P. 1
mtk

mtk

|Views: 66|Likes:
Dipublikasikan oleh similekete
cara menyelesaikan soal matematika
cara menyelesaikan soal matematika

More info:

Published by: similekete on May 05, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/07/2014

pdf

text

original

FUNGSI TRIGONOMETRI

LIMIT FUNGSI
Limit Fungsi. Limit fungsi f(x) merupakan nilai hampiran dari f(x) untuk nilai x
mendekati nilai tertentu misal x=a. Bentuk umum : Lim f(x)
x->a
Jika diketahui dua buah fungsi f(x) dan g(x) masing-masing memiliki sebuah nilai limit,
maka jumlah, selisih, perkalian, dan pembagian dari kedua fungsi tersebut juga
mempunyai sebuah nilai limit. Di bawah ini sifat-sifat limit fungsi aljabar :
1. Limit penjumlahan fungsi
merupakan penjumlahan limit masing-masing fungsi.
lim (f(x) +g(x)) = lim f(x) + lim g(x)
2. Limit selisih fungsi merupakan
selisih limit masing-masing fungsi.
lim (f(x) – g(x)) = lim f(x) – lim g(x)
3. Limit perkalian fungsi
merupakan perkalian limit masing-masing fungsi.
lim (f(x).g(x)) = lim f(x) . lim g(x)
4. Limit pembagian fungsi
merupakan pembagian limit masing-masing fungsi.
lim
) (
) (
x g
x f
=
) ( lim
) ( lim
x g
x f
Operasi limit pada bentuk-bentuk tak tentu seperti
0
0
,


, 0 x ∞, 1

, ∞
0
, dan ∞ - ∞
harus mengikuti prosedur pengerjaan sesuai dengan ketentuan L’Hospital
Contoh 1 : (Bentuk
0
0
)
limit
2
8
3


x
x
= limit
1
3
2
x
= 12
x->2 x->2
Contoh 2 : (Bentuk


)
lim x x 6
2
+ - x = lim
x x x
x x x x x x
+ +
+ + − +
6 2
6 2 )( 6 2 (
x->∞ x->∞
= lim
x x x
x
+ +6 2
6
x->∞
= lim
1
6
1
6
+ +
x
= 3
x->∞
Latihan :
1. 4.
1. Bentuk tak tentu
0
0
lim
) (
) (
x g
x f
= lim
) ( '
) ( '
x g
x f
2. Bentuk tak tentu


lim
) (
) (
x g
x f
= lim
) ( '
) ( '
x g
x f
3. Bentuk tak tentu 0x∞ 1

, ∞
0
, dan ∞ - ∞ terlebih
dulu harus dikembalikan ke bentuk 1 dan 2
Limit
x
x 2 sin
=
x->0
2.
Limit
x
x) 1 ln( +
=
x-> 1
3.
Limit
2
2 cos 1
x
x −
=
x-> 0
Limit
2
sin
x
x x −
=
x->0
5.
Limit
x tg
x
ln
sin ln
=
x-> 0
6.
Limit
x
e
x
3
=
x ->∞
Beberapa cara yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan soal limit yaitu :
penyederhanaan, pengalihan ke bentuk sekawan, penurunan ataupun dengan cara khusus.
Dibawah ini rumus dasar limit trigonometri untuk x mendekati 0.
Contoh :
Lim x cosec 2x = lim
x
x
2 sin
x->0 x->0
= lim ½
x
x
2 sin
2
 ingat : lim
x
x
2 sin
2
= 1
x->0 x->0
= ½
Latihan :
1. Limit
1
1
2


x
x
=
x->1
2. Limit
2
4


x
x
=
x->2
3. Limit
5. Limit
x
x
3
2
sin
2
3
sin
=
x->0
6. Limit
x
x cos 1−

=
x->0
7. Limit
6 5
3
2
+ +
+
x x
x

1. Limit
bx
ax sin
=
b
a
2. Limit
bx
ax
sin
=
b
a
3. Limit
bx
ax tg
=
b
a
4. Limit
bx tg
ax
=
b
a
5. Limit
bx tg
ax sin
=
b
a
6. Limit
bx
ax tg
sin
=
b
a
x
x
2 sin
6 sin
=
x->0
4. Limit
x
x 2 sin
=
x->0
=
x-> ∞
8. Limit
x x
x x


+

3 3
3 3
=
x->∞
DIFERENSIAL
Diferensial. Diferensial merepresentasikan persamaan kemiringan grafik fungsi f(x).
Hitung diferensial mempunyai keterkaitan dengan perhitungan limit (kaidah L’
Hospital). Bentuk umum diferensial :
y' =
dx
x f d )) ( (
= f’(x)
Di bawah ini merupakan diferensiasi berbagai fungsi dasar yang penting untuk diingat.
1. y = cos x y’ = - sin x
2. y = tg x y’ = sec
2
x
3. y = ctg x y’ = -cosec
2
x
4. y = sec x y’ = sec x. tg x
5. y = cosec x y’ = -cosec x cotg x
6. y = sinh x y’ = cosh x
7. y = cos x y’ = -sin x
8. y = x
n
y’ = nx
n-1
9. y

= e
x
y’ = e
x
10. y = e
kx
y’ = ke
kx
11. y = ln x y’ = 1/x
12. y =
a
log x y’ = 1/(x ln a)
13. y = a
x
y’ = a
x
ln a
14. y = sin x y’ = cos x
Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam operasi diferensiasi
Contoh 1 : (perkalian)
y = x
3
sin x tentukan y’……….
Jawab :
f(x) = x
3
dan g(x) = sin x sehingga f’(x) = 3x
2
dan g’(x) = cos x maka
y’ = f’(x).g(x) + f(x).g’(x)
y’ = 3x
2
.sin x + x
3
cos x
Contoh 2 : (pembagian)
y =
x
x
cos
sin
tentukan y’=…………
Jawab :
f(x) = sin x f’(x) = cos x g(x) = cos x g’(x) = -sin x
y’ =
) (
) ( ' ) ( ) ( ) ( '
2
x g
x g x f x g x f −
=
x
x x
2
2 2
cos
sin cos +
= sec
2
x
Latihan :
1. y = e
x
sin x tentukan y’…
2. y = 4x
3
sin x tentukan y’….
3. y = e
x
cos x tentukan y’....
5. y =
4
cos
x
x
tentukan y’....
1. Jika sebuah fungsi dikalikan dengan konstanta maka turunannya dikalikan
juga dengan konstanta itu.
dx
x df
c
dx
x dcf ) ( ) (
·
2. Diferensiasi jumlah atau selisih aljabar dari beberapa fungsi sama dengan
penjumlahan atau selisih diferensiasi masing-masing fungsi.
dx
x dg
dx
x df
dx
x g x f d ) ( ) ( )) ( ) ( (
+ ·
+
3. Diferensiasi perkalian dua buah fungsi adalah sama dengan perkalian
turunan fungsi yang pertama dikalikan fungsi kedua ditambah dengan turunan
fungsi kedua dikalikan dengan fungsi pertama
dx
x df
x g
dx
x dg
x f
dx
x g x f d ) (
) (
) (
) (
)) ( ). ( (
+ ·
4. Diferensiasi pembagian dua buah fungsi adalah sama dengan perkalian
penyebut dan turunan pembilang dikurangi perkalian pembilang dan turunan
penyebut dibagi kuadrat penyebut.
) (
) (
) (
) (
) (
;
) (
) (
2
x g
dx
x dg
x f
dx
x df
x g
dx
dy
x g
x f
y
+
· ·
4. y = cos x sin x tentukan y’....
6. y =
4
x
x tg
tentukan y’....
Diferensiasi berantai. Untuk fungsi komposisi (fungsi di dalam fungsi yang lain)
maka harus diturunkan satu persatu secara berurutan. Ini dinamakan Diferensiasi
berantai. Aturan turunan berantai :
dx
du
du
dy
dx
dy
. ·
Contoh :
y = sin (3x + 5) tentukan y’?
Jawab :
Misal u = 3x +5 u’ = 3
Jadi y’ = u’.y’= 3 cos (3x +5)
Latihan :
Tentukan turunan fungsi (y’) dibawah ini :
1. y = sin (4x + 3)
2. y = (2x-5)
4
3. y = sin
3
x
4. y = tg 5x
5. y = e
2x-3
6. y = 4 cos(7x+2)

Fungsi implisit. Dalam fungsi implisit tidak dapat dipisahkan y dan x pada dua
ruas yang berbeda. Sebagai contoh adalah fungsi 2x + tg(y+1) = 5. Untuk
mendiferensiasikan fungsi tersebut harus diingat bahwa y adalah fungsi x.
Contoh :
Tentukan
dx
dy
dari x
2
+ y
2
= 25 (persamaan lingkaran bejari-jari 5)
Jawab :
Dengan tetap mengingat bahwa y adalah fungsi x maka
2x + 2y
dx
dy
= 0
2y
dx
dy
= -2x
dx
dy
=
y
x

Latihan :
Tentukan
dx
dy
dari :
1. x
2
+ y
2
-2x – 6y + 5 = 0
2. x
2
+ 2xy +3y
2
= 0
3. x
3
+y
3
+3xy
2
= 0
4. (x+y)
2
= 0
Persamaan Parametrik. Biasanya fungsi f(x) dinyatakan sebagai y = f(x). Tetapi
dapat pula baik y maupun x merupakan fungsi variabel lain misal t. Sehingga y=f(t)
dan x=f(t). Ini dinamakan persamaan parametrik. Untuk mendapatkan turunan
persamaan parametrik mirip dengan menggunakan turunan berantai.
Contoh:
y = cos 2t dan x = sin t tentukan
dx
dy
dan
2
2
dt
y d
Jawab :
dx
dy
=
dx
dt
dt
dy
.
= -2 sin 2t.
t cos
1
= -4 sin t

2
2
dx
y d
=
dx
y d ) ' (
=
dt
t d ) sin 4 (−
.
dx
dt
= -4
Latihan :
Tentukan
dx
dy
dan
2
2
dx
y d
dari :
1. y = 3 sin t - sin
3
t
x = cos
3
t
2. y = 3(t-sin t)
x = 3(1-cos t)

Aplikasi Diferensiasi. Setelah mempelajari tentang konsep diferensiasi maka
diferensiasi fungsi dapat diaplikasikan dalam banyak hal di antaranya:
1. Menentukan harga limit dengan ketentuan L’Hospital
2. Menentukan gradien garis singggung (m) pada titik pada grafik y = f(x)
m = y’(x) = f’(x)
3. Menentukan titik ekstrim grafik fungsi y = f(x)
• Ekstrim maksimum
syarat : y’ = 0 dan y’’< 0
• Ekstrim minimum
syarat : y’ = 0 dan y’’>0
4. Menentukan titik belok grafik fungsi y = f(x)
syarat : y” = 0
5. Menentukan fungsi naik atau fungsi turun dari grafik fungsi y = f(x)
• Fungsi naik
syarat : y’ > 0
• Fungsi turun
syarat : y’ < 0
6. Menentukan kecepatan dan percepatan
• Kecepatan merupakan turunan pertama dari fungsi jarak
• Percepatan merupakan turunan pertama fungsi kecepatan
Contoh :
Diketahui sebuah fungsi gerak vertikal ke atas h = 20t – 5t
2
. Dengan h menyatakan
tinggi (m) dan t menyatakan waktu (sekon). Tentukan :
a. kecepatan pada saat t = 3 s
b. tinggi maksimum
Jawab :
a. v =
dt
dh
= 20 -10.t  v(3) = 20 -10.3 = -10 m/s
b. syarat h maksimum : h’ = 0
20-10t = 0  t = 2 s
h
maks
= 20(2) – 5(2)
2
= 320 m
Latihan :
1. Jika f(x) = 6x
3
+ 5x
2
+ x +8 tentukan f’(0)
2. Tentukan gradien fungsi di bawah ini di pusat
koordinat :
 y =
1 3
2
+

x
x
 y = (X-3)
2
3. Tentukan titik ekstrim fungsi y = x
3
-3x +1 dan
tentukan jenisnya?
4. Jika f(x) = 5x
2
+ x -1/2 maka tentukan f’(x)?
5. Tentukan persamaan garis normal y =
1
2
2
+ x
x
di titik
(2,3) dan persamaan garis singgung di x= 1?
6. Tentukan persamaan garis singgung y = 2x
2
– 2x +3
di titik (1,3)
7. Tentukan persamaan gradien grafik y =
x
x

1
di
titik (1,0)
INTEGRAL
Integral Baku. Integrasi merupakan kebalikan dari diferensiasi. Bentuk umum :
Y =

dx x f ) (
dinamakan integral tak tentu dari fungsi f(x). Dinamakan tak tentu karena tidak
memiliki bata-batas pengintegrasian tertentu. Dibawah ini merupakan ringkasan
rumus integral baku yang sering digunakan :

dx x
n
= c
n
x
n
+
+
+
1
1

x
dx
= ln x + c
dx e
x

= e
x
+ c
dx e
kx

=
k
e
kx
+ c
dx a
x

=
a
a
x
ln
+ c

dx x sin
= -cos x + c

dx x cos
= sin x + c

x
dx
2
cos
= tg x + c

x
dx
2
sin
= -cotg x + c

xdx sinh
= cosh x +c

dx x cosh
= sinh x + c


2
1 x
dx
= arc sin x + c
= - arc cos x + c

+
2
1 x
dx
= arc tg x + c
= - arc cotg x + c

+1
2
x
dx
= arc sinh x +
c

−1
2
x
dx
= arc cosh x +
c


2
1 x
dx
= arc tgh x + c
Latihan :
1.
dx e
x

5
=
2.

dx x
7
=
3.

3
x
dx =
4.

dx
x
5
=
5.

dx
x
5
=
6.

dx x sinh 2
=
Integral Substitusi. Pada permasalahan integral terkadang ditemukan turunan
fungsi yang satu merupakan fungsi yang lain. Ini dinamakan integral substitusi.
Bentuk umum :

dx
x f
x f
) (
) ( '
dan

dx x f x f ) ( ' ). (
.
Contoh 1: (pembagian)

− +
+
dx
x x
x
5 3
3 2
2
=

− +
− +
5 3
) 5 3 (
2
2
x x
x x d
= ln ( x
2
+ 3x – 5) + c
Dari contoh tersebut diketahui bahwa pembilang merupakan turunan penyebut.
Inilah yang disebut bentuk integral substitusi pembagian.
Latihan :
1.

+ −

dx
x x
x
5 4
8 4
2
= 3.
dx
x
x

sinh
cosh
=
2.
dx
x tg
x

2
sec
= 4.

− −

dx
x x
x
12 10
5
2
=
Contoh 2 : (perkalian)

dx x x tg
2
sec .
=

) ( x tg d x tg
=
2
2
x tg
+ c
Dari contoh tersebut diketahui bahwa fungsi yang satu merupakan turunan fungsi
yang lain. Inilah yang disebut bentuk integral substitusi perkalian.
Latihan :
1.

+ dx x
3
) 7 2 (
=
2.

+ dx x x ) 2 7 cos(
=
3.

xdx x sinh . cosh
=
4.

+ − + dx x x x ) 7 2 )( 4 7 (
2
=
Integral Parsial. Jika integral perkalian fungsi tetapi masing-masing fungsi bukan
merupakan diferensial fungsi yang lain maka proses integral dilakukan perbagian.
Ini dinamakan integral parsial.
Bentuk umum :

dv u.
= uv -

du v.
Contoh :

dx x x ln
2
= ............
dipilih u = ln x sehingga du = 1/x dx dan dv = x
2
dx sehingga v =

dx x
2
=
3
3
x

dx x x ln
2
= ln x.
3
3
x
-

dx
x
x 1
.
3
3
=
,
_

¸
¸

3
1
ln
3
3
x
x
+ c
Latihan :
1.

dx x ln
=
2.

dx xe
x
=
3.

dx e x
x 2
=
4.

dx x e
x
sin
=
Integrasi dengan Pecahan Parsial. Integral yang melibatkan pembagian fungsi
yang kompleks dapat dikerjakan dengan mengubah kebentuk pecahan parsial yang
lebih sederhana. Ketentuan yang harus diingat dalam pecahan parsial :
1. Derajat pembilang harus lebih rendah dari penyebut.
2. Faktorkan penyebut karena dari sini akan ditentukan bentuk pecahan
parsial.
 Faktor (ax + b) pecahan parsial
b ax
A
+
 Faktor (ax + b)
2
pecahan parsial 2
) ( ) ( b ax
B
b ax
A
+
+
+
 Faktor (ax + b)
3
pecahan parsial
3 2
) ( ) ( ) ( b ax
C
b ax
B
b ax
A
+
+
+
+
+
 Faktor (ax
2
+bx+c)pecahan parsial
c bx ax
B Ax
+ +
+
2
Contoh :

+ −
+
dx
x x
x
2 3
1
2
= ............
2 3
1
2
+ −
+
x x
x
=
) 2 )( 1 (
1
− −
+
x x
x
=
1 − x
A
+
2 − x
B
selanjutnya dengan menyamakan ruas kiri dan kanan diperoleh A= -2 dan B = 3
maka diperoleh :

+ −
+
dx
x x
x
2 3
1
2
=


dx
x 2
3
+



dx
x 1
2
=



2
) 2 ( 3
x
x d
-



) 1 (
) 1 ( 2
x
x d
= ln (x-2) – ln (x-1) + c
Latihan :
1.

− +
dx
x x
x
2
2
) 1 )( 1 (
=
2.

+
+
3
2
) 2 (
1
x
x
dx =
3.
dx
x x
x


+
2
2
) 1 2 (
1 4
=
4.

− +
+ −
dx
x x
x
2 3 2
7 4
2
=
Integrasi fungsi trigonometri. Integral dari fungsi trigonometri terkadang
melibatkan identitas fungsi trigonometri.
sin
2
x + cos
2
x =1
cos 2x = cos
2
x – sin
2
x
cos 2x = 2 cos
2
x -1
cos 2x = 1 – 2 sin
2
x
1 + tg
2
x = sec
2
x
1 + ctg
2
x = cosec
2
x
sec x =
x cos
1
cosec x =
x sin
1
Contoh :

dx x
2
sin
=

− dx x) 2 cos 1 (
2
1
=
c
x x
+ −
4
2 sin
2
Latihan :
1.

dx x
2
cos
=
2.

dx x
3
sin
=
3.

dx x
3
cos
=
4.

dx x
5
sin
=
Apabila integrasi trigonometri melibatkan perkalian fungsi trigonometri maka
hubungan identitas trigonometri di bawah ini harus diperhatikan.
• 2 sin A cos B = sin (A+B) + cos (A-B)
• 2 cos A sin B = sin (A+B) – cos (A-B)
• 2 cos A cos B = cos(A+B) + cos (A-B)
• 2 sin A sin B = cos (A-B)-cos (A+B)
Contoh :

dx x xsin 5 sin
= 1/2

xdx xsin 5 sin 2
= 1/2

+ − − dx x x x x ) 5 cos( ) 5 cos(
= 1/2
,
_

¸
¸

6
6 sin
4
4 sin x x
+c
Latihan :
1.

dx x x 5 cos 3 sin
=
2.

dx x x 5 sin . 2 cos 4
=
3.

xdx x 4 cos . 10 cos
=
4.

x x 8 sin . 5 sin 10
=
5.

+
dx
x
x
4
sin 9
8 sin
=
6.
dx
x tg
dx x


2
2
4 1
sec
=
7.


dx
x x
dx
2
ln 9 4
8.



dx
x
x x
1 2
2
2
2 4
=
9.

+
dx
x
x
2 sin 8
2 cos
2
=
10.

+3 x
dx
=
11.

− dx x 1 3
=
12.
dx x x


2
) 1 (
=
13.
dx x x

+
2 3
) 3 (
=
14.
dx
x
x

+
3 2
) 4 (
=
PENERAPAN INTEGRAL
Integral Tertentu. Integral yang telah dibahas sejauh ini merupakan integral tak
tentu. Dikatakan demikian karena tidak memiliki batas integrasi. Integral dengan
batas atas dan batas bawah dinamakan integtral tertentu. Bentuk umum :
dx x f
a
b

) (
. Huruf a dan b menyatakan batas atas dan batas bawah integrasi.
Luas Kurva. Luas kurva dapat dihitung dengan metode integrasi tertentu (berbatas)
asal diketahui fungsi dari kurva yang bersangkutan serta nilai batas atas dan batas
bawah. Langkah menghitung integral berbatas :
Prosedur penghitungan integral berbatas:
1) Intrgrasikan fungsi dan tuliskan hasilnya alam notasi
kurung siku dengan batas integral di ujung kanan
2) Substitusikan batas atas
3) Asubstitusikan batas bawah
4) Kurangkan hasil pertama dengan hsil kedua
Contoh :
dx e
x


2 / 1
1
2
4 = 4
2 / 1
1
2
2
4

1
]
1

¸

x
e
= 2 (e-e
-2
) = 5,166
Latihan :
1.


2
1
4
) 4 2 ( dx x =
2.
dx
x

+
5
0
) 5 (
1
=
3.


+
3
3
2
9
1
dx
x
=
4.
dx
x
x

+
2 /
0
2
cos 1
2 sin
π
=
5. dx e x
x

2
1
.
=
6.

π
0
2
sin xdx x
=
Luas kurva yang dibatasi f(x) yang berada di bawah sumbu x
=0 yang dihitung dengan metode integral berbatas akan
bertanda minus. Ini akan rancu bila ada sebagian luasan yang
berada di bawah sumbu dan diatas sumbu x=0.
Contoh :
Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = x
2
-6x +5 ,sumbu x mulai
dari x=1 dan x=3?
Jawab :
Luas =

b
a
dx y
=

+ −
3
1
) 5 6 2 ( dx x x =
3
1
2
3
5 3
3
1
]
1

¸

+ − x x
x
= -5 1/3
satuan
Tanda minus meyatakan bahwa luas daerah yang dihitung berada di bawah
sumbu x = 0. Silahkan Anda coba dengan membalik batas integrasi....

Latihan :
1. Hitunglah luas grafik yang dibatasi kurva
y=sin x dengan batas x = 0 rad dan x = ∏ rad?
2. Hitunglah luas kurva yang dibatasi kurva
y= sin x dengan batas x = ∏ rad dan x = 2∏ rad?
3. Hitunglah luas kurva yang dibatasi kurva
y= sin x dengan batas x = 0 rad dan x = 2∏ rad?
Persamaan Parametrik. Persamaan parametrik merupakan persamaan dimana
baik y maupun x merupakan fungsi variabel lain yang dinamakan parameter.
Langkah pengintegrasian persamaan parametrik adalah :
Prosedur Integrasi :
1) Nyatakan x dan y dalam
persamaan parametrik
2) Ubah variable yang
bersesuaian
3) Sisipkan batas-atas
parameter
Contoh :
Tentukan luas daerah yang dibatasi kurva dengan persamaan parametrik x = at
2
y = 2at t = 1 dan t=2?
Jawab :
x = at
2
;
at
dt
dx
2 ·
; dx = 2at dt
Luas =

a
b
dx y
=

2
1
2 dx at =

2
1
2 . 2 atdt at =
2
1
3
2
3
4
1
]
1

¸
t
a =
3
28
2
a
Latihan :
1. Jika x = a sin t dan y = b co t tentukan luas
daerah dibawah kurva tersebut antara t = 0 dan t = phi?
2. Jika x = t –sin t dan y = 1 – cos t tentukan luas
dibawah kurva di antara t = 0 dan t = phi?
Nilai rerata (mean). Untuk menghitung nilai rerata fungsi f(x) di antara x = a dan
x = b dapat dilakukan dengan membagi luasan daerah tersebut dengan selisih b dan
a.
Contoh :
Tentukan mean dari y = 3x
2
+ 4x + 1 di antara x=-1 dan x=2?
Jawab :
Mean =


b
a
dx x f
b a
) (
1
=

+ +
− −
2
1 -
2
1 4x 3x
) 1 ( 2
1
= 6
Harga RMS. Harga RMS menyatakan akar dari kuadrat y rata-rata di antara batas-
batas tertentu. Dalam bahasa Inggris dinyatakan sebagai harga Root Mean Square.
Contoh :
Tentukan rms dari y = x
2
+3 di antara x=3 dan x=3?
Jawab :
(rms)
2
=
dx y
a b
b
a


2
1
=

+

3
1
2 2
) 3 (
1 3
1
dx x = 59,2
jadi rms =
2 , 59
Latihan :
1) Tentukan mean dari y = 3 sin 5t + 2 cos 3t di antara t
= 0 dan t = phi?
2) Tentukan harga rms dari y =- 400 sin 200∏t di
antara t =0 dan t = 0.01
Volume Benda Putar. Jika bentuk bidang yang dibatasi oleh kurva y = f(x) sumbu
x dan x = a dan x = b diputarkan penuh terhadap sumbu x maka akan diperoleh
volume benda putar terhadap sumbu x. Demikian pula jika bentuk bidang yang
dibatasi oleh kurva y = f(x) sumbu x dan x = a dan x = b diputarkan penuh terhadap
sumbu y maka akan diperoleh volume benda putar terhadap sumbu y.
Rumus untuk menghitung volume benda putar (sumbu x):
V =

b
a
dx y
2
π
.
Rumus untuk menghitung volume benda putar (sumbu y):
V =

b
a
dx xy π 2
Contoh :
Carilah volume benda putar yang dibatasi y = 5 cos 2x sumbu x dan ordinat
pada x=0 dan x = ¼ phi diputar satu putaran penuh mengelilingi sumbu x?
Jawab :
V =

b
a
dx y
2
π
= 25∏

4
0
2
2 cos
π
dx x
= 25∏

+
4 /
0
) 4 cos 1 (
π
dx x
=
8
25
2
π
Latihan :
1) Diketahui persamaan parametrik kurva adalah x=3t
2
;y=3t-t
2
.
Hitunglah volume benda putar terhadap sumbu x yang dibatasi oleh
kurva, sumbu x dan ordinat yang berkaitan dengan t=0 dan t=2?
2) Carilah volume benda yang terjadi bila bentuk bidang yang
dibatasi oleh kurva y=x
2
+5 sumbu x dan ordinat pada x=1 dan x=3
diputar satu putaran penuh terhadap sumbu y?
Sentroid. Posisi sentroid merupakan posi koordinat kartesius (x,y) yang
menggambarkan titik berat luasan benda yang dibatasi sumbu x, kurva serta ordinat
yang berkaitan dengan x= a dan x= b. Rumus untuk menghitung koordinat sentroid:
Pusat Gravitasi. Analog dengan sentroid untuk mencari pusat gravitasi suatu
benda yang terbentuk jika bentuk bidang yang dibatasi oleh kurva y = f(x) sumbu x
dan ordinat pada x=a dan x=b diputar mengelilingi sumbu x dengan rumus :
x =


b
a
b
a
dx y
dx xy
2
2
; y = 0.
Contoh :
x =


b
a
b
a
dx y
dx xy
y = ½


b
a
b
a
dx y
dx y
2
Tentukan pusat gravitasi dari benda yang trentuk jika bidang yang dibatasi oleh
kurva x
2
+y
2
= 16, sumbu x dan ordinat pada x=1 dan x=3 diputar poros sumbu
x?
Jawab:


3
1
2
) 16 ( dx x x =


3
1
3
) 16 ( dx x x =
3
11
4
2
4
8
1
]
1

¸


x
x = 44


3
1
2
) 16 ( dx x = [ ]
3
1
3
3 / 1 16 x − = 23 1/3
x =
89 , 1
3
1
23
44
·
 jadi koordinat pusat gravitasi (1,89;0)
Panjang kurva. Jika diketahui sebuah fungsi f(x) maka
dapat dihitung panjang kurva mulai dari ordinat x =a
sampai dengan ordinat x=b. Rumus untuk menghitung
panjang kurva :
s = dx
dx
dy
b
a


,
_

¸
¸
+
2
1 .
Contoh :
Tentukan panjang kurva y
2
= x
3
di antara x = 0. dan x =4 ?
Jawab :
2 / 1
2
3
x
dx
dy
·
 1 +
2

,
_

¸
¸
dx
dy
= 1 +
4
9x
s =

4
0
2 / 1
)
4
9x
+ (1 dx
= 9,07 satuan
Persamaan Parametrik. Untuk menghitung panjang kurva persamaan parametrik
maka dapat dihitung dengan rumusan :
s = dt
dt
dy
dt
dx
t
t


,
_

¸
¸
+
,
_

¸
¸
2
1
2 2
Latihan :
1) Tentukan posisi sentroid dari gambar yang dibatasi oleh y = e
2x
sumbu x,
sumbu y dan ordinat pada x = 2?
2) Tentukan posisi sentroid dari daerah yang dibatasi oleh kurva y = 5 sin 2x
sumbu x dan ordinat pada x = 0 dan x = phi/6?
3) Tentukan pusat gravitasi benda yang terbentuk oleh kurva y=sin x sumbu x
dan ordinat pada sumbu x=0 dan x = phi radian diputar dengan poros sumbu x?
4) Tentukan panjang kurva y = 10 cosh
10
x
di antara x= -1 dan x=2?
5) Tentukan panjang kurva persamaan parametrik x = 2cos
3
t , y=2 sin
3
t di
antara titik-titik yang besesuaian pada t = 0 dan t = phi/2?

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->