Anda di halaman 1dari 9

Jumlah koloni Streptococcus mutans dan Lactobacillus dalam air liur gigi berkaries dan anak2 yang tidak

ada karies

abstrak Streptococcus mutans (S. mutans) dianggap sebagai mikroorganisme inisiator utama karies, dengan Lactobacilli yang berpartisipasi pada perkembangan karies, karena kapasitas karsinogenik nya. The Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji jumlah S. mutans dan Lactobacillus sp pada anak dengan dalam air liur anak-anak dengan karies gigi dan karies gratis. Dua puluh anak-anak menghadiri Klinik Gigi Pediatri di Airlangga Universitas berpartisipasi dalam penelitian kami. Umur mereka berkisar dari usia 1-14 tahun. Subyek dibagi menjadi dua kelompok, yang kelompok studi yang terdiri dari 10 anak dengan 3-5 DMFT / DMFT dan kelompok kontrol dengan 10 karies anak gratis. Subjek diperiksa dan nomor karies mereka direkam dengan menggunakan indeks WHO. Air liur Dirangsang dikumpulkan dari setiap subyek untuk penilaian bakteri. Colony Penghitungan S. mutans dan Lactobacillus sp hitung dalam setiap kelompok sampel air liur dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan subjek bahwa dengan 3-5 DMFT / DMFT memiliki jumlah yang lebih tinggi dari S. mutans dan Lactobacillus sp daripada gigi tidak karies

Pengantar Dalam dekade terakhir, kesehatan mulut dan gigi telah sangat meningkat, namun, prevalensi karies gigi pada anak-anak sebagai masalah klinis masih cukup tinggi. Karies gigi adalah salah satu kondisi patologis sebagian besar diderita oleh anakanak Indonesia. Di Indonesia prevalensi karies gigi pada anak-anak berusia 10 tahun gigi. adalah Beberapa 80%. Karies yang gigi adalah penyakit seperti: menular gigi diprakarsai saliva oleh demineralisasi progresif dalam jaringan keras pada permukaan mahkota dan akar faktor saling terkait dan (host),

mikroorganisme, substrat dan waktu yang terlibat dalam proses gigi caries.1 Streptococcus mutans (S. mutans) dan Lactobacillus sp adalah mikroorganisme aktif berkontribusi karies gigi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa peran penting dari S. mutans dalam proses awal karies sedangkan Lactobacillus sp berkorelasi dengan karies aktif episode.2 S. mutans adalah bakteri utama yang berkontribusi caries.3 gigi Pada pasien bebas karies, rendahnya jumlah S. mutans ditemukan sebagai flora normal di rongga mulut, sebaliknya itu adalah dominan dalam plak pasien dengan aktif beberapa lesi karies. Periode kritis S. mutans kolonisasi terjadi pada usia 19-31 bulan di mana ia dianggap sebagai jendela infectivity.4 Namun, bukti menunjukkan bahwa S. mutans bisa ditemukan segera setelah erupsi gigi, bahkan pada bayi berusia 6 bulan yang tidak memiliki gigi yet.5, 6 Penelitian dilakukan pada anak-anak baik dengan karies tinggi atau karies bebas mengungkapkan bahwa anak-anak dengan kondisi mulut yang baik memiliki rendahnya jumlah Lactobacillus dan anak-anak dengan karies aktif menunjukkan adanya bakteri dengan kapasitas adhesi yang lebih tinggi dan aglutinasi process.7 Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa jumlah S. mutans dan Lactobacillus sp dalam air liur karies dan anak anak bebas karies.

Metode Dua puluh anak (putra dan putri) menghadiri Klinik Gigi Pediatri di Universitas Airlangga Surabaya berpartisipasi dalam penelitian kami. Subyek dibagi menjadi dua kelompok, yang kelompok studi yang terdiri dari 10 anak dengan 3-5 DMFT / DMFT dan kelompok kontrol dengan 10 karies anak gratis. Kedua kelompok diklasifikasikan menjadi empat kelompok terdiri dari 5 sampel. Kriteria inklusi dari sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: usia 1-14 tahun dengan gigi primer, pertumbuhan gigi campuran, atau gigi permanen, 3-5 DMFT / DMFT untuk kelompok studi dan karies gratis bagi kelompok kontrol. Kriteria eksklusi adalah jika anak-anak kandungan mengambil antibiotik, tinggi sirup satu obat bulan bentuk atau suspensi air liur dengan diambil. karbohidrat sebelum

Sampel air liur diambil melalui merangsang kelenjar ludah dengan parafilm mengunyah, dan dikumpulkan dalam ml tabung 15. Sampel disuspensikan dalam botol berisi 1 ml saline, dan diinkubasi pada suhu 37 C selama dua jam. Sampel

air liur dikocok selama 30 detik menggunakan campuran vortex, dan kemudian aliquot dari 25 sampel plak ml diinokulasi dalam kedua media agar. Media Agar Saliva mitis digunakan untuk kultur S. mutans dan ROGOSA Media kultur Lactobacillus sp. Setelah media agar diinkubasi dalam kondisi anaerob pada suhu 37 C selama 48 jam, penghitungan koloni selesai. Jumlah S. mutans dan Lactobacillus sp dianalisis secara statistik menggunakan Kolmogorov Smirnov dan variabel ditunjukkan oleh nilai rata-rata. Independent tTest digunakan untuk menganalisa jumlah yang berbeda dari S. mutans dan Lactobacillus sp dalam air liur.

Hasil Jumlah dan standar deviasi dari jumlah S. mutans dan Lactobacillus sp pada kedua kelompok ditunjukkan dalam tabel 1. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah rata-rata S. mutans secara signifikan lebih tinggi dari Lactobacillus sp. Pada kelompok karies bebas, jumlah S. mutans lebih rendah dibandingkan dengan 3-5 DMFT / kelompok DMFT. Jumlah Lactobacillus sp juga lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok karies bebas.

Table 1. Jumlah koloni rata-rata S. mutans dan Lactobacillus sp


Microorganis m S. mutants Lactobacillus sp Type of caries Free caries 35 dmft/DMFT Free caries 35 dmft/DMFT n 5 5 5 5 X 246 575.8 55 117.2 SD 34.2 40.1 4.47 25.44

Analisis statistik menggunakan Kolmogorov-Smirnov dilakukan dilanjutkan dengan uji pada jumlah yang berbeda dari S. mutans dan Lactobacillus sp dalam kelompok karies bebas dan 3-5 DMFT / DMFT kelompok. Hasil Kolmogorov Smirnov Uji ditunjukkan pada Tabel 2.

Table 2.

Hasil Kolmogorov-Smirnov pada jumlah S. mutans dan Lactobacillus


Type of caries Kolmogrov Smirnov Test

s
Microorganis m

S. mutants Lactobacillus sp

Free caries 35 dmft/DMFT Free caries 35 dmft/DMFT

p p p p

= = = =

0.987 0.917 1 1

Hasil uji Kolmogorov-Smirnov pada semua kelompok p> 0,05 ditunjukkan pada tabel 2 menunjukkan semua kelompok memiliki distribusi data normal. Analisis statistik menggunakan Independent t Test digunakan untuk menentukan jumlah yang berbeda dari S. mutans antara karies bebas dan 3-5 DMFT/ DMFT kelompok, p = 0,001 (p> 0,05) menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam jumlah S. mutans antara kedua kelompok. Analisis statistik menggunakan Independent t Tes juga diterapkan untuk menentukan jumlah yang berbeda dari Lactobacillus sp antara karies bebas dan 3-5 DMFT / DMFT kelompok, p = 0,001 (p> 0,05) menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam jumlah Lactobacillus sp antara kedua kelompok. Analisis statistik menggunakan Independent t Test digunakan untuk menentukan jumlah yang berbeda dari S. mutans dan Lactobacillus sp dalam 3-5 DMFT / DMFT kelompok p = 0,001 (P <0,05) menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam jumlah S. mutans dan Lactobacillus sp kelompok 3-5 DMFT / DMFT. Diskusi S. mutans sering ditemukan dalam plak gigi dianggap sebagai mikroorganisme inisiator utama karies gigi. Namun, flora mikro ditemukan dalam air liur mirip dengan yang di setiap permukaan rongga mulut, sehingga metode jumlah koloni menggunakan sampel air liur bisa mewakili bakteri pada gigi plaque.9 Transmisi dan S. mutans kolonisasi pada rongga mulut merupakan faktor penting untuk mencegah karies gigi mengingat S. mutans memiliki peran potensial dalam karies formasi awal, tetapi lebih jauh Lactobacillus sp akan bermain role.3 Dalam studi ini, jumlah S. mutans secara signifikan lebih tinggi dari jumlah Lactobacillus sp yang ditemukan di dua puluh anak usia 1-14 tahun baik dengan 3-5 DMFT / DMFT atau karies gratis. Jumlah S. mutans dan Lactobacillus sp di 3-5 DMFT / DMFT anakanak menunjukkan hubungan yang signifikan(P <0,001). Penelitian ini menyarankan anak-anak dengan tingginya jumlah S. mutans dan Lactobacillus sp juga akan menunjukkan memiliki jumlah tinggi karies. Semakin rendah jumlah bakteri, makin rendah jumlah karies.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya pada anak prasekolah yang menemukan korelasi positif antara jumlah S. mutans dan gigi caries.10-13 Sebelumnya peneliti reported14 hasil yang serupa, pasien dengan karies aktif yang memiliki jumlah yang lebih tinggi dari S. mutans dan Lactobacillus sp dibandingkan dengan pasien bebas karies. Beberapa peneliti juga melaporkan korelasi positif antara jumlah Lactobacillus sp dan beratnya caries.15-16 Brambilla et al.17 menyatakan bahwa Lactobacillus sp merupakan faktor predisposisi untuk karies karena kemampuan bakteri untuk berinteraksi dengan mikroorganisme selama penjajahan. Brambilla et al.17 juga melaporkan bahwa terdapat korelasi positif antara jumlah Lactobacillus sp di 3-5 DMFT / DMFT pada 21% anak-anak berusia 9-13 tahun. Van Houte3 menyarankan tingginya jumlah Lactobacillus sp dalam karies gigi tetapi tidak dalam karies bebas, menunjukkan bahwa Lactobacillus sp berperan lebih dalam proses karies dibanding proses awal. Jumlah S. mutans di rongga mulut berkaitan erat dengan keparahan karies dan prediksi risiko karies pada future.18, 19 S. mutans virulensi karies gigi tergantung pada host, kualitas dan durasi adhesi bakteri dalam plak. S. mutans adhesi dapat dipercepat dengan dimurnikan agglutinin saliva yang berinteraksi dengan agglutinin reseptor (protein permukaan yang tinggi-molekul-berat) dan kehadiran S. sanguis dalam rongga mulut. Skorsing diperoleh dari interaksi bakteri mikro bakteri memproduksi hasil aggregationThe uji Kolmogorov-Smirnov pada semua kelompok p> 0,05 ditunjukkan pada tabel 2 menunjukkan semua kelompok memiliki distribusi data normal. Analisis statistik menggunakan Independent t Test digunakan untuk menentukan jumlah yang berbeda dari S. mutans antara karies bebas dan 3-5 DMFT / DMFT kelompok, p = 0,001 (p> 0,05) menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam jumlah S. mutans antara kedua kelompok. Analisis statistik menggunakan Independent t Tes juga diterapkan untuk

menentukan jumlah yang berbeda dari Lactobacillus sp antara karies bebas dan 3-5 DMFT / DMFT kelompok, p = 0,001 (p> 0,05) menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam jumlah Lactobacillus sp antara kedua kelompok.

Analisis statistik menggunakan Independent t Test digunakan untuk menentukan jumlah yang berbeda dari S. mutans dan Lactobacillus sp dalam 3-5 DMFT / DMFT kelompok p = 0,001 (P <0,05) menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam jumlah S. mutans dan Lactobacillus sp kelompok 3-5 DMFT / DMFT. diskusi S. mutans sering ditemukan dalam plak gigi dianggap sebagai mikroorganisme inisiator utama karies gigi. Namun, flora mikro ditemukan dalam air liur mirip dengan yang di setiap permukaan rongga mulut, sehingga metode jumlah koloni menggunakan sampel air liur bisa mewakili bakteri pada gigi plaque.9 Transmisi dan S. mutans kolonisasi pada rongga mulut merupakan faktor penting untuk mencegah karies gigi mengingat S. mutans memiliki peran potensial dalam karies formasi awal, tetapi lebih jauh Lactobacillus sp akan bermain role.3 Dalam studi ini, jumlah S. mutans secara signifikan lebih tinggi dari jumlah Lactobacillus sp yang ditemukan di dua puluh anak usia 1-14 tahun baik dengan 3-5 DMFT / DMFT atau karies gratis. Jumlah S. mutans dan Lactobacillus sp di3-5 DMFT / DMFT anakanak menunjukkan hubungan yang signifikan(P <0,001). Penelitian ini menyarankan anak-anak dengan tingginya jumlah S. mutans dan Lactobacillus sp juga akan menunjukkan memiliki jumlah tinggi karies. Semakin rendah jumlah bakteri, makin rendah jumlah karies. Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya pada anak prasekolah yang menemukan korelasi positif antara jumlah S. mutans dan gigi caries.10-13 Sebelumnya peneliti reported14 hasil yang serupa, pasien dengan karies aktif yang memiliki jumlah yang lebih tinggi dari S. mutans dan Lactobacillus sp dibandingkan dengan pasien bebas karies. Beberapa peneliti juga melaporkan korelasi positif antara jumlah Lactobacillus sp dan beratnya caries.15-16 Brambilla et al.17 menyatakan bahwa Lactobacillus sp merupakan faktor predisposisi untuk karies karena kemampuan bakteri untuk berinteraksi dengan mikroorganisme selama penjajahan. Brambilla et al.17 juga melaporkan bahwa terdapat korelasi positif antara jumlah Lactobacillus sp di

3-5 DMFT / DMFT pada 21% anak-anak berusia 9-13 tahun. Van Houte3 menyarankan tingginya jumlah Lactobacillus sp dalam karies gigi tetapi tidak dalam karies bebas, menunjukkan bahwa Lactobacillus sp berperan lebih dalam proses karies dibanding proses awal. Jumlah S. mutans di rongga mulut berkaitan erat dengan keparahan karies dan prediksi risiko karies pada future.18, 19 S. mutans virulensi karies gigi tergantung pada host, kualitas dan durasi adhesi bakteri dalam plak. S. mutans adhesi dapat dipercepat dengan dimurnikan agglutinin saliva yang berinteraksi dengan agglutinin reseptor (protein permukaan yang tinggi-molekul-berat) dan kehadiran S. sanguis dalam rongga mulut. Skorsing diperoleh dari interaksi bakteri mikro menghasilkan agregasi bakteri untuk menghancurkan enamel.20 Di mana agglutinin juga terlibat dalam proses adhesi awal S. mutans di pelikel saliva. Dimurnikan agglutinin bisa mengikat hidroksiapatit untuk mendukung S. mutans adhesion.21 Data terbaru menunjukkan agglutinin bisa mengikat bakteri di permukaan gigi secara bersamaan untuk mendukung S. mutans adhesi. Dalam studi ini, air liur digunakan sebagai sampel. Lactobacillus adalah bakteri dengan saliva reseptor komponen sedangkan S. mutans reseptor kebanyakan ditemukan dalam plak gigi. Namun, semua kelompok menunjukkan memiliki tinggi angka S. mutans dibandingkan dengan Lactobacillus adalah karena kemampuan S. mutans lebih cepat berkembang biak dan menghasilkan asam dibandingkan dengan Lactobacillus (aciduric dan Acidogenic) .22 Hasil penelitian menunjukkan bahwa S. mutans dan Lactobacillus sp secara signifikan lebih tinggi dalam 3-5 DMFT / DMFT dibandingkan dengan kelompok karies gratis. Deteksi S. mutans dan nomor sp Lactobacillus penting untuk dilakukan pada anak-anak agar dapat mengevaluasi dan untuk mencegah karies gigi. references 1. Widjiastuti I. Peran agglutinin saliva sebagai mediator perlekatan bakteri streptococcuS. mutans pada penderita bebas karies dan karies gigi. Research report JIPTUNAIR. 1999.

2. Van Houte J. Microbial predictors of caries risk. Adv Dent Res 1993; 7:8796. 3. Van Houte J. Bacterial specificity in the aetiology of dental caries. Int Dent J 1980; 30:30526. 4. Caufield PW, Cuttter GR, Dasanayake AP. Initial acquisition of mutans streptococci by infants: evidence for a discrete window of infectivity. J Dent Res 1993; 72(1):3745. 5. Wan AK, Seow WK, Walsh LJ, Bird PS, Tudehope DI, Purdie DM. Association of streptococcuS. mutans infection and oral developmental nodules in pre-dentate infants. J Dent Res 2001; 80(a):19458. 6. Wan AK, Seow WK, Purdoe DM, Bird PS, Walsh LJ, Tudehope DI. Oral colonization of StreptococcuS. mutans in six-month-old predentata infants. J Dent Res 2001; 80(b):20605. 7. Aguilera Galavis LA, Premoli G, Gonzales A, Rodriguez RA. Caries risk in children: determined by numbers of mutans streptococci and lactobacillus. J Clin Pediatr Dent 2005; 29(4):32933. 8. Khrisnakumar R, Singh S, Subba Reddy VV, Davangere. Comparison of numbers of mutans streptococci and Lactobacilli in children with nursing bottle caries, rampant caries, healthy children with 3-5 dmft/DMFT and healthy caries free children. J Indian Soc Pedo Prev Den 2002; 20:1:15. 9. Axelsson P. Diagnosis and risk prediction of dental caries. Volume 2. Quintessence Publishing Co; 2000. p. 91150. 10. Klock B, Krasse B. Microbial and salivary conditions in 9-12 year-old children. Scand J Dent Res 1977; 85:5663. 11. Bretz WA, Djahjanh C, Almeida RS, Hujoel PP, Loesche WJ. Relationship of microbial and salivary parameters with dental caries in Brazilian pre-school children. Community Dent Oral Epidemiol 1992; 20:2614.

12. Thibodeau EA, OSullivan DM. Salivary mutans streptococci and incidence of caries in pre-school children. Caries Res 1995; 29:14853. 13. Zoitopoulos L, Brailsford SR, Gelbier S, Ludford RW, Marchant SH, Beighton D. Dental caries and caries-associated microorganisms in the saliva and plaque of 3and 4-year-old Afro-Caribbean and Caucasian children in South London. Arch Oral Biol 1996; 41:10118. 14. Ismiyatin K. Hubungan efektivitas buffer saliva dengan intensitas karies. Research report JIPTUNAIR. 2004. 15. Bratthall D. The global epidemiology of mutans streptococci. In: Johnson NW, editor. Risk markers for oral diseases. Volume 1. Dental caries. Cambridge: Cambridge Univ Pr; 1991. p. 287312. 16. Loesche WJ. Role of streptococcuS. mutans in human dental decay. Microbiol Rev 1986; 50(4):35380. 17. Brambilla E, Twetman S, Felloni A, Cagetti MG, Canegallo L, Garcia-Godoy F, Strohmenger L. Salivary mutans streptococcus and lactobacilli in 9 and 13 year old Italian schoolchildren and the relationship to oral health. 1999. 3(7):10. 18. Van Houte J. Role of microorganisms in caries aetiology. J Dent Res 1994; 73:67281. 19. Kohler B, Pettersson BM, Bratthall D. Streptococcus mutans in plaque and saliva and the development of caries. Scand J Dent Res 1981; 89:1925. 20. Mandel ID. Non immunologic aspects of caries resistance. J. Dent Res 1987; 55:C22C31. 21. Kriswandini IL. Penentuan adesin dan reseptor Streptococcus mutans yang berperan dalam patogenesis karies gigi. Disertasi. Surabaya: Universitas Airlangga; 2004