Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul

dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM,
Menimbang : a. bahwa pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi di bidang pekerjaan umum yang memenuhi tata nilai pengadaan dan kompetitif sangat diperlukan bagi ketersediaan infrastruktur yang berkualitas sehingga akan berdampak pada peningkatan pelayanan publik; bahwa dengan telah diterbitkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, perlu pengaturan mengenai tata cara pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang jelas dan komprehensif sehingga dapat menjadi pengaturan yang efektif dalam pengadaan barang/jasa pemerintah; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Menteri;

b.

c.

Mengingat

: 1.

2.

3.

4.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3955) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2010 (Lembaran Negara RI Tahun 2010 Nomor 157); Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Nomor 64 Tahun 2000, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3957) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2010 (Lembaran Negara RI Nomor 95 Tahun 2010); Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 65 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3957); Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;
i

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum. 3. 9.000. 11. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI. 7. Unit Layanan Pengadaan yang selanjutnya disebut ULP adalah unit organisasi yang berfungsi melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa yang ditetapkan oleh Menteri dan bersifat permanen. 7. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 5. 10. 12. 6. Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia.000. 9. Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. 2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pekerjaan Umum. Kepala Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Kasatker adalah Kuasa Pengguna Anggaran dan/atau Barang. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini. Pekerjaan Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi. 10. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah Pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran pemerintah. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah Satuan Kerja yang menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai dari dana anggaran pemerintah. 8. 5. 4. Jasa Konsultansi adalah jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. 11. Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 15/M-IND/PER/2/2011 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. yang dimaksud dengan : 1. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. ii . Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Pekerjaan Konstruksi/Jasa Konsultansi. 6. 8. mempunyai risiko tinggi. Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya. menggunakan peralatan yang didesain khusus dan/atau pekerjaan yang bernilai diatas Rp100. Pejabat Pengadaan adalah personil yang memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa yang melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa.000.Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD.00 (seratus milyar rupiah).

kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan Pengadaan Barang/Jasa. serta menjaga kerahasiaan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa yang menurut sifatnya harus dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam Pengadaan Barang/Jasa. 15. dan Direktur Jenderal/Deputi. baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses Pengadaan Barang/Jasa. (2) Peraturan Menteri ini bertujuan agar pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi lebih operasional dan efektif. golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. dan (8) Tidak menerima. (2) Bekerja secara profesional dan mandiri. Ahli Hukum Kontrak adalah seorang/pejabat ahli yang dapat memberikan pendapat terhadap Kontrak untuk pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang bernilai di atas Rp 100. (6) Menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam Pengadaan Barang/Jasa. (4) Menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan tertulis para pihak. Pejabat Eselon I atau Pimpinan Unit Kerja setara Eselon I adalah Sekretaris Jenderal/Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah. disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran.13. 14. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat. komisi. Pasal 2 (1) Peraturan Menteri ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. Inspektur Jenderal. (5) Menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan para pihak yang terkait. imbalan. Kepala Badan. 16.000.000. rabat dan berupa apa saja dari atau kepada iii . tidak menawarkan atau tidak menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah. (2) Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang dananya bersumber dari pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari pinjaman atau hibah dalam negeri. Pasal 4 Para pihak yang terkait dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa harus mematuhi ketentuan sebagai berikut: (1) Melaksanakan tugas secara tertib.000 (seratus milyar rupiah) dan/atau yang bersifat kompleks sebelum di tandatangani oleh para pihak. (3) Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung yang berakibat terjadinya persaingan tidak sehat. Kontrak kerja konstruksi adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara Pejabat Pembuat Komitmen dengan Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Pasal 3 Ruang lingkup berlakunya Peraturan Menteri ini adalah untuk: (1) Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang pembiayaannya baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari anggaran pembangunan pemerintah (pusat/daerah). (7) Menghindari dan mencegah penyalahgunaan wewenang dan/atau kolusi dengan tujuan untuk keuntungan pribadi.

000 (seratus milyar rupiah) dan/atau yang bersifat kompleks sebelum di tandatangani oleh para pihak. inflasi tahun sebelumnya. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh asosiasi terkait dan sumber data lain yang dapat dipertanggungjawabkan. Pasal 5 Untuk pekerjaan konstruksi yang bernilai diatas Rp 100.000. harus berdasarkan persetujuan para pihak. iv . penandatanganan kontrak dilakukan setelah Dokumen Anggaran disahkan. khusus untuk harga penawaran peserta lelang/seleksi di bawah 80% HPS wajib dilakukan evaluasi kewajaran harga dengan meneliti dan menilai konsistensi rincian/uraian Analisa Harga Satuan Pekerjaan Utama terhadap syarat teknis/spesifikasi sehingga tidak terjadi penyimpangan yang mempengaruhi lingkup.000. yang diperoleh berdasarkan hasil survey menjelang dilaksanakannya pengadaan dengan mempertimbangkan informasi yang meliputi: a. perkiraan perhitungan biaya yang dilakukan oleh konsultan perencana (engineer’s estimate). (9) Proses pelaksanaan pelelangan/seleksi harus segera dimulai setelah rencana kerja dan anggaran K/L/D/I disetujui DPR/DPRD sampai dengan penetapan pemenang. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). g. d. Pasal 7 Kontrak untuk pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang bernilai di atas Rp 100. b. daftar biaya/tarif Barang/Jasa yang dikeluarkan oleh pabrikan/distributor tunggal. norma indeks yaitu tentang nilai harga terendah dan harga tertinggi dari suatu barang/jasa yang diterbitkan oleh instansi teknis terkait atau Pemerintah Daerah setempat.000.000.siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa. kualitas. dan/atau i. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menetapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) setelah Rencana Perkiraan Biaya yang disusun mendapat persetujuan dari Pejabat Eselon I.000. Pasal 6 (1) Dalam rangka menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dilakukan berdasarkan metode pelaksanaan/kerja dan spesifikasi teknis dengan memperhatikan data harga pasar setempat. f. informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan. h. terlebih dahulu harus memperoleh pendapat Ahli Hukum Kontrak. e. (2) Dalam melakukan evaluasi penawaran harus berpedoman pada tata cara/kriteria yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. c. suku bunga berjalan dan/atau kurs tengah Bank Indonesia. biaya Kontrak sebelumnya atau yang sedang berjalan dengan mempertimbangkan faktor perubahan biaya.000 (sepuluh milyar rupiah).000 (seratus milyar rupiah) dan jasa konsultansi yang bernilai diatas Rp 10. Pasal 8 (1) Ahli Hukum Kontrak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 yang ditunjuk untuk memberikan pendapat hukum. hasil perbandingan dengan Kontrak sejenis. baik yang dilakukan dengan instansi lain maupun pihak lain.000. (2) Dalam hal tidak diperoleh Ahli Hukum Kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan hasil/kinerja serta diyakini dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.

Buku PK 03 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan. Buku PK 01 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. v . Pasal 9 (1) Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi meliputi : a. Buku PK 04 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan.maka pendapat hukum dapat diperoleh dari Tim Pendapat/Opini Hukum Kontrak. 8. 9. 6. Buku PK 01 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. Buku PK 04 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. Buku PK 06 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur (Ambang Batas) Kontrak Harga Satuan. Buku PK 03 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan. Buku PK 05 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak Lump Sum. 7. Buku PK 05 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak Lump Sum. 4. 2. 10. 11. Buku PK 02 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Lump Sum. terdiri atas : 1. 5. 3. Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi. Buku PK 02 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Lump Sum.

Buku JK 12 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum. 7. Buku JK 13 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Harga Satuan. Buku JK 13 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Harga Satuan. Buku JK 10 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Sum. Buku PK 07 B Pedoman Evaluasi Kualifikasi. 8. Buku PK 08 Pedoman Penyusunan Dokumen Pelelangan. Buku JK 11 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan. Buku PK 06 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur (Ambang Batas) Kontrak Harga Satuan. Buku JK 10 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Sum.12. 3. 13. vi . 15. Buku JK 09 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dengan Kontrak Harga Satuan. 5. Buku JK 11 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan. Buku JK 09 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Harga Satuan. 10. Buku JK 12 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum. 2. 4. 14. b. terdiri atas : 1. Buku PK 07 A Standar Dokumen Kualifikasi Pekerjaan Konstruksi. Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konsultansi. 9. 6.

17. (3) Kontrak pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dapat menggunakan: a. Buku JK 15 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Harga Satuan. study.11. 19. survey. dan lainnya. Jenis pekerjaan pada kelompok ini yaitu supervisi/pengawasan pekerjaan fisik. pedoman. 20. produk hukum. (2) Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi di bidang pekerjaan umum dilaksanakan sesuai dengan Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri ini. Buku JK 18 A Standar Dokumen Kualifikasi Jasa Konsultansi. Buku JK 17 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Perseorangan. Buku JK 16 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Lump Sum. petunjuk. Buku JK 14 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Lump Sum. kajian. vii . dan lainnya. kontrak Lump Sum Jasa Konsultansi didasarkan atas produk/keluaran (Output based) yang harus dihasilkan konsultan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR. Buku JK 16 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Lump Sum. 13. evaluasi. manajemen kontrak. Buku JK 14 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Lump Sum. sertifikasi. monitoring dan evaluasi. design. telaah. Kontrak Harga Satuan Jasa Konsultansi didasarkan atas input (tenaga ahli dan biaya-biaya langsung terkait termasuk perjalanan dinas) yang harus disediakan konsultan (Input based) untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR. kontrak Lump Sum. 18. Buku JK 17 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi Perseorangan. 14. Harga Satuan. Jenis pekerjaan pada kelompok ini yaitu feasibility study. Buku JK 15 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Harga Satuan. 21. 16. Buku JK 18 B Pedoman Evaluasi Kualifikasi Jasa Konsultansi. Buku JK 19 Pedoman Penyusunan Dokumen Seleksi. 15. Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan untuk pekerjaan tunggal atau terintegrasi. b. 12.

.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI BUKU 11 B : Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan .

.

.... PENGUMUMAN PERINGKAT TEKNIS……………………………………................................................. UNDANGAN PEMBUKAAN SAMPUL II…………………………………… 14 B.............. TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL………………………………………… 24 BAB VIII LAINLAIN-LAIN ...................... PENGAMBILAN.......................... 17 B. RUANG LINGKUP……………………………………………………………2 BAB II UNDANGAN.. PENGUMUMAN.... PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS (SAMPUL I)…………………………………………………………………....................................................................... 36 BAB I i ...... SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING .................... PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN………………………....................... UNDANGAN…………………………………………………………………3 B...................... KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA……………………… 19 C.... TUJUAN…………………………………………………………………….. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN DOKUMEN SAMPUL II ........ 14 BAB V PENETAPAN PEMENANG SELEKSI..... 1 B. PENYAMPAIAN/PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN………………… 5 E......... .... 17 BAB VI KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI................................ PEMBERIAN PENJELASAN.................. 19 A. PENYAMPAIAN....... PENGAMBILAN..... 1 A.... 2 C........... PEMBUATAN BERITA ACARA HASIL SELEKSI (BAHS)……………………........................... PENGERTIAN ISTILAH………………………………………………………. UNDANGAN KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA………............................................ 17 A... 19 B............. 21 BAB VII SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL ....... PEMBUKAAN........ EVALUASI DOKUMEN SAMPUL I…………………………………………............................. 3 A.................... DAN EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN ............. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING……………………………............................. 6 F... 13 A.... NEGOSIASI............... 3 C............ SERTA PEMBUATAN BAHS.. 29 LAMPIRAN .. 4 D.................. 23 A.. SELEKSI GAGAL…………………………………………………………… 23 B....... PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II........ 14 A..................................................................... ........... PENETAPAN PEMENANG…………………………………………………............................................ 13 BAB IV UNDANGAN......................... PENGAMBILAN DOKUMEN PEMILIHAN…………………………………......... PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS………………………………………… 13 B................DAFTAR ISI KETENTUAN UMUM ........ . 8 BAB III PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS ......

.

yang dimaksud dengan: 1. Personil Inti adalah tenaga yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan untuk melaksanakan pekerjaan. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. 13. 14. 15. Tanggal Mulai Kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Penyedia Penyedia Jasa adalah badan usaha atau orang perorangan yang kegiatan usahanya menyediakan/melaksanakan layanan jasa konsultansi. Pejabat Pengadaan adalah personil yang memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa yang melaksanakan Pengadaan Jasa Konsultansi. yang diterbitkan oleh PPK. Dokumen Seleksi adalah dokumen yang ditetapkan oleh Pokja ULP yang memuat informasi dan ketentuan yang harus ditaati oleh para pihak dalam proses pengadaan jasa konsultansi. Substansi Penawaran Penawaran adalah hal-hal pokok dalam penawaran yang menentukan sah atau tidaknya penawaran yang dinyatakan dalam dokumen seleksi. 10. 6. 5. PENGERTIAN ISTILAH Dalam pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini. Dokumen Penawaran Penawaran adalah surat penawaran dan seluruh dokumen lampirannya termasuk dokumen kualifikasi (untuk pascakualifikasi). terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara profesional dan dapat dilaksanakan. 7. 12.BAB I KETENTUAN UMUM A. 8. Jadwal Waktu Waktu Pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. 2. 3. Harga Perkiraan Sendiri Sendiri (HPS) adalah hasil perhitungan seluruh volume pekerjaan dikalikan dengan Harga Satuan ditambah dengan seluruh beban pajak dan keuntungan. 4. 9. Peserta seleksi adalah penyedia jasa yang mengikuti seleksi penyedia jasa yang telah lulus prakualifikasi dan masuk dalam daftar pendek konsultan (untuk prakualifikasi) atau mendaftar dan mengambil dokumen seleksi (untuk pascakualifikasi). 1 . Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran pemerintah. Jasa Konsultansi adalah jasa layanan professional yang membutuhkan keahlian tertentu di berbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). Pokja ULP (Kelompok Kerja Pokja ULP) adalah perangkat dari Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) yang berfungsi untuk melaksanakan Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. 11. 16. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Jasa Konsultansi.

17. C. Agar penerapan ketentuan Peraturan Presiden R. transparan. Sebagai pedoman Kelompok Kerja (Pokja) Pokja ULP dalam melaksanakan evaluasi dokumen penawaran pengadaan pekerjaan jasa konsultansi. 3. RUANG LINGKUP Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini digunakan untuk pelaksanaan seleksi dan evaluasi penawaran mencakup: 1. dan akuntabel. Negosiasi adalah kegiatan untuk mencapai kesepakatan teknis maupun harga untuk melaksanakan pekerjaan. Pengadaan Jasa Konsultansi yang dananya bersumber dari pemerintah mencakup Pengadaan Jasa Konsultansi yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari pinjaman atau hibah dalam negeri. 2. Tanggal Penyelesaian Pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama pekerjaan selesai. 18. dengan harga penawaran yang paling menguntungkan negara. 19. efektif. Agar pelaksanaan pengadaan dilakukan secara efisien. adil/tidak diskriminatif. Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan masa pemeliharaan berakhir. TUJUAN Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini disusun dengan tujuan: 1.I. Konfirmasi adalah kegiatan meminta penegasan terhadap hal-hal yang diperlukan. No. 2. 54 Tahun 2010 dalam pelaksanaan pengadaan lebih operasional. 21. Untuk mendapatkan penyedia jasa yang diyakini mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik. B. Pengadaan Jasa Konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang pembiayaannya baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari anggaran pembangunan pemerintah (pusat/daerah). terbuka dan bersaing. 4. 20. 2 . Klarifikasi adalah kegiatan meminta penjelasan atas substansi penawaran yang kurang jelas dalam rangka evaluasi dokumen penawaran. dinyatakan dalam Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh PPK.

Evaluasi Administrasi 2. 3. Sanggahan banding (apabila ada sanggah banding) O. Evaluasi Penawaran Sampul I 1. 2. Undangan pembukaan dokumen sampul II. PEMBERIAN PENJELASAN. Pokja ULP: a memberikan Dokumen Pemilihan dalam bentuk file (softcopy) dan/atau cetakan (hardcopy) kepada peserta yang diundang. Pembuatan Berita Acara Hasil Seleksi A. masa sanggah kualifikasi berakhir.BAB II UNDANGAN. Pemberitahuan/Pengumuman Pemenang. Penetapan Peringkat Teknis H. Peserta yang diundang berhak mengambil Dokumen Pemilihan. waktu dan tempat pengambilan Dokumen Pemilihan. 2. Sanggahan (apabila ada sanggahan). Pada tahap pengambilan Dokumen Pemilihan. PEMBUKAAN. J. PENGAMBILAN DOKUMEN PEMILIHAN 1. dan waktu pengambilan yang ditentukan dalam undangan. PENGAMBILAN. dan 3 . M. Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul I F. tanggal. Evaluasi Teknis 3. Pengambilan Dokumen Pemilihan C. atau c. Pokja ULP mengundang peserta yang lulus kualifikasi dan tercantum dalam penetapan daftar pendek (short list) untuk mengambil Dokumen Pemilihan dengan ketentuan: a. Pembuatan Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis G. Undangan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. UNDANGAN 1. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Penawaran E. N. Penetapan Pemenang. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya Q. DAN EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN Pokja ULP agar melakukan penelitian/pemeriksaan terhadap proses pelelangan dengan tahapan sebagai berikut : A. Undangan B. b. tidak ada sanggahan kualifikasi dari peserta. sanggahan kualifikasi terbukti tidak benar. Pemberitahuan/pengumuman Peringkat Teknis I. K. P. L. hari. Pemberian Penjelasan D. tanggal. Undangan mencantumkan hari. B. Peserta mengambil Dokumen Pemilihan sesuai tempat. PENYAMPAIAN. Pembukaan dan evaluasi dokumen sampul II.

c cara penyampaian Dokumen Penawaran. 10. 3. e jadwal pemasukan dan pembukaan Dokumen Penawaran. Apabila PPK tidak sependapat dengan usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada angka 9 di atas. 6.dapat mengunggah (upload) Dokumen Pemilihan melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh (download) oleh peserta. maka Pokja ULP menyampaikan keberatan PPK kepada PA/KPA untuk diputuskan. 9. dan: 4 . d kelengkapan yang harus dilampirkan bersama Dokumen Penawaran. maka Pokja ULP menuangkan ke dalam Adendum Dokumen pemilihan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan. b metode pemilihan. Pemberian penjelasan isi Dokumen Pemilihan. Pemberian penjelasan dilakukan di tempat dan pada waktu yang ditentukan. 7. 4. k perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (jika diperlukan). l Pra Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (Pra RK3K). harus mendapatkan persetujuan PPK sebelum dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan. Seseorang dilarang mewakili lebih dari 1 (satu) perusahaan dalam pengambilan Dokumen Pemilihan. dihadiri oleh para peserta yang diundang. f metode dan tata cara evaluasi. h jenis kontrak yang akan digunakan. Ketidakhadiran peserta pada saat pemberian penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. 3. b C. Dalam pemberian penjelasan. serta keterangan lain dituangkan dalam Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP) yang ditandatangani oleh anggota Pokja ULP dan minimal 1 (satu) wakil dari peserta yang hadir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan. PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN 1. pertanyaan dari peserta. 8. apabila ada. 2. perubahan substansi dokumen. harus dijelaskan kepada peserta mengenai: a Kerangka Acuan Kerja. 5. Apabila dipandang perlu. j ketentuan dan cara sub kontrak sebagian pekerjaan kepada Usaha Mikro. dan tingkat risiko pekerjaan (tinggi/sedang/kecil). Perwakilan peserta yang hadir pada saat pemberian penjelasan menunjukkan tanda pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP 4. Pokja ULP dilarang memungut biaya apapun kepada peserta. Apabila tidak ada satu pun peserta yang hadir atau yang bersedia menandatangani BAPP maka BAPP cukup ditandatangani oleh anggota Pokja ULP yang hadir. Usaha Kecil dan koperasi kecil. Pokja ULP dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan peninjauan lapangan. hasil peninjauan lapangan. g hal-hal yang menggugurkan penawaran. Perubahan rancangan kontrak dan/atau ruang lingkup kegiatan dan/atau kualifikasi tenaga ahli dan/atau total nilai HPS. i ketentuan tentang penyesuaian harga. Apabila dalam BAPP sebagaimana dimaksud pada angka 6 terdapat halhal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung. jawaban dari Pokja ULP.

13. Pokja ULP diwajibkan untuk menyediakan salinan BAPP dan Adendum Dokumen Pemilihan (apabila ada) dan dapat mengunggah dokumen tersebut melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh oleh peserta. surat penawaran yang di dalamnya mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi tidak mencantumkan penawaran biaya. serta memerintahkan Pokja ULP untuk membuat dan mengesahkan Adendum Dokumen Pemilihan. Peserta menyampaikan langsung Dokumen Penawaran kepada Pokja ULP sesuai jadwal yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan maka ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang berlaku adalah yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan awal. Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). tidak dilakukan perubahan. c. 11. 5. Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). D. surat penawaran biaya yang didalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan total biaya penawaran (masa berlaku dalam surat penawaran biaya tidak berpengaruh terhadap penawaran biaya). Pokja ULP dapat memberikan tambahan waktu pemasukan Dokumen Penawaran. 3. b. c. Metode penyampaian/pemasukan dan tata cara pembukaan Dokumen Penawaran harus mengikuti ketentuan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan. 6. dan e. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (apabila ada). Dokumen Penawaran disampaikan sebanyak 3 (tiga) rangkap. 4. 12. (apabila ada)). 2. 5 . Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada). Dokumen Penawaran terdiri dari Sampul I dan Sampul II. PA/KPA memutuskan perubahan dan bersifat final. Sampul I (administrasi dan teknis). 14.a jika PA/KPA sependapat dengan PPK. Pokja ULP memberitahukan kepada seluruh peserta untuk mengambil salinan Adendum Dokumen Pemilihan. Dalam Adendum Dokumen Pemilihan. d. b. surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan). dokumen penawaran teknis. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (seperti Pra Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (Pra RK3K) dan daftar barang yang diimpor. terdiri dari: dokumen asli 1 (satu) rangkap dan salinannya 2 (dua) rangkap ditandai “ASLI” dan “REKAMAN”. e. dan Pokja ULP memasukkan ke dalam kotak/tempat pemasukan. PENYAMPAIAN PENYAMPAIAN/PEMASUKAN /PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 1. rekapitulasi penawaran biaya. Sampul II (biaya) yang terdiri dari: a. d. b jika PA/KPA sependapat dengan Pokja ULP. meliputi: a.

Pokja ULP menyatakan kepada peserta bahwa saat pemasukan penawaran telah ditutup sesuai waktunya. maka sampul penutup dimasukkan ke dalam sampul luar yang mencantumkan nama paket pekerjaan dan alamat Pokja ULP. Pada batas akhir pemasukan penawaran. Dokumen Penawaran dibuka di hadapan peserta pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. menolak Dokumen Penawaran yang terlambat dan/atau sebagian tambahan Dokumen Penawaran. Segera setelah batas akhir penyampaian penawaran. sesuai dengan isi sampul tanpa mengambil Dokumen Penawaran yang sudah disampaikan sebelumnya. 12. “PENGGANTIAN”. Pokja ULP segera memberitahukan kepada peserta yang bersangkutan untuk mengambil kembali seluruh Dokumen Penawaran. dan b. penggantian.7. 10. Peserta dapat menyampaikan Dokumen Penawaran melalui pos/jasa pengiriman dengan ketentuan sudah diterima Pokja ULP sebelum batas akhir pemasukan penawaran dan segala risiko keterlambatan dan kerusakan menjadi risiko peserta. serta membuka Dokumen Penawaran yang masuk. Pokja ULP membuat daftar peserta yang memasukkan penawaran. Dalam hal Dokumen Penawaran disampaikan melalui pos/jasa pengiriman. 15. 8. Apabila tidak ada peserta atau hanya ada 1 (satu) peserta sebagai saksi. 16. 17. 14. apabila terlambat diterima. 2. Tidak diperkenankan mengubah tempat dan waktu batas akhir pemasukan penawaran kecuali keadaan kahar. Pengembalian Dokumen Penawaran disertai dengan bukti serah terima. Penarikan. Ketidakhadiran peserta pada saat pembukaan Dokumen Penawaran tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. E. Pokja ULP membuka sampul luar untuk mengetahui alamat peserta. “PENGUBAHAN” atau “PENAMBAHAN”. salah satu anggota pokja ULP menutup pemasukan penawaran dengan mencoret tepat di bawah daftar peserta terakhir serta membubuhkan tanda tangan. Pokja ULP menolak dokumen dari peserta yang tidak tercantum dalam Daftar Pendek (short list) yang diundang. Pokja ULP mencatat waktu dan tanggal penerimaan Dokumen Penawaran pada sampul luar dan memasukkan ke dalam kotak/tempat pemasukan. 4. maka Pokja ULP menunda pembukaan Dokumen Penawaran selama 2 (dua) jam. 9. pengubahan atau penambahan Dokumen Penawaran harus disampaikan secara tertulis dan disampul serta diberikan tanda dengan penambahan pencantuman kata “PENARIKAN”. 3. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS (SAMPUL I) 1. Untuk Dokumen Penawaran yang diterima melalui pos/jasa pengiriman: a. 6 . 13. Pokja ULP membuat tanda terima Dokumen Penawaran. 11. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan Dokumen Penawaran menunjukkan tanda pengenal dan surat penugasan kepada Pokja ULP. Pokja ULP menolak semua dan/atau sebagian tambahan Dokumen Penawaran yang masuk setelah batas akhir pemasukan penawaran. Apabila terpaksa dilakukan perubahan tempat dan waktu penutupan pemasukan penawaran maka perubahan tersebut harus dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan dan disampaikan kepada seluruh peserta.

b.5. dan e. surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan). apabila dokumen dimaksud telah disusuli dokumen dengan sampul bertanda “PENARIKAN”. 13. 8. Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan sampul I. Pokja ULP membuka kotak/tempat pemasukan dokumen dihadapan para peserta. b. surat penawaran yang di dalamnya mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi tidak mencantumkan penawaran biaya. 17. 18. maka pembukaan Dokumen Penawaran tetap dilanjutkan dengan menunjuk saksi tambahan di luar Pokja ULP yang ditunjuk oleh Pokja ULP. dan f. keterangan lain yang dianggap perlu. c. Sampul luar Penawaran (yang berisi sampul I dan sampul II) dibuka di hadapan peserta pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. Apabila setelah ditunda 2 (dua) jam. 11. 7 . Dokumen Penawaran yang telah masuk tidak dibuka. c. Pokja ULP membuka. 15. Setelah dibacakan dengan jelas. dan penambahan untuk sampul II. dokumen penawaran teknis. jumlah sampul I yang lengkap dan tidak lengkap. pengubahan. tanda tangan anggota Pokja ULP dan wakil peserta yang hadir atau saksi yang ditunjuk oleh Pokja ULP bila tidak ada saksi dari peserta. 7. atau ”PENAMBAHAN” harus dibuka dan dibaca terlebih dahulu. jumlah Dokumen Penawaran yang masuk. d. Pokja ULP meneliti isi kotak/tempat pemasukan dokumen dan menghitung jumlah sampul Dokumen Penawaran yang masuk dihadapan peserta. memeriksa. serta memaraf sampul II termasuk sampul penarikan. Pokja ULP membuka sampul I di hadapan peserta kemudian dijadikan lampiran Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis. yang meliputi: a. maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas di dalam Berita Acara. 10. apabila dipersyaratkan). Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) maka seleksi dinyatakan gagal. penggantian. ”PENGUBAHAN”. tanggal pembuatan berita acara. hanya ada 1 (satu) atau tidak ada peserta sebagai saksi. d. 12. 6. kelainan-kelainan yang dijumpai dalam Dokumen Penawaran (apabila ada). ”PENGGANTIAN”. Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan kecuali untuk peserta yang terlambat memasukkan penawaran. daftar barang yang diimpor. Dokumen Penawaran dengan sampul bertanda “PENARIKAN”. e. dan menunjukkan dihadapan peserta mengenai kelengkapan sampul I. Berita Acara ditandatangani oleh anggota Pokja ULP yang hadir dan 2 (dua) orang saksi. Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada). Pokja ULP segera membuat Berita Acara Pembukaan Sampul I yang sekurangkurangnya memuat: a. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (seperti Pra RK3K. 14. Sampul II yang berisi data harga tidak boleh dibuka dan sampulnya diparaf oleh Pokja ULP dan wakil peserta seleksi dari perusahaan yang berbeda sebelum disimpan kembali oleh Pokja ULP. 9. 16. Salah satu anggota Pokja ULP bersama 1 (satu) saksi memaraf sampul I asli yang bukan miliknya.

b. Pokja ULP dilarang menggugurkan penawaran dengan alasan: 1). 20. F. penyimpangan dari Dokumen Pemilihan yang mempengaruhi lingkup. syarat-syarat. Pokja ULP dan/atau PPK dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta. e. 8 . kualitas. j. penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan. KETENTUAN UMUM Dalam melakukan evaluasi penawaran perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. c. penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah: 1). mengurangi. kesalahan yang tidak substansial. EVALUASI DOKUMEN SAMPUL I 1.19. dan/atau 2). g. peserta yang terlibat dimasukan dalam Daftar Hitam baik badan usahanya maupun pengurusnya. evaluasi teknis. dan ruang lingkup serta kualifikasi tenaga ahli yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. 2). h. Evaluasi dilakukan terhadap kelengkapan data administrasi. f. Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap semua penawaran berdasarkan ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan dalam dokumen pemilihan. Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis. Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang hadir tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis dan Pokja ULP dapat mengunggah salinan tersebut melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh oleh peserta. penawaran teknis dan penawaran biaya. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/ persekongkolan) antara peserta. dan 2). Pokja ULP dan/atau peserta dilarang menambah. dan hasil/kinerja pekerjaan. ketidakhadiran dalam pemberian penjelasan dan/atau pembukaan penawaran. mengganti dan/atau mengubah isi sampul I. mengurangi. d. evaluasi administrasi. misalnya warna sampul dan/atau surat penawaran tidak berkop perusahaan. i. Pokja ULP dilarang menambah. dan/atau 2). Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap Sampul I yang meliputi: 1). penawaran dari peserta dengan persyaratan tambahan di luar ketentuan Dokumen Pemilihan yang akan menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan/atau tidak adil diantara peserta yang memenuhi syarat. dan/atau mengubah kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada Pokja ULP selama proses evaluasi. maka: 1). tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat. anggota Pokja ULP dan/atau PPK yang terlibat persekongkolan diganti dan dikenakan sanksi administrasi dan/atau pidana. mengganti.

(3). f. maka syarat-syarat lainnya yang diperlukan agar diminta dan dievaluasi pada saat prakualifikasi dan tidak perlu dilampirkan pada sampul I. sepanjang tidak mengubah substansi penawaran. Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan evaluasi teknis. untuk menghindari kesalahan-kesalahan kecil yang dapat menggugurkan penawaran. (3). apabila tidak ada peserta lainnya sebagaimana dimaksud pada angka 3). (c). d. dari direktur utama/pimpinan perusahaan. (2). surat kuasa ditandatangani oleh anggota kemitraan yang diwakili menurut perjanjian kerjasama. syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pemilihan dipenuhi/dilengkapi. (b). jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis. e. surat penawaran : (1). Surat kuasa (apabila dikuasakan): (1). Dalam hal kemitraan. direktur utama/pimpinan perusahaan. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. 2). yang meliputi: a). proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan peserta lainnya yang tidak terlibat yang mempunyai nilai kualifikasi teknis paling tinggi (apabila ada). dokumen asli yang mengakibatkan gugurnya penawaran disimpan oleh Pokja ULP. dan 9 . PokjaPokja ULP dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. (2). dan (4). Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. maka seleksi dinyatakan gagal. c. ditandatangani oleh : (a). b). Dalam hal seleksi umum. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi (gugur/tidak gugur). bertanggal.3). nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. EVALUASI ADMINISTRASI a. Evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi. Untuk dokumentasi Pokja ULP. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. b. 4). 2. jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. apabila: 1). atau (d).

pendekatan dan metodologi (20 – 40 %)*). *) Bobot masing-masing unsur sebagaimana yang telah ditetapkan pada kriteria evaluasi dalam dokumen pemilihan. 3. maka seleksi dinyatakan gagal. pengalaman tersebut diuraikan secara jelas dengan mencantumkan informasi: nama pekerjaan yang dilaksanakan. sedangkan untuk jasa supervisi dan perencanaan teknis. Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. pengalaman perusahaan (10 – 20 %)*). unsur-unsur pokok yang dinilai adalah: pengalaman perusahaan. 5). pemberi tugas. 3). penetapan bobot yang digunakan untuk masing-masing unsur. b). d). pengalaman perusahaan peserta harus dilengkapi dengan referensi dari pengguna jasa. disamping untuk mengukur pengalaman juga dapat dipergunakan untuk mengukur kemampuan/kapasitas peserta yang bersangkutan dalam melaksanakan tugasnya. h. Jumlah (100 %). penilaian dilakukan atas: 1). pendekatan dan metodologi. lokasi.g. 2). b. 4). d. kualifikasi tenaga ahli (50 – 70 %)*). kemudian membandingkan jumlah perolehan nilai dari para peserta. Evaluasi penawaran teknis dilakukan dengan cara memberikan nilai angka tertentu pada setiap kriteria yang dinilai dan bobot yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. Dokumen penawaran teknis dan penawaran biaya bagi penawaran yang dinyatakan gugur administrasi dapat diambil kembali oleh peserta yang bersangkutan. a. serta kualifikasi tenaga ahli. acuan yang digunakan untuk pembobotan sebagai berikut: a). EVALUASI TEKNIS. penilaian juga dilakukan terhadap jumlah pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh peserta. 4). penilaian dilakukan sesuai pembobotan dari masing-masing unsur yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. penekanan lebih diberikan kepada kualifikasi tenaga ahli. c). c. dan waktu pelaksanaan (menyebutkan bulan dan tahun). dalam rentang tersebut di atas didasarkan pada jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan. Unsur-unsur yang dievaluasi harus sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. untuk jasa studi analisis perlu diberikan penekanan kepada pengalaman perusahaan dan pendekatan metodologi. Apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. pengalaman kerja di Indonesia dan/atau di lokasi proyek mendapat tambahan nilai. Pengalaman Perusahaan. dengan ketentuan: 1). pengalaman perusahaan peserta dalam melaksanakan pekerjaan sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam KAK untuk 10 (sepuluh) tahun terakhir. 2). lingkup dan data pekerjaan yang dilaksanakan secara singkat. yang menunjukkan kinerja perusahaan peserta yang 10 . nilai. 3).

dibuktikan dengan salinan ijazah. spesifikasi teknis. antara lain: a). fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. pengalaman melaksanakan di lokasi proyek/kegiatan. antara lain: a). pemahaman atas sasaran/tujuan. b). 2). kualitas metodologi. Bagi tenaga ahli yang diusulkan sebagai pemimpin/wakil pemimpin pelaksana pekerjaan (team leader/co team leader) dinilai pula pengalaman sebagai pemimpin/wakil pemimpin tim. tenaga ahli yang diusulkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan jenis keahlian. konsistensi antara metodologi dengan rencana kerja. c). seperti sertifikat ahli arsitek yang dikeluarkan oleh Ikatan Arsitek Indonesia. sub unsur yang dinilai pada tenaga ahli. 2). tanggapan terhadap KAK khususnya mengenai data yang tersedia. jenis keahlian serta jumlah tenaga ahli yang diperlukan. f. jadwal penugasan. dan pengenalan lapangan. didukung dengan referensi dari pengguna jasa. organisasi. penilaian dilakukan atas: 1). kualitas metodologi. pemahaman perusahaan peserta atas lingkup pekerjaan/jasa layanan yang diminta dalam KAK. serta jumlah tenaga yang telah diindikasikan di dalam KAK.bersangkutan selama 10 (sepuluh) tahun terakhir. Kualifikasi Tenaga Ahli. sesuai dengan keahlian/profesi yang disyaratkan dalam KAK. hasil kerja (deliverable). b). sub unsur yang dinilai antara lain: a). tingkat pendidikan. gambar-gambar kerja. program kerja. apresiasi terhadap inovasi. orang bulan (person-month) tenaga ahli. sertifikat keahlian/profesi yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang mengeluarkan. kebutuhan jumlah orang bulan. kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. Pendekatan dan Metodologi. persyaratan. peserta yang mengajukan gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK diberikan nilai lebih. perhitungan teknis. 11 . pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. yaitu lulusan perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah lulus ujian negara atau yang telah diakreditasi. lingkup serta jasa konsultansi yang diperlukan (aspek-aspek utama yang diindikasikan dalam KAK). pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan sejenis. penilaian meliputi antara lain: analisis. penilaian terutama meliputi: pengertian terhadap tujuan proyek/kegiatan. dan kebutuhan fasilitas penunjang. jangka waktu pelaksanaan laporan-laporan yang disyaratkan. pengalaman manajerial dan fasilitas utama. dan laporan-laporan. d). atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi. c). dan hasil kerja. b). c). pengalaman kerja profesional seperti yang disyaratkan dalam KAK. jadwal pekerjaan. penilaian terutama meliputi: ketepatan menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap mengacu kepada persyaratan KAK. d). e. penilaian dilakukan atas: 1). uraian tugas. Sub unsur yang dinilai.

nama seluruh peserta. 4). hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis termasuk alasan ketidaklulusan peserta. j. Hasil evaluasi teknis harus melewati ambang batas nilai teknis (passing grade) yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Hasil Evaluasi Sampul I yang palingsedikit memuat: 1). Personil yang menguasai/memahami aspek-aspek tersebut di atas diberikan nilai lebih tinggi. 3). ambang batas nilai teknis. g. pernyataan bahwa seleksi gagal apabila tidak ada penawaran yang memenuhi syarat. lain-lain: penguasaan bahasa Inggris.d). bahasa setempat. 6). 12 . jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. tanggal dibuatnya Berita Acara. dinyatakan gugur. nilai evaluasi teknis diurutkan mulai dari nilai tertinggi. Bagi penyedia jasa yang nilainya sama atau di atas nilai ambang lulus. h. Bagi penyedia jasa yang nilainya di bawah nilai ambang lulus. aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara. dan 8). 7). 2). keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu mengenai pelaksanaan seleksi. dan kondisi (custom) setempat. i. bahasa Indonesia (bagi konsultan Asing). situasi. aturan. dimasukkan dalam peringkat teknis. Apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka seleksi dinyatakan gagal. 5). Ambang Lulus (passing grade) Nilai ambang lulus dengan rentang 60 – 75 atau ditentukan lain oleh Pokja ULP dengan memperhatikan tingkat kesulitan teknis dan kompleksitas pekerjaan ditetapkan oleh Pokja ULP dalam dokumen seleksi.

d. nilai teknis. c. serta diumumkan di website K/L/D/I dan ditempel papan pengumuman resmi untuk masyarakat. Berita Acara Evaluasi Sampul I. b. nama paket pekerjaan dan nilai paket pekerjaan. b. b. untuk nilai sampai dengan Rp10. yang sekurang-kurangnya memuat: a. nama dan alamat peserta.BAB III PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS A.000. Dokumen Pemilihan beserta adendum (apabila ada). b. 2. usulan penetapan urutan peringkat teknis peserta ditembuskan kepada PPK dan APIP K/L/D/I. ULP membuat Surat Penetapan Urutan Peringkat Teknis berdasarkan Berita Acara Evaluasi Penawaran Administrasi dan Teknis. c. dan e. apabila Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi tidak setuju dengan usulan Pokja ULP. PENGUMUMAN PERINGKAT TEKNIS Pokja ULP memberitahukan penetapan peringkat teknis kepada seluruh peserta. 4. Penetapan peringkat teknis disusun sesuai dengan urutannya dan harus memuat: a. Data pendukung yang diperlukan untuk menetapkan peringkat teknis adalah: a.000. dan d. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). 13 . dan d.000. nama peserta serta nilai teknis yang diperoleh.000. Nomor Pokok Wajib Pajak. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis. BAPP. c.00 (sepuluh miliar rupiah). 3. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis (kelulusan/penjelasan ketidaklulusan). dengan ketentuan: a.000. Dokumen Penawaran dari peserta dengan peringkat teknis terbaik dan peringkat teknis terbaik ke 2 dan ke 3 yang telah diparaf anggota Pokja ULP dan 2 (dua) wakil peserta.000. maka Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi atau Kepala Daerah secara tertulis memerintahkan evaluasi ulang atau menyatakan seleksi gagal. B. PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS 1. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi menetapkan Peringkat Teknis untuk nilai seleksi di atas Rp10. Untuk penetapan peringkat teknis dalam hal ULP permanen belum terbentuk maka pengaturan dan kewenangan penetapan pemenang diatur oleh masingmasing K/L/D/I. ambang batas nilai teknis.00 (sepuluh miliar rupiah) setelah mendapat usulan dari Pokja ULP.

sanggahan dan/atau sanggahan banding terbukti tidak benar. 2. tidak ada sanggahan dari peserta. Pokja ULP membuka kotak/tempat pemasukan Dokumen Penawaran dihadapan peserta yang diundang. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). 8. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II 1. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain. b. dan 2) rincian Biaya Langsung Non Personil (direct reimbursable cost). masa sanggah dan/atau masa sanggah banding berakhir. hari. kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga satuan. rincian penawaran biaya yang terdiri dari: 1) rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). harus dilakukan pembetulan. surat penawaran biaya yang di dalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan biaya penawaran. c. B. dan harga satuan pada surat penawaran tetap dibiarkan kosong. Pokja ULP melakukan Koreksi Aritmatik terhadap penawaran biaya. dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (apabila ada). d. Sampul II dibuka di hadapan peserta yang diundang pada waktu dan tempat sesuai undangan. tanggal. 6. 5. dengan ketentuan: a. atau c. Undangan mencantumkan tempat. 2. apabila ada perbedaan penulisan nilai penawaran biaya antara angka dan huruf maka nilai yang diakui adalah nilai hasil Koreksi Aritmatik. Pokja ULP menyampaikan undangan kepada peserta dengan peringkat teknis terbaik yang lulus ambang batas nilai teknis untuk menghadiri acara pembukaan sampul II dengan ketentuan: a. tanda pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP. UNDANGAN PEMBUKAAN PEMBUKAAN SAMPUL II 1. Pokja ULP membuka. b. 7. rekapitulasi penawaran biaya. Total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu anggaran tidak menggugurkan penawaran sebelum dilakukan negosiasi biaya. 4. c. dan waktu pembukaan sampul II. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan sampul II menunjukkan 3. b.BAB IV UNDANGAN. Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran biaya dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. Unsur-unsur yang perlu diteliti dan dinilai dalam evaluasi penawaran biaya dilakukan terhadap: a. 14 . PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II A. memeriksa dan menunjukkan dihadapan peserta yang diundang mengenai kelengkapan sampul II yang meliputi: a.

kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost).80.bobot penawaran biaya antara 0. PokjaULP melakukan perhitungan kombinasi teknis dan biaya. d.b.60 sampai 0. kewajaran penugasan tenaga pendukung. . 3) penugasan tenaga pendukung. PBt = penawaran biaya terendah. Pada saat menyusun Dokumen Pemilihan. Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang diundang tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran teknis dan nilai penawaran biaya terkoreksi dengan cara perhitungan sebagai berikut: NILAI AKHIR = {Nilai/skor Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis} + {Nilai/skor Penawaran Biaya Terkoreksi x Bobot Penawaran Biaya}. tanggal dibuatnya Berita Acara. e. nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor tertinggi. b. NBn = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya yang di atasnya. 10. 2) penugasan tenaga ahli. acuan yang digunakan untuk pembobotan sesuai dengan rentang sebagai berikut: . dan 4) biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). besaran usulan biaya dan biaya terkoreksi. catatan: pembobotan nilai/skor teknis dan biaya sesuai dengan bobot yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. c. kelengkapan isi sampul II. kewajaran penugasan tenaga ahli. f. 15 . Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Pembukaan dan Hasil Evaluasi Sampul II yang sekurang-kurangnya memuat: a.20 sampai 0. dengan ketentuan sebagai berikut: a.bobot penawaran teknis antara 0. maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas dalam Berita Acara. d. sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang lain secara proporsional. 9. Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan sampul II. nama peserta. 13. c. 11. Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran Biaya.40. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: NBt = (PBt / PBt) x 100 NBn = (PBt / PBn) x 100 dimana : NBt = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya terendah. 12. PBn = penawaran biaya di atasnya. keterangan lain yang dianggap perlu. b. kesimpulan tentang kewajaran: 1) biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration).

nama dan alamat peserta. Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. 16 . besaran usulan biaya dan biaya terkoreksi. b). dan (2). dan (4). penugasan tenaga ahli.14. biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). g). e). keterangan lain yang dianggap perlu. tanggal pembuatan berita acara. 16. nilai/skor gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya. h). maka penentuan peringkat peserta didasarkan pada perolehan nilai teknis yang lebih tinggi. teknis. biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). penugasan tenaga pendukung. Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih peserta mendapatkan nilai gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya yang sama. f). 15. (3). tanda tangan anggota Pokja ULP dan wakil peserta. (2). c). dan hal ini dicatat dalam Berita Acara. nilai/skor penawaran: (1). kesimpulan tentang kewajaran: (1). PokjaULP membuat dan menandatangani Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya yang sekurang-kurangnya memuat: a). biaya d).

e. 4.00 (sepuluh miliar rupiah) setelah mendapat usulan dari ULP. dan nilai gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya. nama dan alamat peserta. dengan tembusan kepada PPK. PENETAPAN PEMENANG PEMENANG 1.BAB V PENETAPAN PEMENANG SELEKSI. maka Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi secara tertulis memerintahkan evaluasi ulang atau menyatakan seleksi gagal. Penetapan pemenang seleksi terdiri dari 1 (satu) pemenang dan paling banyak 2 (dua) pemenang cadangan yaitu peserta lain yang mendapatkan nilai kombinasi tertinggi berikutnya. Untuk penetapan pemenang dalam hal ULP permanen belum terbentuk maka pengaturan dan kewenangan penetapan pemenang diatur oleh masing-masing K/L/D/I. BAPP. dan 6. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING 1. Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya.000.00 (sepuluh miliar rupiah). direktur utama/ pimpinan perusahaan. Dokumen Penawaran dari peserta dengan nilai kombinasi terbesar/tertinggi dan nilai kombinasi terbesar/tertinggi ke 2 dan ke 3 yang telah diparaf anggota pokja ULP dan 2 (dua) wakil peserta. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING A. 2. B. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi membuat Surat Penetapan Pemenang untuk nilai seleksi di atas Rp10.000. dan APIP K/L/D/I. Data pendukung yang diperlukan untuk menetapkan pemenang adalah: a. 5. Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama dengan peserta lain. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). 3. Penetapan pemenang seleksi disusun sesuai dengan urutannya dan harus memuat: a. Peserta dapat menyampaikan sanggahan secara tertulis atas penetapan pemenang kepada Pokja ULP dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman pemenang. apabila Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi tidak setuju dengan usulan ULP. 2. c.000. nama paket pekerjaan dan nilai paket pekerjaan.000. c. dengan ketentuan: a. usulan penetapan urutan penetapan pemenang peserta ditembuskan kepada PPK dan APIP K/L/D/I. Dokumen Pemilihan beserta adendum (apabila ada). b. b. PENGUMUMAN. b.000. penawaran biaya setelah dikoreksi aritmatik. ULP membuat Surat Penetapan Pemenang Seleksi yang memperoleh nilai kombinasi penawaran teknis dan penawaran biaya yang terbesar/tertinggi berdasarkan Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya untuk nilai sampai dengan Rp10. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi.000. ditanda tangani oleh : a. 17 . disertai bukti terjadinya penyimpangan. d.

penerima kuasa dari direktur utama/ pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. Penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden No. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. Peserta sebagaimana yang dimaksud angka 2 dan 3 apabila tidak sependapat dengan jawaban sanggahan dari Pokja ULP. dapat mengajukan sanggahan banding sesuai dengan substansi sanggahan secara tertulis kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima jawaban sanggahan. 3. Sanggahan yang disampaikan bukan dari peserta yang dimaksud angka 2 dan 3 atau disampaikan bukan kepada Pokja ULP atau disampaikan diluar masa sanggah. Apabila sanggahan dinyatakan benar maka Pokja ULP menyatakan seleksi gagal. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan bukti otentik. 4. c. dengan tembusan kepada PPK. 6. Pokja ULP wajib memberikan jawaban tertulis atas semua sanggahan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima surat sanggahan. 10. Penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP dan/atau pejabat yang berwenang lainnya. dan/atau c. 7. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti. b. Jawaban sanggahan banding bersifat final.b. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi wajib memberikan jawaban secara tertulis atas semua sanggahan banding paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah surat sanggahan banding diterima. Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama dengan peserta lain apabila terjadi penyimpangan prosedur meliputi: a. atau d. 9. APIP K/L/D/I 8. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti sebagai pengaduan serta tidak menghentikan proses seleksi. Pokja ULP. Rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya persaingan usaha yang sehat. 18 . Sanggahan banding yang disampaikan bukan dari peserta sebagaimana yang dimaksud dalam angka 2 dan 3 atau disampaikan bukan kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi atau disampaikan dan diterima oleh Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi di luar masa sanggah banding. Sanggahan banding menghentikan proses seleksi. Peserta yang akan melakukan sanggahan banding harus memberikan Jaminan Sanggahan Banding yang ditujukan kepada Pokja ULP sebesar sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan dengan masa berlaku 20 (dua puluh) hari kerja sejak tanggal pengajuan sanggahan banding. 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. 5. 11.

Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi terutama: a b c d e f g h lingkup dan sasaran jasa konsultansi. UNDANGAN KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA 1. 19 . dan fasilitas penunjang. 3. kualifikasi tenaga ahli. c d 2. KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA Pokja ULP melakukan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya kepada peserta yang diundang dengan ketentuan sebagai berikut: 1.BAB VI KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan untuk: a meyakinkan kejelasan teknis dan biaya. Pokja ULP menyampaikan undangan untuk menghadiri acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya segera setelah acara pembukaan dan evaluasi sampul II selesai. dengan memperhatikan kesesuaian antara bobot pekerjaan dengan tenaga ahli dan/atau tenaga pendukung yang ditugaskan. organisasi pelaksanaan. dan waktu klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. b memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan peserta. B. SERTA PEMBUATAN BAHS A. program alih pengetahuan. hari. 2. cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja. jadwal pelaksanaan pekerjaan. tanggal. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan oleh Pokja ULP dengan: a b direktur utama/pimpinan perusahaan. Undangan mencantumkan tempat. jadwal penugasan personil. atau pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. serta mempertimbangkan kebutuhan perangkat/fasilitas pendukung yang proporsional guna pencapaian hasil kerja yang optimal.

seperti: tenaga survey. Harga satuan yang dapat dinegosiasikan yaitu Biaya Langsung Non-Personil yang dapat diganti (direct reimbursable cost) dan/atau Biaya Langsung Personil (remuneration) yang dinilai tidak wajar berdasarkan ketentuan pada angka 8. Klarifikasi dan negosiasi terhadap biaya tenaga pendukung (tenaga teknik dan penunjang/administrasi). 6. 9.5 (dua koma lima) kali penghasilan yang diterima oleh tenaga ahli tidak tetap berdasarkan perhitungan dari daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. Klarifikasi dan/atau negosiasi dilakukan untuk memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan penyedia jasa. 5. 20 . Apabila hasil evaluasi sampul II serta klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya tidak ditemukan hal-hal yang tidak wajar. maksimum 3. 7. Negosiasi biaya dilakukan terhadap total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu anggaran. agar didapatkan total penawaran biaya hasil negosiasi yang memenuhi HPS. dengan ketentuan: a biaya satuan dari biaya langsung personil. 8.2 (tiga koma dua) kali gaji dasar yang diterima oleh tenaga ahli tetap dan/atau maksimum 2. Apabila personil tenaga ahli yang ditawarkan tidak memenuhi persyaratan dalam KAK maka penyedia jasa diwajibkan mengganti personil tersebut pada saat klarifikasi dan negosiasi sehingga dapat memenuhi persyaratan yang diminta dalam KAK. maka total penawaran biaya dapat diterima sepanjang tidak melebihi pagu anggaran. atau manajer kantor. volume kegiatan dan jenis pengeluaran. 11. b unit biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran dengan ketentuan sebagai berikut: 1) 2) 1 (satu) bulan dihitung minimal 22 (dua puluh dua) hari kerja. sekretaris. 1 (satu) hari kerja dihitung minimal 8 (delapan) jam kerja. dan biaya satuan dibandingkan dengan biaya yang berlaku di pasaran. 10. tanpa mengurangi kualitas penawaran teknis. dilakukan berdasarkan harga pasar tenaga pendukung tersebut. Aspek-aspek biaya yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi terutama: a b c kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya.4. Klarifikasi dan negosiasi terhadap unit biaya personil dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan.

21 e f g h i j k l . Apabila klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dengan peserta yang memiliki peringkat teknis terbaik pertama. 13. kedua. Apabila klarifikasi dan negosiasi dengan peserta yang memiliki peringkat teknis terbaik tidak menghasilkan kesepakatan. yang selanjutnya dilakukan proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 1 dan seterusnya. 3. biaya penawaran dan biaya penawaran terkoreksi dari peserta seleksi yang memiliki peringkat teknis tertinggi. hasil evaluasi penawaran administrasi dan nilai evaluasi teknis. maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang peserta yang memiliki peringkat teknis kedua dan lulus ambang batas nilai teknis (apabila ada) untuk menghadiri acara pembukaan sampul II. 14. BAHS merupakan kesimpulan hasil seleksi yang dibuat oleh Pokja ULP dan ditandatangani oleh paling kurang seperdua dari jumlah anggota Pokja ULP. Pokja ULP membuat Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi. PEMBUATAN BERITA ACARA ACARA HASIL SELEKSI (BAHS) 1. yang selanjutnya dilakukan proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 1 dan seterusnya. metoda evaluasi yang digunakan. maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang peserta yang memiliki peringkat teknis ketiga dan lulus ambang batas nilai teknis (apabila ada) untuk menghadiri acara pembukaan sampul II. 15. jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. rumus yang dipergunakan. dan ketiga yang lulus ambang batas nilai teknis tidak menghasilkan kesepakatan maka seleksi dinyatakan gagal. keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu mengenai hal ikhwal pelaksanaan seleksi. BAHS bersifat rahasia sampai dengan penunjukan Penyedia Jasa Konsultansi. BAHS harus memuat hal-hal sebagai berikut: a b c d nama semua peserta seleksi yang ikut prakualifikasi.12. 2. hasil klarifikasi dan negosiasi. Apabila dalam klarifikasi dan negosiasi dengan peringkat teknis kedua tidak menghasilkan kesepakatan. pagu anggaran dan HPS. dan tanggal dibuatnya Berita Acara. C. unsur-unsur yang dievaluasi. nama peserta seleksi yang masuk Daftar Pendek.

22 . ULP menyampaikan BAHS kepada PPK sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ). Dalam hal PPK tidak bersedia menerbitkan SPPBJ karena tidak sependapat atas penetapan pemenang.4. 5. maka ULP memberitahukan kepada PA/KPA untuk diputuskan.

BAB VII SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

A. SELEKSI GAGAL

1. Pokja ULP menyatakan seleksi gagal, apabila:
a b

jumlah peserta yang lulus prakualifikasi kurang dari 5 (lima); seluruh peserta yang masuk sebagai Calon Daftar Pendek tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi; jumlah peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga); apabila dalam evaluasi penawaran terjadi persaingan usaha yang tidak sehat; tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; sanggahan dari peserta atas pelaksanaan seleksi ternyata benar terhadap : 1) penyimpangan ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kualifikasi atau Dokumen Pemilihan; dan/atau 2) kesalahan substansi Dokumen Pemilihan.

c d e f

g

pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2, tidak hadir dalam klarifikasi teknis dan negosiasi biaya; atau klarifikasi teknis dan negosiasi biaya dengan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 tidak menghasilkan kesepakatan.

h

2. KPA menyatakan seleksi gagal, apabila:
a

KPA sependapat dengan PPK yang tidak bersedia menandatangani SPPBJ karena pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010;

b

pengaduan masyarakat atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan Pokja ULP dan/atau PPK, ternyata benar;

c

pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri dari penunjukan pemenang; pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dari pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 ternyata benar; Dokumen Pemilihan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010; pelaksanaan seleksi tidak sesuai atau menyimpang dari Dokumen Pemilihan; atau
23

d

e

f

g

pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

3. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi menyatakan seleksi gagal, apabila:
a

sanggahan banding dari peserta atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, PPK dan/atau Pokja ULP, ternyata benar; atau

b

pengaduan

masyarakat

atas

terjadinya

KKN

dan/atau

terjadinya

penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, ternyata benar. 4. Setelah seleksi dinyatakan gagal, maka Pokja ULP memberitahukan kepada seluruh peserta. 5. Setelah pemberitahuan adanya seleksi gagal, maka Pokja ULP meneliti dan menganalisis penyebab terjadinya seleksi gagal, untuk menentukan langkah selanjutnya, yaitu melakukan:
a b c d

evaluasi ulang; penyampaian ulang Dokumen Penawaran; seleksi ulang; atau penghentian proses seleksi.

B. TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

1. KPA, PPK dan/atau Pokja ULP melakukan evaluasi penyebab terjadinya seleksi gagal, antara lain :
a b c

kemungkinan terjadinya persekongkolan; adanya persyaratan yang diskriminatif; persyaratan kualifikasi perusahaan dan/atau kualifikasi tenaga ahli terlalu tinggi atau mengarah pada penyedia tertentu; total nilai pagu anggaran terlalu rendah; nilai dan/atau ruang lingkup pekerjaan terlalu besar; atau kecurangan dalam pengumuman.

d e f

2. Apabila dari hasil evaluasi penyebab terjadinya seleksi gagal, mengharuskan adanya perubahan Dokumen Pemilihan, maka seleksi diproses seperti seleksi baru. 3. Pokja ULP menindaklanjuti seleksi gagal dengan ketentuan sebagai berikut:
a

melakukan pengumuman ulang prakualifikasi apabila: 1) jumlah peserta yang lulus prakualifikasi kurang dari 5 (lima). Dilakukan untuk mencari peserta baru selain peserta yang telah lulus penilaian kualifikasi. Peserta yang sudah lulus penilaian kualifikasi tidak perlu
24

dilakukan penilaian kembali, kecuali ada perubahan Dokumen Kualifikasi; atau 2) jumlah peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga) dan tidak ada lagi peserta yang lulus penilaian kualifikasi pada urutan berikutnya. Apabila masih terdapat peserta lain yang lulus penilaian kualifikasi, maka peserta tersebut diundang untuk memasukan Dokumen Penawaran;
b

apabila seluruh peserta yang masuk sebagai Calon Daftar Pendek tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi, maka Pokja ULP: 1) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta kecuali peserta yang tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi, untuk memasukkan kembali persyaratan kualifikasi; dan/atau 2) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru.

c

apabila dalam evaluasi penawaran terjadi persaingan usaha yang tidak sehat, maka dilakukan evaluasi ulang atau pengumuman ulang untuk mengundang peserta baru selain peserta yang telah memasukkan penawaran. Peserta yang terlibat dimasukkan dalam Daftar Hitam;

d

melakukan seleksi ulang, apabila: 1) semua penawaran biaya terkoreksi yang disampaikan peserta melampaui pagu anggaran; 2) tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; dan/atau 3) pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

e

apabila seleksi gagal karena sanggahan dari peserta dan/atau pengaduan masyarakat atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peratuan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kualifikasi atau Dokumen Pemilihan ternyata benar, maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat, kemudian: 1) mengundang ulang semua peserta untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi, teknis dan biaya); dan 2) PA, KPA, PPK dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat, dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

f

apabila seleksi gagal karena sanggahan dari peserta terhadap Dokumen Pemilihan yang tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun
25

apabila yang memenuhi syarat sama dengan atau lebih dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). KPA. i apabila seleksi gagal karena pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dari pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 ternyata benar. dengan cara memasukan ke dalam Daftar Hitam. dilakukan Seleksi ulang dengan mengumumkan kembali dan mengundang peserta baru selain peserta lama yang telah masuk dalam daftar peserta. diatur ketentuan sebagai berikut: 1) apabila PA. g apabila seleksi gagal karena pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 tidak hadir dalam acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya atau mengundurkan diri dari penunjukan pemenang. maka setelah memperbaiki Dokumen Pemilihan. dan 3) memberikan sanksi kepada peserta yang tidak hadir/mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diterima. apabila yang memenuhi syarat sama dengan atau lebih dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). dilakukan seleksi ulang dengan cara sebagai berikut : 1) mengundang peserta yang memenuhi syarat untuk menyampaikan penawaran harga yang baru. atau 2) mengundang peserta lain dan mengumumkan kembali untuk mendapatkan peserta baru yang memenuhi syarat supaya mengajukan penawaran. h apabila seleksi gagal karena tidak tercapai kesepakatan dengan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 dalam acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. PPK dan anggota Pokja ULP tidak terlibat KKN. dilakukan seleksi ulang dengan cara sebagai berikut: 1) mengundang peserta yang memenuhi syarat untuk menyampaikan penawaran harga yang baru. baik badan usaha beserta pengurusnya. apabila yang memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri).2010 dan/atau sanggahan dari peserta atas kesalahan substansi Dokumen Pemilihan ternyata benar. apabila yang memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). maka Pokja ULP: 26 . atau 2) mengundang peserta lain dan mengumumkan kembali untuk mendapatkan peserta baru yang memenuhi syarat supaya mengajukan penawaran.

dalam hal peserta yang memenuhi syarat hanya 2 (dua). b 5. Apabila dalam seleksi ulang pesertanya kurang dari 3 (tiga). teknis dan harga). 3) dalam hal Pokja ULP menemukan indikasi kuat adanya KKN diantara para peserta. maka Pokja ULP: a) meneliti kewajaran penawaran dengan cara memeriksa rincian Biaya Langsung terdekat. 5) PA. untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi. maka : a anggaran dikembalikan ke negara dalam hal waktu sudah tidak mencukupi. dan c) menghentikan proses seleksi. 4) peserta yang terlibat KKN dikenakan sanksi : a) dimasukkan dalam daftar hitam. KPA. b) memeriksa dokumentasi yang mendukung adanya KKN. atau proses seleksi dilanjutkan seperti proses Penunjukan Langsung. PPK dan/atau anggota Pokja ULP terlibat KKN. 4. 27 . 2) apabila PA. Apabila seleksi ulang mengalami kegagalan. dan/atau b) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru. kemudian: a) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta yang tidak terlibat KKN. untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi. apabila hasil penelitian dan pemeriksaan mengarah kepada terjadinya KKN. dan/atau b) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru. dan b) pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dalam hal peserta yang memenuhi syarat hanya 1 (satu). maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat KKN. maka : a Personil dan Biaya Langsung Non-Personil serta membandingkan dengan biaya-biaya untuk pekerjaan sejenis yang proses seleksi dilanjutkan dengan melakukan negosiasi biaya.a) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta yang tidak terlibat KKN. teknis dan harga). KPA. PPK dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat KKN. dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. baik badan usaha beserta pengurusnya.

atau PA/KPA mengusulkan perubahan alokasi dananya (revisi anggaran) untuk pekerjaan lain.b dapat dilakukan seleksi kembali dengan terlebih dahulu melakukan pengkajian ulang Dokumen Pemilihan. c 28 .

BAB VIII LAINLAIN-LAIN 1. Larangan memberikan ganti rugi PA/KPA/PPK/Pokja ULP dilarang memberikan ganti rugi kepada peserta seleksi bila penawarannya ditolak atau seleksi dinyatakan gagal. harus dicantumkan dalam Pengumuman/Dokumen Pemilihan bahwa seleksi ini dilakukan sebelum Dokumen Anggaran disahkan. Kewajiban menyimpan dan memelihara Dokumen Pemilihan PPK maupun Penyedia berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara semua dokumen yang digunakan dan terkait dengan pelaksanaan selama umur konstruksi tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun. 3. apabila dana dalam dokumen anggaran yang telah disahkan tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dalam DIPA/DPA Tahun Anggaran. maka Pengadaan Pekerjaan Jasa Konsultansi dapat dibatalkan dan Penyedia Jasa tidak dapat menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun. b. Seleksi Mendahului Persetujuan DIPA/DPA Tahun Anggaran Dalam hal pengumuman seleksi mendahului persetujuan DIPA/DPA Tahun Anggaran maka : a. 2. 29 .

XYZ CONTOH PENILAIAN GABUNGAN TEKNIS DAN BIAYA BIAYA CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBUKAAN PENAWARAN CONTOH FORMAT BERITA ACARA HASIL SELEKSI UNTUK PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI DENGAN PRAKUALIFIKASI. CONTOH KRITERIA EVALUASI TEKNIS CONTOH PENILAIAN TEKNIS KONSULTAN PT. 2. SISTEM EVALUASI KUALITAS DAN BIAYA BIAYA 30 .LAMPIRAN 1. 6. 5. METODE DUA SAMPUL. 3. 4.

.............................1..........................................................………… Pokja ULP.................... Satuan Kerja.............. CONTOH KRITERIA EVALUASI TEKNIS PENGADAAN JASA KONSULTANSI: ............................................. Pokja ……………………………….................................... Tahun Anggaran ……… 31 .....................

....... 3..................................................... .......... NIP........ pembobotan dan penilaian untuk masing-masing sub unsur ditentukan dalam lembar pedoman evaluasi terlampir...PENGADAAN PENGADAAN JASA KONSULTANSI: KONSULTANSI: . Maksud dan tujuan Pedoman ini disusun dalam rangka memberikan panduan kepada Pokja ULP agar dalam melakukan penilaian dan evaluasi usulan teknis pekerjaan jasa konsultansi diperlakukan sama terhadap semua penawar.. 2.............. Cara Evaluasi a.................................................... Ditetapkan di Pada tanggal : ……………………………… : ……………………………… Pokja ULP Ketua …………………………………................... Nilai ambang lulus adalah 75... Rincian sub unsur....... 1.. Unsur yang dievaluasi dan persentase bobot masing-masing unsur ditentukan sebagai berikut: 1) Pengalaman Perusahaan 10% 2) Pendekatan & Metodologi 20% 3) Kualifikasi Tenaga Ahli 70% Jumlah 100% b.. …………………………. 32 .......................

dengan bobot sub unsur 20 %. misal: dalam KAK Perencanaan Saluran Tersier.Memiliki 10 s. Memiliki ≤ 9 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas.dan ketentuanpenilaiansub unsur: a). pengalaman perusahaan 10%. dengan bobot sub unsur35 %.d 19 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 75 c). didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama =NILAI BOBOT sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. dll. Memiliki ≥ 20 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b). pendekatan dan metodologi: 20%. dengan bobot sub unsur 25%.] 33 .Memiliki 10 s. Memiliki ≥ 20 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b). dan ketentuan penilaian sub unsur: a). Cara Penilaian : Pengisian Evaluasi Penawaran dalam Lembar Data Pemilihan (LDP): a bobot unsur yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.1. dan kualifikasi tenaga ahli 70 %: b PengalamanPerusahaan:10% 1) Sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis*). kegiatan yang sejenis adalah: Perencanaan Saluran Drainase. Memiliki ≥ 20 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b). didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis] *)Kegiatan yang sejenis adalah : kegiatan yang hampir sama atau mendekati dengan yang ditentukan dalam KAK. 2) Sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan.d 19 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 75 c). dan ketentuan penilaian sub unsur: a). didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsurpengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan] 3) Sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. Memiliki ≤ 9 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas.Memiliki 10 s.d 9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 c). Memiliki ≤ 9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas.

diberi nilai:50 (c) apabila tidak menyajikan.4) Sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. dan ketentuan penilaian sub unsur : a). Sub unsur kualitas metodologi.] 2).dengan bobot sub unsur 20%.dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Memiliki ≥ 20 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai:100 b). diberi nilai: 50 (c) apabila tidak menyajikan. diberi nilai: 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. dengan bobot sub unsur 40%.] c Pendekatan dan Metodologi:30 % 1). didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. 34 . apabila tidak menyajikan. didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur hasil kerja(deliverable) = NILAI BOBOT sub unsur hasil kerja (deliverable)].d 9 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10(sepuluh) tahundiberi nilai:75 c). dengan bobot sub unsur 20 %. Sub unsur hasil kerja (deliverable).diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. Memiliki ≤ 9 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 dari uraian diatas. diberi nilai: 80 b). didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur kualitas metodologi =NILAI BOBOT sub unsur kualitas metodologi] 3). memiliki 10 s. apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. diberi nilai : 50 c). Sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK.dengan bobot sub unsur 20%. dan ketentuan penilaian sub unsur: a). diberi nilai: 0 dari uraian diatas.diberi nilai : 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

d Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli: 70 % (1).4). didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK. ≥ tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK. diberi nilai: 100 (b). (2). dengan bobot sub unsur 50 %.] Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur x bobot unsur Pendekatan dan Metodologi = NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI. diberi nilai:50 (c) apabila tidak menyajikan. diberi nilai: 50 (c) apabilatidak menyajikan. dengan bobot sub unsur 30%. Sub unsur tingkat pendidikan.] 5). diberi nilai: 80 (b) Apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. dengan bobot sub unsur 10 %. didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. Dukungan referensi: i. < tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK. apabila melampirkan referensi dan dapat dibuktikan 35 . diberi nilai: 50 [Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur tingkat pendidikan = NILAI BOBOT sub unsur tingkat pendidikan]. Sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK. diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. diberi nilai: 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. dengan bobotsub unsur 10%. Sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. Sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaranyang diinginkan dalam KAK. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a).dan ketentuan penilaian sub unsur: (a).

sesuai. memiliki ≥ 5 tahun pengalaman kerja professional diberi nilai: 100 ii. (ii) Tidak sesuai adalah :…………[deskripsikan dengan jelas tidak sesuai dengan KAK]. Perhitungan bulan kerja x nilai lingkup pekerjaan X nilai posisi = jumlah bulan kerja professional. (iii) Terkait adalah:……… [deskripsikan dengan jelas terkait dengan KAK]. (e). maka pengalaman kerja diberikan penilaian. diberi nilai :75 iii. memiliki 3 < x < 5 tahun pengalaman kerja professional. tidak sesuai.diberinilai:50 iii.dengan menghubungi penerbit kebenarannya referensi. diberi nilai:75 iii. maka penawaran digugurkan dan peserta dikenakan Daftar Hitam. diberi nilai : 50 (h). Lingkup pekerjaan: i. lingkup pekerjaan yang: (i) sesuai adalah:…………deskripsikan dengan jelas disesuaikan dengan KAK]. diberi nilai:100 ii. Nilai jangka waktu pengalaman kerja profesional: *) i. (b). terkait. ii. menunjang. Memiliki < 3 Tahun pengalaman kerja professional. (ii) Menunjang adalah:…………[deskripsikan dengan jelas menunjang KAK]. diberi nilai:50 iv. apabila tidak ada referensi maka tidak diberikan penilaian. diberi nilai: 100 ii. posisi: i. (f). Nilai jangka waktu pengalaman kerja professional yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK. sesuai. apabila melampirkan referensi namun tidak benar. Perhitungan bulan kerja tenaga ahli. (c). Nilaitotal seluruh jumlah bulan kerja professional dibagi angka 12 = jangka waktu pengalaman kerja professional (g). 36 . yang dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam IKP. (d). posisiyang: (i) sesuai adalah: ………… [deskripsikan dengan jelas disesuaikan dengan KAK]. iii.

Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis : bobot nilai 35 % a. Contoh Penilaian Ambang batas nilai teknis (passing grade) yang ditentukan dalam Dokumen Pemilihan: 60 A. [apabila tenaga ahli yang dinilai lebih dari 1(satu) maka setiap tenaga ahli harus diberi bobot] Bobot tenaga ahli: (a). dan kondisi (custom) setempat. (5). Nilai Evaluasi Teknis = NILAI PENGALAMAN PERUSAHAAN + NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI + NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI 2. situasi. memiliki. (4). diberi nilai: 0 (c). penguasaan Bahasa Indonesia bagi konsultan asing. aturan.(3). Tenaga Ahli 1 (Team Leader). diberi nilai:25 (c). Sub unsur sertifikat keahlian/profesi keteknikan (engineering). diberi nilai:100 (b). dan seterusnya (6). Total nilai yang didapatkan X bobot sub unsur lain-lain = NILAI BOBOT sub unsur lain-lain. Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur ((1)+(2)+(3)+(4))= NILAI 1 (SATU) ORANG TENAGA AHLI. Tenaga Ahli 2 (Ahli Jalan). diberi bobot = 40 (c). dan ketentuan penilaian sub unsur: (a). dan ketentuan penilaian sub unsur : (a). Sub unsur lain-lain yang dibutuhkan dalam KAK. evaluasi Pengalaman Perusahaan Contoh: bobot nilai 10% Pengalaman perusahaan menangani pekerjaan sebagai berikut: Pembobotan (Contoh): Sub unsur yang dinilai antara lain: 1). penguasaan bahasa setempat. diberi nilai: 25 (b). nilai yang didapatkan X bobot sub unsur sertifikat keahlian/profesi = NILAI BOBOT sub unsur sertifikat keahlian/profesi. Tidak memiliki. dengan bobot sub unsur10 %. Aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara. diberi nilai:25 (e). diberi nilai: 25 (d). Penguasaan bahasa asing. Nilai 1 (Satu) Orang Tenaga Ahli X bobot tenaga ahli = NILAI BOBOT tenaga ahli. dengan bobot sub unsur 10%. memiliki ≥ 20 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 35/100 = 37 . Total NILAI BOBOT seluruh tenaga ahli X bobot unsur Kualifikasi Tenaga Ahli = NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI. diberi bobot = 60 (b).

memiliki < 9 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20 /100 = 10 4).d 19 tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 20/100 = 15 c. XYZ dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir pernah melaksanakan pekerjaan sebagai berikut : • Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis (35%). memiliki 10 s. nilai 100 38 . memiliki 10 s. memiliki ≥ 20 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 20 /100 = 20 b. 30 paket. Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama : bobot nilai 20 % (pengalaman manajerial meliputi pengalaman perusahaan sebagai lead firm dan memiliki fasilitas utama) a.d 19 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 20 /100 = 15 c.d 19 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 35/100 = c. memiliki 10 s. memiliki 10 s. memiliki <9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 35/100 = 2).b. Pengalaman Melaksanakan di lokasi kegiatan/di Indonesia : bobot nilai 25 % a. memiliki ≥ 20 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 25 /100 = b. memiliki <9 tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100 = 10 Contoh Perhitungan: PT. memiliki < 14 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 25/100 = 3). Kapasitas perusahaan dgn memperhatikan jumlah TA tetap : bobot nilai 20 % a. memiliki ≥ 20 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 20 /100 = 20 b.d 19 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 25 /100 = c.

Evaluasi Pendekatan Pendekatan dan Metodologi Contoh: bobot nilai 30 % Sub unsur yang dinilai 1). menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 20/100 = 16 b. fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK = 10% a. 20 TA. Hasil kerja (deliverable) = 20% a. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai:80 nilai total bobot: 80 x 40/100 = 32 b.5 B. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100 = 10 c. XYZ adalah: (100x35/100) + (100x25/100) + (75x20/100) + (100x 20/100) = 35 + 25 + 15 + 20 = 95 Bobot nilai pengalaman perusahaan = 95 x 10% = 9. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 20/100= 0 3). 18 paket. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 40/100 = 0 2). Kualitas metodologi = 20% a. 23 paket. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 40/100 = 20 c. nilai 100 (Kapasitas perusahaan dengan memperhatikan TA tetap dinilai terhadap TA Tetap yang digunakan/dipakai untuk melaksanakan pekerjaan pada paket kegiatan dalam kurun waktu tertentu) Perolehan nilai pengalaman perusahaan PT.Pengalaman Melaksanakan kegiatan di Indonesia (25%). tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 20/100 = 0 4). nilai 75 • (Pengalaman Manajerial & Fasilitas Utama yang dinilai adalah pengalaman manajerial untuk melaksanakan pekerjaan pada paket kegiatan dalam kurun waktu tertentu) • Kapasitas perusahaan dengan memperhatikan TA tetap (20%). Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK = 40% a. nilai 100 • Pengalaman Manajerial & Fasilitas Utama (20%). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100= 10 c. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai:80 nilai total bobot: 80 x 20/100= 16 b. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 10/100= 8 39 .

Badi. Evaluasi Kualifikasi Tenaga Ahli Contoh: Bobot nilai 70% 1). bila terjadi overlap yang dihitung hanya salah satu. Pengalaman Tenaga ahli pekerjaan sejenis dgn referensi atau copy kontrak Contoh: Bobot nilai 60% Penilaian dilakukan untuk tenaga ahli yang mempunyai referensi. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 10 /100 = 5 c. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 10/100 = 0 5). Nilai pengalaman tenaga ahli : (1) Waktu pengalaman: a. fasilitas pendukung (10%) nilai 50 5).4 C. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. S2. pendekatan & metodologi atas dokumen seleksi menurut penilaian Pokja ULP. Kualitas Metodologi (20%) nilai 80 3). Hasil kerja (deliverable) (20%) nilai 80 4). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 10 /100= 5 c. Pemahaman atas jasa layanan (40%) nilai 80 2).b. XYZ. Tidak boleh terjadi tumpang tindih (overlap). menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 10 /100 = 8 b. a). S3 atau setingkat. sebagai berikut : 1). MSc dengan data 40 . Pendidikan (30%) Contoh: Bobot nilai 30% Pendidikan yang dinilai adalah S1. Gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diminta dalam KAK = 10% a. Gagasan baru (10%) nilai 80 Bobot nilai yang diperoleh adalah: (80x40/100)+(80x20/100)+(80x20/100)+(50x10/100)+(80x10/100) = 32 + 16 + 6 + 5 + 8 = 67 Bobot nilai pendekatan dan metodologi = 67 x 20/100 = 13. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 10/100 = 0 Contoh Perhitungan: PT. Pendidikan dibawah S1 tidak dinilai Penilaian: • S1/S2 sesuai KAK = 100 • S1/S2 tidak sesuai KAK = 50 2).

pengalaman sebagai berikut: (a). b. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir.maka pengalaman kerja akan dihitung secara penuh (kecuali bila terjadi overlap. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis secara lengkap tanggal.1 = 5 bulan. maka panitia sepakat untuk menghitung = 25% x 24 bulan = 6 bulan karena tidak sesuai dengan ketentuan dokumen seleksi. dan tahunnya. Badi. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis tahunnya saja (tanpa tanggal dan bulan). bulan. 41 . MSc dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan bulan Juni 2001 – November 2001 Karena hanya disebutkan bulan tanpa dirinci tanggalnya. Badi. 1 Maret 1993 – 1 Maret 1996 = 36 bulan Perhitungan dimulaidari bulan Maret 1993 sampai dengan Maret 1996. MSc = 38 bulan. April. 1 Januari 1993 – 1 Mei 1993 = 2 bulan Perhitungan dimulai dari bulan Januari 1993 sampai dengan Maret 1993 Dari pengalaman (a) dan (b) terjadi overlap selama 3 bulan pada bulan Maret. maka bulan yang overlap dihitung satu kali). Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis bulan dan tahunnya saja (tanpa tanggal). Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. maka pengalaman kerja yang dihitung hanya 25% dari total bulannya. maka panitia dapat untuk menghitung jumlah bulan dikurangi 1 (satu) = 6 bulan . dan Mei 1993. Badi. Pengalaman (b) yang diakui hanya 2 bulan. d. maka pengalaman kerja yang dihitung adalah total bulannya dikurangi1(satu)bulan. Total pengalaman tenaga ahli Ir. (b). MSc dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan tahun 2002 – 2003 Karena hanya disebutkan tahun tanpa dirinci bulannya. Paruli dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman dicantumkan bulan 10 Juni 2008 – 10 Desember 2008 PokjaPokja ULP menghitung jumlah bulan secara penuh = 6 bulan karena disebutkan tanggal bulan dan tahun dengan rinci c. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir.

dinilai Posisi /jabatan dalam proyek • Sesuai dengan posisi/jabatan sebelumnya. dinilai • Terkait.50 = 0. Lain-lain ( misal penguasaan bahasa Inggris. c). dinilai • Tidak sesuai. nilai 0-100(tenaga ahli Indonesia).25 =1 = 0. dll) Contoh: Bobot nilai 10% a). situasi dan kondisi setempat.50 3).Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. dinilai =1 = 0. Contoh dalam KAK diperlukan babarapa tenaga Ahli: • Ketua tim (pengalaman 5tahun) = 60% • Ahli Jalan dan Jembatan (pengalaman 5 tahun) = 40% 42 . Kesesuaian lingkup pekerjaan dan posisi Lingkup Kegiatan • Lingkup sesuai dengan syarat KAK. Bahasa Inggris (bila diwajibkan) Contoh: Bobot nilai 5% • Baik sekali = 100 • Baik = 50 • Sedang = 25 b). aturan. atas tata cara. nilai 0-40 (tenaga ahli asing) Di Indonesia • Jumlah pengalaman 0-5 tahun. Paruli dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan tahun 1993 – 1993 Karena hanya disebutkan tahun tanpa dirinci bulannya. maka panitia sepakat untuk menghitung = 25% x 12 bulan = 3 bulan karena tidak sesuai dengan ketentuan dokumen seleksi. nilai 0-60 (tenaga ahli asing) • Jumlah pengalaman 0-5 tahun. dinilai • Menunjang. Pengalaman luar negeri (bila diperlukan) Contoh: Bobot nilai 5% Di negara berkembang • Jumlah pengalaman 0-5 tahun.

1 0. 3.0 85.9 NAMA PERUSAHAAN : No.2.4 63.7 1 NILAI TOTAL (5) 9. (1) 1. 2. XYZ NILAI (3) 95 67 90 BOBOT (4) 0.35 0. 2. XYZ HASIL EVALUASI TEKNIS PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT. 4.2 0.25 0. CONTOH PENILAIAN TEKNIS KONSULTAN PT. ITEM (2) Pengalaman perusahaan Pendekatan dan metodologi Kualifikasi tenaga ahli *) Jumlah CATATAN *): • Dalam hal Penilaian teknis terhadap perusahaan yang lulus pasing grade tetapi terhadap penilaian kualifikasi TA dinilai kurang dari yang ditentukan dalam KAK.00 NILAI TOTAL (6) 35 25 15 20 95 NAMA PERUSAHAAN : No.20 0. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN (2) Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis Pengalaman Melaksanakan kegiatan di Indonesia Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama Kapasitas perusahaan dgn memperhatikan jumlah TA tetap Jumlah 43 . XYZ JUMLAH PAKET/TA (3) 30 paket 23 paket 18 paket 20 paket NILAI (4) 100 100 75 100 BOBOT (5) 0. maka dalam klarifikasi dan negosiasi teknis serta biaya untuk diganti dengan TA yang sesuai KAK atau yang lebih tinggi EVALUASI PENGALAMAN PERUSAHAAN PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT.5 13. (1) 1.20 1. 3.

JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN (2) Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK Kualitas metodologi Hasil kerja (deliverable) fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK Gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diminta dalam KAK Jumlah 80 0.20 0.40 1.10 NILAI TOTAL (5) 32 16 16 5 NAMA PERUSAHAAN : No. 2.10 8 1. XYZ NILAI (3) 80 80 80 50 BOBOT (4) 0. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN 2 Ketua Tim Ahli Jalan dan Jembatan Jumlah 44 . XYZ NILAI 3 95 82.00 NILAI TOTAL 5 57 33 90 NAMA PERUSAHAAN : No.EVALUASI PENDEKATAN DAN METODOLOGI PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT.60 0. 3. 4.00 77 EVALUASI KUALIFIKASI TENAGA AHLI PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT. 1 1. 5.5 BOBOT 4 0.40 0.20 0. 2. (1) 1.

0 V 1.5 1.62 5.0 1.5 1.62 TH 100 50 PERSYARATAN KAK 5 TAHUN TOTAL NILAI = Sertifikasi : M/TM URAIAN PENDIDIKAN PENGALAMAN SERTIFIAT KEAHLIAN KEMAMPUAN BAHASA NILAI TOTAL Memiliki NILAI 100 100 100 50 100 BOBOT% 30% 50% 10% 10% 100% BAHASA Baik NILAI X BOBOT 30 50 10 5 95 Keterangan: Posisi: S = sesuai TS = tidak sesuai Lingkup: S = sesuai M = menunjang T = terkait Sertifikat: M = Memiliki TM = Tidak memiliki 45 .0 0.0 X 0 V 1.0 V 1.6 1.0 1.6 1.0 V 1. PENGALAMAN KERJA PROFESIONAL No.0 V 1.5 0. 67.0 V 1.0 1.0 1.5 0. MSc Ketua Tim S2 Sesuai KAK NILAI 100 CONTOH POSISI/ JABATAN 4 S S S S S S S S S TS S S 1.0 1.75 1.0 1.0 1.43 BL 5.0 1.0 1.0 1.0 V 1.0 LINGKUP 5 T T T S S M S S S S S S 0.33 6 5 5 6 6 36 2 : : : : PT XYZ Ir. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 PERIODE DARI . PENDIDIKAN B.0 JUMLAH 7 3 3 2 1.0 Referensi Pengalaman Kerja TA 6 V 1.0 1.0 1.0 1. Badi.0 V 1.SAMPAI 2 Feb-08 Aug-08 10 May-07 10 Nov-07 1 Mar-06 30 Jun-06 28 Jun-04 16 Ags-04 15 Jul-03 25 Ags-03 2002 2003 Jun-01 Nov-01 Aug-99 Jan-00 Apr-98 Nov-98 Jun-97 Dec-97 1 Mar-93 1 Mar -96 1 Jan-93 1 Mei 93 BLN 3 6 6 4 1.Pokja ULP Pusat Pembinaan Penyelenggaraan Konstruksi Pengadaan Jasa Konsultansi : Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Perundang-Undangan Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2011 Nama Perusahaan Nama Personil Posisi yg diusulkan A.0 V 1.0 1.5 5 0 6 3 36 2 67.33 4.0 0.0 V 1.0 1.

0 V 1. 46.3 4.0 1.0 1.0 1.Pokja ULP Peningkatan Jalan Nasional Pengadaan Jasa Konsultansi : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2011 Nama Perusahaan Nama Personil Posisi yg diusulkan A. PENDIDIKAN B.0 X 0 JUMLAH 7 3 3 2 1.0 V 1.6 1. PENGALAMAN KERJA PROFESIONAL No.0 V 1.0 LINGKUP 5 T T T S S M S S S S S 0.5 0.0 V 1.0 1.0 1.5 0.0 V 1.0 1.0 1.6 1.75 1. Paruli Ahli Jalan dan Jembatan S1 Sesuai KAK NILAI 100 CONTOH POSISI/ JABATAN 4 S S S S S S S S S S S 1.3 6 5 5 12 14 3 : : : : PT XYZ Ir.0 0.0 V 1.0 1.0 1.0 1.5 1.5 5 0 12 14 0 46.0 1. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 PERIODE DARI .4 BL 3.0 1.0 V 1.0 1.0 X 0 V 1.0 Referensi Pengalaman Kerja TA 6 V 1.5 Keterangan: Posisi: S = sesuai TS = tidak sesuai Lingkup: S = sesuai M = menunjang T = terkait Sertifikat: M = Memiliki TM = Tidak memiliki 46 .0 1.87 TH 75 50 PERSYARATAN KAK 5 TAHUN TOTAL NILAI = Sertifikasi : M/TM URAIAN PENDIDIKAN PENGALAMAN SERTIFIAT KEAHLIAN KEMAMPUAN BAHASA NILAI TOTAL Memiliki NILAI 100 75 100 50 100 BOBOT% 30% 50% 10% 10% 100% BAHASA Baik NILAI X BOBOT 30 37.5 10 5 82.0 1.SAMPAI 2 Mar-09 Sep-09 10 Jun-08 10 Des-08 1 Feb-07 30 Mei-07 28 Jul-04 16 Sep-04 15 Jun-03 25 Jul-03 2001 2002 Jun-00 Nov-01 Aug-98 Jan-99 1 Mar-95 1 Mar -96 1 Jan-94 1 Mei 95 1993 1993 BLN 3 6 6 4 1.

00 = 85.ABC dan PT. XYZ = 110 jt 90/110 x 100 = 81. GHI sama dengan perhitungan PT.25 = 20. XYZ = 90. PT. PT. GHI sebagai Calon Pemenang Cadangan II.00 Nilai akhir kombinasi teknis dan biaya adalah: a).50 c). PT. PT. ABC sebagai Calon Pemenang Cadangan I. GHI = 60. PT.25 = 22.82 81.75 = 60. XYZ sebagai Calon Pemenang.455 = 88. PT.455 b). ABC = 85*) 85 x 0.25 = 25.9 90. CONTOH PENILAIAN GABUNGAN TEKNIS DAN BIAYA Perbandingan bobot teknis : biaya = 0.75 c).75 : 0. dan PT.00 100.00 90. 47 .00 x 0.82 x 0. PT.175 + 20. PT.9 x 0.75 + 22.75 = 63.25 Nilai usulan teknis ke 3 penawaran adalah: Bobot teknis : a).00 x 0. GHI = 80*) 80 x 0.00 *) Perhitungan PT. ABC = 100 jt 90/100 x 100 = 90. XYZ = 68.00 + 25.50 = 86.3. PT.75 = 68. ABC = 63. PT.63 b).175 b).00 Usulan untuk penetapan calon pemenang: PT. XYZ Nilai usulan biaya ke 3 penawaran adalah: Bobot biaya a).25 c). GHI = 90 jt 90/90 x 100 =100.

....... Panitia membacakan dan menjelaskan tentang isi Dokumen Pemilihan.................................... Rapat dibuka oleh Pokja pada jam ..............termasuk di dalamnya antara lain: Metode pemilihan.. sekaligus diadakan tanya jawab yang akan tercantum dalam Risalah tanya jawab..... Tanggal ...................................... Jika terdapat perubahan substansi dokumen........................ Para anggota Pokja ................... *) 48 ........-.............. ..............Cara penyampaian Dokumen Penawaran. …………………........... 1................. akan dituangkan dalam perubahan/addendum dokumen pemilihan. CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PELELANGAN/SELEKSI PELELANGAN/SELEKSI (AANWIJZING) Nomor : .. Risalah Rapat : a.... yang di undang untuk mengikuti penjelasan (Aanwijzing)........ telah mengadakan Rapat Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) untuk Paket Pekerjaan sebagai berikut: Nama Paket Pekerjaan: Uraian Singkat Pekerjaan: Rapat dipimpin oleh: ... Peserta Rapat:Daftar Hadir Terlampir Rapat dihadiri oleh: a......... [diisi rincian perubahan substansi dokumen pemilihan (jika ada)] b....................... Risalah Tanya Jawab : Pertanyaan dari peserta: Pertanyaan Jawaban No Nama Perusahaan 1 2 Perubahan substansi dokumen (jika ada) a............. Pada hari ini ............. [diisi sesuai dengan hasil rapat penjelasan yang dilakukan Pokja]...... nomor ....... 4.dst.................... Bulan ........... (.. Wakil-wakil Perusahaan Calon Penyedia Jasa .................. 3...... tanggal ...................-........... c......... Pokja .... b. 2...... 5... b....................................... yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Pokja ULP................. Tahun........4...... .........) bertempat di .

................ ......................[diisi nama paket pekerjaan] 7..................... pukul ............. tanggal .................. 8. .......... ....Selanjutnya Pokja menawarkan kepada peserta siapa yangbersedia sebagai wakil peserta untuk menandatangani Berita Acara Pemberian Penjelasan dan menyepakati bahwa: Nama : …………………………… dari PT/CV ………………………………………… dan Nama : …………………………… dari PT/CV …………………....(... sebagai wakil peserta untuk menandatangani Berita Acara Pemberian Penjelasan paket ........................ Hasil peninjauan lapangan (jika diperlukan): ... 5........... dan dapat juga diunduh dari K/L/D/I... Keterangan: *) Adendum (jika ada) dibuat terpisah dari berita acara pemberian penjelasan 49 ......................... Berita Acara Pemberian Penjelasan untuk paket .... dibuat ........................... ……………… Kelompok Kerja (Pokja) ............................ 2........ Berita Acara Pemberian Penjelasan dapat diambil pada hari ........... ........................ Berita Acaraserta Addendum akan disampaikan kepada seluruh peserta mulai hari ....................... 2 ........ 4.................................... .............. 3.. Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP) ini dibuat dengan penuh rasa tanggung jawab untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.. 6.............................. 1.. Pokja menutup rapat pemberian penjelasan (Aanwijzing) pada jam .................... …………….................................................... 2............. .……………………................ 10................................... Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota SAKSI-SAKSI 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 1. ............. tanggal ............. 1 ........................) rangkap.. 9...............................................

AcaraPemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran ditutup pada pukul . CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBUKAAN PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN KOP SURAT SATUAN KERJA BERITA ACARA PEMASUKAN DAN PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN UNTUK PENGADAAN JASA KONSULTANSI Nomor : ………….................. yang selanjutnya dalam Berita Acara ini disebut Pokja. untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya........ Hasil Pembukaan Penawaran Sebagai Berikut: No (1) Nama Perusahaan (2) Sampul I Administrasi Teknis (3) (4) Sampul II*) (5) Keterangan (6) Catatan: Kolom (3)........ Demikian Berita Acara ini dibuat dengan penuh tanggung jawab..................tahun …………..... Nama : ....... ……………… PokjaPokja ULP…………………………… 50 ............... 4.................... Peserta yang menjadi saksi 2 (dua) orang yaitu dari : PT............ Pada hari ini …………..........)....... PT........ ( .. tanggal ………….......... …………….......................... (………………............. ........) dan jumlah dokumen penawaran yang tidak lengkap .... diisi sesuai yang disyaratkan dalam dokumen pemilihan... tanggal …………..... 2...............bulan ………….. Dalam Acara Pemasukan danPembukaan Dokumen Penawaran diperoleh hasil sebagai berikut : 1...5......... pukul …………... Yang memasukkan dokumen penawaran …….........) penyedia jasa. bertempat di ………….... (. Jumlah dokumen penawaran yang lengkap ..... Nama : ........... Kolom (5) tidak dibuka pada saat pembukaan penawaran Sampul I... yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Pokja ULP nomor …………...... telah mengadakan acara Pemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran untuk Pengadaan Jasa Konsultansi………….............. WIB.... 3... ........ Pokja ………….....(4)..........................

........ 3....................................... ......................... 6...1....... 7.. 2. 4.. ..... .......... ....................... Ketua merangkap Anggota Sekretarismerangkap Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 6……………… 7……………… WAKIL DARI PENYEDIA JASA No........ 5................. ................ ... Nama Jabatan Tanda Tangan 51 ....... .....

. Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Kualifikasi Pendaftaran dimulai tanggal ………… sampai dengan tanggal ………… [pada tahap pendaftaran. nama dan alamat perusahaan serta nomor telepon. Papan Pengumuman Resmi ……………. b.. 2.d. sesuai ketentuan). dst 52 dan mengambil dokumen kualifikasi NAMA PERUSAHAAN ALAMAT. melalui: a. Pengumuman Prakualifikasi Pengumuman ………… Nomor: …………. tanggal …………. SISTEM EVALUASI KUALITAS DAN BIAYA KOP SURAT POKJA BERITA ACARA HASIL EVALUASI SELEKSI PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI NOMOR : …………………… Nama Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Satminkal Satuan Kerja PPK Kelompok Kerja Sumber Dana Tahun Anggaran Harga Perkiraan Sendiri Jangka waktu pelaksanaan Metode Pemilihan Metode Penyampaian Metode Evaluasi : : : : : : : : : : : : : ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… (termasuk PPN 10%) ……………………… Prakualifikasi Dua Sampul Kualitas dan Biaya Pada hari ini ………… tanggal ………… bulan ………… tahun ………… kami yang bertanda tangan dibawah ini Pokja ULP berdasarkan Surat Keputusan ULP Nomor: ………… tanggal ………… telah melaksanakan Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi dengan Seleksi Umum Prakualifikasi. Surat Kabar ……………… tanggal ……… (jika diperlukan. Metode Evaluasi Kualitas dan Biaya dengan hasil sebagai berikut: 1. CONTOH FORMAT BERITA ACARA HASIL SELEKSI UNTUK PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI DENGAN PRAKUALIFIKASI. Website K/L/D/I dan Portal Pengadaan Nasional tanggal …………………. tanggal………………. tanggal…………. Metode Penyampaian Dua Sampul. nomor faksimili dan/atau alamat email pihak yang dapat dihubungi. METODE DUA SAMPUL.6.. NOMOR TELEPON KETERANGAN . c. No 1 2 . untuk keperluan korespondensi] Penyedia jasa yang mendaftar sebanyak……(……) perusahaan. s. Pokja/Pejabat Pengadaan mencatat nama pendaftar.

..... Peserta Dokumen kualifikasi : ………… (…………) perusahaan. yaitu .. [diisi sesuai persyaratan kualifikasi yang ditetapkan dalam dokumen kualifikasi].. 2. PT/CV............3... Jumlah peserta yang hadir sebanyak……………… (…………) perusahaan. Tempat yang memasukkan c...) dokumen kualifikasi......... 5......... melalui website K/L/D/I... PT/CV...... Pembukaan dan Evaluasi Dokumen Kualifikasi a. Penyampaian BAPK termasuk Adendum Dokumen Kualifikasi (jika diperlukan) Salinan BAPK termasuk Adendum Dokumen Kualifikasi (jika diperlukan) dapat diambil oleh peserta pada tanggal .. 3..... meliputi pakta integritas dan formulir isian kualifikasi...... PT/CV... Penyampaian/Pemasukan Dokumen Kualifikasi a... Berita Acara Penjelasan Kualifikasi (BAPK) nomor ………… tanggal ……… (jika diperlukan)..... 3.......... yaitu lulus.dst 2) Jumlah dokumen kualifikasi yang dinyatakan gugur/tidak = …… (...... Batas akhir waktu pemasukan dokumen kualifikasi : Hari …… Tanggal ……… Jam ………… : website K/L/D/I b..... dst NAMA PERUSAHAAN ALAMAT DAN NOMOR TELEPON KETERANGAN d. 4.. PT/CV. 6. Peserta yang terlambat memasukkan dokumen kualifikasi : ………… (…………) perusahaan. b.........) dokumen kualifikasi........ Evaluasi dilakukan terhadap dokumen kualifikasi............. PT/CV. PT/CV...... Penilaian persyaratan kualifikasi dilakukan terhadap pemenuhan persyaratan kualifikasi............ yaitu syarat/lulus dokumen kualifikasi: 53 . yaitu dokumen kualifikasi: 1. No 1 2 ....dst 3) Jumlah dokumen kualifikasi yang dinyatakan memenuhi = …… (. Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) Kualifikasi (jika diperlukan) a. 2. 1) Jumlah dokumen kualifikasi yang dievaluasi = …… (. Pemberian penjelasan dilaksanakan pada tanggal………bertempat di ……… b............) dokumen kualifikasi. yaitu: dokumen kualifikasi: 1...

......... Penetapan Daftar Pendek (short list).. 54 NAMA PERUSAHAAN MATERI SANGGAHAN JAWABAN SANGGAHAN KETERANGAN .. 10.. tanggal………… s.... s....(.. tanggal …………. Sanggahan Kualifikasi [diisi jika ada sanggahan] Masa sanggah hasil kualifikasi mulai tanggal …………….. maks.... Peserta yang dinyatakan masuk dalam Daftar Pendek sebanyak…… (........ Papan Pengumuman Resmi …………….... …………………… b... 7 (tujuh) peserta 9.d..dst 7........ 3.) sanggahan Ringkasan sanggahan sebagai berikut: No 1 2 ..... 5 (lima). PT/CV. Sanggahan yang dinyatakan benar = . Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan disampaikan melalui ……………… dengan tanda bukti terlampir.) sanggahan Sanggahan yang dinyatakan tidak benar = .... Hasil pembuktian kualifikasi untuk tiap peserta dituangkan dalam Berita Acara Pembuktian Kualifikasi (terlampir) Alasan gugur/tidak lulus dan tidak termasuk Daftar Pendek masing-masing peserta adalah sebagai berikut : a. Pengumuman Hasil Kualifikasi Pengumuman Hasil Kualifikasi ………… Nomor: …………. tanggal………………. ………………dst 8... tanggal…………… Jumlah peserta yang keberatan atas penetapan hasil prakualifikasi dan menyampaikan sanggahan = .........d... PT/CV.. 2....(...... Pembuktian Kualifikasi dan Pembuatan Berita Acara Pembuktian Kualifikasi Pembuktian terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen atau legalisir dan meminta salinannya... dst NAMA PERUSAHAAN ALAMAT NPWP KETERANGAN min...... (.) peserta. yaitu: NO 1 2 ..... …………………… c. b............... dst 11...... melalui: a....... Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan Peserta yang termasuk dalam Daftar Pendek diundang untuk mengambil dokumen pemilihan........ Website K/L/D/I tanggal …………………… dan Portal Pengadaan Nasional..) peserta...1..... PT/CV.

. Tempat : ………… Berita Acara Pembukaan Penawaran No ………… tanggal ……… (terlampir). Unsur-unsur yang dievaluasi meliputi kelengkapan persyaratan yang diminta dalam dokumen pemilihan. 12...... dst e. Jumlah peserta yang hadir sebanyak………………… (…………) perusahaan.. melalui website K/L/D/I. Dokumen Penawaran No 1 2 . Hasil evaluasi penawaran sebagai berikut: a.. d. 14. 16. Tempat c. Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) a. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (BAPP) No………… tanggal ……… (terlampir).. 15. b.. Evaluasi Administrasi Evaluasi administrasi hanya dilakukan pada hal-hal yang tidak dinilai pada penilaian kualifikasi. Waktu b. Waktu : Hari ……… Tanggal ……… Jam ……… b.. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Penawaran (Sampul I dan Sampul II) waktu pemasukan a....) penawaran. Penyampaian BAPP termasuk Adendum Dokumen Pemilihan (jika ada) Salinan BAPP termasuk Adendum Dokumen Pemilihan (jika ada) dapat diambil oleh peserta pada tanggal . Evaluasi Dokumen Penawaran Sampul I (Administrasi dan Teknis) Evaluasi penawaran dengan berpedoman pada ketentuan peraturan yang berlaku.Pengambilan Dokumen Pemilihan dilakukan pada: a.. 13. Batas Dokumen Penawaran : Hari ……… tanggal ……… Jam …… : website K/L/D/I.. 1). Penyedia jasa yang terlambat memasukkan dokumen penawaran NAMA PERUSAHAAN ALAMAT DAN NOMOR TELEPON KETERANGAN : ………… (…………) perusahaan. Tempat : ……………………………… Peserta yang mengambil dokumen pemilihan sebanyak………(……) perusahaan. yaitu penawaran: . dan Dokumen Pemilihan. Penawaran yang dievaluasi Jumlah penawaran yang dievaluasi 55 = …… (. Peserta yang memasukkan : ………… (…………) perusahaan.. Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul I (Administrasi dan Teknis) Penawaran dinyatakan ditutup pada hari ………… tanggal ………… Jam ………… Pembukaan penawaran dilakukan pada: : Hari ……… Tanggal ………… Jam ……… a. Pemberian penjelasan dilaksanakan pada tanggal……… bertempat di ………… b.

... b. 2........ meliputi .... dst Jumlah penawaran yang dinyatakan gugur/tidak lulus = …… (..... Jumlah penawaran yang dievaluasi 56 = …… (... penawaran: 1.. yaitu PT/CV.......... PT/CV.. terkait keraguan terhadap …………......... PT/CV.. penawaran............. Evaluasi teknis dengan sistem nilai: (a) Persyaratan teknis minimal yang harus dipenuhi sesuai dengan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan..... PT/CV........ 2.......... PT/CV.............. bobot ...) penawaran: 1.. Unsur pengalaman perusahaan............. Evaluasi Teknis.. dst.... [diisi sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan]....) penawaran. 3.... 4.......1.... bobot ............ terkait keraguan terhadap ………….. . dst yaitu Penjelasan gugur/tidak lulus masing-masing peserta adalah sebagai berikut : (a) PT/CV ………… dinyatakan gugur administrasi karena ………… (b) PT/CV ………… dinyatakan gugur administrasi karena ………… (c) ………… dst Hasil evaluasi administrasi terlampir...... PT/CV................... 4....... ………… (c) . 2...... Unsur-unsur yang dievaluasi sesuai dengan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan.................................. (b) Unsur-unsur yang dievaluasi: i... [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan ] iii....................... 2)......... [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan] ii.......... 1). yaitu penawaran: ....... PT/CV.... 3.... [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan] (c) Nilai ambang batas lulus persyaratan teknis = ....... . jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV………….... bobot ..... dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak…………...... Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi...... dengan kesimpulan....dst 2).....) penawaran...... Unsur pendekatan dan metodologi. 3)................. PT/CV. PT/CV......... Konfirmasi/Klarifikasi[dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan... Penawaran yang memenuhi syarat/lulus Jumlah penawaran yang dinyatakan memenuhi = syarat/lulus administrasi …… (.. 3.. Unsur kualifikasi dan tenaga ahli...

... PT/CV... dst. jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV………….... 18... .. 4.. PT/CV. PT/CV... PT/CV... dst …… (.... Pengumuman yang Lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) Pengumuman yang Lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) nomor …………..1.. Undangan nomor .... 2... 3.... 57 . Konfirmasi/Klarifikasi [dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan.. PT/CV. PT/CV... dengan kesimpulan............. dst 5).. Jumlah penawaran yang dinyatakan tidak memenuhi = ambang batas lulus Hasil evaluasi teknis terlampir.......... Jumlah dinyatakan memenuhi ambang = batas lulus …… (..... 17..... PT/CV.................... dst Penetapan peringkat teknis terlampir. Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul II (Harga) Pembukaan penawaran Sampul II (Harga) dilakukan pada: : Hari ………… Tanggal ………… Jam ……… a.. b..... terkait keraguan terhadap …………..... tanggal ………….................. terkait keraguan terhadap ………….... Papan Pengumuman Resmi …………….............. melalui: a....... tanggal ...) penawaran.. penawaran yang 4).......... c.... Tempat : ………… Berita Acara Pembukaan Penawaran Sampul II (Harga) nomor………… tanggal ……… (terlampir)..........dst 3)...... PT/CV.............. 3.. 3....... 2.. tanggal………… s... Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis terlampir.............. dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak…………..... .. ………… (c) .... yaitu penawaran: 1...d.) penawaran........... yaitu penawaran: 1. Peserta yang lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) dan diundang untuk memasukkan Dokumen Penawaran Sampul II sebagai berikut: NO NAMA PERUSAHAAN NPWP KETERANGAN 1 2 ... Website K/L/D/I tanggal …………………… dan Portal Pengadaan Nasional. Waktu b......... tanggal……………….............. 2...

terkait keraguan terhadap …………. KESIMPULAN Berdasarkan hasil evaluasi kualifikasi.. maka Kelompok Kerja (Pokja) berkesimpulan dan memutuskan untuk mengusulkan calon pemenang seleksi berdasarkan peringkat terbaik adalah : 58 .. terkait keraguan terhadap …………. Evaluasi Dokumen Penawaran Sampul II (Harga). kewajaran penugasan tenaga ahli. 2). 1 2 ....19. a. dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak………….. Perhitungan nilai kombinasi terbaik NO. Koreksi Aritmatik [khusus untuk kontrak lumpsum tidak mengubah total harga penawaran] HARGA PENAWARAN TERMASUK PPN 10% PADA SAAT PEMBUKA AN NO NAMA PERUSAHAA N ( RP ) SETELAH KOREKSI ARITMATIK PERINGKAT SETELAH KOREKSI ARITMATIK KETERANGAN 1 2 .. dengan kesimpulan ………… (c) . Unsur-unsur yang dievaluasi yaitu: …………… [diisi sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost)] c.... misal: kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). Evaluasi harga dilakukan kepada penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis (Sampul I). nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor tertinggi.. dst b.. kewajaran penugasan tenaga pendukung (apabila ada). Konfirmasi/Klarifikasi [dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran teknis dan nilai penawaran biaya terkoreksi dengan cara perhitungan sebagai berikut: NILAI TOTAL = {Nilai/skor Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis} + {Nilai/skor Penawaran Biaya Terkoreksi x Bobot Penawaran Biaya}. dst. evaluasi sampul I (administrasi dan teknis) dan evaluasi sampul II (harga). sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang lain secara proporsional. jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV…………. 20. dst NAMA PERUSAHA AN NILAI HARGA BOBOT HARGA NILAI TEKNIS BOBOT TEKNIS NILAI TOTAL*) *) keterangan: 1). d. Hasil evaluasi harga terlampir pada Laporan Evaluasi Penawaran..

. .... ………………(termasuk PPN) 3....... (termasuk PPN) 2........ CALON PEMENANG CADANGAN II Nama Perusahaan : …………………… Alamat Perusahaan : …………………… NPWP : …………………… Harga Penawaran terkoreksi : Rp.......... 3. CALON PEMENANG Nama Perusahaan Alamat Perusahaan NPWP Harga Penawaran terkoreksi : …………………… : …………………… : …………………… : Rp.......... . CALON PEMENANGCADANGAN I Nama Perusahaan : …………………… Alamat Perusahaan : …………………… NPWP : …………………… Harga Penawaran terkoreksi : Rp............. Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 6……………… 7……………… 59 ... ........ ………………........... 4.. ........... …………….... .. 6..1.......... 7........ ... 5............... ................................................... ……………… Kelompok Kerja (Pokja) . 1..... ………………(termasuk PPN) Demikian Berita Acara Hasil Evaluasi Seleksi ini dibuat dengan penuh rasa tanggung jawab untuk dipergunakan dalam penetapan pemenang sebagaimana mestinya.......... 2.....

.

ttd DJOKO KIRMANTO .LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI BUKU 11 B : Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Mei 2011 MENTERI PEKERJAAN UMUM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful