Anda di halaman 1dari 20

BAHAYA KIMIA

2012 Abdur Rahman abd.rahman@ui.ac.id

SUSUNAN BERKALA UNSUR


= logam, = bukan logam, = metaloid

H Li Be B C N O F

He Ne

Na
K Rb Cs Fr

Mg
Ca Sr Ba Ra Sc Y La Ac Ti Zr Hf Ku V Cr Mn Tc Re
Ub1

Al
Fe Co Ru Rh Os Ir Ni Cu Zn Cd Hg Ga In Ti

Si
Ge Sn Pb

P
As Sb Bi

S
Se Te Po

Cl
Br I At

Ar
Kr Xe Rn

Nb Mo Ta Ns W Ub

Pd Ag Pt Au

Ub2 Ub3

Pola Distribusi Biological Elements dalam Susunan Berkala: = bulk biological elements, = essential trace elements, = possibly essential elements
H Li Na Be Mg B Al C Si N P O S F Cl He Ne Ar

K
Rb Cs Fr

Ca
Sr Ba Ra

Sc
Y La Ac

Ti
Zr Hf Ku

V
Nb Ta Ns

Cr
Mo W Ub

Mn
Tc Re
Ub1

Fe
Ru Os
Ub2

Co
Rh Ir
Ub3

Ni
Pd Pt

Cu
Ag Au

Zn
Cd Hg

Ga
In Ti

Ge
Sn Pb

As
Sb Bi

Se
Te Po

Br
I At

Kr
Xe Rn

Biological Elements

Kimiawi kehidupan:
didominasi oleh unsur-unsur 3 perioda pertama sebelah atas (Perioda 1 3) 28 unsur-unsur ringan dengan nomor atom <35, kecuali Mo (42) dan I (53)

Dari 28 biological elements: 11 bulk biological elements, 14 essential trace elements, 3 possibly essential elements Biological elements terpilih merata dari semua golongan: proses kimiawi dalam sistem hidup = representasi alam makro

Chemistry of Human Body


Human body requires: 11 bulk biological elements (C, H, N, O, S, P, K, Na, Ca, Mg, Cl) 4 trace nonmetal & metaloids (B, Se, I, F) 9 trace metals (V, Cr, Mn, Fe, Co, Ni, Cu, Zn, Mo)

Pola Umum 11 Unsur Makromineral

11 bulk biological elements terdiri dari:


The Big Six Elements for organic & biomolecule building block: C, H, O, N, P, S The Big Five Macrominerals: K, Na, Ca, Mg, Cl

Peran bulk biological elements:


C = basic building block senyawaan organik C, H, O = konsituen karbohidrat & lipid N = konstituen protein P = unsur energi sebagai ATP & ADP, komponen asam nukleat (RNA, DNA & material genetika) mineral = signal syaraf, tekanan osmosis, struktur tubuh

Esensialitas vs Toksisitas

Eksistensi unsur-unsur yang ada dalam sistem hayati tidak otomatis esensial, mungkin hanya akumulasi Unsur esensial: Bila defisiensi menyebabkan sakit, kelainan metabolisme, atau gangguan pertumbuhan & perkembangan Golongan unsur transisi (seperti Mn) mempunyai efek ganda: Dalam jumlah tertentu esensial dan sekaligus bisa toksik

Esensialitas vs Toksisitas
Dalam satu Golongan:

Esensialitas berkurang dari atas ke bawah; paling atas absolutely essential Toksisitas bertambah dari atas ke bawah; paling bawah absolutely toxic

Contoh: Golongan IVA (Keluarga Karbon)


C (paling atas), sangat esensial Pb (paling bawah), sangat toksik

Contoh Esensialitas Mn

Komponen beberapa enzim termasuk glikotrans-ferase dan fosfoenolpiruvat karboksikinase Esensial untuk tulang yang normal

Intake bervariasi, biasanya berkisar antara 2-5 mg/hari dengan absorpsi 5-10%
Kasus defisiensi dengan intake 0,1 mg/hari: dermatitis, hipokolesterolemia dan peningkatan fosfatase alkalin. Dalam 2 minggu sekitar 60% simpanan Mn hilang

Contoh Toksisitas Mn

Keracunan Mn terbatas pada mereka yang bekerja di pertambangan bijih logam. Pajanan jangka panjang: gejala-gejala neurologik mirip parkinson atau penyakit Wilson. ESADDI (estimated as safe and adequate daily dietary intake) 2-5 mg/hari bagi orang dewasa (NRC, 1989), 2-3 mg/hari sudah cukup dan 8-9 mg/hari perfectly safe (WHO, 1973). Studi di USA, England dan Belanda: intake ratarata 2,3-8,8 mg Mn/hari namun normal intake >10 mg Mn/hari sehingga NOAEL Mn 10 mg/hari (USEPA)

Esensialitas Biological Elements


Enam unsur makromineral dibutuhkan 0,3-2,0 g/hari: Na+, K+, Ca2+, Mg2+, Cl- & PO43Sembilan unsur mikromineral dibutuhkan gmg/hari: Fe, I, F, Zn, Cr, Se, Mn, Mo & Cu Kecuali I, F & Cr, semua unsur mikromineral merupakan komponen enzim atau sistem endokrin Dalam jumlah tertentu, semua trace element adalah toksik bagi manusia & hewan.

Esensialitas & Benefisialitas


Esensialitas: Pemenuhan kebutuhan

zat-zat kimia yang penting secara biologis agar tidak terjadi defisiensi Toksisitas: Efek merugikan zat-zat kimia yang tidak dibutuhkan tubuh Esensial & Toksik: Esensial bila jumlanya sesuai kebutuhan, toksik bila jumlahnya melebihi kebutuhan

Biogeokimiawi

chemically bioavailbality
Manusia dewasa memiliki 1015 sel dengan 1027 molekul Kebutuhan biological elements dipasok oleh lapisan atas kerak bumi Komposisi kimia lapisan atas kerak bumi sesuai dengan komposisi kimiawi makhluk hidup Unsur-unsur di lapisan atas kerak bumi terusmenerus bertransformasi membentuk spesispesi kimia yang bioavailable & bioaccessible

Kimia Kesehatan Masyarakat


Ada 23 juta zat kimia alam & sintetis yang diproduksi, dipakai, dan dibuang manusia Zat kimia penyusun makhluk hidup:

Esensial & benefisial Esensial (bila jumlahnya cukup) & toksik (bila jumlahnya eksesif) Toksik

Zat kimia esensial & benefisial (udara, air, pangan, pakaian dan rumah) dibutuhkan manusia; Zat kimia toksik dalam medium lingkungan (udara, air, tanah, makanan) = faktor risiko kesehatan.

Problematika Zat Kimia


Dari ~ 23 juta zata kimia, 1500 termasuk High

Production Volume (> 1 ton/tahun); IPRTC baru mempu mendata lengkap sifat-sifat fisiko-kimia 147 jenis; Di AS:
70.000 zat kimia dinyatakan sebagai bahan

berbahaya; Hanya 40 bioassay per tahun; sehingga Perlu 17 abad untuk menyelesaikan 70.000 biassay;
Informasi mengenai toksisitas zat-zat kimia

masih sangat sedikit

Zat Kimia Menurut Sifat Fisika & Mekanisme Toksisitas


Sifat-Sifat Fisika
Logam & Anorganik Senyawaan berlogam Serat Debu Gas Senyawaan organik

Mekanisme Toksisitas
Karsinogen Neurotoksin Mutagen Allergen Teratogen Toksin reproduktif

Senyawaan kompleks

Toksin metabolik

Bahaya Fisik Zat Kimia (IPCS)


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.
13. 14. 15. 16.

Mudah meledak Gas mudah menyala Aerosol mudah menyala Gas oksidator Gas bertekanan Cairan mudah menyala Padatan mudah menyala Bahan reaktif dengan sendirinya Cairan piroforat Padatan piroforat Bahan-bahan memanas sendiri Bahan-bahan yang bila kontak dengan air melepaskan gas-gas mudah menyala Cairan oksidator Padatan oksidator Peroksida organik Korosif terhadap logam

Klasifikasi Zat Kimia Menurut Efeknya (IPCS)


Toksik akut 2. Korosi/iritasi kulit 3. Kerusakan mata serius/iritasi mata 4. Penyebab sensitasi pernafasan/kulit 5. Mutagenisitas sel benih 6. Karsinogenisitas 7. Toksik reproduksi 8. Toksi sistemik organ sasaran spesifik paparan tunggal 9. Toksi sistemik organ sasaran spesifik paparan berulang 10. Bahaya bagi lingkungan
1.