Anda di halaman 1dari 1

Kristalisasi adalah proses pembentukan kristal padat dari suatu larutan induk yang homogen.

Proses ini adalah salah satu teknik pemisahan padat-cair yang sangat penting dalam industri, karena dapat menghasilkan kemurnian produk hingga 100%. Contoh proses kristalisasi : gula pasir, kristal pupuk, lemak, protein, pati, garam, dll. Prinsip pembentukan Kristal ini adalah kondisi lewat jenuh suatu larutan. Untuk membentuk Kristal, fasa cairan harus melewati kondisi kesetimbangan dan menjadi lewat jenuh. Kondisi tersebut dapat tercapai melalui pendinginan di bawah titik leleh suatu komponen atau melalui penambahan sehingga dicapai kondisi lewat jenuh. Solubilitas padatan dalam cairan akan menurun seiring dengan penurunan suhu dan mendorong larutan menuju ke keadaan supersaturasi (lewat jenuh). Setelah kondisi supersaturasi tercapai, selanjutnya akan terbentuk inti Kristal yang disebabkan karena molekul padatan (solute) bergerak melepaskan diri dari pelarutnya (solvent) dan saling bergabung membentuk padatan Kristal inti. Hal ini biasa dikenal dengan proses nukleasi primer. Setelah terbentuk inti Kristal, tahap selanjutnya adalah pembentukan padatan Kristal yang lebih banyak (nukleasi sekunder). Pada fasa ini, Kristal tumbuh dikarenakan kontak anatara Kristal dengan larutan. Nukleasi sekunder membutuhkan bibit atau Kristal yang sudah jadi untuk merangsang pertumbuhan Kristal baru. Proses pertumbuhan Kristal sangat dipengaruhi oleh konsentrasi dari larutan, suhu, energi yang dipakai untuk berada pada tahap ini (misalnya agitasi) dan penambahan molekul Kristal. Continuous Stirred Tank Reactor Crystallizer Pertumbuhan kristal dalam sebuah Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR) Crystallizer dapat digunakan untuk meningkatkan ukuran pertambahan luas distribusi dari penyemaian populasi kristal dan juga dapat meningkatkan cakupan permukaan kristal.