Anda di halaman 1dari 15

SAP (SATUAN ACARA PENGAJARAN)

Masalah Materi Sasaran Tempat Hari/Tanggal Pukul Alokasi Waktu Pertemuan ke Penyuluh Tujuan Institusional Meningkatkan pengetahuan masyarakat RW: 02 Kelurahan: Kecapi tentang pelaksanaan Diabetes Mellitus Tujuan Instruksional Umum Setelah mengikuti pertemuan selama 20 menit, klien dan keluarga diharapkan mampu mengenal, mengambil keputusan, merawat, memodifikasi lingkungan dan memanfaatkan fasilitas kesehatan terkait penyakit diabetes mellitus. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti pertemuan selama 20 menit, Klien dan Keluarga diharapkan mampu : a. b. c. d. Mampu menjelaskan kembali pengertian diabetes mellitus dengan benar Mampu menyebutkan tipe-tipe diabetes mellitus Mampu menyebutkan 3 dari 7 penyebab diabetes mellitus Mampu menyebutkan 2 dari 4 tanda dan gejala diabetes mellitus : Kurangnya informasi mengenai penyakit Diabetes Mellitus : Diabetes Mellitus : NY. N Penderita Diabetes Mellitus dan keluarga : RT 03 RW 02 Larangan Utara Kel. Kecapi : Kamis, 15 Maret 2012 : 10.00 WIB : 20 menit : 1 pertemuan (1x20 menit) : Yenny Sulastri

e. f.

Mampu menyebutkan 3 dari 5 cara pengendalian dan perawatan diabetes mellitus Mampu menyebutkan komplikasi diabetes mellitus

Analisis Tugas Know Mampu menjelaskan kembali pengertian diabetes mellitus dengan benar Mampu menyebutkan tipe-tipe diabetes mellitus Mampu menyebutkan 3 dari 7 penyebab diabetes mellitus Mampu menyebutkan 2 dari 4 tanda dan gejala diabetes mellitus Mampu menyebutkan 3 dari 5 cara pengendalian dan perawatan diabetes mellitus Mampu menyebutkan komplikasi diabetes mellitus Do Melakukan pelaksanaan diet diabetes mellitus

Show Menunjukkan sikap memperhatikan materi yang diberikan Memberikan tanggapan dan mengembangkan keingintahuan

Dalam melakukan tindakan dilakukan dengan benar dan mandiri Pokok Bahasan Diabetes Mellitus Sub Pokok Bahasan a. b. c. d. e. f. Definisi Tipe tipe Penyebab Tanda dan Gejala Cara pengendalian dan perawatan Komplikasi

Materi Pengajaran : (dilampirkan) Strategi Instruksional Menjelaskan materi-materi pengajaran Menggunakan media pengajaran untuk mempermudah pemahaman klien dan keluarga Memberikan kesempatan bertanya pada klien dan keluarga Mengadakan tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman klien dan keluarga Kegiatan Belajar-Mengajar Tabel Kegiatan Belajar-Mengajar Tahap Pendahulua n Waktu 3 menit Kegiatan Pendidik 1. Salam pembuka 2. Memperkenalkan diri 3. Menjelaskan subtopik 4. Menjelaskan maksud dan tujuan 5. Kontrak waktu Kegiatan Peserta didik 1. Menjawab salam 2. Memperhatika n penyaji 3. Memperhatika n penyaji 4. Memperhatika n penyaji 5. Memperhatika n penyaji Penyajian 12 menit 1. Menjelaskan tentang: a. Definisi diabetes mellitus b. Tipe diabetes mellitus c. Penyebab diabetes 1. Memperhatika n keterangan penyaji Ceramah Leaflet Metode Ceramah Media -

mellitus d. Tanda dan gejala diabetes mellitus e. Cara pengendalian dan perawatan diabetes mellitus f. Komplikasi diabetes mellitus Penutup 5 menit 1. Memberikan kesempatan untuk bertanya hal yang belum dimengerti 2. Memberikan pertanyaan pada peserta didik 3. Menyimpulkan seluruh proses belajar 4. Membagi leaflet 5. Salam penutup 4. Menerima leaflet 5. Menjawab salam Media : Leaflet Metode Pengajaran 3. Memperhatika n penyaji 2. Menjawab pertanyaan 1. Mengajukan pertanyaan Ceramah -

1. Ceramah 2. Tanya jawab Evaluasi Evaluasi lisan : a. b. c. d. e. f. Jelaskan pengertian diabetes mellitus? Sebutkan tipe-tipe diabetes mellitus? Sebutkan penyebab diabetes mellitus? Sebutkan tanda dan gejala diabetes mellitus? Sebutkan cara pengendalian diabetes mellitus? Sebutkan komplikasi diabetes mellitus?

Kunci jawaban : 1. Pengertian Diabetes Mellitus Diabetes mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup. 2. Tipe Diabetes Mellitus Diabetes Mellitus tipe 1 Diabetes Mellitus tipe ini disebut juga Diabetes Mellitus tergantung insulin (IDDM). Penderita diabetes tipe I mengalami gejala antara lain, sering buang air kecil, terus lapar dan haus, berat badan turun, kelelahan, penglihatan kabur, infeksi pada kulit yang berulang, meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni. Diabetes jenis ini cenderung terjadi pada mereka yang berusia di bawah 20 tahun. Diabetes Mellitus tipe 2 Yaitu diabetes yang dikarenakan oleh adanya kelainan sekresi insulin yang progresif dan adanya resistensi insulin. Penderita diabetes tipe 2 bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus.

3. Penyebab dari DM 4. Tanda dan gejala DM menerus Kelemahan tubuh Luka yang tidak sembuh-sembuh Kesemutan dan rasa baal Haus, lapar, banyak kencing yang terus Keturunan Kelebihan berat badan Stress Infeksi Obat-obatan Hormone Gaya hidup/pola makan

5. Cara Pengendalian Diabetes Mellitus a. Manajemen Nutrisi ( Diet ) b. Latihan /Olahraga Teratur c. Kontrol Gula Darah Secara Teratur d. Edukasi Perawatan Kaki Diabetik e. Terapi Insulin 6. Komplikasi Diabetes Mellitus Komplikasi Akut Komplikasi akut terjadi jika kadar glukosa darah seseorang meningkat atau menurun dengan tajam dalam waktu relatif singkat. Komplikasi Kronis Komplikasi kronis diartikan sebagai kelainan pembuluh darah yang akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung, gangguan fungsi ginjal, dan gangguan-gangguan lainnya.

Daftar Pustaka Brunner & Suddarth. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Volume I. EGC : Jakarta http://www.docstoc.com/docs/6971035/DIET-PENYAKIT-DM-per http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/viewFile/1175/1003 http://ebooks.lib.unair.ac.id/files/disk1/22/adln--departemen-1096-112034264-m.pdf

MATERI PENYULUHAN .A Pengertian Diabetes Mellitus Suatu penyakit dimana kadar gula darah meningkat akibat rusaknya system tubuh yang bertugas memecahkan makanan. Diabetes mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup.

Menurut kriteria diagnostik PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) 2006, seseorang dikatakan menderita diabetes jika memiliki kadar gula darah puasa >126 mg/dL dan pada tes sewaktu >200 mg/dL. .B Tipe Diabetes Mellitus Diabetes Mellitus tipe 1 Yaitu diabetes yang dikarenakan oleh adanya destruksi sel pankreas yang secara absolut menyebabkan defisiensi insulin. Diabetes Mellitus tipe ini disebut juga Diabetes Mellitus tergantung insulin (IDDM), yaitu penyakit autoimun yang ditentukan secara genetic dengan gejala-gejala yang pada akhirnya menuju pada proses bertahap perusakan imunologik sel-sel yang memproduksi insulin. Pada penderita diabetes tipe I mengalami gejala antara lain, sering buang air kecil, terus lapar dan haus, berat badan turun, kelelahan, penglihatan kabur, infeksi pada kulit yang berulang, meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni. Diabetes jenis ini cenderung terjadi pada mereka yang berusia di bawah 20 tahun. Diabetes Mellitus tipe 2 Yaitu diabetes yang dikarenakan oleh adanya kelainan sekresi insulin yang progresif dan adanya resistensi insulin. Pankreas tetap menghasilkan insulin, kadang kadarnya lebih tinggi dari normal. Tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan insulin relative. Penderita diabetes tipe 2 bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis.

.C Penyebab dari DM Keturunan Kelebihan berat badan Stress Infeksi

.D Tanda dan gejala DM menerus

Obat-obatan Hormone Gaya hidup/pola makan

Kesemutan dan rasa baal Haus, lapar, banyak kencing yang terus Kelemahan tubuh Luka yang tidak sembuh-sembuh

.E Cara Pengendalian Diabetes Mellitus 1. Prinsip: Jumlah kalori ditentukan menurut umur, jenis kelamin, BB, TB, aktivitas sehari-hari dan kondisi tubuh Penggunaan KH sesuai kebutuhan, terutama menghindari penggunaan KH sederhana (gula pasir, gula merah dan gula batu) Protein cukup sesuai kebutuhan Pilihlah lemak tak jenuh Tinggi serat Manajemen Nutrisi ( Diet )

Bahan Makanan yang Dianjurkan : Sumber Protein Hewani : daging kurus, ayam tanpa kulit, ikan dan putih telur Sumber Protein Nabati : tempe, tahu, kacang-kacangan(kacang ijo, kacang merah, kacang kedele) Sayuran : kangkung, daun kacang, oyong, ketimun, tomat, labu air, kol, kembang kol, sawi, lobak, seledri, selada, terong Buah-buahan atau sari buah : jeruk siam, apel, pepaya, melon, jambu air, salak, semangka, belimbing Susu Skim atau susu rendah lemak misalnya yogurt, susu kacang

2. Manfaat :

Latihan /Olahraga Teratur - Meningkatkan energi - Membakar kelebihan kalori - Meningkatkan sensitivitas insulin Meningkatkan kadar HDL Latihan fisik - 5 10 pemanasan - 20 30 latihan aerobik (75 80% denyut jantung maksimal) - 15 20 pendinginan Hal yang Perlu Diperhatikan : Latihan dilakukan 3 5x/minggu Jangan lakukan latihan jika glukosa darah > 250 mg/dl Jika glukosa darah < 100 mg/dl sebelum latihan makan camilan dulu Rekomendasi latihan bagi penderita yang mengalami komplikasi disesuaikan dengan kondisinya Sediakan camilan karbohidrat sederhana Lakukan latihan 2 jam setelah makan Kontrol Gula Darah Secara Teratur Edukasi Perawatan Kaki Diabetik Gunakan sepatu yang pas dan kaos kaki yang bersih setiap saat berjalan, dan jangan bertelanjang kaki saat berjalan Cucilah kaki setiap hari, dan keringkan dengan baik, dengan memberikan perhatian khusus pada sela jari Suhu air yang digunakan antara 29,5 - 30 C Jangan menggunakan alas pemanas dan botol berisi air panas Periksa kaki setiap hari Jika kaki kering, gunakan pelembab dan jika lembab pakai bedak

3. 4.

5. Indikasi:

Terapi Insulin - Ketoasidosis, koma hiperosmolar dan asidosis laktat - Stres berat (infeksi sistemik, operasi berat) - BB menurun dengan cepat - Kehamilan/DM gestasional yg tidak terkendali dg perencanaan makan - Tidak berhasil dikelola dengan OHO dosis maksimal atau ada kontra indikasi dengan OHO Teknik Penyuntikan Insulin Mandiri: - Dengan cukup luas satu tangan, lakukan fiksasi kulit dengan meregangkannya atau memijat kulit membentuk daerah yang

- Ambil jarum suntik dengan tangan yang lain dan pegang seperti memegang pensil. Tusukkan jarum suntik tegak lurus ke dalam kulit

- Suntikkan insulin dengan menekan tangakai pendorong samapi habis ( sampai tidak dapat ditekan lagi)

- Tarik jarum suntik keluar dari kulit. Tekankan segumpal kapas di daerah penyuntikan selama beberapa detik

- Gunakan spuit sekali pakai dan buang pada container plastic dengan penutup ( yang bisa ditutup dengan erat ) seperti wadah bekas larutan deterjen atau bahan pemutih

.F Komplikasi Diabetes Mellitus Komplikasi Akut Komplikasi akut terjadi jika kadar glukosa darah seseorang meningkat atau menurun dengan tajam dalam waktu relatif singkat. Kadar glukosa darah bisa menurun drastis jika penderita menjalani diet yang terlalu ketat. Perubahan yang besar dan mendadak dapat berakibat fatal. Dalam komplikasi akut dikenal beberapa istilah sebagai berikut: 1. Hipoglikemia Keadaan seseorang dengan kadar glukosa darah di bawah nilai normal. Gejala hipoglikemia ditandai dengan munculnya rasa lapar, gemetar, mengeluarkan keringat, berdebar-debar, pusing, gelisah, dan penderita bisa menjadi koma. 2. Ketoasidosis diabetik koma Diabetik yang diartikan sebagai keadaan tubuh yang sangat kekurangan insulin dan bersifat mendadak akibat infeksi, lupa suntik insulin, pola makan yang terlalu bebas, atau stres. 3. Koma hiperosmoler non ketotik Diakibatkan adanya dehidrasi berat, hipotensi, dan shock. Karena itu, koma hiperosmoler non ketotik diartikan sebagai keadaan tubuh tanpa penimbunan lemak yang menyebabkan penderita menunjukkan pernapasan yang cepat dan dalam (kusmaul). 4. Koma lakto asidosis Keadaan tubuh dengan asam laktat yang tidak dapat diubah menjadi bikarbonat. Akibatnya, kadar asam laktat dalam darah meningkat dan seseorang bisa mengalami koma.

Komplikasi Kronis Komplikasi kronis diartikan sebagai kelainan pembuluh darah yang

akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung, gangguan fungsi ginjal, dan gangguan-gangguan lainnya. Komplikasi kronis sering dibedakan berdasarkan bagian tubuh yang mengalami kelainan, seperti kelainan di bagian mata (katarak, glaucoma, dan diabetic retinophaty); jantung (atherosclerosis dan microangiopathy); urogenital,saraf (lesi pada satu syaraf, autonomic neurophaty); ginjal (glomerulosklerosis); dan kulit (luka yang sukar sembuh) hingga amputasi.

SATUAN ACARA PENGAJARAN DIABETES MELLITUS

Disusun Oleh: YENNY SULASTRI NIM : 411.J.00018

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MAHARDIKA CIREBON 2012