Anda di halaman 1dari 7

29

PENGARUH METODE LATIHAN DAN KEMAMPUAN MOTORIK TERHADAP KETEPATAN SERVIS LOMPAT BOLAVOLI Gunawan
Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo, Jl. Soekarno Hatta KM 09 Palu. Tlp. (0451) 429743

Abstract: Pengaruh Metode Latihan dan Kemampuan Motorik Terhadap Ketepatan Servis Lompat Bolavoli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh antara metode latihan sasaran tetap dan berubah arah terhadap ketepatan servis lompat bolavoli. (2) Perbedan hasil ketepatan servis lompat bagi mereka yang memiliki kemampuan motorik tinggi dan rendah bolavoli. (3) Pengaruh interaksi antara metode latihan dan kemampuan motorik terhadap ketepatan servis lompat bolavoli. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar. Besarnya sampel penelitian 40 Mahasiswa berasal dari jumlah populasi 52 Mahasiswa . Teknik pengambilan sampel dengan purposive random sampling. Variabel penelitian terdiri dari dua variabel independen yakni : variabel manipulatip : metode latihan sasaran tetap dan metode latihan sasaran berubah arah, variabel atributip yakni : kemampuan motorik tinggi dan kemampuan motorik rendah serta variabel dependen yakni : ketepatan servis lompat bolavoli. Teknik pengumpulan data dengan Tes dan Pengukuran, data kemampuan motorik, test vertical jump, sit- up dan medicine ball put data ketepatan bola servis lompat dengan test dari AAHPER Volley Ball. Teknik analisis data menggunakan analisi varians Anava 2x2 dangan taraf signifikansi = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan dengan sasaran tetap dengan metode latihan sasaran berubah arah terhadap ketepatan servis lompat bolavoli. Hal ini dibuktikan dari nilai Fhitung = 60.33 > Ftabel = 4.08. 2) Ada perbedaan yang signifikan hasil ketepatan servis lompat bolavoli bagi mereka yang memiliki kemampuan motorik tinggi dan motorik rendah. Hal ini dibuktikan dari nilai Fhitung = 22.92 > Ftabel = 4.08. 3) Tidak ada pengaruh interaksi yang signifikan antara metode latihan dengan kemampuan motorik terhadap ketepatan servis lompat bolavoli. Hasilnya bermakna, karena Fhitung = 0.28 < Ftabel = 4.08. kata kunci: metode latihan sasaran tetap, berubah arah, kemampuan motorik dan ketepatan servis lompat bolavoli.

Olahraga bukanlah sebuah hal yang baru karena telah menggelobal dan memasyarakat khususnya di Indonesia sendiri. Di Indonesia sendiri banyak jenis olahraga yang populer dan telah memasyarakat, diantaranya olahraga bolavoli yang merupakan salah satuh cabang olahraga yang sangat di gemarih masyarakat Indonesia. Dalam permainan ini para pemain dituntut untuk bisa menguasai semua teknik-teknik yang ada seperti : servis (service), operan (passing), umpan (set up), smash (spike), bendungan (block), system pertahanan (defence), system penyerangan (ofence). (M. Yunus, 1992, Strand dan Wilson, 1993; Veira dan Fergusson, 2000). Penguasaan keterampilan bolavoli tidak dapat terlepas dari penguasaan teknik dasar permainan

bolavoli. Teknik dalam permainan bolavoli adalah memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan pemainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal (M.Yunus, 1992 : 108). Salah satu teknik dasar bolavoli adalah servis. Pulukan servis harus dilkukan dengan kuat, keras dan tepat pada sasaran agar lawan sulit untuk dapat mengembalikan bola sehingga dapat memperoleh angka. Menurut M. Yunus (1992 : 69) Servis ada beberapa jenis yang kesemuanya memiliki kelebihan dan kekuranganya masingmasing. Servis antara lain servis tangan bawah (underhand service), servis samping (side arm service), servis tangan atas (overhend service) dan servis lompat. Setiap pemain harus menguasai setidaknya 2 jenis servis dasar yaitu service underhand

95

Latihan dan Kemampuan Motorik Terhadap Ketepatan 96 JurnalGunawan, ILARA,Pengaruh VolumeMetode III, Nomor 2, Juli-Desember 2012, hlm. 95 101 Servis

Lompat Bolavoli

96

(tangan bawah) dan overhand floater (mengambang). Suharno H. P (1984 : 68) Prioritas dalam servis adalah konsistensi dalam menyeberangkan bola mendekati 100% setiap kali bermain. Semua pemian dapat melakukan service underhand dengan mudah maka pemain harus mempelajari servis yang lebih efektif. Setelah kedua teknik dasar ini dikuasai maka mulailah belajar teknik lain yang lebih canggih. Servis canggih yang popular adalah servis topspin, servis mengambang melingkar (roundhouse floater), dan servis lompat (Viera Barbara L, 2004 : 28). Servis lompat merupakan servis yang sangat popular dan canggih sehinggah paling sering digunakan dalam pertandingan bolavoli dewasa ini khususnya pemain putra. M. Yunus (1992 : 71) servis lompat di lakukan dengan gerakan melompat seperti pada gerakan smesh, Walaupun demikain kenyataan dilapangan masi banyak kekurangan dan ketidak efektifan servis lompat ini dikarenakan karena servis ini sangat rumit sehingga para pemain sering sekali mekakukan servis ini dengan tingkat keberhasilan yang rendah, sehingga pencapaian prestasi dengan mengunakan servis lompat yang merupakan salah satuh teknik memenangkan pertandingan di clubclub umum dan Mahasiswa belum maksimal, ini dimungkinkan karena masi adannya faktor yang terkadang kurang diperhatikan diantaranya penguasaan teknik servis itu sendiri terutama dalam kemampaun dasar penempatan bola servis di lapangan, selain itu servis lompat selain dari penguasaan teknik dasar yang harus dikuasai diperkirakan pemain juga harus memiliki tingkat kemampuan motorik yang tinggi dalam hal ini kapasitas fisik sehingga penempatan bola bisa lebih baik. Penempatan bola servis dilapangan yang tidak tepat menyebabkan servis yang dilakukan tidak terarah dan sering keluar lapangan akibatnya pertandingan tidak berjalan efektif. Di lapangan sering kali dijumpai guru pendidikan jasmani atau pelatih olahraga dalam memberikan materi servis kurang memperhatikan sasaran mana yang akan dituju. Metode latihan yang sesuai sangat dibutuhkan untuk penguasaan kemampuan dasar penempatan bola servis dilapangan. Metode latihan adalah prosedur dan cara pemilihan jenis latihan dan penataanya menurut kadar kesulitan kompleksitas dan berat badan (Yosef Nossek, 1982 : 15). Ada beberapa metode latihan ketepatan bola servis yang dapat di gunakan diantaranya metode latihan servis dengan sasaran tetap dengan metode latihan servis dengan sasaran berubah. Kedua metode latihan ini menggunakan sasaran tertentu dalam lapangan. Ketepatan bola servis selain dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti metode latihan yang digunakan, juga dipengaruhi oleh faktor internal. Salah satu faktor internal yang mempengaruhi penempatan bola servis adalah kemampuan motorik (kemampuan gerak dasar). Kemampuan motorik adalah kapasitas dari seseorang yang berkaitan dengan pelaksanaandan dan peragaan suatu keterampilan yang relative melekat (Rusli Lutan, 1998 : 96), Sedangkan menurut Sukintaka (2004 : 78) menjelaskan kemampuan motorik merupakan kualitas hasil gerak individu dalam melakukan gerak, baik gerakan non-olahraga maupun gerak dalam olahraga atau kematangan penampilan keterampilan motorik. Dengan kemampuan motorik dalam hal ini kapasitas motorik yang baik maka dimungkinkan ketepatan bola yang baik pula, sehingga perlu dilakukan latihan kemampuan yang sungguh-sungguh, terarur dan kontinyu agar terjadi peningkatan terhadap kemampuan gerak seorang pemain, sehinggah nantinya penempatan servis lompat semakin baik. Kemampuan gerak (motor ability) mempunyai pengaruh dalam latihan ketepatan servis lompat, dengan kemampuan dasar itulah yang kemudian berpereran sebagai landasan bagi perkembangan keterampilan. Selain itu keterampilan banyak tergantung pada kemampuan dasar, keseimbangan, kecepatan reaksi, fleksibilitas sehingga membutuhkan akselerasi latihan yang tepat. METODE dalam Metode penelitian yang digunakan penelitian ini adalah metode

Gunawan, Pengaruh Metode Latihan dan Kemampuan Motorik Terhadap Ketepatan Servis Lompat Bolavoli

97

eksperimen dengan desain factorial 2 x 2. Menurut Sudjana (1995 : 1) metode eksperimen adalah suatu rancangan dengan tiap langkah tindakan yang betul-betul terdefinisikan sedemikian sehingga informasi yang berhubungan dengan atau diperlukan untuk persoalan yang sedang diteliti dapat dikumpulkan serta terkontrol Metode Latihan Kemam. Motorik Kemampuan motorik (A) Kemampuan motorik tinggih (a1) Kemampuan motorik rendah (a2) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tingkat kemampuan motorik Tinggi Rendah dengan ketat. Untuk masing-masing faktor terdiri dari dua buah taraf, pada desain faktorial, dua atau lebih variabel dimanipulasi secara simutlan untuk menyelidiki pengaruh masing-masing terhadap pariabel terikat, disamping juga pengaruh-pengaruh yang disebabkan oleh interaksi antara beberapa pariabel.

Metode Lat. Ketepatan Servis Lompat Bolavoli (B) Sasaran tetap (b1) Sasaran berubah arah (b2) a1 b1 a1 b2 a2 b1 a2 b2 Deskripsi hasil analisis data tes hasil ketepatan servis lompat bolavoli yang dilakukan sesuai dengan kelompok yang dibandingkan. Hasil tes awal 149 14.9 6,590 130 13.0 4.447 124 12.4 2.412 124 12.4 3.565 Hasil tes akhir 208 20.8 6,450 169 16.9 4.605 222 22.2 2.573 197 19.7 4.083

Perlakuan

Statistik Jumlah Rerata SD Jumlah Rerata SD Jumlah Rerata SD Jumlah Rerata

Peningkatan 59 5.9 1,197 39 3.9 1.197 98 9.8 1.316 73 7.3 2.057 memiliki

Latihan servis dengan sasaran tetap

Tinggi Latihan servis dengan sasaran Rendah berubah SD arah Metode latihan sasaran tetap dan metode latihan sasaran berubah arah memberikan pengaruh terhadap pembentukan ketepatan servis lompat bolavoli yang berbeda. Jika antara kelompok pemain yang mendapat latihan dengan metode sasaran berubah arah dan dengan latihan dengan metode sasaran tetap dibandingkan, maka dapat diketahui bahwa kelompok perlakuan latihan dengan metode sasaran berubah arah memiliki skore ketepatan servis lompat bolavoli sebesar 3.7 lebih tinggi dari pada kelompok latihan dengan metode latihan sasaran tetap. Jika antara kelompok pemain yang memiliki kemampuan motorik tinggi dan rendah dibandingkan, maka dapat diketahui bahwa kelompok pemain yang memiliki kemampuan motorik tinggi memiliki skore ketepatan servis lompat bolavoli sebesar 2.3 lebih tinggi dari pada

kelompok pemain yang kemampuan motorik rendah. Pembahasan

Perbandingan Latihan Servis Lompat Menggunakan Metode Latihan Sasaran Tetap dan Metode Latihan Sasaran Berubah Arah. Berdasarkan pengujian hipotesis pertama ternyata ada perbedaan pengaruh yang nyata antara kelompok pemain yang mendapatkan latihan dengan sasaran berubah arah dan kelompok pemain yang mendapatkan latihan dengan metode sasaran tetap terhadap skore ketepatan servis lompat bolavoli. Pada kelompok pemain yang mendapat latihan dengan metode sasaran berubah arah mempunyai skore ketepatan servis lompat bolavoli yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok

Latihan dan Kemampuan Motorik Terhadap Ketepatan 98 JurnalGunawan, ILARA,Pengaruh VolumeMetode III, Nomor 2, Juli-Desember 2012, hlm. 95 101 Servis

Lompat Bolavoli

98

pemain yang mendapat latihan dengan metode sasaran tetap. Latihan dengan metode sasaran tetap yaitu, metode atau cara melatih ketepatan bola servis lompat dengan menggunakan sasaran yang sama secara terus-menerus dan tidak mengubah sasaran satu set dapat diselesaikan yang ditentukan oleh pelatih. Latihan ketepatan servis lompat dengan metode sasaran berubah arah adalah latihan suatu metode atau cara untuk melatih ketepatan bola servis lompat dengan menggunakan sasaran berubah-ubah dalam setiap satu setnya sesuai dengan keinginan pemain. Metode latihan ketepatan servis dengan sasaran tetap adalah metode latihan ketepatan bola servis pada satu arah yang telah ditentukan sebelumnya. Metode ini mempunyai pengaruh yang baik bagi pemain karena dengan metode latihan sasaran tetap ini pemain mempunyai kesempatan untuk mengulang beberapa kali dalam satu set pada sasaran yang sama. Dengan beberapa kali pengulangan ini diharapkan pemain akan dapat menempatkan bola servis tepat pada sasaran yang telah ditentukan sebelunya oleh pelatih. Sedangkan metode latihan ketepatan servis dengan sasaran berubahubah, sasaran ditentuksn oleh pemain itu sendiri sebelum melakukan servis, metode ini mempunyai pengaruh yang positif untuk mengembangkan kreativitas pemain karena sasaran tidak ditentukan olah pelatih dan sasaran yang dituju dalam satu set harus bervariasi sesuai dengan keinginan pemain itu sendiri. Metode latihan ini akan membuat otot lengan menjadi terlatih dengan sasaran yang diinginkan sehingga otot-otot lengan bisa memperkirakan kekuatan, ketingian dan jarak yang harus ditempuh serta power otot kaki dalam melompat keatas. Dari angka-angka yang dihasilkan dalam analisis data menunjukkan bahwa perbandingan rata-rata skore ketepatan servis lompat yang dihasilkan oleh latihan dengan metode sasaran berubah arah lebih tinggi 3.7 dari pada dengan latihan dengan metode sasaran tetap. Perbandingan Antara Kemampuan Motorik Tinggi dan Rendah. Berdasarkan pengujian hipotesis kedua ternyata ada perbedaan pengaruh yang nyata antara kelompok pemain dengan kemampuan motorik tinggi dan kemampuan motorik rendah terhadap skore ketepatan servis lompat bolavoli. Pada kelompok pemain dengan kemampuan motorik tinggi mempunyai skore ketepatan servis lompat bolavoli lebih baik dibanding kelompok pemain dengan kemampuan motorik rendah. Pada kelompok pemain kemampuan motorik tinggi memiliki potensi yang lebih tinggi dari pada pemain yang memiliki kemampuan motorik rendah. Pengaruh kemampuan motorik dalam teknik servis lompat sangat berperan karena teknik servis lompat ini adalah jenis pukulan yang membutuhkan kemampuan motorik yang besar, misalnya kekuatan, baik itu kekuatan lengan, ke kuatan otot perut dan kekuatan otot tungkai dan lainlain. Kemapuan motorik dapat digunakan sebagai modal awal yang harus dimiliki karena kemampuan motorik merupakan wujud kesanggupan setiap individu untuk mempertinggi daya kerja, sehingga memudahkan seseorang menyelesaikan tugas khusus yang berkaitan. Apabilah seseorang mempunyai kemampuan motorik yang tinggi maka dia dapat melakukan gerak tersebut dengan mudah. Dari angka-angka yang dihasilkan dalam analisis data menunjukkan bahwa perbandingan rata-rata skore ketepatan servis lompat bolavoli pada pemain yang memiliki kemampuan motorik tinggi yang lebih tinggi 2.3 dari pada kelompok pemain yang memiliki kemampuan motorik rendah. Pengaruh Interaksi Antara Metode Latihan Dengan Kemampuan Motorik Dari tabel ringkasan hasil analisis varian dua faktor, nampak bahwa faktor- faktor utama penelitian dalam bentuk dua faktor tidak menunjukkan pengaruh interaksi yang nyata. Berdasarkan hasil ini, berarti pengungkapan kajian teori sampai pada hipotesis yang telah diungkapkan ternyata tidak sesuai dengan dugaan. Dengan tidak terjadinya pengaruh interaksi dalam penelitian ini berarti metode latihan sasaran tetap dan metode latihan sasaran berubah arah teryata tidak saling terjadi persilangan diantara keduanya dimana dalam penerapan serta dalam penggunaan metode latihan baik sasaran tetap maupun latihan berubah arah tidak terlalu membutuhkan kemampuan motorik, baik kemampuan

Gunawan, Pengaruh Metode Latihan dan Kemampuan Motorik Terhadap Ketepatan Servis Lompat Bolavoli

99

motorik tinggi maupun kemampuan motorik rendah. Berdasarkan hasil penelitian yang dicapai, ternyata pemain yang memiliki kemampuan motorik rendah dengan latihan sasaran berubah arah, memiliki skore ketepatan servis lompat yang lebih baik dibandingkan pemain dengan kemampuan motorik rendah dan mendapat perlakuan latihan dengan metode sasan tetap. Begitupun pemain yang memiliki kemampuan motorik tinggi dengan penerapan metode latihan sasaran berubah arah akan memiliki skore yang lebih baik dari pemain yang memiliki kemampuan kotorik tinggi tetapi menggunakan metode latihan sasaran tetap. Dengan demikian kefektifan penggunaan metode latihan ketepatan servis lompat dipengaruhi oleh kemampuan motorik yang dimiliki pemain. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan DAFTAR RUJUKAN Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan dengan metode sasaran tetap dan metode latihan sasaran berubah arah terhadap ketepatan servis lompat. Pengaruh latihan dengan metode sasaran berubah arah lebih baik dari pada dengan metode latihan sasaran tetap. Ada perbedaan hasil yang signifikan ketepatan servis lompat bolavoli antara pemain yang memiliki kemampuan motorik tinggi dengan kemampuan motorik rendah. Skore ketepatan servis lompat bolavoli pada pemain yang memiliki kemampuan motorik tinggi lebih baik dari pada yang memiliki kemampuan motorik rendah. Tidak ada pengaruh interaksi yang signifikan antara metode latihan dengan kemampuan motorik terhadap ketepatan servis lompat bolavoli. Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah didapat dari hasil analisis data diatas maka peneliti mengajukan saran-saran sebagai berikut: Latihan dengan metode sasaran Alexander Marion. and Adrian Honish. 2005. Sebuah Analisis Langsung Volleyball Serve : Sport Biomechanics Laboratorium, University of Manitoba, Kanada. Atmadja S. dan Doewes Muchsin. 2004. Panduan Uji Latihan Jasmani dan Peresepannya. (ACSM) Alih Bahasa Ed. 5. Jakarta : EGC. Baumgartner T. A, Jackson A.S. 1991. Measurement For Evaluation In Physical Education And Exercise Science. Fourth Edition, Dubugue : Wm. C. Publishers. Beutelstahl, D. 1986. Belajar Bermain Bolavoli. Bandung : Pionir Jaya Bompa, O. Tudor. 1990. Theory and Methodology of training : The Key to Atletic Performance Second edition Dubuque Iowa : Kcndall/Huns PublishingCompany Bower, GH and Hilgrd Ernest. 1987. Theories Of Learning. New Jersey : Prenticehall Inc. Brophy, jene E ,Good, Thomas L. 1990. Educational Psychology a Realistic Approach. London : Logman Group Ltd. berubah arah memiliki pengaruh yang lebih baik dalam meningkatkan ketepatan servis lompat bolavoli, sehingga dalam rangka pengunaan metode latihan pengajar dan pelatih diharapkan lebih memilih latihan dengan metode sasaran berubah arah dalam upaya meningkatkan hasil ketepatan servis lompat bolavoli Mahasiswanya. Terkait dengan perbedaan pengaruh antara kemampuan motorik tinggi faktor kemampuan motorik rendah, dimana kemampuan motorik tinggi lebih baik hasilnya, maka Pengajar dan pelatih disarankan agar perlu memperhatikan faktor kemampuan motorik, dalam rangka meningkatkan hasil latihan ketepatan servis lompat bolavoli, khususnya ketepatan servis. Untuk peneliti selanjutnya yang mengkaji tentang metode latihan sasaran berubah arah dan metode latihan sasaran tetap terhadap ketepatan servis lompat bolavoli, sebaiknya dalam memilih variabel atributip diantaranya persepsi kinestetik dll.

Gunawan, Pengaruh Metode dan Motorik Terhadap Servis 100 Jurnal ILARA , Volume III, Latihan Nomor 2, Kemampuan Juli-Desember 2012, hlm.Ketepatan 95 101

Lompat Bolavoli

100

Chenfu Huang. and Lin-Huan Hu. 2007. Journal Kinematic Analysis of volleyball Jump Topspin And Float Serve : National Taiwan Normal University, Taipei, Taiwan. http://w4.ub.uni-konstanz. Drowatzky. JN. 1981. Motor Learning : Principles and Practice. Mineapolis : Burgers Publishing Co. Fitts P. M, and Oxendine, Joseph B. 1984. Psychology of Motor Learning, New Jersey : Prentice Hall Inc. Fox, Merle L, Foss, Steven J. 1998. Physiological Basic for Exercise and Sport, New York : McGrawHill Companies, Inc. Guyton Arthur C. 1983. Text Book of Medical Physiologi. Fifth Edition Toronto : W.B. Sounders Campany. Harsono. 1988. Coaching dan AspekAspek Psychology Dalam Coaching. Jakarta CV. Tambak utama Imam Hidayat. 1996. Biomekanika. Bandung Johnson B. L, Nelson JK. 1970. Practical Measurements For Evaluation In Physical Education Kirkendall. R. A. 1980. Measurement and Evaluations for Physical Education. IOWA : Wm. C. Brown Company Publishers. Lisa M Barnett. and Philip J Morgan. 2008. Olahraga Dirasakan Kompetensi Menengahi Hubungan Antara Kemahiran Keterampilan Motorik Masa Kanak-Kanak Dan Remaja Aktivitas Fisik Dan Kebugaran : Penilaian Yang Membujur. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity. University of Sydney, Departemen Kesehatan Pedesaan (Northern Rivers), PO Box 3074, Lismore, NSW, 2480, Australia. Magill. R, A. 1980. Motor Learning Concept And Application, Iowa : We Browen Company. Mary CB Tsili, 2009. He Hyperthrophy Of The Tibia induced Oleh The Volley-Ball. The Internet Journal of Bioengineering. Department of Mathematics University of Ioannina. Mulyono Biatmo Atmojo. 1993. Tes Dan Pengukuran Dalam Pendidikan Jasmani/Olahraga : LPP UNS dan UNS Press. Sajoto. M. 1995. Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik Dalam Olahraga : Semarang Dahara Prize Yunus. M. 1992. Olahraga Pilihan Bola voli. Jakarta : Depdikbud Nossek, Josef. 1982. General Theory Of Training. Logos : Nasional Institute Of Sport Oemar Hamalik. 1981 Media Pendidikan, Bandung : Penerbit Amumni. Oxedine, J. B. 1984. Psychology Of Motor Learning : New Jersey PrenticeHall Inc Radcliffe, J. C, Farentinos, R. C. 1985. High-Powered Plyometrics. Illionis : Human Kinetics Publisers. Inc. Rahantoknam. 1988. Belajar Motorik Teori dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Jakarta : Ditjen Dikti Depdikbud. Rushall, B. S, Pyke, F.S. 1990. A Training for Fitness, Ist ed. Melbourne : Macmillan Co. pp 5-26. Rusli Lutan. 1998. Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta : DirJendidikan Dasar dan Menengah. Schmidt Richard. A. 1991. Motor Control And Learning. Champain, IIIionis : Human Kinetics Publisher, Inc Simon Coleman, A 3D Analisis Kinematik Langsung Volleyball Serve : The University of Edinburgh, Skotlandia, Inggris. Singer, Robert. n. 1980. Motor Learning And Human Performance. New York : Macmillan Publishing Co, Inc Collier Macmillan Publishers. Siswandari. 2008. Statistika Terapan Dan Perbantuan Computer. Surakarta : Sebelas Maret University Press. Strand B. N, Wilson R, 1993. Assessing Sport Skills Ausralia : Human Kinetic Publishers Sudjana. 2005. Metode Statistika : Bandung. Tarsito.

Gunawan, Pengaruh Metode Latihan dan Kemampuan Motorik Terhadap Ketepatan Servis Lompat Bolavoli

101

Sukintaka. 2004. Filosofi, Pembelajaran, dan Masa Depan Teori Pendidikan Jasmani. Bandung : Yayasan Nuansa Cendekia. Suharno. H. P. 1984. Dasar-Dasar Permainan Bola Voli. IKIP Yogyakarta : Andi Offset. Veira B. L, Fergusson B. J. 2000. Volley Ball. Ali Bahasa Monti. Jakarta : PT. Grafindo Persada. Verducci, Frank M. 1932. Measurement Concepts In Physical Education : San Fransisco State University Wibowo Endang. 2004. Pengaruh Metode Mengajar Dan Kemampuan Motorik Terhadap Hasil Penempatan Servis Atas Dalam Permainan Bolavoli Di SLTPN 6 Boyolali. Pascasarjana Universitas sebelas Maret Press.