Anda di halaman 1dari 5

1.

Jenis Kayu
a. Kayu Kamper Pohon kamper termasuk jenis pohon yang banyak ditemui di hutan hujan tropis daerah Kalimantan. Serat kayu kamper halus dan indah, sehingga kayu ini telah lama menjadi alternatif bahan bangunan pintu panil dan jendela. Selain itu, meskipun tidak sekuat bangkirai dan setahan kayu jati, kayu ini tetap menjadi pilihan karena harganya yang terjangkau.
Sumber gambar: gubugkayu.blogspot.com

b. Kayu Merbau Kayu merbau merupakan salah satu alternatif pengganti kayu jati. Kayu ini cukup keras dan stabil, dan tahan terhadap serangga. Tekstur kayu ini berwarna coklat kemerahan dan terkadang terdapat highlight kuning. Pohon merbau tumbuh subur di wilayah Indonesia, terutama di Papua.
Sumber gambar: teguhmulya.blogspot.com

c. Kayu Sonokeling Pohon ini hanya dijumpai di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah, namun sekarang jumlahnya lambat laun mulai berkurang. Serat kayu ini berwarna ungu bercoret-coret hitam, atau hitam dengan belang coklat kemerahan. Kayu ini termasuk kayu yang kuat dan awet sehingga dapat dijadikan material konstruksi bangunan. d. K Sumber gambar : http://id.wikipedia.org/wiki/Sonokeling a yu Jati Kayu jenis ini memiliki tekstur dan serat paling indah. Kayu jati memiliki kelebihan antara lain tahan terhadap serangga, jamur, dan rayap, hal ini dikarenakan kayu jati mengandung minyak di dalamnya. Selain karakteristiknya yang kuat, stabil, dan tahan lama yang membuat kayu ini menjadi pilihan utama material bangunan, tidak ada kayu jenis lain yang kualitasnya sebanding dengan kayu ini. Sumber gambar : indonetwork.co.id Tanggapan : Diantara keempat kayu diatas, kayu jati merupakan kayu dengan kualitas terbaik. Kayu jati memiliki banyak keunggulan dengan kayu lain diantaranya adalah tahan lama, kuat dan stabil. Selain itu, kelebihan lainnya adalah tekstur serat kayu jati juga sangat indah. Hal inilah yang membuat kayu jati menjadi pilihan utama dalam material bangunan antara lain sebagai bahan konstruksi bangunan, perabot rumah tangga seperti kursi, almari dan lain-lain, serta sebagai bahan pembuat lantai kayu.

2. Proses Pengolahan Kayu Jati


a. Proses pengolahan pertama pembuatan parquet adalah dengan pembelahan menggunakan bandsaw untuk dijadikan papan tipis dengan ukuran ketebalan 15-20mm. Kemudian dilakukan pembelahan dengan ukuran-ukuran tertentu pada papan-papan tersebut menggunakan mesin gergaji circle menjadi potongan kayu kotak atau sawn timber. Sumber gambar: decowood.en.ec12.com b. Setelah menjadi potongan kayu kotak atau sawn timber tadi dilakukan pengeringan menggunakan kiln dry atau oven untuk mengatur jumlah kadar air dalam kayu tersebut. Selanjutnya kayu tersebut dimasukkan kedalam mesing moulding untuk di beri profil Tang and Groove (T&G). c. Setelah proses moulding selesai, kayu-kayu tersebut dimasukkan ke mesin yang bernama double end. Mesin ini berfungsi untuk membuat profil T&G pada ujung parquet dan setelah itu selesailah proses pembuatan parquet solid. d. Tahap selanjutnya adalah pemasangan parquet yang dilakukan di atas plesteran yang sudah di Aci halus atau ditutup dengan multiplek setebal 15mm. Lalu permukaan yang akan dipasangi parquet harus dilumuri lem kayu secukupnya terlebih dahulu. e. Dilakukan penyusunan parquet satu persatu. Setelah penyusunan selesai, dilakukan pengampelasan dengan menggunakan mesin khusus yang berfungsi meratakan permukaan parquet. f. Tahap terakhir pengerjaan dapat dilakukan dengan roll khusus ataupun menggunakan spray.

Sumber gambar : http://lantai-.blogspot.com/2013/02/pemasangan-lantaikayu.html#.UV0vDJMXHbw Tanggapan : Lantai kayu sebaiknya menggunakan kayu jati, karena kayu jati adalah kayu yang solid, dan tahan lama sehingga cocok sebagai bahan lantai kayu. Selain itu, tekstur yang dimiliki kayu jati dapat menambah kesan keindahan pada lantai.

3. Rekayasa Kayu
Pemasangan Kusen Jendela dari Kayu Jati a. Langkah pertama pemasangan adalah merentangkan benang selebar setengah ukuran dari batu bata dari as boiwplank. b. Selanjutnya, memasang bata setengah batu setinggi dasar kusen jendela, kemudian dilanjutkan dengan merentangkan benang setinggi 2 meter dari bouwplank. c. Memasang kusen jendela setinggi benang tersebut, pemasangannya harus memperhatikan posisi kusen agar benar-benar tegak dan stabil. d. Setelah itu, lakukan finishing tembok dengan menggunakan bahan mortar/semen dan sealent. Pengisian ini dilakukan hingga tidak terdapat celah antara kusen dan tembok.

Tanggapan : Kayu jati merupakan kayu yang cocok digunakan untuk bahan kusen jendela karena mempunyai umur panjang dan kualitas baik. Selain itu, sifat kayu jati untuk melengkung maupun terpuntir sangat kecil jika dibandingkan dengan jenis kayu yang lain. Disamping itu jika kusen tadi diplitur, maka akan terlihat serat kayu jati yang memiliki motif yang indah.

Daftar Pustaka
http://gianscarrier.blogspot.com/2010/03/pekerjaan-pemasangan-kusen.html

http://windyasputri.blogspot.com/2012/06/cara-pemasangan-kusen.html
http://www.kiosparquet.com/2011/10/pemasangan-parket-jati.html http://gudangparquet.blogspot.com/2013/01/proses-pembuatan-lantai-kayu-jati.html http://lantai-kayu.blogspot.com/ http://www.sari-jati.com/kayu.html

PRODI ARSITEKTUR JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA TAHUN 2012/2013

PAPER
Untuk memenuhi tugas yang diberikan pada Mata Kuliah TBA NAMA : MUCHAMAD FAUZI NIM : I0212053