perubahan dan bersifat final. Pokja ULP dapat memberikan tambahan waktu pemasukan Dokumen Penawaran. Pokja ULP diwajibkan untuk menyediakan salinan BAPP dan Adendum Dokumen Pemilihan (apabila ada) dan dapat mengunggah dokumen tersebut melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh oleh peserta. dan Pokja ULP memasukkan ke dalam kotak/tempat pemasukan. b. 2. Peserta menyampaikan langsung Dokumen Penawaran kepada Pokja ULP sesuai jadwal yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan). 12. terdiri dari: dokumen asli 1 (satu) rangkap dan salinannya 2 (dua) rangkap ditandai “ASLI” dan “REKAMAN”. PENYAMPAIAN PENYAMPAIAN/PEMASUKAN /PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 1. Dokumen Penawaran terdiri dari Sampul I dan Sampul II. b jika PA/KPA sependapat dengan Pokja ULP. D. Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). 5.

Dalam hal Dokumen Penawaran disampaikan melalui pos/jasa pengiriman. maka sampul penutup dimasukkan ke dalam sampul luar yang mencantumkan nama paket pekerjaan dan alamat Pokja ULP. apabila terlambat diterima. 8. Apabila tidak ada peserta atau hanya ada 1 (satu) peserta sebagai saksi. E. dan b. Ketidakhadiran peserta pada saat pembukaan Dokumen Penawaran tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS (SAMPUL I) 1. 12. 9. Pokja ULP menolak dokumen dari peserta yang tidak tercantum dalam Daftar Pendek (short list) yang diundang. Segera setelah batas akhir penyampaian penawaran. Apabila terpaksa dilakukan perubahan tempat dan waktu penutupan pemasukan penawaran maka perubahan tersebut harus dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan dan disampaikan kepada seluruh peserta. penggantian. Dokumen Penawaran dibuka di hadapan peserta pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. maka Pokja ULP menunda pembukaan Dokumen Penawaran selama 2 (dua) jam. 14. Pokja ULP membuat tanda terima Dokumen Penawaran. Penarikan. Tidak diperkenankan mengubah tempat dan waktu batas akhir pemasukan penawaran kecuali keadaan kahar. 2. Pokja ULP menolak semua dan/atau sebagian tambahan Dokumen Penawaran yang masuk setelah batas akhir pemasukan penawaran. 10. 3. sesuai dengan isi sampul tanpa mengambil Dokumen Penawaran yang sudah disampaikan sebelumnya. Pokja ULP mencatat waktu dan tanggal penerimaan Dokumen Penawaran pada sampul luar dan memasukkan ke dalam kotak/tempat pemasukan. salah satu anggota pokja ULP menutup pemasukan penawaran dengan mencoret tepat di bawah daftar peserta terakhir serta membubuhkan tanda tangan. Peserta dapat menyampaikan Dokumen Penawaran melalui pos/jasa pengiriman dengan ketentuan sudah diterima Pokja ULP sebelum batas akhir pemasukan penawaran dan segala risiko keterlambatan dan kerusakan menjadi risiko peserta. 13. “PENGGANTIAN”.7. pengubahan atau penambahan Dokumen Penawaran harus disampaikan secara tertulis dan disampul serta diberikan tanda dengan penambahan pencantuman kata “PENARIKAN”. 6 . Pokja ULP menyatakan kepada peserta bahwa saat pemasukan penawaran telah ditutup sesuai waktunya. Pokja ULP membuat daftar peserta yang memasukkan penawaran. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan Dokumen Penawaran menunjukkan tanda pengenal dan surat penugasan kepada Pokja ULP. Untuk Dokumen Penawaran yang diterima melalui pos/jasa pengiriman: a. Pada batas akhir pemasukan penawaran. Pokja ULP membuka sampul luar untuk mengetahui alamat peserta. “PENGUBAHAN” atau “PENAMBAHAN”. menolak Dokumen Penawaran yang terlambat dan/atau sebagian tambahan Dokumen Penawaran. 4. 11. serta membuka Dokumen Penawaran yang masuk. Pokja ULP segera memberitahukan kepada peserta yang bersangkutan untuk mengambil kembali seluruh Dokumen Penawaran. 16. Pengembalian Dokumen Penawaran disertai dengan bukti serah terima. 17. 15.

16. c. ”PENGUBAHAN”. ”PENGGANTIAN”. c. penggantian. d. 9. Salah satu anggota Pokja ULP bersama 1 (satu) saksi memaraf sampul I asli yang bukan miliknya. pengubahan. Pokja ULP membuka kotak/tempat pemasukan dokumen dihadapan para peserta. tanggal pembuatan berita acara. Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan kecuali untuk peserta yang terlambat memasukkan penawaran. maka pembukaan Dokumen Penawaran tetap dilanjutkan dengan menunjuk saksi tambahan di luar Pokja ULP yang ditunjuk oleh Pokja ULP. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (seperti Pra RK3K. dan f. b. 14. hanya ada 1 (satu) atau tidak ada peserta sebagai saksi. dokumen penawaran teknis. 8. apabila dipersyaratkan). Sampul luar Penawaran (yang berisi sampul I dan sampul II) dibuka di hadapan peserta pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. memeriksa. Setelah dibacakan dengan jelas. Pokja ULP meneliti isi kotak/tempat pemasukan dokumen dan menghitung jumlah sampul Dokumen Penawaran yang masuk dihadapan peserta. apabila dokumen dimaksud telah disusuli dokumen dengan sampul bertanda “PENARIKAN”. 15. 10. serta memaraf sampul II termasuk sampul penarikan. 18. Apabila setelah ditunda 2 (dua) jam. b. Pokja ULP membuka sampul I di hadapan peserta kemudian dijadikan lampiran Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis. Sampul II yang berisi data harga tidak boleh dibuka dan sampulnya diparaf oleh Pokja ULP dan wakil peserta seleksi dari perusahaan yang berbeda sebelum disimpan kembali oleh Pokja ULP. Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan sampul I. keterangan lain yang dianggap perlu. Pokja ULP segera membuat Berita Acara Pembukaan Sampul I yang sekurangkurangnya memuat: a. jumlah sampul I yang lengkap dan tidak lengkap. maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas di dalam Berita Acara. 13. 6. dan penambahan untuk sampul II. Berita Acara ditandatangani oleh anggota Pokja ULP yang hadir dan 2 (dua) orang saksi. atau ”PENAMBAHAN” harus dibuka dan dibaca terlebih dahulu. Dokumen Penawaran yang telah masuk tidak dibuka. dan e. surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan). kelainan-kelainan yang dijumpai dalam Dokumen Penawaran (apabila ada). Dokumen Penawaran dengan sampul bertanda “PENARIKAN”. Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) maka seleksi dinyatakan gagal. d. Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada). surat penawaran yang di dalamnya mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi tidak mencantumkan penawaran biaya.5. daftar barang yang diimpor. dan menunjukkan dihadapan peserta mengenai kelengkapan sampul I. yang meliputi: a. Pokja ULP membuka. jumlah Dokumen Penawaran yang masuk. 11. e. tanda tangan anggota Pokja ULP dan wakil peserta yang hadir atau saksi yang ditunjuk oleh Pokja ULP bila tidak ada saksi dari peserta. 7 . 17. 12. 7.

d. dan ruang lingkup serta kualifikasi tenaga ahli yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada Pokja ULP selama proses evaluasi. F. 2). penawaran teknis dan penawaran biaya. dan/atau 2). KETENTUAN UMUM Dalam melakukan evaluasi penawaran perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. 20. misalnya warna sampul dan/atau surat penawaran tidak berkop perusahaan. ketidakhadiran dalam pemberian penjelasan dan/atau pembukaan penawaran. Pokja ULP dan/atau peserta dilarang menambah. f. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/ persekongkolan) antara peserta. Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang hadir tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis dan Pokja ULP dapat mengunggah salinan tersebut melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh oleh peserta. mengganti dan/atau mengubah isi sampul I. EVALUASI DOKUMEN SAMPUL I 1. penyimpangan dari Dokumen Pemilihan yang mempengaruhi lingkup. dan/atau mengubah kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan. Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap semua penawaran berdasarkan ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan dalam dokumen pemilihan. Pokja ULP dilarang menambah. j. i. kualitas. e. dan 2). mengganti. kesalahan yang tidak substansial. mengurangi. anggota Pokja ULP dan/atau PPK yang terlibat persekongkolan diganti dan dikenakan sanksi administrasi dan/atau pidana. Pokja ULP dilarang menggugurkan penawaran dengan alasan: 1). mengurangi. evaluasi administrasi. penawaran dari peserta dengan persyaratan tambahan di luar ketentuan Dokumen Pemilihan yang akan menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan/atau tidak adil diantara peserta yang memenuhi syarat. dan hasil/kinerja pekerjaan. tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat. peserta yang terlibat dimasukan dalam Daftar Hitam baik badan usahanya maupun pengurusnya.19. evaluasi teknis. h. maka: 1). g. c. Evaluasi dilakukan terhadap kelengkapan data administrasi. Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap Sampul I yang meliputi: 1). b. dan/atau 2). syarat-syarat. penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah: 1). Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis. 8 . Pokja ULP dan/atau PPK dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta.

4). bertanggal. maka syarat-syarat lainnya yang diperlukan agar diminta dan dievaluasi pada saat prakualifikasi dan tidak perlu dilampirkan pada sampul I. maka seleksi dinyatakan gagal. b. Dalam hal kemitraan. PokjaPokja ULP dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan peserta lainnya yang tidak terlibat yang mempunyai nilai kualifikasi teknis paling tinggi (apabila ada). apabila: 1). yang meliputi: a). dan 9 . Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan evaluasi teknis. Evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi. EVALUASI ADMINISTRASI a. c. f. d. dan (4). (2). 2). Untuk dokumentasi Pokja ULP. (2). jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. surat kuasa ditandatangani oleh anggota kemitraan yang diwakili menurut perjanjian kerjasama. (3). dari direktur utama/pimpinan perusahaan. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. (b).3). pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. dokumen asli yang mengakibatkan gugurnya penawaran disimpan oleh Pokja ULP. syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pemilihan dipenuhi/dilengkapi. b). (c). ditandatangani oleh : (a). untuk menghindari kesalahan-kesalahan kecil yang dapat menggugurkan penawaran. maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis. (3). sepanjang tidak mengubah substansi penawaran. surat penawaran : (1). Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi (gugur/tidak gugur). 2. e. Surat kuasa (apabila dikuasakan): (1). nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. apabila tidak ada peserta lainnya sebagaimana dimaksud pada angka 3). atau (d). direktur utama/pimpinan perusahaan. Dalam hal seleksi umum. jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.

