Anda di halaman 1dari 52

ANTROPOLOGI

Asal kata, Anthropos (manusia) dan logos(ilmu). Antropologi, ilmu yg mempelajari keanekaragaman budaya manusia. Kebudayaan, ada >167 definisi kebudayaan.

Definisi kebudayaan mnt Antropologi (Koentjaraningrat), keseluruhan sistem gagasan, tindakan hasil karya manusia dlm rangka khdp masy yg dijadikan milik diri manusia dg cara belajar. Spradley, budaya adl pengetahuan, perilaku, dan artefak

DEFINISI BUDAYA LAINNYA


Clifford Geertz, membuat definisi sementara yg dipakai secara kontektual. Misalnya, sistem makna dan simbol yg teratur yg dipakai dlm interaksi sosial; mekanisme kontrol utk mengatur tingkah laku; jaringan atau struktur makna yg dipakai oleh mans utk menginterpretasi pengalamannya & menuntun tindakan sosial; kerangka kepercayaan dan sistem nilai yg digunakan mans utk mengindentifikasi diri dan dunianya, menyatakan perasaannya & membuat keputusannya. Budaya: budhayah, bodi, budha yang artinya pencerahan pikir--- bersifat idealistik---- budaya timur Culture: colere artinya mengolah tanah--- bersifat materialistik--- budaya barat

3 WUJUD KEBUDAYAAN
1. Idiil, kompleks ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma dsb. 2. Tindakan, kompleks aktivitas/ tindakan yg berpola 3. Hasil karya, benda-benda budaya Ada yang menambah 1 menjadi wujud keempat: nilai budaya inti (core values) artinya nilai yang diunggulkan atau dijadikan identitas

WUJUD1
Sifat Lokasi

WUJUD2

WUJUD3

Abstrak semi abstrak konkrit alam alam peralam fisik/ pikiran gaulan masy mans

Lingkup: Individu Kolektif/ masy.

ide sistem sosial

tindakan sistem budaya

karya pribadi karya kolektif

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN UNIVERSAL

Kesenian

Bahasa Sistem pengetahuan

Sistem religi
Sistem MP hidup
Sistim Perltn Hidup & teknolgi

Organisasi sosial

WAKTU, KERJA DAN BUDAYA


Ada perbedaan persepsi mengenai waktu: Budaya monochronic: menganggap wkt sbg sst yg sangat terbatas, shg mereka sangat menghargai waktu. Ciri: tepat wkt, produktif, wkt tdak bisa diulang, tdk membuang-buang wkt, to the point, egois, kurang ramah. Mis: USA, Eropa Budaya polychronic: menganggap wkt sbg sst yg tdk terbatas, wkt tersedia unt mengakomodasi aktivitas yg ada serta menganggap bhw dlm wkt yg bersamaan dpt dilaksanakan bbrp aktivitas sekaligus. Ciri: suka bertegur sapa, meremehkan wkt, tdk dpt tepat wkt/jam karet, tdk disiplin, terlambat sbg hal wajar. Mis: Indonesia,, Timur Tengah, Eropa Latin Budaya high-context, informasi lbh bny yg bersifat implisit, pengguna bud ini terbiasa dg pesan sederhana, isi kandungan makna yg dalam. Hub personal dekat, nilai kolektif, loyal, tgt pd kelompok mis: Ina, Jepang, Thailand. Budaya low-context, informasi bersifat eksplisit, bhs yg digunakan tdk punya arti mendua. Nilai individual, lbh egois, mandiri, tdk ingin membebani org lain, mis: USA, Jerman, Inggris

KERANGKA KLUCHOHN 5 DASAR DALAM HIDUP


MASALAH DASAR DAAM HIDUP HAKIKAT HIDUP ORIENTASI NILAI BUDAYA

HIDUP ITU BURUK

HIDUP ITU BAIK

HIDUP BURUK WAJIB IKHTIAR AGAR BAIK KARYA UNT MENAMBAH KARYA

HAKIKAT KARYA

KARYA UNT NAFKAH HIDUP

KARYA UNT KEDUDUKAN,KEHO RMATAN,

PERSEPSI MANUSIA ORIENTASI KE TTG WAKTU DEPAN PANDANGAN MANUSIA TUNDUK MANUSIA TTG ALAM PD ALAM YG DAHSYAT HAKIKAT HUBUNGAN MANUSIA DG

ORIOENTASI KE MASA LALU MANUSIAMENJAGA KESELARASAN ALAM

ORIENTASI KE MASA DEPAN MANUSIA BERHASRAT MENGUASAI ALAM

ORIENTASI ORIENTASI INDIVIDUALISME, HORISONTAL, RASA VERTIKAL, RASA MENILAI TINGGI KETERGANTUNGAN KETERGANTUNGAN USAHA DG

SIFAT MENTALITAS PEMBANGUNAN


SIFAT MENTALITAS MEREMEHKAN MUTU SUKA MENERABAS SIFAT TIDAK PERCAYA PADA DIRI SENDIRI TIDAK DISIPLIN SUKA MENGABAIKAN TANGGUNG JAWAB

SEJARAH MUNCULNYA ILMU ANTROPOLOGI

Fase Pertama (sblm 1800) Akhir XV-awal XVI orang Eropa Barat ---> Sk.Pribumi Afrika,Asia, Amerika. Himp. Besar dr buku kisah perjalanan, laporan, karya para musafir, pelaut, pendeta nasrani, penerjemah injil, pegawai pem HAN- Pengetahuan berupa diskripsi adat, susunan masy, bahasa, ciri fisik aneka warna sk bangsa (ETNOGRAFI).

Fase kedua (pertengahan abad 19) Karangan disusun berdsr cara berpikir evolusi masy. Berisi sejarah penyebaran kebudayaan bangsa-bangsa di muka bumi. Ilmu Antropologi, ilmu yg akademikal dg tujuan: memp. masy. & keb.primitif utk mendpt suatu pengertian ttg tingkat-tingkat kuno dlm sejarah evolusi & penyebaran keb. mans.

* Fase ketiga (permulaan abad 20) Sebagian besar negara penjajah di Eropa berhasil mencapai kemantapan kekuasaannya di daerah jajahan di luar Eropa.

Ilmu Antropologi, mempelajari bangsa-bangsa di daerah luar Eropa menjadi penting (bangsa tsb umumnya masy blm kompleks). Antropologi menjadi ilmu yg praktis dg tujuan: mempelajari masy & kebud.suku-suku bangsa di luar Eropa guna kepentingan pemerintah kolonial & utk medpt suatu pengertian ttg masa kini yg kompleks. Fase keempat (sesudah 1930) Perkembangan yg paling luas, krn bertambahnya bahan pengetahuan yg lebih teliti dan ketajaman metode.

Ada 2 perubahan di dunia: 1. Timbulnya antipati thd kolonialisme (PD II) 2. Hilangnya suku bangsa primitif setelah PD II
Ilmu Antropologi baru fase IV ini tuj.akademikal: mencapai pengertian ttg makhluk mans pd umumnya dg mempel. aneka warna bentuk fisik, masy & kebudayaan. Tujuan praktis : Mempel.mans dlm aneka warna masy suku bangsa guna membangun masy suku bangsa itu

MASYARAKAT

Kesatuan hidup manusia yang 1. berinteraksi mnt suatu sistem 2. adat istiadat tertentu yg bersifat 3.kontinyu (pola, adat istiadat) dan terikat (ada ikatan khusus) oleh suatu 4.rasa identitas bersama (bergaul-berinteraksi). Contoh masyarakat : negara, kota atau desa Masyarakat, berasal dr akar kata Arab syaraka = ikut serta/ berpartisipasi. Bhs Inggris society, Latin socius yg artinya kawan.

UNSUR-UNSUR MASYARAKAT

1. masyarakat --->kerumunan (crowd) 2. kategori sosial 3. golongan sosial (lapisan sosial) 4.Komunitas 5.Kelompok (group)organisasi,sistem pimpinan 6.Perkumpulan (association) Ad 2 Kategori Sos adl kesatuan man yg terwujudkan krn adanya suatu ciri atau suatu kompleks ciri -ciri obyektif yg dpt dikenakan kpd man itu.

Ad 5 merupk masy kr memenuhi syarat (interaksi, adat istiadat, norma, rasa identitas) Ciri tambahan: organisasi, sistem pimpinan, berulang berkumpul kmd bubar.

Perkembangan masyarakat Matrilineal Akibat perang besar pd zaman Iskandar Zulkarnaen- kelahiran anak yg sah adlh dr ibunya. Hubungan yg paling akrab dr semua insan adlh ant ibu & anak Patrilineal Parental

Mis=warga dibawah usia 18 th,atau diatas 18. Tidak ada unsur lain yg mengikat suatu kategori sos. Tidak mempunyai lokasi,organisasi. Tidak mempunyai pimpinan. Ad 3. Gol.Sos:..,,.., punya identitas sos. Terikat nilai,sistem norma, adat istiadat. Misalnya: gol.pemuda, gol.negro (blacks) Ad 4. kstn hidup mans yg menempati wilayah yg nyata & berinteraksi mnt suatu sistem adat istiadat serta terikat oleh aturan identitas komunitas.

PENGARUH SISTEM PATRIARKI


Negara dan militer Sosial-budaya Hukum dan perundangan-undangan Ketenaga-kerjaan Kesehatan Pendidikan media

DINAMIK MASYARAKAT
1.Internalisasi (internalization) Proses belajar keb. sendiri, perlu proses panjang (sejak lahir meninggal). Belajar menanamkan ke dlm kepribadian sgl perasaan, hasrat,nafsu, emosi, yg diperlukan spj hidupnya. 2. Sosialisasi Proses belajar keb. dlm hub.dg sistem sosial Seorang individu dr masa anak tuanya belajar pola-pola tindakan dlm interaksi dg sgl macam individu sekelilingnya yg menduduki aneka macam peranan sosial yg ada dlm kehidupan sehari-hari.

3. Enkulturasi (institutionalization) Individu memp. dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dg adat istiadat, sistem norma dan peraturan yg hidup dlm kebudayaannya. 4. Proses asimilasi Timbul jika ada: golongan mans dg latar belakang kebud yg berbeda saling bergaul langsung secara intensif dlm waktu yg lama shg berakibat kebud berbagai golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yg khas dan unsur-unsurnya menjadi unsur kebud campuran

5. Pembaharuan (Inovasi) Pembaharuan kebud yg khusus mengenai unsur teknologi & ekonomi. 6. Akulturasi = culture contact Proses sosial yg timbul jika suatu kelompok mans dg kebud ttt dihadapkan dg unsur kebud asing shg kebud asing itu lambut laun diterima & diolah tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebud itu sendiri. Beberapa konsep dlm Ilmu Antropologi

Relativisme kebudayaan Etnosentris Pluralisme Multikulturalisme Masyarakat komunal (tradisional); modern/kompleks

Fokus Kebudayaan beberapa pranata ttt yg mrpk unsur pusat dlm kebud, digemari oleh sebagian besar warga masy dan mendominasi banyak aktivitas dlm kehidupan.
Etos Kebudayaan watak khas ttt yg nampak dr luar. Hal ini nampak dlm gaya tk laku warga masy, kegemaran mereka, benda-benda budaya hasil karya mereka.

METODE PENELITIAN ILMU ANTROPOLOGI


Holistic Approach Studi kasus Life history Emic approach Ethic approach Pengumpulan Data Wawancara mendalam (wawancara bebas/ terstruktur) Partisipasi observasi

METODE PENELITIAN KEBUDAYAAN : WAWANCARA MENDALAM


Metode Pengumpulan Data Dalam Penelitian Kualitatif (kebudayaan) (Koentjaraningrat, 1985):

Observasi partisipasi (pengamatan terlibat) Pengumpulan data individu (life history) Teknik-teknik proyeksi psikologi Pengumpulan data dokumentasi dan Penelurusan kasus-kasus konkrit

Ciri utama penelitian kualitatif: Peneliti dan informan berinteraksi serta berkomunikasi dalam situasi sosial tertentu dalam hubungan yang manusiawi. Pada konteks ini diperlukan beberapa kemampuan dalam mengelola potensi diri dan lingkungan, demi keberhasilan penelitian. Khusus tentang metode wawancara mendalam, berhasil tidaknya penggunaan metode ini dalam pengumpulan data sebenarnya sangat tergantung dari behasil tidaknya seorang peneliti dalam melakukan observasi patisipasi.

KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA


Pluralisme membawa 2 pengaruh yaitu: kekayaan budaya (membanggakan) dan potensi konflik. Di Indonesia ada pelbagai bentuk konflik terkait dengan SARA 1. Konflik antar pemeluk agama (missi vs penyebaran agama) - Watak yang melekat pada agama besar - Kemajemukan masyarakat benturan kepentingan Agama Masyarakat timbal balik, saling mempengaruhi Kebudayaan Agama sebagai sistem keyakinan dpt menjadi bagian dan inti dari sistem nilai yg ada dlm kebudayaan dari masyarakat ybs. Dan menjadi pendorong, penggerak, pengontrol tindakan anggota masyarakat. Ajaran agama kuat terhadap sistem nilai dalam masyarakat, maka sistem kebudayaan terwujud sbg simbol suci yg maknanya diambil dari ajaran agama

Konflik dlm perubahan sosial dan kebudayaan yg wajar, manusia tidak bisa terus menerus dalam keteraturan----membentuk masyarakat, menyatukan masyarakat
Konflik terselubung, tidak kentara, ada kerjasama Konflik terbuka, bahasa, sikap sehari-hari terlihat (kerjasama----koalisi, kooptasi (terpaksa)
2.

Konflik antar umat beragama Kebenaran mutlak doktrin agama merupakan bagian terdalam dari kehidupan manusia dan terkait dg faktor sos, ek, pol. Konflik antar umat beragama.kompleks

Agama bagi pemeluknya mempunyai 2 dimensi a. Agama sbg pandangan hidupyg menjelaskan keberadaan manusia. Agama merupakan satusatunya bagian dari kebudayaan yg menjelaskan arah tujuan hidup manusia b. Agama tidak hanya mengatur hubungan manusia dg Tuhan tetapi juga manusia dg manusia (agam terkait erat denganaspek kehidupan masyarakat; kekerabatan, pol, ek, kepemimpinan dll) -- operasional dalam kehidupan sosial
3. Konflik intern umat beragama Sifatnya keras, terkait dg interpretasi ajaran dan politik Persaingan kelompok modern x tradisional (Muhammadiyah x NU)

PERBEDAAN SOSIAL

1. Perbedaan seks subsisten: pekerjaan pertanian 2. Perbedaan umur inisiasi : pria & wanita

wanita

Dewasa: Pekerjaan RT, khdp seksual

3. Ranking; Hirarki; Stratifikasi Ranking: Keturunan, kel. kerajaan (Bangsawan >< Masy. Biasa) STATUS Hirarki: Hub. Kekuasaan kepatuhan, (superior >< inferior); Kerajaan; Militer Stratifikasi: anggota tidak sama statusnya (ras, ket.) Eropa Penduduk penuh >< budak

4. Kasta dan Kelas (Kasta Portugis = ras) Hindu : Kasta Keturunan (pekerjaan, perkawinan) Brahma : Pendeta Kesatria : Prajurit Waisya : Pedagang Sudra ; Budak Paria : Orang yg tidak tersentuh Klas = Produksi (pekerjaan, pendapatan) Pemilik faktor produksi >< buruh Profesional >< pekerja
5. Paruh Masyarakat Moiety Keturunan

ADAT-ISTIADAT, NORMA DAN HUKUM


Nilai-nilai budaya : Pedoman yg memberi arah, orientasi hidup bersifat sangat umum. Norma : aturan-aturan utk bertindak bersifat khusus (terperinci, jelas, tegas-tidak meragukan) WG SUMNER : Struktur kebud. Terdiri dari 2 ; 1. MORES Cara bertindak yg diyakini oleh warganya sbg sangat penting bagi kesejahteraan masy, sangat kritikal bagi eksistensi & kelestarian masy. Oleh karena itu, dilengkapi dg sanksi yg berat bagi pelanggarnya. Mores: kebiasaan, kesepakatan, solidaritas Misalnya : Larangan membunuh, mencuri, merampok, berzina.

Dalam masy. maju, mores yg sangat vital bagi eksistensi / kelangsungan hidup masyarakat yg diberi bentuk yg lebih formal sbg hukum. Misal: Film dewasa (17 th)
Pada proses selanjutnya mores dianut/ dilestarikan bukan karena sangat vital bagi eksistensi masyarakat tetapi juga karena secara moral aturan itu dianggap B (benar) & S (salah) jika melangar. Ukuran moralitas = relatif Masy Mores, masy. Lain Folk ways. Tidak bermoral, ganti zaman dapat dianggap bermoral.

2. Folk Ways = The ways of the folk Norma-norma bertindak yg dianut warga masy; folk ways timbul & dianut/ dilakukan oleh masy kr norma itu memenuhi kebutuhan utk menyelenggarakan kehidupan bersama & telah menjadi kebiasaan. Misal ; cara berjabat tangan, menyapa, dan makan. Folk ways hanya mengatur hal-hal yg tidak vital bagi eksistensi, kelangsungan hidup masy, maka pelanggarnya hanya diancam dg sanksi ringan (ejekan, tertawaan, gunjingan). MORES : adat istiadat dlm artian khusus (hukum adat) Folk ways : Tata cara (norma sopan santun, etika, norma) Pengendalian sosial : aturan adat sbg pengendalian sosial yg mrpk konsep hukum masyarakat.

MACAM-MACAM NORMA

Norma agama/kepercayaan: tujuan unt umat man; penyempurnaan man; jangan sampai manusia jahat. Isi ditujukan kpd sikap batin. Berasal dari Tuhan dan sanksi dari Tuhan. Daya kerja: membebani kuajiban. Mis. sholat Norma kesusilaan: tujuan unt umat man: penyempurnaan man; jangan sp man jahat. Isi ditujukan kpd sikap batin. Berasal dari diri sendiri sehingga sanksinya dari diri sendiri. Daya kerja membebani kuajiban. Mis.menyumbang dg amplop kosong Norma sopan santun: tujuan unt sst yg konkrit; ketertiban masyarakat; mencegah ada korban. Isi ditujukan kpd sikap lahir. Berasal dari kekuasaan luar yang memaksa, sanksi dari masyarakat secara tidak resmi. Daya kerja membebani kuajiban. Mis: makan dg tangan kiri,berbunyi, tidak habis Norma hukum: tujuan unt pembuatnya yg konkrit; ketertiban masyarakat; jangan sampai ada korban. Isi ditujukan kpd sikap lahir. Berasal dari kekuasaan luar yg memaksa dan sanksi dari masyarakat secara resmi.

KONTROL SOSIAL = PENGENDALIAN SOSIAL Human Relation Area Files (arsip Etnografi) menyebutkan batas adat & hukum. HUKUM : suatu aktivitas dlm rangka suatu kebudayaan yg mempunyai fungsi pengawasan sosial. Ada 4 ciri hukum (attributes of law mnt L. Pospisil); 1. Attributes of authority otoritas, aktivitas kebud disebut hukum jika keputusan melalui suatu mekanisme yg diberi wewenang & kekuasaan dlm masy. Keputusan tsb memberi pemecahan thd ketegangan sosial yg disebabkan ; serangan thd individu, hak orang, pihak yg berkuasa atau keamanan umum.

2.

Attribute of intention of universal application Keputusan pihak penguasa yg mempunyai jangka panjang & berlaku thd peristiwa serupa di masa yad.

3.

Attribute of obligation Keputusan pemegang kuasa mengandung kewajiban dan hak thd pihak kedua dari pihak kesatu.
Attribute of sanction Keputusan pihak penguasa harus dikuatkan oleh sanksi dlm arti seluas-luasnya; jasmanai (tubuh, sita harta), rohani (rasa takut, malu, dibenci).

4.

Ada 3 jenis ketaatan : 1. Compliance Taat kepada hukum karena takut sanksi. Banyak terjadi di Indonesia dan ini paling rendah kualitasnya. Hukum tidak efektif karena taat hanya bersifat patuh semata. 2. Identification Mentaati sesuatu karena takut hubungan baiknya dengan orang lain rusak, misalnya: upacara 17 Agustusan 3. Internalization Menganggap suatu aturan itu bukan karena takut sanksi/ancaman, tapi mengganggap bertentangan dengan rasa keadilan jika melanggar. Contoh: orang Jepang tidak ingin melanggar traffic light bukan karena takut pd pasal UU. Tujuan HUKUM : 1. Kepastian 2. Kemanfaatan 3. Keadilan

SISTEM PENGETAHUAN

Peradaban dipakai untuk menyebut bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus, indah seperti: kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan dan sebagainya.

Istilah peradaban sering juga dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, ilmu pengetahuan, seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. Teknologi sering dipakai untuk menunjukkan maju tidaknya suatu masyarakat. Semakin canggih teknologi yang dihasilakn semakin maju pula masyarakat tersebut. Teknologi itu sifatnya netral. Manusia di belakang teknologi tersebut yang mempengaruhi bahwa teknologi itu bersifat positif atau negatif. Contoh: pisau di tangan koki akan berbeda dengan pisau di tangan pembunuh. Inovasi adalah proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi dan modal, pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang akan menimbulkan sistem produksi dan dibuatnya produk-produk baru. Inovasi biasanya menyangkut unsur ekonomi dan teknologi

Inovasi biasanya merupakan proses sosial yg panjang yang mellui 2 tahap: discovery: penemuan dr suatu unsur kebudayaan yang baru baik berupa alat, ide baru yg diciptakan oleh individu atau beberapa individu dalam masyarakat. Discovery menjadi invention bila masyarakat sudah mengakui, menerima dan menerapkan penemuan baru itu.

PLURALISME DAN MULTIKULTURALISME

Pluralisme=keberagaman, keanekaragaman, keberbedaan suatu masyarakat baik karena agama, suku bangsa, ras, ideologi, bahasa dan budaya Pluralisme di Indonesia khususnya masa kolonial Belanda sampai Orba sering berubah menjadi penyeragaman, tidak sederajat, penyatuan oleh sistem nasional, hak komunal hilang yang ada adalah hak individu. Oleh karena itu pluralisme kmd menjadi aset pemerintah yang otoriter Negara pluralis adalah Malaysia, Indonesia, Suriname, Afrika

MULTIKULTURALISME

Menteri Jero Wacik (Menbudpar) ingin menanamkan tradisi berpikir positif pada bangsa Indonesia. Selama ini pemerintah berpandangan sebagian masyarakat lebih sering berpikir negatif thdp komponen bangsa shg menimbulkan konflik. Budaya berpikir positif sebagai cara hidup diharapkan mampu menciptakan keamanan, kedamaian dan kesejahteraan bangsa. Tindakan menguniversalkan suatu kebiasaan ini penuh risiko karena nilai budaya bukan sesuatu yg berdiri sendiri, tp dlm suatu konteks yaitu pengetahuan dan keyakinan. Nilai budaya tdk bisa begitu saja dicopot dari akarnya.

PENDEKATAN MULTIKULTURALISME

Nilai budaya terbagi 2: pandangan hidup yg tidak lekang oleh waktu, bersifat idealis dan independen. Kedua, nilai praktikal yg disesuaikan dg suatu kegiatan, dlm hal ini merupakan etos. Nilai budaya ini dibangun dr generasi ke generasi dan didasarkan pengetahuan dan diyakini benar dan baik. Pemerintah harus menggeser masyarakat majemuk ke masyarakat multikulturalisme yang intinya adalah kesamaan, saling menghormati, mengakui adanya perbedaan, kesetaraan dalam perbedaan (sederajat) dan menghargai hak hidup.

MULTIKULTURALISME

Bangsa Indonesia harus siap dan bangga dg perbedaan. Kemajemukan ini seperti kembang di taman, indah, harmoni dan konstruktif. Penyeragaman nilai akan mengakibatkan banyak nilai budaya yg hilang. Keanekaragaman harus dipahami dan disosialisasikan ke masyarakat terutama jika masyarakat mulai lupa atau mengalami kebangkrutan budaya. Multikulturalisme penekanannya adl memahami, mengakui, menghargai nilai-nilai budaya yg beraneka ragam shg melahirkan integrasi bangsa bernuansa budaya yg tdk dipaksakan. Kebinekaan hrs dpt tempat dan dihargai secara ekonomi dan politik.

KEPRIBADIAN DAN KEBUDAYAAN


Definisi: susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atu tindakan dari tiap-tiap individu manusia. Kepribadian: ciri-ciri watak seseorang individu yg konsisten yg memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yg khusus Pola-pola kelakuan (patterns of behavior) Pola-pola tindakan (pattern of action), kelakuan yg khusus, yaitu kelakuan organisma manusia yg ditentukan naluri, dorongan, refleks, kelakuan manusia yg tidak lagi dipengaruhi/ditentukan akal jiwanya

UNSUR-UNSUR KEPRIBADIAN Pengetahuan Perasaan: emosi (perasaan keras) Dorongan naluri Persepsi: seluruh proses akal manusia yang sadar (conscious) Apersepsi: pengertian baru dg penggambaran baru Pengamatan: penggambaran yg lebih intensif, terfokus yg terjadi karena pemusatan akal yg lebih intensif Konsep: penggambaran abstrak Fantasi: penggambaran baru yg seringkali juga tidak realistik

DORONGAN (DRIVE) TERKANDUNG DLM ORGANISMA (GEN) SEBAGAI NALURI


Dorongan untuk mempertahankan hidup Dorongan seks Dorongan unt. usaha mencari makan Dorongan unt. bergaul/interaksi dg sesama manusia Dorongan unt. Meniru tingkah laku sesama Dorongan unt. berbakti ___ religi Dorongan akan keindahan ____ kesenian KEPRIBADIAN UMUM Didasarkan oleh kesan selintas dari pengalaman bergaul dg individu yg mereka teliti, mis: orang Bali (ramah, setia, jujur, gembira) R. Linton (antropolog), A. Kardiner (psikolog) meneliti masyarakat Kep. Marquesas (Polinesia). Linton mencari bahan etnografi, Kardiner menerapkan metode psikologi dan menganalisa data psikologisnya.

KEPRIBADIAN DASAR : SEMUA UNSUR KEPRIBADIAN YG DIMILIKI BERSAMA OLEH SUATU BAGIAN BESAR DR WARGA MASYARAKAT Dalam ilmu Psikologi ciri dan unsur watak seor indv dewasa sebenarnya sdh diletakkan benih-benihnya ke dlm jiwa indv sejak awal (kanak-kanak)----- PENGASUHAN ANAK. Watak ditentukan oleh cara-cara sejak kecil diajar makan, kebersihan, disiplin, cara bermain/ bergaul dg anak lain dsb. MARGARET MEAD, meneliti keprib umum berdsr adat pengasuhan anak (Melanesia/ Papua nugini & Bali). KEPRIBADIAN BARAT & TIMUR BARAT: Pand hidup yg mementingkan materialisme, pikiran logis, asas guna dan individualisme. TIMUR : Pandangan hidup yg mementingkan kehdp kerohanian, mistik, pikiran prelogis, ramah tamah, kehdp kolektif.

ANEKA WARNA MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN


Perkembangan masyarakat dibedakan menjadi 4; 1. promiskuiti 2. matrilineal 3. patrilineal 4. parental Beberapa bentuk masyarakat Masyarakat tradisional x masyarakat modern Masyarakat plural Masyarakat multikultural

SUMBER-SUMBER BUDAYA

Bahasa (lokal, nasional, internasional) Kebangsaaan/nasionaliti Pendidikan (rendah, tinggi) Profesi/spesialisasi atas pendidikan (profesional) Kelompok/suku bangsa Agama/kepercayaan (Hindu, Budha, Kristen/Katholik, Islam) Keluarga (keluarga inti, luas, tradisional, modern) Seks/jenis kelamin (laki, perempuan) Kelas sosial (atas, menengah, bawah)

FUNGSI KELUARGA
Keluarga merupakan tempat hak- milik individu dihargai, tempat sosialisasi anak serta tugas sosial yang lain (mengurus keluarga yang sakit, menganggur, umur tua, yatim piatu)--- jaminan sosial. Fungsi keluarga sekarang berubah: sebagai terminal bagi anggota keluarga. Dampak kehidupan modern adalah pengaturan peran keluarga. Dahulu ayah sebagi pencari nafkah keluarga dan pemimpin keluarga, ibu bertanggung jawab urusan rumah dan anak-anak adalah anggota keluarga yg disiapkan untuk berkembang di masa depan. Sekarang ayah dan ibu sama-sama bekerja di luar rumah, orangtua cenderung mendorong anak-anak untuk terjun dalam kehidupan modern (anak gaul, hiburan, pergaulan bebas, fasilitas elektronik dan kendaraan pribadi lengkap) Nilai anak: -nilai ekonomi (sumber tenaga kerja) -nilai psikologis (sumber kebahagiaan) -nilai sosial budaya (sumber kebanggaan, kedewasaan, penerus nama keluarga, pemimpin ritual keagamaan)

PERAN TRADISIONAL X MODERN


Ayah adalah pengambil keputusan di keluarga, ibu hanya mengikuti apa kata ayah . Ayah punya otoritas luas di keluarga (otoriter)(peran tradisional). Sekarang konsep kesetaraan menuntut pengambilan keputusan dan pembagian pekerjaan domestik dilakukan bersama-sama antara ayah dan ibu. Masyarakat tradisional, kekayaan mengalir dari orang tua ke anak Masyarakat modern, kekayaan dari anak ke orang tua (dimiliki sendiri) Keluarga tradisional; tempat proses sosialisasi, ritual, ekonomi, jaminan sosial- mengurus angg klg yg tdk dpt mengatur dirinya sendiri (sakit, menganggur, manula, yatim piatu). Keluarga modern; tempat transit aktifitas sehari-hari anggota klg

KopingKeluarga
Koping keluarga; potensial thp pertumbuhan; penatalaksanaan yg efektif dr tugas2 adaptif angg klg yg dilibatkan dg tantangan kesehatan individual dg memperlihatkan keinginan dan kesiapan unt meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan dlm diri dan dlm hub dg klien. Koping keluarga tak efektif; melemah; keadaan dmn org yg memberikan dukungan utama, memberi bantuan, dukungan, kenyamanan yg tdk mencukupi, tdk efektif, atau memberi dorongan yg tdk mencukupi yg diperlukan klien unt mengatur tugas yg berhub dg kesehatannya. Koping keluarga tak efektif; ketidakmampuan; keadaan dmn sebuah klg memperlihatkan perilaku destruktif dlm merespon thd ketidakmampuan unt menangani stresor internal/eksternal krn sumber2 yg tdk adekuat (fisik, psikologis, kognitif)

BATASAN KARAKTERISTIK

Mayor:menyiksa, mengabaikan perawatan thd individu, keputusan yg merusak kesejahteraan klg Minor: intoleransi, penolakan, pengabaian, depresi, agresi, bermusuhan,psikosomatisme, dll. Faktor2 yg mempengaruhi; -situasional; berhubungan dg kerusakan kemampuan unt sec konstruktif menangani stresor sekunder krn kecanduan, alkoholisme, harga diri rendah Solusi: evaluasi fungsi klg, diskusi seluruh anggota klg, tdk saling menyalahkan, minta bantuan klg lain, klarifikasi perasaan angg klg, jika ada KDRT hub hotline, shelter, conseling services, police