Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul

dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM,
Menimbang : a. bahwa pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi di bidang pekerjaan umum yang memenuhi tata nilai pengadaan dan kompetitif sangat diperlukan bagi ketersediaan infrastruktur yang berkualitas sehingga akan berdampak pada peningkatan pelayanan publik; bahwa dengan telah diterbitkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, perlu pengaturan mengenai tata cara pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang jelas dan komprehensif sehingga dapat menjadi pengaturan yang efektif dalam pengadaan barang/jasa pemerintah; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Menteri;

b.

c.

Mengingat

: 1.

2.

3.

4.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3955) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2010 (Lembaran Negara RI Tahun 2010 Nomor 157); Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Nomor 64 Tahun 2000, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3957) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2010 (Lembaran Negara RI Nomor 95 Tahun 2010); Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 65 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3957); Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;
i

7. 3. Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 15/M-IND/PER/2/2011 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum. Pekerjaan Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi.000. Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya. 11. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah Satuan Kerja yang menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai dari dana anggaran pemerintah. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009. Unit Layanan Pengadaan yang selanjutnya disebut ULP adalah unit organisasi yang berfungsi melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa yang ditetapkan oleh Menteri dan bersifat permanen. 7.000. 5. 8. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010. 9. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pekerjaan Umum. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. 2. Kepala Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Kasatker adalah Kuasa Pengguna Anggaran dan/atau Barang. Jasa Konsultansi adalah jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. 6. 11. 4. 9. Pejabat Pengadaan adalah personil yang memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa yang melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa. ii . 6. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI. Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Pekerjaan Konstruksi/Jasa Konsultansi. menggunakan peralatan yang didesain khusus dan/atau pekerjaan yang bernilai diatas Rp100. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. 12. 8. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah Pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran pemerintah.000. 10. 10. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini. yang dimaksud dengan : 1. mempunyai risiko tinggi. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan.00 (seratus milyar rupiah). 5. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.

16. kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan Pengadaan Barang/Jasa. baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses Pengadaan Barang/Jasa. Kepala Badan. (7) Menghindari dan mencegah penyalahgunaan wewenang dan/atau kolusi dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. (2) Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang dananya bersumber dari pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari pinjaman atau hibah dalam negeri. Kontrak kerja konstruksi adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara Pejabat Pembuat Komitmen dengan Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. serta menjaga kerahasiaan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa yang menurut sifatnya harus dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam Pengadaan Barang/Jasa. disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran. tidak menawarkan atau tidak menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah. (5) Menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan para pihak yang terkait. komisi. Inspektur Jenderal. dan (8) Tidak menerima. (2) Peraturan Menteri ini bertujuan agar pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi lebih operasional dan efektif.000. Pasal 3 Ruang lingkup berlakunya Peraturan Menteri ini adalah untuk: (1) Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang pembiayaannya baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari anggaran pembangunan pemerintah (pusat/daerah). 14.13. (2) Bekerja secara profesional dan mandiri. dan Direktur Jenderal/Deputi.000 (seratus milyar rupiah) dan/atau yang bersifat kompleks sebelum di tandatangani oleh para pihak. golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. (6) Menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam Pengadaan Barang/Jasa. imbalan. Pejabat Eselon I atau Pimpinan Unit Kerja setara Eselon I adalah Sekretaris Jenderal/Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah. rabat dan berupa apa saja dari atau kepada iii . (3) Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung yang berakibat terjadinya persaingan tidak sehat. 15. Pasal 4 Para pihak yang terkait dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa harus mematuhi ketentuan sebagai berikut: (1) Melaksanakan tugas secara tertib.000. Ahli Hukum Kontrak adalah seorang/pejabat ahli yang dapat memberikan pendapat terhadap Kontrak untuk pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang bernilai di atas Rp 100. Pasal 2 (1) Peraturan Menteri ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat. (4) Menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan tertulis para pihak.

Pasal 5 Untuk pekerjaan konstruksi yang bernilai diatas Rp 100. e.000. terlebih dahulu harus memperoleh pendapat Ahli Hukum Kontrak. perkiraan perhitungan biaya yang dilakukan oleh konsultan perencana (engineer’s estimate). kualitas. (9) Proses pelaksanaan pelelangan/seleksi harus segera dimulai setelah rencana kerja dan anggaran K/L/D/I disetujui DPR/DPRD sampai dengan penetapan pemenang. hasil perbandingan dengan Kontrak sejenis.000. c.000. biaya Kontrak sebelumnya atau yang sedang berjalan dengan mempertimbangkan faktor perubahan biaya. penandatanganan kontrak dilakukan setelah Dokumen Anggaran disahkan. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh asosiasi terkait dan sumber data lain yang dapat dipertanggungjawabkan.siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa. d. (2) Dalam hal tidak diperoleh Ahli Hukum Kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (1). khusus untuk harga penawaran peserta lelang/seleksi di bawah 80% HPS wajib dilakukan evaluasi kewajaran harga dengan meneliti dan menilai konsistensi rincian/uraian Analisa Harga Satuan Pekerjaan Utama terhadap syarat teknis/spesifikasi sehingga tidak terjadi penyimpangan yang mempengaruhi lingkup. f. inflasi tahun sebelumnya.000 (seratus milyar rupiah) dan/atau yang bersifat kompleks sebelum di tandatangani oleh para pihak.000. informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). daftar biaya/tarif Barang/Jasa yang dikeluarkan oleh pabrikan/distributor tunggal.000 (sepuluh milyar rupiah). h. baik yang dilakukan dengan instansi lain maupun pihak lain. b. g. suku bunga berjalan dan/atau kurs tengah Bank Indonesia. norma indeks yaitu tentang nilai harga terendah dan harga tertinggi dari suatu barang/jasa yang diterbitkan oleh instansi teknis terkait atau Pemerintah Daerah setempat. dan hasil/kinerja serta diyakini dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.000. harus berdasarkan persetujuan para pihak. iv . (2) Dalam melakukan evaluasi penawaran harus berpedoman pada tata cara/kriteria yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. dan/atau i. Pasal 8 (1) Ahli Hukum Kontrak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 yang ditunjuk untuk memberikan pendapat hukum.000. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menetapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) setelah Rencana Perkiraan Biaya yang disusun mendapat persetujuan dari Pejabat Eselon I. Pasal 7 Kontrak untuk pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang bernilai di atas Rp 100.000 (seratus milyar rupiah) dan jasa konsultansi yang bernilai diatas Rp 10. yang diperoleh berdasarkan hasil survey menjelang dilaksanakannya pengadaan dengan mempertimbangkan informasi yang meliputi: a. Pasal 6 (1) Dalam rangka menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dilakukan berdasarkan metode pelaksanaan/kerja dan spesifikasi teknis dengan memperhatikan data harga pasar setempat.

Pasal 9 (1) Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi meliputi : a. 9. 5. 10. Buku PK 02 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Lump Sum. Buku PK 03 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan. Buku PK 05 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak Lump Sum. 4. 2. 6. Buku PK 01 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. Buku PK 04 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. Buku PK 01 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. Buku PK 02 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Lump Sum. Buku PK 04 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan.maka pendapat hukum dapat diperoleh dari Tim Pendapat/Opini Hukum Kontrak. 8. Buku PK 03 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan. 7. v . 11. Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi. terdiri atas : 1. 3. Buku PK 06 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur (Ambang Batas) Kontrak Harga Satuan. Buku PK 05 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak Lump Sum.

13. 10. Buku JK 09 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Harga Satuan. 4. 15. 2. Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konsultansi. 3. Buku JK 12 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum. 8. Buku JK 10 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Sum. Buku PK 06 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur (Ambang Batas) Kontrak Harga Satuan. 6. Buku PK 07 A Standar Dokumen Kualifikasi Pekerjaan Konstruksi. 7. Buku JK 11 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan.12. Buku JK 12 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum. Buku JK 09 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dengan Kontrak Harga Satuan. b. Buku PK 07 B Pedoman Evaluasi Kualifikasi. Buku JK 13 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Harga Satuan. 9. 5. Buku JK 10 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Sum. Buku JK 11 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan. Buku JK 13 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Harga Satuan. terdiri atas : 1. 14. vi . Buku PK 08 Pedoman Penyusunan Dokumen Pelelangan.

Buku JK 18 B Pedoman Evaluasi Kualifikasi Jasa Konsultansi. Buku JK 18 A Standar Dokumen Kualifikasi Jasa Konsultansi. Buku JK 16 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Lump Sum. petunjuk. design. Buku JK 14 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Lump Sum. vii . produk hukum.11. Buku JK 15 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Harga Satuan. survey. 14. 15. dan lainnya. (3) Kontrak pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dapat menggunakan: a. Harga Satuan. Kontrak Harga Satuan Jasa Konsultansi didasarkan atas input (tenaga ahli dan biaya-biaya langsung terkait termasuk perjalanan dinas) yang harus disediakan konsultan (Input based) untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR. 16. 13. study. telaah. Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan untuk pekerjaan tunggal atau terintegrasi. 17. 21. manajemen kontrak. evaluasi. 20. (2) Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi di bidang pekerjaan umum dilaksanakan sesuai dengan Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri ini. Jenis pekerjaan pada kelompok ini yaitu supervisi/pengawasan pekerjaan fisik. kontrak Lump Sum. Buku JK 14 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Lump Sum. 19. sertifikasi. kajian. Buku JK 19 Pedoman Penyusunan Dokumen Seleksi. Buku JK 16 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Lump Sum. Buku JK 17 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Perseorangan. Buku JK 17 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi Perseorangan. dan lainnya. 12. kontrak Lump Sum Jasa Konsultansi didasarkan atas produk/keluaran (Output based) yang harus dihasilkan konsultan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR. b. pedoman. Buku JK 15 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Harga Satuan. 18. monitoring dan evaluasi. Jenis pekerjaan pada kelompok ini yaitu feasibility study.

.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI BUKU 11 B : Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan .

.

...................... 17 A..... PENGUMUMAN PERINGKAT TEKNIS……………………………………... 29 LAMPIRAN ......... 1 A...... 13 A............ 3 A..................... RUANG LINGKUP……………………………………………………………2 BAB II UNDANGAN... 17 B.............................................. PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS………………………………………… 13 B................... SELEKSI GAGAL…………………………………………………………… 23 B............................................ PENYAMPAIAN.. 23 A................. PENYAMPAIAN/PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN………………… 5 E................. UNDANGAN…………………………………………………………………3 B. ... 13 BAB IV UNDANGAN.... 3 C................... 14 A............................................ 1 B................................ PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II... 14 BAB V PENETAPAN PEMENANG SELEKSI....... TUJUAN……………………………………………………………………..................................... PENGAMBILAN..................................... . PENGUMUMAN... 21 BAB VII SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL ...................... NEGOSIASI.................................... PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS (SAMPUL I)………………………………………………………………….. 19 A................... 8 BAB III PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS ...... PENGAMBILAN DOKUMEN PEMILIHAN………………………………….............................. ........ SERTA PEMBUATAN BAHS........................................ DAN EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN ............ PEMBERIAN PENJELASAN................................... PEMBUKAAN.... 2 C................................... SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING……………………………...... PENGAMBILAN................. PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN……………………….......... 17 BAB VI KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI........... UNDANGAN KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA………..... KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA……………………… 19 C........... UNDANGAN PEMBUKAAN SAMPUL II…………………………………… 14 B.... PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN DOKUMEN SAMPUL II ............... 4 D. 19 B....DAFTAR ISI KETENTUAN UMUM .......... PENETAPAN PEMENANG…………………………………………………. PENGERTIAN ISTILAH………………………………………………………........... PEMBUATAN BERITA ACARA HASIL SELEKSI (BAHS)…………………….... 36 BAB I i ......... 6 F................. EVALUASI DOKUMEN SAMPUL I………………………………………….......... SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING ........... TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL………………………………………… 24 BAB VIII LAINLAIN-LAIN ........

.

terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara profesional dan dapat dilaksanakan. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran pemerintah. Substansi Penawaran Penawaran adalah hal-hal pokok dalam penawaran yang menentukan sah atau tidaknya penawaran yang dinyatakan dalam dokumen seleksi. Dokumen Penawaran Penawaran adalah surat penawaran dan seluruh dokumen lampirannya termasuk dokumen kualifikasi (untuk pascakualifikasi). Jadwal Waktu Waktu Pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Tanggal Mulai Kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). 5. 1 . Penyedia Penyedia Jasa adalah badan usaha atau orang perorangan yang kegiatan usahanya menyediakan/melaksanakan layanan jasa konsultansi. 13. 4.BAB I KETENTUAN UMUM A. yang diterbitkan oleh PPK. 6. 14. 11. 8. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Jasa Konsultansi. 9. 16. 3. 7. Harga Perkiraan Sendiri Sendiri (HPS) adalah hasil perhitungan seluruh volume pekerjaan dikalikan dengan Harga Satuan ditambah dengan seluruh beban pajak dan keuntungan. PENGERTIAN ISTILAH Dalam pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. 10. 2. Personil Inti adalah tenaga yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan untuk melaksanakan pekerjaan. Pejabat Pengadaan adalah personil yang memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa yang melaksanakan Pengadaan Jasa Konsultansi. yang dimaksud dengan: 1. 12. 15. Jasa Konsultansi adalah jasa layanan professional yang membutuhkan keahlian tertentu di berbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). Dokumen Seleksi adalah dokumen yang ditetapkan oleh Pokja ULP yang memuat informasi dan ketentuan yang harus ditaati oleh para pihak dalam proses pengadaan jasa konsultansi. Peserta seleksi adalah penyedia jasa yang mengikuti seleksi penyedia jasa yang telah lulus prakualifikasi dan masuk dalam daftar pendek konsultan (untuk prakualifikasi) atau mendaftar dan mengambil dokumen seleksi (untuk pascakualifikasi). Pokja ULP (Kelompok Kerja Pokja ULP) adalah perangkat dari Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) yang berfungsi untuk melaksanakan Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi.