penekanan lebih diberikan kepada kualifikasi tenaga ahli. Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. 4). dalam rentang tersebut di atas didasarkan pada jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan. unsur-unsur pokok yang dinilai adalah: pengalaman perusahaan. Evaluasi penawaran teknis dilakukan dengan cara memberikan nilai angka tertentu pada setiap kriteria yang dinilai dan bobot yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. 3. Jumlah (100 %). pendekatan dan metodologi (20 – 40 %)*). 4). c). untuk jasa studi analisis perlu diberikan penekanan kepada pengalaman perusahaan dan pendekatan metodologi. disamping untuk mengukur pengalaman juga dapat dipergunakan untuk mengukur kemampuan/kapasitas peserta yang bersangkutan dalam melaksanakan tugasnya. a. 3). pengalaman perusahaan (10 – 20 %)*). *) Bobot masing-masing unsur sebagaimana yang telah ditetapkan pada kriteria evaluasi dalam dokumen pemilihan. c. kemudian membandingkan jumlah perolehan nilai dari para peserta. 2). nilai. serta kualifikasi tenaga ahli. d). dengan ketentuan: 1). penilaian dilakukan atas: 1). d. kualifikasi tenaga ahli (50 – 70 %)*). penetapan bobot yang digunakan untuk masing-masing unsur. lingkup dan data pekerjaan yang dilaksanakan secara singkat. 2). sedangkan untuk jasa supervisi dan perencanaan teknis. penilaian dilakukan sesuai pembobotan dari masing-masing unsur yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. lokasi. Apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. pengalaman kerja di Indonesia dan/atau di lokasi proyek mendapat tambahan nilai. pengalaman perusahaan peserta dalam melaksanakan pekerjaan sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam KAK untuk 10 (sepuluh) tahun terakhir. acuan yang digunakan untuk pembobotan sebagai berikut: a). b. 3). pengalaman perusahaan peserta harus dilengkapi dengan referensi dari pengguna jasa. b). Dokumen penawaran teknis dan penawaran biaya bagi penawaran yang dinyatakan gugur administrasi dapat diambil kembali oleh peserta yang bersangkutan.g. dan waktu pelaksanaan (menyebutkan bulan dan tahun). yang menunjukkan kinerja perusahaan peserta yang 10 . h. maka seleksi dinyatakan gagal. penilaian juga dilakukan terhadap jumlah pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh peserta. 5). Pengalaman Perusahaan. pemberi tugas. EVALUASI TEKNIS. pengalaman tersebut diuraikan secara jelas dengan mencantumkan informasi: nama pekerjaan yang dilaksanakan. pendekatan dan metodologi. Unsur-unsur yang dievaluasi harus sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.

seperti sertifikat ahli arsitek yang dikeluarkan oleh Ikatan Arsitek Indonesia. dan laporan-laporan. d). penilaian terutama meliputi: pengertian terhadap tujuan proyek/kegiatan. kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. uraian tugas. pemahaman atas sasaran/tujuan. tanggapan terhadap KAK khususnya mengenai data yang tersedia. b). dibuktikan dengan salinan ijazah. 2). kualitas metodologi. penilaian dilakukan atas: 1). apresiasi terhadap inovasi. kebutuhan jumlah orang bulan.bersangkutan selama 10 (sepuluh) tahun terakhir. b). Pendekatan dan Metodologi. konsistensi antara metodologi dengan rencana kerja. pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. tingkat pendidikan. antara lain: a). dan kebutuhan fasilitas penunjang. yaitu lulusan perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah lulus ujian negara atau yang telah diakreditasi. f. orang bulan (person-month) tenaga ahli. jangka waktu pelaksanaan laporan-laporan yang disyaratkan. c). 2). sertifikat keahlian/profesi yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang mengeluarkan. sub unsur yang dinilai pada tenaga ahli. jadwal pekerjaan. dan hasil kerja. sub unsur yang dinilai antara lain: a). penilaian meliputi antara lain: analisis. atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi. organisasi. pengalaman melaksanakan di lokasi proyek/kegiatan. jadwal penugasan. e. hasil kerja (deliverable). pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan sejenis. 11 . dan pengenalan lapangan. program kerja. gambar-gambar kerja. serta jumlah tenaga yang telah diindikasikan di dalam KAK. pengalaman kerja profesional seperti yang disyaratkan dalam KAK. penilaian terutama meliputi: ketepatan menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap mengacu kepada persyaratan KAK. pengalaman manajerial dan fasilitas utama. spesifikasi teknis. Bagi tenaga ahli yang diusulkan sebagai pemimpin/wakil pemimpin pelaksana pekerjaan (team leader/co team leader) dinilai pula pengalaman sebagai pemimpin/wakil pemimpin tim. peserta yang mengajukan gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK diberikan nilai lebih. antara lain: a). b). jenis keahlian serta jumlah tenaga ahli yang diperlukan. penilaian dilakukan atas: 1). perhitungan teknis. c). lingkup serta jasa konsultansi yang diperlukan (aspek-aspek utama yang diindikasikan dalam KAK). persyaratan. Sub unsur yang dinilai. pemahaman perusahaan peserta atas lingkup pekerjaan/jasa layanan yang diminta dalam KAK. didukung dengan referensi dari pengguna jasa. kualitas metodologi. sesuai dengan keahlian/profesi yang disyaratkan dalam KAK. fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. tenaga ahli yang diusulkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan jenis keahlian. d). Kualifikasi Tenaga Ahli. c).

dan kondisi (custom) setempat. jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. bahasa setempat. Personil yang menguasai/memahami aspek-aspek tersebut di atas diberikan nilai lebih tinggi. 4). j. 7). Bagi penyedia jasa yang nilainya sama atau di atas nilai ambang lulus. Ambang Lulus (passing grade) Nilai ambang lulus dengan rentang 60 – 75 atau ditentukan lain oleh Pokja ULP dengan memperhatikan tingkat kesulitan teknis dan kompleksitas pekerjaan ditetapkan oleh Pokja ULP dalam dokumen seleksi. dimasukkan dalam peringkat teknis. Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Hasil Evaluasi Sampul I yang palingsedikit memuat: 1). i. keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu mengenai pelaksanaan seleksi. 12 . h. bahasa Indonesia (bagi konsultan Asing). Bagi penyedia jasa yang nilainya di bawah nilai ambang lulus. g. 6). Apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka seleksi dinyatakan gagal. nama seluruh peserta. dinyatakan gugur. tanggal dibuatnya Berita Acara. ambang batas nilai teknis. pernyataan bahwa seleksi gagal apabila tidak ada penawaran yang memenuhi syarat. aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis termasuk alasan ketidaklulusan peserta. aturan. lain-lain: penguasaan bahasa Inggris. 3). situasi. dan 8). 5). nilai evaluasi teknis diurutkan mulai dari nilai tertinggi. 2).d). Hasil evaluasi teknis harus melewati ambang batas nilai teknis (passing grade) yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.

Dokumen Penawaran dari peserta dengan peringkat teknis terbaik dan peringkat teknis terbaik ke 2 dan ke 3 yang telah diparaf anggota Pokja ULP dan 2 (dua) wakil peserta.000. c. 2. nama dan alamat peserta. apabila Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi tidak setuju dengan usulan Pokja ULP. b. Penetapan peringkat teknis disusun sesuai dengan urutannya dan harus memuat: a. ambang batas nilai teknis.000. usulan penetapan urutan peringkat teknis peserta ditembuskan kepada PPK dan APIP K/L/D/I. d. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi menetapkan Peringkat Teknis untuk nilai seleksi di atas Rp10. nilai teknis. PENGUMUMAN PERINGKAT TEKNIS Pokja ULP memberitahukan penetapan peringkat teknis kepada seluruh peserta. BAPP. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis (kelulusan/penjelasan ketidaklulusan).000.000. ULP membuat Surat Penetapan Urutan Peringkat Teknis berdasarkan Berita Acara Evaluasi Penawaran Administrasi dan Teknis. b. dengan ketentuan: a. Untuk penetapan peringkat teknis dalam hal ULP permanen belum terbentuk maka pengaturan dan kewenangan penetapan pemenang diatur oleh masingmasing K/L/D/I.000. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis. Data pendukung yang diperlukan untuk menetapkan peringkat teknis adalah: a. dan d. PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS 1. c. nama peserta serta nilai teknis yang diperoleh. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). untuk nilai sampai dengan Rp10. dan d. 3. yang sekurang-kurangnya memuat: a. maka Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi atau Kepala Daerah secara tertulis memerintahkan evaluasi ulang atau menyatakan seleksi gagal. c. b. dan e. 13 .00 (sepuluh miliar rupiah). serta diumumkan di website K/L/D/I dan ditempel papan pengumuman resmi untuk masyarakat.BAB III PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS A. b. Nomor Pokok Wajib Pajak. B.00 (sepuluh miliar rupiah) setelah mendapat usulan dari Pokja ULP. 4. nama paket pekerjaan dan nilai paket pekerjaan. Berita Acara Evaluasi Sampul I. Dokumen Pemilihan beserta adendum (apabila ada).000.

tanda pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP. UNDANGAN PEMBUKAAN PEMBUKAAN SAMPUL II 1. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II A. dan 2) rincian Biaya Langsung Non Personil (direct reimbursable cost). 7. Total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu anggaran tidak menggugurkan penawaran sebelum dilakukan negosiasi biaya. atau c. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). Sampul II dibuka di hadapan peserta yang diundang pada waktu dan tempat sesuai undangan. d. dengan ketentuan: a. hari. tanggal. harus dilakukan pembetulan. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan sampul II menunjukkan 3. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (apabila ada). 2. tidak ada sanggahan dari peserta. masa sanggah dan/atau masa sanggah banding berakhir. dan waktu pembukaan sampul II. Pokja ULP membuka. dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah. Pokja ULP menyampaikan undangan kepada peserta dengan peringkat teknis terbaik yang lulus ambang batas nilai teknis untuk menghadiri acara pembukaan sampul II dengan ketentuan: a. Unsur-unsur yang perlu diteliti dan dinilai dalam evaluasi penawaran biaya dilakukan terhadap: a. 6. c. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain. Undangan mencantumkan tempat.BAB IV UNDANGAN. b. 4. surat penawaran biaya yang di dalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan biaya penawaran. 14 . Pokja ULP melakukan Koreksi Aritmatik terhadap penawaran biaya. rekapitulasi penawaran biaya. 2. 5. sanggahan dan/atau sanggahan banding terbukti tidak benar. memeriksa dan menunjukkan dihadapan peserta yang diundang mengenai kelengkapan sampul II yang meliputi: a. Pokja ULP membuka kotak/tempat pemasukan Dokumen Penawaran dihadapan peserta yang diundang. b. Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran biaya dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. c. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II 1. B. apabila ada perbedaan penulisan nilai penawaran biaya antara angka dan huruf maka nilai yang diakui adalah nilai hasil Koreksi Aritmatik. kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga satuan. b. rincian penawaran biaya yang terdiri dari: 1) rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). 8. dan harga satuan pada surat penawaran tetap dibiarkan kosong.

