Anda di halaman 1dari 8

Pteredophyta

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari Bab ini siswa diharapkan dapat Menjelaskan ciri-ciri tumbuhan paku Mengidentifikasi struktur tubuh tumbuhan paku Menjelaskan tahapan reproduksi tumbuhan paku Klasifikasi paku Menjelaskan peranan paku Pokok Bahasan: Ciri-ciri tumbuhan paku Struktur tubuh tumbuhan paku Reproduksi paku Klasifikasi paku Peranan paku

A. B. C. D. E.

Keyword: Kormofita berspora Metagenesis Sorus Homospora Heterospora Peralihan

DIVISI PTEREDOPHYTA (Tumbuhan Paku) A. Pendahuluan Pernahkah kamu melihat tumbuhan dibawah ini?

Gambar: Berbagai jenis paku-pakuan Sumber: Agus (2012) Tumbuhan diatas merupakan salah satu tumbuhan yang termasuk kedalam divisi pteredophyta. Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Total spesies yang diketahui hampir 10.000 (diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia). Tumbuhan ini secara tidak resmi dikelompokkan sebagai trakeofita karena sudah memiliki pembuluh xilem dan floem (Cliffs, 2001)

B. Ciri-ciri tumbuhan paku 1. Tumbuhan paku juga termasuk kedalam tumbuhan kormofita berspora, hanya saja berbeda dengan lumut tumbuhan ini sudah memiliki jaringan pengangkut. 2. Terdapat lapisan pelindung sel (jaket steril) di sekeliling organ reproduksi. 3. Sistem transpor internal (terdapat xilem dan fleom). 4. Ukuran tubuh paku berkisar dari 2 cm-5m.

Gambar: Struktur tubuh paku Sumber: Akismet (2012)

C. Struktur tubuh tumbuhan paku 1. Akar Sebagian paku yang belum memiliki akar sejati memiliki rhizoid. Akar serabut pada paku berupa rizoma, ujung akar dilindungi kaliptra. Sel-sel akar membentuk epidermis, korteks, dan silinder pusat (terdapat xilem dan fleom). 2. Batang Batang pada tumbuhan paku terdiri dari epidermis yang mempunyai jaringan penguat yang terdiri dari atas sel-sel sklerenkim, Korteks: banyak mengandung lubang (ruang antar sel), Silender pusat: terdiri dari xilem dan floem yang membentuk berkas pengangkut bertipe konsentris. Batang pada tumbuhan paku umumnya pendek. 3. Daun Berdasarkan ukurannya, dibedakan menjadi dua yaitu : 1) Daun mikrofil : Ukuran kecil, hanya setebal selapis sel dan berbentuk rambut 2) Daun makrofil : Ukuran besar dan tipis, sudah memiliki bagian-bagian daun seperti tulang daun, tangkai daun, mesofil dan epidermis

Berdasarkan fungsinya, dibedakan menjadi dua yaitu : 1) Daun tropofil (Steril): Untuk fotosintesis (sering disebut daun steril karena tidak menghasilkan spora) 2) Daun sporofil (Fertil): Penghasil spora Gambar: Daun Tropofil dan sporofil Sumber: Fitri (2013) Spora berkumpul di sporangium. Sporangium bisa terdapat pada strobilus, sorus, atau sinagium. Setiap sporangium dikelilingi oleh sederetan sel yang membentuk bangunan seperti cincin yang disebut annulus yang berfungsi sebagai mengatur pengeluaran spora. Spora berkumpul dalam badan yang disebut sorus. Sorus yang masih muda dilindungi oleh selaput sel yang disebut indisium.

Gambar : (A) Sorus, (B) indusium, dan (C) sporangium . Sumber: Agus (2012)

D. Reproduksi Reproduksi tumbuhan paku secara vegetatif dengan rhizoma dan membentuk spora, secara generatif dengan pembentukan gamet. Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) yaitu pergiliran keturunan antara generasi sporofit (penghasil spora) dengan generasi gametofit (penghasil gamet). Metagenesis tumbuhan paku sebagai berikut

Gambar: Sorus
Sumber: Wana (2010)

Gambar: Bagan Metagenesis Paku Sumber: Tjatur (2013)

(3) Spora keluar dari sporangium dan bila jatuh ditempat yang cocok akan terjadi pembuahan dan terbentuk zigot

(4) Zigot akan tumbuh berkembang menjadi sporofit dan berkembang sporofit dewasa Fase Gametofit (1) Pada generasi gametofit, protalium membentuk anteridium sebagai alat kelamin jantan dan menghasilkan spermatozoa sedangkan arkegonium sebagai alat kelamin betina yang menghasilkan ovum

Gambar: Siklus Hidup Paku Sumber: Rina (2013)

Fase Sporofit (1) Spora dihasilkan oleh kotak spora yang disebut sporangium (2) Sporangium berkumpul dalam satu badan yang disebut dengan sorus yang terdapat dalam daun sporofil

Gambar : Permbukaan Bawah Protalium Sumber: Agus (2012)

(2) hasil peleburan antara sperma dan ovum menghasilkan zigot yang kemudian tumbuh menjadi tumbuhan paku baru yang memiliki akar, batang dan daun.

LIHAT VIDEo 3

E. Jenis paku berdasarkan spora yang dihasilkan a. Paku Homospora Menghasilkan satu jenis spora saja dan mempunyai ukuran yang sama besar. Contoh : Lycopodium (paku kawat).

Trick Smart HoLiWat Homospora Lycopodium Paku kawat b. Paku Heterospora Menghasilkan dua jenis spora yaitu: mikrospora (jantan) dan makrospora (betina). Contoh: Paku rane (Selaginella wildenowii) dan semanggi (Marsilea crenata).

Trick Smart HeSeMar Heterospora Selaginela Marselia crenata

c. Paku Peralihan Menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama (isospora) tetapi sebagian jantan dan sebagian betina (jenisnya berbeda = heterospora). Contoh : paku ekor kuda ( Equisetum debile).

Trick Smart Per Equi Peralihan Equisetum

F. Klasifikasi Paku 1. Psilotophyta Psilophyta merupakan jenis paku purba yang memiliki daun mikrofil dan berisisik, tinggi batang berkisar 30cm 1m dan memiliki klorofil sehingga dapat berfotosintesis. Paku ini termasuk paku homospora, struktur akar berupa rhizoid. Psilotom sp.

Gambar: Sporangium Sumber: Ashar (2012)

Gambar: Psilotum Sumber: Ryan (2011)

2. Lycofyta Berbeda dengan psilophyta, struktur tubuh lycofita sudah sempurna karena memiliki akar batang dan daun sejati. Lycofita muda tidak melakukan fotosintesis dan memperoleh makanan dengan cara bersimbiosis dengan jamur. Terdapat : Lycopodium Lycopodium termasuk paku homospora karena menghasilkan spora tunggal yang akan berkembangbiak menjadi gametofit biseksual yang memiliki organ jantan juga betina.

Gambar: Strobilus Lycopodium Sumber: Ryan (2011)

Gambar: Lycopodium Sumber: Sari (2010)

Selaginella Berbeda dengan lycopodium, Selaginella (paku rene) termasuk paku heterospora. Sporangium tumbuhan ini menghasilkan 2 jenis spora mikrosporangium yang terdapat pada mikrosporangia (daun yang mengandung mikrosporangium)

menghasilkan mikrospora yang berkembang menjadi gamet jantan. dan megasporangium yang terdapat pada megasporangia (daun yang mengandung megasporangium) menghasilkan mikrospora yang berkembang menjadi gamet betina.

Gambar: Selaginella Sumber: Ryan (2011) 3. Sphenophyta Sphenophyta sering disebut dengan paku ekor kuda karena bentuk batangnya seperti ekor kuda, paku yang memiliki habitat subtropis dan tempat lembap ini banyak yang sudah punah dan menjadi fosil. Spenophyta yang masih bertahan hanya dari genus equisetum. Equisetum memiliki batang yang keras dan disetiap ruasnya dikelilingi daun kecil seperti sisik (mikrofil) dengan tinggi rata-rata kurang dari 1m.

Gambar: Equisetum Sumber: Ryan (2011) Equisetum termasuk paku peralihan karena sporangium hanya menghasilkan 1 jenis spora sedangkan gametofit mengandung anteredium dan arkegonium sehingga merupakan gametofit biseksual.

Gambar: Struktur Tubuh Equisetum Sumber: Gilbert (2013)

Gambar: Equisetum sp Sumber: Cara (2002)

4. Pterophyta Pernahkah kamu melihat tanaman suplir atau semanggi? ternyata tumbuhan yang sering kamu amati tersebut adalah jenis paku yang termasuk paku sejati. Pterophyta sangat mudah kita temui di daerah kita, karena paku ini hidup di daerah tropis dan subtropis. Berbeda dengan tiga divisi sebelumnya paku sejati memiliki ukuran daun yang lebih besar (makrofil) dan memiliki tulang daun bercabang. Daun mudanya dapat menggulung. Tingginya sangat bervariasi dari mulai 2cm hingga 18 cm.

Gambar: Jenis-jenis pterophyta Sumber: Aslam (2012) G. Peran Tumbuhan Paku No Peran Tumbuhan Paku 1 Sebagai tanaman hiasan

LIHAT VIDEo 4
Jenis Paku Platycerium nidus (paku tanduk rusa) Asplenium nidus (paku sarang burung) Adiantum cuneatum (suplir) Selaginella wildenowii (paku rane) Asipidium filix-mas Lycopodium clavatum Marsilea crenata (semanggi) Salvinia natans (kiambang) Azolla pinnata bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru) Gleichenia linearis

2 3 4 5

Sebagai bahan penghasil obat-obatan Sebagai sayuran Sebagai pupuk hijau Sebagai pelindung tanaman persemaian

Mari Bereksperimen (Membuat Herbarium) Langkah yang harus dilakukan yaitu : Mencari tumbuhan yang ukurannya kerdil/mini. Lakukan pembersihan dari kotoran dan bagian tumbuhan yang telah kering. Sterilisasi tanaman yaitu dengan mengoleskan alkohol 70% pada seluruh bagian tanaman. Cari koran atau buku tebal sebagai alat pengering Buka lembaran koran atau buku lalu selipkan tumbuhan tersebut Tata kerapian tumbuhan jangan sampai ada daun yang terlipat atau batang yang tumpang tindih dan Simpan ditempat pada kondisi suhu kamar. Setelah tumbuhan kering atur dalam kertas karton, berikan deskripsi dan beri bingkai yang ditutup plastik atau kaca.