Anda di halaman 1dari 5

PEMADATAN 1.

Pengertian pemadatan adalah suatu proses dimana udara pada pori-pori tanah dikeluarkan dengan salah satu cara mekanis (menggilas/memukul/mengola h).Pemadatan tersebut berfungsi untuk meningkatkan kekuatan tanah, sehingga dengan demikian meningkatkan daya dukung pondasi diatasnya. Pemadatan juga dapat mengurangi besarnya penurunan tanah yang tidak diinginkan dan meningkatkan kemampatan lereng timbunan.Teknik pemadatan merupakan cara perbaikan tanah yang relative mudah dan sederhana. Dengan pemadatan kuat geser tanah akan meningkat (improvement) sehingga meningkatkan kuat dukung fondasi. Tanah, kecuali berfungsi sebagai pendukung pondasi bangunan, juga digunakan sebagi bahan timbunan seperti : tanggul, bendungan, dan jalan. Maksud dari pemadatan tanah antara lain : - Mempertinggi kuat geser tanah - Mengurangi sifat mudah mampat - Mengurangi Permeabilitas - Mengurangi perubahan volume sebagai akibat perubahan kadar air, dan yang lainnya. Peristiwa bertambahnya berat volume kering oleh beban dinamis disebut pemadatan. Ada perbedaan yang mendasar antara peristiwa pemadatan dan peristiwa konsolidasi tanah. Konsolidasi adalah pengurangan pelan-pelan volume pori yang berakibat bertambahnya berat volume kering akibat beban statis

yang bekerja dalam periode tertentu. 2. Prinsip pemadatan Pada pemadatan tanah tanah semula diberi energi mekanis yang dinamis hingga volume tanah berkurang yang kemudian nilai berat volume tanah bertambah.Pengurangan volume tanah terjadi karena volume udara termampatkan. Derajat pemadatan suatu tanah diukur dalam berat volume kering. Pada saat pemadatan air berfungsi sebagai pelunak.Pada mulanya saat kadar air 0% berat volume sama dengan berat volume kering. Jika kadar air bertambah maka berat volume akan bertambah pula, tapi pada batas tertentu (OMC dan MDD) apabila kadar air ditambah lagi berat volume akan menurun. Hal ini disebabkan apabila sudah padat diberi air lagi partikel tanah akan bergerak dan rongga akan diisi air. Untuk mengetahui berat volume kering maksimum, dilakukan uji lab proctor standar.Harap dicatat bahwa pada saat kadar air w = 0, berat volume basah dari tanah () adalah sama dengan berat volume keringnya (d), atau =d (w = 0) = 1. Bila kadar airnya ditingkatkan terus secara bertahap pada usaha pemadatan yang sama, maka berat dari jumlah bahan padat dalam tanah persatuan volume juga meningkat secara bertahap pula. Misalnya, pada w = w1, berat volume basah dari tanah sama dengan: = 2. Berat volume kering dari tanah tersebut pada kadar air ini dapat dinyatakan dalam: d (w = w1) = d (w-0) + d Setelah mencapai kadar air tertentu w = w2 (lihat gambar.1) adanya penambahan kadar air justru

cenderung menurunkan berat volume kering dari tanah. Hal ini disebabkan karena air tersebut kemudian menempati ruang-ruang pori dalam tanah yang sebetulnya dapat ditempati oleh partikelpartikel padat dari tanah. Kadar air di mana harga berat volume kering maksimum tanah dicapai disebut kadar air optimum. Percobaan di laboratorium untuk menentukan kadar air optimum adalah:Proctor Compaction Test (Uji Pemadatan Proctor, menurut nama pemiliknya, Proctor, 1933). Faktor - faktor yang mempengaruhi: Jenis tanah,Kadar air,Cara pemadatan,Energy pemadatan(frekuensi pemadatan).Pemadatan tanah yang baik tidak hanya sekali akan tetapi biasanya 3 kali. Pada pemadatan tanah di lapangan spesifikasi adalah 90-95 % dari berat volume maksimum yang telah ditentukan pada uji proctor. 3.Pengujian oemadatan tanah Untuk menentukan hubungan kadar air dan berat volume, dan untuk mengevaluasi tanah agar memenuhi syarat kepadatan, maka pada umumnya dilakukan uji pemadatan : a. Memeriksa kepadatan tanah dilapangan Berat volume kering setelah pemadatan tergantung pada jenis tanah , kadar air, dan usaha yang diberikan oleh alat penumbuknya. Karakteristik kepadatan tanah dapat dinilai dari pengujian standart laboratorium yang disebut dengan alat uji Proctor.

Cara Modifikasi ( Berat) Grafik modifikasi bergeser kekiri dan kekanan dari cara grafik standar.Cara modifikasi digunakan pada pekerjaanpekerjaan lapangan terbang dan jalan raya. Untuk pekerjaan lain misalnya bendungan, tanggul saluran, pekerjaan pondasi biasanya dengan cara standar. Catatan : Perkiraan nilai OMC dan MDD (standar) adalah OMC : 5% (tanah butir kasar) s/d 35% (lempung plastis), umumnya 15% sampai 25%. MDD : 9.6 (tanah organik) s/d 23.2 (tanah butir kasar well graded) Tanah biasa 12 s/d 16. Untuk setiap percobaan, berat volume basah dari tanah yang dipadatkan tersebut dapat dihitung sebagai berikut := di mana : W = berat tanah yang dipadatkan dalam cetakan V(m) = volume cetakan (1/30 ft3 943, 3 cm3)Juga pada setiap percobaan besarnya kadar air dalam tanah yang dipadatkan tersebut ditentukan di laboratorium. Bila kadar air tersebut diketahui, berat volume kering d dari tanah dapat dihitung sebagai berikut : d = di mana w% = presentase kadar air.Harga d tersebut dapat digambarkan terhadap kadar air untuk mendapatkan berat volume kering maksimum dan kadar air optimum. Gambar.4 menunjukkan suatu grafik hasil pemadatan suatu tanah lempung berlanau. Prosedur pelaksanaan Uji Proctor Standar telah dirinci dalam ASTM Test Designation D698 dan dalam AASHTO Test Designation T-99.(Disamping itu ada Modified Proctor)

4. Faktor yang memperngaruhi haisl pemadatan - Pengaruh Macam Tanah Macam tanah, seperti distribusi ukuran butir , bentuk butiran , berat jenis dan macam mineral lempung yang terdapat dalam tanah sangat berpengaruh pada berat volume maksimum dan kadar air optimumnya. - Pengaruh Usaha Pemadatan Energi pemadatan per volume satuan (E), dinyatakan dalam persamaan : E=

N b N i WH V

Dengan : N b=Jumlah pukulan per lapisan N I=Jumlah lapisan W=Berat pemukul H=Tinggi jatuh pemukul V=Volume mould 5. Spesifikasi peamdatan tanah dilapangan Tujuan pemadatan adalah untuk memperoleh stabilitas tanah dan memperbaiki sifatsifat teknisnya. Olehkarna itu, sifat teknis timbunan sangat penting di perhatikan, tidak hanya kadar air dan berat volume keringnya. Terdapat dua kategori spesifikasi untuk pekerjaan tanah : Spesifikasi hasil akhir dari pemadatan dan Spesifikasi untuk cara pemadatan Untuk spesifikasi hasil akhir, kepadatan relative atau persen kepadatan tertentu dispsifikasikan (Kepadatan Relatif : adalah nilai banding dari berat volume kering dilapangan dengan berat volume kering maksimum dilaboratorium menurut percobaan standar, seperti Percobaan Standar Proctor atau Modeifikasi Proctor). Dalam spesifikasi hasil akhir (

Banyak digunakanpada proekproyek jalan raya dan pondasi bangunan).Perlu diingat bahwa memadatkan tanah pada sisi basah optimum (wet side of optimum), umumnya menghasilkan kuat geser tanah hasil pemadatan lebih rendah bila dibandingkan dengan kadar air pada sisi kering optimum (dry side of optimum), Sifat-sifat tanah yang lain seperti permeabilitas dan potensi kembang susut juga dipengaruhi oleh kadar air saat pemadatan. Karena itu, selain persen kepadatan ditentukan, rentang kadar air tanah yang akan dipadatkan sebaiknya juga ditentukan. Untuk spesifikasi cara pemadatan, macam dan berat mesin pemadat, jumlah lintasan serta ketebalan setiap lapisan juga ditentukan. Hal ini banyak dipakai untuk proyek pengerjaan tanah yang besar seperti bendungan. 6. Alat pemdatan dan prosedur pemadatan Alat-alat pemadat Macam alat penggilas (pemadat) yang akan dipakai bergantung pada tipe tanah yang akan dipadatkan. Penggilas roda halus atau roda drum (smooth wheel,smooth drum ruller) dapat memadatkan tanah 100 % di bawah rodanya. Penggilas PENEUMATIK, atau penggilas roda karet (pneumatic tire roller) dapat menggilas 80% dari total area.Saat ini yang paling banyak dipakai adalah penggilas kaki kambing (sheeps foot roller ). Kontrol kepadatan dilapangan Ada dua macam untuk mengontrol kepadatan tanah dilapangan, yaitu dengan

pemindahan tanah dan cara langsung.Cara dengan pemindahan tanah : 1. Digali lubang pada permukaan tanah timbunan yang dipadatkan 2. Ditentukan kadar airnya 3. Diukur volume dari tanah yang digali. Cara yang biasa dipakai untuk ini adalah metode kerucut pasir (Sand Cone), dan balon karet (rubber balon). 4. Dihitung berat volume basah.Karna berat dari tanah yang digali dapat ditentukan dan volumenya telah diperoleh dari butir. 5. Bandingkan berat volume kering lapangan dengan berat volume kering maksimumnya, kemudian kepadatan relatifnya. Pemadatan tanah organik Adanya material organic didalam tanah cenderung mereduksi kekuatan tanah. Karena itu,tanahtanah yang mengandung bahan organic sebaiknya tidak dipakai sebagai bahan timbunan. Kadar organic (Organik Conten) , OC ,didefinisikan oleh Franklin dkk.(1973) sebagi berikut : Oc=kehilaangan berat oleh pemanasan oven dari 105o sampai 400o dibagi berat kering tanah pada suhu 105o PEMADATAN DALAM (DEEP COMPACTION) a. Vibroflotation Vibroflotation banyak dipakai untuk pemadatan tanah granular (pasir) yang tebal dan longgar. Proses pemadatan dilakukan melalui vibroflot atau unit pengetar (Vibrating unit), dengan panjang lebih kurang 6 ft diameter 17 in.dan berat 4000 lb.Unit penggetar berupa beban eksentris didalamnya dan dapat

mengembangkan gaya-gaya sentrifugal. Alat ini pentrasi kedalam tanah dengan kecepatan diantara 1 sampai 2 m/menit melalui semprotan air dan penggetaran. Pada lokasi tertentu, vibroflot dapat melakukan penetrasi dengan kecepatan 5 8 per menit. Proses Pemadatan Vibroflotation adalah sbb : 1. Vibroflot (Vibrating Unit), diurunkan dengan bantuan semprotan air dibagian bawahnya. 2. Akibat berat sendiri vibriflot ditambah dengan semprotan air yang menyebabkan kondisi pembuburan (quik condition), tanah , maka tercipta lubang yang dapat dimasuki oleh vibroflot. 3. Tanah granuler (pasir), dimasukkan dari atas lubang (permukaan tanah). Air dari pintu penyempot bawah dipindahkan ke bagian penyemprot atas vibroflot, Air ini mendorong tanah urug (pasir), ke bawah lubang. 4. Vibroflot perlahan-lahan ditarik bertahap keatas pada tiap 30 cm dan dilakukan penggetaran selama lebih kurang 30-60 detik pada tiap penarikan sambil dimasukkan taah uug pasir. Proses ini memadatkan tanah sehingga membentuk kolom-kolom padat pada tingkat kepadatan tanah yang diinginan. Zone tanahyang dapat dipadatkan , bergantung pada macam vibroflotnya. Alat vibroflotation dapat digunakan dalam tanh kohesif lunak dengan memasukkan kolom tanah granuler untuk menaikkan kekuatan dan kekakuan tanah. b. Pemadatan Dinamik

Pemadatan dinamik adalah suatau cara pemadatan dengan menjatuhkan beban berat secara berulangulangdipermukaan tanah. Berat beban dari 8 samapai 35 ton, dan tinggi jatuh variasi dari 7,5 sampai 30 m. tingkat kepadatan yang dapat dicapai bergantung kepada beberapa faktor , seperti : 1. Berat beban (pemukul) 2. Tinggi jatuh beban 3. Jarak titik jatuh pemberat persamaan kedalaman tanah yang dapat dipadatkan (D) oleh pukulan sebagi berikut : D=

1 W hH 2

hubungan kedalaman lubang dan energi kejut (Impact Energy) pada tingkat energi jenuh. Tingkat enegi jenuh terjadi pada saat tambahan kedalaman akibat tumbukan berikutnya tidak lebih dari 5% dari tumbukan awal. Jumlah tumbukan aeal yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat energi jenuh ini kirakira 10-15 pukulan. Persamaan yang disarankan oleh Chow dkk, (2000) adalah sebagai berikut De=

EB 31,2 0,39

0,125
B

atau D=

EB 5 0,075 E B

1.

Dengan : De=Kedalaman lubng (m) E B =Eenrgi kejut per pukulan (t.m) D=Untuk kedalaman tanah yang dipadatkan Alat2: Three Wheel Roller Penggilas tipe ini sering

disebut penggilas Mac Adam karena jenis ini sering

dipergunakan dalam usahausaha pemadatan material

pekerjaan pengilasan bahan yang granular, juga digunakan pada tanah lempung dan berpasir. Klasifikasi tanah berpengaruh terhadap perilaku engineeringnya adalah tekstur dan distribusi ukuran butir. Ditentukan dengan cara menyaring pada 1 unit saringan standar. standar. berpengaruh terhadap perilaku engineeringnya adalah kehadiran air. Ditentukan dengan cara sedimentasi (Hk. Stokes) yang berkenaan dengan kecepatan mengendap butiran pada larutan suspensi). Klasifikasi Tanah (Pengujian Lab) Untuk memperoleh hasil pengklasifikasian yang lebih teliti dapat dilakukan dengan pengujian di lab yang meliputi : Distribusi ukuran butir (Grain Size Analiysis) yang dilakukan dengan analisa ayakan dan analisa hidrometer Pengujian sifat plastis tanah dengan pengujian batas-batas Atterberg Pengujian campuran bahanbahan organik dengan menggunakan bahanbahan kimiabahan kimia Klasifikasi tanah diambil standar yang sudah dikenal di negara maju, a.l. : USDA = United states Departement of Agriculture FAA = Federal Aviation Administration MIT = Massachusett Institute of Technology

berbutir kasar. Pemadat ini mempunyai tga buah silinder baja utuk menambah bobot dari pemadat jenis ini maka roda silinder dapat diisi

dengan zat cair (minyak atau air) ataupun pasir. Pada

umumnya berat penggilas ini berkisar antara 6 sampai 12 ton. 2. Tandem Roller Penggunaan dari alat in umumnya untuk mendapatkan permukaan yang agak halus. Alat ini mempunyai dua buah roda silinder baja dengan bobot 8 sampai 14 ton. Penambahan bobot dapat dilakukan dengan menambahkan zat cair. 3. Pneumatic Tired Roller (PTR) Roda-roda penggilas ini terdiri dari roda-roda ban karet. Susunan dari roda muka dan belakang berselang-seling sehingga bagian dari roda yang tidak tergilas oleh roda bagian muka akan tergilas oleh roda bagian belakang. Tekanan yang diberikan roda terhadap permukaan tanah dapat diatur dengan cara mengubah tekanan ban. Pneumatic tired roller ini sesuai digunakan untuk

ASTM = American Society for Testing Material AASHTO = American Association of State Highway and Transportation Banyak dipakai : USCS dan AASHTO Kurva Distribusi Ukuran Butir Hasil dari analisis yang telah dijelaskan sebelumnya umumnya digambar di atas kertas semi logaritmik atau kurva distribusi ukuran butir. Dari kurva dapat dibedakan : Well graded : tanah bergradasi tidak seragam Uniform graded : tanah bergradasi seragam Gap graded/skip graded : tanah bergradasi celah/buruk Prosedur Percobaan Batas Cair 1. Ambil contoh tanah lewat ayakan 0,425 mm kemudian ditambah air secuku pnya, aduk dengan spatula hingga rata( pasta tanah). 2. Siapkan alat Cassagrande. Ambil pasta tanah dan letakkan pada cawan dengan ketebalan1cm. 3. Buatlah alur dengan membagi dua bagian benda uji dalam mengkok dengan alat pembuat alur (Grooving tool ). Pada waktu membuat alur grooving tool alat pembuat alur (Grooving tool ). Pada waktu membuat alur grooving tool tegal lurus dasar mangkok. 4. Putar engkol Cassagrande dan hitung jumlah ketukan yang terjadi pada saat alur bersinggungan sepanjang1 cm serta cari kadar airnya. 5. Lakukan langkah tersebut di atas minimal tiga kali hingga mendapatkan jumlah ketukan antara 10 x sampai dengan 50 x.

6. Gambarkan grafik semi logaritma antara kadar air dan jumlah ketukan, kemudian cari nilai kadar untuk jumlah ketukan 25x. 7. Nilai kadar air tersebut yang dinamakan Batas Cair ( Liquid Limit ). Cara Menentukan Batas Susut dengan menggunakan tabugn belah atau mangkok poselin yang standar (ASTM D27) diisi dengan tanah berbutir halus jenuh sampai penuh kemudian dioven. dan berat tanah pada kondisi basah atau kering. Nilai batas susutkondisi basah atau kering. Indeks Plastisitas

plastis PI=LL-PL merupakan interval kadar air dimana tanah masih bersifat plastis menunjukkan sifat keplastisan tanah. mengandung banyak butiran lempung sedikit pengurangan kadar air berakibat tanah menjadi kering Tanah Tanah didefinisikan sebagai material yang terdiri dari agregat (butiran) mineralmineral padat yang tidak tersementasi (terikat secara kimia) satu sama lain dari bahan bahan organik yang telah melapuk (yang berpartikel padat) Ilmu Mekanika Tanah (Soil Mechanics). Ilmu yang mempelajari sifat fisik dari tanah dan kelakukan massa

tanah tersebut bila menerima bermacam-macam gaya. KARAKTERISTIK DASAR TANAH Ikatan antar partikel ikatan antar partikel sangat lemah sehingga relatif mudah mengalami perubahan dan mempunyai sifat dan prilaku yang tidak linear Bentuk, ukuran dan struktur partikel tanah JENIS DAN UKURAN PARTIKEL TANAH Tanah berasal dari pelapukan kimia / fisik pada pada batuan. Hal itu sangat mempengaruhi perilaku engineeringnya. Tanah merupakan campuran dari partikel-partikel yang terdiri dari salah satu/ seluruh jenis berikut : 1. Berangkal (boulder) : batuan yang besar (> 250 mm 300 mm) 2. Kerikil (gravel):5 mm 150 mm 3. Pasir (sand): 0,0074 mm - 5 mm. Mulai dari pasir kasar sampai dengan pasir halus. 4. Lanau (silt): 0,002 mm 0,0074 mm 5. Lempung (clay): < 0,002 mm dan kohesif