*** Trio Komunis

***
Aidit, Lukman, dan Njoto bahu-membahu membesarkan partai. Karena perempuan, Njoto tersisih. Madiun, 19 September 1948… Revolusi memakan anak sendiri. Sebelas pemimpin teras PKI tewas. Muso, Amir Sjarifuddin, dan Maruto Darusman ditembak mati di Desa Ngalihan, Solo. Partai limbung, tercerai-berai. Tiba-tiba muncul tiga anak muda, Aidit, Njoto, dan Lukman, bagaikan The Three Musketeers. Mereka muncul menjadi tulang punggung partai. Ketiganya menghidupkan partai—dan bisa membuat lebih besar. Mereka kemudian dikenal sebagai trisula PKI: Sekretaris Jenderal, Wakil Sekjen I, dan Wakil Sekjen II. Kisah persahabatan—dan konflik—tiga sahabat itu menarik dikenang. Dipa Nusantara Aidit pertama kali bertemu dengan Mohamad Hakim Lukman pada 1943 di Menteng 31, Jakarta. Bekas Hotel Schomper itu terkenal sebagai sarang para pemuda aktivis kemerdekaan. Mereka bergabung dengan Gerakan Indonesia Merdeka. Aidit tiga tahun lebih muda daripada Lukman, yang ketika itu baru 23 tahun. Aidit kemudian menjadi Ketua Dewan Politik Gerakan Indonesia Merdeka, dan Lukman anggota. Sejak itu, Aidit dan Lukman menjadi akrab dan seolah ditakdirkan melakoni sejarah hidup yang sama. Keduanya pada 1944 terpilih masuk Barisan Pelopor Indonesia—kumpulan 100 pejuang paling setia kepada Bung Karno. Keduanya pernah dijebloskan ke penjara Jatinegara oleh Polisi Militer Jepang karena ikut menggerakkan demonstrasi di Lapangan Ikada pada 19 September 1945. Keduanya juga pernah ditangkap dan ditawan di Pulau Onrust, Jakarta Utara, selama tujuh bulan. Keduanya bersama memilih jalan komunis dan berguru ke tokoh-tokoh komunis senior. Saat menjadi penghuni Menteng, mereka misalnya menjalin kontak dengan Widarta, penanggung jawab organisasi bawah tanah PKI Jakarta. Widarta adalah kawan akrab Wikana, pemimpin PKI Jawa Barat yang terkenal cerdas. Aidit dan Lukman terkesan pada Wikana.

http://serbasejarah.wordpress.com

1

Sampai-sampai, setelah bebas dari Onrust, mereka mencari Wikana di Yogyakarta. Di Yogya saat itu, pemimpin PKI Sardjono, eks Digulis, baru saja memindahkan kantor pusat PKI di Jalan Boemi 29, Solo, ke Jalan Bintaran, Yogyakarta. Aidit dan Lukman kemudian tinggal di Yogya. Mereka menghidupkan majalah dwibulanan Bintang Merah. Di sinilah keduanya lalu bertemu Njoto. Njoto saat itu 19 tahun. Pemuda berkacamata tebal itu adalah wakil PKI Banyuwangi dalam Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Sejak itulah terjalin persahabatan antara Aidit, Njoto, dan Lukman. Saat KNIP bersidang di Malang pada Maret 1947, Aidit terpilih menjadi Ketua Fraksi PKI, Njoto memimpin Badan Pekerja KNIP. Aidit, Njoto, dan Lukman kemudian masuk Komisi Penterjemah PKI di awal 1948, yang tugasnya menerjemahkan Manifes Partai Komunis karya Karl Marx dan Friedrich Engels. Pada Agustus 1948, tiga serangkai ini sama-sama menjadi anggota Comite Central PKI. Aidit mengurus agraria, Lukman di sekretariat agitasi dan propaganda, sedangkan Njoto menjalin relasi dengan badan-badan perwakilan. Hingga pecahlah geger Madiun…. Aidit sempat tertangkap, tapi dibebaskan karena tak ada yang mengenalnya. Ibarruri Putri Alam, putri sulung Aidit, melukiskan, ayahnya bisa lolos ke Jakarta dengan menyamar menjadi pedagang Cina. ”Rambutnya digundul habis, Papa ikut iring-iringan konvoi barang.” Njoto dan Lukman, kemudian menyusul Aidit ke Jakarta. Di Jakarta, trio Aidit-Lukman-Njoto ditempa. ”Mereka menggodok orientasi partai,” kata Sumaun Utomo, kini 85 tahun, bekas Ketua Lembaga Sejarah CC PKI, mengenang. Terbunuhnya banyak kader dalam Peristiwa Madiun membuat mereka harus mandiri. ”Mereka jadi independen karena tak punya lagi tempat bertanya,” kata Murad Aidit dalam bukunya, Aidit Sang Legenda. Mereka diam-diam memperluas jaringan PKI di Jakarta dengan membentuk Onder Seksi Comite di tingkat kecamatan. Adapun organisasi dijalankan lewat sistem komisariat di Comite Central. Situasinya sulit karena setiap kabinet alergi komunisme.

http://serbasejarah.wordpress.com

2

Sampai-sampai itu membuat trio Aidit-Lukman-Njoto harus bersembunyi dengan menyamar. Aidit dan Lukman bahkan pernah disiarkan pergi ke Cina pada 1949. Padahal itu hanya bualan belaka untuk mengecoh pengejaran. Ada yang bilang sesungguhnya mereka ke Medan. Ada yang bilang ke Jakarta. ”Mereka sering menginap di rumah seorang kawan di Kemayoran,” tulis sejarawan Prancis, Jacques Leclerc, dalam Aidit dan Partai Pada Tahun 1950. Dalam situasi serba repot itu, Aidit dan Lukman justru nekat kembali menerbitkan Bintang Merah pada 15 Agustus 1950. Dua pekan sekali mereka meluncurkan stensilan Suara Rakjat, embrio Harian Rakjat yang menjadi koran terbesar dengan oplah 55 ribu per hari. Njoto bergabung di redaksi pada Januari 1951. Dua tahun kemudian, tiga sahabat kelompok Bintang Merah ini memimpin partai. Aidit menjadi sekretaris jenderal, Lukman wakil sekjen I, dan Njoto wakil sekjen II (jabatan ini diganti menjadi ketua dan wakil ketua pada 1959). Sebagai ketua, Aidit memelototi politik secara umum. Lukman, yang jago main sepak bola, memimpin Front Persatuan. Urusan agitasi dan propaganda kini diemban Njoto. Tak cuma berorganisasi, untuk meluaskan jaringan, mereka mendirikan sekolah, dari tingkat dasar sampai universitas. Usaha itu berbuah. Pada Pemilihan Umum 1955, PKI menclok di urutan keempat. Hasil itu membuat Aidit optimistis partainya bisa meraih posisi nomor satu sebelum 1975. ”Asalkan keadaan berjalan normal,” kata Murad mengutip ucapan kakaknya. Kenyataannya, cita-cita itu terempas. Tragedi 1965 menguak cerita bahwa tiga sekawan itu, meski di luar tampak guyub, ternyata tidak melulu solid. Aidit dan Njoto, misalnya, amat berbeda pendapat soal teori revolusi. Aidit percaya kup yang didukung sedikitnya 30 persen tentara bisa bermutasi menjadi revolusi. Aidit saat itu, menurut Manai Sophiaan (almarhum)—dalam sebuah tulisannya—terinspirasi oleh kudeta di Aljazair pada Juni 1965. Saat itu Kolonel Houri Boumedienne mengambil alih kekuasaan dari tangan Presiden Ben Bella.

http://serbasejarah.wordpress.com

3

dalam wawancaranya dengan koresponden Asahi Shimbun di Jakarta pada 2 Desember 1965—dua pekan sebelum ia dinyatakan ”hilang”—ia tak yakin Gerakan 30 September dapat dikategorikan sebagai kudeta yang bisa menjadi revolusi. Mereka bahkan kerap bertukar suvenir. ”Hal itu dilakukan karena bila dibiarkan akan merusak partai di mata orang lain. Njoto pertama-tama adalah nasionalis.com 4 . seorang pentolan partai yang sudah berkeluarga memiliki pacar. ”Revolusi siapa melawan siapa?” kata Njoto. Namanya Rita. Njoto kerap menulis naskah pidato si Bung.” kata Sumaun.Sebaliknya.” kata Soetarni. Soetarni. Soetarni jelas marah.” kata Aidit saat itu. Njoto akhirnya disidang CC. http://serbasejarah. Aidit malah melihat Njoto ”dipakai” Soekarno. Ia bahkan menyangsikan premis Letnan Kolonel Untung soal Dewan Jenderal bisa membenarkan kup. itu baru komunis. Masalahnya adalah kedekatan Njoto dengan Soekarno. Ia dipecat dari Biro Agitasi dan dari kursi Pemimpin Redaksi Harian Rakjat. bekas istri Njoto—kini 79 tahun—ingat.wordpress. Tapi anak ningrat Solo itu cuma bisa menumpahkannya kepada salah satu pamannya. Lalu terjadilah tragedi 1965…. Gara-gara itulah seluruh posisi dipreteli oleh Aidit. Soekarno pernah menyebut Njoto sebagai Marhaen sejati. Tidak etis. menurut Sumaun. ”Di mata Soekarno. Bahkan. Tapi. sesungguhnya menjelang petaka 1965 suaminya yang pandai main musik dan dandy sudah disingkirkan Aidit. Ia mengaku semula tidak menaruh curiga pada Rita. Ia kemudian minta maaf. Hingga datanglah sepucuk surat dari Rusia. ”Three Musketeers” retak. Rita mengiriminya kosmetik. menurut Aidit. Njoto justru mempertanyakan kesahihan teori itu. Soetarni tak menyembunyikan hal itu. Njoto tersingkir karena punya pacar orang Rusia. Soetarni membalasnya dengan batik. ”Njoto tahu kalau saya marah. Saat ditanyai Tempo bagaimanakah sesungguhnya hubungan Njoto dan Rita. Isinya: perempuan 20-an tahun itu jatuh cinta dan ingin menikahi suaminya.

Aidit memimpikan revolusi. Lalu di depan layar kaca kita ngeri membayangkan sosoknya: lelaki penuh muslihat. Bertahun-tahun terdengar kalimat-kalimat ini meluncur dari mulutnya: ”Djawa adalah kunci…”. kisah tentangnya dipenuhi mitos dan pelbagai takhayul. Juga Aidit. ”Kita tak boleh terlambat…!” Dipa Nusantara Aidit pada 1980-an adalah Syu’bah Asa. Dipa Nusantara Aidit memimpin Partai Komunis Indonesia pada usia belia. Seniman dan wartawan ini memerankan Ketua Umum Comite Central Partai Komunis Indonesia itu dalam film Pengkhianatan G-30-S/PKI. Tapi ia terempas dalam prahara 1965. Lelaki gugup berwajah dingin dengan bibir yang selalu berlumur asap rokok. dengan bibir bergetar memerintahkan pembunuhan itu. Siapa Aidit ini sebenarnya? BERTAHUN-TAHUN orang mengenalnya sebagai ”si jahat”. ia berkhayal tentang Indonesia tanpa kelas. ”Djam D kita adalah pukul empat pagi…”. PKI mengklaim memiliki 3. Bersama Wikana dan Sukarni.com 5 . Ia terlibat pemberontakan PKI di Madiun. ia jadi mitos. Setelah itu. PKI didiskusikan kembali. http://serbasejarah. Ia hanya perlu setahun untuk melambungkan PKI ke dalam kategori empat partai besar di Indonesia. 31 tahun. terutama setelah Orde Baru runtuh dan orang lebih bebas berbicara. Dalam sebuah diskusi di Yogyakarta. Diamdiam komunisme dipelajari kembali dan Aidit menjadi mitos lain: sang idola. ia terlibat peristiwa Rengasdengklok—penculikan Soekarno oleh pemuda setelah pemimpin revolusi itu dianggap lamban memproklamasikan kemerdekaan. seorang penulis muda pernah di luar kepala mengutip doktrin 151—ajaran dasar bagi kaum kiri dalam berkesenian.5 juta pendukung dan menjadi partai komunis terbesar di dunia setelah Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina. Setiap 30 September film itu diputar di TVRI. 1948. Di tempat lain.wordpress. Seperti juga peristiwa G-30-S. Pikiran-pikirannya dipelajari seperti juga doktrin-doktrin Marxisme-Leninisme. Dia memulai ”hidup” sejak belia. Putra Belitung yang lahir dengan nama Achmad Aidit itu menapaki karier politik di asrama mahasiswa Menteng 31—sarang aktivis pemuda ”radikal” kala itu.*** Dua Wajah Dipa Nusantara *** EMPAT puluh dua tahun berlalu dan kini kita mengenang lelaki itu dengan kebencian dan rasa kagum.

dan ia tewas dalam siraman satu magazin peluru senapan Kalashnikov serdadu. Ayahnya. Meski disebut-sebut bahwa http://serbasejarah.wordpress. Setelah itu. Orang-orang Belitung menyebut luas tanah keluarga ini dengan ujung jari: sejauh jari menunjuk itulah tanah mereka. dalam Pemilu 1955 partai itu sudah masuk empat pengumpul suara terbesar di Indonesia. Mailan. Aidit hanya butuh waktu setahun untuk membesarkan kembali PKI. PKI mengklaim beranggota 3. Aidit berpidato tentang ”jalan baru yang harus ditempuh untuk memenangkan revolusi”. Aidit sendiri tutup buku dengan cara tragis: tentara menangkapnya di Boyolali. Aidit.H.Usianya baru 25 tahun. Inilah partai komunis terbesar di dunia setelah Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina. M. sedangkan yang lain mengatakan ia bolak-balik Jakarta-Medan. Dua tahun kemudian. Aidit adalah anak sulung dari enam bersaudara—dua di antaranya adik tiri. Adapun Abdullah Aidit adalah anak Haji Ismail. jabatan yang cukup terpandang di Belitung ketika itu. Ayah Mailan seorang tuan tanah. Sudisman (34). ketika Gerakan 30 September gagal dan pemimpin PKI harus mengakhiri hidup di ujung bedil. Ia mengambil alih partai itu dari komunis tua—Alimin dan Tan Ling Djie—pada 1954. Sebagian orang mengatakan ia kabur ke Vietnam Utara.com 6 . pengusaha ikan yang cukup berhasil. Dipa Nusantara bercita-cita menjadikan Indonesia negara komunis. anak bungsu Abdullah-Mailan. Dalam kongres partai setahun sebelum pemilu. Ibunya. adalah mantri kehutanan. D. Sumatera Selatan.N.N. Jawa Tengah. 31 tahun. dia ”muncul” kembali. lll LAHIR dari keluarga terpandang di Belitung. ia raib tak tentu rimba. 30 Juli 1923.5 juta orang. PKI memunculkan anak-anak belia di tampuk pimpinan partai: D. lahir dari keluarga ningrat. Ketika partai-partai lain tertatih-tatih dalam regenerasi kader. dan Njoto (27). Lukman (34). Abdullah Aidit. Tapi semuanya berakhir pada Oktober 1965. Tak banyak fakta yang menguraikan kehidupannya pada periode Belitung ini kecuali keterangan dari Murad Aidit.

Achmad adalah kakak yang melindungi adik-adiknya. koran yang berafiliasi dengan PKI. Dengan kata lain. Untuk itu ia murka. Ia tak main musik. dokter yang belakangan menjadi istrinya. kecuali dengan Soetanti. Utuy Tatang Sontani. Katanya. ia bergaul dengan banyak orang. Di Belitung. Simpatinya kepada kaum buruh dimulai dari persahabatannya dengan seorang pekerja Gemeenschapelijke Mijnbouw Billiton.wordpress. Tidak lebih. Ia menjadi bagian dari anak pribumi. Dalam hal ini. sutradara Pengkhianatan G-30-S/PKI. http://serbasejarah. koran yang sebetulnya berada di bawah kendalinya. Tapi. ”Saya tak pernah merasa nyaman bila bersamanya. Dipa Nusantara bukan orang yang mudah didekati. Tapi seorang bekas wartawan Harian Rakjat. apa pun. Pernah terdengar kabar ia menyukai seorang gadis yang juga dicintai sastrawan kiri. Ada dugaan ia menulis sajak karena Mao Tse-Tung menulis sajak. tapi juga bergaul dengan pemuda Tionghoa. ia membanting telepon. tapi sajak-sajaknya miskin imajinasi. potret Arifin C.com 7 . Noer. Tapi tak ada perselisihan yang berarti. ia memimpin partai yang berhasil—setidaknya sampai G-30-S membuatnya porak-poranda. Aidit memang menulis puisi. Kepada Murad. ada pula cerita yang menyebutkan ia sebetulnya tak peduli benar dengan keluarga. Dikabarkan pernah pula ia berenang di sepotong sungai di Jakarta karena tahu Ketua Mao pernah menyeberangi Sungai Yang-Tse di Cina. keduanya cuma tersenyum simpul. Tak seperti Njoto. ia tak flamboyan.” kata bekas wartawan itu. tambang timah di kampung halamannya. Ia tegang. Aidit pernah mengatakan satu-satunya hal yang mengaitkan mereka berdua adalah mereka berasal dari ibu dan bapak yang sama. Achmad tak peduli benar soal ”akar”. Ketika gadis itu menikah dengan lelaki lain. menangkap kesan lain tentang Aidit. ia tak ramah. tentang Aidit mungkin tak kelewat salah: Aidit adalah pegiat partai yang dingin— mungkin cenderung kering. suatu ketika saat mereka sudah di Jakarta. Kini peristiwa itu dikenal dengan pelbagai tafsir dengan Aidit sebagai tokoh yang selalu disebut. Kisah cintanya jarang terdengar. Puisi-puisinya pernah ditolak dimuat di Harian Rakjat.

Pengalaman partai komunis di banyak negara menunjukkan kekuatan bersenjata di bawah kendali partai adalah esensial karena.com 8 . Yang lain percaya ada skenario Inggris dan CIA yang bertemu untuk menjatuhkan Soekarno yang prokomunis. AIDIT sebetulnya punya sejumlah modal untuk melancarkan revolusi—sesuatu yang dipercaya kaum komunis bisa menjadikan masyarakat lebih baik: masyarakat tanpa kelas. Peneliti Geoffrey Robinson termasuk yang mempercayai skenario ini. AS memprovokasi PKI untuk menjatuhkan Soekarno. PKI pernah mengusulkan dibentuknya angkatan kelima—dengan mempersenjatai buruh dan tani—tapi gagasan itu segera ditentang tentara. lll D. Amerika Serikat. Ada pula yang yakin Amerika Serikat dan CIA yang menjadi dalang. Ia dekat dengan Soekarno. Bekerja sama dengan klik tertentu dalam Angkatan Darat. Hasil studi sejumlah Indonesianis asal Cornell University. Ada pula yang berpendapat G-30-S adalah skenario Soekarno untuk melenyapkan oposisi tertentu dalam Angkatan Darat. seperti kata Mao. Pendirian Biro Chusus menjadi bahan gunjingan karena dilakukan tanpa konsultasi dengan anggota Comite http://serbasejarah. Indikasi yang paling sering disebut adalah ketika ia mendirikan Biro Chusus bersama Sjam Kamaruzzaman—tokoh misterius yang bahkan tak banyak dikenal oleh petinggi PKI sendiri. Kabarnya.wordpress. Studi ini disokong penelitian lain yang dilakukan Coen Holtzappel. kekuasaan lahir dari laras bedil. Aidit datang dengan teorinya sendiri.Buku putih pemerintah Orde Baru menyebutkan PKI adalah dalang prahara itu.N. ia punya massa. Di sinilah muncul spekulasi bahwa Aidit ”berjalan sendiri”. menyimpulkan kejadian itu adalah buah konflik internal Angkatan Darat. Sebuah revolusi bisa dimulai dengan kudeta asalkan kup itu disokong 30 persen tentara. Tapi PKI punya kelemahan: mereka tak punya tentara. Tujuannya jelas: menjadikan Indonesia sebagai negara komunis. gagasan ini sempat dipersoalkan aktivis partai komunis negara lain karena ide itu tak ada dalam ajaran Marxisme. Mengatasi keadaan.

”Saya mau dibawa ke mana?” Di sinilah muncul spekulasi lain: Aidit ditelikung Sjam Kamaruzzaman. Njoto pernah bertanya kepada Lukman tentang apa yang terjadi dengan G-30-S. Njoto.) mengenai adanya Dewan Jenderal itu membenarkan coup d’etat?” tanya Njoto. 6 Oktober 1965. rapat-rapat Politbiro menjelang G-30-S hanya memerintahkan penangkapan para jenderal—untuk diserahkan kepada Bung Karno— bukan pembunuhan. anak sulung D. Jakarta Timur. kini bermukim di Paris. Prancis.Central yang lain. 2 Desember 1965—dua pekan sebelum ia dinyatakan ”hilang”—menyerang keyakinan Aidit tentang kudeta yang bisa bermutasi menjadi revolusi itu. Ibarruri Putri Alam. Aidit. menyangkalnya. Aidit bertanya-tanya. Sebuah studi misalnya mengutip keterangan Mayor Angkatan Udara Soejono yang berbincang dengan Aidit pada 30 September malam. menurut Soejono. ditemukan bahwa saat dibawa ke Halim. Kepada Soejono. Ketidaksetujuan terhadap analisis militer Sjam juga telah disampaikan seorang komandan batalion gerakan yang kemudian ditahan di Rumah Tahanan Militer Salemba. Aidit membenarkan kabar bahwa informasi-informasi penting yang ditujukan kepadanya harus melalui Sjam.wordpress. Lukman menggeleng. Aiditkah dalang tunggal prahara G-30-S? Dalam diskusi internal redaksi Tempo. Sudisman menyebut ada dua faksi dalam partainya: PKI legal dan PKI ilegal. Itulah sebabnya.com 9 . http://serbasejarah. Skenario ini bukan tak punya argumentasi. Persoalannya. Dari sejumlah studi yang dibacanya. di hadapan seorang wartawan Harian Rakjat. ”Revolusi siapa melawan siapa? Apakah dengan demikian premis Untung (Letnan Kolonel Untung.N. meyakini bapaknya pun tak tahu-menahu soal pembunuhan para jenderal. pemimpin aksi G-30-S—Red. Iba. dalam wawancaranya dengan Asahi Shimbun. oleh aktivis PKI tak lama setelah pembunuhan terjadi. Yang terakhir ini adalah sindiran Sudisman terhadap Biro Chusus.

Aidit. http://serbasejarah. tidak juga keyakinan Ibarruri. Apa yang disajikan dalam Liputan Khusus Tempo kali ini adalah upaya mengetengahkan versi-versi itu.Begitukah? Tak pernah ada jawaban tunggal atas prahara yang menewaskan ratusan ribu orang tersebut.wordpress. Tidak buku putih Orde Baru. Sejarah adalah sebuah proses menafsirkan. Bahwa ia bukan sepenuhnya ”si brengsek”. sebagaimana ia bukan sepenuhnya tokoh yang patut jadi panutan.N.com 10 . Juga ikhtiar membongkar mitos tentang D.

Orang-orang Belitung menyebut luas tanah keluarga ini dengan ujung jari. Ayah Mailan bernama Ki Agus Haji Abdul Rachman. Selain mudah bergaul dengan tuan-tuan Belanda. Achmad yang belakangan berganti nama menjadi Dipa Nusantara (D.) Aidit memang datang dari keluarga terhormat. semacam tempat penangkapan ikan di laut. Kini bangunan sekolah itu masih tegap berdiri dan berganti wujud menjadi Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tanjung Pandan. Adapun Abdullah Aidit. itulah tanah mereka.wordpress. bibit komunisme tumbuh dalam diri Aidit ketika menyaksikan nasib buruh kecil di perusahaan tambang timah di Belitung. jabatan yang cukup bergengsi di Belitung ketika itu. firma ini berubah menjadi PT Pertambangan Timah Balitung.com 11 . Berdiri pada 1825. Ya.*** Masa Kecil di Belitung *** Datang dari keluarga terhormat. perusahaan itu hanya dua kilometer dari rumah Aidit. sejauh jari menunjuk. orang-orang Tionghoa di pasar. Belitung. dan pemasok ikan terbesar ke sejumlah pasar. ACHMAD Aidit lahir pada 30 Juli 1923 di Jalan Belantu 3. Dinasionalisasi pada era Soekarno. Titel ki pada nama itu mencirikan ia ningrat. anak-anak Abdullah juga gampang masuk Hollandsch Inlandsche School (HIS). dan none-none Belanda di Gemeenschapelijke Mijnbouw Billiton. Mereka memiliki puluhan sero. sebuah perusahaan tambang timah milik Belanda. Pangkallalang. http://serbasejarah. sekolah menengah pemerintah Belanda ketika itu. seorang pengusaha ikan yang makmur. Karena datang dari kaum terpandang itulah keluarga ini gampang bergaul dengan polisi di tangsi. anak Haji Ismail. Maksudnya. Dia juga tuan tanah. Ayahnya Abdullah Aidit dan ibunya Mailan. lalu ditutup pada April 1991 setelah stok timah di kawasan itu merosot. Mailan lahir dari keluarga ningrat Bangka Belitung.N. Abdullah adalah mantri kehutanan.

Semua lelaki.Abdullah punya delapan anak. Rosiah dan Mohammad Thaib. Hingga kini sekolah itu masih tegak berdiri. ”Namun bukan marga. putri sulung D. Setidaknya. adalah anak bawaan Marisah dengan suami sebelumnya. Seperti di sebagian besar wilayah Indonesia saat itu. http://serbasejarah. Achmad biasanya membawa jeriken paling besar. Sepulang sekolah. Orang tua mereka berdagang di pasar dan pelabuhan Belitung. dan geng Sekak. Achmad dan adik-adiknya masuk kelompok ini. Achmad dan adik-adiknya meluncur ke sungai mengambil air. Walau dididik di sekolah Belanda. Sebagai kakak tertua. “Karena suara Bang Achmad keras. lahir Achmad. Aidit dan adik-adiknya belajar mengaji. Karena tinggal di pasar. geng Tionghoa. Geng kampung adalah kumpulan anak pribumi. Aidit. Abdullah adalah tokoh pendidikan Islam di Belitung.” kata Ibarruri Aidit. Kawasan ini cuma 500 meter dari rumah Aidit.” kata kata Murad Aidit.wordpress. Keenam anaknya itu menyandang nama belakang Aidit–nama keluarga. dia kerap diminta mengumandangkan azan.N. ada empat geng di sana: geng kampung. Achmad kerap nongkrong bersama anakanak geng pasar ini. anak benteng. Abdullah kemudian menikah lagi dengan Marisah dan melahirkan Sobron dan Asahan. Dari delapan anak Abdullah. Orang-orang di Jalan Belantu mengenal Achmad Aidit sebagai tukang azan. Dari perkawinan dengan Mailan. Anak polisi yang datang dari Jawa masuk kelompok anak benteng atau kerap juga disebut anak tangsi–menyebut asrama tempat tinggal polisi. Dua anak lainnya. organisasi pendidikan Islam dekat kawasan pecinan di kota itu.com 12 . Guru mereka Abdurracham. Dia pendiri Nurul Islam. Ibrahim (meninggal dunia ketika dilahirkan) dan Murad. Kelompok ketiga adalah geng Tionghoa. Basri. Achmad adalah yang paling mudah bergaul. adik ipar Abdullah. Rupa-rupa geng remaja di Belitung ia dekati. Setelah mengaji. anak-anak Abdullah tumbuh dalam keluarga yang rajin beribadah. Belitung juga belum punya pengeras suara guna mengumandangkan azan. Saat ini kawasan pecinan itu masih berdiri tegak bahkan berbiak. geng itu punya nama lain yakni geng pasar.

Mereka kerap berlomba berenang di sungai dekat Gunung Tajam. Walau pertikaian cukup sengit. Pulang ke rumah. Mereka datang dari keluarga yang kerap berpindah tempat tinggal. rupanya Aidit tahu bahwa musuh itu masih sebanding dengan adiknya. kerap pulang malam karena menonton wayang bersama anak-anak benteng di tangsi. Achmad sejak petang hingga magrib ke sana-kemari mencari kawanan unggas itu. Si bungsu ini mengadu ke kakak sulungnya itu.” Dari pelacakan itu. Antargeng kerap terjadi baku pukul. Suatu hari Murad baku pukul dengan seorang anak geng tangsi. Achmad mengaku dialah penyebab kaburnya itik-itik itu. misalnya. Dia rajin berlatih tinju dan olahraga angkat besi. Kedekatan dengan geng ini lantaran mereka satu sekolah di HIS. Suatu hari perlombaan dimulai dengan salto dari sebuah batu besar. Anak-anak gunung melakukannya dengan sempurna.Sejumlah toko dan papan jalan ditulis dengan aksara Cina. sekitar 20 kilometer dari Belitung.com 13 . Dia juga kerap nongkrong di pasar bersama anak-anak Tionghoa. Abdullah yang mendengar kisruh ini murka besar. “Karena dia bisa melakukan kontra-salto. Aidit juga rajin menelusuri sungai bersama anak-anak Sekak. Aidit menjadi pelindung saudara-saudaranya dari perseteruan antargeng. Dia melepas 15 ekor itik dari kandang milik keluarga itu. Tapi dia tidak main hajar. Tak rela Basri dimarahi. Dia. Diam-diam Aidit melacak lawan sang adik.” kata Murad. Aidit bilang kepada Murad. Tapi Achmad menang. Kelompok anak muda yang terakhir adalah geng Sekak.wordpress. Achmad mudah bergaul dengan pelbagai geng. Suatu petang Basri pernah bertindak ceroboh. ”Kau lawan saja sendiri. Aidit juga kerap melindungi adik-adiknya dari sikap keras sang ayah. http://serbasejarah. Situasi yang serba keras itu membuat Aidit membesarkan otot. Melihat adiknya dalam bahaya. Aidit rupanya cuma membantu kalau lawannya lebih besar. semacam kaum gypsy di Eropa. Mungkin karena sering angkat besi. tubuh Aidit lebih gempal daripada adik-adiknya.

gedung khusus tempat petinggi perusahaan dan none-none Belanda menonton film terbaru sembari menenggak minuman keras. Kadang mereka ngobrol sembari menyeruput kopi dan mengudap singkong rebus. Saban hari Aidit melihat buruh berlumur lumpur. juga soal pestapora petinggi tambang. Selain gemar berkumpul dengan pelbagai kelompok remaja itu. Sejak saat itu Aidit bersahabat dengan buruh itu. Tapi tak mudah karena para buruh cenderung tertutup. Buruh tambang itu cuma bisa menelan ludah dan sesekali mengintip bioskop. Letak perusahaan itu sekitar dua kilometer dari rumah Aidit. bermandi keringat. Tertarik mendalami hidup para buruh. Perusahaan ini menyediakan societet. Sampai suatu hari Achmad melihat seorang buruh sedang menanam pisang di pekarangan rumah. dia juga bergaul dengan buruh di Gemeenschapelijke Mijnbouw Billiton. Boleh jadi semangat antiBelanda dan perjuangan antikelas di kemudian hari bermula dari tambang itu. Achmad menawarkan bantuan. Dari ngobrol-ngobrol santai itulah Aidit kemudian tahu kesulitan para buruh. Sedangkan meneer Belanda dan tuan-tuan dari Inggris hura-hura. menurut Murad. Pergaulan dengan kaum buruh itu.wordpress. yang menentukan jalan pikiran dan sikap politik Achmad setelah di Jakarta.com 14 . Hingga akhir ia memimpin partai komunis dan tenggelam dalam peristiwa yang dikenal dengan Gerakan 30 September.Pergaulan Achmad memang lebih laju daripada remaja seusianya. si buruh itu mengangguk. Kian hari hubungan mereka kian dekat. Aidit lalu mencangkul. Achmad mendekati mereka. http://serbasejarah. dan hidup susah. Tertegun sebentar.

N. adalah muslim taat dan pemuka masyarakat yang dihormati. dan akhirnya menetap di Paris. menumpang di rumah keluarga Mulyana. (56 tahun) Dia bergabung dengan kakaknya di Moskow pada usia 8 tahun. adalah bupati pertama Tuban. adalah pendiri Batu Itam. ”Ketika Ibu meninggal. Tahun lalu dia menerbitkan otobiografi berjudul Anak Sulung D. Kini mereka hidup terpisah. Ketika kakaknya sukses memimpin partai. Dia bebas pada 1980. Soesalit. Kakek dari garis ibu. Kerabat ayahnya. dia sering menjadi tukang azan di surau dekat rumahnya. membantu membiayai sekolah Soetanti. Jakarta.M. Makao. Basri cuma pegawai biasa di Dinas Pekerjaan Umum Tanah Abang. Ki Agus Haji Abdul Rachman.A. Sewaktu dia memutuskan ke Jakarta. Kini ia menjadi warga negara Kanada dan bekerja untuk Petronas. orang kampung melayat sambil membawa ayam dan kelapa. Basri Aidit Ibarruri Putri Alam (58 tahun) Menginjakkan kaki pertama kali di Moskow. kampung di pesisir di barat Belitung. Jakarta. Ayahnya. Moedigdo kemudian merantau ke Medan dan bertemu serta menikah dengan Siti Aminah. Aidit. Iwan bersama kedua adiknya. Aidit–neneknya yang berbadan besar itu sering membantu Sjahrir dalam perkelahian di sekolah. dia kembali praktek. Lulus dari Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung. Menurut Ibarruri–putri sulung D. (1925-1992) Boleh dibilang dia agak jauh dari dunia D. perusahaan minyak Malaysia. Kartini. anak tunggal R. sebagian menjadi eksil di Eropa. Iwan sepenuhnya jadi profesional dan mencari hidup di luar negeri.1991) Dia dokter Indonesia pertama yang menguasai akupunktur. saudara ibunya di Bandung. 60 | TEMPO 1 Oktober 2007 . Rusia. Koesoemodikdo. Setelah G30S. Dipa Nusantara Aidit (30 Juli 1923-23 November 1965) Sejak kecil dikenal pemberani. Abdullah Aidit. pada 1958. Ilham dan Irfan. Tapi Moedigdo menolak mewarisi jabatan yang dianggapnya hanya antek penjajah. Ilya ikut Ibarruri berkelana ke Cina. Aidit. termasuk memberikan pengobatan gratis untuk para tetangga miskinnya di Pondok Gede. Toh. Karena suaranya nyaring. ketika anggota PKI dikejar-kejar. Kini dia menetap di Paris dan bekerja sebagai perawat. Basri ikut dikirim ke Pulau Buru. setelah khatam ngaji. Moedigdo Siti Aminah Keturunan ningrat Minang ini adalah teman sekolah Sutan Sjahrir. R. Selepas dari penjara Orde Baru pada 1980. A Ranting yang Terberai Silsilah keluarga Aidit Dokter Soetanti Achmad Aidit alias (1924 .N. cHMAD ”Dipo Nusantara” Aidit tak lahir dari keluarga komunis. Ilya Aidit Iwan Aidit (55 tahun) Setelah berpisah dari orang tua.” kata Ilham Aidit. Di Jakarta Achmad tertarik pada Marxisme dan aktif berpolitik.N. sekitar 15 kilometer utara Tanjungpandan. Burma. Tapi garis hidup dan politik ideologi mencerai-beraikan anak dan cucu Abdullah.Ayahnya. neneknya khawatir dia menjadi Serani (Kristen).

KAH Abdul Rachman. Tempo/arif Fadillah. pecah peristiwa G30S. namun lebih suka melanjutkan studi ekonomi di Moskow. adalah pendiri kampung Batu Itam di Belitung. Jakarta. Buku-buku­ nya. oleh Sobron Aidit 4. Asahan Aidit (69 tahun) Sewaktu muda. Wawancara Tempo 1 Oktober 2007 TEMPO | 61 . Murad Aidit (80 tahun) Temannya banyak: dari aktivis pelajar di Menteng 31. Hasil pemilu 1955. saudara kembarnya. Buku Anak Sulung D. namun urung setelah tentara menyadari keduanya hanya bocah berusia 8 tahun.B. Buku Aidit: Abang. Ayahnya. Dia pernah pula menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Sementara-Republik Indonesia Serikat mewakili Belitung. oleh Ibarruri Aidit 2. Mailan meninggal tak lama setelah melahirkan Murad. Aidit. Masirah (Meninggal 1974) IbrahimAidit (1926) Usianya tak sampai sehari. Syafeii Embut. Jawa Barat. Kini arsitek lulusan Universitas Parahyangan Bandung itu tinggal di Kota Kembang dan kini terlibat proyek rekonstruksi Aceh. dan Theo Djin Hui. puisi. dan Guru di Masa Pergolakan. Setelah terdampar di Cina dan Vietnam. Buku Menolak Menyerah: Menyingkap Tabir Keluarga Aidit. dan H. Dia menetap di Prancis hingga berpulang pada 10 Februari 2007. Irfan Aidit (48 tahun) Dia sempat belajar di fakultas kedokteran. Tempo/Ahmad Taufik. Koleksi Ilham Aidit. Jasin. Sanusi Pane. Depok. telah diterjemahkan ke banyak bahasa. terbit November lalu. Saat ini menetap di Cimahi. hingga sastrawan seperti Chairil Anwar. Bersama Mokhtar Embut.2007) Kegemaran akan sastra bertambah setelah datang ke Jakarta pada 1948 dan mengenal Chairil Anwar. maupun memoar. Sobron Aidit (1934 .N. Dia juga terpilih menjadi Wakil Bupati Belitung. Pada Juni 1954 Abdullah mengundurkan diri dari lembaga perwakilan tersebut.Mailan (Meninggal 1927) Istri pertama Abdullah. Sahabat. mereka membentuk kelompok kuartet. Repro/tempo/Ramdani Sumber: 1. dia kini menetap di Belanda. baik fiksi. Ilham Aidit (48 tahun) Empat tentara dengan pistol di tangan berniat ”menghabisi” Ilham dan Irfan. sebuah perkumpulan keagamaan di Belitung. dia seorang pemain biola. Ketika sedang di Moskow untuk memperdalam filologi. Abdullah Aidit (Meninggal 1968) Dia ikut membesarkan Nurul Islam. oleh Budi Kurniawan dan Yani Andriansyah 3. Foto: istimewa. Murad menjadi anggota DPRD II Belitung. Razia Agustus adalah buku terakhirnya. Kini tinggal di Cikumpa.

wordpress. rumah ini punya dua bangunan utama: rumah depan dan rumah belakang. rumah itu lusuh tak terawat. karena hidupnya pun susah. Dibangun pada 1921 oleh Haji Ismail. Ditempati oleh nelayan miskin. Di sana-sini. Seperti rumah-rumah lain di Belitung.N. biarlah ia cuma-cuma menempatinya. rumah itu terletak di Jalan Dahlan 12 (dulu Jalan Belantu 3) Dusun Air Berutak. Kini yang tersisa hanya rumah belakang berukuran 8×7 meter. Itulah rumah Abdullah Aidit. bekas ketua umum partai itu. Tapi. ayah Dipa Nusantara Aidit—Ketua Umum Partai Komunis Indonesia. Selebihnya ringkih dimakan zaman. pernah tinggal di sana. ”Semula dia sewa. ruang tamu. kayunya lapuk dan berjamur. Hanya kerangka utama yang menggunakan kayu ulin yang masih kukuh. Gakdung tinggal seorang diri. Bagian depan dibongkar tak lama setelah Abdullah Aidit meninggal pada 23 November 1965. Aidit dari garis bapak. Sebagian kebun ini adalah bekas rumah depan. terdapat kebun dengan beberapa pokok pohon pisang dan pohon jengkol. sebuah kawasan sekitar 54 kilometer dari Tanjung Pandan. dan dapur. Di sana sekarang tinggal Gakdung. Sebagian atap berbahan sirap telah koyak dan diganti seng. 48 tahun. kakek D.*** Rumah Tua Mantri Idit *** RUMAH panggung itu tua dan setia. seorang buruh lepas Pelabuhan Tanjung Pandan asal Bugis.com 15 .N. Belitung Barat. Sekretaris Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. adik D. Aidit. Sebagian lagi yang lebih dekat jalan adalah bekas halaman yang kini dipakai untuk lapangan badminton. Di dinding kayu menuju dapur terdapat kalender Partai Bulan Bintang bergambar Yusril Ihza Mahendra.” kata Murad aidit. Di sanalah dulu Achmad Aidit—nama kecil Dipa Nusantara— http://serbasejarah. Rumah Abdullah sempat menjadi asrama pelajar asal Kelapa Kampit. Abdul Hadi Adjin. Antara rumah dan Jalan Dahlan yang memanjang di depannya. Yang tersisa hanya sebuah bilik. Desa Pangkalalang. Belitung Timur.

tiga hari setelah ia wafat. qari di kampung itu.berlatih tinju. istri kedua Abdullah. Rosihan. 52 tahun. Abdullah meninggal pada 1968 dalam keadaan yang mengenaskan. http://serbasejarah. dan senam. Kini rumah ini dimiliki Efendi. Kepada Abdurrachmanlah dulu Ahmad belajar mengaji Quran. kerabat Siti Azahra. Di sinilah Achmad kecil kerap didapuk mendendangkan azan saat magrib dan isya. mengungkapkan bahwa sebagian orang yang lahir sebelum tahun 1970 mengenal rumah ini milik Mantri Aidit. Sekitar 20 meter dari rumah tua itu terdapat rumah tua lainnya yang lebih terawat dan kukuh. Sekarang surau itu sudah rata tanah dan digantikan Kantor Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan Cabang Belitung.com 16 . Sepeninggal Abdullah. saudara sepupu Azahra.wordpress. Aidit hijrah ke Jakarta. Pada hari kematian itu.N. halaman rumah ini masih menjadi lapangan olahraga pemuda kampung Pangkalalang. cucu Siti Azahra. Semua memang sudah lewat. Anak-anak Abdullah Aidit juga belajar mengaji kepada Liman. angkat besi. dinas kehutanan zaman Belanda. Di rumah Liman. tokoh penting Partai Komunis Indonesia? Tidak.” kata Taufan. Jasadnya baru ditemukan Marisah. Yang tersisa hanya gubuk ringkih beratap sirap—rumah panggung yang tua dan setia. Seratus meter dari rumah Abdullah dulu berdiri surau panggung. istri Abdurrachman. Marisah tengah pergi ke rumah kerabatnya dan baru pulang tiga hari kemudian. Hingga D. Marisah menempati rumah itu hingga akhirnya Sang Khalik memanggilnya pada 1974. Inilah rumah peninggalan Siti Azahra. 54 tahun. Achmad bersama teman seumurannya juga berlatih kesenian hadrah. Ini sebutan untuk Abdullah yang pernah menjadi pegawai Boswezen. cucu Siti Azahra. Rumah Liman tak jauh dari kediaman Siti. ”Buat kami. Adakah orang-orang di kampung Air Berutak menghubungkan rumah tua itu dengan Aidit. semua biasa-biasa saja.

com 17 .*** Merantau ke Jakarta *** Aidit muda tertarik pada politik setibanya di Jakarta. seorang remaja harus memenuhi empat syarat: bisa memasak sendiri. kepada Tempo. Untuk masuk sekolah menengah—dikenal dengan nama Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO)—pemuda-pemuda pulau itu harus merantau ke Medan atau Jakarta.” kata Murad Aidit. dan sudah khatam mengaji. Mendirikan Antara dan berganti nama. tempat tinggal keluarga Aidit. Tapi Aidit bisa meyakinkan ayahnya. dalam bukunya Aidit: Abang. Kalau sudah sampai meminta sesuatu. Dia harus puas bersekolah di Middestand Handel School (MHS). setingkat sekolah dasar masa itu.” kata Achmad Aidit kepada ayahnya. Keempat syarat itu sudah dipenuhi Aidit. AKU mau ke Batavia. Karena terlalu aktif di luar sekolah. yang ketika itu akan dimakamkan.wordpress. sekolah ”paling tinggi” memang hanya itu. dua pekan lalu. Pemuda yang merantau sampai tanah Jawa bisa dihitung dengan jari. sebuah sekolah dagang di Jalan Sabang. Sahabat. Jakarta Pusat. itu artinya tekad Aidit sudah benar-benar bulat. Sobron. Marto. kata Murad. Waktu itu awal 1936. Achmad berusia 13 tahun. Setibanya di Batavia. di kawasan Cempaka Putih. ”Abang saya paling jarang meminta sesuatu kepada Bapak. Bakat kepemimpinan Aidit dan idealismenya yang berkobar-kobar langsung menonjol di antara kawan sebayanya. Adik Aidit yang lain. pendaftaran MULO sudah ditutup ketika Aidit tiba di Jakarta. Di Belitung. Meninggalkan Belitung bukan pilihan yang lazim pada masa itu. Achmad Aidit ditampung di rumah kawan ayahnya. dan Guru di Masa Pergolakan. http://serbasejarah. menjelaskan bahwa untuk diizinkan merantau. baru lulus Hollandsch Inlandsche School. Aidit tidak pernah menyelesaikan pendidikan formalnya di MHS. adik kandung Achmad. bisa mencuci pakaian sendiri. Sayangnya. sudah disunat. seorang mantri polisi. Abdullah. Aidit mengorganisasi kawannya melakukan bolos massal untuk mengantar jenazah pejuang kemerdekaan Muhammad Husni Thamrin. Di sekolahnya yang baru.

Ketika indekos di sini. setiap kali ada pertandingan sepak bola di Kampung Parit. Mochtar. Antara juga berjualan buku dan majalah. Aidit kemudian mengajak seorang kawan yang tinggal satu indekos dengannya. jaringan relasi Aidit meluas. Tatkala abangnya sibuk melayani pelanggan. Murad datang menyusul dari Belitung. di dekatnya. Saat itu. Menyekolahkan dua anak jauh dari rumah tentu tak mudah untuk keuangan Abdullah Aidit. Aidit selalu berjualan kerupuk dan nanas.” Sobron berkisah dalam bukunya. selain biro iklan. Murad biasanya berjualan pin dan lencana bergambar wajah pahlawan seperti Kartini. juga untuk bersekolah di Jakarta. Lama-kelamaan. pada 1942. Ketika masih tinggal di Belitung. mulai dari ban mobil. sampai gulungan kain bahan baju. Berdagang memang bukan pekerjaan baru untuk Aidit. mesin ketik. Mochtar ini seorang penjahit yang punya toko lumayan besar di Pasar Baru. Dr Soetomo. Tak puas dengan perkembangan usahanya. Dari jumlah itu. kawasan Senen. aneka jenis barang diangkut massa ke Pasar Senen.Tiga tahun di Cempaka Putih. dan Diponegoro. Jakarta Pusat. Hubungan komunikasi antara Jakarta dan kota sekitarnya terputus total. Otomatis. Aidit lalu membuat biro pemasaran iklan dan langganan surat kabar bernama Antara. Aidit menyaksikan ribuan orang berduyun-duyun menjarah gudang-gudang perkapalan di Pelabuhan Tanjung Priok. toko Mochtar segera menjadi tempat mangkal para aktivis masa itu. http://serbasejarah. Karena lokasi usahanya yang strategis.wordpress. Achmad dan Murad mau tak mau harus mulai bekerja. ”Untuk ditabung. Gajinya sebagai mantri kehutanan hanya sekitar 60 gulden sebulan. Untuk bertahan hidup. dari rumah tumpangannya di Tanah Tinggi.com 18 . 15-25 gulden dikirimnya ke Batavia. Apalagi ketika masa pendudukan Jepang tiba. untuk berkongsi. Dari pagi sampai sore. Aidit pindah ke sebuah rumah di Tanah Tinggi 48. seperti Adam Malik dan Chaerul Saleh. Tentu saja jumlah itu juga pas-pasan untuk dua bersaudara Aidit. Kiriman uang dari Belitung macet.

Dia memilih memakai nama Dipa Nusantara—biasa disingkat D. Dia pertama-tama bergabung dengan Persatuan Timur Muda atau Pertimu. pergantian nama itu lebih dipicu perhitungan politik Aidit.” katanya. terlalu menyodor-nyodorkan uangnya. Hanya dalam waktu singkat.” kata Murad. Murad diminta tinggal di sebuah asrama korban perang. Pekumpulan ini dimotori Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo). Aidit seperti mencoba mengibaskan bayang-bayang keluarga dan masa lalunya di Belitung. makanya dia terima. Suatu kali Aidit bahkan berujar bahwa persamaan di antara mereka hanyalah faktor kebetulan. ”Kamu sih. ”Dia mulai membaca risiko. Namun situasi ekonomi yang terus memburuk membuat Aidit akhirnya angkat tangan. Di balik karier politiknya yang mulai menjulang.Ketika Mochtar menikah dan menyewa rumah sendiri di kawasan Kramat Pulo. Menurut adik-adiknya. Dia sering disebut-sebut berdarah Minangkabau. Kondisi ini menguntungkan Aidit. Sekitar masa-masa itulah Achmad Aidit memutuskan berganti nama.” katanya seperti ditirukan Murad. karena dilahirkan dari ibu dan bapak yang sama. di depan namanya adalah singkatan ”Djafar Nawawi”.wordpress. di bawah pimpinan Amir Syariffudin dan Dr Ahmad Kapau Gani. Aidit dan Murad ikut pindah ke sana. Aidit akan menggerutu. ”Pakai saja untuk keperluan lain. dan D. Tapi. misalnya. karena Mochtar sering membiarkan kakak-beradik itu tidak membayar sewa.N. Ketika Murad berkali-kali meminta bantuan finansial. lll SITUASI politik Ibu Kota yang gegap-gempita sudah menarik minat Aidit sejak awal. setoran uang sewa Murad akan dimasukkan ke kantong. kalau begitu. Aidit diangkat menjadi Ketua Umum Pertimu.com 19 . Dalam organisasi inilah persinggungan Aidit dengan politik makin menjadi-jadi. kalau Mochtar sedang butuh duit. ”Selebihnya. http://serbasejarah. Sejak namanya berubah itu memang tak banyak orang yang tahu asal-usul Aidit.N. Biasanya. tak ada hubungan apa pun di antara kita. Aidit selalu menolak. sebelum dikirim pulang ke Belitung.” katanya memarahi Murad.

nama D. Di depan anak-anaknya.wordpress.Proses perubahan nama itu juga tak mudah. ayah Aidit. Abdullah dan Aidit bersurat-suratan beberapa kali.com 20 . tak bisa dengan segera menerima gagasan anaknya. Akan muncul banyak persoalan jika nama itu mendadak lenyap dari daftar keluarga. sebelum akhirnya Abdullah menyerah. Aidit baru akan dipakai jika sudah ada pengesahan dari notaris dan kantor Burgelijske Stand—atau catatan sipil. Ayah dan anak itu sepakat. Abdullah mengaku tidak bisa menerima rencana pergantian nama itu karena nama Achmad Aidit sudah kadung tercetak di slip gajinya sebagai putra sulung keluarga itu.N. Abdullah. http://serbasejarah.

*** Kisah Cinta . kini 85 tahun. Tanti punya banyak teman dari pelbagai golongan. dan suka bicara ceplas-ceplos. Dari pertemuan-pertemuan itulah. mereka datang untuk silaturahmi saja. Suatu siang di awal 1946. Kali ini atas nama Sarekat Mahasiswa Indonesia. Dua gadis itu mengaku mahasiswi tingkat tiga Perguruan Tinggi Kedokteran di Klaten. Mereka mengundang Aidit sebagai Ketua Departemen Agitasi dan Propaganda Partai Komunis Indonesia Solo untuk memberikan ”kuliah” soal politik dan keorganisasian.” kata Hasan. Yang agak gemuk dan berpipi bulat memperkenalkan diri sebagai Soetanti. Anak seorang mantri kehutanan dari Belitung itu seorang pemuda serius. tak akan lepas dari soal-soal politik. Sebagai seorang ningrat Mangkunegaran (kakeknya seorang Bupati Tuban). http://serbasejarah. Padahal keduanya punya watak bertolak belakang. Solo. dan suka musik klasik. dengan kawan lain yang lebih banyak. kedatangan tamu tak diundang. tapi ke kantor PKI di Jalan Boemi 29. ”Seingat saya.com 21 . kata Hasan. Meminang Lewat Sepucuk Surat *** Gaya orasi dan wawasan Aidit memikat hati seorang calon dokter. Dua gadis berdiri di depan pintu. seperti dikenang Hasan. Yang dipikirkannya hanyalah bagaimana memajukan partai. Kunjungan berikutnya tak lagi ke kantor Bintang Merah. Predikat mahasiswi kedokteran membuatnya kian dihormati dalam organisasi dan dalam kehidupan sehari-hari. Mengobrol dengannya. dan patriotisme. Beda dengan Aidit. revolusi. kepada Tempo dua pekan lalu. Mereka kemudian dijamu dua redaktur. gampang akrab. Sangat antipoligami. Yogyakarta. Karena urusan organisasi itulah Soetanti kerap bolak-balik Klaten-Solo. Soetanti—yang disapa ”Bolletje” (sebuah kata Belanda yang berarti bundar) oleh temantemannya—datang lagi beberapa hari kemudian. Kantor majalah dua bulanan Bintang Merah di Jalan Purnosari. Hasan Raid dan Dipa Nusantara Aidit. Itu disokong sifat dasarnya yang periang.wordpress. hubungan Aidit-Soetanti kian akrab. tak pandai berkelakar. yang biasanya lengang lengau.

tak pernah melihat Aidit ngapel ke asrama atau ke rumah Tanti laiknya orang pacaran. mengurai revolusi Prancis dan Rusia. aktivitas Aidit di partai dan pergerakan tak surut. tewas ditembak. dan Soetanti. 24 tahun. Di Jakarta pun. Hanya Murad dan Sobron—dua adik Aidit—yang mewakili keluarga Belitung. putri sulung mereka. yang mendukung Amir Syarifuddin. Aidit lalu menjadi Ketua Politbiro—eksekutif dalam partai—PKI pada 1951. Ia kian sibuk dengan bepergian ke luar negeri. 25 tahun. Tanti kian sedih karena ayahnya. Setelah menikah. Tanti datang beramai-ramai. lalu menyerahkan sepucuk surat yang ditujukan kepada Bapak Moedigdo. Suatu ketika. menikah secara Islam tanpa pesta. di rumah KH Raden Dasuki. Ia bahkan sering meninggalkan Soetanti. Aidit-Tanti tak pernah terlihat berduaan. Aminah. sesepuh PKI Solo. yang buka praktek dokter. Soetanti hanya ditemani adik-adik Aidit ketika melahirkan Ibarruri Putri Alam. awal 1948. Aidit fasih mengutip filsafat Marxisme. Moedigdo. si bolle senantiasa menyimak di bangku paling depan. Aidit. Setiap kali Aidit berpidato. seusai pidato. Aidit menghampiri Tanti. Aidit menyampaikan niat meminang Soetanti. Surat itu ternyata surat lamaran. Ketika pada September 1948 ”Peristiwa Madiun” meletus. juga soal-soal politik mutakhir. seorang kepala polisi Semarang yang aktif di Partai Sosialis Indonesia. pada 23 November 1949. Dalam ceramahnya. kecuali dalam acara-acara resmi partai atau kenegaraan. yang kemudian diangkat anak oleh Siti Aminah—ibu Tanti—karena sama-sama dari Minang.” katanya.wordpress.com 22 . lalu ”buron” ke Jakarta. Aidit ditangkap. ”Kalau menginap di kantor PKI. mengunjungi dan menghadiri rapat-rapat internasional http://serbasejarah. yang bertindak sebagai penghulu. Hasan Raid. Maka. Aidit jarang ada di rumah.Tapi justru inilah yang membuat Soetanti kesengsem. Pertemuan keduanya pun selalu dalam acara organisasi. Suami-istri ini jarang terlihat jalan bareng. untuk turne ke kampung-kampung memperkenalkan dan menggalakkan program-program PKI. dan empat adik Soetanti datang. ayah Tanti. Moedigdo langsung setuju. Meski akrab.

” kata Fransisca. Fransisca. wartawan Harian Rakjat dan radio Gelora Pemuda Indonesia yang kemudian menjadi anggota parlemen dari PKI pada 1957-1959. kata Fransisca.” kata Fransisca. Hanya sekali. Ia pernah memarahi Njoto. Utuy Tatang Sontani—sastrawan kiri kondang di zaman itu—menyatakan kekaguman yang sama. Tanti memanggil suaminya cukup dengan ”Dit”. http://serbasejarah. pada 1950-an. adalah satu-satunya perempuan yang akrab dengan Aidit. ”Keduanya sebatas mengagumi kecantikan. Ismiyati. juga egaliter. tergelak. dong.” Selama perkawanan itu. ”Suka-suka saya. Wakil Ketua II Comite Central PKI. Tapi agaknya ”persaingan” itu tak serius. Tanti menjawab. Selain di kantor partai. Mendengar guyonan Aidit itu. Utuy dan Aidit cuma ketawa-ketawa.” Itu kesaksian Fransisca Fanggidaej. ”Padahal semua orang menyapa Aidit dengan panggilan hormat ’Bung’. Ciri paling menonjol dari keluarga Aidit. baik sebelum maupun setelah bertemu dengan Soetanti. dia pasti menyampaikan keberatan. Tapi tidak tahu kalau Utuy. Selain cerita ini. karena dia suka mengejar perempuan. tak pernah terdengar Aidit berhubungan dengan perempuan lain.komunis di Vietnam. keduanya sering bertemu di parlemen. keduanya bersaing menggapai hati Ismiyati. Ketika Fransisca menanyakan ihwal panggilan itu. kata Fransisca. selain sederhana. berwawasan luas. ia pandai menyenangkan dan menghargai orang. kini 82 tahun dan tinggal di Utrecht. Sementara anak-anak memanggil dengan sebutan borjuis ”Papa”.” katanya. Tiongkok. Ketika Ismiyati menikah dengan pemuda lain. Kalau tidak mau. ”Selain ganteng. menjadi kembang parlemen dan disukai banyak laki-laki. tak sekali pun Aidit curhat soal pribadi kepadanya. Wong dia suami saya. Padahal Aidit dikagumi banyak perempuan di partai dan di gedung DPR. ”Tak ada mesra-mesraan seperti pasangan muda lain. Apalagi Aidit orang yang sangat antipoligami.com 23 .wordpress. Apalagi tentang hasrat kepada perempuan lain. Belanda. Bisik-bisik. dan Rusia. Aidit dengan guyon menyatakan kagum pada kecantikan seorang perempuan anggota konstituante. yang akan menikah lagi dengan seorang penerjemah asal Rusia. gadis itu.

Oey Hay Djoen.com 24 . pada masa jayanya banyak anggota PKI yang diskors karena ketahuan memacari istri orang. bekas anggota parlemen dan Dewan Pakar Ekonomi PKI. bercerita. sikap antipoligami dan antiperselingkuhan ini hampir menjadi ”garis partai”. http://serbasejarah.wordpress.Semasa kepemimpinan Aidit.

Inilah malam yang dikenang hingga kini karena berjasa mempercepat proklamasi Indonesia. Bung Karno marah. Bung! Malam ini juga kita kobarkan revolusi. Soeroto. Mohammad Hatta yang datang belakangan pun tak setuju dengan ide mereka. Jakarta. Lalu D. Soebadio Sastrosatomo. ”Ini batang leherku. ”Kalau Bung tidak mau mengumumkan proklamasi. 15 Agustus 1945. Armansjah. Djohar Noer. Mereka adalah aktivis pemuda antifasis dari Asrama Menteng 31. juga oleh Soekarno dalam buku Penyambung Lidah Rakyat—terjadi pertengkaran hebat antara pihak pemuda dan Bung Karno pada malam itu. Sekelompok anak muda bergegas ke luar rumah di Pegangsaan Timur 56. http://serbasejarah.wordpress. Murad melihat kakaknya mengikuti rapat rahasia di bawah pohon jarak. dan Joesoef Koento. empat jam sebelumnya.” ujar Chaerul Saleh. Sebagaimana dicatat Hatta dan Sidik Kertapati—salah seorang tokoh 1945. Ikut menculik Soekarno dan Hatta? Pukul 11. ”Seret saya ke pojok itu dan potong malam ini juga! Kamu tidak usah menunggu esok hari!” ”Mereka pulang marah-marah.Aidit dan Revolusi 1945 .com 25 . Aboebakar. Para pemuda itu baru saja mendesak Soekarno agar memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Soedewo. Tapi Bung Karno menolak.N. Aidit. besok akan terjadi pertumpahan darah. Mula-mula Chaerul Saleh dan Wikana. Hari itu Rabu. Tepatnya di belakang kebun bekas Institut Bakteriologi Ejkman di Pegangsaan. Pardjono. Anak Muda di Beranda Republik Aidit aktif dalam gerakan pemuda menjelang dan setelah proklamasi. ”Sekarang. Aidit datang bersepeda membonceng Wikana.” sambung Wikana berapi-api.30 malam.” katanya setengah berteriak sambil mendekati Wikana.” cerita Murad Aidit.

Karawang. di seputar proklamasi. Murad tak ingat pasti apakah Aidit ikut membawa Soekarno ke Rengasdengklok. Hanya banyak juga rekaman sejarah yang tak menyebut keterlibatan Aidit dalam ”perang” antara kaum muda dan kaum tua menjelang proklamasi. Setelah Bung Karno menolak. ketika itu 22 tahun. Kitab Sejarah Perjuangan Pemuda Indonesia terbitan Balai Pustaka—oleh Panitia Penjusun Biro Pemuda Departemen P&K—mencatat hal yang sama. Ada beragam versi peran Aidit. mereka mendengar kabar bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.com 26 . Dia cuma mengingat Wikana dan Soekarni. Aidit memang aktif dalam kelompok pemuda antifasis yang bergerilya di Jakarta pada masa pendudukan Jepang hingga kembalinya Belanda.Sudah lama para pemuda mendesak golongan tua agar memproklamasikan kemerdekaan. Jepang. Golongan tua tak sependapat. Mereka khawatir. pun tak menyebut kehadiran Aidit dalam rombongan ”penculik” (Tempo. Syodanco Singgih. Kepada Z. Agustus 1975). yakni menculik dan membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. A. Soalnya. Dalam tulisannya Sidik menyebut Aidit juga ikut rombongan pemuda menculik Soekarno-Hatta.M. Kamis dini hari itu. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia memilih menunggu instruksi dari Jepang. yang bersama Soekarni membawa Soekarno-Hatta. Soekarno dan Hatta bahkan mengenalnya dengan baik sejak periode awal Angkatan Baru Indonesia di Asrama Menteng 31. dari radio BBC.wordpress. para pemuda yang dipimpin oleh Soekarni nekat menjalankan rencana B. Yasni–tertuang dalam buku Bung Hatta Menjawab–Hatta menegaskan Aidit tak ada di rumah Bung Karno malam itu. Cerita keikutsertaan Aidit ke rumah Soekarno dituturkan Sidik Kertapati dalam buku Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945. Hanafi mengatakan bahwa Aidit terlibat karena mengantarkan Wikana. Jepang akan mengembalikan Indonesia kepada Belanda. London. anggota PETA. http://serbasejarah. Sedangkan dalam buku Menteng 31 Membangun Jembatan Dua Angkatan.

Di sekolah inilah diam-diam Aidit.wordpress. Aidit dan teman-teman mendapat gemblengan dari bapak bangsa seperti Bung Karno.” ujar Murad.Menteng 31 dulunya hotel bernama Schomper I. Jalan Defenci van de Bosch—kini Bungur Raya. ”Meski tak menyelesaikan kuliah. Maklum. M.com 27 . Budayawan dan penerjemah Oey Hay Djoen mengatakan. Aidit dekat dengan Wikana. Di tempat yang kini berubah nama menjadi Gedung Joang 45 itu. Hatta marah.” ujarnya. ketika Aidit mulai terlibat dengan kelompok kiri. Aidit dan Wikana kian rapat setelah Laksamana Maeda. http://serbasejarah. ”Belakangan.H. yang terdaftar sebagai anggota API dengan nomor 13. ”Bang Amat (D. Hanafi. Chalid Rasjidi. Aidit) menjadi Ketua API Jakarta Raya. mendirikan sekolah Dokuritsu Juku (Asrama Kemerdekaan). mengatakan. salah seorang pengasuh sekolah ini. Wikana mereka pilih sebagai ketua. Buku-buku bertema Marxisme dan sosialisme menjadi bacaan utamanya. Sidik Kertapati.N. Setelah proklamasi kemerdekaan. dan Salam membentuk organisasi semi-militer yang beraksi menyerang tentara-tentara Jepang dengan nama Banteng Merah. Nishijima. Saat itu sekitar setahun sebelum proklamasi. Amir Syarifudin. Bung Hatta. Hatta amat menyukai Aidit yang cerdas dan berani. Di bidang keorganisasian mereka membentuk Barisan Rakyat yang mengorganisasi pada petani. Setelah Belanda pergi pada 1942 tempat itu menjadi salah satu basis perlawanan anak muda. Sekretarisnya H. Sekolah ini memanfaatkan fasilitas Kaigun (Angkatan Laut Jepang) di belakang Komando Angkatan Laut Gunung Sahari. pimpinan Angkatan Laut Jepang di Indonesia.M. Wikana menjadi kepala sekolah tersebut. lalu Sekutu yang datang kemudian. dan Ki Hajar Dewantara. Aidit. API segera menjadi momok bagi Jepang. Agustus. yang memimpin perjuangan PKI bawah tanah di Jawa Barat. pelajar sekolah ini ikut berperan dalam mendirikan Republik” (Tempo. Ahmad Soebardjo. dan puluhan pemuda lain menjadi siswa. Chalid Rasjidi. Loekman. aktivis Menteng 31 membentuk Angkatan Pemuda Indonesia (API). pada awal September. 1987).

Massa pun tenang kembali hingga Bung Karno tiba. Massa yang datang sejak pagi mulai marah. Padamu Negeri. Para pemimpin API. termasuk Aidit. Mereka mengajak massa menyanyikan lagu perjuangan. Sebuah gerbong trem sengaja mereka taruh di depan pos untuk bersembunyi saat membidik patroli sekutu. Kalau dikejar.Sidik juga mencatat sebuah pengalaman menarik tentang Aidit sewaktu di lapangan Ikada—sekarang Monas—pada 19 September 1945. di bawah todongan moncong senapan tentara Jepang yang mengelilingi Ikada. Sekitar 30 aktivis tertangkap. Tiba-tiba. Para aktivis API bermarkas di tepi Jalan Kramat Raya. Loekman. dan Maju Tak Gentar.H. Bung Karno tak juga muncul. dan A. Aidit kembali ke jalan. Hanafi. Aidit bersama Suryo Sumanto naik podium. Aidit dan teman-teman berhasil menyogok penjaga penjara dan kabur. Ketika itu API bersama barisan buruh dan tani memprakarsai sebuah rapat raksasa untuk menunjukkan dukungan rakyat kepada para pimpinan negara. memimpin API Jakarta melakukan serangan-serangan ”kecil” kepada tentara Netherlands Indies Civil Administration (NICA) yang datang membonceng sekutu pada 28 September 1945. Mereka merazia Asrama Menteng 31.com 28 . kepergok tentara Inggris yang berpatroli dengan lima truk. mereka berpencar melarikan diri ke perkampungan Kramat Pulo.wordpress. M. Ketika itu Aidit bersama Alizar Thaib memimpin sekelompok pemuda menyerbu pos pertahanan Koninklijke Nederlands Indische Lege atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda. Rapat di lapangan Ikada membuat tentara Jepang naik darah. Namun mereka sial. Hampir setiap jip sekutu yang melaju dari Markas Batalion X di Lapangan Banteng menuju Jatinegara mereka tembaki. Tapi. mereka bawa ke penjara Jatinegara. termasuk Aidit. Dan sejak itu aktivitas Menteng 31 berhenti.M. antara lain Darah Rakyat. Itu terjadi berulang-ulang hingga tentara Sekutu meledakkan markas API. Puncak dari aktivitas ”bawah tanah” Aidit pada periode sekitar kemerdekaan adalah pada 5 November 1945. Tentara Inggris menyerahkan mereka http://serbasejarah. hingga waktu yang direncanakan. Sidik Kertapati.

utara Jakarta. Aidit bebas tujuh bulan kemudian. http://serbasejarah. Ketika itu ibu kota negara sudah pindah ke Yogyakarta. Cuma sehari di Jakarta. setelah kesepakatan Hoge Voluwe di Belanda pada 24 April 1946.wordpress. yang lalu membuang mereka ke Pulau Onrust.ke Belanda.com 29 . menumpang kereta dari Karawang. dia lalu menyusul teman-temannya ke Yogya. di gugusan Kepulauan Seribu.

revolusi itu justru merupakan kegagalan besar kaum revolusioner. lalu dihukum tembak. Untuk merebut kekuasaan.com 30 . Keduanya telah mencoba. Berakhir Seperti Muso *** Muso mengubah paham revolusioner Dipa Nusantara Aidit menjadi aksi. seluruh kekuatan sosialis komunis harus disatukan. Bendera merah bergambar palu arit ditancapkan di banyak tempat. yang kemudian dilibas Belanda. keduanya gagal. banyak yang lebih senior dan berpengalaman. Jawa Timur.*** Karir di PKI . Menurut arsitek pemberontakan PKI di Jawa dan Sumatera pada 1926 itu. PKI tak boleh bergerak sendiri. tiga letusan pistol menyalak di kesunyian Kota Madiun. Muso balik menuduh Soekarno-Hatta sebagai kolaborator imperialis.wordpress. Soekarno meminta rakyat memilih: dirinya atau Muso. yang dicapnya sebagai pengkhianat Republik. Aidit muda ditugasi mengkoordinasi seksi perburuhan partai. KEDATANGAN Muso dari Rusia membangkitkan gairah revolusi Dipa Nusantara Aidit. Magetan. Baginya. http://serbasejarah. bukan sekadar angan revolusi. Puluhan ribu buruh dan tani merangsek mengambil alih kekuasaan pemerintah di daerah-daerah. Aksi massa revolusioner di lapangan berujung getir. Ia begitu terkesan pada gagasan Muso. Sikap ini diyakini Aidit. tepatnya pada dini hari 18 September 1948. Posisi strategis ini merupakan kepercayaan besar bagi lelaki tamatan sekolah dasar itu. Massa yang menyebut dirinya kaum revolusioner bergerak. Menurut dia. dan sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur dikuasai massa PKI. Padahal umurnya baru 25 tahun. Pada pertengahan 1948 itu. buruh dan tani. Muso mencoba mendirikan apa yang disebutnya ”Soviet Republik Indonesia”. Madiun. Cepu. Bukan ke genggaman kaum proletar. Mayoritas pimpinan partai tertangkap. Hanya sebulan setelah Aidit menerima jabatan koordinator seksi perburuhan partai. Blora. Kepemimpinan nasional jatuh ke tangan individu yang ditudingnya borjuis: Soekarno-Hatta. ”Jalan Baru bagi Republik”. kehadiran Muso menjanjikan aksi. Muso mencela Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus. Ini fase penting sekaligus genting bagi karier politik Aidit.

Alimin dkk. ia berhasil mencapai posisi Ketua Comite Central PKI. gerakan gagal karena sepi dukungan rakyat. sebagai pihak yang memprovokasi.wordpress. Didukung sejumlah aktivis muda dalam Kongres V PKI. 1951. Amerika Serikat dicurigai di belakang pemerintah untuk melawan ”bahaya merah”. Ia kerap mencantumkan nama ”Alamputra” di bawah tulisannya. Aidit mencoba membangun kembali partai yang terserak. Seperti Muso. Pengalaman itu terasa semakin pahit bagi Aidit. Ia memakai nama samaran Ganda. Namun. Lewat penerbitan Bintang Merah. Aidit masih setia pada ide Muso. Belakangan. anggota senior politibiro. Aidit cukup beruntung lepas karena tak dikenali. Aidit terus di puncak kekuasaan itu hingga tak lama setelah Gerakan 30 September 1965. Jakarta Utara. Bergerak dalam senyap. Mentor yang digugu. karier politik Aidit makin moncer. Tiga tahun berlalu. Sempat tertangkap di Yogyakarta. dan dikabarkan kabur ke Beijing. sang abang bersembunyi di daerah pelabuhan Tanjung Priok. yang dinilai melakukan banyak kesalahan. Aidit ”hijrah” ke Jakarta. Ia ”mengkudeta” kelompok PKI tua. Tan Ling Djie. Aidit menyebut peristiwa itu sekadar ”permainan anak-anak” (kinderspel). menurut buku karangan Murad Aidit. setelah jadi Ketua Comite Central PKI.com 31 . seorang pentolan partai yang berakhir di ujung bedil. Ia menuduh Mohammad Hatta. perdana menteri saat itu. Muso. didepak karena perbedaan pandangan politik. Cina. http://serbasejarah. ia menyebarkan lagi paham revolusioner dan anti-imperialis. tewas ditembak tentara.Menurut Suripno. Aidit berakhir diterjang peluru. bersama beberapa yang tersisa. Layu dalam dua pekan. Dari Yogyakarta.

N. Dia tidak yakin abangnya yang memerintahkan pembunuhan para jenderal. Rumah Aidit sepi. seorang pemuda sosialis. maka Aidit pun. ia kabur dari penjara dan tinggal di Vietnam Utara. Adam Malik. antara lain.” kata Murad. Murad Aidit. sebagai Ketua Committee Central. ”Sampai sekarang saya lebih bisa menerima tragedi itu karena ada pengkhianat dalam tubuh PKI. Pascapemberontakan yang gagal itu. yakin PKI dalang penculikan dan pembunuhan tujuh jenderal Angkatan Darat. http://serbasejarah. Aidit mengetahui rencana Gerakan 30 September. Di kelompok Menteng 31.com 32 . asrama yang dikenal sebagai ”sarang pemuda garis keras” pada awal kemerdekaan. Sejumlah sejarawan. ia sempat dijebloskan ke penjara Wirogunan. Menjelang ”peristiwa Gerakan 30 September” itu. Murad memang menginap di rumah Aidit di Pegangsaan Barat. Di tempat ini berdiam. dituding sebagai otaknya. Ketika terjadi agresi Belanda. Ada yang menyebut bahwa sebenarnya ia hanya mondar-mandir Jakarta-Medan. Aidit mengawali ”karier politiknya” dari Asrama Menteng 31. Aidit sangat dekat dengan Wikana. Para penghuni Menteng 31 sempat menculik Soekarno dan memaksa si Bung memproklamasikan kemerdekaan Indonesia—sesuatu yang kemudian ditolak Bung Karno.wordpress. dan Sayuti Melik (pengetik naskah Proklamasi). Yogya. Pada ”malam berdarah” itu tak ada tandatanda atau kesibukan khusus di rumah Aidit.” katanya. Tentang kepergiannya ke Vietnam ada pendapat lain. ”Malah saya dipesan mematikan lampu. Dari Menteng ke Pusaran Kekuasaan Sejumlah kesaksian menyebut D. Seberapa jauh dia terlibat? PERISTIWA 42 tahun lalu itu tetap saja masih menjadi tanda tanya keluarga besar Aidit: apa sebenarnya peran Aidit dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 itu? Peran Aidit dalam ”kup” 30 September 1965 memang masih misteri. Aidit disebut-sebut juga berperan dalam pemberontakan PKI di Madiun pada 1948. Karena PKI terlibat. Jakarta Pusat. berkisah.Gerakan 30 September . juga sejumlah kalangan militer. Anak Marhaen Hanafi (pernah menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Kuba). adik kandung Aidit.

Menurut Ganis Harsono. Aidit dikukuhkan menjadi Sekretaris Jenderal PKI. juga ada figur Soekarno yang bisa dipakai mengatasi tekanan lawan-lawan politik mereka. Puncak kerja sama terjadi pada masa Sidik Djojosukarto memimpin PNI. Sumatera Utara. 23 tahun. Ada kesan bahwa Bung Karno berdiri di depan PKI. Pada tahun itu juga partai ini menerbitkan dokumen perjuangan ”Metode Kombinasi Tiga Bentuk Perjuangan”.Yang pasti. Pada Kongres PKI 1954. Aidit lantas meluncurkan dokumen perjuangan partai berjudul ”Jalan Baru Yang Harus Ditempuh Untuk Memenangkan Revolusi”. Bersama ”kelompok muda” partai. perjuangan gerilya di desa-desa oleh http://serbasejarah. Di masa ini PKI menjadi partai komunis terbesar di negara non-komunis dan partai komunis terbesar ketiga di dunia setelah Rusia dan Cina. Lukman. Aidit menyingkirkan tokoh-tokoh lama partai. yang saat itu berusia 27 tahun ”muncul” lagi. 30 tahun. PKI terus maju. ia memindahkan kantor PKI dari Yogyakarta ke Jakarta.com 33 . 30 tahun. Aidit. Kerusuhan yang digerakkan kader PKI itu menjatuhkan kabinet Wilopo. Pada Pemilu 1955. selain sama-sama anti-Barat. Bentuk pertama. Aidit juga membangun aliansi kekuatan dengan Partai Nasional Indonesia (PNI) untuk memperkuat PKI. Saat itu disepakati bahwa PNI tidak akan mengganggu PKI dalam rangka membangun partai. dan Nahdlatul Ulama. sekaligus memberi citra PKI pendukung revolusi Bung Karno dan Pancasila. 6 Juni 1953. Pada kongres itu. Momentum konsolidasi partai terjadi ketika meletus kerusuhan petani di Tanjung Morawa.wordpress. Tokoh partai semacam Tan Ling Djie dan Alimin disingkirkan. Masyumi. seorang diplomat senior Indonesia dalam otobiografinya. dalam kurun waktu inilah karier politik Aidit sesungguhnya dimulai. dan Njoto. Kesuksesan ini memompa semangat baru ke tubuh partai tersebut. PNI dipilih karena. Sudisman. Kerja keras Aidit membuahkan hasil. pengurus PKI beralih ke generasi muda. pada pertengahan 1950. Bisa dibilang. strategi ini berhasil ”menyandera” Bung Karno. Cakrawala Politik Era Sukarno. PKI masuk ”empat besar” setelah PNI. Bersama M.H.

Sjam mengaku dipanggil Aidit pada 12 Agustus 1965.com 34 . khususnya Angkatan Darat. seiring dengan merebaknya kabar kesehatan Bung Karno memburuk. Sejak 6 September 1965. Pada 1964. ia diberi tahu bahwa Presiden sakit dan adanya kemungkinan Dewan Jenderal mengambil tindakan bila Bung Karno mangkat. PKI membentuk Biro Khusus yang langsung dibawahi Aidit sebagai Ketua Committee Central PKI. pembinaan intensif di kalangan kekuatan bersenjata. Tak sampai setahun.kaum buruh dan petani. Pada Juli 1965. Biro Chusus Central (demikian namanya) dipimpin Sjam Kamaruzzaman. Di Jakarta bertiup rumor menyengat. Rapat terakhir. Di rapat ini hadir Letnan Kolonel Untung (Komandan Batalyon I Kawal Kehormatan Resimen Cakrabirawa) dan Mayor Udara Sudjono (Komandan Pasukan Pengawal Pangkalan Halim Perdanakusumah). Sebuah berita dari dokter RRC yang merawat Presiden datang: Bung Karno akan lumpuh atau meninggal dunia. Tugas biro ini mematangkan situasi untuk merebut kekuasaan dan infiltrasi ke tubuh TNI. Dalam pertemuan itu. http://serbasejarah. Saat diadili Mahkamah militer. Gerakan itu dipimpinnya sendiri. Kedua. Biro Chusus berhasil menyelusup ke dalam TNI. Menurut Sjam. gerakan merebut kekuasaan harus dimulai jika tak ingin didahului Dewan Jenderal. menyepakati gerakan dimulai 30 September 1965 dengan Untung sebagai pemimpinnya. disebutkan bahwa Aidit kemudian menyatakan. perjuangan revolusioner oleh kaum buruh di kota-kota.wordpress. yakni TNI. Ada pun Sjam ditunjuk sebagai pemimpin pelaksana gerakan. muncul Dewan Jenderal yang hendak menggulingkan Bung Karno. Sjam lantas menggelar rapat-rapat di rumahnya dan di rumah Kolonel A. terutama kaum buruh di bidang transportasi. Dalam Buku Putih G-30-S/PKI yang diterbitkan Sekretariat Negara pada 1994. Ketiga. Latief (Komandan Brigade Infanteri I Kodam Jaya). Aidit memerintahkan dia meninjau ”kekuatan kita”. 29 September 1965. suhu politik Tanah Air makin panas pula.

com 35 . ”Kami dengar ada pasukan di luar Jakarta yang didatangkan dalam rangka defile Hari Angkatan Bersenjata dengan senjata lengkap. ”Mula-mula mereka saya salami semua. Jawa Tengah. Asahi Evening News. para jenderal ditangkap. Sebelum ditangkap pasukan pimpinan Kolonel Yasir Hadibroto. dan esok paginya ditembak mati. anak buah Untung. Karena merasa bakal terjadi sesuatu. akan berangkat menuju rumah para jenderal. Latief menyatakan. Aidit sendiri belum pernah memberi pernyataan tentang hal ini. Tapi. Keesokan harinya. tidak begitu rencananya. Njoto.” kata Dul Arief. malam hari. menolak diajak menghadap Presiden. http://serbasejarah. Alasannya. Saya betul-betul kaget. dekat Solo. apakah memang benar ada Dewan Jenderal. memilih menjemput ”anggota” Dewan Jenderal untuk dihadapkan ke Soekarno. tapi kemudian Dul Arief bilang semua jenderal mati. Hidup atau mati. para perwira tersebut. koresponden koran berbahasa Inggris yang terbit di Tokyo. A. membawa peralatan berat. Pengakuan itu jatuh ke Risuke Hayashi. Alasan pemberontakan.” kata Latief yang mengaku tidak kenal dengan Aidit. ”Bagaimana kalau para jenderal ini membangkang. Dul Arief melaporkan kepada Latief dan Jenderal Soepardjo bahwa semua telah selesai. Sakirman dan Nyono—semuanya anggota Committee Central—menentang.” katanya. Sjam datang. tiba-tiba. 5 April 1999. Rencana pemberontakan itu sudah mendapat sokongan pejabat PKI lainnya serta pengurus organisasi rakyat di bawah PKI. Menurut Asahi. Gerakan 30 September dirancang untuk menggagalkan upaya kup Dewan Jenderal. yang mengaku terlibat karena loyal pada Soekarno. mereka tak puas dengan sistem yang ada. Menurut Latief gerakan itu diselewengkan oleh Sjam. tetapi Lukman. Aidit dikabarkan sempat membuat pengakuan sebanyak 50 lembar.wordpress. Ia ditangkap di Desa Sambeng.Dalam wawancara dengan majalah D&R. pada 22 November 1965 malam. ujar Latief. Ini apa? Mau defile saja. Aidit mengaku sebagai penanggung jawab tertinggi peristiwa ”30 September”. saat pasukan Cakrabirawa pimpinan Letnan Dul Arief. ”Rencananya akan dihadapkan hidup-hidup untuk men-clear-kan masalah. Rencana kup semula disepakati 1 Mei 1965.” kata Latief. kok. Sjam menjawab.

dan dirinya sendiri. Pertengahan Agustus. Caranya. pada Agustus 1965 kelompok ”bayangan Soeharto” (Ali Moertopo cs) sudah ingin secepatnya memukul PKI.persiapan belum selesai. http://serbasejarah. Soebandrio dalam memoarnya. kata Soebandrio. Soebandrio dan Leimena.com 36 . Aidit membawa seorang dokter Cina yang tinggal di Kebayoran Baru.” kata Aidit. Aidit termasuk yang tahu kabar tentang kesehatan Bung Karno itu bohong. PKI mendapat info bahwa tentara. Leimena. dan Letkol Untung. Aidit. Kesimpulan mereka sama: Bung Karno cuma masuk angin. menyesalkan pengadilan yang tidak mengecek ulang kesaksian Sjam. yang juga dokter. G-30-S didalangi tentara dan PKI terseret lewat tangan Sjam. Akhirnya. Biro Chusus adalah badan PKI tidak resmi. dokter Cina yang ia lupa namanya tersebut. akan memeriksa PKI karena dicurigai mempunyai senjata secara tidak sah. ”Kami terpaksa mempercepat pelaksanaan coup d’etat. Menurut Soebandrio. Sjam bertugas mendekati tentara dan melaporkan hasilnya.wordpress. Njoto. Brigjen Soepardjo. mereka melontarkan provokasi-provokasi untuk mendorong PKI mendahului memukul Angkatan Darat. sejak isu sakitnya Bung Karno merebak. Waktu itu. Menurut Soebandrio. Tentang besarnya peran Aidit dalam peristiwa 30 September ditampik Soebandrio. Hanya. tak semua ”hasil” itu dilaporkan Sjam. disepakati mulai Juli 1965 pasukan Pemuda Rakyat dan Gerwani dikumpulkan di Pangkalan Halim Perdanakusumah. ikut memeriksa Soekarno. atas perintah Menteri Panglima Angkatan Darat Jenderal Achmad Yani. ternyata. diduga Aidit tahu adanya peristiwa G-30-S karena ia membentuk dua organisasi: PKI legal dan PKI Ilegal. dipilih tanggal 30 September. setelah berdiskusi dengan Letkol Untung dan sejumlah pengurus lain pada Juni 1965. Kesaksianku Tentang G-30-S. Akhirnya. khusus hanya kepada Aidit. Alasan Soebandrio. ada lima orang yang bisa ditanya: Bung Karno. sekembalinya dari perjalanan ke Aljazair dan Peking. Aidit kembali melakukan pertemuan rahasia dengan Lukman. Menurut bekas Wakil Perdana Menteri era Soekarno ini. Dalam buku Bayang-bayang PKI yang disusun tim Institut Studi Arus Informasi (1999).

com 37 .” kata dia. lihainya kekuatan Barat atau kekuatan Nekolim (Neo-Kolonialisme dan Imperialisme). http://serbasejarah.Njoto membantah pernyataan Aidit. serta adanya ”oknum yang tidak benar”. Misteri memang masih melingkupi peristiwa ini. sampai-sampai sesudah terjadinya. Saya tidak tahu apa pun. ”Hubungan PKI dengan Gerakan 30 September dan pembunuhan Jenderal Angkatan Darat tidak ada. ”Kami semua tidak tahu apa yang terjadi. Setelah puluhan tahun tragedi itu berlalu. mantan anggota Comite Central.wordpress. Presiden Soekarno sendiri menyatakan Gestok (Gerakan Satu Oktober)—demikian istilah Bung Karno—terjadi karena keblingernya pemimpin PKI. PKI memang terlibat. ”Menurut kami. Keterangan Njoto sama dengan komentar Oei Hai Djoen. Menurut Njoto.” katanya dalam wawancara dengan Asahi Evening News. pertanyaan itu belum menemukan jawabannya. Setidaknya bagi Murad dan anggota keluarga Aidit yang lain. tapi terlibat seperti apa?” kata Murad.

” ujar Soeharto memberi perintah. Karena mendengar peristiwa G-30-S. http://serbasejarah. Ketua Central Committee PKI.*** Dan Soeharto pun Tersenyum *** Ada di mana kamu saat pemberontakan PKI Madiun. yang memberontak sekarang ini adalah anak-anak PKI Madiun dulu. Komandan Brigade IV Infanteri. Pak. Di sana dia bertemu Sri Harto. Sekarang bereskan itu semua! D.N.” jawab Kolonel Yasir Hadibroto. itu dituturkan ulang oleh Yasir dalam Kompas edisi 5 Oktober 1980. Yasir mengawasinya dari jauh. belakang Stasiun Balapan. orang kepercayaan pimpinan PKI sedang meringkuk di salah satu rumah tahanan. Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat. Saat itu dia bersama pasukannya baru saja tiba di Tanjung Priok. Aidit ada di Jawa Tengah. Bawa pasukanmu ke sana. Percakapan di Markas Komando Strategis Angkatan Darat. Hanya dalam beberapa hari Sri Harto melapor: Aidit berada di Kleco dan akan segera pindah ke sebuah rumah di Desa Sambeng. menghilang. Aidit muncul di rumah itu. pada 22 November.” tanya Mayor Jenderal Soeharto. Di hari pertemuan itu. mereka kembali. Rencana pun disusun. Sekitar pukul sembilan malam.” ”Nah. Orang itu dia lepaskan. 2 Oktober 1965. Sumatera Utara. sekitar pukul sebelas siang. Letnan Ning Prayitno memimpin pasukan Brifif IV menggerebek rumah milik bekas pegawai PJKA itu. Dan benar. ”Kompi saya lalu mendapat tugas menghadapi tiga batalyon komunis di daerah Wonosobo. Brigif IV sebenarnya tengah melakukan operasi di Kisaran. Jakarta. menumpang vespa Sri Harto.com 38 .wordpress. Yasir pun memboyong pasukannya ke Solo. tentara telah mulai mengejar orang-orang Partai Komunis Indonesia yang dituduh terlibat G-30-S. Tapi Dipa Nusantara Aidit. ”Saya waktu itu baru saja dihijrahkan dari Jawa Barat.

Sayang. selanjutnya harus bagaimana. Ke sana Yasir membawa tahanannya. Yasir tak mau. Tekadnya bulat. waktu digerebek Aidit bersembunyi di dalam lemari. Trisno menunjuk sebuah sumur tua di belakang rumahnya. Setengah membujuk dia membawa Aidit ke markas mereka di Loji Gandrung. Pangdam Diponegoro kemudian membakar dokumen itu. Menjelang dini hari Yasir kebingungan. pada pagi buta keesokan harinya.com 39 . ”Jika diserahkan kepada Bung Karno. Siti Hartinah Soeharto: Ibu Utama Indonesia. Ini membuat Yasir dan anak buah marah. ”Ada sumur?” tanyanya kepada Mayor Trisno.wordpress. Isinya. sang Ketua membuat pengakuan tertulis setebal 50 halaman. Mereka menggunakan tiga buah jip. ”Mau apa kamu?” Aidit membentak anak buah Yasir itu saat keluar dari lemari. Saat terang tanah iring-iringan itu tiba di Boyolali. Kabarnya. lll http://serbasejarah. wartawan gaek yang kala itu sedang meliput di Solo. hanya dia yang bertanggung jawab atas peristiwa G-30-S. tapi Aidit malah berapi-api pidato. Yasir membelok masuk ke Markas Batalyon 444. Aidit berkali-kali minta bertemu dengan Presiden Soekarno.Alwi Shahab. Prayitno sendiri yang menemukannya.” kata Yasir seperti dikutip Abdul Gafur dalam bukunya. Malam itu juga Yasir menginterogasi Aidit. Maka: dor! Dengan dada berlubang tubuh gempal Menteri Koordinasi sekaligus Wakil Ketua MPRS itu terjungkal masuk sumur. berhasil mendapatkan bocoran pengakuan Aidit untuk korannya. dia mempersilakan Aidit mengucapkan pesan terakhir. koresponden Asahi Evening News di Jakarta. menurut Yasir. Di tepi sumur. pasti akan memutarbalikkan fakta sehingga persoalannya akan jadi lain. Yasir membawa Aidit meninggalkan Solo menuju ke arah Barat. tapi segera menguasai keadaan. Risuke Hayasi. Tanpa sepengetahuan dua jip pertama. Akhirnya. antara lain. komandan batalyon. Aidit yang diborgol berada di jip terakhir bersama Yasir. menulis di harian Republika. Prayitno keder pada mulanya. Entah bagaimana.

pukul 3 sore. Pak?” Soeharto tersenyum. termasuk keputusannya membunuh Aidit. Yasir bertemu Soeharto di Gedung Agung. sang kolonel memberanikan diri bertanya: ”Apakah yang Bapak maksudkan dengan bereskan itu seperti sekarang ini.24 November 1965.wordpress.com 40 . Yogyakarta. Setelah melaporkan pekerjaannya. http://serbasejarah.

”Eksekusi-nya subuh-subuh. Berbilang kawan dekat ayahnya dia tanyai. Setelah puluhan tahun. Ketua Umum Comite Central PKI. banyak orang meyakini. Empat tahun lalu dia memutuskan datang sendiri ke tempat yang diduga sebagai pusara ayahnya.*** Kuburan Aidit : Rahasia Sumur Mati *** Aidit konon dikuburkan di Boyolali. Pohon mangga dan jambu biji menaunginya di kanan-kiri. Pada suatu malam di tahun berdarah 1965. Anaknya pernah berziarah ke sana.” Tamam menirukan Yasir. bangunan ini adalah bagian dari kompleks markas Batalion 444 TNI Angkatan Darat di Boyolali— sebuah kota kabupaten sekitar 25 kilometer di sebelah barat Solo. 71 tahun. Jawa Tengah.com 41 . Saat itu dia hanya berbekal sepotong informasi dari koran bahwa Aidit tewas ditembak di Boyolali. Tak ada satu pun penanda yang menunjukkan bekas sumur di pekarangan belakang gedung tua itu. dikuburkan pada 23 November 1965.” katanya. Salah satunya Mustasyar Nahdlatul Ulama Boyolali. Saat itu Tamam muda adalah aktivis Gerakan Pemuda Ansor. Kepada Tempo dua pekan lalu. Sewaktu didesak menceritakan bagaimana pucuk pimpinan PKI itu tewas. dia bertemu Kolonel Yasir Hadibroto dalam sebuah rapat organisasi massa di pendapa kabupaten. ”Dia diberondong senapan AK sampai habis 1 magasin.wordpress. ”Sejak lulus kuliah sampai 1998. ”Ini arloji Aidit. Jawa Tengah.” Sejumlah sumber lain membenarkan cerita Tamam. Meski tak berbekas. Tamam Saemuri. cerita itu sampai juga ke telinga putra Aidit. http://serbasejarah. tapi tak ada satu pun yang tahu nasib Aidit selepas meninggalkan Ibu Kota. Hanya itu. Yasir berujar. Se-akan meneguhkan ucapan kepada lawan bicaranya. Dulu. Yasir menunjukkan jam tangan yang dia kenakan.” katanya tatkala dihubungi pekan lalu. Ilham. di sepetak halaman itu pernah ada sebuah sumur tua tempat jenazah Dipa Nusantara Aidit. dia bercerita bahwa dalam pertemuan itu Yasir mengumumkan pasukannya telah menembak mati Aidit beberapa hari sebelumnya. Hamparan tanah berkerikil itu ditumbuhi labu siam dan ubi jalar. saya selalu mencari kuburan ayah dengan sembunyi-sembunyi. organisasi yang banyak terlibat dalam ”operasi pembersihan”.

yang kemudian memimpin operasi penculikan sejumlah jenderal pada malam 30 September. PKI meraih kemenangan besar di sana.wordpress. konon. telah lama warga setempat berusaha menghindari bekas sumur tua itu. Tak sampai 100 meter dari sana.com 42 . Wakil Ketua Majelis MPR Sementara itu ditembak mati. ”Pernah ada orang yang mau membuat bak sampah tepat di atasnya. Pekarangan tersebut bagian dari satu rumah berarsitektur tua yang sekarang menjadi gedung Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah. http://serbasejarah. sampai dua kali diuruk batu setelah November 1965. Kompleks gedung markas Batalion 444 juga dibongkar dan kini hanya menyisakan sebuah gedung tua. Sumur tua itu. justru muncul pecahan tulang tempurung tengkorak. Ada upaya sistematis untuk membuat peristirahatan terakhir Aidit dilupakan orang. Dia menambahkan.Menemukan makam Aidit bukan perkara mudah. Gedung itu sekarang digunakan sebagai mes pegawai Komando Distrik Militer (Kodim) Boyolali.” katanya. Di sanalah.” kata Ilham. Tahun-tahun menjelang 1965. misalnya. Si penghuni ini menolak disebut namanya karena khawatir keselamatannya terancam. ada sebuah lokasi lain yang juga disebut-sebut berhubungan dengan Aidit. tapi cangkulnya membentur batu keras. Dan seorang penghuni di mes Kodim membenarkan pekarangan belakang gedung itu disebut-sebut sebagai lokasi kuburan Aidit. bahkan bagi anaknya. Saat bergeser beberapa meter ke samping. Batalion 444 dikenal sebagai kesatuan tentara pro-komunis. Dalam pemilu 1955 dan pemilihan kepala daerah dua tahun sesudahnya. Lubang itu buru-buru ditutup lagi. Boyolali juga dikenal sebagai basis PKI Jawa Tengah. Tempo mendatangi lokasi itu dua pekan lalu. “Mereka mengetahui lokasi ini dari sumber-sumber kredibel yang terlibat langsung dalam pembunuhan anggota PKI saat itu. Salah satu komandan kompinya adalah Letnan Kolonel Untung Syamsuri. Pencarian Ilham baru berbuah ketika sebuah lembaga swadaya masyarakat lokal di Boyolali menghubunginya dan menceritakan temuan mereka.

” kata Ilham kepada Tempo. setelah ditembak di sana. gedung sekolah itu dahulu dijadikan semacam kamp tahanan.” katanya pelan.wordpress. rumah itu digunakan sebagai Sekolah Pendidikan Guru. ”Kami harus bersabar. baru jenazahnya dimasukkan ke sumur di sebelahnya. Lokasinya tak jauh dari Pasar Boyolali. Mbah Jungkung. Bahkan. ”Naluri saya mengatakan memang di sinilah tempatnya. Ilham mengaku tak kuasa menahan getaran hatinya.com 43 . Para anggota dan simpatisan PKI dikumpulkan di situ sebelum dieksekusi. yang berhadap-hadapan dengan markas polisi militer Kodim Boyolali dan gedung yang dulu digunakan sebagai Sekretariat PKI.” http://serbasejarah. Putra Aidit itu juga mengaku memendam keinginan untuk memindahkan jenazah ayahnya ke tempat yang layak. ”Tapi mungkin belum bisa sekarang. seorang pensiunan pegawai negeri setempat yang banyak mengetahui ihwal kejadian pada masa itu. Pada 1965. lll Ketika akhirnya berdiri di samping pusara ayahnya pada 2003 lalu. membenarkan kisah Ilham.” katanya dengan suara tercekat.”Jadi. menurut dia.

Aidit di Jalan Pegangsaan Barat 4. Abdullah menginap di rumah D. yang pergi tanpa pamit. ”Mereka berteriak-teriak dan melempar rumah kami. ada yang dibuang ke Pulau Buru. Dia akhirnya meninggal ketika rumah itu kosong karena Marisah. takut terkena getah G30S. Karena tak ada yang mengurus. ayahnya kemudian terbang ke Belitung atas bantuan Wakil Perdana Menteri Chaerul Saleh.N. Irfan. Jakarta Selatan. Aidit). Kejadian itu berlangsung pada hari ditemukannya jenazah lima jenderal di Lubang Buaya.Keluarga Besar Aidit . jenazah Abdullah membusuk tiga hari. Sesudah Malam Horor itu Dari sebuah keluarga yang sentosa. istri kedua Abdullah. keluarga D. Tetangga sekitar jarang ke rumah itu. http://serbasejarah. Abdullah sudah pindah dari Belitung ke Jakarta karena menjadi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Ada yang masuk penjara. tengah menginap di rumah saudaranya. Abdullah lalu mengasuh tiga cucunya: Iwan. Abdullah Aidit (Ayah D. D. Tiga tahun menetap di Belitung. di rumah itu masih ada dua pembantu dan keluarga dari Belitung. D.com 44 . Jakarta Pusat. dan Ilham. Menurut Murad Aidit. Abdullah kerap membesarkan hati cucu-cucunya. Dua anak gadisnya menjadi eksil dan berpindah dari satu negara ke negara lain.” Tiga anak laki Aidit itu kemudian diangkut seorang paman ke Kebayoran.N. Aidit tak kunjung pulang. Jenazahnya Membusuk Tiga Hari Malam 30 September 1965.wordpress.N. dibawa pergi tiga orang tentara bersama pengawal pribadi bernama Kusno. Si kakek melihat massa yang beringas datang ke rumah. Yang satu dari Masyumi bernama Aidid. Aidit luluh-lantak setelah horor 30 September 1965.” kata Ilham Aidit kepada Tempo. putra bungsu Abdullah Aidit.N.N. Pada 1965 itu. Aidit. Beruntung. Dia melihat anak sulungnya. demikian pula dengan Soetanti. Abdullah jatuh sakit. Banyak orang mengira dia wakil dari Masyumi karena saat itu ada dua anggota Dewan dengan nama yang mirip. yang lain Abdullah Aidit yang ke Senayan karena kiprahnya dalam organisasi Nurul Islam. istrinya. ”Sebentar lagi ayah dan ibu kalian datang menjemput. Anak dan istri pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) itu cerai-berai.

Penyair Chairil Anwar adalah sohib kentalnya.N. Sebelumnya dia adalah pegawai rendahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum Tanah Abang. Aidit cuma memberikan pesan singkat kepada Murad. Sehari setelah pembunuhan para jenderal. Aidit).Basri Aidit (Adik D. Selama sang ayah di pembuangan. Jakarta Pusat. hidup keluarga ini amat bergantung pada bantuan saudara. Ia ditahan di penjara Kramat.N. Pada saat peristiwa 30 September 1965. Akibat kurang gizi dan makan tak teratur selama ikut Tentara Pelajar. Ketika meninggal dunia. Basri gampang dikenali. Aidit.com 45 . dia sempat menderita TBC dan diopname enam tahun. Murad menginap di rumah D. Di sana dia berkebun sambil mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak tetangga. Murad datang ke Jakarta setelah tamat sekolah menengah zaman Belanda.N. Karena ikut D. Atas bantuan keluarganya di Belitung. ”Matikan lampu depan.N. Basri keluar dari Buru pada 1980. Aidit sejak remaja. Diisolasi di Unit 15 Seperti saudara-saudaranya yang lain. dia cuma mewariskan uang Rp 2.wordpress. ia dibekuk bersama sejumlah orang PKI lainnya. Murad Aidit (Adik D. Peristiwa 30 September 1965 meletus cuma beberapa hari setelah dia pindah kerja di kantor Comite Central PKI di Kramat. Murad banyak mengenal teman Aidit yang aktif di Menteng 31.” http://serbasejarah. Jawa Barat. Aidit). anak-istrinya menjual habis barang di rumah untuk bertahan hidup. dan teman. Setelah semuanya ludes.5 juta kepada anak cucunya. Jadi Tukang Kebun di Bogor Nasib Basri memang paling apes. Bekerja di kantor PKI. asrama mahasiswa zaman itu. Lulusan fakultas ekonomi dari Universitas Lumumba Moskow ini berkawan dengan banyak sastrawan. kenalan. kemudian pada 1969 dibuang ke Pulau Buru. dia bisa membeli sebuah rumah di Bogor. Sebelum pergi dengan tiga orang tentara yang menjemputnya.

Jakarta. Saat itu usia Sobron baru 13 tahun. meninggal tak lama setelah bebas dari penjara wanita Pelantungan. Markas yang biasanya meriah itu sunyi senyap. http://serbasejarah. Malam setelah sajak itu dimuat. ketika kembali ke rumahnya di Depok. Noer Cahya. nasi campur. dan ruparupa lauk. Murad ditangkap beberapa hari kemudian. Sobron menyantap soto. lalu ke rumah tahanan khusus di Salemba. empal. dia sempat datang ke kantor PKI. Sesudah makan. Pada 1971 Murad dibuang ke Pulau Buru. Sebagaimana anggota PKI lainnya. Murad dipenjara berpindah-pindah. Semula ditahan di Bogor. Ini unit khusus untuk menahan petinggi PKI dan mahasiswa yang pernah dikirim Soekarno belajar ke luar negeri. Asrul Sani. Ketika peristiwa G30S meletus. setelah itu di Bandung. Jakarta Pusat. Sobron menimba banyak ilmu. Kegemaran itu kian menyala setelah dia datang ke Jakarta pada 1948 dan bertemu dengan Chairil Anwar. Kini keduanya tinggal di Depok dan hidup dari pekerjaan menerjemahkan buku. Dibantu Chairil.com 46 . Di pembuangan itu dia diisolasi di Unit 15. Tapi kontrak tak diperpanjang akibat peristiwa itu. Sobron Aidit (adik tiri Aidit). Di tengah kegentingan situasi Jakarta saat itu. Jawa Tengah. Jassin. puisi Sobron ketika itu muncul di Mimbar Indonesia. Hingga Wafat di Paris Sejak remaja Sobron suka sastra. Istrinya. Dari Chairil.B.Esok harinya. Murad kemudian menikah lagi dengan Lilik Hartini. Sobron berada di Beijing untuk mengajar bahasa Indonesia. Murad bebas pada 1979. Dia kemudian menjadi petani di negeri tirai bambu itu dan menikahi gadis setempat. Murad baru tahu bahwa sejumlah jenderal dibunuh dan PKI dituduh terlibat. Tapi dia tidak berusaha sembunyi. Kebetulan Chairil adalah teman Murad dan kerap bermalam di kos Murad di Gondangdia.wordpress. Chairil mentraktirnya makan-makan. Kendal. Sobron baru tahu bahwa uang makan adalah honor puisinya di Mimbar Indonesia. juga sastrawan lain seperti Rivai Apin. dan H.

J. terbit pada November lalu. 3 Beethoven. abangnya.wordpress. Soetanti bertengkar keras dengan D.com 47 . Jatuh Cinta pada Gadis Vietnam Saat peristiwa 30 September meletus. Di ibu negeri beruang merah itu. ”Dua orang bocah kemudian diambil sebagai anak angkat. Anak tunggalnya meninggal secara misterius dan dikuburkan di Inggris beberapa tahun lalu. Ia. Aidit. misalnya.” kata Ilham aidit. Agar aksi penyamaran ini sukses. Pada 1984 dia mendapat suaka politik di Belanda dan tinggal di sana hingga sekarang. Tiga hari setelah malam kelabu itu. Tanti dan Pak Bupati itu pura-pura menjadi suami-istri. http://serbasejarah. satu-satunya adik Aidit yang pernah naik mobil dinas menteri koordinator bernomor B 13. Kalau Aidit harus bekerja hingga larut. Dia menikahi gadis Vietnam. Tak lama di Boyolali. Dokter Soetanti (Istri Aidit) . Asahan enggan pulang. pada 1981 ia pindah ke Paris. Tetapi Aidit memilih pergi. Asahan Aidit (adik tiri Aidit). Dari sana Asahan pindah ke Vietnam dan meraih gelar doktor dalam bidang bahasa di sana. Belakangan baru terungkap. Sobron mendirikan Restoran Indonesia di Rue de Vaugirard. Bersama eksil lainnya. Asahan termasuk dekat dengan Dipa Nusantara. Mendengar sanak familinya di Indonesia diuber-uber. Paris. Razia Agustus.Sempat menjadi penyiar dan redaktur Radio Beijing. Tanti ingin suaminya tetap tinggal di rumah dan tidak mengikuti kemauan para penjemputnya. Sobron meninggal pada Februari 2007 karena penyumbatan darah di otak. Asahan yang ”disewa” untuk memutar musik-musik klasik. Buku terakhirnya. Aidit biasanya minta diputarkan Symphony No. Kusni dan Umar Said. Asahan sedang di Moskow. di kawasan Luxembourg.N. Asahan sedang memperdalam studi filologi. dia kembali ke Jakarta dengan cara menyamar. Dia kemudian pergi ke Cina.J. Menyamar Jadi Istri Orang Malam 30 September 1965. Tanti menyusul suaminya ke Boyolali dan bertemu Bupati Boyolali yang juga tokoh PKI. Tanti menghilang dari rumah meninggalkan tiga anak lakinya yang masih kecil.

bajunya kekecilan. ”Mereka tidak pernah manja kepada dua orang tuanya. Rusia. kerap menatap anak sulungnya itu secara sembunyi-sembunyi. Ibarruri Putri Alam dan Ilya Aidit (dua putri D. Setelah sembilan tahun sakitsakitan. Dalam sel ia kerap membuat baju untuk anaknya meski salah ukuran: dia selalu menduga anak-anaknya masih kecil.” kata Ilham. Tanti masuk sekolah kedokteran di Semarang atas biaya R. Soalnya. Menolak untuk meneruskan jabatan sang bapak. Ada yang aneh dari liburan kali ini. sampai akhirnya para tetangga curiga karena Pak Bupati ini selalu bilang ”injih-injih” kepada istrinya. Koesoemodikdo. Jakarta.” kata Ilham. pada 1958. Setahun kemudian Ilya yang baru berumur delapan tahun menyusul. Tanti wafat pada 1991. Sandiwara itu sukses berbulan-bulan. Ibu Tanti. keduanya ditangkap.N.wordpress.M Susalit. Sang ayah. Dari situ. Iba sudah menginjakan kaki di Moskow. Aidit). ayah Tanti. ”Seperti ada sesuatu dalam tatapannya itu. ”Begitu dipakai. Tanti berpindah dari satu penjara ke penjara lainnya hingga 1980. Moedigdo. Sikap dua anak angkat juga mencurigakan. Kartini. http://serbasejarah.”Suami-istri” ini kemudian mengontrak sebuah rumah di Cirendeu. Tanti memperdalam ilmu kedokterannya di Korea dan menjadi dokter ahli akupunktur yang pertama di Indonesia. Siti Aminah. Di antaranya tahanan Kodim 66 dan Penjara Bukit Duri. adalah keturunan ningrat Minang dan teman sekolah Sutan Syahrir. Lepas dari penjara Tanti masih sempat berpraktek sebagai dokter. Memilih Berlabuh di Paris Keduanya terakhir bertemu sang ayah ketika berlibur ke Jakarta pada Mei-September 1965.A. kata Ibarruri. Kakeknya. Sekitar 16 tahun Soetanti tidak berjumpa anaknya. Setelah ditangkap. Ketika itu masih remaja. paman yang memelihara bocah-bocah itu tak berani membawa mereka menjenguk ibunya di Bukit Duri.” kata Iba. adalah Bupati Tuban yang pertama.com 48 . memilih merantau ke Medan. saudara sepupu ayahnya. Soetanti bukan wanita biasa. yang juga putra tunggal R. Bersama ibunya. Setelah menikah dengan Aidit.

Ihlam selalu teringat akan pengalaman menggetarkan ini. Tuan rumah ini mengajak petugas itu ke halaman di mana Ilham dan Irfan tengah main kelereng. adik lelaki Soetanti yang bekerja sebagai direktur perusahaan pelayaran Djakarta Lloyd. Dari rumah pamannya di Kebayoran itu ketiga anak itu dipindahkan ke Bandung dan menetap di rumah Paul Mulyana. Ilham dan Irfan kelas satu. Iwan Ilham dan Irfan dijaga Abdullah Aidit. sebelum akhirnya menetap di Paris hingga sekarang. saudara lain ibu mereka. Sepuluh tahun mereka tinggal bersama keluarga itu. lama kedua remaja itu tak tahu keadaan keluarga. Belakangan. Setelah Paul pindah ke Belanda untuk meneruskan kuliah. Disapa Sarwo Edhie Setelah sang ayah pergi pada malam 30 September 1965. dua petugas itu menyarungkan pistol http://serbasejarah. Tiga anak ini kemudian dijemput Om Bayi. Cina.wordpress.com 49 . Pada 17 Februari 1970 mereka pindah ke Beijing. sedangkan Iwan kelas enam. Koran-koran mengabarkan Aidit ditembak mati di Boyolali. Bandung. Mengetahui dua anak itu masih kecil-kecil. Yohanes mengangguk. empat orang petugas datang ke rumah Yohanes dan bertanya betulkah dia memelihara anak-anak Aidit. Hampir Ditembak. Mereka sekolah di SMP Aloysius. Saat itu mereka bersekolah di SD Cikini. Iwan Aidit dan si Kembar Ilham dan Irfan . seorang utusan dari Partai Komunis Soviet menemui mereka dan mengabarkan bahwa sang ayah telah ditembak. tiga bocah ini pindah ke rumah saudara Paul lainnya bernama Yohanes Mulyana. Ketika usianya 9 tahun. dan sang ibu menghilang beberapa hari kemudian.Setelah peristiwa G30S. Dua gadis itu kemudian berkelana dari suatu negara ke negara lain. Ada yang bilang ayah kedua remaja melarikan diri ke Hong Kong dengan kapal selam. kakeknya. Di koran beredar informasi rupa-rupa: ada yang menulis Aidit telah mati. Dari situ mereka ke Burma. 23 November 1965.

”Kami selamat karena umur.com 50 .” kenang Ilham.wordpress. Ilham memberitahukan bahwa dia sudah jadi kepala operasi. Iwan yang sudah agak besar tidak di tempat. Ketika sekolah di SMA Kanisius. Dari Brouwer dia tahu bahwa ada versi lain soal peristiwa 30 September itu. ”Aku didekap sama dia. Tidak lama. ”Yang penting sekolah setinggi mungkin. Irfan. komandan pasukan khusus yang membasmi PKI pasca-G30S. ”Ini bentuk rekonsiliasi yang lengkap.” kata Ilham. Ilham gemar mendaki gunung dan menjadi anggota kelompok pecinta alam Wanadri. Bandung. Itu membuat kehidupan lebih baik.” Beruntung. Sarwo Edhie lalu berkisah tentang peristiwa 30 September 1965 itu. meski sebenarnya tidak begitu lancar. melewati hari-hari itu dalam diam.” katanya. tidak meminta maaf. ia bertemu pertama kali dengan Sarwo Edhie pada 1981. ”Kamu bisa menerima ini kan?” kata Sarwo. Saat itu Ilham menjadi komandan operasi pendidikan dasar Wanadri. Brouwer.” tutur Ilham sembari tertawa. Tapi Ilham lega. M.” sahut Sarwo Edhie. menasehatinya agar tabah. Menurut Ilham.N. Sarwo Edhie mendatanginya. Aidit. Ilham kemudian kuliah di Jurusan Arsitek Universitas Parahyangan. ”Aku betul-betul gemetar. Sarwo Edhie kemudian meminta waktu berbicara berdua. Sarwo Edhie adalah anggota kehormatan Wanadri.A. Irfan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Tangkuban Perahu. ”Kamu sekarang jadi apa nih?” tanya Sarwo. sebaliknya. Sarwo. dan Iwan di Institut Teknologi Bandung. Di situ dia mengenal Letnan Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. Sekitar pukul 6. sewaktu dia dilantik menjadi anggota Wanadri. yang mengajar di sekolah. kata Ilham. ”Aku jawab lancar. Mereka menyingkir ke tebing Kawah Upas. Ilham kerap berkelahi karena sering diejek sebagai anak D. hanya belasan detik.30 pagi. Sarwo Edhie bertanya tentang kabar dan kuliah Ilham.” kata Brouwer sebagaimana dikisahkan Ilham. ”Bagus. Seorang rohaniwan Katolik.dan berlalu. http://serbasejarah. Pertemuan kedua berlangsung pada 1983 dalam sebuah acara pelantikan anggota baru Wanadri di Kawah Upas.

sedangkan Iwan menjadi warga negara Kanada dan bekerja di sebuah perusahaan pertambangan. Adapun Ilham selalu pindah kerja. Sang kakak. Irfan kini menetap di Cimahi. persis ketika pemerintah gencar melakukan screening terhadap anak-anak mantan anggota PKI. ikut serta dalam proses rekonstruksi Aceh pasca-tsunami.wordpress. Iwan.com 51 . mereka membuat aku tidak betah supaya keluar. Jawa Barat. http://serbasejarah.Lulus jadi arsitektur pada 1987. Ilham lalu membuka usaha sendiri di bidang arsitektur.” Sejak 1992. Sejak dua tahun lalu Ilham menetap di Bandung setelah tinggal di Bali selama 10 tahun. Pada 1980 ketiga anak laki-laki itu bertemu sang ibunda dan mendapat kontak dengan Iba dan Ilya di Paris. ”Begitu mereka tahu aku anak Aidit. dikeluarkan dari sebuah perusahaan ternama setelah diketahui anak PKI. Dia juga kerap bolak-balik ke Aceh.

Tapi. empat puluh dua tahun berselang. Sehingga diam-diam mereka melancarkan serangan propaganda untuk menghabisi TNI Angkatan Darat. Mereka. bermula dari ketidaksetujuan Yani dengan keinginan PKI mengganti ideologi Pancasila menjadi komunis. Berikut ini tanggapan anak-anak Pahlawan Revolusi tentang kejadian itu. semula tidak tahu persis siapa dalang pembunuhan ayahnya. mereka membentuk Forum Silaturahmi Anak Bangsa.com 52 .” ujar Amelia.N. Itulah terakhir kali mereka melihat ayahanda masing-masing: meninggalkan rumah. Aidit bertanggung jawab atas kejadian berdarah di malam mengerikan itu. trauma belum juga pergi. ”Aidit ingin merebut kekuasaan dan menganggap Yani dan jenderal lainnya sebagai penghalang. ”Mereka melihat Angkatan Darat sebagai penghalang mereka. Jakarta Pusat.wordpress. dini hari. Rangkaian adegan itu masih bergerak perlahan di kepala mereka. terutama Yani dan jenderal-jenderal lain yang pernah bersekolah di Amerika. Belakangan. Mereka merasa D. Namun kedekatan Aidit dengan Soekarno menyebabkan PKI tidak bisa disingkirkan begitu saja. Perseteruan dengan Aidit. masih remaja. juga tentang D.N. Sebaliknya. guna mencari kebenaran di balik peristiwa itu.*** Aidit dan Serangan di Pagi Buta *** Jumat. 30 September 1965. Amelia Achmad Yani Amelia. putri ketiga Letnan Jenderal Achmad Yani. Aidit. Hal ini telah disampaikan beberapa kali oleh Yani kepada Presiden Soekarno. Ia menyaksikan sejumlah tentara Cakrabirawa bersenjata lengkap menghabisi nyawa ayahnya pada pagi buta di rumah mereka di Jalan Lembang. dia tahu pelakunya adalah G-30-S/PKI pimpinan Dipa Nusantara Aidit.” kata Amelia. Menteng. kata Amelia. kini 58 tahun. anak-anak Pahlawan Revolusi. masih berusia 16 tahun. http://serbasejarah. yang sekarang jadi pengusaha di Yogyakarta. tapi mereka sepakat tidak membalas dendam. Amelia. bersama pasukan berseragam Cakrabirawa.

PKI tidak cerdik dalam strategi. Pandjaitan memang paling tragis. melesakkan peluru ke kepala Pandjaitan saat jenderal bintang satu itu berdoa. dihantam peluru panas pasukan Cakrabirawa. yang luasnya 700 meter persegi. Pembunuhan D.” http://serbasejarah. ”Kekuatan PKI saat itu luar biasa. PKI juga menyebarkan isu Angkatan Darat telah membentuk Dewan Jenderal untuk melancarkan usaha kudetanya terhadap Presiden. Sumatera Utara.wordpress. Salomo Pandjaitan ”Suara tembakannya saja masih terngiang sampai sekarang. Amelia menilai PKI sebenarnya tidak memiliki kekuatan apa-apa. Mereka diisukan akan berkhianat. kata Amelia. ”Jadinya pontang-panting setelah pembunuhan itu. ”Dia sudah hitung-hitungan siapa yang berkuasa jika Presiden Soekarno meninggal. di antaranya Pembantu Letnan Satu Sudjono di Bandar Betsi.Dalam pidato di depan taruna TNI Angkatan Laut pada 1964.” ujar Amelia. otak ayah saya berhamburan.) dan menggunakan Soekarno. Amelia mengaku tidak banyak tahu soal Aidit. yang datang di pagi buta ke rumah mereka. putra ketiga Brigadir Jenderal Donald Ishak Pandjaitan.” katanya. Aidit menyebut jenderal lulusan Amerika sebagai jenderal Pentagon berkulit sawo matang yang berbahaya. Tukang jahit kami saja ikut baris-berbaris di siang bolong mengikuti rapat raksasa PKI. Waktu itu Salomo masih 13 tahun. Tidak hanya itu. kini 55 tahun.” ujarnya. Dengan kekalahan dalam waktu singkat itu.” kata Salomo Pandjaitan. Pandjaitan baru saja melipat tangan ketika senapan meletus.com 53 . yang sering mendengar percakapan politik antarjenderal di rumahnya.I. ”Ada 360 peluru ditemukan di rumah kami.” kata Salomo. kata Amelia. PKI membunuh beberapa prajurit TNI di sejumlah daerah.” ujar Amelia. Sayang. bapak saya tidak boleh hidup karena akan menghalanginya. Yang jelas. ”Bagaimana saya tidak benci dia? Di depan kepala saya. ”Mereka hanya berlindung (di belakang Soekarno—Red. Pasukan Cakrabirawa. Ia hanya melihat Aidit sebagai ahli propaganda ulung yang sangat berambisi untuk berkuasa. Puncaknya.

ya. adalah dalang Gerakan 30 September. yang kini pengusaha. Tidak mudah menyingkirkan kekuatan politik Angkatan Darat saat itu.wordpress. sehingga kelompok lain. dipanggil Riri. dengan kekerasan. Namun Riri mengakui peran politik PKI pada 1965 cukup besar. kesayangan Soekarno. ”Karena waktu itu PKI merupakan partai paling kuat dengan anggota yang sangat militan. ayahnya telah terkapar bersimbah darah dan diseret ke atas truk. Ia terbangun ketika mendengar tembakan menghantam kamar ayahnya. cara terbaik adalah membunuh mereka. ”Aidit adalah pengkhianat. di mata Salomo. Meski begitu. Riri putra ketiga Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Harjono. Saat itu Rianto Nurhadi. Aidit akhirnya berhasil menjalankan rencananya. selalu berapi-api. PKI juga kuat karena didukung Soekarno dan negara luar seperti Cina dan Rusia. yang ingin membelokkan ideologi negara. baru sembilan tahun. ”Waktu itu.” ujar Salomo. Semua berawal dari perseteruan TNI Angkatan Darat dengan PKI. ”Satu-satunya cara. Apalagi Achmad Yani.” kata Salomo.Bagi pensiunan karyawan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ini. saya belum merasakan pengaruh PKI pada diri saya.” Rianto Nurhadi Harjono ”Saya trauma bahkan masuk rumah sakit selama empat hari setelah peristiwa itu. Salah satunya dengan mendekati dan mempengaruhi Presiden Soekarno. Aidit selalu mencari pengaruh. Salomo membatasi kebenciannya hanya kepada Aidit. D.” katanya. http://serbasejarah. Justru pembunuhan terhadap para jenderal yang memacu saya jadi antikomunis. Walau orang tuanya menjadi korban. Selang beberapa menit. pandai mengobarkan semangat anggotaanggotanya. Ia sempat mendatangi ayahnya. tapi sang ayah memberi kode agar ia berlindung bersama ibu dan saudaranya di kamar lain.” Aidit. Riri tidak bisa memastikan apakah PKI satu-satunya dalang pembunuhan itu. ”Bukan kepada anak atau keluarganya. pemimpin Angkatan Darat. Dalam ingatan Salomo. Karena itu. Ia juga berpidato seperti Soekarno.N.com 54 .” kenang Rianto Nurhadi.

Tidak ada suara tembakan. namun dihalangi Angkatan Darat.” kata Riri. http://serbasejarah.” ujarnya. agar bisa berkuasa. Di kemudian hari. Kami keluarga Pahlawan Revolusi dan keluarga PKI sama-sama jadi korban. menjadi khawatir.di antaranya TNI Angkatan Darat. ia baru tahu bahwa ayahnya diculik dan dibunuh PKI.com 55 .wordpress. apalagi menyalahkan anak-anak dan keluarga Aidit. ”Kami tidak mau benci dan dendam itu berlarut-larut. Sampai saat ini. ”Saya tahu Aidit dalang pembunuhan itu setelah mencari tahu. perseteruan antara Angkatan Darat dan PKI bermula dari tersiarnya kabar bahwa Presiden Soekarno sakit keras. Apalagi saat itu PKI hendak memaksakan sistem komunis di Indonesia. Menurut Agus. Agus putra pertama Brigadir Jenderal Soetojo Siswomihardjo. tapi beberapa menit kemudian ia melihat ayahnya dibawa segerombolan orang berbaret merah. sehingga tidak mudah dilumpuhkan.” ujar Riri. Aidit berhasil menjalankan rencananya. ”PKI berambisi ingin berkuasa. Selama ini. Namun PKI di bawah pimpinan Aidit saat itu sangat kuat. membunuh para jenderal. Inilah yang kemudian memicu perseteruan antara PKI dan TNI Angkatan Darat. Agus Widjojo Agus Widjojo sedang lelap tidur saat peristiwa berdarah itu terjadi. ”Aidit sosok yang berambisi besar untuk berkuasa. ia memandang Aidit sebagai orang yang yakin betul pada ideologi yang diperjuangkannya. ”Saat itu saya tidak tahu jelas perseteruan politik antara TNI Angkatan Darat dan PKI dan kenapa ayah saya dibunuh.” kata pensiunan jenderal ini. Karena itu.” ujar Agus. Ia dekat dengan Presiden Soekarno. Lama ia baru menyadari bahwa ayahnya menjadi salah satu sasaran PKI karena dianggap sebagai batu penghalang PKI untuk berkuasa. Itulah terakhir kali ia melihat sang ayah. ”Kebencian kepada Aidit dan PKI tetap ada. Ia terbangun setelah mendengar derap sepatu lars dan kegaduhan di rumahnya.” kata Agus. Namun ia tidak mau memendam kebencian itu. kini 60 tahun.

Agama. Dia tidak bisa menyimpulkan PKI sebagai pelaku utamanya. Meski tidak mengetahui pasti apakah PKI pelaku tunggal penculikan itu. http://serbasejarah. terjadi.” katanya.com 56 . sehingga dia tidak merasa trauma. Agus menilai pembunuhan terhadap ayahnya lebih karena alasan politik. pensiunan Pertamina. bukan oleh bangsa lain. ”Dia tidak berani datang sendiri. ia bahkan memprakarsai pembentukan Forum Silaturahmi Anak Bangsa. kata Agus. tidak hanya terpuruk dengan masa lalu. ”Baru setelah Pak Umar Wirahadikusumah (Panglima Kodam V/Jaya waktu itu) datang ke rumah.Walau merasa kehilangan setelah peristiwa itu. Apalagi melihat Aidit sebagai sosok yang heroik.N. kini 60 tahun.” kata Ratna. Ratna. Aidit.wordpress. Saat penculikan itu. tapi menggunakan dan memperalat orang-orang bawah untuk mencapai tujuannya. Soeprapto. ”Karena saat itu Aidit sangat dekat dengan Presiden Soekarno. apalagi kepada anak-anak D. Ratna Purwati Soeprapto Ratna Purwati telah berumur 18 tahun ketika peristiwa yang merenggut nyawa ayahnya. Tidak hanya itu.” ujarnya. ”Kami mencoba mengambil pelajaran dan berusaha mengungkap kebenaran.” kata Ratna.” Ratna kerap melihat Aidit berpidato di samping Soekarno. Soekarno bahkan merangkul PKI menjadi salah satu kekuatan dengan mengembangkan sistem Nasakom: Nasionalis. Untuk menghindari rasa dendam antara keluarga Pahlawan Revolusi dan keluarga Aidit. rumahnya tidak dijaga oleh seorang prajurit pun. Mayor Jenderal R. apa yang sebenarnya terjadi. dan Komunis. ”Yang menyakitkan para jenderal dibunuh oleh bangsa sendiri. Agus tidak dendam kepada PKI. hal itu tidak mudah dilakukan. sehingga pasukan Cakrabirawa bisa leluasa membawa ayahnya. Karena sejak awal mengetahui bahwa paham komunis tidak mengenal agama. Ratna tidak terlalu peduli dengan pertumbuhan pesat partai pimpinan Aidit itu. ”Kita kan harus tetap berjalan ke masa depan.” ujarnya—walaupun. melihat PKI dan Aidit tidak lebih dari sosok pengecut. kami tahu Ayah diculik gerombolan PKI.

1 juta suara atau meraih 16. dalam pemilihan daerah. Apa rahasia Aidit mengubah partai yang semula terbelah ke dalam banyak faksi menjadi kekuatan politik yang solid dan andal? Pengambilalihan partai dari apa yang disebut ”kalangan tua” oleh Aidit. Tepat empat tahun kemudian. Pada 1957 Aidit dengan bangga melaporkan bahwa jumlah perempuan anggota partai sudah mencapai 100 ribu. September 1955. Pada pertengahan Agustus. http://serbasejarah. Jumlah anggotanya yang semula hanya 4. dan Njoto. Dua tahun kemudian.4 persen dari total suara. Perdebatan berlangsung di tingkat pimpinan pusat sampai kader-kader daerah. jumlah suara untuk PKI meningkat hampir 40 persen. pada awal 1951 bukanlah proses yang mudah. PKI menempati urutan keempat dalam pemilihan umum dengan 6. Ini terjadi setelah serangan terhadap sebuah kantor polisi di Tanjung Priok oleh gerombolan yang mengenakan simbol palu arit. pemerintah Sukiman tetap mengirim aparat untuk mengejar kaum komunis.000 orang meningkat puluhan kali lipat. partai yang baru dipukul secara politik dan fisik menyusul peristiwa Madiun 1948 itu kembali berhadapan dengan represi. Sekalipun pemimpin partai membuat pernyataan tidak terlibat dalam serangan itu. Dalam berbagai kesempatan. Lukman. Aidit bersama Lukman dan Njoto lolos dari kejaran. Baru beberapa bulan. ribuan pemimpin dan kader partai ditangkap di Medan dan Jakarta. Politbiro baru di bawah Aidit menggunakan tangan besi. ”Pengadilan” dibentuk untuk mendisiplinkan kader yang berseberangan pandangan dengan pemimpin baru. bahkan dikeluarkan dari partai. Pada usia 32 tahun Aidit sudah menjadi pemimpin salah satu kekuatan politik pasca-revolusi yang paling signifikan dan hidup.com 57 . Banyak dari mereka yang diadili kemudian diturunkan jabatan dan status keanggotaannya.*** Rahasia Aidit *** Oleh : Hilmar Farid Sejarawan Aidit memimpin PKI sejak Januari 1951.wordpress. bahkan di beberapa daerah mereka mayoritas.

Kantor partai adalah tempat yang hidup dan para pengurusnya adalah orang yang aktif dalam komunitas. Pendidikan politik mendapat perhatian khusus dan menurut Ruth McVey inilah kunci yang membuat PKI mempesona banyak orang. Organisasi secara konkret membantu anggota menghadapi masalah. Namun elemen yang paling penting dalam konsolidasi partai adalah tumbuhnya komunitas yang berpusat pada organisasi partai. pada awal 1957 sudah menjadi harian dengan tiras 60 ribu eksemplar. yang semula terbit terbatas untuk kader dan anggota partai. jumlah sekolah dan guru yang terbatas. Suara Persatuan di Semarang. Terjemahan karya asing ke dalam bahasa Indonesia banyak dilakukan. Seleksi dan perekrutan anggota dirapikan. Di Jawa Barat. Buletin PKI Djawa Timur di Surabaya. http://serbasejarah. kader partai membaca karya Mao dalam bahasa Sunda. dan Lombok Bangun di Mataram. yang diajarkan di sekolah dan kursus politik milik partai tidak hanya menawarkan isi tapi juga cara ”berilmu” baru.wordpress. Perluasan pendidikan ini dibarengi dengan berlipat gandanya kegiatan penerbitan. mulai dari tekanan politik pihak lawan sampai urusan sehari-hari seperti melahirkan dan kematian. Orang yang bertanggung jawab melakukan tugas berat ini adalah Sudisman. Analisis Marxis. Setiap calon anggota melalui tahap pemeriksaan dan pengawasan selama lima sampai enam bulan sebelum menjadi anggota penuh dan kemudian kader partai.Setelah berhasil melakukan konsolidasi dengan menyatukan unsur-unsur yang setuju pada garis kebijakan baru partai. studi ekonomi politik.com 58 . kegiatan pendidikan yang diselenggarakan PKI di berbagai tingkat seperti menjadi jalan menuju modernitas. Menurut Donald Hindley. Di tengah sistem pendidikan nasional yang belum berkembang. Politbiro yang dipimpin Aidit mulai membangun struktur organisasi yang ketat. Harian Rakjat. PKI berhasil membangun komunitas-komunitas berbasis solidaritas dalam masyarakat yang penuh ketegangan dan pertentangan. sejarah masyarakat. Pada saat bersamaan diberlakukan juga asas demokrasi di mana kader bisa menyuarakan perbedaan pendapat dan kritik sehingga tidak terakumulasi menjadi faksi seperti terjadi pada masa sebelumnya. Cabang-cabang partai mempunyai penerbitan sendiri seperti Suara Ibukota di Jakarta.

Ketegangan sosial dan politik meningkat karena perekonomian memburuk. sekalipun jumlah anggota partai semakin bertambah. dan aksi subversi. Sepanjang 1950-an PKI praktis tidak pernah ”bermain di luar jalur” seperti halnya partai-partai yang bertualang dengan terlibat aksi pemberontakan di daerah-daerah.wordpress. Tidak mengherankan jika Soekarno melihatnya sebagai sekutu penting untuk mengimbangi tekanan pihak militer. jika sasarannya adalah sekutu dalam front nasional. pengacauan informasi. petani diminta menahan diri agar tidak mengambil alih lahan. PKI mulai memasuki gelanggang politik baru. meminjam istilah sejarawan Jacques Leclerc. Itu membuat PKI seperti ”raksasa berkaki lempung”. Sejak 1951 Aidit menitikberatkan perjuangan partai melalui jalan parlemen. Para ahli psychological warfare dalam maupun luar negeri sementara itu meramaikan suasana politik dengan desas-desus. Semua ini berubah pada awal 1960-an. Buruh dilarang mogok. Komunitas yang tumbuh di sekeliling organisasi partai kini terpusat pada mobilisasi dan semakin banyak pertimbangan survival yang melandasi kebijakan partai. Jarak pemimpin dengan massa semakin terasa. tapi juga para pejabat dan mereka yang dalam analisis sosial PKI disebut kabir alias kapitalis birokrat. Bagi mereka menjadi anggota partai adalah jalan mengamankan posisi dalam birokrasi dan membangun perlindungan diri menghadapi http://serbasejarah. Ancaman bahwa PKI akan berhasil menguasai pemerintah melalui pemilihan umum dan perjuangan parlementer membuat lawan politiknya diam-diam mensyukuri Demokrasi Terpimpin. Seruan Aidit untuk memperkuat barisan partai dengan menambah jumlah anggota tidak hanya disambut oleh rakyat di kampung dan desa yang melihat PKI sebagai pintu menuju modernitas dan kemakmuran.com 59 .Perkembangan pesat ini hampir tidak mendapat hambatan berarti. Jarak dengan massa mulai terasa. Dengan strategi front nasional PKI berhasil menciptakan ruang yang memudahkan konsolidasi partai. Tekanan berbagai pihak membuat keputusan-keputusan penting semakin terpusat di tangan segelintir pimpinan. Angkatan Darat dan kekuatan antikomunis kini melihat PKI sebagai ancaman nyata. usaha putsch atau persekongkolan untuk menyingkirkan pemimpin nasional.

dan tipu daya. Bagi saya. Keadaan menuntut ketangkasan politik. Ketika keputusan menentukan harus diambil dalam hitungan hari dan jam. Di tengah keadaan ini Aidit mendengar berita tentang Dewan Jenderal yang berencana menggulingkan pemerintahan Soekarno. Aidit pun terkucil dari Comite Central dan kawan-kawannya sendiri. Aidit bersama sejumlah pemimpin partai terseret dalam gelap politik klandestin.pergulatan sosial yang kadang berlangsung keras dan penuh konflik. kata yang lebih tepat adalah tragedi. PKI pun tumbuh menjadi tubuh besar yang lamban dan tidak lagi tangkas menghadapi perubahan. http://serbasejarah. Selama September 1965 tidak ada lagi rapat Politbiro.wordpress. PKI sebagai partai sudah terlalu lamban untuk mengikuti dinamika yang berlangsung cepat.com 60 . agen ganda. Ada yang menyebutnya pengkhianatan. Ada juga yang bilang petualangan.

Sebutan itu keluar dari mulut Dipa Nusantara Aidit. seperti tersaji di film berdurasi 271 menit itu. Malam Jumat Pahing. putranya menyaksikan dari bawah meja setrika dengan wajah pasi.” kata Syu’bah. pada saat Aidit muncul di layar. ”Tadinya saya ingin memberikan perwatakan yang lebih utuh. menjadi sumber visualisasi tentang sosok Aidit. http://serbasejarah. Noer adalah Aidit yang penuh muslihat. ”Saya tidak merasa sukses memainkan peran itu. budayawan yang kala itu wartawan majalah Tempo.wordpress. saat ia menyebutkan hari-H dari sebuah operasi rahasia. yang tersodor adalah fragmen-fragmen seperti mata yang mendelok-delok marah atau gaya merokok yang menderu-deru gelisah.” Maka. termasuk caranya mengepulkan asap rokok. bagaimana ekspresinya saat berpikir. Bagaimana gayanya berbicara. BERONDONGAN peluru Cakrabirawa merangsek ke tubuh Letnan Jenderal Achmad Yani pada malam Jumat Pahing. ”tapi Arifin bilang tak perlu karena dia hanya butuh beberapa ekspresi saja. untuk beberapa lama.com 61 . Ada saat Aidit hanya disorot dengan close-up pada gerak bibirnya. Itulah pertama kalinya masyarakat bisa menyaksikan rekaan wajah Aidit dengan jelas melalui interpretasi Syu’bah Asa. Ketua Partai Komunis Indonesia. yang didapuk Arifin sebagai sang gembong PKI.” ungkap mantan Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta ini. 30 September 1965.” ujarnya kesal saat ada anggota Politbiro lain menyangsikan eksistensi Dewan Jenderal dan rencana mereka untuk melakukan kup terhadap Presiden Soekarno. memborehkan jejak darah yang berlimpah-ruah di permukaan ubin.*** Wajah Aidit di Seluloid *** Film Pengkhianatan G-30-S/PKI. Peristiwa malam Jumat Pahing yang kelak dikenal sebagai Gerakan 30 September itu direka ulang lewat film kolosal Pengkhianatan G-30-S/PKI (1982). Saat tubuhnya terempas membentur pintu. Aidit hasil tafsiran sutradara Arifin C. terutama ketika menunjukkan strategi yang tengah dirancang. Adalah Syu’bah Asa. Jenazah Yani yang masih hangat lantas digeret keluar oleh para pelaku. ”Kita tak boleh terlambat.

” ungkap Syu’bah.” tuturnya. Megamendung. Ada jurang besar yang tak terjembatani. sebetulnya Amarzan sempat terlibat atas ajakan Arifin dan Danarto. Semua yang ada di dalamnya dibuat berdasarkan keinginan sang pemesan. Tidak seperti sekarang. menanyakan pendapatnya tentang peran yang ia mainkan. ”Saya memberikan masukan tentang setting suasana rapat-rapat PKI dan suasana pada waktu itu. menyatakan memang itu bukan peran yang gampang.” katanya. Jawa Barat.” Danarto menandaskan. yang menjadi direktur artistik film. bukan tokoh utama yang menjadi alasan film itu dibuat. ”Setelah berbulan-bulan melakukan riset.” ujar sang penyair seperti diulangi Syu’bah.com 62 .” tuturnya. dan akses ke keluarga almarhum saat itu tak ada. Syu’bah sempat ketiduran. saya akhirnya juga mengundurkan diri sebagai art director karena soal honor. Danarto pun tak bertahan lama dalam pembuatan film yang digarap selama dua tahun dengan melibatkan lebih dari 10 ribu pemain figuran itu. ”Dari informasi itulah saya tafsirkan ke dalam gerak wajah. Belum lagi menyangkut akses untuk mempelajari karakter Aidit yang sangat terbatas. ”Sulit untuk menggambarkan sosok seorang Aidit. Bahan riset minim. Ketika film itu selesai. Maka.” Namun. penyair yang mengenal Aidit secara pribadi. ”Buruk.” ujar Syu’bah. Tapi Aidit tidak.” Di awal proses preproduksi. ketika besoknya syuting dilakukan.wordpress. Belakangan ia mengundurkan diri setelah sarannya tidak banyak didengar. Syu’bah mendalami tokoh yang akan diperankannya melalui diskusi intens dengan Amarzan Ismail Hamid. ”Waktu itu tidak mungkin menghubungi keluarga Aidit. ”Apalagi itu film propaganda. yang dihubungi wartawan Tempo Arti Ekawati. Sepanjang malam mereka berdiskusi di Wisma Tempo Sirnagalih. ”Kecapekan. http://serbasejarah. selain dengan penafsirannya sendiri atas skenario yang ditulis Arifin. Syu’bah kembali mengunjungi Amarzan. Amarzan. Apa saja informasi penting yang ia dapatkan? ”Amarzan bilang dia sudah bertemu pemimpin komunis dunia seperti Mao Tse Tung dan Ho Chi Minh.Tapi ia tak kecewa karena sejak awal tahu bahwa sosok Aidit dibutuhkan hanya sebagai pengimbang. 66 tahun. Semua karismatis di mata dia.

Bujet film ini sendiri tercatat Rp 800 juta, yang menjadikannya sebagai film termahal di awal 1980-an. lll EMBIE C. Noer, yang bertindak sebagai direktur musik film itu, ingat kata-kata Arifin saat mendeskripsikan film yang akan mereka buat dengan sangat singkat, ”Ini film horor, Mbi.” Bagi Embie, frasa sependek itu cukup menjadi dasar baginya untuk mengembangkan tafsir bebunyian. ”Saya bukan cuma adiknya atau krunya, melainkan juga anaknya sekaligus muridnya sejak dia masih muda,” tutur Embie. ”Karena itu, yang sama-sama kami pahami adalah Aidit sebagai sebuah diskusi politik ketimbang sebagai rekonstruksi fakta yang debatable.” Contoh kecil yang menunjukkan itu, antara lain, adegan Aidit merokok yang dianggap menyimpang dari kebiasaan Aidit sebenarnya yang tidak merokok—seperti diyakini sang adik, Murad Aidit. ”Adegan itu justru menegaskan Mas Arifin sedang tidak merekonstruksi fakta, melainkan menyodorkan sebuah diskusi politik,” kata Embie. Ia prihatin melihat pelbagai diskusi yang muncul saat itu tentang pencitraan Aidit, dan film itu secara umumnya, yang hanya ditakar dari sisi estetika, bukan secara substantif. ”Banyak yang gagal membaca film ini,” keluh Embie. Dalam wawancaranya dengan majalah ini 23 tahun silam, Arifin mengatakan bahwa niatnya membuat film ini adalah sebagai ”film pendidikan dan renungan tanpa menawarkan kebencian” (Tempo edisi 6/14, 7 April 1984). Berkaitan dengan tugasnya untuk memberi tafsir musikal pada film itu, Embie berkeyakinan bahwa ranah politik Indonesia, sampai detik ini, adalah konsep budaya Barat dengan para pionir seperti Ronggowarsito untuk sastra dan metafisika serta Raden Saleh untuk estetika. ”Maka saya meramu suling bambu, tape double-cassette, keyboard, dengan semangat budaya pseudo-modern,” ujarnya. Perdebatan yang sempat muncul mengenai sosok Aidit dalam film itu, seingat Jajang C. Noer, tak sampai menggelisahkan suaminya. ”Dia sangat excited ketika melihat hasil akhirnya,” tutur Jajang.

http://serbasejarah.wordpress.com

63

Bagi Jajang, proses persiapan bahan untuk sosok Aidit adalah saat yang sibuk sekaligus mencemaskan. Mereka sibuk membuat kompilasi dari pelbagai bahan tertulis. Itulah yang diolah Arifin menjadi sebuah skenario. Yang membuat cemas, tim Arifin hanya memiliki satu foto Aidit, ketika sang figur berada di sebuah acara di Istora. Rumitnya lagi, foto itu pun tak begitu jelas. Persoalan menjadi sedikit lebih mudah setelah mereka berhasil mendapatkan sebuah pasfoto Aidit yang lebih jelas. ”Ternyata bentuk fisik Aidit tak sebesar yang kami bayangkan semula,” ujar Jajang. ”Dari pasfoto itulah Mas Arifin punya kesan bahwa Aidit terlihat mirip Syu’bah. Bukan pada kepersisan wajah, tapi pada wibawa.” Jajang mencontohkan, pencarian pada ”kemiripan wibawa” ketimbang kemiripan wajah juga menjadi pertimbangan utama saat mencari pemeran Bung Karno, yang akhirnya jatuh pada Umar Kayam. Sudah selesaikah persoalan? Ternyata belum. Jajang mengungkapkan, mereka masih kesulitan mendapatkan ciri atau gestur khusus Aidit, meski sudah mencari informasi ke Subandrio dan Syam Kamaruzzaman. ”Satu-satunya tambahan informasi yang muncul adalah bahwa Aidit itu dandy. Bukan dalam pengertian genit, tapi pada gaya busana. Dan di situlah repotnya,” Jajang terkekeh sejenak. ”Syu’bah nggak bisa dibilang dandy.” Ihwal Aidit yang merokok itu, Jajang punya jawaban lain. Saat itu Arifin merasa merokok sebagai representasi dari The Thinker. ”Secara visual terlihat lebih bagus penggambaran seseorang yang berpikir keras itu lewat rokoknya,” ulas Jajang. ”Itu sebabnya ada adegan di mana layar hanya dipenuhi asap rokok sebagai metafor sumpeknya suasana politik Indonesia.” Dengan segala pro-kontra yang muncul akibat film Pengkhianatan G-30-S/PKI, satu hal yang tak bisa disangkal adalah generasi yang lahir pada 1970-an dan sesudahnya mendapatkan satu-satunya gambaran tentang sosok Aidit secara jelas hanya dari film itu. Setelah Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 1998, buku tentang Aidit kemudian bermunculan, termasuk yang ditulis oleh mereka yang mengenalnya lebih dekat.

http://serbasejarah.wordpress.com

64

*** Sajak Pamflet Sang Ketua ***
D.N. Aidit berhasrat juga menjadi penyair. Tapi puisinya pernah ditolak HR Minggu.
TELEPON kantor Harian Rakjat di Jalan Pintu Besar Selatan Nomor 93, Jakarta Pusat, meraung-raung pada suatu Sabtu malam, sekitar awal 1965. Dipa Nusantara Aidit, Ketua Comite Central Partai Komunis Indonesia, mencari ”orang yang bertanggung jawab” atas seleksi puisi di HR Minggu, lembar kebudayaan yang berbeda isi, bahkan logonya, dengan Harian Rakjat edisi reguler. Telepon itu disambut Amarzan, redaktur yang memang ditugasi menyeleksi kiriman puisi. ”Apakah sajak-sajak saya sudah diterima?” terdengar Aidit di seberang telepon. ”Sudah.” ”Jadi, dimuat dalam edisi besok?” Setelah berpikir sejenak, Amarzan menjawab, ”Tidak.” ”Maksudnya?” ”Ya, tidak dimuat” ”Mengapa tidak dimuat?” ”Menurut saya, belum layak dimuat.” Hening. Lalu brak! Telepon dibanting. Amarzan, ketika itu 24 tahun, baru dua tahun menjadi redaktur. Ia paham, menolak puisi Aidit bisa menjadi perkara besar. Sejam kemudian, telepon kantor kembali berdering, masih mencari Amarzan. Kali ini dari Njoto, Wakil Ketua II CC PKI sekaligus Pemimpin Redaksi Harian Rakjat. Dengan nada kalem, Njoto bertanya apakah benar Amarzan menolak memuat sajak-sajak kiriman Aidit. Amarzan membenarkan. ”Bung yakin akan pendapat Bung?” Njoto bertanya.

http://serbasejarah.wordpress.com

65

ia menolak puisi Aidit justru karena ingin menyelamatkan ”martabat” sang Ketua. Tadinya ia menyangka Njoto bakal memaksanya memuat sajak-sajak Aidit itu. Aidit menggunakan puisi sebagai media untuk berkomentar atas peristiwa aktual yang ia lihat dan dengar. kini 66 tahun. saya akan keluar. tiga pekan lalu. atau anjuran revolusi. sajaknya Raja Naik Mahkota Kecil. menggantikan Jenderal Abdul Harris Nasution. dari 1946 sampai 1965. gajinya Rp 525 per bulan. Sajak-sajaknya hampir seluruhnya berisi puji-pujian kepada partai.” katanya mengenang ”insiden telepon” itu.”Yakin. dengan gaya menyeru dan berpe_tuah.” ”Baik.wordpress. cukup untuk makan dua pekan di masa beras sulit dan apa-apa harus mengantre.com 66 . ”Jika itu terjadi. Hasan Raid. Selain di Harian Rakjat itu. sajak Aidit kerap muncul di Suara Ibukota.” Plong. Sajak-sajak di kedua koran itu kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam antologi Lumpur dan Kidung. Udara hari ini cerah benar pemuda nyanyi nasakom bersatu gelak ketawa gadis remaja http://serbasejarah. Sayang. Baca. Amarzan lupa puisi Aidit mana yang ia tolak ketika itu. Kalau begitu. bahkan dalam sajak yang sangat personal sekalipun. yang ditulis pada 23 Juni 1962 untuk menyindir pengangkatan Letnan Jenderal Ahmad Yani sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Aidit lumayan banyak menulis puisi.” ”Tak ada hal-hal lain yang bisa dipertimbangkan?” ”Tidak. Ketika itu. ”Puisinya sejenis puisi poster. Menurut Amarzan. sebuah koran politik Jakarta yang diasuh seorang aktivis PKI. saya mendukung keputusan Bung. misalnya.” katanya.

Ia sendiri. Aidit—sekali waktu pernah bercerita bahwa abangnya sesungguhnya mengagumi sajak-sajak Chairil Anwar. Oey Hay Djoen. bulan. yang ditulisnya pada 14 Februari 1961.N. Hay Djoen sendiri menulis prosa memikat dengan nama samaran Ira Iramanto atau Samandjaja.” Sobron sendiri saat itu kerap mengirim cerpen ke beberapa koran dan majalah sastra.com 67 . Aidit kemudian kerap http://serbasejarah. Jakarta Pusat. pemimpin gerilya rakyat Kongo. Amarzan. Aidit membual: ”Chairil itu. Chairil dan Sobron pada 1949 pernah satu kos di Jalan Gondangdia Lama Nomor 2. Aidit kerap mengkritik cara adiknya itu menulis. Sobron Aidit—adik D. sebagai penyair.wordpress. Butir-butir airmata membasahi koran pagi/ Orang hitam berhati putih itu/ dibunuh siputih berhati hitam! Aidit sendiri pernah sekali menulis pada 1964 bahwa sastra itu harus bertanggung jawab. sebagai redaktur HR Minggu. CIA. bisa saja menulis puisi tentang cinta.” katanya. juga berpendapat demikian. Bekas pejabat PKI itu mengenang.” tulis Sobron dalam Aidit (2003). kalau masih hidup. Kredo ini menjadi semacam tren yang dianut para penulis ”berhaluan kiri”. dan laut. secara pribadi menganggap puisi tak selalu harus begitu. kebimbangan. ”Buat apa? Jelek. Tak hanya Amarzan yang menganggap puisi-puisi Aidit jelek. Mengetahui adiknya berkawan dengan penyair terkemuka Indonesia itu. ia sering dikirimi sajak oleh Aidit untuk dimintai pendapat. ”Abangku ini ternyata banyak tahu soal-soal teori sastra mutakhir. bekas anggota parlemen dan Dewan Pakar Ekonomi PKI. pasti berpihak pada PKI. mati dibunuh agen rahasia Amerika. berkepribadian nasional. maju terus kawan-kawan/ Halau dia ke jaring dan jerat/ tangkap dia dan ikat erat/ hadapkan dia ke mahkamah rakyat! Atau baca: Yang Mati Hidup Kembali. Tapi laki-laki yang masih gesit di usia 78 tahun itu mengaku tak pernah menggubrisnya. meski tak mau jadi PKI. dan mengabdi kepada buruh dan rakyat. sebulan setelah Patrice Émery Lumumba.mendengar si lalim naik takhta tapi konon mahkotanya kecil Sajak empat kuplet ini ditutup dengan stanza: Ayo.

Prison Diary. Sudisman.wordpress. Sebab. Ketika tersebar kabar Aidit meninggal. banyak pemimpin partai komunis di Asia yang pandai menulis sajak.H. Para pemimpin PKI lainnya—Njoto.com 68 . http://serbasejarah. 23 November 1965. Mao Zedong menulis sajak. dan Chekov kepada Sobron. yang terjemahan Indonesianya kira-kira: Di jendela dingin berdiri reranting jarang beraneka bunga di depan semarak riang apa hendak dikata kegembiraan tiada bertahan lama di musim semi malah jatuh berguguran. bagi Aidit. Ho Chi Minh malah punya kumpulan sajak yang diterjemahkan ke berbagai bahasa. dan M. Alimin. Lukman—juga menulis sajak.meminjamkan buku-buku penulis Rusia seperti Tolstoi. Mao Zedong menulis sajak belasungkawa yang dimuat di sebuah koran Tiongkok. Dostoyevsky. hanya semacam gaya seorang pemimpin partai. Barangkali menulis puisi.

D. aku tiba-tiba kehilangan manusia yang paling kucintai. di era reformasi.com 69 . yang http://serbasejarah. putri tertuanya.Setelah Keluar dari Laci Penulis Puluhan buku menyajikan aneka versi tentang sosok D. Begitu pula Ibarruri. rasa kesal dan benci kepada Bang Amat tandas ketika Murad tergolek lemah akibat TBC. ”Kita bisa lebih mengenal sosok Aidit dari sudut pandang personal.N. mengandalkan jaringan pertemanannya di luar negeri.” Ketika mendengar berita kepastian tewasnya sang Ayah. kata sejarawan Asvi Warman Adam. Aidit dan PKI adalah kesatuan yang tak mungkin dipisahkan.” Ia mencontohkan saat meminta uang biaya pernikahan. misalnya. Iba menuliskan. ”adalah kakak yang sungguh tak dapat diharapkan.” Murad Aidit menuangkan kesaksiannya terhadap sang kakak dalam buku Aidit Sang Legenda. Aidit. Iba menyebut sang ayah dalam buku Ibarruri Putri Alam yang terbit tahun lalu sebagai ”manusia yang paling kucintai”. Dokter memberi Murad obat TBC terbaru dari Swiss. ”Bang Amat. Kendati sudah mulai ditulis belasan tahun lalu. Tapi. Ayah yang baik hingga politikus oportunis. Aidit kurang memperhatikan segala kesulitan yang ia hadapi. Buku-buku dari lingkaran terdalam keluarga Ketua Comite Central Partai Komunis Indonesia itu tak mungkin bisa kita baca sepuluh tahun lalu. Inilah sepenggal kisah haru-biru hubungan kakak-beradik yang ditulis dalam buku 264 halaman yang terbit dua tahun lalu. Aidit kali ini disebut sebagai kakak yang sempurna. Ia melukiskan Achmad Aidit alias Dipa Nusantara Aidit sebagai aktivis yang habis-habisan membesarkan partai palu arit. juga menulis beberapa buku. ia sama sekali tak diberi. pada saat yang lain. adik sepupu Aidit. yang belum beredar di Indonesia. Sobron Aidit. Kini. Tak cuma Murad. Adalah Aidit yang mendapatkan obat itu. Cerita pun mengalir. kukagumi.wordpress. ”Di masa aku remaja. buku-buku itu hanya teronggok di laci penulis. Begitu sibuknya.N.” begitu Murad memanggil Aidit.

Meski memuji setinggi langit sang ayah. http://serbasejarah. buku-buku yang berusaha ”membersihkan” sosok Aidit bebas beredar. Dalam buku itu. Maka Aidit meniupkan isu adanya Dewan Jenderal yang akan melakukan kudeta. Buku ini menyebut Aidit sebagai sosok yang amat dekat dengan Soekarno.wordpress. yang mengakibatkan terputusnya komunikasi. Tak hanya tulisan saudara dan anak—yang jelas lebih banyak memunculkan sosok manusia Aidit dan dibumbui emosi karena kedekatan pada sang tokoh—tapi juga penulis atau peneliti yang tak ada hubungan apa pun dengan Aidit. ”Yang terjadi adalah peristiwa di luar skenario Aidit. Ketika itu. Dolores terkenal dengan aksi menentang diktator Spanyol. Dolores Ibarruri. Iba menyebut Aidit sebagai ayah yang tak mengerti merawat anak. Menyingkap Tabir Keluarga Aidit (2005) karya Budi Kurniawan dan Yani Andriansyah boleh dikelompokkan dalam buku yang tak boleh terbit di masa Orde Baru. Buku tersebut bahkan memuat informasi bahwa Aidit terkucilkan dari peristiwa besar G30S/PKI. tak ada kesan dalang pembunuhan kejam dan bengis—sifat yang tertanam pada sebagian besar benak orang Indonesia karena dijejali buku-buku sejarah yang memojokkan Aidit—pada sosok politisi yang dikenal dekat dengan Soekarno ini. dan memanfaatkan kedekatan itu untuk kepentingannya sendiri. Buku Pergolakan Politik Tentara Sebelum dan Sesudah G30S/PKI yang ditulis Todiruan Dydo pada 1989 menyebut Aidit sebagai pemimpin partai licik dan oportunis yang khawatir Angkatan Darat akan berkuasa setelah Soekarno meninggal. Aidit yang tak tahu kenapa anaknya menangis terus memberi minum hingga perutnya kembung. Aidit pula yang memerintahkan penangkapan para jenderal. ia pernah menangis. ”Terjadi penyingkiran ke Halim. Suatu kali di masa kecil. Jenderal Franco.menjadi teladan dalam cita-cita.” Kebanyakan buku yang terbit di era Orde Baru memperkenalkan Aidit sebagai sosok yang pantas dimusnahkan. Aidit dituding sebagai orang yang selalu menjelek-jelekkan tentara di hadapan Soekarno. Ia bahkan dituding sebagai sosok yang menyaring informasi yang akan disampaikan kepada Presiden.” Ibarruri adalah nama pemberian Aidit yang diambil dari nama pemimpin gerakan Komunis Internasional asal Spanyol.” tulis Budi dan Yani.com 70 . Buku Menolak Menyerah. Sejak Soeharto tumbang.

padahal ia tidak bermaksud mengatakan bahwa Pancasila tak lagi diperlukan. Demikian buku kontroversial Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai yang dikarang Soegiarso Soerojo pada 1988. Soetopo Soetanto dalam kumpulan tulisan Kewaspadaan Nasional dan Bahaya Laten Komunis menyebutkan kelihaian Aidit memanfaatkan tentara untuk membunuh para jenderalnya sendiri. Pro-kontra berakhir setelah Wakil Perdana Menteri Chaerul Saleh memerintahkan semua pihak menghentikan polemik pidato tersebut. Namun dokumen yang berisi instruksi agar seluruh pimpinan PKI bersiap memuluskan rencana itu bocor. berbagai golongan mengecam Aidit. misalnya. Pers pun terbelah.” demikian buku ini mengutip konstitusi PKI yang merupakan ide Aidit. Moeljanto dalam Perlawanan Pers Indonesia BPS Terhadap Gerakan PKI menceritakan buntut panjang pidato Aidit itu. D.com 71 . Aidit digambarkan sebagai sosok yang anti-Tuhan. D.S. Inilah yang membuat Aidit mempercepat kudeta menjadi 1965.” tulis Soegiarso.Presiden tidak bisa mengandalkan informasi intelijen karena dalam kalangan tentara sendiri terjadi kesimpang-siuran akibat penyusupan orang-orang PKI. Aidit yang ketahuan belangnya menjadi sangat marah. ”Seperti disambar geledek di siang bolong. maka Pancasila tak lagi dibutuhkan sebagai alat pemersatu. Aidit adalah dalang G30S/PKI. Aidit berkata bahwa sosialisme. Jakarta. Dalam Rangkaian Peristiwa Pemberontakan Komunis di Indonesia. Pemimpin Politbiro PKI ini pun memerintahkan infiltrasi ke tubuh militer.wordpress. Tribuana Said dan D. ” Bahwa cara kerja PKI harus konspiratif.N.N. ”Juga dalam kesempatan berpidato di depan peserta Pendidikan Kader Revolusi 1964. Aidit pun sempat mengatakan bahwa pidatonya dipelintir harian Revolusioner. kalau sudah tercapai di Indonesia.” begitu tertulis dalam buku keluaran Lembaga Studi Ilmu-Ilmu Kemasyarakatan. Para tentara yang sebelumnya memiliki latar belakang PKI didekati dan dipakai untuk melancarkan kudeta 1965. Koran-koran berhaluan komunis memproklamasikan Pancasila tanpa sila pertama. Ini tak jauh berbeda dengan buku-buku pelajaran sekolah yang memuat versi pemerintah Orde Baru. jelas-jelas menyebut PKI dan Aidit http://serbasejarah. Buku Sejarah Nasional Indonesia. Dituliskan bahwa Aidit sebenarnya baru akan merencanakan kudeta pada 1970.

Pahlawan keluarga itu terlalu sederhana dan amat egois. Kita harus menjadi pahlawan bangsa. Ia tak akan pernah tercatat sebagai pahlawan. Di buku itu.wordpress. http://serbasejarah. dan tak percaya pada Tuhan alias ateis.com 72 . juga buku-buku pelajaran lain. bengis.sebagai dalang tunggal peristiwa 1965. Dalam suatu kesempatan. ”Kau tahu. ucapan Aidit ini tak berujung sebagaimana yang ia harapkan.” Kita tahu. Aidit mengemukakan prinsip dan pilihan hidupnya kepada Murad. digambarkan sosok Aidit yang kejam. aku memang tidak akan menjadi pahlawan keluarga. Buku yang antara lain dikarang oleh Nugroho Notosusanto itu menuai kontroversi karena menghujat Soekarno dan menyanjung Soeharto sebagai penyelamat bangsa.

konon agen asal Cek. Namun dalam kategori pihak asing itu tentu tidak dapat diabaikan peran Uni Soviet (termasuk Pakta Warsawa.33 persen. Proses penulisan pidato Nawaksara itu sendiri perlu diteliti karena Soekarno meminta masukan dari beberapa tokoh. Peneliti LIPI Pertanyaan seberapa besar atau seberapa kecil peran Aidit dalam Gerakan 30 September mengimplikasikan bahwa ia terlibat dalam manuver politik tingkat tinggi tahun 1965. sehingga analisis Bung Karno sebagaimana disampaikan dalam pidato Nawaksara tahun 1967 dianggap lebih tepat. Apakah yang dituju Soekarno adalah Soeharto (yang pada masa awal beraliansi dengan Nasution)? Atau termasuk juga Untung dan Latief? ”Keblingernya” Aidit disebabkan situasi yang sangat meruncing saat itu. dokterdokter Cina telah keluar-masuk Istana Presiden. pihak asing atau unsur dalam negeri? Pimpinan PKI yang ”keblinger” itu adalah Biro Chusus yang diketuai langsung Aidit di mana Sjam Kamaruzzaman boleh dikatakan direktur eksekutifnya. kekuasaan terpusat pada tiga pihak. Dalang peristiwa itu lebih dari satu. peristiwa itu merupakan pertemuan tiga sebab: keblingernya pimpinan PKI. dan adanya oknum-oknum yang tidak benar. Sebelum meletusnya Gerakan 30 September. dst. Rumusan ”oknum yang tidak benar” itu konon penghalusan dari ”jenderal yang tidak benar”. Nekolim (Neokolonialisme) tentu mengacu kepada Amerika Serikat (AS). Soeharto.) tak luput dari kritik. Tulisan ini mencoba mengelaborasi persentase tersebut. Soekarno.Aidit dalam Bingkai Nawaksara Oleh: Asvi Warman Adam.com 73 . Versi-versi dalang peristiwa tersebut yang selama ini bersifat tunggal (PKI. PKI. atau satu golongan saja. satu kelompok. Arsip Jepang mengenai tahun 1965 juga perlu diperiksa. sungguhpun arsip yang terbuka belakangan memperlihatkan bahwa Inggris dan Australia juga mendukung sepenuhnya gebrakan membasmi komunis.wordpress. sedangkan PKI mendominasi dukungan massa. Menurut Soekarno. CIA. dan Angkatan Darat (AD). andil masing-masing pihak yang disebut dalam pidato Nawaksara itu 33. Ladislav Bittman. yakni Soekarno. Kalau digunakan matematika sederhana. terlibat) dan RRC. Menjelang peristiwa itu. subversi Nekolim. AD menguasai senjata. Mana yang lebih menentukan. Peristiwa yang begitu kompleks tidak mungkin dilakukan satu orang. Angkatan Darat. Kalau saat http://serbasejarah.

niscaya partai komunis akan menang. Kondisi perekonomian yang terpuruk. Soeharto berpidato bahwa ia tidak segan memerintahkan untuk menculik seorang anggota MPRS bila mereka mencoba mengubah UUD 1945. Soekarno juga menolak usulan pembubaran Himpunan Mahasiswa Islam oleh mahasiswa kiri. Bila mereka dipecat atau dipermalukan. AD dapat mengkudeta Soekarno namun tidak akan didukung rakyat dan dunia internasional. Para Jenderal itu akan diculik dan dihadapkan kepada Bung Karno. Kekuatan Soekarno selain dukungan masif dari rakyat juga terletak pada kemampuan menjaga perimbangan politik. anggota komando khusus TNI AD telah menculik beberapa orang aktivis.itu diadakan pemilu. ketika terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap Menteri Negara Otto Iskandar di Nata. yakni culik. Bahkan Soekarno dan Hatta pada hakikatnya pernah diculik oleh pemuda sehari sebelum Proklamasi. ancaman kudeta tidak terjadi lagi dan selanjutnya pihak kiri tentu dapat meminta kursi pimpinan departemen kepada Presiden. konfrontasi dengan Malaysia dan agitasi terhadap pihak asing (AS dan Inggris). serta beredarnya dokumen Gilchrist dan Dewan Jenderal. PKI tidak punya senjata untuk makar. Ia akhirnya jatuh karena keseimbangan itu patah setelah meletus Gerakan 30 September. Karena itu. menyebabkan semua pihak bersiaga. manuver Dewan Jenderal (yang keberadaannya dipercayai sang ketua) harus dicegah. suasana politik yang kian panas karena konflik tanah dan kebudayaan. Sjam (pihak sipil) dengan Untung dan Latief (unsur militer) memilih cara yang ”lazim” dalam sejarah revolusi Indonesia. PM Sjahrir juga pernah diculik walaupun kemudian ia kembali dengan selamat. Konsep culik sudah dipraktekkan sejak Desember 1945. Pidato tersebut mendapat penentangan dari kelompok yang kemudian dikenal sebagai Petisi 50. Pada 1980. Dalam konteks ini. Presiden akan terguling dan selanjutnya PKI akan dibasmi. Sebelum akhir pemerintahan Soeharto.wordpress. Bung Karno sendiri tidak pernah memberikan kesempatan kepada elite komunis memimpin departemen kecuali jadi menteri negara. http://serbasejarah.com 74 . Sebab itu kekuatan antikomunis seperti Jenderal Suhardiman mengupayakan Soekarno menjadi presiden seumur hidup agar status quo tetap terjaga. Rapat antara motor Biro Chusus PKI. bila AD mengambil langkah lebih dulu dan berhasil.

Persiapan militer tidak dilakukan secara besarbesaran karena tujuannya bukan menguasai ibu kota. Siapa yang diuntungkan? Peran seseorang atau kelompok dalam suatu kegiatan berbanding lurus dengan keuntungan yang (akan) diperolehnya.Karena misi utamanya hanya penculikan. Dengan alasan menyelamatkan Presiden. Dalam peristiwa 1965 itu Soekarno adalah pihak yang dirugikan karena selanjutnya ia kehilangan jabatannya. Kalau perintah Soekarno untuk menghentikan Gerakan 30 September itu dipatuhi. gerakan itu dipimpin oleh Komandan Batalion Cakrabirawa. Keblingeran keduanya adalah meneruskan gerakan dengan menyiarkan dokumen kedua (tentang pendemisioner kabinet Dwikora) dan dokumen ketiga (penyesuaian pangkat militer tertinggi menjadi letnan kolonel) setelah terjadi kevakuman enam jam pada tanggal 1 Oktober 1965. Kekurangan utama Soekarno adalah karena ia menganggap enteng seorang Mayor Jenderal Soeharto. Yang sangat dirugikan http://serbasejarah. Ia yang selama ini kurang diperhitungkan berpeluang meraih puncak kekuasaan karena para seniornya telah terbunuh dalam satu malam. tetapi membawahkan perwira yang lebih tinggi pangkatnya. Keblingeran pertama dari Biro Chusus PKI adalah keterlibatan mereka dalam perencanaan penculikan. dalam percobaan kudeta.wordpress. Ketika dilapori peristiwa ini. Terjadi kekalutan karena ternyata di dalam gerakan itu tidak ada satu komando yang dapat mengambil keputusan tunggal. maka dapat dipahami keanehan struktur Gerakan 30 September yang dipimpin seorang letnan kolonel. Sjam hanya koordinator antara Biro Chusus dan perwira militer.com 75 . sedangkan Soeharto sangat diuntungkan. mungkin korban yang jatuh tidak banyak. Padahal. Kalau Soeharto yang membangkang perintah Presiden untuk datang ke Halim Perdanakusuma langsung dipecat oleh Soekarno tentu sejarah Indonesia akan berbeda. Namun ternyata penculikan terhadap tujuh orang jenderal itu gagal. satu menit pun sangat berharga. Soekarno di pangkalan AU Halim Perdanakusuma memerintahkan agar mereka menghentikan gerakan. karena hanya tiga orang yang masih hidup ketika dibawa ke Lubang Buaya.

Soekarno kok mau dan membiarkannya. Jakarta. 26 April 1966. Tulisan Fic bersumber dari harian The Straits Times. Angkatan Darat lalu akan menjadi seekor naga yang tidak berkepala dan akan mengikutimu. Mao: Di Shensi Utara saya membunuh 20. Kelompok kiri didorong untuk melakukan suatu gerakan sehingga ada alasan bagi AD untuk menumpasnya sampai habis.000 orang kader dalam sekali pukul saja. seorang gadis cilik. Anehnya. Polemik dalam bidang politik dan kebudayaan berganti dengan asas tunggal yang tidak membiarkan kritik. Politik luar negeri Indonesia menjadi lembek dan proBarat. Aidit: Saya khawatir AD akan menjadi penghalang. Singapura. 25 April 1966. empat perwira. pembatas zaman. dan sekitar setengah juta orang terbunuh setelah peristiwa tersebut. Selanjutnya Bung Karno akan beristirahat di danau angsa Cina. Dialog imajiner itu berbunyi: Mao: Kamu harus bertindak cepat.com 76 .wordpress. Skenario model AS itu lebih didukung arsip sejarah ketimbang imajinasi seorang profesor gaek bernama Victor Fic bahwa Mao Tse Tung menyuruh Aidit mengambil kekuasaan. Terjadi perubahan drastis secara serempak dalam segala bidang. Pergantian Duta Besar Howard Jones dengan Marshal Green bulan Juni 1965 menandai perubahan rencana AS terhadap politik Indonesia. Ekonomi berdikari berubah jadi ekonomi pasar yang bergantung pada modal asing dan utang. Yang paling diuntungkan dari tragedi nasional tersebut tak lain dari Nekolim. Mao: Baiklah. yang mengutip tulisan anonim di Harian Angkatan Bersenjata. lakukanlah apa yang saya nasihatkan kepadamu.pula adalah bangsa Indonesia secara keseluruhan karena enam jenderal. Tahun 1965 menjadi watersheet. Siapa http://serbasejarah. habisi semua jenderal dan para perwira reaksioner itu dalam sekali pukul. Aidit: Itu berarti membunuh beberapa ratus perwira.

harian tersebut memiliki versi bahasa Inggris. faktor kedua. Apakah penerbitan itu bekerja sama dengan pihak AS dan Inggris? Yang jelas. yakni Nekolim.penulis anonim di Jakarta itu? Menurut keterangan Salim Said yang saat itu wartawan pemula Harian Angkatan Bersenjata. arsip departemen luar negeri AS mengakui bahwa mereka memberikan daftar pengurus PKI di Indonesia kepada pihak AD melalui Adyatman.com 77 . sekretaris Adam Malik. dan oknum yang tidak benar) tidak sama.E. merupakan pemegang saham mayoritas. Beijing. 19 September 2007 Semua tulisan bersumber dari : Majalah Tempo Edisi 32/XXXVI/01 – 7 Oktober 2007 http://serbasejarah. Setelah membaca berbagai buku dan arsip. Andil ketiganya (keblingeran pimpinan PKI. Nekolim.wordpress. dan Harry Tjan Silalahi. Juga mereka memberikan bantuan dana Rp 50 juta kepada KAP (Komite Aksi Pengganyangan) Gestapu yang terbentuk setelah meletus Gerakan 30 September serta dipimpin oleh Subchan Z. Menurut hemat saya. saya cenderung menganggap pemikiran Soekarno bahwa Gerakan 30 September adalah pertemuan dari tiga sebab merupakan analisis yang paling lengkap dari berbagai versi tunggal yang ada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful