Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul

dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM,
Menimbang : a. bahwa pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi di bidang pekerjaan umum yang memenuhi tata nilai pengadaan dan kompetitif sangat diperlukan bagi ketersediaan infrastruktur yang berkualitas sehingga akan berdampak pada peningkatan pelayanan publik; bahwa dengan telah diterbitkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, perlu pengaturan mengenai tata cara pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang jelas dan komprehensif sehingga dapat menjadi pengaturan yang efektif dalam pengadaan barang/jasa pemerintah; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Menteri;

b.

c.

Mengingat

: 1.

2.

3.

4.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3955) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2010 (Lembaran Negara RI Tahun 2010 Nomor 157); Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Nomor 64 Tahun 2000, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3957) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2010 (Lembaran Negara RI Nomor 95 Tahun 2010); Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 65 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3957); Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;
i

2. 5. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Pekerjaan Konstruksi/Jasa Konsultansi.000. yang dimaksud dengan : 1. 4. Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 15/M-IND/PER/2/2011 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. mempunyai risiko tinggi. ii . Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah Pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran pemerintah. Unit Layanan Pengadaan yang selanjutnya disebut ULP adalah unit organisasi yang berfungsi melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa yang ditetapkan oleh Menteri dan bersifat permanen. 8. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.00 (seratus milyar rupiah). Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. Pejabat Pengadaan adalah personil yang memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa yang melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa. 5. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI. 3.Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. 12. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah Satuan Kerja yang menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai dari dana anggaran pemerintah. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum. 9. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009. menggunakan peralatan yang didesain khusus dan/atau pekerjaan yang bernilai diatas Rp100. 11. Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. 7.000. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini. Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. Jasa Konsultansi adalah jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). 10. 9. Kepala Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Kasatker adalah Kuasa Pengguna Anggaran dan/atau Barang. Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. 11. 6. Pekerjaan Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi. 10. 8. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 6. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010. 7.000. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pekerjaan Umum.

(6) Menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam Pengadaan Barang/Jasa. Pasal 3 Ruang lingkup berlakunya Peraturan Menteri ini adalah untuk: (1) Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang pembiayaannya baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari anggaran pembangunan pemerintah (pusat/daerah).000. serta menjaga kerahasiaan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa yang menurut sifatnya harus dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam Pengadaan Barang/Jasa. (2) Peraturan Menteri ini bertujuan agar pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi lebih operasional dan efektif. 15. dan Direktur Jenderal/Deputi. 14. 16. komisi. (4) Menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan tertulis para pihak. disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran. Ahli Hukum Kontrak adalah seorang/pejabat ahli yang dapat memberikan pendapat terhadap Kontrak untuk pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang bernilai di atas Rp 100.13.000 (seratus milyar rupiah) dan/atau yang bersifat kompleks sebelum di tandatangani oleh para pihak. (5) Menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan para pihak yang terkait. Inspektur Jenderal. rabat dan berupa apa saja dari atau kepada iii . Kontrak kerja konstruksi adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara Pejabat Pembuat Komitmen dengan Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. dan (8) Tidak menerima.000. Pasal 4 Para pihak yang terkait dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa harus mematuhi ketentuan sebagai berikut: (1) Melaksanakan tugas secara tertib. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat. (7) Menghindari dan mencegah penyalahgunaan wewenang dan/atau kolusi dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. (3) Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung yang berakibat terjadinya persaingan tidak sehat. Pasal 2 (1) Peraturan Menteri ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. imbalan. (2) Bekerja secara profesional dan mandiri. baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses Pengadaan Barang/Jasa. golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. Kepala Badan. tidak menawarkan atau tidak menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah. kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan Pengadaan Barang/Jasa. Pejabat Eselon I atau Pimpinan Unit Kerja setara Eselon I adalah Sekretaris Jenderal/Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah. (2) Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang dananya bersumber dari pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari pinjaman atau hibah dalam negeri.

inflasi tahun sebelumnya. hasil perbandingan dengan Kontrak sejenis. harus berdasarkan persetujuan para pihak. dan/atau i. kualitas. (9) Proses pelaksanaan pelelangan/seleksi harus segera dimulai setelah rencana kerja dan anggaran K/L/D/I disetujui DPR/DPRD sampai dengan penetapan pemenang. perkiraan perhitungan biaya yang dilakukan oleh konsultan perencana (engineer’s estimate). daftar biaya/tarif Barang/Jasa yang dikeluarkan oleh pabrikan/distributor tunggal. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).000 (seratus milyar rupiah) dan jasa konsultansi yang bernilai diatas Rp 10. b. (2) Dalam melakukan evaluasi penawaran harus berpedoman pada tata cara/kriteria yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. yang diperoleh berdasarkan hasil survey menjelang dilaksanakannya pengadaan dengan mempertimbangkan informasi yang meliputi: a. Pasal 8 (1) Ahli Hukum Kontrak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 yang ditunjuk untuk memberikan pendapat hukum.000. norma indeks yaitu tentang nilai harga terendah dan harga tertinggi dari suatu barang/jasa yang diterbitkan oleh instansi teknis terkait atau Pemerintah Daerah setempat.000 (sepuluh milyar rupiah). biaya Kontrak sebelumnya atau yang sedang berjalan dengan mempertimbangkan faktor perubahan biaya. khusus untuk harga penawaran peserta lelang/seleksi di bawah 80% HPS wajib dilakukan evaluasi kewajaran harga dengan meneliti dan menilai konsistensi rincian/uraian Analisa Harga Satuan Pekerjaan Utama terhadap syarat teknis/spesifikasi sehingga tidak terjadi penyimpangan yang mempengaruhi lingkup. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menetapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) setelah Rencana Perkiraan Biaya yang disusun mendapat persetujuan dari Pejabat Eselon I.000. c. penandatanganan kontrak dilakukan setelah Dokumen Anggaran disahkan.000.siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa. informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh asosiasi terkait dan sumber data lain yang dapat dipertanggungjawabkan. (2) Dalam hal tidak diperoleh Ahli Hukum Kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (1). terlebih dahulu harus memperoleh pendapat Ahli Hukum Kontrak.000 (seratus milyar rupiah) dan/atau yang bersifat kompleks sebelum di tandatangani oleh para pihak. e. Pasal 5 Untuk pekerjaan konstruksi yang bernilai diatas Rp 100.000. dan hasil/kinerja serta diyakini dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. iv . g.000. Pasal 6 (1) Dalam rangka menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dilakukan berdasarkan metode pelaksanaan/kerja dan spesifikasi teknis dengan memperhatikan data harga pasar setempat. f. Pasal 7 Kontrak untuk pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang bernilai di atas Rp 100. d. suku bunga berjalan dan/atau kurs tengah Bank Indonesia. baik yang dilakukan dengan instansi lain maupun pihak lain. h.000.

Buku PK 01 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. terdiri atas : 1. Buku PK 02 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Lump Sum. Buku PK 04 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. Buku PK 06 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur (Ambang Batas) Kontrak Harga Satuan. 3. Buku PK 03 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan. 11. Buku PK 05 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak Lump Sum. 7. 6.maka pendapat hukum dapat diperoleh dari Tim Pendapat/Opini Hukum Kontrak. 8. Buku PK 04 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. Buku PK 05 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak Lump Sum. Pasal 9 (1) Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi meliputi : a. Buku PK 03 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan. 9. Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi. 4. Buku PK 02 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Lump Sum. Buku PK 01 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. 2. 10. 5. v .

13. 9. 3. Buku JK 13 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Harga Satuan. Buku JK 10 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Sum. 10. Buku JK 09 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dengan Kontrak Harga Satuan. Buku PK 07 B Pedoman Evaluasi Kualifikasi. Buku JK 12 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum. Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konsultansi. 5. Buku PK 08 Pedoman Penyusunan Dokumen Pelelangan. Buku PK 07 A Standar Dokumen Kualifikasi Pekerjaan Konstruksi. Buku JK 10 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Sum. b. 4. Buku JK 11 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan. 14. terdiri atas : 1. Buku JK 12 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum. 8. Buku JK 13 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Harga Satuan. 2.12. vi . 15. Buku JK 09 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Harga Satuan. Buku PK 06 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur (Ambang Batas) Kontrak Harga Satuan. 6. Buku JK 11 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan. 7.

11. evaluasi. petunjuk. Buku JK 17 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Perseorangan. 13. vii . (2) Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi di bidang pekerjaan umum dilaksanakan sesuai dengan Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri ini. Buku JK 14 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Lump Sum. Kontrak Harga Satuan Jasa Konsultansi didasarkan atas input (tenaga ahli dan biaya-biaya langsung terkait termasuk perjalanan dinas) yang harus disediakan konsultan (Input based) untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR. monitoring dan evaluasi. 16. Buku JK 15 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Harga Satuan. Buku JK 15 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Harga Satuan. Jenis pekerjaan pada kelompok ini yaitu feasibility study. (3) Kontrak pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dapat menggunakan: a. study. Harga Satuan. Buku JK 17 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi Perseorangan. Buku JK 19 Pedoman Penyusunan Dokumen Seleksi. Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan untuk pekerjaan tunggal atau terintegrasi. Buku JK 16 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Lump Sum. dan lainnya. Buku JK 18 B Pedoman Evaluasi Kualifikasi Jasa Konsultansi. sertifikasi. b. 15. manajemen kontrak. Buku JK 18 A Standar Dokumen Kualifikasi Jasa Konsultansi. 18. dan lainnya. design. 17. 14. Jenis pekerjaan pada kelompok ini yaitu supervisi/pengawasan pekerjaan fisik. kontrak Lump Sum Jasa Konsultansi didasarkan atas produk/keluaran (Output based) yang harus dihasilkan konsultan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR. kajian. 20. survey. 21. telaah. 19. produk hukum. Buku JK 14 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Lump Sum. pedoman. Buku JK 16 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Lump Sum. 12. kontrak Lump Sum.

.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI BUKU 11 B : Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan .

.

............................... UNDANGAN PEMBUKAAN SAMPUL II…………………………………… 14 B......................... PENGERTIAN ISTILAH……………………………………………………….. 3 C............................ UNDANGAN KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA……….............. ............. NEGOSIASI........... 23 A............. PEMBERIAN PENJELASAN..... PEMBUATAN BERITA ACARA HASIL SELEKSI (BAHS)……………………...........DAFTAR ISI KETENTUAN UMUM .. 21 BAB VII SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL ................ PENGAMBILAN. UNDANGAN…………………………………………………………………3 B...... EVALUASI DOKUMEN SAMPUL I…………………………………………...... 14 A........................ RUANG LINGKUP……………………………………………………………2 BAB II UNDANGAN. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II.................. PENGUMUMAN PERINGKAT TEKNIS……………………………………...................... 13 BAB IV UNDANGAN.......................... SELEKSI GAGAL…………………………………………………………… 23 B..... SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING ....... 2 C............................... 8 BAB III PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS .......... PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS (SAMPUL I)…………………………………………………………………....................... PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS………………………………………… 13 B.......... TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL………………………………………… 24 BAB VIII LAINLAIN-LAIN ............... SERTA PEMBUATAN BAHS. ...................................................................... SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING…………………………….............. 3 A........................... 14 BAB V PENETAPAN PEMENANG SELEKSI....... 19 A.. 19 B...... 29 LAMPIRAN .................................. PENYAMPAIAN/PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN………………… 5 E. PENYAMPAIAN...... 17 B... 17 A. PENGUMUMAN............................ PEMBUKAAN........................ PENETAPAN PEMENANG…………………………………………………...... PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN………………………......... 1 B................. PENGAMBILAN... KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA……………………… 19 C..................... 4 D............................... 13 A. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN DOKUMEN SAMPUL II .......................... 6 F. ...... 36 BAB I i . DAN EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN ............................................................ 17 BAB VI KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI...................... 1 A........ TUJUAN…………………………………………………………………….......... PENGAMBILAN DOKUMEN PEMILIHAN………………………………….........

.

2. Pokja ULP (Kelompok Kerja Pokja ULP) adalah perangkat dari Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) yang berfungsi untuk melaksanakan Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi. Pejabat Pengadaan adalah personil yang memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa yang melaksanakan Pengadaan Jasa Konsultansi. Personil Inti adalah tenaga yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan untuk melaksanakan pekerjaan. 1 . Tanggal Mulai Kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). 6. 7. Jasa Konsultansi adalah jasa layanan professional yang membutuhkan keahlian tertentu di berbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). Jadwal Waktu Waktu Pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. 4. 13. 9. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Jasa Konsultansi. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran pemerintah. 5. 11. Dokumen Seleksi adalah dokumen yang ditetapkan oleh Pokja ULP yang memuat informasi dan ketentuan yang harus ditaati oleh para pihak dalam proses pengadaan jasa konsultansi. yang dimaksud dengan: 1. 14. 3. PENGERTIAN ISTILAH Dalam pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini. Harga Perkiraan Sendiri Sendiri (HPS) adalah hasil perhitungan seluruh volume pekerjaan dikalikan dengan Harga Satuan ditambah dengan seluruh beban pajak dan keuntungan. terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara profesional dan dapat dilaksanakan. yang diterbitkan oleh PPK. 8. 15. 10. Substansi Penawaran Penawaran adalah hal-hal pokok dalam penawaran yang menentukan sah atau tidaknya penawaran yang dinyatakan dalam dokumen seleksi. 12. Dokumen Penawaran Penawaran adalah surat penawaran dan seluruh dokumen lampirannya termasuk dokumen kualifikasi (untuk pascakualifikasi). 16.BAB I KETENTUAN UMUM A. Penyedia Penyedia Jasa adalah badan usaha atau orang perorangan yang kegiatan usahanya menyediakan/melaksanakan layanan jasa konsultansi. Peserta seleksi adalah penyedia jasa yang mengikuti seleksi penyedia jasa yang telah lulus prakualifikasi dan masuk dalam daftar pendek konsultan (untuk prakualifikasi) atau mendaftar dan mengambil dokumen seleksi (untuk pascakualifikasi).

Negosiasi adalah kegiatan untuk mencapai kesepakatan teknis maupun harga untuk melaksanakan pekerjaan. Agar penerapan ketentuan Peraturan Presiden R. terbuka dan bersaing. 21. C. Klarifikasi adalah kegiatan meminta penjelasan atas substansi penawaran yang kurang jelas dalam rangka evaluasi dokumen penawaran. RUANG LINGKUP Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini digunakan untuk pelaksanaan seleksi dan evaluasi penawaran mencakup: 1. No. 4. 54 Tahun 2010 dalam pelaksanaan pengadaan lebih operasional. 18. adil/tidak diskriminatif. dan akuntabel. Konfirmasi adalah kegiatan meminta penegasan terhadap hal-hal yang diperlukan. Sebagai pedoman Kelompok Kerja (Pokja) Pokja ULP dalam melaksanakan evaluasi dokumen penawaran pengadaan pekerjaan jasa konsultansi. 2. B. Pengadaan Jasa Konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang pembiayaannya baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari anggaran pembangunan pemerintah (pusat/daerah). 19. efektif. 2 . Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan masa pemeliharaan berakhir. 20. Agar pelaksanaan pengadaan dilakukan secara efisien. Tanggal Penyelesaian Pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama pekerjaan selesai. Untuk mendapatkan penyedia jasa yang diyakini mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik.17. Pengadaan Jasa Konsultansi yang dananya bersumber dari pemerintah mencakup Pengadaan Jasa Konsultansi yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari pinjaman atau hibah dalam negeri. 3. transparan. dengan harga penawaran yang paling menguntungkan negara.I. dinyatakan dalam Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh PPK. 2. TUJUAN Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini disusun dengan tujuan: 1.

Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya Q. waktu dan tempat pengambilan Dokumen Pemilihan. masa sanggah kualifikasi berakhir. UNDANGAN 1. PENGAMBILAN DOKUMEN PEMILIHAN 1. b. Undangan pembukaan dokumen sampul II. atau c. Pokja ULP: a memberikan Dokumen Pemilihan dalam bentuk file (softcopy) dan/atau cetakan (hardcopy) kepada peserta yang diundang. dan 3 . PENGAMBILAN. tidak ada sanggahan kualifikasi dari peserta. Pemberian Penjelasan D. tanggal. tanggal. Pembuatan Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis G. Undangan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. Penetapan Peringkat Teknis H. Peserta yang diundang berhak mengambil Dokumen Pemilihan. Sanggahan banding (apabila ada sanggah banding) O. PENYAMPAIAN. Evaluasi Teknis 3.BAB II UNDANGAN. Pemberitahuan/pengumuman Peringkat Teknis I. Evaluasi Administrasi 2. Sanggahan (apabila ada sanggahan). Pada tahap pengambilan Dokumen Pemilihan. Pembuatan Berita Acara Hasil Seleksi A. DAN EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN Pokja ULP agar melakukan penelitian/pemeriksaan terhadap proses pelelangan dengan tahapan sebagai berikut : A. N. Pokja ULP mengundang peserta yang lulus kualifikasi dan tercantum dalam penetapan daftar pendek (short list) untuk mengambil Dokumen Pemilihan dengan ketentuan: a. PEMBERIAN PENJELASAN. L. K. sanggahan kualifikasi terbukti tidak benar. Undangan B. 2. Penetapan Pemenang. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Penawaran E. P. Pengambilan Dokumen Pemilihan C. Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul I F. dan waktu pengambilan yang ditentukan dalam undangan. hari. 3. Evaluasi Penawaran Sampul I 1. J. B. 2. Pemberitahuan/Pengumuman Pemenang. M. Undangan mencantumkan hari. Peserta mengambil Dokumen Pemilihan sesuai tempat. PEMBUKAAN. Pembukaan dan evaluasi dokumen sampul II.

6. j ketentuan dan cara sub kontrak sebagian pekerjaan kepada Usaha Mikro. Pokja ULP dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan peninjauan lapangan. hasil peninjauan lapangan. PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN 1. serta keterangan lain dituangkan dalam Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP) yang ditandatangani oleh anggota Pokja ULP dan minimal 1 (satu) wakil dari peserta yang hadir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan. dihadiri oleh para peserta yang diundang. k perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (jika diperlukan). 10. 8. b metode pemilihan. l Pra Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (Pra RK3K). Ketidakhadiran peserta pada saat pemberian penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pemberian penjelasan menunjukkan tanda pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP 4. apabila ada. 2. dan tingkat risiko pekerjaan (tinggi/sedang/kecil).dapat mengunggah (upload) Dokumen Pemilihan melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh (download) oleh peserta. f metode dan tata cara evaluasi. Pemberian penjelasan dilakukan di tempat dan pada waktu yang ditentukan. maka Pokja ULP menyampaikan keberatan PPK kepada PA/KPA untuk diputuskan. Apabila dalam BAPP sebagaimana dimaksud pada angka 6 terdapat halhal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung. 5. Apabila dipandang perlu. Seseorang dilarang mewakili lebih dari 1 (satu) perusahaan dalam pengambilan Dokumen Pemilihan. 4. maka Pokja ULP menuangkan ke dalam Adendum Dokumen pemilihan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan. Pokja ULP dilarang memungut biaya apapun kepada peserta. Apabila PPK tidak sependapat dengan usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada angka 9 di atas. h jenis kontrak yang akan digunakan. perubahan substansi dokumen. harus dijelaskan kepada peserta mengenai: a Kerangka Acuan Kerja. 7. g hal-hal yang menggugurkan penawaran. 9. Apabila tidak ada satu pun peserta yang hadir atau yang bersedia menandatangani BAPP maka BAPP cukup ditandatangani oleh anggota Pokja ULP yang hadir. d kelengkapan yang harus dilampirkan bersama Dokumen Penawaran. Usaha Kecil dan koperasi kecil. 3. e jadwal pemasukan dan pembukaan Dokumen Penawaran. dan: 4 . 3. Dalam pemberian penjelasan. jawaban dari Pokja ULP. Perubahan rancangan kontrak dan/atau ruang lingkup kegiatan dan/atau kualifikasi tenaga ahli dan/atau total nilai HPS. harus mendapatkan persetujuan PPK sebelum dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan. i ketentuan tentang penyesuaian harga. c cara penyampaian Dokumen Penawaran. Pemberian penjelasan isi Dokumen Pemilihan. b C. pertanyaan dari peserta.

d. dokumen penawaran teknis. Pokja ULP memberitahukan kepada seluruh peserta untuk mengambil salinan Adendum Dokumen Pemilihan. Dokumen Penawaran disampaikan sebanyak 3 (tiga) rangkap. Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan maka ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang berlaku adalah yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan awal. surat penawaran biaya yang didalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan total biaya penawaran (masa berlaku dalam surat penawaran biaya tidak berpengaruh terhadap penawaran biaya). c. 14. Dokumen Penawaran terdiri dari Sampul I dan Sampul II.a jika PA/KPA sependapat dengan PPK. rekapitulasi penawaran biaya. b. serta memerintahkan Pokja ULP untuk membuat dan mengesahkan Adendum Dokumen Pemilihan. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (seperti Pra Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (Pra RK3K) dan daftar barang yang diimpor. c. Sampul I (administrasi dan teknis). Metode penyampaian/pemasukan dan tata cara pembukaan Dokumen Penawaran harus mengikuti ketentuan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan. b jika PA/KPA sependapat dengan Pokja ULP. e. meliputi: a. Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada). terdiri dari: dokumen asli 1 (satu) rangkap dan salinannya 2 (dua) rangkap ditandai “ASLI” dan “REKAMAN”. surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan). Sampul II (biaya) yang terdiri dari: a. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (apabila ada). 5 . 12. D. 6. Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). (apabila ada)). dan Pokja ULP memasukkan ke dalam kotak/tempat pemasukan. surat penawaran yang di dalamnya mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi tidak mencantumkan penawaran biaya. Pokja ULP diwajibkan untuk menyediakan salinan BAPP dan Adendum Dokumen Pemilihan (apabila ada) dan dapat mengunggah dokumen tersebut melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh oleh peserta. Peserta menyampaikan langsung Dokumen Penawaran kepada Pokja ULP sesuai jadwal yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. Pokja ULP dapat memberikan tambahan waktu pemasukan Dokumen Penawaran. tidak dilakukan perubahan. 11. PENYAMPAIAN PENYAMPAIAN/PEMASUKAN /PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 1. 5. dan e. d. 2. 13. b. 4. 3. Dalam Adendum Dokumen Pemilihan. PA/KPA memutuskan perubahan dan bersifat final.

15. apabila terlambat diterima. Pengembalian Dokumen Penawaran disertai dengan bukti serah terima. sesuai dengan isi sampul tanpa mengambil Dokumen Penawaran yang sudah disampaikan sebelumnya. Pokja ULP menolak semua dan/atau sebagian tambahan Dokumen Penawaran yang masuk setelah batas akhir pemasukan penawaran. 10. 2. 12. 8. Pokja ULP membuat tanda terima Dokumen Penawaran. “PENGGANTIAN”. 16. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan Dokumen Penawaran menunjukkan tanda pengenal dan surat penugasan kepada Pokja ULP. penggantian. Pokja ULP segera memberitahukan kepada peserta yang bersangkutan untuk mengambil kembali seluruh Dokumen Penawaran. Pokja ULP menolak dokumen dari peserta yang tidak tercantum dalam Daftar Pendek (short list) yang diundang. Apabila tidak ada peserta atau hanya ada 1 (satu) peserta sebagai saksi. 6 . Dalam hal Dokumen Penawaran disampaikan melalui pos/jasa pengiriman. 14. 13.7. Pokja ULP membuka sampul luar untuk mengetahui alamat peserta. Ketidakhadiran peserta pada saat pembukaan Dokumen Penawaran tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. 9. Segera setelah batas akhir penyampaian penawaran. 4. 11. Apabila terpaksa dilakukan perubahan tempat dan waktu penutupan pemasukan penawaran maka perubahan tersebut harus dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan dan disampaikan kepada seluruh peserta. 3. 17. dan b. Untuk Dokumen Penawaran yang diterima melalui pos/jasa pengiriman: a. pengubahan atau penambahan Dokumen Penawaran harus disampaikan secara tertulis dan disampul serta diberikan tanda dengan penambahan pencantuman kata “PENARIKAN”. Pokja ULP menyatakan kepada peserta bahwa saat pemasukan penawaran telah ditutup sesuai waktunya. Pokja ULP membuat daftar peserta yang memasukkan penawaran. Peserta dapat menyampaikan Dokumen Penawaran melalui pos/jasa pengiriman dengan ketentuan sudah diterima Pokja ULP sebelum batas akhir pemasukan penawaran dan segala risiko keterlambatan dan kerusakan menjadi risiko peserta. Dokumen Penawaran dibuka di hadapan peserta pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. Penarikan. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS (SAMPUL I) 1. menolak Dokumen Penawaran yang terlambat dan/atau sebagian tambahan Dokumen Penawaran. maka sampul penutup dimasukkan ke dalam sampul luar yang mencantumkan nama paket pekerjaan dan alamat Pokja ULP. Tidak diperkenankan mengubah tempat dan waktu batas akhir pemasukan penawaran kecuali keadaan kahar. Pokja ULP mencatat waktu dan tanggal penerimaan Dokumen Penawaran pada sampul luar dan memasukkan ke dalam kotak/tempat pemasukan. Pada batas akhir pemasukan penawaran. “PENGUBAHAN” atau “PENAMBAHAN”. E. salah satu anggota pokja ULP menutup pemasukan penawaran dengan mencoret tepat di bawah daftar peserta terakhir serta membubuhkan tanda tangan. serta membuka Dokumen Penawaran yang masuk. maka Pokja ULP menunda pembukaan Dokumen Penawaran selama 2 (dua) jam.

pengubahan. 15. 6. surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan). maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas di dalam Berita Acara. dokumen penawaran teknis. 8. 16. jumlah sampul I yang lengkap dan tidak lengkap. kelainan-kelainan yang dijumpai dalam Dokumen Penawaran (apabila ada). Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) maka seleksi dinyatakan gagal. Pokja ULP membuka sampul I di hadapan peserta kemudian dijadikan lampiran Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis.5. b. 14. penggantian. 10. hanya ada 1 (satu) atau tidak ada peserta sebagai saksi. Pokja ULP meneliti isi kotak/tempat pemasukan dokumen dan menghitung jumlah sampul Dokumen Penawaran yang masuk dihadapan peserta. Sampul II yang berisi data harga tidak boleh dibuka dan sampulnya diparaf oleh Pokja ULP dan wakil peserta seleksi dari perusahaan yang berbeda sebelum disimpan kembali oleh Pokja ULP. Pokja ULP segera membuat Berita Acara Pembukaan Sampul I yang sekurangkurangnya memuat: a. tanda tangan anggota Pokja ULP dan wakil peserta yang hadir atau saksi yang ditunjuk oleh Pokja ULP bila tidak ada saksi dari peserta. 7. serta memaraf sampul II termasuk sampul penarikan. Salah satu anggota Pokja ULP bersama 1 (satu) saksi memaraf sampul I asli yang bukan miliknya. keterangan lain yang dianggap perlu. dan penambahan untuk sampul II. daftar barang yang diimpor. Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada). Apabila setelah ditunda 2 (dua) jam. 13. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (seperti Pra RK3K. 17. 11. Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan kecuali untuk peserta yang terlambat memasukkan penawaran. apabila dokumen dimaksud telah disusuli dokumen dengan sampul bertanda “PENARIKAN”. Dokumen Penawaran yang telah masuk tidak dibuka. jumlah Dokumen Penawaran yang masuk. b. ”PENGUBAHAN”. d. apabila dipersyaratkan). surat penawaran yang di dalamnya mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi tidak mencantumkan penawaran biaya. 9. dan menunjukkan dihadapan peserta mengenai kelengkapan sampul I. ”PENGGANTIAN”. memeriksa. Berita Acara ditandatangani oleh anggota Pokja ULP yang hadir dan 2 (dua) orang saksi. Pokja ULP membuka kotak/tempat pemasukan dokumen dihadapan para peserta. dan e. d. e. tanggal pembuatan berita acara. Setelah dibacakan dengan jelas. yang meliputi: a. dan f. 7 . Pokja ULP membuka. c. Dokumen Penawaran dengan sampul bertanda “PENARIKAN”. Sampul luar Penawaran (yang berisi sampul I dan sampul II) dibuka di hadapan peserta pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. 18. c. atau ”PENAMBAHAN” harus dibuka dan dibaca terlebih dahulu. 12. maka pembukaan Dokumen Penawaran tetap dilanjutkan dengan menunjuk saksi tambahan di luar Pokja ULP yang ditunjuk oleh Pokja ULP. Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan sampul I.

maka: 1). Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap Sampul I yang meliputi: 1). Pokja ULP dan/atau PPK dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta. 20. j. penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan. d. dan/atau 2). penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah: 1). 8 . c. Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap semua penawaran berdasarkan ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan dalam dokumen pemilihan. 2).19. mengganti dan/atau mengubah isi sampul I. Pokja ULP dilarang menggugurkan penawaran dengan alasan: 1). apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/ persekongkolan) antara peserta. misalnya warna sampul dan/atau surat penawaran tidak berkop perusahaan. f. kesalahan yang tidak substansial. EVALUASI DOKUMEN SAMPUL I 1. ketidakhadiran dalam pemberian penjelasan dan/atau pembukaan penawaran. Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang hadir tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis dan Pokja ULP dapat mengunggah salinan tersebut melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh oleh peserta. i. Pokja ULP dilarang menambah. mengurangi. penyimpangan dari Dokumen Pemilihan yang mempengaruhi lingkup. penawaran teknis dan penawaran biaya. kualitas. KETENTUAN UMUM Dalam melakukan evaluasi penawaran perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. b. Pokja ULP dan/atau peserta dilarang menambah. F. e. dan 2). tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat. dan/atau 2). peserta yang terlibat dimasukan dalam Daftar Hitam baik badan usahanya maupun pengurusnya. h. Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis. syarat-syarat. dan ruang lingkup serta kualifikasi tenaga ahli yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. mengganti. penawaran dari peserta dengan persyaratan tambahan di luar ketentuan Dokumen Pemilihan yang akan menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan/atau tidak adil diantara peserta yang memenuhi syarat. Evaluasi dilakukan terhadap kelengkapan data administrasi. para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada Pokja ULP selama proses evaluasi. dan hasil/kinerja pekerjaan. mengurangi. evaluasi teknis. anggota Pokja ULP dan/atau PPK yang terlibat persekongkolan diganti dan dikenakan sanksi administrasi dan/atau pidana. evaluasi administrasi. g. dan/atau mengubah kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.

dan (4). ditandatangani oleh : (a). PokjaPokja ULP dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan peserta lainnya yang tidak terlibat yang mempunyai nilai kualifikasi teknis paling tinggi (apabila ada).3). nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. apabila tidak ada peserta lainnya sebagaimana dimaksud pada angka 3). 4). Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan evaluasi teknis. Surat kuasa (apabila dikuasakan): (1). jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. d. bertanggal. syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pemilihan dipenuhi/dilengkapi. maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis. surat kuasa ditandatangani oleh anggota kemitraan yang diwakili menurut perjanjian kerjasama. e. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. 2). maka syarat-syarat lainnya yang diperlukan agar diminta dan dievaluasi pada saat prakualifikasi dan tidak perlu dilampirkan pada sampul I. Evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi. surat penawaran : (1). Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi (gugur/tidak gugur). (2). b). untuk menghindari kesalahan-kesalahan kecil yang dapat menggugurkan penawaran. b. jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. c. (2). apabila: 1). (3). Dalam hal seleksi umum. Dalam hal kemitraan. 2. sepanjang tidak mengubah substansi penawaran. (c). kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. dokumen asli yang mengakibatkan gugurnya penawaran disimpan oleh Pokja ULP. atau (d). (b). dari direktur utama/pimpinan perusahaan. maka seleksi dinyatakan gagal. f. dan 9 . direktur utama/pimpinan perusahaan. EVALUASI ADMINISTRASI a. (3). pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. Untuk dokumentasi Pokja ULP. yang meliputi: a).

4). penilaian dilakukan sesuai pembobotan dari masing-masing unsur yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. c. penilaian dilakukan atas: 1).g. pengalaman tersebut diuraikan secara jelas dengan mencantumkan informasi: nama pekerjaan yang dilaksanakan. untuk jasa studi analisis perlu diberikan penekanan kepada pengalaman perusahaan dan pendekatan metodologi. penilaian juga dilakukan terhadap jumlah pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh peserta. 5). Pengalaman Perusahaan. kemudian membandingkan jumlah perolehan nilai dari para peserta. c). Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. pengalaman perusahaan peserta dalam melaksanakan pekerjaan sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam KAK untuk 10 (sepuluh) tahun terakhir. a. 3. 3). dalam rentang tersebut di atas didasarkan pada jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan. Unsur-unsur yang dievaluasi harus sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. Apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. maka seleksi dinyatakan gagal. dengan ketentuan: 1). d. b). d). 4). sedangkan untuk jasa supervisi dan perencanaan teknis. Evaluasi penawaran teknis dilakukan dengan cara memberikan nilai angka tertentu pada setiap kriteria yang dinilai dan bobot yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. Dokumen penawaran teknis dan penawaran biaya bagi penawaran yang dinyatakan gugur administrasi dapat diambil kembali oleh peserta yang bersangkutan. lokasi. penetapan bobot yang digunakan untuk masing-masing unsur. 2). acuan yang digunakan untuk pembobotan sebagai berikut: a). pemberi tugas. yang menunjukkan kinerja perusahaan peserta yang 10 . pengalaman perusahaan (10 – 20 %)*). h. disamping untuk mengukur pengalaman juga dapat dipergunakan untuk mengukur kemampuan/kapasitas peserta yang bersangkutan dalam melaksanakan tugasnya. dan waktu pelaksanaan (menyebutkan bulan dan tahun). b. pengalaman kerja di Indonesia dan/atau di lokasi proyek mendapat tambahan nilai. *) Bobot masing-masing unsur sebagaimana yang telah ditetapkan pada kriteria evaluasi dalam dokumen pemilihan. pendekatan dan metodologi (20 – 40 %)*). 2). kualifikasi tenaga ahli (50 – 70 %)*). lingkup dan data pekerjaan yang dilaksanakan secara singkat. penekanan lebih diberikan kepada kualifikasi tenaga ahli. nilai. Jumlah (100 %). unsur-unsur pokok yang dinilai adalah: pengalaman perusahaan. EVALUASI TEKNIS. serta kualifikasi tenaga ahli. pengalaman perusahaan peserta harus dilengkapi dengan referensi dari pengguna jasa. 3). pendekatan dan metodologi.

pengalaman manajerial dan fasilitas utama. pengalaman melaksanakan di lokasi proyek/kegiatan. penilaian dilakukan atas: 1). dan laporan-laporan. c). penilaian terutama meliputi: ketepatan menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap mengacu kepada persyaratan KAK. f. apresiasi terhadap inovasi. konsistensi antara metodologi dengan rencana kerja. seperti sertifikat ahli arsitek yang dikeluarkan oleh Ikatan Arsitek Indonesia. 2). c). b). pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan sejenis. dibuktikan dengan salinan ijazah. sub unsur yang dinilai antara lain: a). b). jadwal pekerjaan. jangka waktu pelaksanaan laporan-laporan yang disyaratkan. kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. penilaian dilakukan atas: 1). sertifikat keahlian/profesi yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang mengeluarkan. pemahaman perusahaan peserta atas lingkup pekerjaan/jasa layanan yang diminta dalam KAK. dan pengenalan lapangan. Bagi tenaga ahli yang diusulkan sebagai pemimpin/wakil pemimpin pelaksana pekerjaan (team leader/co team leader) dinilai pula pengalaman sebagai pemimpin/wakil pemimpin tim. pengalaman kerja profesional seperti yang disyaratkan dalam KAK. kualitas metodologi. atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi. organisasi. antara lain: a). tingkat pendidikan. b). dan hasil kerja. dan kebutuhan fasilitas penunjang. c). tanggapan terhadap KAK khususnya mengenai data yang tersedia. uraian tugas. spesifikasi teknis. sesuai dengan keahlian/profesi yang disyaratkan dalam KAK. sub unsur yang dinilai pada tenaga ahli. e. 11 . program kerja. lingkup serta jasa konsultansi yang diperlukan (aspek-aspek utama yang diindikasikan dalam KAK). Pendekatan dan Metodologi. d). d). persyaratan.bersangkutan selama 10 (sepuluh) tahun terakhir. penilaian terutama meliputi: pengertian terhadap tujuan proyek/kegiatan. orang bulan (person-month) tenaga ahli. jenis keahlian serta jumlah tenaga ahli yang diperlukan. yaitu lulusan perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah lulus ujian negara atau yang telah diakreditasi. perhitungan teknis. penilaian meliputi antara lain: analisis. gambar-gambar kerja. hasil kerja (deliverable). Kualifikasi Tenaga Ahli. fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. Sub unsur yang dinilai. didukung dengan referensi dari pengguna jasa. 2). antara lain: a). kualitas metodologi. jadwal penugasan. peserta yang mengajukan gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK diberikan nilai lebih. tenaga ahli yang diusulkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan jenis keahlian. kebutuhan jumlah orang bulan. pemahaman atas sasaran/tujuan. pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. serta jumlah tenaga yang telah diindikasikan di dalam KAK.

g. aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara. tanggal dibuatnya Berita Acara. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis termasuk alasan ketidaklulusan peserta. pernyataan bahwa seleksi gagal apabila tidak ada penawaran yang memenuhi syarat. 7). h. situasi.d). Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Hasil Evaluasi Sampul I yang palingsedikit memuat: 1). Personil yang menguasai/memahami aspek-aspek tersebut di atas diberikan nilai lebih tinggi. jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. Apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka seleksi dinyatakan gagal. bahasa setempat. keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu mengenai pelaksanaan seleksi. nilai evaluasi teknis diurutkan mulai dari nilai tertinggi. dinyatakan gugur. nama seluruh peserta. ambang batas nilai teknis. dan 8). 12 . Bagi penyedia jasa yang nilainya di bawah nilai ambang lulus. 5). 3). lain-lain: penguasaan bahasa Inggris. i. dan kondisi (custom) setempat. j. Ambang Lulus (passing grade) Nilai ambang lulus dengan rentang 60 – 75 atau ditentukan lain oleh Pokja ULP dengan memperhatikan tingkat kesulitan teknis dan kompleksitas pekerjaan ditetapkan oleh Pokja ULP dalam dokumen seleksi. Bagi penyedia jasa yang nilainya sama atau di atas nilai ambang lulus. Hasil evaluasi teknis harus melewati ambang batas nilai teknis (passing grade) yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. aturan. 4). bahasa Indonesia (bagi konsultan Asing). 6). dimasukkan dalam peringkat teknis. 2).

Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi menetapkan Peringkat Teknis untuk nilai seleksi di atas Rp10. Penetapan peringkat teknis disusun sesuai dengan urutannya dan harus memuat: a. Data pendukung yang diperlukan untuk menetapkan peringkat teknis adalah: a. dan e. Nomor Pokok Wajib Pajak. ULP membuat Surat Penetapan Urutan Peringkat Teknis berdasarkan Berita Acara Evaluasi Penawaran Administrasi dan Teknis. dengan ketentuan: a. BAPP.00 (sepuluh miliar rupiah). 3. usulan penetapan urutan peringkat teknis peserta ditembuskan kepada PPK dan APIP K/L/D/I.00 (sepuluh miliar rupiah) setelah mendapat usulan dari Pokja ULP. c.000. b.000. 2. dan d. b. maka Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi atau Kepala Daerah secara tertulis memerintahkan evaluasi ulang atau menyatakan seleksi gagal. apabila Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi tidak setuju dengan usulan Pokja ULP. PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS 1. ambang batas nilai teknis. Berita Acara Evaluasi Sampul I. nilai teknis. 4. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis. nama peserta serta nilai teknis yang diperoleh. yang sekurang-kurangnya memuat: a. 13 . Dokumen Pemilihan beserta adendum (apabila ada).000.BAB III PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS A.000. nama dan alamat peserta. B. c. Dokumen Penawaran dari peserta dengan peringkat teknis terbaik dan peringkat teknis terbaik ke 2 dan ke 3 yang telah diparaf anggota Pokja ULP dan 2 (dua) wakil peserta. b. c. Untuk penetapan peringkat teknis dalam hal ULP permanen belum terbentuk maka pengaturan dan kewenangan penetapan pemenang diatur oleh masingmasing K/L/D/I. untuk nilai sampai dengan Rp10. PENGUMUMAN PERINGKAT TEKNIS Pokja ULP memberitahukan penetapan peringkat teknis kepada seluruh peserta. b. dan d. serta diumumkan di website K/L/D/I dan ditempel papan pengumuman resmi untuk masyarakat.000.000. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis (kelulusan/penjelasan ketidaklulusan). d. nama paket pekerjaan dan nilai paket pekerjaan. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

6. 4. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). d. surat penawaran biaya yang di dalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan biaya penawaran. 8. Pokja ULP melakukan Koreksi Aritmatik terhadap penawaran biaya. Sampul II dibuka di hadapan peserta yang diundang pada waktu dan tempat sesuai undangan. sanggahan dan/atau sanggahan banding terbukti tidak benar. kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga satuan. Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran biaya dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. tanggal. dan waktu pembukaan sampul II. Pokja ULP menyampaikan undangan kepada peserta dengan peringkat teknis terbaik yang lulus ambang batas nilai teknis untuk menghadiri acara pembukaan sampul II dengan ketentuan: a. apabila ada perbedaan penulisan nilai penawaran biaya antara angka dan huruf maka nilai yang diakui adalah nilai hasil Koreksi Aritmatik. Undangan mencantumkan tempat. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (apabila ada). dan harga satuan pada surat penawaran tetap dibiarkan kosong. UNDANGAN PEMBUKAAN PEMBUKAAN SAMPUL II 1. 5. atau c. tidak ada sanggahan dari peserta. masa sanggah dan/atau masa sanggah banding berakhir. harus dilakukan pembetulan. Pokja ULP membuka kotak/tempat pemasukan Dokumen Penawaran dihadapan peserta yang diundang. dengan ketentuan: a. b. rincian penawaran biaya yang terdiri dari: 1) rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). Total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu anggaran tidak menggugurkan penawaran sebelum dilakukan negosiasi biaya. dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II A.BAB IV UNDANGAN. 2. hari. c. dan 2) rincian Biaya Langsung Non Personil (direct reimbursable cost). B. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan sampul II menunjukkan 3. c. memeriksa dan menunjukkan dihadapan peserta yang diundang mengenai kelengkapan sampul II yang meliputi: a. b. rekapitulasi penawaran biaya. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II 1. Unsur-unsur yang perlu diteliti dan dinilai dalam evaluasi penawaran biaya dilakukan terhadap: a. 7. 14 . Pokja ULP membuka. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain. tanda pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP. b. 2.

c. Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang diundang tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. f.80.40. Pada saat menyusun Dokumen Pemilihan. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). kewajaran penugasan tenaga pendukung. PBn = penawaran biaya di atasnya. kewajaran penugasan tenaga ahli. catatan: pembobotan nilai/skor teknis dan biaya sesuai dengan bobot yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. acuan yang digunakan untuk pembobotan sesuai dengan rentang sebagai berikut: . nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor tertinggi. dan 4) biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. 13.bobot penawaran biaya antara 0. c. 9. besaran usulan biaya dan biaya terkoreksi. Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan sampul II.b. kelengkapan isi sampul II. 2) penugasan tenaga ahli. d. . menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran teknis dan nilai penawaran biaya terkoreksi dengan cara perhitungan sebagai berikut: NILAI AKHIR = {Nilai/skor Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis} + {Nilai/skor Penawaran Biaya Terkoreksi x Bobot Penawaran Biaya}. 3) penugasan tenaga pendukung. keterangan lain yang dianggap perlu. Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Pembukaan dan Hasil Evaluasi Sampul II yang sekurang-kurangnya memuat: a.bobot penawaran teknis antara 0. NBn = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya yang di atasnya. dengan ketentuan sebagai berikut: a. e. 12. 11. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: NBt = (PBt / PBt) x 100 NBn = (PBt / PBn) x 100 dimana : NBt = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya terendah. nama peserta. b.20 sampai 0. d.60 sampai 0. 15 . maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas dalam Berita Acara. b. PokjaULP melakukan perhitungan kombinasi teknis dan biaya. tanggal dibuatnya Berita Acara. sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang lain secara proporsional. 10. PBt = penawaran biaya terendah. kesimpulan tentang kewajaran: 1) biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration).

dan hal ini dicatat dalam Berita Acara. f). c). b). Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. nilai/skor penawaran: (1). 16 . biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). tanggal pembuatan berita acara. kesimpulan tentang kewajaran: (1). g). e). maka penentuan peringkat peserta didasarkan pada perolehan nilai teknis yang lebih tinggi. (2).14. besaran usulan biaya dan biaya terkoreksi. biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). tanda tangan anggota Pokja ULP dan wakil peserta. dan (4). h). (3). Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih peserta mendapatkan nilai gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya yang sama. keterangan lain yang dianggap perlu. dan (2). 15. nama dan alamat peserta. penugasan tenaga ahli. biaya d). penugasan tenaga pendukung. teknis. 16. PokjaULP membuat dan menandatangani Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya yang sekurang-kurangnya memuat: a). nilai/skor gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya.

d. dan 6. Dokumen Penawaran dari peserta dengan nilai kombinasi terbesar/tertinggi dan nilai kombinasi terbesar/tertinggi ke 2 dan ke 3 yang telah diparaf anggota pokja ULP dan 2 (dua) wakil peserta.000. b. Data pendukung yang diperlukan untuk menetapkan pemenang adalah: a. c. Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama dengan peserta lain. nama dan alamat peserta. ULP membuat Surat Penetapan Pemenang Seleksi yang memperoleh nilai kombinasi penawaran teknis dan penawaran biaya yang terbesar/tertinggi berdasarkan Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya untuk nilai sampai dengan Rp10. usulan penetapan urutan penetapan pemenang peserta ditembuskan kepada PPK dan APIP K/L/D/I. 2. 2. ditanda tangani oleh : a. dengan tembusan kepada PPK. Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya. Penetapan pemenang seleksi disusun sesuai dengan urutannya dan harus memuat: a. BAPP. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi membuat Surat Penetapan Pemenang untuk nilai seleksi di atas Rp10.000.000. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Untuk penetapan pemenang dalam hal ULP permanen belum terbentuk maka pengaturan dan kewenangan penetapan pemenang diatur oleh masing-masing K/L/D/I. dengan ketentuan: a. dan nilai gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING 1.000. e. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi. penawaran biaya setelah dikoreksi aritmatik. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING A. 4. direktur utama/ pimpinan perusahaan. Penetapan pemenang seleksi terdiri dari 1 (satu) pemenang dan paling banyak 2 (dua) pemenang cadangan yaitu peserta lain yang mendapatkan nilai kombinasi tertinggi berikutnya. 17 .000. 5. disertai bukti terjadinya penyimpangan.00 (sepuluh miliar rupiah) setelah mendapat usulan dari ULP.00 (sepuluh miliar rupiah). dan APIP K/L/D/I. b. 3.BAB V PENETAPAN PEMENANG SELEKSI. B. nama paket pekerjaan dan nilai paket pekerjaan. PENETAPAN PEMENANG PEMENANG 1.000. PENGUMUMAN. Dokumen Pemilihan beserta adendum (apabila ada). b. Peserta dapat menyampaikan sanggahan secara tertulis atas penetapan pemenang kepada Pokja ULP dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman pemenang. apabila Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi tidak setuju dengan usulan ULP. maka Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi secara tertulis memerintahkan evaluasi ulang atau menyatakan seleksi gagal. c.

9. Jawaban sanggahan banding bersifat final. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. Apabila sanggahan dinyatakan benar maka Pokja ULP menyatakan seleksi gagal. Pokja ULP wajib memberikan jawaban tertulis atas semua sanggahan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima surat sanggahan. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi wajib memberikan jawaban secara tertulis atas semua sanggahan banding paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah surat sanggahan banding diterima. 6. penerima kuasa dari direktur utama/ pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. c. APIP K/L/D/I 8. 7. dengan tembusan kepada PPK. 4. Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama dengan peserta lain apabila terjadi penyimpangan prosedur meliputi: a.b. atau d. Sanggahan banding menghentikan proses seleksi. Rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya persaingan usaha yang sehat. Pokja ULP. 5. 18 . Penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP dan/atau pejabat yang berwenang lainnya. Sanggahan yang disampaikan bukan dari peserta yang dimaksud angka 2 dan 3 atau disampaikan bukan kepada Pokja ULP atau disampaikan diluar masa sanggah. dan/atau c. dapat mengajukan sanggahan banding sesuai dengan substansi sanggahan secara tertulis kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima jawaban sanggahan. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti sebagai pengaduan serta tidak menghentikan proses seleksi. b. Peserta yang akan melakukan sanggahan banding harus memberikan Jaminan Sanggahan Banding yang ditujukan kepada Pokja ULP sebesar sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan dengan masa berlaku 20 (dua puluh) hari kerja sejak tanggal pengajuan sanggahan banding. 10. Sanggahan banding yang disampaikan bukan dari peserta sebagaimana yang dimaksud dalam angka 2 dan 3 atau disampaikan bukan kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi atau disampaikan dan diterima oleh Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi di luar masa sanggah banding. 11. 3. Penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden No. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan bukti otentik. Peserta sebagaimana yang dimaksud angka 2 dan 3 apabila tidak sependapat dengan jawaban sanggahan dari Pokja ULP.

3. jadwal penugasan personil. 2. b memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan peserta. UNDANGAN KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA 1. cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja. hari. tanggal. KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA Pokja ULP melakukan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya kepada peserta yang diundang dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Pokja ULP menyampaikan undangan untuk menghadiri acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya segera setelah acara pembukaan dan evaluasi sampul II selesai. Undangan mencantumkan tempat. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan untuk: a meyakinkan kejelasan teknis dan biaya. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. dengan memperhatikan kesesuaian antara bobot pekerjaan dengan tenaga ahli dan/atau tenaga pendukung yang ditugaskan. B. Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi terutama: a b c d e f g h lingkup dan sasaran jasa konsultansi. kualifikasi tenaga ahli. jadwal pelaksanaan pekerjaan.BAB VI KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI. organisasi pelaksanaan. SERTA PEMBUATAN BAHS A. program alih pengetahuan. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan oleh Pokja ULP dengan: a b direktur utama/pimpinan perusahaan. 19 . c d 2. atau pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. dan waktu klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. dan fasilitas penunjang. serta mempertimbangkan kebutuhan perangkat/fasilitas pendukung yang proporsional guna pencapaian hasil kerja yang optimal.

11. 7. 10. Klarifikasi dan negosiasi terhadap biaya tenaga pendukung (tenaga teknik dan penunjang/administrasi). Klarifikasi dan/atau negosiasi dilakukan untuk memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan penyedia jasa. 1 (satu) hari kerja dihitung minimal 8 (delapan) jam kerja. maksimum 3. sekretaris. Klarifikasi dan negosiasi terhadap unit biaya personil dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. atau manajer kantor.2 (tiga koma dua) kali gaji dasar yang diterima oleh tenaga ahli tetap dan/atau maksimum 2. maka total penawaran biaya dapat diterima sepanjang tidak melebihi pagu anggaran.4.5 (dua koma lima) kali penghasilan yang diterima oleh tenaga ahli tidak tetap berdasarkan perhitungan dari daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. Aspek-aspek biaya yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi terutama: a b c kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya. Negosiasi biaya dilakukan terhadap total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu anggaran. 5. b unit biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran dengan ketentuan sebagai berikut: 1) 2) 1 (satu) bulan dihitung minimal 22 (dua puluh dua) hari kerja. volume kegiatan dan jenis pengeluaran. Apabila personil tenaga ahli yang ditawarkan tidak memenuhi persyaratan dalam KAK maka penyedia jasa diwajibkan mengganti personil tersebut pada saat klarifikasi dan negosiasi sehingga dapat memenuhi persyaratan yang diminta dalam KAK. 20 . agar didapatkan total penawaran biaya hasil negosiasi yang memenuhi HPS. 6. Harga satuan yang dapat dinegosiasikan yaitu Biaya Langsung Non-Personil yang dapat diganti (direct reimbursable cost) dan/atau Biaya Langsung Personil (remuneration) yang dinilai tidak wajar berdasarkan ketentuan pada angka 8. Apabila hasil evaluasi sampul II serta klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya tidak ditemukan hal-hal yang tidak wajar. dengan ketentuan: a biaya satuan dari biaya langsung personil. tanpa mengurangi kualitas penawaran teknis. seperti: tenaga survey. 8. 9. dilakukan berdasarkan harga pasar tenaga pendukung tersebut. dan biaya satuan dibandingkan dengan biaya yang berlaku di pasaran.

hasil klarifikasi dan negosiasi. hasil evaluasi penawaran administrasi dan nilai evaluasi teknis. metoda evaluasi yang digunakan. yang selanjutnya dilakukan proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 1 dan seterusnya. C. rumus yang dipergunakan. Apabila klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dengan peserta yang memiliki peringkat teknis terbaik pertama. 14. maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang peserta yang memiliki peringkat teknis ketiga dan lulus ambang batas nilai teknis (apabila ada) untuk menghadiri acara pembukaan sampul II. BAHS harus memuat hal-hal sebagai berikut: a b c d nama semua peserta seleksi yang ikut prakualifikasi. nama peserta seleksi yang masuk Daftar Pendek. 21 e f g h i j k l . Apabila klarifikasi dan negosiasi dengan peserta yang memiliki peringkat teknis terbaik tidak menghasilkan kesepakatan. 2. pagu anggaran dan HPS. keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu mengenai hal ikhwal pelaksanaan seleksi. yang selanjutnya dilakukan proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 1 dan seterusnya. maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang peserta yang memiliki peringkat teknis kedua dan lulus ambang batas nilai teknis (apabila ada) untuk menghadiri acara pembukaan sampul II. 13. dan tanggal dibuatnya Berita Acara. BAHS bersifat rahasia sampai dengan penunjukan Penyedia Jasa Konsultansi. jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. dan ketiga yang lulus ambang batas nilai teknis tidak menghasilkan kesepakatan maka seleksi dinyatakan gagal. BAHS merupakan kesimpulan hasil seleksi yang dibuat oleh Pokja ULP dan ditandatangani oleh paling kurang seperdua dari jumlah anggota Pokja ULP.12. Apabila dalam klarifikasi dan negosiasi dengan peringkat teknis kedua tidak menghasilkan kesepakatan. PEMBUATAN BERITA ACARA ACARA HASIL SELEKSI (BAHS) 1. biaya penawaran dan biaya penawaran terkoreksi dari peserta seleksi yang memiliki peringkat teknis tertinggi. 3. 15. unsur-unsur yang dievaluasi. kedua. Pokja ULP membuat Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi.

Dalam hal PPK tidak bersedia menerbitkan SPPBJ karena tidak sependapat atas penetapan pemenang. ULP menyampaikan BAHS kepada PPK sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ). 5.4. maka ULP memberitahukan kepada PA/KPA untuk diputuskan. 22 .

BAB VII SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

A. SELEKSI GAGAL

1. Pokja ULP menyatakan seleksi gagal, apabila:
a b

jumlah peserta yang lulus prakualifikasi kurang dari 5 (lima); seluruh peserta yang masuk sebagai Calon Daftar Pendek tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi; jumlah peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga); apabila dalam evaluasi penawaran terjadi persaingan usaha yang tidak sehat; tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; sanggahan dari peserta atas pelaksanaan seleksi ternyata benar terhadap : 1) penyimpangan ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kualifikasi atau Dokumen Pemilihan; dan/atau 2) kesalahan substansi Dokumen Pemilihan.

c d e f

g

pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2, tidak hadir dalam klarifikasi teknis dan negosiasi biaya; atau klarifikasi teknis dan negosiasi biaya dengan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 tidak menghasilkan kesepakatan.

h

2. KPA menyatakan seleksi gagal, apabila:
a

KPA sependapat dengan PPK yang tidak bersedia menandatangani SPPBJ karena pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010;

b

pengaduan masyarakat atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan Pokja ULP dan/atau PPK, ternyata benar;

c

pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri dari penunjukan pemenang; pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dari pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 ternyata benar; Dokumen Pemilihan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010; pelaksanaan seleksi tidak sesuai atau menyimpang dari Dokumen Pemilihan; atau
23

d

e

f

g

pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

3. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi menyatakan seleksi gagal, apabila:
a

sanggahan banding dari peserta atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, PPK dan/atau Pokja ULP, ternyata benar; atau

b

pengaduan

masyarakat

atas

terjadinya

KKN

dan/atau

terjadinya

penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, ternyata benar. 4. Setelah seleksi dinyatakan gagal, maka Pokja ULP memberitahukan kepada seluruh peserta. 5. Setelah pemberitahuan adanya seleksi gagal, maka Pokja ULP meneliti dan menganalisis penyebab terjadinya seleksi gagal, untuk menentukan langkah selanjutnya, yaitu melakukan:
a b c d

evaluasi ulang; penyampaian ulang Dokumen Penawaran; seleksi ulang; atau penghentian proses seleksi.

B. TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

1. KPA, PPK dan/atau Pokja ULP melakukan evaluasi penyebab terjadinya seleksi gagal, antara lain :
a b c

kemungkinan terjadinya persekongkolan; adanya persyaratan yang diskriminatif; persyaratan kualifikasi perusahaan dan/atau kualifikasi tenaga ahli terlalu tinggi atau mengarah pada penyedia tertentu; total nilai pagu anggaran terlalu rendah; nilai dan/atau ruang lingkup pekerjaan terlalu besar; atau kecurangan dalam pengumuman.

d e f

2. Apabila dari hasil evaluasi penyebab terjadinya seleksi gagal, mengharuskan adanya perubahan Dokumen Pemilihan, maka seleksi diproses seperti seleksi baru. 3. Pokja ULP menindaklanjuti seleksi gagal dengan ketentuan sebagai berikut:
a

melakukan pengumuman ulang prakualifikasi apabila: 1) jumlah peserta yang lulus prakualifikasi kurang dari 5 (lima). Dilakukan untuk mencari peserta baru selain peserta yang telah lulus penilaian kualifikasi. Peserta yang sudah lulus penilaian kualifikasi tidak perlu
24

dilakukan penilaian kembali, kecuali ada perubahan Dokumen Kualifikasi; atau 2) jumlah peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga) dan tidak ada lagi peserta yang lulus penilaian kualifikasi pada urutan berikutnya. Apabila masih terdapat peserta lain yang lulus penilaian kualifikasi, maka peserta tersebut diundang untuk memasukan Dokumen Penawaran;
b

apabila seluruh peserta yang masuk sebagai Calon Daftar Pendek tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi, maka Pokja ULP: 1) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta kecuali peserta yang tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi, untuk memasukkan kembali persyaratan kualifikasi; dan/atau 2) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru.

c

apabila dalam evaluasi penawaran terjadi persaingan usaha yang tidak sehat, maka dilakukan evaluasi ulang atau pengumuman ulang untuk mengundang peserta baru selain peserta yang telah memasukkan penawaran. Peserta yang terlibat dimasukkan dalam Daftar Hitam;

d

melakukan seleksi ulang, apabila: 1) semua penawaran biaya terkoreksi yang disampaikan peserta melampaui pagu anggaran; 2) tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; dan/atau 3) pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

e

apabila seleksi gagal karena sanggahan dari peserta dan/atau pengaduan masyarakat atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peratuan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kualifikasi atau Dokumen Pemilihan ternyata benar, maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat, kemudian: 1) mengundang ulang semua peserta untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi, teknis dan biaya); dan 2) PA, KPA, PPK dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat, dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

f

apabila seleksi gagal karena sanggahan dari peserta terhadap Dokumen Pemilihan yang tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun
25

apabila yang memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). baik badan usaha beserta pengurusnya. dan 3) memberikan sanksi kepada peserta yang tidak hadir/mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diterima. atau 2) mengundang peserta lain dan mengumumkan kembali untuk mendapatkan peserta baru yang memenuhi syarat supaya mengajukan penawaran. h apabila seleksi gagal karena tidak tercapai kesepakatan dengan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 dalam acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. maka Pokja ULP: 26 . g apabila seleksi gagal karena pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 tidak hadir dalam acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya atau mengundurkan diri dari penunjukan pemenang. dilakukan Seleksi ulang dengan mengumumkan kembali dan mengundang peserta baru selain peserta lama yang telah masuk dalam daftar peserta. PPK dan anggota Pokja ULP tidak terlibat KKN. dilakukan seleksi ulang dengan cara sebagai berikut: 1) mengundang peserta yang memenuhi syarat untuk menyampaikan penawaran harga yang baru.2010 dan/atau sanggahan dari peserta atas kesalahan substansi Dokumen Pemilihan ternyata benar. atau 2) mengundang peserta lain dan mengumumkan kembali untuk mendapatkan peserta baru yang memenuhi syarat supaya mengajukan penawaran. apabila yang memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). maka setelah memperbaiki Dokumen Pemilihan. dengan cara memasukan ke dalam Daftar Hitam. KPA. diatur ketentuan sebagai berikut: 1) apabila PA. i apabila seleksi gagal karena pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dari pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 ternyata benar. apabila yang memenuhi syarat sama dengan atau lebih dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). apabila yang memenuhi syarat sama dengan atau lebih dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). dilakukan seleksi ulang dengan cara sebagai berikut : 1) mengundang peserta yang memenuhi syarat untuk menyampaikan penawaran harga yang baru.

maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat KKN. 4. kemudian: a) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta yang tidak terlibat KKN. 2) apabila PA. dan/atau b) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru. KPA. 27 . apabila hasil penelitian dan pemeriksaan mengarah kepada terjadinya KKN. untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi. teknis dan harga). 5) PA.a) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta yang tidak terlibat KKN. dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. PPK dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat KKN. Apabila seleksi ulang mengalami kegagalan. maka Pokja ULP: a) meneliti kewajaran penawaran dengan cara memeriksa rincian Biaya Langsung terdekat. untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi. b) memeriksa dokumentasi yang mendukung adanya KKN. dalam hal peserta yang memenuhi syarat hanya 1 (satu). b 5. baik badan usaha beserta pengurusnya. maka : a anggaran dikembalikan ke negara dalam hal waktu sudah tidak mencukupi. dan b) pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 3) dalam hal Pokja ULP menemukan indikasi kuat adanya KKN diantara para peserta. dan/atau b) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru. dan c) menghentikan proses seleksi. PPK dan/atau anggota Pokja ULP terlibat KKN. 4) peserta yang terlibat KKN dikenakan sanksi : a) dimasukkan dalam daftar hitam. Apabila dalam seleksi ulang pesertanya kurang dari 3 (tiga). atau proses seleksi dilanjutkan seperti proses Penunjukan Langsung. dalam hal peserta yang memenuhi syarat hanya 2 (dua). maka : a Personil dan Biaya Langsung Non-Personil serta membandingkan dengan biaya-biaya untuk pekerjaan sejenis yang proses seleksi dilanjutkan dengan melakukan negosiasi biaya. teknis dan harga). KPA.

c 28 .b dapat dilakukan seleksi kembali dengan terlebih dahulu melakukan pengkajian ulang Dokumen Pemilihan. atau PA/KPA mengusulkan perubahan alokasi dananya (revisi anggaran) untuk pekerjaan lain.

2. maka Pengadaan Pekerjaan Jasa Konsultansi dapat dibatalkan dan Penyedia Jasa tidak dapat menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun. 29 . harus dicantumkan dalam Pengumuman/Dokumen Pemilihan bahwa seleksi ini dilakukan sebelum Dokumen Anggaran disahkan. 3. Kewajiban menyimpan dan memelihara Dokumen Pemilihan PPK maupun Penyedia berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara semua dokumen yang digunakan dan terkait dengan pelaksanaan selama umur konstruksi tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun. apabila dana dalam dokumen anggaran yang telah disahkan tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dalam DIPA/DPA Tahun Anggaran.BAB VIII LAINLAIN-LAIN 1. b. Larangan memberikan ganti rugi PA/KPA/PPK/Pokja ULP dilarang memberikan ganti rugi kepada peserta seleksi bila penawarannya ditolak atau seleksi dinyatakan gagal. Seleksi Mendahului Persetujuan DIPA/DPA Tahun Anggaran Dalam hal pengumuman seleksi mendahului persetujuan DIPA/DPA Tahun Anggaran maka : a.

6.LAMPIRAN 1. 2. CONTOH KRITERIA EVALUASI TEKNIS CONTOH PENILAIAN TEKNIS KONSULTAN PT. SISTEM EVALUASI KUALITAS DAN BIAYA BIAYA 30 . XYZ CONTOH PENILAIAN GABUNGAN TEKNIS DAN BIAYA BIAYA CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBUKAAN PENAWARAN CONTOH FORMAT BERITA ACARA HASIL SELEKSI UNTUK PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI DENGAN PRAKUALIFIKASI. METODE DUA SAMPUL. 3. 5. 4.

................ CONTOH KRITERIA EVALUASI TEKNIS PENGADAAN JASA KONSULTANSI: ...................1................... Pokja ………………………………..................………… Pokja ULP...................... Satuan Kerja..................................................................................................... Tahun Anggaran ……… 31 ............................

............. Maksud dan tujuan Pedoman ini disusun dalam rangka memberikan panduan kepada Pokja ULP agar dalam melakukan penilaian dan evaluasi usulan teknis pekerjaan jasa konsultansi diperlakukan sama terhadap semua penawar. Rincian sub unsur............ Cara Evaluasi a........................ Unsur yang dievaluasi dan persentase bobot masing-masing unsur ditentukan sebagai berikut: 1) Pengalaman Perusahaan 10% 2) Pendekatan & Metodologi 20% 3) Kualifikasi Tenaga Ahli 70% Jumlah 100% b.......... NIP.............................. 3................. ..................... pembobotan dan penilaian untuk masing-masing sub unsur ditentukan dalam lembar pedoman evaluasi terlampir................... ………………………….... 1.......... 2.. Nilai ambang lulus adalah 75......... Ditetapkan di Pada tanggal : ……………………………… : ……………………………… Pokja ULP Ketua …………………………………......................PENGADAAN PENGADAAN JASA KONSULTANSI: KONSULTANSI: ............ 32 .

dan ketentuan penilaian sub unsur: a). dll. misal: dalam KAK Perencanaan Saluran Tersier. didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsurpengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan] 3) Sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama.d 9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 c). dan kualifikasi tenaga ahli 70 %: b PengalamanPerusahaan:10% 1) Sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis*). dengan bobot sub unsur35 %. pengalaman perusahaan 10%. didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis] *)Kegiatan yang sejenis adalah : kegiatan yang hampir sama atau mendekati dengan yang ditentukan dalam KAK. 2) Sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan. Memiliki ≥ 20 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b). Memiliki ≤ 9 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas. Memiliki ≤ 9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas. Memiliki ≥ 20 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b).d 19 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 75 c). Memiliki ≤ 9 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas. dengan bobot sub unsur 20 %. kegiatan yang sejenis adalah: Perencanaan Saluran Drainase.d 19 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 75 c).Memiliki 10 s.] 33 .Memiliki 10 s.Memiliki 10 s.dan ketentuanpenilaiansub unsur: a).1. dan ketentuan penilaian sub unsur: a). Memiliki ≥ 20 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b). Cara Penilaian : Pengisian Evaluasi Penawaran dalam Lembar Data Pemilihan (LDP): a bobot unsur yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. pendekatan dan metodologi: 20%. didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama =NILAI BOBOT sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. dengan bobot sub unsur 25%.

4) Sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. diberi nilai: 50 (c) apabila tidak menyajikan. dan ketentuan penilaian sub unsur : a). Memiliki ≥ 20 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai:100 b). apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama.] 2). Sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.] c Pendekatan dan Metodologi:30 % 1). diberi nilai : 50 c). 34 . diberi nilai: 80 b). dan ketentuan penilaian sub unsur: a). apabila tidak menyajikan. diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas.diberi nilai : 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Sub unsur hasil kerja (deliverable). didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur kualitas metodologi =NILAI BOBOT sub unsur kualitas metodologi] 3). diberi nilai: 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.dengan bobot sub unsur 20%. didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. diberi nilai: 0 dari uraian diatas. Sub unsur kualitas metodologi. dengan bobot sub unsur 40%.dengan bobot sub unsur 20%.diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. dengan bobot sub unsur 20 %. Memiliki ≤ 9 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 dari uraian diatas.d 9 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10(sepuluh) tahundiberi nilai:75 c). apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.diberi nilai:50 (c) apabila tidak menyajikan. didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur hasil kerja(deliverable) = NILAI BOBOT sub unsur hasil kerja (deliverable)]. memiliki 10 s.

< tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK. dengan bobot sub unsur 50 %. didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. dengan bobotsub unsur 10%. apabila melampirkan referensi dan dapat dibuktikan 35 . diberi nilai: 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a).] Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur x bobot unsur Pendekatan dan Metodologi = NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI. dengan bobot sub unsur 10 %. ≥ tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK. Sub unsur tingkat pendidikan.dan ketentuan penilaian sub unsur: (a).] 5). Sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaranyang diinginkan dalam KAK. diberi nilai: 50 (c) apabilatidak menyajikan. diberi nilai: 80 (b) Apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. diberi nilai:50 (c) apabila tidak menyajikan. Sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK. d Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli: 70 % (1). dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. dengan bobot sub unsur 30%. diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. diberi nilai: 50 [Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur tingkat pendidikan = NILAI BOBOT sub unsur tingkat pendidikan]. (2). dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. diberi nilai: 100 (b).4). diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK. Dukungan referensi: i.

apabila melampirkan referensi namun tidak benar. 36 . terkait. (d). memiliki ≥ 5 tahun pengalaman kerja professional diberi nilai: 100 ii. (b). menunjang. diberi nilai:100 ii. posisi: i. diberi nilai:50 iv. tidak sesuai.diberinilai:50 iii. maka pengalaman kerja diberikan penilaian. (iii) Terkait adalah:……… [deskripsikan dengan jelas terkait dengan KAK]. diberi nilai:75 iii. (ii) Menunjang adalah:…………[deskripsikan dengan jelas menunjang KAK]. Nilai jangka waktu pengalaman kerja profesional: *) i. (e). (ii) Tidak sesuai adalah :…………[deskripsikan dengan jelas tidak sesuai dengan KAK]. Memiliki < 3 Tahun pengalaman kerja professional. Perhitungan bulan kerja x nilai lingkup pekerjaan X nilai posisi = jumlah bulan kerja professional. sesuai. apabila tidak ada referensi maka tidak diberikan penilaian. diberi nilai : 50 (h). memiliki 3 < x < 5 tahun pengalaman kerja professional. diberi nilai :75 iii. maka penawaran digugurkan dan peserta dikenakan Daftar Hitam. (c). yang dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam IKP. sesuai. Nilaitotal seluruh jumlah bulan kerja professional dibagi angka 12 = jangka waktu pengalaman kerja professional (g). iii. Perhitungan bulan kerja tenaga ahli. lingkup pekerjaan yang: (i) sesuai adalah:…………deskripsikan dengan jelas disesuaikan dengan KAK]. ii. Lingkup pekerjaan: i. posisiyang: (i) sesuai adalah: ………… [deskripsikan dengan jelas disesuaikan dengan KAK]. Nilai jangka waktu pengalaman kerja professional yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK. (f). diberi nilai: 100 ii.dengan menghubungi penerbit kebenarannya referensi.

dan seterusnya (6). dan ketentuan penilaian sub unsur : (a). diberi bobot = 40 (c). (4). situasi. Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis : bobot nilai 35 % a. Nilai 1 (Satu) Orang Tenaga Ahli X bobot tenaga ahli = NILAI BOBOT tenaga ahli. penguasaan Bahasa Indonesia bagi konsultan asing. diberi nilai: 25 (b). Sub unsur lain-lain yang dibutuhkan dalam KAK. Total NILAI BOBOT seluruh tenaga ahli X bobot unsur Kualifikasi Tenaga Ahli = NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI. Sub unsur sertifikat keahlian/profesi keteknikan (engineering). dan ketentuan penilaian sub unsur: (a). diberi nilai: 0 (c). diberi nilai: 25 (d). memiliki. Aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara. Tenaga Ahli 1 (Team Leader). Tidak memiliki. Nilai Evaluasi Teknis = NILAI PENGALAMAN PERUSAHAAN + NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI + NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI 2. diberi nilai:100 (b). aturan. (5). Total nilai yang didapatkan X bobot sub unsur lain-lain = NILAI BOBOT sub unsur lain-lain. Contoh Penilaian Ambang batas nilai teknis (passing grade) yang ditentukan dalam Dokumen Pemilihan: 60 A. Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur ((1)+(2)+(3)+(4))= NILAI 1 (SATU) ORANG TENAGA AHLI. dengan bobot sub unsur10 %. Penguasaan bahasa asing. penguasaan bahasa setempat. nilai yang didapatkan X bobot sub unsur sertifikat keahlian/profesi = NILAI BOBOT sub unsur sertifikat keahlian/profesi.(3). memiliki ≥ 20 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 35/100 = 37 . diberi bobot = 60 (b). diberi nilai:25 (e). evaluasi Pengalaman Perusahaan Contoh: bobot nilai 10% Pengalaman perusahaan menangani pekerjaan sebagai berikut: Pembobotan (Contoh): Sub unsur yang dinilai antara lain: 1). diberi nilai:25 (c). dan kondisi (custom) setempat. Tenaga Ahli 2 (Ahli Jalan). [apabila tenaga ahli yang dinilai lebih dari 1(satu) maka setiap tenaga ahli harus diberi bobot] Bobot tenaga ahli: (a). dengan bobot sub unsur 10%.

memiliki < 9 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20 /100 = 10 4).d 19 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 35/100 = c.d 19 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 20 /100 = 15 c. memiliki ≥ 20 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 25 /100 = b. Kapasitas perusahaan dgn memperhatikan jumlah TA tetap : bobot nilai 20 % a. memiliki 10 s. 30 paket. memiliki 10 s. nilai 100 38 . Pengalaman Melaksanakan di lokasi kegiatan/di Indonesia : bobot nilai 25 % a. memiliki 10 s.d 19 tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 20/100 = 15 c.b.d 19 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 25 /100 = c. memiliki 10 s. memiliki <9 tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100 = 10 Contoh Perhitungan: PT. XYZ dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir pernah melaksanakan pekerjaan sebagai berikut : • Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis (35%). memiliki ≥ 20 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 20 /100 = 20 b. Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama : bobot nilai 20 % (pengalaman manajerial meliputi pengalaman perusahaan sebagai lead firm dan memiliki fasilitas utama) a. memiliki <9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 35/100 = 2). memiliki ≥ 20 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 20 /100 = 20 b. memiliki < 14 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 25/100 = 3).

menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100 = 10 c. XYZ adalah: (100x35/100) + (100x25/100) + (75x20/100) + (100x 20/100) = 35 + 25 + 15 + 20 = 95 Bobot nilai pengalaman perusahaan = 95 x 10% = 9. 18 paket. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 20/100 = 16 b. Hasil kerja (deliverable) = 20% a. Kualitas metodologi = 20% a.5 B. nilai 100 (Kapasitas perusahaan dengan memperhatikan TA tetap dinilai terhadap TA Tetap yang digunakan/dipakai untuk melaksanakan pekerjaan pada paket kegiatan dalam kurun waktu tertentu) Perolehan nilai pengalaman perusahaan PT. Evaluasi Pendekatan Pendekatan dan Metodologi Contoh: bobot nilai 30 % Sub unsur yang dinilai 1). tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 40/100 = 0 2). nilai 100 • Pengalaman Manajerial & Fasilitas Utama (20%).Pengalaman Melaksanakan kegiatan di Indonesia (25%). menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 10/100= 8 39 . 20 TA. Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK = 40% a. fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK = 10% a. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100= 10 c. 23 paket. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 20/100 = 0 4). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 40/100 = 20 c. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai:80 nilai total bobot: 80 x 40/100 = 32 b. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 20/100= 0 3). nilai 75 • (Pengalaman Manajerial & Fasilitas Utama yang dinilai adalah pengalaman manajerial untuk melaksanakan pekerjaan pada paket kegiatan dalam kurun waktu tertentu) • Kapasitas perusahaan dengan memperhatikan TA tetap (20%). menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai:80 nilai total bobot: 80 x 20/100= 16 b.

sebagai berikut : 1). Nilai pengalaman tenaga ahli : (1) Waktu pengalaman: a. Pendidikan (30%) Contoh: Bobot nilai 30% Pendidikan yang dinilai adalah S1.b. Gagasan baru (10%) nilai 80 Bobot nilai yang diperoleh adalah: (80x40/100)+(80x20/100)+(80x20/100)+(50x10/100)+(80x10/100) = 32 + 16 + 6 + 5 + 8 = 67 Bobot nilai pendekatan dan metodologi = 67 x 20/100 = 13.4 C. Pengalaman Tenaga ahli pekerjaan sejenis dgn referensi atau copy kontrak Contoh: Bobot nilai 60% Penilaian dilakukan untuk tenaga ahli yang mempunyai referensi. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 10 /100 = 5 c. S2. Gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diminta dalam KAK = 10% a. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 10 /100 = 8 b. S3 atau setingkat. Hasil kerja (deliverable) (20%) nilai 80 4). Pendidikan dibawah S1 tidak dinilai Penilaian: • S1/S2 sesuai KAK = 100 • S1/S2 tidak sesuai KAK = 50 2). fasilitas pendukung (10%) nilai 50 5). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 10 /100= 5 c. Evaluasi Kualifikasi Tenaga Ahli Contoh: Bobot nilai 70% 1). Kualitas Metodologi (20%) nilai 80 3). MSc dengan data 40 . tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 10/100 = 0 Contoh Perhitungan: PT. a). Pemahaman atas jasa layanan (40%) nilai 80 2). Tidak boleh terjadi tumpang tindih (overlap). Badi. pendekatan & metodologi atas dokumen seleksi menurut penilaian Pokja ULP. bila terjadi overlap yang dihitung hanya salah satu. XYZ. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 10/100 = 0 5).

Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. maka pengalaman kerja yang dihitung adalah total bulannya dikurangi1(satu)bulan. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. maka panitia sepakat untuk menghitung = 25% x 24 bulan = 6 bulan karena tidak sesuai dengan ketentuan dokumen seleksi. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. Total pengalaman tenaga ahli Ir. maka bulan yang overlap dihitung satu kali). 1 Januari 1993 – 1 Mei 1993 = 2 bulan Perhitungan dimulai dari bulan Januari 1993 sampai dengan Maret 1993 Dari pengalaman (a) dan (b) terjadi overlap selama 3 bulan pada bulan Maret. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis secara lengkap tanggal. 1 Maret 1993 – 1 Maret 1996 = 36 bulan Perhitungan dimulaidari bulan Maret 1993 sampai dengan Maret 1996. MSc dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan tahun 2002 – 2003 Karena hanya disebutkan tahun tanpa dirinci bulannya. Paruli dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman dicantumkan bulan 10 Juni 2008 – 10 Desember 2008 PokjaPokja ULP menghitung jumlah bulan secara penuh = 6 bulan karena disebutkan tanggal bulan dan tahun dengan rinci c. dan Mei 1993. d. Badi. April.1 = 5 bulan. MSc dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan bulan Juni 2001 – November 2001 Karena hanya disebutkan bulan tanpa dirinci tanggalnya. Badi. 41 . Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis tahunnya saja (tanpa tanggal dan bulan). (b). b.maka pengalaman kerja akan dihitung secara penuh (kecuali bila terjadi overlap.pengalaman sebagai berikut: (a). Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis bulan dan tahunnya saja (tanpa tanggal). bulan. maka pengalaman kerja yang dihitung hanya 25% dari total bulannya. maka panitia dapat untuk menghitung jumlah bulan dikurangi 1 (satu) = 6 bulan . dan tahunnya. MSc = 38 bulan. Pengalaman (b) yang diakui hanya 2 bulan. Badi.

maka panitia sepakat untuk menghitung = 25% x 12 bulan = 3 bulan karena tidak sesuai dengan ketentuan dokumen seleksi. dinilai • Tidak sesuai. dinilai • Terkait.Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. dinilai Posisi /jabatan dalam proyek • Sesuai dengan posisi/jabatan sebelumnya. situasi dan kondisi setempat. dinilai =1 = 0. dinilai • Menunjang.50 3). c). Bahasa Inggris (bila diwajibkan) Contoh: Bobot nilai 5% • Baik sekali = 100 • Baik = 50 • Sedang = 25 b). atas tata cara. Contoh dalam KAK diperlukan babarapa tenaga Ahli: • Ketua tim (pengalaman 5tahun) = 60% • Ahli Jalan dan Jembatan (pengalaman 5 tahun) = 40% 42 . Paruli dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan tahun 1993 – 1993 Karena hanya disebutkan tahun tanpa dirinci bulannya. aturan. Lain-lain ( misal penguasaan bahasa Inggris. nilai 0-100(tenaga ahli Indonesia). Pengalaman luar negeri (bila diperlukan) Contoh: Bobot nilai 5% Di negara berkembang • Jumlah pengalaman 0-5 tahun.50 = 0. dll) Contoh: Bobot nilai 10% a). Kesesuaian lingkup pekerjaan dan posisi Lingkup Kegiatan • Lingkup sesuai dengan syarat KAK. nilai 0-40 (tenaga ahli asing) Di Indonesia • Jumlah pengalaman 0-5 tahun.25 =1 = 0. nilai 0-60 (tenaga ahli asing) • Jumlah pengalaman 0-5 tahun.

2 0.35 0.25 0.00 NILAI TOTAL (6) 35 25 15 20 95 NAMA PERUSAHAAN : No. (1) 1. 3.2.1 0. (1) 1. 4.0 85.5 13. CONTOH PENILAIAN TEKNIS KONSULTAN PT.9 NAMA PERUSAHAAN : No. maka dalam klarifikasi dan negosiasi teknis serta biaya untuk diganti dengan TA yang sesuai KAK atau yang lebih tinggi EVALUASI PENGALAMAN PERUSAHAAN PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT. 2.20 0.4 63. ITEM (2) Pengalaman perusahaan Pendekatan dan metodologi Kualifikasi tenaga ahli *) Jumlah CATATAN *): • Dalam hal Penilaian teknis terhadap perusahaan yang lulus pasing grade tetapi terhadap penilaian kualifikasi TA dinilai kurang dari yang ditentukan dalam KAK. 2.7 1 NILAI TOTAL (5) 9. XYZ NILAI (3) 95 67 90 BOBOT (4) 0. XYZ HASIL EVALUASI TEKNIS PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN (2) Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis Pengalaman Melaksanakan kegiatan di Indonesia Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama Kapasitas perusahaan dgn memperhatikan jumlah TA tetap Jumlah 43 . 3.20 1. XYZ JUMLAH PAKET/TA (3) 30 paket 23 paket 18 paket 20 paket NILAI (4) 100 100 75 100 BOBOT (5) 0.

EVALUASI PENDEKATAN DAN METODOLOGI PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT.40 0. XYZ NILAI 3 95 82. 3. 1 1. 5. 2. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN 2 Ketua Tim Ahli Jalan dan Jembatan Jumlah 44 .10 NILAI TOTAL (5) 32 16 16 5 NAMA PERUSAHAAN : No.60 0. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN (2) Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK Kualitas metodologi Hasil kerja (deliverable) fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK Gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diminta dalam KAK Jumlah 80 0.10 8 1.40 1.00 77 EVALUASI KUALIFIKASI TENAGA AHLI PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT. 2.20 0. 4. (1) 1. XYZ NILAI (3) 80 80 80 50 BOBOT (4) 0.00 NILAI TOTAL 5 57 33 90 NAMA PERUSAHAAN : No.20 0.5 BOBOT 4 0.

6 1.0 1. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 PERIODE DARI .0 Referensi Pengalaman Kerja TA 6 V 1.5 5 0 6 3 36 2 67.0 1.0 1.SAMPAI 2 Feb-08 Aug-08 10 May-07 10 Nov-07 1 Mar-06 30 Jun-06 28 Jun-04 16 Ags-04 15 Jul-03 25 Ags-03 2002 2003 Jun-01 Nov-01 Aug-99 Jan-00 Apr-98 Nov-98 Jun-97 Dec-97 1 Mar-93 1 Mar -96 1 Jan-93 1 Mei 93 BLN 3 6 6 4 1.0 V 1.0 1.75 1.5 1.0 LINGKUP 5 T T T S S M S S S S S S 0.0 1.62 5.0 1.0 V 1.0 1.0 V 1.0 0.5 0.Pokja ULP Pusat Pembinaan Penyelenggaraan Konstruksi Pengadaan Jasa Konsultansi : Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Perundang-Undangan Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2011 Nama Perusahaan Nama Personil Posisi yg diusulkan A.33 4.43 BL 5.0 V 1. Badi.0 1.0 1.5 1.0 V 1. PENGALAMAN KERJA PROFESIONAL No.0 1.6 1.0 0.0 X 0 V 1.0 V 1. MSc Ketua Tim S2 Sesuai KAK NILAI 100 CONTOH POSISI/ JABATAN 4 S S S S S S S S S TS S S 1.0 V 1. 67.0 V 1.0 1.62 TH 100 50 PERSYARATAN KAK 5 TAHUN TOTAL NILAI = Sertifikasi : M/TM URAIAN PENDIDIKAN PENGALAMAN SERTIFIAT KEAHLIAN KEMAMPUAN BAHASA NILAI TOTAL Memiliki NILAI 100 100 100 50 100 BOBOT% 30% 50% 10% 10% 100% BAHASA Baik NILAI X BOBOT 30 50 10 5 95 Keterangan: Posisi: S = sesuai TS = tidak sesuai Lingkup: S = sesuai M = menunjang T = terkait Sertifikat: M = Memiliki TM = Tidak memiliki 45 .0 V 1.0 1.33 6 5 5 6 6 36 2 : : : : PT XYZ Ir.0 1.0 JUMLAH 7 3 3 2 1.5 0.0 1.0 1. PENDIDIKAN B.

0 LINGKUP 5 T T T S S M S S S S S 0.5 0.0 1.0 X 0 V 1.0 1.75 1.0 X 0 JUMLAH 7 3 3 2 1.87 TH 75 50 PERSYARATAN KAK 5 TAHUN TOTAL NILAI = Sertifikasi : M/TM URAIAN PENDIDIKAN PENGALAMAN SERTIFIAT KEAHLIAN KEMAMPUAN BAHASA NILAI TOTAL Memiliki NILAI 100 75 100 50 100 BOBOT% 30% 50% 10% 10% 100% BAHASA Baik NILAI X BOBOT 30 37. 46.3 6 5 5 12 14 3 : : : : PT XYZ Ir.0 0.0 1.0 V 1.0 1.0 V 1.5 5 0 12 14 0 46.0 Referensi Pengalaman Kerja TA 6 V 1.0 V 1.0 1.0 1.5 Keterangan: Posisi: S = sesuai TS = tidak sesuai Lingkup: S = sesuai M = menunjang T = terkait Sertifikat: M = Memiliki TM = Tidak memiliki 46 .5 1.0 1.0 1.0 1.0 V 1. PENDIDIKAN B. Paruli Ahli Jalan dan Jembatan S1 Sesuai KAK NILAI 100 CONTOH POSISI/ JABATAN 4 S S S S S S S S S S S 1.0 1.0 V 1.6 1.0 1.3 4.6 1. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 PERIODE DARI .0 1.5 0.0 1.4 BL 3.0 V 1.Pokja ULP Peningkatan Jalan Nasional Pengadaan Jasa Konsultansi : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2011 Nama Perusahaan Nama Personil Posisi yg diusulkan A.0 V 1.0 1.5 10 5 82. PENGALAMAN KERJA PROFESIONAL No.0 1.SAMPAI 2 Mar-09 Sep-09 10 Jun-08 10 Des-08 1 Feb-07 30 Mei-07 28 Jul-04 16 Sep-04 15 Jun-03 25 Jul-03 2001 2002 Jun-00 Nov-01 Aug-98 Jan-99 1 Mar-95 1 Mar -96 1 Jan-94 1 Mei 95 1993 1993 BLN 3 6 6 4 1.

25 = 20.25 Nilai usulan teknis ke 3 penawaran adalah: Bobot teknis : a).9 90. PT.75 = 60. dan PT.75 = 68.82 81.455 = 88.82 x 0. CONTOH PENILAIAN GABUNGAN TEKNIS DAN BIAYA Perbandingan bobot teknis : biaya = 0. PT. PT. XYZ Nilai usulan biaya ke 3 penawaran adalah: Bobot biaya a).25 = 25.00 x 0. XYZ = 68. PT.00 + 25. XYZ = 110 jt 90/110 x 100 = 81. PT. ABC = 100 jt 90/100 x 100 = 90.00 90. 47 .50 = 86. PT.ABC dan PT. ABC = 63.175 b).75 : 0.25 = 22. XYZ = 90. GHI = 90 jt 90/90 x 100 =100.00 x 0.50 c).00 Usulan untuk penetapan calon pemenang: PT. GHI sebagai Calon Pemenang Cadangan II.75 + 22. PT.175 + 20.00 Nilai akhir kombinasi teknis dan biaya adalah: a).3. PT. GHI = 80*) 80 x 0.00 *) Perhitungan PT.00 = 85. GHI sama dengan perhitungan PT.9 x 0.00 100.75 c).75 = 63. PT.455 b).25 c). PT. ABC = 85*) 85 x 0. XYZ sebagai Calon Pemenang. GHI = 60.63 b). ABC sebagai Calon Pemenang Cadangan I.

. Rapat dibuka oleh Pokja pada jam ................................... 2...........termasuk di dalamnya antara lain: Metode pemilihan...................-........ Risalah Rapat : a........ b.....-... 4.. …………………............................. yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Pokja ULP. Pada hari ini ............................. Panitia membacakan dan menjelaskan tentang isi Dokumen Pemilihan.. c...........Cara penyampaian Dokumen Penawaran.... Pokja ................ Tahun..................... tanggal .............. [diisi sesuai dengan hasil rapat penjelasan yang dilakukan Pokja]............................. sekaligus diadakan tanya jawab yang akan tercantum dalam Risalah tanya jawab........... 1... nomor ..... *) 48 ................ Bulan ........................................... Wakil-wakil Perusahaan Calon Penyedia Jasa ...4..... akan dituangkan dalam perubahan/addendum dokumen pemilihan...................... (................. telah mengadakan Rapat Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) untuk Paket Pekerjaan sebagai berikut: Nama Paket Pekerjaan: Uraian Singkat Pekerjaan: Rapat dipimpin oleh: ... 5. 3....... [diisi rincian perubahan substansi dokumen pemilihan (jika ada)] b................... Jika terdapat perubahan substansi dokumen. Tanggal ..... yang di undang untuk mengikuti penjelasan (Aanwijzing).dst....... ........ Peserta Rapat:Daftar Hadir Terlampir Rapat dihadiri oleh: a........................ CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PELELANGAN/SELEKSI PELELANGAN/SELEKSI (AANWIJZING) Nomor : ...... ......... Para anggota Pokja ...) bertempat di ........ Risalah Tanya Jawab : Pertanyaan dari peserta: Pertanyaan Jawaban No Nama Perusahaan 1 2 Perubahan substansi dokumen (jika ada) a. b..............

........ ............. Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota SAKSI-SAKSI 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 1....................... Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP) ini dibuat dengan penuh rasa tanggung jawab untuk dipergunakan sebagaimana mestinya....... Keterangan: *) Adendum (jika ada) dibuat terpisah dari berita acara pemberian penjelasan 49 ... dan dapat juga diunduh dari K/L/D/I............................) rangkap....................(........................... 3................... 5.... tanggal ............[diisi nama paket pekerjaan] 7...................... 1 .............................. 2.................. ……………. 8. .. 6.. Hasil peninjauan lapangan (jika diperlukan): ........……………………...................................Selanjutnya Pokja menawarkan kepada peserta siapa yangbersedia sebagai wakil peserta untuk menandatangani Berita Acara Pemberian Penjelasan dan menyepakati bahwa: Nama : …………………………… dari PT/CV ………………………………………… dan Nama : …………………………… dari PT/CV ………………….... Berita Acara Pemberian Penjelasan dapat diambil pada hari .......................................................... Berita Acaraserta Addendum akan disampaikan kepada seluruh peserta mulai hari ........ 2. ........ 1............................................... sebagai wakil peserta untuk menandatangani Berita Acara Pemberian Penjelasan paket ............ .......................................................... 9..... Pokja menutup rapat pemberian penjelasan (Aanwijzing) pada jam . 10........... tanggal ........ ……………… Kelompok Kerja (Pokja) ...................... ............................. 2 ..... ...... pukul ............ 4.......... dibuat ............................. ........... Berita Acara Pemberian Penjelasan untuk paket ......

........ 4......... (................ telah mengadakan acara Pemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran untuk Pengadaan Jasa Konsultansi………….................... Dalam Acara Pemasukan danPembukaan Dokumen Penawaran diperoleh hasil sebagai berikut : 1.. Peserta yang menjadi saksi 2 (dua) orang yaitu dari : PT......... WIB...5...... Pokja …………...................... Nama : ....... .... Demikian Berita Acara ini dibuat dengan penuh tanggung jawab.... ……………......... pukul …………... Yang memasukkan dokumen penawaran ……....... tanggal …………......... Hasil Pembukaan Penawaran Sebagai Berikut: No (1) Nama Perusahaan (2) Sampul I Administrasi Teknis (3) (4) Sampul II*) (5) Keterangan (6) Catatan: Kolom (3)....... Jumlah dokumen penawaran yang lengkap ....... Kolom (5) tidak dibuka pada saat pembukaan penawaran Sampul I............) penyedia jasa.)... PT.......... yang selanjutnya dalam Berita Acara ini disebut Pokja............ AcaraPemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran ditutup pada pukul .. CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBUKAAN PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN KOP SURAT SATUAN KERJA BERITA ACARA PEMASUKAN DAN PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN UNTUK PENGADAAN JASA KONSULTANSI Nomor : ………….... 2......... ……………… PokjaPokja ULP…………………………… 50 ...............(4)... Nama : .. diisi sesuai yang disyaratkan dalam dokumen pemilihan... untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya..... tanggal …………............ ..........................tahun …………....bulan …………................ yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Pokja ULP nomor …………................ 3. Pada hari ini ………….. bertempat di …………................ ( ....... (………………...) dan jumlah dokumen penawaran yang tidak lengkap .....

............. 5....... Ketua merangkap Anggota Sekretarismerangkap Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 6……………… 7……………… WAKIL DARI PENYEDIA JASA No......... . 4..1.............. ... ... 3..................... Nama Jabatan Tanda Tangan 51 ............. 6..... .............. 2.. ............................. .......................... 7.............. .....

. dst 52 dan mengambil dokumen kualifikasi NAMA PERUSAHAAN ALAMAT. CONTOH FORMAT BERITA ACARA HASIL SELEKSI UNTUK PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI DENGAN PRAKUALIFIKASI. sesuai ketentuan). Metode Penyampaian Dua Sampul. Pokja/Pejabat Pengadaan mencatat nama pendaftar. b. melalui: a. tanggal……………….. Surat Kabar ……………… tanggal ……… (jika diperlukan. 2. NOMOR TELEPON KETERANGAN . Pengumuman Prakualifikasi Pengumuman ………… Nomor: ………….6. tanggal …………. No 1 2 . Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Kualifikasi Pendaftaran dimulai tanggal ………… sampai dengan tanggal ………… [pada tahap pendaftaran. METODE DUA SAMPUL. s. Metode Evaluasi Kualitas dan Biaya dengan hasil sebagai berikut: 1. tanggal…………. c. Website K/L/D/I dan Portal Pengadaan Nasional tanggal …………………. SISTEM EVALUASI KUALITAS DAN BIAYA KOP SURAT POKJA BERITA ACARA HASIL EVALUASI SELEKSI PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI NOMOR : …………………… Nama Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Satminkal Satuan Kerja PPK Kelompok Kerja Sumber Dana Tahun Anggaran Harga Perkiraan Sendiri Jangka waktu pelaksanaan Metode Pemilihan Metode Penyampaian Metode Evaluasi : : : : : : : : : : : : : ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… (termasuk PPN 10%) ……………………… Prakualifikasi Dua Sampul Kualitas dan Biaya Pada hari ini ………… tanggal ………… bulan ………… tahun ………… kami yang bertanda tangan dibawah ini Pokja ULP berdasarkan Surat Keputusan ULP Nomor: ………… tanggal ………… telah melaksanakan Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi dengan Seleksi Umum Prakualifikasi.d. untuk keperluan korespondensi] Penyedia jasa yang mendaftar sebanyak……(……) perusahaan. nomor faksimili dan/atau alamat email pihak yang dapat dihubungi.. Papan Pengumuman Resmi ……………. nama dan alamat perusahaan serta nomor telepon.

.. Pembukaan dan Evaluasi Dokumen Kualifikasi a.. PT/CV..... 3... Penyampaian/Pemasukan Dokumen Kualifikasi a... 1) Jumlah dokumen kualifikasi yang dievaluasi = …… (...... Pemberian penjelasan dilaksanakan pada tanggal………bertempat di ……… b..... yaitu .. PT/CV... PT/CV..... Penilaian persyaratan kualifikasi dilakukan terhadap pemenuhan persyaratan kualifikasi........ Peserta yang terlambat memasukkan dokumen kualifikasi : ………… (…………) perusahaan... No 1 2 .. Batas akhir waktu pemasukan dokumen kualifikasi : Hari …… Tanggal ……… Jam ………… : website K/L/D/I b.......... PT/CV... 3.. Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) Kualifikasi (jika diperlukan) a.. dst NAMA PERUSAHAAN ALAMAT DAN NOMOR TELEPON KETERANGAN d.3.. yaitu dokumen kualifikasi: 1.. 2..... 2... [diisi sesuai persyaratan kualifikasi yang ditetapkan dalam dokumen kualifikasi]. PT/CV.) dokumen kualifikasi.. 5...dst 2) Jumlah dokumen kualifikasi yang dinyatakan gugur/tidak = …… (.... Penyampaian BAPK termasuk Adendum Dokumen Kualifikasi (jika diperlukan) Salinan BAPK termasuk Adendum Dokumen Kualifikasi (jika diperlukan) dapat diambil oleh peserta pada tanggal ... Jumlah peserta yang hadir sebanyak……………… (…………) perusahaan......... yaitu lulus..... b.... yaitu: dokumen kualifikasi: 1...... Peserta Dokumen kualifikasi : ………… (…………) perusahaan.......... Tempat yang memasukkan c.) dokumen kualifikasi.... melalui website K/L/D/I. 6..) dokumen kualifikasi. Evaluasi dilakukan terhadap dokumen kualifikasi........ Berita Acara Penjelasan Kualifikasi (BAPK) nomor ………… tanggal ……… (jika diperlukan).......dst 3) Jumlah dokumen kualifikasi yang dinyatakan memenuhi = …… (........... meliputi pakta integritas dan formulir isian kualifikasi. PT/CV............. 4.... yaitu syarat/lulus dokumen kualifikasi: 53 .....

. Hasil pembuktian kualifikasi untuk tiap peserta dituangkan dalam Berita Acara Pembuktian Kualifikasi (terlampir) Alasan gugur/tidak lulus dan tidak termasuk Daftar Pendek masing-masing peserta adalah sebagai berikut : a.. tanggal ………….. tanggal…………… Jumlah peserta yang keberatan atas penetapan hasil prakualifikasi dan menyampaikan sanggahan = . 7 (tujuh) peserta 9. Penetapan Daftar Pendek (short list).. ………………dst 8........ yaitu: NO 1 2 ..... b.. (.. Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan Peserta yang termasuk dalam Daftar Pendek diundang untuk mengambil dokumen pemilihan.. tanggal………… s.) sanggahan Ringkasan sanggahan sebagai berikut: No 1 2 .. Sanggahan yang dinyatakan benar = ... dst 11.. Pembuktian Kualifikasi dan Pembuatan Berita Acara Pembuktian Kualifikasi Pembuktian terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen atau legalisir dan meminta salinannya...... PT/CV.. 5 (lima)............. Website K/L/D/I tanggal …………………… dan Portal Pengadaan Nasional.. 2.. Papan Pengumuman Resmi ……………..... s......d..dst 7... Pengumuman Hasil Kualifikasi Pengumuman Hasil Kualifikasi ………… Nomor: …………............ Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan disampaikan melalui ……………… dengan tanda bukti terlampir... 3.. …………………… b...) sanggahan Sanggahan yang dinyatakan tidak benar = .(............. dst NAMA PERUSAHAAN ALAMAT NPWP KETERANGAN min.. 10.... 54 NAMA PERUSAHAAN MATERI SANGGAHAN JAWABAN SANGGAHAN KETERANGAN .) peserta...... melalui: a.. tanggal………………... …………………… c. Sanggahan Kualifikasi [diisi jika ada sanggahan] Masa sanggah hasil kualifikasi mulai tanggal …………….) peserta.... PT/CV....... Peserta yang dinyatakan masuk dalam Daftar Pendek sebanyak…… (.......... maks..1..d.... PT/CV.(.....

12. dan Dokumen Pemilihan...... Penyedia jasa yang terlambat memasukkan dokumen penawaran NAMA PERUSAHAAN ALAMAT DAN NOMOR TELEPON KETERANGAN : ………… (…………) perusahaan. Hasil evaluasi penawaran sebagai berikut: a. Penyampaian BAPP termasuk Adendum Dokumen Pemilihan (jika ada) Salinan BAPP termasuk Adendum Dokumen Pemilihan (jika ada) dapat diambil oleh peserta pada tanggal . yaitu penawaran: .. Waktu b.. Peserta yang memasukkan : ………… (…………) perusahaan. Pemberian penjelasan dilaksanakan pada tanggal……… bertempat di ………… b. 13. Tempat : ……………………………… Peserta yang mengambil dokumen pemilihan sebanyak………(……) perusahaan... Waktu : Hari ……… Tanggal ……… Jam ……… b. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Penawaran (Sampul I dan Sampul II) waktu pemasukan a. Batas Dokumen Penawaran : Hari ……… tanggal ……… Jam …… : website K/L/D/I. dst e. Tempat : ………… Berita Acara Pembukaan Penawaran No ………… tanggal ……… (terlampir).. Tempat c.. Jumlah peserta yang hadir sebanyak………………… (…………) perusahaan.. Evaluasi Administrasi Evaluasi administrasi hanya dilakukan pada hal-hal yang tidak dinilai pada penilaian kualifikasi. 14. melalui website K/L/D/I. Unsur-unsur yang dievaluasi meliputi kelengkapan persyaratan yang diminta dalam dokumen pemilihan. b.. 15. Penawaran yang dievaluasi Jumlah penawaran yang dievaluasi 55 = …… (.. 1).) penawaran. Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul I (Administrasi dan Teknis) Penawaran dinyatakan ditutup pada hari ………… tanggal ………… Jam ………… Pembukaan penawaran dilakukan pada: : Hari ……… Tanggal ………… Jam ……… a. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (BAPP) No………… tanggal ……… (terlampir).. 16. Evaluasi Dokumen Penawaran Sampul I (Administrasi dan Teknis) Evaluasi penawaran dengan berpedoman pada ketentuan peraturan yang berlaku..Pengambilan Dokumen Pemilihan dilakukan pada: a. Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) a. Dokumen Penawaran No 1 2 . d..

.. PT/CV........ Evaluasi teknis dengan sistem nilai: (a) Persyaratan teknis minimal yang harus dipenuhi sesuai dengan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan.... [diisi sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan].... dst Jumlah penawaran yang dinyatakan gugur/tidak lulus = …… (........... 2.......... 2..... yaitu PT/CV......... [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan ] iii.. 1)...... (b) Unsur-unsur yang dievaluasi: i......... 2. dengan kesimpulan................ 4. dst....1... PT/CV. 3... jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV…………..... [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan] (c) Nilai ambang batas lulus persyaratan teknis = . Evaluasi Teknis.. PT/CV.. dst yaitu Penjelasan gugur/tidak lulus masing-masing peserta adalah sebagai berikut : (a) PT/CV ………… dinyatakan gugur administrasi karena ………… (b) PT/CV ………… dinyatakan gugur administrasi karena ………… (c) ………… dst Hasil evaluasi administrasi terlampir. 3)..... PT/CV.... Jumlah penawaran yang dievaluasi 56 = …… (.. penawaran: 1... penawaran. Unsur pengalaman perusahaan...........) penawaran........ ... Unsur-unsur yang dievaluasi sesuai dengan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan................ terkait keraguan terhadap ………….. bobot . ………… (c) .........dst 2)....... ....................) penawaran: 1...... dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak…………..... b....... Unsur pendekatan dan metodologi.....) penawaran...... 4...... PT/CV.... bobot .............. 2).. PT/CV....... yaitu penawaran: ... Konfirmasi/Klarifikasi[dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. Unsur kualifikasi dan tenaga ahli. [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan] ii....... bobot ................................. 3...... terkait keraguan terhadap …………... 3.. PT/CV.. Penawaran yang memenuhi syarat/lulus Jumlah penawaran yang dinyatakan memenuhi = syarat/lulus administrasi …… (................... PT/CV... meliputi ......... Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi.....................

............ Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis terlampir. Konfirmasi/Klarifikasi [dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan..... 3. c.. PT/CV.............1.... PT/CV........... 17. dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak…………... 4.. Undangan nomor .......... dst Penetapan peringkat teknis terlampir........... PT/CV.) penawaran. tanggal……………….. 2.. PT/CV. ………… (c) ....... Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul II (Harga) Pembukaan penawaran Sampul II (Harga) dilakukan pada: : Hari ………… Tanggal ………… Jam ……… a... yaitu penawaran: 1...... Papan Pengumuman Resmi ……………...) penawaran............... PT/CV. PT/CV......d...... terkait keraguan terhadap …………. Website K/L/D/I tanggal …………………… dan Portal Pengadaan Nasional. ... dengan kesimpulan..... melalui: a.... . 2. Waktu b..... 3....... Peserta yang lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) dan diundang untuk memasukkan Dokumen Penawaran Sampul II sebagai berikut: NO NAMA PERUSAHAAN NPWP KETERANGAN 1 2 . tanggal………… s..... tanggal ... dst 5)................ PT/CV.................................. Jumlah penawaran yang dinyatakan tidak memenuhi = ambang batas lulus Hasil evaluasi teknis terlampir.. Jumlah dinyatakan memenuhi ambang = batas lulus …… (...... Tempat : ………… Berita Acara Pembukaan Penawaran Sampul II (Harga) nomor………… tanggal ……… (terlampir)........ 3...dst 3).......... 18.. jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV…………........ 57 ..... b.. penawaran yang 4)....... dst …… (.. dst... Pengumuman yang Lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) Pengumuman yang Lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) nomor …………..... yaitu penawaran: 1... terkait keraguan terhadap …………..... 2.. tanggal ………….. PT/CV....

. d.. 2). evaluasi sampul I (administrasi dan teknis) dan evaluasi sampul II (harga). dst. Perhitungan nilai kombinasi terbaik NO.. Unsur-unsur yang dievaluasi yaitu: …………… [diisi sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran teknis dan nilai penawaran biaya terkoreksi dengan cara perhitungan sebagai berikut: NILAI TOTAL = {Nilai/skor Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis} + {Nilai/skor Penawaran Biaya Terkoreksi x Bobot Penawaran Biaya}. nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor tertinggi. 1 2 . kewajaran penugasan tenaga pendukung (apabila ada). jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV…………. terkait keraguan terhadap …………. 20.. Koreksi Aritmatik [khusus untuk kontrak lumpsum tidak mengubah total harga penawaran] HARGA PENAWARAN TERMASUK PPN 10% PADA SAAT PEMBUKA AN NO NAMA PERUSAHAA N ( RP ) SETELAH KOREKSI ARITMATIK PERINGKAT SETELAH KOREKSI ARITMATIK KETERANGAN 1 2 .. dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak…………. Evaluasi harga dilakukan kepada penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis (Sampul I). a. kewajaran penugasan tenaga ahli. KESIMPULAN Berdasarkan hasil evaluasi kualifikasi. terkait keraguan terhadap …………..... Konfirmasi/Klarifikasi [dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. dst b. Evaluasi Dokumen Penawaran Sampul II (Harga). misal: kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration)... sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang lain secara proporsional. Hasil evaluasi harga terlampir pada Laporan Evaluasi Penawaran. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost)] c.19.. dst NAMA PERUSAHA AN NILAI HARGA BOBOT HARGA NILAI TEKNIS BOBOT TEKNIS NILAI TOTAL*) *) keterangan: 1). dengan kesimpulan ………… (c) .. maka Kelompok Kerja (Pokja) berkesimpulan dan memutuskan untuk mengusulkan calon pemenang seleksi berdasarkan peringkat terbaik adalah : 58 .

. CALON PEMENANGCADANGAN I Nama Perusahaan : …………………… Alamat Perusahaan : …………………… NPWP : …………………… Harga Penawaran terkoreksi : Rp............................. Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 6……………… 7……………… 59 ..... ........ ………………(termasuk PPN) 3..... .. 6..... .. 3....... ……………….......... CALON PEMENANG Nama Perusahaan Alamat Perusahaan NPWP Harga Penawaran terkoreksi : …………………… : …………………… : …………………… : Rp. (termasuk PPN) 2....... 5.. ………………(termasuk PPN) Demikian Berita Acara Hasil Evaluasi Seleksi ini dibuat dengan penuh rasa tanggung jawab untuk dipergunakan dalam penetapan pemenang sebagaimana mestinya.... ……………… Kelompok Kerja (Pokja) .... 2.1.......... CALON PEMENANG CADANGAN II Nama Perusahaan : …………………… Alamat Perusahaan : …………………… NPWP : …………………… Harga Penawaran terkoreksi : Rp............ .............. ........... .... ……………................ 1. 4... 7............ ..............................

.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI BUKU 11 B : Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Mei 2011 MENTERI PEKERJAAN UMUM. ttd DJOKO KIRMANTO .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful