Anda di halaman 1dari 60

PEMBAGIAN PARASIT

1. BERDASAR TEMPAT MANIFESTASI PARASITISMENYA

Ektoparasit atau Ektozoa, parasit yg hidup pada permukaan tubuh inang, atau di dalam liang-liang dalam kulit dan ruang telinga luar yg mempunyai hubungan dengan dunia luar baik yg permanen atau tdk permanen/datang pergi Contoh: kutu manusia Pediculus humanus capitis, P.h. corporis, Phthirus pubis, dan nyamuk

b. Endoparasit/entoparasit/entozoa

Parasit yg hidup dalam alat-alat tubuh (hati, paru, limpa, ginjal, otak), dalam sistem: alimentaris, sirkulasi, pernafasan, rongga: dada, perut, persendian, dalam otot daging, dan jaringan tubuh lain. Contoh: Toxoplasma gondii, Plasmodium sp

2. Berdasar lama waktu hidup parasitisnya

1. Parasit temporer, Parasit dalam mengunjungi inang pada waktu

berselang, tidak menetap pada tubuh inang, datangnya pd inang bila ia lapar, saatnya tidak tentu contoh: pinjal, cimex, nyamuk 2. Parasit stasioner/permanen Parasit yg tinggal pada atau dalam tubuh inang selama menyelesaikan seluruh siklus hidupnya Contoh: Plasmodium sp

3. Berdasar sifat keparasitannya


1. Parasit insidental, parasit yg secara kebetulan, atau sebagai suatu kecelakaan pd inang yg tdk wajar. Contoh: cacing pita Dipylidium caninum, cacing dewasa dalam usus anjing, karena kecelakaan terdpt pd manusia, terutama pada anak-anak. 2. Parasit eratika, parasit yg berparasit pd inang yg wajar tetapi lokasinya yg tdk wajar atau tdk spt biasanya. Contoh: cacing gelang Ascaris lumbricoides, secara normal terdpt dalam usus duabelas jari manusia, krn sesuatu hal a.l. kelaparan yg lama/gerakan antiperistaltik, maka cacing migrasi ke empedu, masuk lambung pd infeksi berat

Siklus hidup D. caninum dan

A. lumbricoides

3.Parasit obligat Organisme yg utk kelangsungan hidup dan eksistensi jenisnya mutlak memerlukan adanya organisme lain sebagai inang. Contoh: semua organisme patogen, baik bakteri, virus, rickettsiales, protozoa, maupun metazoa adalah parasit obligat Parasit obligat tdk mampu hidup tanpa bantuan makan dari organisme lain jenis. Prst obligat dg sendirinya akan musnah bila tdk mendpt kesempatan menemukan inang yg serasi, sebab parasit tsb tdk dpt hidup mandiri

4. Parasit Fakultatif Organisme yg dlm keadaan normal hidup mandiri, ttp krn sesuatu sebab terpaksa hidup sebagai parasit Sifat hidup keparasitan tdk mutlak, bukan suatu keharusan

5. Parasit spurisoa Parasit yang terdapat di dalam hospes yg bukan sebenarnya. Parasit tersebut diketahui pada saat pemeriksaan pasca mati. contoh : anjing gladag itu biasa makan tinja sapi yg mengandung telur cacing pita Moniezia expansa. Dlm alat pencernaan anjing telur tdk tercerna, pada pemeriksaan tinja anjing di dapatkan telur tsb. Telur cacing kmd disebut parasit spuriosa

4. Berdasar kebutuhan jumlah


individu hospes
1. Parasit Monoxen
Parasit yang hanya membutuhkan satu individu inang dalam menyelesaikan seluruh siklus hidupnya contoh, semua kutu merup parasit monoxen 2. Parasit Heteroxen Parasit yg menyelesaikan siklus hidupnya melampaui stadium2 yg tiap stadium membutuhkan inang yang berlainan jenisnya satu sama lain contoh Paragonimus westermani, ia membutuhkan siput air tawar sbg hospes intermedier I dan udang sbg Hp II

3. Parasit polixen Poly = banyak, Parasit yg memerlukan lebih dari satu individu inang, bahkan biasanya 5-8 inang ttp semuanya dari 1 jenis (inang perantara dan definitif dari 1 jenis). Contoh caplak lunak (Argasidae) dan caplak keras (Ixodidae)

4. Parasit diheteroxen Parasit yang membutuhkan 1 hospes perantara dan 1 hospes definitif. Contoh: Taenia solium

5. Berdasar tingkat efek penularan atau infestasinya


Tergantung berbagai faktor: umur parasit, jenis parasit, jenis inang, perawatan thd inang dan lokasi geografik Patogenitas parasit dapat diukur berdasar Pertama : lesi yg ditimbulkannya yg berupa kerusakan jaringan lokal Kedua : gangguan fungsi alat tubuh, walaupun gangguan tdk nampak secara makroskopis ttp ada lesi fungsi, misal oleh racun yg dikeluarkan oleh parasit atau produk metabolismenya Ketiga : adanya bentukan jaringan baru

1.

2.

3.

Parasit patogen contoh Plasmodium falciparum, Trypanosoma sp, Leishmania sp efek penularan parasit tergantung pd penyebaran geografisnya Parasit non-patogen tdk identik dg tidak patogen, contoh F. gigantica patogen thd sapi ttp non patogen thd domba Parasit tidak patogen contoh: kebanyakan kutu, pinjal, caplak

INFEKSI DAN INFESTASI

Infeksi yaitu invasi tubuh oleh mikroorganisme, atau oleh toksin yg dikeluarkan oleh mikroorganisme tsb, shg timbul reaksi jaringan berupa radang. (sebelum terjadi peradangan, belum dsb infeksi) Mikroorganisme berupa virus, bakteri, rickettsiales, dan Protozoa (Trypanosoma, Leishmania), utk metazoa antara lain berupa larva 2 cacing ascaris, larva lalat
Tetapi bila dalam tubuh parasit telah menjadi dewasa, tidak disbt infeksi ttp infestasi. Jadi infestasi Ascaris sp menunjukkan adanya cacing dewasa Ascaris.

Infestasi juga digunakan utk menunjukkan adanya


serangga pada tbh inang, contoh infestasi dg caplak,kutu, pinjal

Pembagian infeksi dan infestasi


1.

2.

Berdasar pada cara infeksi dan infestasi dibagi mjd 3 macam yaitu: Infeksi /infestasi autokton, adalah infeksi /infestasi yg didpt asli setempat, karena parasit sdh secara endemis terdpt di tempat terjadinya infeksi /infestasi Infeksi endogenis, apabila parasit yg tlh ada di dlm tbh inang biasanya tdk sampai menimbulkan gejala penyakit, oleh krn suatu sebab, misal menurunnya ketahanan tbh inang, kurang gizi, lelah atau krn faktor dr dlm : tekanan jiwa, penderitaan batin dsb kemudian timbul gejala penyakit parasit yg bersangkutan

3. Infeksi eksogenis, merup parasit yg secara normal tdk terdpt dlm tbh inang, ttp jika kondisi tubuh inang turun maka parasit patogen dpt memasuki tbh baik secara pasif maupun aktif. Istilah eksogenis dipakai jika invasi oleh parasit itu terjadi, ttp tdk timbul gejala penyakit, dan baru kemudian timbul gejala penyakit setelah kondisi tbh rutun contoh: penyakit gudig oleh tungau Sarcoptes tungau tsb tdk mampu memasuki kulit yg sehat

FAKTOR PENGGALAK PENULARAN PENYAKIT PARASIT


1.

Aspek sosial budaya dan sosial ekonomi (kondisi daerah, jenis pekerjaan, malnutrisi, sikap hidup manusia) Menentukan kasus penularan parasit
contoh : insect borne parasitosis lebih sering di daerah pantai dan berawa dp di pegunungan, pekerja tambang lebih sering tertular cacing tambang,pekerja hutan & pemburu terbuka thd penularan penyakit parasit yg ditularkan oleh serangga, pekerja perusahan pengalengan susu, pengawetan

daging, ikan terbuka thd penularan zoonosis. Di daerah Timur Tengah masih banyak penyamak kulit dg menggunakan tinja anjing, pekerja lebih sering tertular hidatidosis dp tukang sepatu yg sama mengerjakan kulit

Hydatidosis

2. Aspek Iklim dan Cuaca Cuaca kondisi lingkungan yg tersusun dr temp, presipitasi, tekanan barometris, lembab, arah dan kecepatan angin, awan yg menutupi dlsb.pd waktu dan tempat ttt. Cuaca menentukan parasit jenis yg manakah (yg tlh ada di suatu daerah tsb) yg akan berkembang Iklim adalah jumlah kondisi cuaca dalam periode yang lebih lama. Iklim menentukan jenis parasit apakah yg umumnya terdpt pd suatu tempat ttt

BENTUK-BENTUK ISTIMEWA PARASITISME


1.Hiper-parasitisme Ialah kondisi berupa infestasi oleh parasit yang jumlahnya kelewat batas (individu inang ketempatan parasit dari satu jenis yg jumlahnya jauh lebih besar dari biasanya) Contoh: manusia pada umumnya hanya menganding 1 ekor cacing pita T. saginata / T. solium, bila ditemukan lebih dari 2 atau 3 dsbt hiper-parasit

2. Super-parasitisme

Ialah parasit yang hidup pada parasit lain Contoh. Cacing daun primitif Cotylurus
flabelliformis yang berparasit dalam usus
halus itik. Stadium serkaria parasit tsb hidup pada stadium sporokista atau redia dari trematoda lain yg hidup sebagai parasit dlm siput air tawar Planorbis sp.
Siput Planorbis sp
Serkaria C. flabelliformis Sporokista/redia dr trematoda lain

3. Poli-parasitisme

Ialah satu hospes yang mengandung

banyak jenis parasit (adanya koendemisitas bbrp penyakit parasit, disebabkan parasit tsb menggunakan vektor yang sama) Contoh: manusia terinfeksi oleh parasit malaria dan filariasis sekaligus, krn parasit tsb menggunakan nyamuk yg sama sebagai vektornya

4. Larva migran
1. Larva migran viseral Adalh suatu kondisi sebagai akibat invasi ke dlm alat tubuh oleh stadium larva cacing Nematoda, dan dalam alat tubuh tsb larva tidak mampu menyelesaikan siklus hidupnyasehingga parasit muda itu mati dan kemudian diabsorbsi oleh jaringan alat tubuh yg bersangkutan, tdk mencapai stadium dewasa Contoh: cacing gelang anjing dan kucing (Toxocara canis dan cati) mempunyai siklus hidup sama dg cacing gelang manusia (Ascaris lumbricoides) : meliputi telur infektif tertelan oleh inangnya akan menetas menjadi larva, kemudian larva bermigrasi dari usus ke jantung kanan dan paru (lintasan paru) kemudian ke bronkial dan trakea serta kembali tertelan lewat epiglotis sampai ke usus yg ke 2 untuk menjadi dewasa. Bila telur infektif tsb tertelan oleh manusia larva yg sampai ke jantung mengikuti peredaran darah besar dan kesasar ke berbagai organ viceral sampai berminggu-minggu lamanya dan menimbulkan granuloma eosinofilia atau nekrosis pada jaringan tsb.

2. Larva migran kutan


Adalah suatu penyakit pd mns yang disebabkan

oleh larva stadium infektif cacing kait anjing dan kucing Ancylostoma brasiliensis atau A. caninum. Larva tsb menembus kulit manusia disembarang tempat, biasanya kulit daerah lengan, kaki juga kulit daerah anus. Penularan biasanya terjadi di tempat-tempat umum yg berpasir, dan basah, larva berjalan/merayap di bawah kulit membentuk jendolan garis, terbentuk papula atau vesikula berwarna merah dan terasa gatal Larva migran kutan disebut creeping eruption karena kondisi itu merayap di bwh kulit, pd akhir perjalanan, papula atau vesikula itu pecah (erupsi) ttp

ADAPTASI DAN TROPISME

Fenomena adaptasi yaitu penyesuaian thd lingkungan hidup. Parasit dan inang adalah 2 organisme hidup yg berlainan jenis dan asal. Jadi fenomena adaptasi tsb parasit menyesuaikan hidupnya dalam hal cara dan kebiasaan inang serta lingkungannya.

1. Adaptasi morfologis

Adalah penyesuaian yang disertai dg perubahan atau modifikasi dari salah satu atau beberapa bagian alat tubuh sehingga bagian alat tubuh menjadi tertentu baik bentuk, sifat maupun fungsinya. Modifikasi terjadi agar parasit dapat mengikuti segala persyaratan utk hidup pd inang. Untuk itu susunan tubuh harus disesuaikan dg sifat hidup parasit dan lingkungan tempat hidupnya

1.1. Modifikasi morfologis degeneratif

Terjadi reduksi atau penyusutan / pengurangan bahkan benar-benar terjadi degenerasi atau kemunduran bentuk alat tubuh dan jaringan-jaringan di sekitarnya yg memp. Hubungan faal dengan alat tubuh itu. Contoh kutu tubuh (Pediculus humanus capitis) merup jenis kutu yg sama asalnya dengan Phtryrus pubis (kutu rambut kelamin). Kaki kutu tubuh lebih panjang dari kutu rambut kemaluan. Reduksi panjang kaki tsb berguna utk hidup pada rambut kelamin yg berbentuk keriting dan lebih rapat satu dg yg lain sedang rambut kepala umumnya lurus dan longgar

1.2. Modifikasi morfologis neoformatif

Modifikasi dg bentukan baru (sebagian atau seluruh susunan alat tubuh) sehingga terjadi alat baru dg fungsi khusus. Alat-alat bentukan baru tsb berguna utk menyesuaikan diri dg kehidupannya sbg parasit Contoh: flagela, silia, membrana undulans merupakan baru

2. ADAPTASI BIOLOGIS

ADALAH penyesuaian yg disertai dg perubahan2 faali utk menyesuaikan diri thd faal lingkungan baik yg bersifat mentolerir maupun melawan faktor2 faal eksternal yg berasal dari inang Merupakan adaptasi yg lebih azasi dibanding dengan adaptasi morfologis, bersifat mutlak terutama untuk endoparasit Parasit yg hidup dlm saluran pencernaan harus mampu mengatasi produk faali inang yg berupa bahan-bahan sisa dan juga enzim2 pencernaan (lipase, peptidase, proteinase dll), getah pencernaan (getah empedu, lambung) yg secara faali mencerna semua bahan yg masuk dalam saluran pencernaan Parasit mempunyai anti-kinase yg menetralkan getah pencernaan.

Antikinase sifatnya berbeda satu dg yg lain Cacing yg berlokasi di duodenum menghasilkan antikinase yg berbeda sifatnya dengan yg berlokasi dalam usus besar, hati, ginjal dsb Adaptasi biologis tdk hanya dihadapkan kpd faktor destruktif dr inang ttp juga faktor alam seperti cuaca: temperatur dan air

Fenomena tropisme

Baik adaptasi morfologi maupun biologis, parasit menunjukkan berbagai macam tropisme Tropisme adalah kecenderungan hayati untuk bereaksi atau menanggapi dengan cara khusus thd rangsangan dari luar Jumlah dan kualitas rangsangan dari luar tsb berbeda utk msg2 jenis parasit Dlm adaptasi morfologis jumlah tropisme lebih sedikit dp adaptasi biologis Sewaktu parasit menanggapi rangsangan yg baik dan cocok secara biologis, maka posisi parasit itu berubah, mengarah kepd asal rangsangan Tergantung pada macam sumber pengaruh rangsangan dibedakan menjadi:

1.Termotropisme, adalah kecenderungan untuk bereaksi terhadap panas optimal. Contoh: larva 3 cacing tambang menemukan kulit karena tertarik oleh panas tubuh inang. 2.Kemotropisme, adalah kecenderungan utk bergerak menuju ke bahan kimia ttt yg dikeluarkan oleh inang. Contoh: miracidium cacing Trematoda memasuki kulit jenis siput karena tertarik oleh lendir yg dikeluarkan oleh siput 3.Geotropisme, kecenderungan untuk bereaksi thd pengaruh berat, larva infektif cacing pd umunya bersifat geotropisme negatif, menjauh dari pusat bumi contoh larva Haemonchus contortus

4. Fototropisme, adalah kecenderungan untuk bereaksi thd cahaya yg optimal. Contoh: semua endoparasit bersifat fototropisme negatif, sedang lalat penghisap darah sebagian bersifat fototropisme positif. Contoh insekta menyerang inang di siang hari (diurnal) 5. Histotropisme spesifik, adalah kecenderungan untuk memilih jaringan khusus sebagai habitat. Contoh: larva Trichinella spiralis, memilih otot bergaris Plasmodium memilih darah sbg habitat 6. Histotropisme indiferen, adalah kecenderungan untuk memasuki jaringan tubuh ttp macam yg disukainya kurang spesifik. Contoh: Toxoplasma gondii yg hidup pd semua jaringan kecuali drh merah

Hubungan Parasit-Inang
1. Spesifitas dan freferensi inang
Parasit tdk hidup pd berbagai jenis hewan, tetapi hidup berpreferensi (memp inang pilihan atau kesukaan). Contoh lalat kuda (Tabanus sp) suka menghisap darah kuda, ttp bila di sekitar tdk ada kuda berubah menghisap darah sapi/kerbau perubahan preferensi inang dpt menyebabkan berubahnya pola penyebaran penyakit. Jenis parasit yg berspesifikasi inang berderajat tinggi tsb membatasi dirinya pd suatu jenis inang ex

T.solium dan saginata

2. Cara parasit mengatasi rintangan dalam siklus hidupnya

1. Kesuburan yg luar biasa, contoh T. solium dpt 2. 3.

4.
5.

bertelur 500 ribu/hari, Ascaris lumbricoides dpt bertelur 200.000 ribu /hari/ekor cacing betina Resistens thd keadaan yg tidak baik, contoh kemampaun hibernasi, estivasi, selubung larva yg tunggal atau ganda, dinding telur yg tebal dan tahan thd kekeringan Hermaproditisme, Cestoda dan Trematoda adalah cacing yg hermafrodit Partenogenesis dan Pedogenesis, dari sel tubuh pada hewan dewasa/muda dpt terbentuk individu Toleransi yg tinggi (prinsip parasit ?)

3. Cara parasit merugikan inang


1. Mengisap makanan inang, contoh cacing yg hidup di
2.
saluran pencernaan Mengisap darah, cairan tubuh, atau makan jaringan tubuh, contoh nyamuk, caplak, cacing tambang Ancylostoma sp, Pediculus sp, Fasciola sp merusak dan makan jaringan Merusak jaringan tubuh inang, contoh Plasmodium sp merusak erythrocyte, echinococcus granulosus merusak dan menekan jaringan Menimbulkan gangguan mekanik atau fisik alat tubuh, contoh cacing filaria (Wuchereria bancrofti, malayi dpt menyumbat venula2 kecil di daerah kaki bagian bawah & pembuluh limfa kecil. Sumbatan menyebabkan terjadinya pembesaran cairan tubuh keluar dr pembuluh venola menimbulkan bengkak kaki yg disebut penyakit kaki gajah

3. 4.

5. Menimbulkan radang, hampir semua parasit menimbulkan radang yg bersifat lokal 6. Memudahkan masuknya mikroorganisme, misal pada parasit datang pergi dr serangga, mengisap darah inang dg menusukkan bagian mulutnya ke dalam inang dengan melukai kulit kemudian merupakan pintu masuk bagi mikroorganisme

7.Membentuk racun spesifik dan menaikkan sensitivitas inang, cacing2 dlm saluran usus Ascaris, D. latum pd mns dpt menghasilkan racun yg spesifik berupa perilaku atau aktivitas histeris. Caplak (tick paralysis) 8.Bahaya oleh parasit datang pergi serangan arthropoda parasit baik yg penggigit, pengisap, penusuk sambil menghisap drh dpt menyebarkan mikroorganisme, juga mengganggu ketenanngan hewan, melelahkan, menurunkan ketahanan tubuh inang thd serangan penyakit lain. Penyakit2 parasit yg disebarkan oleh arthropod disebut arthropod-borne parasitoses

Modus penularan dan sumber infeksi


1. Kontak langsung, berpindahnya parasit dr satu inang ke lain dengan cara kontak langsung, contoh tungau gudig Sarcoptes scabiei 2. Per os (melalui mulut), bentuk infektif masuk ke dlm tubuh inang bersama makanan, minuman atau krn terjilat. Parasit yg menular pd inang melaui mulut bersama makanan dan minuman disebut food-borne parasitoses 3. Per kutan (melalui kulit) baik secara aktif maupun pasif, contoh: L3 cacing tambang (A. duodenale), serkaria Trematoda darah (Schistosoma sp) 4. Diaplasenter, parasit menular dr induk ke fetus yg dikandungnya (Toxoplasma gondii)

5. Transmammer (melalui air susu) 6. Urogenital (melalui alat kelamin) contoh Trychomonas vaginalis

2. Sumber penularan
1. Tanah, penyakit parasit yg ditularkan dari tanah dsbt soil-borne parasitoses 2. Air, contoh sercaria trematoda darah 3. Tumbuhan, contoh Hemonchus sp 4. Penderita dan reservoir

Vektor

Vektor berarti pembawa atau pengangkut agen penyakit (patogen) baik virus, bakteri, rickettsiales Dalam parasitologi vektor adalah hewan yg memindahkan parasit stadium infektif dr penderita ke hewan penerima Berbagai arthropoda telah terbukti peka (susceptible) thd bermacam2 agen penyakit Berbagai parasit (cacing atau protozoa) dpt berkembang dan menyelesaikan sebagian dr hidupnya dlm tbh arthropoda tsb sbg tempat tinggal sementara

Vektor primer dan vektor sekunder Vektor primer, penanggungjawab utama atau penyebab utama terjadinya penularan Vektor sekunder, artinya secara normal vektor tsb tdk penting sbg penyebar penyakit, ttp dlm kead wabah kmd vektor sekunder dianggap sebagai vektor penting

Vektor mekanis dan vektor biologis

Vektor mekanis adalah hewan pengangkut parasit yg dlm tbh vektor itu parasit tdk tumbuh secara nyata, tdk pula berkembang dan berlipat ganda. Vektor mekanis biasanya tdk esensial utk siklus hidup suatu parasit Contoh lalat rumah yg membawa telur Ascaris atau kista amoeba

Vektor Biologis
Adlh hewan biasanya arthropoda penghisap darah, yg mengangkut patogen dan seblum diterimakan kepada inang baru, maka patogen tersebut tumbuh dan berkembang (pada Metazoa ex. Filaria sp) atau berkembang biak (pada parasit Protozoa ex. Plasmodium)

Klasifikasi transmisi penyakit oleh arthropoda

1.Transmisi siklo-propagatif, parasit patogen mengalami perubahan2 dan berlipatganda dlm tubuh arthropoda. Contoh: Plasmodium sp 2. Transmisi siklo-developmental, parasit patogen mengalami perubahan2 tetapi tidak berbiak dalam tubuh vektor arthropoda. Contoh: Filaria sp

Ekologi parasit
Cabang ilmu hayat yg mempelajari ttg hubungan organisme hidup dan lingkungannya Dlm ekologi parasit mempelajari hubungan antara parasit dengan lingkungan habitatnya terutama mengenai distribusi parasit dg tekanan pd sumber makanannya dan interaksi jenis2 parasit dlm satu habitat. Berdasar pembagian parasit menjadi ekto dan endo parasit, mk ekologi parasit juga membatasi dirinya pada hubungan antara parasit dg lingkungan habitat di dalam tubuh inang dan lingkungan habitat di luar tubuh inang atau di alam bebas

1. Ekologi parasit dalam tubuh inang


Kondisi habitat yg dibutuhkan oleh parasit adalah pH, tekanan CO2, tekanan oksigen, oksidasi-reduksi potensial, temperatur, viskositas, tekanan osmosis yg sesuai dg faal parasit Habitat harus tersedia makanan Kondisi I utk kelangsungan hidupnya, yg II selain kelangsungan hidup juga utk reproduksi/kelangsungan jenisnya

Endoparasit pada tubuh inang terdapat dlm macam2 sistem peralatan tubuh, yaitu : Sistem alimentari, respirasi, sirkulasi atau alat tubuh spt: ginjal, otak, hati, limpa dll Makin tinggi tingkat vertebrata inang makin kompleks sistem tsb, keadaan tsb menguntungkan bagi organisme parasit. Makin sempurna sistem tsb makin tinggi dayaguna/daya pakainya bagi parasit Sistem peralatan yg majemuk tsb menyediakan bidang2 permukaan, lekuk2 atau rongga yg membtk habitat yg cocok bagi parasit

i. Sistem alimentari
Merupakan habitat yg berbahaya bagi parasit yg baru masuk tubuh inang .? Gelap,selalu berubah-ubah fisikokimianya, terdapat asam lambung dan enzim yg berbahaya bagi kelangsungan hidup parasit, pH berubah-ubah, hampir tdk ada oksigen, selalu terdpt benturan2 fisik pd isi saluran usus karena peristaltik

Proses pergantian faali yg berlangsung dr stadium infektif pra-parasitis sampai terjadinya hidup parasitis tsb sangat majemuk dan dimulai ketika parasit masuk ke dlm lambung Proses belum diketahui seluruhnya dg jelas Proses pergantian faali dimulai oleh rangsangan2 dr inang waktu parasit stadium infektif masuk tubuh nang Rangsangan inang meliputi: temperatur tubuh inang, pH lingkungan yg asam pd lambung, basa dlm usus, proses reduksioksidasi, dan pengaruh CO2 Berbagai penelitian telah dikerjakan sbb:

pH lingkungan
Parasit berviabilitas tinggi tahan thd asam dan basa serta getah pencernaan dan sebaliknya Contoh Trichinella spiralis dalam daging babi/anjing bila berviabilitas tinggi, ketika dicerna hanya jaringan daging yg dicerna dan larva akan bebas dlm usus kmd menjadi dewasa

Enzim-enzim dan getah cerna

Sekret inang yg berupa getah cerna berupa garam2 empedu, dan getah lambung (HCL) serta enzim2 : tripsin dan amilase mencerna kulit khitin dan membran pembungkus L2 yg masih dlm telur cacing askarid. Oleh getah lambung L2 terbebaskan (hipotesis yg diduga berlaku in vivo ttp in vitro tidak terbukti

Temperatur
Teori yg menyatakan bahwa menetasnya larva cacing askarid tsb adalah temperatur Proses bebasnya L2 dari telur tsb analog dg proses menetasnya anak ayam Pada telur ayam tsb bukan semata-mata temperatur yg tinggi (42oC) yg menetaskan telur, ttp temp yg ada pada lingkungan tsb merangsang faal embrio ayam dlm telur utk tumbuh dan akhirnya ayam anak mampu memecah kulit telur

Kesimpulan

Proses ekskistasi telur yg mengandung larva atau ookista yg mengandung parasit muda serta lepasnya selubung pelindung larva infektif adalah merupakan proses yg majemuk dan terpadu Proses tsb merupakan reaksi thd semua faktor2 yg mempengaruhinya (pH lingkungan, getah cerna, enzim-enzim, serta temperatur tubuh inang sendiri) Reaksi tdk satu persatu oleh faktor2 yg ada, ttp secara bersama-sama, berupa satu kesatuan shg merangsang parasit stadium infektif tsb memulai melanjutkan siklus hidupnya dlm tubuh inang

Sistem sirkulasi

Komposisi kimia drh berbeda-beda menurut jenis hewannya, dan jumlah serta macam bahan larut dlm darah tsb tgt pd kebiasaan makan hewan sbg sumber makanan Bahan makanan yg larut dlm drh lebih kecil dp yg dlm saluran usus, shg lebih mudah diabsorbsi oleh tubuh parasit drh Pd pemeriksan di bawah elektro mikroskop ternyata ultrastruktur strutur protozoa parasit pd burung berbeda dg yg pd mammalia, terutama mitokondrianya. Struktur mitokondria tsb yg menentukan mengapa parasit darah pd burung tdk dpt hidup amfibi, reptilia, dan mammalia

Sistem respirasi

Beberapa jenis nematoda dlm siklus hidupnya mempunyai lintasan paru, tetapi belum banyak yg diketahui hubungan parasit paru dengan kondisi lingkungan dlm paru

2. Ekologi parasit di luar tubuh inang

1.

2. 3.

Di luar inang parasit tergantung selain pada adanya makanan yg cukup juga tergantung pd kondisi faktor2 meteorologi Faktor2 meteorologi yg berpengaruh besar pada keangsungan hidup parasit adalah : Data biometeorologi (Temperatur rata2 harian/mingguan atau bulanan Penguapan air Kandungan air dlm tanah

3. Pengaruh faktor cuaca terhadap siklus hidup parasit

Air, curah hujan, dan embun, Trematoda membutuhkan curah hujan minimum 150mm/thn, sedang trichostrongylus 50 mm/thn. Temperatur, tiap jenis parasit menghendaki kisaran temp yg berbeda-beda (nematoda ant 18oC dan 38oC, dibawab 18oC kelangsungan hidup prst terhambat) Sinar matahari, berpengaruh besar thd SH parasit diduga adalah sinar ultra violet dpt mematikan larva cacing nematoda dlm waktu kurang dr 3 jam Ultra violet td dr 3 regio: fotoelektrik, eritremal dan germisidal. Sinar matahari langsung mempunyai pengaruh 2 macam: eritremal (meninggikan temp), dan germisidal (mematikan larva). Faktor waktu, stadium infektif sebenarnya lebih tahan thd faktor cuaca, L2 askaris lumbricoides tahan thd bahan kimia dan antiseptik, namun ketahanan akan berkurang dengan bertambahnya umur, dan selanjutnya habis viabilitas dan vitalitas stadium infektif dan akhirnya mati