Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul

dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM,
Menimbang : a. bahwa pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi di bidang pekerjaan umum yang memenuhi tata nilai pengadaan dan kompetitif sangat diperlukan bagi ketersediaan infrastruktur yang berkualitas sehingga akan berdampak pada peningkatan pelayanan publik; bahwa dengan telah diterbitkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, perlu pengaturan mengenai tata cara pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang jelas dan komprehensif sehingga dapat menjadi pengaturan yang efektif dalam pengadaan barang/jasa pemerintah; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Menteri;

b.

c.

Mengingat

: 1.

2.

3.

4.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3955) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2010 (Lembaran Negara RI Tahun 2010 Nomor 157); Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Nomor 64 Tahun 2000, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3957) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2010 (Lembaran Negara RI Nomor 95 Tahun 2010); Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 65 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3957); Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;
i

Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Jasa Konsultansi adalah jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). Pejabat Pengadaan adalah personil yang memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa yang melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa. Unit Layanan Pengadaan yang selanjutnya disebut ULP adalah unit organisasi yang berfungsi melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa yang ditetapkan oleh Menteri dan bersifat permanen. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum.000.Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. 3. Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 15/M-IND/PER/2/2011 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 9.000. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010. Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. 5. 8. Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya. Pekerjaan Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. Kepala Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Kasatker adalah Kuasa Pengguna Anggaran dan/atau Barang. 6. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI. 11. 5. 2. yang dimaksud dengan : 1. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009. 8. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah Pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran pemerintah. 10. 7.00 (seratus milyar rupiah). Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. mempunyai risiko tinggi. menggunakan peralatan yang didesain khusus dan/atau pekerjaan yang bernilai diatas Rp100. 6. Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. 12.000. ii . 10. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Pekerjaan Konstruksi/Jasa Konsultansi. 11. 4. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah Satuan Kerja yang menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai dari dana anggaran pemerintah. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pekerjaan Umum. 7. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. 9.

(5) Menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan para pihak yang terkait. serta menjaga kerahasiaan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa yang menurut sifatnya harus dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam Pengadaan Barang/Jasa. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat. Pasal 2 (1) Peraturan Menteri ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. Ahli Hukum Kontrak adalah seorang/pejabat ahli yang dapat memberikan pendapat terhadap Kontrak untuk pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang bernilai di atas Rp 100. (2) Bekerja secara profesional dan mandiri. Kepala Badan.000. dan Direktur Jenderal/Deputi. Inspektur Jenderal. (7) Menghindari dan mencegah penyalahgunaan wewenang dan/atau kolusi dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. 16. rabat dan berupa apa saja dari atau kepada iii . (2) Peraturan Menteri ini bertujuan agar pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi lebih operasional dan efektif. baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses Pengadaan Barang/Jasa. (6) Menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam Pengadaan Barang/Jasa. 15. tidak menawarkan atau tidak menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah. komisi. Pejabat Eselon I atau Pimpinan Unit Kerja setara Eselon I adalah Sekretaris Jenderal/Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah. golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. Pasal 4 Para pihak yang terkait dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa harus mematuhi ketentuan sebagai berikut: (1) Melaksanakan tugas secara tertib. kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan Pengadaan Barang/Jasa.000. dan (8) Tidak menerima. imbalan. disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran. (3) Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung yang berakibat terjadinya persaingan tidak sehat. Kontrak kerja konstruksi adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara Pejabat Pembuat Komitmen dengan Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. (4) Menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan tertulis para pihak. Pasal 3 Ruang lingkup berlakunya Peraturan Menteri ini adalah untuk: (1) Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang pembiayaannya baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari anggaran pembangunan pemerintah (pusat/daerah). 14.000 (seratus milyar rupiah) dan/atau yang bersifat kompleks sebelum di tandatangani oleh para pihak. (2) Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang dananya bersumber dari pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari pinjaman atau hibah dalam negeri.13.

000. h. iv . hasil perbandingan dengan Kontrak sejenis. Pasal 6 (1) Dalam rangka menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dilakukan berdasarkan metode pelaksanaan/kerja dan spesifikasi teknis dengan memperhatikan data harga pasar setempat.000 (sepuluh milyar rupiah).000 (seratus milyar rupiah) dan/atau yang bersifat kompleks sebelum di tandatangani oleh para pihak. (2) Dalam hal tidak diperoleh Ahli Hukum Kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (1).000.000. dan hasil/kinerja serta diyakini dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Pasal 8 (1) Ahli Hukum Kontrak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 yang ditunjuk untuk memberikan pendapat hukum. b. biaya Kontrak sebelumnya atau yang sedang berjalan dengan mempertimbangkan faktor perubahan biaya. dan/atau i. informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). kualitas. Pasal 7 Kontrak untuk pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang bernilai di atas Rp 100. e. baik yang dilakukan dengan instansi lain maupun pihak lain. (2) Dalam melakukan evaluasi penawaran harus berpedoman pada tata cara/kriteria yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Pasal 5 Untuk pekerjaan konstruksi yang bernilai diatas Rp 100.000. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menetapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) setelah Rencana Perkiraan Biaya yang disusun mendapat persetujuan dari Pejabat Eselon I. harus berdasarkan persetujuan para pihak.000. g.siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa. c. d. terlebih dahulu harus memperoleh pendapat Ahli Hukum Kontrak. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh asosiasi terkait dan sumber data lain yang dapat dipertanggungjawabkan.000. (9) Proses pelaksanaan pelelangan/seleksi harus segera dimulai setelah rencana kerja dan anggaran K/L/D/I disetujui DPR/DPRD sampai dengan penetapan pemenang. daftar biaya/tarif Barang/Jasa yang dikeluarkan oleh pabrikan/distributor tunggal. norma indeks yaitu tentang nilai harga terendah dan harga tertinggi dari suatu barang/jasa yang diterbitkan oleh instansi teknis terkait atau Pemerintah Daerah setempat. suku bunga berjalan dan/atau kurs tengah Bank Indonesia. penandatanganan kontrak dilakukan setelah Dokumen Anggaran disahkan. yang diperoleh berdasarkan hasil survey menjelang dilaksanakannya pengadaan dengan mempertimbangkan informasi yang meliputi: a. khusus untuk harga penawaran peserta lelang/seleksi di bawah 80% HPS wajib dilakukan evaluasi kewajaran harga dengan meneliti dan menilai konsistensi rincian/uraian Analisa Harga Satuan Pekerjaan Utama terhadap syarat teknis/spesifikasi sehingga tidak terjadi penyimpangan yang mempengaruhi lingkup. inflasi tahun sebelumnya.000 (seratus milyar rupiah) dan jasa konsultansi yang bernilai diatas Rp 10. f. perkiraan perhitungan biaya yang dilakukan oleh konsultan perencana (engineer’s estimate).

Buku PK 04 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. Buku PK 05 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak Lump Sum. 8. Buku PK 01 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. 11. Buku PK 01 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. 5. 3. Buku PK 02 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Lump Sum. 10. Pasal 9 (1) Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi meliputi : a. Buku PK 02 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Lump Sum. Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi. Buku PK 05 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak Lump Sum. 7. 9. v . Buku PK 04 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. 2. 4. 6. Buku PK 03 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan.maka pendapat hukum dapat diperoleh dari Tim Pendapat/Opini Hukum Kontrak. Buku PK 03 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan. Buku PK 06 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur (Ambang Batas) Kontrak Harga Satuan. terdiri atas : 1.

Buku PK 07 A Standar Dokumen Kualifikasi Pekerjaan Konstruksi. terdiri atas : 1. 14.12. 15. 6. 8. Buku JK 11 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan. 2. Buku JK 10 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Sum. Buku JK 13 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Harga Satuan. Buku JK 11 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan. 13. Buku JK 12 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum. Buku PK 07 B Pedoman Evaluasi Kualifikasi. vi . 9. Buku JK 09 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Harga Satuan. Buku JK 10 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Sum. 3. Buku JK 12 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum. b. Buku PK 08 Pedoman Penyusunan Dokumen Pelelangan. Buku JK 13 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Harga Satuan. Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konsultansi. 4. Buku PK 06 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur (Ambang Batas) Kontrak Harga Satuan. 5. 7. 10. Buku JK 09 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dengan Kontrak Harga Satuan.

13. petunjuk. 15. design. 17. 14. vii . Buku JK 16 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Lump Sum. produk hukum. Buku JK 19 Pedoman Penyusunan Dokumen Seleksi. 19. Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan untuk pekerjaan tunggal atau terintegrasi. kontrak Lump Sum. (3) Kontrak pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dapat menggunakan: a. survey. monitoring dan evaluasi. 21. Buku JK 14 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Lump Sum. 20. Harga Satuan. Buku JK 17 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Perseorangan. 12. Buku JK 17 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi Perseorangan. b. kajian. dan lainnya. telaah.11. dan lainnya. Kontrak Harga Satuan Jasa Konsultansi didasarkan atas input (tenaga ahli dan biaya-biaya langsung terkait termasuk perjalanan dinas) yang harus disediakan konsultan (Input based) untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR. Buku JK 14 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Lump Sum. Buku JK 16 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Lump Sum. Buku JK 15 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Harga Satuan. Buku JK 18 B Pedoman Evaluasi Kualifikasi Jasa Konsultansi. study. pedoman. Jenis pekerjaan pada kelompok ini yaitu feasibility study. (2) Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi di bidang pekerjaan umum dilaksanakan sesuai dengan Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri ini. Jenis pekerjaan pada kelompok ini yaitu supervisi/pengawasan pekerjaan fisik. manajemen kontrak. 16. evaluasi. kontrak Lump Sum Jasa Konsultansi didasarkan atas produk/keluaran (Output based) yang harus dihasilkan konsultan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR. Buku JK 18 A Standar Dokumen Kualifikasi Jasa Konsultansi. Buku JK 15 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Harga Satuan. sertifikasi. 18.

.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI BUKU 11 B : Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan .

.

. 13 BAB IV UNDANGAN... PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II... ........................... PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS………………………………………… 13 B......... 17 A.... 23 A................... PENGUMUMAN..... PEMBUATAN BERITA ACARA HASIL SELEKSI (BAHS)……………………............. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN DOKUMEN SAMPUL II .............. TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL………………………………………… 24 BAB VIII LAINLAIN-LAIN ... PENGAMBILAN....................................... UNDANGAN PEMBUKAAN SAMPUL II…………………………………… 14 B. SERTA PEMBUATAN BAHS.......... 17 BAB VI KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI.. PENGERTIAN ISTILAH………………………………………………………............ 6 F........................... 17 B. PENETAPAN PEMENANG…………………………………………………........................................... DAN EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN ....... PENGAMBILAN...................... PEMBERIAN PENJELASAN..................................................... PENGAMBILAN DOKUMEN PEMILIHAN…………………………………........................ ............. PEMBUKAAN.................................................. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS (SAMPUL I)…………………………………………………………………... SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING……………………………................... 13 A...... 19 B.............. PENYAMPAIAN/PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN………………… 5 E..................... 29 LAMPIRAN ...... UNDANGAN…………………………………………………………………3 B.................................. 2 C................ TUJUAN……………………………………………………………………........... 14 BAB V PENETAPAN PEMENANG SELEKSI.............. 36 BAB I i ......................... PENYAMPAIAN. 19 A..... 4 D............. RUANG LINGKUP……………………………………………………………2 BAB II UNDANGAN........................... 14 A.. EVALUASI DOKUMEN SAMPUL I…………………………………………..DAFTAR ISI KETENTUAN UMUM .. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING ................. PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN………………………............... .......... 3 A.............................. 21 BAB VII SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL ................... NEGOSIASI............................ 3 C.... 8 BAB III PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS . KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA……………………… 19 C............. SELEKSI GAGAL…………………………………………………………… 23 B..................... 1 A..................... UNDANGAN KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA………................. PENGUMUMAN PERINGKAT TEKNIS……………………………………..... 1 B....

.

5. terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara profesional dan dapat dilaksanakan. 10. 12. 6. yang diterbitkan oleh PPK. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. Jadwal Waktu Waktu Pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Personil Inti adalah tenaga yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan untuk melaksanakan pekerjaan. 1 . Dokumen Seleksi adalah dokumen yang ditetapkan oleh Pokja ULP yang memuat informasi dan ketentuan yang harus ditaati oleh para pihak dalam proses pengadaan jasa konsultansi. Pokja ULP (Kelompok Kerja Pokja ULP) adalah perangkat dari Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) yang berfungsi untuk melaksanakan Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi. 11. 13. Substansi Penawaran Penawaran adalah hal-hal pokok dalam penawaran yang menentukan sah atau tidaknya penawaran yang dinyatakan dalam dokumen seleksi. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. 16. PENGERTIAN ISTILAH Dalam pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini. 9. yang dimaksud dengan: 1. 3. 15. Tanggal Mulai Kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). 4. Penyedia Penyedia Jasa adalah badan usaha atau orang perorangan yang kegiatan usahanya menyediakan/melaksanakan layanan jasa konsultansi. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran pemerintah. 2. Peserta seleksi adalah penyedia jasa yang mengikuti seleksi penyedia jasa yang telah lulus prakualifikasi dan masuk dalam daftar pendek konsultan (untuk prakualifikasi) atau mendaftar dan mengambil dokumen seleksi (untuk pascakualifikasi).BAB I KETENTUAN UMUM A. 7. Pejabat Pengadaan adalah personil yang memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa yang melaksanakan Pengadaan Jasa Konsultansi. Dokumen Penawaran Penawaran adalah surat penawaran dan seluruh dokumen lampirannya termasuk dokumen kualifikasi (untuk pascakualifikasi). Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Jasa Konsultansi. 8. 14. Jasa Konsultansi adalah jasa layanan professional yang membutuhkan keahlian tertentu di berbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). Harga Perkiraan Sendiri Sendiri (HPS) adalah hasil perhitungan seluruh volume pekerjaan dikalikan dengan Harga Satuan ditambah dengan seluruh beban pajak dan keuntungan.

C. Pengadaan Jasa Konsultansi yang dananya bersumber dari pemerintah mencakup Pengadaan Jasa Konsultansi yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari pinjaman atau hibah dalam negeri. 3. TUJUAN Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini disusun dengan tujuan: 1. Untuk mendapatkan penyedia jasa yang diyakini mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik. Agar pelaksanaan pengadaan dilakukan secara efisien. 18. RUANG LINGKUP Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini digunakan untuk pelaksanaan seleksi dan evaluasi penawaran mencakup: 1. Konfirmasi adalah kegiatan meminta penegasan terhadap hal-hal yang diperlukan. B. 21. 2. 19. transparan. No. 2 .I. dan akuntabel.17. terbuka dan bersaing. Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan masa pemeliharaan berakhir. Negosiasi adalah kegiatan untuk mencapai kesepakatan teknis maupun harga untuk melaksanakan pekerjaan. efektif. 54 Tahun 2010 dalam pelaksanaan pengadaan lebih operasional. Tanggal Penyelesaian Pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama pekerjaan selesai. adil/tidak diskriminatif. dengan harga penawaran yang paling menguntungkan negara. Agar penerapan ketentuan Peraturan Presiden R. dinyatakan dalam Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh PPK. Pengadaan Jasa Konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang pembiayaannya baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari anggaran pembangunan pemerintah (pusat/daerah). 4. 20. 2. Sebagai pedoman Kelompok Kerja (Pokja) Pokja ULP dalam melaksanakan evaluasi dokumen penawaran pengadaan pekerjaan jasa konsultansi. Klarifikasi adalah kegiatan meminta penjelasan atas substansi penawaran yang kurang jelas dalam rangka evaluasi dokumen penawaran.

BAB II UNDANGAN. J. Pengambilan Dokumen Pemilihan C. tidak ada sanggahan kualifikasi dari peserta. masa sanggah kualifikasi berakhir. Pembuatan Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis G. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Penawaran E. tanggal. Peserta mengambil Dokumen Pemilihan sesuai tempat. 2. Evaluasi Administrasi 2. dan waktu pengambilan yang ditentukan dalam undangan. Pokja ULP mengundang peserta yang lulus kualifikasi dan tercantum dalam penetapan daftar pendek (short list) untuk mengambil Dokumen Pemilihan dengan ketentuan: a. PENGAMBILAN DOKUMEN PEMILIHAN 1. Undangan B. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya Q. Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul I F. Penetapan Peringkat Teknis H. Peserta yang diundang berhak mengambil Dokumen Pemilihan. Pembuatan Berita Acara Hasil Seleksi A. Pemberian Penjelasan D. waktu dan tempat pengambilan Dokumen Pemilihan. Pemberitahuan/Pengumuman Pemenang. Pemberitahuan/pengumuman Peringkat Teknis I. K. Penetapan Pemenang. P. 3. UNDANGAN 1. dan 3 . sanggahan kualifikasi terbukti tidak benar. atau c. Sanggahan banding (apabila ada sanggah banding) O. Evaluasi Teknis 3. Sanggahan (apabila ada sanggahan). Undangan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. PEMBERIAN PENJELASAN. PEMBUKAAN. Undangan mencantumkan hari. PENYAMPAIAN. 2. B. N. Undangan pembukaan dokumen sampul II. tanggal. b. PENGAMBILAN. L. DAN EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN Pokja ULP agar melakukan penelitian/pemeriksaan terhadap proses pelelangan dengan tahapan sebagai berikut : A. Evaluasi Penawaran Sampul I 1. hari. M. Pokja ULP: a memberikan Dokumen Pemilihan dalam bentuk file (softcopy) dan/atau cetakan (hardcopy) kepada peserta yang diundang. Pada tahap pengambilan Dokumen Pemilihan. Pembukaan dan evaluasi dokumen sampul II.

7. d kelengkapan yang harus dilampirkan bersama Dokumen Penawaran. h jenis kontrak yang akan digunakan. maka Pokja ULP menyampaikan keberatan PPK kepada PA/KPA untuk diputuskan. l Pra Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (Pra RK3K). 2. Pokja ULP dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan peninjauan lapangan. serta keterangan lain dituangkan dalam Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP) yang ditandatangani oleh anggota Pokja ULP dan minimal 1 (satu) wakil dari peserta yang hadir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan. i ketentuan tentang penyesuaian harga. 5. Apabila PPK tidak sependapat dengan usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada angka 9 di atas. Usaha Kecil dan koperasi kecil. 9. Seseorang dilarang mewakili lebih dari 1 (satu) perusahaan dalam pengambilan Dokumen Pemilihan. e jadwal pemasukan dan pembukaan Dokumen Penawaran. 3. Dalam pemberian penjelasan. 4. 6. pertanyaan dari peserta. f metode dan tata cara evaluasi. Apabila tidak ada satu pun peserta yang hadir atau yang bersedia menandatangani BAPP maka BAPP cukup ditandatangani oleh anggota Pokja ULP yang hadir. Pemberian penjelasan isi Dokumen Pemilihan. dihadiri oleh para peserta yang diundang. Perubahan rancangan kontrak dan/atau ruang lingkup kegiatan dan/atau kualifikasi tenaga ahli dan/atau total nilai HPS. Pemberian penjelasan dilakukan di tempat dan pada waktu yang ditentukan. perubahan substansi dokumen. harus mendapatkan persetujuan PPK sebelum dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan. jawaban dari Pokja ULP. harus dijelaskan kepada peserta mengenai: a Kerangka Acuan Kerja. Pokja ULP dilarang memungut biaya apapun kepada peserta. Apabila dalam BAPP sebagaimana dimaksud pada angka 6 terdapat halhal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung. Apabila dipandang perlu. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pemberian penjelasan menunjukkan tanda pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP 4. hasil peninjauan lapangan. 8. maka Pokja ULP menuangkan ke dalam Adendum Dokumen pemilihan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan.dapat mengunggah (upload) Dokumen Pemilihan melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh (download) oleh peserta. c cara penyampaian Dokumen Penawaran. 3. j ketentuan dan cara sub kontrak sebagian pekerjaan kepada Usaha Mikro. dan tingkat risiko pekerjaan (tinggi/sedang/kecil). apabila ada. dan: 4 . PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN 1. b C. 10. k perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (jika diperlukan). b metode pemilihan. Ketidakhadiran peserta pada saat pemberian penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. g hal-hal yang menggugurkan penawaran.

(apabila ada)). b. c. 14. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (seperti Pra Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (Pra RK3K) dan daftar barang yang diimpor. d. 5 . Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada). serta memerintahkan Pokja ULP untuk membuat dan mengesahkan Adendum Dokumen Pemilihan. 11. 2. Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan). Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan maka ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang berlaku adalah yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan awal. Pokja ULP diwajibkan untuk menyediakan salinan BAPP dan Adendum Dokumen Pemilihan (apabila ada) dan dapat mengunggah dokumen tersebut melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh oleh peserta. D. dan e. Metode penyampaian/pemasukan dan tata cara pembukaan Dokumen Penawaran harus mengikuti ketentuan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan. Peserta menyampaikan langsung Dokumen Penawaran kepada Pokja ULP sesuai jadwal yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. d. dan Pokja ULP memasukkan ke dalam kotak/tempat pemasukan. PENYAMPAIAN PENYAMPAIAN/PEMASUKAN /PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 1. surat penawaran biaya yang didalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan total biaya penawaran (masa berlaku dalam surat penawaran biaya tidak berpengaruh terhadap penawaran biaya). b. rekapitulasi penawaran biaya. meliputi: a. surat penawaran yang di dalamnya mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi tidak mencantumkan penawaran biaya. 12. Dokumen Penawaran disampaikan sebanyak 3 (tiga) rangkap. Sampul II (biaya) yang terdiri dari: a. 6.a jika PA/KPA sependapat dengan PPK. 4. Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). Dokumen Penawaran terdiri dari Sampul I dan Sampul II. b jika PA/KPA sependapat dengan Pokja ULP. terdiri dari: dokumen asli 1 (satu) rangkap dan salinannya 2 (dua) rangkap ditandai “ASLI” dan “REKAMAN”. c. Pokja ULP dapat memberikan tambahan waktu pemasukan Dokumen Penawaran. Pokja ULP memberitahukan kepada seluruh peserta untuk mengambil salinan Adendum Dokumen Pemilihan. 5. 3. dokumen penawaran teknis. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (apabila ada). Dalam Adendum Dokumen Pemilihan. Sampul I (administrasi dan teknis). e. 13. tidak dilakukan perubahan. PA/KPA memutuskan perubahan dan bersifat final.

Pokja ULP segera memberitahukan kepada peserta yang bersangkutan untuk mengambil kembali seluruh Dokumen Penawaran. Pokja ULP membuat tanda terima Dokumen Penawaran. E. 2. 10. Tidak diperkenankan mengubah tempat dan waktu batas akhir pemasukan penawaran kecuali keadaan kahar. Pokja ULP membuat daftar peserta yang memasukkan penawaran. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan Dokumen Penawaran menunjukkan tanda pengenal dan surat penugasan kepada Pokja ULP. Pada batas akhir pemasukan penawaran. “PENGGANTIAN”. 8. Ketidakhadiran peserta pada saat pembukaan Dokumen Penawaran tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. Pokja ULP menolak dokumen dari peserta yang tidak tercantum dalam Daftar Pendek (short list) yang diundang. 17. 4. maka Pokja ULP menunda pembukaan Dokumen Penawaran selama 2 (dua) jam. 16. Pokja ULP menyatakan kepada peserta bahwa saat pemasukan penawaran telah ditutup sesuai waktunya. 15. 12. apabila terlambat diterima. 11. Pengembalian Dokumen Penawaran disertai dengan bukti serah terima. Penarikan. “PENGUBAHAN” atau “PENAMBAHAN”.7. Segera setelah batas akhir penyampaian penawaran. Apabila tidak ada peserta atau hanya ada 1 (satu) peserta sebagai saksi. Pokja ULP membuka sampul luar untuk mengetahui alamat peserta. 9. menolak Dokumen Penawaran yang terlambat dan/atau sebagian tambahan Dokumen Penawaran. sesuai dengan isi sampul tanpa mengambil Dokumen Penawaran yang sudah disampaikan sebelumnya. 13. Dalam hal Dokumen Penawaran disampaikan melalui pos/jasa pengiriman. salah satu anggota pokja ULP menutup pemasukan penawaran dengan mencoret tepat di bawah daftar peserta terakhir serta membubuhkan tanda tangan. 6 . 14. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS (SAMPUL I) 1. pengubahan atau penambahan Dokumen Penawaran harus disampaikan secara tertulis dan disampul serta diberikan tanda dengan penambahan pencantuman kata “PENARIKAN”. dan b. serta membuka Dokumen Penawaran yang masuk. penggantian. Apabila terpaksa dilakukan perubahan tempat dan waktu penutupan pemasukan penawaran maka perubahan tersebut harus dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan dan disampaikan kepada seluruh peserta. Pokja ULP mencatat waktu dan tanggal penerimaan Dokumen Penawaran pada sampul luar dan memasukkan ke dalam kotak/tempat pemasukan. Dokumen Penawaran dibuka di hadapan peserta pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. Peserta dapat menyampaikan Dokumen Penawaran melalui pos/jasa pengiriman dengan ketentuan sudah diterima Pokja ULP sebelum batas akhir pemasukan penawaran dan segala risiko keterlambatan dan kerusakan menjadi risiko peserta. Untuk Dokumen Penawaran yang diterima melalui pos/jasa pengiriman: a. Pokja ULP menolak semua dan/atau sebagian tambahan Dokumen Penawaran yang masuk setelah batas akhir pemasukan penawaran. 3. maka sampul penutup dimasukkan ke dalam sampul luar yang mencantumkan nama paket pekerjaan dan alamat Pokja ULP.

apabila dokumen dimaksud telah disusuli dokumen dengan sampul bertanda “PENARIKAN”. maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas di dalam Berita Acara. dan e. jumlah Dokumen Penawaran yang masuk. Pokja ULP membuka kotak/tempat pemasukan dokumen dihadapan para peserta. e. 13. apabila dipersyaratkan). Apabila setelah ditunda 2 (dua) jam. Dokumen Penawaran dengan sampul bertanda “PENARIKAN”. kelainan-kelainan yang dijumpai dalam Dokumen Penawaran (apabila ada). Berita Acara ditandatangani oleh anggota Pokja ULP yang hadir dan 2 (dua) orang saksi. Dokumen Penawaran yang telah masuk tidak dibuka. 11. dan f.5. Setelah dibacakan dengan jelas. daftar barang yang diimpor. serta memaraf sampul II termasuk sampul penarikan. Pokja ULP meneliti isi kotak/tempat pemasukan dokumen dan menghitung jumlah sampul Dokumen Penawaran yang masuk dihadapan peserta. maka pembukaan Dokumen Penawaran tetap dilanjutkan dengan menunjuk saksi tambahan di luar Pokja ULP yang ditunjuk oleh Pokja ULP. atau ”PENAMBAHAN” harus dibuka dan dibaca terlebih dahulu. 8. dan penambahan untuk sampul II. dan menunjukkan dihadapan peserta mengenai kelengkapan sampul I. Pokja ULP membuka sampul I di hadapan peserta kemudian dijadikan lampiran Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis. Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) maka seleksi dinyatakan gagal. Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan sampul I. 14. pengubahan. b. 17. ”PENGUBAHAN”. tanda tangan anggota Pokja ULP dan wakil peserta yang hadir atau saksi yang ditunjuk oleh Pokja ULP bila tidak ada saksi dari peserta. memeriksa. Pokja ULP membuka. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (seperti Pra RK3K. tanggal pembuatan berita acara. hanya ada 1 (satu) atau tidak ada peserta sebagai saksi. 16. Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan kecuali untuk peserta yang terlambat memasukkan penawaran. surat penawaran yang di dalamnya mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi tidak mencantumkan penawaran biaya. 12. jumlah sampul I yang lengkap dan tidak lengkap. c. d. Pokja ULP segera membuat Berita Acara Pembukaan Sampul I yang sekurangkurangnya memuat: a. d. yang meliputi: a. 10. 7. 9. penggantian. surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan). keterangan lain yang dianggap perlu. 18. Sampul II yang berisi data harga tidak boleh dibuka dan sampulnya diparaf oleh Pokja ULP dan wakil peserta seleksi dari perusahaan yang berbeda sebelum disimpan kembali oleh Pokja ULP. b. dokumen penawaran teknis. Sampul luar Penawaran (yang berisi sampul I dan sampul II) dibuka di hadapan peserta pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. Salah satu anggota Pokja ULP bersama 1 (satu) saksi memaraf sampul I asli yang bukan miliknya. c. 7 . 6. ”PENGGANTIAN”. 15. Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada).

19. 20. dan 2). dan/atau 2). KETENTUAN UMUM Dalam melakukan evaluasi penawaran perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan. syarat-syarat. h. e. maka: 1). mengganti. dan/atau 2). j. Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap Sampul I yang meliputi: 1). penawaran teknis dan penawaran biaya. dan/atau mengubah kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis. kualitas. evaluasi administrasi. misalnya warna sampul dan/atau surat penawaran tidak berkop perusahaan. penyimpangan dari Dokumen Pemilihan yang mempengaruhi lingkup. tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat. mengganti dan/atau mengubah isi sampul I. para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada Pokja ULP selama proses evaluasi. penawaran dari peserta dengan persyaratan tambahan di luar ketentuan Dokumen Pemilihan yang akan menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan/atau tidak adil diantara peserta yang memenuhi syarat. F. Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap semua penawaran berdasarkan ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan dalam dokumen pemilihan. mengurangi. Evaluasi dilakukan terhadap kelengkapan data administrasi. EVALUASI DOKUMEN SAMPUL I 1. 2). i. Pokja ULP dan/atau peserta dilarang menambah. d. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/ persekongkolan) antara peserta. f. peserta yang terlibat dimasukan dalam Daftar Hitam baik badan usahanya maupun pengurusnya. anggota Pokja ULP dan/atau PPK yang terlibat persekongkolan diganti dan dikenakan sanksi administrasi dan/atau pidana. Pokja ULP dan/atau PPK dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta. 8 . b. dan hasil/kinerja pekerjaan. kesalahan yang tidak substansial. g. evaluasi teknis. Pokja ULP dilarang menggugurkan penawaran dengan alasan: 1). c. Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang hadir tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis dan Pokja ULP dapat mengunggah salinan tersebut melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh oleh peserta. ketidakhadiran dalam pemberian penjelasan dan/atau pembukaan penawaran. penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah: 1). dan ruang lingkup serta kualifikasi tenaga ahli yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. Pokja ULP dilarang menambah. mengurangi.

Untuk dokumentasi Pokja ULP. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. d. b). (c). maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis. surat penawaran : (1). f. direktur utama/pimpinan perusahaan. (3). dokumen asli yang mengakibatkan gugurnya penawaran disimpan oleh Pokja ULP. dan 9 . Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan evaluasi teknis. c. dan (4). (2). EVALUASI ADMINISTRASI a. PokjaPokja ULP dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. b. nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. maka seleksi dinyatakan gagal. jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi (gugur/tidak gugur). untuk menghindari kesalahan-kesalahan kecil yang dapat menggugurkan penawaran. jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.3). Dalam hal kemitraan. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. 2). Evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi. e. Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. sepanjang tidak mengubah substansi penawaran. syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pemilihan dipenuhi/dilengkapi. apabila: 1). (2). maka syarat-syarat lainnya yang diperlukan agar diminta dan dievaluasi pada saat prakualifikasi dan tidak perlu dilampirkan pada sampul I. (b). dari direktur utama/pimpinan perusahaan. 4). surat kuasa ditandatangani oleh anggota kemitraan yang diwakili menurut perjanjian kerjasama. proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan peserta lainnya yang tidak terlibat yang mempunyai nilai kualifikasi teknis paling tinggi (apabila ada). kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. apabila tidak ada peserta lainnya sebagaimana dimaksud pada angka 3). 2. atau (d). (3). Surat kuasa (apabila dikuasakan): (1). ditandatangani oleh : (a). Dalam hal seleksi umum. bertanggal. yang meliputi: a).

EVALUASI TEKNIS. dengan ketentuan: 1). pemberi tugas. yang menunjukkan kinerja perusahaan peserta yang 10 . *) Bobot masing-masing unsur sebagaimana yang telah ditetapkan pada kriteria evaluasi dalam dokumen pemilihan. penilaian dilakukan atas: 1). b. disamping untuk mengukur pengalaman juga dapat dipergunakan untuk mengukur kemampuan/kapasitas peserta yang bersangkutan dalam melaksanakan tugasnya. penetapan bobot yang digunakan untuk masing-masing unsur. serta kualifikasi tenaga ahli. c. c). pendekatan dan metodologi (20 – 40 %)*). Unsur-unsur yang dievaluasi harus sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. 5). Pengalaman Perusahaan. kualifikasi tenaga ahli (50 – 70 %)*). d). 3). 2). Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. penilaian dilakukan sesuai pembobotan dari masing-masing unsur yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. dalam rentang tersebut di atas didasarkan pada jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan. Apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. pengalaman perusahaan peserta dalam melaksanakan pekerjaan sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam KAK untuk 10 (sepuluh) tahun terakhir. nilai.g. sedangkan untuk jasa supervisi dan perencanaan teknis. 3. pendekatan dan metodologi. acuan yang digunakan untuk pembobotan sebagai berikut: a). h. Jumlah (100 %). pengalaman perusahaan peserta harus dilengkapi dengan referensi dari pengguna jasa. pengalaman perusahaan (10 – 20 %)*). unsur-unsur pokok yang dinilai adalah: pengalaman perusahaan. lingkup dan data pekerjaan yang dilaksanakan secara singkat. pengalaman kerja di Indonesia dan/atau di lokasi proyek mendapat tambahan nilai. lokasi. untuk jasa studi analisis perlu diberikan penekanan kepada pengalaman perusahaan dan pendekatan metodologi. penekanan lebih diberikan kepada kualifikasi tenaga ahli. 4). maka seleksi dinyatakan gagal. 3). pengalaman tersebut diuraikan secara jelas dengan mencantumkan informasi: nama pekerjaan yang dilaksanakan. 4). kemudian membandingkan jumlah perolehan nilai dari para peserta. a. penilaian juga dilakukan terhadap jumlah pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh peserta. dan waktu pelaksanaan (menyebutkan bulan dan tahun). 2). Evaluasi penawaran teknis dilakukan dengan cara memberikan nilai angka tertentu pada setiap kriteria yang dinilai dan bobot yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. d. Dokumen penawaran teknis dan penawaran biaya bagi penawaran yang dinyatakan gugur administrasi dapat diambil kembali oleh peserta yang bersangkutan. b).

Sub unsur yang dinilai. sub unsur yang dinilai pada tenaga ahli. pengalaman melaksanakan di lokasi proyek/kegiatan. program kerja. Pendekatan dan Metodologi. 11 . antara lain: a). dan hasil kerja. jangka waktu pelaksanaan laporan-laporan yang disyaratkan. yaitu lulusan perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah lulus ujian negara atau yang telah diakreditasi. b). c). b). e. penilaian terutama meliputi: ketepatan menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap mengacu kepada persyaratan KAK. hasil kerja (deliverable). antara lain: a). peserta yang mengajukan gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK diberikan nilai lebih. kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. serta jumlah tenaga yang telah diindikasikan di dalam KAK. atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi. kualitas metodologi. uraian tugas. dan laporan-laporan. tenaga ahli yang diusulkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan jenis keahlian. penilaian terutama meliputi: pengertian terhadap tujuan proyek/kegiatan. jadwal pekerjaan. 2). gambar-gambar kerja. penilaian dilakukan atas: 1). c). jadwal penugasan. organisasi. 2). didukung dengan referensi dari pengguna jasa. seperti sertifikat ahli arsitek yang dikeluarkan oleh Ikatan Arsitek Indonesia. pemahaman atas sasaran/tujuan. kualitas metodologi. sesuai dengan keahlian/profesi yang disyaratkan dalam KAK. tingkat pendidikan. dan pengenalan lapangan.bersangkutan selama 10 (sepuluh) tahun terakhir. b). pengalaman manajerial dan fasilitas utama. pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan sejenis. sertifikat keahlian/profesi yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang mengeluarkan. perhitungan teknis. orang bulan (person-month) tenaga ahli. spesifikasi teknis. Bagi tenaga ahli yang diusulkan sebagai pemimpin/wakil pemimpin pelaksana pekerjaan (team leader/co team leader) dinilai pula pengalaman sebagai pemimpin/wakil pemimpin tim. apresiasi terhadap inovasi. penilaian dilakukan atas: 1). f. jenis keahlian serta jumlah tenaga ahli yang diperlukan. dibuktikan dengan salinan ijazah. c). d). sub unsur yang dinilai antara lain: a). pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. persyaratan. lingkup serta jasa konsultansi yang diperlukan (aspek-aspek utama yang diindikasikan dalam KAK). Kualifikasi Tenaga Ahli. pemahaman perusahaan peserta atas lingkup pekerjaan/jasa layanan yang diminta dalam KAK. penilaian meliputi antara lain: analisis. konsistensi antara metodologi dengan rencana kerja. dan kebutuhan fasilitas penunjang. fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. kebutuhan jumlah orang bulan. pengalaman kerja profesional seperti yang disyaratkan dalam KAK. d). tanggapan terhadap KAK khususnya mengenai data yang tersedia.

tanggal dibuatnya Berita Acara. keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu mengenai pelaksanaan seleksi. 7). i. h. Personil yang menguasai/memahami aspek-aspek tersebut di atas diberikan nilai lebih tinggi. 6). pernyataan bahwa seleksi gagal apabila tidak ada penawaran yang memenuhi syarat. aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara. 3). j. 12 . dinyatakan gugur. 5). nama seluruh peserta. situasi. Ambang Lulus (passing grade) Nilai ambang lulus dengan rentang 60 – 75 atau ditentukan lain oleh Pokja ULP dengan memperhatikan tingkat kesulitan teknis dan kompleksitas pekerjaan ditetapkan oleh Pokja ULP dalam dokumen seleksi. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis termasuk alasan ketidaklulusan peserta. ambang batas nilai teknis. Hasil evaluasi teknis harus melewati ambang batas nilai teknis (passing grade) yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. aturan. Bagi penyedia jasa yang nilainya di bawah nilai ambang lulus. Bagi penyedia jasa yang nilainya sama atau di atas nilai ambang lulus. nilai evaluasi teknis diurutkan mulai dari nilai tertinggi. Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Hasil Evaluasi Sampul I yang palingsedikit memuat: 1). dimasukkan dalam peringkat teknis. 2). bahasa Indonesia (bagi konsultan Asing). Apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka seleksi dinyatakan gagal. lain-lain: penguasaan bahasa Inggris. dan kondisi (custom) setempat. g.d). dan 8). jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. 4). bahasa setempat.

2. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi menetapkan Peringkat Teknis untuk nilai seleksi di atas Rp10. dan d. ULP membuat Surat Penetapan Urutan Peringkat Teknis berdasarkan Berita Acara Evaluasi Penawaran Administrasi dan Teknis. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Data pendukung yang diperlukan untuk menetapkan peringkat teknis adalah: a. Penetapan peringkat teknis disusun sesuai dengan urutannya dan harus memuat: a. c. dan d. nilai teknis. nama peserta serta nilai teknis yang diperoleh. 4. serta diumumkan di website K/L/D/I dan ditempel papan pengumuman resmi untuk masyarakat. b. dengan ketentuan: a. usulan penetapan urutan peringkat teknis peserta ditembuskan kepada PPK dan APIP K/L/D/I. b. nama paket pekerjaan dan nilai paket pekerjaan. untuk nilai sampai dengan Rp10. PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS 1.000. apabila Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi tidak setuju dengan usulan Pokja ULP. Nomor Pokok Wajib Pajak.00 (sepuluh miliar rupiah). 3. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis. BAPP. maka Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi atau Kepala Daerah secara tertulis memerintahkan evaluasi ulang atau menyatakan seleksi gagal. d. Dokumen Penawaran dari peserta dengan peringkat teknis terbaik dan peringkat teknis terbaik ke 2 dan ke 3 yang telah diparaf anggota Pokja ULP dan 2 (dua) wakil peserta. c. nama dan alamat peserta.000. Dokumen Pemilihan beserta adendum (apabila ada).000. Berita Acara Evaluasi Sampul I. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis (kelulusan/penjelasan ketidaklulusan). yang sekurang-kurangnya memuat: a. 13 .00 (sepuluh miliar rupiah) setelah mendapat usulan dari Pokja ULP. B.000. Untuk penetapan peringkat teknis dalam hal ULP permanen belum terbentuk maka pengaturan dan kewenangan penetapan pemenang diatur oleh masingmasing K/L/D/I. c. b.000. ambang batas nilai teknis. PENGUMUMAN PERINGKAT TEKNIS Pokja ULP memberitahukan penetapan peringkat teknis kepada seluruh peserta. dan e. b.000.BAB III PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS A.

b. 4. tanda pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP. Undangan mencantumkan tempat. dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah. rincian penawaran biaya yang terdiri dari: 1) rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). dengan ketentuan: a. 2. Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran biaya dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. UNDANGAN PEMBUKAAN PEMBUKAAN SAMPUL II 1. b. Sampul II dibuka di hadapan peserta yang diundang pada waktu dan tempat sesuai undangan.BAB IV UNDANGAN. 14 . harus dilakukan pembetulan. B. masa sanggah dan/atau masa sanggah banding berakhir. tanggal. 6. Pokja ULP membuka. Pokja ULP membuka kotak/tempat pemasukan Dokumen Penawaran dihadapan peserta yang diundang. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan sampul II menunjukkan 3. atau c. c. Total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu anggaran tidak menggugurkan penawaran sebelum dilakukan negosiasi biaya. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II 1. Unsur-unsur yang perlu diteliti dan dinilai dalam evaluasi penawaran biaya dilakukan terhadap: a. surat penawaran biaya yang di dalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan biaya penawaran. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (apabila ada). Pokja ULP menyampaikan undangan kepada peserta dengan peringkat teknis terbaik yang lulus ambang batas nilai teknis untuk menghadiri acara pembukaan sampul II dengan ketentuan: a. rekapitulasi penawaran biaya. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II A. dan 2) rincian Biaya Langsung Non Personil (direct reimbursable cost). Pokja ULP melakukan Koreksi Aritmatik terhadap penawaran biaya. 2. b. kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga satuan. c. sanggahan dan/atau sanggahan banding terbukti tidak benar. memeriksa dan menunjukkan dihadapan peserta yang diundang mengenai kelengkapan sampul II yang meliputi: a. hari. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain. 5. dan waktu pembukaan sampul II. apabila ada perbedaan penulisan nilai penawaran biaya antara angka dan huruf maka nilai yang diakui adalah nilai hasil Koreksi Aritmatik. 8. 7. tidak ada sanggahan dari peserta. d. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). dan harga satuan pada surat penawaran tetap dibiarkan kosong.

acuan yang digunakan untuk pembobotan sesuai dengan rentang sebagai berikut: . b. 10. dengan ketentuan sebagai berikut: a. Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang diundang tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. 12. 2) penugasan tenaga ahli. sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang lain secara proporsional.40. 3) penugasan tenaga pendukung. nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor tertinggi. keterangan lain yang dianggap perlu. e. nama peserta. catatan: pembobotan nilai/skor teknis dan biaya sesuai dengan bobot yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan.bobot penawaran biaya antara 0. PokjaULP melakukan perhitungan kombinasi teknis dan biaya.60 sampai 0. kesimpulan tentang kewajaran: 1) biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas dalam Berita Acara.b. c. . 15 . d. 13. Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan sampul II. kewajaran penugasan tenaga pendukung.80. Pada saat menyusun Dokumen Pemilihan. c. menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran teknis dan nilai penawaran biaya terkoreksi dengan cara perhitungan sebagai berikut: NILAI AKHIR = {Nilai/skor Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis} + {Nilai/skor Penawaran Biaya Terkoreksi x Bobot Penawaran Biaya}. f. PBn = penawaran biaya di atasnya. 11. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: NBt = (PBt / PBt) x 100 NBn = (PBt / PBn) x 100 dimana : NBt = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya terendah. 9. kelengkapan isi sampul II. besaran usulan biaya dan biaya terkoreksi.bobot penawaran teknis antara 0. dan 4) biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Pembukaan dan Hasil Evaluasi Sampul II yang sekurang-kurangnya memuat: a. d. NBn = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya yang di atasnya. tanggal dibuatnya Berita Acara. kewajaran penugasan tenaga ahli. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost).20 sampai 0. PBt = penawaran biaya terendah. b.

besaran usulan biaya dan biaya terkoreksi. PokjaULP membuat dan menandatangani Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya yang sekurang-kurangnya memuat: a). (3). 16 . biaya d).14. kesimpulan tentang kewajaran: (1). dan hal ini dicatat dalam Berita Acara. c). maka penentuan peringkat peserta didasarkan pada perolehan nilai teknis yang lebih tinggi. h). keterangan lain yang dianggap perlu. 16. tanggal pembuatan berita acara. biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). penugasan tenaga pendukung. biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). penugasan tenaga ahli. nilai/skor gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya. e). dan (4). b). 15. f). Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. (2). Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih peserta mendapatkan nilai gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya yang sama. nilai/skor penawaran: (1). tanda tangan anggota Pokja ULP dan wakil peserta. teknis. nama dan alamat peserta. dan (2). g).

maka Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi secara tertulis memerintahkan evaluasi ulang atau menyatakan seleksi gagal. ULP membuat Surat Penetapan Pemenang Seleksi yang memperoleh nilai kombinasi penawaran teknis dan penawaran biaya yang terbesar/tertinggi berdasarkan Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya untuk nilai sampai dengan Rp10. dengan ketentuan: a. Penetapan pemenang seleksi terdiri dari 1 (satu) pemenang dan paling banyak 2 (dua) pemenang cadangan yaitu peserta lain yang mendapatkan nilai kombinasi tertinggi berikutnya. apabila Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi tidak setuju dengan usulan ULP. 5. 3. Data pendukung yang diperlukan untuk menetapkan pemenang adalah: a. disertai bukti terjadinya penyimpangan. 2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Dokumen Penawaran dari peserta dengan nilai kombinasi terbesar/tertinggi dan nilai kombinasi terbesar/tertinggi ke 2 dan ke 3 yang telah diparaf anggota pokja ULP dan 2 (dua) wakil peserta. ditanda tangani oleh : a. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING 1. nama dan alamat peserta.BAB V PENETAPAN PEMENANG SELEKSI. usulan penetapan urutan penetapan pemenang peserta ditembuskan kepada PPK dan APIP K/L/D/I. penawaran biaya setelah dikoreksi aritmatik. d. Peserta dapat menyampaikan sanggahan secara tertulis atas penetapan pemenang kepada Pokja ULP dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman pemenang. c.000. dan 6. b. B. b. dan APIP K/L/D/I.00 (sepuluh miliar rupiah) setelah mendapat usulan dari ULP. nama paket pekerjaan dan nilai paket pekerjaan. Penetapan pemenang seleksi disusun sesuai dengan urutannya dan harus memuat: a. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi membuat Surat Penetapan Pemenang untuk nilai seleksi di atas Rp10.000. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING A.00 (sepuluh miliar rupiah).000. e. PENETAPAN PEMENANG PEMENANG 1. dan nilai gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya. PENGUMUMAN. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi. b. Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama dengan peserta lain.000. direktur utama/ pimpinan perusahaan. dengan tembusan kepada PPK.000. 4. 2. Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya. c.000. 17 . Untuk penetapan pemenang dalam hal ULP permanen belum terbentuk maka pengaturan dan kewenangan penetapan pemenang diatur oleh masing-masing K/L/D/I. BAPP. Dokumen Pemilihan beserta adendum (apabila ada).

APIP K/L/D/I 8.b. Sanggahan yang disampaikan bukan dari peserta yang dimaksud angka 2 dan 3 atau disampaikan bukan kepada Pokja ULP atau disampaikan diluar masa sanggah. 10. Penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden No. dengan tembusan kepada PPK. c. 5. Jawaban sanggahan banding bersifat final. atau d. 7. b. Pokja ULP. 9. 6. penerima kuasa dari direktur utama/ pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama dengan peserta lain apabila terjadi penyimpangan prosedur meliputi: a. Sanggahan banding yang disampaikan bukan dari peserta sebagaimana yang dimaksud dalam angka 2 dan 3 atau disampaikan bukan kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi atau disampaikan dan diterima oleh Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi di luar masa sanggah banding. 4. Apabila sanggahan dinyatakan benar maka Pokja ULP menyatakan seleksi gagal. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti sebagai pengaduan serta tidak menghentikan proses seleksi. 11. dapat mengajukan sanggahan banding sesuai dengan substansi sanggahan secara tertulis kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima jawaban sanggahan. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan bukti otentik. 3. dan/atau c. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. Peserta yang akan melakukan sanggahan banding harus memberikan Jaminan Sanggahan Banding yang ditujukan kepada Pokja ULP sebesar sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan dengan masa berlaku 20 (dua puluh) hari kerja sejak tanggal pengajuan sanggahan banding. Penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP dan/atau pejabat yang berwenang lainnya. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi wajib memberikan jawaban secara tertulis atas semua sanggahan banding paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah surat sanggahan banding diterima. Peserta sebagaimana yang dimaksud angka 2 dan 3 apabila tidak sependapat dengan jawaban sanggahan dari Pokja ULP. Sanggahan banding menghentikan proses seleksi. Pokja ULP wajib memberikan jawaban tertulis atas semua sanggahan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima surat sanggahan. 18 . Rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya persaingan usaha yang sehat.

dan waktu klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. hari. serta mempertimbangkan kebutuhan perangkat/fasilitas pendukung yang proporsional guna pencapaian hasil kerja yang optimal. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. kualifikasi tenaga ahli. jadwal pelaksanaan pekerjaan. Undangan mencantumkan tempat. 3. program alih pengetahuan. tanggal. dan fasilitas penunjang. Pokja ULP menyampaikan undangan untuk menghadiri acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya segera setelah acara pembukaan dan evaluasi sampul II selesai. cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja. dengan memperhatikan kesesuaian antara bobot pekerjaan dengan tenaga ahli dan/atau tenaga pendukung yang ditugaskan. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan oleh Pokja ULP dengan: a b direktur utama/pimpinan perusahaan. SERTA PEMBUATAN BAHS A. atau pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. c d 2. UNDANGAN KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA 1. KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA Pokja ULP melakukan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya kepada peserta yang diundang dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 2. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan untuk: a meyakinkan kejelasan teknis dan biaya. b memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan peserta. jadwal penugasan personil. organisasi pelaksanaan. B.BAB VI KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI. 19 . Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi terutama: a b c d e f g h lingkup dan sasaran jasa konsultansi.

Negosiasi biaya dilakukan terhadap total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu anggaran. sekretaris. Klarifikasi dan negosiasi terhadap biaya tenaga pendukung (tenaga teknik dan penunjang/administrasi).2 (tiga koma dua) kali gaji dasar yang diterima oleh tenaga ahli tetap dan/atau maksimum 2. volume kegiatan dan jenis pengeluaran.4. Klarifikasi dan negosiasi terhadap unit biaya personil dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. 8. maka total penawaran biaya dapat diterima sepanjang tidak melebihi pagu anggaran. 1 (satu) hari kerja dihitung minimal 8 (delapan) jam kerja. agar didapatkan total penawaran biaya hasil negosiasi yang memenuhi HPS. 11. Klarifikasi dan/atau negosiasi dilakukan untuk memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan penyedia jasa. Aspek-aspek biaya yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi terutama: a b c kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya. dan biaya satuan dibandingkan dengan biaya yang berlaku di pasaran. 10. Harga satuan yang dapat dinegosiasikan yaitu Biaya Langsung Non-Personil yang dapat diganti (direct reimbursable cost) dan/atau Biaya Langsung Personil (remuneration) yang dinilai tidak wajar berdasarkan ketentuan pada angka 8. atau manajer kantor. 7.5 (dua koma lima) kali penghasilan yang diterima oleh tenaga ahli tidak tetap berdasarkan perhitungan dari daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. dilakukan berdasarkan harga pasar tenaga pendukung tersebut. maksimum 3. b unit biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran dengan ketentuan sebagai berikut: 1) 2) 1 (satu) bulan dihitung minimal 22 (dua puluh dua) hari kerja. Apabila personil tenaga ahli yang ditawarkan tidak memenuhi persyaratan dalam KAK maka penyedia jasa diwajibkan mengganti personil tersebut pada saat klarifikasi dan negosiasi sehingga dapat memenuhi persyaratan yang diminta dalam KAK. 20 . Apabila hasil evaluasi sampul II serta klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya tidak ditemukan hal-hal yang tidak wajar. 5. 9. dengan ketentuan: a biaya satuan dari biaya langsung personil. tanpa mengurangi kualitas penawaran teknis. seperti: tenaga survey. 6.

Pokja ULP membuat Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi. 14. Apabila klarifikasi dan negosiasi dengan peserta yang memiliki peringkat teknis terbaik tidak menghasilkan kesepakatan. BAHS merupakan kesimpulan hasil seleksi yang dibuat oleh Pokja ULP dan ditandatangani oleh paling kurang seperdua dari jumlah anggota Pokja ULP. dan ketiga yang lulus ambang batas nilai teknis tidak menghasilkan kesepakatan maka seleksi dinyatakan gagal. jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang peserta yang memiliki peringkat teknis kedua dan lulus ambang batas nilai teknis (apabila ada) untuk menghadiri acara pembukaan sampul II. Apabila klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dengan peserta yang memiliki peringkat teknis terbaik pertama. 2. Apabila dalam klarifikasi dan negosiasi dengan peringkat teknis kedua tidak menghasilkan kesepakatan. biaya penawaran dan biaya penawaran terkoreksi dari peserta seleksi yang memiliki peringkat teknis tertinggi. nama peserta seleksi yang masuk Daftar Pendek. keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu mengenai hal ikhwal pelaksanaan seleksi. BAHS harus memuat hal-hal sebagai berikut: a b c d nama semua peserta seleksi yang ikut prakualifikasi. C. yang selanjutnya dilakukan proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 1 dan seterusnya. hasil klarifikasi dan negosiasi. 15. hasil evaluasi penawaran administrasi dan nilai evaluasi teknis. rumus yang dipergunakan. PEMBUATAN BERITA ACARA ACARA HASIL SELEKSI (BAHS) 1. 21 e f g h i j k l . yang selanjutnya dilakukan proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 1 dan seterusnya. dan tanggal dibuatnya Berita Acara. pagu anggaran dan HPS. BAHS bersifat rahasia sampai dengan penunjukan Penyedia Jasa Konsultansi. 13. unsur-unsur yang dievaluasi. kedua. metoda evaluasi yang digunakan. maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang peserta yang memiliki peringkat teknis ketiga dan lulus ambang batas nilai teknis (apabila ada) untuk menghadiri acara pembukaan sampul II.12. 3.

4. Dalam hal PPK tidak bersedia menerbitkan SPPBJ karena tidak sependapat atas penetapan pemenang. ULP menyampaikan BAHS kepada PPK sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ). 22 . 5. maka ULP memberitahukan kepada PA/KPA untuk diputuskan.

BAB VII SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

A. SELEKSI GAGAL

1. Pokja ULP menyatakan seleksi gagal, apabila:
a b

jumlah peserta yang lulus prakualifikasi kurang dari 5 (lima); seluruh peserta yang masuk sebagai Calon Daftar Pendek tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi; jumlah peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga); apabila dalam evaluasi penawaran terjadi persaingan usaha yang tidak sehat; tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; sanggahan dari peserta atas pelaksanaan seleksi ternyata benar terhadap : 1) penyimpangan ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kualifikasi atau Dokumen Pemilihan; dan/atau 2) kesalahan substansi Dokumen Pemilihan.

c d e f

g

pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2, tidak hadir dalam klarifikasi teknis dan negosiasi biaya; atau klarifikasi teknis dan negosiasi biaya dengan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 tidak menghasilkan kesepakatan.

h

2. KPA menyatakan seleksi gagal, apabila:
a

KPA sependapat dengan PPK yang tidak bersedia menandatangani SPPBJ karena pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010;

b

pengaduan masyarakat atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan Pokja ULP dan/atau PPK, ternyata benar;

c

pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri dari penunjukan pemenang; pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dari pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 ternyata benar; Dokumen Pemilihan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010; pelaksanaan seleksi tidak sesuai atau menyimpang dari Dokumen Pemilihan; atau
23

d

e

f

g

pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

3. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi menyatakan seleksi gagal, apabila:
a

sanggahan banding dari peserta atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, PPK dan/atau Pokja ULP, ternyata benar; atau

b

pengaduan

masyarakat

atas

terjadinya

KKN

dan/atau

terjadinya

penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, ternyata benar. 4. Setelah seleksi dinyatakan gagal, maka Pokja ULP memberitahukan kepada seluruh peserta. 5. Setelah pemberitahuan adanya seleksi gagal, maka Pokja ULP meneliti dan menganalisis penyebab terjadinya seleksi gagal, untuk menentukan langkah selanjutnya, yaitu melakukan:
a b c d

evaluasi ulang; penyampaian ulang Dokumen Penawaran; seleksi ulang; atau penghentian proses seleksi.

B. TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

1. KPA, PPK dan/atau Pokja ULP melakukan evaluasi penyebab terjadinya seleksi gagal, antara lain :
a b c

kemungkinan terjadinya persekongkolan; adanya persyaratan yang diskriminatif; persyaratan kualifikasi perusahaan dan/atau kualifikasi tenaga ahli terlalu tinggi atau mengarah pada penyedia tertentu; total nilai pagu anggaran terlalu rendah; nilai dan/atau ruang lingkup pekerjaan terlalu besar; atau kecurangan dalam pengumuman.

d e f

2. Apabila dari hasil evaluasi penyebab terjadinya seleksi gagal, mengharuskan adanya perubahan Dokumen Pemilihan, maka seleksi diproses seperti seleksi baru. 3. Pokja ULP menindaklanjuti seleksi gagal dengan ketentuan sebagai berikut:
a

melakukan pengumuman ulang prakualifikasi apabila: 1) jumlah peserta yang lulus prakualifikasi kurang dari 5 (lima). Dilakukan untuk mencari peserta baru selain peserta yang telah lulus penilaian kualifikasi. Peserta yang sudah lulus penilaian kualifikasi tidak perlu
24

dilakukan penilaian kembali, kecuali ada perubahan Dokumen Kualifikasi; atau 2) jumlah peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga) dan tidak ada lagi peserta yang lulus penilaian kualifikasi pada urutan berikutnya. Apabila masih terdapat peserta lain yang lulus penilaian kualifikasi, maka peserta tersebut diundang untuk memasukan Dokumen Penawaran;
b

apabila seluruh peserta yang masuk sebagai Calon Daftar Pendek tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi, maka Pokja ULP: 1) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta kecuali peserta yang tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi, untuk memasukkan kembali persyaratan kualifikasi; dan/atau 2) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru.

c

apabila dalam evaluasi penawaran terjadi persaingan usaha yang tidak sehat, maka dilakukan evaluasi ulang atau pengumuman ulang untuk mengundang peserta baru selain peserta yang telah memasukkan penawaran. Peserta yang terlibat dimasukkan dalam Daftar Hitam;

d

melakukan seleksi ulang, apabila: 1) semua penawaran biaya terkoreksi yang disampaikan peserta melampaui pagu anggaran; 2) tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; dan/atau 3) pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

e

apabila seleksi gagal karena sanggahan dari peserta dan/atau pengaduan masyarakat atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peratuan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kualifikasi atau Dokumen Pemilihan ternyata benar, maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat, kemudian: 1) mengundang ulang semua peserta untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi, teknis dan biaya); dan 2) PA, KPA, PPK dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat, dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

f

apabila seleksi gagal karena sanggahan dari peserta terhadap Dokumen Pemilihan yang tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun
25

maka Pokja ULP: 26 . atau 2) mengundang peserta lain dan mengumumkan kembali untuk mendapatkan peserta baru yang memenuhi syarat supaya mengajukan penawaran. apabila yang memenuhi syarat sama dengan atau lebih dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). dengan cara memasukan ke dalam Daftar Hitam. apabila yang memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). KPA. dilakukan Seleksi ulang dengan mengumumkan kembali dan mengundang peserta baru selain peserta lama yang telah masuk dalam daftar peserta. apabila yang memenuhi syarat sama dengan atau lebih dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). baik badan usaha beserta pengurusnya. g apabila seleksi gagal karena pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 tidak hadir dalam acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya atau mengundurkan diri dari penunjukan pemenang.2010 dan/atau sanggahan dari peserta atas kesalahan substansi Dokumen Pemilihan ternyata benar. PPK dan anggota Pokja ULP tidak terlibat KKN. dilakukan seleksi ulang dengan cara sebagai berikut: 1) mengundang peserta yang memenuhi syarat untuk menyampaikan penawaran harga yang baru. atau 2) mengundang peserta lain dan mengumumkan kembali untuk mendapatkan peserta baru yang memenuhi syarat supaya mengajukan penawaran. h apabila seleksi gagal karena tidak tercapai kesepakatan dengan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 dalam acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. diatur ketentuan sebagai berikut: 1) apabila PA. maka setelah memperbaiki Dokumen Pemilihan. apabila yang memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). i apabila seleksi gagal karena pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dari pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 ternyata benar. dilakukan seleksi ulang dengan cara sebagai berikut : 1) mengundang peserta yang memenuhi syarat untuk menyampaikan penawaran harga yang baru. dan 3) memberikan sanksi kepada peserta yang tidak hadir/mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diterima.

b) memeriksa dokumentasi yang mendukung adanya KKN. atau proses seleksi dilanjutkan seperti proses Penunjukan Langsung. 27 . PPK dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat KKN. PPK dan/atau anggota Pokja ULP terlibat KKN. untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi.a) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta yang tidak terlibat KKN. untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi. maka : a anggaran dikembalikan ke negara dalam hal waktu sudah tidak mencukupi. dan/atau b) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru. maka Pokja ULP: a) meneliti kewajaran penawaran dengan cara memeriksa rincian Biaya Langsung terdekat. maka : a Personil dan Biaya Langsung Non-Personil serta membandingkan dengan biaya-biaya untuk pekerjaan sejenis yang proses seleksi dilanjutkan dengan melakukan negosiasi biaya. dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. baik badan usaha beserta pengurusnya. dan b) pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. teknis dan harga). dalam hal peserta yang memenuhi syarat hanya 1 (satu). 4. 4) peserta yang terlibat KKN dikenakan sanksi : a) dimasukkan dalam daftar hitam. teknis dan harga). dan/atau b) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru. dalam hal peserta yang memenuhi syarat hanya 2 (dua). KPA. Apabila dalam seleksi ulang pesertanya kurang dari 3 (tiga). 2) apabila PA. apabila hasil penelitian dan pemeriksaan mengarah kepada terjadinya KKN. 3) dalam hal Pokja ULP menemukan indikasi kuat adanya KKN diantara para peserta. KPA. Apabila seleksi ulang mengalami kegagalan. b 5. dan c) menghentikan proses seleksi. kemudian: a) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta yang tidak terlibat KKN. maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat KKN. 5) PA.

atau PA/KPA mengusulkan perubahan alokasi dananya (revisi anggaran) untuk pekerjaan lain.b dapat dilakukan seleksi kembali dengan terlebih dahulu melakukan pengkajian ulang Dokumen Pemilihan. c 28 .

3. 2. Larangan memberikan ganti rugi PA/KPA/PPK/Pokja ULP dilarang memberikan ganti rugi kepada peserta seleksi bila penawarannya ditolak atau seleksi dinyatakan gagal. Seleksi Mendahului Persetujuan DIPA/DPA Tahun Anggaran Dalam hal pengumuman seleksi mendahului persetujuan DIPA/DPA Tahun Anggaran maka : a. b. maka Pengadaan Pekerjaan Jasa Konsultansi dapat dibatalkan dan Penyedia Jasa tidak dapat menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun. Kewajiban menyimpan dan memelihara Dokumen Pemilihan PPK maupun Penyedia berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara semua dokumen yang digunakan dan terkait dengan pelaksanaan selama umur konstruksi tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun.BAB VIII LAINLAIN-LAIN 1. apabila dana dalam dokumen anggaran yang telah disahkan tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dalam DIPA/DPA Tahun Anggaran. harus dicantumkan dalam Pengumuman/Dokumen Pemilihan bahwa seleksi ini dilakukan sebelum Dokumen Anggaran disahkan. 29 .

SISTEM EVALUASI KUALITAS DAN BIAYA BIAYA 30 . CONTOH KRITERIA EVALUASI TEKNIS CONTOH PENILAIAN TEKNIS KONSULTAN PT. 2. METODE DUA SAMPUL. 3. 4. 5.LAMPIRAN 1. XYZ CONTOH PENILAIAN GABUNGAN TEKNIS DAN BIAYA BIAYA CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBUKAAN PENAWARAN CONTOH FORMAT BERITA ACARA HASIL SELEKSI UNTUK PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI DENGAN PRAKUALIFIKASI. 6.

.............................1...........................………… Pokja ULP......................... Tahun Anggaran ……… 31 ... CONTOH KRITERIA EVALUASI TEKNIS PENGADAAN JASA KONSULTANSI: ....................... Satuan Kerja......................................................................... Pokja ………………………………...........................................

NIP....................... Cara Evaluasi a............................................ .................... Nilai ambang lulus adalah 75..................... …………………………............. Unsur yang dievaluasi dan persentase bobot masing-masing unsur ditentukan sebagai berikut: 1) Pengalaman Perusahaan 10% 2) Pendekatan & Metodologi 20% 3) Kualifikasi Tenaga Ahli 70% Jumlah 100% b. Maksud dan tujuan Pedoman ini disusun dalam rangka memberikan panduan kepada Pokja ULP agar dalam melakukan penilaian dan evaluasi usulan teknis pekerjaan jasa konsultansi diperlakukan sama terhadap semua penawar.............. 2............... Ditetapkan di Pada tanggal : ……………………………… : ……………………………… Pokja ULP Ketua …………………………………......... Rincian sub unsur................... 1.......... 3.........PENGADAAN PENGADAAN JASA KONSULTANSI: KONSULTANSI: .. pembobotan dan penilaian untuk masing-masing sub unsur ditentukan dalam lembar pedoman evaluasi terlampir..... 32 ..

Memiliki 10 s.dan ketentuanpenilaiansub unsur: a). didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama =NILAI BOBOT sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. Memiliki ≤ 9 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas. misal: dalam KAK Perencanaan Saluran Tersier. pengalaman perusahaan 10%. dll.Memiliki 10 s. Memiliki ≤ 9 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas. kegiatan yang sejenis adalah: Perencanaan Saluran Drainase.d 19 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 75 c). dengan bobot sub unsur 20 %. Memiliki ≥ 20 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b).d 9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 c).] 33 . dan ketentuan penilaian sub unsur: a).d 19 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 75 c). didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis] *)Kegiatan yang sejenis adalah : kegiatan yang hampir sama atau mendekati dengan yang ditentukan dalam KAK. Memiliki ≤ 9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas. dengan bobot sub unsur 25%. dan kualifikasi tenaga ahli 70 %: b PengalamanPerusahaan:10% 1) Sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis*).Memiliki 10 s. Memiliki ≥ 20 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b). dengan bobot sub unsur35 %. pendekatan dan metodologi: 20%. Cara Penilaian : Pengisian Evaluasi Penawaran dalam Lembar Data Pemilihan (LDP): a bobot unsur yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. 2) Sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan. didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsurpengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan] 3) Sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. dan ketentuan penilaian sub unsur: a).1. Memiliki ≥ 20 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b).

diberi nilai : 50 c). dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. Sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK.diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. Sub unsur hasil kerja (deliverable). diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK.] 2).diberi nilai:50 (c) apabila tidak menyajikan. apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. memiliki 10 s.] c Pendekatan dan Metodologi:30 % 1). Memiliki ≥ 20 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai:100 b).diberi nilai : 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. diberi nilai: 0 dari uraian diatas. dengan bobot sub unsur 40%.4) Sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap.d 9 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10(sepuluh) tahundiberi nilai:75 c). diberi nilai: 50 (c) apabila tidak menyajikan.dengan bobot sub unsur 20%. didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur kualitas metodologi =NILAI BOBOT sub unsur kualitas metodologi] 3). diberi nilai: 80 b).dengan bobot sub unsur 20%. Sub unsur kualitas metodologi. dan ketentuan penilaian sub unsur : a). 34 . diberi nilai: 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Memiliki ≤ 9 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 dari uraian diatas. didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur hasil kerja(deliverable) = NILAI BOBOT sub unsur hasil kerja (deliverable)].dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. dengan bobot sub unsur 20 %. apabila tidak menyajikan. apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. dan ketentuan penilaian sub unsur: a).

didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. ≥ tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK. diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. dengan bobot sub unsur 30%. diberi nilai: 50 [Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur tingkat pendidikan = NILAI BOBOT sub unsur tingkat pendidikan]. dengan bobotsub unsur 10%. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.dan ketentuan penilaian sub unsur: (a). diberi nilai: 50 (c) apabilatidak menyajikan. Dukungan referensi: i. < tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK. apabila melampirkan referensi dan dapat dibuktikan 35 . d Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli: 70 % (1). dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.] 5). Sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaranyang diinginkan dalam KAK. Sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK. diberi nilai: 100 (b). Sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK.] Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur x bobot unsur Pendekatan dan Metodologi = NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a). Sub unsur tingkat pendidikan. didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK. dengan bobot sub unsur 50 %. diberi nilai:50 (c) apabila tidak menyajikan.4). (2). dengan bobot sub unsur 10 %. diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. diberi nilai: 80 (b) Apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. diberi nilai: 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

sesuai. Nilai jangka waktu pengalaman kerja professional yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK. diberi nilai:100 ii.diberinilai:50 iii. memiliki 3 < x < 5 tahun pengalaman kerja professional. yang dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam IKP. posisiyang: (i) sesuai adalah: ………… [deskripsikan dengan jelas disesuaikan dengan KAK]. maka penawaran digugurkan dan peserta dikenakan Daftar Hitam. (iii) Terkait adalah:……… [deskripsikan dengan jelas terkait dengan KAK]. sesuai. ii. tidak sesuai. Perhitungan bulan kerja tenaga ahli. iii. terkait. Lingkup pekerjaan: i. lingkup pekerjaan yang: (i) sesuai adalah:…………deskripsikan dengan jelas disesuaikan dengan KAK].dengan menghubungi penerbit kebenarannya referensi. maka pengalaman kerja diberikan penilaian. Nilaitotal seluruh jumlah bulan kerja professional dibagi angka 12 = jangka waktu pengalaman kerja professional (g). diberi nilai:75 iii. Memiliki < 3 Tahun pengalaman kerja professional. menunjang. (d). diberi nilai:50 iv. diberi nilai :75 iii. apabila melampirkan referensi namun tidak benar. posisi: i. (f). (e). (b). diberi nilai: 100 ii. apabila tidak ada referensi maka tidak diberikan penilaian. memiliki ≥ 5 tahun pengalaman kerja professional diberi nilai: 100 ii. Perhitungan bulan kerja x nilai lingkup pekerjaan X nilai posisi = jumlah bulan kerja professional. (ii) Menunjang adalah:…………[deskripsikan dengan jelas menunjang KAK]. Nilai jangka waktu pengalaman kerja profesional: *) i. (ii) Tidak sesuai adalah :…………[deskripsikan dengan jelas tidak sesuai dengan KAK]. 36 . diberi nilai : 50 (h). (c).

situasi. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a). Tidak memiliki. (4). Total nilai yang didapatkan X bobot sub unsur lain-lain = NILAI BOBOT sub unsur lain-lain. diberi nilai:25 (e). diberi bobot = 40 (c). Sub unsur lain-lain yang dibutuhkan dalam KAK. diberi bobot = 60 (b). penguasaan Bahasa Indonesia bagi konsultan asing. aturan. diberi nilai:25 (c). Contoh Penilaian Ambang batas nilai teknis (passing grade) yang ditentukan dalam Dokumen Pemilihan: 60 A. Aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara. diberi nilai: 0 (c). dan seterusnya (6). diberi nilai: 25 (b). memiliki ≥ 20 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 35/100 = 37 . evaluasi Pengalaman Perusahaan Contoh: bobot nilai 10% Pengalaman perusahaan menangani pekerjaan sebagai berikut: Pembobotan (Contoh): Sub unsur yang dinilai antara lain: 1). diberi nilai: 25 (d). diberi nilai:100 (b). [apabila tenaga ahli yang dinilai lebih dari 1(satu) maka setiap tenaga ahli harus diberi bobot] Bobot tenaga ahli: (a). dengan bobot sub unsur 10%. Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur ((1)+(2)+(3)+(4))= NILAI 1 (SATU) ORANG TENAGA AHLI. Nilai Evaluasi Teknis = NILAI PENGALAMAN PERUSAHAAN + NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI + NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI 2. memiliki. Tenaga Ahli 2 (Ahli Jalan). (5). Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis : bobot nilai 35 % a. Nilai 1 (Satu) Orang Tenaga Ahli X bobot tenaga ahli = NILAI BOBOT tenaga ahli. nilai yang didapatkan X bobot sub unsur sertifikat keahlian/profesi = NILAI BOBOT sub unsur sertifikat keahlian/profesi. dengan bobot sub unsur10 %. Sub unsur sertifikat keahlian/profesi keteknikan (engineering). dan kondisi (custom) setempat. dan ketentuan penilaian sub unsur : (a). Penguasaan bahasa asing. penguasaan bahasa setempat.(3). Total NILAI BOBOT seluruh tenaga ahli X bobot unsur Kualifikasi Tenaga Ahli = NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI. Tenaga Ahli 1 (Team Leader).

memiliki ≥ 20 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 20 /100 = 20 b. memiliki <9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 35/100 = 2).b.d 19 tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 20/100 = 15 c. Kapasitas perusahaan dgn memperhatikan jumlah TA tetap : bobot nilai 20 % a. 30 paket. memiliki < 14 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 25/100 = 3). Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama : bobot nilai 20 % (pengalaman manajerial meliputi pengalaman perusahaan sebagai lead firm dan memiliki fasilitas utama) a. memiliki 10 s.d 19 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 35/100 = c. memiliki < 9 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20 /100 = 10 4). nilai 100 38 . memiliki 10 s. memiliki <9 tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100 = 10 Contoh Perhitungan: PT.d 19 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 20 /100 = 15 c.d 19 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 25 /100 = c. memiliki 10 s. memiliki 10 s. memiliki ≥ 20 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 25 /100 = b. XYZ dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir pernah melaksanakan pekerjaan sebagai berikut : • Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis (35%). memiliki ≥ 20 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 20 /100 = 20 b. Pengalaman Melaksanakan di lokasi kegiatan/di Indonesia : bobot nilai 25 % a.

Evaluasi Pendekatan Pendekatan dan Metodologi Contoh: bobot nilai 30 % Sub unsur yang dinilai 1). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100 = 10 c. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 20/100= 0 3). menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai:80 nilai total bobot: 80 x 20/100= 16 b. 23 paket. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100= 10 c. Hasil kerja (deliverable) = 20% a. 18 paket. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai:80 nilai total bobot: 80 x 40/100 = 32 b. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 20/100 = 16 b. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 10/100= 8 39 .Pengalaman Melaksanakan kegiatan di Indonesia (25%). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 40/100 = 20 c. nilai 100 (Kapasitas perusahaan dengan memperhatikan TA tetap dinilai terhadap TA Tetap yang digunakan/dipakai untuk melaksanakan pekerjaan pada paket kegiatan dalam kurun waktu tertentu) Perolehan nilai pengalaman perusahaan PT. fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK = 10% a. Kualitas metodologi = 20% a. nilai 75 • (Pengalaman Manajerial & Fasilitas Utama yang dinilai adalah pengalaman manajerial untuk melaksanakan pekerjaan pada paket kegiatan dalam kurun waktu tertentu) • Kapasitas perusahaan dengan memperhatikan TA tetap (20%). tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 40/100 = 0 2).5 B. nilai 100 • Pengalaman Manajerial & Fasilitas Utama (20%). 20 TA. Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK = 40% a. XYZ adalah: (100x35/100) + (100x25/100) + (75x20/100) + (100x 20/100) = 35 + 25 + 15 + 20 = 95 Bobot nilai pengalaman perusahaan = 95 x 10% = 9. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 20/100 = 0 4).

Gagasan baru (10%) nilai 80 Bobot nilai yang diperoleh adalah: (80x40/100)+(80x20/100)+(80x20/100)+(50x10/100)+(80x10/100) = 32 + 16 + 6 + 5 + 8 = 67 Bobot nilai pendekatan dan metodologi = 67 x 20/100 = 13. a). MSc dengan data 40 . Hasil kerja (deliverable) (20%) nilai 80 4). Nilai pengalaman tenaga ahli : (1) Waktu pengalaman: a. Kualitas Metodologi (20%) nilai 80 3). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 10 /100 = 5 c. XYZ. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 10 /100 = 8 b. fasilitas pendukung (10%) nilai 50 5). Evaluasi Kualifikasi Tenaga Ahli Contoh: Bobot nilai 70% 1).4 C. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 10 /100= 5 c. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 10/100 = 0 Contoh Perhitungan: PT. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 10/100 = 0 5). Tidak boleh terjadi tumpang tindih (overlap). Pendidikan dibawah S1 tidak dinilai Penilaian: • S1/S2 sesuai KAK = 100 • S1/S2 tidak sesuai KAK = 50 2). Pendidikan (30%) Contoh: Bobot nilai 30% Pendidikan yang dinilai adalah S1. Gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diminta dalam KAK = 10% a. pendekatan & metodologi atas dokumen seleksi menurut penilaian Pokja ULP. Pemahaman atas jasa layanan (40%) nilai 80 2).b. S2. Pengalaman Tenaga ahli pekerjaan sejenis dgn referensi atau copy kontrak Contoh: Bobot nilai 60% Penilaian dilakukan untuk tenaga ahli yang mempunyai referensi. S3 atau setingkat. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. Badi. sebagai berikut : 1). bila terjadi overlap yang dihitung hanya salah satu.

Paruli dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman dicantumkan bulan 10 Juni 2008 – 10 Desember 2008 PokjaPokja ULP menghitung jumlah bulan secara penuh = 6 bulan karena disebutkan tanggal bulan dan tahun dengan rinci c. maka pengalaman kerja yang dihitung adalah total bulannya dikurangi1(satu)bulan. 1 Maret 1993 – 1 Maret 1996 = 36 bulan Perhitungan dimulaidari bulan Maret 1993 sampai dengan Maret 1996. 1 Januari 1993 – 1 Mei 1993 = 2 bulan Perhitungan dimulai dari bulan Januari 1993 sampai dengan Maret 1993 Dari pengalaman (a) dan (b) terjadi overlap selama 3 bulan pada bulan Maret. maka panitia sepakat untuk menghitung = 25% x 24 bulan = 6 bulan karena tidak sesuai dengan ketentuan dokumen seleksi. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis bulan dan tahunnya saja (tanpa tanggal). d. Badi. 41 . maka pengalaman kerja yang dihitung hanya 25% dari total bulannya. Total pengalaman tenaga ahli Ir. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis secara lengkap tanggal. maka panitia dapat untuk menghitung jumlah bulan dikurangi 1 (satu) = 6 bulan . b.maka pengalaman kerja akan dihitung secara penuh (kecuali bila terjadi overlap. MSc dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan bulan Juni 2001 – November 2001 Karena hanya disebutkan bulan tanpa dirinci tanggalnya. dan tahunnya. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir.pengalaman sebagai berikut: (a). dan Mei 1993. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. Pengalaman (b) yang diakui hanya 2 bulan. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. April.1 = 5 bulan. maka bulan yang overlap dihitung satu kali). Badi. Badi. MSc = 38 bulan. MSc dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan tahun 2002 – 2003 Karena hanya disebutkan tahun tanpa dirinci bulannya. (b). bulan. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis tahunnya saja (tanpa tanggal dan bulan).

aturan. dinilai • Menunjang. dinilai Posisi /jabatan dalam proyek • Sesuai dengan posisi/jabatan sebelumnya.50 = 0. atas tata cara. Contoh dalam KAK diperlukan babarapa tenaga Ahli: • Ketua tim (pengalaman 5tahun) = 60% • Ahli Jalan dan Jembatan (pengalaman 5 tahun) = 40% 42 . dinilai • Terkait. maka panitia sepakat untuk menghitung = 25% x 12 bulan = 3 bulan karena tidak sesuai dengan ketentuan dokumen seleksi. Kesesuaian lingkup pekerjaan dan posisi Lingkup Kegiatan • Lingkup sesuai dengan syarat KAK. nilai 0-40 (tenaga ahli asing) Di Indonesia • Jumlah pengalaman 0-5 tahun. Pengalaman luar negeri (bila diperlukan) Contoh: Bobot nilai 5% Di negara berkembang • Jumlah pengalaman 0-5 tahun. dll) Contoh: Bobot nilai 10% a). Lain-lain ( misal penguasaan bahasa Inggris. Paruli dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan tahun 1993 – 1993 Karena hanya disebutkan tahun tanpa dirinci bulannya. nilai 0-60 (tenaga ahli asing) • Jumlah pengalaman 0-5 tahun. nilai 0-100(tenaga ahli Indonesia). Bahasa Inggris (bila diwajibkan) Contoh: Bobot nilai 5% • Baik sekali = 100 • Baik = 50 • Sedang = 25 b). dinilai =1 = 0.25 =1 = 0. dinilai • Tidak sesuai. situasi dan kondisi setempat.50 3).Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. c).

0 85.9 NAMA PERUSAHAAN : No. XYZ HASIL EVALUASI TEKNIS PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT.7 1 NILAI TOTAL (5) 9. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN (2) Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis Pengalaman Melaksanakan kegiatan di Indonesia Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama Kapasitas perusahaan dgn memperhatikan jumlah TA tetap Jumlah 43 .25 0.20 0. 3.20 1. 2. 4. 2.2. (1) 1. XYZ NILAI (3) 95 67 90 BOBOT (4) 0.2 0.5 13.35 0. CONTOH PENILAIAN TEKNIS KONSULTAN PT. 3.4 63.1 0. ITEM (2) Pengalaman perusahaan Pendekatan dan metodologi Kualifikasi tenaga ahli *) Jumlah CATATAN *): • Dalam hal Penilaian teknis terhadap perusahaan yang lulus pasing grade tetapi terhadap penilaian kualifikasi TA dinilai kurang dari yang ditentukan dalam KAK.00 NILAI TOTAL (6) 35 25 15 20 95 NAMA PERUSAHAAN : No. XYZ JUMLAH PAKET/TA (3) 30 paket 23 paket 18 paket 20 paket NILAI (4) 100 100 75 100 BOBOT (5) 0. maka dalam klarifikasi dan negosiasi teknis serta biaya untuk diganti dengan TA yang sesuai KAK atau yang lebih tinggi EVALUASI PENGALAMAN PERUSAHAAN PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT. (1) 1.

XYZ NILAI 3 95 82.00 77 EVALUASI KUALIFIKASI TENAGA AHLI PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT.20 0.EVALUASI PENDEKATAN DAN METODOLOGI PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT. (1) 1.10 NILAI TOTAL (5) 32 16 16 5 NAMA PERUSAHAAN : No. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN 2 Ketua Tim Ahli Jalan dan Jembatan Jumlah 44 . XYZ NILAI (3) 80 80 80 50 BOBOT (4) 0.40 1. 2.40 0. 4.10 8 1. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN (2) Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK Kualitas metodologi Hasil kerja (deliverable) fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK Gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diminta dalam KAK Jumlah 80 0. 1 1.5 BOBOT 4 0.00 NILAI TOTAL 5 57 33 90 NAMA PERUSAHAAN : No. 3. 2.20 0. 5.60 0.

PENGALAMAN KERJA PROFESIONAL No.0 1.0 1.0 V 1.5 1.0 0.0 V 1.6 1.0 X 0 V 1.0 1.0 LINGKUP 5 T T T S S M S S S S S S 0. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 PERIODE DARI .0 V 1.5 0.0 1.5 0.Pokja ULP Pusat Pembinaan Penyelenggaraan Konstruksi Pengadaan Jasa Konsultansi : Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Perundang-Undangan Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2011 Nama Perusahaan Nama Personil Posisi yg diusulkan A. 67.5 5 0 6 3 36 2 67. MSc Ketua Tim S2 Sesuai KAK NILAI 100 CONTOH POSISI/ JABATAN 4 S S S S S S S S S TS S S 1.62 TH 100 50 PERSYARATAN KAK 5 TAHUN TOTAL NILAI = Sertifikasi : M/TM URAIAN PENDIDIKAN PENGALAMAN SERTIFIAT KEAHLIAN KEMAMPUAN BAHASA NILAI TOTAL Memiliki NILAI 100 100 100 50 100 BOBOT% 30% 50% 10% 10% 100% BAHASA Baik NILAI X BOBOT 30 50 10 5 95 Keterangan: Posisi: S = sesuai TS = tidak sesuai Lingkup: S = sesuai M = menunjang T = terkait Sertifikat: M = Memiliki TM = Tidak memiliki 45 .0 1.0 1.0 1.0 V 1.0 1. Badi.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 V 1.0 V 1.33 6 5 5 6 6 36 2 : : : : PT XYZ Ir.75 1.0 0.0 1.33 4.5 1.6 1.0 V 1.0 1.62 5. PENDIDIKAN B.0 JUMLAH 7 3 3 2 1.43 BL 5.0 V 1.SAMPAI 2 Feb-08 Aug-08 10 May-07 10 Nov-07 1 Mar-06 30 Jun-06 28 Jun-04 16 Ags-04 15 Jul-03 25 Ags-03 2002 2003 Jun-01 Nov-01 Aug-99 Jan-00 Apr-98 Nov-98 Jun-97 Dec-97 1 Mar-93 1 Mar -96 1 Jan-93 1 Mei 93 BLN 3 6 6 4 1.0 Referensi Pengalaman Kerja TA 6 V 1.0 V 1.

3 4.0 1.5 0.0 1.0 1. PENDIDIKAN B.5 10 5 82.0 V 1.0 V 1.0 1.0 1.5 Keterangan: Posisi: S = sesuai TS = tidak sesuai Lingkup: S = sesuai M = menunjang T = terkait Sertifikat: M = Memiliki TM = Tidak memiliki 46 .6 1.3 6 5 5 12 14 3 : : : : PT XYZ Ir.0 1.0 1.5 0.0 X 0 JUMLAH 7 3 3 2 1.0 Referensi Pengalaman Kerja TA 6 V 1.4 BL 3.0 1.0 1.0 V 1.5 1. 46.0 1.5 5 0 12 14 0 46.87 TH 75 50 PERSYARATAN KAK 5 TAHUN TOTAL NILAI = Sertifikasi : M/TM URAIAN PENDIDIKAN PENGALAMAN SERTIFIAT KEAHLIAN KEMAMPUAN BAHASA NILAI TOTAL Memiliki NILAI 100 75 100 50 100 BOBOT% 30% 50% 10% 10% 100% BAHASA Baik NILAI X BOBOT 30 37.Pokja ULP Peningkatan Jalan Nasional Pengadaan Jasa Konsultansi : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2011 Nama Perusahaan Nama Personil Posisi yg diusulkan A. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 PERIODE DARI .0 LINGKUP 5 T T T S S M S S S S S 0.0 X 0 V 1.0 V 1.0 V 1.0 1.0 0.0 1.75 1.6 1.0 V 1. Paruli Ahli Jalan dan Jembatan S1 Sesuai KAK NILAI 100 CONTOH POSISI/ JABATAN 4 S S S S S S S S S S S 1.SAMPAI 2 Mar-09 Sep-09 10 Jun-08 10 Des-08 1 Feb-07 30 Mei-07 28 Jul-04 16 Sep-04 15 Jun-03 25 Jul-03 2001 2002 Jun-00 Nov-01 Aug-98 Jan-99 1 Mar-95 1 Mar -96 1 Jan-94 1 Mei 95 1993 1993 BLN 3 6 6 4 1.0 1.0 1. PENGALAMAN KERJA PROFESIONAL No.0 V 1.0 1.

GHI = 60. PT.25 c).9 x 0.00 x 0. PT. CONTOH PENILAIAN GABUNGAN TEKNIS DAN BIAYA Perbandingan bobot teknis : biaya = 0.3.75 c).75 + 22.9 90. PT. GHI = 90 jt 90/90 x 100 =100.25 = 22. XYZ = 110 jt 90/110 x 100 = 81.25 = 25.00 Usulan untuk penetapan calon pemenang: PT.00 + 25. XYZ = 90.455 = 88. PT.00 90. PT.75 = 60.00 x 0.00 *) Perhitungan PT. GHI sama dengan perhitungan PT.25 Nilai usulan teknis ke 3 penawaran adalah: Bobot teknis : a). ABC = 100 jt 90/100 x 100 = 90. XYZ sebagai Calon Pemenang.175 + 20.75 = 63.75 = 68. 47 .455 b).63 b).175 b). XYZ = 68.25 = 20. GHI sebagai Calon Pemenang Cadangan II.00 100.82 81. XYZ Nilai usulan biaya ke 3 penawaran adalah: Bobot biaya a).50 = 86. PT. ABC sebagai Calon Pemenang Cadangan I.75 : 0. PT. PT.82 x 0. GHI = 80*) 80 x 0. ABC = 63. ABC = 85*) 85 x 0. PT.50 c).ABC dan PT. dan PT. PT.00 Nilai akhir kombinasi teknis dan biaya adalah: a).00 = 85.

....... 2........ 1. Risalah Tanya Jawab : Pertanyaan dari peserta: Pertanyaan Jawaban No Nama Perusahaan 1 2 Perubahan substansi dokumen (jika ada) a...................... tanggal .... akan dituangkan dalam perubahan/addendum dokumen pemilihan........... b... Tanggal ..... c....... yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Pokja ULP............Cara penyampaian Dokumen Penawaran.... 5..................... b.................. [diisi sesuai dengan hasil rapat penjelasan yang dilakukan Pokja].... Panitia membacakan dan menjelaskan tentang isi Dokumen Pemilihan.4.......-.........termasuk di dalamnya antara lain: Metode pemilihan....... Peserta Rapat:Daftar Hadir Terlampir Rapat dihadiri oleh: a......) bertempat di . nomor . sekaligus diadakan tanya jawab yang akan tercantum dalam Risalah tanya jawab..... Jika terdapat perubahan substansi dokumen.......... .................................... 3...................... 4...................... Tahun............-..... yang di undang untuk mengikuti penjelasan (Aanwijzing)............................... Pada hari ini ........ Risalah Rapat : a.......... Rapat dibuka oleh Pokja pada jam ........................... Pokja .................................dst....... [diisi rincian perubahan substansi dokumen pemilihan (jika ada)] b......... CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PELELANGAN/SELEKSI PELELANGAN/SELEKSI (AANWIJZING) Nomor : ................. (...................... Wakil-wakil Perusahaan Calon Penyedia Jasa ........ *) 48 .. …………………........ telah mengadakan Rapat Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) untuk Paket Pekerjaan sebagai berikut: Nama Paket Pekerjaan: Uraian Singkat Pekerjaan: Rapat dipimpin oleh: .... Para anggota Pokja ..................... ..... Bulan .......

......................[diisi nama paket pekerjaan] 7. Keterangan: *) Adendum (jika ada) dibuat terpisah dari berita acara pemberian penjelasan 49 ....... dibuat ... Berita Acara Pemberian Penjelasan untuk paket ............... sebagai wakil peserta untuk menandatangani Berita Acara Pemberian Penjelasan paket ......................................... Pokja menutup rapat pemberian penjelasan (Aanwijzing) pada jam .................. 3.................... Hasil peninjauan lapangan (jika diperlukan): .... 1. .................... pukul ...……………………........ …………….... 2 ................ 8. ……………… Kelompok Kerja (Pokja) ............. 9... tanggal ....... ... tanggal .......................................... dan dapat juga diunduh dari K/L/D/I................. 2.................. Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP) ini dibuat dengan penuh rasa tanggung jawab untuk dipergunakan sebagaimana mestinya........... 4............. ... . Berita Acaraserta Addendum akan disampaikan kepada seluruh peserta mulai hari .. .............. 5........................................... 6................................ Berita Acara Pemberian Penjelasan dapat diambil pada hari .................................... ........................................................ 10............................. Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota SAKSI-SAKSI 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 1.............(................. 1 .. 2.........................................Selanjutnya Pokja menawarkan kepada peserta siapa yangbersedia sebagai wakil peserta untuk menandatangani Berita Acara Pemberian Penjelasan dan menyepakati bahwa: Nama : …………………………… dari PT/CV ………………………………………… dan Nama : …………………………… dari PT/CV …………………......................... .) rangkap........

............ 4.............. 3...............bulan …………........................................ WIB............ Demikian Berita Acara ini dibuat dengan penuh tanggung jawab. untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.... ( ................. PT.....................tahun ………….......... Yang memasukkan dokumen penawaran ……..... Kolom (5) tidak dibuka pada saat pembukaan penawaran Sampul I... ............. Jumlah dokumen penawaran yang lengkap ..(4)........................ tanggal …………..... Dalam Acara Pemasukan danPembukaan Dokumen Penawaran diperoleh hasil sebagai berikut : 1..... Pada hari ini …………...............5... CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBUKAAN PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN KOP SURAT SATUAN KERJA BERITA ACARA PEMASUKAN DAN PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN UNTUK PENGADAAN JASA KONSULTANSI Nomor : …………...... Peserta yang menjadi saksi 2 (dua) orang yaitu dari : PT............. bertempat di …………. AcaraPemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran ditutup pada pukul .....) dan jumlah dokumen penawaran yang tidak lengkap ....... Hasil Pembukaan Penawaran Sebagai Berikut: No (1) Nama Perusahaan (2) Sampul I Administrasi Teknis (3) (4) Sampul II*) (5) Keterangan (6) Catatan: Kolom (3)....... ...... telah mengadakan acara Pemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran untuk Pengadaan Jasa Konsultansi…………........... (………………. tanggal …………..........).. 2.. ……………… PokjaPokja ULP…………………………… 50 ..........) penyedia jasa. Nama : . pukul …………. Nama : ........ diisi sesuai yang disyaratkan dalam dokumen pemilihan...... yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Pokja ULP nomor ………….. (... yang selanjutnya dalam Berita Acara ini disebut Pokja..... ……………....... Pokja ………….....

.. Nama Jabatan Tanda Tangan 51 ....... 7....... Ketua merangkap Anggota Sekretarismerangkap Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 6……………… 7……………… WAKIL DARI PENYEDIA JASA No.......... ........... ................ 2........ .............. ..... 5............1...... .. .... 6..................... 3....... .................. 4...............................

. untuk keperluan korespondensi] Penyedia jasa yang mendaftar sebanyak……(……) perusahaan. Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Kualifikasi Pendaftaran dimulai tanggal ………… sampai dengan tanggal ………… [pada tahap pendaftaran. Metode Penyampaian Dua Sampul. 2. b. Surat Kabar ……………… tanggal ……… (jika diperlukan. METODE DUA SAMPUL. tanggal…………. sesuai ketentuan).. dst 52 dan mengambil dokumen kualifikasi NAMA PERUSAHAAN ALAMAT. nomor faksimili dan/atau alamat email pihak yang dapat dihubungi. Pengumuman Prakualifikasi Pengumuman ………… Nomor: …………. Papan Pengumuman Resmi ……………. nama dan alamat perusahaan serta nomor telepon. c. Pokja/Pejabat Pengadaan mencatat nama pendaftar. Website K/L/D/I dan Portal Pengadaan Nasional tanggal …………………. SISTEM EVALUASI KUALITAS DAN BIAYA KOP SURAT POKJA BERITA ACARA HASIL EVALUASI SELEKSI PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI NOMOR : …………………… Nama Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Satminkal Satuan Kerja PPK Kelompok Kerja Sumber Dana Tahun Anggaran Harga Perkiraan Sendiri Jangka waktu pelaksanaan Metode Pemilihan Metode Penyampaian Metode Evaluasi : : : : : : : : : : : : : ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… (termasuk PPN 10%) ……………………… Prakualifikasi Dua Sampul Kualitas dan Biaya Pada hari ini ………… tanggal ………… bulan ………… tahun ………… kami yang bertanda tangan dibawah ini Pokja ULP berdasarkan Surat Keputusan ULP Nomor: ………… tanggal ………… telah melaksanakan Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi dengan Seleksi Umum Prakualifikasi. tanggal …………. melalui: a. No 1 2 .6. CONTOH FORMAT BERITA ACARA HASIL SELEKSI UNTUK PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI DENGAN PRAKUALIFIKASI.. tanggal………………. NOMOR TELEPON KETERANGAN . Metode Evaluasi Kualitas dan Biaya dengan hasil sebagai berikut: 1.d. s.

.. No 1 2 .. Tempat yang memasukkan c.. Penyampaian BAPK termasuk Adendum Dokumen Kualifikasi (jika diperlukan) Salinan BAPK termasuk Adendum Dokumen Kualifikasi (jika diperlukan) dapat diambil oleh peserta pada tanggal . Batas akhir waktu pemasukan dokumen kualifikasi : Hari …… Tanggal ……… Jam ………… : website K/L/D/I b..) dokumen kualifikasi.............. dst NAMA PERUSAHAAN ALAMAT DAN NOMOR TELEPON KETERANGAN d..... PT/CV. yaitu syarat/lulus dokumen kualifikasi: 53 .... PT/CV..) dokumen kualifikasi........dst 2) Jumlah dokumen kualifikasi yang dinyatakan gugur/tidak = …… (...... 4....... Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) Kualifikasi (jika diperlukan) a. b.......dst 3) Jumlah dokumen kualifikasi yang dinyatakan memenuhi = …… (... Peserta yang terlambat memasukkan dokumen kualifikasi : ………… (…………) perusahaan.................. Pemberian penjelasan dilaksanakan pada tanggal………bertempat di ……… b.. 3........ PT/CV...... [diisi sesuai persyaratan kualifikasi yang ditetapkan dalam dokumen kualifikasi].....) dokumen kualifikasi..... Jumlah peserta yang hadir sebanyak……………… (…………) perusahaan.. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Kualifikasi a........ Evaluasi dilakukan terhadap dokumen kualifikasi. 2... 5....... PT/CV..... yaitu dokumen kualifikasi: 1... 3. yaitu: dokumen kualifikasi: 1.. melalui website K/L/D/I. 1) Jumlah dokumen kualifikasi yang dievaluasi = …… (.... Peserta Dokumen kualifikasi : ………… (…………) perusahaan. Berita Acara Penjelasan Kualifikasi (BAPK) nomor ………… tanggal ……… (jika diperlukan)... PT/CV.. yaitu lulus.... Penilaian persyaratan kualifikasi dilakukan terhadap pemenuhan persyaratan kualifikasi..... meliputi pakta integritas dan formulir isian kualifikasi. Pembukaan dan Evaluasi Dokumen Kualifikasi a.. PT/CV......3. 6..... 2.. yaitu .....

.. …………………… b.. …………………… c....dst 7............ Sanggahan Kualifikasi [diisi jika ada sanggahan] Masa sanggah hasil kualifikasi mulai tanggal ……………. yaitu: NO 1 2 .. Website K/L/D/I tanggal …………………… dan Portal Pengadaan Nasional.... PT/CV........ Peserta yang dinyatakan masuk dalam Daftar Pendek sebanyak…… (. Pengumuman Hasil Kualifikasi Pengumuman Hasil Kualifikasi ………… Nomor: ………….. Papan Pengumuman Resmi ……………... 5 (lima)..) sanggahan Ringkasan sanggahan sebagai berikut: No 1 2 ... Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan Peserta yang termasuk dalam Daftar Pendek diundang untuk mengambil dokumen pemilihan... s..........d..... Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan disampaikan melalui ……………… dengan tanda bukti terlampir.) sanggahan Sanggahan yang dinyatakan tidak benar = .. Penetapan Daftar Pendek (short list)...... (... 2.. tanggal………………. Sanggahan yang dinyatakan benar = ... tanggal ………….... 3.. melalui: a.1.. 10. dst NAMA PERUSAHAAN ALAMAT NPWP KETERANGAN min............. PT/CV.......... ………………dst 8..) peserta..... PT/CV..... 54 NAMA PERUSAHAAN MATERI SANGGAHAN JAWABAN SANGGAHAN KETERANGAN .....d. Pembuktian Kualifikasi dan Pembuatan Berita Acara Pembuktian Kualifikasi Pembuktian terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen atau legalisir dan meminta salinannya...(. b. Hasil pembuktian kualifikasi untuk tiap peserta dituangkan dalam Berita Acara Pembuktian Kualifikasi (terlampir) Alasan gugur/tidak lulus dan tidak termasuk Daftar Pendek masing-masing peserta adalah sebagai berikut : a. tanggal………… s..(. 7 (tujuh) peserta 9............ maks... tanggal…………… Jumlah peserta yang keberatan atas penetapan hasil prakualifikasi dan menyampaikan sanggahan = ..) peserta.. dst 11.....

. Waktu b. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (BAPP) No………… tanggal ……… (terlampir). Evaluasi Dokumen Penawaran Sampul I (Administrasi dan Teknis) Evaluasi penawaran dengan berpedoman pada ketentuan peraturan yang berlaku... 1). dan Dokumen Pemilihan. Waktu : Hari ……… Tanggal ……… Jam ……… b.. 16. Tempat : ………… Berita Acara Pembukaan Penawaran No ………… tanggal ……… (terlampir). Jumlah peserta yang hadir sebanyak………………… (…………) perusahaan. Dokumen Penawaran No 1 2 . Unsur-unsur yang dievaluasi meliputi kelengkapan persyaratan yang diminta dalam dokumen pemilihan.. melalui website K/L/D/I. d. b.. Penawaran yang dievaluasi Jumlah penawaran yang dievaluasi 55 = …… (.. 14. Penyedia jasa yang terlambat memasukkan dokumen penawaran NAMA PERUSAHAAN ALAMAT DAN NOMOR TELEPON KETERANGAN : ………… (…………) perusahaan. dst e. Tempat c. 15. Penyampaian BAPP termasuk Adendum Dokumen Pemilihan (jika ada) Salinan BAPP termasuk Adendum Dokumen Pemilihan (jika ada) dapat diambil oleh peserta pada tanggal ..) penawaran.. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Penawaran (Sampul I dan Sampul II) waktu pemasukan a.... yaitu penawaran: .... Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) a. Pemberian penjelasan dilaksanakan pada tanggal……… bertempat di ………… b. Evaluasi Administrasi Evaluasi administrasi hanya dilakukan pada hal-hal yang tidak dinilai pada penilaian kualifikasi.Pengambilan Dokumen Pemilihan dilakukan pada: a. Hasil evaluasi penawaran sebagai berikut: a. Tempat : ……………………………… Peserta yang mengambil dokumen pemilihan sebanyak………(……) perusahaan. 13. Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul I (Administrasi dan Teknis) Penawaran dinyatakan ditutup pada hari ………… tanggal ………… Jam ………… Pembukaan penawaran dilakukan pada: : Hari ……… Tanggal ………… Jam ……… a. Batas Dokumen Penawaran : Hari ……… tanggal ……… Jam …… : website K/L/D/I... Peserta yang memasukkan : ………… (…………) perusahaan. 12.

.......... PT/CV.) penawaran......dst 2).... Konfirmasi/Klarifikasi[dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. PT/CV. 3).... 3........ 2............... dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak…………. 2.............) penawaran.. bobot ........... Unsur pendekatan dan metodologi....... 4. dengan kesimpulan................ terkait keraguan terhadap …………..... penawaran: 1. [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan] ii...1. (b) Unsur-unsur yang dievaluasi: i... Evaluasi teknis dengan sistem nilai: (a) Persyaratan teknis minimal yang harus dipenuhi sesuai dengan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan............. PT/CV....... Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi................. PT/CV... [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan] (c) Nilai ambang batas lulus persyaratan teknis = ... PT/CV......... PT/CV........ Unsur pengalaman perusahaan. PT/CV.... penawaran... ………… (c) ........... Jumlah penawaran yang dievaluasi 56 = …… (... dst....... 3... yaitu penawaran: ........................ PT/CV... meliputi .......... Unsur kualifikasi dan tenaga ahli...... 2)... . 3......) penawaran: 1.. yaitu PT/CV.......... 2.......... Evaluasi Teknis.. 4... [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan ] iii.... b..... 1)........ jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV…………........... bobot ............. [diisi sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan].. terkait keraguan terhadap ………….......... Unsur-unsur yang dievaluasi sesuai dengan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan..... Penawaran yang memenuhi syarat/lulus Jumlah penawaran yang dinyatakan memenuhi = syarat/lulus administrasi …… (...... dst yaitu Penjelasan gugur/tidak lulus masing-masing peserta adalah sebagai berikut : (a) PT/CV ………… dinyatakan gugur administrasi karena ………… (b) PT/CV ………… dinyatakan gugur administrasi karena ………… (c) ………… dst Hasil evaluasi administrasi terlampir....... ...... dst Jumlah penawaran yang dinyatakan gugur/tidak lulus = …… (.. bobot .........

Peserta yang lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) dan diundang untuk memasukkan Dokumen Penawaran Sampul II sebagai berikut: NO NAMA PERUSAHAAN NPWP KETERANGAN 1 2 ..1.. 2... PT/CV.... tanggal .. penawaran yang 4)............ b. dst...d... 3..........................) penawaran................ ......... dst 5)..... 17.... Waktu b... jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV………….............. dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak…………... tanggal ………….. melalui: a....dst 3). Papan Pengumuman Resmi ……………. dst …… (...... Jumlah penawaran yang dinyatakan tidak memenuhi = ambang batas lulus Hasil evaluasi teknis terlampir.... ………… (c) ... PT/CV............ Jumlah dinyatakan memenuhi ambang = batas lulus …… (.... Tempat : ………… Berita Acara Pembukaan Penawaran Sampul II (Harga) nomor………… tanggal ……… (terlampir).... 2. 3.... Website K/L/D/I tanggal …………………… dan Portal Pengadaan Nasional.............. PT/CV. Undangan nomor ........ dst Penetapan peringkat teknis terlampir.. Pengumuman yang Lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) Pengumuman yang Lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) nomor …………. 2... tanggal………… s.. Konfirmasi/Klarifikasi [dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan.......... yaitu penawaran: 1.... Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul II (Harga) Pembukaan penawaran Sampul II (Harga) dilakukan pada: : Hari ………… Tanggal ………… Jam ……… a............... 3... terkait keraguan terhadap …………..... PT/CV................. PT/CV. PT/CV. PT/CV.... dengan kesimpulan..... tanggal………………. .......... terkait keraguan terhadap ………….... 57 .. 18... c.. 4... PT/CV..) penawaran...... yaitu penawaran: 1....... Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis terlampir..

sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang lain secara proporsional. a. Perhitungan nilai kombinasi terbaik NO. dst NAMA PERUSAHA AN NILAI HARGA BOBOT HARGA NILAI TEKNIS BOBOT TEKNIS NILAI TOTAL*) *) keterangan: 1).. kewajaran penugasan tenaga pendukung (apabila ada).. Koreksi Aritmatik [khusus untuk kontrak lumpsum tidak mengubah total harga penawaran] HARGA PENAWARAN TERMASUK PPN 10% PADA SAAT PEMBUKA AN NO NAMA PERUSAHAA N ( RP ) SETELAH KOREKSI ARITMATIK PERINGKAT SETELAH KOREKSI ARITMATIK KETERANGAN 1 2 . dst. maka Kelompok Kerja (Pokja) berkesimpulan dan memutuskan untuk mengusulkan calon pemenang seleksi berdasarkan peringkat terbaik adalah : 58 . misal: kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). Evaluasi Dokumen Penawaran Sampul II (Harga). d. 2). 1 2 .. terkait keraguan terhadap …………. dst b. dengan kesimpulan ………… (c) . KESIMPULAN Berdasarkan hasil evaluasi kualifikasi... evaluasi sampul I (administrasi dan teknis) dan evaluasi sampul II (harga). kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost)] c. Konfirmasi/Klarifikasi [dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan.. Unsur-unsur yang dievaluasi yaitu: …………… [diisi sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV………….19. terkait keraguan terhadap …………... Hasil evaluasi harga terlampir pada Laporan Evaluasi Penawaran.... 20... menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran teknis dan nilai penawaran biaya terkoreksi dengan cara perhitungan sebagai berikut: NILAI TOTAL = {Nilai/skor Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis} + {Nilai/skor Penawaran Biaya Terkoreksi x Bobot Penawaran Biaya}. kewajaran penugasan tenaga ahli. nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor tertinggi. dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak…………. Evaluasi harga dilakukan kepada penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis (Sampul I).

............ 2............. ………………................. Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 6……………… 7……………… 59 ................ ………………(termasuk PPN) Demikian Berita Acara Hasil Evaluasi Seleksi ini dibuat dengan penuh rasa tanggung jawab untuk dipergunakan dalam penetapan pemenang sebagaimana mestinya... ... 6. ………………(termasuk PPN) 3... 3.... ……………................ 7.1. 1.......... ........ . ……………… Kelompok Kerja (Pokja) .................... .... ............. 4. CALON PEMENANG CADANGAN II Nama Perusahaan : …………………… Alamat Perusahaan : …………………… NPWP : …………………… Harga Penawaran terkoreksi : Rp..... CALON PEMENANG Nama Perusahaan Alamat Perusahaan NPWP Harga Penawaran terkoreksi : …………………… : …………………… : …………………… : Rp..................... CALON PEMENANGCADANGAN I Nama Perusahaan : …………………… Alamat Perusahaan : …………………… NPWP : …………………… Harga Penawaran terkoreksi : Rp.......... 5....... ....... (termasuk PPN) 2... ......

.

ttd DJOKO KIRMANTO .LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI BUKU 11 B : Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Mei 2011 MENTERI PEKERJAAN UMUM.