18. C.I. 21. Tanggal Penyelesaian Pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama pekerjaan selesai. TUJUAN Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini disusun dengan tujuan: 1. No. adil/tidak diskriminatif. dengan harga penawaran yang paling menguntungkan negara. 2. efektif. 2 . 3. Pengadaan Jasa Konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang pembiayaannya baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari anggaran pembangunan pemerintah (pusat/daerah). 2. Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan masa pemeliharaan berakhir. dinyatakan dalam Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh PPK. RUANG LINGKUP Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini digunakan untuk pelaksanaan seleksi dan evaluasi penawaran mencakup: 1.17. Pengadaan Jasa Konsultansi yang dananya bersumber dari pemerintah mencakup Pengadaan Jasa Konsultansi yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari pinjaman atau hibah dalam negeri. transparan. 54 Tahun 2010 dalam pelaksanaan pengadaan lebih operasional. 4. 20. 19. dan akuntabel. Sebagai pedoman Kelompok Kerja (Pokja) Pokja ULP dalam melaksanakan evaluasi dokumen penawaran pengadaan pekerjaan jasa konsultansi. Klarifikasi adalah kegiatan meminta penjelasan atas substansi penawaran yang kurang jelas dalam rangka evaluasi dokumen penawaran. Agar penerapan ketentuan Peraturan Presiden R. Agar pelaksanaan pengadaan dilakukan secara efisien. terbuka dan bersaing. Untuk mendapatkan penyedia jasa yang diyakini mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik. Negosiasi adalah kegiatan untuk mencapai kesepakatan teknis maupun harga untuk melaksanakan pekerjaan. Konfirmasi adalah kegiatan meminta penegasan terhadap hal-hal yang diperlukan. B.

N. Evaluasi Penawaran Sampul I 1. Undangan mencantumkan hari. Pada tahap pengambilan Dokumen Pemilihan. waktu dan tempat pengambilan Dokumen Pemilihan. Pemberitahuan/Pengumuman Pemenang. Peserta yang diundang berhak mengambil Dokumen Pemilihan. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Penawaran E. Undangan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul I F. UNDANGAN 1.BAB II UNDANGAN. P. Pokja ULP: a memberikan Dokumen Pemilihan dalam bentuk file (softcopy) dan/atau cetakan (hardcopy) kepada peserta yang diundang. hari. dan 3 . 2. Pokja ULP mengundang peserta yang lulus kualifikasi dan tercantum dalam penetapan daftar pendek (short list) untuk mengambil Dokumen Pemilihan dengan ketentuan: a. Pembuatan Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis G. Evaluasi Teknis 3. Undangan B. Penetapan Peringkat Teknis H. 2. Pemberitahuan/pengumuman Peringkat Teknis I. L. PENGAMBILAN DOKUMEN PEMILIHAN 1. Pemberian Penjelasan D. B. Undangan pembukaan dokumen sampul II. Peserta mengambil Dokumen Pemilihan sesuai tempat. atau c. tidak ada sanggahan kualifikasi dari peserta. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya Q. tanggal. Pembukaan dan evaluasi dokumen sampul II. sanggahan kualifikasi terbukti tidak benar. PENGAMBILAN. masa sanggah kualifikasi berakhir. Pengambilan Dokumen Pemilihan C. J. DAN EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN Pokja ULP agar melakukan penelitian/pemeriksaan terhadap proses pelelangan dengan tahapan sebagai berikut : A. Sanggahan (apabila ada sanggahan). Evaluasi Administrasi 2. Penetapan Pemenang. K. PEMBERIAN PENJELASAN. PEMBUKAAN. 3. Sanggahan banding (apabila ada sanggah banding) O. PENYAMPAIAN. b. Pembuatan Berita Acara Hasil Seleksi A. dan waktu pengambilan yang ditentukan dalam undangan. tanggal. M.

f metode dan tata cara evaluasi. 10. 5. Perubahan rancangan kontrak dan/atau ruang lingkup kegiatan dan/atau kualifikasi tenaga ahli dan/atau total nilai HPS. dan: 4 . Apabila dipandang perlu. pertanyaan dari peserta. j ketentuan dan cara sub kontrak sebagian pekerjaan kepada Usaha Mikro. 4. 3. h jenis kontrak yang akan digunakan. PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN 1. c cara penyampaian Dokumen Penawaran. Dalam pemberian penjelasan. maka Pokja ULP menuangkan ke dalam Adendum Dokumen pemilihan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan. b metode pemilihan. d kelengkapan yang harus dilampirkan bersama Dokumen Penawaran. i ketentuan tentang penyesuaian harga. Apabila dalam BAPP sebagaimana dimaksud pada angka 6 terdapat halhal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung. dihadiri oleh para peserta yang diundang. Apabila PPK tidak sependapat dengan usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada angka 9 di atas. harus mendapatkan persetujuan PPK sebelum dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan. 7. b C. Seseorang dilarang mewakili lebih dari 1 (satu) perusahaan dalam pengambilan Dokumen Pemilihan. g hal-hal yang menggugurkan penawaran. Usaha Kecil dan koperasi kecil.dapat mengunggah (upload) Dokumen Pemilihan melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh (download) oleh peserta. Pemberian penjelasan isi Dokumen Pemilihan. Pokja ULP dilarang memungut biaya apapun kepada peserta. dan tingkat risiko pekerjaan (tinggi/sedang/kecil). l Pra Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (Pra RK3K). 6. 3. k perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (jika diperlukan). apabila ada. 9. hasil peninjauan lapangan. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pemberian penjelasan menunjukkan tanda pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP 4. maka Pokja ULP menyampaikan keberatan PPK kepada PA/KPA untuk diputuskan. perubahan substansi dokumen. 2. 8. Ketidakhadiran peserta pada saat pemberian penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. Pemberian penjelasan dilakukan di tempat dan pada waktu yang ditentukan. Apabila tidak ada satu pun peserta yang hadir atau yang bersedia menandatangani BAPP maka BAPP cukup ditandatangani oleh anggota Pokja ULP yang hadir. harus dijelaskan kepada peserta mengenai: a Kerangka Acuan Kerja. e jadwal pemasukan dan pembukaan Dokumen Penawaran. jawaban dari Pokja ULP. Pokja ULP dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan peninjauan lapangan. serta keterangan lain dituangkan dalam Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP) yang ditandatangani oleh anggota Pokja ULP dan minimal 1 (satu) wakil dari peserta yang hadir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan.

e. Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan maka ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang berlaku adalah yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan awal. 13. Metode penyampaian/pemasukan dan tata cara pembukaan Dokumen Penawaran harus mengikuti ketentuan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan. 11. rekapitulasi penawaran biaya. Dokumen Penawaran terdiri dari Sampul I dan Sampul II. Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada). tidak dilakukan perubahan. serta memerintahkan Pokja ULP untuk membuat dan mengesahkan Adendum Dokumen Pemilihan. Pokja ULP diwajibkan untuk menyediakan salinan BAPP dan Adendum Dokumen Pemilihan (apabila ada) dan dapat mengunggah dokumen tersebut melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh oleh peserta. Pokja ULP dapat memberikan tambahan waktu pemasukan Dokumen Penawaran. 4. Pokja ULP memberitahukan kepada seluruh peserta untuk mengambil salinan Adendum Dokumen Pemilihan. b. Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). Dokumen Penawaran disampaikan sebanyak 3 (tiga) rangkap. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (seperti Pra Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (Pra RK3K) dan daftar barang yang diimpor. D. surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan). meliputi: a. Sampul II (biaya) yang terdiri dari: a. 3. 6. Sampul I (administrasi dan teknis). Peserta menyampaikan langsung Dokumen Penawaran kepada Pokja ULP sesuai jadwal yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. b jika PA/KPA sependapat dengan Pokja ULP. (apabila ada)). d. PA/KPA memutuskan perubahan dan bersifat final. c. 14. Dalam Adendum Dokumen Pemilihan. d. 5. c. PENYAMPAIAN PENYAMPAIAN/PEMASUKAN /PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 1. 12.a jika PA/KPA sependapat dengan PPK. Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). dokumen penawaran teknis. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (apabila ada). b. surat penawaran yang di dalamnya mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi tidak mencantumkan penawaran biaya. dan e. 2. surat penawaran biaya yang didalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan total biaya penawaran (masa berlaku dalam surat penawaran biaya tidak berpengaruh terhadap penawaran biaya). dan Pokja ULP memasukkan ke dalam kotak/tempat pemasukan. 5 . terdiri dari: dokumen asli 1 (satu) rangkap dan salinannya 2 (dua) rangkap ditandai “ASLI” dan “REKAMAN”.

Pokja ULP menyatakan kepada peserta bahwa saat pemasukan penawaran telah ditutup sesuai waktunya. 17. Pokja ULP mencatat waktu dan tanggal penerimaan Dokumen Penawaran pada sampul luar dan memasukkan ke dalam kotak/tempat pemasukan.7. 8. 9. Pokja ULP membuat tanda terima Dokumen Penawaran. maka sampul penutup dimasukkan ke dalam sampul luar yang mencantumkan nama paket pekerjaan dan alamat Pokja ULP. Pokja ULP segera memberitahukan kepada peserta yang bersangkutan untuk mengambil kembali seluruh Dokumen Penawaran. 6 . salah satu anggota pokja ULP menutup pemasukan penawaran dengan mencoret tepat di bawah daftar peserta terakhir serta membubuhkan tanda tangan. Pada batas akhir pemasukan penawaran. 15. Pengembalian Dokumen Penawaran disertai dengan bukti serah terima. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan Dokumen Penawaran menunjukkan tanda pengenal dan surat penugasan kepada Pokja ULP. sesuai dengan isi sampul tanpa mengambil Dokumen Penawaran yang sudah disampaikan sebelumnya. 16. apabila terlambat diterima. dan b. 14. Untuk Dokumen Penawaran yang diterima melalui pos/jasa pengiriman: a. Ketidakhadiran peserta pada saat pembukaan Dokumen Penawaran tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. 13. Pokja ULP membuat daftar peserta yang memasukkan penawaran. Tidak diperkenankan mengubah tempat dan waktu batas akhir pemasukan penawaran kecuali keadaan kahar. E. pengubahan atau penambahan Dokumen Penawaran harus disampaikan secara tertulis dan disampul serta diberikan tanda dengan penambahan pencantuman kata “PENARIKAN”. “PENGGANTIAN”. Apabila tidak ada peserta atau hanya ada 1 (satu) peserta sebagai saksi. 11. 3. serta membuka Dokumen Penawaran yang masuk. Pokja ULP menolak dokumen dari peserta yang tidak tercantum dalam Daftar Pendek (short list) yang diundang. Pokja ULP menolak semua dan/atau sebagian tambahan Dokumen Penawaran yang masuk setelah batas akhir pemasukan penawaran. 12. maka Pokja ULP menunda pembukaan Dokumen Penawaran selama 2 (dua) jam. “PENGUBAHAN” atau “PENAMBAHAN”. menolak Dokumen Penawaran yang terlambat dan/atau sebagian tambahan Dokumen Penawaran. Pokja ULP membuka sampul luar untuk mengetahui alamat peserta. penggantian. 4. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS (SAMPUL I) 1. Segera setelah batas akhir penyampaian penawaran. Peserta dapat menyampaikan Dokumen Penawaran melalui pos/jasa pengiriman dengan ketentuan sudah diterima Pokja ULP sebelum batas akhir pemasukan penawaran dan segala risiko keterlambatan dan kerusakan menjadi risiko peserta. Dalam hal Dokumen Penawaran disampaikan melalui pos/jasa pengiriman. 10. Apabila terpaksa dilakukan perubahan tempat dan waktu penutupan pemasukan penawaran maka perubahan tersebut harus dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan dan disampaikan kepada seluruh peserta. Penarikan. Dokumen Penawaran dibuka di hadapan peserta pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. 2.

dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (seperti Pra RK3K. memeriksa. d. Sampul II yang berisi data harga tidak boleh dibuka dan sampulnya diparaf oleh Pokja ULP dan wakil peserta seleksi dari perusahaan yang berbeda sebelum disimpan kembali oleh Pokja ULP. 12. 11. tanda tangan anggota Pokja ULP dan wakil peserta yang hadir atau saksi yang ditunjuk oleh Pokja ULP bila tidak ada saksi dari peserta. 18. 13. c. penggantian. 7. Pokja ULP membuka sampul I di hadapan peserta kemudian dijadikan lampiran Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis. atau ”PENAMBAHAN” harus dibuka dan dibaca terlebih dahulu. Sampul luar Penawaran (yang berisi sampul I dan sampul II) dibuka di hadapan peserta pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. b. 16. apabila dokumen dimaksud telah disusuli dokumen dengan sampul bertanda “PENARIKAN”. serta memaraf sampul II termasuk sampul penarikan. 7 . dan menunjukkan dihadapan peserta mengenai kelengkapan sampul I. Pokja ULP membuka kotak/tempat pemasukan dokumen dihadapan para peserta. 6. yang meliputi: a. Setelah dibacakan dengan jelas. maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas di dalam Berita Acara. 17. Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada). 9. 15. 14. b. 8. apabila dipersyaratkan). daftar barang yang diimpor. e. hanya ada 1 (satu) atau tidak ada peserta sebagai saksi. pengubahan. dokumen penawaran teknis. Pokja ULP meneliti isi kotak/tempat pemasukan dokumen dan menghitung jumlah sampul Dokumen Penawaran yang masuk dihadapan peserta. jumlah Dokumen Penawaran yang masuk. Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan sampul I. dan f. c. Pokja ULP membuka. kelainan-kelainan yang dijumpai dalam Dokumen Penawaran (apabila ada). maka pembukaan Dokumen Penawaran tetap dilanjutkan dengan menunjuk saksi tambahan di luar Pokja ULP yang ditunjuk oleh Pokja ULP.5. Dokumen Penawaran yang telah masuk tidak dibuka. Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) maka seleksi dinyatakan gagal. ”PENGUBAHAN”. Apabila setelah ditunda 2 (dua) jam. Salah satu anggota Pokja ULP bersama 1 (satu) saksi memaraf sampul I asli yang bukan miliknya. surat penawaran yang di dalamnya mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi tidak mencantumkan penawaran biaya. tanggal pembuatan berita acara. Dokumen Penawaran dengan sampul bertanda “PENARIKAN”. Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan kecuali untuk peserta yang terlambat memasukkan penawaran. surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan). ”PENGGANTIAN”. Berita Acara ditandatangani oleh anggota Pokja ULP yang hadir dan 2 (dua) orang saksi. jumlah sampul I yang lengkap dan tidak lengkap. keterangan lain yang dianggap perlu. dan penambahan untuk sampul II. d. dan e. Pokja ULP segera membuat Berita Acara Pembukaan Sampul I yang sekurangkurangnya memuat: a. 10.

Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang hadir tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis dan Pokja ULP dapat mengunggah salinan tersebut melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh oleh peserta. mengganti. d. kesalahan yang tidak substansial. Evaluasi dilakukan terhadap kelengkapan data administrasi. g. evaluasi administrasi. e. Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap semua penawaran berdasarkan ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan dalam dokumen pemilihan. para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada Pokja ULP selama proses evaluasi. penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah: 1). Pokja ULP dilarang menggugurkan penawaran dengan alasan: 1). dan/atau mengubah kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. dan/atau 2). ketidakhadiran dalam pemberian penjelasan dan/atau pembukaan penawaran. tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat. penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan. dan 2). dan/atau 2).19. 8 . penawaran dari peserta dengan persyaratan tambahan di luar ketentuan Dokumen Pemilihan yang akan menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan/atau tidak adil diantara peserta yang memenuhi syarat. dan ruang lingkup serta kualifikasi tenaga ahli yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/ persekongkolan) antara peserta. c. mengganti dan/atau mengubah isi sampul I. f. anggota Pokja ULP dan/atau PPK yang terlibat persekongkolan diganti dan dikenakan sanksi administrasi dan/atau pidana. penawaran teknis dan penawaran biaya. KETENTUAN UMUM Dalam melakukan evaluasi penawaran perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. misalnya warna sampul dan/atau surat penawaran tidak berkop perusahaan. mengurangi. F. j. EVALUASI DOKUMEN SAMPUL I 1. i. kualitas. Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap Sampul I yang meliputi: 1). Pokja ULP dan/atau PPK dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta. dan hasil/kinerja pekerjaan. b. evaluasi teknis. maka: 1). Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis. mengurangi. peserta yang terlibat dimasukan dalam Daftar Hitam baik badan usahanya maupun pengurusnya. Pokja ULP dan/atau peserta dilarang menambah. 20. Pokja ULP dilarang menambah. h. penyimpangan dari Dokumen Pemilihan yang mempengaruhi lingkup. 2). syarat-syarat.

proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan peserta lainnya yang tidak terlibat yang mempunyai nilai kualifikasi teknis paling tinggi (apabila ada). Surat kuasa (apabila dikuasakan): (1). nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. sepanjang tidak mengubah substansi penawaran. (b). kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. (c). syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pemilihan dipenuhi/dilengkapi. 4). apabila tidak ada peserta lainnya sebagaimana dimaksud pada angka 3). f. dan 9 . (3). maka syarat-syarat lainnya yang diperlukan agar diminta dan dievaluasi pada saat prakualifikasi dan tidak perlu dilampirkan pada sampul I. dari direktur utama/pimpinan perusahaan. direktur utama/pimpinan perusahaan. b). Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi (gugur/tidak gugur). maka seleksi dinyatakan gagal. b. 2. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. surat kuasa ditandatangani oleh anggota kemitraan yang diwakili menurut perjanjian kerjasama. jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. 2). apabila: 1). bertanggal. atau (d). jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. PokjaPokja ULP dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. EVALUASI ADMINISTRASI a. (2). surat penawaran : (1). Untuk dokumentasi Pokja ULP. (2). pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. (3). dan (4). maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis. ditandatangani oleh : (a).3). untuk menghindari kesalahan-kesalahan kecil yang dapat menggugurkan penawaran. e. dokumen asli yang mengakibatkan gugurnya penawaran disimpan oleh Pokja ULP. yang meliputi: a). Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan evaluasi teknis. c. d. Dalam hal kemitraan. Dalam hal seleksi umum. Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. Evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi.

penilaian dilakukan sesuai pembobotan dari masing-masing unsur yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. untuk jasa studi analisis perlu diberikan penekanan kepada pengalaman perusahaan dan pendekatan metodologi. Jumlah (100 %). pengalaman tersebut diuraikan secara jelas dengan mencantumkan informasi: nama pekerjaan yang dilaksanakan. Evaluasi penawaran teknis dilakukan dengan cara memberikan nilai angka tertentu pada setiap kriteria yang dinilai dan bobot yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. a. d). d.g. penilaian dilakukan atas: 1). *) Bobot masing-masing unsur sebagaimana yang telah ditetapkan pada kriteria evaluasi dalam dokumen pemilihan. b. 5). unsur-unsur pokok yang dinilai adalah: pengalaman perusahaan. lokasi. 3). penetapan bobot yang digunakan untuk masing-masing unsur. Dokumen penawaran teknis dan penawaran biaya bagi penawaran yang dinyatakan gugur administrasi dapat diambil kembali oleh peserta yang bersangkutan. pemberi tugas. maka seleksi dinyatakan gagal. dengan ketentuan: 1). serta kualifikasi tenaga ahli. EVALUASI TEKNIS. Pengalaman Perusahaan. 2). dalam rentang tersebut di atas didasarkan pada jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan. penilaian juga dilakukan terhadap jumlah pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh peserta. acuan yang digunakan untuk pembobotan sebagai berikut: a). pendekatan dan metodologi. pengalaman kerja di Indonesia dan/atau di lokasi proyek mendapat tambahan nilai. yang menunjukkan kinerja perusahaan peserta yang 10 . nilai. kualifikasi tenaga ahli (50 – 70 %)*). pengalaman perusahaan (10 – 20 %)*). dan waktu pelaksanaan (menyebutkan bulan dan tahun). pengalaman perusahaan peserta dalam melaksanakan pekerjaan sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam KAK untuk 10 (sepuluh) tahun terakhir. lingkup dan data pekerjaan yang dilaksanakan secara singkat. kemudian membandingkan jumlah perolehan nilai dari para peserta. c). 3). 4). Unsur-unsur yang dievaluasi harus sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. b). pengalaman perusahaan peserta harus dilengkapi dengan referensi dari pengguna jasa. 4). Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. pendekatan dan metodologi (20 – 40 %)*). h. 2). c. penekanan lebih diberikan kepada kualifikasi tenaga ahli. disamping untuk mengukur pengalaman juga dapat dipergunakan untuk mengukur kemampuan/kapasitas peserta yang bersangkutan dalam melaksanakan tugasnya. sedangkan untuk jasa supervisi dan perencanaan teknis. Apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. 3.

dan pengenalan lapangan. jenis keahlian serta jumlah tenaga ahli yang diperlukan. jadwal pekerjaan. tingkat pendidikan. dan kebutuhan fasilitas penunjang. fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. seperti sertifikat ahli arsitek yang dikeluarkan oleh Ikatan Arsitek Indonesia. b). dan hasil kerja. sertifikat keahlian/profesi yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang mengeluarkan. dan laporan-laporan. Pendekatan dan Metodologi. penilaian terutama meliputi: ketepatan menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap mengacu kepada persyaratan KAK. tenaga ahli yang diusulkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan jenis keahlian. sesuai dengan keahlian/profesi yang disyaratkan dalam KAK. uraian tugas. c). c). peserta yang mengajukan gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK diberikan nilai lebih. penilaian dilakukan atas: 1). jangka waktu pelaksanaan laporan-laporan yang disyaratkan. pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. didukung dengan referensi dari pengguna jasa. pemahaman perusahaan peserta atas lingkup pekerjaan/jasa layanan yang diminta dalam KAK. konsistensi antara metodologi dengan rencana kerja. b). sub unsur yang dinilai antara lain: a). penilaian dilakukan atas: 1). Bagi tenaga ahli yang diusulkan sebagai pemimpin/wakil pemimpin pelaksana pekerjaan (team leader/co team leader) dinilai pula pengalaman sebagai pemimpin/wakil pemimpin tim. pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan sejenis. gambar-gambar kerja. yaitu lulusan perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah lulus ujian negara atau yang telah diakreditasi. kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. 2). d). b). persyaratan. 11 . antara lain: a). tanggapan terhadap KAK khususnya mengenai data yang tersedia. Sub unsur yang dinilai. d). penilaian terutama meliputi: pengertian terhadap tujuan proyek/kegiatan. e. lingkup serta jasa konsultansi yang diperlukan (aspek-aspek utama yang diindikasikan dalam KAK). kualitas metodologi. c).bersangkutan selama 10 (sepuluh) tahun terakhir. spesifikasi teknis. penilaian meliputi antara lain: analisis. serta jumlah tenaga yang telah diindikasikan di dalam KAK. Kualifikasi Tenaga Ahli. f. antara lain: a). jadwal penugasan. kualitas metodologi. orang bulan (person-month) tenaga ahli. kebutuhan jumlah orang bulan. sub unsur yang dinilai pada tenaga ahli. hasil kerja (deliverable). pengalaman kerja profesional seperti yang disyaratkan dalam KAK. pengalaman melaksanakan di lokasi proyek/kegiatan. 2). dibuktikan dengan salinan ijazah. perhitungan teknis. program kerja. apresiasi terhadap inovasi. pengalaman manajerial dan fasilitas utama. organisasi. pemahaman atas sasaran/tujuan. atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi.

dimasukkan dalam peringkat teknis. pernyataan bahwa seleksi gagal apabila tidak ada penawaran yang memenuhi syarat. i. nilai evaluasi teknis diurutkan mulai dari nilai tertinggi. lain-lain: penguasaan bahasa Inggris. Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Hasil Evaluasi Sampul I yang palingsedikit memuat: 1). h. 3). Hasil evaluasi teknis harus melewati ambang batas nilai teknis (passing grade) yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. Bagi penyedia jasa yang nilainya sama atau di atas nilai ambang lulus. 2). nama seluruh peserta. 7). bahasa setempat. aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara. 6). dan kondisi (custom) setempat. bahasa Indonesia (bagi konsultan Asing). Apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka seleksi dinyatakan gagal.d). aturan. keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu mengenai pelaksanaan seleksi. 4). Personil yang menguasai/memahami aspek-aspek tersebut di atas diberikan nilai lebih tinggi. dan 8). tanggal dibuatnya Berita Acara. ambang batas nilai teknis. dinyatakan gugur. 12 . Bagi penyedia jasa yang nilainya di bawah nilai ambang lulus. situasi. g. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis termasuk alasan ketidaklulusan peserta. Ambang Lulus (passing grade) Nilai ambang lulus dengan rentang 60 – 75 atau ditentukan lain oleh Pokja ULP dengan memperhatikan tingkat kesulitan teknis dan kompleksitas pekerjaan ditetapkan oleh Pokja ULP dalam dokumen seleksi. j. jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. 5).

ULP membuat Surat Penetapan Urutan Peringkat Teknis berdasarkan Berita Acara Evaluasi Penawaran Administrasi dan Teknis. b. usulan penetapan urutan peringkat teknis peserta ditembuskan kepada PPK dan APIP K/L/D/I. Dokumen Penawaran dari peserta dengan peringkat teknis terbaik dan peringkat teknis terbaik ke 2 dan ke 3 yang telah diparaf anggota Pokja ULP dan 2 (dua) wakil peserta. 2.000. untuk nilai sampai dengan Rp10.000. yang sekurang-kurangnya memuat: a. ambang batas nilai teknis.00 (sepuluh miliar rupiah). c. c. dan e.000. Data pendukung yang diperlukan untuk menetapkan peringkat teknis adalah: a. Nomor Pokok Wajib Pajak. dan d. nama dan alamat peserta.000. c. 4. B. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi menetapkan Peringkat Teknis untuk nilai seleksi di atas Rp10. serta diumumkan di website K/L/D/I dan ditempel papan pengumuman resmi untuk masyarakat. Berita Acara Evaluasi Sampul I. PENGUMUMAN PERINGKAT TEKNIS Pokja ULP memberitahukan penetapan peringkat teknis kepada seluruh peserta. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis (kelulusan/penjelasan ketidaklulusan). Dokumen Pemilihan beserta adendum (apabila ada). b. 3.000. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis. maka Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi atau Kepala Daerah secara tertulis memerintahkan evaluasi ulang atau menyatakan seleksi gagal. BAPP. nama paket pekerjaan dan nilai paket pekerjaan. apabila Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi tidak setuju dengan usulan Pokja ULP.000. Penetapan peringkat teknis disusun sesuai dengan urutannya dan harus memuat: a. d. 13 . PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS 1.BAB III PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS A. nilai teknis. b. b.00 (sepuluh miliar rupiah) setelah mendapat usulan dari Pokja ULP. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). dengan ketentuan: a. Untuk penetapan peringkat teknis dalam hal ULP permanen belum terbentuk maka pengaturan dan kewenangan penetapan pemenang diatur oleh masingmasing K/L/D/I. nama peserta serta nilai teknis yang diperoleh. dan d.

Pokja ULP membuka kotak/tempat pemasukan Dokumen Penawaran dihadapan peserta yang diundang. Pokja ULP melakukan Koreksi Aritmatik terhadap penawaran biaya. dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah. masa sanggah dan/atau masa sanggah banding berakhir. Sampul II dibuka di hadapan peserta yang diundang pada waktu dan tempat sesuai undangan. 4. tidak ada sanggahan dari peserta. 5. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II 1. Pokja ULP menyampaikan undangan kepada peserta dengan peringkat teknis terbaik yang lulus ambang batas nilai teknis untuk menghadiri acara pembukaan sampul II dengan ketentuan: a. rekapitulasi penawaran biaya. 7. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan sampul II menunjukkan 3. apabila ada perbedaan penulisan nilai penawaran biaya antara angka dan huruf maka nilai yang diakui adalah nilai hasil Koreksi Aritmatik. c. dan 2) rincian Biaya Langsung Non Personil (direct reimbursable cost). harus dilakukan pembetulan. Unsur-unsur yang perlu diteliti dan dinilai dalam evaluasi penawaran biaya dilakukan terhadap: a. UNDANGAN PEMBUKAAN PEMBUKAAN SAMPUL II 1. tanggal. dan waktu pembukaan sampul II. b. 8. 2. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). atau c. Undangan mencantumkan tempat. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II A. B. c. kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga satuan. 14 . b. 2. Total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu anggaran tidak menggugurkan penawaran sebelum dilakukan negosiasi biaya. memeriksa dan menunjukkan dihadapan peserta yang diundang mengenai kelengkapan sampul II yang meliputi: a. dan harga satuan pada surat penawaran tetap dibiarkan kosong. hari. surat penawaran biaya yang di dalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan biaya penawaran. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain. 6. d. tanda pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP. dengan ketentuan: a.BAB IV UNDANGAN. rincian penawaran biaya yang terdiri dari: 1) rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). Pokja ULP membuka. b. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (apabila ada). Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran biaya dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. sanggahan dan/atau sanggahan banding terbukti tidak benar.

Pada saat menyusun Dokumen Pemilihan.60 sampai 0. NBn = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya yang di atasnya. 10. acuan yang digunakan untuk pembobotan sesuai dengan rentang sebagai berikut: .b. keterangan lain yang dianggap perlu. c. b. c. 3) penugasan tenaga pendukung. nama peserta. 13. 2) penugasan tenaga ahli.bobot penawaran biaya antara 0.bobot penawaran teknis antara 0. maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas dalam Berita Acara. besaran usulan biaya dan biaya terkoreksi. tanggal dibuatnya Berita Acara. 15 . Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan sampul II. sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang lain secara proporsional. kelengkapan isi sampul II. PokjaULP melakukan perhitungan kombinasi teknis dan biaya. dan 4) biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost).40. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). kesimpulan tentang kewajaran: 1) biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). catatan: pembobotan nilai/skor teknis dan biaya sesuai dengan bobot yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. b. . 11. 9. e. nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor tertinggi. dengan ketentuan sebagai berikut: a. Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Pembukaan dan Hasil Evaluasi Sampul II yang sekurang-kurangnya memuat: a. Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. f.20 sampai 0. 12. kewajaran penugasan tenaga pendukung. PBn = penawaran biaya di atasnya. PBt = penawaran biaya terendah. d. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: NBt = (PBt / PBt) x 100 NBn = (PBt / PBn) x 100 dimana : NBt = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya terendah.80. Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang diundang tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran teknis dan nilai penawaran biaya terkoreksi dengan cara perhitungan sebagai berikut: NILAI AKHIR = {Nilai/skor Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis} + {Nilai/skor Penawaran Biaya Terkoreksi x Bobot Penawaran Biaya}. d. kewajaran penugasan tenaga ahli.

Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih peserta mendapatkan nilai gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya yang sama. h). dan hal ini dicatat dalam Berita Acara. (3). tanggal pembuatan berita acara. 15. g).14. nilai/skor gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya. Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. nilai/skor penawaran: (1). tanda tangan anggota Pokja ULP dan wakil peserta. kesimpulan tentang kewajaran: (1). dan (4). (2). keterangan lain yang dianggap perlu. dan (2). f). e). biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). biaya d). teknis. 16 . b). biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). c). PokjaULP membuat dan menandatangani Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya yang sekurang-kurangnya memuat: a). 16. maka penentuan peringkat peserta didasarkan pada perolehan nilai teknis yang lebih tinggi. nama dan alamat peserta. besaran usulan biaya dan biaya terkoreksi. penugasan tenaga ahli. penugasan tenaga pendukung.

4. direktur utama/ pimpinan perusahaan. dan APIP K/L/D/I. b. Peserta dapat menyampaikan sanggahan secara tertulis atas penetapan pemenang kepada Pokja ULP dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman pemenang. b. nama dan alamat peserta. b. Penetapan pemenang seleksi disusun sesuai dengan urutannya dan harus memuat: a. Untuk penetapan pemenang dalam hal ULP permanen belum terbentuk maka pengaturan dan kewenangan penetapan pemenang diatur oleh masing-masing K/L/D/I. dan nilai gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya. maka Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi secara tertulis memerintahkan evaluasi ulang atau menyatakan seleksi gagal.000. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi. Data pendukung yang diperlukan untuk menetapkan pemenang adalah: a. dan 6. nama paket pekerjaan dan nilai paket pekerjaan. c.000. dengan tembusan kepada PPK. penawaran biaya setelah dikoreksi aritmatik.00 (sepuluh miliar rupiah) setelah mendapat usulan dari ULP. Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama dengan peserta lain. Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya. 5. 2.000. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi membuat Surat Penetapan Pemenang untuk nilai seleksi di atas Rp10. 3. BAPP. ULP membuat Surat Penetapan Pemenang Seleksi yang memperoleh nilai kombinasi penawaran teknis dan penawaran biaya yang terbesar/tertinggi berdasarkan Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya untuk nilai sampai dengan Rp10. PENETAPAN PEMENANG PEMENANG 1.000. dengan ketentuan: a. Dokumen Penawaran dari peserta dengan nilai kombinasi terbesar/tertinggi dan nilai kombinasi terbesar/tertinggi ke 2 dan ke 3 yang telah diparaf anggota pokja ULP dan 2 (dua) wakil peserta. 17 . ditanda tangani oleh : a. PENGUMUMAN. c. usulan penetapan urutan penetapan pemenang peserta ditembuskan kepada PPK dan APIP K/L/D/I. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).000. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING A. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING 1. Dokumen Pemilihan beserta adendum (apabila ada).000. disertai bukti terjadinya penyimpangan. Penetapan pemenang seleksi terdiri dari 1 (satu) pemenang dan paling banyak 2 (dua) pemenang cadangan yaitu peserta lain yang mendapatkan nilai kombinasi tertinggi berikutnya.00 (sepuluh miliar rupiah). 2. d. B.BAB V PENETAPAN PEMENANG SELEKSI. apabila Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi tidak setuju dengan usulan ULP. e.

Sanggahan banding yang disampaikan bukan dari peserta sebagaimana yang dimaksud dalam angka 2 dan 3 atau disampaikan bukan kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi atau disampaikan dan diterima oleh Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi di luar masa sanggah banding. Jawaban sanggahan banding bersifat final. Penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 4. dapat mengajukan sanggahan banding sesuai dengan substansi sanggahan secara tertulis kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima jawaban sanggahan. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti sebagai pengaduan serta tidak menghentikan proses seleksi. Penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP dan/atau pejabat yang berwenang lainnya. Sanggahan yang disampaikan bukan dari peserta yang dimaksud angka 2 dan 3 atau disampaikan bukan kepada Pokja ULP atau disampaikan diluar masa sanggah. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi wajib memberikan jawaban secara tertulis atas semua sanggahan banding paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah surat sanggahan banding diterima. Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama dengan peserta lain apabila terjadi penyimpangan prosedur meliputi: a. 5. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti. dengan tembusan kepada PPK. APIP K/L/D/I 8. Pokja ULP. Peserta yang akan melakukan sanggahan banding harus memberikan Jaminan Sanggahan Banding yang ditujukan kepada Pokja ULP sebesar sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan dengan masa berlaku 20 (dua puluh) hari kerja sejak tanggal pengajuan sanggahan banding. Sanggahan banding menghentikan proses seleksi. b. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. Pokja ULP wajib memberikan jawaban tertulis atas semua sanggahan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima surat sanggahan. dan/atau c. atau d. 10. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan bukti otentik. 11. c. 7. Apabila sanggahan dinyatakan benar maka Pokja ULP menyatakan seleksi gagal. Peserta sebagaimana yang dimaksud angka 2 dan 3 apabila tidak sependapat dengan jawaban sanggahan dari Pokja ULP. penerima kuasa dari direktur utama/ pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. Rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya persaingan usaha yang sehat. 6.b. 9. 18 . 3.

BAB VI KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan oleh Pokja ULP dengan: a b direktur utama/pimpinan perusahaan. kualifikasi tenaga ahli. tanggal. organisasi pelaksanaan. serta mempertimbangkan kebutuhan perangkat/fasilitas pendukung yang proporsional guna pencapaian hasil kerja yang optimal. jadwal penugasan personil. jadwal pelaksanaan pekerjaan. b memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan peserta. dengan memperhatikan kesesuaian antara bobot pekerjaan dengan tenaga ahli dan/atau tenaga pendukung yang ditugaskan. B. 19 . program alih pengetahuan. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. hari. 2. c d 2. UNDANGAN KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA 1. Undangan mencantumkan tempat. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan untuk: a meyakinkan kejelasan teknis dan biaya. atau pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA Pokja ULP melakukan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya kepada peserta yang diundang dengan ketentuan sebagai berikut: 1. SERTA PEMBUATAN BAHS A. 3. Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi terutama: a b c d e f g h lingkup dan sasaran jasa konsultansi. dan fasilitas penunjang. cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. Pokja ULP menyampaikan undangan untuk menghadiri acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya segera setelah acara pembukaan dan evaluasi sampul II selesai. dan waktu klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya.

Klarifikasi dan negosiasi terhadap biaya tenaga pendukung (tenaga teknik dan penunjang/administrasi). Harga satuan yang dapat dinegosiasikan yaitu Biaya Langsung Non-Personil yang dapat diganti (direct reimbursable cost) dan/atau Biaya Langsung Personil (remuneration) yang dinilai tidak wajar berdasarkan ketentuan pada angka 8. b unit biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran dengan ketentuan sebagai berikut: 1) 2) 1 (satu) bulan dihitung minimal 22 (dua puluh dua) hari kerja. 7. atau manajer kantor. Apabila personil tenaga ahli yang ditawarkan tidak memenuhi persyaratan dalam KAK maka penyedia jasa diwajibkan mengganti personil tersebut pada saat klarifikasi dan negosiasi sehingga dapat memenuhi persyaratan yang diminta dalam KAK. 9. 10. 20 . dan biaya satuan dibandingkan dengan biaya yang berlaku di pasaran. Apabila hasil evaluasi sampul II serta klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya tidak ditemukan hal-hal yang tidak wajar.5 (dua koma lima) kali penghasilan yang diterima oleh tenaga ahli tidak tetap berdasarkan perhitungan dari daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. 11. Aspek-aspek biaya yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi terutama: a b c kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya. Klarifikasi dan negosiasi terhadap unit biaya personil dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. maksimum 3. Negosiasi biaya dilakukan terhadap total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu anggaran.4. 8. seperti: tenaga survey. sekretaris. maka total penawaran biaya dapat diterima sepanjang tidak melebihi pagu anggaran.2 (tiga koma dua) kali gaji dasar yang diterima oleh tenaga ahli tetap dan/atau maksimum 2. dilakukan berdasarkan harga pasar tenaga pendukung tersebut. 5. Klarifikasi dan/atau negosiasi dilakukan untuk memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan penyedia jasa. 1 (satu) hari kerja dihitung minimal 8 (delapan) jam kerja. dengan ketentuan: a biaya satuan dari biaya langsung personil. tanpa mengurangi kualitas penawaran teknis. 6. agar didapatkan total penawaran biaya hasil negosiasi yang memenuhi HPS. volume kegiatan dan jenis pengeluaran.

C. BAHS bersifat rahasia sampai dengan penunjukan Penyedia Jasa Konsultansi. yang selanjutnya dilakukan proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 1 dan seterusnya. yang selanjutnya dilakukan proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 1 dan seterusnya. biaya penawaran dan biaya penawaran terkoreksi dari peserta seleksi yang memiliki peringkat teknis tertinggi. maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang peserta yang memiliki peringkat teknis kedua dan lulus ambang batas nilai teknis (apabila ada) untuk menghadiri acara pembukaan sampul II. dan tanggal dibuatnya Berita Acara. kedua. pagu anggaran dan HPS. Pokja ULP membuat Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi. BAHS harus memuat hal-hal sebagai berikut: a b c d nama semua peserta seleksi yang ikut prakualifikasi. PEMBUATAN BERITA ACARA ACARA HASIL SELEKSI (BAHS) 1.12. metoda evaluasi yang digunakan. 21 e f g h i j k l . keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu mengenai hal ikhwal pelaksanaan seleksi. BAHS merupakan kesimpulan hasil seleksi yang dibuat oleh Pokja ULP dan ditandatangani oleh paling kurang seperdua dari jumlah anggota Pokja ULP. Apabila dalam klarifikasi dan negosiasi dengan peringkat teknis kedua tidak menghasilkan kesepakatan. nama peserta seleksi yang masuk Daftar Pendek. Apabila klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dengan peserta yang memiliki peringkat teknis terbaik pertama. 2. 14. 15. 3. hasil klarifikasi dan negosiasi. maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang peserta yang memiliki peringkat teknis ketiga dan lulus ambang batas nilai teknis (apabila ada) untuk menghadiri acara pembukaan sampul II. 13. jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. unsur-unsur yang dievaluasi. dan ketiga yang lulus ambang batas nilai teknis tidak menghasilkan kesepakatan maka seleksi dinyatakan gagal. Apabila klarifikasi dan negosiasi dengan peserta yang memiliki peringkat teknis terbaik tidak menghasilkan kesepakatan. rumus yang dipergunakan. hasil evaluasi penawaran administrasi dan nilai evaluasi teknis.

22 . Dalam hal PPK tidak bersedia menerbitkan SPPBJ karena tidak sependapat atas penetapan pemenang. ULP menyampaikan BAHS kepada PPK sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).4. maka ULP memberitahukan kepada PA/KPA untuk diputuskan. 5.

BAB VII SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

A. SELEKSI GAGAL

1. Pokja ULP menyatakan seleksi gagal, apabila:
a b

jumlah peserta yang lulus prakualifikasi kurang dari 5 (lima); seluruh peserta yang masuk sebagai Calon Daftar Pendek tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi; jumlah peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga); apabila dalam evaluasi penawaran terjadi persaingan usaha yang tidak sehat; tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; sanggahan dari peserta atas pelaksanaan seleksi ternyata benar terhadap : 1) penyimpangan ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kualifikasi atau Dokumen Pemilihan; dan/atau 2) kesalahan substansi Dokumen Pemilihan.

c d e f

g

pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2, tidak hadir dalam klarifikasi teknis dan negosiasi biaya; atau klarifikasi teknis dan negosiasi biaya dengan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 tidak menghasilkan kesepakatan.

h

2. KPA menyatakan seleksi gagal, apabila:
a

KPA sependapat dengan PPK yang tidak bersedia menandatangani SPPBJ karena pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010;

b

pengaduan masyarakat atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan Pokja ULP dan/atau PPK, ternyata benar;

c

pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri dari penunjukan pemenang; pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dari pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 ternyata benar; Dokumen Pemilihan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010; pelaksanaan seleksi tidak sesuai atau menyimpang dari Dokumen Pemilihan; atau
23

d

e

f

g

pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

3. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi menyatakan seleksi gagal, apabila:
a

sanggahan banding dari peserta atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, PPK dan/atau Pokja ULP, ternyata benar; atau

b

pengaduan

masyarakat

atas

terjadinya

KKN

dan/atau

terjadinya

penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, ternyata benar. 4. Setelah seleksi dinyatakan gagal, maka Pokja ULP memberitahukan kepada seluruh peserta. 5. Setelah pemberitahuan adanya seleksi gagal, maka Pokja ULP meneliti dan menganalisis penyebab terjadinya seleksi gagal, untuk menentukan langkah selanjutnya, yaitu melakukan:
a b c d

evaluasi ulang; penyampaian ulang Dokumen Penawaran; seleksi ulang; atau penghentian proses seleksi.

B. TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

1. KPA, PPK dan/atau Pokja ULP melakukan evaluasi penyebab terjadinya seleksi gagal, antara lain :
a b c

kemungkinan terjadinya persekongkolan; adanya persyaratan yang diskriminatif; persyaratan kualifikasi perusahaan dan/atau kualifikasi tenaga ahli terlalu tinggi atau mengarah pada penyedia tertentu; total nilai pagu anggaran terlalu rendah; nilai dan/atau ruang lingkup pekerjaan terlalu besar; atau kecurangan dalam pengumuman.

d e f

2. Apabila dari hasil evaluasi penyebab terjadinya seleksi gagal, mengharuskan adanya perubahan Dokumen Pemilihan, maka seleksi diproses seperti seleksi baru. 3. Pokja ULP menindaklanjuti seleksi gagal dengan ketentuan sebagai berikut:
a

melakukan pengumuman ulang prakualifikasi apabila: 1) jumlah peserta yang lulus prakualifikasi kurang dari 5 (lima). Dilakukan untuk mencari peserta baru selain peserta yang telah lulus penilaian kualifikasi. Peserta yang sudah lulus penilaian kualifikasi tidak perlu
24

dilakukan penilaian kembali, kecuali ada perubahan Dokumen Kualifikasi; atau 2) jumlah peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga) dan tidak ada lagi peserta yang lulus penilaian kualifikasi pada urutan berikutnya. Apabila masih terdapat peserta lain yang lulus penilaian kualifikasi, maka peserta tersebut diundang untuk memasukan Dokumen Penawaran;
b

apabila seluruh peserta yang masuk sebagai Calon Daftar Pendek tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi, maka Pokja ULP: 1) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta kecuali peserta yang tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi, untuk memasukkan kembali persyaratan kualifikasi; dan/atau 2) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru.

c

apabila dalam evaluasi penawaran terjadi persaingan usaha yang tidak sehat, maka dilakukan evaluasi ulang atau pengumuman ulang untuk mengundang peserta baru selain peserta yang telah memasukkan penawaran. Peserta yang terlibat dimasukkan dalam Daftar Hitam;

d

melakukan seleksi ulang, apabila: 1) semua penawaran biaya terkoreksi yang disampaikan peserta melampaui pagu anggaran; 2) tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; dan/atau 3) pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

e

apabila seleksi gagal karena sanggahan dari peserta dan/atau pengaduan masyarakat atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peratuan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kualifikasi atau Dokumen Pemilihan ternyata benar, maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat, kemudian: 1) mengundang ulang semua peserta untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi, teknis dan biaya); dan 2) PA, KPA, PPK dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat, dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

f

apabila seleksi gagal karena sanggahan dari peserta terhadap Dokumen Pemilihan yang tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun
25

PPK dan anggota Pokja ULP tidak terlibat KKN.2010 dan/atau sanggahan dari peserta atas kesalahan substansi Dokumen Pemilihan ternyata benar. apabila yang memenuhi syarat sama dengan atau lebih dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). atau 2) mengundang peserta lain dan mengumumkan kembali untuk mendapatkan peserta baru yang memenuhi syarat supaya mengajukan penawaran. dengan cara memasukan ke dalam Daftar Hitam. g apabila seleksi gagal karena pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 tidak hadir dalam acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya atau mengundurkan diri dari penunjukan pemenang. diatur ketentuan sebagai berikut: 1) apabila PA. dilakukan seleksi ulang dengan cara sebagai berikut: 1) mengundang peserta yang memenuhi syarat untuk menyampaikan penawaran harga yang baru. atau 2) mengundang peserta lain dan mengumumkan kembali untuk mendapatkan peserta baru yang memenuhi syarat supaya mengajukan penawaran. maka Pokja ULP: 26 . KPA. dan 3) memberikan sanksi kepada peserta yang tidak hadir/mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diterima. h apabila seleksi gagal karena tidak tercapai kesepakatan dengan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 dalam acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. apabila yang memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). maka setelah memperbaiki Dokumen Pemilihan. apabila yang memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). baik badan usaha beserta pengurusnya. dilakukan Seleksi ulang dengan mengumumkan kembali dan mengundang peserta baru selain peserta lama yang telah masuk dalam daftar peserta. apabila yang memenuhi syarat sama dengan atau lebih dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). dilakukan seleksi ulang dengan cara sebagai berikut : 1) mengundang peserta yang memenuhi syarat untuk menyampaikan penawaran harga yang baru. i apabila seleksi gagal karena pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dari pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 ternyata benar.

a) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta yang tidak terlibat KKN. teknis dan harga). dalam hal peserta yang memenuhi syarat hanya 2 (dua). maka Pokja ULP: a) meneliti kewajaran penawaran dengan cara memeriksa rincian Biaya Langsung terdekat. 27 . atau proses seleksi dilanjutkan seperti proses Penunjukan Langsung. 2) apabila PA. dan b) pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 5) PA. Apabila seleksi ulang mengalami kegagalan. KPA. untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi. teknis dan harga). maka : a Personil dan Biaya Langsung Non-Personil serta membandingkan dengan biaya-biaya untuk pekerjaan sejenis yang proses seleksi dilanjutkan dengan melakukan negosiasi biaya. apabila hasil penelitian dan pemeriksaan mengarah kepada terjadinya KKN. dalam hal peserta yang memenuhi syarat hanya 1 (satu). Apabila dalam seleksi ulang pesertanya kurang dari 3 (tiga). 4. maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat KKN. b) memeriksa dokumentasi yang mendukung adanya KKN. 3) dalam hal Pokja ULP menemukan indikasi kuat adanya KKN diantara para peserta. PPK dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat KKN. dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. baik badan usaha beserta pengurusnya. kemudian: a) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta yang tidak terlibat KKN. dan/atau b) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru. maka : a anggaran dikembalikan ke negara dalam hal waktu sudah tidak mencukupi. dan c) menghentikan proses seleksi. dan/atau b) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru. untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi. KPA. 4) peserta yang terlibat KKN dikenakan sanksi : a) dimasukkan dalam daftar hitam. PPK dan/atau anggota Pokja ULP terlibat KKN. b 5.

atau PA/KPA mengusulkan perubahan alokasi dananya (revisi anggaran) untuk pekerjaan lain. c 28 .b dapat dilakukan seleksi kembali dengan terlebih dahulu melakukan pengkajian ulang Dokumen Pemilihan.

b. 2. Larangan memberikan ganti rugi PA/KPA/PPK/Pokja ULP dilarang memberikan ganti rugi kepada peserta seleksi bila penawarannya ditolak atau seleksi dinyatakan gagal. Seleksi Mendahului Persetujuan DIPA/DPA Tahun Anggaran Dalam hal pengumuman seleksi mendahului persetujuan DIPA/DPA Tahun Anggaran maka : a.BAB VIII LAINLAIN-LAIN 1. harus dicantumkan dalam Pengumuman/Dokumen Pemilihan bahwa seleksi ini dilakukan sebelum Dokumen Anggaran disahkan. 3. maka Pengadaan Pekerjaan Jasa Konsultansi dapat dibatalkan dan Penyedia Jasa tidak dapat menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun. Kewajiban menyimpan dan memelihara Dokumen Pemilihan PPK maupun Penyedia berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara semua dokumen yang digunakan dan terkait dengan pelaksanaan selama umur konstruksi tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun. apabila dana dalam dokumen anggaran yang telah disahkan tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dalam DIPA/DPA Tahun Anggaran. 29 .

3. 2. XYZ CONTOH PENILAIAN GABUNGAN TEKNIS DAN BIAYA BIAYA CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBUKAAN PENAWARAN CONTOH FORMAT BERITA ACARA HASIL SELEKSI UNTUK PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI DENGAN PRAKUALIFIKASI. 5. METODE DUA SAMPUL. SISTEM EVALUASI KUALITAS DAN BIAYA BIAYA 30 .LAMPIRAN 1. 6. 4. CONTOH KRITERIA EVALUASI TEKNIS CONTOH PENILAIAN TEKNIS KONSULTAN PT.

............................................................................………… Pokja ULP............................1..... Pokja ………………………………....... Tahun Anggaran ……… 31 ....... CONTOH KRITERIA EVALUASI TEKNIS PENGADAAN JASA KONSULTANSI: ................................ Satuan Kerja....................................................................

... Cara Evaluasi a... 1............... 2....... pembobotan dan penilaian untuk masing-masing sub unsur ditentukan dalam lembar pedoman evaluasi terlampir..... Nilai ambang lulus adalah 75................................... 3... ............................PENGADAAN PENGADAAN JASA KONSULTANSI: KONSULTANSI: .............................................. NIP. Ditetapkan di Pada tanggal : ……………………………… : ……………………………… Pokja ULP Ketua …………………………………................................... Rincian sub unsur...... 32 ....... ………………………….... Maksud dan tujuan Pedoman ini disusun dalam rangka memberikan panduan kepada Pokja ULP agar dalam melakukan penilaian dan evaluasi usulan teknis pekerjaan jasa konsultansi diperlakukan sama terhadap semua penawar...... Unsur yang dievaluasi dan persentase bobot masing-masing unsur ditentukan sebagai berikut: 1) Pengalaman Perusahaan 10% 2) Pendekatan & Metodologi 20% 3) Kualifikasi Tenaga Ahli 70% Jumlah 100% b...

] 33 .d 9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 c). dan ketentuan penilaian sub unsur: a). pengalaman perusahaan 10%. didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsurpengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan] 3) Sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. dengan bobot sub unsur 25%.1.d 19 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 75 c). Cara Penilaian : Pengisian Evaluasi Penawaran dalam Lembar Data Pemilihan (LDP): a bobot unsur yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. 2) Sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan. pendekatan dan metodologi: 20%. dengan bobot sub unsur35 %.Memiliki 10 s.dan ketentuanpenilaiansub unsur: a). kegiatan yang sejenis adalah: Perencanaan Saluran Drainase. dengan bobot sub unsur 20 %. dan ketentuan penilaian sub unsur: a).Memiliki 10 s.d 19 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 75 c). didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama =NILAI BOBOT sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. Memiliki ≤ 9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas. didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis] *)Kegiatan yang sejenis adalah : kegiatan yang hampir sama atau mendekati dengan yang ditentukan dalam KAK. Memiliki ≥ 20 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b). dan kualifikasi tenaga ahli 70 %: b PengalamanPerusahaan:10% 1) Sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis*). dll. Memiliki ≥ 20 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b). Memiliki ≥ 20 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b). Memiliki ≤ 9 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas. Memiliki ≤ 9 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas.Memiliki 10 s. misal: dalam KAK Perencanaan Saluran Tersier.

diberi nilai : 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Sub unsur kualitas metodologi. diberi nilai: 0 dari uraian diatas. apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. apabila tidak menyajikan.4) Sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. diberi nilai: 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.] 2). dengan bobot sub unsur 20 %. Sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK.dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK.diberi nilai:50 (c) apabila tidak menyajikan. 34 . dan ketentuan penilaian sub unsur : a). diberi nilai : 50 c).diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. memiliki 10 s. diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. Memiliki ≥ 20 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai:100 b). didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama.d 9 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10(sepuluh) tahundiberi nilai:75 c).dengan bobot sub unsur 20%.dengan bobot sub unsur 20%. diberi nilai: 50 (c) apabila tidak menyajikan. didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur kualitas metodologi =NILAI BOBOT sub unsur kualitas metodologi] 3).] c Pendekatan dan Metodologi:30 % 1). apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur hasil kerja(deliverable) = NILAI BOBOT sub unsur hasil kerja (deliverable)]. diberi nilai: 80 b). dan ketentuan penilaian sub unsur: a). Memiliki ≤ 9 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 dari uraian diatas. Sub unsur hasil kerja (deliverable). dengan bobot sub unsur 40%.

] Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur x bobot unsur Pendekatan dan Metodologi = NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI. diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. diberi nilai: 50 [Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur tingkat pendidikan = NILAI BOBOT sub unsur tingkat pendidikan]. d Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli: 70 % (1).] 5). diberi nilai: 50 (c) apabilatidak menyajikan. diberi nilai: 100 (b). Sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK. ≥ tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK. Sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a). Dukungan referensi: i. diberi nilai:50 (c) apabila tidak menyajikan. diberi nilai: 80 (b) Apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaranyang diinginkan dalam KAK. dengan bobot sub unsur 10 %. apabila melampirkan referensi dan dapat dibuktikan 35 . dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. dengan bobot sub unsur 50 %. (2). diberi nilai: 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK. dengan bobot sub unsur 30%. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Sub unsur tingkat pendidikan. < tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK.dan ketentuan penilaian sub unsur: (a).4). didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. dengan bobotsub unsur 10%.

diberi nilai:50 iv.diberinilai:50 iii. Nilaitotal seluruh jumlah bulan kerja professional dibagi angka 12 = jangka waktu pengalaman kerja professional (g). maka pengalaman kerja diberikan penilaian. memiliki 3 < x < 5 tahun pengalaman kerja professional. Memiliki < 3 Tahun pengalaman kerja professional. posisiyang: (i) sesuai adalah: ………… [deskripsikan dengan jelas disesuaikan dengan KAK]. apabila melampirkan referensi namun tidak benar. (c). (b). Nilai jangka waktu pengalaman kerja professional yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK. sesuai. diberi nilai:75 iii. diberi nilai : 50 (h). (f). (ii) Tidak sesuai adalah :…………[deskripsikan dengan jelas tidak sesuai dengan KAK]. diberi nilai :75 iii. sesuai. memiliki ≥ 5 tahun pengalaman kerja professional diberi nilai: 100 ii. iii. diberi nilai:100 ii. (ii) Menunjang adalah:…………[deskripsikan dengan jelas menunjang KAK].dengan menghubungi penerbit kebenarannya referensi. yang dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam IKP. (d). diberi nilai: 100 ii. posisi: i. (iii) Terkait adalah:……… [deskripsikan dengan jelas terkait dengan KAK]. Perhitungan bulan kerja tenaga ahli. ii. apabila tidak ada referensi maka tidak diberikan penilaian. tidak sesuai. Lingkup pekerjaan: i. Perhitungan bulan kerja x nilai lingkup pekerjaan X nilai posisi = jumlah bulan kerja professional. 36 . lingkup pekerjaan yang: (i) sesuai adalah:…………deskripsikan dengan jelas disesuaikan dengan KAK]. (e). maka penawaran digugurkan dan peserta dikenakan Daftar Hitam. Nilai jangka waktu pengalaman kerja profesional: *) i. menunjang. terkait.

Tenaga Ahli 2 (Ahli Jalan). Penguasaan bahasa asing. memiliki. nilai yang didapatkan X bobot sub unsur sertifikat keahlian/profesi = NILAI BOBOT sub unsur sertifikat keahlian/profesi. dan seterusnya (6). dan ketentuan penilaian sub unsur: (a). diberi bobot = 40 (c). evaluasi Pengalaman Perusahaan Contoh: bobot nilai 10% Pengalaman perusahaan menangani pekerjaan sebagai berikut: Pembobotan (Contoh): Sub unsur yang dinilai antara lain: 1). Nilai Evaluasi Teknis = NILAI PENGALAMAN PERUSAHAAN + NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI + NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI 2. diberi nilai: 0 (c). diberi bobot = 60 (b). penguasaan Bahasa Indonesia bagi konsultan asing. Tidak memiliki. Sub unsur sertifikat keahlian/profesi keteknikan (engineering). (4). Contoh Penilaian Ambang batas nilai teknis (passing grade) yang ditentukan dalam Dokumen Pemilihan: 60 A. dan kondisi (custom) setempat. situasi. Tenaga Ahli 1 (Team Leader). Sub unsur lain-lain yang dibutuhkan dalam KAK. diberi nilai: 25 (b). [apabila tenaga ahli yang dinilai lebih dari 1(satu) maka setiap tenaga ahli harus diberi bobot] Bobot tenaga ahli: (a). Aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara. Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis : bobot nilai 35 % a. (5). penguasaan bahasa setempat. Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur ((1)+(2)+(3)+(4))= NILAI 1 (SATU) ORANG TENAGA AHLI.(3). dengan bobot sub unsur10 %. diberi nilai:25 (c). diberi nilai: 25 (d). Total NILAI BOBOT seluruh tenaga ahli X bobot unsur Kualifikasi Tenaga Ahli = NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI. diberi nilai:25 (e). Nilai 1 (Satu) Orang Tenaga Ahli X bobot tenaga ahli = NILAI BOBOT tenaga ahli. diberi nilai:100 (b). Total nilai yang didapatkan X bobot sub unsur lain-lain = NILAI BOBOT sub unsur lain-lain. aturan. memiliki ≥ 20 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 35/100 = 37 . dan ketentuan penilaian sub unsur : (a). dengan bobot sub unsur 10%.

memiliki <9 tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100 = 10 Contoh Perhitungan: PT. memiliki 10 s.d 19 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 20 /100 = 15 c. memiliki <9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 35/100 = 2). XYZ dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir pernah melaksanakan pekerjaan sebagai berikut : • Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis (35%). memiliki ≥ 20 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 25 /100 = b. Kapasitas perusahaan dgn memperhatikan jumlah TA tetap : bobot nilai 20 % a. memiliki 10 s. memiliki < 9 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20 /100 = 10 4). Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama : bobot nilai 20 % (pengalaman manajerial meliputi pengalaman perusahaan sebagai lead firm dan memiliki fasilitas utama) a. memiliki ≥ 20 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 20 /100 = 20 b. Pengalaman Melaksanakan di lokasi kegiatan/di Indonesia : bobot nilai 25 % a. 30 paket.b. memiliki < 14 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 25/100 = 3). memiliki ≥ 20 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 20 /100 = 20 b. nilai 100 38 . memiliki 10 s. memiliki 10 s.d 19 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 35/100 = c.d 19 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 25 /100 = c.d 19 tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 20/100 = 15 c.

23 paket. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 40/100 = 0 2). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100 = 10 c. XYZ adalah: (100x35/100) + (100x25/100) + (75x20/100) + (100x 20/100) = 35 + 25 + 15 + 20 = 95 Bobot nilai pengalaman perusahaan = 95 x 10% = 9. Kualitas metodologi = 20% a. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 40/100 = 20 c. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100= 10 c. fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK = 10% a. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 20/100= 0 3).5 B. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 20/100 = 16 b. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai:80 nilai total bobot: 80 x 20/100= 16 b. nilai 100 (Kapasitas perusahaan dengan memperhatikan TA tetap dinilai terhadap TA Tetap yang digunakan/dipakai untuk melaksanakan pekerjaan pada paket kegiatan dalam kurun waktu tertentu) Perolehan nilai pengalaman perusahaan PT. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 10/100= 8 39 . Evaluasi Pendekatan Pendekatan dan Metodologi Contoh: bobot nilai 30 % Sub unsur yang dinilai 1). menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai:80 nilai total bobot: 80 x 40/100 = 32 b. nilai 75 • (Pengalaman Manajerial & Fasilitas Utama yang dinilai adalah pengalaman manajerial untuk melaksanakan pekerjaan pada paket kegiatan dalam kurun waktu tertentu) • Kapasitas perusahaan dengan memperhatikan TA tetap (20%). tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 20/100 = 0 4).Pengalaman Melaksanakan kegiatan di Indonesia (25%). nilai 100 • Pengalaman Manajerial & Fasilitas Utama (20%). Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK = 40% a. 18 paket. Hasil kerja (deliverable) = 20% a. 20 TA.

S2. Pemahaman atas jasa layanan (40%) nilai 80 2). tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 10/100 = 0 5). XYZ. Badi. a). Pendidikan (30%) Contoh: Bobot nilai 30% Pendidikan yang dinilai adalah S1. Gagasan baru (10%) nilai 80 Bobot nilai yang diperoleh adalah: (80x40/100)+(80x20/100)+(80x20/100)+(50x10/100)+(80x10/100) = 32 + 16 + 6 + 5 + 8 = 67 Bobot nilai pendekatan dan metodologi = 67 x 20/100 = 13. Pendidikan dibawah S1 tidak dinilai Penilaian: • S1/S2 sesuai KAK = 100 • S1/S2 tidak sesuai KAK = 50 2). tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 10/100 = 0 Contoh Perhitungan: PT. Nilai pengalaman tenaga ahli : (1) Waktu pengalaman: a. Gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diminta dalam KAK = 10% a. Hasil kerja (deliverable) (20%) nilai 80 4). Kualitas Metodologi (20%) nilai 80 3).b. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 10 /100 = 5 c. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 10 /100 = 8 b. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 10 /100= 5 c. MSc dengan data 40 . Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. Evaluasi Kualifikasi Tenaga Ahli Contoh: Bobot nilai 70% 1). Tidak boleh terjadi tumpang tindih (overlap). sebagai berikut : 1). Pengalaman Tenaga ahli pekerjaan sejenis dgn referensi atau copy kontrak Contoh: Bobot nilai 60% Penilaian dilakukan untuk tenaga ahli yang mempunyai referensi. S3 atau setingkat.4 C. fasilitas pendukung (10%) nilai 50 5). pendekatan & metodologi atas dokumen seleksi menurut penilaian Pokja ULP. bila terjadi overlap yang dihitung hanya salah satu.

Pengalaman (b) yang diakui hanya 2 bulan. Badi. dan tahunnya. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. MSc dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan tahun 2002 – 2003 Karena hanya disebutkan tahun tanpa dirinci bulannya. d. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. b. maka panitia sepakat untuk menghitung = 25% x 24 bulan = 6 bulan karena tidak sesuai dengan ketentuan dokumen seleksi. 1 Maret 1993 – 1 Maret 1996 = 36 bulan Perhitungan dimulaidari bulan Maret 1993 sampai dengan Maret 1996. (b). Badi. bulan. MSc = 38 bulan. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis tahunnya saja (tanpa tanggal dan bulan). Paruli dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman dicantumkan bulan 10 Juni 2008 – 10 Desember 2008 PokjaPokja ULP menghitung jumlah bulan secara penuh = 6 bulan karena disebutkan tanggal bulan dan tahun dengan rinci c. dan Mei 1993.pengalaman sebagai berikut: (a). 1 Januari 1993 – 1 Mei 1993 = 2 bulan Perhitungan dimulai dari bulan Januari 1993 sampai dengan Maret 1993 Dari pengalaman (a) dan (b) terjadi overlap selama 3 bulan pada bulan Maret. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis bulan dan tahunnya saja (tanpa tanggal). MSc dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan bulan Juni 2001 – November 2001 Karena hanya disebutkan bulan tanpa dirinci tanggalnya. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis secara lengkap tanggal. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. maka panitia dapat untuk menghitung jumlah bulan dikurangi 1 (satu) = 6 bulan . Badi. Total pengalaman tenaga ahli Ir.maka pengalaman kerja akan dihitung secara penuh (kecuali bila terjadi overlap. maka bulan yang overlap dihitung satu kali).1 = 5 bulan. 41 . maka pengalaman kerja yang dihitung hanya 25% dari total bulannya. April. maka pengalaman kerja yang dihitung adalah total bulannya dikurangi1(satu)bulan.

Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. dinilai • Menunjang. Kesesuaian lingkup pekerjaan dan posisi Lingkup Kegiatan • Lingkup sesuai dengan syarat KAK. dinilai =1 = 0. Paruli dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan tahun 1993 – 1993 Karena hanya disebutkan tahun tanpa dirinci bulannya. Bahasa Inggris (bila diwajibkan) Contoh: Bobot nilai 5% • Baik sekali = 100 • Baik = 50 • Sedang = 25 b). Pengalaman luar negeri (bila diperlukan) Contoh: Bobot nilai 5% Di negara berkembang • Jumlah pengalaman 0-5 tahun. nilai 0-40 (tenaga ahli asing) Di Indonesia • Jumlah pengalaman 0-5 tahun.25 =1 = 0. dinilai Posisi /jabatan dalam proyek • Sesuai dengan posisi/jabatan sebelumnya. dll) Contoh: Bobot nilai 10% a). dinilai • Tidak sesuai. atas tata cara. c). dinilai • Terkait. nilai 0-100(tenaga ahli Indonesia). nilai 0-60 (tenaga ahli asing) • Jumlah pengalaman 0-5 tahun. Contoh dalam KAK diperlukan babarapa tenaga Ahli: • Ketua tim (pengalaman 5tahun) = 60% • Ahli Jalan dan Jembatan (pengalaman 5 tahun) = 40% 42 . maka panitia sepakat untuk menghitung = 25% x 12 bulan = 3 bulan karena tidak sesuai dengan ketentuan dokumen seleksi.50 = 0. Lain-lain ( misal penguasaan bahasa Inggris. situasi dan kondisi setempat. aturan.50 3).

0 85.25 0.2 0.5 13.1 0. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN (2) Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis Pengalaman Melaksanakan kegiatan di Indonesia Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama Kapasitas perusahaan dgn memperhatikan jumlah TA tetap Jumlah 43 . 2.9 NAMA PERUSAHAAN : No.35 0. 3. 4. XYZ HASIL EVALUASI TEKNIS PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT. XYZ JUMLAH PAKET/TA (3) 30 paket 23 paket 18 paket 20 paket NILAI (4) 100 100 75 100 BOBOT (5) 0.7 1 NILAI TOTAL (5) 9. 3.20 1.2. (1) 1. CONTOH PENILAIAN TEKNIS KONSULTAN PT.00 NILAI TOTAL (6) 35 25 15 20 95 NAMA PERUSAHAAN : No. ITEM (2) Pengalaman perusahaan Pendekatan dan metodologi Kualifikasi tenaga ahli *) Jumlah CATATAN *): • Dalam hal Penilaian teknis terhadap perusahaan yang lulus pasing grade tetapi terhadap penilaian kualifikasi TA dinilai kurang dari yang ditentukan dalam KAK. 2.4 63. XYZ NILAI (3) 95 67 90 BOBOT (4) 0. maka dalam klarifikasi dan negosiasi teknis serta biaya untuk diganti dengan TA yang sesuai KAK atau yang lebih tinggi EVALUASI PENGALAMAN PERUSAHAAN PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT.20 0. (1) 1.

2. 5.EVALUASI PENDEKATAN DAN METODOLOGI PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT. XYZ NILAI (3) 80 80 80 50 BOBOT (4) 0.60 0. 2.10 8 1.00 NILAI TOTAL 5 57 33 90 NAMA PERUSAHAAN : No. (1) 1.00 77 EVALUASI KUALIFIKASI TENAGA AHLI PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT.40 0.5 BOBOT 4 0. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN 2 Ketua Tim Ahli Jalan dan Jembatan Jumlah 44 . 4. 1 1.40 1. XYZ NILAI 3 95 82. 3.10 NILAI TOTAL (5) 32 16 16 5 NAMA PERUSAHAAN : No. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN (2) Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK Kualitas metodologi Hasil kerja (deliverable) fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK Gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diminta dalam KAK Jumlah 80 0.20 0.20 0.

6 1.0 LINGKUP 5 T T T S S M S S S S S S 0.5 0.0 V 1.75 1. PENGALAMAN KERJA PROFESIONAL No.0 1.0 V 1.0 1.0 V 1. PENDIDIKAN B.0 V 1.0 1.0 Referensi Pengalaman Kerja TA 6 V 1. MSc Ketua Tim S2 Sesuai KAK NILAI 100 CONTOH POSISI/ JABATAN 4 S S S S S S S S S TS S S 1.0 1.0 1.0 1. 67.0 V 1.5 1.0 0.0 X 0 V 1.SAMPAI 2 Feb-08 Aug-08 10 May-07 10 Nov-07 1 Mar-06 30 Jun-06 28 Jun-04 16 Ags-04 15 Jul-03 25 Ags-03 2002 2003 Jun-01 Nov-01 Aug-99 Jan-00 Apr-98 Nov-98 Jun-97 Dec-97 1 Mar-93 1 Mar -96 1 Jan-93 1 Mei 93 BLN 3 6 6 4 1.0 1.Pokja ULP Pusat Pembinaan Penyelenggaraan Konstruksi Pengadaan Jasa Konsultansi : Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Perundang-Undangan Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2011 Nama Perusahaan Nama Personil Posisi yg diusulkan A.0 1.0 V 1.0 1.5 0.0 1.0 JUMLAH 7 3 3 2 1.0 1.33 4.0 1.0 V 1.5 5 0 6 3 36 2 67.0 1. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 PERIODE DARI .0 1.0 0.62 TH 100 50 PERSYARATAN KAK 5 TAHUN TOTAL NILAI = Sertifikasi : M/TM URAIAN PENDIDIKAN PENGALAMAN SERTIFIAT KEAHLIAN KEMAMPUAN BAHASA NILAI TOTAL Memiliki NILAI 100 100 100 50 100 BOBOT% 30% 50% 10% 10% 100% BAHASA Baik NILAI X BOBOT 30 50 10 5 95 Keterangan: Posisi: S = sesuai TS = tidak sesuai Lingkup: S = sesuai M = menunjang T = terkait Sertifikat: M = Memiliki TM = Tidak memiliki 45 .33 6 5 5 6 6 36 2 : : : : PT XYZ Ir.6 1.0 V 1.62 5. Badi.5 1.43 BL 5.0 V 1.0 1.

0 1.87 TH 75 50 PERSYARATAN KAK 5 TAHUN TOTAL NILAI = Sertifikasi : M/TM URAIAN PENDIDIKAN PENGALAMAN SERTIFIAT KEAHLIAN KEMAMPUAN BAHASA NILAI TOTAL Memiliki NILAI 100 75 100 50 100 BOBOT% 30% 50% 10% 10% 100% BAHASA Baik NILAI X BOBOT 30 37. PENDIDIKAN B.0 1.0 V 1.0 1.5 0.0 1.75 1.5 1.5 10 5 82.0 V 1.5 5 0 12 14 0 46. PENGALAMAN KERJA PROFESIONAL No.0 1.0 0.0 V 1.SAMPAI 2 Mar-09 Sep-09 10 Jun-08 10 Des-08 1 Feb-07 30 Mei-07 28 Jul-04 16 Sep-04 15 Jun-03 25 Jul-03 2001 2002 Jun-00 Nov-01 Aug-98 Jan-99 1 Mar-95 1 Mar -96 1 Jan-94 1 Mei 95 1993 1993 BLN 3 6 6 4 1.0 1.0 1.0 V 1.0 1.0 X 0 V 1.0 X 0 JUMLAH 7 3 3 2 1.0 V 1. 46.3 6 5 5 12 14 3 : : : : PT XYZ Ir.0 V 1.5 0.Pokja ULP Peningkatan Jalan Nasional Pengadaan Jasa Konsultansi : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2011 Nama Perusahaan Nama Personil Posisi yg diusulkan A.0 1.0 1.0 V 1.0 1.0 1.0 1.4 BL 3.0 1.6 1.6 1.5 Keterangan: Posisi: S = sesuai TS = tidak sesuai Lingkup: S = sesuai M = menunjang T = terkait Sertifikat: M = Memiliki TM = Tidak memiliki 46 . Paruli Ahli Jalan dan Jembatan S1 Sesuai KAK NILAI 100 CONTOH POSISI/ JABATAN 4 S S S S S S S S S S S 1.0 1. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 PERIODE DARI .0 LINGKUP 5 T T T S S M S S S S S 0.0 Referensi Pengalaman Kerja TA 6 V 1.3 4.

00 Nilai akhir kombinasi teknis dan biaya adalah: a).00 + 25. PT.75 = 68.9 x 0.00 = 85. ABC = 85*) 85 x 0. ABC = 100 jt 90/100 x 100 = 90. GHI sama dengan perhitungan PT.50 c).00 90. PT. XYZ = 68.50 = 86.82 81.75 = 60. PT. PT. GHI sebagai Calon Pemenang Cadangan II.75 c).3. ABC = 63.75 = 63.63 b).00 100. PT.00 x 0. XYZ = 90. dan PT. ABC sebagai Calon Pemenang Cadangan I.75 + 22.00 Usulan untuk penetapan calon pemenang: PT.9 90. XYZ sebagai Calon Pemenang.25 = 25. XYZ Nilai usulan biaya ke 3 penawaran adalah: Bobot biaya a).175 + 20. CONTOH PENILAIAN GABUNGAN TEKNIS DAN BIAYA Perbandingan bobot teknis : biaya = 0. PT.455 b). PT. XYZ = 110 jt 90/110 x 100 = 81. GHI = 60.00 x 0. PT.82 x 0.00 *) Perhitungan PT. GHI = 80*) 80 x 0. PT.25 = 20. GHI = 90 jt 90/90 x 100 =100. 47 .455 = 88.25 Nilai usulan teknis ke 3 penawaran adalah: Bobot teknis : a).25 c).75 : 0.175 b).ABC dan PT.25 = 22. PT.

............................................ Risalah Tanya Jawab : Pertanyaan dari peserta: Pertanyaan Jawaban No Nama Perusahaan 1 2 Perubahan substansi dokumen (jika ada) a.... *) 48 ......... b...Cara penyampaian Dokumen Penawaran................... Jika terdapat perubahan substansi dokumen......... .................4................ nomor .............................. 2.............-.......... [diisi rincian perubahan substansi dokumen pemilihan (jika ada)] b... 5. tanggal ........................... Para anggota Pokja ........... …………………...... Pokja ....................... Wakil-wakil Perusahaan Calon Penyedia Jasa . [diisi sesuai dengan hasil rapat penjelasan yang dilakukan Pokja]............. 4..........dst...........................................termasuk di dalamnya antara lain: Metode pemilihan..................... Rapat dibuka oleh Pokja pada jam .............. sekaligus diadakan tanya jawab yang akan tercantum dalam Risalah tanya jawab... telah mengadakan Rapat Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) untuk Paket Pekerjaan sebagai berikut: Nama Paket Pekerjaan: Uraian Singkat Pekerjaan: Rapat dipimpin oleh: . Risalah Rapat : a...-.... (.... Peserta Rapat:Daftar Hadir Terlampir Rapat dihadiri oleh: a.... .... yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Pokja ULP....) bertempat di .............. 3................ Pada hari ini ........ 1......... CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PELELANGAN/SELEKSI PELELANGAN/SELEKSI (AANWIJZING) Nomor : . yang di undang untuk mengikuti penjelasan (Aanwijzing)............. Bulan ............... Tahun..... akan dituangkan dalam perubahan/addendum dokumen pemilihan. Panitia membacakan dan menjelaskan tentang isi Dokumen Pemilihan. c................. b....... Tanggal .........

............ dibuat ....................................................... Berita Acara Pemberian Penjelasan dapat diambil pada hari .................... ............Selanjutnya Pokja menawarkan kepada peserta siapa yangbersedia sebagai wakil peserta untuk menandatangani Berita Acara Pemberian Penjelasan dan menyepakati bahwa: Nama : …………………………… dari PT/CV ………………………………………… dan Nama : …………………………… dari PT/CV …………………........ 10............................ 5........... ........... ................... 2 .. Berita Acaraserta Addendum akan disampaikan kepada seluruh peserta mulai hari . tanggal ....... ................ Pokja menutup rapat pemberian penjelasan (Aanwijzing) pada jam ................................ ……………....... 6.........[diisi nama paket pekerjaan] 7........ Keterangan: *) Adendum (jika ada) dibuat terpisah dari berita acara pemberian penjelasan 49 ................. 9........................................... 4..…………………….. ............... pukul ............................... tanggal ....... sebagai wakil peserta untuk menandatangani Berita Acara Pemberian Penjelasan paket .......... ............... Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP) ini dibuat dengan penuh rasa tanggung jawab untuk dipergunakan sebagaimana mestinya........................................................................ 3..................................(. 2..................... Hasil peninjauan lapangan (jika diperlukan): . ……………… Kelompok Kerja (Pokja) ................ Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota SAKSI-SAKSI 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 1... 8........ 1 . dan dapat juga diunduh dari K/L/D/I............ Berita Acara Pemberian Penjelasan untuk paket ..................... 2......................) rangkap........... 1......... ..

... . 3........ Pokja ………….........) penyedia jasa. ( ..................... telah mengadakan acara Pemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran untuk Pengadaan Jasa Konsultansi………….. Demikian Berita Acara ini dibuat dengan penuh tanggung jawab.... ……………… PokjaPokja ULP…………………………… 50 . AcaraPemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran ditutup pada pukul . Yang memasukkan dokumen penawaran …….......bulan …………............ PT. 4. Pada hari ini …………..(4)................ Dalam Acara Pemasukan danPembukaan Dokumen Penawaran diperoleh hasil sebagai berikut : 1.. bertempat di …………. (……………….. tanggal ………….) dan jumlah dokumen penawaran yang tidak lengkap ............................................................................. Kolom (5) tidak dibuka pada saat pembukaan penawaran Sampul I............ (.................. pukul …………. diisi sesuai yang disyaratkan dalam dokumen pemilihan. CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBUKAAN PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN KOP SURAT SATUAN KERJA BERITA ACARA PEMASUKAN DAN PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN UNTUK PENGADAAN JASA KONSULTANSI Nomor : …………..................... Peserta yang menjadi saksi 2 (dua) orang yaitu dari : PT............... untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.............. yang selanjutnya dalam Berita Acara ini disebut Pokja............ yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Pokja ULP nomor ………….. Hasil Pembukaan Penawaran Sebagai Berikut: No (1) Nama Perusahaan (2) Sampul I Administrasi Teknis (3) (4) Sampul II*) (5) Keterangan (6) Catatan: Kolom (3)........ .......tahun …………................. WIB... 2...... Jumlah dokumen penawaran yang lengkap .. Nama : ....5........... …………….. Nama : .. tanggal …………..)........

..........1.. Ketua merangkap Anggota Sekretarismerangkap Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 6……………… 7……………… WAKIL DARI PENYEDIA JASA No............... ... 7...... .................... ..... Nama Jabatan Tanda Tangan 51 .......... ........ ...... 5.... 4......... .... 6.......... 3.. ............. 2......................................................

. untuk keperluan korespondensi] Penyedia jasa yang mendaftar sebanyak……(……) perusahaan. melalui: a. Pengumuman Prakualifikasi Pengumuman ………… Nomor: …………. nama dan alamat perusahaan serta nomor telepon. SISTEM EVALUASI KUALITAS DAN BIAYA KOP SURAT POKJA BERITA ACARA HASIL EVALUASI SELEKSI PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI NOMOR : …………………… Nama Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Satminkal Satuan Kerja PPK Kelompok Kerja Sumber Dana Tahun Anggaran Harga Perkiraan Sendiri Jangka waktu pelaksanaan Metode Pemilihan Metode Penyampaian Metode Evaluasi : : : : : : : : : : : : : ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… (termasuk PPN 10%) ……………………… Prakualifikasi Dua Sampul Kualitas dan Biaya Pada hari ini ………… tanggal ………… bulan ………… tahun ………… kami yang bertanda tangan dibawah ini Pokja ULP berdasarkan Surat Keputusan ULP Nomor: ………… tanggal ………… telah melaksanakan Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi dengan Seleksi Umum Prakualifikasi. sesuai ketentuan).d. c. b. tanggal …………. Website K/L/D/I dan Portal Pengadaan Nasional tanggal …………………. 2. NOMOR TELEPON KETERANGAN . Metode Evaluasi Kualitas dan Biaya dengan hasil sebagai berikut: 1. Papan Pengumuman Resmi ……………. CONTOH FORMAT BERITA ACARA HASIL SELEKSI UNTUK PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI DENGAN PRAKUALIFIKASI. METODE DUA SAMPUL. Surat Kabar ……………… tanggal ……… (jika diperlukan. tanggal……………….. s.6. dst 52 dan mengambil dokumen kualifikasi NAMA PERUSAHAAN ALAMAT. tanggal…………. No 1 2 . nomor faksimili dan/atau alamat email pihak yang dapat dihubungi. Pokja/Pejabat Pengadaan mencatat nama pendaftar. Metode Penyampaian Dua Sampul.. Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Kualifikasi Pendaftaran dimulai tanggal ………… sampai dengan tanggal ………… [pada tahap pendaftaran.

....... yaitu . Peserta Dokumen kualifikasi : ………… (…………) perusahaan.dst 2) Jumlah dokumen kualifikasi yang dinyatakan gugur/tidak = …… (. Peserta yang terlambat memasukkan dokumen kualifikasi : ………… (…………) perusahaan.. Jumlah peserta yang hadir sebanyak……………… (…………) perusahaan....... PT/CV.. yaitu dokumen kualifikasi: 1..3........... PT/CV. dst NAMA PERUSAHAAN ALAMAT DAN NOMOR TELEPON KETERANGAN d. 3......... Penyampaian BAPK termasuk Adendum Dokumen Kualifikasi (jika diperlukan) Salinan BAPK termasuk Adendum Dokumen Kualifikasi (jika diperlukan) dapat diambil oleh peserta pada tanggal ..............) dokumen kualifikasi.. 5. Pemberian penjelasan dilaksanakan pada tanggal………bertempat di ……… b.. PT/CV..dst 3) Jumlah dokumen kualifikasi yang dinyatakan memenuhi = …… (.......... No 1 2 .............. PT/CV...) dokumen kualifikasi........ PT/CV. 4.. melalui website K/L/D/I. 3... 2.... Berita Acara Penjelasan Kualifikasi (BAPK) nomor ………… tanggal ……… (jika diperlukan).... 6... Penyampaian/Pemasukan Dokumen Kualifikasi a... yaitu: dokumen kualifikasi: 1.... Batas akhir waktu pemasukan dokumen kualifikasi : Hari …… Tanggal ……… Jam ………… : website K/L/D/I b.......... b...... Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) Kualifikasi (jika diperlukan) a............ yaitu syarat/lulus dokumen kualifikasi: 53 .... [diisi sesuai persyaratan kualifikasi yang ditetapkan dalam dokumen kualifikasi]. 2.... 1) Jumlah dokumen kualifikasi yang dievaluasi = …… (..... Evaluasi dilakukan terhadap dokumen kualifikasi... yaitu lulus.. Penilaian persyaratan kualifikasi dilakukan terhadap pemenuhan persyaratan kualifikasi.. PT/CV. Pembukaan dan Evaluasi Dokumen Kualifikasi a. meliputi pakta integritas dan formulir isian kualifikasi. Tempat yang memasukkan c....) dokumen kualifikasi...

... Pembuktian Kualifikasi dan Pembuatan Berita Acara Pembuktian Kualifikasi Pembuktian terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen atau legalisir dan meminta salinannya.d.1...... PT/CV.dst 7.... 54 NAMA PERUSAHAAN MATERI SANGGAHAN JAWABAN SANGGAHAN KETERANGAN . Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan Peserta yang termasuk dalam Daftar Pendek diundang untuk mengambil dokumen pemilihan.. Peserta yang dinyatakan masuk dalam Daftar Pendek sebanyak…… (. (.. Sanggahan Kualifikasi [diisi jika ada sanggahan] Masa sanggah hasil kualifikasi mulai tanggal ……………......d....) peserta...... Sanggahan yang dinyatakan benar = .... Pengumuman Hasil Kualifikasi Pengumuman Hasil Kualifikasi ………… Nomor: ………….) sanggahan Sanggahan yang dinyatakan tidak benar = . tanggal…………… Jumlah peserta yang keberatan atas penetapan hasil prakualifikasi dan menyampaikan sanggahan = ...... yaitu: NO 1 2 ... tanggal………………............) sanggahan Ringkasan sanggahan sebagai berikut: No 1 2 .... s........... tanggal …………. Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan disampaikan melalui ……………… dengan tanda bukti terlampir. ………………dst 8.. tanggal………… s.) peserta... …………………… b.... PT/CV.. PT/CV...... maks... 2.. 7 (tujuh) peserta 9.... 10..(.... 5 (lima).. …………………… c....... b.... Website K/L/D/I tanggal …………………… dan Portal Pengadaan Nasional.... Papan Pengumuman Resmi ……………. dst 11.... 3....(.... Hasil pembuktian kualifikasi untuk tiap peserta dituangkan dalam Berita Acara Pembuktian Kualifikasi (terlampir) Alasan gugur/tidak lulus dan tidak termasuk Daftar Pendek masing-masing peserta adalah sebagai berikut : a. dst NAMA PERUSAHAAN ALAMAT NPWP KETERANGAN min.. Penetapan Daftar Pendek (short list)............. melalui: a.....

.. 13.... Dokumen Penawaran No 1 2 . Tempat : ………… Berita Acara Pembukaan Penawaran No ………… tanggal ……… (terlampir). b.. Peserta yang memasukkan : ………… (…………) perusahaan.. Unsur-unsur yang dievaluasi meliputi kelengkapan persyaratan yang diminta dalam dokumen pemilihan.. Waktu b. 14.... Jumlah peserta yang hadir sebanyak………………… (…………) perusahaan. Hasil evaluasi penawaran sebagai berikut: a. Tempat : ……………………………… Peserta yang mengambil dokumen pemilihan sebanyak………(……) perusahaan. Pemberian penjelasan dilaksanakan pada tanggal……… bertempat di ………… b. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (BAPP) No………… tanggal ……… (terlampir).. 16. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Penawaran (Sampul I dan Sampul II) waktu pemasukan a...Pengambilan Dokumen Pemilihan dilakukan pada: a. 12. Penyedia jasa yang terlambat memasukkan dokumen penawaran NAMA PERUSAHAAN ALAMAT DAN NOMOR TELEPON KETERANGAN : ………… (…………) perusahaan.. Tempat c.. d. Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul I (Administrasi dan Teknis) Penawaran dinyatakan ditutup pada hari ………… tanggal ………… Jam ………… Pembukaan penawaran dilakukan pada: : Hari ……… Tanggal ………… Jam ……… a. Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) a. Evaluasi Administrasi Evaluasi administrasi hanya dilakukan pada hal-hal yang tidak dinilai pada penilaian kualifikasi. melalui website K/L/D/I..) penawaran. Waktu : Hari ……… Tanggal ……… Jam ……… b. Penyampaian BAPP termasuk Adendum Dokumen Pemilihan (jika ada) Salinan BAPP termasuk Adendum Dokumen Pemilihan (jika ada) dapat diambil oleh peserta pada tanggal . dst e. Evaluasi Dokumen Penawaran Sampul I (Administrasi dan Teknis) Evaluasi penawaran dengan berpedoman pada ketentuan peraturan yang berlaku. 1). Batas Dokumen Penawaran : Hari ……… tanggal ……… Jam …… : website K/L/D/I. 15. Penawaran yang dievaluasi Jumlah penawaran yang dievaluasi 55 = …… (. yaitu penawaran: . dan Dokumen Pemilihan.

.............. PT/CV........ PT/CV.. Unsur kualifikasi dan tenaga ahli. dst yaitu Penjelasan gugur/tidak lulus masing-masing peserta adalah sebagai berikut : (a) PT/CV ………… dinyatakan gugur administrasi karena ………… (b) PT/CV ………… dinyatakan gugur administrasi karena ………… (c) ………… dst Hasil evaluasi administrasi terlampir.... (b) Unsur-unsur yang dievaluasi: i....... PT/CV....... yaitu PT/CV. [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan] (c) Nilai ambang batas lulus persyaratan teknis = ............ b.............. PT/CV.. bobot . penawaran: 1.. Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi........1.... dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak…………..... [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan ] iii......... PT/CV.. 1)..... [diisi sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan]...... PT/CV.........) penawaran: 1. Jumlah penawaran yang dievaluasi 56 = …… (.................... 4......) penawaran........dst 2)...... Evaluasi Teknis.. dst..... terkait keraguan terhadap …………... ………… (c) .... yaitu penawaran: . Penawaran yang memenuhi syarat/lulus Jumlah penawaran yang dinyatakan memenuhi = syarat/lulus administrasi …… (.....) penawaran.. dst Jumlah penawaran yang dinyatakan gugur/tidak lulus = …… (.......... Unsur pendekatan dan metodologi................... Konfirmasi/Klarifikasi[dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan.. Evaluasi teknis dengan sistem nilai: (a) Persyaratan teknis minimal yang harus dipenuhi sesuai dengan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan. 3..... Unsur-unsur yang dievaluasi sesuai dengan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan.... dengan kesimpulan.. PT/CV. 3)....... 2............................ 2.. meliputi ......... .. [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan] ii. penawaran..... 3....... bobot ................ terkait keraguan terhadap …………....... Unsur pengalaman perusahaan..... bobot ............ PT/CV.......... 2).............. 3.. .. 2..... 4.. jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV…………........

.............. 3.................. 3.... ………… (c) ..... PT/CV... 2... Tempat : ………… Berita Acara Pembukaan Penawaran Sampul II (Harga) nomor………… tanggal ……… (terlampir)........ 18.. dst …… (.dst 3)............... PT/CV........... Peserta yang lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) dan diundang untuk memasukkan Dokumen Penawaran Sampul II sebagai berikut: NO NAMA PERUSAHAAN NPWP KETERANGAN 1 2 ...) penawaran....... ...... Undangan nomor ....... Jumlah dinyatakan memenuhi ambang = batas lulus …… (.... dengan kesimpulan.. PT/CV....... 17..... PT/CV......... tanggal ………….. yaitu penawaran: 1...... penawaran yang 4). dst.... .... 2....... Papan Pengumuman Resmi …………….. 3...... terkait keraguan terhadap …………. b..... tanggal………… s....1.......... PT/CV....... tanggal ... 4..... melalui: a...) penawaran........d.... Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis terlampir. yaitu penawaran: 1........ PT/CV...... tanggal………………..... jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV…………... Jumlah penawaran yang dinyatakan tidak memenuhi = ambang batas lulus Hasil evaluasi teknis terlampir.... PT/CV. dst Penetapan peringkat teknis terlampir.......... Website K/L/D/I tanggal …………………… dan Portal Pengadaan Nasional. dst 5)... Waktu b. 2......... PT/CV.. dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak…………... c. Pengumuman yang Lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) Pengumuman yang Lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) nomor …………... terkait keraguan terhadap ………….............. Konfirmasi/Klarifikasi [dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. 57 ... Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul II (Harga) Pembukaan penawaran Sampul II (Harga) dilakukan pada: : Hari ………… Tanggal ………… Jam ……… a.

Hasil evaluasi harga terlampir pada Laporan Evaluasi Penawaran. terkait keraguan terhadap ………….. dengan kesimpulan ………… (c) . nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor tertinggi. Evaluasi harga dilakukan kepada penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis (Sampul I). 20.. Unsur-unsur yang dievaluasi yaitu: …………… [diisi sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.. dst. 1 2 . dst b.. KESIMPULAN Berdasarkan hasil evaluasi kualifikasi. dst NAMA PERUSAHA AN NILAI HARGA BOBOT HARGA NILAI TEKNIS BOBOT TEKNIS NILAI TOTAL*) *) keterangan: 1). kewajaran penugasan tenaga ahli. 2)..19. Evaluasi Dokumen Penawaran Sampul II (Harga).. kewajaran penugasan tenaga pendukung (apabila ada).. d.. Koreksi Aritmatik [khusus untuk kontrak lumpsum tidak mengubah total harga penawaran] HARGA PENAWARAN TERMASUK PPN 10% PADA SAAT PEMBUKA AN NO NAMA PERUSAHAA N ( RP ) SETELAH KOREKSI ARITMATIK PERINGKAT SETELAH KOREKSI ARITMATIK KETERANGAN 1 2 . menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran teknis dan nilai penawaran biaya terkoreksi dengan cara perhitungan sebagai berikut: NILAI TOTAL = {Nilai/skor Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis} + {Nilai/skor Penawaran Biaya Terkoreksi x Bobot Penawaran Biaya}. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost)] c. Konfirmasi/Klarifikasi [dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV…………... evaluasi sampul I (administrasi dan teknis) dan evaluasi sampul II (harga). misal: kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration).. sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang lain secara proporsional. terkait keraguan terhadap …………. Perhitungan nilai kombinasi terbaik NO. a.. maka Kelompok Kerja (Pokja) berkesimpulan dan memutuskan untuk mengusulkan calon pemenang seleksi berdasarkan peringkat terbaik adalah : 58 .. dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak………….

.... ………………(termasuk PPN) 3..... CALON PEMENANG CADANGAN II Nama Perusahaan : …………………… Alamat Perusahaan : …………………… NPWP : …………………… Harga Penawaran terkoreksi : Rp..................... ……………… Kelompok Kerja (Pokja) ...... ........... 5........ .. .... CALON PEMENANG Nama Perusahaan Alamat Perusahaan NPWP Harga Penawaran terkoreksi : …………………… : …………………… : …………………… : Rp.... ………………(termasuk PPN) Demikian Berita Acara Hasil Evaluasi Seleksi ini dibuat dengan penuh rasa tanggung jawab untuk dipergunakan dalam penetapan pemenang sebagaimana mestinya...........1..... ………………. 2....... Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 6……………… 7……………… 59 ... CALON PEMENANGCADANGAN I Nama Perusahaan : …………………… Alamat Perusahaan : …………………… NPWP : …………………… Harga Penawaran terkoreksi : Rp................... ......... (termasuk PPN) 2.. ............................ 6. 3.. 4. …………….................. 1. ...... 7................. ..........

.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI BUKU 11 B : Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Mei 2011 MENTERI PEKERJAAN UMUM. ttd DJOKO KIRMANTO .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful