Anda di halaman 1dari 14

ANTROPOLOGI AGAMA Dalam Perspektif Fungsionalisme Malinowski

Asma Luthfi

Asumsi Dasar: Culture as organism Memiliki beberapa unsur yang saling berkaitan, saling tergantung, dan berfungsi satu sama lain. Unsur-unsur dalam budaya saling memberi andil bagi pemeliharaan, stabilitas, dan kelestarian hidup manusia Contoh: religi dapat menyatukan masyarakat.

Pandangan Malinowski

Budaya Sarana instrumental yang menempatkan manusia pada posisi istimewa agar mampu memecahkan masalah yang dihadapinya dengan alam. Sistem dari obyek, aktifitas, dan sikap yang bertujuan untuk mencapai sasaran tertentu. Bagian integral yang setiap unsur saling tergantung dan terkoordinir rapi Aktivitas, sikap, dan obyek budaya akan terorganisir ke dalam institusi, misalnya keluarga, klan, politik, dsb.

Fungsi Manifes: konsekuensi obyektif yang memberikan sumbangan pada penyesuaian sistem yang disadari oleh partisipan sistem tersebut (warga masyarakat) Laten:konsekuensi obyektif dari suatu ihwal budaya yang tidak disadari oleh warga masyarakat

Sistem kula ( barter antara sulava dan mwali) Sistem kekerabatan,kaitannya dengan kula Sistem pimpinan desa Teknik pembuatan perahu bercadik Upacara keagamaan (ritual) sebelum dan sesudah kula Cara memperoleh gengsi dan kedudukan

Unit Analisis Fungsionalisme Malinowski di Trobriand

Magi

Science

Religi

Tentang Religi

Hubungan Magi, Religi dan Science adalah hubungan antar komponen Interelasi Hubungan sosial yang masingmasing unsurnya memiliki fungsi yang unik dan khas

Magic: berfungsi mengurangi kecemasan dalam menghadapi hal-hal yang tidak dapat dipahami.Frazer: Pseudo Science atau Levi Bryhl: Prelogic Aktifitas budaya untuk memuaskan suatu rangkaian dari kebutuhan naluri manusia, sebab ini akan berhubungan dengan seluruh hidupnya.

Mitos (dongeng suci) yakni liliu: merupakan pedoman upacara suci,

bersifat suci Berfungsi sebagai charter (piagam) sebagai dasar legitimasi kekuasaan, menuntun tingkah laku warga sehari-hari, memperkuat tradisi dan memberikan rasa bangga terhadap klen Ritual, Upacara keagamaan, adat istiadat, dan organisasi sosial didasarkan atas mitos atau merupakan hasil dari kejadian mitis

ada dan

Tentang Mitos

Fakta

budaya adalah sebuah monumen dimana mitos terwujud Mitos dipercaya sebagai sesuatu yang nyata karena memuat aturan moral, kelompok sosial, ritus, atau adat istiadat. Kisah-kisah dalam mitos membentuk bagian integral dari budaya Kisah-kisah tersebut menentukan dan mengontrol budaya serta membentuk dasar dogmatik pada peradaban primitif.

Individual Agama mampu mendamaikan konflik batin manusia.

Sosial Agama mampu memberi sanksi etis kepada sejumlah besar tata kelakuan dan kekuatan kontrol sosial demi keberlangsungan kehidupan manusia.

Peranan Agama

Agama Cara mengambil hati kekuatan-kekuatan yang melebihi kekuatan manusia, yang menurut kepercayaan membimbing dan mengendalikan kehidupan manusia

Magi Upaya untuk memanipulasi hukumhukum alam tertentu yang dipahami, terbagi atas: 1. Magi simpatetis 2. Magi senggol (contagious magi)

Perbedaan Agama dan Magi

Mengatasi kelemahan pendekatan evolusionisme yang spekulatif Teori didasarkan atas hasil penelitian lapangan di Masyarakat.

Kelebihan

Kurang ada penjelasan tentang aneka ragam kebudayaan Kurang mampu memenuhi pola-pola budaya lain yang sebenarnya bisa bertahan tanpa pertolongan atau hubungan dengan yang lain. Kurang melihat pengaruh dari luar yang dapat mengubah kebudayaan Kurang melihat konflik yang ada dalam masyarakat

Kelemahan