*** Trio Komunis

***
Aidit, Lukman, dan Njoto bahu-membahu membesarkan partai. Karena perempuan, Njoto tersisih. Madiun, 19 September 1948… Revolusi memakan anak sendiri. Sebelas pemimpin teras PKI tewas. Muso, Amir Sjarifuddin, dan Maruto Darusman ditembak mati di Desa Ngalihan, Solo. Partai limbung, tercerai-berai. Tiba-tiba muncul tiga anak muda, Aidit, Njoto, dan Lukman, bagaikan The Three Musketeers. Mereka muncul menjadi tulang punggung partai. Ketiganya menghidupkan partai—dan bisa membuat lebih besar. Mereka kemudian dikenal sebagai trisula PKI: Sekretaris Jenderal, Wakil Sekjen I, dan Wakil Sekjen II. Kisah persahabatan—dan konflik—tiga sahabat itu menarik dikenang. Dipa Nusantara Aidit pertama kali bertemu dengan Mohamad Hakim Lukman pada 1943 di Menteng 31, Jakarta. Bekas Hotel Schomper itu terkenal sebagai sarang para pemuda aktivis kemerdekaan. Mereka bergabung dengan Gerakan Indonesia Merdeka. Aidit tiga tahun lebih muda daripada Lukman, yang ketika itu baru 23 tahun. Aidit kemudian menjadi Ketua Dewan Politik Gerakan Indonesia Merdeka, dan Lukman anggota. Sejak itu, Aidit dan Lukman menjadi akrab dan seolah ditakdirkan melakoni sejarah hidup yang sama. Keduanya pada 1944 terpilih masuk Barisan Pelopor Indonesia—kumpulan 100 pejuang paling setia kepada Bung Karno. Keduanya pernah dijebloskan ke penjara Jatinegara oleh Polisi Militer Jepang karena ikut menggerakkan demonstrasi di Lapangan Ikada pada 19 September 1945. Keduanya juga pernah ditangkap dan ditawan di Pulau Onrust, Jakarta Utara, selama tujuh bulan. Keduanya bersama memilih jalan komunis dan berguru ke tokoh-tokoh komunis senior. Saat menjadi penghuni Menteng, mereka misalnya menjalin kontak dengan Widarta, penanggung jawab organisasi bawah tanah PKI Jakarta. Widarta adalah kawan akrab Wikana, pemimpin PKI Jawa Barat yang terkenal cerdas. Aidit dan Lukman terkesan pada Wikana.

http://serbasejarah.wordpress.com

1

Sampai-sampai, setelah bebas dari Onrust, mereka mencari Wikana di Yogyakarta. Di Yogya saat itu, pemimpin PKI Sardjono, eks Digulis, baru saja memindahkan kantor pusat PKI di Jalan Boemi 29, Solo, ke Jalan Bintaran, Yogyakarta. Aidit dan Lukman kemudian tinggal di Yogya. Mereka menghidupkan majalah dwibulanan Bintang Merah. Di sinilah keduanya lalu bertemu Njoto. Njoto saat itu 19 tahun. Pemuda berkacamata tebal itu adalah wakil PKI Banyuwangi dalam Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Sejak itulah terjalin persahabatan antara Aidit, Njoto, dan Lukman. Saat KNIP bersidang di Malang pada Maret 1947, Aidit terpilih menjadi Ketua Fraksi PKI, Njoto memimpin Badan Pekerja KNIP. Aidit, Njoto, dan Lukman kemudian masuk Komisi Penterjemah PKI di awal 1948, yang tugasnya menerjemahkan Manifes Partai Komunis karya Karl Marx dan Friedrich Engels. Pada Agustus 1948, tiga serangkai ini sama-sama menjadi anggota Comite Central PKI. Aidit mengurus agraria, Lukman di sekretariat agitasi dan propaganda, sedangkan Njoto menjalin relasi dengan badan-badan perwakilan. Hingga pecahlah geger Madiun…. Aidit sempat tertangkap, tapi dibebaskan karena tak ada yang mengenalnya. Ibarruri Putri Alam, putri sulung Aidit, melukiskan, ayahnya bisa lolos ke Jakarta dengan menyamar menjadi pedagang Cina. ”Rambutnya digundul habis, Papa ikut iring-iringan konvoi barang.” Njoto dan Lukman, kemudian menyusul Aidit ke Jakarta. Di Jakarta, trio Aidit-Lukman-Njoto ditempa. ”Mereka menggodok orientasi partai,” kata Sumaun Utomo, kini 85 tahun, bekas Ketua Lembaga Sejarah CC PKI, mengenang. Terbunuhnya banyak kader dalam Peristiwa Madiun membuat mereka harus mandiri. ”Mereka jadi independen karena tak punya lagi tempat bertanya,” kata Murad Aidit dalam bukunya, Aidit Sang Legenda. Mereka diam-diam memperluas jaringan PKI di Jakarta dengan membentuk Onder Seksi Comite di tingkat kecamatan. Adapun organisasi dijalankan lewat sistem komisariat di Comite Central. Situasinya sulit karena setiap kabinet alergi komunisme.

http://serbasejarah.wordpress.com

2

Sampai-sampai itu membuat trio Aidit-Lukman-Njoto harus bersembunyi dengan menyamar. Aidit dan Lukman bahkan pernah disiarkan pergi ke Cina pada 1949. Padahal itu hanya bualan belaka untuk mengecoh pengejaran. Ada yang bilang sesungguhnya mereka ke Medan. Ada yang bilang ke Jakarta. ”Mereka sering menginap di rumah seorang kawan di Kemayoran,” tulis sejarawan Prancis, Jacques Leclerc, dalam Aidit dan Partai Pada Tahun 1950. Dalam situasi serba repot itu, Aidit dan Lukman justru nekat kembali menerbitkan Bintang Merah pada 15 Agustus 1950. Dua pekan sekali mereka meluncurkan stensilan Suara Rakjat, embrio Harian Rakjat yang menjadi koran terbesar dengan oplah 55 ribu per hari. Njoto bergabung di redaksi pada Januari 1951. Dua tahun kemudian, tiga sahabat kelompok Bintang Merah ini memimpin partai. Aidit menjadi sekretaris jenderal, Lukman wakil sekjen I, dan Njoto wakil sekjen II (jabatan ini diganti menjadi ketua dan wakil ketua pada 1959). Sebagai ketua, Aidit memelototi politik secara umum. Lukman, yang jago main sepak bola, memimpin Front Persatuan. Urusan agitasi dan propaganda kini diemban Njoto. Tak cuma berorganisasi, untuk meluaskan jaringan, mereka mendirikan sekolah, dari tingkat dasar sampai universitas. Usaha itu berbuah. Pada Pemilihan Umum 1955, PKI menclok di urutan keempat. Hasil itu membuat Aidit optimistis partainya bisa meraih posisi nomor satu sebelum 1975. ”Asalkan keadaan berjalan normal,” kata Murad mengutip ucapan kakaknya. Kenyataannya, cita-cita itu terempas. Tragedi 1965 menguak cerita bahwa tiga sekawan itu, meski di luar tampak guyub, ternyata tidak melulu solid. Aidit dan Njoto, misalnya, amat berbeda pendapat soal teori revolusi. Aidit percaya kup yang didukung sedikitnya 30 persen tentara bisa bermutasi menjadi revolusi. Aidit saat itu, menurut Manai Sophiaan (almarhum)—dalam sebuah tulisannya—terinspirasi oleh kudeta di Aljazair pada Juni 1965. Saat itu Kolonel Houri Boumedienne mengambil alih kekuasaan dari tangan Presiden Ben Bella.

http://serbasejarah.wordpress.com

3

Soetarni. menurut Sumaun. Namanya Rita. ”Njoto tahu kalau saya marah. Soetarni jelas marah.” kata Soetarni. Rita mengiriminya kosmetik. dalam wawancaranya dengan koresponden Asahi Shimbun di Jakarta pada 2 Desember 1965—dua pekan sebelum ia dinyatakan ”hilang”—ia tak yakin Gerakan 30 September dapat dikategorikan sebagai kudeta yang bisa menjadi revolusi. Aidit malah melihat Njoto ”dipakai” Soekarno. Masalahnya adalah kedekatan Njoto dengan Soekarno.com 4 . itu baru komunis. ”Revolusi siapa melawan siapa?” kata Njoto. Bahkan. ”Di mata Soekarno. Saat ditanyai Tempo bagaimanakah sesungguhnya hubungan Njoto dan Rita.wordpress. Ia kemudian minta maaf. Lalu terjadilah tragedi 1965…. Mereka bahkan kerap bertukar suvenir. Njoto justru mempertanyakan kesahihan teori itu. Tapi. bekas istri Njoto—kini 79 tahun—ingat. Tapi anak ningrat Solo itu cuma bisa menumpahkannya kepada salah satu pamannya. http://serbasejarah. sesungguhnya menjelang petaka 1965 suaminya yang pandai main musik dan dandy sudah disingkirkan Aidit. Njoto kerap menulis naskah pidato si Bung. Soetarni tak menyembunyikan hal itu. Njoto tersingkir karena punya pacar orang Rusia. Soekarno pernah menyebut Njoto sebagai Marhaen sejati.Sebaliknya. Ia mengaku semula tidak menaruh curiga pada Rita. seorang pentolan partai yang sudah berkeluarga memiliki pacar. Soetarni membalasnya dengan batik. Isinya: perempuan 20-an tahun itu jatuh cinta dan ingin menikahi suaminya.” kata Aidit saat itu. Ia bahkan menyangsikan premis Letnan Kolonel Untung soal Dewan Jenderal bisa membenarkan kup. Tidak etis. menurut Aidit. Njoto akhirnya disidang CC. Hingga datanglah sepucuk surat dari Rusia.” kata Sumaun. Ia dipecat dari Biro Agitasi dan dari kursi Pemimpin Redaksi Harian Rakjat. Njoto pertama-tama adalah nasionalis. Gara-gara itulah seluruh posisi dipreteli oleh Aidit. ”Hal itu dilakukan karena bila dibiarkan akan merusak partai di mata orang lain. ”Three Musketeers” retak.

Bertahun-tahun terdengar kalimat-kalimat ini meluncur dari mulutnya: ”Djawa adalah kunci…”. ”Djam D kita adalah pukul empat pagi…”. PKI mengklaim memiliki 3.wordpress. kisah tentangnya dipenuhi mitos dan pelbagai takhayul.*** Dua Wajah Dipa Nusantara *** EMPAT puluh dua tahun berlalu dan kini kita mengenang lelaki itu dengan kebencian dan rasa kagum. Diamdiam komunisme dipelajari kembali dan Aidit menjadi mitos lain: sang idola.com 5 . Bersama Wikana dan Sukarni. 1948. ”Kita tak boleh terlambat…!” Dipa Nusantara Aidit pada 1980-an adalah Syu’bah Asa. Di tempat lain. Setelah itu. Setiap 30 September film itu diputar di TVRI.5 juta pendukung dan menjadi partai komunis terbesar di dunia setelah Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina. Tapi ia terempas dalam prahara 1965. Lalu di depan layar kaca kita ngeri membayangkan sosoknya: lelaki penuh muslihat. Ia hanya perlu setahun untuk melambungkan PKI ke dalam kategori empat partai besar di Indonesia. PKI didiskusikan kembali. Seniman dan wartawan ini memerankan Ketua Umum Comite Central Partai Komunis Indonesia itu dalam film Pengkhianatan G-30-S/PKI. Pikiran-pikirannya dipelajari seperti juga doktrin-doktrin Marxisme-Leninisme. seorang penulis muda pernah di luar kepala mengutip doktrin 151—ajaran dasar bagi kaum kiri dalam berkesenian. ia berkhayal tentang Indonesia tanpa kelas. Aidit memimpikan revolusi. http://serbasejarah. ia jadi mitos. dengan bibir bergetar memerintahkan pembunuhan itu. Lelaki gugup berwajah dingin dengan bibir yang selalu berlumur asap rokok. 31 tahun. Seperti juga peristiwa G-30-S. Ia terlibat pemberontakan PKI di Madiun. Dalam sebuah diskusi di Yogyakarta. Juga Aidit. Putra Belitung yang lahir dengan nama Achmad Aidit itu menapaki karier politik di asrama mahasiswa Menteng 31—sarang aktivis pemuda ”radikal” kala itu. terutama setelah Orde Baru runtuh dan orang lebih bebas berbicara. ia terlibat peristiwa Rengasdengklok—penculikan Soekarno oleh pemuda setelah pemimpin revolusi itu dianggap lamban memproklamasikan kemerdekaan. Dipa Nusantara Aidit memimpin Partai Komunis Indonesia pada usia belia. Siapa Aidit ini sebenarnya? BERTAHUN-TAHUN orang mengenalnya sebagai ”si jahat”. Dia memulai ”hidup” sejak belia.

Abdullah Aidit.com 6 . Tapi semuanya berakhir pada Oktober 1965. Tak banyak fakta yang menguraikan kehidupannya pada periode Belitung ini kecuali keterangan dari Murad Aidit. Ayah Mailan seorang tuan tanah. Aidit adalah anak sulung dari enam bersaudara—dua di antaranya adik tiri. ia raib tak tentu rimba. Ia mengambil alih partai itu dari komunis tua—Alimin dan Tan Ling Djie—pada 1954. jabatan yang cukup terpandang di Belitung ketika itu. dalam Pemilu 1955 partai itu sudah masuk empat pengumpul suara terbesar di Indonesia. ketika Gerakan 30 September gagal dan pemimpin PKI harus mengakhiri hidup di ujung bedil. PKI memunculkan anak-anak belia di tampuk pimpinan partai: D. Dipa Nusantara bercita-cita menjadikan Indonesia negara komunis. Sumatera Selatan. Mailan.N. M. Inilah partai komunis terbesar di dunia setelah Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina.wordpress. adalah mantri kehutanan. 31 tahun. Setelah itu. Adapun Abdullah Aidit adalah anak Haji Ismail. dan ia tewas dalam siraman satu magazin peluru senapan Kalashnikov serdadu. Ayahnya. dia ”muncul” kembali. Dalam kongres partai setahun sebelum pemilu. dan Njoto (27). 30 Juli 1923. Sebagian orang mengatakan ia kabur ke Vietnam Utara. Ketika partai-partai lain tertatih-tatih dalam regenerasi kader. pengusaha ikan yang cukup berhasil. lahir dari keluarga ningrat. Aidit sendiri tutup buku dengan cara tragis: tentara menangkapnya di Boyolali. Aidit. Aidit hanya butuh waktu setahun untuk membesarkan kembali PKI.Usianya baru 25 tahun. PKI mengklaim beranggota 3. D. anak bungsu Abdullah-Mailan. Sudisman (34). Lukman (34).H.N. Jawa Tengah. Ibunya. Orang-orang Belitung menyebut luas tanah keluarga ini dengan ujung jari: sejauh jari menunjuk itulah tanah mereka. lll LAHIR dari keluarga terpandang di Belitung. Meski disebut-sebut bahwa http://serbasejarah. Aidit berpidato tentang ”jalan baru yang harus ditempuh untuk memenangkan revolusi”. Dua tahun kemudian. sedangkan yang lain mengatakan ia bolak-balik Jakarta-Medan.5 juta orang.

ada pula cerita yang menyebutkan ia sebetulnya tak peduli benar dengan keluarga. ia bergaul dengan banyak orang. Ketika gadis itu menikah dengan lelaki lain.Achmad adalah kakak yang melindungi adik-adiknya. Puisi-puisinya pernah ditolak dimuat di Harian Rakjat. tambang timah di kampung halamannya.com 7 . koran yang berafiliasi dengan PKI. Tapi tak ada perselisihan yang berarti. Achmad tak peduli benar soal ”akar”. Kepada Murad. Noer. ia membanting telepon. Dikabarkan pernah pula ia berenang di sepotong sungai di Jakarta karena tahu Ketua Mao pernah menyeberangi Sungai Yang-Tse di Cina. ia memimpin partai yang berhasil—setidaknya sampai G-30-S membuatnya porak-poranda. Simpatinya kepada kaum buruh dimulai dari persahabatannya dengan seorang pekerja Gemeenschapelijke Mijnbouw Billiton. Dalam hal ini.” kata bekas wartawan itu. Kisah cintanya jarang terdengar. tentang Aidit mungkin tak kelewat salah: Aidit adalah pegiat partai yang dingin— mungkin cenderung kering. koran yang sebetulnya berada di bawah kendalinya. kecuali dengan Soetanti. Ia menjadi bagian dari anak pribumi. ia tak flamboyan. Tapi. Katanya. menangkap kesan lain tentang Aidit. Dengan kata lain. Tapi seorang bekas wartawan Harian Rakjat. Utuy Tatang Sontani. Kini peristiwa itu dikenal dengan pelbagai tafsir dengan Aidit sebagai tokoh yang selalu disebut. suatu ketika saat mereka sudah di Jakarta. apa pun. tapi sajak-sajaknya miskin imajinasi. Tidak lebih. Untuk itu ia murka. sutradara Pengkhianatan G-30-S/PKI. Aidit memang menulis puisi. ia tak ramah. Pernah terdengar kabar ia menyukai seorang gadis yang juga dicintai sastrawan kiri. keduanya cuma tersenyum simpul.wordpress. tapi juga bergaul dengan pemuda Tionghoa. dokter yang belakangan menjadi istrinya. potret Arifin C. Ia tegang. Tak seperti Njoto. ”Saya tak pernah merasa nyaman bila bersamanya. Dipa Nusantara bukan orang yang mudah didekati. Ia tak main musik. Ada dugaan ia menulis sajak karena Mao Tse-Tung menulis sajak. http://serbasejarah. Di Belitung. Aidit pernah mengatakan satu-satunya hal yang mengaitkan mereka berdua adalah mereka berasal dari ibu dan bapak yang sama.

kekuasaan lahir dari laras bedil. gagasan ini sempat dipersoalkan aktivis partai komunis negara lain karena ide itu tak ada dalam ajaran Marxisme. Hasil studi sejumlah Indonesianis asal Cornell University. Pendirian Biro Chusus menjadi bahan gunjingan karena dilakukan tanpa konsultasi dengan anggota Comite http://serbasejarah. Tapi PKI punya kelemahan: mereka tak punya tentara.N. Kabarnya. Mengatasi keadaan. Ia dekat dengan Soekarno. AIDIT sebetulnya punya sejumlah modal untuk melancarkan revolusi—sesuatu yang dipercaya kaum komunis bisa menjadikan masyarakat lebih baik: masyarakat tanpa kelas. Studi ini disokong penelitian lain yang dilakukan Coen Holtzappel.com 8 . Aidit datang dengan teorinya sendiri. menyimpulkan kejadian itu adalah buah konflik internal Angkatan Darat.wordpress.Buku putih pemerintah Orde Baru menyebutkan PKI adalah dalang prahara itu. Pengalaman partai komunis di banyak negara menunjukkan kekuatan bersenjata di bawah kendali partai adalah esensial karena. ia punya massa. seperti kata Mao. Bekerja sama dengan klik tertentu dalam Angkatan Darat. PKI pernah mengusulkan dibentuknya angkatan kelima—dengan mempersenjatai buruh dan tani—tapi gagasan itu segera ditentang tentara. lll D. Sebuah revolusi bisa dimulai dengan kudeta asalkan kup itu disokong 30 persen tentara. AS memprovokasi PKI untuk menjatuhkan Soekarno. Yang lain percaya ada skenario Inggris dan CIA yang bertemu untuk menjatuhkan Soekarno yang prokomunis. Tujuannya jelas: menjadikan Indonesia sebagai negara komunis. Di sinilah muncul spekulasi bahwa Aidit ”berjalan sendiri”. Amerika Serikat. Indikasi yang paling sering disebut adalah ketika ia mendirikan Biro Chusus bersama Sjam Kamaruzzaman—tokoh misterius yang bahkan tak banyak dikenal oleh petinggi PKI sendiri. Ada pula yang berpendapat G-30-S adalah skenario Soekarno untuk melenyapkan oposisi tertentu dalam Angkatan Darat. Ada pula yang yakin Amerika Serikat dan CIA yang menjadi dalang. Peneliti Geoffrey Robinson termasuk yang mempercayai skenario ini.

com 9 . ”Revolusi siapa melawan siapa? Apakah dengan demikian premis Untung (Letnan Kolonel Untung. Jakarta Timur. Iba.Central yang lain. Ketidaksetujuan terhadap analisis militer Sjam juga telah disampaikan seorang komandan batalion gerakan yang kemudian ditahan di Rumah Tahanan Militer Salemba.N. meyakini bapaknya pun tak tahu-menahu soal pembunuhan para jenderal. Aidit membenarkan kabar bahwa informasi-informasi penting yang ditujukan kepadanya harus melalui Sjam. anak sulung D. menyangkalnya. Aidit bertanya-tanya. Sudisman menyebut ada dua faksi dalam partainya: PKI legal dan PKI ilegal. Kepada Soejono. http://serbasejarah. Aidit. 2 Desember 1965—dua pekan sebelum ia dinyatakan ”hilang”—menyerang keyakinan Aidit tentang kudeta yang bisa bermutasi menjadi revolusi itu. dalam wawancaranya dengan Asahi Shimbun. Dari sejumlah studi yang dibacanya. ”Saya mau dibawa ke mana?” Di sinilah muncul spekulasi lain: Aidit ditelikung Sjam Kamaruzzaman. Prancis. Aiditkah dalang tunggal prahara G-30-S? Dalam diskusi internal redaksi Tempo. Yang terakhir ini adalah sindiran Sudisman terhadap Biro Chusus. Persoalannya.) mengenai adanya Dewan Jenderal itu membenarkan coup d’etat?” tanya Njoto. oleh aktivis PKI tak lama setelah pembunuhan terjadi. Njoto pernah bertanya kepada Lukman tentang apa yang terjadi dengan G-30-S. rapat-rapat Politbiro menjelang G-30-S hanya memerintahkan penangkapan para jenderal—untuk diserahkan kepada Bung Karno— bukan pembunuhan.wordpress. di hadapan seorang wartawan Harian Rakjat. ditemukan bahwa saat dibawa ke Halim. Lukman menggeleng. Sebuah studi misalnya mengutip keterangan Mayor Angkatan Udara Soejono yang berbincang dengan Aidit pada 30 September malam. Njoto. pemimpin aksi G-30-S—Red. Itulah sebabnya. menurut Soejono. 6 Oktober 1965. Skenario ini bukan tak punya argumentasi. Ibarruri Putri Alam. kini bermukim di Paris.

Aidit.com 10 .Begitukah? Tak pernah ada jawaban tunggal atas prahara yang menewaskan ratusan ribu orang tersebut. Bahwa ia bukan sepenuhnya ”si brengsek”. Sejarah adalah sebuah proses menafsirkan. Juga ikhtiar membongkar mitos tentang D. sebagaimana ia bukan sepenuhnya tokoh yang patut jadi panutan.N. Apa yang disajikan dalam Liputan Khusus Tempo kali ini adalah upaya mengetengahkan versi-versi itu. http://serbasejarah.wordpress. tidak juga keyakinan Ibarruri. Tidak buku putih Orde Baru.

wordpress. firma ini berubah menjadi PT Pertambangan Timah Balitung. seorang pengusaha ikan yang makmur. Abdullah adalah mantri kehutanan. Ayah Mailan bernama Ki Agus Haji Abdul Rachman. Titel ki pada nama itu mencirikan ia ningrat.*** Masa Kecil di Belitung *** Datang dari keluarga terhormat. jabatan yang cukup bergengsi di Belitung ketika itu. bibit komunisme tumbuh dalam diri Aidit ketika menyaksikan nasib buruh kecil di perusahaan tambang timah di Belitung. Selain mudah bergaul dengan tuan-tuan Belanda. Mailan lahir dari keluarga ningrat Bangka Belitung. Mereka memiliki puluhan sero. http://serbasejarah. Ayahnya Abdullah Aidit dan ibunya Mailan.com 11 . anak Haji Ismail. Karena datang dari kaum terpandang itulah keluarga ini gampang bergaul dengan polisi di tangsi. ACHMAD Aidit lahir pada 30 Juli 1923 di Jalan Belantu 3. Adapun Abdullah Aidit. orang-orang Tionghoa di pasar. sebuah perusahaan tambang timah milik Belanda. Belitung. Maksudnya. dan none-none Belanda di Gemeenschapelijke Mijnbouw Billiton. sejauh jari menunjuk. Berdiri pada 1825. sekolah menengah pemerintah Belanda ketika itu.) Aidit memang datang dari keluarga terhormat. itulah tanah mereka. Kini bangunan sekolah itu masih tegap berdiri dan berganti wujud menjadi Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tanjung Pandan. perusahaan itu hanya dua kilometer dari rumah Aidit. Achmad yang belakangan berganti nama menjadi Dipa Nusantara (D. lalu ditutup pada April 1991 setelah stok timah di kawasan itu merosot. Orang-orang Belitung menyebut luas tanah keluarga ini dengan ujung jari.N. Pangkallalang. Dia juga tuan tanah. semacam tempat penangkapan ikan di laut. dan pemasok ikan terbesar ke sejumlah pasar. anak-anak Abdullah juga gampang masuk Hollandsch Inlandsche School (HIS). Dinasionalisasi pada era Soekarno. Ya.

Ibrahim (meninggal dunia ketika dilahirkan) dan Murad.” kata Ibarruri Aidit. Anak polisi yang datang dari Jawa masuk kelompok anak benteng atau kerap juga disebut anak tangsi–menyebut asrama tempat tinggal polisi.Abdullah punya delapan anak. Hingga kini sekolah itu masih tegak berdiri. Sepulang sekolah. adik ipar Abdullah. Semua lelaki. Saat ini kawasan pecinan itu masih berdiri tegak bahkan berbiak. Achmad biasanya membawa jeriken paling besar. Sebagai kakak tertua. putri sulung D. anak-anak Abdullah tumbuh dalam keluarga yang rajin beribadah. Rosiah dan Mohammad Thaib. Karena tinggal di pasar. Aidit dan adik-adiknya belajar mengaji. Setidaknya. Achmad kerap nongkrong bersama anakanak geng pasar ini. Achmad dan adik-adiknya meluncur ke sungai mengambil air. lahir Achmad. Achmad dan adik-adiknya masuk kelompok ini.” kata kata Murad Aidit. Aidit.N. ”Namun bukan marga. Guru mereka Abdurracham. Orang-orang di Jalan Belantu mengenal Achmad Aidit sebagai tukang azan. geng itu punya nama lain yakni geng pasar. Seperti di sebagian besar wilayah Indonesia saat itu. dia kerap diminta mengumandangkan azan. Kelompok ketiga adalah geng Tionghoa. Dia pendiri Nurul Islam. geng Tionghoa. Dari delapan anak Abdullah. Walau dididik di sekolah Belanda. Kawasan ini cuma 500 meter dari rumah Aidit. Achmad adalah yang paling mudah bergaul. Dari perkawinan dengan Mailan. “Karena suara Bang Achmad keras.wordpress. anak benteng.com 12 . Abdullah adalah tokoh pendidikan Islam di Belitung. organisasi pendidikan Islam dekat kawasan pecinan di kota itu. Abdullah kemudian menikah lagi dengan Marisah dan melahirkan Sobron dan Asahan. adalah anak bawaan Marisah dengan suami sebelumnya. dan geng Sekak. Belitung juga belum punya pengeras suara guna mengumandangkan azan. http://serbasejarah. Keenam anaknya itu menyandang nama belakang Aidit–nama keluarga. Orang tua mereka berdagang di pasar dan pelabuhan Belitung. Rupa-rupa geng remaja di Belitung ia dekati. Geng kampung adalah kumpulan anak pribumi. ada empat geng di sana: geng kampung. Dua anak lainnya. Basri. Setelah mengaji.

misalnya. Walau pertikaian cukup sengit. Achmad mengaku dialah penyebab kaburnya itik-itik itu. http://serbasejarah. Achmad mudah bergaul dengan pelbagai geng. Aidit juga kerap melindungi adik-adiknya dari sikap keras sang ayah. Suatu hari Murad baku pukul dengan seorang anak geng tangsi. Suatu hari perlombaan dimulai dengan salto dari sebuah batu besar. Si bungsu ini mengadu ke kakak sulungnya itu. Aidit juga rajin menelusuri sungai bersama anak-anak Sekak. tubuh Aidit lebih gempal daripada adik-adiknya. Dia.” Dari pelacakan itu. Achmad sejak petang hingga magrib ke sana-kemari mencari kawanan unggas itu. Abdullah yang mendengar kisruh ini murka besar. Aidit menjadi pelindung saudara-saudaranya dari perseteruan antargeng. semacam kaum gypsy di Eropa.wordpress. Situasi yang serba keras itu membuat Aidit membesarkan otot.Sejumlah toko dan papan jalan ditulis dengan aksara Cina. “Karena dia bisa melakukan kontra-salto. Mereka datang dari keluarga yang kerap berpindah tempat tinggal.” kata Murad. kerap pulang malam karena menonton wayang bersama anak-anak benteng di tangsi. Tapi Achmad menang. Suatu petang Basri pernah bertindak ceroboh. Kelompok anak muda yang terakhir adalah geng Sekak. Tapi dia tidak main hajar. Aidit rupanya cuma membantu kalau lawannya lebih besar. Tak rela Basri dimarahi. Dia rajin berlatih tinju dan olahraga angkat besi. Aidit bilang kepada Murad. Dia juga kerap nongkrong di pasar bersama anak-anak Tionghoa. sekitar 20 kilometer dari Belitung. Dia melepas 15 ekor itik dari kandang milik keluarga itu. Mungkin karena sering angkat besi. Kedekatan dengan geng ini lantaran mereka satu sekolah di HIS. Antargeng kerap terjadi baku pukul.com 13 . Melihat adiknya dalam bahaya. Diam-diam Aidit melacak lawan sang adik. Pulang ke rumah. Anak-anak gunung melakukannya dengan sempurna. rupanya Aidit tahu bahwa musuh itu masih sebanding dengan adiknya. ”Kau lawan saja sendiri. Mereka kerap berlomba berenang di sungai dekat Gunung Tajam.

http://serbasejarah. Saban hari Aidit melihat buruh berlumur lumpur. Tapi tak mudah karena para buruh cenderung tertutup. Achmad menawarkan bantuan. Aidit lalu mencangkul. si buruh itu mengangguk. Achmad mendekati mereka. dan hidup susah.Pergaulan Achmad memang lebih laju daripada remaja seusianya. menurut Murad.com 14 . Pergaulan dengan kaum buruh itu. yang menentukan jalan pikiran dan sikap politik Achmad setelah di Jakarta. Tertarik mendalami hidup para buruh. bermandi keringat. Selain gemar berkumpul dengan pelbagai kelompok remaja itu. Sampai suatu hari Achmad melihat seorang buruh sedang menanam pisang di pekarangan rumah. gedung khusus tempat petinggi perusahaan dan none-none Belanda menonton film terbaru sembari menenggak minuman keras. dia juga bergaul dengan buruh di Gemeenschapelijke Mijnbouw Billiton. juga soal pestapora petinggi tambang. Kadang mereka ngobrol sembari menyeruput kopi dan mengudap singkong rebus. Sejak saat itu Aidit bersahabat dengan buruh itu. Hingga akhir ia memimpin partai komunis dan tenggelam dalam peristiwa yang dikenal dengan Gerakan 30 September. Dari ngobrol-ngobrol santai itulah Aidit kemudian tahu kesulitan para buruh. Sedangkan meneer Belanda dan tuan-tuan dari Inggris hura-hura. Letak perusahaan itu sekitar dua kilometer dari rumah Aidit.wordpress. Kian hari hubungan mereka kian dekat. Boleh jadi semangat antiBelanda dan perjuangan antikelas di kemudian hari bermula dari tambang itu. Perusahaan ini menyediakan societet. Buruh tambang itu cuma bisa menelan ludah dan sesekali mengintip bioskop. Tertegun sebentar.

” kata Ilham Aidit.1991) Dia dokter Indonesia pertama yang menguasai akupunktur. Dia bebas pada 1980. ”Ketika Ibu meninggal. Kini ia menjadi warga negara Kanada dan bekerja untuk Petronas. Tapi garis hidup dan politik ideologi mencerai-beraikan anak dan cucu Abdullah. Dipa Nusantara Aidit (30 Juli 1923-23 November 1965) Sejak kecil dikenal pemberani. neneknya khawatir dia menjadi Serani (Kristen). Moedigdo Siti Aminah Keturunan ningrat Minang ini adalah teman sekolah Sutan Sjahrir. Rusia. Ilham dan Irfan. adalah muslim taat dan pemuka masyarakat yang dihormati. pada 1958. perusahaan minyak Malaysia. (1925-1992) Boleh dibilang dia agak jauh dari dunia D. dan akhirnya menetap di Paris. Aidit–neneknya yang berbadan besar itu sering membantu Sjahrir dalam perkelahian di sekolah. Sewaktu dia memutuskan ke Jakarta. termasuk memberikan pengobatan gratis untuk para tetangga miskinnya di Pondok Gede.M.Ayahnya. Jakarta. kampung di pesisir di barat Belitung. menumpang di rumah keluarga Mulyana. Ketika kakaknya sukses memimpin partai. Kakek dari garis ibu. Tahun lalu dia menerbitkan otobiografi berjudul Anak Sulung D. Aidit.N. Kini mereka hidup terpisah. Soesalit. A Ranting yang Terberai Silsilah keluarga Aidit Dokter Soetanti Achmad Aidit alias (1924 . R. Ilya Aidit Iwan Aidit (55 tahun) Setelah berpisah dari orang tua. Karena suaranya nyaring. setelah khatam ngaji.N. anak tunggal R. Abdullah Aidit. saudara ibunya di Bandung. Burma. membantu membiayai sekolah Soetanti. ketika anggota PKI dikejar-kejar. Di Jakarta Achmad tertarik pada Marxisme dan aktif berpolitik. 60 | TEMPO 1 Oktober 2007 . adalah pendiri Batu Itam. Lulus dari Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung. Ayahnya. Setelah G30S. sekitar 15 kilometer utara Tanjungpandan. Iwan sepenuhnya jadi profesional dan mencari hidup di luar negeri. Basri ikut dikirim ke Pulau Buru. Tapi Moedigdo menolak mewarisi jabatan yang dianggapnya hanya antek penjajah. Ki Agus Haji Abdul Rachman. orang kampung melayat sambil membawa ayam dan kelapa. Iwan bersama kedua adiknya. dia sering menjadi tukang azan di surau dekat rumahnya. (56 tahun) Dia bergabung dengan kakaknya di Moskow pada usia 8 tahun. cHMAD ”Dipo Nusantara” Aidit tak lahir dari keluarga komunis. Menurut Ibarruri–putri sulung D. Kartini. dia kembali praktek. Koesoemodikdo. Kerabat ayahnya.N. Aidit. Jakarta. Ilya ikut Ibarruri berkelana ke Cina. Selepas dari penjara Orde Baru pada 1980. Basri cuma pegawai biasa di Dinas Pekerjaan Umum Tanah Abang. sebagian menjadi eksil di Eropa. Kini dia menetap di Paris dan bekerja sebagai perawat. Moedigdo kemudian merantau ke Medan dan bertemu serta menikah dengan Siti Aminah.A. Makao. Basri Aidit Ibarruri Putri Alam (58 tahun) Menginjakkan kaki pertama kali di Moskow. adalah bupati pertama Tuban. Toh.

Irfan Aidit (48 tahun) Dia sempat belajar di fakultas kedokteran.2007) Kegemaran akan sastra bertambah setelah datang ke Jakarta pada 1948 dan mengenal Chairil Anwar. Tempo/Ahmad Taufik. Syafeii Embut. adalah pendiri kampung Batu Itam di Belitung. Abdullah Aidit (Meninggal 1968) Dia ikut membesarkan Nurul Islam. Foto: istimewa. terbit November lalu. Buku Menolak Menyerah: Menyingkap Tabir Keluarga Aidit. dan Theo Djin Hui. dan H. Mailan meninggal tak lama setelah melahirkan Murad. dan Guru di Masa Pergolakan. Sanusi Pane. puisi. baik fiksi.N. Sobron Aidit (1934 . Depok.Mailan (Meninggal 1927) Istri pertama Abdullah. Razia Agustus adalah buku terakhirnya. telah diterjemahkan ke banyak bahasa. Murad Aidit (80 tahun) Temannya banyak: dari aktivis pelajar di Menteng 31. Hasil pemilu 1955.B. maupun memoar. Jakarta. pecah peristiwa G30S. Saat ini menetap di Cimahi. Koleksi Ilham Aidit. Tempo/arif Fadillah. Jasin. Ketika sedang di Moskow untuk memperdalam filologi. Pada Juni 1954 Abdullah mengundurkan diri dari lembaga perwakilan tersebut. Repro/tempo/Ramdani Sumber: 1. Dia juga terpilih menjadi Wakil Bupati Belitung. namun lebih suka melanjutkan studi ekonomi di Moskow. saudara kembarnya. KAH Abdul Rachman. Ayahnya. hingga sastrawan seperti Chairil Anwar. Aidit. dia seorang pemain biola. mereka membentuk kelompok kuartet. Masirah (Meninggal 1974) IbrahimAidit (1926) Usianya tak sampai sehari. Wawancara Tempo 1 Oktober 2007 TEMPO | 61 . oleh Ibarruri Aidit 2. Kini arsitek lulusan Universitas Parahyangan Bandung itu tinggal di Kota Kembang dan kini terlibat proyek rekonstruksi Aceh. Buku-buku­ nya. Setelah terdampar di Cina dan Vietnam. oleh Sobron Aidit 4. oleh Budi Kurniawan dan Yani Andriansyah 3. Ilham Aidit (48 tahun) Empat tentara dengan pistol di tangan berniat ”menghabisi” Ilham dan Irfan. dia kini menetap di Belanda. Dia menetap di Prancis hingga berpulang pada 10 Februari 2007. Bersama Mokhtar Embut. Dia pernah pula menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Sementara-Republik Indonesia Serikat mewakili Belitung. Kini tinggal di Cikumpa. Asahan Aidit (69 tahun) Sewaktu muda. sebuah perkumpulan keagamaan di Belitung. Sahabat. namun urung setelah tentara menyadari keduanya hanya bocah berusia 8 tahun. Jawa Barat. Buku Anak Sulung D. Buku Aidit: Abang. Murad menjadi anggota DPRD II Belitung.

dan dapur. Tapi. bekas ketua umum partai itu. ruang tamu. 48 tahun. Kini yang tersisa hanya rumah belakang berukuran 8×7 meter. Antara rumah dan Jalan Dahlan yang memanjang di depannya. Dibangun pada 1921 oleh Haji Ismail.” kata Murad aidit. Aidit. pernah tinggal di sana. biarlah ia cuma-cuma menempatinya. kayunya lapuk dan berjamur.*** Rumah Tua Mantri Idit *** RUMAH panggung itu tua dan setia. seorang buruh lepas Pelabuhan Tanjung Pandan asal Bugis. ayah Dipa Nusantara Aidit—Ketua Umum Partai Komunis Indonesia. Belitung Barat. Aidit dari garis bapak. Sebagian lagi yang lebih dekat jalan adalah bekas halaman yang kini dipakai untuk lapangan badminton. Desa Pangkalalang. Hanya kerangka utama yang menggunakan kayu ulin yang masih kukuh. kakek D. Gakdung tinggal seorang diri. rumah itu terletak di Jalan Dahlan 12 (dulu Jalan Belantu 3) Dusun Air Berutak.wordpress. sebuah kawasan sekitar 54 kilometer dari Tanjung Pandan. Di sana sekarang tinggal Gakdung. adik D. Bagian depan dibongkar tak lama setelah Abdullah Aidit meninggal pada 23 November 1965. Belitung Timur. Sebagian atap berbahan sirap telah koyak dan diganti seng. karena hidupnya pun susah. Ditempati oleh nelayan miskin. ”Semula dia sewa. Sekretaris Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. Di sanalah dulu Achmad Aidit—nama kecil Dipa Nusantara— http://serbasejarah. Selebihnya ringkih dimakan zaman. rumah itu lusuh tak terawat. Di dinding kayu menuju dapur terdapat kalender Partai Bulan Bintang bergambar Yusril Ihza Mahendra. Yang tersisa hanya sebuah bilik. Abdul Hadi Adjin.N.N. Itulah rumah Abdullah Aidit. Rumah Abdullah sempat menjadi asrama pelajar asal Kelapa Kampit. terdapat kebun dengan beberapa pokok pohon pisang dan pohon jengkol.com 15 . Di sana-sini. rumah ini punya dua bangunan utama: rumah depan dan rumah belakang. Sebagian kebun ini adalah bekas rumah depan. Seperti rumah-rumah lain di Belitung.

qari di kampung itu.wordpress. Di rumah Liman. cucu Siti Azahra. kerabat Siti Azahra. Yang tersisa hanya gubuk ringkih beratap sirap—rumah panggung yang tua dan setia. cucu Siti Azahra. Marisah menempati rumah itu hingga akhirnya Sang Khalik memanggilnya pada 1974. dinas kehutanan zaman Belanda. Inilah rumah peninggalan Siti Azahra.N. angkat besi. Marisah tengah pergi ke rumah kerabatnya dan baru pulang tiga hari kemudian. Kini rumah ini dimiliki Efendi.” kata Taufan. Rumah Liman tak jauh dari kediaman Siti. Sekitar 20 meter dari rumah tua itu terdapat rumah tua lainnya yang lebih terawat dan kukuh. Di sinilah Achmad kecil kerap didapuk mendendangkan azan saat magrib dan isya.com 16 . 54 tahun. istri Abdurrachman. Sekarang surau itu sudah rata tanah dan digantikan Kantor Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan Cabang Belitung. istri kedua Abdullah.berlatih tinju. ”Buat kami. Rosihan. Kepada Abdurrachmanlah dulu Ahmad belajar mengaji Quran. tokoh penting Partai Komunis Indonesia? Tidak. Aidit hijrah ke Jakarta. halaman rumah ini masih menjadi lapangan olahraga pemuda kampung Pangkalalang. Hingga D. Abdullah meninggal pada 1968 dalam keadaan yang mengenaskan. dan senam. Semua memang sudah lewat. Achmad bersama teman seumurannya juga berlatih kesenian hadrah. mengungkapkan bahwa sebagian orang yang lahir sebelum tahun 1970 mengenal rumah ini milik Mantri Aidit. Jasadnya baru ditemukan Marisah. tiga hari setelah ia wafat. 52 tahun. Ini sebutan untuk Abdullah yang pernah menjadi pegawai Boswezen. Adakah orang-orang di kampung Air Berutak menghubungkan rumah tua itu dengan Aidit. Anak-anak Abdullah Aidit juga belajar mengaji kepada Liman. saudara sepupu Azahra. http://serbasejarah. Pada hari kematian itu. Seratus meter dari rumah Abdullah dulu berdiri surau panggung. Sepeninggal Abdullah. semua biasa-biasa saja.

Dia harus puas bersekolah di Middestand Handel School (MHS). yang ketika itu akan dimakamkan. Sayangnya.wordpress. Setibanya di Batavia. Pemuda yang merantau sampai tanah Jawa bisa dihitung dengan jari. sudah disunat. dua pekan lalu. Adik Aidit yang lain. Waktu itu awal 1936. dan sudah khatam mengaji. AKU mau ke Batavia. Achmad Aidit ditampung di rumah kawan ayahnya. Keempat syarat itu sudah dipenuhi Aidit. menjelaskan bahwa untuk diizinkan merantau.” kata Murad Aidit. Bakat kepemimpinan Aidit dan idealismenya yang berkobar-kobar langsung menonjol di antara kawan sebayanya. http://serbasejarah.com 17 . bisa mencuci pakaian sendiri. dalam bukunya Aidit: Abang. setingkat sekolah dasar masa itu. Jakarta Pusat. Karena terlalu aktif di luar sekolah.” kata Achmad Aidit kepada ayahnya. Sahabat. tempat tinggal keluarga Aidit. pendaftaran MULO sudah ditutup ketika Aidit tiba di Jakarta. kata Murad. Di Belitung. seorang mantri polisi. Kalau sudah sampai meminta sesuatu. adik kandung Achmad. ”Abang saya paling jarang meminta sesuatu kepada Bapak. sebuah sekolah dagang di Jalan Sabang. Marto. Untuk masuk sekolah menengah—dikenal dengan nama Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO)—pemuda-pemuda pulau itu harus merantau ke Medan atau Jakarta. di kawasan Cempaka Putih. Abdullah. Sobron. itu artinya tekad Aidit sudah benar-benar bulat.*** Merantau ke Jakarta *** Aidit muda tertarik pada politik setibanya di Jakarta. sekolah ”paling tinggi” memang hanya itu. kepada Tempo. Aidit mengorganisasi kawannya melakukan bolos massal untuk mengantar jenazah pejuang kemerdekaan Muhammad Husni Thamrin. Di sekolahnya yang baru. dan Guru di Masa Pergolakan. Mendirikan Antara dan berganti nama. Meninggalkan Belitung bukan pilihan yang lazim pada masa itu. Aidit tidak pernah menyelesaikan pendidikan formalnya di MHS. baru lulus Hollandsch Inlandsche School. seorang remaja harus memenuhi empat syarat: bisa memasak sendiri. Tapi Aidit bisa meyakinkan ayahnya. Achmad berusia 13 tahun.

setiap kali ada pertandingan sepak bola di Kampung Parit. jaringan relasi Aidit meluas. Lama-kelamaan. http://serbasejarah. seperti Adam Malik dan Chaerul Saleh. Murad datang menyusul dari Belitung. Ketika indekos di sini. pada 1942.” Sobron berkisah dalam bukunya. Aidit selalu berjualan kerupuk dan nanas. dari rumah tumpangannya di Tanah Tinggi. Mochtar. di dekatnya. Mochtar ini seorang penjahit yang punya toko lumayan besar di Pasar Baru. toko Mochtar segera menjadi tempat mangkal para aktivis masa itu. Dari pagi sampai sore. Karena lokasi usahanya yang strategis. Otomatis. Tak puas dengan perkembangan usahanya. Aidit pindah ke sebuah rumah di Tanah Tinggi 48. Tentu saja jumlah itu juga pas-pasan untuk dua bersaudara Aidit. kawasan Senen. untuk berkongsi. juga untuk bersekolah di Jakarta. 15-25 gulden dikirimnya ke Batavia. Hubungan komunikasi antara Jakarta dan kota sekitarnya terputus total. selain biro iklan. mesin ketik. Aidit lalu membuat biro pemasaran iklan dan langganan surat kabar bernama Antara.com 18 . Dr Soetomo. Untuk bertahan hidup. aneka jenis barang diangkut massa ke Pasar Senen. mulai dari ban mobil.wordpress. Dari jumlah itu. ”Untuk ditabung.Tiga tahun di Cempaka Putih. sampai gulungan kain bahan baju. Saat itu. Apalagi ketika masa pendudukan Jepang tiba. Tatkala abangnya sibuk melayani pelanggan. Jakarta Pusat. Berdagang memang bukan pekerjaan baru untuk Aidit. Antara juga berjualan buku dan majalah. Ketika masih tinggal di Belitung. Aidit menyaksikan ribuan orang berduyun-duyun menjarah gudang-gudang perkapalan di Pelabuhan Tanjung Priok. Achmad dan Murad mau tak mau harus mulai bekerja. Aidit kemudian mengajak seorang kawan yang tinggal satu indekos dengannya. Kiriman uang dari Belitung macet. Menyekolahkan dua anak jauh dari rumah tentu tak mudah untuk keuangan Abdullah Aidit. Murad biasanya berjualan pin dan lencana bergambar wajah pahlawan seperti Kartini. Gajinya sebagai mantri kehutanan hanya sekitar 60 gulden sebulan. dan Diponegoro.

Hanya dalam waktu singkat. lll SITUASI politik Ibu Kota yang gegap-gempita sudah menarik minat Aidit sejak awal. Di balik karier politiknya yang mulai menjulang. Suatu kali Aidit bahkan berujar bahwa persamaan di antara mereka hanyalah faktor kebetulan. Aidit seperti mencoba mengibaskan bayang-bayang keluarga dan masa lalunya di Belitung. Dalam organisasi inilah persinggungan Aidit dengan politik makin menjadi-jadi.Ketika Mochtar menikah dan menyewa rumah sendiri di kawasan Kramat Pulo. Menurut adik-adiknya. Sejak namanya berubah itu memang tak banyak orang yang tahu asal-usul Aidit.wordpress. Ketika Murad berkali-kali meminta bantuan finansial.” kata Murad. Kondisi ini menguntungkan Aidit. karena Mochtar sering membiarkan kakak-beradik itu tidak membayar sewa. kalau Mochtar sedang butuh duit.” katanya. Aidit diangkat menjadi Ketua Umum Pertimu. makanya dia terima. terlalu menyodor-nyodorkan uangnya. karena dilahirkan dari ibu dan bapak yang sama. di depan namanya adalah singkatan ”Djafar Nawawi”. misalnya. Aidit selalu menolak. tak ada hubungan apa pun di antara kita. Namun situasi ekonomi yang terus memburuk membuat Aidit akhirnya angkat tangan.” katanya seperti ditirukan Murad. http://serbasejarah. Biasanya.com 19 . Pekumpulan ini dimotori Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo). Dia sering disebut-sebut berdarah Minangkabau. di bawah pimpinan Amir Syariffudin dan Dr Ahmad Kapau Gani. setoran uang sewa Murad akan dimasukkan ke kantong.N. Aidit dan Murad ikut pindah ke sana. sebelum dikirim pulang ke Belitung. pergantian nama itu lebih dipicu perhitungan politik Aidit. Sekitar masa-masa itulah Achmad Aidit memutuskan berganti nama. Dia pertama-tama bergabung dengan Persatuan Timur Muda atau Pertimu. ”Dia mulai membaca risiko. Tapi. ”Pakai saja untuk keperluan lain. ”Selebihnya. dan D. Murad diminta tinggal di sebuah asrama korban perang. kalau begitu. Aidit akan menggerutu.” katanya memarahi Murad. Dia memilih memakai nama Dipa Nusantara—biasa disingkat D.N. ”Kamu sih.

Akan muncul banyak persoalan jika nama itu mendadak lenyap dari daftar keluarga. tak bisa dengan segera menerima gagasan anaknya. Abdullah mengaku tidak bisa menerima rencana pergantian nama itu karena nama Achmad Aidit sudah kadung tercetak di slip gajinya sebagai putra sulung keluarga itu.wordpress.com 20 . Ayah dan anak itu sepakat. Abdullah. nama D. sebelum akhirnya Abdullah menyerah. Aidit baru akan dipakai jika sudah ada pengesahan dari notaris dan kantor Burgelijske Stand—atau catatan sipil.Proses perubahan nama itu juga tak mudah.N. Di depan anak-anaknya. http://serbasejarah. Abdullah dan Aidit bersurat-suratan beberapa kali. ayah Aidit.

tapi ke kantor PKI di Jalan Boemi 29. ”Seingat saya. hubungan Aidit-Soetanti kian akrab. Solo. mereka datang untuk silaturahmi saja. Karena urusan organisasi itulah Soetanti kerap bolak-balik Klaten-Solo. dengan kawan lain yang lebih banyak. Dua gadis berdiri di depan pintu. Mereka mengundang Aidit sebagai Ketua Departemen Agitasi dan Propaganda Partai Komunis Indonesia Solo untuk memberikan ”kuliah” soal politik dan keorganisasian. Soetanti—yang disapa ”Bolletje” (sebuah kata Belanda yang berarti bundar) oleh temantemannya—datang lagi beberapa hari kemudian. Mereka kemudian dijamu dua redaktur. Kali ini atas nama Sarekat Mahasiswa Indonesia. dan suka musik klasik. tak pandai berkelakar. Suatu siang di awal 1946. Itu disokong sifat dasarnya yang periang. kata Hasan. Yogyakarta. kedatangan tamu tak diundang. Sebagai seorang ningrat Mangkunegaran (kakeknya seorang Bupati Tuban). Anak seorang mantri kehutanan dari Belitung itu seorang pemuda serius. Kunjungan berikutnya tak lagi ke kantor Bintang Merah. Kantor majalah dua bulanan Bintang Merah di Jalan Purnosari. Sangat antipoligami. dan patriotisme.wordpress. dan suka bicara ceplas-ceplos. Hasan Raid dan Dipa Nusantara Aidit.*** Kisah Cinta . Dari pertemuan-pertemuan itulah. Yang agak gemuk dan berpipi bulat memperkenalkan diri sebagai Soetanti. Dua gadis itu mengaku mahasiswi tingkat tiga Perguruan Tinggi Kedokteran di Klaten. http://serbasejarah. seperti dikenang Hasan. Mengobrol dengannya. yang biasanya lengang lengau. kini 85 tahun.com 21 . Meminang Lewat Sepucuk Surat *** Gaya orasi dan wawasan Aidit memikat hati seorang calon dokter. Predikat mahasiswi kedokteran membuatnya kian dihormati dalam organisasi dan dalam kehidupan sehari-hari.” kata Hasan. kepada Tempo dua pekan lalu. Padahal keduanya punya watak bertolak belakang. tak akan lepas dari soal-soal politik. revolusi. Yang dipikirkannya hanyalah bagaimana memajukan partai. Beda dengan Aidit. Tanti punya banyak teman dari pelbagai golongan. gampang akrab.

24 tahun. Meski akrab. Aidit-Tanti tak pernah terlihat berduaan. Tanti kian sedih karena ayahnya. seusai pidato. Ketika pada September 1948 ”Peristiwa Madiun” meletus. Moedigdo.wordpress. Aidit ditangkap. Tanti datang beramai-ramai. yang buka praktek dokter. juga soal-soal politik mutakhir. kecuali dalam acara-acara resmi partai atau kenegaraan. Aidit. Setiap kali Aidit berpidato. Aminah. sesepuh PKI Solo. Hasan Raid. mengunjungi dan menghadiri rapat-rapat internasional http://serbasejarah. dan empat adik Soetanti datang. Aidit menghampiri Tanti. Aidit fasih mengutip filsafat Marxisme.com 22 . si bolle senantiasa menyimak di bangku paling depan. tewas ditembak. Ia kian sibuk dengan bepergian ke luar negeri. Maka. 25 tahun. yang bertindak sebagai penghulu. Aidit jarang ada di rumah.Tapi justru inilah yang membuat Soetanti kesengsem. Moedigdo langsung setuju. tak pernah melihat Aidit ngapel ke asrama atau ke rumah Tanti laiknya orang pacaran. menikah secara Islam tanpa pesta. Ia bahkan sering meninggalkan Soetanti.” katanya. seorang kepala polisi Semarang yang aktif di Partai Sosialis Indonesia. Dalam ceramahnya. Soetanti hanya ditemani adik-adik Aidit ketika melahirkan Ibarruri Putri Alam. ”Kalau menginap di kantor PKI. ayah Tanti. Pertemuan keduanya pun selalu dalam acara organisasi. Aidit lalu menjadi Ketua Politbiro—eksekutif dalam partai—PKI pada 1951. awal 1948. aktivitas Aidit di partai dan pergerakan tak surut. Di Jakarta pun. lalu menyerahkan sepucuk surat yang ditujukan kepada Bapak Moedigdo. di rumah KH Raden Dasuki. lalu ”buron” ke Jakarta. Suami-istri ini jarang terlihat jalan bareng. Setelah menikah. Suatu ketika. yang mendukung Amir Syarifuddin. untuk turne ke kampung-kampung memperkenalkan dan menggalakkan program-program PKI. yang kemudian diangkat anak oleh Siti Aminah—ibu Tanti—karena sama-sama dari Minang. Aidit menyampaikan niat meminang Soetanti. mengurai revolusi Prancis dan Rusia. pada 23 November 1949. dan Soetanti. Hanya Murad dan Sobron—dua adik Aidit—yang mewakili keluarga Belitung. Surat itu ternyata surat lamaran. putri sulung mereka.

Apalagi Aidit orang yang sangat antipoligami. Mendengar guyonan Aidit itu.com 23 . adalah satu-satunya perempuan yang akrab dengan Aidit. juga egaliter. ”Keduanya sebatas mengagumi kecantikan. tak pernah terdengar Aidit berhubungan dengan perempuan lain. ”Selain ganteng. gadis itu. kini 82 tahun dan tinggal di Utrecht. Utuy dan Aidit cuma ketawa-ketawa. berwawasan luas.wordpress. ”Suka-suka saya. kata Fransisca. Wong dia suami saya. Tapi agaknya ”persaingan” itu tak serius. Ciri paling menonjol dari keluarga Aidit. Tiongkok. Selain di kantor partai. yang akan menikah lagi dengan seorang penerjemah asal Rusia. karena dia suka mengejar perempuan. Apalagi tentang hasrat kepada perempuan lain.” Selama perkawanan itu. ”Tak ada mesra-mesraan seperti pasangan muda lain. Ketika Ismiyati menikah dengan pemuda lain. Ismiyati. kata Fransisca. Wakil Ketua II Comite Central PKI. selain sederhana. Selain cerita ini. Hanya sekali. Fransisca. tak sekali pun Aidit curhat soal pribadi kepadanya. Tapi tidak tahu kalau Utuy. Kalau tidak mau. Bisik-bisik. keduanya sering bertemu di parlemen.komunis di Vietnam. Ketika Fransisca menanyakan ihwal panggilan itu. wartawan Harian Rakjat dan radio Gelora Pemuda Indonesia yang kemudian menjadi anggota parlemen dari PKI pada 1957-1959. keduanya bersaing menggapai hati Ismiyati. Tanti menjawab. Belanda.” Itu kesaksian Fransisca Fanggidaej. menjadi kembang parlemen dan disukai banyak laki-laki.” katanya. Utuy Tatang Sontani—sastrawan kiri kondang di zaman itu—menyatakan kekaguman yang sama. Tanti memanggil suaminya cukup dengan ”Dit”. Sementara anak-anak memanggil dengan sebutan borjuis ”Papa”.” kata Fransisca. baik sebelum maupun setelah bertemu dengan Soetanti. dan Rusia. dia pasti menyampaikan keberatan. ”Padahal semua orang menyapa Aidit dengan panggilan hormat ’Bung’. Ia pernah memarahi Njoto.” kata Fransisca. ia pandai menyenangkan dan menghargai orang. Aidit dengan guyon menyatakan kagum pada kecantikan seorang perempuan anggota konstituante. pada 1950-an. tergelak. http://serbasejarah. dong. Padahal Aidit dikagumi banyak perempuan di partai dan di gedung DPR.

bercerita. bekas anggota parlemen dan Dewan Pakar Ekonomi PKI.Semasa kepemimpinan Aidit.com 24 . pada masa jayanya banyak anggota PKI yang diskors karena ketahuan memacari istri orang.wordpress. Oey Hay Djoen. sikap antipoligami dan antiperselingkuhan ini hampir menjadi ”garis partai”. http://serbasejarah.

Hari itu Rabu. Jakarta. Anak Muda di Beranda Republik Aidit aktif dalam gerakan pemuda menjelang dan setelah proklamasi.” katanya setengah berteriak sambil mendekati Wikana.” sambung Wikana berapi-api. juga oleh Soekarno dalam buku Penyambung Lidah Rakyat—terjadi pertengkaran hebat antara pihak pemuda dan Bung Karno pada malam itu.Aidit dan Revolusi 1945 . Sekelompok anak muda bergegas ke luar rumah di Pegangsaan Timur 56.” cerita Murad Aidit.com 25 . Soedewo. Para pemuda itu baru saja mendesak Soekarno agar memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia.30 malam. Tapi Bung Karno menolak. Aidit datang bersepeda membonceng Wikana. Djohar Noer. Pardjono. Armansjah. Murad melihat kakaknya mengikuti rapat rahasia di bawah pohon jarak. http://serbasejarah.N. Mohammad Hatta yang datang belakangan pun tak setuju dengan ide mereka.” ujar Chaerul Saleh. Soeroto. Mereka adalah aktivis pemuda antifasis dari Asrama Menteng 31. Inilah malam yang dikenang hingga kini karena berjasa mempercepat proklamasi Indonesia.wordpress. Bung Karno marah. besok akan terjadi pertumpahan darah. ”Ini batang leherku. ”Kalau Bung tidak mau mengumumkan proklamasi. Mula-mula Chaerul Saleh dan Wikana. 15 Agustus 1945. ”Seret saya ke pojok itu dan potong malam ini juga! Kamu tidak usah menunggu esok hari!” ”Mereka pulang marah-marah. Lalu D. Ikut menculik Soekarno dan Hatta? Pukul 11. empat jam sebelumnya. Sebagaimana dicatat Hatta dan Sidik Kertapati—salah seorang tokoh 1945. ”Sekarang. Tepatnya di belakang kebun bekas Institut Bakteriologi Ejkman di Pegangsaan. Aidit. Bung! Malam ini juga kita kobarkan revolusi. dan Joesoef Koento. Aboebakar. Soebadio Sastrosatomo.

Sudah lama para pemuda mendesak golongan tua agar memproklamasikan kemerdekaan. Hanya banyak juga rekaman sejarah yang tak menyebut keterlibatan Aidit dalam ”perang” antara kaum muda dan kaum tua menjelang proklamasi. Golongan tua tak sependapat. Ada beragam versi peran Aidit. Syodanco Singgih. Dalam tulisannya Sidik menyebut Aidit juga ikut rombongan pemuda menculik Soekarno-Hatta. Jepang. Sedangkan dalam buku Menteng 31 Membangun Jembatan Dua Angkatan. ketika itu 22 tahun. http://serbasejarah. London. Soekarno dan Hatta bahkan mengenalnya dengan baik sejak periode awal Angkatan Baru Indonesia di Asrama Menteng 31. Kamis dini hari itu. Agustus 1975). Jepang akan mengembalikan Indonesia kepada Belanda. di seputar proklamasi. Setelah Bung Karno menolak. A. para pemuda yang dipimpin oleh Soekarni nekat menjalankan rencana B. yang bersama Soekarni membawa Soekarno-Hatta. anggota PETA. yakni menculik dan membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Cerita keikutsertaan Aidit ke rumah Soekarno dituturkan Sidik Kertapati dalam buku Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945.com 26 . Aidit memang aktif dalam kelompok pemuda antifasis yang bergerilya di Jakarta pada masa pendudukan Jepang hingga kembalinya Belanda.M. Soalnya. mereka mendengar kabar bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Yasni–tertuang dalam buku Bung Hatta Menjawab–Hatta menegaskan Aidit tak ada di rumah Bung Karno malam itu. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia memilih menunggu instruksi dari Jepang. Hanafi mengatakan bahwa Aidit terlibat karena mengantarkan Wikana. Kitab Sejarah Perjuangan Pemuda Indonesia terbitan Balai Pustaka—oleh Panitia Penjusun Biro Pemuda Departemen P&K—mencatat hal yang sama. Karawang. dari radio BBC. pun tak menyebut kehadiran Aidit dalam rombongan ”penculik” (Tempo. Murad tak ingat pasti apakah Aidit ikut membawa Soekarno ke Rengasdengklok. Mereka khawatir. Dia cuma mengingat Wikana dan Soekarni.wordpress. Kepada Z.

Chalid Rasjidi. pelajar sekolah ini ikut berperan dalam mendirikan Republik” (Tempo.N. Hatta marah. yang terdaftar sebagai anggota API dengan nomor 13. dan Ki Hajar Dewantara. ”Bang Amat (D. Aidit dan teman-teman mendapat gemblengan dari bapak bangsa seperti Bung Karno.M. Maklum. mengatakan. Aidit) menjadi Ketua API Jakarta Raya. Bung Hatta. Aidit dekat dengan Wikana. Sidik Kertapati. Sekretarisnya H. Sekolah ini memanfaatkan fasilitas Kaigun (Angkatan Laut Jepang) di belakang Komando Angkatan Laut Gunung Sahari. Jalan Defenci van de Bosch—kini Bungur Raya. salah seorang pengasuh sekolah ini.Menteng 31 dulunya hotel bernama Schomper I. yang memimpin perjuangan PKI bawah tanah di Jawa Barat. Wikana mereka pilih sebagai ketua. Setelah proklamasi kemerdekaan. dan Salam membentuk organisasi semi-militer yang beraksi menyerang tentara-tentara Jepang dengan nama Banteng Merah. lalu Sekutu yang datang kemudian.wordpress. Hanafi. Loekman. pada awal September. Nishijima. http://serbasejarah. Wikana menjadi kepala sekolah tersebut. Ahmad Soebardjo. mendirikan sekolah Dokuritsu Juku (Asrama Kemerdekaan). ketika Aidit mulai terlibat dengan kelompok kiri. 1987). Agustus. Saat itu sekitar setahun sebelum proklamasi.” ujarnya. M. ”Meski tak menyelesaikan kuliah. API segera menjadi momok bagi Jepang.com 27 . ”Belakangan. Di tempat yang kini berubah nama menjadi Gedung Joang 45 itu. dan puluhan pemuda lain menjadi siswa. Amir Syarifudin. Hatta amat menyukai Aidit yang cerdas dan berani. Budayawan dan penerjemah Oey Hay Djoen mengatakan. Chalid Rasjidi. Aidit dan Wikana kian rapat setelah Laksamana Maeda. Setelah Belanda pergi pada 1942 tempat itu menjadi salah satu basis perlawanan anak muda. pimpinan Angkatan Laut Jepang di Indonesia. Aidit.” ujar Murad. Buku-buku bertema Marxisme dan sosialisme menjadi bacaan utamanya. aktivis Menteng 31 membentuk Angkatan Pemuda Indonesia (API).H. Di sekolah inilah diam-diam Aidit. Di bidang keorganisasian mereka membentuk Barisan Rakyat yang mengorganisasi pada petani.

Mereka merazia Asrama Menteng 31. Aidit dan teman-teman berhasil menyogok penjaga penjara dan kabur. Para aktivis API bermarkas di tepi Jalan Kramat Raya.H.Sidik juga mencatat sebuah pengalaman menarik tentang Aidit sewaktu di lapangan Ikada—sekarang Monas—pada 19 September 1945. Bung Karno tak juga muncul. dan Maju Tak Gentar.com 28 . Kalau dikejar.M. Para pemimpin API. Ketika itu Aidit bersama Alizar Thaib memimpin sekelompok pemuda menyerbu pos pertahanan Koninklijke Nederlands Indische Lege atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda. antara lain Darah Rakyat. Puncak dari aktivitas ”bawah tanah” Aidit pada periode sekitar kemerdekaan adalah pada 5 November 1945. M. Sidik Kertapati. Namun mereka sial. mereka bawa ke penjara Jatinegara. Rapat di lapangan Ikada membuat tentara Jepang naik darah.wordpress. Tapi. Aidit kembali ke jalan. di bawah todongan moncong senapan tentara Jepang yang mengelilingi Ikada. dan A. kepergok tentara Inggris yang berpatroli dengan lima truk. Hampir setiap jip sekutu yang melaju dari Markas Batalion X di Lapangan Banteng menuju Jatinegara mereka tembaki. termasuk Aidit. Tentara Inggris menyerahkan mereka http://serbasejarah. Ketika itu API bersama barisan buruh dan tani memprakarsai sebuah rapat raksasa untuk menunjukkan dukungan rakyat kepada para pimpinan negara. Dan sejak itu aktivitas Menteng 31 berhenti. Massa yang datang sejak pagi mulai marah. termasuk Aidit. Massa pun tenang kembali hingga Bung Karno tiba. Sekitar 30 aktivis tertangkap. Hanafi. memimpin API Jakarta melakukan serangan-serangan ”kecil” kepada tentara Netherlands Indies Civil Administration (NICA) yang datang membonceng sekutu pada 28 September 1945. Mereka mengajak massa menyanyikan lagu perjuangan. hingga waktu yang direncanakan. Sebuah gerbong trem sengaja mereka taruh di depan pos untuk bersembunyi saat membidik patroli sekutu. Loekman. Itu terjadi berulang-ulang hingga tentara Sekutu meledakkan markas API. Padamu Negeri. Aidit bersama Suryo Sumanto naik podium. mereka berpencar melarikan diri ke perkampungan Kramat Pulo. Tiba-tiba.

ke Belanda. Aidit bebas tujuh bulan kemudian. menumpang kereta dari Karawang. http://serbasejarah. setelah kesepakatan Hoge Voluwe di Belanda pada 24 April 1946. di gugusan Kepulauan Seribu. yang lalu membuang mereka ke Pulau Onrust. Cuma sehari di Jakarta. utara Jakarta. Ketika itu ibu kota negara sudah pindah ke Yogyakarta. dia lalu menyusul teman-temannya ke Yogya.com 29 .wordpress.

Muso mencoba mendirikan apa yang disebutnya ”Soviet Republik Indonesia”. Bukan ke genggaman kaum proletar. Massa yang menyebut dirinya kaum revolusioner bergerak. Menurut dia. Jawa Timur. seluruh kekuatan sosialis komunis harus disatukan. ”Jalan Baru bagi Republik”. PKI tak boleh bergerak sendiri. Menurut arsitek pemberontakan PKI di Jawa dan Sumatera pada 1926 itu. tepatnya pada dini hari 18 September 1948. Ini fase penting sekaligus genting bagi karier politik Aidit. http://serbasejarah.com 30 . banyak yang lebih senior dan berpengalaman. Madiun. bukan sekadar angan revolusi. Bendera merah bergambar palu arit ditancapkan di banyak tempat. Muso mencela Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus. Hanya sebulan setelah Aidit menerima jabatan koordinator seksi perburuhan partai. Kepemimpinan nasional jatuh ke tangan individu yang ditudingnya borjuis: Soekarno-Hatta.*** Karir di PKI . lalu dihukum tembak. Pada pertengahan 1948 itu. Berakhir Seperti Muso *** Muso mengubah paham revolusioner Dipa Nusantara Aidit menjadi aksi. Soekarno meminta rakyat memilih: dirinya atau Muso. Ia begitu terkesan pada gagasan Muso. Posisi strategis ini merupakan kepercayaan besar bagi lelaki tamatan sekolah dasar itu. Aidit muda ditugasi mengkoordinasi seksi perburuhan partai. Muso balik menuduh Soekarno-Hatta sebagai kolaborator imperialis. yang kemudian dilibas Belanda. Puluhan ribu buruh dan tani merangsek mengambil alih kekuasaan pemerintah di daerah-daerah. Keduanya telah mencoba. Sikap ini diyakini Aidit. Baginya.wordpress. Aksi massa revolusioner di lapangan berujung getir. KEDATANGAN Muso dari Rusia membangkitkan gairah revolusi Dipa Nusantara Aidit. Padahal umurnya baru 25 tahun. Cepu. Magetan. Blora. kehadiran Muso menjanjikan aksi. revolusi itu justru merupakan kegagalan besar kaum revolusioner. Untuk merebut kekuasaan. keduanya gagal. tiga letusan pistol menyalak di kesunyian Kota Madiun. Mayoritas pimpinan partai tertangkap. buruh dan tani. dan sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur dikuasai massa PKI. yang dicapnya sebagai pengkhianat Republik.

Belakangan. sebagai pihak yang memprovokasi. Lewat penerbitan Bintang Merah. Muso. http://serbasejarah. didepak karena perbedaan pandangan politik. perdana menteri saat itu. Ia memakai nama samaran Ganda. Aidit mencoba membangun kembali partai yang terserak.wordpress. bersama beberapa yang tersisa. gerakan gagal karena sepi dukungan rakyat. yang dinilai melakukan banyak kesalahan. Pengalaman itu terasa semakin pahit bagi Aidit. Dari Yogyakarta.com 31 . Aidit berakhir diterjang peluru. Cina. menurut buku karangan Murad Aidit. Mentor yang digugu. Aidit masih setia pada ide Muso. setelah jadi Ketua Comite Central PKI. Jakarta Utara. Aidit terus di puncak kekuasaan itu hingga tak lama setelah Gerakan 30 September 1965. Aidit menyebut peristiwa itu sekadar ”permainan anak-anak” (kinderspel).Menurut Suripno. Alimin dkk. Aidit cukup beruntung lepas karena tak dikenali. Amerika Serikat dicurigai di belakang pemerintah untuk melawan ”bahaya merah”. Tan Ling Djie. Seperti Muso. Tiga tahun berlalu. sang abang bersembunyi di daerah pelabuhan Tanjung Priok. Bergerak dalam senyap. Ia kerap mencantumkan nama ”Alamputra” di bawah tulisannya. ia berhasil mencapai posisi Ketua Comite Central PKI. Didukung sejumlah aktivis muda dalam Kongres V PKI. seorang pentolan partai yang berakhir di ujung bedil. ia menyebarkan lagi paham revolusioner dan anti-imperialis. Aidit ”hijrah” ke Jakarta. Namun. tewas ditembak tentara. dan dikabarkan kabur ke Beijing. 1951. anggota senior politibiro. Ia menuduh Mohammad Hatta. Ia ”mengkudeta” kelompok PKI tua. Layu dalam dua pekan. Sempat tertangkap di Yogyakarta. karier politik Aidit makin moncer.

yakin PKI dalang penculikan dan pembunuhan tujuh jenderal Angkatan Darat. sebagai Ketua Committee Central. Menjelang ”peristiwa Gerakan 30 September” itu. berkisah. Pascapemberontakan yang gagal itu. Aidit sangat dekat dengan Wikana. ia kabur dari penjara dan tinggal di Vietnam Utara. Murad Aidit. Ada yang menyebut bahwa sebenarnya ia hanya mondar-mandir Jakarta-Medan.” katanya. Karena PKI terlibat. Rumah Aidit sepi. Adam Malik. Anak Marhaen Hanafi (pernah menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Kuba). Jakarta Pusat. dan Sayuti Melik (pengetik naskah Proklamasi). Tentang kepergiannya ke Vietnam ada pendapat lain. Aidit mengawali ”karier politiknya” dari Asrama Menteng 31. Di kelompok Menteng 31. ia sempat dijebloskan ke penjara Wirogunan. ”Malah saya dipesan mematikan lampu. ”Sampai sekarang saya lebih bisa menerima tragedi itu karena ada pengkhianat dalam tubuh PKI.wordpress. Murad memang menginap di rumah Aidit di Pegangsaan Barat. adik kandung Aidit. seorang pemuda sosialis.N. Di tempat ini berdiam.” kata Murad. Aidit disebut-sebut juga berperan dalam pemberontakan PKI di Madiun pada 1948. Yogya. juga sejumlah kalangan militer. Aidit mengetahui rencana Gerakan 30 September. Seberapa jauh dia terlibat? PERISTIWA 42 tahun lalu itu tetap saja masih menjadi tanda tanya keluarga besar Aidit: apa sebenarnya peran Aidit dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 itu? Peran Aidit dalam ”kup” 30 September 1965 memang masih misteri.com 32 .Gerakan 30 September . Sejumlah sejarawan. dituding sebagai otaknya. Ketika terjadi agresi Belanda. Pada ”malam berdarah” itu tak ada tandatanda atau kesibukan khusus di rumah Aidit. asrama yang dikenal sebagai ”sarang pemuda garis keras” pada awal kemerdekaan. maka Aidit pun. http://serbasejarah. Para penghuni Menteng 31 sempat menculik Soekarno dan memaksa si Bung memproklamasikan kemerdekaan Indonesia—sesuatu yang kemudian ditolak Bung Karno. Dia tidak yakin abangnya yang memerintahkan pembunuhan para jenderal. antara lain. Dari Menteng ke Pusaran Kekuasaan Sejumlah kesaksian menyebut D.

30 tahun. Pada kongres itu. Cakrawala Politik Era Sukarno. dan Nahdlatul Ulama. strategi ini berhasil ”menyandera” Bung Karno. dan Njoto. Pada Kongres PKI 1954. Bentuk pertama. Aidit. Aidit dikukuhkan menjadi Sekretaris Jenderal PKI. Pada Pemilu 1955. yang saat itu berusia 27 tahun ”muncul” lagi. Kesuksesan ini memompa semangat baru ke tubuh partai tersebut. Ada kesan bahwa Bung Karno berdiri di depan PKI. Lukman. Kerja keras Aidit membuahkan hasil. seorang diplomat senior Indonesia dalam otobiografinya. dalam kurun waktu inilah karier politik Aidit sesungguhnya dimulai. Bersama ”kelompok muda” partai. ia memindahkan kantor PKI dari Yogyakarta ke Jakarta. Tokoh partai semacam Tan Ling Djie dan Alimin disingkirkan. Sudisman. juga ada figur Soekarno yang bisa dipakai mengatasi tekanan lawan-lawan politik mereka. Momentum konsolidasi partai terjadi ketika meletus kerusuhan petani di Tanjung Morawa. perjuangan gerilya di desa-desa oleh http://serbasejarah. Aidit juga membangun aliansi kekuatan dengan Partai Nasional Indonesia (PNI) untuk memperkuat PKI. Puncak kerja sama terjadi pada masa Sidik Djojosukarto memimpin PNI. Kerusuhan yang digerakkan kader PKI itu menjatuhkan kabinet Wilopo. Bersama M.Yang pasti. sekaligus memberi citra PKI pendukung revolusi Bung Karno dan Pancasila. PNI dipilih karena. PKI masuk ”empat besar” setelah PNI. Aidit lantas meluncurkan dokumen perjuangan partai berjudul ”Jalan Baru Yang Harus Ditempuh Untuk Memenangkan Revolusi”. selain sama-sama anti-Barat.wordpress. 30 tahun. Aidit menyingkirkan tokoh-tokoh lama partai. 6 Juni 1953. pengurus PKI beralih ke generasi muda.H. Bisa dibilang. Masyumi.com 33 . Di masa ini PKI menjadi partai komunis terbesar di negara non-komunis dan partai komunis terbesar ketiga di dunia setelah Rusia dan Cina. Pada tahun itu juga partai ini menerbitkan dokumen perjuangan ”Metode Kombinasi Tiga Bentuk Perjuangan”. 23 tahun. Sumatera Utara. PKI terus maju. pada pertengahan 1950. Saat itu disepakati bahwa PNI tidak akan mengganggu PKI dalam rangka membangun partai. Menurut Ganis Harsono.

Sjam mengaku dipanggil Aidit pada 12 Agustus 1965. Kedua. Di rapat ini hadir Letnan Kolonel Untung (Komandan Batalyon I Kawal Kehormatan Resimen Cakrabirawa) dan Mayor Udara Sudjono (Komandan Pasukan Pengawal Pangkalan Halim Perdanakusumah). Tak sampai setahun. disebutkan bahwa Aidit kemudian menyatakan. Ketiga. Pada 1964. http://serbasejarah. Pada Juli 1965. Dalam Buku Putih G-30-S/PKI yang diterbitkan Sekretariat Negara pada 1994. terutama kaum buruh di bidang transportasi. ia diberi tahu bahwa Presiden sakit dan adanya kemungkinan Dewan Jenderal mengambil tindakan bila Bung Karno mangkat. Rapat terakhir. muncul Dewan Jenderal yang hendak menggulingkan Bung Karno. Dalam pertemuan itu. Biro Chusus Central (demikian namanya) dipimpin Sjam Kamaruzzaman. pembinaan intensif di kalangan kekuatan bersenjata. Menurut Sjam. Sjam lantas menggelar rapat-rapat di rumahnya dan di rumah Kolonel A. Tugas biro ini mematangkan situasi untuk merebut kekuasaan dan infiltrasi ke tubuh TNI.com 34 . suhu politik Tanah Air makin panas pula. perjuangan revolusioner oleh kaum buruh di kota-kota. seiring dengan merebaknya kabar kesehatan Bung Karno memburuk.wordpress. 29 September 1965. Di Jakarta bertiup rumor menyengat.kaum buruh dan petani. Biro Chusus berhasil menyelusup ke dalam TNI. Latief (Komandan Brigade Infanteri I Kodam Jaya). Gerakan itu dipimpinnya sendiri. khususnya Angkatan Darat. Saat diadili Mahkamah militer. yakni TNI. gerakan merebut kekuasaan harus dimulai jika tak ingin didahului Dewan Jenderal. Aidit memerintahkan dia meninjau ”kekuatan kita”. PKI membentuk Biro Khusus yang langsung dibawahi Aidit sebagai Ketua Committee Central PKI. Ada pun Sjam ditunjuk sebagai pemimpin pelaksana gerakan. Sejak 6 September 1965. menyepakati gerakan dimulai 30 September 1965 dengan Untung sebagai pemimpinnya. Sebuah berita dari dokter RRC yang merawat Presiden datang: Bung Karno akan lumpuh atau meninggal dunia.

membawa peralatan berat. tapi kemudian Dul Arief bilang semua jenderal mati. ”Bagaimana kalau para jenderal ini membangkang. Sakirman dan Nyono—semuanya anggota Committee Central—menentang. tetapi Lukman. Asahi Evening News. koresponden koran berbahasa Inggris yang terbit di Tokyo. Menurut Latief gerakan itu diselewengkan oleh Sjam. A. pada 22 November 1965 malam. Pengakuan itu jatuh ke Risuke Hayashi. Sjam datang. Latief menyatakan. akan berangkat menuju rumah para jenderal.” kata Dul Arief. 5 April 1999.” kata Latief yang mengaku tidak kenal dengan Aidit. kok. mereka tak puas dengan sistem yang ada.Dalam wawancara dengan majalah D&R. Alasannya. Aidit sendiri belum pernah memberi pernyataan tentang hal ini. Alasan pemberontakan. http://serbasejarah. Karena merasa bakal terjadi sesuatu. Sjam menjawab. Jawa Tengah. para jenderal ditangkap. Rencana kup semula disepakati 1 Mei 1965. memilih menjemput ”anggota” Dewan Jenderal untuk dihadapkan ke Soekarno. Aidit mengaku sebagai penanggung jawab tertinggi peristiwa ”30 September”. dekat Solo. dan esok paginya ditembak mati. tidak begitu rencananya. Keesokan harinya. Tapi.” katanya. yang mengaku terlibat karena loyal pada Soekarno. ”Kami dengar ada pasukan di luar Jakarta yang didatangkan dalam rangka defile Hari Angkatan Bersenjata dengan senjata lengkap. Hidup atau mati. Saya betul-betul kaget. Ia ditangkap di Desa Sambeng. ujar Latief. ”Rencananya akan dihadapkan hidup-hidup untuk men-clear-kan masalah. apakah memang benar ada Dewan Jenderal. para perwira tersebut. saat pasukan Cakrabirawa pimpinan Letnan Dul Arief. Ini apa? Mau defile saja. Menurut Asahi. Sebelum ditangkap pasukan pimpinan Kolonel Yasir Hadibroto. anak buah Untung. ”Mula-mula mereka saya salami semua. tiba-tiba.wordpress. menolak diajak menghadap Presiden. Dul Arief melaporkan kepada Latief dan Jenderal Soepardjo bahwa semua telah selesai. malam hari. Gerakan 30 September dirancang untuk menggagalkan upaya kup Dewan Jenderal. Njoto. Aidit dikabarkan sempat membuat pengakuan sebanyak 50 lembar. Rencana pemberontakan itu sudah mendapat sokongan pejabat PKI lainnya serta pengurus organisasi rakyat di bawah PKI.” kata Latief.com 35 .

Brigjen Soepardjo.com 36 . Pertengahan Agustus. Dalam buku Bayang-bayang PKI yang disusun tim Institut Studi Arus Informasi (1999). Aidit membawa seorang dokter Cina yang tinggal di Kebayoran Baru. Njoto. Akhirnya. Menurut Soebandrio. menyesalkan pengadilan yang tidak mengecek ulang kesaksian Sjam. ”Kami terpaksa mempercepat pelaksanaan coup d’etat. Kesimpulan mereka sama: Bung Karno cuma masuk angin. PKI mendapat info bahwa tentara. sejak isu sakitnya Bung Karno merebak. diduga Aidit tahu adanya peristiwa G-30-S karena ia membentuk dua organisasi: PKI legal dan PKI Ilegal. Kesaksianku Tentang G-30-S. Alasan Soebandrio. Akhirnya.” kata Aidit. disepakati mulai Juli 1965 pasukan Pemuda Rakyat dan Gerwani dikumpulkan di Pangkalan Halim Perdanakusumah. dan dirinya sendiri. Tentang besarnya peran Aidit dalam peristiwa 30 September ditampik Soebandrio. ikut memeriksa Soekarno. Waktu itu. Soebandrio dalam memoarnya. khusus hanya kepada Aidit. atas perintah Menteri Panglima Angkatan Darat Jenderal Achmad Yani. Menurut Soebandrio. Aidit kembali melakukan pertemuan rahasia dengan Lukman. dipilih tanggal 30 September. Sjam bertugas mendekati tentara dan melaporkan hasilnya. Hanya. ternyata. http://serbasejarah. tak semua ”hasil” itu dilaporkan Sjam.wordpress. Aidit termasuk yang tahu kabar tentang kesehatan Bung Karno itu bohong. Menurut bekas Wakil Perdana Menteri era Soekarno ini. G-30-S didalangi tentara dan PKI terseret lewat tangan Sjam. setelah berdiskusi dengan Letkol Untung dan sejumlah pengurus lain pada Juni 1965. Biro Chusus adalah badan PKI tidak resmi. ada lima orang yang bisa ditanya: Bung Karno. Soebandrio dan Leimena. Caranya. pada Agustus 1965 kelompok ”bayangan Soeharto” (Ali Moertopo cs) sudah ingin secepatnya memukul PKI. Leimena. mereka melontarkan provokasi-provokasi untuk mendorong PKI mendahului memukul Angkatan Darat. sekembalinya dari perjalanan ke Aljazair dan Peking. kata Soebandrio. Aidit. dan Letkol Untung. dokter Cina yang ia lupa namanya tersebut. yang juga dokter.persiapan belum selesai. akan memeriksa PKI karena dicurigai mempunyai senjata secara tidak sah.

lihainya kekuatan Barat atau kekuatan Nekolim (Neo-Kolonialisme dan Imperialisme). serta adanya ”oknum yang tidak benar”. Setidaknya bagi Murad dan anggota keluarga Aidit yang lain. tapi terlibat seperti apa?” kata Murad. http://serbasejarah. Setelah puluhan tahun tragedi itu berlalu. ”Menurut kami.” kata dia. Keterangan Njoto sama dengan komentar Oei Hai Djoen. mantan anggota Comite Central.Njoto membantah pernyataan Aidit. ”Kami semua tidak tahu apa yang terjadi.com 37 . sampai-sampai sesudah terjadinya. Misteri memang masih melingkupi peristiwa ini. pertanyaan itu belum menemukan jawabannya. PKI memang terlibat.” katanya dalam wawancara dengan Asahi Evening News. Presiden Soekarno sendiri menyatakan Gestok (Gerakan Satu Oktober)—demikian istilah Bung Karno—terjadi karena keblingernya pemimpin PKI. ”Hubungan PKI dengan Gerakan 30 September dan pembunuhan Jenderal Angkatan Darat tidak ada.wordpress. Saya tidak tahu apa pun. Menurut Njoto.

sekitar pukul sebelas siang. menghilang. Brigif IV sebenarnya tengah melakukan operasi di Kisaran. Di hari pertemuan itu. Orang itu dia lepaskan. Aidit ada di Jawa Tengah. tentara telah mulai mengejar orang-orang Partai Komunis Indonesia yang dituduh terlibat G-30-S.com 38 . mereka kembali. menumpang vespa Sri Harto. http://serbasejarah. Di sana dia bertemu Sri Harto. 2 Oktober 1965. Komandan Brigade IV Infanteri. Ketua Central Committee PKI. Sekarang bereskan itu semua! D. Dan benar. Karena mendengar peristiwa G-30-S.” jawab Kolonel Yasir Hadibroto. Yasir mengawasinya dari jauh.” tanya Mayor Jenderal Soeharto.wordpress. Rencana pun disusun. Sumatera Utara. Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat. Tapi Dipa Nusantara Aidit. pada 22 November. Hanya dalam beberapa hari Sri Harto melapor: Aidit berada di Kleco dan akan segera pindah ke sebuah rumah di Desa Sambeng.*** Dan Soeharto pun Tersenyum *** Ada di mana kamu saat pemberontakan PKI Madiun. Sekitar pukul sembilan malam.” ujar Soeharto memberi perintah. Letnan Ning Prayitno memimpin pasukan Brifif IV menggerebek rumah milik bekas pegawai PJKA itu. Yasir pun memboyong pasukannya ke Solo. Pak.” ”Nah. Percakapan di Markas Komando Strategis Angkatan Darat. ”Saya waktu itu baru saja dihijrahkan dari Jawa Barat. Aidit muncul di rumah itu. belakang Stasiun Balapan. yang memberontak sekarang ini adalah anak-anak PKI Madiun dulu. itu dituturkan ulang oleh Yasir dalam Kompas edisi 5 Oktober 1980. Saat itu dia bersama pasukannya baru saja tiba di Tanjung Priok. Bawa pasukanmu ke sana. Jakarta. orang kepercayaan pimpinan PKI sedang meringkuk di salah satu rumah tahanan.N. ”Kompi saya lalu mendapat tugas menghadapi tiga batalyon komunis di daerah Wonosobo.

Malam itu juga Yasir menginterogasi Aidit. Saat terang tanah iring-iringan itu tiba di Boyolali. Di tepi sumur. Isinya.Alwi Shahab. Aidit yang diborgol berada di jip terakhir bersama Yasir. Setengah membujuk dia membawa Aidit ke markas mereka di Loji Gandrung. lll http://serbasejarah. pasti akan memutarbalikkan fakta sehingga persoalannya akan jadi lain. berhasil mendapatkan bocoran pengakuan Aidit untuk korannya. koresponden Asahi Evening News di Jakarta. Tanpa sepengetahuan dua jip pertama. Kabarnya. Mereka menggunakan tiga buah jip. ”Ada sumur?” tanyanya kepada Mayor Trisno. Menjelang dini hari Yasir kebingungan. Ini membuat Yasir dan anak buah marah. Pangdam Diponegoro kemudian membakar dokumen itu. tapi segera menguasai keadaan.” kata Yasir seperti dikutip Abdul Gafur dalam bukunya. Sayang. Prayitno keder pada mulanya. Ke sana Yasir membawa tahanannya.com 39 . tapi Aidit malah berapi-api pidato. antara lain. selanjutnya harus bagaimana. ”Mau apa kamu?” Aidit membentak anak buah Yasir itu saat keluar dari lemari. Risuke Hayasi. Trisno menunjuk sebuah sumur tua di belakang rumahnya. Maka: dor! Dengan dada berlubang tubuh gempal Menteri Koordinasi sekaligus Wakil Ketua MPRS itu terjungkal masuk sumur. Tekadnya bulat. Siti Hartinah Soeharto: Ibu Utama Indonesia. Aidit berkali-kali minta bertemu dengan Presiden Soekarno. Yasir membawa Aidit meninggalkan Solo menuju ke arah Barat. Entah bagaimana. Yasir membelok masuk ke Markas Batalyon 444. menulis di harian Republika. Prayitno sendiri yang menemukannya. hanya dia yang bertanggung jawab atas peristiwa G-30-S. pada pagi buta keesokan harinya. Yasir tak mau. dia mempersilakan Aidit mengucapkan pesan terakhir. waktu digerebek Aidit bersembunyi di dalam lemari. Akhirnya. ”Jika diserahkan kepada Bung Karno.wordpress. komandan batalyon. menurut Yasir. wartawan gaek yang kala itu sedang meliput di Solo. sang Ketua membuat pengakuan tertulis setebal 50 halaman.

Setelah melaporkan pekerjaannya. termasuk keputusannya membunuh Aidit. sang kolonel memberanikan diri bertanya: ”Apakah yang Bapak maksudkan dengan bereskan itu seperti sekarang ini.wordpress.com 40 . http://serbasejarah. Pak?” Soeharto tersenyum.24 November 1965. Yogyakarta. Yasir bertemu Soeharto di Gedung Agung. pukul 3 sore.

organisasi yang banyak terlibat dalam ”operasi pembersihan”. Se-akan meneguhkan ucapan kepada lawan bicaranya. Saat itu dia hanya berbekal sepotong informasi dari koran bahwa Aidit tewas ditembak di Boyolali. Jawa Tengah. di sepetak halaman itu pernah ada sebuah sumur tua tempat jenazah Dipa Nusantara Aidit.” katanya.” Sejumlah sumber lain membenarkan cerita Tamam. Hanya itu. tapi tak ada satu pun yang tahu nasib Aidit selepas meninggalkan Ibu Kota. ”Dia diberondong senapan AK sampai habis 1 magasin.wordpress.” Tamam menirukan Yasir. Saat itu Tamam muda adalah aktivis Gerakan Pemuda Ansor. Ilham. Salah satunya Mustasyar Nahdlatul Ulama Boyolali. Pohon mangga dan jambu biji menaunginya di kanan-kiri. Sewaktu didesak menceritakan bagaimana pucuk pimpinan PKI itu tewas. Tamam Saemuri. Tak ada satu pun penanda yang menunjukkan bekas sumur di pekarangan belakang gedung tua itu. cerita itu sampai juga ke telinga putra Aidit. bangunan ini adalah bagian dari kompleks markas Batalion 444 TNI Angkatan Darat di Boyolali— sebuah kota kabupaten sekitar 25 kilometer di sebelah barat Solo. ”Ini arloji Aidit. Yasir menunjukkan jam tangan yang dia kenakan. Yasir berujar. saya selalu mencari kuburan ayah dengan sembunyi-sembunyi. Empat tahun lalu dia memutuskan datang sendiri ke tempat yang diduga sebagai pusara ayahnya.com 41 . Dulu. Setelah puluhan tahun. dia bercerita bahwa dalam pertemuan itu Yasir mengumumkan pasukannya telah menembak mati Aidit beberapa hari sebelumnya. banyak orang meyakini. Hamparan tanah berkerikil itu ditumbuhi labu siam dan ubi jalar. 71 tahun. Pada suatu malam di tahun berdarah 1965. Kepada Tempo dua pekan lalu.” katanya tatkala dihubungi pekan lalu. Jawa Tengah. ”Eksekusi-nya subuh-subuh. dikuburkan pada 23 November 1965. Anaknya pernah berziarah ke sana. ”Sejak lulus kuliah sampai 1998. http://serbasejarah.*** Kuburan Aidit : Rahasia Sumur Mati *** Aidit konon dikuburkan di Boyolali. Ketua Umum Comite Central PKI. Berbilang kawan dekat ayahnya dia tanyai. dia bertemu Kolonel Yasir Hadibroto dalam sebuah rapat organisasi massa di pendapa kabupaten. Meski tak berbekas.

Saat bergeser beberapa meter ke samping. Dan seorang penghuni di mes Kodim membenarkan pekarangan belakang gedung itu disebut-sebut sebagai lokasi kuburan Aidit. konon. Batalion 444 dikenal sebagai kesatuan tentara pro-komunis. Boyolali juga dikenal sebagai basis PKI Jawa Tengah. tapi cangkulnya membentur batu keras. Tahun-tahun menjelang 1965.com 42 . telah lama warga setempat berusaha menghindari bekas sumur tua itu. Lubang itu buru-buru ditutup lagi. “Mereka mengetahui lokasi ini dari sumber-sumber kredibel yang terlibat langsung dalam pembunuhan anggota PKI saat itu. yang kemudian memimpin operasi penculikan sejumlah jenderal pada malam 30 September. Ada upaya sistematis untuk membuat peristirahatan terakhir Aidit dilupakan orang. ada sebuah lokasi lain yang juga disebut-sebut berhubungan dengan Aidit. ”Pernah ada orang yang mau membuat bak sampah tepat di atasnya. Tempo mendatangi lokasi itu dua pekan lalu. Pencarian Ilham baru berbuah ketika sebuah lembaga swadaya masyarakat lokal di Boyolali menghubunginya dan menceritakan temuan mereka. Wakil Ketua Majelis MPR Sementara itu ditembak mati. http://serbasejarah.” kata Ilham. Sumur tua itu. bahkan bagi anaknya. PKI meraih kemenangan besar di sana. Kompleks gedung markas Batalion 444 juga dibongkar dan kini hanya menyisakan sebuah gedung tua. sampai dua kali diuruk batu setelah November 1965. Gedung itu sekarang digunakan sebagai mes pegawai Komando Distrik Militer (Kodim) Boyolali. Tak sampai 100 meter dari sana. Dalam pemilu 1955 dan pemilihan kepala daerah dua tahun sesudahnya. Di sanalah.Menemukan makam Aidit bukan perkara mudah. justru muncul pecahan tulang tempurung tengkorak. Si penghuni ini menolak disebut namanya karena khawatir keselamatannya terancam.wordpress. Salah satu komandan kompinya adalah Letnan Kolonel Untung Syamsuri. misalnya.” katanya. Pekarangan tersebut bagian dari satu rumah berarsitektur tua yang sekarang menjadi gedung Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah. Dia menambahkan.

”Naluri saya mengatakan memang di sinilah tempatnya.” http://serbasejarah.”Jadi. menurut dia. ”Kami harus bersabar. gedung sekolah itu dahulu dijadikan semacam kamp tahanan. Pada 1965. Mbah Jungkung. rumah itu digunakan sebagai Sekolah Pendidikan Guru. seorang pensiunan pegawai negeri setempat yang banyak mengetahui ihwal kejadian pada masa itu. Putra Aidit itu juga mengaku memendam keinginan untuk memindahkan jenazah ayahnya ke tempat yang layak. Para anggota dan simpatisan PKI dikumpulkan di situ sebelum dieksekusi. Lokasinya tak jauh dari Pasar Boyolali.” kata Ilham kepada Tempo. membenarkan kisah Ilham. yang berhadap-hadapan dengan markas polisi militer Kodim Boyolali dan gedung yang dulu digunakan sebagai Sekretariat PKI. Bahkan. baru jenazahnya dimasukkan ke sumur di sebelahnya. ”Tapi mungkin belum bisa sekarang.” katanya dengan suara tercekat. Ilham mengaku tak kuasa menahan getaran hatinya.” katanya pelan. setelah ditembak di sana.com 43 .wordpress. lll Ketika akhirnya berdiri di samping pusara ayahnya pada 2003 lalu.

demikian pula dengan Soetanti. Ada yang masuk penjara.N. Abdullah jatuh sakit. Aidit luluh-lantak setelah horor 30 September 1965. takut terkena getah G30S. Abdullah Aidit (Ayah D. Jakarta Pusat. Abdullah sudah pindah dari Belitung ke Jakarta karena menjadi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.N. Aidit di Jalan Pegangsaan Barat 4. ada yang dibuang ke Pulau Buru. Beruntung. Jenazahnya Membusuk Tiga Hari Malam 30 September 1965.N. Karena tak ada yang mengurus. Tiga tahun menetap di Belitung. di rumah itu masih ada dua pembantu dan keluarga dari Belitung. yang pergi tanpa pamit. Si kakek melihat massa yang beringas datang ke rumah. istri kedua Abdullah. tengah menginap di rumah saudaranya. ”Sebentar lagi ayah dan ibu kalian datang menjemput.com 44 . ”Mereka berteriak-teriak dan melempar rumah kami. putra bungsu Abdullah Aidit. Anak dan istri pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) itu cerai-berai. Dua anak gadisnya menjadi eksil dan berpindah dari satu negara ke negara lain. Irfan.N. Abdullah kerap membesarkan hati cucu-cucunya. Dia melihat anak sulungnya. Sesudah Malam Horor itu Dari sebuah keluarga yang sentosa.” kata Ilham Aidit kepada Tempo.” Tiga anak laki Aidit itu kemudian diangkut seorang paman ke Kebayoran. ayahnya kemudian terbang ke Belitung atas bantuan Wakil Perdana Menteri Chaerul Saleh.Keluarga Besar Aidit . Aidit). yang lain Abdullah Aidit yang ke Senayan karena kiprahnya dalam organisasi Nurul Islam. istrinya. D.N. jenazah Abdullah membusuk tiga hari. Menurut Murad Aidit. Banyak orang mengira dia wakil dari Masyumi karena saat itu ada dua anggota Dewan dengan nama yang mirip. dan Ilham. Jakarta Selatan. Abdullah menginap di rumah D. D. http://serbasejarah. Pada 1965 itu. Abdullah lalu mengasuh tiga cucunya: Iwan.wordpress. Kejadian itu berlangsung pada hari ditemukannya jenazah lima jenderal di Lubang Buaya. Dia akhirnya meninggal ketika rumah itu kosong karena Marisah. Aidit. keluarga D. Tetangga sekitar jarang ke rumah itu. Aidit tak kunjung pulang. dibawa pergi tiga orang tentara bersama pengawal pribadi bernama Kusno. Yang satu dari Masyumi bernama Aidid.

Atas bantuan keluarganya di Belitung. Murad datang ke Jakarta setelah tamat sekolah menengah zaman Belanda. Basri gampang dikenali. Sehari setelah pembunuhan para jenderal. Bekerja di kantor PKI. Ia ditahan di penjara Kramat. Setelah semuanya ludes. anak-istrinya menjual habis barang di rumah untuk bertahan hidup. Lulusan fakultas ekonomi dari Universitas Lumumba Moskow ini berkawan dengan banyak sastrawan. hidup keluarga ini amat bergantung pada bantuan saudara. Pada saat peristiwa 30 September 1965. dia sempat menderita TBC dan diopname enam tahun. Aidit cuma memberikan pesan singkat kepada Murad. Basri keluar dari Buru pada 1980. Diisolasi di Unit 15 Seperti saudara-saudaranya yang lain. kemudian pada 1969 dibuang ke Pulau Buru.Basri Aidit (Adik D. Penyair Chairil Anwar adalah sohib kentalnya.wordpress. dia cuma mewariskan uang Rp 2. dan teman. Murad banyak mengenal teman Aidit yang aktif di Menteng 31.N. ”Matikan lampu depan. Jakarta Pusat.N. Murad menginap di rumah D. Sebelum pergi dengan tiga orang tentara yang menjemputnya. Karena ikut D. Ketika meninggal dunia. Di sana dia berkebun sambil mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak tetangga. ia dibekuk bersama sejumlah orang PKI lainnya. Aidit). Aidit. Sebelumnya dia adalah pegawai rendahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum Tanah Abang.com 45 . Jadi Tukang Kebun di Bogor Nasib Basri memang paling apes.N. dia bisa membeli sebuah rumah di Bogor.N. Akibat kurang gizi dan makan tak teratur selama ikut Tentara Pelajar. kenalan. Aidit sejak remaja.” http://serbasejarah.5 juta kepada anak cucunya. Jawa Barat. Aidit). Selama sang ayah di pembuangan. Peristiwa 30 September 1965 meletus cuma beberapa hari setelah dia pindah kerja di kantor Comite Central PKI di Kramat. Murad Aidit (Adik D. asrama mahasiswa zaman itu.

wordpress. ketika kembali ke rumahnya di Depok. Kebetulan Chairil adalah teman Murad dan kerap bermalam di kos Murad di Gondangdia. Kendal. Tapi dia tidak berusaha sembunyi. Noer Cahya. Di tengah kegentingan situasi Jakarta saat itu. Dia kemudian menjadi petani di negeri tirai bambu itu dan menikahi gadis setempat. Jawa Tengah. Tapi kontrak tak diperpanjang akibat peristiwa itu. Jakarta. Asrul Sani. Sobron menimba banyak ilmu. Murad kemudian menikah lagi dengan Lilik Hartini. lalu ke rumah tahanan khusus di Salemba. Saat itu usia Sobron baru 13 tahun. juga sastrawan lain seperti Rivai Apin. Markas yang biasanya meriah itu sunyi senyap. Murad bebas pada 1979. dia sempat datang ke kantor PKI.Esok harinya. Ketika peristiwa G30S meletus. meninggal tak lama setelah bebas dari penjara wanita Pelantungan. Pada 1971 Murad dibuang ke Pulau Buru. Jakarta Pusat. Murad ditangkap beberapa hari kemudian. Sobron menyantap soto. Chairil mentraktirnya makan-makan. Sebagaimana anggota PKI lainnya. Kegemaran itu kian menyala setelah dia datang ke Jakarta pada 1948 dan bertemu dengan Chairil Anwar. puisi Sobron ketika itu muncul di Mimbar Indonesia. Kini keduanya tinggal di Depok dan hidup dari pekerjaan menerjemahkan buku. Sobron berada di Beijing untuk mengajar bahasa Indonesia. nasi campur. Dibantu Chairil. Murad dipenjara berpindah-pindah. http://serbasejarah.B. Dari Chairil. empal. Di pembuangan itu dia diisolasi di Unit 15. Hingga Wafat di Paris Sejak remaja Sobron suka sastra. Istrinya. Ini unit khusus untuk menahan petinggi PKI dan mahasiswa yang pernah dikirim Soekarno belajar ke luar negeri. Sesudah makan. dan ruparupa lauk. Semula ditahan di Bogor. dan H. setelah itu di Bandung. Jassin. Sobron baru tahu bahwa uang makan adalah honor puisinya di Mimbar Indonesia. Malam setelah sajak itu dimuat.com 46 . Sobron Aidit (adik tiri Aidit). Murad baru tahu bahwa sejumlah jenderal dibunuh dan PKI dituduh terlibat.

” kata Ilham aidit. Tanti dan Pak Bupati itu pura-pura menjadi suami-istri. Belakangan baru terungkap. Anak tunggalnya meninggal secara misterius dan dikuburkan di Inggris beberapa tahun lalu. Tanti ingin suaminya tetap tinggal di rumah dan tidak mengikuti kemauan para penjemputnya.wordpress. Dia kemudian pergi ke Cina. dia kembali ke Jakarta dengan cara menyamar. Dari sana Asahan pindah ke Vietnam dan meraih gelar doktor dalam bidang bahasa di sana. Ia. Kalau Aidit harus bekerja hingga larut. Di ibu negeri beruang merah itu. 3 Beethoven. Asahan Aidit (adik tiri Aidit).J. Tanti menghilang dari rumah meninggalkan tiga anak lakinya yang masih kecil. Mendengar sanak familinya di Indonesia diuber-uber. Asahan yang ”disewa” untuk memutar musik-musik klasik.com 47 . Razia Agustus. Asahan sedang memperdalam studi filologi. Asahan sedang di Moskow. ”Dua orang bocah kemudian diambil sebagai anak angkat. http://serbasejarah. J. Jatuh Cinta pada Gadis Vietnam Saat peristiwa 30 September meletus.N. Buku terakhirnya. Tetapi Aidit memilih pergi. satu-satunya adik Aidit yang pernah naik mobil dinas menteri koordinator bernomor B 13.Sempat menjadi penyiar dan redaktur Radio Beijing. pada 1981 ia pindah ke Paris. di kawasan Luxembourg. Agar aksi penyamaran ini sukses. Pada 1984 dia mendapat suaka politik di Belanda dan tinggal di sana hingga sekarang. Sobron meninggal pada Februari 2007 karena penyumbatan darah di otak. Kusni dan Umar Said. Tiga hari setelah malam kelabu itu. Soetanti bertengkar keras dengan D. Bersama eksil lainnya. Asahan enggan pulang. Dia menikahi gadis Vietnam. Paris. Sobron mendirikan Restoran Indonesia di Rue de Vaugirard. Tak lama di Boyolali. Aidit. Asahan termasuk dekat dengan Dipa Nusantara. Tanti menyusul suaminya ke Boyolali dan bertemu Bupati Boyolali yang juga tokoh PKI. Menyamar Jadi Istri Orang Malam 30 September 1965. abangnya. misalnya. terbit pada November lalu. Aidit biasanya minta diputarkan Symphony No. Dokter Soetanti (Istri Aidit) .

Iba sudah menginjakan kaki di Moskow. Tanti berpindah dari satu penjara ke penjara lainnya hingga 1980. Tanti memperdalam ilmu kedokterannya di Korea dan menjadi dokter ahli akupunktur yang pertama di Indonesia. Sang ayah. ayah Tanti.” kata Ilham. sampai akhirnya para tetangga curiga karena Pak Bupati ini selalu bilang ”injih-injih” kepada istrinya. kerap menatap anak sulungnya itu secara sembunyi-sembunyi. Rusia. Memilih Berlabuh di Paris Keduanya terakhir bertemu sang ayah ketika berlibur ke Jakarta pada Mei-September 1965. Tanti wafat pada 1991. Tanti masuk sekolah kedokteran di Semarang atas biaya R. Setahun kemudian Ilya yang baru berumur delapan tahun menyusul. Moedigdo.M Susalit.wordpress. Sikap dua anak angkat juga mencurigakan. Kakeknya. Kartini. yang juga putra tunggal R. Dalam sel ia kerap membuat baju untuk anaknya meski salah ukuran: dia selalu menduga anak-anaknya masih kecil. Lepas dari penjara Tanti masih sempat berpraktek sebagai dokter. ”Begitu dipakai. keduanya ditangkap. bajunya kekecilan. Ketika itu masih remaja. Setelah sembilan tahun sakitsakitan. Setelah menikah dengan Aidit.”Suami-istri” ini kemudian mengontrak sebuah rumah di Cirendeu. Siti Aminah. Dari situ. http://serbasejarah. Bersama ibunya. Ibu Tanti. adalah Bupati Tuban yang pertama. Menolak untuk meneruskan jabatan sang bapak.” kata Iba. adalah keturunan ningrat Minang dan teman sekolah Sutan Syahrir.N. Koesoemodikdo. Aidit). kata Ibarruri. Jakarta. ”Seperti ada sesuatu dalam tatapannya itu.A. Setelah ditangkap. Ada yang aneh dari liburan kali ini. Soalnya. paman yang memelihara bocah-bocah itu tak berani membawa mereka menjenguk ibunya di Bukit Duri. Di antaranya tahanan Kodim 66 dan Penjara Bukit Duri.” kata Ilham. Soetanti bukan wanita biasa. Ibarruri Putri Alam dan Ilya Aidit (dua putri D. saudara sepupu ayahnya. ”Mereka tidak pernah manja kepada dua orang tuanya. memilih merantau ke Medan. pada 1958. Sandiwara itu sukses berbulan-bulan.com 48 . Sekitar 16 tahun Soetanti tidak berjumpa anaknya.

Saat itu mereka bersekolah di SD Cikini. tiga bocah ini pindah ke rumah saudara Paul lainnya bernama Yohanes Mulyana. Dari rumah pamannya di Kebayoran itu ketiga anak itu dipindahkan ke Bandung dan menetap di rumah Paul Mulyana. Ilham dan Irfan kelas satu. dan sang ibu menghilang beberapa hari kemudian. empat orang petugas datang ke rumah Yohanes dan bertanya betulkah dia memelihara anak-anak Aidit. sebelum akhirnya menetap di Paris hingga sekarang.wordpress. Koran-koran mengabarkan Aidit ditembak mati di Boyolali. saudara lain ibu mereka. Sepuluh tahun mereka tinggal bersama keluarga itu. Tuan rumah ini mengajak petugas itu ke halaman di mana Ilham dan Irfan tengah main kelereng. Iwan Ilham dan Irfan dijaga Abdullah Aidit. Iwan Aidit dan si Kembar Ilham dan Irfan . Yohanes mengangguk. Ihlam selalu teringat akan pengalaman menggetarkan ini. sedangkan Iwan kelas enam. Pada 17 Februari 1970 mereka pindah ke Beijing. Tiga anak ini kemudian dijemput Om Bayi. adik lelaki Soetanti yang bekerja sebagai direktur perusahaan pelayaran Djakarta Lloyd. Disapa Sarwo Edhie Setelah sang ayah pergi pada malam 30 September 1965. dua petugas itu menyarungkan pistol http://serbasejarah. Hampir Ditembak. Bandung.com 49 . kakeknya. Ketika usianya 9 tahun. Setelah Paul pindah ke Belanda untuk meneruskan kuliah. lama kedua remaja itu tak tahu keadaan keluarga. Mengetahui dua anak itu masih kecil-kecil. Dari situ mereka ke Burma. Belakangan. Di koran beredar informasi rupa-rupa: ada yang menulis Aidit telah mati. Ada yang bilang ayah kedua remaja melarikan diri ke Hong Kong dengan kapal selam.Setelah peristiwa G30S. Dua gadis itu kemudian berkelana dari suatu negara ke negara lain. 23 November 1965. seorang utusan dari Partai Komunis Soviet menemui mereka dan mengabarkan bahwa sang ayah telah ditembak. Cina. Mereka sekolah di SMP Aloysius.

Dari Brouwer dia tahu bahwa ada versi lain soal peristiwa 30 September itu.” kata Brouwer sebagaimana dikisahkan Ilham. Ilham kerap berkelahi karena sering diejek sebagai anak D. dan Iwan di Institut Teknologi Bandung. ”Ini bentuk rekonsiliasi yang lengkap. ”Yang penting sekolah setinggi mungkin. Tidak lama. Bandung. hanya belasan detik. Mereka menyingkir ke tebing Kawah Upas. melewati hari-hari itu dalam diam. M.com 50 . kata Ilham. Iwan yang sudah agak besar tidak di tempat. Seorang rohaniwan Katolik. meski sebenarnya tidak begitu lancar.A. Sarwo Edhie mendatanginya.” kata Ilham. Itu membuat kehidupan lebih baik. Aidit. Tapi Ilham lega. Pertemuan kedua berlangsung pada 1983 dalam sebuah acara pelantikan anggota baru Wanadri di Kawah Upas. Tangkuban Perahu. menasehatinya agar tabah.” Beruntung. ”Aku betul-betul gemetar. Ilham memberitahukan bahwa dia sudah jadi kepala operasi. ”Aku didekap sama dia. ia bertemu pertama kali dengan Sarwo Edhie pada 1981.” tutur Ilham sembari tertawa.N. ”Kamu bisa menerima ini kan?” kata Sarwo.wordpress. yang mengajar di sekolah. Irfan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.dan berlalu. Ketika sekolah di SMA Kanisius. ”Bagus.” katanya. Sekitar pukul 6.” sahut Sarwo Edhie. Irfan. ”Kami selamat karena umur. http://serbasejarah. Ilham gemar mendaki gunung dan menjadi anggota kelompok pecinta alam Wanadri. Sarwo Edhie bertanya tentang kabar dan kuliah Ilham. Menurut Ilham. Di situ dia mengenal Letnan Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. Sarwo. ”Kamu sekarang jadi apa nih?” tanya Sarwo. sebaliknya. Sarwo Edhie lalu berkisah tentang peristiwa 30 September 1965 itu. Brouwer. Sarwo Edhie adalah anggota kehormatan Wanadri.” kenang Ilham. sewaktu dia dilantik menjadi anggota Wanadri. Saat itu Ilham menjadi komandan operasi pendidikan dasar Wanadri. Sarwo Edhie kemudian meminta waktu berbicara berdua.30 pagi. tidak meminta maaf. ”Aku jawab lancar. Ilham kemudian kuliah di Jurusan Arsitek Universitas Parahyangan. komandan pasukan khusus yang membasmi PKI pasca-G30S.

Sang kakak. Jawa Barat.wordpress. Dia juga kerap bolak-balik ke Aceh. Pada 1980 ketiga anak laki-laki itu bertemu sang ibunda dan mendapat kontak dengan Iba dan Ilya di Paris. mereka membuat aku tidak betah supaya keluar.Lulus jadi arsitektur pada 1987. ”Begitu mereka tahu aku anak Aidit. ikut serta dalam proses rekonstruksi Aceh pasca-tsunami.com 51 . Iwan. sedangkan Iwan menjadi warga negara Kanada dan bekerja di sebuah perusahaan pertambangan. Irfan kini menetap di Cimahi. Ilham lalu membuka usaha sendiri di bidang arsitektur. Sejak dua tahun lalu Ilham menetap di Bandung setelah tinggal di Bali selama 10 tahun. persis ketika pemerintah gencar melakukan screening terhadap anak-anak mantan anggota PKI.” Sejak 1992. dikeluarkan dari sebuah perusahaan ternama setelah diketahui anak PKI. http://serbasejarah. Adapun Ilham selalu pindah kerja.

Aidit. Berikut ini tanggapan anak-anak Pahlawan Revolusi tentang kejadian itu. Amelia Achmad Yani Amelia. anak-anak Pahlawan Revolusi. ”Aidit ingin merebut kekuasaan dan menganggap Yani dan jenderal lainnya sebagai penghalang. Ia menyaksikan sejumlah tentara Cakrabirawa bersenjata lengkap menghabisi nyawa ayahnya pada pagi buta di rumah mereka di Jalan Lembang. yang sekarang jadi pengusaha di Yogyakarta. terutama Yani dan jenderal-jenderal lain yang pernah bersekolah di Amerika. Belakangan. kata Amelia.wordpress. Sebaliknya. semula tidak tahu persis siapa dalang pembunuhan ayahnya.com 52 .” ujar Amelia. Perseteruan dengan Aidit. ”Mereka melihat Angkatan Darat sebagai penghalang mereka.” kata Amelia. bersama pasukan berseragam Cakrabirawa. tapi mereka sepakat tidak membalas dendam. juga tentang D. Rangkaian adegan itu masih bergerak perlahan di kepala mereka.N. Mereka. Menteng. Aidit bertanggung jawab atas kejadian berdarah di malam mengerikan itu.N. Jakarta Pusat. guna mencari kebenaran di balik peristiwa itu. empat puluh dua tahun berselang. mereka membentuk Forum Silaturahmi Anak Bangsa. masih remaja. Tapi. Sehingga diam-diam mereka melancarkan serangan propaganda untuk menghabisi TNI Angkatan Darat. Hal ini telah disampaikan beberapa kali oleh Yani kepada Presiden Soekarno. Amelia. dini hari. Itulah terakhir kali mereka melihat ayahanda masing-masing: meninggalkan rumah.*** Aidit dan Serangan di Pagi Buta *** Jumat. trauma belum juga pergi. Namun kedekatan Aidit dengan Soekarno menyebabkan PKI tidak bisa disingkirkan begitu saja. dia tahu pelakunya adalah G-30-S/PKI pimpinan Dipa Nusantara Aidit. 30 September 1965. kini 58 tahun. Mereka merasa D. putri ketiga Letnan Jenderal Achmad Yani. bermula dari ketidaksetujuan Yani dengan keinginan PKI mengganti ideologi Pancasila menjadi komunis. masih berusia 16 tahun. http://serbasejarah.

yang luasnya 700 meter persegi. Waktu itu Salomo masih 13 tahun. ”Ada 360 peluru ditemukan di rumah kami. di antaranya Pembantu Letnan Satu Sudjono di Bandar Betsi. Dengan kekalahan dalam waktu singkat itu.I. Pasukan Cakrabirawa. kata Amelia.” kata Salomo. Pandjaitan memang paling tragis. yang sering mendengar percakapan politik antarjenderal di rumahnya. ”Dia sudah hitung-hitungan siapa yang berkuasa jika Presiden Soekarno meninggal.” http://serbasejarah.” katanya. Tukang jahit kami saja ikut baris-berbaris di siang bolong mengikuti rapat raksasa PKI. kini 55 tahun. yang datang di pagi buta ke rumah mereka. Aidit menyebut jenderal lulusan Amerika sebagai jenderal Pentagon berkulit sawo matang yang berbahaya. Amelia mengaku tidak banyak tahu soal Aidit. otak ayah saya berhamburan. Sumatera Utara. Puncaknya. bapak saya tidak boleh hidup karena akan menghalanginya. Yang jelas. ”Mereka hanya berlindung (di belakang Soekarno—Red. putra ketiga Brigadir Jenderal Donald Ishak Pandjaitan. dihantam peluru panas pasukan Cakrabirawa. Salomo Pandjaitan ”Suara tembakannya saja masih terngiang sampai sekarang.” ujarnya. Pandjaitan baru saja melipat tangan ketika senapan meletus. ”Kekuatan PKI saat itu luar biasa.” ujar Amelia. ”Bagaimana saya tidak benci dia? Di depan kepala saya. Mereka diisukan akan berkhianat. melesakkan peluru ke kepala Pandjaitan saat jenderal bintang satu itu berdoa.) dan menggunakan Soekarno. Sayang. kata Amelia. Pembunuhan D.com 53 . PKI membunuh beberapa prajurit TNI di sejumlah daerah. PKI tidak cerdik dalam strategi. PKI juga menyebarkan isu Angkatan Darat telah membentuk Dewan Jenderal untuk melancarkan usaha kudetanya terhadap Presiden.” kata Salomo Pandjaitan.Dalam pidato di depan taruna TNI Angkatan Laut pada 1964. Tidak hanya itu. Ia hanya melihat Aidit sebagai ahli propaganda ulung yang sangat berambisi untuk berkuasa.” ujar Amelia. ”Jadinya pontang-panting setelah pembunuhan itu. Amelia menilai PKI sebenarnya tidak memiliki kekuatan apa-apa.wordpress.

selalu berapi-api.N.” kata Salomo. ”Bukan kepada anak atau keluarganya. Aidit akhirnya berhasil menjalankan rencananya. pandai mengobarkan semangat anggotaanggotanya. Apalagi Achmad Yani. Salomo membatasi kebenciannya hanya kepada Aidit. Karena itu. baru sembilan tahun. Salah satunya dengan mendekati dan mempengaruhi Presiden Soekarno.” Aidit. dipanggil Riri. Ia sempat mendatangi ayahnya. ”Karena waktu itu PKI merupakan partai paling kuat dengan anggota yang sangat militan. ayahnya telah terkapar bersimbah darah dan diseret ke atas truk. PKI juga kuat karena didukung Soekarno dan negara luar seperti Cina dan Rusia. Riri tidak bisa memastikan apakah PKI satu-satunya dalang pembunuhan itu. Justru pembunuhan terhadap para jenderal yang memacu saya jadi antikomunis. http://serbasejarah.wordpress. Walau orang tuanya menjadi korban.” kenang Rianto Nurhadi. pemimpin Angkatan Darat. Dalam ingatan Salomo. yang ingin membelokkan ideologi negara. Selang beberapa menit.com 54 . Tidak mudah menyingkirkan kekuatan politik Angkatan Darat saat itu. Saat itu Rianto Nurhadi. sehingga kelompok lain.” ujar Salomo. ”Aidit adalah pengkhianat.” katanya.Bagi pensiunan karyawan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ini. Ia terbangun ketika mendengar tembakan menghantam kamar ayahnya. dengan kekerasan. Semua berawal dari perseteruan TNI Angkatan Darat dengan PKI. ya. adalah dalang Gerakan 30 September.” Rianto Nurhadi Harjono ”Saya trauma bahkan masuk rumah sakit selama empat hari setelah peristiwa itu. cara terbaik adalah membunuh mereka. D. Aidit selalu mencari pengaruh. di mata Salomo. Ia juga berpidato seperti Soekarno. saya belum merasakan pengaruh PKI pada diri saya. Meski begitu. ”Satu-satunya cara. kesayangan Soekarno. Namun Riri mengakui peran politik PKI pada 1965 cukup besar. ”Waktu itu. tapi sang ayah memberi kode agar ia berlindung bersama ibu dan saudaranya di kamar lain. Riri putra ketiga Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Harjono. yang kini pengusaha.

” kata Riri. Tidak ada suara tembakan. membunuh para jenderal. Namun ia tidak mau memendam kebencian itu. ia memandang Aidit sebagai orang yang yakin betul pada ideologi yang diperjuangkannya.” kata pensiunan jenderal ini.” kata Agus.wordpress.” ujar Agus. Apalagi saat itu PKI hendak memaksakan sistem komunis di Indonesia. agar bisa berkuasa.” ujarnya. Aidit berhasil menjalankan rencananya. sehingga tidak mudah dilumpuhkan. ”PKI berambisi ingin berkuasa. Lama ia baru menyadari bahwa ayahnya menjadi salah satu sasaran PKI karena dianggap sebagai batu penghalang PKI untuk berkuasa. ”Saat itu saya tidak tahu jelas perseteruan politik antara TNI Angkatan Darat dan PKI dan kenapa ayah saya dibunuh. Ia dekat dengan Presiden Soekarno. tapi beberapa menit kemudian ia melihat ayahnya dibawa segerombolan orang berbaret merah. Menurut Agus. Inilah yang kemudian memicu perseteruan antara PKI dan TNI Angkatan Darat. Ia terbangun setelah mendengar derap sepatu lars dan kegaduhan di rumahnya. Kami keluarga Pahlawan Revolusi dan keluarga PKI sama-sama jadi korban. ”Aidit sosok yang berambisi besar untuk berkuasa. http://serbasejarah.” ujar Riri. ”Kebencian kepada Aidit dan PKI tetap ada. namun dihalangi Angkatan Darat. Selama ini. kini 60 tahun. ia baru tahu bahwa ayahnya diculik dan dibunuh PKI. ”Saya tahu Aidit dalang pembunuhan itu setelah mencari tahu. Namun PKI di bawah pimpinan Aidit saat itu sangat kuat. Agus putra pertama Brigadir Jenderal Soetojo Siswomihardjo. apalagi menyalahkan anak-anak dan keluarga Aidit. Agus Widjojo Agus Widjojo sedang lelap tidur saat peristiwa berdarah itu terjadi. Di kemudian hari. Sampai saat ini. menjadi khawatir. Karena itu. perseteruan antara Angkatan Darat dan PKI bermula dari tersiarnya kabar bahwa Presiden Soekarno sakit keras.di antaranya TNI Angkatan Darat. Itulah terakhir kali ia melihat sang ayah. ”Kami tidak mau benci dan dendam itu berlarut-larut.com 55 .

terjadi. Agus menilai pembunuhan terhadap ayahnya lebih karena alasan politik. ”Baru setelah Pak Umar Wirahadikusumah (Panglima Kodam V/Jaya waktu itu) datang ke rumah. ia bahkan memprakarsai pembentukan Forum Silaturahmi Anak Bangsa.” ujarnya—walaupun. Ratna.wordpress. kini 60 tahun.” kata Ratna. Agus tidak dendam kepada PKI. Soekarno bahkan merangkul PKI menjadi salah satu kekuatan dengan mengembangkan sistem Nasakom: Nasionalis. Dia tidak bisa menyimpulkan PKI sebagai pelaku utamanya. Saat penculikan itu. apalagi kepada anak-anak D. rumahnya tidak dijaga oleh seorang prajurit pun. http://serbasejarah. Karena sejak awal mengetahui bahwa paham komunis tidak mengenal agama. Tidak hanya itu. dan Komunis. ”Kami mencoba mengambil pelajaran dan berusaha mengungkap kebenaran. hal itu tidak mudah dilakukan. kata Agus.” katanya. Meski tidak mengetahui pasti apakah PKI pelaku tunggal penculikan itu.Walau merasa kehilangan setelah peristiwa itu. sehingga dia tidak merasa trauma. Apalagi melihat Aidit sebagai sosok yang heroik. ”Kita kan harus tetap berjalan ke masa depan. bukan oleh bangsa lain. Mayor Jenderal R.” ujarnya. ”Dia tidak berani datang sendiri. kami tahu Ayah diculik gerombolan PKI. Agama. ”Karena saat itu Aidit sangat dekat dengan Presiden Soekarno.N. tidak hanya terpuruk dengan masa lalu. Ratna Purwati Soeprapto Ratna Purwati telah berumur 18 tahun ketika peristiwa yang merenggut nyawa ayahnya. tapi menggunakan dan memperalat orang-orang bawah untuk mencapai tujuannya. Ratna tidak terlalu peduli dengan pertumbuhan pesat partai pimpinan Aidit itu. Aidit.” kata Ratna. Soeprapto.com 56 . pensiunan Pertamina. Untuk menghindari rasa dendam antara keluarga Pahlawan Revolusi dan keluarga Aidit.” Ratna kerap melihat Aidit berpidato di samping Soekarno. ”Yang menyakitkan para jenderal dibunuh oleh bangsa sendiri. sehingga pasukan Cakrabirawa bisa leluasa membawa ayahnya. apa yang sebenarnya terjadi. melihat PKI dan Aidit tidak lebih dari sosok pengecut.

4 persen dari total suara. ribuan pemimpin dan kader partai ditangkap di Medan dan Jakarta. Ini terjadi setelah serangan terhadap sebuah kantor polisi di Tanjung Priok oleh gerombolan yang mengenakan simbol palu arit. pemerintah Sukiman tetap mengirim aparat untuk mengejar kaum komunis. Tepat empat tahun kemudian. jumlah suara untuk PKI meningkat hampir 40 persen. ”Pengadilan” dibentuk untuk mendisiplinkan kader yang berseberangan pandangan dengan pemimpin baru. dan Njoto. Perdebatan berlangsung di tingkat pimpinan pusat sampai kader-kader daerah. pada awal 1951 bukanlah proses yang mudah.000 orang meningkat puluhan kali lipat.*** Rahasia Aidit *** Oleh : Hilmar Farid Sejarawan Aidit memimpin PKI sejak Januari 1951. PKI menempati urutan keempat dalam pemilihan umum dengan 6. Baru beberapa bulan. Pada 1957 Aidit dengan bangga melaporkan bahwa jumlah perempuan anggota partai sudah mencapai 100 ribu. bahkan dikeluarkan dari partai. Sekalipun pemimpin partai membuat pernyataan tidak terlibat dalam serangan itu. Jumlah anggotanya yang semula hanya 4. September 1955. Pada usia 32 tahun Aidit sudah menjadi pemimpin salah satu kekuatan politik pasca-revolusi yang paling signifikan dan hidup. http://serbasejarah. Lukman.1 juta suara atau meraih 16. Politbiro baru di bawah Aidit menggunakan tangan besi.com 57 . Pada pertengahan Agustus. Dua tahun kemudian. Dalam berbagai kesempatan.wordpress. Banyak dari mereka yang diadili kemudian diturunkan jabatan dan status keanggotaannya. dalam pemilihan daerah. partai yang baru dipukul secara politik dan fisik menyusul peristiwa Madiun 1948 itu kembali berhadapan dengan represi. Aidit bersama Lukman dan Njoto lolos dari kejaran. bahkan di beberapa daerah mereka mayoritas. Apa rahasia Aidit mengubah partai yang semula terbelah ke dalam banyak faksi menjadi kekuatan politik yang solid dan andal? Pengambilalihan partai dari apa yang disebut ”kalangan tua” oleh Aidit.

Setiap calon anggota melalui tahap pemeriksaan dan pengawasan selama lima sampai enam bulan sebelum menjadi anggota penuh dan kemudian kader partai. Namun elemen yang paling penting dalam konsolidasi partai adalah tumbuhnya komunitas yang berpusat pada organisasi partai. Perluasan pendidikan ini dibarengi dengan berlipat gandanya kegiatan penerbitan. pada awal 1957 sudah menjadi harian dengan tiras 60 ribu eksemplar. Politbiro yang dipimpin Aidit mulai membangun struktur organisasi yang ketat. Kantor partai adalah tempat yang hidup dan para pengurusnya adalah orang yang aktif dalam komunitas. dan Lombok Bangun di Mataram. http://serbasejarah. studi ekonomi politik. kegiatan pendidikan yang diselenggarakan PKI di berbagai tingkat seperti menjadi jalan menuju modernitas.Setelah berhasil melakukan konsolidasi dengan menyatukan unsur-unsur yang setuju pada garis kebijakan baru partai. sejarah masyarakat. Pada saat bersamaan diberlakukan juga asas demokrasi di mana kader bisa menyuarakan perbedaan pendapat dan kritik sehingga tidak terakumulasi menjadi faksi seperti terjadi pada masa sebelumnya. kader partai membaca karya Mao dalam bahasa Sunda. jumlah sekolah dan guru yang terbatas. Di tengah sistem pendidikan nasional yang belum berkembang. yang diajarkan di sekolah dan kursus politik milik partai tidak hanya menawarkan isi tapi juga cara ”berilmu” baru. Organisasi secara konkret membantu anggota menghadapi masalah. yang semula terbit terbatas untuk kader dan anggota partai. Analisis Marxis. Suara Persatuan di Semarang. Di Jawa Barat. mulai dari tekanan politik pihak lawan sampai urusan sehari-hari seperti melahirkan dan kematian. PKI berhasil membangun komunitas-komunitas berbasis solidaritas dalam masyarakat yang penuh ketegangan dan pertentangan. Harian Rakjat. Buletin PKI Djawa Timur di Surabaya. Terjemahan karya asing ke dalam bahasa Indonesia banyak dilakukan. Menurut Donald Hindley. Cabang-cabang partai mempunyai penerbitan sendiri seperti Suara Ibukota di Jakarta. Seleksi dan perekrutan anggota dirapikan. Orang yang bertanggung jawab melakukan tugas berat ini adalah Sudisman. Pendidikan politik mendapat perhatian khusus dan menurut Ruth McVey inilah kunci yang membuat PKI mempesona banyak orang.wordpress.com 58 .

Sepanjang 1950-an PKI praktis tidak pernah ”bermain di luar jalur” seperti halnya partai-partai yang bertualang dengan terlibat aksi pemberontakan di daerah-daerah. PKI mulai memasuki gelanggang politik baru. Tekanan berbagai pihak membuat keputusan-keputusan penting semakin terpusat di tangan segelintir pimpinan.wordpress. Bagi mereka menjadi anggota partai adalah jalan mengamankan posisi dalam birokrasi dan membangun perlindungan diri menghadapi http://serbasejarah.Perkembangan pesat ini hampir tidak mendapat hambatan berarti. pengacauan informasi. Sejak 1951 Aidit menitikberatkan perjuangan partai melalui jalan parlemen. meminjam istilah sejarawan Jacques Leclerc. Jarak pemimpin dengan massa semakin terasa. Tidak mengherankan jika Soekarno melihatnya sebagai sekutu penting untuk mengimbangi tekanan pihak militer. usaha putsch atau persekongkolan untuk menyingkirkan pemimpin nasional. tapi juga para pejabat dan mereka yang dalam analisis sosial PKI disebut kabir alias kapitalis birokrat. Komunitas yang tumbuh di sekeliling organisasi partai kini terpusat pada mobilisasi dan semakin banyak pertimbangan survival yang melandasi kebijakan partai. petani diminta menahan diri agar tidak mengambil alih lahan. Itu membuat PKI seperti ”raksasa berkaki lempung”.com 59 . Angkatan Darat dan kekuatan antikomunis kini melihat PKI sebagai ancaman nyata. Para ahli psychological warfare dalam maupun luar negeri sementara itu meramaikan suasana politik dengan desas-desus. dan aksi subversi. Seruan Aidit untuk memperkuat barisan partai dengan menambah jumlah anggota tidak hanya disambut oleh rakyat di kampung dan desa yang melihat PKI sebagai pintu menuju modernitas dan kemakmuran. Ancaman bahwa PKI akan berhasil menguasai pemerintah melalui pemilihan umum dan perjuangan parlementer membuat lawan politiknya diam-diam mensyukuri Demokrasi Terpimpin. Jarak dengan massa mulai terasa. jika sasarannya adalah sekutu dalam front nasional. Semua ini berubah pada awal 1960-an. Dengan strategi front nasional PKI berhasil menciptakan ruang yang memudahkan konsolidasi partai. Buruh dilarang mogok. sekalipun jumlah anggota partai semakin bertambah. Ketegangan sosial dan politik meningkat karena perekonomian memburuk.

Aidit bersama sejumlah pemimpin partai terseret dalam gelap politik klandestin. PKI pun tumbuh menjadi tubuh besar yang lamban dan tidak lagi tangkas menghadapi perubahan. Ada juga yang bilang petualangan. kata yang lebih tepat adalah tragedi. Ada yang menyebutnya pengkhianatan. agen ganda. Di tengah keadaan ini Aidit mendengar berita tentang Dewan Jenderal yang berencana menggulingkan pemerintahan Soekarno. http://serbasejarah. dan tipu daya. PKI sebagai partai sudah terlalu lamban untuk mengikuti dinamika yang berlangsung cepat. Bagi saya. Selama September 1965 tidak ada lagi rapat Politbiro.pergulatan sosial yang kadang berlangsung keras dan penuh konflik. Aidit pun terkucil dari Comite Central dan kawan-kawannya sendiri.com 60 . Keadaan menuntut ketangkasan politik. Ketika keputusan menentukan harus diambil dalam hitungan hari dan jam.wordpress.

” ujarnya kesal saat ada anggota Politbiro lain menyangsikan eksistensi Dewan Jenderal dan rencana mereka untuk melakukan kup terhadap Presiden Soekarno. budayawan yang kala itu wartawan majalah Tempo. ”Tadinya saya ingin memberikan perwatakan yang lebih utuh. Sebutan itu keluar dari mulut Dipa Nusantara Aidit. http://serbasejarah. Aidit hasil tafsiran sutradara Arifin C. memborehkan jejak darah yang berlimpah-ruah di permukaan ubin. Adalah Syu’bah Asa. untuk beberapa lama. ”Kita tak boleh terlambat. ”Saya tidak merasa sukses memainkan peran itu.com 61 . Jenazah Yani yang masih hangat lantas digeret keluar oleh para pelaku. Peristiwa malam Jumat Pahing yang kelak dikenal sebagai Gerakan 30 September itu direka ulang lewat film kolosal Pengkhianatan G-30-S/PKI (1982). Ketua Partai Komunis Indonesia. BERONDONGAN peluru Cakrabirawa merangsek ke tubuh Letnan Jenderal Achmad Yani pada malam Jumat Pahing. 30 September 1965. terutama ketika menunjukkan strategi yang tengah dirancang.” Maka. Malam Jumat Pahing. seperti tersaji di film berdurasi 271 menit itu. bagaimana ekspresinya saat berpikir.wordpress.” ungkap mantan Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta ini. saat ia menyebutkan hari-H dari sebuah operasi rahasia. Ada saat Aidit hanya disorot dengan close-up pada gerak bibirnya. Itulah pertama kalinya masyarakat bisa menyaksikan rekaan wajah Aidit dengan jelas melalui interpretasi Syu’bah Asa. Saat tubuhnya terempas membentur pintu.” kata Syu’bah. ”tapi Arifin bilang tak perlu karena dia hanya butuh beberapa ekspresi saja. Noer adalah Aidit yang penuh muslihat. termasuk caranya mengepulkan asap rokok. putranya menyaksikan dari bawah meja setrika dengan wajah pasi. yang didapuk Arifin sebagai sang gembong PKI. menjadi sumber visualisasi tentang sosok Aidit. yang tersodor adalah fragmen-fragmen seperti mata yang mendelok-delok marah atau gaya merokok yang menderu-deru gelisah. Bagaimana gayanya berbicara.*** Wajah Aidit di Seluloid *** Film Pengkhianatan G-30-S/PKI. pada saat Aidit muncul di layar.

Amarzan.” Namun. menyatakan memang itu bukan peran yang gampang. dan akses ke keluarga almarhum saat itu tak ada. Semua yang ada di dalamnya dibuat berdasarkan keinginan sang pemesan. Syu’bah mendalami tokoh yang akan diperankannya melalui diskusi intens dengan Amarzan Ismail Hamid. saya akhirnya juga mengundurkan diri sebagai art director karena soal honor. ”Dari informasi itulah saya tafsirkan ke dalam gerak wajah. ketika besoknya syuting dilakukan. Syu’bah kembali mengunjungi Amarzan. yang dihubungi wartawan Tempo Arti Ekawati. Ketika film itu selesai. Megamendung. ”Apalagi itu film propaganda. Tapi Aidit tidak. menanyakan pendapatnya tentang peran yang ia mainkan. 66 tahun.” Danarto menandaskan. selain dengan penafsirannya sendiri atas skenario yang ditulis Arifin. Jawa Barat.” ujar sang penyair seperti diulangi Syu’bah. Danarto pun tak bertahan lama dalam pembuatan film yang digarap selama dua tahun dengan melibatkan lebih dari 10 ribu pemain figuran itu. Ada jurang besar yang tak terjembatani. penyair yang mengenal Aidit secara pribadi. sebetulnya Amarzan sempat terlibat atas ajakan Arifin dan Danarto.” tuturnya. Belakangan ia mengundurkan diri setelah sarannya tidak banyak didengar. Syu’bah sempat ketiduran.” ungkap Syu’bah. ”Kecapekan.” ujar Syu’bah.” katanya. Tidak seperti sekarang.” Di awal proses preproduksi. Apa saja informasi penting yang ia dapatkan? ”Amarzan bilang dia sudah bertemu pemimpin komunis dunia seperti Mao Tse Tung dan Ho Chi Minh. ”Buruk.Tapi ia tak kecewa karena sejak awal tahu bahwa sosok Aidit dibutuhkan hanya sebagai pengimbang. ”Sulit untuk menggambarkan sosok seorang Aidit. bukan tokoh utama yang menjadi alasan film itu dibuat. http://serbasejarah.” tuturnya. ”Saya memberikan masukan tentang setting suasana rapat-rapat PKI dan suasana pada waktu itu. Sepanjang malam mereka berdiskusi di Wisma Tempo Sirnagalih. Maka. ”Setelah berbulan-bulan melakukan riset. yang menjadi direktur artistik film. Bahan riset minim. ”Waktu itu tidak mungkin menghubungi keluarga Aidit. Belum lagi menyangkut akses untuk mempelajari karakter Aidit yang sangat terbatas.com 62 .wordpress. Semua karismatis di mata dia.

Bujet film ini sendiri tercatat Rp 800 juta, yang menjadikannya sebagai film termahal di awal 1980-an. lll EMBIE C. Noer, yang bertindak sebagai direktur musik film itu, ingat kata-kata Arifin saat mendeskripsikan film yang akan mereka buat dengan sangat singkat, ”Ini film horor, Mbi.” Bagi Embie, frasa sependek itu cukup menjadi dasar baginya untuk mengembangkan tafsir bebunyian. ”Saya bukan cuma adiknya atau krunya, melainkan juga anaknya sekaligus muridnya sejak dia masih muda,” tutur Embie. ”Karena itu, yang sama-sama kami pahami adalah Aidit sebagai sebuah diskusi politik ketimbang sebagai rekonstruksi fakta yang debatable.” Contoh kecil yang menunjukkan itu, antara lain, adegan Aidit merokok yang dianggap menyimpang dari kebiasaan Aidit sebenarnya yang tidak merokok—seperti diyakini sang adik, Murad Aidit. ”Adegan itu justru menegaskan Mas Arifin sedang tidak merekonstruksi fakta, melainkan menyodorkan sebuah diskusi politik,” kata Embie. Ia prihatin melihat pelbagai diskusi yang muncul saat itu tentang pencitraan Aidit, dan film itu secara umumnya, yang hanya ditakar dari sisi estetika, bukan secara substantif. ”Banyak yang gagal membaca film ini,” keluh Embie. Dalam wawancaranya dengan majalah ini 23 tahun silam, Arifin mengatakan bahwa niatnya membuat film ini adalah sebagai ”film pendidikan dan renungan tanpa menawarkan kebencian” (Tempo edisi 6/14, 7 April 1984). Berkaitan dengan tugasnya untuk memberi tafsir musikal pada film itu, Embie berkeyakinan bahwa ranah politik Indonesia, sampai detik ini, adalah konsep budaya Barat dengan para pionir seperti Ronggowarsito untuk sastra dan metafisika serta Raden Saleh untuk estetika. ”Maka saya meramu suling bambu, tape double-cassette, keyboard, dengan semangat budaya pseudo-modern,” ujarnya. Perdebatan yang sempat muncul mengenai sosok Aidit dalam film itu, seingat Jajang C. Noer, tak sampai menggelisahkan suaminya. ”Dia sangat excited ketika melihat hasil akhirnya,” tutur Jajang.

http://serbasejarah.wordpress.com

63

Bagi Jajang, proses persiapan bahan untuk sosok Aidit adalah saat yang sibuk sekaligus mencemaskan. Mereka sibuk membuat kompilasi dari pelbagai bahan tertulis. Itulah yang diolah Arifin menjadi sebuah skenario. Yang membuat cemas, tim Arifin hanya memiliki satu foto Aidit, ketika sang figur berada di sebuah acara di Istora. Rumitnya lagi, foto itu pun tak begitu jelas. Persoalan menjadi sedikit lebih mudah setelah mereka berhasil mendapatkan sebuah pasfoto Aidit yang lebih jelas. ”Ternyata bentuk fisik Aidit tak sebesar yang kami bayangkan semula,” ujar Jajang. ”Dari pasfoto itulah Mas Arifin punya kesan bahwa Aidit terlihat mirip Syu’bah. Bukan pada kepersisan wajah, tapi pada wibawa.” Jajang mencontohkan, pencarian pada ”kemiripan wibawa” ketimbang kemiripan wajah juga menjadi pertimbangan utama saat mencari pemeran Bung Karno, yang akhirnya jatuh pada Umar Kayam. Sudah selesaikah persoalan? Ternyata belum. Jajang mengungkapkan, mereka masih kesulitan mendapatkan ciri atau gestur khusus Aidit, meski sudah mencari informasi ke Subandrio dan Syam Kamaruzzaman. ”Satu-satunya tambahan informasi yang muncul adalah bahwa Aidit itu dandy. Bukan dalam pengertian genit, tapi pada gaya busana. Dan di situlah repotnya,” Jajang terkekeh sejenak. ”Syu’bah nggak bisa dibilang dandy.” Ihwal Aidit yang merokok itu, Jajang punya jawaban lain. Saat itu Arifin merasa merokok sebagai representasi dari The Thinker. ”Secara visual terlihat lebih bagus penggambaran seseorang yang berpikir keras itu lewat rokoknya,” ulas Jajang. ”Itu sebabnya ada adegan di mana layar hanya dipenuhi asap rokok sebagai metafor sumpeknya suasana politik Indonesia.” Dengan segala pro-kontra yang muncul akibat film Pengkhianatan G-30-S/PKI, satu hal yang tak bisa disangkal adalah generasi yang lahir pada 1970-an dan sesudahnya mendapatkan satu-satunya gambaran tentang sosok Aidit secara jelas hanya dari film itu. Setelah Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 1998, buku tentang Aidit kemudian bermunculan, termasuk yang ditulis oleh mereka yang mengenalnya lebih dekat.

http://serbasejarah.wordpress.com

64

*** Sajak Pamflet Sang Ketua ***
D.N. Aidit berhasrat juga menjadi penyair. Tapi puisinya pernah ditolak HR Minggu.
TELEPON kantor Harian Rakjat di Jalan Pintu Besar Selatan Nomor 93, Jakarta Pusat, meraung-raung pada suatu Sabtu malam, sekitar awal 1965. Dipa Nusantara Aidit, Ketua Comite Central Partai Komunis Indonesia, mencari ”orang yang bertanggung jawab” atas seleksi puisi di HR Minggu, lembar kebudayaan yang berbeda isi, bahkan logonya, dengan Harian Rakjat edisi reguler. Telepon itu disambut Amarzan, redaktur yang memang ditugasi menyeleksi kiriman puisi. ”Apakah sajak-sajak saya sudah diterima?” terdengar Aidit di seberang telepon. ”Sudah.” ”Jadi, dimuat dalam edisi besok?” Setelah berpikir sejenak, Amarzan menjawab, ”Tidak.” ”Maksudnya?” ”Ya, tidak dimuat” ”Mengapa tidak dimuat?” ”Menurut saya, belum layak dimuat.” Hening. Lalu brak! Telepon dibanting. Amarzan, ketika itu 24 tahun, baru dua tahun menjadi redaktur. Ia paham, menolak puisi Aidit bisa menjadi perkara besar. Sejam kemudian, telepon kantor kembali berdering, masih mencari Amarzan. Kali ini dari Njoto, Wakil Ketua II CC PKI sekaligus Pemimpin Redaksi Harian Rakjat. Dengan nada kalem, Njoto bertanya apakah benar Amarzan menolak memuat sajak-sajak kiriman Aidit. Amarzan membenarkan. ”Bung yakin akan pendapat Bung?” Njoto bertanya.

http://serbasejarah.wordpress.com

65

kini 66 tahun. tiga pekan lalu. cukup untuk makan dua pekan di masa beras sulit dan apa-apa harus mengantre. atau anjuran revolusi. sebuah koran politik Jakarta yang diasuh seorang aktivis PKI.”Yakin. Sayang. dari 1946 sampai 1965. Aidit lumayan banyak menulis puisi. ”Jika itu terjadi. saya mendukung keputusan Bung. Selain di Harian Rakjat itu. misalnya. Udara hari ini cerah benar pemuda nyanyi nasakom bersatu gelak ketawa gadis remaja http://serbasejarah.” Plong.com 66 . menggantikan Jenderal Abdul Harris Nasution. Hasan Raid. dengan gaya menyeru dan berpe_tuah. Ketika itu. Sajak-sajaknya hampir seluruhnya berisi puji-pujian kepada partai. bahkan dalam sajak yang sangat personal sekalipun. Kalau begitu. sajak Aidit kerap muncul di Suara Ibukota. Menurut Amarzan. saya akan keluar. ”Puisinya sejenis puisi poster. gajinya Rp 525 per bulan. Sajak-sajak di kedua koran itu kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam antologi Lumpur dan Kidung. Amarzan lupa puisi Aidit mana yang ia tolak ketika itu.” ”Tak ada hal-hal lain yang bisa dipertimbangkan?” ”Tidak.” katanya mengenang ”insiden telepon” itu. yang ditulis pada 23 Juni 1962 untuk menyindir pengangkatan Letnan Jenderal Ahmad Yani sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.wordpress.” ”Baik. sajaknya Raja Naik Mahkota Kecil. ia menolak puisi Aidit justru karena ingin menyelamatkan ”martabat” sang Ketua. Tadinya ia menyangka Njoto bakal memaksanya memuat sajak-sajak Aidit itu.” katanya. Aidit menggunakan puisi sebagai media untuk berkomentar atas peristiwa aktual yang ia lihat dan dengar. Baca.

bisa saja menulis puisi tentang cinta.wordpress. mati dibunuh agen rahasia Amerika.” katanya. Oey Hay Djoen. kalau masih hidup. Tak hanya Amarzan yang menganggap puisi-puisi Aidit jelek. pemimpin gerilya rakyat Kongo. CIA. dan mengabdi kepada buruh dan rakyat. bekas anggota parlemen dan Dewan Pakar Ekonomi PKI. Aidit kerap mengkritik cara adiknya itu menulis. Aidit membual: ”Chairil itu. Sobron Aidit—adik D. Mengetahui adiknya berkawan dengan penyair terkemuka Indonesia itu.” tulis Sobron dalam Aidit (2003). Butir-butir airmata membasahi koran pagi/ Orang hitam berhati putih itu/ dibunuh siputih berhati hitam! Aidit sendiri pernah sekali menulis pada 1964 bahwa sastra itu harus bertanggung jawab.” Sobron sendiri saat itu kerap mengirim cerpen ke beberapa koran dan majalah sastra. ia sering dikirimi sajak oleh Aidit untuk dimintai pendapat. Tapi laki-laki yang masih gesit di usia 78 tahun itu mengaku tak pernah menggubrisnya. sebagai redaktur HR Minggu. Aidit—sekali waktu pernah bercerita bahwa abangnya sesungguhnya mengagumi sajak-sajak Chairil Anwar. dan laut. ”Abangku ini ternyata banyak tahu soal-soal teori sastra mutakhir. berkepribadian nasional.com 67 . secara pribadi menganggap puisi tak selalu harus begitu. bulan. sebulan setelah Patrice Émery Lumumba. kebimbangan. Aidit kemudian kerap http://serbasejarah. Bekas pejabat PKI itu mengenang. Kredo ini menjadi semacam tren yang dianut para penulis ”berhaluan kiri”. pasti berpihak pada PKI.N. Jakarta Pusat. meski tak mau jadi PKI. Chairil dan Sobron pada 1949 pernah satu kos di Jalan Gondangdia Lama Nomor 2. Amarzan. Ia sendiri. Hay Djoen sendiri menulis prosa memikat dengan nama samaran Ira Iramanto atau Samandjaja. juga berpendapat demikian. yang ditulisnya pada 14 Februari 1961. sebagai penyair. maju terus kawan-kawan/ Halau dia ke jaring dan jerat/ tangkap dia dan ikat erat/ hadapkan dia ke mahkamah rakyat! Atau baca: Yang Mati Hidup Kembali. ”Buat apa? Jelek.mendengar si lalim naik takhta tapi konon mahkotanya kecil Sajak empat kuplet ini ditutup dengan stanza: Ayo.

Lukman—juga menulis sajak. Sudisman. http://serbasejarah. dan Chekov kepada Sobron.H. bagi Aidit. Para pemimpin PKI lainnya—Njoto. banyak pemimpin partai komunis di Asia yang pandai menulis sajak. Prison Diary. yang terjemahan Indonesianya kira-kira: Di jendela dingin berdiri reranting jarang beraneka bunga di depan semarak riang apa hendak dikata kegembiraan tiada bertahan lama di musim semi malah jatuh berguguran.wordpress.meminjamkan buku-buku penulis Rusia seperti Tolstoi.com 68 . Alimin. Ketika tersebar kabar Aidit meninggal. Dostoyevsky. dan M. Mao Zedong menulis sajak. 23 November 1965. Ho Chi Minh malah punya kumpulan sajak yang diterjemahkan ke berbagai bahasa. hanya semacam gaya seorang pemimpin partai. Sebab. Barangkali menulis puisi. Mao Zedong menulis sajak belasungkawa yang dimuat di sebuah koran Tiongkok.

N. Aidit kali ini disebut sebagai kakak yang sempurna. buku-buku itu hanya teronggok di laci penulis.N. juga menulis beberapa buku. ia sama sekali tak diberi.com 69 .” Ketika mendengar berita kepastian tewasnya sang Ayah. putri tertuanya. adik sepupu Aidit. Kendati sudah mulai ditulis belasan tahun lalu. Adalah Aidit yang mendapatkan obat itu. Cerita pun mengalir. Aidit. D. Ayah yang baik hingga politikus oportunis. Tak cuma Murad. kata sejarawan Asvi Warman Adam. Kini. yang belum beredar di Indonesia.” Murad Aidit menuangkan kesaksiannya terhadap sang kakak dalam buku Aidit Sang Legenda. ”Di masa aku remaja. Tapi. Begitu pula Ibarruri. rasa kesal dan benci kepada Bang Amat tandas ketika Murad tergolek lemah akibat TBC.” begitu Murad memanggil Aidit. Inilah sepenggal kisah haru-biru hubungan kakak-beradik yang ditulis dalam buku 264 halaman yang terbit dua tahun lalu. Aidit kurang memperhatikan segala kesulitan yang ia hadapi.wordpress. Ia melukiskan Achmad Aidit alias Dipa Nusantara Aidit sebagai aktivis yang habis-habisan membesarkan partai palu arit. Buku-buku dari lingkaran terdalam keluarga Ketua Comite Central Partai Komunis Indonesia itu tak mungkin bisa kita baca sepuluh tahun lalu.Setelah Keluar dari Laci Penulis Puluhan buku menyajikan aneka versi tentang sosok D. ”Kita bisa lebih mengenal sosok Aidit dari sudut pandang personal. yang http://serbasejarah. kukagumi. Begitu sibuknya. Iba menuliskan. ”Bang Amat. Iba menyebut sang ayah dalam buku Ibarruri Putri Alam yang terbit tahun lalu sebagai ”manusia yang paling kucintai”. aku tiba-tiba kehilangan manusia yang paling kucintai.” Ia mencontohkan saat meminta uang biaya pernikahan. ”adalah kakak yang sungguh tak dapat diharapkan. misalnya. mengandalkan jaringan pertemanannya di luar negeri. Aidit dan PKI adalah kesatuan yang tak mungkin dipisahkan. di era reformasi. Sobron Aidit. pada saat yang lain. Dokter memberi Murad obat TBC terbaru dari Swiss.

Dolores Ibarruri.” tulis Budi dan Yani. Meski memuji setinggi langit sang ayah. tak ada kesan dalang pembunuhan kejam dan bengis—sifat yang tertanam pada sebagian besar benak orang Indonesia karena dijejali buku-buku sejarah yang memojokkan Aidit—pada sosok politisi yang dikenal dekat dengan Soekarno ini. Buku Menolak Menyerah. buku-buku yang berusaha ”membersihkan” sosok Aidit bebas beredar.” Kebanyakan buku yang terbit di era Orde Baru memperkenalkan Aidit sebagai sosok yang pantas dimusnahkan. dan memanfaatkan kedekatan itu untuk kepentingannya sendiri. Tak hanya tulisan saudara dan anak—yang jelas lebih banyak memunculkan sosok manusia Aidit dan dibumbui emosi karena kedekatan pada sang tokoh—tapi juga penulis atau peneliti yang tak ada hubungan apa pun dengan Aidit. Aidit dituding sebagai orang yang selalu menjelek-jelekkan tentara di hadapan Soekarno.” Ibarruri adalah nama pemberian Aidit yang diambil dari nama pemimpin gerakan Komunis Internasional asal Spanyol. Ia bahkan dituding sebagai sosok yang menyaring informasi yang akan disampaikan kepada Presiden. Aidit pula yang memerintahkan penangkapan para jenderal. ”Yang terjadi adalah peristiwa di luar skenario Aidit. Dalam buku itu. Iba menyebut Aidit sebagai ayah yang tak mengerti merawat anak. yang mengakibatkan terputusnya komunikasi. ”Terjadi penyingkiran ke Halim. Menyingkap Tabir Keluarga Aidit (2005) karya Budi Kurniawan dan Yani Andriansyah boleh dikelompokkan dalam buku yang tak boleh terbit di masa Orde Baru.com 70 . Jenderal Franco.wordpress. Buku ini menyebut Aidit sebagai sosok yang amat dekat dengan Soekarno. Buku Pergolakan Politik Tentara Sebelum dan Sesudah G30S/PKI yang ditulis Todiruan Dydo pada 1989 menyebut Aidit sebagai pemimpin partai licik dan oportunis yang khawatir Angkatan Darat akan berkuasa setelah Soekarno meninggal. Sejak Soeharto tumbang. Maka Aidit meniupkan isu adanya Dewan Jenderal yang akan melakukan kudeta. http://serbasejarah. ia pernah menangis. Aidit yang tak tahu kenapa anaknya menangis terus memberi minum hingga perutnya kembung. Ketika itu. Dolores terkenal dengan aksi menentang diktator Spanyol. Buku tersebut bahkan memuat informasi bahwa Aidit terkucilkan dari peristiwa besar G30S/PKI. Suatu kali di masa kecil.menjadi teladan dalam cita-cita.

Para tentara yang sebelumnya memiliki latar belakang PKI didekati dan dipakai untuk melancarkan kudeta 1965. Soetopo Soetanto dalam kumpulan tulisan Kewaspadaan Nasional dan Bahaya Laten Komunis menyebutkan kelihaian Aidit memanfaatkan tentara untuk membunuh para jenderalnya sendiri. D. misalnya. Tribuana Said dan D. ” Bahwa cara kerja PKI harus konspiratif.” tulis Soegiarso. Aidit digambarkan sebagai sosok yang anti-Tuhan. ”Juga dalam kesempatan berpidato di depan peserta Pendidikan Kader Revolusi 1964. Aidit pun sempat mengatakan bahwa pidatonya dipelintir harian Revolusioner. padahal ia tidak bermaksud mengatakan bahwa Pancasila tak lagi diperlukan. ”Seperti disambar geledek di siang bolong. Ini tak jauh berbeda dengan buku-buku pelajaran sekolah yang memuat versi pemerintah Orde Baru. Dituliskan bahwa Aidit sebenarnya baru akan merencanakan kudeta pada 1970.N. Koran-koran berhaluan komunis memproklamasikan Pancasila tanpa sila pertama. Pro-kontra berakhir setelah Wakil Perdana Menteri Chaerul Saleh memerintahkan semua pihak menghentikan polemik pidato tersebut. jelas-jelas menyebut PKI dan Aidit http://serbasejarah. kalau sudah tercapai di Indonesia. Aidit yang ketahuan belangnya menjadi sangat marah. berbagai golongan mengecam Aidit.” begitu tertulis dalam buku keluaran Lembaga Studi Ilmu-Ilmu Kemasyarakatan. D. Pemimpin Politbiro PKI ini pun memerintahkan infiltrasi ke tubuh militer.wordpress.Presiden tidak bisa mengandalkan informasi intelijen karena dalam kalangan tentara sendiri terjadi kesimpang-siuran akibat penyusupan orang-orang PKI.com 71 .N. Dalam Rangkaian Peristiwa Pemberontakan Komunis di Indonesia.” demikian buku ini mengutip konstitusi PKI yang merupakan ide Aidit. Namun dokumen yang berisi instruksi agar seluruh pimpinan PKI bersiap memuluskan rencana itu bocor. Buku Sejarah Nasional Indonesia. Inilah yang membuat Aidit mempercepat kudeta menjadi 1965. Demikian buku kontroversial Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai yang dikarang Soegiarso Soerojo pada 1988. Jakarta. Aidit berkata bahwa sosialisme. Moeljanto dalam Perlawanan Pers Indonesia BPS Terhadap Gerakan PKI menceritakan buntut panjang pidato Aidit itu. maka Pancasila tak lagi dibutuhkan sebagai alat pemersatu.S. Pers pun terbelah. Aidit adalah dalang G30S/PKI.

sebagai dalang tunggal peristiwa 1965. aku memang tidak akan menjadi pahlawan keluarga. bengis. ucapan Aidit ini tak berujung sebagaimana yang ia harapkan. Di buku itu. juga buku-buku pelajaran lain. Kita harus menjadi pahlawan bangsa. Ia tak akan pernah tercatat sebagai pahlawan. dan tak percaya pada Tuhan alias ateis. Buku yang antara lain dikarang oleh Nugroho Notosusanto itu menuai kontroversi karena menghujat Soekarno dan menyanjung Soeharto sebagai penyelamat bangsa. Pahlawan keluarga itu terlalu sederhana dan amat egois. Aidit mengemukakan prinsip dan pilihan hidupnya kepada Murad.com 72 . Dalam suatu kesempatan. http://serbasejarah.wordpress. digambarkan sosok Aidit yang kejam.” Kita tahu. ”Kau tahu.

Ladislav Bittman. Namun dalam kategori pihak asing itu tentu tidak dapat diabaikan peran Uni Soviet (termasuk Pakta Warsawa. sehingga analisis Bung Karno sebagaimana disampaikan dalam pidato Nawaksara tahun 1967 dianggap lebih tepat. Peristiwa yang begitu kompleks tidak mungkin dilakukan satu orang. sedangkan PKI mendominasi dukungan massa. AD menguasai senjata. konon agen asal Cek. Proses penulisan pidato Nawaksara itu sendiri perlu diteliti karena Soekarno meminta masukan dari beberapa tokoh. Dalang peristiwa itu lebih dari satu. pihak asing atau unsur dalam negeri? Pimpinan PKI yang ”keblinger” itu adalah Biro Chusus yang diketuai langsung Aidit di mana Sjam Kamaruzzaman boleh dikatakan direktur eksekutifnya. subversi Nekolim. Versi-versi dalang peristiwa tersebut yang selama ini bersifat tunggal (PKI. CIA. Kalau saat http://serbasejarah. Kalau digunakan matematika sederhana. PKI.Aidit dalam Bingkai Nawaksara Oleh: Asvi Warman Adam. dokterdokter Cina telah keluar-masuk Istana Presiden. kekuasaan terpusat pada tiga pihak. Nekolim (Neokolonialisme) tentu mengacu kepada Amerika Serikat (AS). Soeharto.com 73 . Apakah yang dituju Soekarno adalah Soeharto (yang pada masa awal beraliansi dengan Nasution)? Atau termasuk juga Untung dan Latief? ”Keblingernya” Aidit disebabkan situasi yang sangat meruncing saat itu. Mana yang lebih menentukan. Menurut Soekarno. yakni Soekarno. dan adanya oknum-oknum yang tidak benar. atau satu golongan saja. andil masing-masing pihak yang disebut dalam pidato Nawaksara itu 33.) tak luput dari kritik. Tulisan ini mencoba mengelaborasi persentase tersebut. terlibat) dan RRC. Rumusan ”oknum yang tidak benar” itu konon penghalusan dari ”jenderal yang tidak benar”. Soekarno. satu kelompok. sungguhpun arsip yang terbuka belakangan memperlihatkan bahwa Inggris dan Australia juga mendukung sepenuhnya gebrakan membasmi komunis. Peneliti LIPI Pertanyaan seberapa besar atau seberapa kecil peran Aidit dalam Gerakan 30 September mengimplikasikan bahwa ia terlibat dalam manuver politik tingkat tinggi tahun 1965.33 persen. Arsip Jepang mengenai tahun 1965 juga perlu diperiksa. Sebelum meletusnya Gerakan 30 September. dst. peristiwa itu merupakan pertemuan tiga sebab: keblingernya pimpinan PKI. Angkatan Darat. Menjelang peristiwa itu.wordpress. dan Angkatan Darat (AD).

Sjam (pihak sipil) dengan Untung dan Latief (unsur militer) memilih cara yang ”lazim” dalam sejarah revolusi Indonesia. ancaman kudeta tidak terjadi lagi dan selanjutnya pihak kiri tentu dapat meminta kursi pimpinan departemen kepada Presiden. Presiden akan terguling dan selanjutnya PKI akan dibasmi.wordpress. AD dapat mengkudeta Soekarno namun tidak akan didukung rakyat dan dunia internasional. anggota komando khusus TNI AD telah menculik beberapa orang aktivis. yakni culik.itu diadakan pemilu. Kekuatan Soekarno selain dukungan masif dari rakyat juga terletak pada kemampuan menjaga perimbangan politik. http://serbasejarah. Ia akhirnya jatuh karena keseimbangan itu patah setelah meletus Gerakan 30 September.com 74 . niscaya partai komunis akan menang. Soeharto berpidato bahwa ia tidak segan memerintahkan untuk menculik seorang anggota MPRS bila mereka mencoba mengubah UUD 1945. Sebab itu kekuatan antikomunis seperti Jenderal Suhardiman mengupayakan Soekarno menjadi presiden seumur hidup agar status quo tetap terjaga. Karena itu. Kondisi perekonomian yang terpuruk. Konsep culik sudah dipraktekkan sejak Desember 1945. Dalam konteks ini. menyebabkan semua pihak bersiaga. Bila mereka dipecat atau dipermalukan. Soekarno juga menolak usulan pembubaran Himpunan Mahasiswa Islam oleh mahasiswa kiri. bila AD mengambil langkah lebih dulu dan berhasil. suasana politik yang kian panas karena konflik tanah dan kebudayaan. PKI tidak punya senjata untuk makar. manuver Dewan Jenderal (yang keberadaannya dipercayai sang ketua) harus dicegah. Pada 1980. Sebelum akhir pemerintahan Soeharto. PM Sjahrir juga pernah diculik walaupun kemudian ia kembali dengan selamat. Rapat antara motor Biro Chusus PKI. Para Jenderal itu akan diculik dan dihadapkan kepada Bung Karno. ketika terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap Menteri Negara Otto Iskandar di Nata. konfrontasi dengan Malaysia dan agitasi terhadap pihak asing (AS dan Inggris). Bung Karno sendiri tidak pernah memberikan kesempatan kepada elite komunis memimpin departemen kecuali jadi menteri negara. Bahkan Soekarno dan Hatta pada hakikatnya pernah diculik oleh pemuda sehari sebelum Proklamasi. serta beredarnya dokumen Gilchrist dan Dewan Jenderal. Pidato tersebut mendapat penentangan dari kelompok yang kemudian dikenal sebagai Petisi 50.

Sjam hanya koordinator antara Biro Chusus dan perwira militer.Karena misi utamanya hanya penculikan. Keblingeran keduanya adalah meneruskan gerakan dengan menyiarkan dokumen kedua (tentang pendemisioner kabinet Dwikora) dan dokumen ketiga (penyesuaian pangkat militer tertinggi menjadi letnan kolonel) setelah terjadi kevakuman enam jam pada tanggal 1 Oktober 1965. karena hanya tiga orang yang masih hidup ketika dibawa ke Lubang Buaya. Dengan alasan menyelamatkan Presiden. maka dapat dipahami keanehan struktur Gerakan 30 September yang dipimpin seorang letnan kolonel. Siapa yang diuntungkan? Peran seseorang atau kelompok dalam suatu kegiatan berbanding lurus dengan keuntungan yang (akan) diperolehnya. Persiapan militer tidak dilakukan secara besarbesaran karena tujuannya bukan menguasai ibu kota. Kekurangan utama Soekarno adalah karena ia menganggap enteng seorang Mayor Jenderal Soeharto. sedangkan Soeharto sangat diuntungkan. Namun ternyata penculikan terhadap tujuh orang jenderal itu gagal. dalam percobaan kudeta. Terjadi kekalutan karena ternyata di dalam gerakan itu tidak ada satu komando yang dapat mengambil keputusan tunggal. tetapi membawahkan perwira yang lebih tinggi pangkatnya. Padahal. Ketika dilapori peristiwa ini.com 75 . satu menit pun sangat berharga. Yang sangat dirugikan http://serbasejarah. Keblingeran pertama dari Biro Chusus PKI adalah keterlibatan mereka dalam perencanaan penculikan. Kalau Soeharto yang membangkang perintah Presiden untuk datang ke Halim Perdanakusuma langsung dipecat oleh Soekarno tentu sejarah Indonesia akan berbeda. Dalam peristiwa 1965 itu Soekarno adalah pihak yang dirugikan karena selanjutnya ia kehilangan jabatannya. Kalau perintah Soekarno untuk menghentikan Gerakan 30 September itu dipatuhi. mungkin korban yang jatuh tidak banyak. Ia yang selama ini kurang diperhitungkan berpeluang meraih puncak kekuasaan karena para seniornya telah terbunuh dalam satu malam. Soekarno di pangkalan AU Halim Perdanakusuma memerintahkan agar mereka menghentikan gerakan. gerakan itu dipimpin oleh Komandan Batalion Cakrabirawa.wordpress.

Mao: Di Shensi Utara saya membunuh 20. Tulisan Fic bersumber dari harian The Straits Times. seorang gadis cilik. Jakarta. 25 April 1966. Mao: Baiklah. habisi semua jenderal dan para perwira reaksioner itu dalam sekali pukul.000 orang kader dalam sekali pukul saja. Tahun 1965 menjadi watersheet. 26 April 1966. empat perwira. Singapura. Anehnya. yang mengutip tulisan anonim di Harian Angkatan Bersenjata. Soekarno kok mau dan membiarkannya. dan sekitar setengah juta orang terbunuh setelah peristiwa tersebut. Angkatan Darat lalu akan menjadi seekor naga yang tidak berkepala dan akan mengikutimu. Kelompok kiri didorong untuk melakukan suatu gerakan sehingga ada alasan bagi AD untuk menumpasnya sampai habis. Selanjutnya Bung Karno akan beristirahat di danau angsa Cina.com 76 . Politik luar negeri Indonesia menjadi lembek dan proBarat.wordpress. lakukanlah apa yang saya nasihatkan kepadamu. Yang paling diuntungkan dari tragedi nasional tersebut tak lain dari Nekolim. Polemik dalam bidang politik dan kebudayaan berganti dengan asas tunggal yang tidak membiarkan kritik. Ekonomi berdikari berubah jadi ekonomi pasar yang bergantung pada modal asing dan utang. Siapa http://serbasejarah. pembatas zaman. Terjadi perubahan drastis secara serempak dalam segala bidang.pula adalah bangsa Indonesia secara keseluruhan karena enam jenderal. Skenario model AS itu lebih didukung arsip sejarah ketimbang imajinasi seorang profesor gaek bernama Victor Fic bahwa Mao Tse Tung menyuruh Aidit mengambil kekuasaan. Pergantian Duta Besar Howard Jones dengan Marshal Green bulan Juni 1965 menandai perubahan rencana AS terhadap politik Indonesia. Dialog imajiner itu berbunyi: Mao: Kamu harus bertindak cepat. Aidit: Saya khawatir AD akan menjadi penghalang. Aidit: Itu berarti membunuh beberapa ratus perwira.

sekretaris Adam Malik. Nekolim. yakni Nekolim. Apakah penerbitan itu bekerja sama dengan pihak AS dan Inggris? Yang jelas. harian tersebut memiliki versi bahasa Inggris. arsip departemen luar negeri AS mengakui bahwa mereka memberikan daftar pengurus PKI di Indonesia kepada pihak AD melalui Adyatman.com 77 . 19 September 2007 Semua tulisan bersumber dari : Majalah Tempo Edisi 32/XXXVI/01 – 7 Oktober 2007 http://serbasejarah.wordpress. dan Harry Tjan Silalahi.E. saya cenderung menganggap pemikiran Soekarno bahwa Gerakan 30 September adalah pertemuan dari tiga sebab merupakan analisis yang paling lengkap dari berbagai versi tunggal yang ada. dan oknum yang tidak benar) tidak sama. faktor kedua. Beijing.penulis anonim di Jakarta itu? Menurut keterangan Salim Said yang saat itu wartawan pemula Harian Angkatan Bersenjata. Juga mereka memberikan bantuan dana Rp 50 juta kepada KAP (Komite Aksi Pengganyangan) Gestapu yang terbentuk setelah meletus Gerakan 30 September serta dipimpin oleh Subchan Z. Menurut hemat saya. Andil ketiganya (keblingeran pimpinan PKI. Setelah membaca berbagai buku dan arsip. merupakan pemegang saham mayoritas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful