Anda di halaman 1dari 3

Penyakit dan Kelainan Plasenta Plasenta normal beratnya kira-kira 500 gr atau1/6 dari berat badan janin; diameternya

rata-rata 15-20 cm dengan tebal 2,5 cm. Kelainan Bentuk dan Bobot (Berat) Plasenta 1.Kelainan ukuran dan bobot : Lebih berat dan besar sampai sepertiga berat badan janin, dijumpai pada diabetes mellitus dan sifilis. Lebih kecil sampai sepersembilan berat badan janin, dijumpai pada penyakit jantung, ginjal, dan sebagainya.

2.Kelainan bentuk dan variasi bentuk: Dengan beberapa lobus: plasenta dupleks, plasenta tripartita, dan sebagainya. Plasenta fenestrata: pada plasenta terdapat lubang atau jendela. Horse shoe placenta atau plasenta ladam kuda. Plasenta membranacea: plasenta tipis dan lebar. Plasenta anularis: plasenta berbentuk cincin, sering dijumpai pada anjing. Plasenta suksenturiata: ada suatu plasenta kecil disamping satu plasenta biasa, dihubungkan oleh selaput ketuban. Plasenta spuria: jika kedua plasenta tidak dihubungkan oleh pembuluh darah. Plasenta sirkumvalata: pada pinggir plasenta dijumpai cincin yang putih, akibat desidua vera masuk di antara selaput ketuban.

Kelainan Plasenta Berdasarkan Bentuk atau Implatansi Anormal. 1.Plasenta multipel dengan janin tunggal. Plasenta tidak biasanya membentuk cakram yang terpisah dan berukuran hampir sama.Tali pusat menyisip diantara kedua lobus plasenta-ke dalam jembatan penghubung korionik atau ke dalam membran yang menyelangi.Kondisi ini disebut plasenta bilobata, tetapi juga dikenal sebagai plasenta hiparit atau plasenta dupleks.Fox dan Sebire (2007) melaporkan insidennya sekitar 1 dalam 350 pelahiran.Sebuah plasenta yang terdiri dari tiga lobus atau lebih jarang ditemukan dan disebut multilobata. 2.Lobus Suksenturiata. Plasenta ini adalah versi plasenta bilobata yang lebih kecil.Satu lobus aksesorius atau lebih yang kecil berkembang dalam membran pada jarak tertentu dari plasenta utama, dan lobus-lobus itu biasanya memiliki jaringan vaskulr yang berasal dari janin.

3.Plasenta Membranacea. Seluruh atau sebagian besar membran janin jarang diliputi oleh villi fungsional.Plasenta membarasea kadang dapat meningkatkan kejadian perdarahan serius akibat plasenta previa atau akreta (Greenberg dkk.,.1991) 4.Plasenta Berbentuk Cincin. Pada kurang dari 1 dalam 6000 pelahiran, plasenta berbentuk anular dan kadangkadang ditemukan jaringan palsenta berbentuk jaringan plasenta berbentuk cincin yang lengkap.Karena atrofi jaringan dibagian cincin, bentuk tapal kuda lebih sering ditemukan.Kelainan ini tampaknya berkaitan dengan kemungkinan perdarahan antepartum dan pascapartum yang lebih besar dan hambatan pertumbuhan janin. 5.Plasenta Fenestrata. Pada anomali yang jarang ini, bagian tengah dari plasenta diskoid menghilang.Pada beberapa kasus, ada lubang yang sebenarnya di dalam plasenta tetapi defeknya lebih sering mengenai jaringan villus saja, dan lempeng korionik tetap utuh.Secara klinis, kondisi ini menganjurkan pencarian lobulus plasenta yang etrtinggl. 6.Plasenta Ekstrakorial. Ketika lempeng korionik, yang terletak di plasenta janin lebih kecil dariapda lempeng basal palsenta, yang terletak di sisi ibu, bagian perifernya terbuka dan digunakan istilah plasenta ekstrakorial. Tumor Plasenta. 1.Korioangioma. Karakteristik umum yang ditemukan adalah lesi berbatas tegas, bulat, sebagian besar hypeoechoic dekat permukaan korionik dan menonjol dalam rongga amnion.Massa yang kecil biasanya asimtomatik.Namun,tumor besar terutamaterutama yang berukuran lebih dari 5 cm, dapat berhubungan dengan anastomosis arteriovenosayang signifikan dalam plasenta, yang menyebabkan anemia pada janin dan hidrops fetalis.Perdarahan antepartum, pelhiran kurang bulan, kelainan cairan ketuban, dan hambatan pertumbuhan janin dapat menyulitkan tumor besar. 2.Metastasis Tumor ke Plasenta. Tumor ganas jarang bermetastasis ke plasenta.Beberapa tumor ganas yang paling sering bermetastasis ke plasenta yaitu melanoma, leukemia, limfoma dan kanker payudara.Sel tumor biasanya terbatas didalam ruang intervillus.

Referensi :
Cunningham,Leveno,Bloom,Hauth,Rouse,Spong.2013.ObstetriWilliams.Ed.23,Vol.1 Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta Sofian, Amru 2012.Rustam Mochtar Sinopsis Obstetri:Obstetri Fisiologis dan Obstetri Patologis.Ed.3 Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta