BIOLOGICAL INDICATOR

Powerpoint Templates

Page 1

BIOLOGICAL INDICATOR (INDIKATOR BIOLOGI/BIOINDIKATOR)
1. Tujuan Pembelajaran a. Mahasiswa biologi mengetahui tentang indikator

b. Mahasiswa dapat memahami jenis-jenis indikator biologi yang berguna dalam menonitor pencemaran lingkungan dan dan peranannya dalam kesehatan

Powerpoint Templates

Page 2

2. Definisi Indikator biologi dapat didefinisikan sebagai:

1.

Satu spesies atau kelompok spesies yang keberadaannya merefleksikan keadaan biotik atau abiotik suatu lingkungan, mewakili dampak perubahan lingkungan pada suatu habitat, komunitas, atau ekosistem, atau merupakan indikasi dari keanekaragaman dari suatu subset taksa, atau keanekaragaman dalam suatu area (Mc Geoh, 1998)

2. Organisme/populasi/komunitas dari organisme,yang kehadiran (occurrence), daya tahan (vitality), dan reaksinya (response) nya dapat berubah karena dampak dari perubahan pada lingkungannya (Kovacs, 1992). Perubahan yang terjadi pada organisme tersebut dapat menjadi petunjuk terhadap kondisi ekosistem (lingkungan) secara keseluruhan Powerpoint Templates Page 3

Perubahan kondisi lingkungan sering dihubungkan dengan: 1. gangguan dari manusia (misalnya: pencemaran, perubahan penggunaan lahan) 2. tekanan lingkungan (misalnya: kekeringan, akhir musim semi yang dingin) Bioindikator meliputi penggunaan semua taksa organisme baik pada tingkatan individu (spesies), populasi, maupun komunitas. Namun taksa pada tingkatan individu (spesies) yang paling sering dijadikan sebagai bioindikator.

Spesies indikator adalah kehadiran atau ketidak hadiran spesies akibat faktor lingkungan tertentu.
Powerpoint Templates Page 4

Keanekaragaman hayati (biodiversitas) juga dapat menjadi bioindikator, yaitu bioindikator untuk menilai keberlanjutan bentang alam (landscape).

3. Fungsi Bioindikator
Bioindikator digunakan untuk: a. Mendeteksi perubahan di lingkungan alam b. Memonitor keberadaan polutan c. Penentuan efek synergetic dan antagonistik dari berbagai polutan dalam suatu organisme d. Pengenal awal dari kerusakan polutan terhadap organisme e. Pengenal awal bahaya toxic terhadap manusia f. Memonitor kemajuan pemulihan lingkungan (environmental clean up) dan pengujian zat (test substances).
(Adams et al., 2005; Nkwoji et al., 2010; Saulovic, 2012)

Powerpoint Templates

Page 5

Ekonomi. Pembagian bioindikator (sub) organism Species Community Ecosystem Ecoregion Biomarker Bioindikator Indikator: Kimia.4.Sosiologi.Bentang Alam (landscape) Bioindikator polusi Bioindikator Ekologi Bioindikator Keanekaragaman Ekologi Indikator Lingkungan Toksikologi Efek Bioindikator Stres respon Sentinel Efek Bioakumulasi Peringatan dini Online biomonitoring Kepatuhan Diagnosis Trend biomonitoring Powerpoint Templates Page 6 .Fisika.

Respon dari indikator ini mewakili komunitas Contoh: Alang-alang. yaitu: a. Bioindikator ekologi yaitu spesies yang diketahui sensitiv terhadap polusi. macaranga Powerpoint Templates Page 7 . fragmentasi habitat atau tekanan lainnya.Berdasarkan atas perbedaan penerapannya dalam biomonitoring. bioindikator dapat dibedakan atas 3. Bioindikator lingkungan yaitu spesies atau kelompok spesies yang diduga merespon terhadap perubahan atau gangguan lingkungan Contoh: Lichen b.

Bioindikator keanekaragaman yaitu kekayaan spesies dari suatu takson indikator. Contoh: Penggunaan keanekaragaman hayati sebagai indikator kualitas bentangan alam (landscape) Powerpoint Templates Page 8 . endemisitas. terukur untuk ke Termasuk misalnya kekayaan spesies.c. digunakan sebagai indikator kekayaan species dari suatu komunitas. Namun definisi ini telah berkembang lebih luas menjadi: Parameter-parameter anekaragaman hayati. parameter-parameter spesifik populasi. parameter-parameter genetik. dan parameter-parameter bentangan alam.

beberapa spesies sangat sensitiv terhadap polusi udara. Lichens Lichen adalah organisme yang terspesialisasi. terutama pencemaran oleh sulfur dioksida (SO2) Powerpoint Templates Page 9 . Tumbuhan Tingkat Rendah (Cryptogamae) A.Beberapa bio indikator yang sering digunakan adalah: 1. Biasanya lichen menjadi indikator untuk pencemaran udara. merupakan simbiosis antara jamur dan alga yang membentuk sebuah unit nutrisional dan fisiologi Lichen bereaksi terhadap polusi udara.

Gas SO2 (sulfur dioksida) merupakan gas polutan yang banyak dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung unsur belerang seperti minyak. Beberapa spesies lichen sangat sensitiv terhadap SO2. Jenis lichen yang ditemukan pada suatu area dapat menjadi bioindikator konsentrasi SO2 di udara. maupun kokas. gas. Powerpoint Templates Page 10 . contohnya Lobaria amplissima yang hanya dapat hidup pada konsentrasi SO2 0 µg/m3. Sedangkan spesies lain ada yang sangat toleran misalnya spesies Lecanora conizaeoides yang mampu hidup pada konsentrasi SO2 150 µg/m3. batubara.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa iritasi tenggorokan terjadi pada konsentrasi SO2 sebesar 5 ppm atau lebih. Bahkan pada beberapa individu yang sensitive. iritasi sudah terjadi pada paparan 1-2 ppm saja Powerpoint Templates Page 11 . yaitu area yang hampir secara total tidak memiliki lichen sama sekali.Pada daerah yang konsentrasi SO2 tinggi dapat terbentuk area yang dikenal dengan lichen desert. khususnya SO2 terhadap manusia adalah terjadinya iritasi pada system pernapasan. dimana pada saat itu ditemukan konsentrasi SO2 yang tinggi diudara Akibat utama pencemaran gas sulfur oksida. Contoh kasus lichen desert ini yaitu di Paris pada tahun 1866.

2002 Powerpoint Templates Page 12 .Sumber: Wiharja.

Pb) Residu logam berat di tanah berasal dari : • Sumber geokimia • Pengendapan logam berat dari udara ke permukaan tanah • Pengendapan polutan logam berat secara langsung dari permukaan tanah • Peningkatan keasaman tanah Jamur yang paling berguna sebagai indikator akumulasi logam berat adalah yang termasuk dalam golongan jamur dekomposer bahan organik dan Powerpoint Templates mikoriza. Page 13 . Hg.B. Jamur Jamur yang tumbuh secara alami dengan menyebarkan jaringan miselia secara luas di permukaan tanah sangat baik digunakan sebagai bioindikator akumulasi logam berat (seperti Cd.

sehingga mereka menjadi tidak layak konsumsi. Contoh jamur yang dapat mengakumulasi logam berat yaitu: • Jamur Lycoperdon gemmatum. timbal (Pb) • Boletus edulis. jamur juga dapat menjadi indikator polusi radioaktiv Powerpoint Templates Page 14 .Akumulasi logam berat pada jamur yang dapat dijadikan bahan pangan dapat mencapai tingkatan yang sangat tinggi. mengakumulasi kadmium (Cd). mengakumulasi Zn Selain sebagai indikator logam berat. mengakumulasi Hg • Lyophyllum connatum. Mycena pura dan Collybia mengakumulasi air raksa (Hg) dari humus • Agaricus sp.

134 Cs) dalam jamur. Zat radioaktiv dan logam berat dalam jumlah tertentu dapat membahayakan kesehatan manusia.  kadmium: Keracunan Cd dapat mempengaruhi otot polos pembuluh darah. menunjukkan meningkatnya radioaktiv isotop (103 Ru. Adanya pencemara zat radioaktif dan logam berat di tanah tentunya tidak diharapkan. Akibatnya tekanan darah menjadi tinggi yang kemudian bisa menyebabkan terjadinya gagal jantung dan kerusakan ginjal Powerpoint Templates Page 15 . 106 Ru. Karena melalui rantai makanan.Penelitian di Swedia dan Yugoslavia setelah terjadinya tragedi Chernobyl. zat-zat tersebut dapat terakumulasi dan masuk kedalam tubuh manusia.

di antaranya: • sangat Keracunan oleh merkuri nonorganik terutama mengakibatkan terganggunya fungsi ginjal dan hati. hanya pada fase lanjut dari keracunan Cd ditemukan pelunakan dan fraktur (patah) pada tulang-tulang punggung. Powerpoint Templates Page 16 . • Mengganggu sistem enzim dan mekanisme sintetik apabila berupa ikatan dengan kelompok sulfur di dalam protein dan enzim.Keracunan cadmium yang bersifat akut juga akan menyebabkan gejala gastrointestinal dan penyakit glomerulo – nephritis biasa.  Air raksa: Air raksa memiliki sejumlah efek yang merugikan pada manusia.

otak. sel darah. gangguan metabolisme Vit. Tubuh menimbun timah selama seumur hidup dan secara normal mengeluarkan dengan cara yang lambat. gangguan ginjal secara kronis. mengganggu saluran darah ke otak serta menyebabkan kerusakan otak. jaringan lunak (ginjal.  Timah hitam (Pb) Sekali masuk ke dalam tubuh timah didistribusikan terutama ke 3 (tiga) komponen yaitu darah. sumsum tulang.• Merkuri (Hg) organik dari jenis metil-merkuri dapat memasuki placenta dan merusak janin pada wanita hamil sehingga menyebabkan cacat bawaan. kerusakan DNA dan Chromosom. dan jaringan dengan mineral (tulang dan gigi). dapat menembus placenta sehingga mempengaruhi pertumbuhan janin. Efek yang ditimbulkan adalah gangguan pada saraf perifer dan sentral.D dan Calsium sebagai unsur pembentuk tulang. liver. Powerpoint Templates Page 17 .

hutan sekunder atau hutan primer. Beberapa jenis tumbuhan tinggi dapat pula menjadi indikator ekologi untuk kualitas hutan.9 ppm yaitu dengan menunjukkan gejala daunnya menjadi kuning dan muncul bintik-bintik nekrosis.2.. Tumbuhan Tingkat Tinggi (Phanerogamae) Disamping Lichen.. Pohon-pohon ini bereaksi terhadap kadar SO2 yang melebihi 0. tumbuhan tingkat tinggi juga dapat menjadi bioindikator pencemaran SO2 yaitu beberapa jenis pohon (Ulmus sp. Platanus sp. Salix sp. Powerpoint Templates Page 18 .). Kehadiran spesies tertentu dapat menunjukkan suatu lokasi berada dalam tahapan suksesi.

b. Macaranga pearsonii) dan Mallotus adalah tumbuhan yang menjadi ciri khas dari hutan sekunder. Hutan sekunder adalah tahapan lanjutan pada proses suksesi untuk mencapai ekosistem klimaks (hutan primer). Macaranga dan Mallotus Macaranga (Macaranga gigantea. Kehadiran padang rumput alang-alang Alang-alang adalah salah satu tumbuhan pionir pada proses suksesi. Suksesi terjadi karena hutan primer yang ada sebelumnya mengalami kerusakan baik karena kebakaran hutan atau dibuka untuk kegiatan perladangan berpindah. Powerpoint Templates Page 19 .Contohnya yaitu: a. Macaranga hypoleuca.

a. Karena bakteri ini berasal dari fecal/tinja manusia maupun hewan berdarah panas lainnya Powerpoint Templates Page 20 .3. Kehadiran bakteri Coli di badan air menunjukkan bahwa badan air tersebut telah mengalami pencemaran fecal (kotoran manusia). kehadirannya dalam suatu badan air dapat menjadi petunjuk tingginya kandungan senyawa organik di dalam air. Mikroorganisme Mikroorganisme biasanya digunakan bioindikator untuk kualitas perairan. Bakteri Bakteri dapat menjadi indikator kehadiran pencemar organik dan fecal. sebagai alami Bakteri Spaerotilus.

Jumlah Coli maksimum yang diizinkan berada dalam air minum adalah 1/100 ml air. bakteri ini dapat menyebabkan penyakit diarhea. Salah satu contoh jenis bakteri Coli adalah Escherichia coli. meningitis dan infeksi-infeksi lainnya. kehadiran dan jumlah bakteri Coli di dalam air menjadi salah satu penentu kualitas air terutama untuk air minum. Jika dalam 100 ml air minum terdapat 500 sel bakteri Coli. Powerpoint Templates Page 21 . septimia. memungkinkan terjadinya penyakit gastro enteritis yang segera diikuti dengan demam tifus.Menurut ketentuan WHO dan APHA. peritonistis.

terutama menjadi sumber bahan baku air minum. Cyclotella). Staurastrum). Diatomaceae (Tabellaria. Pada perairan yang oligotrophic yaitu perairan yang masih jernih. belum mengalami pencemaran kelompok mikroalga yang mendominasi adalah: • • • chlorophyceae (Desmid. Perairan yang oligotrophic sangat berguna untuk kehidupan manusia. Powerpoint Templates Page 22 .B. Chrysophyceae (Dynobryon). Mikroalga Mikroalga biasanya dijadikan sebagai bioindikator untuk tingkatan trophic perairan.

Fragilaria. Pada perairan eutrofik kelompok mikroalga yang biasa hidup diperairan oligotrofik tidak akan mampu bertahan hidup. • Diatomaceae (Melosira. Mikroalga yang mendominasi adalah mikroalga yang mampu bertahan hidup dalam kadar nutrien yang tinggi yaitu dari kelompok: • Cyanophyceae (Anabaena. Mycrocystis). Aphanizomenon. Stephanodiscus.Perairan oligotrofik dapat menjadi perairan yang eutrofik jika mengalami peningkatan jumlah nutrien(terutama nitrogen dan fosfor). Asterionella). Powerpoint Templates Page 23 .

karena dapat membahayakan kesehatan manusia yang memanfaatkannya. Mikroalga kelompok Cyanophyceae yang terdapat dalam perairan yang mengalami eutrofikasi.Perairan yang mengalami eutrofikasi tidak dapat dipergunakan oleh manusia. mengandung racun sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya resiko keracunan pada manusia. Keberadaan mikroalga kelompok Diatomaceae dalam perairan menandakan adanya senyawa kimia yang bersifat toksik dalam perairan. Powerpoint Templates Page 24 .

Hewan Kupu-kupu adalah salah satu bioindikator untuk perubahan habitat dan perubahan iklim. Powerpoint Templates Page 25 .4. Kremen (1992) menggunakan keanekaragaman kupu-kupu sebagai indikator untuk parameterparameter ekologi di madagaskar. lichen dan tumbuhan. Hasilnya menunjukkan kupu-kupu adalah indikator yang baik untuk heterogenity Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kupukupu dapat menjadi indikator kekayaan keanekaragaman species lain seperti burung.

Powerpoint Templates Page 26 .

Keanekaragaman Hayati Powerpoint Templates Page 27 .

Mahasiswa dapat mengetahui tipe-tipe keanekaragaman hayati di Indonesia b. Mahasiswa dapat memahami pentingnya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia 2. jenis dan variabilitas genetika dari hewan. Powerpoint Templates Page 28 . Mahasiswa dapat memahami manfaat keanekaragaman hayati Indonesia terutama di bidang kesehatan c. Tujuan Pembelajaran a. tumbuh-tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup.KEANEKARAGAMAN HAYATI 1. Pengertian Keanekaragaman hayati adalah keadaan beragamnya ekosistem.

menyimpan.3. memurnikan. Indonesia termasuk salah satu dari 10 negara megabiodiversitas. pangan. papan. Powerpoint Templates Page 29 . dengan jumlah kekayaan keanekaragaman hayati dan endemisitas yang tinggi. menjaga siklus pemurnian udara. siklus karbon dan nutrisi 4. dan menjaga reservoir air. energi dan bahan produksi  Menyediakan sumberdaya genetik untuk bahan dasar pemuliaan tanaman komoditas dan obat  Mendukung sistem kehidupan seperti menjaga kualitas tanah. Keanekaragaman hayati Indonesia Di dunia. Fungsi keanekaragaman hayati Fungsi dari keanekaragaman hayati adalah:  Menyediakan berbagai barang dan jasa untuk kehidupan manusia seperti sandang.

Keanekaragaman hayati Indonesia antara lain: • mamalia 515 jenis. 28% diantaranya endemik • amfibi ± 270 jenis • hewan tidak bertulang belakang 2827 jenis • tumbuhan ± 38000 jenis. Keanekaragaman ekosistem b. Keanekaragaman genetik Keanekaragaman hayati yang tinggi akan menghasilkan kestabilan ekosistem yang mantab. 1260 jenis yang bernilai medis Powerpoint Templates Page 30 . Keanekaragaman spesies c.Keanekaragaman hayati dapat dibedakan atas: a. 36% diantaranya endemik • reptil ± 600 jenis • burung 1519.

Tingginya keanekaragaman hayati dan endemisitas tersebut disebabkan oleh berbagai aspek geografi kepulauan seperti: 1. Pengaruh ketinggian dan habitat 3. Pengaruh geografi Menurut teori biogeografi pulau:  jumlah spesies yang terdapat pada suatu pulau akan ditentukan oleh luas pulau.  Jumlah spesies yang bertahan dalam suatu pulau akan ditentukan pula oleh angka imbang antara rata-rata laju kepunahan setempat dengan laju migrasi Powerpoint Templates Page 31 . Pengaruh ukuran dan isolasi pulau-pulau 2.

lahan basah. hutan mangrove.Keanekaragaman Ekosistem • Keanekaragaman ekosistem berkaitan dengan keanekaragaman tipe habitat. diantaranya yaitu: Padang salju tropis di puncak jayawijaya. padang rumput. • Berdasarkan data IBSAP 2003 tercatat di Indonesia terdapat beberapa tipe ekosistem yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi yaitu: Powerpoint Templates Page 32 . hutan pantai. dan proses-proses ekologis dimana keanekaragaman spesies dan genetik terdapat di dalamnya. hutan hujan dataran rendah. dan sangat beranekaragam. savana. • Di Indonesia terdapat sekitar 90 jenis ekosistem. danau. komunitas biologis. padang lamun. muara dan pesisir pantai. terumbu karang dan masih banyak yang lainnya.

Indonesia memiliki sekitar 15 formasi hutan alami dengan luas mencapi 119 juta hektar Tipe hutan utama: Hutan dataran rendah yang selalu hijau (di Kalimantan dan Sumatera) Hutan monson dan savana (di nusa tenggara) Kawasan hutan alpin (di papua) • Ekosistem lahan basah Luas lahan basah Indonesia adalah 33.814 ha. yang terdiri dari: Powerpoint Templates Page 33 . sehingga proses ekologis dan suksesi alami dapat terus berlangsung dengan baik. dengan komposisi ekosistem yang lemgkap dan relatif tidak terganggu.• Ekosistem hutan Hutan Indonesia mencakup sekitar 4% dari frontier forest dunia. Frontier forest adalah: luasan hutan alam yang besar.847.

seluas 8. seperti memiliki 1300 species ikan air tawar dengan jumlah endemik masing-masing 30 species di Sumatera. dan lain-lain) Lahan basah buatan yang mempunyai keanekaragaman hayati yang tinggi.Lahan basah alami.29 ha Lahan basah Indonesia memiliki 1423 species flora lahan basah Fauna lahan basah tidak kalah banyaknya.685 ha (manggrove. 149 species di Kalimantan. 12 species di Jawa dan 52 species di Sulawesi • Ekosistem kawasan karst Di Indonesia pada umumnya berupa batu gamping atau metamofosis Powerpoint Templates Page 34 .853.994. gambut. dengan luasan 24. rawa air tawar.

• Ekosistem hutan mangrove Pada awal 1990an. luas hutan mangrove Indonesia mencapai 2.Luas kawasan berbatu gamping di Indonesia mencapai 15.4 juta hektar Beberapa kawasan berbatu gamping telah berkembang menjadi kawasan karst dan kaya akan keanekaragaman hayati. dan konversi dalam bentuk pemanfaatan lainnya. Powerpoint Templates Page 35 .5 juta ha Memiliki 89 spesies tumbuhan di dalamnya • Beberapa tipe ekosistem Indonesia mengalami banyak perubahan fungsi akibat aktivitas manusia • Ancaman tersebut antara lainberupa penebangan pohon (deforestasi). fragmentasi.

• Perubahan pada ekosistem akan mempengaruhi keanekaragaman spesies dan genetik yang berada di dalamnya • Keanekaragaman Ekosistem memberikan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung. Perkebunan Apel di Kota Batu Malang. Perkebunan Teh Gunung Mas di Jawa Barat Powerpoint Templates Page 36 . ekowisata TN. • Manfaat langsung: Ekowisata. contoh: ekowisata Taman Nasional (TN) halimun. Taman Buah Mekarsari. TN. Bunaken. contohnya adalah Taman Bunga Nusantara. air terjun dan lansekap/bentang alam yang mengandung keindahan serta kenyamanan pandang Pengembangan agroekosistem. Tahura Djuanda. Kepulauan Seribu. fenomena alam yang menakjubkan. dsb Pengembangan pemandangan alam.

Powerpoint Templates Page 37 .• Manfaat tidak langsung: Penyediaan air bersih serta udara sejuk dan bersih Sumbangan dalam kesuburan tanah dan perawatannya Penyediaan iklim mikro untuk keperluan pertanian dan ekonomi • Pemanfaatan ekosistem juga telah memberikan kontribusi terhadap perekonomian. air minum dalam kemasan. kegiatan tersebut antara lain: Ekowisata/wisata alam Agroekosistem Penyediaan air (PAM.dll).

Keanekaragaman spesies • Indonesia memiliki keanekaragaman spesies (flora dan fauna) yang tinggi. dan 21 jenis reptil. konversi lahan. sebagian diantaranya adalah endemis. Powerpoint Templates Page 38 . • Daftar spesies terancam punah Indonesia saat ini sudah cukup panjang terdiri atas 63 jenis mamalia. 126 jenis burung. eksploitasi yang berlebihan dan sebagainya. • Keanekaragaman spesies di Indonesia saat ini terancam kepunahan karena adanya perusakan dan fragmentasi habitat.

• Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan KonservasiAlam Kementerian Kehutanan di tahun 2009. anthozoa (1 jenis) dan bivalvia (12 jenis) Powerpoint Templates Page 39 . krustasea (2 jenis). burung (382 jenis). menunjukkan adanya penurunan yang tajam pada jumlah individu di alam. telah menetapkan jenis flora dan fauna yang dilindungi yaitu: mamalia (127 jenis). reptilia (31 jenis). serta mempunyai daerah penyebaran yang terbatas (endemik).• Guna menyelamatkan dan mencegah semakin banyaknya species yang punah maka beberapa jenis satwa dan tumbuhan dikategorikan menjadi tumbuhan dan satwa yang dilindungi • Penetapan golongan tumbuhan dan hewan yang dilindungi didasarkan atas kriteria kondisi populasi yang kecil. serangga (20 jenis). ikan (9 jenis).

Powerpoint Templates Page 40 .

diantaranya anggrek.91. amphibia.600.• Spesies flora dan fauna dapat menghasilkan produk dalam bentuk barang dan/atau jasa • Sumbangan berupa produk dapat dalam bentuk tubuh atau bagian tubuh makhluk yang dimanfaatkan atau dapat juga berupa produk yang dihasilkan dari kegiatan atau peri laku kehidupan spesies.093.399.725. pakis dan ramin menghasilkan perkiraan devisa sebesar US$ 4.-.42. gaharu.502. • Nilai ekspor beberapa jenis tumbuhan. menghasilkan dengan nilai ekspor sekitar Rp 2. buaya/kulit buaya dan ikan. koral.160 dengan jumlah nilai ekspor sekitar US$ 377. Powerpoint Templates Page 41 . • ekspor satwa liar antara lain mammalia.918.353.060. • Realisasi ekspor untuk jumlah satwa dan tumbuhan pada tahun 2010 sebesar Rp 4.840.

tumbuhan dan mikroorganisme. Powerpoint Templates Page 42 .• Sumbangan dalam bentuk jasa antara lain: – – – – Penyerbukan Pengendalian hama Penyuburan tanah Indikator lingkungan atau kondisi suasana tetentu Keanekaragaman Genetik Keanekaragaman genetik adalah segala materi genetik yang mengandung faktor-faktor penentu keturunan (heredity building block) yang terdapat pada hewan. yang memiliki nilai atau berpotensi memiliki nilai untuk kehidupan manusia.

Powerpoint Templates Page 43 .• Keanekaragaman genetik diperlukan oleh setiap spesies untuk menjaga vitalitas reproduksi. ketahanan terhadap penyakit. dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kondisi. • Spesies langka umumnya memiliki variasi genetik yang lebih sedikit daripada spesies yang lebih umum dan karena itu lebih mudah punah jika kondisi lingkungan berubah • Keanekaragaman genetik adalah suatu sumberdaya yang penting karena:  Keanekaragaman genetik/sumberdaya genetik (SDG) tidak terdistribusi secara merata.

serta lingkungan. namun rapuh sehingga mudah terkena ancaman bahaya  Cara dimana sumberdaya genetik tersebut diakses dan bagaimana keuntungan dari pemanfaatannya dibagi. Powerpoint Templates Page 44 . Hewan. kosmetik. praktek dan teknologi pertanian. dan mikroba dimana SDG ditemukan sering membentuk ekosistem yang kompleks dan seimbang. dapat menciptakan insentif untuk konservasi dan penggunaan yang berkelanjutan serta dapat berkontribusi pada perwujudan ekonomi yang lebih adil dan seimbang untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan • SDG menyediakan sumber informasi penting untuk lebih memahai dunia hayati dan dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai macam produk dan jasa untuk kesejahteraan manusia seperti obatobatan.

• Nilai dari pengetahuan tradisional penting dipahami dan dihargai secara layak oleh mereka yang menggunakannya. namun perlu pula di perhatikan pembagian keuntungan dari pemanfaatan tersebut Powerpoint Templates Page 45 . Pengetahuan yang bernilai tinggi ini telah dibangun dan dilestarikan dari generasi ke generasi berikutnya.• SDG juga terkait erat dengan pengetahuan tradisional dari masyarakat lokal dan masyarakat hukum adat. • Sumber daya genetik dapat diakses untuk digunakan. dan hak-hak dari masyarakat lokal dan masyarakat hukum adat harus diperhatikan pada saat negosiasi tentang akses dan penggunaan sumberdaya genetik.

Powerpoint Templates Page 46 .• Keuntungan yang dibagi tersebut dapat dalam bentuk:  Finansial seperti pembagian royalti ketika sumber daya digunakan untuk menghasilkan produk komersial  Non finansial pengembangan keahlian dan pengetahuan tentang penelitian • Akses dan pembagian keuntungan ini diatur dalam Protokol Nagoya tentang akses atas sumberdaya genetik dan pembagian keuntungan yang adil dan merata yang timbul dari penggunaan atas konvensi keanekaragaman hayati.

• Di Indonesia terdapat lebih kurang 7500 tanaman yang berkhasiat obat • Contoh tanaman berkhasiat obat dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini: Powerpoint Templates Page 47 .Keanekaragaman Hayati dan Bidang Kesehatan • Keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia memiliki peran penting di dalam bidang kesehatan. • Berbagai tumbuhan dan hewan yang terdapat di berbagai ekosistem Indonesia memiliki manfaat di bidang kesehatan yaitu sebagai bahan baku untuk pengembangan obat-obatan.

Powerpoint Templates Page 48 .

hayati digunakan • Salah satu indeks keanekaragaman yang sering digunakan adalah indeks keanekaragaman Shannon-Weiner H’ = .∑ ni ln ni N N H’ = indeks keanekaragaman Shannon-Weiner N = jumlah total individu ni = jumlah individu pada jenis ke i Powerpoint Templates Page 49 .5. Penghitungan keanekaragaman hayati • Untuk menghitung keanekaragaman indeks keanekaragaman.

penyebaran jumlah individutiap spesies rendah dan kestabilan komunitas rendah 1-3 <1 Powerpoint Templates Page 50 .• Klasifikasi nilai Wiener (H’) indeks keanekaragaman Kategori Shannon- Nilai Index Shannon >3 Keanekaragaman tinggi. penyebaran jumlah individutiap spesies sedang dan kestabilan komunitas sedang Keanekaragaman rendah. penyebaran jumlah individutiap spesies tinggi dan kestabilan komunitas tinggi Keanekaragaman sedang.

. Perangkat Indikator Biologi untuk Pemantauan Kelestarian Fungsi Lingkungan Hidup.DAFTAR PUSTAKA Bellinger E. Powerpoint Templates Page 51 . Kementerian Lingkungan Hidup. http://www. Ltd.G dan D. Analisis Kerentanan Tumbuhan Hutan Akibat Perubahan Iklim. Freshwater Algae: Identification and Use as Bioindicators. 2007.com /doc/53235319/15/Tabel-1-Klasifikasi-nilai-indeks keanekaragaman Shannon-Wiener-H%E2%80%99 Kementerian Lingkungan Hidup.pdf Harjadi. John Wiley & Sons. Pedoman Umum Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati bagi Duni Usaha Kementerian Lingkungan Hidup. 2011. http://www. B et al.uba.fcen.scribd.dbbe.C Siegee. 2008. Paket Informasi Keanekaragaman Hayati Seri Sumberdaya Genetik.ar/new/contenido/objetos/ 2010BellingerySigeeIndicadorescap3. 2010. 2010.

Bulletin of The Forestry and Forest Products Reseach Institute (314) Unus. Jurnal Teknologi Lingkungan Vol 3 (3). 1981. Bandung.C. Potensi Mangrove Sebagai Tanaman Obat. 2004. S. T.J. J. Identifikasi Kualitas Gas SO2 di Daerah Industri Pengecoran Logam Ceper. 2003. Yayasan Obor Indonesia. P. Silk.F. Biologi Konservasi. van Welzen. Powerpoint Templates Page 52 .Primack. 2002. P. R. Vegetation of The Alang-Alang Grassland and Its Succession in The Banakat District of South Sumatera. Indonesia. Jakarta Purnobasuki. Penerbit PT Alumni. Wiharja. 1998.W.. Macaranga and Mallotus Species (Euphorbiaceae) as Indikators for Disturbance in The Mixed Lowland Dipterocarp Forest of East Kalimantan (Indonesia). Ecological Indikators (2) Tanimoto.A Kebler. Biota 9 (2).B et al. H.. Mikrobiologi Air dan Dasar-Dasar Pengolahan Buangan Secara Biologis. 2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful