Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kesehatan merupakan hal yang dicari oleh semua orang. Menurut World Health Organization (WHO) kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental, dan sosial serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit. Salah satu cara menjaga agar tubuh tetap dalam keadaan sehat adalah dengan gaya hidup yang bersih dan sehat. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran atas hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dilakukan melalui pendekatan tatanan yaitu: PHBS di rumah tangga, PHBS di sekolah, PHBS di tempat kerja, PHBS di institusi kesehatan dan PHBS di tempat umum. Untuk mengetahui derajat kesehatan masyarakat desa dapat diperoleh melalui pendataan terhadap masyarakat desa tentang Perilaku Hidup yang Bersih dan Sehat (PHBS). Dipilihnya masyarakat desa tidak bisa lepas dari pandangan masyarakat bahwa mayoritas masyarakat desa masih hidup dibawah garis kemiskinan, dan kesehatan sangat erat hubungannya dengan sumber daya sosial ekonomi. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat maka diperlukan suatu kegiatan yang menunjang perubahan perilaku dari yang tidak sehat menjadi sehat. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah survey. Hal inilah yang melatarbelakangi kegiatan praktikum PHBS yang dibantu oleh Puskesmas Sukoharjo 1 dan para dosen pembimbing dengan cara survey / Pementauan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di masyarakat.

  • B. Sasaran Survey

Sasaran survey pada praktikum PHBS kali ini adalah tatanan rumah tangga yang berlokasi di Rt 02 Rw 10 dusun Kebun Baru desa pucangan kecamatan kartasura kabupaten sukoharjo.

  • C. Manfaat Survey

1. Untuk mengetahui apakah masyarakat mengerti apa yang di maksut dengan perilaku hidup bersih dan sehat

2. Untuk mengetahui apakah masyarakat sudah berperilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II Tata Pelaksanaan Praktikum PHBS

A.

Lokasi dan Populasi

Lokasi survey PHBS : rumah-rumah yang berada di daerah rt 01 rw 11

 

Popolasi

desa pucangan dusun Kebun baru kecamatan kartasura kabupaten sukoharjo. : seluruh masyarakat yang berada di daerah tersebut yang diperkirakan sebanyak 50 KK.

B. Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel pada praktikum kali ini dilakukan secara acak atau random, dengan cara mahasiswa memilih secara acak keluarga yang akan diambil datanya. Mahasiswa wajib mengambil sampel sebanyak 2 Kepala Keluarga di lokasi yang sudah di tentukan.

C.

Jadwal Survey

Hari/tanggal

: Sabtu, 2 maret 2013

Waktu

: Pukul 08.30 WIB

D.

Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana yang di gunakan pada praktikum survey PHBS adalah lembar kuisioner PHBS, alat tulis, dan senter kecil.

E.

Pelaksanaan Survey

Pelaksanaa survey dilakukan dengan cara membagi kelompok menjadi bebrapa kelompok kecil yang terdiri kurang lebih 2-3 orang. Lalu kelompok kecil tersebut berkeliling di daerah yang sudah ditentukan untuk memilih beberapa rumah untuk disruvey tentang PHBS menggunakan cara tanya jawab dan pengisian kusioner. Setiap mahasiswa diwajibkan mengambil data dari 2 kepala keluarga (KK).

BAB III HASIL SURVEY DAN PEMBAHASAN

  • A. Data Umum Dusun Kebun Baru RT 02 RW 10 Kelurahan Pucangan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo terdiri dari sebagian warga menengah keatas dan sebagian warga menengah ke bawah. Di lihat dari riwayat kondisi derajat kesehatan masyarakat setempat, kasus diare dan demam berdarah menjadi salah satu jenis penyakit pernah di alami masyarakat dan menjadi penyakit endemis di wilayah tersebut. Kurangnya kamar mandi merupakan masalah bagi masyarakat menengah kebawah yang menjadi faktor utama timbulnya diare. Masyarakat juga rata-rata membuang sampah di ruang terbuka tanpa ada tempat pembuangan sampah.

  • B. Data Survey

Data 1 :

  • 1. Identitas Kepala Keluarga Nama Umur Jenis Kelamin Pendidikan Terakhir Pekerjaan Penghasilan / bulan

: Bapak Bodiono : 38 tahun : Laki - Laki : Akmil : Tentara : ± Rp 3.000.000,00

2.

Identitas Anggota Keluarga

 

NO

Nama

Jenis

Umur

Hub.

Pekerjaan

Pendidikan

Jumlah

Kelamin

Keluarga

Penghasilan

1

Sri

Perempuan

37

Istri

-

SMEA

-

Tahun

 
  • 3. Kasus kesakitan ( Morbiditas ) dalam 1 tahun terakhir

 
 

Tidak ada anggota keluarga yang sakit berat 1 tahun terakhir.

 
  • 4. Kasus kematian ( Mortalitas ) dalam 1 tahun terakhir

 
 

Tidak ada anggota keluarga yang meninggal 1 tahun terakhir.

 

Data 2

 
  • 1. Identitas Kepala Keluarga

 
 

Nama Umur Jenis Kelamin Pendidikan Terakhir Pekerjaan

: Dwi Purnomo : 26 tahun : Laki - Laki : SMK : Sales

 

Penghasilan / bulan

: ± Rp 900.000,00

 
  • 2. Identitas anggota keluarga

 

No

Nama

Jenis

Umur

Hub.

Pekerja

Pendidikan

Jumlah

Kelamin

Keluarga

an

Penghasilan

  • 1 P

Inan

 

24 th

Istri

-

SMK

-

Ceria

  • 2 P

 

4 th

Anak

 

-

PAUD

-

 
  • 3 Atha

L

15

Anak

 

-

 

-

-

bulan

   
  • 3. Kasus kesakitan ( Morbiditas ) dalam 1 tahun terakhir Tidak ada anggota keluarga yang sakit berat 1 tahun terakhir.

4.

Kasus kematian ( Mortalitas ) dalam 1 tahun terakhir

Tidak ada anggota keluarga yang meninggal 1 tahun terakhir.

  • C. Data Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

  • A. Hasil Survey

    • 1. Keluarga 1 Nama Umur Jenis Kelamin Pendidikan Terakhir Pekerjaan Penghasilan / bulan

: Bapak Bodiono : 38 tahun : Laki - Laki : Akmil : Tentara : ± Rp 3.000.000,00

  • 2. Keluarga 2 Nama Umur Jenis Kelamin Pendidikan Terakhir Pekerjaan Penghasilan / bulan

: Dwi Purnomo : 26 tahun : Laki - Laki : SMK : Sales : ± Rp 900.000,00

Tabel hasil Kuesioner PHBS

 

Keluarga 1

Keluarga 2

  • 1 Y

Y

  • 2 -

Y

  • 3 -

Y

  • 4 -

Y

  • 5 -

Y

  • 6 -

Y

  • 7 -

Y

  • 8 Y

Y

  • 9 Y

Y

  • 10 T

T

  • 11 Y

T

  • 12 Y

T

  • 13 Y

T

  • 14 Y

Y

  • 15 Y

Y

  • 16 T

T

  • 17 T

Y

  • 18 T

Y

  • 19 Y

Y

20

T

Y

B. Pembahasan Indikator PHBS

Indikator PHBS rumah tangga di arahkan pada aspek program prioritas yaitu kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan dan gaya hidup. Adapun indikator PHBS adalah :

  • a. Tidak merokok di dalam rumah

  • b. Persalinan di tolong oleh tenaga kesehatan

  • c. Ibu hamil memeriksakan jehamilan sesuai standar

  • d. PUS ikut KB

  • e. Memberi bayi ASI eksklusif

  • f. Imunisasi lengkap pada bayi

  • g. Menimbang balita setiap bulan

  • h. Mengkonsumsi garam beryodium

  • i. Makan sayur dan buah setiap hari

  • j. Memiliki jaminan kesehatan

  • k. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

  • l. Kebiasaan goso gigi

  • m. Melakukan aktifitas fisik setiap hari

  • n. Pemanfaatan sarana yankes

  • o. Menggunakan jamban sehat

  • p. Menggunakan air bersih

  • q. Pengelolaan sampah

  • r. Memiliki TOGA

  • s. Memberantas jentik

  • t. Lantai rumah bukan dari tanah

Berdasarkan indikator tersebut dapat ditentukan klasifikasi PHBS di rumah tangga. Klasifikasi PHBS ditentukan berdasarkan cakupan jumlah indikator yang bisa dipenuhi oleh keluarga 20 indikator PHBS yang ada dengan pengklasifikasian sebagai berikut :

  • a. Sehat pratama atau klasifikasi I yaitu bila keluarga melakukan samapi 1-2 indikator dari 20 indikator PHBS yang ada pada rumah tangga (MERAH)

  • b. Sehat madya atau klasifikasi II yaitu bila keluarga melakukan 3-9 dari 20 indikator yang ada pada rumah tangga (KUNING)

  • c. Sehat purnama atau klasifikas III yaitu bila keluarga melakukan 10-16 dari 20 indikator yang ada pada rumah tangga (HIJAU)

  • d. Sehat mandiri atau klasifikasi IV yaitu bila keluarga melakukan 17-20 dari 20 indikator yang ada pada rumah tangga (BIRU)

Dari survey kuisioner PHBS di dapatkan hasil sebagai berikut :

Keluarga 1 : Kuning, hal ini mengindikasikan bahwa keluarga tersebut termasuk Sehat madya atau klasifikasi II yaitu bila keluarga melakukan 3-9 dari 20 indikator yang ada pada rumah tangga.

Keluarga 2 : Hijau, hal ini mengindikasikan bahwa keluarga tersebut termasuk Sehat purnama atau klasifikas III yaitu bila keluarga melakukan 10-16 dari 20 indikator yang ada pada rumah tangga.

TABEL HASIL KUISIONER PHBS TATANAN RUMAH TANGGA

Tabel menunjukan terdapat 13 keluarga Sehat purnama atau klasifikas III yaitu bila keluarga melakukan 10-16 dari 20 indikator yang ada pada rumah tangga (HIJAU), dan 6 keluarga Sehat mandiri atau klasifikasi IV yaitu bila keluarga melakukan 17-20 dari 20 indikator yang ada pada rumah tangga (BIRU), dan terdapat 1keluarga Sehat madya atau klasifikasi II yaitu bila keluarga melakukan 3-9 dari 20 indikator yang ada pada rumah tangga (KUNING).

Dari tabel tersebut dapat di ketahui bahwa warga sudah cukup mengerti akan perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lihat dari banyak nya sebagian besar keluarga Sehat purnama atau klasifikas III yaitu bila keluarga melakukan 10-16 dari 20 indikator yang ada pada rumah tangga.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari data yang didapat dengan survey perilaku hidup bersih dan sehat dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  • 1. Pengetahuan masyarakat di daerah desa pucangan dusun kebun baru sudah cukup bagus, dapat di lihat dari hasil survey yang sebagian besar termasuk kategori Hijau sehat purnama meskipun ada sedikit keluarga yang belum bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari.

  • 2. hidup

Perilaku

bersih dan sehat sangat dipengaruhi oleh tingkat ekonomi

masyarakat.

  • 3. Kriteria PHBS untuk desa sudah terpneuhi dapat dilihat dari situasi lingkungan terlihat bersih, seperti di sekitar rumah warga, lingkungan rumah tangga, dan pola makan dan minuman sudah memenuhi 4 sehat 5 sempurna.

  • 4. Masih ada sedikit kekurangan dimana warga yang berpenghasilan rendah tidak memiliki kamar mandi yang memadai dan tempat pembuangan sampah yang sesuai.

B. Saran

Dari hasil PHBS yang di dapat, saya menyarankan agar survey PHBS dilakukan secara rutin oleh pihak puskesmas agar tingkat PHBS terus meningkat, serta pemberian penyuluhan secara berkala terhadap keluarga yang masih tergolong dalam kategori PHBS rendah.

Daftar Pustaka

Amalliah, I., 1997, Penatalaksanaan Program PHBS Mandiri , JKGUI, 4 (edisi khusus KPPIKG XI).

Herijulianti, E., Indriati, S. T., dan Artini, S., 2002, Pendidikan Kesehatan Gigi, Jakarta.

EGC,

Priyono, B., 1995, Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Status Sosial Ekonomi Orangtua Terhadap Pemeliharaan Lingkungan Bersih dan Sehat, Majalah Ilmiah Dies Natalis FKG UGM Ceril V,

LAPORAN PRAKTIKUM SURVEY PHBS

LAPORAN PRAKTIKUM SURVEY PHBS

Di susun Oleh :

Edo Ardiansah

J520100001

FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI UNIVERSIAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2013