Anda di halaman 1dari 4

A.

PEMBAHASAN 1.1 Penentuan Global Migrasi Kemasan Kembang Gula Selama proses pengemasan dan penyimpanan makanan, kemungkinan terjadi migrasi bahan plastic pengemas dari bungkusan ke makanan yang dikemas sehingga formulasi plastic akan terus berkembang. Factor-faktor yang mempengaruhi

migrasi adalah luas permukaan yang berkontak, kecepatan migrasi, jenis bahan plastic dan temperature serta waktu konek. Migrasi ini dapat disebutkan sebagai fungsi dari waktu, suhu, ketebalan bahan, jumlah bahan yang dapat bermigrasi, koefisien partisi dan distribusi Nasruddin, 2009). Film PVC (polivinil khlorida) untuk kemasan kembang gula merupakan lembaran plastic yang tembus pandang, dapat diplintir (twist) serta dapat dicetak atau dilaminasi. Syarat mutu film PVC untuk kemasan kembang gula untuk jenis uji global migrasi pada suhu 60C selama 30 menit dengan simulan aquades, etanol 20% dan asam asetat 4% adalah sebesar 30 ppm (maksimum) (SNI 2004). Migrasi secara menyeluruh (global migration) terjadi dimana keseluruhan dari substansi/kompenen yang ada (komponen toksik dan komponen non toksik) pada bahan kemasan melalui fase kontak bermigrasi ke dalam makanan /produk pangan. Nilai global migrasi dari simulan etanol 20% untuk sampel station rasa adalah 62810000 ppm, simulan aquades untuk sampel station rasa dan kiss adalah 83750 ppm dan 78500 ppm sedangkan untuk simulan asam asetat 4% untuk sampel station rasa dan kiss adalah sebesar 396000 ppm dan 187000 ppm. Hasil yang diperoleh sangat menyimpang dari standar yang telah ditetapkan oleh SNI, global migrasi untuk simulan aquades, etanol 20% dan asam asetat 4% maksimal 30 ppm. Besarnya nilai global migrasi mengindikasikan banyaknya komponen-komponen toksik dan nontoksik dari kemasan yang termigrasi ke makanan yang dikemas (permen). 1.2 Penentuan Gramatur dan Densitas Kemasan Kertas Gramatur didefinisikan sebagai massa lembaran kertas atau lembaran karton dalam gram dibagi dengan satuan luasnya dalam meter persegi dan diukur pada kondisi standar (SNI 2006). Gramatur kertas dipengaruhi oleh kadar air kertas. Menurut Casey (1981) gramatur kertas dipengaruhi oleh kadar air pada kelembaban udara relatif di sekitar kertas (Nurminah, 2002). Densitas kemasan kertas diperoleh dari hasil pembagian antara gramatur dengan tebal kemasan.

Pada percobaan ini kemasan yang digunakan adalah Marem, Yupi, Youka, Biskuat, Cha-Cha dan Haan, kemasan dipotong sebanyak 3 dengan ukuran 5x5 cm dan ditimbang beratnya kemudian kemasan diukur ketebalannya di 5 titik berbeda menggunakan jangka sorong dan dirata-rata hasilnya. Gramatur dicari dengan

pembagian berat kemasan dengan luas kemasan dan densitas kemasan dicari dengan pembagian antara gramatur kemasan dengan tebal kemasan. Hasil yang diperoleh untuk perhitungan gramatur kemasan Marem adalah sebesar 440 g/m2, Yupi sebesar 373,33 g/m2, Youka sebesar 440 g/m2, Biskuat sebesar 280 g/m2, Cha-Cha sebesar 440 g/m2 dan Haan sebesar 386,67 g/m2. Hasil perhitungan densitas kemasan adalah Marem sebesar 830977,923 g/m3, Yupi sebesar 622222,222 g/m3, Youka sebesar 652991,456 g/m3, Cha-Cha sebesar 694775.132 g/m3 dan Haan sebesar 759288,333 g/m3. Nilai gramatur kemasan yang semakin besar juga menyebabkan nilai densitas kemasan semakin besar juga (berbanding lurus). Kemasan kertas yang disarankan adalah kemasan yang memiliki gramatur, ketebalan dan densitas yang kuat untuk produk pangan (Sandra dkk, 2010) sehingga semakin besar densitasnya maka kemasan tersebut semakin bagus. 1.3 Penentuan Ketahanan Jatuh Kemasan Gelas Plastik untuk Minuman Gelas plastik untuk air minum dalam kemasan gelas plastik sekali pakai yang dibuat dari bahan plastik yang memenuhi persyaratan tara pangan (food grade) dalam berbagai macam bentuk dan volume. Syarat mutu gelas plastic untuk air minum dalam kemasan dari parameter visual adalah bersih, tidak ada benda asing yang menempel, tidak ada kerusakan berupa penyok, goresan dan retak; parameter baud an rasa adalah tidak boleh menyebabkan perubahan terhadap baud an rasa pada air minum; parameter kapasitas penuh (terhadap kapasitas nominal) adalah minimal 102,5%; parameter kompresi adalah minimal 4,5 kgf dan untuk parameter jatuh (drop test) persyaratannya adalah tidak boleh ada bocor, pecah maupun retak (SNI 2004). Untuk pengujian ketahanan jatuh bila semua contoh gelas plastic (16) pada pengujian pertama hasilnya bagus maka dianggap cukup dan memenuhi syarat lulus uji, tetapi bila dari 8 buah gelas plastic yang diuji terdapat 3 buah gelas rusak maka gelas plastic dianggap tidak memenuhi syarat lulus uji dan tidak dilakukan pengujian lagi (SNI 2004). Pada percobaan ini digunakan 3 jenis gelas AMDK yaitu Total, Viand dan AC, ketiga sampel sebanyak 16 gelas kemudian dijatuhkan

dari ketinggian 75 cm dari posisi vertical. Hasil yang diperoleh adalah sampel AC dan Viand tidak memenuhi syarat lulus uji karena dari 2 kali pengulangan jumlah gelas yang rusak sebanyak 4 buah, ketentuan lulus uji adalah kemasan yang rusak dari 16 gelas adalah sebanyak 3 buah sedangkan untuk sampel Total lulus uji persyaratan karena gelas yang pecah hanya 2 dari 16 gelas yang dijatuhkan. Ketahanan jatuh dari kemasan gelas dipengaruhi oleh tebal tipisnya jenis plastic yang digunakan sebagai bahan kemasan, jika kemasannya tipis maka ketika dijatuhkan dari ketinggian 75 cm akan mengalami kerusakan begitu juga sebaliknya. Kemasan yang baik harus dapat melindungi produk (air minum) dari guncangan agar tidak pecah, kemasan dengan bahan plastic yang tebal akan lebih melindungi produk dari guncangan.

B.

KESIMPULAN Dari percobaan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa: 1. Migrasi secara menyeluruh (global migration) terjadi dimana keseluruhan dari substansi/kompenen yang ada (komponen toksik dan komponen non toksik) pada bahan kemasan melalui fase kontak bermigrasi ke dalam makanan /produk pangan. 2. Nilai global migrasi dari simulan etanol 20% untuk sampel station rasa adalah 62810000 ppm, simulan aquades untuk sampel station rasa dan kiss adalah 83750 ppm dan 78500 ppm sedangkan untuk simulan asam asetat 4% untuk sampel station rasa dan kiss adalah sebesar 396000 ppm dan 187000 ppm. 3. Standar SNI untuk global migrasi dengan simulan etanol 20%, aquades dan asam asetat 4% sebesar 30 ppm sehingga semua sampel tidak lulus persyaratan dari SNI dan tingginya nilai global migrasi mengindikasikan banyaknya komponen-komponen toksik dan nontoksik yang berpindah dari kemasan ke makanan yang dikemas. 4. Hasil yang diperoleh untuk perhitungan gramatur kemasan Marem adalah sebesar 440 g/m2, Yupi sebesar 373,33 g/m2, Youka sebesar 440 g/m2, Biskuat sebesar 280 g/m2, Cha-Cha sebesar 440 g/m2 dan Haan sebesar 386,67 g/m2. 5. Hasil perhitungan densitas kemasan adalah Marem sebesar 830977,923 g/m3, Yupi sebesar 622222,222 g/m3, Youka sebesar 652991,456 g/m3, Cha-Cha sebesar 694775.132 g/m3 dan Haan sebesar 759288,333 g/m3. 6. Gramatur dan densitas memiliki hubungan berbanding lurus, kemasan kertas yang disarankan adalah kemasan yang memiliki gramatur, densitas dan ketebalan yang besar.

7. Kemasan gelas Total lulus uji ketahanan jatuh (pecah 2) sedangkan gelas AC dan Viand tidak lulus uji (pecah 4), jika yang rusak lebih dari 3 maka kemasan tersebut tidak lulus uji ketahanan jatuh. 8. Semakin sedikit kemasan gelas yang rusak maka kemasan tersebut semakin bagus, dipengaruhi juga dari ketebalan kemasan.