Anda di halaman 1dari 14

Tabel KONTIGENSI 2 x 2

Rumus:

N (AD - BC) X (A B) (C D) (A C) (B D)
2

Keterangan: A, B, C, dan D adalah sel hasil persilangan dari dua variabel


A
C

B
D

contoh:
Suatu penelitian ingin mengetahui: apakah ada perbedaan cita-cita kelak setelah tamat S1 diantara mahasiswa & mahasiswi AN Fisip UNS semester-VII?

Hipotesis:
H0 = tidak ada perbedaan antara mahasiswa dan mahasiswi dalam

hal cita-cita mereka kelak setelah tamat S1. Ha = proporsi mahasiswi lebih banyak yang bercita-cita sebagai PNS setelah mereka tamat S1 ketimbang mahasiswa.

Tabel kerja:
Cita-Cita
PNS

Mhsa. 10 46 56

Mhsi 11 13 24

Jml. 21 59 80

Bukan PNS Jml.

Penghitungan:

N (AD - BC) X (A B) (C D) (A C) (B D)
2

lanjutan Penghitungan..

80 (10) (13) - (11) (46) X (21) (59) (56) (24)


2

80 (376) X 1.665.216
2

6,79

Besarnya degree of freedom (df) :


df = (k-1) (b-1) = (2-1) (2-1) =1

Tabel Kontingensi yang berpetak KECIL


Teknik Chi-Square menganjurkan jika ada sel-sel yang berfrekuensi kecil (<5 kasus), maka dilakukan koreksi YATES. koreksi YATES hanya berlaku untuk tabel 2x2

Contoh:
Kesukaan MEMBACA
Suka

Mhsa
4 21 25

Mhsi
15 10 25

Jml
19 31 50

Tidak suka Jml

Koreksi YATES:
Kesukaan MEMBACA
Suka

Mhsa

Mhsi

Jml

4,5
20,5 25

14,5
10,5 25

19
31 50

Tidak suka Jml

Hitung dengan rumus X2:

N (AD - BC) X (A B) (C D) (A C) (B D)
2

Tabel Kontingensi yang memilik df >1


Bilamana kolom atau barisnya lebih besar dari 2 (df = >1), uji chi-square TIDAK DAPAT digunakan jika: 20% sel yang ada memiliki frekuensi yang diharapkan (Hi) <5 Ada sel yang memiliki nilai frekuensi yang diharapkan (Hi) <1

Contoh:
Hubungan antara Tingkat Pendidikan dengan Jenis Bacaan yang Digemari (data buatan)
Jenis Bacaan

SD 60 61 4 125

SMP 20 76 4 100

SMA 19 79 2 100

SM,D3 2 69 4 75

S1 3 43 4 50

Jml 104 328 18 450

Hiburan Ilmu Pengt. Populer Ilmiah Jumlah

Menghitung frekuensi yang diharapkan (Hi) :


Hubungan antara Tingkat Pendidikan dengan Jenis Bacaan yang Digemari (data buatan)
Jenis Bacaan

SD 28,9 91,1 5 125

SMP 23,1 72,9 4 100

SMA 23,1 72,9 4 100

SM,D3 17,3 54,7 3 75

S1 11,6 36,4 2 50

Jml 104 328 18 450

Hiburan Ilmu Pengt. Populer Ilmiah Jumlah

Menurut Siegel (1956) agar kita dapat menguji dengan chisquare, maka dilakukan penggabungan kategori-kategori yang berdekatan (bisa menurut baris atau menurut kolom)

Penggabungan untuk kategori tingkat pendidikan Rendah, Sedang, dan Tinggi


Hubungan antara Tingkat Pendidikan dengan Jenis Bacaan yang Digemari (data buatan)
Jenis Bacaan

Rendah 80 137 8 225

Sedang 19 79 2 100

Tinggi 5 112 8 125

Jml 104 328 18 450

Hiburan Ilmu Pengt. Populer Ilmiah Jumlah

Syarat-syarat penggunaan Chi-Square


Untuk tabel kontingensi 2x2 yang memiliki sel dengan nilai

frekuensi <5, maka harus memakai koreksi Yates. Untuk tabel kontingensi yang memiliki df = >1, uji chi-square dapat dipakai dengan syarat memenuhi ketentan sebagaimana dipersyaratkan oleh Siegel. Bilamana besarnya N = 20 40, uji chi-square dapat digunakan JIKA nilai seluruh frekuensi yang diharapkan (Hi) = 5. Jika ada sel yang nilai Hi-nya = <5, maka uji chi-square tidak dapat digunakan, dan disarankan menggunakan uji Fisher. Bilamana besarnya N = <20, gunakan uji Fisher untuk seluruh kasus.

Koefisien Kontingensi C
Fungsi: Untuk mengetahui asosiasi atau relasi antara dua perangkat atribut. Apakah berlaku pada populasinya. Metode:

C
X2
i 1 b

X 2 NX

dimana:

( Aij H ij ) 2 H ij

j1

Contoh:
Suatu penelitian ingin mengetahui: apakah ada perbedaan diantara mahasiswa Fisip UNS dalam hal kesukaannya terhadap beberapa jenis musik.?

Hasil hitung: X2 = 8,5


Yang akan dibuktikan:

Ha C 0 H0 C = 0

Besarnya koefisien kontingensi:


C X2 N X2

8,5 96 8,5

C 0,285

Uji signifikansi :

X2 = 8,5 signifikan pada = 0,02 C = 0,285

Jadi C 0
Dengan demikian mahasiswa menurut jurusan dan jenis musik yang digemari berhubungan didalam populasinya.

H0 Ha 0 7,82 8,5