Anda di halaman 1dari 11

Paper Termodinamika dan Pindah Panas

KONDUKSI

Oleh Irfandi 1105106010007 Riyan Rahmanda 1105106010011 Mukhlisuddin 1105106010021

JURUSAN TKNIK PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM - BANDA ACEH 2012

1. KONDUKSI Transfer energy konduksi terjadi melalui dua cara .Mekanisme pertama adalah mekanisme interaksi molecular,dimana dalam mekanisme ini gerakan yang lebih besar di lakukan oleh suatu molekul yang berada pada tingkat energy (Temperatur) yang lebih tinggi memberikan energy ke molekul molekul di dekatnya yang berada pada tingkat energy yang lebih rendah. Jenis transfer ini terjadi ,sampai suatu derjat tertentu , dalam semua system yang mempu nyai gradien temperature dan yang di dalam nya terdapat molekul zat padat, zat cair, atau gas. Mekanisme transfer panas konduksi yang kedua adalah melalui electron electron bebas. Mekanisme electron bebas seringkali terjadi terutama dalam padatan metalik murni ;konsentrasi electron bebas sangat bervariasi pada paduan logam (alloy) dan sangat rendah pada padatan non metalik.kemampuan padatan untuk mengkonduksikan panas berbeda beda tergantung pada konsentrasi electron bebasnya ,sehingga tidak mengherankan apabila metal metal murni adalah konduktor panas yang terbaik, seperti yang telah sering kita lihat. Karena konduksi panas pada intinya merupakan fenomena molecular ,kita dapat memperkirakan bahwa persamaan dasar yang digunakan untuk

menggambarkan prosesini akan serupa dengan persamaan yang digunakan dalam transfer molecular .persamaan semaacam itu dinyatakan pertama kali pada tahun 1822 oleh fourier dalam bentuk

Dimana qx adalah laju transfer panas dalam arah x, dalam Watt atau Btu/jam; A adalah luas daerah yang normal (tegak-lurus) terhadap arah aliran panas ,dalam m2 atau ft2; dT/dx adalah gradient temperature dalam arah x ,dalm k/m atau F.Rasio qx/A,mempunyai dimensi W/m2 atau Btu/jam ftF.Menyatakan Flux panas dalma arah x. Satu hubungan yang lebih umum Untuk fluk s panas ini adalah persamaan

yang menyatakn bahwa fluks panas sebanding dengan gardien temperature .konstanta kesebandingannya di pandang sebgai konduktivitas termal ,yang memeinkan peran

yantg serupa dengan peran yang dimainkan oleh viskositas dalam transfer momentum. Tanda negative dalam persamaan menunjukkan bahwa aliran panas terletak pada arah gradient temperature yang negative. Persamaan merupakan bentuk vector dari persamaan laju Fourier ,sering disebut sebagai hukum pertama Fourier tentang konduksi panas .

2. KONDUKTIFITAS TERMAL Karena mekanisme transfer- panas konduksi adalah mekanisme yang berhu bunan dengan interaksi molecular,kita akan lebih mudah mengamati gerakan molekul molekul gas dari sudut pandang yang sama dengan gas yang di berikan Dengan menggunakan persamaan (6-10) dan menganggap bahwa transfer terjadi hanya pada permukaan atas elemen yang di tinjau ( ) ( ) ( )

Untuk z molekul yang menembus bidang menjadi (

per satuan waktu persamaan ini

Dimana mn adalah massa per molekul cp adalah kapasitas panas molecular dari gas z adalah frekuensi yang digunakan molekul molekul untuk menembus luasan dan Ty- T
y+

x z

berturut turut Adalah temperature gas sedikit di bawah dan sedikit di

atas bidang yang di perhatikan .Sukuk di sebelah kanan adalah penjumlahan dari fluks energy permukaan ditulis untuk yang diasosiasikan dengan mollekul molekul yang menembus control.Dengan memperhatikan sekarang bahwa

dan bahwa sebuah persamaanyang serupa dapat dapat dituliskan kembali persamaan awalnya dalam bentuk |

Dimana menyatakan komponen y dari antar tumbukan.kita ketahi bahwa = 2/3 , dimana adalah jejak bebas rata rata (mean free path) dari sebuah molekul .Dengan menggunakan hubungan ini dan menjumlahnya tehadap z molekul , kita mendapatkan | Sehingga

Jelaslah bahwa konduktivitas termal,k , akan menjadi

Dengan menggunakn lebih lanjut lagi hasil dari teori kinetic gas ,kita dapat melakukan subtitusi subtitusi berikut ini :

Dimana C adalah kecepatan molecular acak rata rata (average random molecular velocity), C = (k adalah konstanta Boltzman) Dimana d adalh diameter molecular dan

Yang pada akhirnya menghasilkan

Teori chapman Enskog yang di gunakan dalam bahasan ini adalah untuk memprediksi vskositas gas pada tekanan rendah mempunyai kemiripan dengann yag terdapat pada transfer panas .Untuk gas monoatomik ,persamaan yang

direkomendasikan adalah ( )

Dimana k dalam W/m. k.


k

dalm Angstrom ,M adalah berat molekuler ,dan .Baik maupun


k

adalah integral tumpukan Lennard jones,Identik dengan

dapat dihiitung dari Apendiks J dan K Konduktivitas termal dari suatu cairan tidak dapat berlaku umum untuk semua pengembangan teori kinetic yang d sederhanakn ,karena perilaku molecular fase cair belum diketahui dengan jelas dan hingga saat ini belum ada model matematis yang akurat secara universal..Untuk pembahasan tentang teori teori molecular yang berhubungan dengan fasa cair dan beberapa koleraasi empiris tentang konduktivitas termal cairan .Pengamatan umum tentang konduktivitas termal cairan adalah bahwa konduktivitas termal tidak banyak berubah terhadap temperature dan relative tidak bergantung pada tekanan Dalam fasa padat konduktivitas termal disebabkan interaksi molecular ,seprti dalam fasa lain ,dan oleh electron bebas ,yang dimiliki terutama oleh metal murni. Pada fasa padat pengukuran konduktivitas termal dapat dilakukan secara presisi ,karena tidak ada masalah dengan arus arus konveksi Mekanisme electron bebas pada konduksi panas sangat analog dengan mekanisme konduksi listrik. Kenyataan ini menuntun Wiedemann dan Frand, pada tahun 1853, untuk mehubungkan kedua konduktivitas ini secara sederhana : dan pada tahun 1872, Lorenz menyampaikan relasi berikut ini, yang di kenal sebagai persamaan wiedemann, Franz, Lorenz:

Dimana k adalah konduktivitas termal,

adalah kondukivitas listrik, T

adalah tempratur absolute , dan L adalah bilangan Lorenz.

CONTOH SOAL Perhatikan sebuah medium transfer-panas silindir berongga yg mempunyai radius dalam dan radius luar dan dengan temperature permukaannya masing-masing

jika perubahan kondukyivitas-termal dapat di gambarkan sebagai fungsi

linear dari temperatur sebagai

Hitunglah laju transfer-panas keadaan-tunak dalam radial, dengan menggunakan relasi di atas untuk konduktivitas termal, dan bandingkan hasilnya dengan hasil yang menggunakan nilai k yang dihitung pada temperatur rata-rata aritmetik. [ Yang, setelah dan integrasi, menjadi ( ( * [ ( + )] ( ) ) ) ( )]( )

Dengan memperhatikan bahwa nilai rata-rata aritmatik k adalah [ ( )]

Kita melihat bahwa persamaan (15-10) juga dapat di tulis sebagai ( )

Jadi kedua metode tersebut memberikan hasil yang sama.

3. DIAGRAM TEMPERATUR-WAKTU UNTUK BENTUK GEOMETRI SEDERHANA Solusi-solusi yang dicantumkan di Apendiks F untuk pelat datar, bola, dan silinder panjang dintakan dalam empat rasio tak-berdimensi:

Di mana

adalah jari-jari atau semi ketebalan dari medium konduksi.

Diagram-diagram ini dapat digunakan untuk menentukan profil temperatur pasa kasus-kasus yang melibatkan transport energi ke dalam atau ke luar dari medium konduksi jika kondisi-kondisi berikut ini dipengaruhi: a. Persamaan medan Fouriour adalah persamaan yang menjelaskan proses; dengan kata lain, difusivitas termal konstan dan tidak ada sumber panas internal. b. Medium konduksi mempunyai temperatur awal uniform, c. Temperatur pada batas atau fluida di dekatnya diubah ke suatu nilai yang baru, , untuk t 0.

Berikut ini adalah ringkasan solusi-solusi gabungan: 1. Untuk transport dalam batang rektaguler dengan ujung yang diinsulasi

di mana .

dihitung dengan lebar

dan

dihitung dengan ketebalan

2. Untuk transport dalam sebuah palarelpipedum rektanguler

di mana dan

dihitung dengan lebar dihitung dengan ketebalan

dan

dihitung dengan ketebalan

3. Untuk transport dalam sebuah silinder, termasuk kedua ujungnya

di mana

dihitung dengan menggunakan pelat-datar, dan ketebalan

4. METODE

INTEGRAL

UNTUK

KONDUKSI

TAKTUNAK

SATU-

DIMENSIONAL Dengan menrapkan hukum termodinamika,,, terhadap sebuah volume kontrol yang terentang sampai Dengan ( ) ( ) ( dimana ) ( ) , akan didapat: ( )

Bentuk hukum pertama sekarang adalah yang dapat digunakan sekarang adalah ( )

Dengan menganggap semua variabel merupakan fungsi x saja, dapat dinyatakan fluks panas sebagai

Interval dari 0 sampai L sekarang kan di bagi menjadi dua pertambahan, yang menghasikan * +

dan, karena

konstan, persmaan ini akan menjadi * ( )+

Persamaan integral yang harus dipecahkan adalah Solusi persamaan di atas diperngaruhi oleh tiga kondisi batas yang berbeda pada dindingnya, 0, dalam subbab-subbab berikut ini.

Kasus 1. Temperatur dindinng konstan Dengan mengasumsikankan profil temperaturnya parabolik dengan bentuk

dan menyatakan bahwa kondisi-kondisi batas berikut ini. Dan Harus dipenuhi, dapat dilihat bahwa pernyataan untuk ( ) akan menjadi ( )

Fluks panas di dinding tersebut sekarang dapat dihitung sebagai | ( )

Yang dapat disubstitusikan ke dalam pernyataan integral bersama-sama persamaan integral di atas, menghasilkan ( ) [ ( )( ) ]

Dan setelah melakukan pembagian dengan konstan, akan didapat ( ) [ (

, di mana kedua kuantitas dianggap

)(

) ]

Sehingga integrasi persamaan di atas menjadi ( Dengan menghilangkan ( ) [( ) ]

), akan di dapat

Sehingga kedalaman penetrasi menjadi Profil kasus ini dapat diperoleh dari persamaan pernyataan untuk ( ) di atas sebagai

* Yang berdekatan dengan hasil eksak

( )

Kasus 2. Flus Panas Ditentukan di Dinding Dalam kasus ini kondisi batas adalah

Dan ( ) Di mana fluks panas di dinding dinyatakan sebagai fungsi umum ( ). Jika digunakan profil temperatur parabolik, kondisi batas di atas menghasilkan [ ( )]( )

Yang, apabila disubstitusikan kedalam persamaan integral di atas, akan menghasilkan ( Dan

( )

( )

( )

( )

( ) + , Persamaan yang dihasilkan

Untuk fluks panas konstan dengan magnitudo untuk adalah Yang berbda sekitar 8% dari persamaan eksak Kasus 3. Konveksi di Permukaan

Jika variasi temperatur di dalam medium dinyatakan secara umum sebagai ( ) Maka terlihat bahwa gradien temperatur di permukaan menjadi | Di mana N merupakan konstanta yang tergantung pada bentuk dari permukaan dapat dituliskan sebagai | | ( ) ( ), pada

Yang setelah disubstitusi persamaan diatas menjadi ( atau ( Sekarang dapat ditulis Dan ) )

Sumber: Welty, J.R. dkk. 200.Dasar-Dasar Fenomena Transpot; Volume 2; TRANSFER PANAS Edisi keempat. Jakarta: Eralangga.