PokjaULP melakukan perhitungan kombinasi teknis dan biaya. 11. b. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: NBt = (PBt / PBt) x 100 NBn = (PBt / PBn) x 100 dimana : NBt = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya terendah. c. 10. 15 . 3) penugasan tenaga pendukung. kelengkapan isi sampul II. f. besaran usulan biaya dan biaya terkoreksi. PBt = penawaran biaya terendah. Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas dalam Berita Acara. e. keterangan lain yang dianggap perlu. kesimpulan tentang kewajaran: 1) biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang lain secara proporsional. Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Pembukaan dan Hasil Evaluasi Sampul II yang sekurang-kurangnya memuat: a. . 13. Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan sampul II.b. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). c. acuan yang digunakan untuk pembobotan sesuai dengan rentang sebagai berikut: . Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang diundang tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. dengan ketentuan sebagai berikut: a.40. kewajaran penugasan tenaga ahli.bobot penawaran teknis antara 0. catatan: pembobotan nilai/skor teknis dan biaya sesuai dengan bobot yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. tanggal dibuatnya Berita Acara. kewajaran penugasan tenaga pendukung. dan 4) biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor tertinggi. nama peserta.20 sampai 0. Pada saat menyusun Dokumen Pemilihan. 2) penugasan tenaga ahli. NBn = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya yang di atasnya. 12. d.80. PBn = penawaran biaya di atasnya. b. menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran teknis dan nilai penawaran biaya terkoreksi dengan cara perhitungan sebagai berikut: NILAI AKHIR = {Nilai/skor Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis} + {Nilai/skor Penawaran Biaya Terkoreksi x Bobot Penawaran Biaya}. 9.bobot penawaran biaya antara 0.60 sampai 0. d.

dan (2). g). keterangan lain yang dianggap perlu. nama dan alamat peserta. biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). 16 . h). kesimpulan tentang kewajaran: (1). c). nilai/skor penawaran: (1). b). dan hal ini dicatat dalam Berita Acara. tanda tangan anggota Pokja ULP dan wakil peserta. e). biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). teknis. 16. Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih peserta mendapatkan nilai gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya yang sama. biaya d). maka penentuan peringkat peserta didasarkan pada perolehan nilai teknis yang lebih tinggi. penugasan tenaga ahli. (2). penugasan tenaga pendukung. f). 15. dan (4). nilai/skor gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya. besaran usulan biaya dan biaya terkoreksi. (3). Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. tanggal pembuatan berita acara.14. PokjaULP membuat dan menandatangani Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya yang sekurang-kurangnya memuat: a).

b. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). 2. penawaran biaya setelah dikoreksi aritmatik. Untuk penetapan pemenang dalam hal ULP permanen belum terbentuk maka pengaturan dan kewenangan penetapan pemenang diatur oleh masing-masing K/L/D/I. apabila Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi tidak setuju dengan usulan ULP. d. c. B. nama dan alamat peserta.00 (sepuluh miliar rupiah). Dokumen Penawaran dari peserta dengan nilai kombinasi terbesar/tertinggi dan nilai kombinasi terbesar/tertinggi ke 2 dan ke 3 yang telah diparaf anggota pokja ULP dan 2 (dua) wakil peserta. dan nilai gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya. 17 .000. Dokumen Pemilihan beserta adendum (apabila ada). dengan tembusan kepada PPK. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING A. usulan penetapan urutan penetapan pemenang peserta ditembuskan kepada PPK dan APIP K/L/D/I.000. Penetapan pemenang seleksi terdiri dari 1 (satu) pemenang dan paling banyak 2 (dua) pemenang cadangan yaitu peserta lain yang mendapatkan nilai kombinasi tertinggi berikutnya. PENGUMUMAN. maka Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi secara tertulis memerintahkan evaluasi ulang atau menyatakan seleksi gagal.000.000. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi. b. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING 1. dengan ketentuan: a. nama paket pekerjaan dan nilai paket pekerjaan. dan 6. Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya. 4. ditanda tangani oleh : a. ULP membuat Surat Penetapan Pemenang Seleksi yang memperoleh nilai kombinasi penawaran teknis dan penawaran biaya yang terbesar/tertinggi berdasarkan Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya untuk nilai sampai dengan Rp10. BAPP. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi membuat Surat Penetapan Pemenang untuk nilai seleksi di atas Rp10.000. disertai bukti terjadinya penyimpangan. c.00 (sepuluh miliar rupiah) setelah mendapat usulan dari ULP.BAB V PENETAPAN PEMENANG SELEKSI. Peserta dapat menyampaikan sanggahan secara tertulis atas penetapan pemenang kepada Pokja ULP dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman pemenang. 5. PENETAPAN PEMENANG PEMENANG 1. Data pendukung yang diperlukan untuk menetapkan pemenang adalah: a. Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama dengan peserta lain. Penetapan pemenang seleksi disusun sesuai dengan urutannya dan harus memuat: a. 2. b. e.000. 3. dan APIP K/L/D/I. direktur utama/ pimpinan perusahaan.

Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi wajib memberikan jawaban secara tertulis atas semua sanggahan banding paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah surat sanggahan banding diterima. 11. Penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden No. dengan tembusan kepada PPK. penerima kuasa dari direktur utama/ pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti. 6. Jawaban sanggahan banding bersifat final. Pokja ULP wajib memberikan jawaban tertulis atas semua sanggahan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima surat sanggahan. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. Sanggahan banding yang disampaikan bukan dari peserta sebagaimana yang dimaksud dalam angka 2 dan 3 atau disampaikan bukan kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi atau disampaikan dan diterima oleh Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi di luar masa sanggah banding. Peserta yang akan melakukan sanggahan banding harus memberikan Jaminan Sanggahan Banding yang ditujukan kepada Pokja ULP sebesar sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan dengan masa berlaku 20 (dua puluh) hari kerja sejak tanggal pengajuan sanggahan banding. APIP K/L/D/I 8. Penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP dan/atau pejabat yang berwenang lainnya. 5. 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. 18 . 3. atau d.b. b. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti sebagai pengaduan serta tidak menghentikan proses seleksi. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan bukti otentik. c. 7. Apabila sanggahan dinyatakan benar maka Pokja ULP menyatakan seleksi gagal. Sanggahan banding menghentikan proses seleksi. dan/atau c. dapat mengajukan sanggahan banding sesuai dengan substansi sanggahan secara tertulis kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima jawaban sanggahan. Pokja ULP. Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama dengan peserta lain apabila terjadi penyimpangan prosedur meliputi: a. 10. 4. Peserta sebagaimana yang dimaksud angka 2 dan 3 apabila tidak sependapat dengan jawaban sanggahan dari Pokja ULP. 9. Rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya persaingan usaha yang sehat. Sanggahan yang disampaikan bukan dari peserta yang dimaksud angka 2 dan 3 atau disampaikan bukan kepada Pokja ULP atau disampaikan diluar masa sanggah.

B. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan oleh Pokja ULP dengan: a b direktur utama/pimpinan perusahaan. 2. program alih pengetahuan. 19 . dengan memperhatikan kesesuaian antara bobot pekerjaan dengan tenaga ahli dan/atau tenaga pendukung yang ditugaskan. organisasi pelaksanaan. hari. b memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan peserta. serta mempertimbangkan kebutuhan perangkat/fasilitas pendukung yang proporsional guna pencapaian hasil kerja yang optimal. atau pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. SERTA PEMBUATAN BAHS A. dan fasilitas penunjang. c d 2. UNDANGAN KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA 1. jadwal pelaksanaan pekerjaan.BAB VI KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan untuk: a meyakinkan kejelasan teknis dan biaya. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja. Undangan mencantumkan tempat. kualifikasi tenaga ahli. KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA Pokja ULP melakukan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya kepada peserta yang diundang dengan ketentuan sebagai berikut: 1. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi terutama: a b c d e f g h lingkup dan sasaran jasa konsultansi. tanggal. Pokja ULP menyampaikan undangan untuk menghadiri acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya segera setelah acara pembukaan dan evaluasi sampul II selesai. dan waktu klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. 3. jadwal penugasan personil.

8.5 (dua koma lima) kali penghasilan yang diterima oleh tenaga ahli tidak tetap berdasarkan perhitungan dari daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. dengan ketentuan: a biaya satuan dari biaya langsung personil. Klarifikasi dan/atau negosiasi dilakukan untuk memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan penyedia jasa. Klarifikasi dan negosiasi terhadap unit biaya personil dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. 7. seperti: tenaga survey. agar didapatkan total penawaran biaya hasil negosiasi yang memenuhi HPS. Negosiasi biaya dilakukan terhadap total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu anggaran. Klarifikasi dan negosiasi terhadap biaya tenaga pendukung (tenaga teknik dan penunjang/administrasi). maka total penawaran biaya dapat diterima sepanjang tidak melebihi pagu anggaran. tanpa mengurangi kualitas penawaran teknis. 5. Apabila hasil evaluasi sampul II serta klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya tidak ditemukan hal-hal yang tidak wajar.2 (tiga koma dua) kali gaji dasar yang diterima oleh tenaga ahli tetap dan/atau maksimum 2. atau manajer kantor. dilakukan berdasarkan harga pasar tenaga pendukung tersebut. volume kegiatan dan jenis pengeluaran. maksimum 3. 9. 1 (satu) hari kerja dihitung minimal 8 (delapan) jam kerja. Harga satuan yang dapat dinegosiasikan yaitu Biaya Langsung Non-Personil yang dapat diganti (direct reimbursable cost) dan/atau Biaya Langsung Personil (remuneration) yang dinilai tidak wajar berdasarkan ketentuan pada angka 8.4. b unit biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran dengan ketentuan sebagai berikut: 1) 2) 1 (satu) bulan dihitung minimal 22 (dua puluh dua) hari kerja. sekretaris. 6. 11. dan biaya satuan dibandingkan dengan biaya yang berlaku di pasaran. 20 . 10. Apabila personil tenaga ahli yang ditawarkan tidak memenuhi persyaratan dalam KAK maka penyedia jasa diwajibkan mengganti personil tersebut pada saat klarifikasi dan negosiasi sehingga dapat memenuhi persyaratan yang diminta dalam KAK. Aspek-aspek biaya yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi terutama: a b c kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya.

pagu anggaran dan HPS. PEMBUATAN BERITA ACARA ACARA HASIL SELEKSI (BAHS) 1. 21 e f g h i j k l . hasil klarifikasi dan negosiasi. BAHS bersifat rahasia sampai dengan penunjukan Penyedia Jasa Konsultansi. BAHS harus memuat hal-hal sebagai berikut: a b c d nama semua peserta seleksi yang ikut prakualifikasi. maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang peserta yang memiliki peringkat teknis ketiga dan lulus ambang batas nilai teknis (apabila ada) untuk menghadiri acara pembukaan sampul II. biaya penawaran dan biaya penawaran terkoreksi dari peserta seleksi yang memiliki peringkat teknis tertinggi. 13. 14. yang selanjutnya dilakukan proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 1 dan seterusnya. rumus yang dipergunakan. Pokja ULP membuat Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi. maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang peserta yang memiliki peringkat teknis kedua dan lulus ambang batas nilai teknis (apabila ada) untuk menghadiri acara pembukaan sampul II. metoda evaluasi yang digunakan. 3. Apabila klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dengan peserta yang memiliki peringkat teknis terbaik pertama.12. yang selanjutnya dilakukan proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 1 dan seterusnya. kedua. BAHS merupakan kesimpulan hasil seleksi yang dibuat oleh Pokja ULP dan ditandatangani oleh paling kurang seperdua dari jumlah anggota Pokja ULP. nama peserta seleksi yang masuk Daftar Pendek. C. jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu mengenai hal ikhwal pelaksanaan seleksi. 15. dan tanggal dibuatnya Berita Acara. dan ketiga yang lulus ambang batas nilai teknis tidak menghasilkan kesepakatan maka seleksi dinyatakan gagal. Apabila dalam klarifikasi dan negosiasi dengan peringkat teknis kedua tidak menghasilkan kesepakatan. Apabila klarifikasi dan negosiasi dengan peserta yang memiliki peringkat teknis terbaik tidak menghasilkan kesepakatan. 2. unsur-unsur yang dievaluasi. hasil evaluasi penawaran administrasi dan nilai evaluasi teknis.

maka ULP memberitahukan kepada PA/KPA untuk diputuskan. Dalam hal PPK tidak bersedia menerbitkan SPPBJ karena tidak sependapat atas penetapan pemenang. 5.4. 22 . ULP menyampaikan BAHS kepada PPK sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).

BAB VII SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

A. SELEKSI GAGAL

1. Pokja ULP menyatakan seleksi gagal, apabila:
a b

jumlah peserta yang lulus prakualifikasi kurang dari 5 (lima); seluruh peserta yang masuk sebagai Calon Daftar Pendek tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi; jumlah peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga); apabila dalam evaluasi penawaran terjadi persaingan usaha yang tidak sehat; tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; sanggahan dari peserta atas pelaksanaan seleksi ternyata benar terhadap : 1) penyimpangan ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kualifikasi atau Dokumen Pemilihan; dan/atau 2) kesalahan substansi Dokumen Pemilihan.

c d e f

g

pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2, tidak hadir dalam klarifikasi teknis dan negosiasi biaya; atau klarifikasi teknis dan negosiasi biaya dengan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 tidak menghasilkan kesepakatan.

h

2. KPA menyatakan seleksi gagal, apabila:
a

KPA sependapat dengan PPK yang tidak bersedia menandatangani SPPBJ karena pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010;

b

pengaduan masyarakat atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan Pokja ULP dan/atau PPK, ternyata benar;

c

pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri dari penunjukan pemenang; pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dari pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 ternyata benar; Dokumen Pemilihan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010; pelaksanaan seleksi tidak sesuai atau menyimpang dari Dokumen Pemilihan; atau
23

d

e

f

g

pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

3. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi menyatakan seleksi gagal, apabila:
a

sanggahan banding dari peserta atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, PPK dan/atau Pokja ULP, ternyata benar; atau

b

pengaduan

masyarakat

atas

terjadinya

KKN

dan/atau

terjadinya

penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, ternyata benar. 4. Setelah seleksi dinyatakan gagal, maka Pokja ULP memberitahukan kepada seluruh peserta. 5. Setelah pemberitahuan adanya seleksi gagal, maka Pokja ULP meneliti dan menganalisis penyebab terjadinya seleksi gagal, untuk menentukan langkah selanjutnya, yaitu melakukan:
a b c d

evaluasi ulang; penyampaian ulang Dokumen Penawaran; seleksi ulang; atau penghentian proses seleksi.

B. TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

1. KPA, PPK dan/atau Pokja ULP melakukan evaluasi penyebab terjadinya seleksi gagal, antara lain :
a b c

kemungkinan terjadinya persekongkolan; adanya persyaratan yang diskriminatif; persyaratan kualifikasi perusahaan dan/atau kualifikasi tenaga ahli terlalu tinggi atau mengarah pada penyedia tertentu; total nilai pagu anggaran terlalu rendah; nilai dan/atau ruang lingkup pekerjaan terlalu besar; atau kecurangan dalam pengumuman.

d e f

2. Apabila dari hasil evaluasi penyebab terjadinya seleksi gagal, mengharuskan adanya perubahan Dokumen Pemilihan, maka seleksi diproses seperti seleksi baru. 3. Pokja ULP menindaklanjuti seleksi gagal dengan ketentuan sebagai berikut:
a

melakukan pengumuman ulang prakualifikasi apabila: 1) jumlah peserta yang lulus prakualifikasi kurang dari 5 (lima). Dilakukan untuk mencari peserta baru selain peserta yang telah lulus penilaian kualifikasi. Peserta yang sudah lulus penilaian kualifikasi tidak perlu
24

dilakukan penilaian kembali, kecuali ada perubahan Dokumen Kualifikasi; atau 2) jumlah peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga) dan tidak ada lagi peserta yang lulus penilaian kualifikasi pada urutan berikutnya. Apabila masih terdapat peserta lain yang lulus penilaian kualifikasi, maka peserta tersebut diundang untuk memasukan Dokumen Penawaran;
b

apabila seluruh peserta yang masuk sebagai Calon Daftar Pendek tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi, maka Pokja ULP: 1) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta kecuali peserta yang tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi, untuk memasukkan kembali persyaratan kualifikasi; dan/atau 2) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru.

c

apabila dalam evaluasi penawaran terjadi persaingan usaha yang tidak sehat, maka dilakukan evaluasi ulang atau pengumuman ulang untuk mengundang peserta baru selain peserta yang telah memasukkan penawaran. Peserta yang terlibat dimasukkan dalam Daftar Hitam;

d

melakukan seleksi ulang, apabila: 1) semua penawaran biaya terkoreksi yang disampaikan peserta melampaui pagu anggaran; 2) tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; dan/atau 3) pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

e

apabila seleksi gagal karena sanggahan dari peserta dan/atau pengaduan masyarakat atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peratuan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kualifikasi atau Dokumen Pemilihan ternyata benar, maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat, kemudian: 1) mengundang ulang semua peserta untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi, teknis dan biaya); dan 2) PA, KPA, PPK dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat, dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

f

apabila seleksi gagal karena sanggahan dari peserta terhadap Dokumen Pemilihan yang tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun
25

PPK dan anggota Pokja ULP tidak terlibat KKN. dilakukan seleksi ulang dengan cara sebagai berikut: 1) mengundang peserta yang memenuhi syarat untuk menyampaikan penawaran harga yang baru. apabila yang memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). dilakukan Seleksi ulang dengan mengumumkan kembali dan mengundang peserta baru selain peserta lama yang telah masuk dalam daftar peserta. maka Pokja ULP: 26 . KPA. dilakukan seleksi ulang dengan cara sebagai berikut : 1) mengundang peserta yang memenuhi syarat untuk menyampaikan penawaran harga yang baru. dan 3) memberikan sanksi kepada peserta yang tidak hadir/mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diterima. atau 2) mengundang peserta lain dan mengumumkan kembali untuk mendapatkan peserta baru yang memenuhi syarat supaya mengajukan penawaran. h apabila seleksi gagal karena tidak tercapai kesepakatan dengan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 dalam acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. diatur ketentuan sebagai berikut: 1) apabila PA. maka setelah memperbaiki Dokumen Pemilihan. apabila yang memenuhi syarat sama dengan atau lebih dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). apabila yang memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). apabila yang memenuhi syarat sama dengan atau lebih dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). g apabila seleksi gagal karena pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 tidak hadir dalam acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya atau mengundurkan diri dari penunjukan pemenang. dengan cara memasukan ke dalam Daftar Hitam.2010 dan/atau sanggahan dari peserta atas kesalahan substansi Dokumen Pemilihan ternyata benar. atau 2) mengundang peserta lain dan mengumumkan kembali untuk mendapatkan peserta baru yang memenuhi syarat supaya mengajukan penawaran. baik badan usaha beserta pengurusnya. i apabila seleksi gagal karena pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dari pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 ternyata benar.

dan c) menghentikan proses seleksi. 27 . 4. Apabila dalam seleksi ulang pesertanya kurang dari 3 (tiga). maka : a Personil dan Biaya Langsung Non-Personil serta membandingkan dengan biaya-biaya untuk pekerjaan sejenis yang proses seleksi dilanjutkan dengan melakukan negosiasi biaya. maka Pokja ULP: a) meneliti kewajaran penawaran dengan cara memeriksa rincian Biaya Langsung terdekat. 4) peserta yang terlibat KKN dikenakan sanksi : a) dimasukkan dalam daftar hitam. dan/atau b) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru. dan/atau b) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru. b) memeriksa dokumentasi yang mendukung adanya KKN. apabila hasil penelitian dan pemeriksaan mengarah kepada terjadinya KKN. KPA. Apabila seleksi ulang mengalami kegagalan. PPK dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat KKN. dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dalam hal peserta yang memenuhi syarat hanya 2 (dua). teknis dan harga). maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat KKN.a) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta yang tidak terlibat KKN. atau proses seleksi dilanjutkan seperti proses Penunjukan Langsung. 2) apabila PA. PPK dan/atau anggota Pokja ULP terlibat KKN. 3) dalam hal Pokja ULP menemukan indikasi kuat adanya KKN diantara para peserta. untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi. untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi. 5) PA. baik badan usaha beserta pengurusnya. dan b) pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. teknis dan harga). KPA. maka : a anggaran dikembalikan ke negara dalam hal waktu sudah tidak mencukupi. dalam hal peserta yang memenuhi syarat hanya 1 (satu). kemudian: a) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta yang tidak terlibat KKN. b 5.

c 28 .b dapat dilakukan seleksi kembali dengan terlebih dahulu melakukan pengkajian ulang Dokumen Pemilihan. atau PA/KPA mengusulkan perubahan alokasi dananya (revisi anggaran) untuk pekerjaan lain.

harus dicantumkan dalam Pengumuman/Dokumen Pemilihan bahwa seleksi ini dilakukan sebelum Dokumen Anggaran disahkan. 3. Larangan memberikan ganti rugi PA/KPA/PPK/Pokja ULP dilarang memberikan ganti rugi kepada peserta seleksi bila penawarannya ditolak atau seleksi dinyatakan gagal. Kewajiban menyimpan dan memelihara Dokumen Pemilihan PPK maupun Penyedia berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara semua dokumen yang digunakan dan terkait dengan pelaksanaan selama umur konstruksi tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun.BAB VIII LAINLAIN-LAIN 1. Seleksi Mendahului Persetujuan DIPA/DPA Tahun Anggaran Dalam hal pengumuman seleksi mendahului persetujuan DIPA/DPA Tahun Anggaran maka : a. maka Pengadaan Pekerjaan Jasa Konsultansi dapat dibatalkan dan Penyedia Jasa tidak dapat menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun. 29 . apabila dana dalam dokumen anggaran yang telah disahkan tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dalam DIPA/DPA Tahun Anggaran. b. 2.

CONTOH KRITERIA EVALUASI TEKNIS CONTOH PENILAIAN TEKNIS KONSULTAN PT. 6. 3. METODE DUA SAMPUL. 5. 2. SISTEM EVALUASI KUALITAS DAN BIAYA BIAYA 30 . 4. XYZ CONTOH PENILAIAN GABUNGAN TEKNIS DAN BIAYA BIAYA CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBUKAAN PENAWARAN CONTOH FORMAT BERITA ACARA HASIL SELEKSI UNTUK PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI DENGAN PRAKUALIFIKASI.LAMPIRAN 1.

. Tahun Anggaran ……… 31 ....................................................................................………… Pokja ULP.. Satuan Kerja.................................. Pokja ………………………………........................................................................................... CONTOH KRITERIA EVALUASI TEKNIS PENGADAAN JASA KONSULTANSI: ........1...

....... pembobotan dan penilaian untuk masing-masing sub unsur ditentukan dalam lembar pedoman evaluasi terlampir... ...... Nilai ambang lulus adalah 75..... 1..............PENGADAAN PENGADAAN JASA KONSULTANSI: KONSULTANSI: ............. 3..... Rincian sub unsur.. Cara Evaluasi a............. Unsur yang dievaluasi dan persentase bobot masing-masing unsur ditentukan sebagai berikut: 1) Pengalaman Perusahaan 10% 2) Pendekatan & Metodologi 20% 3) Kualifikasi Tenaga Ahli 70% Jumlah 100% b.................................................... Maksud dan tujuan Pedoman ini disusun dalam rangka memberikan panduan kepada Pokja ULP agar dalam melakukan penilaian dan evaluasi usulan teknis pekerjaan jasa konsultansi diperlakukan sama terhadap semua penawar.................... …………………………... NIP...... Ditetapkan di Pada tanggal : ……………………………… : ……………………………… Pokja ULP Ketua …………………………………..... 2...... 32 ...............................................

dan ketentuanpenilaiansub unsur: a). 2) Sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan. Memiliki ≤ 9 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas. didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama =NILAI BOBOT sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. Memiliki ≥ 20 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b).d 19 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 75 c). didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsurpengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan] 3) Sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. dan ketentuan penilaian sub unsur: a). dengan bobot sub unsur 25%. pengalaman perusahaan 10%. Memiliki ≤ 9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas.] 33 . Memiliki ≥ 20 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b).1.Memiliki 10 s. misal: dalam KAK Perencanaan Saluran Tersier. didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis] *)Kegiatan yang sejenis adalah : kegiatan yang hampir sama atau mendekati dengan yang ditentukan dalam KAK. dengan bobot sub unsur35 %. dll. pendekatan dan metodologi: 20%. Memiliki ≤ 9 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas. Memiliki ≥ 20 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b).d 19 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 75 c). dan ketentuan penilaian sub unsur: a).Memiliki 10 s. Cara Penilaian : Pengisian Evaluasi Penawaran dalam Lembar Data Pemilihan (LDP): a bobot unsur yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.Memiliki 10 s. dengan bobot sub unsur 20 %. dan kualifikasi tenaga ahli 70 %: b PengalamanPerusahaan:10% 1) Sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis*). kegiatan yang sejenis adalah: Perencanaan Saluran Drainase.d 9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 c).

dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. diberi nilai: 0 dari uraian diatas.dengan bobot sub unsur 20%. didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur kualitas metodologi =NILAI BOBOT sub unsur kualitas metodologi] 3). Memiliki ≥ 20 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai:100 b). didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. 34 .4) Sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap.] 2). apabila tidak menyajikan.diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. memiliki 10 s. diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. Sub unsur hasil kerja (deliverable). apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. dengan bobot sub unsur 40%. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.d 9 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10(sepuluh) tahundiberi nilai:75 c). diberi nilai: 80 b).] c Pendekatan dan Metodologi:30 % 1). didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. dan ketentuan penilaian sub unsur : a). dengan bobot sub unsur 20 %. diberi nilai: 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur hasil kerja(deliverable) = NILAI BOBOT sub unsur hasil kerja (deliverable)]. Sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. dan ketentuan penilaian sub unsur: a). Memiliki ≤ 9 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 dari uraian diatas.dengan bobot sub unsur 20%. Sub unsur kualitas metodologi. diberi nilai: 50 (c) apabila tidak menyajikan. diberi nilai : 50 c).diberi nilai:50 (c) apabila tidak menyajikan.diberi nilai : 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

dengan bobotsub unsur 10%. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. diberi nilai:50 (c) apabila tidak menyajikan. Sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaranyang diinginkan dalam KAK. dengan bobot sub unsur 30%. diberi nilai: 50 (c) apabilatidak menyajikan. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a). diberi nilai: 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. diberi nilai: 80 (b) Apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. ≥ tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK.4). < tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK. (2). dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Dukungan referensi: i. diberi nilai: 100 (b). dengan bobot sub unsur 50 %. diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. apabila melampirkan referensi dan dapat dibuktikan 35 . Sub unsur tingkat pendidikan. d Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli: 70 % (1).dan ketentuan penilaian sub unsur: (a).] 5). diberi nilai: 50 [Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur tingkat pendidikan = NILAI BOBOT sub unsur tingkat pendidikan]. Sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK. didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK. Sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK.] Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur x bobot unsur Pendekatan dan Metodologi = NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI. diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. dengan bobot sub unsur 10 %.

diberinilai:50 iii. diberi nilai :75 iii. Perhitungan bulan kerja x nilai lingkup pekerjaan X nilai posisi = jumlah bulan kerja professional. diberi nilai:100 ii. apabila melampirkan referensi namun tidak benar. Perhitungan bulan kerja tenaga ahli. (d). maka penawaran digugurkan dan peserta dikenakan Daftar Hitam. lingkup pekerjaan yang: (i) sesuai adalah:…………deskripsikan dengan jelas disesuaikan dengan KAK]. (c). (f). menunjang. tidak sesuai. (ii) Tidak sesuai adalah :…………[deskripsikan dengan jelas tidak sesuai dengan KAK]. Lingkup pekerjaan: i. diberi nilai: 100 ii. memiliki 3 < x < 5 tahun pengalaman kerja professional. 36 . sesuai. iii. Nilaitotal seluruh jumlah bulan kerja professional dibagi angka 12 = jangka waktu pengalaman kerja professional (g). sesuai. posisi: i. Nilai jangka waktu pengalaman kerja professional yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK. Memiliki < 3 Tahun pengalaman kerja professional. diberi nilai:75 iii. terkait. (b). (e). diberi nilai : 50 (h). Nilai jangka waktu pengalaman kerja profesional: *) i. memiliki ≥ 5 tahun pengalaman kerja professional diberi nilai: 100 ii. maka pengalaman kerja diberikan penilaian. (iii) Terkait adalah:……… [deskripsikan dengan jelas terkait dengan KAK]. ii. yang dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam IKP. apabila tidak ada referensi maka tidak diberikan penilaian.dengan menghubungi penerbit kebenarannya referensi. posisiyang: (i) sesuai adalah: ………… [deskripsikan dengan jelas disesuaikan dengan KAK]. (ii) Menunjang adalah:…………[deskripsikan dengan jelas menunjang KAK]. diberi nilai:50 iv.

diberi bobot = 40 (c). Tenaga Ahli 2 (Ahli Jalan). nilai yang didapatkan X bobot sub unsur sertifikat keahlian/profesi = NILAI BOBOT sub unsur sertifikat keahlian/profesi. diberi nilai:25 (e). Penguasaan bahasa asing. dan seterusnya (6). memiliki ≥ 20 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 35/100 = 37 . aturan. diberi bobot = 60 (b). Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur ((1)+(2)+(3)+(4))= NILAI 1 (SATU) ORANG TENAGA AHLI. penguasaan Bahasa Indonesia bagi konsultan asing. diberi nilai:100 (b). Sub unsur lain-lain yang dibutuhkan dalam KAK. memiliki. diberi nilai: 25 (b). situasi. dan ketentuan penilaian sub unsur : (a). diberi nilai: 0 (c). dan ketentuan penilaian sub unsur: (a). Sub unsur sertifikat keahlian/profesi keteknikan (engineering). [apabila tenaga ahli yang dinilai lebih dari 1(satu) maka setiap tenaga ahli harus diberi bobot] Bobot tenaga ahli: (a).(3). Tidak memiliki. dan kondisi (custom) setempat. Total NILAI BOBOT seluruh tenaga ahli X bobot unsur Kualifikasi Tenaga Ahli = NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI. (5). dengan bobot sub unsur10 %. diberi nilai: 25 (d). evaluasi Pengalaman Perusahaan Contoh: bobot nilai 10% Pengalaman perusahaan menangani pekerjaan sebagai berikut: Pembobotan (Contoh): Sub unsur yang dinilai antara lain: 1). Total nilai yang didapatkan X bobot sub unsur lain-lain = NILAI BOBOT sub unsur lain-lain. Nilai Evaluasi Teknis = NILAI PENGALAMAN PERUSAHAAN + NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI + NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI 2. Aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara. Nilai 1 (Satu) Orang Tenaga Ahli X bobot tenaga ahli = NILAI BOBOT tenaga ahli. dengan bobot sub unsur 10%. Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis : bobot nilai 35 % a. Tenaga Ahli 1 (Team Leader). Contoh Penilaian Ambang batas nilai teknis (passing grade) yang ditentukan dalam Dokumen Pemilihan: 60 A. penguasaan bahasa setempat. (4). diberi nilai:25 (c).

memiliki <9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 35/100 = 2). Kapasitas perusahaan dgn memperhatikan jumlah TA tetap : bobot nilai 20 % a. nilai 100 38 . memiliki 10 s.d 19 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 35/100 = c. memiliki ≥ 20 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 25 /100 = b.b. memiliki < 14 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 25/100 = 3). memiliki ≥ 20 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 20 /100 = 20 b.d 19 tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 20/100 = 15 c. memiliki < 9 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20 /100 = 10 4). Pengalaman Melaksanakan di lokasi kegiatan/di Indonesia : bobot nilai 25 % a. memiliki 10 s. XYZ dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir pernah melaksanakan pekerjaan sebagai berikut : • Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis (35%). memiliki <9 tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100 = 10 Contoh Perhitungan: PT. 30 paket. memiliki 10 s.d 19 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 20 /100 = 15 c.d 19 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 25 /100 = c. Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama : bobot nilai 20 % (pengalaman manajerial meliputi pengalaman perusahaan sebagai lead firm dan memiliki fasilitas utama) a. memiliki 10 s. memiliki ≥ 20 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 20 /100 = 20 b.

5 B. fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK = 10% a.Pengalaman Melaksanakan kegiatan di Indonesia (25%). nilai 75 • (Pengalaman Manajerial & Fasilitas Utama yang dinilai adalah pengalaman manajerial untuk melaksanakan pekerjaan pada paket kegiatan dalam kurun waktu tertentu) • Kapasitas perusahaan dengan memperhatikan TA tetap (20%). 20 TA. Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK = 40% a. nilai 100 (Kapasitas perusahaan dengan memperhatikan TA tetap dinilai terhadap TA Tetap yang digunakan/dipakai untuk melaksanakan pekerjaan pada paket kegiatan dalam kurun waktu tertentu) Perolehan nilai pengalaman perusahaan PT. XYZ adalah: (100x35/100) + (100x25/100) + (75x20/100) + (100x 20/100) = 35 + 25 + 15 + 20 = 95 Bobot nilai pengalaman perusahaan = 95 x 10% = 9. nilai 100 • Pengalaman Manajerial & Fasilitas Utama (20%). Kualitas metodologi = 20% a. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 40/100 = 0 2). tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 20/100 = 0 4). menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 10/100= 8 39 . 18 paket. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 20/100= 0 3). menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai:80 nilai total bobot: 80 x 20/100= 16 b. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100= 10 c. 23 paket. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 20/100 = 16 b. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 40/100 = 20 c. Hasil kerja (deliverable) = 20% a. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai:80 nilai total bobot: 80 x 40/100 = 32 b. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100 = 10 c. Evaluasi Pendekatan Pendekatan dan Metodologi Contoh: bobot nilai 30 % Sub unsur yang dinilai 1).

Pendidikan (30%) Contoh: Bobot nilai 30% Pendidikan yang dinilai adalah S1. S3 atau setingkat. pendekatan & metodologi atas dokumen seleksi menurut penilaian Pokja ULP. Kualitas Metodologi (20%) nilai 80 3). Pemahaman atas jasa layanan (40%) nilai 80 2). fasilitas pendukung (10%) nilai 50 5). Pendidikan dibawah S1 tidak dinilai Penilaian: • S1/S2 sesuai KAK = 100 • S1/S2 tidak sesuai KAK = 50 2). tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 10/100 = 0 5). a). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 10 /100= 5 c. Gagasan baru (10%) nilai 80 Bobot nilai yang diperoleh adalah: (80x40/100)+(80x20/100)+(80x20/100)+(50x10/100)+(80x10/100) = 32 + 16 + 6 + 5 + 8 = 67 Bobot nilai pendekatan dan metodologi = 67 x 20/100 = 13. Gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diminta dalam KAK = 10% a. MSc dengan data 40 . S2. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 10/100 = 0 Contoh Perhitungan: PT. Hasil kerja (deliverable) (20%) nilai 80 4).b. sebagai berikut : 1). menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 10 /100 = 8 b. Evaluasi Kualifikasi Tenaga Ahli Contoh: Bobot nilai 70% 1).4 C. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 10 /100 = 5 c. Pengalaman Tenaga ahli pekerjaan sejenis dgn referensi atau copy kontrak Contoh: Bobot nilai 60% Penilaian dilakukan untuk tenaga ahli yang mempunyai referensi. Tidak boleh terjadi tumpang tindih (overlap). Nilai pengalaman tenaga ahli : (1) Waktu pengalaman: a. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. XYZ. bila terjadi overlap yang dihitung hanya salah satu. Badi.

maka pengalaman kerja yang dihitung adalah total bulannya dikurangi1(satu)bulan. MSc dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan bulan Juni 2001 – November 2001 Karena hanya disebutkan bulan tanpa dirinci tanggalnya. Pengalaman (b) yang diakui hanya 2 bulan. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. 41 . Badi. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. maka panitia dapat untuk menghitung jumlah bulan dikurangi 1 (satu) = 6 bulan . Paruli dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman dicantumkan bulan 10 Juni 2008 – 10 Desember 2008 PokjaPokja ULP menghitung jumlah bulan secara penuh = 6 bulan karena disebutkan tanggal bulan dan tahun dengan rinci c. maka pengalaman kerja yang dihitung hanya 25% dari total bulannya. 1 Maret 1993 – 1 Maret 1996 = 36 bulan Perhitungan dimulaidari bulan Maret 1993 sampai dengan Maret 1996. d. MSc dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan tahun 2002 – 2003 Karena hanya disebutkan tahun tanpa dirinci bulannya.1 = 5 bulan. (b). b. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. 1 Januari 1993 – 1 Mei 1993 = 2 bulan Perhitungan dimulai dari bulan Januari 1993 sampai dengan Maret 1993 Dari pengalaman (a) dan (b) terjadi overlap selama 3 bulan pada bulan Maret. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis tahunnya saja (tanpa tanggal dan bulan). bulan. maka bulan yang overlap dihitung satu kali). Badi. maka panitia sepakat untuk menghitung = 25% x 24 bulan = 6 bulan karena tidak sesuai dengan ketentuan dokumen seleksi. Badi. MSc = 38 bulan. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis secara lengkap tanggal. dan Mei 1993. dan tahunnya.pengalaman sebagai berikut: (a). April. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis bulan dan tahunnya saja (tanpa tanggal).maka pengalaman kerja akan dihitung secara penuh (kecuali bila terjadi overlap. Total pengalaman tenaga ahli Ir.

50 3). Pengalaman luar negeri (bila diperlukan) Contoh: Bobot nilai 5% Di negara berkembang • Jumlah pengalaman 0-5 tahun. Lain-lain ( misal penguasaan bahasa Inggris. Bahasa Inggris (bila diwajibkan) Contoh: Bobot nilai 5% • Baik sekali = 100 • Baik = 50 • Sedang = 25 b). Paruli dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan tahun 1993 – 1993 Karena hanya disebutkan tahun tanpa dirinci bulannya. dinilai • Tidak sesuai.25 =1 = 0.50 = 0. atas tata cara. aturan. dinilai • Menunjang. Kesesuaian lingkup pekerjaan dan posisi Lingkup Kegiatan • Lingkup sesuai dengan syarat KAK. nilai 0-100(tenaga ahli Indonesia).Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. nilai 0-40 (tenaga ahli asing) Di Indonesia • Jumlah pengalaman 0-5 tahun. c). dinilai =1 = 0. situasi dan kondisi setempat. Contoh dalam KAK diperlukan babarapa tenaga Ahli: • Ketua tim (pengalaman 5tahun) = 60% • Ahli Jalan dan Jembatan (pengalaman 5 tahun) = 40% 42 . nilai 0-60 (tenaga ahli asing) • Jumlah pengalaman 0-5 tahun. dinilai • Terkait. dinilai Posisi /jabatan dalam proyek • Sesuai dengan posisi/jabatan sebelumnya. dll) Contoh: Bobot nilai 10% a). maka panitia sepakat untuk menghitung = 25% x 12 bulan = 3 bulan karena tidak sesuai dengan ketentuan dokumen seleksi.

20 0. XYZ JUMLAH PAKET/TA (3) 30 paket 23 paket 18 paket 20 paket NILAI (4) 100 100 75 100 BOBOT (5) 0.35 0.7 1 NILAI TOTAL (5) 9.1 0. 2. XYZ NILAI (3) 95 67 90 BOBOT (4) 0. 4.0 85. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN (2) Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis Pengalaman Melaksanakan kegiatan di Indonesia Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama Kapasitas perusahaan dgn memperhatikan jumlah TA tetap Jumlah 43 .00 NILAI TOTAL (6) 35 25 15 20 95 NAMA PERUSAHAAN : No. 3.9 NAMA PERUSAHAAN : No. CONTOH PENILAIAN TEKNIS KONSULTAN PT.5 13.2 0. XYZ HASIL EVALUASI TEKNIS PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT. (1) 1.25 0.4 63. (1) 1. maka dalam klarifikasi dan negosiasi teknis serta biaya untuk diganti dengan TA yang sesuai KAK atau yang lebih tinggi EVALUASI PENGALAMAN PERUSAHAAN PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT.20 1. ITEM (2) Pengalaman perusahaan Pendekatan dan metodologi Kualifikasi tenaga ahli *) Jumlah CATATAN *): • Dalam hal Penilaian teknis terhadap perusahaan yang lulus pasing grade tetapi terhadap penilaian kualifikasi TA dinilai kurang dari yang ditentukan dalam KAK. 3.2. 2.

10 8 1. XYZ NILAI 3 95 82.40 1. 3.00 77 EVALUASI KUALIFIKASI TENAGA AHLI PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT.60 0. (1) 1. XYZ NILAI (3) 80 80 80 50 BOBOT (4) 0. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN (2) Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK Kualitas metodologi Hasil kerja (deliverable) fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK Gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diminta dalam KAK Jumlah 80 0. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN 2 Ketua Tim Ahli Jalan dan Jembatan Jumlah 44 .5 BOBOT 4 0.10 NILAI TOTAL (5) 32 16 16 5 NAMA PERUSAHAAN : No. 5. 2.EVALUASI PENDEKATAN DAN METODOLOGI PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT.00 NILAI TOTAL 5 57 33 90 NAMA PERUSAHAAN : No. 1 1. 4.20 0. 2.40 0.20 0.

0 1.6 1.0 V 1.0 1.0 1.33 6 5 5 6 6 36 2 : : : : PT XYZ Ir.0 1.0 1.62 5.0 1.0 LINGKUP 5 T T T S S M S S S S S S 0.0 V 1.0 V 1.Pokja ULP Pusat Pembinaan Penyelenggaraan Konstruksi Pengadaan Jasa Konsultansi : Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Perundang-Undangan Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2011 Nama Perusahaan Nama Personil Posisi yg diusulkan A.0 1.0 V 1. PENDIDIKAN B.0 V 1.6 1.0 JUMLAH 7 3 3 2 1.0 1. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 PERIODE DARI .5 0.0 0.62 TH 100 50 PERSYARATAN KAK 5 TAHUN TOTAL NILAI = Sertifikasi : M/TM URAIAN PENDIDIKAN PENGALAMAN SERTIFIAT KEAHLIAN KEMAMPUAN BAHASA NILAI TOTAL Memiliki NILAI 100 100 100 50 100 BOBOT% 30% 50% 10% 10% 100% BAHASA Baik NILAI X BOBOT 30 50 10 5 95 Keterangan: Posisi: S = sesuai TS = tidak sesuai Lingkup: S = sesuai M = menunjang T = terkait Sertifikat: M = Memiliki TM = Tidak memiliki 45 .0 V 1.SAMPAI 2 Feb-08 Aug-08 10 May-07 10 Nov-07 1 Mar-06 30 Jun-06 28 Jun-04 16 Ags-04 15 Jul-03 25 Ags-03 2002 2003 Jun-01 Nov-01 Aug-99 Jan-00 Apr-98 Nov-98 Jun-97 Dec-97 1 Mar-93 1 Mar -96 1 Jan-93 1 Mei 93 BLN 3 6 6 4 1.0 1.75 1.0 0. 67.0 1.0 X 0 V 1.0 V 1. Badi.5 1.0 Referensi Pengalaman Kerja TA 6 V 1. MSc Ketua Tim S2 Sesuai KAK NILAI 100 CONTOH POSISI/ JABATAN 4 S S S S S S S S S TS S S 1.5 1.0 1.0 1. PENGALAMAN KERJA PROFESIONAL No.5 0.0 1.33 4.0 V 1.5 5 0 6 3 36 2 67.0 1.43 BL 5.0 V 1.0 1.

5 5 0 12 14 0 46.75 1.3 6 5 5 12 14 3 : : : : PT XYZ Ir.0 1.0 1.0 1.5 0.0 X 0 JUMLAH 7 3 3 2 1.0 V 1.0 Referensi Pengalaman Kerja TA 6 V 1.4 BL 3.0 1.0 V 1.0 V 1.87 TH 75 50 PERSYARATAN KAK 5 TAHUN TOTAL NILAI = Sertifikasi : M/TM URAIAN PENDIDIKAN PENGALAMAN SERTIFIAT KEAHLIAN KEMAMPUAN BAHASA NILAI TOTAL Memiliki NILAI 100 75 100 50 100 BOBOT% 30% 50% 10% 10% 100% BAHASA Baik NILAI X BOBOT 30 37.0 V 1. Paruli Ahli Jalan dan Jembatan S1 Sesuai KAK NILAI 100 CONTOH POSISI/ JABATAN 4 S S S S S S S S S S S 1.5 Keterangan: Posisi: S = sesuai TS = tidak sesuai Lingkup: S = sesuai M = menunjang T = terkait Sertifikat: M = Memiliki TM = Tidak memiliki 46 .0 1.0 X 0 V 1.0 1.5 10 5 82.0 1.0 LINGKUP 5 T T T S S M S S S S S 0.6 1.0 1.5 1.0 1. PENGALAMAN KERJA PROFESIONAL No.0 0.SAMPAI 2 Mar-09 Sep-09 10 Jun-08 10 Des-08 1 Feb-07 30 Mei-07 28 Jul-04 16 Sep-04 15 Jun-03 25 Jul-03 2001 2002 Jun-00 Nov-01 Aug-98 Jan-99 1 Mar-95 1 Mar -96 1 Jan-94 1 Mei 95 1993 1993 BLN 3 6 6 4 1. 46.Pokja ULP Peningkatan Jalan Nasional Pengadaan Jasa Konsultansi : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2011 Nama Perusahaan Nama Personil Posisi yg diusulkan A.0 1.0 V 1.0 1.3 4.0 1.0 1.5 0.6 1. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 PERIODE DARI .0 1.0 V 1.0 V 1. PENDIDIKAN B.0 1.

50 c). CONTOH PENILAIAN GABUNGAN TEKNIS DAN BIAYA Perbandingan bobot teknis : biaya = 0.455 = 88.175 b). PT. ABC = 100 jt 90/100 x 100 = 90. PT.00 Usulan untuk penetapan calon pemenang: PT. XYZ = 90. PT.25 Nilai usulan teknis ke 3 penawaran adalah: Bobot teknis : a). GHI = 80*) 80 x 0.75 : 0. ABC sebagai Calon Pemenang Cadangan I.50 = 86. ABC = 63.00 + 25.00 = 85.455 b).75 = 63.75 + 22. PT. XYZ = 110 jt 90/110 x 100 = 81.00 x 0. PT. 47 .00 *) Perhitungan PT.25 = 25.ABC dan PT. PT. GHI sebagai Calon Pemenang Cadangan II. PT. ABC = 85*) 85 x 0.75 = 60.9 x 0.25 = 22. PT. XYZ = 68.63 b).3.82 x 0.25 = 20. dan PT.00 Nilai akhir kombinasi teknis dan biaya adalah: a). XYZ Nilai usulan biaya ke 3 penawaran adalah: Bobot biaya a). GHI = 90 jt 90/90 x 100 =100.00 90. GHI sama dengan perhitungan PT. XYZ sebagai Calon Pemenang. PT.25 c). PT.00 100.75 = 68.82 81. GHI = 60.9 90.175 + 20.00 x 0.75 c).

.................... Bulan ........................ 5...-........ Panitia membacakan dan menjelaskan tentang isi Dokumen Pemilihan........................................... 1... CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PELELANGAN/SELEKSI PELELANGAN/SELEKSI (AANWIJZING) Nomor : .. ..............dst.. sekaligus diadakan tanya jawab yang akan tercantum dalam Risalah tanya jawab. yang di undang untuk mengikuti penjelasan (Aanwijzing)........... (...... 3.. 4.............. ..... Wakil-wakil Perusahaan Calon Penyedia Jasa .. b.. Para anggota Pokja ........................... 2...................... [diisi sesuai dengan hasil rapat penjelasan yang dilakukan Pokja]...............Cara penyampaian Dokumen Penawaran.. yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Pokja ULP........................ Risalah Tanya Jawab : Pertanyaan dari peserta: Pertanyaan Jawaban No Nama Perusahaan 1 2 Perubahan substansi dokumen (jika ada) a..........................4........... [diisi rincian perubahan substansi dokumen pemilihan (jika ada)] b..... nomor ..... tanggal .. telah mengadakan Rapat Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) untuk Paket Pekerjaan sebagai berikut: Nama Paket Pekerjaan: Uraian Singkat Pekerjaan: Rapat dipimpin oleh: ... Pokja ..................... akan dituangkan dalam perubahan/addendum dokumen pemilihan......... b............... Jika terdapat perubahan substansi dokumen...... Peserta Rapat:Daftar Hadir Terlampir Rapat dihadiri oleh: a....... Pada hari ini ........... Rapat dibuka oleh Pokja pada jam ......................... ………………….. Tanggal ... c....................... *) 48 .termasuk di dalamnya antara lain: Metode pemilihan...............-........................... Risalah Rapat : a... Tahun.........) bertempat di .........

...... tanggal ....... sebagai wakil peserta untuk menandatangani Berita Acara Pemberian Penjelasan paket ..... Berita Acara Pemberian Penjelasan dapat diambil pada hari ..............................................................) rangkap.................................... .... Berita Acaraserta Addendum akan disampaikan kepada seluruh peserta mulai hari ..................... dibuat .. tanggal ....[diisi nama paket pekerjaan] 7.... Berita Acara Pemberian Penjelasan untuk paket .... 10.......................................... 5.. ....... Keterangan: *) Adendum (jika ada) dibuat terpisah dari berita acara pemberian penjelasan 49 ........... Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP) ini dibuat dengan penuh rasa tanggung jawab untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.... 1............................................... 2 ................. ……………… Kelompok Kerja (Pokja) ........................................... pukul .. Hasil peninjauan lapangan (jika diperlukan): ...... 2. 2. .......... 8..... 4............... ............................................................................ 9................... 1 .. ................……………………..............Selanjutnya Pokja menawarkan kepada peserta siapa yangbersedia sebagai wakil peserta untuk menandatangani Berita Acara Pemberian Penjelasan dan menyepakati bahwa: Nama : …………………………… dari PT/CV ………………………………………… dan Nama : …………………………… dari PT/CV …………………..(... 6........ ......... dan dapat juga diunduh dari K/L/D/I................ ……………....................... Pokja menutup rapat pemberian penjelasan (Aanwijzing) pada jam ............................................................ Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota SAKSI-SAKSI 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 1...... 3....... .....

................ tanggal ………….......) penyedia jasa........... 2...... bertempat di ………….......................) dan jumlah dokumen penawaran yang tidak lengkap ... 3............... (.... ……………… PokjaPokja ULP…………………………… 50 ...................... Kolom (5) tidak dibuka pada saat pembukaan penawaran Sampul I. untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya... Pada hari ini …………... ( ........ Pokja …………........)............... pukul …………..5........... Demikian Berita Acara ini dibuat dengan penuh tanggung jawab.. ........................ Hasil Pembukaan Penawaran Sebagai Berikut: No (1) Nama Perusahaan (2) Sampul I Administrasi Teknis (3) (4) Sampul II*) (5) Keterangan (6) Catatan: Kolom (3)... telah mengadakan acara Pemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran untuk Pengadaan Jasa Konsultansi…………... Jumlah dokumen penawaran yang lengkap ... ……………... Yang memasukkan dokumen penawaran ……...........bulan …………...................... yang selanjutnya dalam Berita Acara ini disebut Pokja............. PT..... (………………. Peserta yang menjadi saksi 2 (dua) orang yaitu dari : PT.................tahun …………..... WIB..................... tanggal …………... 4..... Nama : .... Nama : ...(4).... CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBUKAAN PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN KOP SURAT SATUAN KERJA BERITA ACARA PEMASUKAN DAN PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN UNTUK PENGADAAN JASA KONSULTANSI Nomor : …………... diisi sesuai yang disyaratkan dalam dokumen pemilihan... Dalam Acara Pemasukan danPembukaan Dokumen Penawaran diperoleh hasil sebagai berikut : 1....... AcaraPemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran ditutup pada pukul ..... .. yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Pokja ULP nomor …………...........

.. ....... 7.............................. ...... ....... Nama Jabatan Tanda Tangan 51 .. 2........................ . 5.... ... 3. 6....................................... 4.......1.... ............ ............................... Ketua merangkap Anggota Sekretarismerangkap Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 6……………… 7……………… WAKIL DARI PENYEDIA JASA No.

untuk keperluan korespondensi] Penyedia jasa yang mendaftar sebanyak……(……) perusahaan. tanggal …………. tanggal…………. nomor faksimili dan/atau alamat email pihak yang dapat dihubungi. Pengumuman Prakualifikasi Pengumuman ………… Nomor: …………. s.d.. nama dan alamat perusahaan serta nomor telepon. 2. CONTOH FORMAT BERITA ACARA HASIL SELEKSI UNTUK PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI DENGAN PRAKUALIFIKASI.. Pokja/Pejabat Pengadaan mencatat nama pendaftar. SISTEM EVALUASI KUALITAS DAN BIAYA KOP SURAT POKJA BERITA ACARA HASIL EVALUASI SELEKSI PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI NOMOR : …………………… Nama Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Satminkal Satuan Kerja PPK Kelompok Kerja Sumber Dana Tahun Anggaran Harga Perkiraan Sendiri Jangka waktu pelaksanaan Metode Pemilihan Metode Penyampaian Metode Evaluasi : : : : : : : : : : : : : ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… (termasuk PPN 10%) ……………………… Prakualifikasi Dua Sampul Kualitas dan Biaya Pada hari ini ………… tanggal ………… bulan ………… tahun ………… kami yang bertanda tangan dibawah ini Pokja ULP berdasarkan Surat Keputusan ULP Nomor: ………… tanggal ………… telah melaksanakan Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi dengan Seleksi Umum Prakualifikasi.. c. Metode Penyampaian Dua Sampul. Metode Evaluasi Kualitas dan Biaya dengan hasil sebagai berikut: 1. Surat Kabar ……………… tanggal ……… (jika diperlukan. NOMOR TELEPON KETERANGAN . dst 52 dan mengambil dokumen kualifikasi NAMA PERUSAHAAN ALAMAT. METODE DUA SAMPUL. sesuai ketentuan). Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Kualifikasi Pendaftaran dimulai tanggal ………… sampai dengan tanggal ………… [pada tahap pendaftaran. Papan Pengumuman Resmi ……………. melalui: a. b. tanggal……………….6. Website K/L/D/I dan Portal Pengadaan Nasional tanggal …………………. No 1 2 .

.... PT/CV... yaitu dokumen kualifikasi: 1. yaitu: dokumen kualifikasi: 1. meliputi pakta integritas dan formulir isian kualifikasi.............. PT/CV.. PT/CV......... Batas akhir waktu pemasukan dokumen kualifikasi : Hari …… Tanggal ……… Jam ………… : website K/L/D/I b...... [diisi sesuai persyaratan kualifikasi yang ditetapkan dalam dokumen kualifikasi]......... Penyampaian BAPK termasuk Adendum Dokumen Kualifikasi (jika diperlukan) Salinan BAPK termasuk Adendum Dokumen Kualifikasi (jika diperlukan) dapat diambil oleh peserta pada tanggal ...... yaitu syarat/lulus dokumen kualifikasi: 53 ..3.. Penilaian persyaratan kualifikasi dilakukan terhadap pemenuhan persyaratan kualifikasi...... Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) Kualifikasi (jika diperlukan) a..) dokumen kualifikasi...... No 1 2 .......... PT/CV........ Jumlah peserta yang hadir sebanyak……………… (…………) perusahaan..) dokumen kualifikasi.......... yaitu .. Evaluasi dilakukan terhadap dokumen kualifikasi..... 2.. 5.. 2............ b.. Peserta Dokumen kualifikasi : ………… (…………) perusahaan. Pembukaan dan Evaluasi Dokumen Kualifikasi a..) dokumen kualifikasi... 3. Tempat yang memasukkan c........ yaitu lulus. Pemberian penjelasan dilaksanakan pada tanggal………bertempat di ……… b.... Peserta yang terlambat memasukkan dokumen kualifikasi : ………… (…………) perusahaan...... Berita Acara Penjelasan Kualifikasi (BAPK) nomor ………… tanggal ……… (jika diperlukan)... PT/CV...dst 2) Jumlah dokumen kualifikasi yang dinyatakan gugur/tidak = …… (. 3.. 1) Jumlah dokumen kualifikasi yang dievaluasi = …… (.... dst NAMA PERUSAHAAN ALAMAT DAN NOMOR TELEPON KETERANGAN d. melalui website K/L/D/I........ 4. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Kualifikasi a.dst 3) Jumlah dokumen kualifikasi yang dinyatakan memenuhi = …… (... PT/CV. 6...

) peserta. tanggal…………… Jumlah peserta yang keberatan atas penetapan hasil prakualifikasi dan menyampaikan sanggahan = . tanggal ………….. melalui: a. PT/CV..... Pengumuman Hasil Kualifikasi Pengumuman Hasil Kualifikasi ………… Nomor: …………..... Hasil pembuktian kualifikasi untuk tiap peserta dituangkan dalam Berita Acara Pembuktian Kualifikasi (terlampir) Alasan gugur/tidak lulus dan tidak termasuk Daftar Pendek masing-masing peserta adalah sebagai berikut : a.......(.... 2.....d.. tanggal……………….. Website K/L/D/I tanggal …………………… dan Portal Pengadaan Nasional... dst NAMA PERUSAHAAN ALAMAT NPWP KETERANGAN min... (........ 3.. …………………… c........... yaitu: NO 1 2 . 54 NAMA PERUSAHAAN MATERI SANGGAHAN JAWABAN SANGGAHAN KETERANGAN .... Sanggahan yang dinyatakan benar = ........ Peserta yang dinyatakan masuk dalam Daftar Pendek sebanyak…… (.... Sanggahan Kualifikasi [diisi jika ada sanggahan] Masa sanggah hasil kualifikasi mulai tanggal …………….......dst 7... Penetapan Daftar Pendek (short list)...) peserta.1... 10..... PT/CV. ………………dst 8... …………………… b............ Pembuktian Kualifikasi dan Pembuatan Berita Acara Pembuktian Kualifikasi Pembuktian terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen atau legalisir dan meminta salinannya. 7 (tujuh) peserta 9..d.. b....(.. dst 11.... 5 (lima)....... PT/CV...) sanggahan Sanggahan yang dinyatakan tidak benar = .... Papan Pengumuman Resmi …………….) sanggahan Ringkasan sanggahan sebagai berikut: No 1 2 .... maks. Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan Peserta yang termasuk dalam Daftar Pendek diundang untuk mengambil dokumen pemilihan..... Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan disampaikan melalui ……………… dengan tanda bukti terlampir.. s.... tanggal………… s...

Penawaran yang dievaluasi Jumlah penawaran yang dievaluasi 55 = …… (. Unsur-unsur yang dievaluasi meliputi kelengkapan persyaratan yang diminta dalam dokumen pemilihan. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Penawaran (Sampul I dan Sampul II) waktu pemasukan a. Penyampaian BAPP termasuk Adendum Dokumen Pemilihan (jika ada) Salinan BAPP termasuk Adendum Dokumen Pemilihan (jika ada) dapat diambil oleh peserta pada tanggal . Pemberian penjelasan dilaksanakan pada tanggal……… bertempat di ………… b. Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) a. Dokumen Penawaran No 1 2 . 16. Waktu : Hari ……… Tanggal ……… Jam ……… b. Evaluasi Administrasi Evaluasi administrasi hanya dilakukan pada hal-hal yang tidak dinilai pada penilaian kualifikasi..) penawaran. b. d.. Waktu b. 14. Peserta yang memasukkan : ………… (…………) perusahaan. dan Dokumen Pemilihan. 12. Hasil evaluasi penawaran sebagai berikut: a. Batas Dokumen Penawaran : Hari ……… tanggal ……… Jam …… : website K/L/D/I.. Tempat c.... Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (BAPP) No………… tanggal ……… (terlampir).. Jumlah peserta yang hadir sebanyak………………… (…………) perusahaan.. dst e. 15.... Penyedia jasa yang terlambat memasukkan dokumen penawaran NAMA PERUSAHAAN ALAMAT DAN NOMOR TELEPON KETERANGAN : ………… (…………) perusahaan. 13. yaitu penawaran: .. Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul I (Administrasi dan Teknis) Penawaran dinyatakan ditutup pada hari ………… tanggal ………… Jam ………… Pembukaan penawaran dilakukan pada: : Hari ……… Tanggal ………… Jam ……… a.. 1).. melalui website K/L/D/I.. Tempat : ……………………………… Peserta yang mengambil dokumen pemilihan sebanyak………(……) perusahaan.Pengambilan Dokumen Pemilihan dilakukan pada: a.. Tempat : ………… Berita Acara Pembukaan Penawaran No ………… tanggal ……… (terlampir).. Evaluasi Dokumen Penawaran Sampul I (Administrasi dan Teknis) Evaluasi penawaran dengan berpedoman pada ketentuan peraturan yang berlaku.

........ (b) Unsur-unsur yang dievaluasi: i.. dst Jumlah penawaran yang dinyatakan gugur/tidak lulus = …… (.) penawaran: 1..... terkait keraguan terhadap ………….......1........ Unsur pengalaman perusahaan.................. b..... 2).......... [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan] ii...... PT/CV.. bobot ...... 3.... ………… (c) .......... bobot .... PT/CV...................... penawaran. penawaran: 1. [diisi sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan]......... 1). 2....... 3)....dst 2)........ [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan ] iii...... 3.... 2........... 4.... Penawaran yang memenuhi syarat/lulus Jumlah penawaran yang dinyatakan memenuhi = syarat/lulus administrasi …… (..................................... jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV…………. [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan] (c) Nilai ambang batas lulus persyaratan teknis = . Konfirmasi/Klarifikasi[dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan.....) penawaran... 2........... PT/CV............. Unsur-unsur yang dievaluasi sesuai dengan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan...... Jumlah penawaran yang dievaluasi 56 = …… (... PT/CV.... Unsur kualifikasi dan tenaga ahli..... yaitu penawaran: .... 3........... Evaluasi Teknis..... PT/CV....... PT/CV........ meliputi . yaitu PT/CV.. PT/CV.... . terkait keraguan terhadap ………….... Unsur pendekatan dan metodologi.... 4...... PT/CV..... dengan kesimpulan........ ....... dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak…………............ Evaluasi teknis dengan sistem nilai: (a) Persyaratan teknis minimal yang harus dipenuhi sesuai dengan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan. dst.) penawaran. dst yaitu Penjelasan gugur/tidak lulus masing-masing peserta adalah sebagai berikut : (a) PT/CV ………… dinyatakan gugur administrasi karena ………… (b) PT/CV ………… dinyatakan gugur administrasi karena ………… (c) ………… dst Hasil evaluasi administrasi terlampir........... bobot .... Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi....

.. dst Penetapan peringkat teknis terlampir......... ........ ………… (c) . dst …… (.. 3... terkait keraguan terhadap …………. PT/CV.... Papan Pengumuman Resmi …………….. dengan kesimpulan.. Pengumuman yang Lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) Pengumuman yang Lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) nomor ………….... Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis terlampir...... dst 5)............. tanggal ..... penawaran yang 4).......... . yaitu penawaran: 1......... Tempat : ………… Berita Acara Pembukaan Penawaran Sampul II (Harga) nomor………… tanggal ……… (terlampir)...... tanggal …………...dst 3).......... PT/CV. PT/CV........ PT/CV. PT/CV........ tanggal……………….....) penawaran. 57 ............... dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak………….. Website K/L/D/I tanggal …………………… dan Portal Pengadaan Nasional... b.. jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV…………....... Waktu b... 4.. 17... Peserta yang lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) dan diundang untuk memasukkan Dokumen Penawaran Sampul II sebagai berikut: NO NAMA PERUSAHAAN NPWP KETERANGAN 1 2 ..... Jumlah penawaran yang dinyatakan tidak memenuhi = ambang batas lulus Hasil evaluasi teknis terlampir. 3............ Konfirmasi/Klarifikasi [dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan.. tanggal………… s....d......... yaitu penawaran: 1. PT/CV.. Undangan nomor ........................ Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul II (Harga) Pembukaan penawaran Sampul II (Harga) dilakukan pada: : Hari ………… Tanggal ………… Jam ……… a... c.... 2............. melalui: a... 18... dst.................. PT/CV. terkait keraguan terhadap ………….... Jumlah dinyatakan memenuhi ambang = batas lulus …… (.. 2..... PT/CV. 3..1.) penawaran.......... 2....

jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV…………. dengan kesimpulan ………… (c) . 20.. 1 2 . kewajaran penugasan tenaga pendukung (apabila ada). sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang lain secara proporsional. 2).. evaluasi sampul I (administrasi dan teknis) dan evaluasi sampul II (harga). menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran teknis dan nilai penawaran biaya terkoreksi dengan cara perhitungan sebagai berikut: NILAI TOTAL = {Nilai/skor Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis} + {Nilai/skor Penawaran Biaya Terkoreksi x Bobot Penawaran Biaya}. terkait keraguan terhadap ………….19. Unsur-unsur yang dievaluasi yaitu: …………… [diisi sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan... dst NAMA PERUSAHA AN NILAI HARGA BOBOT HARGA NILAI TEKNIS BOBOT TEKNIS NILAI TOTAL*) *) keterangan: 1).. Evaluasi Dokumen Penawaran Sampul II (Harga).. Koreksi Aritmatik [khusus untuk kontrak lumpsum tidak mengubah total harga penawaran] HARGA PENAWARAN TERMASUK PPN 10% PADA SAAT PEMBUKA AN NO NAMA PERUSAHAA N ( RP ) SETELAH KOREKSI ARITMATIK PERINGKAT SETELAH KOREKSI ARITMATIK KETERANGAN 1 2 . dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak………….. d. misal: kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration).. Konfirmasi/Klarifikasi [dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. dst b. dst... Hasil evaluasi harga terlampir pada Laporan Evaluasi Penawaran.. Perhitungan nilai kombinasi terbaik NO... Evaluasi harga dilakukan kepada penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis (Sampul I). kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost)] c. terkait keraguan terhadap …………. maka Kelompok Kerja (Pokja) berkesimpulan dan memutuskan untuk mengusulkan calon pemenang seleksi berdasarkan peringkat terbaik adalah : 58 . a. kewajaran penugasan tenaga ahli. nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor tertinggi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil evaluasi kualifikasi.

...... (termasuk PPN) 2............... ...... ........... CALON PEMENANG CADANGAN II Nama Perusahaan : …………………… Alamat Perusahaan : …………………… NPWP : …………………… Harga Penawaran terkoreksi : Rp..................... 3. 4...... 5.. .................. 2.................... 7........ CALON PEMENANG Nama Perusahaan Alamat Perusahaan NPWP Harga Penawaran terkoreksi : …………………… : …………………… : …………………… : Rp........ ……………… Kelompok Kerja (Pokja) .... ... ………………(termasuk PPN) Demikian Berita Acara Hasil Evaluasi Seleksi ini dibuat dengan penuh rasa tanggung jawab untuk dipergunakan dalam penetapan pemenang sebagaimana mestinya...... ....... ……………... 6...... ………………(termasuk PPN) 3...... . 1. ………………. CALON PEMENANGCADANGAN I Nama Perusahaan : …………………… Alamat Perusahaan : …………………… NPWP : …………………… Harga Penawaran terkoreksi : Rp... ..........................1.. Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 6……………… 7……………… 59 ...............

.

ttd DJOKO KIRMANTO .LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI BUKU 11 B : Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Mei 2011 MENTERI PEKERJAAN UMUM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful