Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul

dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM,
Menimbang : a. bahwa pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi di bidang pekerjaan umum yang memenuhi tata nilai pengadaan dan kompetitif sangat diperlukan bagi ketersediaan infrastruktur yang berkualitas sehingga akan berdampak pada peningkatan pelayanan publik; bahwa dengan telah diterbitkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, perlu pengaturan mengenai tata cara pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang jelas dan komprehensif sehingga dapat menjadi pengaturan yang efektif dalam pengadaan barang/jasa pemerintah; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Menteri;

b.

c.

Mengingat

: 1.

2.

3.

4.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3955) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2010 (Lembaran Negara RI Tahun 2010 Nomor 157); Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Nomor 64 Tahun 2000, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3957) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2010 (Lembaran Negara RI Nomor 95 Tahun 2010); Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 65 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3957); Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;
i

yang dimaksud dengan : 1. Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. ii . Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah Pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran pemerintah. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. 11. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum. 8. 10. Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. 5. 3. 7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pekerjaan Umum. 2. menggunakan peralatan yang didesain khusus dan/atau pekerjaan yang bernilai diatas Rp100.Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan.000.000. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah Satuan Kerja yang menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai dari dana anggaran pemerintah. 11. 9. mempunyai risiko tinggi. 6. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009. Unit Layanan Pengadaan yang selanjutnya disebut ULP adalah unit organisasi yang berfungsi melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa yang ditetapkan oleh Menteri dan bersifat permanen. 7. 4. Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya. 8. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Pekerjaan Konstruksi/Jasa Konsultansi.00 (seratus milyar rupiah). 5. 6. Pekerjaan Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi. Jasa Konsultansi adalah jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). Pejabat Pengadaan adalah personil yang memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa yang melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa. 12. 9.000. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Kepala Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Kasatker adalah Kuasa Pengguna Anggaran dan/atau Barang. 10. Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 15/M-IND/PER/2/2011 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

(5) Menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan para pihak yang terkait. (2) Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang dananya bersumber dari pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari pinjaman atau hibah dalam negeri. kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan Pengadaan Barang/Jasa. Pasal 2 (1) Peraturan Menteri ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi.000. (3) Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung yang berakibat terjadinya persaingan tidak sehat. (4) Menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan tertulis para pihak. komisi. baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses Pengadaan Barang/Jasa.000 (seratus milyar rupiah) dan/atau yang bersifat kompleks sebelum di tandatangani oleh para pihak. Pasal 4 Para pihak yang terkait dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa harus mematuhi ketentuan sebagai berikut: (1) Melaksanakan tugas secara tertib. 14. Pejabat Eselon I atau Pimpinan Unit Kerja setara Eselon I adalah Sekretaris Jenderal/Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah. disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran. Ahli Hukum Kontrak adalah seorang/pejabat ahli yang dapat memberikan pendapat terhadap Kontrak untuk pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang bernilai di atas Rp 100. rabat dan berupa apa saja dari atau kepada iii . (2) Peraturan Menteri ini bertujuan agar pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi lebih operasional dan efektif. tidak menawarkan atau tidak menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah. (6) Menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam Pengadaan Barang/Jasa. 16.000.13. imbalan. serta menjaga kerahasiaan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa yang menurut sifatnya harus dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam Pengadaan Barang/Jasa. (2) Bekerja secara profesional dan mandiri. dan Direktur Jenderal/Deputi. dan (8) Tidak menerima. golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. Inspektur Jenderal. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat. Pasal 3 Ruang lingkup berlakunya Peraturan Menteri ini adalah untuk: (1) Pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang pembiayaannya baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari anggaran pembangunan pemerintah (pusat/daerah). 15. Kepala Badan. Kontrak kerja konstruksi adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara Pejabat Pembuat Komitmen dengan Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. (7) Menghindari dan mencegah penyalahgunaan wewenang dan/atau kolusi dengan tujuan untuk keuntungan pribadi.

000 (seratus milyar rupiah) dan jasa konsultansi yang bernilai diatas Rp 10.000. suku bunga berjalan dan/atau kurs tengah Bank Indonesia.000.000 (sepuluh milyar rupiah).siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa. f. dan/atau i. kualitas. biaya Kontrak sebelumnya atau yang sedang berjalan dengan mempertimbangkan faktor perubahan biaya.000. hasil perbandingan dengan Kontrak sejenis. d. e. daftar biaya/tarif Barang/Jasa yang dikeluarkan oleh pabrikan/distributor tunggal. iv .000. (2) Dalam melakukan evaluasi penawaran harus berpedoman pada tata cara/kriteria yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Pasal 5 Untuk pekerjaan konstruksi yang bernilai diatas Rp 100. (2) Dalam hal tidak diperoleh Ahli Hukum Kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 8 (1) Ahli Hukum Kontrak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 yang ditunjuk untuk memberikan pendapat hukum. terlebih dahulu harus memperoleh pendapat Ahli Hukum Kontrak. perkiraan perhitungan biaya yang dilakukan oleh konsultan perencana (engineer’s estimate). informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan. baik yang dilakukan dengan instansi lain maupun pihak lain. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menetapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) setelah Rencana Perkiraan Biaya yang disusun mendapat persetujuan dari Pejabat Eselon I. khusus untuk harga penawaran peserta lelang/seleksi di bawah 80% HPS wajib dilakukan evaluasi kewajaran harga dengan meneliti dan menilai konsistensi rincian/uraian Analisa Harga Satuan Pekerjaan Utama terhadap syarat teknis/spesifikasi sehingga tidak terjadi penyimpangan yang mempengaruhi lingkup. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh asosiasi terkait dan sumber data lain yang dapat dipertanggungjawabkan. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). b. harus berdasarkan persetujuan para pihak. Pasal 7 Kontrak untuk pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi yang bernilai di atas Rp 100. c. penandatanganan kontrak dilakukan setelah Dokumen Anggaran disahkan. Pasal 6 (1) Dalam rangka menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dilakukan berdasarkan metode pelaksanaan/kerja dan spesifikasi teknis dengan memperhatikan data harga pasar setempat. (9) Proses pelaksanaan pelelangan/seleksi harus segera dimulai setelah rencana kerja dan anggaran K/L/D/I disetujui DPR/DPRD sampai dengan penetapan pemenang. yang diperoleh berdasarkan hasil survey menjelang dilaksanakannya pengadaan dengan mempertimbangkan informasi yang meliputi: a. h. inflasi tahun sebelumnya. g. norma indeks yaitu tentang nilai harga terendah dan harga tertinggi dari suatu barang/jasa yang diterbitkan oleh instansi teknis terkait atau Pemerintah Daerah setempat.000 (seratus milyar rupiah) dan/atau yang bersifat kompleks sebelum di tandatangani oleh para pihak.000. dan hasil/kinerja serta diyakini dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.000.

6. Pasal 9 (1) Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi meliputi : a. Buku PK 06 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur (Ambang Batas) Kontrak Harga Satuan. 10. v . Buku PK 01 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. terdiri atas : 1. Buku PK 02 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Lump Sum. 2. Buku PK 05 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak Lump Sum. 9. Buku PK 03 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan. 11. Buku PK 03 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan. Buku PK 01 A Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung) Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan.maka pendapat hukum dapat diperoleh dari Tim Pendapat/Opini Hukum Kontrak. Buku PK 04 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. 4. 3. Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi. 7. 8. Buku PK 02 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Lump Sum. Buku PK 04 A Standar Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi (Pelelangan Umum/Pelelangan Terbatas) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur Kontrak Harga Satuan. Buku PK 05 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak Lump Sum. 5.

15.12. Buku PK 06 B Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Sistem Gugur (Ambang Batas) Kontrak Harga Satuan. 5. 2. Buku JK 09 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dengan Kontrak Harga Satuan. Buku JK 10 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Sum. Buku JK 11 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan. Buku JK 10 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Sum. 7. Buku PK 08 Pedoman Penyusunan Dokumen Pelelangan. Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konsultansi. Buku PK 07 B Pedoman Evaluasi Kualifikasi. 3. Buku JK 12 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum. 13. Buku JK 11 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan. Buku JK 09 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Harga Satuan. vi . Buku JK 12 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum. 10. terdiri atas : 1. Buku PK 07 A Standar Dokumen Kualifikasi Pekerjaan Konstruksi. Buku JK 13 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Harga Satuan. 4. 6. 8. Buku JK 13 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Harga Satuan. 9. b. 14.

dan lainnya. Buku JK 18 A Standar Dokumen Kualifikasi Jasa Konsultansi. Jenis pekerjaan pada kelompok ini yaitu supervisi/pengawasan pekerjaan fisik. vii . Buku JK 15 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Harga Satuan. 12. sertifikasi. Buku JK 19 Pedoman Penyusunan Dokumen Seleksi. manajemen kontrak. design. Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan untuk pekerjaan tunggal atau terintegrasi. 17. kajian. Harga Satuan. 21. Buku JK 17 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Perseorangan. pedoman. Buku JK 14 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Lump Sum. Buku JK 16 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Lump Sum. kontrak Lump Sum. 16.11. Buku JK 15 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Harga Satuan. Buku JK 18 B Pedoman Evaluasi Kualifikasi Jasa Konsultansi. telaah. (3) Kontrak pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi dapat menggunakan: a. 19. Buku JK 17 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi Perseorangan. 13. (2) Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi di bidang pekerjaan umum dilaksanakan sesuai dengan Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri ini. 15. monitoring dan evaluasi. kontrak Lump Sum Jasa Konsultansi didasarkan atas produk/keluaran (Output based) yang harus dihasilkan konsultan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR. dan lainnya. Jenis pekerjaan pada kelompok ini yaitu feasibility study. 14. survey. 20. petunjuk. study. Buku JK 16 B Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Biaya Terendah Kontrak Lump Sum. produk hukum. evaluasi. b. 18. Kontrak Harga Satuan Jasa Konsultansi didasarkan atas input (tenaga ahli dan biaya-biaya langsung terkait termasuk perjalanan dinas) yang harus disediakan konsultan (Input based) untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR. Buku JK 14 A Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi Pagu Anggaran Kontrak Lump Sum.

.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI BUKU 11 B : Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan .

.

................................... 17 B.......... PENYAMPAIAN....... 19 A......... PENGUMUMAN PERINGKAT TEKNIS……………………………………......................... KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA……………………… 19 C.. PENYAMPAIAN/PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN………………… 5 E. 2 C...................... 14 A... SERTA PEMBUATAN BAHS....... PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN………………………................ UNDANGAN KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA………...................... SELEKSI GAGAL…………………………………………………………… 23 B................................... SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING……………………………...... SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING .......... PENGUMUMAN. PENGAMBILAN.............. 19 B.. 6 F....................................................... PEMBERIAN PENJELASAN..... .. PEMBUKAAN...................... 4 D....................................................... 17 BAB VI KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI... PENGAMBILAN............. DAN EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN ... NEGOSIASI............ 17 A........ PENGERTIAN ISTILAH……………………………………………………….. 21 BAB VII SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL .... 23 A...................................... 36 BAB I i .DAFTAR ISI KETENTUAN UMUM ........ 14 BAB V PENETAPAN PEMENANG SELEKSI..................... TUJUAN……………………………………………………………………............ ............ UNDANGAN PEMBUKAAN SAMPUL II…………………………………… 14 B................. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN DOKUMEN SAMPUL II ..................................... PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II............................. UNDANGAN…………………………………………………………………3 B................ 1 A.................. PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS………………………………………… 13 B...... 1 B.... 13 BAB IV UNDANGAN..................... 3 C...... RUANG LINGKUP……………………………………………………………2 BAB II UNDANGAN................ PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS (SAMPUL I)………………………………………………………………….......................................... PEMBUATAN BERITA ACARA HASIL SELEKSI (BAHS)……………………. TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL………………………………………… 24 BAB VIII LAINLAIN-LAIN .................................. 13 A. 29 LAMPIRAN .................... 3 A....... ............... PENGAMBILAN DOKUMEN PEMILIHAN…………………………………......... 8 BAB III PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS .............. PENETAPAN PEMENANG…………………………………………………... EVALUASI DOKUMEN SAMPUL I…………………………………………............

.

6. terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara profesional dan dapat dilaksanakan. Pokja ULP (Kelompok Kerja Pokja ULP) adalah perangkat dari Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) yang berfungsi untuk melaksanakan Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi. 4. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran pemerintah. 16. 1 . Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. 13. 8.BAB I KETENTUAN UMUM A. Personil Inti adalah tenaga yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan untuk melaksanakan pekerjaan. 3. yang diterbitkan oleh PPK. 10. 15. Peserta seleksi adalah penyedia jasa yang mengikuti seleksi penyedia jasa yang telah lulus prakualifikasi dan masuk dalam daftar pendek konsultan (untuk prakualifikasi) atau mendaftar dan mengambil dokumen seleksi (untuk pascakualifikasi). Harga Perkiraan Sendiri Sendiri (HPS) adalah hasil perhitungan seluruh volume pekerjaan dikalikan dengan Harga Satuan ditambah dengan seluruh beban pajak dan keuntungan. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Jasa Konsultansi. 11. Dokumen Penawaran Penawaran adalah surat penawaran dan seluruh dokumen lampirannya termasuk dokumen kualifikasi (untuk pascakualifikasi). Jasa Konsultansi adalah jasa layanan professional yang membutuhkan keahlian tertentu di berbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). Dokumen Seleksi adalah dokumen yang ditetapkan oleh Pokja ULP yang memuat informasi dan ketentuan yang harus ditaati oleh para pihak dalam proses pengadaan jasa konsultansi. Jadwal Waktu Waktu Pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. 9. Substansi Penawaran Penawaran adalah hal-hal pokok dalam penawaran yang menentukan sah atau tidaknya penawaran yang dinyatakan dalam dokumen seleksi. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. Penyedia Penyedia Jasa adalah badan usaha atau orang perorangan yang kegiatan usahanya menyediakan/melaksanakan layanan jasa konsultansi. 12. 2. Pejabat Pengadaan adalah personil yang memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa yang melaksanakan Pengadaan Jasa Konsultansi. yang dimaksud dengan: 1. 7. 14. 5. Tanggal Mulai Kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). PENGERTIAN ISTILAH Dalam pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini.

20. adil/tidak diskriminatif.17. Pengadaan Jasa Konsultansi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang pembiayaannya baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari anggaran pembangunan pemerintah (pusat/daerah). 18. 54 Tahun 2010 dalam pelaksanaan pengadaan lebih operasional. Sebagai pedoman Kelompok Kerja (Pokja) Pokja ULP dalam melaksanakan evaluasi dokumen penawaran pengadaan pekerjaan jasa konsultansi. No. 4. C. efektif. 2. Pengadaan Jasa Konsultansi yang dananya bersumber dari pemerintah mencakup Pengadaan Jasa Konsultansi yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari pinjaman atau hibah dalam negeri. RUANG LINGKUP Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini digunakan untuk pelaksanaan seleksi dan evaluasi penawaran mencakup: 1. 21.I. terbuka dan bersaing. 19. Agar penerapan ketentuan Peraturan Presiden R. 3. dengan harga penawaran yang paling menguntungkan negara. transparan. Agar pelaksanaan pengadaan dilakukan secara efisien. dinyatakan dalam Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh PPK. B. Klarifikasi adalah kegiatan meminta penjelasan atas substansi penawaran yang kurang jelas dalam rangka evaluasi dokumen penawaran. Negosiasi adalah kegiatan untuk mencapai kesepakatan teknis maupun harga untuk melaksanakan pekerjaan. Untuk mendapatkan penyedia jasa yang diyakini mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik. Konfirmasi adalah kegiatan meminta penegasan terhadap hal-hal yang diperlukan. 2 . 2. TUJUAN Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Metode Kualitas dan Biaya dengan Prakualifikasi Dua Sampul Kontrak Harga Satuan ini disusun dengan tujuan: 1. Tanggal Penyelesaian Pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama pekerjaan selesai. dan akuntabel. Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan masa pemeliharaan berakhir.

sanggahan kualifikasi terbukti tidak benar. tidak ada sanggahan kualifikasi dari peserta. Evaluasi Teknis 3. N. tanggal. Pembukaan dan evaluasi dokumen sampul II. Sanggahan (apabila ada sanggahan). Pemberitahuan/Pengumuman Pemenang. UNDANGAN 1. Evaluasi Penawaran Sampul I 1. Penetapan Pemenang. b. masa sanggah kualifikasi berakhir. Undangan pembukaan dokumen sampul II. DAN EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN Pokja ULP agar melakukan penelitian/pemeriksaan terhadap proses pelelangan dengan tahapan sebagai berikut : A. 3. PENGAMBILAN DOKUMEN PEMILIHAN 1. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Penawaran E. Peserta mengambil Dokumen Pemilihan sesuai tempat. Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul I F. PENGAMBILAN. Pengambilan Dokumen Pemilihan C. P. 2. 2. Pada tahap pengambilan Dokumen Pemilihan. Pemberitahuan/pengumuman Peringkat Teknis I. K. L. PENYAMPAIAN. waktu dan tempat pengambilan Dokumen Pemilihan. M. Pokja ULP: a memberikan Dokumen Pemilihan dalam bentuk file (softcopy) dan/atau cetakan (hardcopy) kepada peserta yang diundang. Pembuatan Berita Acara Hasil Seleksi A. Pembuatan Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis G. Undangan B. PEMBERIAN PENJELASAN. dan waktu pengambilan yang ditentukan dalam undangan. Pokja ULP mengundang peserta yang lulus kualifikasi dan tercantum dalam penetapan daftar pendek (short list) untuk mengambil Dokumen Pemilihan dengan ketentuan: a.BAB II UNDANGAN. atau c. PEMBUKAAN. Pemberian Penjelasan D. J. Peserta yang diundang berhak mengambil Dokumen Pemilihan. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya Q. hari. dan 3 . Penetapan Peringkat Teknis H. B. Sanggahan banding (apabila ada sanggah banding) O. Undangan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. Undangan mencantumkan hari. tanggal. Evaluasi Administrasi 2.

c cara penyampaian Dokumen Penawaran. perubahan substansi dokumen. harus dijelaskan kepada peserta mengenai: a Kerangka Acuan Kerja. i ketentuan tentang penyesuaian harga. harus mendapatkan persetujuan PPK sebelum dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan. Seseorang dilarang mewakili lebih dari 1 (satu) perusahaan dalam pengambilan Dokumen Pemilihan. k perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (jika diperlukan). b C. l Pra Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (Pra RK3K). 2. Apabila dalam BAPP sebagaimana dimaksud pada angka 6 terdapat halhal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung. Apabila dipandang perlu. 3. 7. hasil peninjauan lapangan. Apabila tidak ada satu pun peserta yang hadir atau yang bersedia menandatangani BAPP maka BAPP cukup ditandatangani oleh anggota Pokja ULP yang hadir. dihadiri oleh para peserta yang diundang. e jadwal pemasukan dan pembukaan Dokumen Penawaran. Ketidakhadiran peserta pada saat pemberian penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. Apabila PPK tidak sependapat dengan usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada angka 9 di atas. h jenis kontrak yang akan digunakan. dan: 4 . 8.dapat mengunggah (upload) Dokumen Pemilihan melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh (download) oleh peserta. Perubahan rancangan kontrak dan/atau ruang lingkup kegiatan dan/atau kualifikasi tenaga ahli dan/atau total nilai HPS. g hal-hal yang menggugurkan penawaran. 5. 6. 9. b metode pemilihan. f metode dan tata cara evaluasi. Pemberian penjelasan isi Dokumen Pemilihan. serta keterangan lain dituangkan dalam Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP) yang ditandatangani oleh anggota Pokja ULP dan minimal 1 (satu) wakil dari peserta yang hadir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan. jawaban dari Pokja ULP. 4. PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN 1. pertanyaan dari peserta. Dalam pemberian penjelasan. j ketentuan dan cara sub kontrak sebagian pekerjaan kepada Usaha Mikro. d kelengkapan yang harus dilampirkan bersama Dokumen Penawaran. Pokja ULP dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan peninjauan lapangan. dan tingkat risiko pekerjaan (tinggi/sedang/kecil). Pokja ULP dilarang memungut biaya apapun kepada peserta. Pemberian penjelasan dilakukan di tempat dan pada waktu yang ditentukan. 10. Usaha Kecil dan koperasi kecil. apabila ada. maka Pokja ULP menuangkan ke dalam Adendum Dokumen pemilihan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan. maka Pokja ULP menyampaikan keberatan PPK kepada PA/KPA untuk diputuskan. 3. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pemberian penjelasan menunjukkan tanda pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP 4.

dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (seperti Pra Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (Pra RK3K) dan daftar barang yang diimpor. b.a jika PA/KPA sependapat dengan PPK. Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada). surat penawaran yang di dalamnya mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi tidak mencantumkan penawaran biaya. d. Dalam Adendum Dokumen Pemilihan. Sampul II (biaya) yang terdiri dari: a. Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). Pokja ULP diwajibkan untuk menyediakan salinan BAPP dan Adendum Dokumen Pemilihan (apabila ada) dan dapat mengunggah dokumen tersebut melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh oleh peserta. d. dokumen penawaran teknis. rekapitulasi penawaran biaya. 2. Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan maka ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang berlaku adalah yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan awal. c. e. Peserta menyampaikan langsung Dokumen Penawaran kepada Pokja ULP sesuai jadwal yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (apabila ada). Metode penyampaian/pemasukan dan tata cara pembukaan Dokumen Penawaran harus mengikuti ketentuan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan. 5. Sampul I (administrasi dan teknis). 13. 6. 12. b jika PA/KPA sependapat dengan Pokja ULP. tidak dilakukan perubahan. terdiri dari: dokumen asli 1 (satu) rangkap dan salinannya 2 (dua) rangkap ditandai “ASLI” dan “REKAMAN”. surat penawaran biaya yang didalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan total biaya penawaran (masa berlaku dalam surat penawaran biaya tidak berpengaruh terhadap penawaran biaya). c. dan Pokja ULP memasukkan ke dalam kotak/tempat pemasukan. D. surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan). Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). 11. b. 4. meliputi: a. Pokja ULP memberitahukan kepada seluruh peserta untuk mengambil salinan Adendum Dokumen Pemilihan. PENYAMPAIAN PENYAMPAIAN/PEMASUKAN /PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 1. (apabila ada)). 14. serta memerintahkan Pokja ULP untuk membuat dan mengesahkan Adendum Dokumen Pemilihan. PA/KPA memutuskan perubahan dan bersifat final. 5 . dan e. 3. Dokumen Penawaran terdiri dari Sampul I dan Sampul II. Pokja ULP dapat memberikan tambahan waktu pemasukan Dokumen Penawaran. Dokumen Penawaran disampaikan sebanyak 3 (tiga) rangkap.

Pengembalian Dokumen Penawaran disertai dengan bukti serah terima. Pokja ULP segera memberitahukan kepada peserta yang bersangkutan untuk mengambil kembali seluruh Dokumen Penawaran. 16. Pokja ULP menolak dokumen dari peserta yang tidak tercantum dalam Daftar Pendek (short list) yang diundang. Tidak diperkenankan mengubah tempat dan waktu batas akhir pemasukan penawaran kecuali keadaan kahar. salah satu anggota pokja ULP menutup pemasukan penawaran dengan mencoret tepat di bawah daftar peserta terakhir serta membubuhkan tanda tangan. Dalam hal Dokumen Penawaran disampaikan melalui pos/jasa pengiriman. Segera setelah batas akhir penyampaian penawaran. 13. menolak Dokumen Penawaran yang terlambat dan/atau sebagian tambahan Dokumen Penawaran. 9. dan b. pengubahan atau penambahan Dokumen Penawaran harus disampaikan secara tertulis dan disampul serta diberikan tanda dengan penambahan pencantuman kata “PENARIKAN”. 4. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan Dokumen Penawaran menunjukkan tanda pengenal dan surat penugasan kepada Pokja ULP. penggantian. 3. apabila terlambat diterima. 8. maka sampul penutup dimasukkan ke dalam sampul luar yang mencantumkan nama paket pekerjaan dan alamat Pokja ULP. 14. Apabila terpaksa dilakukan perubahan tempat dan waktu penutupan pemasukan penawaran maka perubahan tersebut harus dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan dan disampaikan kepada seluruh peserta. Penarikan. serta membuka Dokumen Penawaran yang masuk. Dokumen Penawaran dibuka di hadapan peserta pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. Ketidakhadiran peserta pada saat pembukaan Dokumen Penawaran tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. 17. Pokja ULP menolak semua dan/atau sebagian tambahan Dokumen Penawaran yang masuk setelah batas akhir pemasukan penawaran.7. Pokja ULP membuat tanda terima Dokumen Penawaran. Pokja ULP membuat daftar peserta yang memasukkan penawaran. E. 10. sesuai dengan isi sampul tanpa mengambil Dokumen Penawaran yang sudah disampaikan sebelumnya. Peserta dapat menyampaikan Dokumen Penawaran melalui pos/jasa pengiriman dengan ketentuan sudah diterima Pokja ULP sebelum batas akhir pemasukan penawaran dan segala risiko keterlambatan dan kerusakan menjadi risiko peserta. 2. “PENGUBAHAN” atau “PENAMBAHAN”. 15. Pokja ULP mencatat waktu dan tanggal penerimaan Dokumen Penawaran pada sampul luar dan memasukkan ke dalam kotak/tempat pemasukan. Pokja ULP menyatakan kepada peserta bahwa saat pemasukan penawaran telah ditutup sesuai waktunya. 12. Apabila tidak ada peserta atau hanya ada 1 (satu) peserta sebagai saksi. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS (SAMPUL I) 1. 6 . Pokja ULP membuka sampul luar untuk mengetahui alamat peserta. 11. Pada batas akhir pemasukan penawaran. Untuk Dokumen Penawaran yang diterima melalui pos/jasa pengiriman: a. maka Pokja ULP menunda pembukaan Dokumen Penawaran selama 2 (dua) jam. “PENGGANTIAN”.

tanda tangan anggota Pokja ULP dan wakil peserta yang hadir atau saksi yang ditunjuk oleh Pokja ULP bila tidak ada saksi dari peserta. Dokumen Penawaran dengan sampul bertanda “PENARIKAN”. 10. jumlah sampul I yang lengkap dan tidak lengkap. d. pengubahan. 8. 6. 17. d. surat penawaran yang di dalamnya mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi tidak mencantumkan penawaran biaya. b. Berita Acara ditandatangani oleh anggota Pokja ULP yang hadir dan 2 (dua) orang saksi. Pokja ULP segera membuat Berita Acara Pembukaan Sampul I yang sekurangkurangnya memuat: a. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (seperti Pra RK3K. jumlah Dokumen Penawaran yang masuk. 7 . 15. daftar barang yang diimpor. 11. 14. hanya ada 1 (satu) atau tidak ada peserta sebagai saksi. Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan sampul I. Pokja ULP membuka kotak/tempat pemasukan dokumen dihadapan para peserta. yang meliputi: a. dan penambahan untuk sampul II. apabila dokumen dimaksud telah disusuli dokumen dengan sampul bertanda “PENARIKAN”. dan menunjukkan dihadapan peserta mengenai kelengkapan sampul I. serta memaraf sampul II termasuk sampul penarikan. 16. memeriksa. 9. 18. Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) maka seleksi dinyatakan gagal. penggantian. apabila dipersyaratkan). maka pembukaan Dokumen Penawaran tetap dilanjutkan dengan menunjuk saksi tambahan di luar Pokja ULP yang ditunjuk oleh Pokja ULP. kelainan-kelainan yang dijumpai dalam Dokumen Penawaran (apabila ada). keterangan lain yang dianggap perlu. Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan kecuali untuk peserta yang terlambat memasukkan penawaran. atau ”PENAMBAHAN” harus dibuka dan dibaca terlebih dahulu. ”PENGGANTIAN”. Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada). Setelah dibacakan dengan jelas. dan e. surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan). e. Sampul luar Penawaran (yang berisi sampul I dan sampul II) dibuka di hadapan peserta pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. 12. c. Salah satu anggota Pokja ULP bersama 1 (satu) saksi memaraf sampul I asli yang bukan miliknya. Pokja ULP membuka sampul I di hadapan peserta kemudian dijadikan lampiran Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis. tanggal pembuatan berita acara. 13.5. 7. Apabila setelah ditunda 2 (dua) jam. maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas di dalam Berita Acara. Dokumen Penawaran yang telah masuk tidak dibuka. ”PENGUBAHAN”. c. Pokja ULP meneliti isi kotak/tempat pemasukan dokumen dan menghitung jumlah sampul Dokumen Penawaran yang masuk dihadapan peserta. dan f. b. Pokja ULP membuka. Sampul II yang berisi data harga tidak boleh dibuka dan sampulnya diparaf oleh Pokja ULP dan wakil peserta seleksi dari perusahaan yang berbeda sebelum disimpan kembali oleh Pokja ULP. dokumen penawaran teknis.

j. Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap Sampul I yang meliputi: 1). dan hasil/kinerja pekerjaan. Pokja ULP dilarang menggugurkan penawaran dengan alasan: 1). 2). para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada Pokja ULP selama proses evaluasi. g. 8 . d. maka: 1). Evaluasi dilakukan terhadap kelengkapan data administrasi. Pokja ULP dan/atau peserta dilarang menambah. tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat. Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang hadir tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis dan Pokja ULP dapat mengunggah salinan tersebut melalui website K/L/D/I yang dapat diunduh oleh peserta. dan/atau mengubah kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. dan ruang lingkup serta kualifikasi tenaga ahli yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. peserta yang terlibat dimasukan dalam Daftar Hitam baik badan usahanya maupun pengurusnya. penyimpangan dari Dokumen Pemilihan yang mempengaruhi lingkup. penawaran teknis dan penawaran biaya. misalnya warna sampul dan/atau surat penawaran tidak berkop perusahaan. dan 2). 20. EVALUASI DOKUMEN SAMPUL I 1. Pokja ULP dilarang menambah. c. Pokja ULP dan/atau PPK dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta. f. penawaran dari peserta dengan persyaratan tambahan di luar ketentuan Dokumen Pemilihan yang akan menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan/atau tidak adil diantara peserta yang memenuhi syarat. Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis. i. kesalahan yang tidak substansial. kualitas. evaluasi teknis. mengganti dan/atau mengubah isi sampul I.19. mengurangi. dan/atau 2). h. e. penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah: 1). F. b. dan/atau 2). ketidakhadiran dalam pemberian penjelasan dan/atau pembukaan penawaran. Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap semua penawaran berdasarkan ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan dalam dokumen pemilihan. anggota Pokja ULP dan/atau PPK yang terlibat persekongkolan diganti dan dikenakan sanksi administrasi dan/atau pidana. syarat-syarat. mengganti. mengurangi. penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/ persekongkolan) antara peserta. KETENTUAN UMUM Dalam melakukan evaluasi penawaran perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. evaluasi administrasi.

Surat kuasa (apabila dikuasakan): (1). sepanjang tidak mengubah substansi penawaran. c. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. Evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi. b. (3). syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pemilihan dipenuhi/dilengkapi. f. 2. PokjaPokja ULP dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. EVALUASI ADMINISTRASI a. 4). apabila: 1).3). kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. Untuk dokumentasi Pokja ULP. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi (gugur/tidak gugur). Dalam hal seleksi umum. (2). jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. apabila tidak ada peserta lainnya sebagaimana dimaksud pada angka 3). b). maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis. dokumen asli yang mengakibatkan gugurnya penawaran disimpan oleh Pokja ULP. (c). yang meliputi: a). Dalam hal kemitraan. jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. dari direktur utama/pimpinan perusahaan. proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan peserta lainnya yang tidak terlibat yang mempunyai nilai kualifikasi teknis paling tinggi (apabila ada). d. (2). atau (d). direktur utama/pimpinan perusahaan. surat penawaran : (1). maka syarat-syarat lainnya yang diperlukan agar diminta dan dievaluasi pada saat prakualifikasi dan tidak perlu dilampirkan pada sampul I. (3). surat kuasa ditandatangani oleh anggota kemitraan yang diwakili menurut perjanjian kerjasama. ditandatangani oleh : (a). 2). maka seleksi dinyatakan gagal. e. untuk menghindari kesalahan-kesalahan kecil yang dapat menggugurkan penawaran. dan (4). (b). dan 9 . Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan evaluasi teknis. bertanggal.

acuan yang digunakan untuk pembobotan sebagai berikut: a). Jumlah (100 %). 2). 5). penilaian dilakukan atas: 1). c). Apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. 2). penilaian juga dilakukan terhadap jumlah pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh peserta. untuk jasa studi analisis perlu diberikan penekanan kepada pengalaman perusahaan dan pendekatan metodologi. kualifikasi tenaga ahli (50 – 70 %)*). 3). yang menunjukkan kinerja perusahaan peserta yang 10 . d). penekanan lebih diberikan kepada kualifikasi tenaga ahli. Pengalaman Perusahaan. b). Dokumen penawaran teknis dan penawaran biaya bagi penawaran yang dinyatakan gugur administrasi dapat diambil kembali oleh peserta yang bersangkutan. 4). 3). lingkup dan data pekerjaan yang dilaksanakan secara singkat. 3. pendekatan dan metodologi (20 – 40 %)*). nilai. EVALUASI TEKNIS. Unsur-unsur yang dievaluasi harus sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. *) Bobot masing-masing unsur sebagaimana yang telah ditetapkan pada kriteria evaluasi dalam dokumen pemilihan. a. Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. dengan ketentuan: 1). penilaian dilakukan sesuai pembobotan dari masing-masing unsur yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. d. pendekatan dan metodologi. dan waktu pelaksanaan (menyebutkan bulan dan tahun). pengalaman tersebut diuraikan secara jelas dengan mencantumkan informasi: nama pekerjaan yang dilaksanakan. pengalaman perusahaan (10 – 20 %)*). c. pengalaman perusahaan peserta dalam melaksanakan pekerjaan sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam KAK untuk 10 (sepuluh) tahun terakhir. unsur-unsur pokok yang dinilai adalah: pengalaman perusahaan.g. serta kualifikasi tenaga ahli. pengalaman perusahaan peserta harus dilengkapi dengan referensi dari pengguna jasa. disamping untuk mengukur pengalaman juga dapat dipergunakan untuk mengukur kemampuan/kapasitas peserta yang bersangkutan dalam melaksanakan tugasnya. b. pemberi tugas. pengalaman kerja di Indonesia dan/atau di lokasi proyek mendapat tambahan nilai. 4). sedangkan untuk jasa supervisi dan perencanaan teknis. Evaluasi penawaran teknis dilakukan dengan cara memberikan nilai angka tertentu pada setiap kriteria yang dinilai dan bobot yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. h. dalam rentang tersebut di atas didasarkan pada jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan. lokasi. maka seleksi dinyatakan gagal. penetapan bobot yang digunakan untuk masing-masing unsur. kemudian membandingkan jumlah perolehan nilai dari para peserta.

tingkat pendidikan. persyaratan. pengalaman melaksanakan di lokasi proyek/kegiatan. f. sertifikat keahlian/profesi yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang mengeluarkan. dibuktikan dengan salinan ijazah. Pendekatan dan Metodologi. e. serta jumlah tenaga yang telah diindikasikan di dalam KAK. d). Kualifikasi Tenaga Ahli. jenis keahlian serta jumlah tenaga ahli yang diperlukan. c). sub unsur yang dinilai pada tenaga ahli. orang bulan (person-month) tenaga ahli. dan laporan-laporan. penilaian dilakukan atas: 1). fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan sejenis. pengalaman kerja profesional seperti yang disyaratkan dalam KAK. pemahaman perusahaan peserta atas lingkup pekerjaan/jasa layanan yang diminta dalam KAK. uraian tugas. penilaian terutama meliputi: pengertian terhadap tujuan proyek/kegiatan. penilaian meliputi antara lain: analisis. dan hasil kerja.bersangkutan selama 10 (sepuluh) tahun terakhir. yaitu lulusan perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah lulus ujian negara atau yang telah diakreditasi. konsistensi antara metodologi dengan rencana kerja. b). hasil kerja (deliverable). program kerja. kualitas metodologi. antara lain: a). antara lain: a). b). didukung dengan referensi dari pengguna jasa. jadwal penugasan. sub unsur yang dinilai antara lain: a). perhitungan teknis. seperti sertifikat ahli arsitek yang dikeluarkan oleh Ikatan Arsitek Indonesia. apresiasi terhadap inovasi. d). tanggapan terhadap KAK khususnya mengenai data yang tersedia. organisasi. kebutuhan jumlah orang bulan. pemahaman atas sasaran/tujuan. jangka waktu pelaksanaan laporan-laporan yang disyaratkan. 2). penilaian terutama meliputi: ketepatan menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap mengacu kepada persyaratan KAK. kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. gambar-gambar kerja. dan kebutuhan fasilitas penunjang. sesuai dengan keahlian/profesi yang disyaratkan dalam KAK. atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi. penilaian dilakukan atas: 1). dan pengenalan lapangan. kualitas metodologi. pengalaman manajerial dan fasilitas utama. Bagi tenaga ahli yang diusulkan sebagai pemimpin/wakil pemimpin pelaksana pekerjaan (team leader/co team leader) dinilai pula pengalaman sebagai pemimpin/wakil pemimpin tim. jadwal pekerjaan. peserta yang mengajukan gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK diberikan nilai lebih. 11 . c). 2). b). lingkup serta jasa konsultansi yang diperlukan (aspek-aspek utama yang diindikasikan dalam KAK). pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. spesifikasi teknis. Sub unsur yang dinilai. tenaga ahli yang diusulkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan jenis keahlian. c).

Apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka seleksi dinyatakan gagal. dan kondisi (custom) setempat. 5). Bagi penyedia jasa yang nilainya di bawah nilai ambang lulus. bahasa Indonesia (bagi konsultan Asing). tanggal dibuatnya Berita Acara. aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis termasuk alasan ketidaklulusan peserta. lain-lain: penguasaan bahasa Inggris. 7). ambang batas nilai teknis. nama seluruh peserta. aturan. i. 6). keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu mengenai pelaksanaan seleksi. situasi. Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Hasil Evaluasi Sampul I yang palingsedikit memuat: 1). j. 3). dimasukkan dalam peringkat teknis. Hasil evaluasi teknis harus melewati ambang batas nilai teknis (passing grade) yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. Ambang Lulus (passing grade) Nilai ambang lulus dengan rentang 60 – 75 atau ditentukan lain oleh Pokja ULP dengan memperhatikan tingkat kesulitan teknis dan kompleksitas pekerjaan ditetapkan oleh Pokja ULP dalam dokumen seleksi. h. bahasa setempat. nilai evaluasi teknis diurutkan mulai dari nilai tertinggi. 12 . Bagi penyedia jasa yang nilainya sama atau di atas nilai ambang lulus. 2). dinyatakan gugur. pernyataan bahwa seleksi gagal apabila tidak ada penawaran yang memenuhi syarat. dan 8).d). jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. g. Personil yang menguasai/memahami aspek-aspek tersebut di atas diberikan nilai lebih tinggi. 4).

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). usulan penetapan urutan peringkat teknis peserta ditembuskan kepada PPK dan APIP K/L/D/I.00 (sepuluh miliar rupiah) setelah mendapat usulan dari Pokja ULP. maka Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi atau Kepala Daerah secara tertulis memerintahkan evaluasi ulang atau menyatakan seleksi gagal.BAB III PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS A. c. dan d. yang sekurang-kurangnya memuat: a. ambang batas nilai teknis. 4. Nomor Pokok Wajib Pajak. b.000. Dokumen Penawaran dari peserta dengan peringkat teknis terbaik dan peringkat teknis terbaik ke 2 dan ke 3 yang telah diparaf anggota Pokja ULP dan 2 (dua) wakil peserta. PENETAPAN PERINGKAT TEKNIS 1. dan d. untuk nilai sampai dengan Rp10. Berita Acara Evaluasi Sampul I. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi menetapkan Peringkat Teknis untuk nilai seleksi di atas Rp10. PENGUMUMAN PERINGKAT TEKNIS Pokja ULP memberitahukan penetapan peringkat teknis kepada seluruh peserta. b.000. nama peserta serta nilai teknis yang diperoleh. B. 2. c. b. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis. BAPP. serta diumumkan di website K/L/D/I dan ditempel papan pengumuman resmi untuk masyarakat. d. 3. Dokumen Pemilihan beserta adendum (apabila ada). Data pendukung yang diperlukan untuk menetapkan peringkat teknis adalah: a.00 (sepuluh miliar rupiah). dan e. c. apabila Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi tidak setuju dengan usulan Pokja ULP.000. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis (kelulusan/penjelasan ketidaklulusan). nama dan alamat peserta. b.000.000. ULP membuat Surat Penetapan Urutan Peringkat Teknis berdasarkan Berita Acara Evaluasi Penawaran Administrasi dan Teknis. Penetapan peringkat teknis disusun sesuai dengan urutannya dan harus memuat: a. dengan ketentuan: a. nilai teknis.000. 13 . nama paket pekerjaan dan nilai paket pekerjaan. Untuk penetapan peringkat teknis dalam hal ULP permanen belum terbentuk maka pengaturan dan kewenangan penetapan pemenang diatur oleh masingmasing K/L/D/I.

dengan ketentuan: a. dan waktu pembukaan sampul II. Unsur-unsur yang perlu diteliti dan dinilai dalam evaluasi penawaran biaya dilakukan terhadap: a. 4. Pokja ULP menyampaikan undangan kepada peserta dengan peringkat teknis terbaik yang lulus ambang batas nilai teknis untuk menghadiri acara pembukaan sampul II dengan ketentuan: a. tanda pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP. Pokja ULP melakukan Koreksi Aritmatik terhadap penawaran biaya. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). 6. tidak ada sanggahan dari peserta. dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah. Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan sampul II menunjukkan 3. 2. dan harga satuan pada surat penawaran tetap dibiarkan kosong. 8. hari.BAB IV UNDANGAN. apabila ada perbedaan penulisan nilai penawaran biaya antara angka dan huruf maka nilai yang diakui adalah nilai hasil Koreksi Aritmatik. Pokja ULP membuka. d. b. atau c. b. b. rekapitulasi penawaran biaya. kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga satuan. c. UNDANGAN PEMBUKAAN PEMBUKAAN SAMPUL II 1. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan (apabila ada). harus dilakukan pembetulan. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain. dan 2) rincian Biaya Langsung Non Personil (direct reimbursable cost). PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II A. memeriksa dan menunjukkan dihadapan peserta yang diundang mengenai kelengkapan sampul II yang meliputi: a. Undangan mencantumkan tempat. Pokja ULP membuka kotak/tempat pemasukan Dokumen Penawaran dihadapan peserta yang diundang. 2. tanggal. PEMBUKAAN DAN EVALUASI DOKUMEN SAMPUL II 1. masa sanggah dan/atau masa sanggah banding berakhir. sanggahan dan/atau sanggahan banding terbukti tidak benar. rincian penawaran biaya yang terdiri dari: 1) rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). Sampul II dibuka di hadapan peserta yang diundang pada waktu dan tempat sesuai undangan. 14 . Total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu anggaran tidak menggugurkan penawaran sebelum dilakukan negosiasi biaya. Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran biaya dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. 7. surat penawaran biaya yang di dalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan biaya penawaran. B. c. 5.

Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Pembukaan dan Hasil Evaluasi Sampul II yang sekurang-kurangnya memuat: a. Pada saat menyusun Dokumen Pemilihan. keterangan lain yang dianggap perlu. Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang diundang tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. 3) penugasan tenaga pendukung. c. dan 4) biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost).bobot penawaran biaya antara 0. nama peserta. 10.bobot penawaran teknis antara 0. 2) penugasan tenaga ahli. PBt = penawaran biaya terendah. kesimpulan tentang kewajaran: 1) biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). catatan: pembobotan nilai/skor teknis dan biaya sesuai dengan bobot yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran teknis dan nilai penawaran biaya terkoreksi dengan cara perhitungan sebagai berikut: NILAI AKHIR = {Nilai/skor Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis} + {Nilai/skor Penawaran Biaya Terkoreksi x Bobot Penawaran Biaya}. f. 11. kewajaran penugasan tenaga pendukung. b. PBn = penawaran biaya di atasnya. sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang lain secara proporsional. dengan ketentuan sebagai berikut: a. PokjaULP melakukan perhitungan kombinasi teknis dan biaya.60 sampai 0. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: NBt = (PBt / PBt) x 100 NBn = (PBt / PBn) x 100 dimana : NBt = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya terendah. besaran usulan biaya dan biaya terkoreksi. d. e. . c. 12. nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor tertinggi. Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan sampul II. kewajaran penugasan tenaga ahli. acuan yang digunakan untuk pembobotan sesuai dengan rentang sebagai berikut: . NBn = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya yang di atasnya. 13.b.40. tanggal dibuatnya Berita Acara. d. 15 . maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas dalam Berita Acara. kelengkapan isi sampul II. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). 9. b.80.20 sampai 0.

Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih peserta mendapatkan nilai gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya yang sama. nilai/skor gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya. g). penugasan tenaga ahli.14. biaya d). teknis. tanggal pembuatan berita acara. nilai/skor penawaran: (1). penugasan tenaga pendukung. tanda tangan anggota Pokja ULP dan wakil peserta. (3). c). maka penentuan peringkat peserta didasarkan pada perolehan nilai teknis yang lebih tinggi. PokjaULP membuat dan menandatangani Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya yang sekurang-kurangnya memuat: a). e). nama dan alamat peserta. biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration). Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. kesimpulan tentang kewajaran: (1). besaran usulan biaya dan biaya terkoreksi. h). biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). (2). dan (2). 16 . dan hal ini dicatat dalam Berita Acara. 16. b). f). dan (4). 15. keterangan lain yang dianggap perlu.

Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi.000. direktur utama/ pimpinan perusahaan.000. 2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). 2.000. 3. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING 1. disertai bukti terjadinya penyimpangan.000. ditanda tangani oleh : a. b. 17 . dengan tembusan kepada PPK. PENETAPAN PEMENANG PEMENANG 1. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi membuat Surat Penetapan Pemenang untuk nilai seleksi di atas Rp10. nama paket pekerjaan dan nilai paket pekerjaan. B.000. c. Peserta dapat menyampaikan sanggahan secara tertulis atas penetapan pemenang kepada Pokja ULP dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman pemenang. dan nilai gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya.00 (sepuluh miliar rupiah) setelah mendapat usulan dari ULP. e. Penetapan pemenang seleksi disusun sesuai dengan urutannya dan harus memuat: a. Untuk penetapan pemenang dalam hal ULP permanen belum terbentuk maka pengaturan dan kewenangan penetapan pemenang diatur oleh masing-masing K/L/D/I. dengan ketentuan: a. Dokumen Pemilihan beserta adendum (apabila ada).BAB V PENETAPAN PEMENANG SELEKSI. c. nama dan alamat peserta. dan APIP K/L/D/I. 4. Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama dengan peserta lain. b. dan 6. 5. b. BAPP. ULP membuat Surat Penetapan Pemenang Seleksi yang memperoleh nilai kombinasi penawaran teknis dan penawaran biaya yang terbesar/tertinggi berdasarkan Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya untuk nilai sampai dengan Rp10.000. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING A. Berita Acara Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya. maka Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi secara tertulis memerintahkan evaluasi ulang atau menyatakan seleksi gagal. Dokumen Penawaran dari peserta dengan nilai kombinasi terbesar/tertinggi dan nilai kombinasi terbesar/tertinggi ke 2 dan ke 3 yang telah diparaf anggota pokja ULP dan 2 (dua) wakil peserta.00 (sepuluh miliar rupiah). Penetapan pemenang seleksi terdiri dari 1 (satu) pemenang dan paling banyak 2 (dua) pemenang cadangan yaitu peserta lain yang mendapatkan nilai kombinasi tertinggi berikutnya. usulan penetapan urutan penetapan pemenang peserta ditembuskan kepada PPK dan APIP K/L/D/I. penawaran biaya setelah dikoreksi aritmatik. d. apabila Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi tidak setuju dengan usulan ULP. PENGUMUMAN. Data pendukung yang diperlukan untuk menetapkan pemenang adalah: a.

dan/atau c. Apabila sanggahan dinyatakan benar maka Pokja ULP menyatakan seleksi gagal. Jawaban sanggahan banding bersifat final. 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. 5. 10. penerima kuasa dari direktur utama/ pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. 3. APIP K/L/D/I 8. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama.b. Pokja ULP. 18 . Rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya persaingan usaha yang sehat. dengan tembusan kepada PPK. Penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP dan/atau pejabat yang berwenang lainnya. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti. Penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 7. dapat mengajukan sanggahan banding sesuai dengan substansi sanggahan secara tertulis kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima jawaban sanggahan. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan bukti otentik. 6. b. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti sebagai pengaduan serta tidak menghentikan proses seleksi. Peserta sebagaimana yang dimaksud angka 2 dan 3 apabila tidak sependapat dengan jawaban sanggahan dari Pokja ULP. Sanggahan yang disampaikan bukan dari peserta yang dimaksud angka 2 dan 3 atau disampaikan bukan kepada Pokja ULP atau disampaikan diluar masa sanggah. atau d. c. Peserta yang akan melakukan sanggahan banding harus memberikan Jaminan Sanggahan Banding yang ditujukan kepada Pokja ULP sebesar sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan dengan masa berlaku 20 (dua puluh) hari kerja sejak tanggal pengajuan sanggahan banding. 4. 11. Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama dengan peserta lain apabila terjadi penyimpangan prosedur meliputi: a. Sanggahan banding yang disampaikan bukan dari peserta sebagaimana yang dimaksud dalam angka 2 dan 3 atau disampaikan bukan kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi atau disampaikan dan diterima oleh Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi di luar masa sanggah banding. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi wajib memberikan jawaban secara tertulis atas semua sanggahan banding paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah surat sanggahan banding diterima. 9. Sanggahan banding menghentikan proses seleksi. Pokja ULP wajib memberikan jawaban tertulis atas semua sanggahan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima surat sanggahan.

2. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan untuk: a meyakinkan kejelasan teknis dan biaya. SERTA PEMBUATAN BAHS A. cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja. tanggal. organisasi pelaksanaan. dan fasilitas penunjang. c d 2. hari.BAB VI KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI. dengan memperhatikan kesesuaian antara bobot pekerjaan dengan tenaga ahli dan/atau tenaga pendukung yang ditugaskan. atau pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. B. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. jadwal penugasan personil. serta mempertimbangkan kebutuhan perangkat/fasilitas pendukung yang proporsional guna pencapaian hasil kerja yang optimal. Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi terutama: a b c d e f g h lingkup dan sasaran jasa konsultansi. Pokja ULP menyampaikan undangan untuk menghadiri acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya segera setelah acara pembukaan dan evaluasi sampul II selesai. dan waktu klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA Pokja ULP melakukan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya kepada peserta yang diundang dengan ketentuan sebagai berikut: 1. b memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan peserta. jadwal pelaksanaan pekerjaan. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan oleh Pokja ULP dengan: a b direktur utama/pimpinan perusahaan. UNDANGAN KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA 1. kualifikasi tenaga ahli. 3. program alih pengetahuan. Undangan mencantumkan tempat. 19 .

dilakukan berdasarkan harga pasar tenaga pendukung tersebut. 8. Klarifikasi dan/atau negosiasi dilakukan untuk memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan penyedia jasa. maksimum 3.4. Negosiasi biaya dilakukan terhadap total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu anggaran. atau manajer kantor. volume kegiatan dan jenis pengeluaran. agar didapatkan total penawaran biaya hasil negosiasi yang memenuhi HPS. Apabila personil tenaga ahli yang ditawarkan tidak memenuhi persyaratan dalam KAK maka penyedia jasa diwajibkan mengganti personil tersebut pada saat klarifikasi dan negosiasi sehingga dapat memenuhi persyaratan yang diminta dalam KAK. b unit biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran dengan ketentuan sebagai berikut: 1) 2) 1 (satu) bulan dihitung minimal 22 (dua puluh dua) hari kerja. Klarifikasi dan negosiasi terhadap biaya tenaga pendukung (tenaga teknik dan penunjang/administrasi). 7.2 (tiga koma dua) kali gaji dasar yang diterima oleh tenaga ahli tetap dan/atau maksimum 2. tanpa mengurangi kualitas penawaran teknis.5 (dua koma lima) kali penghasilan yang diterima oleh tenaga ahli tidak tetap berdasarkan perhitungan dari daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. 10. 11. maka total penawaran biaya dapat diterima sepanjang tidak melebihi pagu anggaran. 6. sekretaris. 5. Apabila hasil evaluasi sampul II serta klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya tidak ditemukan hal-hal yang tidak wajar. 9. Klarifikasi dan negosiasi terhadap unit biaya personil dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. seperti: tenaga survey. 1 (satu) hari kerja dihitung minimal 8 (delapan) jam kerja. Aspek-aspek biaya yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi terutama: a b c kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya. Harga satuan yang dapat dinegosiasikan yaitu Biaya Langsung Non-Personil yang dapat diganti (direct reimbursable cost) dan/atau Biaya Langsung Personil (remuneration) yang dinilai tidak wajar berdasarkan ketentuan pada angka 8. dan biaya satuan dibandingkan dengan biaya yang berlaku di pasaran. 20 . dengan ketentuan: a biaya satuan dari biaya langsung personil.

12. pagu anggaran dan HPS. 14. PEMBUATAN BERITA ACARA ACARA HASIL SELEKSI (BAHS) 1. Apabila klarifikasi dan negosiasi dengan peserta yang memiliki peringkat teknis terbaik tidak menghasilkan kesepakatan. nama peserta seleksi yang masuk Daftar Pendek. 3. kedua. dan ketiga yang lulus ambang batas nilai teknis tidak menghasilkan kesepakatan maka seleksi dinyatakan gagal. 13. 21 e f g h i j k l . BAHS merupakan kesimpulan hasil seleksi yang dibuat oleh Pokja ULP dan ditandatangani oleh paling kurang seperdua dari jumlah anggota Pokja ULP. unsur-unsur yang dievaluasi. keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu mengenai hal ikhwal pelaksanaan seleksi. 2. BAHS bersifat rahasia sampai dengan penunjukan Penyedia Jasa Konsultansi. maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang peserta yang memiliki peringkat teknis ketiga dan lulus ambang batas nilai teknis (apabila ada) untuk menghadiri acara pembukaan sampul II. hasil evaluasi penawaran administrasi dan nilai evaluasi teknis. yang selanjutnya dilakukan proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 1 dan seterusnya. Apabila klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dengan peserta yang memiliki peringkat teknis terbaik pertama. BAHS harus memuat hal-hal sebagai berikut: a b c d nama semua peserta seleksi yang ikut prakualifikasi. maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang peserta yang memiliki peringkat teknis kedua dan lulus ambang batas nilai teknis (apabila ada) untuk menghadiri acara pembukaan sampul II. yang selanjutnya dilakukan proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 1 dan seterusnya. Apabila dalam klarifikasi dan negosiasi dengan peringkat teknis kedua tidak menghasilkan kesepakatan. C. hasil klarifikasi dan negosiasi. Pokja ULP membuat Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi. jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. biaya penawaran dan biaya penawaran terkoreksi dari peserta seleksi yang memiliki peringkat teknis tertinggi. rumus yang dipergunakan. dan tanggal dibuatnya Berita Acara. 15. metoda evaluasi yang digunakan.

4. maka ULP memberitahukan kepada PA/KPA untuk diputuskan. 5. ULP menyampaikan BAHS kepada PPK sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ). Dalam hal PPK tidak bersedia menerbitkan SPPBJ karena tidak sependapat atas penetapan pemenang. 22 .

BAB VII SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

A. SELEKSI GAGAL

1. Pokja ULP menyatakan seleksi gagal, apabila:
a b

jumlah peserta yang lulus prakualifikasi kurang dari 5 (lima); seluruh peserta yang masuk sebagai Calon Daftar Pendek tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi; jumlah peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga); apabila dalam evaluasi penawaran terjadi persaingan usaha yang tidak sehat; tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; sanggahan dari peserta atas pelaksanaan seleksi ternyata benar terhadap : 1) penyimpangan ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kualifikasi atau Dokumen Pemilihan; dan/atau 2) kesalahan substansi Dokumen Pemilihan.

c d e f

g

pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2, tidak hadir dalam klarifikasi teknis dan negosiasi biaya; atau klarifikasi teknis dan negosiasi biaya dengan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 tidak menghasilkan kesepakatan.

h

2. KPA menyatakan seleksi gagal, apabila:
a

KPA sependapat dengan PPK yang tidak bersedia menandatangani SPPBJ karena pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010;

b

pengaduan masyarakat atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan Pokja ULP dan/atau PPK, ternyata benar;

c

pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri dari penunjukan pemenang; pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dari pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 ternyata benar; Dokumen Pemilihan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010; pelaksanaan seleksi tidak sesuai atau menyimpang dari Dokumen Pemilihan; atau
23

d

e

f

g

pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

3. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi menyatakan seleksi gagal, apabila:
a

sanggahan banding dari peserta atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, PPK dan/atau Pokja ULP, ternyata benar; atau

b

pengaduan

masyarakat

atas

terjadinya

KKN

dan/atau

terjadinya

penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, ternyata benar. 4. Setelah seleksi dinyatakan gagal, maka Pokja ULP memberitahukan kepada seluruh peserta. 5. Setelah pemberitahuan adanya seleksi gagal, maka Pokja ULP meneliti dan menganalisis penyebab terjadinya seleksi gagal, untuk menentukan langkah selanjutnya, yaitu melakukan:
a b c d

evaluasi ulang; penyampaian ulang Dokumen Penawaran; seleksi ulang; atau penghentian proses seleksi.

B. TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

1. KPA, PPK dan/atau Pokja ULP melakukan evaluasi penyebab terjadinya seleksi gagal, antara lain :
a b c

kemungkinan terjadinya persekongkolan; adanya persyaratan yang diskriminatif; persyaratan kualifikasi perusahaan dan/atau kualifikasi tenaga ahli terlalu tinggi atau mengarah pada penyedia tertentu; total nilai pagu anggaran terlalu rendah; nilai dan/atau ruang lingkup pekerjaan terlalu besar; atau kecurangan dalam pengumuman.

d e f

2. Apabila dari hasil evaluasi penyebab terjadinya seleksi gagal, mengharuskan adanya perubahan Dokumen Pemilihan, maka seleksi diproses seperti seleksi baru. 3. Pokja ULP menindaklanjuti seleksi gagal dengan ketentuan sebagai berikut:
a

melakukan pengumuman ulang prakualifikasi apabila: 1) jumlah peserta yang lulus prakualifikasi kurang dari 5 (lima). Dilakukan untuk mencari peserta baru selain peserta yang telah lulus penilaian kualifikasi. Peserta yang sudah lulus penilaian kualifikasi tidak perlu
24

dilakukan penilaian kembali, kecuali ada perubahan Dokumen Kualifikasi; atau 2) jumlah peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga) dan tidak ada lagi peserta yang lulus penilaian kualifikasi pada urutan berikutnya. Apabila masih terdapat peserta lain yang lulus penilaian kualifikasi, maka peserta tersebut diundang untuk memasukan Dokumen Penawaran;
b

apabila seluruh peserta yang masuk sebagai Calon Daftar Pendek tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi, maka Pokja ULP: 1) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta kecuali peserta yang tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi, untuk memasukkan kembali persyaratan kualifikasi; dan/atau 2) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru.

c

apabila dalam evaluasi penawaran terjadi persaingan usaha yang tidak sehat, maka dilakukan evaluasi ulang atau pengumuman ulang untuk mengundang peserta baru selain peserta yang telah memasukkan penawaran. Peserta yang terlibat dimasukkan dalam Daftar Hitam;

d

melakukan seleksi ulang, apabila: 1) semua penawaran biaya terkoreksi yang disampaikan peserta melampaui pagu anggaran; 2) tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; dan/atau 3) pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

e

apabila seleksi gagal karena sanggahan dari peserta dan/atau pengaduan masyarakat atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peratuan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kualifikasi atau Dokumen Pemilihan ternyata benar, maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat, kemudian: 1) mengundang ulang semua peserta untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi, teknis dan biaya); dan 2) PA, KPA, PPK dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat, dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

f

apabila seleksi gagal karena sanggahan dari peserta terhadap Dokumen Pemilihan yang tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun
25

atau 2) mengundang peserta lain dan mengumumkan kembali untuk mendapatkan peserta baru yang memenuhi syarat supaya mengajukan penawaran. dilakukan seleksi ulang dengan cara sebagai berikut: 1) mengundang peserta yang memenuhi syarat untuk menyampaikan penawaran harga yang baru. dilakukan seleksi ulang dengan cara sebagai berikut : 1) mengundang peserta yang memenuhi syarat untuk menyampaikan penawaran harga yang baru. apabila yang memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). dan 3) memberikan sanksi kepada peserta yang tidak hadir/mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diterima. h apabila seleksi gagal karena tidak tercapai kesepakatan dengan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 dalam acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. baik badan usaha beserta pengurusnya. PPK dan anggota Pokja ULP tidak terlibat KKN. g apabila seleksi gagal karena pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 tidak hadir dalam acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya atau mengundurkan diri dari penunjukan pemenang. i apabila seleksi gagal karena pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dari pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 ternyata benar. apabila yang memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). atau 2) mengundang peserta lain dan mengumumkan kembali untuk mendapatkan peserta baru yang memenuhi syarat supaya mengajukan penawaran. dengan cara memasukan ke dalam Daftar Hitam. maka setelah memperbaiki Dokumen Pemilihan. dilakukan Seleksi ulang dengan mengumumkan kembali dan mengundang peserta baru selain peserta lama yang telah masuk dalam daftar peserta. maka Pokja ULP: 26 . apabila yang memenuhi syarat sama dengan atau lebih dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri).2010 dan/atau sanggahan dari peserta atas kesalahan substansi Dokumen Pemilihan ternyata benar. KPA. apabila yang memenuhi syarat sama dengan atau lebih dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk yang mengundurkan diri). diatur ketentuan sebagai berikut: 1) apabila PA.

KPA.a) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta yang tidak terlibat KKN. teknis dan harga). dalam hal peserta yang memenuhi syarat hanya 2 (dua). 3) dalam hal Pokja ULP menemukan indikasi kuat adanya KKN diantara para peserta. 27 . untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi. Apabila seleksi ulang mengalami kegagalan. maka : a anggaran dikembalikan ke negara dalam hal waktu sudah tidak mencukupi. KPA. dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. b) memeriksa dokumentasi yang mendukung adanya KKN. kemudian: a) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta yang tidak terlibat KKN. atau proses seleksi dilanjutkan seperti proses Penunjukan Langsung. 4) peserta yang terlibat KKN dikenakan sanksi : a) dimasukkan dalam daftar hitam. dalam hal peserta yang memenuhi syarat hanya 1 (satu). 4. Apabila dalam seleksi ulang pesertanya kurang dari 3 (tiga). dan b) pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. baik badan usaha beserta pengurusnya. b 5. teknis dan harga). maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat KKN. 5) PA. dan/atau b) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru. 2) apabila PA. maka : a Personil dan Biaya Langsung Non-Personil serta membandingkan dengan biaya-biaya untuk pekerjaan sejenis yang proses seleksi dilanjutkan dengan melakukan negosiasi biaya. PPK dan/atau anggota Pokja ULP terlibat KKN. PPK dan/atau anggota Pokja ULP yang terlibat KKN. dan c) menghentikan proses seleksi. dan/atau b) melakukan pengumuman seleksi ulang untuk mengundang peserta baru. maka Pokja ULP: a) meneliti kewajaran penawaran dengan cara memeriksa rincian Biaya Langsung terdekat. untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi. apabila hasil penelitian dan pemeriksaan mengarah kepada terjadinya KKN.

b dapat dilakukan seleksi kembali dengan terlebih dahulu melakukan pengkajian ulang Dokumen Pemilihan. c 28 . atau PA/KPA mengusulkan perubahan alokasi dananya (revisi anggaran) untuk pekerjaan lain.

maka Pengadaan Pekerjaan Jasa Konsultansi dapat dibatalkan dan Penyedia Jasa tidak dapat menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun. Seleksi Mendahului Persetujuan DIPA/DPA Tahun Anggaran Dalam hal pengumuman seleksi mendahului persetujuan DIPA/DPA Tahun Anggaran maka : a. 3. 29 . harus dicantumkan dalam Pengumuman/Dokumen Pemilihan bahwa seleksi ini dilakukan sebelum Dokumen Anggaran disahkan. apabila dana dalam dokumen anggaran yang telah disahkan tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dalam DIPA/DPA Tahun Anggaran. b. 2. Larangan memberikan ganti rugi PA/KPA/PPK/Pokja ULP dilarang memberikan ganti rugi kepada peserta seleksi bila penawarannya ditolak atau seleksi dinyatakan gagal. Kewajiban menyimpan dan memelihara Dokumen Pemilihan PPK maupun Penyedia berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara semua dokumen yang digunakan dan terkait dengan pelaksanaan selama umur konstruksi tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun.BAB VIII LAINLAIN-LAIN 1.

CONTOH KRITERIA EVALUASI TEKNIS CONTOH PENILAIAN TEKNIS KONSULTAN PT. 6.LAMPIRAN 1. 2. 4. SISTEM EVALUASI KUALITAS DAN BIAYA BIAYA 30 . METODE DUA SAMPUL. XYZ CONTOH PENILAIAN GABUNGAN TEKNIS DAN BIAYA BIAYA CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBUKAAN PENAWARAN CONTOH FORMAT BERITA ACARA HASIL SELEKSI UNTUK PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI DENGAN PRAKUALIFIKASI. 3. 5.

................... Pokja ………………………………..........1................................................................... Tahun Anggaran ……… 31 ....... Satuan Kerja.............................................................................................………… Pokja ULP. CONTOH KRITERIA EVALUASI TEKNIS PENGADAAN JASA KONSULTANSI: ..........................

......... Nilai ambang lulus adalah 75.................. 2................ Maksud dan tujuan Pedoman ini disusun dalam rangka memberikan panduan kepada Pokja ULP agar dalam melakukan penilaian dan evaluasi usulan teknis pekerjaan jasa konsultansi diperlakukan sama terhadap semua penawar.............. Unsur yang dievaluasi dan persentase bobot masing-masing unsur ditentukan sebagai berikut: 1) Pengalaman Perusahaan 10% 2) Pendekatan & Metodologi 20% 3) Kualifikasi Tenaga Ahli 70% Jumlah 100% b................. …………………………... 32 ................. 1...................PENGADAAN PENGADAAN JASA KONSULTANSI: KONSULTANSI: . ..... Ditetapkan di Pada tanggal : ……………………………… : ……………………………… Pokja ULP Ketua ………………………………….................... NIP..................... Cara Evaluasi a... pembobotan dan penilaian untuk masing-masing sub unsur ditentukan dalam lembar pedoman evaluasi terlampir............................. 3..... Rincian sub unsur..........

dan kualifikasi tenaga ahli 70 %: b PengalamanPerusahaan:10% 1) Sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis*). dan ketentuan penilaian sub unsur: a). didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsurpengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan] 3) Sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama.1. Cara Penilaian : Pengisian Evaluasi Penawaran dalam Lembar Data Pemilihan (LDP): a bobot unsur yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. Memiliki ≤ 9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas. didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama =NILAI BOBOT sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. dengan bobot sub unsur 20 %. pendekatan dan metodologi: 20%. 2) Sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan.d 9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 c).Memiliki 10 s. dll. dengan bobot sub unsur 25%. Memiliki ≤ 9 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas.] 33 .Memiliki 10 s.d 19 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 75 c).d 19 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 75 c). Memiliki ≥ 20 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b). didapatkan :[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis] *)Kegiatan yang sejenis adalah : kegiatan yang hampir sama atau mendekati dengan yang ditentukan dalam KAK. kegiatan yang sejenis adalah: Perencanaan Saluran Drainase. dan ketentuan penilaian sub unsur: a). pengalaman perusahaan 10%. misal: dalam KAK Perencanaan Saluran Tersier. Memiliki ≥ 20 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b). dengan bobot sub unsur35 %.Memiliki 10 s. Memiliki ≥ 20 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 b). Memiliki ≤ 9 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 dari uraian diatas.dan ketentuanpenilaiansub unsur: a).

Sub unsur hasil kerja (deliverable). memiliki 10 s. diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas.diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur kualitas metodologi =NILAI BOBOT sub unsur kualitas metodologi] 3).d 9 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10(sepuluh) tahundiberi nilai:75 c). dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. diberi nilai : 50 c).4) Sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. diberi nilai: 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. diberi nilai: 0 dari uraian diatas. diberi nilai: 80 b).dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. Memiliki ≤ 9 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 dari uraian diatas.dengan bobot sub unsur 20%. dan ketentuan penilaian sub unsur: a).diberi nilai : 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.diberi nilai:50 (c) apabila tidak menyajikan. Sub unsur kualitas metodologi. 34 . dan ketentuan penilaian sub unsur : a). apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. dengan bobot sub unsur 40%.] c Pendekatan dan Metodologi:30 % 1).] 2).dengan bobot sub unsur 20%. diberi nilai: 50 (c) apabila tidak menyajikan. didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur hasil kerja(deliverable) = NILAI BOBOT sub unsur hasil kerja (deliverable)]. Memiliki ≥ 20 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai:100 b). apabila tidak menyajikan. dengan bobot sub unsur 20 %.

dan ketentuan penilaian sub unsur: (a). diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas. diberi nilai: 50 [Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur tingkat pendidikan = NILAI BOBOT sub unsur tingkat pendidikan]. d Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli: 70 % (1). diberi nilai: 0 (d) dari uraian diatas.4). diberi nilai: 100 (b).] Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur x bobot unsur Pendekatan dan Metodologi = NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI. apabila melampirkan referensi dan dapat dibuktikan 35 . diberi nilai: 80 (b) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. (2). dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. diberi nilai: 50 (c) apabilatidak menyajikan. Dukungan referensi: i. dengan bobot sub unsur 50 %. < tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK. Sub unsur tingkat pendidikan. dengan bobotsub unsur 10%.] 5). diberi nilai:50 (c) apabila tidak menyajikan. dengan bobot sub unsur 10 %. Sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaranyang diinginkan dalam KAK. Sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. dengan bobot sub unsur 30%. didapatkan:[nilai yang didapatkan x bobot sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK. Sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK. dan ketentuan penilaian sub unsur: (a) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. ≥ tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK. diberi nilai: 80 (b) Apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. didapatkan: [nilai yang didapatkan x bobot sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK.dan ketentuan penilaian sub unsur: (a).

(d). lingkup pekerjaan yang: (i) sesuai adalah:…………deskripsikan dengan jelas disesuaikan dengan KAK]. (c). maka penawaran digugurkan dan peserta dikenakan Daftar Hitam. apabila melampirkan referensi namun tidak benar. diberi nilai :75 iii. Nilai jangka waktu pengalaman kerja professional yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang disyaratkan dalam KAK. ii. posisiyang: (i) sesuai adalah: ………… [deskripsikan dengan jelas disesuaikan dengan KAK]. memiliki 3 < x < 5 tahun pengalaman kerja professional. yang dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam IKP. menunjang. sesuai. maka pengalaman kerja diberikan penilaian. 36 . diberi nilai:50 iv. sesuai. (ii) Menunjang adalah:…………[deskripsikan dengan jelas menunjang KAK]. (ii) Tidak sesuai adalah :…………[deskripsikan dengan jelas tidak sesuai dengan KAK].dengan menghubungi penerbit kebenarannya referensi. diberi nilai:75 iii. diberi nilai : 50 (h). Nilaitotal seluruh jumlah bulan kerja professional dibagi angka 12 = jangka waktu pengalaman kerja professional (g). Perhitungan bulan kerja tenaga ahli. apabila tidak ada referensi maka tidak diberikan penilaian. Lingkup pekerjaan: i. diberi nilai: 100 ii. (e). Perhitungan bulan kerja x nilai lingkup pekerjaan X nilai posisi = jumlah bulan kerja professional. memiliki ≥ 5 tahun pengalaman kerja professional diberi nilai: 100 ii. Nilai jangka waktu pengalaman kerja profesional: *) i. (iii) Terkait adalah:……… [deskripsikan dengan jelas terkait dengan KAK]. (b). (f). Memiliki < 3 Tahun pengalaman kerja professional. posisi: i. terkait. iii.diberinilai:50 iii. tidak sesuai. diberi nilai:100 ii.

diberi nilai: 25 (b). diberi bobot = 40 (c). dengan bobot sub unsur10 %. Tenaga Ahli 2 (Ahli Jalan). diberi nilai: 25 (d). Aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara. Contoh Penilaian Ambang batas nilai teknis (passing grade) yang ditentukan dalam Dokumen Pemilihan: 60 A. penguasaan Bahasa Indonesia bagi konsultan asing. Sub unsur sertifikat keahlian/profesi keteknikan (engineering). Penguasaan bahasa asing. penguasaan bahasa setempat. Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur ((1)+(2)+(3)+(4))= NILAI 1 (SATU) ORANG TENAGA AHLI. Tenaga Ahli 1 (Team Leader). Nilai Evaluasi Teknis = NILAI PENGALAMAN PERUSAHAAN + NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI + NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI 2. diberi nilai:25 (c).(3). memiliki ≥ 20 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 35/100 = 37 . dan seterusnya (6). nilai yang didapatkan X bobot sub unsur sertifikat keahlian/profesi = NILAI BOBOT sub unsur sertifikat keahlian/profesi. Tidak memiliki. Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis : bobot nilai 35 % a. evaluasi Pengalaman Perusahaan Contoh: bobot nilai 10% Pengalaman perusahaan menangani pekerjaan sebagai berikut: Pembobotan (Contoh): Sub unsur yang dinilai antara lain: 1). Nilai 1 (Satu) Orang Tenaga Ahli X bobot tenaga ahli = NILAI BOBOT tenaga ahli. [apabila tenaga ahli yang dinilai lebih dari 1(satu) maka setiap tenaga ahli harus diberi bobot] Bobot tenaga ahli: (a). diberi nilai:100 (b). aturan. diberi bobot = 60 (b). (5). dengan bobot sub unsur 10%. (4). dan ketentuan penilaian sub unsur: (a). dan ketentuan penilaian sub unsur : (a). Total nilai yang didapatkan X bobot sub unsur lain-lain = NILAI BOBOT sub unsur lain-lain. situasi. Total NILAI BOBOT seluruh tenaga ahli X bobot unsur Kualifikasi Tenaga Ahli = NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI. memiliki. diberi nilai: 0 (c). dan kondisi (custom) setempat. Sub unsur lain-lain yang dibutuhkan dalam KAK. diberi nilai:25 (e).

memiliki 10 s. Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama : bobot nilai 20 % (pengalaman manajerial meliputi pengalaman perusahaan sebagai lead firm dan memiliki fasilitas utama) a. 30 paket. Kapasitas perusahaan dgn memperhatikan jumlah TA tetap : bobot nilai 20 % a. memiliki <9 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 35/100 = 2). nilai 100 38 . Pengalaman Melaksanakan di lokasi kegiatan/di Indonesia : bobot nilai 25 % a.d 19 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 35/100 = c. memiliki 10 s.b. memiliki ≥ 20 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 25 /100 = b. memiliki 10 s. memiliki < 14 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 25/100 = 3). memiliki <9 tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100 = 10 Contoh Perhitungan: PT.d 19 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 20 /100 = 15 c.d 19 paket pekerjaan di lokasi kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 25 /100 = c.d 19 tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 75 nilai total bobot: 75 x 20/100 = 15 c. memiliki ≥ 20 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 20 /100 = 20 b. memiliki 10 s. memiliki < 9 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20 /100 = 10 4). XYZ dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir pernah melaksanakan pekerjaan sebagai berikut : • Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis (35%). memiliki ≥ 20 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai: 100 nilai total bobot: 100 x 20 /100 = 20 b.

23 paket. menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100= 10 c. Hasil kerja (deliverable) = 20% a. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 20/100 = 16 b.Pengalaman Melaksanakan kegiatan di Indonesia (25%). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 20/100 = 10 c. Kualitas metodologi = 20% a. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 10/100= 8 39 . tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 40/100 = 0 2). tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 20/100 = 0 4). menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai:80 nilai total bobot: 80 x 40/100 = 32 b. 18 paket. 20 TA. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai:80 nilai total bobot: 80 x 20/100= 16 b. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 20/100= 0 3). nilai 100 (Kapasitas perusahaan dengan memperhatikan TA tetap dinilai terhadap TA Tetap yang digunakan/dipakai untuk melaksanakan pekerjaan pada paket kegiatan dalam kurun waktu tertentu) Perolehan nilai pengalaman perusahaan PT. XYZ adalah: (100x35/100) + (100x25/100) + (75x20/100) + (100x 20/100) = 35 + 25 + 15 + 20 = 95 Bobot nilai pengalaman perusahaan = 95 x 10% = 9. fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK = 10% a. Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK = 40% a. Evaluasi Pendekatan Pendekatan dan Metodologi Contoh: bobot nilai 30 % Sub unsur yang dinilai 1).5 B. nilai 75 • (Pengalaman Manajerial & Fasilitas Utama yang dinilai adalah pengalaman manajerial untuk melaksanakan pekerjaan pada paket kegiatan dalam kurun waktu tertentu) • Kapasitas perusahaan dengan memperhatikan TA tetap (20%). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 40/100 = 20 c. nilai 100 • Pengalaman Manajerial & Fasilitas Utama (20%).

4 C. Tidak boleh terjadi tumpang tindih (overlap). Pengalaman Tenaga ahli pekerjaan sejenis dgn referensi atau copy kontrak Contoh: Bobot nilai 60% Penilaian dilakukan untuk tenaga ahli yang mempunyai referensi. S2.b. Gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diminta dalam KAK = 10% a. Badi. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. XYZ. Nilai pengalaman tenaga ahli : (1) Waktu pengalaman: a. pendekatan & metodologi atas dokumen seleksi menurut penilaian Pokja ULP. tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 10/100 = 0 Contoh Perhitungan: PT. Pendidikan dibawah S1 tidak dinilai Penilaian: • S1/S2 sesuai KAK = 100 • S1/S2 tidak sesuai KAK = 50 2). sebagai berikut : 1). S3 atau setingkat. bila terjadi overlap yang dihitung hanya salah satu. a). Evaluasi Kualifikasi Tenaga Ahli Contoh: Bobot nilai 70% 1). MSc dengan data 40 . fasilitas pendukung (10%) nilai 50 5). Pendidikan (30%) Contoh: Bobot nilai 30% Pendidikan yang dinilai adalah S1. Hasil kerja (deliverable) (20%) nilai 80 4). tidak menyajikan diberi nilai: 0 nilai total bobot: 0 x 10/100 = 0 5). Kualitas Metodologi (20%) nilai 80 3). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 10 /100 = 5 c. Pemahaman atas jasa layanan (40%) nilai 80 2). menyajikan dengan baik tetapi tidak sesuai tujuan diberi nilai: 50 nilai total bobot: 50 x 10 /100= 5 c. Gagasan baru (10%) nilai 80 Bobot nilai yang diperoleh adalah: (80x40/100)+(80x20/100)+(80x20/100)+(50x10/100)+(80x10/100) = 32 + 16 + 6 + 5 + 8 = 67 Bobot nilai pendekatan dan metodologi = 67 x 20/100 = 13. menyajikan dengan baik sesuai tujuan diberi nilai: 80 nilai total bobot: 80 x 10 /100 = 8 b.

Badi. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. Badi. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis tahunnya saja (tanpa tanggal dan bulan). Paruli dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman dicantumkan bulan 10 Juni 2008 – 10 Desember 2008 PokjaPokja ULP menghitung jumlah bulan secara penuh = 6 bulan karena disebutkan tanggal bulan dan tahun dengan rinci c. Pengalaman (b) yang diakui hanya 2 bulan. b. MSc = 38 bulan. dan Mei 1993. MSc dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan bulan Juni 2001 – November 2001 Karena hanya disebutkan bulan tanpa dirinci tanggalnya. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis bulan dan tahunnya saja (tanpa tanggal). MSc dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan tahun 2002 – 2003 Karena hanya disebutkan tahun tanpa dirinci bulannya. maka panitia dapat untuk menghitung jumlah bulan dikurangi 1 (satu) = 6 bulan . Total pengalaman tenaga ahli Ir.pengalaman sebagai berikut: (a). 1 Maret 1993 – 1 Maret 1996 = 36 bulan Perhitungan dimulaidari bulan Maret 1993 sampai dengan Maret 1996.maka pengalaman kerja akan dihitung secara penuh (kecuali bila terjadi overlap. d. maka pengalaman kerja yang dihitung hanya 25% dari total bulannya. maka pengalaman kerja yang dihitung adalah total bulannya dikurangi1(satu)bulan. April. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. (b).1 = 5 bulan. 41 . 1 Januari 1993 – 1 Mei 1993 = 2 bulan Perhitungan dimulai dari bulan Januari 1993 sampai dengan Maret 1993 Dari pengalaman (a) dan (b) terjadi overlap selama 3 bulan pada bulan Maret. dan tahunnya. maka bulan yang overlap dihitung satu kali). maka panitia sepakat untuk menghitung = 25% x 24 bulan = 6 bulan karena tidak sesuai dengan ketentuan dokumen seleksi. Badi. Apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis secara lengkap tanggal. bulan.

aturan.Contoh perhitungan tenaga ahli Ir. dinilai =1 = 0.50 = 0. Paruli dengan data pengalaman sebagai berikut: Pengalaman hanya dicantumkan tahun 1993 – 1993 Karena hanya disebutkan tahun tanpa dirinci bulannya. Lain-lain ( misal penguasaan bahasa Inggris. dinilai • Tidak sesuai. Contoh dalam KAK diperlukan babarapa tenaga Ahli: • Ketua tim (pengalaman 5tahun) = 60% • Ahli Jalan dan Jembatan (pengalaman 5 tahun) = 40% 42 . Pengalaman luar negeri (bila diperlukan) Contoh: Bobot nilai 5% Di negara berkembang • Jumlah pengalaman 0-5 tahun. dinilai • Terkait. Bahasa Inggris (bila diwajibkan) Contoh: Bobot nilai 5% • Baik sekali = 100 • Baik = 50 • Sedang = 25 b). nilai 0-60 (tenaga ahli asing) • Jumlah pengalaman 0-5 tahun.25 =1 = 0. atas tata cara. nilai 0-100(tenaga ahli Indonesia). dinilai Posisi /jabatan dalam proyek • Sesuai dengan posisi/jabatan sebelumnya.50 3). nilai 0-40 (tenaga ahli asing) Di Indonesia • Jumlah pengalaman 0-5 tahun. dll) Contoh: Bobot nilai 10% a). maka panitia sepakat untuk menghitung = 25% x 12 bulan = 3 bulan karena tidak sesuai dengan ketentuan dokumen seleksi. dinilai • Menunjang. situasi dan kondisi setempat. c). Kesesuaian lingkup pekerjaan dan posisi Lingkup Kegiatan • Lingkup sesuai dengan syarat KAK.

0 85. XYZ HASIL EVALUASI TEKNIS PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT. (1) 1. 3. XYZ JUMLAH PAKET/TA (3) 30 paket 23 paket 18 paket 20 paket NILAI (4) 100 100 75 100 BOBOT (5) 0. 3. 2. 2.4 63. ITEM (2) Pengalaman perusahaan Pendekatan dan metodologi Kualifikasi tenaga ahli *) Jumlah CATATAN *): • Dalam hal Penilaian teknis terhadap perusahaan yang lulus pasing grade tetapi terhadap penilaian kualifikasi TA dinilai kurang dari yang ditentukan dalam KAK.20 0. (1) 1.7 1 NILAI TOTAL (5) 9. maka dalam klarifikasi dan negosiasi teknis serta biaya untuk diganti dengan TA yang sesuai KAK atau yang lebih tinggi EVALUASI PENGALAMAN PERUSAHAAN PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT.35 0.9 NAMA PERUSAHAAN : No. 4.5 13. XYZ NILAI (3) 95 67 90 BOBOT (4) 0. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN (2) Pengalaman Melaksanakan kegiatan sejenis Pengalaman Melaksanakan kegiatan di Indonesia Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama Kapasitas perusahaan dgn memperhatikan jumlah TA tetap Jumlah 43 .25 0.2. CONTOH PENILAIAN TEKNIS KONSULTAN PT.2 0.1 0.20 1.00 NILAI TOTAL (6) 35 25 15 20 95 NAMA PERUSAHAAN : No.

EVALUASI PENDEKATAN DAN METODOLOGI PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT. 5.10 NILAI TOTAL (5) 32 16 16 5 NAMA PERUSAHAAN : No.60 0.10 8 1.00 NILAI TOTAL 5 57 33 90 NAMA PERUSAHAAN : No. 3. 2. (1) 1.00 77 EVALUASI KUALIFIKASI TENAGA AHLI PAKET : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I PT.40 0. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN 2 Ketua Tim Ahli Jalan dan Jembatan Jumlah 44 .20 0.20 0. 2. 1 1. 4.40 1. XYZ NILAI (3) 80 80 80 50 BOBOT (4) 0. XYZ NILAI 3 95 82.5 BOBOT 4 0. JENIS PENGALAMAN/ PEKERJAAN (2) Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK Kualitas metodologi Hasil kerja (deliverable) fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK Gagasan baru yang meningkatkan kualitas keluaran yang diminta dalam KAK Jumlah 80 0.

MSc Ketua Tim S2 Sesuai KAK NILAI 100 CONTOH POSISI/ JABATAN 4 S S S S S S S S S TS S S 1.0 0.5 0.0 V 1.0 1.0 1. PENDIDIKAN B.75 1.0 Referensi Pengalaman Kerja TA 6 V 1.43 BL 5.33 4. Badi. 67.0 1.0 V 1.0 1.0 JUMLAH 7 3 3 2 1.0 1.62 5.0 V 1.SAMPAI 2 Feb-08 Aug-08 10 May-07 10 Nov-07 1 Mar-06 30 Jun-06 28 Jun-04 16 Ags-04 15 Jul-03 25 Ags-03 2002 2003 Jun-01 Nov-01 Aug-99 Jan-00 Apr-98 Nov-98 Jun-97 Dec-97 1 Mar-93 1 Mar -96 1 Jan-93 1 Mei 93 BLN 3 6 6 4 1.Pokja ULP Pusat Pembinaan Penyelenggaraan Konstruksi Pengadaan Jasa Konsultansi : Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Perundang-Undangan Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2011 Nama Perusahaan Nama Personil Posisi yg diusulkan A.6 1.0 1.6 1.0 V 1.5 1.0 V 1.0 X 0 V 1.0 1.0 1.0 1.0 V 1.0 V 1. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 PERIODE DARI . PENGALAMAN KERJA PROFESIONAL No.5 0.0 1.5 5 0 6 3 36 2 67.0 0.0 LINGKUP 5 T T T S S M S S S S S S 0.0 1.0 1.0 1.33 6 5 5 6 6 36 2 : : : : PT XYZ Ir.62 TH 100 50 PERSYARATAN KAK 5 TAHUN TOTAL NILAI = Sertifikasi : M/TM URAIAN PENDIDIKAN PENGALAMAN SERTIFIAT KEAHLIAN KEMAMPUAN BAHASA NILAI TOTAL Memiliki NILAI 100 100 100 50 100 BOBOT% 30% 50% 10% 10% 100% BAHASA Baik NILAI X BOBOT 30 50 10 5 95 Keterangan: Posisi: S = sesuai TS = tidak sesuai Lingkup: S = sesuai M = menunjang T = terkait Sertifikat: M = Memiliki TM = Tidak memiliki 45 .0 V 1.0 V 1.5 1.0 1.0 1.

0 V 1. 46.0 1.87 TH 75 50 PERSYARATAN KAK 5 TAHUN TOTAL NILAI = Sertifikasi : M/TM URAIAN PENDIDIKAN PENGALAMAN SERTIFIAT KEAHLIAN KEMAMPUAN BAHASA NILAI TOTAL Memiliki NILAI 100 75 100 50 100 BOBOT% 30% 50% 10% 10% 100% BAHASA Baik NILAI X BOBOT 30 37. Paruli Ahli Jalan dan Jembatan S1 Sesuai KAK NILAI 100 CONTOH POSISI/ JABATAN 4 S S S S S S S S S S S 1.3 4.5 0.0 1.6 1.0 V 1.0 V 1.5 10 5 82.0 1.0 1.0 1.0 V 1.3 6 5 5 12 14 3 : : : : PT XYZ Ir.Pokja ULP Peningkatan Jalan Nasional Pengadaan Jasa Konsultansi : Supervisi Pembangunan Jalan Wilayah I Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2011 Nama Perusahaan Nama Personil Posisi yg diusulkan A.0 1.0 1. PENGALAMAN KERJA PROFESIONAL No.0 Referensi Pengalaman Kerja TA 6 V 1.0 1.0 1.6 1.0 0.0 1.0 1. PENDIDIKAN B.5 Keterangan: Posisi: S = sesuai TS = tidak sesuai Lingkup: S = sesuai M = menunjang T = terkait Sertifikat: M = Memiliki TM = Tidak memiliki 46 .75 1.SAMPAI 2 Mar-09 Sep-09 10 Jun-08 10 Des-08 1 Feb-07 30 Mei-07 28 Jul-04 16 Sep-04 15 Jun-03 25 Jul-03 2001 2002 Jun-00 Nov-01 Aug-98 Jan-99 1 Mar-95 1 Mar -96 1 Jan-94 1 Mei 95 1993 1993 BLN 3 6 6 4 1.4 BL 3.5 1.0 1.0 X 0 V 1.0 V 1.0 1.0 1.5 0.0 V 1.0 1. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 PERIODE DARI .0 X 0 JUMLAH 7 3 3 2 1.0 LINGKUP 5 T T T S S M S S S S S 0.5 5 0 12 14 0 46.0 V 1.

XYZ = 110 jt 90/110 x 100 = 81.50 = 86.00 90. GHI sebagai Calon Pemenang Cadangan II.25 = 22. 47 . PT.25 Nilai usulan teknis ke 3 penawaran adalah: Bobot teknis : a).00 100. XYZ sebagai Calon Pemenang.9 x 0.82 x 0. GHI = 80*) 80 x 0.00 x 0.75 = 63.175 b).00 x 0.00 *) Perhitungan PT.00 Nilai akhir kombinasi teknis dan biaya adalah: a). PT.75 c).63 b). PT. PT. ABC sebagai Calon Pemenang Cadangan I. XYZ = 90. PT.455 = 88. XYZ Nilai usulan biaya ke 3 penawaran adalah: Bobot biaya a). GHI sama dengan perhitungan PT. PT.25 = 25.50 c). GHI = 90 jt 90/90 x 100 =100.00 + 25.455 b). PT. PT.75 = 60.ABC dan PT.00 = 85. ABC = 85*) 85 x 0.25 = 20.9 90.3. CONTOH PENILAIAN GABUNGAN TEKNIS DAN BIAYA Perbandingan bobot teknis : biaya = 0.75 : 0.75 = 68.82 81. GHI = 60.175 + 20.25 c). dan PT. PT.00 Usulan untuk penetapan calon pemenang: PT. XYZ = 68. ABC = 100 jt 90/100 x 100 = 90.75 + 22. ABC = 63. PT.

......... ...... CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PELELANGAN/SELEKSI PELELANGAN/SELEKSI (AANWIJZING) Nomor : ......... Bulan .................. 2. nomor ...... Jika terdapat perubahan substansi dokumen.... (.......................-.... c.................... Rapat dibuka oleh Pokja pada jam .. Risalah Rapat : a..... Pokja ............... akan dituangkan dalam perubahan/addendum dokumen pemilihan............termasuk di dalamnya antara lain: Metode pemilihan......... 4.-... 5......... Wakil-wakil Perusahaan Calon Penyedia Jasa ........................ [diisi sesuai dengan hasil rapat penjelasan yang dilakukan Pokja].................... yang di undang untuk mengikuti penjelasan (Aanwijzing)..................... b...................... 3.Cara penyampaian Dokumen Penawaran....... *) 48 ..) bertempat di .................. .................................................. yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Pokja ULP. Tanggal .. 1............ Panitia membacakan dan menjelaskan tentang isi Dokumen Pemilihan.............. b. …………………..........dst............4... Tahun.......................... telah mengadakan Rapat Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) untuk Paket Pekerjaan sebagai berikut: Nama Paket Pekerjaan: Uraian Singkat Pekerjaan: Rapat dipimpin oleh: ..................... Para anggota Pokja ....... sekaligus diadakan tanya jawab yang akan tercantum dalam Risalah tanya jawab............. Risalah Tanya Jawab : Pertanyaan dari peserta: Pertanyaan Jawaban No Nama Perusahaan 1 2 Perubahan substansi dokumen (jika ada) a.... Peserta Rapat:Daftar Hadir Terlampir Rapat dihadiri oleh: a.................. tanggal . [diisi rincian perubahan substansi dokumen pemilihan (jika ada)] b....... Pada hari ini .................

.............……………………....... 1..........................) rangkap... 6....... . Berita Acaraserta Addendum akan disampaikan kepada seluruh peserta mulai hari ............. Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP) ini dibuat dengan penuh rasa tanggung jawab untuk dipergunakan sebagaimana mestinya................................... 3................ 10...... Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota SAKSI-SAKSI 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 1...... pukul .... Berita Acara Pemberian Penjelasan dapat diambil pada hari ........................................................................ .. 4..... 8................... Pokja menutup rapat pemberian penjelasan (Aanwijzing) pada jam ..... dibuat .. dan dapat juga diunduh dari K/L/D/I......... ..................... Hasil peninjauan lapangan (jika diperlukan): ....................... ........[diisi nama paket pekerjaan] 7.. Keterangan: *) Adendum (jika ada) dibuat terpisah dari berita acara pemberian penjelasan 49 .............. 5............................................. 9.. ..................................... .... tanggal .. ……………..................................................(....................... 2 ... 2.... 1 .............. .................... tanggal .......................Selanjutnya Pokja menawarkan kepada peserta siapa yangbersedia sebagai wakil peserta untuk menandatangani Berita Acara Pemberian Penjelasan dan menyepakati bahwa: Nama : …………………………… dari PT/CV ………………………………………… dan Nama : …………………………… dari PT/CV …………………................. 2........ sebagai wakil peserta untuk menandatangani Berita Acara Pemberian Penjelasan paket ..... ……………… Kelompok Kerja (Pokja) ....................................... Berita Acara Pemberian Penjelasan untuk paket ...................

............... 4....... Nama : ...................... pukul …………... Pada hari ini …………......... PT..... Yang memasukkan dokumen penawaran ……............ yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Pokja ULP nomor …………........ Demikian Berita Acara ini dibuat dengan penuh tanggung jawab...bulan …………............. Hasil Pembukaan Penawaran Sebagai Berikut: No (1) Nama Perusahaan (2) Sampul I Administrasi Teknis (3) (4) Sampul II*) (5) Keterangan (6) Catatan: Kolom (3).. bertempat di ………….................. Pokja …………....... ……………… PokjaPokja ULP…………………………… 50 ............ ……………... . WIB..) penyedia jasa....... (........5.. tanggal ………….......tahun ………….....)......... ( .................... Nama : .... Kolom (5) tidak dibuka pada saat pembukaan penawaran Sampul I... untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.. CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMBUKAAN PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN KOP SURAT SATUAN KERJA BERITA ACARA PEMASUKAN DAN PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN UNTUK PENGADAAN JASA KONSULTANSI Nomor : …………....... diisi sesuai yang disyaratkan dalam dokumen pemilihan...... (………………..... Dalam Acara Pemasukan danPembukaan Dokumen Penawaran diperoleh hasil sebagai berikut : 1........ 3................. AcaraPemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran ditutup pada pukul .(4)...) dan jumlah dokumen penawaran yang tidak lengkap .... ........... Peserta yang menjadi saksi 2 (dua) orang yaitu dari : PT.. telah mengadakan acara Pemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran untuk Pengadaan Jasa Konsultansi…………..................... Jumlah dokumen penawaran yang lengkap ............ 2.............. yang selanjutnya dalam Berita Acara ini disebut Pokja................ tanggal ………….....

....................... Ketua merangkap Anggota Sekretarismerangkap Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 6……………… 7……………… WAKIL DARI PENYEDIA JASA No............. 5.. 7.......................... 6... .. . . 3. Nama Jabatan Tanda Tangan 51 ......................... .................. 4...................... 2....1.......... .. ........... .................

NOMOR TELEPON KETERANGAN . Metode Evaluasi Kualitas dan Biaya dengan hasil sebagai berikut: 1. tanggal………………. CONTOH FORMAT BERITA ACARA HASIL SELEKSI UNTUK PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI DENGAN PRAKUALIFIKASI. c. s. tanggal…………. untuk keperluan korespondensi] Penyedia jasa yang mendaftar sebanyak……(……) perusahaan. Surat Kabar ……………… tanggal ……… (jika diperlukan. No 1 2 . nama dan alamat perusahaan serta nomor telepon. Website K/L/D/I dan Portal Pengadaan Nasional tanggal …………………. Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Kualifikasi Pendaftaran dimulai tanggal ………… sampai dengan tanggal ………… [pada tahap pendaftaran.. Pokja/Pejabat Pengadaan mencatat nama pendaftar. METODE DUA SAMPUL. Papan Pengumuman Resmi ……………. Metode Penyampaian Dua Sampul.d.. dst 52 dan mengambil dokumen kualifikasi NAMA PERUSAHAAN ALAMAT. b. nomor faksimili dan/atau alamat email pihak yang dapat dihubungi.. tanggal …………. SISTEM EVALUASI KUALITAS DAN BIAYA KOP SURAT POKJA BERITA ACARA HASIL EVALUASI SELEKSI PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI NOMOR : …………………… Nama Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Satminkal Satuan Kerja PPK Kelompok Kerja Sumber Dana Tahun Anggaran Harga Perkiraan Sendiri Jangka waktu pelaksanaan Metode Pemilihan Metode Penyampaian Metode Evaluasi : : : : : : : : : : : : : ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… (termasuk PPN 10%) ……………………… Prakualifikasi Dua Sampul Kualitas dan Biaya Pada hari ini ………… tanggal ………… bulan ………… tahun ………… kami yang bertanda tangan dibawah ini Pokja ULP berdasarkan Surat Keputusan ULP Nomor: ………… tanggal ………… telah melaksanakan Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi dengan Seleksi Umum Prakualifikasi. 2. melalui: a.6. Pengumuman Prakualifikasi Pengumuman ………… Nomor: …………. sesuai ketentuan).

. 2.. 5.. 2... 6.... Tempat yang memasukkan c. melalui website K/L/D/I.. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Kualifikasi a... [diisi sesuai persyaratan kualifikasi yang ditetapkan dalam dokumen kualifikasi].. yaitu dokumen kualifikasi: 1................... Batas akhir waktu pemasukan dokumen kualifikasi : Hari …… Tanggal ……… Jam ………… : website K/L/D/I b. 1) Jumlah dokumen kualifikasi yang dievaluasi = …… (...........) dokumen kualifikasi.. Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) Kualifikasi (jika diperlukan) a. meliputi pakta integritas dan formulir isian kualifikasi... 3..... b.. Penyampaian BAPK termasuk Adendum Dokumen Kualifikasi (jika diperlukan) Salinan BAPK termasuk Adendum Dokumen Kualifikasi (jika diperlukan) dapat diambil oleh peserta pada tanggal . Pembukaan dan Evaluasi Dokumen Kualifikasi a. Peserta yang terlambat memasukkan dokumen kualifikasi : ………… (…………) perusahaan... Evaluasi dilakukan terhadap dokumen kualifikasi.dst 2) Jumlah dokumen kualifikasi yang dinyatakan gugur/tidak = …… (.... dst NAMA PERUSAHAAN ALAMAT DAN NOMOR TELEPON KETERANGAN d.....3...... Penilaian persyaratan kualifikasi dilakukan terhadap pemenuhan persyaratan kualifikasi.. PT/CV. Pemberian penjelasan dilaksanakan pada tanggal………bertempat di ……… b........ PT/CV........... Berita Acara Penjelasan Kualifikasi (BAPK) nomor ………… tanggal ……… (jika diperlukan).... Peserta Dokumen kualifikasi : ………… (…………) perusahaan.... PT/CV.dst 3) Jumlah dokumen kualifikasi yang dinyatakan memenuhi = …… (. 4..........) dokumen kualifikasi........... Jumlah peserta yang hadir sebanyak……………… (…………) perusahaan.... 3....... yaitu ......) dokumen kualifikasi. yaitu lulus.... No 1 2 . yaitu: dokumen kualifikasi: 1... PT/CV.... PT/CV....... yaitu syarat/lulus dokumen kualifikasi: 53 ......... PT/CV.

..) peserta. yaitu: NO 1 2 . s. 10.....d....) sanggahan Sanggahan yang dinyatakan tidak benar = ........ Papan Pengumuman Resmi …………….) peserta.(. tanggal………………. (.......) sanggahan Ringkasan sanggahan sebagai berikut: No 1 2 . 2. Penetapan Daftar Pendek (short list)... tanggal …………. Sanggahan Kualifikasi [diisi jika ada sanggahan] Masa sanggah hasil kualifikasi mulai tanggal ……………. …………………… c... 7 (tujuh) peserta 9.. …………………… b. Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan Peserta yang termasuk dalam Daftar Pendek diundang untuk mengambil dokumen pemilihan............. PT/CV. Pengumuman Hasil Kualifikasi Pengumuman Hasil Kualifikasi ………… Nomor: …………... tanggal…………… Jumlah peserta yang keberatan atas penetapan hasil prakualifikasi dan menyampaikan sanggahan = ....dst 7....(.1..... Sanggahan yang dinyatakan benar = ..... dst NAMA PERUSAHAAN ALAMAT NPWP KETERANGAN min...... Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan disampaikan melalui ……………… dengan tanda bukti terlampir..... 3. dst 11. maks................. melalui: a.. Website K/L/D/I tanggal …………………… dan Portal Pengadaan Nasional..d... b.. PT/CV.... Peserta yang dinyatakan masuk dalam Daftar Pendek sebanyak…… (. Hasil pembuktian kualifikasi untuk tiap peserta dituangkan dalam Berita Acara Pembuktian Kualifikasi (terlampir) Alasan gugur/tidak lulus dan tidak termasuk Daftar Pendek masing-masing peserta adalah sebagai berikut : a.. Pembuktian Kualifikasi dan Pembuatan Berita Acara Pembuktian Kualifikasi Pembuktian terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen atau legalisir dan meminta salinannya.. 5 (lima)............ PT/CV... 54 NAMA PERUSAHAAN MATERI SANGGAHAN JAWABAN SANGGAHAN KETERANGAN .... ………………dst 8............. tanggal………… s....

Tempat : ………… Berita Acara Pembukaan Penawaran No ………… tanggal ……… (terlampir)... 12.. Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul I (Administrasi dan Teknis) Penawaran dinyatakan ditutup pada hari ………… tanggal ………… Jam ………… Pembukaan penawaran dilakukan pada: : Hari ……… Tanggal ………… Jam ……… a. b.. Hasil evaluasi penawaran sebagai berikut: a.. 1). yaitu penawaran: . Waktu b.. 16. 15. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (BAPP) No………… tanggal ……… (terlampir).. d. dst e. Pemberian penjelasan dilaksanakan pada tanggal……… bertempat di ………… b.. Penyampaian BAPP termasuk Adendum Dokumen Pemilihan (jika ada) Salinan BAPP termasuk Adendum Dokumen Pemilihan (jika ada) dapat diambil oleh peserta pada tanggal .. Evaluasi Dokumen Penawaran Sampul I (Administrasi dan Teknis) Evaluasi penawaran dengan berpedoman pada ketentuan peraturan yang berlaku.. Batas Dokumen Penawaran : Hari ……… tanggal ……… Jam …… : website K/L/D/I. Jumlah peserta yang hadir sebanyak………………… (…………) perusahaan..Pengambilan Dokumen Pemilihan dilakukan pada: a.) penawaran.. Penyampaian/Pemasukan Dokumen Penawaran (Sampul I dan Sampul II) waktu pemasukan a. Peserta yang memasukkan : ………… (…………) perusahaan. 13. 14. dan Dokumen Pemilihan. Tempat c.. Evaluasi Administrasi Evaluasi administrasi hanya dilakukan pada hal-hal yang tidak dinilai pada penilaian kualifikasi. Unsur-unsur yang dievaluasi meliputi kelengkapan persyaratan yang diminta dalam dokumen pemilihan... melalui website K/L/D/I. Penyedia jasa yang terlambat memasukkan dokumen penawaran NAMA PERUSAHAAN ALAMAT DAN NOMOR TELEPON KETERANGAN : ………… (…………) perusahaan.. Waktu : Hari ……… Tanggal ……… Jam ……… b. Dokumen Penawaran No 1 2 .. Tempat : ……………………………… Peserta yang mengambil dokumen pemilihan sebanyak………(……) perusahaan. Penawaran yang dievaluasi Jumlah penawaran yang dievaluasi 55 = …… (. Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) a.

........... penawaran: 1..... 2)................. ………… (c) .... [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan] ii... meliputi . Jumlah penawaran yang dievaluasi 56 = …… (..... PT/CV.................... bobot . 4. 3)........... PT/CV..... Evaluasi teknis dengan sistem nilai: (a) Persyaratan teknis minimal yang harus dipenuhi sesuai dengan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan... PT/CV... yaitu PT/CV... bobot ..) penawaran.... jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV…………...................... 2..1........ yaitu penawaran: .... [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan ] iii. Penawaran yang memenuhi syarat/lulus Jumlah penawaran yang dinyatakan memenuhi = syarat/lulus administrasi …… (...... .. 3................ 2........................ PT/CV... 3..... Unsur kualifikasi dan tenaga ahli.. dst Jumlah penawaran yang dinyatakan gugur/tidak lulus = …… (. [diisi sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan]... 2... dst..... terkait keraguan terhadap …………. [sesuai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan] (c) Nilai ambang batas lulus persyaratan teknis = .............. Unsur pengalaman perusahaan...................... PT/CV. PT/CV.. Unsur-unsur yang dievaluasi sesuai dengan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan.... PT/CV.. dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak………….. penawaran...... 3............... Evaluasi Teknis.dst 2)..........) penawaran: 1.......... PT/CV........ (b) Unsur-unsur yang dievaluasi: i...... 1)..... b... dengan kesimpulan. bobot ........ 4................ terkait keraguan terhadap ………….......) penawaran.. dst yaitu Penjelasan gugur/tidak lulus masing-masing peserta adalah sebagai berikut : (a) PT/CV ………… dinyatakan gugur administrasi karena ………… (b) PT/CV ………… dinyatakan gugur administrasi karena ………… (c) ………… dst Hasil evaluasi administrasi terlampir........ .... Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi.. Konfirmasi/Klarifikasi[dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan.. Unsur pendekatan dan metodologi......

.................. 2... PT/CV.. ......... . dst Penetapan peringkat teknis terlampir... yaitu penawaran: 1.......... ………… (c) .......... 17... yaitu penawaran: 1. dst 5). Waktu b.... melalui: a.. PT/CV.. jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV………….. tanggal………………. 3.......1. terkait keraguan terhadap …………....... Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis terlampir... 3.......) penawaran. Konfirmasi/Klarifikasi [dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan...dst 3)......... Tempat : ………… Berita Acara Pembukaan Penawaran Sampul II (Harga) nomor………… tanggal ……… (terlampir)...... Peserta yang lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) dan diundang untuk memasukkan Dokumen Penawaran Sampul II sebagai berikut: NO NAMA PERUSAHAAN NPWP KETERANGAN 1 2 .... b. dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak…………. 57 .. 3... penawaran yang 4)...... dst... PT/CV. PT/CV....... tanggal………… s........... Papan Pengumuman Resmi ……………... PT/CV. dst …… (........d.............. tanggal …………...... c....) penawaran............ Jumlah dinyatakan memenuhi ambang = batas lulus …… (. Pengumuman yang Lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) Pengumuman yang Lulus Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) nomor ………….... terkait keraguan terhadap …………. Undangan nomor . tanggal ........ 2.......... Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul II (Harga) Pembukaan penawaran Sampul II (Harga) dilakukan pada: : Hari ………… Tanggal ………… Jam ……… a...... 18..... PT/CV....... 4.......... PT/CV..... Jumlah penawaran yang dinyatakan tidak memenuhi = ambang batas lulus Hasil evaluasi teknis terlampir.. PT/CV.. 2.. dengan kesimpulan.......... Website K/L/D/I tanggal …………………… dan Portal Pengadaan Nasional...................

Evaluasi harga dilakukan kepada penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis (Sampul I).19. sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang lain secara proporsional. evaluasi sampul I (administrasi dan teknis) dan evaluasi sampul II (harga). dst b.... misal: kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration).. Koreksi Aritmatik [khusus untuk kontrak lumpsum tidak mengubah total harga penawaran] HARGA PENAWARAN TERMASUK PPN 10% PADA SAAT PEMBUKA AN NO NAMA PERUSAHAA N ( RP ) SETELAH KOREKSI ARITMATIK PERINGKAT SETELAH KOREKSI ARITMATIK KETERANGAN 1 2 . Evaluasi Dokumen Penawaran Sampul II (Harga). 1 2 . terkait keraguan terhadap ………….. Unsur-unsur yang dievaluasi yaitu: …………… [diisi sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil evaluasi kualifikasi. 2).. a. kewajaran penugasan tenaga ahli.. menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran teknis dan nilai penawaran biaya terkoreksi dengan cara perhitungan sebagai berikut: NILAI TOTAL = {Nilai/skor Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis} + {Nilai/skor Penawaran Biaya Terkoreksi x Bobot Penawaran Biaya}. dst. terkait keraguan terhadap …………. Perhitungan nilai kombinasi terbaik NO. kewajaran penugasan tenaga pendukung (apabila ada).. maka Kelompok Kerja (Pokja) berkesimpulan dan memutuskan untuk mengusulkan calon pemenang seleksi berdasarkan peringkat terbaik adalah : 58 .. 20.. d. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost)] c. jika diperlukan] (a) Klarifikasi dilakukan kepada PT/CV………….. dengan kesimpulan ………… (c) .. dengan kesimpulan ………… (b) Konfirmasi dilakukan kepada pihak…………. nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor tertinggi. Hasil evaluasi harga terlampir pada Laporan Evaluasi Penawaran. dst NAMA PERUSAHA AN NILAI HARGA BOBOT HARGA NILAI TEKNIS BOBOT TEKNIS NILAI TOTAL*) *) keterangan: 1). Konfirmasi/Klarifikasi [dilakukan terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan..

............ Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota 1……………… 2……………… 3……………… 4……………… 5……………… 6……………… 7……………… 59 ............... 2........... 1... (termasuk PPN) 2....... 4......... 7...... 3.............. 6. CALON PEMENANG CADANGAN II Nama Perusahaan : …………………… Alamat Perusahaan : …………………… NPWP : …………………… Harga Penawaran terkoreksi : Rp......... .............. ....... ......1........ CALON PEMENANG Nama Perusahaan Alamat Perusahaan NPWP Harga Penawaran terkoreksi : …………………… : …………………… : …………………… : Rp.......... ………………(termasuk PPN) 3.. 5.... ..... ………………... CALON PEMENANGCADANGAN I Nama Perusahaan : …………………… Alamat Perusahaan : …………………… NPWP : …………………… Harga Penawaran terkoreksi : Rp. .... ……………................ ………………(termasuk PPN) Demikian Berita Acara Hasil Evaluasi Seleksi ini dibuat dengan penuh rasa tanggung jawab untuk dipergunakan dalam penetapan pemenang sebagaimana mestinya... ……………… Kelompok Kerja (Pokja) ........ ..... .......................

.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI BUKU 11 B : Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Harga Satuan Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Mei 2011 MENTERI PEKERJAAN UMUM. ttd DJOKO KIRMANTO .