P. 1
Perpres 70

Perpres 70

|Views: 19|Likes:
Dipublikasikan oleh Aloysius G. Lake
hal mana, dapat di jadikan sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan di lapangan, agar bisa menjadi sesuatu yang berguna
hal mana, dapat di jadikan sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan di lapangan, agar bisa menjadi sesuatu yang berguna

More info:

Published by: Aloysius G. Lake on May 04, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2013

pdf

text

original

Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul

dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM,
Menimbang : a. bahwa pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi di bidang pekerjaan umum yang memenuhi tata nilai pengadaan dan kompetitif sangat diperlukan bagi ketersediaan infrastruktur yang berkualitas sehingga akan berdampak pada peningkatan pelayanan publik; bahwa dengan telah diterbitkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, perlu pengaturan mengenai tata cara pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang jelas dan komprehensif sehingga dapat menjadi pengaturan yang efektif dalam pengadaan barang/jasa pemerintah; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Menteri;

b.

c.

Mengingat

: 1.

2.

3.

4.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3955) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2010 (Lembaran Negara RI Tahun 2010 Nomor 157); Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Nomor 64 Tahun 2000, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3957) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2010 (Lembaran Negara RI Nomor 95 Tahun 2010); Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 65 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3957); Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;
i

yang dimaksud dengan : 1. 10. 5. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. Jasa Konsultansi adalah jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware).000. 11. Unit Layanan Pengadaan yang selanjutnya disebut ULP adalah unit organisasi yang berfungsi melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa yang ditetapkan oleh Menteri dan bersifat permanen.000. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Pejabat Pengadaan adalah personil yang memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa yang melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa. Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 15/M-IND/PER/2/2011 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 12. 9. 2. Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. 5. ii .00 (seratus milyar rupiah). 10. 4. 8. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Pekerjaan Konstruksi/Jasa Konsultansi. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. 3. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009. menggunakan peralatan yang didesain khusus dan/atau pekerjaan yang bernilai diatas Rp100. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah Satuan Kerja yang menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai dari dana anggaran pemerintah. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pekerjaan Umum. Pekerjaan Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi. 9. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI. 6. 6.Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. 11. 7. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah Pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran pemerintah. mempunyai risiko tinggi. Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010. 8. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. 7. Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. Kepala Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Kasatker adalah Kuasa Pengguna Anggaran dan/atau Barang.000.

000. Inspektur Jenderal. tidak menawarkan atau tidak menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah. (3) Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung yang berakibat terjadinya persaingan tidak sehat. 16. Pasal 4 Para pihak yang terkait dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa harus mematuhi ketentuan sebagai berikut: (1) Melaksanakan tugas secara tertib. imbalan.13.000. baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses Pengadaan Barang/Jasa.000 (seratus milyar rupiah) dan/atau yang bersifat kompleks sebelum di tandatangani oleh para pihak. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat. (4) Menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan tertulis para pihak. Kepala Badan. Pejabat Eselon I atau Pimpinan Unit Kerja setara Eselon I adalah Sekretaris Jenderal/Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah. dan Direktur Jenderal/Deputi. Kontrak kerja konstruksi adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara Pejabat Pembuat Komitmen dengan Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. serta menjaga kerahasiaan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa yang menurut sifatnya harus dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam Pengadaan Barang/Jasa. (7) Menghindari dan mencegah penyalahgunaan wewenang dan/atau kolusi dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. dan (8) Tidak menerima. Pasal 2 (1) Peraturan Menteri ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. rabat dan berupa apa saja dari atau kepada iii . disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran. golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. Ahli Hukum Kontrak adalah seorang/pejabat ahli yang dapat memberikan pendapat terhadap Kontrak untuk pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang bernilai di atas Rp 100. Pasal 3 Ruang lingkup berlakunya Peraturan Menteri ini adalah untuk: (1) Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang pembiayaannya baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari anggaran pembangunan pemerintah (pusat/daerah). (6) Menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam Pengadaan Barang/Jasa. 14. kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan Pengadaan Barang/Jasa. (5) Menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan para pihak yang terkait. komisi. (2) Peraturan Menteri ini bertujuan agar pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi lebih operasional dan efektif. (2) Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang dananya bersumber dari pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari pinjaman atau hibah dalam negeri. (2) Bekerja secara profesional dan mandiri. 15.

perkiraan perhitungan biaya yang dilakukan oleh konsultan perencana (engineer’s estimate). Pasal 5 Untuk pekerjaan konstruksi yang bernilai diatas Rp 100. d. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menetapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) setelah Rencana Perkiraan Biaya yang disusun mendapat persetujuan dari Pejabat Eselon I. h.000 (seratus milyar rupiah) dan jasa konsultansi yang bernilai diatas Rp 10. baik yang dilakukan dengan instansi lain maupun pihak lain. terlebih dahulu harus memperoleh pendapat Ahli Hukum Kontrak. harus berdasarkan persetujuan para pihak. norma indeks yaitu tentang nilai harga terendah dan harga tertinggi dari suatu barang/jasa yang diterbitkan oleh instansi teknis terkait atau Pemerintah Daerah setempat. Pasal 7 Kontrak untuk pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang bernilai di atas Rp 100. hasil perbandingan dengan Kontrak sejenis.siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). suku bunga berjalan dan/atau kurs tengah Bank Indonesia.000. dan/atau i.000. f.000. e. khusus untuk harga penawaran peserta lelang/seleksi di bawah 80% HPS wajib dilakukan evaluasi kewajaran harga dengan meneliti dan menilai konsistensi rincian/uraian Analisa Harga Satuan Pekerjaan Utama terhadap syarat teknis/spesifikasi sehingga tidak terjadi penyimpangan yang mempengaruhi lingkup. biaya Kontrak sebelumnya atau yang sedang berjalan dengan mempertimbangkan faktor perubahan biaya. Pasal 8 (1) Ahli Hukum Kontrak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 yang ditunjuk untuk memberikan pendapat hukum.000. iv . kualitas. (9) Proses pelaksanaan pelelangan/seleksi harus segera dimulai setelah rencana kerja dan anggaran K/L/D/I disetujui DPR/DPRD sampai dengan penetapan pemenang.000 (sepuluh milyar rupiah). g. inflasi tahun sebelumnya. (2) Dalam hal tidak diperoleh Ahli Hukum Kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan hasil/kinerja serta diyakini dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. (2) Dalam melakukan evaluasi penawaran harus berpedoman pada tata cara/kriteria yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Pasal 6 (1) Dalam rangka menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dilakukan berdasarkan metode pelaksanaan/kerja dan spesifikasi teknis dengan memperhatikan data harga pasar setempat.000. b.000 (seratus milyar rupiah) dan/atau yang bersifat kompleks sebelum di tandatangani oleh para pihak. daftar biaya/tarif Barang/Jasa yang dikeluarkan oleh pabrikan/distributor tunggal. penandatanganan kontrak dilakukan setelah Dokumen Anggaran disahkan. informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan.000. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh asosiasi terkait dan sumber data lain yang dapat dipertanggungjawabkan. yang diperoleh berdasarkan hasil survey menjelang dilaksanakannya pengadaan dengan mempertimbangkan informasi yang meliputi: a. c.

Buku PK 01 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. Buku PK 02 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Lump Sum. 10. Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi. 7. Buku PK 03 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan. 11. Buku PK 01 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. terdiri atas : 1. 8. Buku PK 05 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak Lump Sum. Pasal 9 (1) Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi meliputi : a. Buku PK 04 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. 6. 9. Buku PK 02 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Lump Sum. 2.maka pendapat hukum dapat diperoleh dari Tim Pendapat/Opini Hukum Kontrak. 5. Buku PK 04 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. Buku PK 06 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur (Ambang Batas) Kontrak Harga Satuan. v . 4. 3. Buku PK 03 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan. Buku PK 05 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak Lump Sum.

10. Buku JK 11 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan. Buku PK 07 B Pedoman Evaluasi Kualifikasi. 6. 13. terdiri atas : 1. 8. Buku JK 10 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Sum. vi .12. 4. 9. Buku PK 06 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur (Ambang Batas) Kontrak Harga Satuan. Buku PK 08 Pedoman Penyusunan Dokumen Pelelangan. 14. Buku JK 12 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum. Buku JK 12 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum. Buku PK 07 A Standar Dokumen Kualifikasi Pekerjaan Konstruksi. Buku JK 13 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Harga Satuan. Buku JK 10 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Sum. 15. 2. Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konsultansi. Buku JK 13 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Harga Satuan. 7. 5. b. Buku JK 11 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan. Buku JK 09 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dengan Kontrak Harga Satuan. 3. Buku JK 09 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Harga Satuan.

20. (2) Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi di bidang pekerjaan umum dilaksanakan sesuai dengan Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri ini. Jenis pekerjaan pada kelompok ini yaitu feasibility study. Buku JK 15 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Harga Satuan. sertifikasi. study. evaluasi. Buku JK 16 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Lump Sum. 12. Buku JK 14 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Lump Sum. produk hukum. Harga Satuan. b. 21. 14. Buku JK 15 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Harga Satuan. manajemen kontrak. monitoring dan evaluasi. Buku JK 16 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Lump Sum. Buku JK 19 Pedoman Penyusunan Dokumen Seleksi. Jenis pekerjaan pada kelompok ini yaitu supervisi/pengawasan pekerjaan fisik. telaah. Buku JK 17 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi Perseorangan. kontrak Lump Sum. design. petunjuk. 16. dan lainnya. kajian. Buku JK 17 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Perseorangan. 19. survey. pedoman. Buku JK 18 A Standar Dokumen Kualifikasi Jasa Konsultansi. 13. kontrak Lump Sum Jasa Konsultansi didasarkan atas produk/keluaran (Output based) yang harus dihasilkan konsultan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR. Kontrak Harga Satuan Jasa Konsultansi didasarkan atas input (tenaga ahli dan biaya-biaya langsung terkait termasuk perjalanan dinas) yang harus disediakan konsultan (Input based) untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR. dan lainnya. 17. Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan untuk pekerjaan tunggal atau terintegrasi.11. vii . 18. Buku JK 18 B Pedoman Evaluasi Kualifikasi Jasa Konsultansi. (3) Kontrak pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dapat menggunakan: a. Buku JK 14 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Lump Sum. 15.

.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI BUKU 11 B : Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan .

.

...... 3 C................................... 8 BAB III PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS . 29 LAMPIRAN ...... 1 B..... PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS (SAMPUL I)…………………………………………………………………................................................................. 21 BAB VII SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL .... PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II........................... PEMBERIAN PENJELASAN................ PENGAMBILAN....... PENYAMPAIAN... NEGOSIASI............. 1 A...................................... PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS………………………………………… 13 B........ 23 A....................................... PENGAMBILAN DOKUMEN PEMILIHAN…………………………………....... 17 BAB VI KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI... 4 D. ... ............................ UNDANGAN…………………………………………………………………3 B..................... PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN………………………....................... 19 A......... 14 BAB V PENETAPAN PEMENANG SELEKSI. PENYAMPAIAN/PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN………………… 5 E.................... 13 BAB IV UNDANGAN. 2 C........ 19 B.......................... SERTA PEMBUATAN BAHS........ PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN DOKUMEN SAMPUL II ................... 13 A.. PENGERTIAN ISTILAH……………………………………………………….................. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING ..... 36 BAB I i . 14 A.............DAFTAR ISI KETENTUAN UMUM ....... ....... 6 F......................................... RUANG LINGKUP……………………………………………………………2 BAB II UNDANGAN.......... PEMBUKAAN... KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA……………………… 19 C........... PEMBUATAN BERITA ACARA HASIL SELEKSI (BAHS)…………………….......................... DAN EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN ............ PENETAPAN PEMENANG…………………………………………………........... SELEKSI GAGAL…………………………………………………………… 23 B............. 17 B.............................. PENGUMUMAN PERINGKAT TEKNIS…………………………………….. 17 A........................ EVALUASI DOKUMEN SAMPUL I…………………………………………....................................................... 3 A.................... SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING……………………………..... TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL………………………………………… 24 BAB VIII LAINLAIN-LAIN ... PENGAMBILAN.............................. UNDANGAN KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA………............ PENGUMUMAN.... UNDANGAN PEMBUKAAN SAMPUL II…………………………………… 14 B... TUJUAN……………………………………………………………………............

.

1 . 5. 16. Penyedia Penyedia Jasa adalah badan usaha atau orang perorangan yang kegiatan usahanya menyediakan/melaksanakan layanan jasa konsultansi. 14. Pejabat Pengadaan adalah personil yang memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa yang melaksanakan Pengadaan Jasa Konsultansi. 9. 15. Jasa Konsultansi adalah jasa layanan professional yang membutuhkan keahlian tertentu di berbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran pemerintah. 11. Jadwal Waktu Waktu Pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. 8. 3. Pokja ULP (Kelompok Kerja Pokja ULP) adalah perangkat dari Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) yang berfungsi untuk melaksanakan Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. Harga Perkiraan Sendiri Sendiri (HPS) adalah hasil perhitungan seluruh volume pekerjaan dikalikan dengan Harga Satuan ditambah dengan seluruh beban pajak dan keuntungan. Peserta seleksi adalah penyedia jasa yang mengikuti seleksi penyedia jasa yang telah lulus prakualifikasi dan masuk dalam daftar pendek konsultan (untuk prakualifikasi) atau mendaftar dan mengambil dokumen seleksi (untuk pascakualifikasi).BAB I KETENTUAN UMUM A. yang diterbitkan oleh PPK. 7. 10. Substansi Penawaran Penawaran adalah hal-hal pokok dalam penawaran yang menentukan sah atau tidaknya penawaran yang dinyatakan dalam dokumen seleksi. terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara profesional dan dapat dilaksanakan. PENGERTIAN ISTILAH Dalam pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini. 13. 12. Personil Inti adalah tenaga yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan untuk melaksanakan pekerjaan. Tanggal Mulai Kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Dokumen Seleksi adalah dokumen yang ditetapkan oleh Pokja ULP yang memuat informasi dan ketentuan yang harus ditaati oleh para pihak dalam proses pengadaan jasa konsultansi. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Jasa Konsultansi. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. 6. 4. Dokumen Penawaran Penawaran adalah surat penawaran dan seluruh dokumen lampirannya termasuk dokumen kualifikasi (untuk pascakualifikasi). yang dimaksud dengan: 1. 2.

adil/tidak diskriminatif. dinyatakan dalam Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh PPK. Tanggal Penyelesaian Pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama pekerjaan selesai. 18. Konfirmasi adalah kegiatan meminta penegasan terhadap hal-hal yang diperlukan. Untuk mendapatkan penyedia jasa yang diyakini mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik. 21. efektif. 54 Tahun 2010 dalam pelaksanaan pengadaan lebih operasional. Pengadaan Jasa Konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang pembiayaannya baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari anggaran pembangunan pemerintah (pusat/daerah). terbuka dan bersaing. Agar penerapan ketentuan Peraturan Presiden R. RUANG LINGKUP Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini digunakan untuk pelaksanaan seleksi dan evaluasi penawaran mencakup: 1.17. 20. dan akuntabel. Pengadaan Jasa Konsultansi yang dananya bersumber dari pemerintah mencakup Pengadaan Jasa Konsultansi yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari pinjaman atau hibah dalam negeri. TUJUAN Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini disusun dengan tujuan: 1. dengan harga penawaran yang paling menguntungkan negara. 2 . Klarifikasi adalah kegiatan meminta penjelasan atas substansi penawaran yang kurang jelas dalam rangka evaluasi dokumen penawaran. Negosiasi adalah kegiatan untuk mencapai kesepakatan teknis maupun harga untuk melaksanakan pekerjaan. 4. 19. 3. 2. No. 2. B. Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan masa pemeliharaan berakhir. Sebagai pedoman Kelompok Kerja (Pokja) Pokja ULP dalam melaksanakan evaluasi dokumen penawaran pengadaan pekerjaan jasa konsultansi. C. transparan. Agar pelaksanaan pengadaan dilakukan secara efisien.I.

Pemberitahuan/Pengumuman Pemenang. waktu dan tempat pengambilan Dokumen Pemilihan. Undangan pembukaan dokumen sampul II. M. Peserta yang diundang berhak mengambil Dokumen Pemilihan. Pemberitahuan/pengumuman Peringkat Teknis I. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya Q. Undangan B. Pemberian Penjelasan D. B. 2. Pokja ULP mengundang peserta yang lulus kualifikasi dan tercantum dalam penetapan daftar pendek (short list) untuk mengambil Dokumen Pemilihan dengan ketentuan: a. Sanggahan banding (apabila ada sanggah banding) O. Evaluasi Penawaran Sampul I 1. Pokja ULP: a memberikan Dokumen Pemilihan dalam bentuk file (softcopy) dan/atau cetakan (hardcopy) kepada peserta yang diundang. Pembukaan dan evaluasi dokumen sampul II. Undangan mencantumkan hari. UNDANGAN 1. Pembuatan Berita Acara Hasil Seleksi A. P. atau c. N. PENYAMPAIAN. L. tanggal. Pembuatan Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis G. Evaluasi Teknis 3. PEMBUKAAN. 2. PENGAMBILAN. J. sanggahan kualifikasi terbukti tidak benar. b. hari. PENGAMBILAN DOKUMEN PEMILIHAN 1. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Penawaran E. Peserta mengambil Dokumen Pemilihan sesuai tempat. PEMBERIAN PENJELASAN. dan waktu pengambilan yang ditentukan dalam undangan. Evaluasi Administrasi 2. tidak ada sanggahan kualifikasi dari peserta. 3. dan 3 . masa sanggah kualifikasi berakhir. Sanggahan (apabila ada sanggahan). Pengambilan Dokumen Pemilihan C. tanggal. K.BAB II UNDANGAN. Undangan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul I F. Penetapan Pemenang. Pada tahap pengambilan Dokumen Pemilihan. Penetapan Peringkat Teknis H. DAN EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN Pokja ULP agar melakukan penelitian/pemeriksaan terhadap proses pelelangan dengan tahapan sebagai berikut : A.

jawaban dari Pokja ULP. 2. Apabila PPK tidak sependapat dengan usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada angka 9 di atas. l Pra Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (Pra RK3K). i ketentuan tentang penyesuaian harga. 5. k perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (jika diperlukan). 4. dihadiri oleh para peserta yang diundang. hasil peninjauan lapangan. e jadwal pemasukan dan pembukaan Dokumen Penawaran. Apabila dalam BAPP sebagaimana dimaksud pada angka 6 terdapat halhal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung. dan tingkat risiko pekerjaan (tinggi/sedang/kecil). maka Pokja ULP menyampaikan keberatan PPK kepada PA/KPA untuk diputuskan. 8. b C. 10. 7.dapat mengunggah (upload) Dokumen Pemilihan melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh (download) oleh peserta. 6. Ketidakhadiran peserta pada saat pemberian penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. harus dijelaskan kepada peserta mengenai: a Kerangka Acuan Kerja. PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN 1. g hal-hal yang menggugurkan penawaran. h jenis kontrak yang akan digunakan. apabila ada. Dalam pemberian penjelasan. Pemberian penjelasan isi Dokumen Pemilihan. Perubahan rancangan kontrak dan/atau ruang lingkup kegiatan dan/atau kualifikasi tenaga ahli dan/atau total nilai HPS. c cara penyampaian Dokumen Penawaran. j ketentuan dan cara sub kontrak sebagian pekerjaan kepada Usaha Mikro. Seseorang dilarang mewakili lebih dari 1 (satu) perusahaan dalam pengambilan Dokumen Pemilihan. harus mendapatkan persetujuan PPK sebelum dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan. Apabila tidak ada satu pun peserta yang hadir atau yang bersedia menandatangani BAPP maka BAPP cukup ditandatangani oleh anggota Pokja ULP yang hadir. f metode dan tata cara evaluasi. b metode pemilihan. Pemberian penjelasan dilakukan di tempat dan pada waktu yang ditentukan. 3. Usaha Kecil dan koperasi kecil. d kelengkapan yang harus dilampirkan bersama Dokumen Penawaran. 3. serta keterangan lain dituangkan dalam Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP) yang ditandatangani oleh anggota Pokja ULP dan minimal 1 (satu) wakil dari peserta yang hadir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan. dan: 4 . Perwakilan peserta yang hadir pada saat pemberian penjelasan menunjukkan tanda pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP 4. Pokja ULP dilarang memungut biaya apapun kepada peserta. pertanyaan dari peserta. 9. maka Pokja ULP menuangkan ke dalam Adendum Dokumen pemilihan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan. Pokja ULP dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan peninjauan lapangan. Apabila dipandang perlu. perubahan substansi dokumen.

a jika PA/KPA sependapat dengan PPK. 13. Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada). Pokja ULP dapat memberikan tambahan waktu pemasukan Dokumen Penawaran. c. 14. 2. 6. Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). Sampul II (biaya) yang terdiri dari: a. Dokumen Penawaran terdiri dari Sampul I dan Sampul II. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (apabila ada). Pokja ULP memberitahukan kepada seluruh peserta untuk mengambil salinan Adendum Dokumen Pemilihan. Sampul I (administrasi dan teknis). surat penawaran yang di dalamnya mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi tidak mencantumkan penawaran biaya. 4. Dalam Adendum Dokumen Pemilihan. Dokumen Penawaran disampaikan sebanyak 3 (tiga) rangkap. 5 . b. dokumen penawaran teknis. tidak dilakukan perubahan. (apabila ada)). Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan maka ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang berlaku adalah yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan awal. meliputi: a. terdiri dari: dokumen asli 1 (satu) rangkap dan salinannya 2 (dua) rangkap ditandai “ASLI” dan “REKAMAN”. Metode penyampaian/pemasukan dan tata cara pembukaan Dokumen Penawaran harus mengikuti ketentuan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan. Peserta menyampaikan langsung Dokumen Penawaran kepada Pokja ULP sesuai jadwal yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. 5. c. 12. surat penawaran biaya yang didalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan total biaya penawaran (masa berlaku dalam surat penawaran biaya tidak berpengaruh terhadap penawaran biaya). PENYAMPAIAN PENYAMPAIAN/PEMASUKAN /PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 1. D. b. 11. d. Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). PA/KPA memutuskan perubahan dan bersifat final. 3. b jika PA/KPA sependapat dengan Pokja ULP. surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan). d. dan e. e. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (seperti Pra Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (Pra RK3K) dan daftar barang yang diimpor. dan Pokja ULP memasukkan ke dalam kotak/tempat pemasukan. Pokja ULP diwajibkan untuk menyediakan salinan BAPP dan Adendum Dokumen Pemilihan (apabila ada) dan dapat mengunggah dokumen tersebut melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh oleh peserta. rekapitulasi penawaran biaya. serta memerintahkan Pokja ULP untuk membuat dan mengesahkan Adendum Dokumen Pemilihan.

Apabila tidak ada peserta atau hanya ada 1 (satu) peserta sebagai saksi. Apabila terpaksa dilakukan perubahan tempat dan waktu penutupan pemasukan penawaran maka perubahan tersebut harus dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan dan disampaikan kepada seluruh peserta. 12. Pokja ULP membuat daftar peserta yang memasukkan penawaran. Pokja ULP menyatakan kepada peserta bahwa saat pemasukan penawaran telah ditutup sesuai waktunya. Penarikan. maka Pokja ULP menunda pembukaan Dokumen Penawaran selama 2 (dua) jam. Pokja ULP mencatat waktu dan tanggal penerimaan Dokumen Penawaran pada sampul luar dan memasukkan ke dalam kotak/tempat pemasukan. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS (SAMPUL I) 1. E. Dokumen Penawaran dibuka di hadapan peserta pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. Segera setelah batas akhir penyampaian penawaran. penggantian. 16. apabila terlambat diterima. 4. salah satu anggota pokja ULP menutup pemasukan penawaran dengan mencoret tepat di bawah daftar peserta terakhir serta membubuhkan tanda tangan. Tidak diperkenankan mengubah tempat dan waktu batas akhir pemasukan penawaran kecuali keadaan kahar. Pokja ULP membuka sampul luar untuk mengetahui alamat peserta. Pokja ULP menolak dokumen dari peserta yang tidak tercantum dalam Daftar Pendek (short list) yang diundang. “PENGUBAHAN” atau “PENAMBAHAN”. Pengembalian Dokumen Penawaran disertai dengan bukti serah terima. pengubahan atau penambahan Dokumen Penawaran harus disampaikan secara tertulis dan disampul serta diberikan tanda dengan penambahan pencantuman kata “PENARIKAN”. Pokja ULP menolak semua dan/atau sebagian tambahan Dokumen Penawaran yang masuk setelah batas akhir pemasukan penawaran. Untuk Dokumen Penawaran yang diterima melalui pos/jasa pengiriman: a. dan b. 13. 15. 9. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan Dokumen Penawaran menunjukkan tanda pengenal dan surat penugasan kepada Pokja ULP. serta membuka Dokumen Penawaran yang masuk. 6 . 2.7. Pokja ULP segera memberitahukan kepada peserta yang bersangkutan untuk mengambil kembali seluruh Dokumen Penawaran. Pokja ULP membuat tanda terima Dokumen Penawaran. 3. Pada batas akhir pemasukan penawaran. “PENGGANTIAN”. Ketidakhadiran peserta pada saat pembukaan Dokumen Penawaran tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. 8. 14. 10. sesuai dengan isi sampul tanpa mengambil Dokumen Penawaran yang sudah disampaikan sebelumnya. maka sampul penutup dimasukkan ke dalam sampul luar yang mencantumkan nama paket pekerjaan dan alamat Pokja ULP. Dalam hal Dokumen Penawaran disampaikan melalui pos/jasa pengiriman. menolak Dokumen Penawaran yang terlambat dan/atau sebagian tambahan Dokumen Penawaran. Peserta dapat menyampaikan Dokumen Penawaran melalui pos/jasa pengiriman dengan ketentuan sudah diterima Pokja ULP sebelum batas akhir pemasukan penawaran dan segala risiko keterlambatan dan kerusakan menjadi risiko peserta. 17. 11.

12. Apabila setelah ditunda 2 (dua) jam. jumlah Dokumen Penawaran yang masuk. 17. 13. Pokja ULP membuka sampul I di hadapan peserta kemudian dijadikan lampiran Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis. c. 6. Setelah dibacakan dengan jelas. dan e. memeriksa. dokumen penawaran teknis. penggantian. hanya ada 1 (satu) atau tidak ada peserta sebagai saksi. 7 . d. Pokja ULP meneliti isi kotak/tempat pemasukan dokumen dan menghitung jumlah sampul Dokumen Penawaran yang masuk dihadapan peserta. apabila dokumen dimaksud telah disusuli dokumen dengan sampul bertanda “PENARIKAN”. c. d. Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan sampul I. b. maka pembukaan Dokumen Penawaran tetap dilanjutkan dengan menunjuk saksi tambahan di luar Pokja ULP yang ditunjuk oleh Pokja ULP. Pokja ULP membuka. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (seperti Pra RK3K. keterangan lain yang dianggap perlu. surat penawaran yang di dalamnya mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi tidak mencantumkan penawaran biaya. 14. b. 18. 16. Berita Acara ditandatangani oleh anggota Pokja ULP yang hadir dan 2 (dua) orang saksi. maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas di dalam Berita Acara. tanda tangan anggota Pokja ULP dan wakil peserta yang hadir atau saksi yang ditunjuk oleh Pokja ULP bila tidak ada saksi dari peserta. jumlah sampul I yang lengkap dan tidak lengkap. kelainan-kelainan yang dijumpai dalam Dokumen Penawaran (apabila ada). Pokja ULP membuka kotak/tempat pemasukan dokumen dihadapan para peserta. surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan). Salah satu anggota Pokja ULP bersama 1 (satu) saksi memaraf sampul I asli yang bukan miliknya. apabila dipersyaratkan). ”PENGGANTIAN”. 15. dan f. Sampul luar Penawaran (yang berisi sampul I dan sampul II) dibuka di hadapan peserta pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. tanggal pembuatan berita acara. daftar barang yang diimpor. 8. e. serta memaraf sampul II termasuk sampul penarikan. dan menunjukkan dihadapan peserta mengenai kelengkapan sampul I.5. 11. Dokumen Penawaran yang telah masuk tidak dibuka. Pokja ULP segera membuat Berita Acara Pembukaan Sampul I yang sekurangkurangnya memuat: a. Dokumen Penawaran dengan sampul bertanda “PENARIKAN”. Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan kecuali untuk peserta yang terlambat memasukkan penawaran. Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada). atau ”PENAMBAHAN” harus dibuka dan dibaca terlebih dahulu. yang meliputi: a. pengubahan. ”PENGUBAHAN”. 7. 9. dan penambahan untuk sampul II. Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) maka seleksi dinyatakan gagal. Sampul II yang berisi data harga tidak boleh dibuka dan sampulnya diparaf oleh Pokja ULP dan wakil peserta seleksi dari perusahaan yang berbeda sebelum disimpan kembali oleh Pokja ULP. 10.

h. dan ruang lingkup serta kualifikasi tenaga ahli yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. evaluasi administrasi. 20. kualitas. dan/atau 2). penawaran dari peserta dengan persyaratan tambahan di luar ketentuan Dokumen Pemilihan yang akan menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan/atau tidak adil diantara peserta yang memenuhi syarat. Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis. 8 . Pokja ULP dan/atau peserta dilarang menambah. dan 2). F. penyimpangan dari Dokumen Pemilihan yang mempengaruhi lingkup. maka: 1). tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat. g. mengganti dan/atau mengubah isi sampul I. Pokja ULP dilarang menggugurkan penawaran dengan alasan: 1). ketidakhadiran dalam pemberian penjelasan dan/atau pembukaan penawaran. mengganti. f. c. peserta yang terlibat dimasukan dalam Daftar Hitam baik badan usahanya maupun pengurusnya. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/ persekongkolan) antara peserta. EVALUASI DOKUMEN SAMPUL I 1. dan hasil/kinerja pekerjaan. KETENTUAN UMUM Dalam melakukan evaluasi penawaran perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap semua penawaran berdasarkan ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan dalam dokumen pemilihan. penawaran teknis dan penawaran biaya. anggota Pokja ULP dan/atau PPK yang terlibat persekongkolan diganti dan dikenakan sanksi administrasi dan/atau pidana. e. syarat-syarat. para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada Pokja ULP selama proses evaluasi. penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah: 1). Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap Sampul I yang meliputi: 1). 2). Evaluasi dilakukan terhadap kelengkapan data administrasi. dan/atau 2). mengurangi. i. evaluasi teknis. d. j. misalnya warna sampul dan/atau surat penawaran tidak berkop perusahaan. dan/atau mengubah kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.19. Pokja ULP dan/atau PPK dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta. kesalahan yang tidak substansial. Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang hadir tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis dan Pokja ULP dapat mengunggah salinan tersebut melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh oleh peserta. b. mengurangi. Pokja ULP dilarang menambah. penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan.

Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi (gugur/tidak gugur). pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. surat penawaran : (1). b). dokumen asli yang mengakibatkan gugurnya penawaran disimpan oleh Pokja ULP. ditandatangani oleh : (a). 4). dari direktur utama/pimpinan perusahaan. (3). EVALUASI ADMINISTRASI a. dan (4). Dalam hal seleksi umum. maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis. apabila: 1). 2). sepanjang tidak mengubah substansi penawaran. f. (2). 2. bertanggal. surat kuasa ditandatangani oleh anggota kemitraan yang diwakili menurut perjanjian kerjasama. untuk menghindari kesalahan-kesalahan kecil yang dapat menggugurkan penawaran. apabila tidak ada peserta lainnya sebagaimana dimaksud pada angka 3). kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pemilihan dipenuhi/dilengkapi. yang meliputi: a). Dalam hal kemitraan. d. maka syarat-syarat lainnya yang diperlukan agar diminta dan dievaluasi pada saat prakualifikasi dan tidak perlu dilampirkan pada sampul I. jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. direktur utama/pimpinan perusahaan. c. e. atau (d). (c). dan 9 . penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. Untuk dokumentasi Pokja ULP. Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan evaluasi teknis. proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan peserta lainnya yang tidak terlibat yang mempunyai nilai kualifikasi teknis paling tinggi (apabila ada). jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. maka seleksi dinyatakan gagal. (b). (2). Evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi. Surat kuasa (apabila dikuasakan): (1).3). nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. b. PokjaPokja ULP dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. (3).

pemberi tugas. nilai. lokasi. d. Pengalaman Perusahaan.g. c. dan waktu pelaksanaan (menyebutkan bulan dan tahun). pengalaman kerja di Indonesia dan/atau di lokasi proyek mendapat tambahan nilai. untuk jasa studi analisis perlu diberikan penekanan kepada pengalaman perusahaan dan pendekatan metodologi. pendekatan dan metodologi (20 – 40 %)*). 4). dengan ketentuan: 1). Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. 3). yang menunjukkan kinerja perusahaan peserta yang 10 . pendekatan dan metodologi. lingkup dan data pekerjaan yang dilaksanakan secara singkat. Apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. maka seleksi dinyatakan gagal. serta kualifikasi tenaga ahli. Unsur-unsur yang dievaluasi harus sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. disamping untuk mengukur pengalaman juga dapat dipergunakan untuk mengukur kemampuan/kapasitas peserta yang bersangkutan dalam melaksanakan tugasnya. pengalaman perusahaan peserta harus dilengkapi dengan referensi dari pengguna jasa. 4). 2). 2). Dokumen penawaran teknis dan penawaran biaya bagi penawaran yang dinyatakan gugur administrasi dapat diambil kembali oleh peserta yang bersangkutan. sedangkan untuk jasa supervisi dan perencanaan teknis. pengalaman tersebut diuraikan secara jelas dengan mencantumkan informasi: nama pekerjaan yang dilaksanakan. pengalaman perusahaan (10 – 20 %)*). 3). c). h. penetapan bobot yang digunakan untuk masing-masing unsur. 5). Evaluasi penawaran teknis dilakukan dengan cara memberikan nilai angka tertentu pada setiap kriteria yang dinilai dan bobot yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. b. 3. acuan yang digunakan untuk pembobotan sebagai berikut: a). pengalaman perusahaan peserta dalam melaksanakan pekerjaan sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam KAK untuk 10 (sepuluh) tahun terakhir. penilaian dilakukan atas: 1). *) Bobot masing-masing unsur sebagaimana yang telah ditetapkan pada kriteria evaluasi dalam dokumen pemilihan. dalam rentang tersebut di atas didasarkan pada jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan. penekanan lebih diberikan kepada kualifikasi tenaga ahli. penilaian dilakukan sesuai pembobotan dari masing-masing unsur yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. unsur-unsur pokok yang dinilai adalah: pengalaman perusahaan. Jumlah (100 %). kemudian membandingkan jumlah perolehan nilai dari para peserta. kualifikasi tenaga ahli (50 – 70 %)*). EVALUASI TEKNIS. d). b). a. penilaian juga dilakukan terhadap jumlah pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh peserta.

c). antara lain: a). e. jangka waktu pelaksanaan laporan-laporan yang disyaratkan. d). jadwal penugasan. penilaian terutama meliputi: ketepatan menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap mengacu kepada persyaratan KAK. sub unsur yang dinilai pada tenaga ahli. perhitungan teknis. pemahaman perusahaan peserta atas lingkup pekerjaan/jasa layanan yang diminta dalam KAK. sertifikat keahlian/profesi yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang mengeluarkan. persyaratan. organisasi. konsistensi antara metodologi dengan rencana kerja. penilaian dilakukan atas: 1). penilaian terutama meliputi: pengertian terhadap tujuan proyek/kegiatan. c). dan kebutuhan fasilitas penunjang. penilaian dilakukan atas: 1). b). f. didukung dengan referensi dari pengguna jasa. d). apresiasi terhadap inovasi. kualitas metodologi. 2). antara lain: a). penilaian meliputi antara lain: analisis. Pendekatan dan Metodologi. pengalaman kerja profesional seperti yang disyaratkan dalam KAK. Bagi tenaga ahli yang diusulkan sebagai pemimpin/wakil pemimpin pelaksana pekerjaan (team leader/co team leader) dinilai pula pengalaman sebagai pemimpin/wakil pemimpin tim. dibuktikan dengan salinan ijazah. jadwal pekerjaan. Sub unsur yang dinilai. dan laporan-laporan. b). fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. lingkup serta jasa konsultansi yang diperlukan (aspek-aspek utama yang diindikasikan dalam KAK). serta jumlah tenaga yang telah diindikasikan di dalam KAK. b). sub unsur yang dinilai antara lain: a). dan pengenalan lapangan. seperti sertifikat ahli arsitek yang dikeluarkan oleh Ikatan Arsitek Indonesia. atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi. tenaga ahli yang diusulkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan jenis keahlian. spesifikasi teknis. pengalaman manajerial dan fasilitas utama. tanggapan terhadap KAK khususnya mengenai data yang tersedia. peserta yang mengajukan gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK diberikan nilai lebih. gambar-gambar kerja. program kerja. pengalaman melaksanakan di lokasi proyek/kegiatan. yaitu lulusan perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah lulus ujian negara atau yang telah diakreditasi. hasil kerja (deliverable).bersangkutan selama 10 (sepuluh) tahun terakhir. kebutuhan jumlah orang bulan. 2). pemahaman atas sasaran/tujuan. jenis keahlian serta jumlah tenaga ahli yang diperlukan. dan hasil kerja. orang bulan (person-month) tenaga ahli. 11 . pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. tingkat pendidikan. c). sesuai dengan keahlian/profesi yang disyaratkan dalam KAK. kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. uraian tugas. Kualifikasi Tenaga Ahli. kualitas metodologi. pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan sejenis.

g. dan 8). ambang batas nilai teknis. nama seluruh peserta. 6). hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis termasuk alasan ketidaklulusan peserta. situasi. i. bahasa Indonesia (bagi konsultan Asing). Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Hasil Evaluasi Sampul I yang palingsedikit memuat: 1). 3). dimasukkan dalam peringkat teknis. Hasil evaluasi teknis harus melewati ambang batas nilai teknis (passing grade) yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. dinyatakan gugur. 4). jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. Bagi penyedia jasa yang nilainya di bawah nilai ambang lulus. 12 . tanggal dibuatnya Berita Acara. Bagi penyedia jasa yang nilainya sama atau di atas nilai ambang lulus. Apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka seleksi dinyatakan gagal. 2). aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara. pernyataan bahwa seleksi gagal apabila tidak ada penawaran yang memenuhi syarat.d). lain-lain: penguasaan bahasa Inggris. 7). 5). j. aturan. keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu mengenai pelaksanaan seleksi. h. nilai evaluasi teknis diurutkan mulai dari nilai tertinggi. Personil yang menguasai/memahami aspek-aspek tersebut di atas diberikan nilai lebih tinggi. bahasa setempat. Ambang Lulus (passing grade) Nilai ambang lulus dengan rentang 60 – 75 atau ditentukan lain oleh Pokja ULP dengan memperhatikan tingkat kesulitan teknis dan kompleksitas pekerjaan ditetapkan oleh Pokja ULP dalam dokumen seleksi. dan kondisi (custom) setempat.

ambang batas nilai teknis. Penetapan peringkat teknis disusun sesuai dengan urutannya dan harus memuat: a. BAPP. ULP membuat Surat Penetapan Urutan Peringkat Teknis berdasarkan Berita Acara Evaluasi Penawaran Administrasi dan Teknis. Dokumen Pemilihan beserta adendum (apabila ada). PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS 1. c. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi menetapkan Peringkat Teknis untuk nilai seleksi di atas Rp10. dan d. 2. Nomor Pokok Wajib Pajak. nilai teknis. nama dan alamat peserta. nama peserta serta nilai teknis yang diperoleh. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis (kelulusan/penjelasan ketidaklulusan).00 (sepuluh miliar rupiah) setelah mendapat usulan dari Pokja ULP. maka Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi atau Kepala Daerah secara tertulis memerintahkan evaluasi ulang atau menyatakan seleksi gagal.BAB III PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS A. nama paket pekerjaan dan nilai paket pekerjaan. Data pendukung yang diperlukan untuk menetapkan peringkat teknis adalah: a. 13 .000.000. untuk nilai sampai dengan Rp10.000. d. b. Dokumen Penawaran dari peserta dengan peringkat teknis terbaik dan peringkat teknis terbaik ke 2 dan ke 3 yang telah diparaf anggota Pokja ULP dan 2 (dua) wakil peserta.000. dan d.000. PENGUMUMAN PERINGKAT TEKNIS Pokja ULP memberitahukan penetapan peringkat teknis kepada seluruh peserta. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis. c. usulan penetapan urutan peringkat teknis peserta ditembuskan kepada PPK dan APIP K/L/D/I. dengan ketentuan: a. Untuk penetapan peringkat teknis dalam hal ULP permanen belum terbentuk maka pengaturan dan kewenangan penetapan pemenang diatur oleh masingmasing K/L/D/I.00 (sepuluh miliar rupiah). yang sekurang-kurangnya memuat: a. b. 3. Berita Acara Evaluasi Sampul I. apabila Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi tidak setuju dengan usulan Pokja ULP. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). b.000. serta diumumkan di website K/L/D/I dan ditempel papan pengumuman resmi untuk masyarakat. dan e. b. 4. c. B.

surat penawaran biaya yang di dalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan biaya penawaran. 14 . dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah. masa sanggah dan/atau masa sanggah banding berakhir. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain. atau c. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (apabila ada). Sampul II dibuka di hadapan peserta yang diundang pada waktu dan tempat sesuai undangan. 7. harus dilakukan pembetulan. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). b. Undangan mencantumkan tempat. dan 2) rincian Biaya Langsung Non Personil (direct reimbursable cost). dengan ketentuan: a. c. Pokja ULP melakukan Koreksi Aritmatik terhadap penawaran biaya. memeriksa dan menunjukkan dihadapan peserta yang diundang mengenai kelengkapan sampul II yang meliputi: a. tanggal.BAB IV UNDANGAN. tanda pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP. c. Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran biaya dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. Total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu anggaran tidak menggugurkan penawaran sebelum dilakukan negosiasi biaya. b. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan sampul II menunjukkan 3. Pokja ULP membuka. 2. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II 1. tidak ada sanggahan dari peserta. b. 5. 6. hari. dan waktu pembukaan sampul II. apabila ada perbedaan penulisan nilai penawaran biaya antara angka dan huruf maka nilai yang diakui adalah nilai hasil Koreksi Aritmatik. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II A. 4. Pokja ULP membuka kotak/tempat pemasukan Dokumen Penawaran dihadapan peserta yang diundang. UNDANGAN PEMBUKAAN PEMBUKAAN SAMPUL II 1. 2. Unsur-unsur yang perlu diteliti dan dinilai dalam evaluasi penawaran biaya dilakukan terhadap: a. 8. dan harga satuan pada surat penawaran tetap dibiarkan kosong. sanggahan dan/atau sanggahan banding terbukti tidak benar. rekapitulasi penawaran biaya. rincian penawaran biaya yang terdiri dari: 1) rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). d. Pokja ULP menyampaikan undangan kepada peserta dengan peringkat teknis terbaik yang lulus ambang batas nilai teknis untuk menghadiri acara pembukaan sampul II dengan ketentuan: a. B. kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga satuan.

Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran Biaya.bobot penawaran teknis antara 0. 13. nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor tertinggi. c.40. PokjaULP melakukan perhitungan kombinasi teknis dan biaya.20 sampai 0. 10. kewajaran penugasan tenaga pendukung. d.80. 9. kelengkapan isi sampul II. c. catatan: pembobotan nilai/skor teknis dan biaya sesuai dengan bobot yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: NBt = (PBt / PBt) x 100 NBn = (PBt / PBn) x 100 dimana : NBt = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya terendah. Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang diundang tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. e. PBt = penawaran biaya terendah. dengan ketentuan sebagai berikut: a. 12. NBn = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya yang di atasnya. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost).b. sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang lain secara proporsional. nama peserta. PBn = penawaran biaya di atasnya. b. Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Pembukaan dan Hasil Evaluasi Sampul II yang sekurang-kurangnya memuat: a. acuan yang digunakan untuk pembobotan sesuai dengan rentang sebagai berikut: . 11.bobot penawaran biaya antara 0. 3) penugasan tenaga pendukung. besaran usulan biaya dan biaya terkoreksi. kewajaran penugasan tenaga ahli. 2) penugasan tenaga ahli. tanggal dibuatnya Berita Acara. f. dan 4) biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). kesimpulan tentang kewajaran: 1) biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). 15 . Pada saat menyusun Dokumen Pemilihan. keterangan lain yang dianggap perlu. d. b. Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan sampul II.60 sampai 0. . maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas dalam Berita Acara. menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran teknis dan nilai penawaran biaya terkoreksi dengan cara perhitungan sebagai berikut: NILAI AKHIR = {Nilai/skor Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis} + {Nilai/skor Penawaran Biaya Terkoreksi x Bobot Penawaran Biaya}.

15. dan (4). kesimpulan tentang kewajaran: (1).14. penugasan tenaga ahli. besaran usulan biaya dan biaya terkoreksi. f). c). PokjaULP membuat dan menandatangani Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya yang sekurang-kurangnya memuat: a). 16 . g). (3). teknis. e). nilai/skor penawaran: (1). Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih peserta mendapatkan nilai gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya yang sama. 16. biaya d). tanggal pembuatan berita acara. biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). (2). tanda tangan anggota Pokja ULP dan wakil peserta. penugasan tenaga pendukung. Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. dan hal ini dicatat dalam Berita Acara. b). keterangan lain yang dianggap perlu. nama dan alamat peserta. maka penentuan peringkat peserta didasarkan pada perolehan nilai teknis yang lebih tinggi. nilai/skor gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya. dan (2). h).

B. penawaran biaya setelah dikoreksi aritmatik. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi.000.000. c. ULP membuat Surat Penetapan Pemenang Seleksi yang memperoleh nilai kombinasi penawaran teknis dan penawaran biaya yang terbesar/tertinggi berdasarkan Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya untuk nilai sampai dengan Rp10. 4. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). PENGUMUMAN. nama dan alamat peserta. e. 2.000. Penetapan pemenang seleksi terdiri dari 1 (satu) pemenang dan paling banyak 2 (dua) pemenang cadangan yaitu peserta lain yang mendapatkan nilai kombinasi tertinggi berikutnya. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi membuat Surat Penetapan Pemenang untuk nilai seleksi di atas Rp10. Untuk penetapan pemenang dalam hal ULP permanen belum terbentuk maka pengaturan dan kewenangan penetapan pemenang diatur oleh masing-masing K/L/D/I. d. Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya. dengan ketentuan: a.000. PENETAPAN PEMENANG PEMENANG 1. Data pendukung yang diperlukan untuk menetapkan pemenang adalah: a. apabila Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi tidak setuju dengan usulan ULP. BAPP. direktur utama/ pimpinan perusahaan. Penetapan pemenang seleksi disusun sesuai dengan urutannya dan harus memuat: a. ditanda tangani oleh : a.00 (sepuluh miliar rupiah). b. b. dengan tembusan kepada PPK. 3.000. disertai bukti terjadinya penyimpangan. Dokumen Pemilihan beserta adendum (apabila ada). b. nama paket pekerjaan dan nilai paket pekerjaan.00 (sepuluh miliar rupiah) setelah mendapat usulan dari ULP. dan 6. Dokumen Penawaran dari peserta dengan nilai kombinasi terbesar/tertinggi dan nilai kombinasi terbesar/tertinggi ke 2 dan ke 3 yang telah diparaf anggota pokja ULP dan 2 (dua) wakil peserta.BAB V PENETAPAN PEMENANG SELEKSI. dan nilai gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya. dan APIP K/L/D/I. maka Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi secara tertulis memerintahkan evaluasi ulang atau menyatakan seleksi gagal. 17 . SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING A. usulan penetapan urutan penetapan pemenang peserta ditembuskan kepada PPK dan APIP K/L/D/I. 2. Peserta dapat menyampaikan sanggahan secara tertulis atas penetapan pemenang kepada Pokja ULP dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman pemenang. c. 5.000. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING 1. Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama dengan peserta lain.

Penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden No. Sanggahan banding menghentikan proses seleksi. APIP K/L/D/I 8. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan bukti otentik. penerima kuasa dari direktur utama/ pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. 7. 3. 6. c. Peserta yang akan melakukan sanggahan banding harus memberikan Jaminan Sanggahan Banding yang ditujukan kepada Pokja ULP sebesar sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan dengan masa berlaku 20 (dua puluh) hari kerja sejak tanggal pengajuan sanggahan banding.b. 11. b. dan/atau c. dapat mengajukan sanggahan banding sesuai dengan substansi sanggahan secara tertulis kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima jawaban sanggahan. 18 . dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti. 5. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti sebagai pengaduan serta tidak menghentikan proses seleksi. Penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP dan/atau pejabat yang berwenang lainnya. Pokja ULP. Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama dengan peserta lain apabila terjadi penyimpangan prosedur meliputi: a. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi wajib memberikan jawaban secara tertulis atas semua sanggahan banding paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah surat sanggahan banding diterima. dengan tembusan kepada PPK. Sanggahan banding yang disampaikan bukan dari peserta sebagaimana yang dimaksud dalam angka 2 dan 3 atau disampaikan bukan kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi atau disampaikan dan diterima oleh Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi di luar masa sanggah banding. Jawaban sanggahan banding bersifat final. Pokja ULP wajib memberikan jawaban tertulis atas semua sanggahan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima surat sanggahan. Peserta sebagaimana yang dimaksud angka 2 dan 3 apabila tidak sependapat dengan jawaban sanggahan dari Pokja ULP. 9. Sanggahan yang disampaikan bukan dari peserta yang dimaksud angka 2 dan 3 atau disampaikan bukan kepada Pokja ULP atau disampaikan diluar masa sanggah. atau d. 4. 10. Apabila sanggahan dinyatakan benar maka Pokja ULP menyatakan seleksi gagal. Rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya persaingan usaha yang sehat. 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.

KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA Pokja ULP melakukan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya kepada peserta yang diundang dengan ketentuan sebagai berikut: 1. c d 2. serta mempertimbangkan kebutuhan perangkat/fasilitas pendukung yang proporsional guna pencapaian hasil kerja yang optimal. Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi terutama: a b c d e f g h lingkup dan sasaran jasa konsultansi. hari. 3. b memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan peserta. tanggal. 2. jadwal pelaksanaan pekerjaan. Pokja ULP menyampaikan undangan untuk menghadiri acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya segera setelah acara pembukaan dan evaluasi sampul II selesai. jadwal penugasan personil. SERTA PEMBUATAN BAHS A. B. atau pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. dan waktu klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. 19 . program alih pengetahuan. dan fasilitas penunjang. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan oleh Pokja ULP dengan: a b direktur utama/pimpinan perusahaan. kualifikasi tenaga ahli. dengan memperhatikan kesesuaian antara bobot pekerjaan dengan tenaga ahli dan/atau tenaga pendukung yang ditugaskan. UNDANGAN KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA 1. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan untuk: a meyakinkan kejelasan teknis dan biaya. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. organisasi pelaksanaan.BAB VI KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI. Undangan mencantumkan tempat. cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya.

sekretaris. 11. Aspek-aspek biaya yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi terutama: a b c kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya. atau manajer kantor. 7. b unit biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran dengan ketentuan sebagai berikut: 1) 2) 1 (satu) bulan dihitung minimal 22 (dua puluh dua) hari kerja. dilakukan berdasarkan harga pasar tenaga pendukung tersebut. Harga satuan yang dapat dinegosiasikan yaitu Biaya Langsung Non-Personil yang dapat diganti (direct reimbursable cost) dan/atau Biaya Langsung Personil (remuneration) yang dinilai tidak wajar berdasarkan ketentuan pada angka 8. dengan ketentuan: a biaya satuan dari biaya langsung personil. maka total penawaran biaya dapat diterima sepanjang tidak melebihi pagu anggaran. dan biaya satuan dibandingkan dengan biaya yang berlaku di pasaran.5 (dua koma lima) kali penghasilan yang diterima oleh tenaga ahli tidak tetap berdasarkan perhitungan dari daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. volume kegiatan dan jenis pengeluaran. Klarifikasi dan negosiasi terhadap biaya tenaga pendukung (tenaga teknik dan penunjang/administrasi). Negosiasi biaya dilakukan terhadap total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu anggaran.2 (tiga koma dua) kali gaji dasar yang diterima oleh tenaga ahli tetap dan/atau maksimum 2. 5. tanpa mengurangi kualitas penawaran teknis. 10. maksimum 3. Klarifikasi dan negosiasi terhadap unit biaya personil dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. 6. 9. agar didapatkan total penawaran biaya hasil negosiasi yang memenuhi HPS. Apabila personil tenaga ahli yang ditawarkan tidak memenuhi persyaratan dalam KAK maka penyedia jasa diwajibkan mengganti personil tersebut pada saat klarifikasi dan negosiasi sehingga dapat memenuhi persyaratan yang diminta dalam KAK. 1 (satu) hari kerja dihitung minimal 8 (delapan) jam kerja.4. Apabila hasil evaluasi sampul II serta klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya tidak ditemukan hal-hal yang tidak wajar. seperti: tenaga survey. Klarifikasi dan/atau negosiasi dilakukan untuk memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan penyedia jasa. 8. 20 .

Apabila klarifikasi dan negosiasi dengan peserta yang memiliki peringkat teknis terbaik tidak menghasilkan kesepakatan. Apabila dalam klarifikasi dan negosiasi dengan peringkat teknis kedua tidak menghasilkan kesepakatan.12. yang selanjutnya dilakukan proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 1 dan seterusnya. kedua. yang selanjutnya dilakukan proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 1 dan seterusnya. BAHS bersifat rahasia sampai dengan penunjukan Penyedia Jasa Konsultansi. PEMBUATAN BERITA ACARA ACARA HASIL SELEKSI (BAHS) 1. jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. dan ketiga yang lulus ambang batas nilai teknis tidak menghasilkan kesepakatan maka seleksi dinyatakan gagal. C. Apabila klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dengan peserta yang memiliki peringkat teknis terbaik pertama. metoda evaluasi yang digunakan. keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu mengenai hal ikhwal pelaksanaan seleksi. 2. hasil klarifikasi dan negosiasi. rumus yang dipergunakan. Pokja ULP membuat Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi. BAHS harus memuat hal-hal sebagai berikut: a b c d nama semua peserta seleksi yang ikut prakualifikasi. maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang peserta yang memiliki peringkat teknis ketiga dan lulus ambang batas nilai teknis (apabila ada) untuk menghadiri acara pembukaan sampul II. nama peserta seleksi yang masuk Daftar Pendek. 3. 15. unsur-unsur yang dievaluasi. 13. 21 e f g h i j k l . maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang peserta yang memiliki peringkat teknis kedua dan lulus ambang batas nilai teknis (apabila ada) untuk menghadiri acara pembukaan sampul II. dan tanggal dibuatnya Berita Acara. pagu anggaran dan HPS. 14. biaya penawaran dan biaya penawaran terkoreksi dari peserta seleksi yang memiliki peringkat teknis tertinggi. BAHS merupakan kesimpulan hasil seleksi yang dibuat oleh Pokja ULP dan ditandatangani oleh paling kurang seperdua dari jumlah anggota Pokja ULP. hasil evaluasi penawaran administrasi dan nilai evaluasi teknis.

22 . maka ULP memberitahukan kepada PA/KPA untuk diputuskan. Dalam hal PPK tidak bersedia menerbitkan SPPBJ karena tidak sependapat atas penetapan pemenang.4. 5. ULP menyampaikan BAHS kepada PPK sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).

BAB VII SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

A. SELEKSI GAGAL

1. Pokja ULP menyatakan seleksi gagal, apabila:
a b

jumlah peserta yang lulus prakualifikasi kurang dari 5 (lima); seluruh peserta yang masuk sebagai Calon Daftar Pendek tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi; jumlah peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga); apabila dalam evaluasi penawaran terjadi persaingan usaha yang tidak sehat; tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; sanggahan dari peserta atas pelaksanaan seleksi ternyata benar terhadap : 1) penyimpangan ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kualifikasi atau Dokumen Pemilihan; dan/atau 2) kesalahan substansi Dokumen Pemilihan.

c d e f

g

pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2, tidak hadir dalam klarifikasi teknis dan negosiasi biaya; atau klarifikasi teknis dan negosiasi biaya dengan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 tidak menghasilkan kesepakatan.

h

2. KPA menyatakan seleksi gagal, apabila:
a

KPA sependapat dengan PPK yang tidak bersedia menandatangani SPPBJ karena pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010;

b

pengaduan masyarakat atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan Pokja ULP dan/atau PPK, ternyata benar;

c

pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri dari penunjukan pemenang; pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dari pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 ternyata benar; Dokumen Pemilihan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010; pelaksanaan seleksi tidak sesuai atau menyimpang dari Dokumen Pemilihan; atau
23

d

e

f

g

pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

3. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi menyatakan seleksi gagal, apabila:
a

sanggahan banding dari peserta atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, PPK dan/atau Pokja ULP, ternyata benar; atau

b

pengaduan

masyarakat

atas

terjadinya

KKN

dan/atau

terjadinya

penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, ternyata benar. 4. Setelah seleksi dinyatakan gagal, maka Pokja ULP memberitahukan kepada seluruh peserta. 5. Setelah pemberitahuan adanya seleksi gagal, maka Pokja ULP meneliti dan menganalisis penyebab terjadinya seleksi gagal, untuk menentukan langkah selanjutnya, yaitu melakukan:
a b c d

evaluasi ulang; penyampaian ulang Dokumen Penawaran; seleksi ulang; atau penghentian proses seleksi.

B. TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

1. KPA, PPK dan/atau Pokja ULP melakukan evaluasi penyebab terjadinya seleksi gagal, antara lain :
a b c

kemungkinan terjadinya persekongkolan; adanya persyaratan yang diskriminatif; persyaratan kualifikasi perusahaan dan/atau kualifikasi tenaga ahli terlalu tinggi atau mengarah pada penyedia tertentu; total nilai pagu anggaran terlalu rendah; nilai dan/atau ruang lingkup pekerjaan terlalu besar; atau kecurangan dalam pengumuman.

d e f

2. Apabila dari hasil evaluasi penyebab terjadinya seleksi gagal, mengharuskan adanya perubahan Dokumen Pemilihan, maka seleksi diproses seperti seleksi baru. 3. Pokja ULP menindaklanjuti seleksi gagal dengan ketentuan sebagai berikut:
a

melakukan pengumuman ulang prakualifikasi apabila: 1) jumlah peserta yang lulus prakualifikasi kurang dari 5 (lima). Dilakukan untuk mencari peserta baru selain peserta yang telah lulus penilaian kualifikasi. Peserta yang sudah lulus penilaian kualifikasi tidak perlu
24

dilakukan penilaian kembali, kecuali ada perubahan Dokumen Kualifikasi; atau 2) jumlah peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga) dan tidak ada lagi peserta yang lulus penilaian kualifikasi pada urutan berikutnya. Apabila masih terdapat peserta lain yang lulus penilaian kualifikasi, maka peserta tersebut diundang untuk memasukan Dokumen Penawaran;
b

apabila seluruh peserta yang masuk sebagai Calon Daftar Pendek tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi, maka Pokja ULP: 1) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta kecuali peserta yang tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi, untuk memasukkan kembali persyaratan kualifikasi; dan/atau 2) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru.

c

apabila dalam evaluasi penawaran terjadi persaingan usaha yang tidak sehat, maka dilakukan evaluasi ulang atau pengumuman ulang untuk mengundang peserta baru selain peserta yang telah memasukkan penawaran. Peserta yang terlibat dimasukkan dalam Daftar Hitam;

d

melakukan seleksi ulang, apabila: 1) semua penawaran biaya terkoreksi yang disampaikan peserta melampaui pagu anggaran; 2) tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; dan/atau 3) pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

e

apabila seleksi gagal karena sanggahan dari peserta dan/atau pengaduan masyarakat atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peratuan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kualifikasi atau Dokumen Pemilihan ternyata benar, maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat, kemudian: 1) mengundang ulang semua peserta untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi, teknis dan biaya); dan 2) PA, KPA, PPK dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat, dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

f

apabila seleksi gagal karena sanggahan dari peserta terhadap Dokumen Pemilihan yang tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun
25

dengan cara memasukan ke dalam Daftar Hitam. maka Pokja ULP: 26 . apabila yang memenuhi syarat sama dengan atau lebih dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). diatur ketentuan sebagai berikut: 1) apabila PA. KPA. apabila yang memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). PPK dan anggota Pokja ULP tidak terlibat KKN. atau 2) mengundang peserta lain dan mengumumkan kembali untuk mendapatkan peserta baru yang memenuhi syarat supaya mengajukan penawaran. atau 2) mengundang peserta lain dan mengumumkan kembali untuk mendapatkan peserta baru yang memenuhi syarat supaya mengajukan penawaran. g apabila seleksi gagal karena pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 tidak hadir dalam acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya atau mengundurkan diri dari penunjukan pemenang. dilakukan seleksi ulang dengan cara sebagai berikut: 1) mengundang peserta yang memenuhi syarat untuk menyampaikan penawaran harga yang baru. apabila yang memenuhi syarat sama dengan atau lebih dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). dan 3) memberikan sanksi kepada peserta yang tidak hadir/mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diterima.2010 dan/atau sanggahan dari peserta atas kesalahan substansi Dokumen Pemilihan ternyata benar. h apabila seleksi gagal karena tidak tercapai kesepakatan dengan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 dalam acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. apabila yang memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). maka setelah memperbaiki Dokumen Pemilihan. i apabila seleksi gagal karena pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dari pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 ternyata benar. dilakukan Seleksi ulang dengan mengumumkan kembali dan mengundang peserta baru selain peserta lama yang telah masuk dalam daftar peserta. dilakukan seleksi ulang dengan cara sebagai berikut : 1) mengundang peserta yang memenuhi syarat untuk menyampaikan penawaran harga yang baru. baik badan usaha beserta pengurusnya.

dan c) menghentikan proses seleksi. dalam hal peserta yang memenuhi syarat hanya 1 (satu). 3) dalam hal Pokja ULP menemukan indikasi kuat adanya KKN diantara para peserta. teknis dan harga). 4. b) memeriksa dokumentasi yang mendukung adanya KKN. Apabila seleksi ulang mengalami kegagalan. KPA. 2) apabila PA. teknis dan harga). maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat KKN. kemudian: a) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta yang tidak terlibat KKN. dan/atau b) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru. dan/atau b) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru. PPK dan/atau anggota Pokja ULP terlibat KKN. 27 . baik badan usaha beserta pengurusnya. dan b) pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi. apabila hasil penelitian dan pemeriksaan mengarah kepada terjadinya KKN. b 5. maka : a Personil dan Biaya Langsung Non-Personil serta membandingkan dengan biaya-biaya untuk pekerjaan sejenis yang proses seleksi dilanjutkan dengan melakukan negosiasi biaya. maka : a anggaran dikembalikan ke negara dalam hal waktu sudah tidak mencukupi. KPA. atau proses seleksi dilanjutkan seperti proses Penunjukan Langsung. Apabila dalam seleksi ulang pesertanya kurang dari 3 (tiga). untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi. dalam hal peserta yang memenuhi syarat hanya 2 (dua). maka Pokja ULP: a) meneliti kewajaran penawaran dengan cara memeriksa rincian Biaya Langsung terdekat. 4) peserta yang terlibat KKN dikenakan sanksi : a) dimasukkan dalam daftar hitam. PPK dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat KKN.a) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta yang tidak terlibat KKN. 5) PA. dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

b dapat dilakukan seleksi kembali dengan terlebih dahulu melakukan pengkajian ulang Dokumen Pemilihan. c 28 . atau PA/KPA mengusulkan perubahan alokasi dananya (revisi anggaran) untuk pekerjaan lain.

2. maka Pengadaan Pekerjaan Jasa Konsultansi dapat dibatalkan dan Penyedia Jasa tidak dapat menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun. Kewajiban menyimpan dan memelihara Dokumen Pemilihan PPK maupun Penyedia berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara semua dokumen yang digunakan dan terkait dengan pelaksanaan selama umur konstruksi tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun. 3.BAB VIII LAINLAIN-LAIN 1. 29 . b. Larangan memberikan ganti rugi PA/KPA/PPK/Pokja ULP dilarang memberikan ganti rugi kepada peserta seleksi bila penawarannya ditolak atau seleksi dinyatakan gagal. harus dicantumkan dalam Pengumuman/Dokumen Pemilihan bahwa seleksi ini dilakukan sebelum Dokumen Anggaran disahkan. apabila dana dalam dokumen anggaran yang telah disahkan tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dalam DIPA/DPA Tahun Anggaran. Seleksi Mendahului Persetujuan DIPA/DPA Tahun Anggaran Dalam hal pengumuman seleksi mendahului persetujuan DIPA/DPA Tahun Anggaran maka : a.

3. XYZ CONTOH PENILAIAN GABUNGAN TEKNIS DAN BIAYA BIAYA CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBUKAAN PENAWARAN CONTOH FORMAT BERITA ACARA HASIL SELEKSI UNTUK PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI DENGAN PRAKUALIFIKASI. 6. 2. 4. CONTOH KRITERIA EVALUASI TEKNIS CONTOH PENILAIAN TEKNIS KONSULTAN PT. SISTEM EVALUASI KUALITAS DAN BIAYA BIAYA 30 .LAMPIRAN 1. METODE DUA SAMPUL. 5.

.............................................................................................................. Satuan Kerja. Pokja ………………………………................1............................... Tahun Anggaran ……… 31 ...................………… Pokja ULP.................... CONTOH KRITERIA EVALUASI TEKNIS PENGADAAN JASA KONSULTANSI: ..........................

....... 32 ................................... Rincian sub unsur...... . Nilai ambang lulus adalah 75... 3.............. Unsur yang dievaluasi dan persentase bobot masing-masing unsur ditentukan sebagai berikut: 1) Pengalaman Perusahaan 10% 2) Pendekatan & Metodologi 20% 3) Kualifikasi Tenaga Ahli 70% Jumlah 100% b.. pembobotan dan penilaian untuk masing-masing sub unsur ditentukan dalam lembar pedoman evaluasi terlampir............................... Maksud dan tujuan Pedoman ini disusun dalam rangka memberikan panduan kepada Pokja ULP agar dalam melakukan penilaian dan evaluasi usulan teknis pekerjaan jasa konsultansi diperlakukan sama terhadap semua penawar.......................... 2. NIP...........PENGADAAN PENGADAAN JASA KONSULTANSI: KONSULTANSI: ........... ………………………….. Cara Evaluasi a................................... 1........... Ditetapkan di Pada tanggal : ……………………………… : ……………………………… Pokja ULP Ketua …………………………………...........

didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis] *)Kegiatan yang sejenis adalah : kegiatan yang hampir sama atau mendekati dengan yang ditentukan dalam KAK. dan ketentuan penilaian sub unsur: a). dan ketentuan penilaian sub unsur: a). Memiliki ≥ 20 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b).d 19 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 75 c). didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama =NILAI BOBOT sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. dengan bobot sub unsur 20 %.Memiliki 10 s. didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsurpengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan] 3) Sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. dengan bobot sub unsur 25%. pendekatan dan metodologi: 20%. Memiliki ≤ 9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas. dengan bobot sub unsur35 %. kegiatan yang sejenis adalah: Perencanaan Saluran Drainase. Cara Penilaian : Pengisian Evaluasi Penawaran dalam Lembar Data Pemilihan (LDP): a bobot unsur yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.Memiliki 10 s. Memiliki ≤ 9 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas. dan kualifikasi tenaga ahli 70 %: b PengalamanPerusahaan:10% 1) Sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis*).d 19 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 75 c). 2) Sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan. pengalaman perusahaan 10%.dan ketentuanpenilaiansub unsur: a).1. Memiliki ≤ 9 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas. Memiliki ≥ 20 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b).Memiliki 10 s. misal: dalam KAK Perencanaan Saluran Tersier.] 33 .d 9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 c). dll. Memiliki ≥ 20 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b).

] c Pendekatan dan Metodologi:30 % 1). diberi nilai : 50 c).d 9 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10(sepuluh) tahundiberi nilai:75 c). dengan bobot sub unsur 40%. didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur kualitas metodologi =NILAI BOBOT sub unsur kualitas metodologi] 3). Sub unsur hasil kerja (deliverable).diberi nilai:50 (c) apabila tidak menyajikan.4) Sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. diberi nilai: 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. 34 . dan ketentuan penilaian sub unsur : a). didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur hasil kerja(deliverable) = NILAI BOBOT sub unsur hasil kerja (deliverable)]. diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Sub unsur kualitas metodologi. diberi nilai: 80 b). diberi nilai: 50 (c) apabila tidak menyajikan. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.dengan bobot sub unsur 20%.diberi nilai : 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. dengan bobot sub unsur 20 %. Memiliki ≥ 20 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai:100 b). Memiliki ≤ 9 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 dari uraian diatas. apabila tidak menyajikan.] 2). didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK.dengan bobot sub unsur 20%.diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. memiliki 10 s.dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. dan ketentuan penilaian sub unsur: a). apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. diberi nilai: 0 dari uraian diatas.

dengan bobot sub unsur 50 %. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK. diberi nilai: 80 (b) Apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.4). (2). didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. < tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK. didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK.dan ketentuan penilaian sub unsur: (a). apabila melampirkan referensi dan dapat dibuktikan 35 . dan ketentuan penilaian sub unsur: (a). diberi nilai: 50 (c) apabilatidak menyajikan. diberi nilai:50 (c) apabila tidak menyajikan.] 5). diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. dengan bobot sub unsur 10 %. Sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. Dukungan referensi: i. ≥ tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK. dengan bobotsub unsur 10%. d Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli: 70 % (1).] Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur x bobot unsur Pendekatan dan Metodologi = NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI. diberi nilai: 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. diberi nilai: 50 [Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur tingkat pendidikan = NILAI BOBOT sub unsur tingkat pendidikan]. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. diberi nilai: 100 (b). dengan bobot sub unsur 30%. Sub unsur tingkat pendidikan. Sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaranyang diinginkan dalam KAK.

(iii) Terkait adalah:……… [deskripsikan dengan jelas terkait dengan KAK]. Nilai jangka waktu pengalaman kerja profesional: *) i. (c). menunjang. sesuai. 36 . (b). (f). posisi: i. maka penawaran digugurkan dan peserta dikenakan Daftar Hitam. terkait. (ii) Tidak sesuai adalah :…………[deskripsikan dengan jelas tidak sesuai dengan KAK]. iii. (d).diberinilai:50 iii. diberi nilai: 100 ii. Nilaitotal seluruh jumlah bulan kerja professional dibagi angka 12 = jangka waktu pengalaman kerja professional (g). tidak sesuai. diberi nilai : 50 (h). lingkup pekerjaan yang: (i) sesuai adalah:…………deskripsikan dengan jelas disesuaikan dengan KAK]. Memiliki < 3 Tahun pengalaman kerja professional. diberi nilai:50 iv. apabila melampirkan referensi namun tidak benar. Nilai jangka waktu pengalaman kerja professional yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK. (e). Perhitungan bulan kerja x nilai lingkup pekerjaan X nilai posisi = jumlah bulan kerja professional. yang dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam IKP. posisiyang: (i) sesuai adalah: ………… [deskripsikan dengan jelas disesuaikan dengan KAK]. diberi nilai :75 iii.dengan menghubungi penerbit kebenarannya referensi. diberi nilai:100 ii. Perhitungan bulan kerja tenaga ahli. Lingkup pekerjaan: i. (ii) Menunjang adalah:…………[deskripsikan dengan jelas menunjang KAK]. memiliki 3 < x < 5 tahun pengalaman kerja professional. maka pengalaman kerja diberikan penilaian. ii. sesuai. diberi nilai:75 iii. apabila tidak ada referensi maka tidak diberikan penilaian. memiliki ≥ 5 tahun pengalaman kerja professional diberi nilai: 100 ii.

diberi bobot = 40 (c). Nilai Evaluasi Teknis = NILAI PENGALAMAN PERUSAHAAN + NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI + NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI 2. Sub unsur lain-lain yang dibutuhkan dalam KAK. diberi nilai: 25 (b). diberi nilai:100 (b). diberi nilai:25 (e). dan seterusnya (6). situasi. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a). Tenaga Ahli 2 (Ahli Jalan).(3). penguasaan Bahasa Indonesia bagi konsultan asing. Nilai 1 (Satu) Orang Tenaga Ahli X bobot tenaga ahli = NILAI BOBOT tenaga ahli. (4). Aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara. Sub unsur sertifikat keahlian/profesi keteknikan (engineering). Total nilai yang didapatkan X bobot sub unsur lain-lain = NILAI BOBOT sub unsur lain-lain. diberi nilai: 25 (d). Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur ((1)+(2)+(3)+(4))= NILAI 1 (SATU) ORANG TENAGA AHLI. diberi bobot = 60 (b). Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis : bobot nilai 35 % a. [apabila tenaga ahli yang dinilai lebih dari 1(satu) maka setiap tenaga ahli harus diberi bobot] Bobot tenaga ahli: (a). memiliki. diberi nilai: 0 (c). nilai yang didapatkan X bobot sub unsur sertifikat keahlian/profesi = NILAI BOBOT sub unsur sertifikat keahlian/profesi. Total NILAI BOBOT seluruh tenaga ahli X bobot unsur Kualifikasi Tenaga Ahli = NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI. Penguasaan bahasa asing. dengan bobot sub unsur10 %. (5). penguasaan bahasa setempat. evaluasi Pengalaman Perusahaan Contoh: bobot nilai 10% Pengalaman perusahaan menangani pekerjaan sebagai berikut: Pembobotan (Contoh): Sub unsur yang dinilai antara lain: 1). dan kondisi (custom) setempat. memiliki ≥ 20 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 35/100 = 37 . dan ketentuan penilaian sub unsur : (a). Tenaga Ahli 1 (Team Leader). dengan bobot sub unsur 10%. aturan. diberi nilai:25 (c). Tidak memiliki. Contoh Penilaian Ambang batas nilai teknis (passing grade) yang ditentukan dalam Dokumen Pemilihan: 60 A.

d 19 tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 20/100 = 15 c. memiliki < 14 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 25/100 = 3). Pengalaman Melaksanakan di lokasi kegiatan/di Indonesia : bobot nilai 25 % a. memiliki 10 s.b. Kapasitas perusahaan dgn memperhatikan jumlah TA tetap : bobot nilai 20 % a. 30 paket. memiliki ≥ 20 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 25 /100 = b. memiliki 10 s. nilai 100 38 . XYZ dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir pernah melaksanakan pekerjaan sebagai berikut : • Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis (35%).d 19 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 25 /100 = c. memiliki <9 tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100 = 10 Contoh Perhitungan: PT. memiliki <9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 35/100 = 2). memiliki 10 s. Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama : bobot nilai 20 % (pengalaman manajerial meliputi pengalaman perusahaan sebagai lead firm dan memiliki fasilitas utama) a. memiliki 10 s. memiliki < 9 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20 /100 = 10 4).d 19 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 20 /100 = 15 c. memiliki ≥ 20 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 20 /100 = 20 b.d 19 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 35/100 = c. memiliki ≥ 20 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 20 /100 = 20 b.

menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 10/100= 8 39 . menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 20/100 = 16 b. nilai 100 (Kapasitas perusahaan dengan memperhatikan TA tetap dinilai terhadap TA Tetap yang digunakan/dipakai untuk melaksanakan pekerjaan pada paket kegiatan dalam kurun waktu tertentu) Perolehan nilai pengalaman perusahaan PT. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 40/100 = 0 2). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100= 10 c. nilai 75 • (Pengalaman Manajerial & Fasilitas Utama yang dinilai adalah pengalaman manajerial untuk melaksanakan pekerjaan pada paket kegiatan dalam kurun waktu tertentu) • Kapasitas perusahaan dengan memperhatikan TA tetap (20%). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 40/100 = 20 c. Kualitas metodologi = 20% a.5 B. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 20/100 = 0 4). Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK = 40% a. 23 paket. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai:80 nilai total bobot: 80 x 20/100= 16 b. fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK = 10% a. 18 paket. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 20/100= 0 3). Evaluasi Pendekatan Pendekatan dan Metodologi Contoh: bobot nilai 30 % Sub unsur yang dinilai 1). XYZ adalah: (100x35/100) + (100x25/100) + (75x20/100) + (100x 20/100) = 35 + 25 + 15 + 20 = 95 Bobot nilai pengalaman perusahaan = 95 x 10% = 9. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai:80 nilai total bobot: 80 x 40/100 = 32 b. 20 TA.Pengalaman Melaksanakan kegiatan di Indonesia (25%). Hasil kerja (deliverable) = 20% a. nilai 100 • Pengalaman Manajerial & Fasilitas Utama (20%). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100 = 10 c.

Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. Pendidikan (30%) Contoh: Bobot nilai 30% Pendidikan yang dinilai adalah S1. Pemahaman atas jasa layanan (40%) nilai 80 2). Kualitas Metodologi (20%) nilai 80 3). Hasil kerja (deliverable) (20%) nilai 80 4). S2. Evaluasi Kualifikasi Tenaga Ahli Contoh: Bobot nilai 70% 1). Tidak boleh terjadi tumpang tindih (overlap). pendekatan & metodologi atas dokumen seleksi menurut penilaian Pokja ULP.b. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 10 /100 = 5 c. XYZ. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 10 /100 = 8 b. Gagasan baru (10%) nilai 80 Bobot nilai yang diperoleh adalah: (80x40/100)+(80x20/100)+(80x20/100)+(50x10/100)+(80x10/100) = 32 + 16 + 6 + 5 + 8 = 67 Bobot nilai pendekatan dan metodologi = 67 x 20/100 = 13. sebagai berikut : 1). Pendidikan dibawah S1 tidak dinilai Penilaian: • S1/S2 sesuai KAK = 100 • S1/S2 tidak sesuai KAK = 50 2). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 10 /100= 5 c. MSc dengan data 40 . a). bila terjadi overlap yang dihitung hanya salah satu. Badi. S3 atau setingkat. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 10/100 = 0 Contoh Perhitungan: PT. Nilai pengalaman tenaga ahli : (1) Waktu pengalaman: a. Gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diminta dalam KAK = 10% a. Pengalaman Tenaga ahli pekerjaan sejenis dgn referensi atau copy kontrak Contoh: Bobot nilai 60% Penilaian dilakukan untuk tenaga ahli yang mempunyai referensi. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 10/100 = 0 5). fasilitas pendukung (10%) nilai 50 5).4 C.

Pengalaman (b) yang diakui hanya 2 bulan. Badi. maka bulan yang overlap dihitung satu kali). Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. Badi. bulan. MSc dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan tahun 2002 – 2003 Karena hanya disebutkan tahun tanpa dirinci bulannya. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. (b). Total pengalaman tenaga ahli Ir. maka panitia dapat untuk menghitung jumlah bulan dikurangi 1 (satu) = 6 bulan . MSc = 38 bulan. Paruli dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman dicantumkan bulan 10 Juni 2008 – 10 Desember 2008 PokjaPokja ULP menghitung jumlah bulan secara penuh = 6 bulan karena disebutkan tanggal bulan dan tahun dengan rinci c. April. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis bulan dan tahunnya saja (tanpa tanggal). MSc dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan bulan Juni 2001 – November 2001 Karena hanya disebutkan bulan tanpa dirinci tanggalnya. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis tahunnya saja (tanpa tanggal dan bulan). maka pengalaman kerja yang dihitung hanya 25% dari total bulannya. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. maka panitia sepakat untuk menghitung = 25% x 24 bulan = 6 bulan karena tidak sesuai dengan ketentuan dokumen seleksi. 1 Maret 1993 – 1 Maret 1996 = 36 bulan Perhitungan dimulaidari bulan Maret 1993 sampai dengan Maret 1996. d. 41 . Badi.1 = 5 bulan. b. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis secara lengkap tanggal. dan Mei 1993.maka pengalaman kerja akan dihitung secara penuh (kecuali bila terjadi overlap. maka pengalaman kerja yang dihitung adalah total bulannya dikurangi1(satu)bulan. 1 Januari 1993 – 1 Mei 1993 = 2 bulan Perhitungan dimulai dari bulan Januari 1993 sampai dengan Maret 1993 Dari pengalaman (a) dan (b) terjadi overlap selama 3 bulan pada bulan Maret.pengalaman sebagai berikut: (a). dan tahunnya.

nilai 0-60 (tenaga ahli asing) • Jumlah pengalaman 0-5 tahun. dinilai Posisi /jabatan dalam proyek • Sesuai dengan posisi/jabatan sebelumnya. nilai 0-100(tenaga ahli Indonesia). Contoh dalam KAK diperlukan babarapa tenaga Ahli: • Ketua tim (pengalaman 5tahun) = 60% • Ahli Jalan dan Jembatan (pengalaman 5 tahun) = 40% 42 . Lain-lain ( misal penguasaan bahasa Inggris. atas tata cara. situasi dan kondisi setempat. c). aturan. dinilai • Terkait. maka panitia sepakat untuk menghitung = 25% x 12 bulan = 3 bulan karena tidak sesuai dengan ketentuan dokumen seleksi. Bahasa Inggris (bila diwajibkan) Contoh: Bobot nilai 5% • Baik sekali = 100 • Baik = 50 • Sedang = 25 b). nilai 0-40 (tenaga ahli asing) Di Indonesia • Jumlah pengalaman 0-5 tahun.50 3). dinilai =1 = 0. dinilai • Tidak sesuai.50 = 0. Kesesuaian lingkup pekerjaan dan posisi Lingkup Kegiatan • Lingkup sesuai dengan syarat KAK. Pengalaman luar negeri (bila diperlukan) Contoh: Bobot nilai 5% Di negara berkembang • Jumlah pengalaman 0-5 tahun. dll) Contoh: Bobot nilai 10% a). dinilai • Menunjang.25 =1 = 0.Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. Paruli dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan tahun 1993 – 1993 Karena hanya disebutkan tahun tanpa dirinci bulannya.

2.2. maka dalam klarifikasi dan negosiasi teknis serta biaya untuk diganti dengan TA yang sesuai KAK atau yang lebih tinggi EVALUASI PENGALAMAN PERUSAHAAN PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT.4 63.00 NILAI TOTAL (6) 35 25 15 20 95 NAMA PERUSAHAAN : No. 4. ITEM (2) Pengalaman perusahaan Pendekatan dan metodologi Kualifikasi tenaga ahli *) Jumlah CATATAN *): • Dalam hal Penilaian teknis terhadap perusahaan yang lulus pasing grade tetapi terhadap penilaian kualifikasi TA dinilai kurang dari yang ditentukan dalam KAK. (1) 1.20 1. 2.35 0. 3.9 NAMA PERUSAHAAN : No.5 13.20 0.1 0. XYZ JUMLAH PAKET/TA (3) 30 paket 23 paket 18 paket 20 paket NILAI (4) 100 100 75 100 BOBOT (5) 0. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN (2) Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis Pengalaman Melaksanakan kegiatan di Indonesia Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama Kapasitas perusahaan dgn memperhatikan jumlah TA tetap Jumlah 43 . 3.7 1 NILAI TOTAL (5) 9. XYZ HASIL EVALUASI TEKNIS PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT. CONTOH PENILAIAN TEKNIS KONSULTAN PT. (1) 1.0 85. XYZ NILAI (3) 95 67 90 BOBOT (4) 0.2 0.25 0.

4.40 1. XYZ NILAI (3) 80 80 80 50 BOBOT (4) 0. 2.20 0. 2. XYZ NILAI 3 95 82.40 0.5 BOBOT 4 0. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN 2 Ketua Tim Ahli Jalan dan Jembatan Jumlah 44 . 1 1.10 8 1. (1) 1. 3. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN (2) Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK Kualitas metodologi Hasil kerja (deliverable) fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK Gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diminta dalam KAK Jumlah 80 0.60 0.00 77 EVALUASI KUALIFIKASI TENAGA AHLI PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT.10 NILAI TOTAL (5) 32 16 16 5 NAMA PERUSAHAAN : No. 5.20 0.EVALUASI PENDEKATAN DAN METODOLOGI PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT.00 NILAI TOTAL 5 57 33 90 NAMA PERUSAHAAN : No.

5 0. PENDIDIKAN B.0 1.0 V 1.5 1.0 V 1.43 BL 5.0 X 0 V 1.33 6 5 5 6 6 36 2 : : : : PT XYZ Ir.0 1.0 1.0 1.0 V 1.0 1.SAMPAI 2 Feb-08 Aug-08 10 May-07 10 Nov-07 1 Mar-06 30 Jun-06 28 Jun-04 16 Ags-04 15 Jul-03 25 Ags-03 2002 2003 Jun-01 Nov-01 Aug-99 Jan-00 Apr-98 Nov-98 Jun-97 Dec-97 1 Mar-93 1 Mar -96 1 Jan-93 1 Mei 93 BLN 3 6 6 4 1.0 1.0 0. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 PERIODE DARI .0 LINGKUP 5 T T T S S M S S S S S S 0.0 1.0 V 1.5 5 0 6 3 36 2 67. Badi.0 0.0 1.6 1. MSc Ketua Tim S2 Sesuai KAK NILAI 100 CONTOH POSISI/ JABATAN 4 S S S S S S S S S TS S S 1. 67.0 1.0 V 1.0 1.0 V 1.0 1.0 JUMLAH 7 3 3 2 1.75 1.0 1.62 TH 100 50 PERSYARATAN KAK 5 TAHUN TOTAL NILAI = Sertifikasi : M/TM URAIAN PENDIDIKAN PENGALAMAN SERTIFIAT KEAHLIAN KEMAMPUAN BAHASA NILAI TOTAL Memiliki NILAI 100 100 100 50 100 BOBOT% 30% 50% 10% 10% 100% BAHASA Baik NILAI X BOBOT 30 50 10 5 95 Keterangan: Posisi: S = sesuai TS = tidak sesuai Lingkup: S = sesuai M = menunjang T = terkait Sertifikat: M = Memiliki TM = Tidak memiliki 45 .0 V 1. PENGALAMAN KERJA PROFESIONAL No.0 V 1.5 1.0 Referensi Pengalaman Kerja TA 6 V 1.0 1.Pokja ULP Pusat Pembinaan Penyelenggaraan Konstruksi Pengadaan Jasa Konsultansi : Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Perundang-Undangan Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2011 Nama Perusahaan Nama Personil Posisi yg diusulkan A.62 5.33 4.6 1.0 1.0 V 1.0 1.5 0.

0 1.5 10 5 82.5 0.0 1.0 V 1.0 1.SAMPAI 2 Mar-09 Sep-09 10 Jun-08 10 Des-08 1 Feb-07 30 Mei-07 28 Jul-04 16 Sep-04 15 Jun-03 25 Jul-03 2001 2002 Jun-00 Nov-01 Aug-98 Jan-99 1 Mar-95 1 Mar -96 1 Jan-94 1 Mei 95 1993 1993 BLN 3 6 6 4 1. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 PERIODE DARI .0 V 1.75 1.3 6 5 5 12 14 3 : : : : PT XYZ Ir.0 1.0 X 0 JUMLAH 7 3 3 2 1.4 BL 3.6 1.0 V 1. PENGALAMAN KERJA PROFESIONAL No.0 1.0 LINGKUP 5 T T T S S M S S S S S 0.3 4.87 TH 75 50 PERSYARATAN KAK 5 TAHUN TOTAL NILAI = Sertifikasi : M/TM URAIAN PENDIDIKAN PENGALAMAN SERTIFIAT KEAHLIAN KEMAMPUAN BAHASA NILAI TOTAL Memiliki NILAI 100 75 100 50 100 BOBOT% 30% 50% 10% 10% 100% BAHASA Baik NILAI X BOBOT 30 37. Paruli Ahli Jalan dan Jembatan S1 Sesuai KAK NILAI 100 CONTOH POSISI/ JABATAN 4 S S S S S S S S S S S 1.0 0.5 Keterangan: Posisi: S = sesuai TS = tidak sesuai Lingkup: S = sesuai M = menunjang T = terkait Sertifikat: M = Memiliki TM = Tidak memiliki 46 .5 0.0 1.0 V 1.0 V 1.5 5 0 12 14 0 46. PENDIDIKAN B.6 1.0 1.0 X 0 V 1.5 1.0 1.0 1.0 1. 46.0 1.0 V 1.0 V 1.0 1.0 1.Pokja ULP Peningkatan Jalan Nasional Pengadaan Jasa Konsultansi : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2011 Nama Perusahaan Nama Personil Posisi yg diusulkan A.0 1.0 Referensi Pengalaman Kerja TA 6 V 1.0 1.

00 x 0.25 = 20.3. GHI sama dengan perhitungan PT. ABC sebagai Calon Pemenang Cadangan I. PT.9 90.175 + 20.ABC dan PT.25 = 22.75 = 60.25 c). CONTOH PENILAIAN GABUNGAN TEKNIS DAN BIAYA Perbandingan bobot teknis : biaya = 0.25 = 25.75 : 0. XYZ sebagai Calon Pemenang. XYZ = 68. GHI sebagai Calon Pemenang Cadangan II.00 = 85.455 = 88.50 = 86. 47 .50 c). GHI = 60.82 81.82 x 0. ABC = 85*) 85 x 0. dan PT.00 Usulan untuk penetapan calon pemenang: PT.63 b).00 + 25. PT. PT.00 100.25 Nilai usulan teknis ke 3 penawaran adalah: Bobot teknis : a).00 Nilai akhir kombinasi teknis dan biaya adalah: a). XYZ = 110 jt 90/110 x 100 = 81.00 *) Perhitungan PT. PT.75 c). GHI = 90 jt 90/90 x 100 =100.75 + 22. ABC = 100 jt 90/100 x 100 = 90. XYZ = 90.75 = 63. PT. PT. PT. PT.75 = 68.9 x 0.455 b).00 90. ABC = 63.00 x 0. PT. XYZ Nilai usulan biaya ke 3 penawaran adalah: Bobot biaya a). PT.175 b). GHI = 80*) 80 x 0.

..................Cara penyampaian Dokumen Penawaran.................... Pokja .............. Para anggota Pokja ........ tanggal .............. b. nomor .. Peserta Rapat:Daftar Hadir Terlampir Rapat dihadiri oleh: a...... 4.......... Risalah Rapat : a.............. 3........ Pada hari ini ............... telah mengadakan Rapat Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) untuk Paket Pekerjaan sebagai berikut: Nama Paket Pekerjaan: Uraian Singkat Pekerjaan: Rapat dipimpin oleh: ..... [diisi rincian perubahan substansi dokumen pemilihan (jika ada)] b...................... *) 48 . CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PELELANGAN/SELEKSI PELELANGAN/SELEKSI (AANWIJZING) Nomor : ....... 2..... 5...... (........ …………………...... b............... Bulan ....................4.. Wakil-wakil Perusahaan Calon Penyedia Jasa ... Panitia membacakan dan menjelaskan tentang isi Dokumen Pemilihan......................... Risalah Tanya Jawab : Pertanyaan dari peserta: Pertanyaan Jawaban No Nama Perusahaan 1 2 Perubahan substansi dokumen (jika ada) a.......................................................... c.. sekaligus diadakan tanya jawab yang akan tercantum dalam Risalah tanya jawab... ...termasuk di dalamnya antara lain: Metode pemilihan......... yang di undang untuk mengikuti penjelasan (Aanwijzing)....... Rapat dibuka oleh Pokja pada jam .dst.......... Tahun....-........-............................ 1.. akan dituangkan dalam perubahan/addendum dokumen pemilihan............... Jika terdapat perubahan substansi dokumen............. yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Pokja ULP................................................ ...) bertempat di ... [diisi sesuai dengan hasil rapat penjelasan yang dilakukan Pokja]...... Tanggal ............

.......... 4.... sebagai wakil peserta untuk menandatangani Berita Acara Pemberian Penjelasan paket . Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP) ini dibuat dengan penuh rasa tanggung jawab untuk dipergunakan sebagaimana mestinya...... Berita Acara Pemberian Penjelasan untuk paket ... ....... dan dapat juga diunduh dari K/L/D/I...................... ...... pukul ............................................................................ 1.. ……………… Kelompok Kerja (Pokja) .........................[diisi nama paket pekerjaan] 7............. 2..........…………………….............) rangkap.... 9................................... tanggal ......... 6..... tanggal ................................................. Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota SAKSI-SAKSI 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 1... 2..................... 8.... ....... dibuat ................................. 2 ..... .................. ……………. ...... ...... Berita Acara Pemberian Penjelasan dapat diambil pada hari .. .. 3.............. Pokja menutup rapat pemberian penjelasan (Aanwijzing) pada jam ............... Berita Acaraserta Addendum akan disampaikan kepada seluruh peserta mulai hari ........................... Keterangan: *) Adendum (jika ada) dibuat terpisah dari berita acara pemberian penjelasan 49 ................ 1 ............................. Hasil peninjauan lapangan (jika diperlukan): .......... 10.................(........................Selanjutnya Pokja menawarkan kepada peserta siapa yangbersedia sebagai wakil peserta untuk menandatangani Berita Acara Pemberian Penjelasan dan menyepakati bahwa: Nama : …………………………… dari PT/CV ………………………………………… dan Nama : …………………………… dari PT/CV …………………......................................................... 5.................

...................... ……………… PokjaPokja ULP…………………………… 50 .. AcaraPemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran ditutup pada pukul .................... Kolom (5) tidak dibuka pada saat pembukaan penawaran Sampul I............bulan …………................. ……………..) penyedia jasa...........5.... pukul ………….......tahun …………....... tanggal …………... 2...... CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBUKAAN PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN KOP SURAT SATUAN KERJA BERITA ACARA PEMASUKAN DAN PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN UNTUK PENGADAAN JASA KONSULTANSI Nomor : ………….... WIB...............(4).. untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya... Nama : ......... Hasil Pembukaan Penawaran Sebagai Berikut: No (1) Nama Perusahaan (2) Sampul I Administrasi Teknis (3) (4) Sampul II*) (5) Keterangan (6) Catatan: Kolom (3)....................... tanggal …………....) dan jumlah dokumen penawaran yang tidak lengkap ................. PT......... Dalam Acara Pemasukan danPembukaan Dokumen Penawaran diperoleh hasil sebagai berikut : 1.. yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Pokja ULP nomor …………. Yang memasukkan dokumen penawaran ……..............)......... (... bertempat di …………..... diisi sesuai yang disyaratkan dalam dokumen pemilihan............ Jumlah dokumen penawaran yang lengkap ....... (………………. Pada hari ini …………........ telah mengadakan acara Pemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran untuk Pengadaan Jasa Konsultansi…………........... Pokja …………. yang selanjutnya dalam Berita Acara ini disebut Pokja.. 4......... . Peserta yang menjadi saksi 2 (dua) orang yaitu dari : PT... Demikian Berita Acara ini dibuat dengan penuh tanggung jawab................... ........................... ( . 3... Nama : ...

............ ............... 4................... 2. 5.. 3.......................... Nama Jabatan Tanda Tangan 51 ................ . ................ Ketua merangkap Anggota Sekretarismerangkap Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 6……………… 7……………… WAKIL DARI PENYEDIA JASA No. ............ ....... .....1.... 6............................ ....... 7.........

s. Metode Evaluasi Kualitas dan Biaya dengan hasil sebagai berikut: 1.d. untuk keperluan korespondensi] Penyedia jasa yang mendaftar sebanyak……(……) perusahaan. nama dan alamat perusahaan serta nomor telepon.6. sesuai ketentuan).. dst 52 dan mengambil dokumen kualifikasi NAMA PERUSAHAAN ALAMAT. nomor faksimili dan/atau alamat email pihak yang dapat dihubungi.. Metode Penyampaian Dua Sampul. Pokja/Pejabat Pengadaan mencatat nama pendaftar. tanggal………………. SISTEM EVALUASI KUALITAS DAN BIAYA KOP SURAT POKJA BERITA ACARA HASIL EVALUASI SELEKSI PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI NOMOR : …………………… Nama Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Satminkal Satuan Kerja PPK Kelompok Kerja Sumber Dana Tahun Anggaran Harga Perkiraan Sendiri Jangka waktu pelaksanaan Metode Pemilihan Metode Penyampaian Metode Evaluasi : : : : : : : : : : : : : ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… (termasuk PPN 10%) ……………………… Prakualifikasi Dua Sampul Kualitas dan Biaya Pada hari ini ………… tanggal ………… bulan ………… tahun ………… kami yang bertanda tangan dibawah ini Pokja ULP berdasarkan Surat Keputusan ULP Nomor: ………… tanggal ………… telah melaksanakan Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi dengan Seleksi Umum Prakualifikasi. tanggal ………….. melalui: a. NOMOR TELEPON KETERANGAN . Papan Pengumuman Resmi ……………. Pengumuman Prakualifikasi Pengumuman ………… Nomor: …………. Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Kualifikasi Pendaftaran dimulai tanggal ………… sampai dengan tanggal ………… [pada tahap pendaftaran. c. Surat Kabar ……………… tanggal ……… (jika diperlukan. METODE DUA SAMPUL. 2. CONTOH FORMAT BERITA ACARA HASIL SELEKSI UNTUK PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI DENGAN PRAKUALIFIKASI. Website K/L/D/I dan Portal Pengadaan Nasional tanggal …………………. tanggal…………. No 1 2 . b.

... yaitu lulus...... 1) Jumlah dokumen kualifikasi yang dievaluasi = …… (...... Penyampaian BAPK termasuk Adendum Dokumen Kualifikasi (jika diperlukan) Salinan BAPK termasuk Adendum Dokumen Kualifikasi (jika diperlukan) dapat diambil oleh peserta pada tanggal .. PT/CV........) dokumen kualifikasi. Jumlah peserta yang hadir sebanyak……………… (…………) perusahaan.... 3. PT/CV..) dokumen kualifikasi........ 6.. 5............ Peserta Dokumen kualifikasi : ………… (…………) perusahaan........ yaitu: dokumen kualifikasi: 1........... PT/CV.. dst NAMA PERUSAHAAN ALAMAT DAN NOMOR TELEPON KETERANGAN d. Berita Acara Penjelasan Kualifikasi (BAPK) nomor ………… tanggal ……… (jika diperlukan)...... PT/CV......... yaitu .3. No 1 2 .. b................. [diisi sesuai persyaratan kualifikasi yang ditetapkan dalam dokumen kualifikasi]...dst 3) Jumlah dokumen kualifikasi yang dinyatakan memenuhi = …… (.. 2.. Evaluasi dilakukan terhadap dokumen kualifikasi........... Pemberian penjelasan dilaksanakan pada tanggal………bertempat di ……… b..... melalui website K/L/D/I.. 3. PT/CV..dst 2) Jumlah dokumen kualifikasi yang dinyatakan gugur/tidak = …… (. 2. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Kualifikasi a. yaitu syarat/lulus dokumen kualifikasi: 53 . Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) Kualifikasi (jika diperlukan) a. Batas akhir waktu pemasukan dokumen kualifikasi : Hari …… Tanggal ……… Jam ………… : website K/L/D/I b..... yaitu dokumen kualifikasi: 1..... Pembukaan dan Evaluasi Dokumen Kualifikasi a. Peserta yang terlambat memasukkan dokumen kualifikasi : ………… (…………) perusahaan..) dokumen kualifikasi.... Penilaian persyaratan kualifikasi dilakukan terhadap pemenuhan persyaratan kualifikasi...... PT/CV..... 4..... Tempat yang memasukkan c. meliputi pakta integritas dan formulir isian kualifikasi.....

. tanggal……………….... …………………… b.. Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan Peserta yang termasuk dalam Daftar Pendek diundang untuk mengambil dokumen pemilihan..... Hasil pembuktian kualifikasi untuk tiap peserta dituangkan dalam Berita Acara Pembuktian Kualifikasi (terlampir) Alasan gugur/tidak lulus dan tidak termasuk Daftar Pendek masing-masing peserta adalah sebagai berikut : a........ Website K/L/D/I tanggal …………………… dan Portal Pengadaan Nasional....(.... tanggal ………….(... s.. dst 11... 2.dst 7... PT/CV. melalui: a........ tanggal…………… Jumlah peserta yang keberatan atas penetapan hasil prakualifikasi dan menyampaikan sanggahan = . (.... tanggal………… s.......... ………………dst 8.....) peserta... Sanggahan Kualifikasi [diisi jika ada sanggahan] Masa sanggah hasil kualifikasi mulai tanggal …………….) peserta.d....... …………………… c...... maks.. 3.... Pembuktian Kualifikasi dan Pembuatan Berita Acara Pembuktian Kualifikasi Pembuktian terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen atau legalisir dan meminta salinannya.. 54 NAMA PERUSAHAAN MATERI SANGGAHAN JAWABAN SANGGAHAN KETERANGAN ..... 10...1.d..... b... PT/CV......... Peserta yang dinyatakan masuk dalam Daftar Pendek sebanyak…… (...) sanggahan Sanggahan yang dinyatakan tidak benar = ...... PT/CV..... 7 (tujuh) peserta 9.. Papan Pengumuman Resmi ……………....... Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan disampaikan melalui ……………… dengan tanda bukti terlampir. Pengumuman Hasil Kualifikasi Pengumuman Hasil Kualifikasi ………… Nomor: ………….....) sanggahan Ringkasan sanggahan sebagai berikut: No 1 2 ..... dst NAMA PERUSAHAAN ALAMAT NPWP KETERANGAN min..... yaitu: NO 1 2 . 5 (lima).. Sanggahan yang dinyatakan benar = . Penetapan Daftar Pendek (short list).

. dst e.. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (BAPP) No………… tanggal ……… (terlampir). Evaluasi Administrasi Evaluasi administrasi hanya dilakukan pada hal-hal yang tidak dinilai pada penilaian kualifikasi. dan Dokumen Pemilihan. 14. Penyedia jasa yang terlambat memasukkan dokumen penawaran NAMA PERUSAHAAN ALAMAT DAN NOMOR TELEPON KETERANGAN : ………… (…………) perusahaan.) penawaran. Evaluasi Dokumen Penawaran Sampul I (Administrasi dan Teknis) Evaluasi penawaran dengan berpedoman pada ketentuan peraturan yang berlaku.. d.. Pemberian penjelasan dilaksanakan pada tanggal……… bertempat di ………… b.. Dokumen Penawaran No 1 2 . Penawaran yang dievaluasi Jumlah penawaran yang dievaluasi 55 = …… (. 12. Penyampaian BAPP termasuk Adendum Dokumen Pemilihan (jika ada) Salinan BAPP termasuk Adendum Dokumen Pemilihan (jika ada) dapat diambil oleh peserta pada tanggal .. Waktu b.. melalui website K/L/D/I. Waktu : Hari ……… Tanggal ……… Jam ……… b. Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) a. Jumlah peserta yang hadir sebanyak………………… (…………) perusahaan.. Tempat : ………… Berita Acara Pembukaan Penawaran No ………… tanggal ……… (terlampir). Peserta yang memasukkan : ………… (…………) perusahaan. Tempat : ……………………………… Peserta yang mengambil dokumen pemilihan sebanyak………(……) perusahaan.. 16.. Unsur-unsur yang dievaluasi meliputi kelengkapan persyaratan yang diminta dalam dokumen pemilihan.. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Penawaran (Sampul I dan Sampul II) waktu pemasukan a. 1). 13.. Tempat c. b... yaitu penawaran: ... Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul I (Administrasi dan Teknis) Penawaran dinyatakan ditutup pada hari ………… tanggal ………… Jam ………… Pembukaan penawaran dilakukan pada: : Hari ……… Tanggal ………… Jam ……… a. Batas Dokumen Penawaran : Hari ……… tanggal ……… Jam …… : website K/L/D/I..Pengambilan Dokumen Pemilihan dilakukan pada: a. Hasil evaluasi penawaran sebagai berikut: a. 15.

........... ………… (c) ........... Konfirmasi/Klarifikasi[dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. bobot . PT/CV......... 4..... PT/CV................... 1).... terkait keraguan terhadap ………….... 3....) penawaran.. 2..........1..... 2. PT/CV......... Evaluasi Teknis........... dst yaitu Penjelasan gugur/tidak lulus masing-masing peserta adalah sebagai berikut : (a) PT/CV ………… dinyatakan gugur administrasi karena ………… (b) PT/CV ………… dinyatakan gugur administrasi karena ………… (c) ………… dst Hasil evaluasi administrasi terlampir..... 3. [diisi sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan].. 3.... penawaran. meliputi .. Unsur pengalaman perusahaan...) penawaran: 1....... (b) Unsur-unsur yang dievaluasi: i...... dengan kesimpulan..... Jumlah penawaran yang dievaluasi 56 = …… (.. PT/CV................................. penawaran: 1........ [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan ] iii.... jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV…………... PT/CV.... ........ PT/CV....... b.. terkait keraguan terhadap ………….......... [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan] ii. bobot ... ... Unsur-unsur yang dievaluasi sesuai dengan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan. 2)....... Penawaran yang memenuhi syarat/lulus Jumlah penawaran yang dinyatakan memenuhi = syarat/lulus administrasi …… (. PT/CV.... yaitu penawaran: .. [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan] (c) Nilai ambang batas lulus persyaratan teknis = ............... dst............ Unsur kualifikasi dan tenaga ahli.... Evaluasi teknis dengan sistem nilai: (a) Persyaratan teknis minimal yang harus dipenuhi sesuai dengan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan.............. PT/CV..................... 3)..... bobot .... Unsur pendekatan dan metodologi.. dst Jumlah penawaran yang dinyatakan gugur/tidak lulus = …… (................... yaitu PT/CV..... 4.. Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi... 2... dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak………….............dst 2).) penawaran.....

.. 57 . 3...... dst... yaitu penawaran: 1......... PT/CV...... Konfirmasi/Klarifikasi [dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. dst Penetapan peringkat teknis terlampir.. PT/CV.. jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV…………..... dst …… (... Website K/L/D/I tanggal …………………… dan Portal Pengadaan Nasional. 2............ terkait keraguan terhadap ………….) penawaran................. Tempat : ………… Berita Acara Pembukaan Penawaran Sampul II (Harga) nomor………… tanggal ……… (terlampir). tanggal ..................... 3................. Waktu b...... PT/CV.. 2. Undangan nomor .. Jumlah penawaran yang dinyatakan tidak memenuhi = ambang batas lulus Hasil evaluasi teknis terlampir..... Papan Pengumuman Resmi ……………............. tanggal………………...... 18.. terkait keraguan terhadap …………..... Peserta yang lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) dan diundang untuk memasukkan Dokumen Penawaran Sampul II sebagai berikut: NO NAMA PERUSAHAAN NPWP KETERANGAN 1 2 ...... PT/CV... PT/CV......... Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul II (Harga) Pembukaan penawaran Sampul II (Harga) dilakukan pada: : Hari ………… Tanggal ………… Jam ……… a.dst 3)... PT/CV............. c... 4......d... 3.... melalui: a.. penawaran yang 4)..... Pengumuman yang Lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) Pengumuman yang Lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) nomor …………. 17... tanggal………… s....) penawaran.1...... 2......... ....... PT/CV........ tanggal …………... dst 5)...... b.... .... Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis terlampir....... yaitu penawaran: 1.. PT/CV.......... Jumlah dinyatakan memenuhi ambang = batas lulus …… (. dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak…………... ………… (c) . dengan kesimpulan......

misal: kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). Evaluasi harga dilakukan kepada penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis (Sampul I). kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost)] c.. evaluasi sampul I (administrasi dan teknis) dan evaluasi sampul II (harga). Konfirmasi/Klarifikasi [dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan.. 20.. kewajaran penugasan tenaga pendukung (apabila ada).. Unsur-unsur yang dievaluasi yaitu: …………… [diisi sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak…………. terkait keraguan terhadap …………..19. dst b. nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor tertinggi. kewajaran penugasan tenaga ahli. a. 1 2 . jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV…………. menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran teknis dan nilai penawaran biaya terkoreksi dengan cara perhitungan sebagai berikut: NILAI TOTAL = {Nilai/skor Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis} + {Nilai/skor Penawaran Biaya Terkoreksi x Bobot Penawaran Biaya}. d. Perhitungan nilai kombinasi terbaik NO. dengan kesimpulan ………… (c) .. KESIMPULAN Berdasarkan hasil evaluasi kualifikasi. Koreksi Aritmatik [khusus untuk kontrak lumpsum tidak mengubah total harga penawaran] HARGA PENAWARAN TERMASUK PPN 10% PADA SAAT PEMBUKA AN NO NAMA PERUSAHAA N ( RP ) SETELAH KOREKSI ARITMATIK PERINGKAT SETELAH KOREKSI ARITMATIK KETERANGAN 1 2 . sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang lain secara proporsional. maka Kelompok Kerja (Pokja) berkesimpulan dan memutuskan untuk mengusulkan calon pemenang seleksi berdasarkan peringkat terbaik adalah : 58 .. dst... 2). terkait keraguan terhadap ………….. Evaluasi Dokumen Penawaran Sampul II (Harga). dst NAMA PERUSAHA AN NILAI HARGA BOBOT HARGA NILAI TEKNIS BOBOT TEKNIS NILAI TOTAL*) *) keterangan: 1).. Hasil evaluasi harga terlampir pada Laporan Evaluasi Penawaran...

.. ...... ....... ........ ……………. 1.... ………………............ CALON PEMENANG Nama Perusahaan Alamat Perusahaan NPWP Harga Penawaran terkoreksi : …………………… : …………………… : …………………… : Rp........ 2...... 4.. ............1..... CALON PEMENANG CADANGAN II Nama Perusahaan : …………………… Alamat Perusahaan : …………………… NPWP : …………………… Harga Penawaran terkoreksi : Rp...... . 7........ (termasuk PPN) 2.......................... CALON PEMENANGCADANGAN I Nama Perusahaan : …………………… Alamat Perusahaan : …………………… NPWP : …………………… Harga Penawaran terkoreksi : Rp.. ……………… Kelompok Kerja (Pokja) ........ 3.......... ... Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 6……………… 7……………… 59 . 5............ ...... ………………(termasuk PPN) Demikian Berita Acara Hasil Evaluasi Seleksi ini dibuat dengan penuh rasa tanggung jawab untuk dipergunakan dalam penetapan pemenang sebagaimana mestinya................................. ………………(termasuk PPN) 3................ 6.

.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI BUKU 11 B : Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Mei 2011 MENTERI PEKERJAAN UMUM. ttd DJOKO KIRMANTO .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->