Anda di halaman 1dari 46

Peristiwa Berdarah Perang Dunia I & Perang Dunia II

Nama Kelas No

: : :

Sofie Rahmadianti 8e 23

PERANG DUNIA 1 DAN PERANG DUNIA 2

Pihak Yang Terlibat : Blok Sekutu Rusia Perancis Britania Raya Kanada Italia Amerika Serikat Negara-negara yang bergabung : 1. Kerajaan Serbia 2. Kerajaan Rusia (sampai November 1917) 3. Perancis (termasuk pasukan dari negara koloni Perancis) 4. Kerajaan Inggris : 1. Negara Persemakmuran Inggris dan Irlandia 2. Australia 3. Kanada 4. Selandia Baru 5. Newfoundland 6. Afrika Selatan 7. Kerajaan India 8. Negara boneka dan koloni Inggris 5. Kerajaan Belgia (termasuk pasukan negara koloni Belgia) 6. Kerajaan Montenegro 7. Kekaisaran Jepang

8. Kerajaan Italia (April 1915 dan sesudahnya) 9. Portugal 10. Kerajaan Romania (Agustus 1916 dan sesudahnya) 11. Kerajaan Yunani (Mei 1917 dan sesudahnya) 12. Amerika Serikat (1917 dan sesudahnya) 13. San Marino 14. Andorra 15. Tiongkok 16. Brazil 17. Bolivia 18. Kosta Rika 19. Kuba 20. Guatemala 21. Haiti 22. Honduras 23. Ekuador 24. Nikaragua 25. Uruguay 26. Panama 27. Peru 28. Siam 29. Liberia 30. Republik Demokratik Armenia (1918) 31. Cekoslowakia (1918) Latar Belakang PD I dimulai setelah Pangeran Franz Ferdinand dari Austro-Hongaria (sekarang Austria) beserta istrinya, dibunuh di Sarajevo, Bosnia, oleh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip. Bosnia merupakan kawasan Austria yang dituntut oleh Serbia, salah satu negara kecil di Semenanjung Balkan, dimana pembunuhan tersebut telah direncanakan sebelumnya. Dengan bantuan Jerman, Austria-Hungaria memutuskan perang terhadap Serbia

Senjata kimia digunakan untuk pertama kalinya, pemboman massal warga sipil dari udara dilakukan, dan banyak dari pembunuhan massal berskala besar pertama abad 19 berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman, dan Hohenzollern, yang memiliki akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang. Austria-Hungaria menyerang Serbia pada 28 Juli 1914. Rusia membuat persediaan untuk membantu Serbia dan diserang oleh Jerman. Perancis pun turut membantu Rusia dan diserang oleh Jerman. Untuk tiba di Paris dengan secepat mungkin, tentara Jerman menyerang Belgia, dan kemudian Britania menyerang Jerman.

Pada awalnya, Jerman memenangkan peperangan tersebut, akan tetapi Perancis, Britania, serta Rusia terus menyerang. Jerman, Austria-Hungaria, dan sekutunya disebut "Blok Sentral", dan negara-negara yang menentang mereka disebut "Blok Sekutu". Sewaktu peperangan berlanjut, negara lain pun turut campur tangan. Hampir semuanya memihak kepada Sekutu. Pada tahun 1915, Italia bergabung dengan Sekutu karena ingin menguasai tanah Austria. Dan pada tahun 1917,

Amerika Serikat memasuki peperangan, dan memihak kepada Sekutu.

Meskipun Tentara Sekutu sangat kuat, Jerman terlihat seperti akan memenangkan peperangan tersebut. Setelah 1914, Jerman pun menguasai Luxemburg, hampir seluruh daratan Belgia, serta sebagian dari Perancis utara. Jerman juga menang di Barisan Timur, ketika usaha Rusia gagal. Akan tetapi, menjelang tahun 1918, tentara Jerman mengalami kelelahan. Perbekalannya tidak mencukupi dan timbul pergolakan sosial di dalam negerinya sendiri.

Pada waktu yang sama, semakin banyak tentara Amerika Serikat yang baru tiba dan langsung bergabung kepada Sekutu. Pada musim panas 1918, tentera Amerika Serikat membantu menghalau serangan Jerman terakhir di barat. Jerman pun menandatangani perjanjian gencatan senjata pada 11 November 1918. Perjanjian Versailles

Di dalam Perjanjian Versailles yang ditandatangani setelah Perang Dunia I, pada 12 Januari 1919, Jerman menyerahkan tanah-tanah jajahannya dan sebagian dari wilayah Eropa-nya. Polandia dibebaskan dan mendapat wilayah Posen (sekarang kota Poznan), sebagian Silesia, serta sebagian lagi Prussia Barat. Alsace dan Lorraine yang dikuasai oleh Jerman dikembalikan ke Perancis. Perancis juga dapat menguasai kawasan Saar selama 15 tahun. Perjanjian ini juga meletakkan Rhineland dibawah pendudukan Tentera Sekutu selama 15 tahun. Jumlah pasukan tentara Jerman di perkecil tidak melebihi 100.000 orang, serta dilarang memiliki pasukan udara. Jerman juga harus membayar pampasan perang kepada Tentara Sekutu sebesar 6.600 juta. Diperkirakan 8.6 juta korban jiwa dalam Perang Dunia I. Blok Sekutu kehilangan 5.1 juta jiwa, sementara Blok Sentral 3.5 juta jiwa. PD I tersebut mengakibatkan kehancuran yang sangat besar terhadap negara-negara yang terlibat, yang dikenal dengan "Perang Untuk Mengakhiri Semua Perang" sehingga terjadilah Perang Dunia II (PD II).

Puncak Perang Dunia I

Perang Dunia I menjadi saat pecahnya orde dunia lama, menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Ia juga menjadi pemicu Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di negaranegara lain, seperti : Tiongkok dan Kuba, serta akan menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet dan AS.

Kekalahan Jerman dalam perang ini dan kegagalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung yang telah menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I, akan menjadi dasar kebangkitan Nazi, dan dengan itu pecahnya Perang Dunia II pada 1939. Ia juga menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang sangat bergantung kepada teknologi, dan akan melibatkan non-militer dalam perang, seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Parit Perlindungan

Perang Dunia menjadi terkenal dengan peperangan parit perlindungannya, di mana sejumlah besar tentara dibatasi geraknya di parit-parit perlindungan dan hanya bisa bergerak sedikit karena pertahanan yang ketat.

Ini terjadi khususnya terhadap Front Barat. Lebih dari 9 juta jiwa meninggal di medan perang, dan hampir sebanyak itu juga jumlah warga sipil yang meninggal akibat kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak sengaja dalam suatu pertempuran. Front Timur

Front Timur adalah Front dimana Jerman berhadapan dengan Russia. Pada awalnya Jerman dapat mengalahkan Russia, meskipun Russia melancarkan Mobilisasi yang menyebabkan ekonomi Russia terbengkalai.

Dan nantinya mencetus Revolusi Russia. Tapi karena musim dingin di Russia, dan tentara Jerman tidak dilengkapi pakaian musim dingin, akhirnya Russia menang. Korban Jiwa Akibat PD I

Sekutu : 5.497.600 Belgia: 13.700 Kekaisaran Britania: 908.000 o Australia: 60.000 o Kanada: 55.000 o India: 25.000 o Selandia Baru: 16.000 o Afrika Selatan: 7.000 o Inggris: 715.000 Perancis: 1.354.000 Yunani: 5.000

Italia: 650.000 Jepang: 300 Rumania: 336.000 Rusia: 1.700.000 Serbia: 450.000 AS: 50.600 Terluka: 12.831.000 Hilang: 4.121.000 Sentral : 3.382.500 Austria-Hungaria: 1.200.000 Bulgaria: 87.500 Jerman: 1.770.000 Kerajaan Ottoman: 325.000 Terluka: 8.388.000 Hilang: 3.629.000

Warga Sipil : 6.493.000 Austria: 300.000 Belgia: 30.000 Inggris: 31.000 Bulgaria: 275.000 Perancis: 40.000 Jerman: 760.000 Yunani: 132.000 Rumania: 275.000 Rusia: 3.000.000 Serbia: 655.000 Kerajaan Ottoman: 1.005.000 Penyebab Perang Dunia 1 Pembunuhan Archduke Franz Ferdinand sering dianggap sebagai penyebab atau alasan peperangan terjadi. Namun sebenarnya banyak sekali faktor penyebab terjadi Perang Dunia

1.Terutama terletak pada ketidakseimbangan politik di Eropa pada masa itu yang menumbuhkan persaingan tidak sehat.sehingga kompleksitas persaingan itu membuat eropa terkotak-kotak,atau negara-negara di eropa membuat kubu-kubuan(Aliansi) yang membuat persaingan makin menajam. 1. Pertentangan antar negara-negara Eropa khususnya Pertentangan Inggris Jerman terutama Masalah industri. Seperti diketahui bahwa Inggris pada masa itu begitu menguasai bidang industri di kawasan itu,apalagi bila di bandingkan dengan Jerman,Inggris lebih telah berada di depan Jerman. Karena ingin menyaingi Inggris,Jerman lalu membuat produk yang mirip dengan produk Inggris dan menjualnya di tempat Inggris menjual.Jerman menjual barang-barang yang mirip dengan barang dari Inggris itu tentu dengan harga yang lebih murah,hingga membuat Inggris merugi,saat itu masyarakat tidak tahu bahwa barang yang ada di pasar adalah barang dari Jerman(tentunya pada saat itu masyarakat akan memilih barang dari Inggris karena nama,mutu dan kwalitas).lalu Inggris menarik semua barang mereka sendiri dari pasar dan melabelinya(di kasih tanda bahwa itu barang dari inggris)lalu melemparkannya lagi ke pasar.di sini jerman merugi,lalu Jerman menjual barang dengan harga lebih murah dari Inggris.dan Inggris pun berbuat demikian.begitu seterusnya sehingga persaingan itu menumbuhkan dendam yang kelak akan menambah warna perang Dunia 1. 2. Persaingan Angkatan Laut. Pada masa itu memang Jerman hebat untuk Angkatan Daratnya, tetapi lemah di Angkatan laut Karena sadar bahwa Inggris kuat dalam Angkatan lautnya,Jerman dengan ambisi untuk menyaingi Inggris rela mengeluarkan dana lebih besar demi memperkuat Angkatan lautnya 3. (Imperialis)perebutan daerah jajahan. Pada masa itu di antara negara-negara maju eropa mungkin hanya Jerman yang belum mempunyai negara jajahan,Maka Jerman berusaha merebut daerah kekuasaan atau daerah jajahan negara lain.dengan cara membantu negara yang terjajah tersebut.Sehingga diharapkan mereka akanmembalas budi pada Jerman. Di antaranya Jerman membantu Quwait(jajahan Inggris)dengan cara membuat rel kereta api Konstantinopel Baghdad,Lalu membantu

Maroko yang merupakan jajahan Inggris lainnya.Jerman juga memancing emosi negara-negara lainnya(negara maju di eropa selain Inggris)dengan manuver-manuver politiknya. 4. Pertentangan Perancis Jerman Pertentangan ini diawalli oleh Jerman yang tiba-tiba mengklaim daerah perbatasan Perancis(sungai Rhein) sebagai miliknya. Perancis tidak tinggal diam,karena daerah tersebut merupakan daerah industri.Sehingga pada tahun1870 terjadilah perang. Namun tak disangka Jerman bisa menumbangkan Prancis di dalam perang ini yang notabene Prancis negara kuat pada masa itu. Lalu mereka membuat Perjanjian Perdamaian(tahun 1871) yang isinya : - Perancis harus menyerahkan ElzasLotharigen. - Perancis harus mengganti kerugian perang. Setelah perang usai Jerman masih terus saja menekan prancis dengan cara memblokade negara-negara yang ingin berjualan di Perancis,Jerman membeli barang-barangnya dengan harga yang lebih tinggi dibanding Perancis.Hingga membuat Perancis semakin geram.Sehingga melupakan sejenak masalahnya dengan Inggris dan mengajak kerja sama untuk melawan Jerman. 5. Pertentangan Austria Rusia. Rusia pada waktu itu sedang menjalankan politik warm water.dan Rusia menganggap bahwa Austria menghambatnya,sedangkan Austria menganggap Rusia menghambatnya dalam mempersatukan wilayah sekitar semenanjung Balkan yang dipimpin oleh Rusia.Sehingga perangpun terjadi tanpa bisa di elakan lagi. 6. Pertentangan Rusia- Turki. Pada saat itu Rusia menginginkan semenanjung Balkan menjadi wilayahnya,padahal pada saat itu semenanjung balkan masih dipegang oleh Turki. 7. Pertentangan AustriaSerbia Austria berusaha mempersatukan negara-negara di wilayah Balkan,dibawah kepemimpinannya.Serbia yang merupakan salah satu negara di wilayah Balkan, tidak mau ditaklukan. Maka mereka membuat Gerakan Serbia Raya yakni dengan berusaha mempersatukan Slavia Selatan di bawah pimpipnan Serbia.agar tidak di rebut Austria,dan hal itu membuat Austria geram,maka perangpun tak terelakan lagi.

8. Persekutuan di Negara-negara Eropa. Pada masa itu(tahun 1880an)Politik di Eropa begitu bergejolak,yang menimbulkan rasa saling curiga dan ketakutan yang berlebihan(takut di serang mendadak oleh musuh).Oleh karena sebab-sebab ketakutan yang berlebihan itu maka Negara-negara di eropa terutama negara-negara beepengaruh) saling mencari teman dan terbentuklah kubu-kubu atau Aliansi diantara negara-negara eropa,diantaranya Aliansi triple (terbentuk tahun 1882)yang beranggotakan Jerman,Italia, dan Austria. Kemudian Tripple Etonte terbentuk tahun 1907 yang beranggotakan Inggris,Perancis dan Rusia. Aliansi-aliansi itu terbentuk karna oleh rasa ketakutan dan ambisi untuk saling menguasai,dan prinsip Aliansi itu sendiri Akan saling membantu dengan semua anggota,bahkan bila satu negara berperang berarti itu peperangan semua anggota.''Perang satu perang semua''. 9. Perlombaan Senjata. Karena telah tumbuh rasa curiga yang amat sangat di antara Negaranegara eropa,selain terbentuknya Aliansi Juga terciptanya produksi Senjata yang berlebihan(hingga perekonomian sedikit terbengkalai),mereka berlomba saling unjuk kekuatan dengan cara uji coba senjata,dan mereka juga selalu mempersenjatai diri mereka sendiri,dengan memposisikan diri seakan-akan siap untuk berperang dengan senjata-senjata hebat produksi mereka. 10. pembunuhan putra mahkota Austria, Franz Ferdinand. Pada tanggal 28 Juni 1914 putra mahkota Austria Franz Ferdinand di bunuh oleh seorang mahasiswa Serbia bernama Principe, saat melihat latihan perang di Serajevo,Bosnia. Principe menganggap bahwa latihan perang tentara Austria di Bosnia adalah pelecehan terhadap Serbia.Bosnia sendiri adalah negara sengketa antara Austria dan Serbia. Kemudian Austria memberi ultimatum Serbia jika Principe tidak diserahkan (ke Austria) dalam waktu satu bulan,maka Austria akan menyerang Serbia. Serbia yang melindungi warga negaranya,tidak mau menyerahkan Principe.Serbia berani menentang Austria karena Rusia berjanji akan membantu Serbia jika Serbia diserang Austria. Maka pada tanggal 28 Juli 1914 Austria menyerang Serbia. 11.Ikut campur Negara-negara eropa pada perang Serbia-Austria.

(Setelah Ultimatum dari Austria pada Serbia tidak di gubris oleh Serbia Maka habislah kesabaran Austria dengan segera menyerang Serbia). Austria yang merupakan anggota Tripple Alliansi, maka dengan dibantunya Serbia oleh Rusia,berarti (secara tak langsung) Rusia juga menyerang Austria, Italia dan Jerman(Tripple Alliansi). Pada tanggal 1 Agustus 1914 Jerman menyerang Rusia.Karena Rusia anggota Tripple Etonte, maka berarti Jerman menyerang anggota Tripple Etonte yang lainnya yaitu Inggris dan Perancis. Perancis yang akhirnya punya kesempatan untuk membalaskan dendam pada Jerman dan tak menyianyiakan kesempatan ini.Pada tanggal 3 Agustus 1914 Perancis menyerang Jerman.di susul Inggris pada tanggal 4 Agustus 1914. Tak bisa di elakan lagi,aksi saling menyerang antar anggota Tripple (Alliansi dan Etonte),belum lagi urusan daerah jajahan masingmasing,dan perang terus menyebar makin luas hingga kelak perang itu di sebut Perang Dunia 1 ************* Sejarah Perang Dunia Perang Dunia II bermula dari sekelompok ultranasionalis yang lahir di tiga negara. Di Jerman, Adolf Hitler lahir sebagai pemimpin Partai Nazi, partai antisemit yang menginginkan kekuasaan ras Arya. Adolf Hitler menggunakan kekuatannya untuk melengserkan Republik Weimar yang membuat Jerman mengalami krisis moneter luar biasa. Setelah Hitler berkuasa pada 1933, dia segera memperkuat militer untuk bersiap-siap memulai pertempuran demi kekuasaan. Dengan semangat Lebensraum (ruang tinggal), dia menginginkan tanah kekuasaan yang lebih luas untuk ras Arya.

Benito Mussolini (kiri) dan Adolf Hitler (kanan) Di Italia, diktator Benito Mussolini meraih tampuk kekuasaan setelah paham fasisme yang ia anut berhasil mengalahkan komunisme dan sosialisme. Mussolini menginginkan Italia berkuasa sebagaimana pada masa Kekaisaran Romawi Suci dahulu. Dia mendapat kepercayaan dari Raja Italia untuk membangun pemerintahan, dan Mussolini segera membangun pemerintahan keras dan fasis, yaitu paham dimana kepentingan negara berada di atas segala-galanya. Dia juga kawan akrab Hitler, yang kemudian mengadakan Aliansi Berlin-Roma. Kaisar Hirohito memang secara de facto menjadi kaisar sah di Jepang. Akan tetapi, sadarkah sang kaisar, bahwa yang berkuasa dan menjalankan roda pemerintahan sesungguhnya ialah Jenderal Hideki Tojo. Dengan demikian, militer dalam hal ini secara jelas telah mengambil alih pemerintahan sipil di Jepang. Awal Perang

Jenderal Franco, Diktator Spanyol Sebelum perang meletus, Spanyol telah jatuh dalam perang saudara antara sayap kiri (sosialis, komunis, dan rakyat biasa yang mendukung republik) dan sayap kanan (tuan tanah kaya raya, perwira, gereja katholik, dan Partai Fasis Falange yang menginginkan raja untuk kembali berkuasa). Sayap kiri didukung oleh Uni Soviet, sementara sayap kanan dipimpin Jerman dan Italia. Ketika perang meletus, sayap kiri sempat berkuasa ketika datang sayap liberal dari negara lain, yakni Laurie Lee. Sayap kiri jatuh dan loyalis liberal menguasai sejumlah kota besar. Hingga akhirnya sayap kanan yang di dukung Jenderal Franco, berhasil menghancurkan pertahanan loyalis di Madrid dan menduduki kursi kekuasaan hingga 1975. Uni Soviet adalah negara besar yang terletak di Eropa Timur, membentang jauh hingga Siberia dan Asia Tengah. Uni Soviet didirikan oleh Vladimir Lenin yang berhasil menggulingkan Tsar Rusia, Nicholas II, dalam Revolusi Oktober 1917. Negara ini dipimpin oleh seorang diktator komunis Joseph Stalin sejak 1924, yang mengambil kekuasaan setelah Lenin meninggal. Meskipun Jerman dan Uni Soviet merupakan sesama negara sosialis, tetapi Uni Soviet bukan antisemit. Yahudi adalah agama terbesar ketiga di Uni Soviet setelah Gereja Ortodoks Rusia dan Islam, itulah yang membuat Poros tak bisa bersekutu dengan negara ini. Ketiga negara mulai menunjukkan keagresifannya sejak tahun 1930-an. Kebangkitan ekonomi dan militer Jerman meresahkan Inggris dan Perancis, yang trauma akan Perang Dunia I (PD I) yang berakhir pada 1919 dengan ditandatanganinya Perjanjian Versailles yang sangat merugikan Jerman dan sekutunya. Perjanjian itu diharapkan dapat mengakhiri perang secara permanen, akan tetapi justru menjadi 20 tahun menuju perang baru.

Jepang menyerbu Manchuria dan dengan mudah menduduki Korea. China yang masih dikuasai oleh Partai Kuomintang yang lemah, harus mengakui, bahwa Jepang menguasai separuh negaranya di bagian utara. Italia, yang masih menjajah Libya, mengikuti pada 1935, menyerbu Abessynia (sekarang Ethiopia) sebagai tanda berdirinya 'Kekaisaran Roma Baru'. Sebelumnya pada tahun 1896, Italia pernah dikalahkan Abessynia saat negara itu mencoba mendapatkan ibukota Addis Ababa.

Benito Mussolini dalam parade kemenangan di Roma atas Abessynia 16 Maret di tahun yang sama, wajib militer diterapkan di Jerman. Setahun kemudian, pasukan Jerman menduduki Rhineland. Italia mengalahkan Abessynia dan mendapatkan Addis Ababa pada 1936. Pasukan China dan Jepang bentrok di dekat Beijing, dan insiden itu disebut "Insiden Jembatan Marco Polo" yang terjadi pada 7 Juli 1937. Setahun kemudian, tepatnya 15 Oktober 1938, tentara Jerman memasuki Sudetenland. Jerman adalah negara yang paling banyak mengambil andil dalam setiap langkah Poros. Pada 1938, ia merebut Wina, menduduki Austria dan kemudian mengambil Cekoslovakia pada 16 Maret 1939. Setelah kedua negara tersebut jatuh, Jerman mengalihkan perhatiannya pada Polandia. Inggris dan Perancis berjanji akan membantu, jika Polandia akan menjadi korban selanjutnya. Akan tetapi, Hitler tak pernah mengira janji ini akan dipenuhi. Musim panas 1 September 1939, tentara Jerman menyerbu masuk ke dalam Polandia melalui rawa-rawa yang telah kering. Dua hari kemudian Inggris, Perancis, Australia, dan Selandia Baru menyatakan perang terhadap Jerman. Sebelum menyerang Polandia, Hitler telah menandatangani Pakta NonAgresi dengan Stalin. Hitler tak pernah berniat untuk memenuhi pakta ini. Dia hanya tak ingin Soviet mengganggu, sementara dia sedang sibuk

melumat Polandia dan menggilas Eropa Barat. Swedia, Spanyol, Switzerland, dan Portugal segera menyatakan kenetralannya.

Penandatanganan Pakta Non-Agres Soviet-Jerman Pakta ini disebut Pakta Agustus 1939 Italia tak mau kalah dengan keberhasilan sekutunya, Jerman. Dengan semangat Italia Irridenta (Italia yang belum dibebaskan), Mussolini memutuskan menyerbu Albania pada 7 April 1939. Setelah berhasil menguasai Kekaisaran Abessynia pada Mei 1936, Italia merasa dirinya cukup kuat untuk terjun lebih jauh lagi ke dalam ranah pertempuran. Albania dikejutkan dengan serangan Italia melalui Laut Adriatik, laut yang memisahkan Semenanjung balkan dengan Semenanjung Italia. Tentara Italia dengan agresif menyerbu masuk ke dalam Albania yang berhasil dilumpuhkan secara total. Albania jatuh jauh lebih cepat daripada Abessynia ataupun negara-negara lain yang ditaklukkan Italia. Albania adalah negara paling cepat lengser nomor dua dalam Perang Dunia II (PD II). Italia hanya perlu waktu 5 hari saja untuk merampas Tirana dan menguasai seluruh Albania.

Tentara Italia merayakan kemenangan atas Albania Belum puas dengan Polandia, Uni Soviet mencoba membentangkan sayapnya ke timur, dan menoleh pada Finlandia. Invasi Uni Soviet terhadap Finlandia ini dimulai pada 30 November 1939. Tentara Merah Uni Soviet menyerbu ke dalam Finlandia, dan mencoba menguasainya meski gagal. Serbuan kedua kalinya kembali dijalankan, tetapi Soviet harus menerima, bahwa pasukan Finlandia, yang dibantu Spanyol, Swedia, Hungaria, dan militan Estonia, mampu memukul mundur pasukan Soviet, hingga ke perbatasan.

Taktik gerilya yang diterapkan tentara Finlandia dalam Winter War tak sanggup menghentikan langkah Tentara Merah Melihat keadaan seperti ini, Stalin mulai merasa geram. Dia segera melancarkan 3 juta tentara sekaligus, untuk membungkam Finlandia. Alhasil, Stalin dapat duduk kembali dengan tenang di kursinya. Tentara Merah dengan cepat mampu mendorong tentara Finlandia, yang semakin terdesak ke dalam negaranya. Dibantu dengan bantuan logistik, serta persenjataan yang lebih memadai,

kota-kota penting di Finlandia berhasil direbut, dan Stalin serta para jenderalnya, mulai memandang ibukota Helsinki sebagai tambang emas yang menggiurkan.

Viipuri, kota terbesar kedua di Finlandia yang diberikan pada Uni Soviet seusai Winter War Melihat keadaannya yang semakin terdesak, pemerintah Finlandia segera menawarkan perundingan dengan Uni Soviet. Tawaran ini diterima, dan perundingan diadakan di Moskow. Ditandatangani pada 12 Maret 1940, Finlandia menyerahkan sebagian Karelia, termasuk tanah genting Karelia, serta lahan besar di utara Danau Ladoga. Daerah ini termasuk kota Viipuri, kota terbesar kedua di Finlandia yang diserahkan pada Uni Soviet. Viipuri adalah kota industri dan wilayah signifikan di Finlandia yang masih dipegang oleh tentara Finlandia. Penyerahan kota Viipuri mendapat protes keras dari banyak rakyat Finlandia yang merasa pemerintah mereka terlalu 'loyo', tetapi pemerintah Finlandia menganggap Viipuri adalah bayaran murah sebagai pengganti Helsinki dan seluruh Finlandia. Perang Yang Sesungguhnya

Tentara Jerman berbaris memasuki Polandia, 1 September 1939 Pasukan Jerman, dengan taktik blitzkrieg (langkah kilat), melaju dengan cepat menghajar pertahanan Polandia, dan mendekati ibukota Warsawa dalam waktu satu minggu. Dalih Hitler untuk menyerang Polandia saat itu adalah untuk merebut kota Danzig yang banyak ras Arya-nya. Tapi dalih itu hanyalah dalih palsu belaka. Polandia yang melihat dirinya tidak siap akan serangan Jerman ini, saking putus asanya, Polandia mengerahkan pasukan kavaleri berkudanya untuk melawan tank-tank dan pesawat Jerman, yang kemudian dibantai habis oleh Jerman tak bersisa. Belum selesai mengurus Jerman, Polandia dikejutkan kembali dengan serangan Uni Soviet dari timur. Pasukan Soviet menyapu bersih dari timur, sementara Jerman dari barat. Kemudian, akhirnya bertemulah kedua pasukan tersebut di Warsawa dan membuat garis demarkasi. 20 September 1939, seluruh Polandia sudah jatuh ke tangan Jerman dan Uni Soviet, dan para pemimpin negaranya dipaksa untuk menyelamatkan diri ke Rumania.

Jatuhnya ibukota Warsawa, 1939 Setelah Polandia jatuh, tak ada lagi perang untuk sementara waktu. Secara resmi, Jerman telah berada dalam status perang dengan Inggris, Perancis, Australia, dan Selandia Baru, tetapi kenyataannya tidak ada pertempuran sama sekali. Situasi ini disebut Phoney War (Perang Palsu). Situasi ini dimanfaatkan oleh para seniman untuk menggambarkan era perang. Bahkan, ada beberapa yang mengolok-olok Hitler, seperti komedian pantomim

"Charlie Chaplin". Sehingga, Hitler pun sangat benci dengan orang itu.

Charlie Chaplin dengan kumis ala Hitler-nya Di Polandia, orang-orang Yahudi, termasuk anak-anak, wanita, dan lansia, ditangkapi. Mereka untuk sementara ditampung di Ghetto (tempat terkumuh) Warsawa, sebelum akhirnya dibawa ke kamp tahanan di Auschwitz untuk disiksa. Orang-orang Yahudi yang disiksa dan dibunuh ini disebut korban holocaust, salah satu kejadian paling mengerikan dalam sejarah umat manusia yang akan terus berlanjut, hingga kejatuhan Nazi pada 1945. Phoney War ini lantas oleh para seniman disebut juga sitzkrieg. Phoney War berakhir pada 9 April 1940, ketika sitzkrieg kembali lagi menjadi blitzkrieg. Jerman mengejutkan Sekutu dengan menyerbu negara-negara Eropa Utara, Denmark dan Norwegia. Denmark menyerah dengan cepat, sementara Norwegia mencoba bertahan. Inggris dan Perancis segera datang untuk membantu Norwegia yang semakin terdesak. Tujuan utama Hitler menduduki Skandinavia ialah untuk mengambil alih kendali atas Lautan Atlantik, yang bisa memblokir jalur perdagangan Inggris ke Eropa Utara. Inggris dan Perancis tampak tergesa-gesa dalam menyelamatkan Norwegia, akan tetapi hasilnya sama saja. Norwegia ambruk beberapa bulan kemudian. Ini telah merubah pandangan Perancis terhadap Jerman, karena sebelumnya angkatan perang Perancis cukup percaya diri, mengingat negaranya pernah mengalahkan Jerman pada Perang Dunia I.

Serdadu Jerman meremukkan pertahanan Norwegia Tapi kali ini berbeda, Jerman yang dulu tidak seperti yang Perancis kira. Jerman dalam 3 dasawarsa telah bangkit dengan jumlah rakyat 3 kali lebih besar daripada Perancis, dan memiliki teknologi tempur yang tinggi serta armada perang yang kuat. Oleh karenanya, Perancis merasa terancam setelah Norwegia dan Denmark ambruk seketika. Ternyata benar, Hitler telah meminta para jenderalnya untuk menyusun taktik mencaplok Eropa Barat. Hitler memandang Perancis sebagai tempat yang "pas" sebagai tempat tinggal ras Arya. Hitler tak ingin seperti Uni Soviet yang hanya mendapatkan 11% wilayah Finlandia. Dia ingin menaklukkan Perancis secara utuh, dan kemudian daratan Britania Raya, serta selanjutnya Irlandia. Perancis segera membuat pertahanan. Berdasarkan pengalaman pada Perang Dunia I, Perancis mengira Jerman akan menyerbu wilayahnya melalui Belgia. Karena itulah Perancis mempersiapkan pasukan yang hebat di perbatasan Belgia. Hanya ada satu jalur lagi yang bisa digunakan Jerman untuk menyerbu Perancis, yaitu melalui sebuah hutan lebat, dataran tak menentu di Ardennes, sebelah selatan Luksemburg. Perancis tak pernah mengira Hitler akan menyerang lewat jalur ini, sebab mereka yakin, bahwa Hitler bukan seorang yang segila itu dan akan mampu berbuat hal semacam itu. Dan benar, ternyata mereka salah. Hitler memang orang gila yang memiliki strategi gila untuk melewati Ardennes. Dia membabat hutan Ardennes dan memaksa tank, kendaraan lapis baja, dan para tentaranya untuk menyeberangi hutan tersebut. Sempat terjadi kemacetan saat Hitler menggunakan trik ini. Tetapi hasilnya sama saja, Perancis dikejutkan oleh serangan gila ini. Pada 10

Mei 1940, Perancis dan Inggris dikejutkan oleh serangan mendadak yang tak pernah diperkirakan selama ini. Dengan cepat pasukan Jerman melindas Luksemburg, sebuah negara kecil yang menurutnya hanyalah menjadi penghalang tak berarti bagi dirinya untuk menuju Paris. Luksemburg yang sudah dilindas dan sekarat, tak bisa berbuat apa-apa selain menyerah hari itu juga, menjadi satu-satunya negara dalam Perang Dunia II yang bisa dilumpuhkan hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, dan membiarkan Jerman memasuki Perancis melalui wilayahnya. Pada hari yang sama itu pula, pasukan parasut Jerman berhasil mendarat di Belanda dan Belgia. Angkatan perang Belanda menyerah pada 15 Mei, selang beberapa jam setelah pengeboman berat di kota Rotterdam

Belanda menyerah setelah kota Rotterdam luluh lantak Pasukan gabungan Inggris-Perancis sudah berusaha mati-matian, tetapi pasukan Jerman terlalu perkasa dan berhasil mengepung mereka di sebuah tempat bernama Dunkirk, pesisir utara Perancis, pada 26 Mei 1940. Belgia mencoba bertahan hingga titik darah penghabisan, akan tetapi hasilnya sama saja. Perjuangan mempertahankan tanah air di Belgia akhirnya terhenti. Belgia telah runtuh pada 28 Mei, ketika raja-nya mengumumkan, bahwa angkatan perangnya sudah berada di ambang batas. Selama dua bulan berikutnya, tentara yang terkepung di Dunkirk mulai dievakuasi ke Inggris. Tak ada lagi serangan terhadap Perancis hingga 6 Juni. Perancis kini dalam kondisi sendirian. Inggris tak mampu membantu lebih lanjut, karena dirinya pun harus mempersiapkan diri akan kemungkinan terburuk yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Austria, Belgia, Belanda, dan Luksemburg yang menjadi tameng

pembatasnya, telah tergilas oleh pasukan Jerman. Semenanjung Hispanik, yaitu Spanyol dan Portugal, netral, dan tak mungkin dia menaruh harapan pada negara kecil seperti Andorra, Liechtenstein, atau Monako yang lebih memilih netral daripada digilas seperti Benelux. Meskipun akhirnya tentara Perancis mampu mematahkan bala bantuan untuk Jerman yang datang dari Italia, tetapi sesungguhnya Jerman tak membutuhkan bantuan sama sekali dari sekutu lemahnya itu untuk menumpas Perancis. Setelah itu, tentara Perancis tak dapat berbuat banyak, ketika tentara Jerman menyerbu dengan ganasnya ke negara mereka. Hanya perlu waktu sebelas hari saja bagi Jerman untuk menundukkan Perancis.

Serdadu Jerman memasuki Paris setelah kejatuhan Perancis, 1940 Pada 17 Juni 1940, pemimpin Perancis, Marsekal Petain, menawarkan perundingan dengan Jerman ketika negara itu berhasil menduduki Paris. Perundingan itu akhirnya ditandatangani pada 22 Juni. Jerman diberikan hak untuk mengendalikan pesisir utara dan perairan Atlantik. Seluruh Perancis takluk pada kekuasaan Jerman. Pemerintahan Perancis yang baru disebut Perancis Vichy, sementara Charles de Gaulle membangun pemerintahan Perancis darurat di London.

Hitler menyempatkan diri berpose di depan Menara Eiffel, setelah tentaranya berhasil kota menduduki Paris http://siradel.blogspot.com/2012/08/sejarah-perang-dunia-ii-versilengkap_30.html#ixzz2QK8JcwWg Sejarah Perang Dunia II Setelah jatuhnya koloni Perancis Vichy di Tunisia pada 13 Mei 1943, Sekutu mulai berlaku agresif. Antara tahun 1940 - 1945, pabrik-pabrik persenjataan Amerika Serikat telah memproduksi lebih dari 300 ribu pesawat tempur. Banyak di antaranya adalah pengebom berat, seperti B17 dan B-29. Uni Soviet membuka perbatasan baratnya, memasuki wilayah yang semula dikuasai Jerman setelah memenangkan pertempuran atas Stalingrad. Inggris yang paling antusias. Setelah bergabungnya Amerika Serikat dan Uni Soviet pada kubu Sekutu, semua keluarga di London berkumpul bersama di ruang makan setiap pukul tujuh malam. Mereka berdoa dan ayah mereka selalu berkata, "Amerika ada di pihak kita. Rusia ada pihak kita. Inggris tidak sendiri lagi."

Pesawat B-17. Rekonstruksinya sekarang ada di Musium Stockholm, Swedia Yang seharusnya ketakutan saat itu adalah Poros, terutama Italia yang paling lemah. Setelah berhasil merebut negara-negara di Afrika Utara, dimulai dari Mesir, kemudian, Sahara Barat, Maroko, Libya, Aljazair, dan terakhir Tunisia, para jenderal dari kubu Sekutu, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Australia, Selandia Baru, Perancis merdeka, dan Kanada, berkumpul di Kairo, Mesir, untuk membahas serangan guna menghentikan langkah Poros. Banyak dari mereka berpendapat, untuk menyelesaikan perang, mereka harus menyeret salah satu sekutu Jerman dan kemudian mengeluarkannya dari medan pertempuran. Jerman masih sangat kuat. Kekalahan di Stalingrad mungkin memeras habis kekuatannya, tetapi Jerman masih tangguh untuk memukul mundur Sekutu Barat, jika mereka suatu saat menyerang. Jepang mengadakan perlawanan yang hebat di lautan. Kapal perang Jepang hampir menguasai seluruh lautan Pasifik. Jadi sasarannya? Tentu saja. Italia menjadi sasaran empuk untuk digilas oleh Sekutu. Kegagalan di Afrika Utara sama saja dengan membuka aib dan kelemahan negeri sendiri. Mussolini sangat lalai, dan sekarang Semenanjung Italia harus bersiap-siap dalam menghadapi mimpi terburuk di sepanjang sejarah mereka

Marshal Georgy Konstantinovich Zhukov, otak di balik kegemilangan Uni Soviet Sekutu masih memperdebatkan mana yang benar dan mana yang salah, sementara Uni Soviet sudah mulai mengadakan perlawanan. Jenderal Georgy Zhukov, pahlawan Soviet yang berhasil mendorong keluar Jerman dari Rusia, merencanakan taktik blitzkrieg versi Soviet yang diperkirakan akan mampu merebut Polandia bagian barat yang dikuasai oleh Jerman dalam waktu kurang dari seminggu. Stalin mulai memobilisasi kekuatannya, membuat gentar Jerman yang masih menduduki Ukraina. Di Kairo, hanya tinggal satu masalah yang harus diselesaikan. Masalah itu adalah rute yang akan mereka ambil untuk menginvasi Italia. Apakah mereka harus melewati Sardinia? Ataukah Sisilia? Perdebatan ini berakhir dengan satu keputusan, yakni mereka akan memulai serangan di Sardinia, tetapi itu hanya sebagai pancingan agar mereka bisa mencapai daratan Italia melalui Sisilia dengan mudah.

Kapal Perang Italia meledak dalam pertempuran di perairan Sisilia Sekutu menyerbu Sardinia pada 7 Juli 1943, dan mendapat perlawanan kuat dari Jerman dan Italia. Ini memang direncanakan oleh Sekutu. Dua hari setelahnya, mereka mendaratkan pasukan di Sisilia, mengejutkan

Jerman dan Italia, sebagaimana Perancis dan Inggris dikejutkan saat mereka menyerang melalui Ardennes. Tentara Jerman, dengan cepat, melakukan perlawanan di Sisilia dengan dibantu oleh sisa-sisa tentara Italia yang masih bertahan. Sekutu terlalu kuat. Poros semakin terdesak lebih jauh ke dalam Sisilia, sementara tak ada bantuan apapun dari Tokyo. Perlawanan ini cukup memakan waktu yang lama, tetapi hasilnya sama saja. Sisilia akhirnya berhasil ditindih oleh kekuasaan Sekutu pada 17 Agustus 1943.

Tentara Kanada memasuki Modica, Sisilia Tertindihnya Sisilia membuat Sekutu, terutama Italia, panik. Rakyat mulai mendesak turun Mussolini, karena dianggap ingkar pada janjinya. Sebelum memulai perang, Mussolini telah berkata, bahwa tujuan perang adalah untuk merebut daerah-daerah yang berbahasa Italia dan mendirikan Kekaisaran Roma Baru. Tapi kenyataannya lain, Sisilia justru direbut dan ini membuat Mussolini terdesak. Setelah dengan sukses mendapatkan Sisilia, Sekutu mulai terkonsentrasi pada daratan Semenanjung Italia. Di Eropa Timur, Uni Soviet berhasil merebut kembali Ukraina, serta menginvasi Bulgaria dan Semenanjung Balkan lainnya. Bekerja sama dengan Yugoslavia, Uni Soviet memberikan bantuan persenjataan dan logistik, sementara Yugoslavia berjuang melawan kolonial Italia dan Jerman.

Partisan Yugoslavia dalam perang kemerdekaan Yugoslavia Kepanikan Italia terbukti pada 3 September 1943, ketika Sekutu mendaratkan pasukan di Semenanjung Italia, tepatnya di Salerno. Dipimpin oleh Jenderal Harold Alexander, operasi ini dinamai Operation Avalanche, sementara dua operasi lainnya berkedudukan di Calabria (Operation Baytown) dan Taranto (Operation Slapstick).

Field Marshal Harold Rupert Leofric George Alexander Italia dan Jerman segera ambil tindakan. Setelah Afrika Utara dan Stalingrad gagal, Hitler tak akan membiarkan sekutunya dikalahkan begitu saja. Bala bantuan berjumlah besar didatangkan dari Jerman. Secara keseluruhan, Italia tak dapat berbuat banyak. Mereka hanya bergantung pada kekuatan sekutu-sekutunya.

Tentara Jerman mati-matian mempertahankan daratan sekutunya, Italia Inggris, tidak seperti Albania di pandangan Italia yang bisa ditaklukkan dalam kurun waktu lima hari. Juga bukan Luksemburg di hadapan Jerman, yang bisa dilindas dan sekarat dalam waktu kurang dari 24 jam. Inggris kuat, dibantu oleh Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Perancis merdeka. Serangan ini menggentarkan Poros, dan Tokyo hanya bisa berharap-harap cemas, sementara dia hanya bisa berdoa dan tetap fokus pada Amerika Serikat, musuh utamanya. Dalam waktu singkat, kota-kota besar seperti Bari, Napoli, Reggio, dan Foggia sudah jatuh ke tangan Sekutu. Mussolini semakin terjepit. Tentaranya mulai berbalik menyerangnya, sementara Jerman-lah yang mati-matian mempertahankan Italia.

Raja Victor Emmanuel III Namun, hasilnya sama saja. Jerman dan Jepang harus kehilangan adik mereka yang paling lemah pada 16 September 1943. Italia runtuh ketika Sekutu berhasil memasuki ibukota Roma, mendesak Mussolini untuk

lengser dari kekuasaannya dan dibantu tentara Jerman untuk lari ke utara. Raja Victor Emmanuel III segera memecat Mussolini sebagai kepala pemerintahan dan membiarkan Sekutu mengubah Italia menjadi sebuah negara yang demokratis, yang justru berakhir dengan robohnya kekuasaan raja pada 1946.

Benito Mussolini dan kekasihnya, Clara Patachi, dieksekusi karena kalahnya Italia dalam perang 28 November 1943, "Tiga Besar" atau The Big Three yang terdiri dari Presiden Amerika Serikat Franklin Delano Roosevelt, Presiden Uni Soviet Joseph Stalin, dan Perdana Menteri Winston Churcill berkumpul di Teheran, Iran, untuk membahas langkah berikutnya setelah Italia berhasil dieksekusi. Perjanjian yang dihasilkan adalah, Uni Soviet bertugas menggusur Jerman dari timur, sementara koalisi Amerika Serikat, Inggris, Perancis merdeka, Australia, Selandia Baru, Kanada, dan negara-negara koloni Inggris lainnya diserahi tugas untuk membobol pertahanan barat.

"Tiga Besar", Joseph Stalin (kiri), Franklin Delano Roosevelt (tengah), Winston Churcill (kanan), berkumpul di Teheran, Iran Perjanjian ini dilaksanakan dengan antusias oleh Stalin, yang sudah sangat yakin Hitler tidak akan bisa melakukan lagi apa yang telah ia lakukan pada 1941. Dengan cepat Tentara Merah Soviet merontokkan kekuasaan Jerman di timur, sementara koalisi masih mencoba menembus pertahanan di barat. Tentara Soviet lebih handal dalam pertempuran musim dingin. Mereka bergerak lebih lincah dengan pakaian tebal berlapiskan palto, sementara langkah mereka begitu gesit dengan menggunakan ski saat bertempur.

Pasukan ski Soviet merebut Praha, Cekoslovakia Tentara Merah Soviet berhasil membatalkan pendudukan 900 hari atas Leningrad, kota terbesar kedua di Uni Soviet dan Rusia pada 27 Januari. Tak hanya itu, Soviet juga berhasil menginvasi Rumania dan negaranegara yang terletak antara negara itu dan Polandia. Seluruh Polandia sudah berada di bawah genggaman Soviet dengan serangan fajar pimpinan Jenderal georgy Zhukov. Kwajalein di Kepulauan Marshall yang diduduki Jepang diserang Amerika Serikat 4 hari kemudian.

Tentara Soviet menggagalkan usaha Jerman merebut Leningrad Untuk membantu Uni Soviet yang meluluhlantakkan bagian timur, Inggris dan Amerika Serikat merencanakan suatu serangan pembebasan Eropa yang diduduki Jerman. Italia sudah mati, dan mereka kini akan membebaskan Eropa Barat melalui pesisir Perancis. Pada 6 Juni 1944, pasukan Inggris dan Amerika Serikat mendarat di Normandia. Ini adalah serangan melalui laut terbesar sepanjang sejarah Perang Dunia I (PD I) dan Perang Dunia II (PD II), serta kedua terbesar sepanjang sejarah setelah perebutan Constantinophel oleh Kekaisaran Muslim Ottoman Turki. Pendaratan pasukan Sekutu di Normandia ini diberi nama D-Day. Sebuah armada laut yang terdiri dari 2.727 kapal uap dan kapal dagang, serta 700 kapal perang, dikerahkan untuk pendaratan. Ratusan personil infantri dikirim, disusul oleh pasukan parasut. Hingga pagi berikutnya, pasukan Inggris dan Amerika Serikat sudah mencapai jumlah 18.000 orang di Normandia dengan sandi Pantai Utah

Suasana Pendaratan Normandia 1944 Perlawanan garis pertahanan Jerman cukup kuat, akan tetapi mereka mampu di dorong mundur. Di Asia-Pasifik, Jepang terdesak ketika Pulau Saipan di kepulauan Mariana, diserang oleh Amerika Serikat, yang kemudian berhasil dikuasai pada 9 Juli 1944.

Pada 25 Juli 1944, pasukan Amerika Serikat melaju dari Normandia dengan cepat. 25 Agustus di tahun yang sama, Amerika Serikat dibantu dengan 6 negara lainnya, berhasil membebaskan Paris. Inggris bergerak ke utara dari Normandia untuk membebaskan Belanda dan Belgia yang sudah remuk redam sebelum bertempur. Namun, berbeda dengan Uni Soviet, perlawanan Amerika Serikat dan sekutunya masih mampu dilawan oleh Jerman. 16 Desember 1944, Amerika Serikat harus menerima kenyataan, bahwa pasukan Jerman yang masih terlalu kuat untuknya serta para sekutunya berhasil mematahkan garis depan serdadu Amerika di Ardennes, Belgia, menembus ke dalam Belgia yang lalu menyebabkan 'penyumbatan' di garis-garis Sekutu Barat. Pasukan Amerika yang di bawah komando sementara Jenderal Montgomery, harus bertahan mati-matian, hingga pasukan Sekutu lainnya datang membantu. Ketika pertempuran semakin memanas, sekali lagi, 'Tiga Besar' berkumpul pada 4 Februari untuk membahas langkah yang perlu mereka ambil untuk menaklukkan Jerman sebagaimana Italia yang bisa ditundukkan dengan mudah.

Winston Churcill (kiri), Franklin Roosevelt (tengah), dan Joseph Stalin (kanan) di Yalta, Uni Soviet Kali ini mereka bertiga bertemu di Yalta, dekat Pantai Crimea, Uni Soviet, untuk membahas bentuk Eropa pascaperang. Stalin bersikeras ingin menundukkan Jerman secara total dan mengambil kendali atas negara-negara 'sahabat' di Eropa Timur. Karena Roosevelt dan Churcill kurang menyukai gagasan ini, Stalin akhirnya berjanji akan membangun demokrasi tertentu di negara-negara yang dia duduki itu.

Kedua pemimpin negara yang begitu amat sangat percaya dengan Stalin itu, akhirnya menyetujui rencana tersebut. Roosevelt tak ingin menentang Stalin, karena dia sendiri ingin membina 'Aliansi Besar' di antara ketiga bangsa terkuat pascperang ini. Churcill tak ingin menentang lebih jauh, karena dia takut Stalin akan mendesak Britania Raya untuk menanggalkan pemerintahan mereka yang berbentuk kerajaan, yang secara harfiah sangat tidak demokratis. Pertemuan di Yalta berakhir pada 11 Februari 1944, diakhiri dengan perjanjian akhir, yakni Uni Soviet diberi kekuasaan atas wilayah timur dan Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris menguasai Eropa Barat. Stalin memiliki pasukan angkatan darat terbesar dan terkuat di dunia, yang dia yakini dapat membuat Jerman terseok-seok dan memohon ampunan padanya dengan sia-sia.

Tentara Soviet membebaskan Austria Amerika Serikat berhasil mendarat di Iwojima, Jepang, dan Stalin tak sudi kalah saing. Dia lalu memerintahkan pasukannya untuk bergerak dan melibatkan diri dalam pertempuran-pertempuran nekad, yang selalu berakhir dengan kemenangan di pihaknya. Soviet lalu semakin mendekati Jerman, memasuki ibukota Wina pada 28 Maret 1944, dan seluruh Austria dapat dibebaskan sehari setelahnya. Roosevelt meninggal dunia pada 12 April 1945, dan Harry S. Truman menggantikan posisinya sebagai presiden Amerika Serikat yang baru. Pasukan Soviet yang sudah bergerak jauh lebih cepat daripada koalisi Barat, melakukan langkah yang amat mengejutkan. Mereka dengan sukses menguasai seluruh Eropa Timur, menginvasi Hungaria, mendapatkan Cekoslovakia, dan membebaskan Yunani dalam kurun waktu 1944 hingga 1945.

Harry S. Truman, presiden Amerika Serikat Stalin juga turut membiayai dan mengirim bantuan semasa perang kemerdekaan Yugoslavia, yang berakhir pada 1944 dengan terusirnya pasukan Jerman dan Italia keluar dari Yugoslavia. Albania juga berhasil dibersihkan dari sisa-sisa serdadu Italia yang pro-Mussolini. Jerman semakin terdesak. Seluruh wilayah jajahannya telah berhasil di rebut dan dia kini sendirian, berada di tengah kepungan Soviet, Inggris, Amerika Serikat, dan Perancis yang sudah merdeka. Tentara Soviet, Inggris, dan Amerika Serikat kemudian berlomba-lomba untuk mencapai ibukota Berlin terlebih dahulu, yang akhirnya dimenangkan oleh Uni Soviet memecahkan lewat pertempuran di Berlin. Ini adalah pertempuran dahsyat yang mengerikan. Jerman bertahan dengan sangat gagah, tetapi Soviet lebih baik lagi.

Seorang serdadu Soviet mengibarkan bendera Uni Soviet di gedung parlemen Jerman setelah jatuhnya ibukota Berlin, 1945

Pada 30 April 1945, Hitler benar-benar putus asa melihat bom-bom Soviet berjatuhan dan meledak di sekelilinginya, menghujani Berlin tanpa memberi ampun, hingga akhirnya Jerman pun menyerah kalah.

Jenazah Hitler dengan luka tembakan di dahi Rakyat Berlin ketakutan. Maka hari itu juga, hanya ada dua pilihan yang bisa diambil Hitler, yaitu menyerah kalah dan dieksekusi musuh, atau tangannya sendirilah yang harus mengeksekusi dirinya. Akhirnya dia memilih jalan yang kedua, mengakhiri hidup di bunker bersama simpanan yang dia nikahi sehari sebelumnya, Eva Braunn. Seminggu kemudian, pada 7 Mei 1945, Jerman menyatakan menyerah pada Uni Soviet, setelah jenazah Hitler dan Braunn ditemukan. Maka hingga sekarang, setiap 8 Mei di Eropa diperingati sebagai Hari Kemenangan Eropa atau "Victory In Europe" (VE Day). Kini Jepang benar-benar sendirian. Kaisar cemas, tetapi Jenderal Tojo tetap bertahan. Jepang harus mempertahankan wilayah yang begitu luas dengan persenjataan yang sudah tua dan rusak. Jenderal McArthur yang memiliki dendam kesumat pada Jepang, melancarkan strategi "lompat katak", yaitu strategi untuk menyerang langsung daratan Jepang. Dia yakin, Jepang akan menyerah dengan sendirinya jika tanahnya dilumatkan. Pada Juni 1945, Amerika Serikat kehilangan 12.000 tentara selama pertempuran di Okinawa, sementara Jepang kehilangan 110.000. Truman tahu, bahwa pertempuran yang semakin lama dapat membuat semakin banyaknya warga sipil yang tewas. Namun alasan utamanya, dia

tak ingin Soviet melibatkan diri lebih jauh dalam pertempurannya. Di saat yang sama, Uni Soviet berhasil menduduki seluruh Manchuria, Mongolia, China Utara, dan Semenanjung Korea bagian utara yang sebelumnya dikuasai Jepang. Amerika Serikat telah menguasai Guam dan Saipan pada 10 Agustus 1944, dan kedua pulau ini cocok sebagai pangkalan udara untuk membombardir Jepang. Pada 1945, Amerika Serikat menggempur Manila, ibukota Filipina untuk menguasainya kembali. Di sisi lain, Uni Soviet menyatakan perang terhadap Jepang dan menyerbu Manchuria. Situasi ini semakin menyudutkan Jepang. Dua negara raksasa menggempur satu negara kepulauan kecil yang bisa gempa kapan saja. Di saat bersamaan, pada 2 Agustus 1945, Jerman menandatangani perjanjian damai dengan Sekutu. Mereka berkumpul di kota Potsdam, Jerman, dan perjanjian itu diberi nama "Konferensi Potsdam", yang berisi perjanjian antara Jerman dan Sekutu. Hasilnya adalah : 1. Jerman dibagi menjadi empat pendudukan, yakni Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis di Jerman Barat, dan Uni Soviet di Jerman Timur 2. Kota Berlin dibagi dua, Berlin Barat pimpinan Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, dan Berlin Timur di bawah pimpinan Uni Soviet 3. Kota Danzig dikembalikan pada Polandia 4. Penjahat perang harus di hukum 5. Jerman harus membayar ganti rugi perang

4 wilayah pembagian Jerman Dua serangan yang mengubah pandangan dunia terjadi pada 6 Agustus 1945, ketika pesawat Amerika Serikat menjatuhkan bom atom atau nuklir di kota Hiroshima. Tiga hari kemudian, Nagasaki juga mengalami hal yang sama. Kedua bom ini telah menewaskan setidaknya 120.000 manusia di Jepang. Melihat keadaan seperti ini, Kaisar Hirohito segera mengambil tindakan dengan meminta angkatan perang Jepang untuk

menyerah. Akhirnya pada 14 Agustus, Jepang menyerah di Teluk Tokyo. Perang telah berakhir, tapi perang yang baru akan dimulai dari sekarang. Penandatanganan menyerah dilakukan di Kapal Induk Missouri di Teluk Tokyo pada 2 September 1945. Hasilnya adalah Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu, dan perjanjian ini diberi nama "Perjanjian San Fransisco". Hasilnya adalah : 1. Kepulauan Jepang diperintah oleh tentara pendudukan Amerika Serikat 2. Daerah hasil ekspansi Jepang dikembalikan 3. Penjahat perang di hukum 4. Jepang harus membayar ganti rugi perang

Jepang menyerah di kapal induk USS Missouri, 1945 Pada 1947, setelah lengsernya kekuasaan Raja Victor Emmanuel III, Republik Italia harus menandatangani perjanjian damai dengan Sekutu. Mereka berkumpul di Paris, dan pertemuan itu diberi nama "Perdamaian Paris". Hasilnya adalah : 1. Semua jajahan Italia di Afrika Utara diambil Inggris 2. Wilayah Italia diperkecil 3. Italia harus membayar ganti rugi perang 4. Abessynia dan Albania dimerdekakan kembali 5. Trieste menjadi negara merdeka di bawah PBB

Perdamaian Paris, 1947 Perang Dunia II meski telah membawa kehancuran yang sangat parah sekali, juga membawa banyak sekali pengaruh pada masa depan. Banyak sekali dan tak terhitung. Tak akan diketahui bagaimana dunia jadinya, jika seandainya Adolf Hitler tidak memimpin Jerman. Tidak tahu juga jika seandainya Sekutu mengalami kekalahan. Tak ada yang mengira bagaimana jadinya dunia jika Uni Soviet, negara dengan angkatan darat terkuat di dunia, bersekutu dengan Jerman. Namun, beginilah kenyataannya. Akibat yang dibawa Perang Dunia II adalah : 1. Sektor-sektor ekonomi mengalami kehancuran 2. Sarana dan prasarana kehidupan, seperti gedung, jembatan, jalan raya, dan perumahan rusak 3. Amerika Serikat menjadi negara kreditor 4. Banyaknya korban jiwa 5. Amerika Serikat dan Uni Soviet menjadi dua negara adidaya 6. Terjadi perebutan pengaruh antara Blok Barat yang pro-Amerika dengan Blok Timur yang pro-Uni Soviet ini melahirkan Amerika Serikat dengan NATO yang liberalis dan Uni Soviet dengan Pakta Warsawa yang komunis 7. Tumbangnya imperialisme di Asia dan Afrika 8. Munculnya negara-negara merdeka yang terlepas dari penjajahan bangsa Eropa 9. Terbentuknya PBB 10. Terbaginya Semenanjung Korea menjadi dua yang dipisahkan melalui garis 38 derajat, yaitu Korea Utara yang komunis dan Korea Selatan yang

kapitalis 11. Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet Sumber : http://siradel.blogspot.com/2012/09/sejarah-perang-dunia-iiversi-lengkap_3.html#ixzz2QK8zQt3p

Persenjataan Perang Dunia 1 & 2

Senjata awalnya hanya digunakan dalam perang. Berbagai jenis senjata api canggih diciptakan untuk keperluan peperangan. Senjata api (fire arm) merupakan senjata yang bisa melepaskan satu atau lebih proyektil yang didorong dengan kecepatan tinggi oleh gas hasil dari pembakaran propelan. Proses pembakaran di dalam senjata api itu disebut deflagrasi. Zaman dahulu, senjata api menggunakan bubuk hitam sebagai propelan. Namun pada era modern ini, senjata api telah menggunakan bubuk nirasap, cordite, dan propelan lainnya. Biasanya senjata api modern memasang laras lingkaran agar bisa memberikan efek putaran pada proyektil untuk menambah kestabilan lintasan. Berikut ini ada 12 jenis senjata api yang biasa digunakan dalam perang, terutama pada waktu Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Jenis-jenis senjata api ini merupakan senjata terbaik dan tercanggih di dunia hingga saat ini. Keakurasian dan keefektifannya dalam memuntahkan peluru

tidak bisa dianggap remeh. Jenis-jenis senjata api tersebut antara lain sebagai berikut. 1. AK-47 Senjata ini telah diproduksi lebih dari 75 juta di seluruh dunia. Nama lain dari senjata ini adalah Kalashnikov. AK 47 merupakan senjata api legendaris yang bisa memberi kerusakan paling mematikan dibanding senjata api apapun. Jenis senjata api AK-47 ini termasuk senjata api serbu otomatis. AK-47 memiliki kaliber peluru 7,62 mm. AK-47 dapat memuntahkan 600 peluru per menit. Senjata ini pun sangat cocok untuk pasukan infanteri buru sergap. Akan tetapi, AK-47 ini identik dengan senjata teroris karena mampu membunuh dengan sangat cepat dalam hitungan detik. Maka tidak heran jika pada 1947 menjadikan senapan ini sebagai senapan standar pasukan perangnya. Anda tentu sering mendengar jenis senjata yang satu ini, bukan? Namun, tahukah Anda singkatan dari apakah AK-47 itu? AK-47 merupakan singkatan dari Avtomat Kalashnikova 1947. Jenis senjata api ini dirancang oleh Mikhail Kalashnikov, diproduksi oleh pembuat senjata Rusia IZhMASh, dan digunakan oleh banyak negara Blok Timur saat berlangsungnya Perang Dingin. Pernah pula dalam suatu dokumenter di gambarkan oleh pengamat senjata. Jika kelak bumi berperang dengan alien, semua orang harus membawa AK 47. Karena benar benar mematikan. 2. M16 Senjata ini memang pernah mengalami masalah kemacetan, tapi M16 telah membuktikan kehandalannya melalui akurasi, penanganan, masa digunakan, serta keefektifannya dalam bertempur. M16 dibuat dari bahan campuran plastik dan logam ringan. Senjata mematikan ini mempunyai sistem reload (pengisian ulang peluru) yang mudah. M16 menggunakan peluru kaliber 5.56x45mm dan dapat menghasilkan efek melukai yang sangat fatal, bahkan mematikan. 3. Le-Enfield SMLE Lee-Enfielf SMLE digunakan sebagai senapan standar infantry Inggris dari mulai Perang Dunia ke-1 hingga krisis Suez. Senjata ini punya reputasi baik dalam hal akurasi, kehandalan, serta jumlah tembakan per menit yang luar biasa. Magasin Lee-Enfielf SMLE mampu membawa 10 peluru, merupakan jumlah terbanyak dari senapan apapun di 50 tahun awal abad 20. 4. M1 Garand

M1 Garand pernah dipuji oleh Jendral Patton yang mengatakan bahwa pada Perang Dunia ke-2, senjata ini menjadi peralatan perang terhebat yang pernah ada. Meskipun ditemukan sedikit kecacatan, M1 Garand merupakan senjata semi otomatis pertama yang bagus dan keakurasian dalam mendominasi perang. Dengan kelebihan yang dimiliki jenis senjata api ini, tidaklah mengherankan jika kemudian pasukan tentara Amerika Serikat kepincut dan menjadikannya sebagai senjata standar militer di negara tersebut. 5. FN FAL FN FAL digunakan sebagai senjata klasik selama perang dingin. Senapan ini juga memuaskan tentara Australia pada perang di Vietnam, tentara Israel selama perang 6 hari, dan pernah digunakan Inggris dan Argentina pada perang Falkslands. FN FAL merupakan tipe senjata semi atau full automatic rifle. Senjata ini menggunakan peluru kaliber 7.62 x 51 mm (30 inch). 6. Mauser K98k CARBINE Model asli dari jenis senjata api ini pernah digunakan selama Perang Dunia I dan menghasilkan efek yang besar. Mauser, pertama kali diproduksi pada akhir abad ke-19. Senjata ini merupakan gabungan sempurna dari inovasi senapan di akhir abad ke-19. Hingga pengembanganya, serbuk mesiu pada Mauser tidak mengeluarkan asap. Senjata ini juga bisa diisi dengan magasi dan memiliki fiturbolt action. 7. Steyr AUG Steyr AUG dikenalkan pada 1977. Senjata ini memiliki konfigurasi Bullpup yang radikal. Steyr AUG merupakan senjata yang ringkas dan mudah digunakan karena semua sistemnya berada di belakang pelatuk. Senjata api ini merupakan tipe semi or full automatic Bull-Pup Assault Rifle. 8. 1903 Springfield 1903 Springfield pernah digunakan tentara Marinir AS pada waktu perang Belleau tahun 1918. Senapan ini juga digunakan pada waktu Perang Dunia II, perang Korea, dan pada waktu perang Vietnam. 1903 Springfield merupakan modifikasi senapan Jerman, 7mm Mauser. Modifikasi tersebut menghasilkan senjata yang bermagasin, yang secara fenomenal menambah akurasi. Namun tentu saja kurang punya kisah bagus di Indonesia. Karena tahunnya terlalu kuno, prajurit TKR kurang senang dengan jenis senjata api kuno ini.

9. Strurmgewehr 44/STG 44 Berawal saat Jerman dengan senjata bolt action Mauser kalah perang melawan Rusia yang bersenjatkan otomatis jenis PPH. Kemudian Jerman mengembangkan sebuah senjata diberi nama Senapan Serbu (assault rifle atau Sturmgewehr). Kehebatan senjata ini terletak pada peluru 7.92 mm yang memungkinkan tembakan otomatis dan efektif. Dengan senjata ini, tentara juga bisa membawa amunisi lebih banyak jauh lebih baik di bandingkan senapan serbu Jerman yang sebelumnya sering di gunakan yakni MP4. Bahkan Strumgewehr telah berhasil menghadirkan pesaing, karena benar benar ingin menyaingi kehandalannya di akhir peperangan pada tahun 1944 itu. Yakni jenis senjata api AK 47 dari Russia. 10. M14 M14 dihasilkan pada saat akhir Perang Dunia II. Senjata ini dikembangkan atas kebutuhan sebuah senjata yang bisa melakukan banyak tugas. Pada saat itu pleton infantri Amerika terlalu repot dengan membawa 4 jenis senjata berbeda dengan 4 jenis amunisi yang berbeda pula. M14 memiliki stoping power yang baik dengan menggunakan peluru standar NATO 7.62 mm. Sayangnya, M14 bermasalah dengan berat senjata dan amunisi. Senjata ini kemudian digantikan dengan M16 yang lebih ringan. 11. HK MP5 HK MP5 atau Heckler Koch (HK) Maschinenpistole (MP) termasuk jenis senjata api mesin atau senapan mesin. Senapan mesin ini pertama kali dibuat pada 1960 di Jerman. HK MP5 dipakai oleh Jerman saat perang dunia ke-2. Senjata ini dibuat untuk mempersenjatai pasukan elite Jerman pada 1966. Dalam perkembangannya, Pasukan Kopassus pun memiliki senjata ini. HK MP5 memiliki kaliber 9 mm dengan jangkauan tembak 200 meter dan mampu melepaskan 800 butir peluru per menit. Untuk memiliki senjata ini tidaklah mudah, bahkan TNI pun pernah ditolak saat memesan senjata ini. Senjata HK MP5 memiiliki akurasi dan keandalan yang tinggi. Jenisnya pun sangat bervariasi. Oleh karena itu, senjata ini menjadi pilihan utama bagi kebutuhan militer di berbagai negara. 12. SS-1 Senjata SS-1 merupakan jenis senjata api atau senapan serbu buatan Indonesia. Senjata SS-1 ini dibuat oleh PT Pindad. Senjata SS-1 ini digunakan sejak 1991. Spesifikasi senjata ini memiliki berat 4,01 kg,

panjang 997 mm, kaliber 5,56 mm, dan jangkauan tembak efektif 450 meter. SS-1 termasuk jenis senjata api automatic carbines (lebih pendek dengan tenaga lebih lemah dibandingkan dengan senjata api jenis rifle) ini telah memenuhi standar NATO. Saat ini, senjata api yang satu ini telah dijadikan sebagai senjata standar pasukan TNI dan POLRI di Indonesia.