*** Trio Komunis

***
Aidit, Lukman, dan Njoto bahu-membahu membesarkan partai. Karena perempuan, Njoto tersisih. Madiun, 19 September 1948… Revolusi memakan anak sendiri. Sebelas pemimpin teras PKI tewas. Muso, Amir Sjarifuddin, dan Maruto Darusman ditembak mati di Desa Ngalihan, Solo. Partai limbung, tercerai-berai. Tiba-tiba muncul tiga anak muda, Aidit, Njoto, dan Lukman, bagaikan The Three Musketeers. Mereka muncul menjadi tulang punggung partai. Ketiganya menghidupkan partai—dan bisa membuat lebih besar. Mereka kemudian dikenal sebagai trisula PKI: Sekretaris Jenderal, Wakil Sekjen I, dan Wakil Sekjen II. Kisah persahabatan—dan konflik—tiga sahabat itu menarik dikenang. Dipa Nusantara Aidit pertama kali bertemu dengan Mohamad Hakim Lukman pada 1943 di Menteng 31, Jakarta. Bekas Hotel Schomper itu terkenal sebagai sarang para pemuda aktivis kemerdekaan. Mereka bergabung dengan Gerakan Indonesia Merdeka. Aidit tiga tahun lebih muda daripada Lukman, yang ketika itu baru 23 tahun. Aidit kemudian menjadi Ketua Dewan Politik Gerakan Indonesia Merdeka, dan Lukman anggota. Sejak itu, Aidit dan Lukman menjadi akrab dan seolah ditakdirkan melakoni sejarah hidup yang sama. Keduanya pada 1944 terpilih masuk Barisan Pelopor Indonesia—kumpulan 100 pejuang paling setia kepada Bung Karno. Keduanya pernah dijebloskan ke penjara Jatinegara oleh Polisi Militer Jepang karena ikut menggerakkan demonstrasi di Lapangan Ikada pada 19 September 1945. Keduanya juga pernah ditangkap dan ditawan di Pulau Onrust, Jakarta Utara, selama tujuh bulan. Keduanya bersama memilih jalan komunis dan berguru ke tokoh-tokoh komunis senior. Saat menjadi penghuni Menteng, mereka misalnya menjalin kontak dengan Widarta, penanggung jawab organisasi bawah tanah PKI Jakarta. Widarta adalah kawan akrab Wikana, pemimpin PKI Jawa Barat yang terkenal cerdas. Aidit dan Lukman terkesan pada Wikana.

http://serbasejarah.wordpress.com

1

Sampai-sampai, setelah bebas dari Onrust, mereka mencari Wikana di Yogyakarta. Di Yogya saat itu, pemimpin PKI Sardjono, eks Digulis, baru saja memindahkan kantor pusat PKI di Jalan Boemi 29, Solo, ke Jalan Bintaran, Yogyakarta. Aidit dan Lukman kemudian tinggal di Yogya. Mereka menghidupkan majalah dwibulanan Bintang Merah. Di sinilah keduanya lalu bertemu Njoto. Njoto saat itu 19 tahun. Pemuda berkacamata tebal itu adalah wakil PKI Banyuwangi dalam Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Sejak itulah terjalin persahabatan antara Aidit, Njoto, dan Lukman. Saat KNIP bersidang di Malang pada Maret 1947, Aidit terpilih menjadi Ketua Fraksi PKI, Njoto memimpin Badan Pekerja KNIP. Aidit, Njoto, dan Lukman kemudian masuk Komisi Penterjemah PKI di awal 1948, yang tugasnya menerjemahkan Manifes Partai Komunis karya Karl Marx dan Friedrich Engels. Pada Agustus 1948, tiga serangkai ini sama-sama menjadi anggota Comite Central PKI. Aidit mengurus agraria, Lukman di sekretariat agitasi dan propaganda, sedangkan Njoto menjalin relasi dengan badan-badan perwakilan. Hingga pecahlah geger Madiun…. Aidit sempat tertangkap, tapi dibebaskan karena tak ada yang mengenalnya. Ibarruri Putri Alam, putri sulung Aidit, melukiskan, ayahnya bisa lolos ke Jakarta dengan menyamar menjadi pedagang Cina. ”Rambutnya digundul habis, Papa ikut iring-iringan konvoi barang.” Njoto dan Lukman, kemudian menyusul Aidit ke Jakarta. Di Jakarta, trio Aidit-Lukman-Njoto ditempa. ”Mereka menggodok orientasi partai,” kata Sumaun Utomo, kini 85 tahun, bekas Ketua Lembaga Sejarah CC PKI, mengenang. Terbunuhnya banyak kader dalam Peristiwa Madiun membuat mereka harus mandiri. ”Mereka jadi independen karena tak punya lagi tempat bertanya,” kata Murad Aidit dalam bukunya, Aidit Sang Legenda. Mereka diam-diam memperluas jaringan PKI di Jakarta dengan membentuk Onder Seksi Comite di tingkat kecamatan. Adapun organisasi dijalankan lewat sistem komisariat di Comite Central. Situasinya sulit karena setiap kabinet alergi komunisme.

http://serbasejarah.wordpress.com

2

Sampai-sampai itu membuat trio Aidit-Lukman-Njoto harus bersembunyi dengan menyamar. Aidit dan Lukman bahkan pernah disiarkan pergi ke Cina pada 1949. Padahal itu hanya bualan belaka untuk mengecoh pengejaran. Ada yang bilang sesungguhnya mereka ke Medan. Ada yang bilang ke Jakarta. ”Mereka sering menginap di rumah seorang kawan di Kemayoran,” tulis sejarawan Prancis, Jacques Leclerc, dalam Aidit dan Partai Pada Tahun 1950. Dalam situasi serba repot itu, Aidit dan Lukman justru nekat kembali menerbitkan Bintang Merah pada 15 Agustus 1950. Dua pekan sekali mereka meluncurkan stensilan Suara Rakjat, embrio Harian Rakjat yang menjadi koran terbesar dengan oplah 55 ribu per hari. Njoto bergabung di redaksi pada Januari 1951. Dua tahun kemudian, tiga sahabat kelompok Bintang Merah ini memimpin partai. Aidit menjadi sekretaris jenderal, Lukman wakil sekjen I, dan Njoto wakil sekjen II (jabatan ini diganti menjadi ketua dan wakil ketua pada 1959). Sebagai ketua, Aidit memelototi politik secara umum. Lukman, yang jago main sepak bola, memimpin Front Persatuan. Urusan agitasi dan propaganda kini diemban Njoto. Tak cuma berorganisasi, untuk meluaskan jaringan, mereka mendirikan sekolah, dari tingkat dasar sampai universitas. Usaha itu berbuah. Pada Pemilihan Umum 1955, PKI menclok di urutan keempat. Hasil itu membuat Aidit optimistis partainya bisa meraih posisi nomor satu sebelum 1975. ”Asalkan keadaan berjalan normal,” kata Murad mengutip ucapan kakaknya. Kenyataannya, cita-cita itu terempas. Tragedi 1965 menguak cerita bahwa tiga sekawan itu, meski di luar tampak guyub, ternyata tidak melulu solid. Aidit dan Njoto, misalnya, amat berbeda pendapat soal teori revolusi. Aidit percaya kup yang didukung sedikitnya 30 persen tentara bisa bermutasi menjadi revolusi. Aidit saat itu, menurut Manai Sophiaan (almarhum)—dalam sebuah tulisannya—terinspirasi oleh kudeta di Aljazair pada Juni 1965. Saat itu Kolonel Houri Boumedienne mengambil alih kekuasaan dari tangan Presiden Ben Bella.

http://serbasejarah.wordpress.com

3

Ia dipecat dari Biro Agitasi dan dari kursi Pemimpin Redaksi Harian Rakjat.” kata Sumaun. Ia mengaku semula tidak menaruh curiga pada Rita. Tidak etis.” kata Soetarni. menurut Aidit.” kata Aidit saat itu. Mereka bahkan kerap bertukar suvenir.Sebaliknya. Bahkan. Njoto tersingkir karena punya pacar orang Rusia. Njoto pertama-tama adalah nasionalis. Namanya Rita. sesungguhnya menjelang petaka 1965 suaminya yang pandai main musik dan dandy sudah disingkirkan Aidit. bekas istri Njoto—kini 79 tahun—ingat. ”Three Musketeers” retak. menurut Sumaun. Njoto kerap menulis naskah pidato si Bung.wordpress. http://serbasejarah. ”Revolusi siapa melawan siapa?” kata Njoto. Rita mengiriminya kosmetik. Ia kemudian minta maaf. dalam wawancaranya dengan koresponden Asahi Shimbun di Jakarta pada 2 Desember 1965—dua pekan sebelum ia dinyatakan ”hilang”—ia tak yakin Gerakan 30 September dapat dikategorikan sebagai kudeta yang bisa menjadi revolusi. Tapi anak ningrat Solo itu cuma bisa menumpahkannya kepada salah satu pamannya. ”Di mata Soekarno. Lalu terjadilah tragedi 1965…. Njoto justru mempertanyakan kesahihan teori itu. Soetarni membalasnya dengan batik. seorang pentolan partai yang sudah berkeluarga memiliki pacar. Isinya: perempuan 20-an tahun itu jatuh cinta dan ingin menikahi suaminya. Ia bahkan menyangsikan premis Letnan Kolonel Untung soal Dewan Jenderal bisa membenarkan kup. Soetarni tak menyembunyikan hal itu. Soekarno pernah menyebut Njoto sebagai Marhaen sejati. Aidit malah melihat Njoto ”dipakai” Soekarno. ”Njoto tahu kalau saya marah. Saat ditanyai Tempo bagaimanakah sesungguhnya hubungan Njoto dan Rita. Soetarni jelas marah. Masalahnya adalah kedekatan Njoto dengan Soekarno. ”Hal itu dilakukan karena bila dibiarkan akan merusak partai di mata orang lain. Tapi. Hingga datanglah sepucuk surat dari Rusia. itu baru komunis. Njoto akhirnya disidang CC. Gara-gara itulah seluruh posisi dipreteli oleh Aidit. Soetarni.com 4 .

Pikiran-pikirannya dipelajari seperti juga doktrin-doktrin Marxisme-Leninisme. ”Kita tak boleh terlambat…!” Dipa Nusantara Aidit pada 1980-an adalah Syu’bah Asa. Siapa Aidit ini sebenarnya? BERTAHUN-TAHUN orang mengenalnya sebagai ”si jahat”. Seniman dan wartawan ini memerankan Ketua Umum Comite Central Partai Komunis Indonesia itu dalam film Pengkhianatan G-30-S/PKI. ia berkhayal tentang Indonesia tanpa kelas. Tapi ia terempas dalam prahara 1965. Lalu di depan layar kaca kita ngeri membayangkan sosoknya: lelaki penuh muslihat. Dipa Nusantara Aidit memimpin Partai Komunis Indonesia pada usia belia. Dia memulai ”hidup” sejak belia.com 5 . ia terlibat peristiwa Rengasdengklok—penculikan Soekarno oleh pemuda setelah pemimpin revolusi itu dianggap lamban memproklamasikan kemerdekaan. Bertahun-tahun terdengar kalimat-kalimat ini meluncur dari mulutnya: ”Djawa adalah kunci…”. 31 tahun. PKI mengklaim memiliki 3. PKI didiskusikan kembali. Lelaki gugup berwajah dingin dengan bibir yang selalu berlumur asap rokok.5 juta pendukung dan menjadi partai komunis terbesar di dunia setelah Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina. Setiap 30 September film itu diputar di TVRI. 1948. Dalam sebuah diskusi di Yogyakarta. Ia hanya perlu setahun untuk melambungkan PKI ke dalam kategori empat partai besar di Indonesia. Di tempat lain.*** Dua Wajah Dipa Nusantara *** EMPAT puluh dua tahun berlalu dan kini kita mengenang lelaki itu dengan kebencian dan rasa kagum. http://serbasejarah. Juga Aidit. terutama setelah Orde Baru runtuh dan orang lebih bebas berbicara. kisah tentangnya dipenuhi mitos dan pelbagai takhayul. dengan bibir bergetar memerintahkan pembunuhan itu. Aidit memimpikan revolusi. Ia terlibat pemberontakan PKI di Madiun. Diamdiam komunisme dipelajari kembali dan Aidit menjadi mitos lain: sang idola. Putra Belitung yang lahir dengan nama Achmad Aidit itu menapaki karier politik di asrama mahasiswa Menteng 31—sarang aktivis pemuda ”radikal” kala itu. Setelah itu. seorang penulis muda pernah di luar kepala mengutip doktrin 151—ajaran dasar bagi kaum kiri dalam berkesenian.wordpress. ”Djam D kita adalah pukul empat pagi…”. ia jadi mitos. Seperti juga peristiwa G-30-S. Bersama Wikana dan Sukarni.

Jawa Tengah. PKI mengklaim beranggota 3. anak bungsu Abdullah-Mailan. Dua tahun kemudian.H. Dalam kongres partai setahun sebelum pemilu.5 juta orang. Orang-orang Belitung menyebut luas tanah keluarga ini dengan ujung jari: sejauh jari menunjuk itulah tanah mereka. 30 Juli 1923. Tapi semuanya berakhir pada Oktober 1965. Lukman (34). Abdullah Aidit. Ketika partai-partai lain tertatih-tatih dalam regenerasi kader. Sebagian orang mengatakan ia kabur ke Vietnam Utara. Adapun Abdullah Aidit adalah anak Haji Ismail. Aidit berpidato tentang ”jalan baru yang harus ditempuh untuk memenangkan revolusi”. PKI memunculkan anak-anak belia di tampuk pimpinan partai: D.Usianya baru 25 tahun. jabatan yang cukup terpandang di Belitung ketika itu. Ibunya.N. lll LAHIR dari keluarga terpandang di Belitung. Ayahnya. Inilah partai komunis terbesar di dunia setelah Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina. pengusaha ikan yang cukup berhasil. ia raib tak tentu rimba. Sudisman (34). Ia mengambil alih partai itu dari komunis tua—Alimin dan Tan Ling Djie—pada 1954. Ayah Mailan seorang tuan tanah. Aidit. M. ketika Gerakan 30 September gagal dan pemimpin PKI harus mengakhiri hidup di ujung bedil. D.N. 31 tahun. Mailan. Aidit hanya butuh waktu setahun untuk membesarkan kembali PKI. Aidit adalah anak sulung dari enam bersaudara—dua di antaranya adik tiri.com 6 . Meski disebut-sebut bahwa http://serbasejarah. Setelah itu. dalam Pemilu 1955 partai itu sudah masuk empat pengumpul suara terbesar di Indonesia. Aidit sendiri tutup buku dengan cara tragis: tentara menangkapnya di Boyolali. dan ia tewas dalam siraman satu magazin peluru senapan Kalashnikov serdadu. adalah mantri kehutanan. sedangkan yang lain mengatakan ia bolak-balik Jakarta-Medan.wordpress. lahir dari keluarga ningrat. dia ”muncul” kembali. Tak banyak fakta yang menguraikan kehidupannya pada periode Belitung ini kecuali keterangan dari Murad Aidit. dan Njoto (27). Dipa Nusantara bercita-cita menjadikan Indonesia negara komunis. Sumatera Selatan.

ada pula cerita yang menyebutkan ia sebetulnya tak peduli benar dengan keluarga. ia membanting telepon. Kisah cintanya jarang terdengar. potret Arifin C. Ia tegang. tapi sajak-sajaknya miskin imajinasi. koran yang sebetulnya berada di bawah kendalinya. Tidak lebih. ia bergaul dengan banyak orang. keduanya cuma tersenyum simpul. ia tak ramah. tambang timah di kampung halamannya. dokter yang belakangan menjadi istrinya. Pernah terdengar kabar ia menyukai seorang gadis yang juga dicintai sastrawan kiri. sutradara Pengkhianatan G-30-S/PKI. tapi juga bergaul dengan pemuda Tionghoa. Simpatinya kepada kaum buruh dimulai dari persahabatannya dengan seorang pekerja Gemeenschapelijke Mijnbouw Billiton. Ada dugaan ia menulis sajak karena Mao Tse-Tung menulis sajak. ia tak flamboyan. Di Belitung. Dipa Nusantara bukan orang yang mudah didekati. Kini peristiwa itu dikenal dengan pelbagai tafsir dengan Aidit sebagai tokoh yang selalu disebut.com 7 . Tapi tak ada perselisihan yang berarti. ”Saya tak pernah merasa nyaman bila bersamanya. Tapi. Achmad tak peduli benar soal ”akar”.” kata bekas wartawan itu. koran yang berafiliasi dengan PKI. Tapi seorang bekas wartawan Harian Rakjat. Utuy Tatang Sontani. kecuali dengan Soetanti. menangkap kesan lain tentang Aidit. Ketika gadis itu menikah dengan lelaki lain.wordpress. Tak seperti Njoto. Dikabarkan pernah pula ia berenang di sepotong sungai di Jakarta karena tahu Ketua Mao pernah menyeberangi Sungai Yang-Tse di Cina. http://serbasejarah. tentang Aidit mungkin tak kelewat salah: Aidit adalah pegiat partai yang dingin— mungkin cenderung kering. Dengan kata lain. Ia tak main musik. Ia menjadi bagian dari anak pribumi. suatu ketika saat mereka sudah di Jakarta. Aidit memang menulis puisi. Aidit pernah mengatakan satu-satunya hal yang mengaitkan mereka berdua adalah mereka berasal dari ibu dan bapak yang sama. Puisi-puisinya pernah ditolak dimuat di Harian Rakjat. apa pun.Achmad adalah kakak yang melindungi adik-adiknya. Noer. ia memimpin partai yang berhasil—setidaknya sampai G-30-S membuatnya porak-poranda. Dalam hal ini. Untuk itu ia murka. Kepada Murad. Katanya.

Mengatasi keadaan.Buku putih pemerintah Orde Baru menyebutkan PKI adalah dalang prahara itu. seperti kata Mao.wordpress. Amerika Serikat. menyimpulkan kejadian itu adalah buah konflik internal Angkatan Darat. Sebuah revolusi bisa dimulai dengan kudeta asalkan kup itu disokong 30 persen tentara. Kabarnya. kekuasaan lahir dari laras bedil. Aidit datang dengan teorinya sendiri. Tapi PKI punya kelemahan: mereka tak punya tentara. lll D. Ada pula yang berpendapat G-30-S adalah skenario Soekarno untuk melenyapkan oposisi tertentu dalam Angkatan Darat. AS memprovokasi PKI untuk menjatuhkan Soekarno. PKI pernah mengusulkan dibentuknya angkatan kelima—dengan mempersenjatai buruh dan tani—tapi gagasan itu segera ditentang tentara.N. Pendirian Biro Chusus menjadi bahan gunjingan karena dilakukan tanpa konsultasi dengan anggota Comite http://serbasejarah. Indikasi yang paling sering disebut adalah ketika ia mendirikan Biro Chusus bersama Sjam Kamaruzzaman—tokoh misterius yang bahkan tak banyak dikenal oleh petinggi PKI sendiri. Di sinilah muncul spekulasi bahwa Aidit ”berjalan sendiri”. Yang lain percaya ada skenario Inggris dan CIA yang bertemu untuk menjatuhkan Soekarno yang prokomunis. Peneliti Geoffrey Robinson termasuk yang mempercayai skenario ini. Ia dekat dengan Soekarno. Pengalaman partai komunis di banyak negara menunjukkan kekuatan bersenjata di bawah kendali partai adalah esensial karena. Ada pula yang yakin Amerika Serikat dan CIA yang menjadi dalang. ia punya massa. Bekerja sama dengan klik tertentu dalam Angkatan Darat. Hasil studi sejumlah Indonesianis asal Cornell University. AIDIT sebetulnya punya sejumlah modal untuk melancarkan revolusi—sesuatu yang dipercaya kaum komunis bisa menjadikan masyarakat lebih baik: masyarakat tanpa kelas. Studi ini disokong penelitian lain yang dilakukan Coen Holtzappel. gagasan ini sempat dipersoalkan aktivis partai komunis negara lain karena ide itu tak ada dalam ajaran Marxisme.com 8 . Tujuannya jelas: menjadikan Indonesia sebagai negara komunis.

Njoto pernah bertanya kepada Lukman tentang apa yang terjadi dengan G-30-S. menyangkalnya. anak sulung D. 6 Oktober 1965. Kepada Soejono. ”Revolusi siapa melawan siapa? Apakah dengan demikian premis Untung (Letnan Kolonel Untung. ditemukan bahwa saat dibawa ke Halim. Ibarruri Putri Alam. Sebuah studi misalnya mengutip keterangan Mayor Angkatan Udara Soejono yang berbincang dengan Aidit pada 30 September malam. Ketidaksetujuan terhadap analisis militer Sjam juga telah disampaikan seorang komandan batalion gerakan yang kemudian ditahan di Rumah Tahanan Militer Salemba. di hadapan seorang wartawan Harian Rakjat. oleh aktivis PKI tak lama setelah pembunuhan terjadi. Lukman menggeleng.Central yang lain. ”Saya mau dibawa ke mana?” Di sinilah muncul spekulasi lain: Aidit ditelikung Sjam Kamaruzzaman. menurut Soejono. Yang terakhir ini adalah sindiran Sudisman terhadap Biro Chusus. pemimpin aksi G-30-S—Red. http://serbasejarah. meyakini bapaknya pun tak tahu-menahu soal pembunuhan para jenderal.wordpress. Aidit bertanya-tanya. Njoto.N. Aidit. 2 Desember 1965—dua pekan sebelum ia dinyatakan ”hilang”—menyerang keyakinan Aidit tentang kudeta yang bisa bermutasi menjadi revolusi itu. Jakarta Timur. Itulah sebabnya. rapat-rapat Politbiro menjelang G-30-S hanya memerintahkan penangkapan para jenderal—untuk diserahkan kepada Bung Karno— bukan pembunuhan. Prancis. dalam wawancaranya dengan Asahi Shimbun.com 9 . Persoalannya. Dari sejumlah studi yang dibacanya. Iba.) mengenai adanya Dewan Jenderal itu membenarkan coup d’etat?” tanya Njoto. Aidit membenarkan kabar bahwa informasi-informasi penting yang ditujukan kepadanya harus melalui Sjam. Aiditkah dalang tunggal prahara G-30-S? Dalam diskusi internal redaksi Tempo. kini bermukim di Paris. Sudisman menyebut ada dua faksi dalam partainya: PKI legal dan PKI ilegal. Skenario ini bukan tak punya argumentasi.

wordpress. Juga ikhtiar membongkar mitos tentang D.Begitukah? Tak pernah ada jawaban tunggal atas prahara yang menewaskan ratusan ribu orang tersebut. Sejarah adalah sebuah proses menafsirkan.com 10 . http://serbasejarah. sebagaimana ia bukan sepenuhnya tokoh yang patut jadi panutan. Bahwa ia bukan sepenuhnya ”si brengsek”. Apa yang disajikan dalam Liputan Khusus Tempo kali ini adalah upaya mengetengahkan versi-versi itu. Aidit. Tidak buku putih Orde Baru. tidak juga keyakinan Ibarruri.N.

wordpress. dan pemasok ikan terbesar ke sejumlah pasar. Orang-orang Belitung menyebut luas tanah keluarga ini dengan ujung jari. Adapun Abdullah Aidit. sekolah menengah pemerintah Belanda ketika itu. sebuah perusahaan tambang timah milik Belanda. dan none-none Belanda di Gemeenschapelijke Mijnbouw Billiton. Maksudnya.) Aidit memang datang dari keluarga terhormat. ACHMAD Aidit lahir pada 30 Juli 1923 di Jalan Belantu 3. Belitung. sejauh jari menunjuk. Titel ki pada nama itu mencirikan ia ningrat. Selain mudah bergaul dengan tuan-tuan Belanda. Abdullah adalah mantri kehutanan. anak-anak Abdullah juga gampang masuk Hollandsch Inlandsche School (HIS). bibit komunisme tumbuh dalam diri Aidit ketika menyaksikan nasib buruh kecil di perusahaan tambang timah di Belitung. orang-orang Tionghoa di pasar.com 11 . jabatan yang cukup bergengsi di Belitung ketika itu. Ayah Mailan bernama Ki Agus Haji Abdul Rachman. Kini bangunan sekolah itu masih tegap berdiri dan berganti wujud menjadi Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tanjung Pandan. Ayahnya Abdullah Aidit dan ibunya Mailan. anak Haji Ismail. Berdiri pada 1825.N. Ya. semacam tempat penangkapan ikan di laut. lalu ditutup pada April 1991 setelah stok timah di kawasan itu merosot. Karena datang dari kaum terpandang itulah keluarga ini gampang bergaul dengan polisi di tangsi.*** Masa Kecil di Belitung *** Datang dari keluarga terhormat. http://serbasejarah. Mailan lahir dari keluarga ningrat Bangka Belitung. perusahaan itu hanya dua kilometer dari rumah Aidit. itulah tanah mereka. Pangkallalang. Dia juga tuan tanah. Achmad yang belakangan berganti nama menjadi Dipa Nusantara (D. seorang pengusaha ikan yang makmur. firma ini berubah menjadi PT Pertambangan Timah Balitung. Dinasionalisasi pada era Soekarno. Mereka memiliki puluhan sero.

N. Semua lelaki.Abdullah punya delapan anak. Kelompok ketiga adalah geng Tionghoa. dia kerap diminta mengumandangkan azan. Rosiah dan Mohammad Thaib. Achmad kerap nongkrong bersama anakanak geng pasar ini. anak benteng. Belitung juga belum punya pengeras suara guna mengumandangkan azan. Achmad dan adik-adiknya meluncur ke sungai mengambil air. Abdullah kemudian menikah lagi dengan Marisah dan melahirkan Sobron dan Asahan. organisasi pendidikan Islam dekat kawasan pecinan di kota itu. Abdullah adalah tokoh pendidikan Islam di Belitung. Basri. Hingga kini sekolah itu masih tegak berdiri. Geng kampung adalah kumpulan anak pribumi. Seperti di sebagian besar wilayah Indonesia saat itu. Aidit. Dia pendiri Nurul Islam. lahir Achmad. Saat ini kawasan pecinan itu masih berdiri tegak bahkan berbiak. “Karena suara Bang Achmad keras. putri sulung D. Anak polisi yang datang dari Jawa masuk kelompok anak benteng atau kerap juga disebut anak tangsi–menyebut asrama tempat tinggal polisi. Karena tinggal di pasar. Orang tua mereka berdagang di pasar dan pelabuhan Belitung. Rupa-rupa geng remaja di Belitung ia dekati. Achmad adalah yang paling mudah bergaul. Sepulang sekolah. Aidit dan adik-adiknya belajar mengaji. Setelah mengaji. ”Namun bukan marga. Walau dididik di sekolah Belanda.” kata kata Murad Aidit. Sebagai kakak tertua.” kata Ibarruri Aidit. Dari delapan anak Abdullah. Achmad dan adik-adiknya masuk kelompok ini. geng itu punya nama lain yakni geng pasar.com 12 . dan geng Sekak. Keenam anaknya itu menyandang nama belakang Aidit–nama keluarga. Ibrahim (meninggal dunia ketika dilahirkan) dan Murad. Dua anak lainnya. Kawasan ini cuma 500 meter dari rumah Aidit. Orang-orang di Jalan Belantu mengenal Achmad Aidit sebagai tukang azan. Guru mereka Abdurracham. anak-anak Abdullah tumbuh dalam keluarga yang rajin beribadah. Achmad biasanya membawa jeriken paling besar. geng Tionghoa. adalah anak bawaan Marisah dengan suami sebelumnya.wordpress. http://serbasejarah. adik ipar Abdullah. ada empat geng di sana: geng kampung. Setidaknya. Dari perkawinan dengan Mailan.

Antargeng kerap terjadi baku pukul. Kelompok anak muda yang terakhir adalah geng Sekak. kerap pulang malam karena menonton wayang bersama anak-anak benteng di tangsi. Achmad mengaku dialah penyebab kaburnya itik-itik itu. http://serbasejarah. Dia rajin berlatih tinju dan olahraga angkat besi.” Dari pelacakan itu.” kata Murad.wordpress. Dia. Aidit rupanya cuma membantu kalau lawannya lebih besar. Aidit menjadi pelindung saudara-saudaranya dari perseteruan antargeng. Si bungsu ini mengadu ke kakak sulungnya itu. Abdullah yang mendengar kisruh ini murka besar. Tapi Achmad menang. sekitar 20 kilometer dari Belitung. Aidit juga rajin menelusuri sungai bersama anak-anak Sekak. misalnya. Dia melepas 15 ekor itik dari kandang milik keluarga itu. Achmad mudah bergaul dengan pelbagai geng.Sejumlah toko dan papan jalan ditulis dengan aksara Cina. Walau pertikaian cukup sengit. Dia juga kerap nongkrong di pasar bersama anak-anak Tionghoa. semacam kaum gypsy di Eropa. Diam-diam Aidit melacak lawan sang adik. Achmad sejak petang hingga magrib ke sana-kemari mencari kawanan unggas itu. Mereka datang dari keluarga yang kerap berpindah tempat tinggal. Aidit bilang kepada Murad. Mungkin karena sering angkat besi. Tapi dia tidak main hajar. Mereka kerap berlomba berenang di sungai dekat Gunung Tajam.com 13 . ”Kau lawan saja sendiri. rupanya Aidit tahu bahwa musuh itu masih sebanding dengan adiknya. Suatu hari perlombaan dimulai dengan salto dari sebuah batu besar. tubuh Aidit lebih gempal daripada adik-adiknya. Tak rela Basri dimarahi. Kedekatan dengan geng ini lantaran mereka satu sekolah di HIS. Pulang ke rumah. Melihat adiknya dalam bahaya. Situasi yang serba keras itu membuat Aidit membesarkan otot. Aidit juga kerap melindungi adik-adiknya dari sikap keras sang ayah. “Karena dia bisa melakukan kontra-salto. Anak-anak gunung melakukannya dengan sempurna. Suatu petang Basri pernah bertindak ceroboh. Suatu hari Murad baku pukul dengan seorang anak geng tangsi.

Pergaulan Achmad memang lebih laju daripada remaja seusianya. Achmad mendekati mereka. Sampai suatu hari Achmad melihat seorang buruh sedang menanam pisang di pekarangan rumah. Kian hari hubungan mereka kian dekat. Hingga akhir ia memimpin partai komunis dan tenggelam dalam peristiwa yang dikenal dengan Gerakan 30 September.wordpress. Perusahaan ini menyediakan societet. Tapi tak mudah karena para buruh cenderung tertutup. Sedangkan meneer Belanda dan tuan-tuan dari Inggris hura-hura. Pergaulan dengan kaum buruh itu. Tertarik mendalami hidup para buruh. Selain gemar berkumpul dengan pelbagai kelompok remaja itu. Tertegun sebentar. dan hidup susah. Kadang mereka ngobrol sembari menyeruput kopi dan mengudap singkong rebus. Boleh jadi semangat antiBelanda dan perjuangan antikelas di kemudian hari bermula dari tambang itu. Buruh tambang itu cuma bisa menelan ludah dan sesekali mengintip bioskop. Saban hari Aidit melihat buruh berlumur lumpur. gedung khusus tempat petinggi perusahaan dan none-none Belanda menonton film terbaru sembari menenggak minuman keras. Sejak saat itu Aidit bersahabat dengan buruh itu. dia juga bergaul dengan buruh di Gemeenschapelijke Mijnbouw Billiton. Achmad menawarkan bantuan.com 14 . yang menentukan jalan pikiran dan sikap politik Achmad setelah di Jakarta. Aidit lalu mencangkul. http://serbasejarah. Letak perusahaan itu sekitar dua kilometer dari rumah Aidit. si buruh itu mengangguk. bermandi keringat. menurut Murad. juga soal pestapora petinggi tambang. Dari ngobrol-ngobrol santai itulah Aidit kemudian tahu kesulitan para buruh.

Aidit–neneknya yang berbadan besar itu sering membantu Sjahrir dalam perkelahian di sekolah. Ilham dan Irfan. dan akhirnya menetap di Paris. Dipa Nusantara Aidit (30 Juli 1923-23 November 1965) Sejak kecil dikenal pemberani. Basri ikut dikirim ke Pulau Buru. Iwan bersama kedua adiknya. Jakarta. 60 | TEMPO 1 Oktober 2007 . Moedigdo kemudian merantau ke Medan dan bertemu serta menikah dengan Siti Aminah. ketika anggota PKI dikejar-kejar. Kerabat ayahnya. termasuk memberikan pengobatan gratis untuk para tetangga miskinnya di Pondok Gede. R. Koesoemodikdo. Ketika kakaknya sukses memimpin partai.1991) Dia dokter Indonesia pertama yang menguasai akupunktur. Menurut Ibarruri–putri sulung D. (1925-1992) Boleh dibilang dia agak jauh dari dunia D.N. Basri cuma pegawai biasa di Dinas Pekerjaan Umum Tanah Abang. Tapi Moedigdo menolak mewarisi jabatan yang dianggapnya hanya antek penjajah. Kini dia menetap di Paris dan bekerja sebagai perawat. ”Ketika Ibu meninggal. Abdullah Aidit. Ilya Aidit Iwan Aidit (55 tahun) Setelah berpisah dari orang tua. Di Jakarta Achmad tertarik pada Marxisme dan aktif berpolitik.N. Aidit. kampung di pesisir di barat Belitung. orang kampung melayat sambil membawa ayam dan kelapa. Kini mereka hidup terpisah. A Ranting yang Terberai Silsilah keluarga Aidit Dokter Soetanti Achmad Aidit alias (1924 . Iwan sepenuhnya jadi profesional dan mencari hidup di luar negeri. Setelah G30S. pada 1958. Kini ia menjadi warga negara Kanada dan bekerja untuk Petronas. (56 tahun) Dia bergabung dengan kakaknya di Moskow pada usia 8 tahun. Moedigdo Siti Aminah Keturunan ningrat Minang ini adalah teman sekolah Sutan Sjahrir. dia sering menjadi tukang azan di surau dekat rumahnya. adalah pendiri Batu Itam. Kartini. Makao. Basri Aidit Ibarruri Putri Alam (58 tahun) Menginjakkan kaki pertama kali di Moskow. adalah muslim taat dan pemuka masyarakat yang dihormati. Lulus dari Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung. anak tunggal R. neneknya khawatir dia menjadi Serani (Kristen). menumpang di rumah keluarga Mulyana. sebagian menjadi eksil di Eropa. Sewaktu dia memutuskan ke Jakarta. cHMAD ”Dipo Nusantara” Aidit tak lahir dari keluarga komunis. membantu membiayai sekolah Soetanti. Selepas dari penjara Orde Baru pada 1980. adalah bupati pertama Tuban.M. Ilya ikut Ibarruri berkelana ke Cina. Ki Agus Haji Abdul Rachman. Kakek dari garis ibu. sekitar 15 kilometer utara Tanjungpandan. Jakarta. Karena suaranya nyaring. Toh. Dia bebas pada 1980.Ayahnya. setelah khatam ngaji.” kata Ilham Aidit.A. Soesalit.N. Aidit. perusahaan minyak Malaysia. Ayahnya. Rusia. saudara ibunya di Bandung. dia kembali praktek. Tahun lalu dia menerbitkan otobiografi berjudul Anak Sulung D. Tapi garis hidup dan politik ideologi mencerai-beraikan anak dan cucu Abdullah. Burma.

Repro/tempo/Ramdani Sumber: 1. Aidit. Murad menjadi anggota DPRD II Belitung. KAH Abdul Rachman. Razia Agustus adalah buku terakhirnya. mereka membentuk kelompok kuartet. Abdullah Aidit (Meninggal 1968) Dia ikut membesarkan Nurul Islam. Wawancara Tempo 1 Oktober 2007 TEMPO | 61 . Syafeii Embut. saudara kembarnya. oleh Ibarruri Aidit 2. Jakarta. Saat ini menetap di Cimahi. Masirah (Meninggal 1974) IbrahimAidit (1926) Usianya tak sampai sehari. Sobron Aidit (1934 . Jawa Barat. Jasin. dan Theo Djin Hui. Pada Juni 1954 Abdullah mengundurkan diri dari lembaga perwakilan tersebut. Mailan meninggal tak lama setelah melahirkan Murad. Buku-buku­ nya. oleh Sobron Aidit 4. namun lebih suka melanjutkan studi ekonomi di Moskow. dia seorang pemain biola. Buku Aidit: Abang. namun urung setelah tentara menyadari keduanya hanya bocah berusia 8 tahun. Ilham Aidit (48 tahun) Empat tentara dengan pistol di tangan berniat ”menghabisi” Ilham dan Irfan. Setelah terdampar di Cina dan Vietnam. Hasil pemilu 1955. maupun memoar. dan H. Dia menetap di Prancis hingga berpulang pada 10 Februari 2007. Depok. terbit November lalu. Kini tinggal di Cikumpa. Sahabat. Dia pernah pula menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Sementara-Republik Indonesia Serikat mewakili Belitung. Koleksi Ilham Aidit. Asahan Aidit (69 tahun) Sewaktu muda. pecah peristiwa G30S. dan Guru di Masa Pergolakan. Ketika sedang di Moskow untuk memperdalam filologi. Dia juga terpilih menjadi Wakil Bupati Belitung. hingga sastrawan seperti Chairil Anwar. Bersama Mokhtar Embut. adalah pendiri kampung Batu Itam di Belitung. Buku Menolak Menyerah: Menyingkap Tabir Keluarga Aidit.N. Tempo/Ahmad Taufik.Mailan (Meninggal 1927) Istri pertama Abdullah. puisi. dia kini menetap di Belanda. telah diterjemahkan ke banyak bahasa.B. baik fiksi. Tempo/arif Fadillah.2007) Kegemaran akan sastra bertambah setelah datang ke Jakarta pada 1948 dan mengenal Chairil Anwar. Buku Anak Sulung D. sebuah perkumpulan keagamaan di Belitung. Sanusi Pane. Ayahnya. Irfan Aidit (48 tahun) Dia sempat belajar di fakultas kedokteran. Murad Aidit (80 tahun) Temannya banyak: dari aktivis pelajar di Menteng 31. oleh Budi Kurniawan dan Yani Andriansyah 3. Foto: istimewa. Kini arsitek lulusan Universitas Parahyangan Bandung itu tinggal di Kota Kembang dan kini terlibat proyek rekonstruksi Aceh.

rumah itu lusuh tak terawat. sebuah kawasan sekitar 54 kilometer dari Tanjung Pandan. terdapat kebun dengan beberapa pokok pohon pisang dan pohon jengkol. Aidit dari garis bapak. Aidit. kakek D.com 15 . Hanya kerangka utama yang menggunakan kayu ulin yang masih kukuh. biarlah ia cuma-cuma menempatinya. dan dapur. Selebihnya ringkih dimakan zaman. kayunya lapuk dan berjamur. adik D. Rumah Abdullah sempat menjadi asrama pelajar asal Kelapa Kampit. Di sana sekarang tinggal Gakdung. Abdul Hadi Adjin. Itulah rumah Abdullah Aidit. seorang buruh lepas Pelabuhan Tanjung Pandan asal Bugis. Gakdung tinggal seorang diri. bekas ketua umum partai itu. Tapi. ayah Dipa Nusantara Aidit—Ketua Umum Partai Komunis Indonesia. ”Semula dia sewa. Kini yang tersisa hanya rumah belakang berukuran 8×7 meter. Di sanalah dulu Achmad Aidit—nama kecil Dipa Nusantara— http://serbasejarah.wordpress. Sebagian kebun ini adalah bekas rumah depan.N. 48 tahun. Sebagian lagi yang lebih dekat jalan adalah bekas halaman yang kini dipakai untuk lapangan badminton. Sekretaris Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. Di dinding kayu menuju dapur terdapat kalender Partai Bulan Bintang bergambar Yusril Ihza Mahendra.” kata Murad aidit.N. Antara rumah dan Jalan Dahlan yang memanjang di depannya. Belitung Timur. Dibangun pada 1921 oleh Haji Ismail. karena hidupnya pun susah. Di sana-sini. rumah itu terletak di Jalan Dahlan 12 (dulu Jalan Belantu 3) Dusun Air Berutak. Belitung Barat. ruang tamu. rumah ini punya dua bangunan utama: rumah depan dan rumah belakang. Desa Pangkalalang.*** Rumah Tua Mantri Idit *** RUMAH panggung itu tua dan setia. Bagian depan dibongkar tak lama setelah Abdullah Aidit meninggal pada 23 November 1965. Seperti rumah-rumah lain di Belitung. pernah tinggal di sana. Sebagian atap berbahan sirap telah koyak dan diganti seng. Yang tersisa hanya sebuah bilik. Ditempati oleh nelayan miskin.

Kini rumah ini dimiliki Efendi. Abdullah meninggal pada 1968 dalam keadaan yang mengenaskan. Achmad bersama teman seumurannya juga berlatih kesenian hadrah. Sepeninggal Abdullah. dan senam. angkat besi. tiga hari setelah ia wafat. Marisah tengah pergi ke rumah kerabatnya dan baru pulang tiga hari kemudian. Sekitar 20 meter dari rumah tua itu terdapat rumah tua lainnya yang lebih terawat dan kukuh.” kata Taufan. ”Buat kami. Marisah menempati rumah itu hingga akhirnya Sang Khalik memanggilnya pada 1974. Di sinilah Achmad kecil kerap didapuk mendendangkan azan saat magrib dan isya. mengungkapkan bahwa sebagian orang yang lahir sebelum tahun 1970 mengenal rumah ini milik Mantri Aidit. 52 tahun. dinas kehutanan zaman Belanda. http://serbasejarah. Semua memang sudah lewat. istri kedua Abdullah. qari di kampung itu. Rosihan. Di rumah Liman. Adakah orang-orang di kampung Air Berutak menghubungkan rumah tua itu dengan Aidit. Ini sebutan untuk Abdullah yang pernah menjadi pegawai Boswezen.berlatih tinju. Jasadnya baru ditemukan Marisah. Inilah rumah peninggalan Siti Azahra.wordpress. Yang tersisa hanya gubuk ringkih beratap sirap—rumah panggung yang tua dan setia. saudara sepupu Azahra. Sekarang surau itu sudah rata tanah dan digantikan Kantor Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan Cabang Belitung. cucu Siti Azahra. kerabat Siti Azahra. tokoh penting Partai Komunis Indonesia? Tidak. Rumah Liman tak jauh dari kediaman Siti.N.com 16 . 54 tahun. Seratus meter dari rumah Abdullah dulu berdiri surau panggung. Anak-anak Abdullah Aidit juga belajar mengaji kepada Liman. halaman rumah ini masih menjadi lapangan olahraga pemuda kampung Pangkalalang. cucu Siti Azahra. Kepada Abdurrachmanlah dulu Ahmad belajar mengaji Quran. Pada hari kematian itu. semua biasa-biasa saja. Aidit hijrah ke Jakarta. istri Abdurrachman. Hingga D.

kata Murad. sekolah ”paling tinggi” memang hanya itu. itu artinya tekad Aidit sudah benar-benar bulat. seorang mantri polisi. AKU mau ke Batavia. Kalau sudah sampai meminta sesuatu. dalam bukunya Aidit: Abang. kepada Tempo. Sobron. Abdullah. setingkat sekolah dasar masa itu. Achmad berusia 13 tahun. Dia harus puas bersekolah di Middestand Handel School (MHS). Sayangnya. yang ketika itu akan dimakamkan. baru lulus Hollandsch Inlandsche School. Di sekolahnya yang baru. Untuk masuk sekolah menengah—dikenal dengan nama Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO)—pemuda-pemuda pulau itu harus merantau ke Medan atau Jakarta. pendaftaran MULO sudah ditutup ketika Aidit tiba di Jakarta. ”Abang saya paling jarang meminta sesuatu kepada Bapak. http://serbasejarah. menjelaskan bahwa untuk diizinkan merantau. sebuah sekolah dagang di Jalan Sabang. dua pekan lalu. Bakat kepemimpinan Aidit dan idealismenya yang berkobar-kobar langsung menonjol di antara kawan sebayanya. sudah disunat. Meninggalkan Belitung bukan pilihan yang lazim pada masa itu. Karena terlalu aktif di luar sekolah. adik kandung Achmad. di kawasan Cempaka Putih. Di Belitung. Jakarta Pusat. Adik Aidit yang lain. Setibanya di Batavia. Sahabat. dan sudah khatam mengaji. seorang remaja harus memenuhi empat syarat: bisa memasak sendiri. Keempat syarat itu sudah dipenuhi Aidit.com 17 . Tapi Aidit bisa meyakinkan ayahnya. Mendirikan Antara dan berganti nama. dan Guru di Masa Pergolakan. tempat tinggal keluarga Aidit.” kata Murad Aidit. Aidit mengorganisasi kawannya melakukan bolos massal untuk mengantar jenazah pejuang kemerdekaan Muhammad Husni Thamrin. Pemuda yang merantau sampai tanah Jawa bisa dihitung dengan jari.*** Merantau ke Jakarta *** Aidit muda tertarik pada politik setibanya di Jakarta. Waktu itu awal 1936. Aidit tidak pernah menyelesaikan pendidikan formalnya di MHS. Achmad Aidit ditampung di rumah kawan ayahnya.wordpress.” kata Achmad Aidit kepada ayahnya. Marto. bisa mencuci pakaian sendiri.

juga untuk bersekolah di Jakarta. Gajinya sebagai mantri kehutanan hanya sekitar 60 gulden sebulan. Menyekolahkan dua anak jauh dari rumah tentu tak mudah untuk keuangan Abdullah Aidit. Murad datang menyusul dari Belitung. mulai dari ban mobil. selain biro iklan. Ketika indekos di sini.Tiga tahun di Cempaka Putih. untuk berkongsi. Antara juga berjualan buku dan majalah. kawasan Senen. Achmad dan Murad mau tak mau harus mulai bekerja. setiap kali ada pertandingan sepak bola di Kampung Parit. Tatkala abangnya sibuk melayani pelanggan. dari rumah tumpangannya di Tanah Tinggi. Otomatis. aneka jenis barang diangkut massa ke Pasar Senen. jaringan relasi Aidit meluas. sampai gulungan kain bahan baju. seperti Adam Malik dan Chaerul Saleh. Mochtar ini seorang penjahit yang punya toko lumayan besar di Pasar Baru. pada 1942. Tentu saja jumlah itu juga pas-pasan untuk dua bersaudara Aidit. Aidit pindah ke sebuah rumah di Tanah Tinggi 48. toko Mochtar segera menjadi tempat mangkal para aktivis masa itu. Aidit menyaksikan ribuan orang berduyun-duyun menjarah gudang-gudang perkapalan di Pelabuhan Tanjung Priok. Aidit lalu membuat biro pemasaran iklan dan langganan surat kabar bernama Antara. http://serbasejarah. Dr Soetomo. 15-25 gulden dikirimnya ke Batavia. Aidit selalu berjualan kerupuk dan nanas. Mochtar. mesin ketik. Kiriman uang dari Belitung macet. dan Diponegoro. Jakarta Pusat.wordpress. Murad biasanya berjualan pin dan lencana bergambar wajah pahlawan seperti Kartini. Dari jumlah itu. Karena lokasi usahanya yang strategis. Dari pagi sampai sore. Untuk bertahan hidup. Tak puas dengan perkembangan usahanya. Lama-kelamaan. Apalagi ketika masa pendudukan Jepang tiba. Ketika masih tinggal di Belitung. ”Untuk ditabung. Berdagang memang bukan pekerjaan baru untuk Aidit. Hubungan komunikasi antara Jakarta dan kota sekitarnya terputus total. di dekatnya.” Sobron berkisah dalam bukunya.com 18 . Aidit kemudian mengajak seorang kawan yang tinggal satu indekos dengannya. Saat itu.

Aidit selalu menolak.” kata Murad. Dia memilih memakai nama Dipa Nusantara—biasa disingkat D. ”Selebihnya. tak ada hubungan apa pun di antara kita. Suatu kali Aidit bahkan berujar bahwa persamaan di antara mereka hanyalah faktor kebetulan. karena dilahirkan dari ibu dan bapak yang sama. Dia pertama-tama bergabung dengan Persatuan Timur Muda atau Pertimu. ”Kamu sih.” katanya.com 19 . misalnya. ”Pakai saja untuk keperluan lain. makanya dia terima. Aidit diangkat menjadi Ketua Umum Pertimu. Dalam organisasi inilah persinggungan Aidit dengan politik makin menjadi-jadi. di bawah pimpinan Amir Syariffudin dan Dr Ahmad Kapau Gani. Aidit akan menggerutu. http://serbasejarah. Namun situasi ekonomi yang terus memburuk membuat Aidit akhirnya angkat tangan. Aidit dan Murad ikut pindah ke sana. Pekumpulan ini dimotori Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo). Menurut adik-adiknya.” katanya memarahi Murad.wordpress.N. Aidit seperti mencoba mengibaskan bayang-bayang keluarga dan masa lalunya di Belitung. kalau begitu. Dia sering disebut-sebut berdarah Minangkabau. Kondisi ini menguntungkan Aidit. Tapi. Biasanya. Di balik karier politiknya yang mulai menjulang. kalau Mochtar sedang butuh duit. pergantian nama itu lebih dipicu perhitungan politik Aidit. ”Dia mulai membaca risiko. Sekitar masa-masa itulah Achmad Aidit memutuskan berganti nama. lll SITUASI politik Ibu Kota yang gegap-gempita sudah menarik minat Aidit sejak awal. Murad diminta tinggal di sebuah asrama korban perang. terlalu menyodor-nyodorkan uangnya. setoran uang sewa Murad akan dimasukkan ke kantong. Sejak namanya berubah itu memang tak banyak orang yang tahu asal-usul Aidit.” katanya seperti ditirukan Murad. karena Mochtar sering membiarkan kakak-beradik itu tidak membayar sewa. sebelum dikirim pulang ke Belitung. Ketika Murad berkali-kali meminta bantuan finansial. dan D.Ketika Mochtar menikah dan menyewa rumah sendiri di kawasan Kramat Pulo. Hanya dalam waktu singkat. di depan namanya adalah singkatan ”Djafar Nawawi”.N.

Ayah dan anak itu sepakat. ayah Aidit. Akan muncul banyak persoalan jika nama itu mendadak lenyap dari daftar keluarga. nama D. Abdullah.N. sebelum akhirnya Abdullah menyerah.wordpress. tak bisa dengan segera menerima gagasan anaknya.com 20 .Proses perubahan nama itu juga tak mudah. http://serbasejarah. Di depan anak-anaknya. Abdullah mengaku tidak bisa menerima rencana pergantian nama itu karena nama Achmad Aidit sudah kadung tercetak di slip gajinya sebagai putra sulung keluarga itu. Abdullah dan Aidit bersurat-suratan beberapa kali. Aidit baru akan dipakai jika sudah ada pengesahan dari notaris dan kantor Burgelijske Stand—atau catatan sipil.

Padahal keduanya punya watak bertolak belakang. Yogyakarta. gampang akrab. Dua gadis berdiri di depan pintu. Sangat antipoligami. Meminang Lewat Sepucuk Surat *** Gaya orasi dan wawasan Aidit memikat hati seorang calon dokter. Suatu siang di awal 1946. Kunjungan berikutnya tak lagi ke kantor Bintang Merah. Yang dipikirkannya hanyalah bagaimana memajukan partai. revolusi. Itu disokong sifat dasarnya yang periang. ”Seingat saya. Beda dengan Aidit. Sebagai seorang ningrat Mangkunegaran (kakeknya seorang Bupati Tuban). dan patriotisme. Predikat mahasiswi kedokteran membuatnya kian dihormati dalam organisasi dan dalam kehidupan sehari-hari. dan suka bicara ceplas-ceplos. http://serbasejarah. yang biasanya lengang lengau. tak akan lepas dari soal-soal politik. Dari pertemuan-pertemuan itulah. kini 85 tahun. Anak seorang mantri kehutanan dari Belitung itu seorang pemuda serius. kata Hasan. Solo. dan suka musik klasik. seperti dikenang Hasan. dengan kawan lain yang lebih banyak.com 21 . Dua gadis itu mengaku mahasiswi tingkat tiga Perguruan Tinggi Kedokteran di Klaten. kedatangan tamu tak diundang. Mereka kemudian dijamu dua redaktur. Kali ini atas nama Sarekat Mahasiswa Indonesia. kepada Tempo dua pekan lalu. hubungan Aidit-Soetanti kian akrab.*** Kisah Cinta . Tanti punya banyak teman dari pelbagai golongan. Mengobrol dengannya. tapi ke kantor PKI di Jalan Boemi 29. Soetanti—yang disapa ”Bolletje” (sebuah kata Belanda yang berarti bundar) oleh temantemannya—datang lagi beberapa hari kemudian. Kantor majalah dua bulanan Bintang Merah di Jalan Purnosari.” kata Hasan. Yang agak gemuk dan berpipi bulat memperkenalkan diri sebagai Soetanti. Mereka mengundang Aidit sebagai Ketua Departemen Agitasi dan Propaganda Partai Komunis Indonesia Solo untuk memberikan ”kuliah” soal politik dan keorganisasian. mereka datang untuk silaturahmi saja. tak pandai berkelakar.wordpress. Karena urusan organisasi itulah Soetanti kerap bolak-balik Klaten-Solo. Hasan Raid dan Dipa Nusantara Aidit.

juga soal-soal politik mutakhir. Suatu ketika. aktivitas Aidit di partai dan pergerakan tak surut. seusai pidato. mengurai revolusi Prancis dan Rusia. mengunjungi dan menghadiri rapat-rapat internasional http://serbasejarah. Aidit menghampiri Tanti. Aidit lalu menjadi Ketua Politbiro—eksekutif dalam partai—PKI pada 1951. Ketika pada September 1948 ”Peristiwa Madiun” meletus. Setelah menikah. Setiap kali Aidit berpidato. Meski akrab.” katanya. yang buka praktek dokter. Di Jakarta pun. Hasan Raid. si bolle senantiasa menyimak di bangku paling depan. Ia bahkan sering meninggalkan Soetanti.Tapi justru inilah yang membuat Soetanti kesengsem. Dalam ceramahnya. yang kemudian diangkat anak oleh Siti Aminah—ibu Tanti—karena sama-sama dari Minang. Aidit menyampaikan niat meminang Soetanti.com 22 . ”Kalau menginap di kantor PKI. yang mendukung Amir Syarifuddin. pada 23 November 1949. Aminah.wordpress. Moedigdo langsung setuju. untuk turne ke kampung-kampung memperkenalkan dan menggalakkan program-program PKI. Surat itu ternyata surat lamaran. kecuali dalam acara-acara resmi partai atau kenegaraan. putri sulung mereka. Maka. Hanya Murad dan Sobron—dua adik Aidit—yang mewakili keluarga Belitung. sesepuh PKI Solo. tak pernah melihat Aidit ngapel ke asrama atau ke rumah Tanti laiknya orang pacaran. Suami-istri ini jarang terlihat jalan bareng. Aidit ditangkap. Soetanti hanya ditemani adik-adik Aidit ketika melahirkan Ibarruri Putri Alam. Pertemuan keduanya pun selalu dalam acara organisasi. Aidit. awal 1948. Aidit fasih mengutip filsafat Marxisme. dan empat adik Soetanti datang. di rumah KH Raden Dasuki. ayah Tanti. lalu menyerahkan sepucuk surat yang ditujukan kepada Bapak Moedigdo. Ia kian sibuk dengan bepergian ke luar negeri. Tanti kian sedih karena ayahnya. menikah secara Islam tanpa pesta. 24 tahun. seorang kepala polisi Semarang yang aktif di Partai Sosialis Indonesia. Tanti datang beramai-ramai. lalu ”buron” ke Jakarta. Aidit jarang ada di rumah. yang bertindak sebagai penghulu. Moedigdo. 25 tahun. tewas ditembak. Aidit-Tanti tak pernah terlihat berduaan. dan Soetanti.

” Selama perkawanan itu.wordpress.” Itu kesaksian Fransisca Fanggidaej. http://serbasejarah. dan Rusia. keduanya bersaing menggapai hati Ismiyati. Utuy Tatang Sontani—sastrawan kiri kondang di zaman itu—menyatakan kekaguman yang sama. Tanti menjawab. keduanya sering bertemu di parlemen. dia pasti menyampaikan keberatan. menjadi kembang parlemen dan disukai banyak laki-laki. kata Fransisca. adalah satu-satunya perempuan yang akrab dengan Aidit.” katanya. ”Keduanya sebatas mengagumi kecantikan.com 23 . kata Fransisca. Tapi agaknya ”persaingan” itu tak serius. baik sebelum maupun setelah bertemu dengan Soetanti. Hanya sekali. Tanti memanggil suaminya cukup dengan ”Dit”. tak pernah terdengar Aidit berhubungan dengan perempuan lain. pada 1950-an. Utuy dan Aidit cuma ketawa-ketawa. Selain cerita ini. Sementara anak-anak memanggil dengan sebutan borjuis ”Papa”. ”Padahal semua orang menyapa Aidit dengan panggilan hormat ’Bung’. Tiongkok. Apalagi tentang hasrat kepada perempuan lain. Bisik-bisik. berwawasan luas. Padahal Aidit dikagumi banyak perempuan di partai dan di gedung DPR. wartawan Harian Rakjat dan radio Gelora Pemuda Indonesia yang kemudian menjadi anggota parlemen dari PKI pada 1957-1959. Apalagi Aidit orang yang sangat antipoligami. dong. Wakil Ketua II Comite Central PKI. Kalau tidak mau. Ia pernah memarahi Njoto. ia pandai menyenangkan dan menghargai orang. Selain di kantor partai. Fransisca. ”Selain ganteng. tergelak. juga egaliter. selain sederhana. tak sekali pun Aidit curhat soal pribadi kepadanya. Ketika Ismiyati menikah dengan pemuda lain. karena dia suka mengejar perempuan. ”Suka-suka saya. ”Tak ada mesra-mesraan seperti pasangan muda lain. Ismiyati. Mendengar guyonan Aidit itu. Ciri paling menonjol dari keluarga Aidit.” kata Fransisca. Ketika Fransisca menanyakan ihwal panggilan itu. gadis itu. Belanda. kini 82 tahun dan tinggal di Utrecht. Tapi tidak tahu kalau Utuy. Wong dia suami saya.komunis di Vietnam. yang akan menikah lagi dengan seorang penerjemah asal Rusia. Aidit dengan guyon menyatakan kagum pada kecantikan seorang perempuan anggota konstituante.” kata Fransisca.

sikap antipoligami dan antiperselingkuhan ini hampir menjadi ”garis partai”. bekas anggota parlemen dan Dewan Pakar Ekonomi PKI. http://serbasejarah. pada masa jayanya banyak anggota PKI yang diskors karena ketahuan memacari istri orang. bercerita.Semasa kepemimpinan Aidit.wordpress. Oey Hay Djoen.com 24 .

”Ini batang leherku.30 malam. ”Kalau Bung tidak mau mengumumkan proklamasi. Tepatnya di belakang kebun bekas Institut Bakteriologi Ejkman di Pegangsaan. Soebadio Sastrosatomo. Soedewo. Mereka adalah aktivis pemuda antifasis dari Asrama Menteng 31. ”Seret saya ke pojok itu dan potong malam ini juga! Kamu tidak usah menunggu esok hari!” ”Mereka pulang marah-marah.com 25 . Soeroto. dan Joesoef Koento. Sebagaimana dicatat Hatta dan Sidik Kertapati—salah seorang tokoh 1945. Inilah malam yang dikenang hingga kini karena berjasa mempercepat proklamasi Indonesia. Hari itu Rabu. Djohar Noer. Aidit datang bersepeda membonceng Wikana.” katanya setengah berteriak sambil mendekati Wikana. Bung! Malam ini juga kita kobarkan revolusi. Ikut menculik Soekarno dan Hatta? Pukul 11. Tapi Bung Karno menolak. Mula-mula Chaerul Saleh dan Wikana. Lalu D. Bung Karno marah. Aboebakar. besok akan terjadi pertumpahan darah.N. Aidit. Mohammad Hatta yang datang belakangan pun tak setuju dengan ide mereka.” ujar Chaerul Saleh. Jakarta.Aidit dan Revolusi 1945 .” cerita Murad Aidit.wordpress. empat jam sebelumnya. http://serbasejarah. Para pemuda itu baru saja mendesak Soekarno agar memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Armansjah. juga oleh Soekarno dalam buku Penyambung Lidah Rakyat—terjadi pertengkaran hebat antara pihak pemuda dan Bung Karno pada malam itu. 15 Agustus 1945. Pardjono. Sekelompok anak muda bergegas ke luar rumah di Pegangsaan Timur 56. Murad melihat kakaknya mengikuti rapat rahasia di bawah pohon jarak. Anak Muda di Beranda Republik Aidit aktif dalam gerakan pemuda menjelang dan setelah proklamasi.” sambung Wikana berapi-api. ”Sekarang.

Hanafi mengatakan bahwa Aidit terlibat karena mengantarkan Wikana. Soalnya. ketika itu 22 tahun.M. Karawang. Jepang. mereka mendengar kabar bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Jepang akan mengembalikan Indonesia kepada Belanda. Aidit memang aktif dalam kelompok pemuda antifasis yang bergerilya di Jakarta pada masa pendudukan Jepang hingga kembalinya Belanda.Sudah lama para pemuda mendesak golongan tua agar memproklamasikan kemerdekaan. Ada beragam versi peran Aidit. anggota PETA. pun tak menyebut kehadiran Aidit dalam rombongan ”penculik” (Tempo. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia memilih menunggu instruksi dari Jepang. yang bersama Soekarni membawa Soekarno-Hatta. Mereka khawatir.wordpress. Kepada Z. A. Golongan tua tak sependapat. Soekarno dan Hatta bahkan mengenalnya dengan baik sejak periode awal Angkatan Baru Indonesia di Asrama Menteng 31. London. Hanya banyak juga rekaman sejarah yang tak menyebut keterlibatan Aidit dalam ”perang” antara kaum muda dan kaum tua menjelang proklamasi. Sedangkan dalam buku Menteng 31 Membangun Jembatan Dua Angkatan. http://serbasejarah.com 26 . di seputar proklamasi. Syodanco Singgih. Dalam tulisannya Sidik menyebut Aidit juga ikut rombongan pemuda menculik Soekarno-Hatta. Setelah Bung Karno menolak. Kamis dini hari itu. dari radio BBC. Dia cuma mengingat Wikana dan Soekarni. Agustus 1975). yakni menculik dan membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Yasni–tertuang dalam buku Bung Hatta Menjawab–Hatta menegaskan Aidit tak ada di rumah Bung Karno malam itu. para pemuda yang dipimpin oleh Soekarni nekat menjalankan rencana B. Cerita keikutsertaan Aidit ke rumah Soekarno dituturkan Sidik Kertapati dalam buku Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945. Kitab Sejarah Perjuangan Pemuda Indonesia terbitan Balai Pustaka—oleh Panitia Penjusun Biro Pemuda Departemen P&K—mencatat hal yang sama. Murad tak ingat pasti apakah Aidit ikut membawa Soekarno ke Rengasdengklok.

” ujarnya. Wikana menjadi kepala sekolah tersebut. Aidit. Wikana mereka pilih sebagai ketua. API segera menjadi momok bagi Jepang. mendirikan sekolah Dokuritsu Juku (Asrama Kemerdekaan). M.” ujar Murad. Setelah proklamasi kemerdekaan. Budayawan dan penerjemah Oey Hay Djoen mengatakan. ”Belakangan.H. Chalid Rasjidi. Jalan Defenci van de Bosch—kini Bungur Raya. mengatakan. Di bidang keorganisasian mereka membentuk Barisan Rakyat yang mengorganisasi pada petani. pada awal September. Saat itu sekitar setahun sebelum proklamasi. ketika Aidit mulai terlibat dengan kelompok kiri. pimpinan Angkatan Laut Jepang di Indonesia. Hatta marah. Loekman.M. Chalid Rasjidi. ”Bang Amat (D. Sekretarisnya H.Menteng 31 dulunya hotel bernama Schomper I. Ahmad Soebardjo. lalu Sekutu yang datang kemudian. 1987). yang memimpin perjuangan PKI bawah tanah di Jawa Barat. aktivis Menteng 31 membentuk Angkatan Pemuda Indonesia (API). Agustus. pelajar sekolah ini ikut berperan dalam mendirikan Republik” (Tempo. Di tempat yang kini berubah nama menjadi Gedung Joang 45 itu. Aidit dan Wikana kian rapat setelah Laksamana Maeda. Buku-buku bertema Marxisme dan sosialisme menjadi bacaan utamanya.wordpress. Di sekolah inilah diam-diam Aidit. Aidit dan teman-teman mendapat gemblengan dari bapak bangsa seperti Bung Karno. Amir Syarifudin. Hanafi. Hatta amat menyukai Aidit yang cerdas dan berani. dan Ki Hajar Dewantara. Aidit) menjadi Ketua API Jakarta Raya. Sidik Kertapati. yang terdaftar sebagai anggota API dengan nomor 13. Sekolah ini memanfaatkan fasilitas Kaigun (Angkatan Laut Jepang) di belakang Komando Angkatan Laut Gunung Sahari.com 27 . Setelah Belanda pergi pada 1942 tempat itu menjadi salah satu basis perlawanan anak muda. Aidit dekat dengan Wikana. salah seorang pengasuh sekolah ini. Nishijima. ”Meski tak menyelesaikan kuliah. Bung Hatta. http://serbasejarah. Maklum. dan puluhan pemuda lain menjadi siswa. dan Salam membentuk organisasi semi-militer yang beraksi menyerang tentara-tentara Jepang dengan nama Banteng Merah.N.

Para pemimpin API. Para aktivis API bermarkas di tepi Jalan Kramat Raya. memimpin API Jakarta melakukan serangan-serangan ”kecil” kepada tentara Netherlands Indies Civil Administration (NICA) yang datang membonceng sekutu pada 28 September 1945. Mereka mengajak massa menyanyikan lagu perjuangan. Aidit kembali ke jalan. Massa pun tenang kembali hingga Bung Karno tiba. Itu terjadi berulang-ulang hingga tentara Sekutu meledakkan markas API.Sidik juga mencatat sebuah pengalaman menarik tentang Aidit sewaktu di lapangan Ikada—sekarang Monas—pada 19 September 1945. Puncak dari aktivitas ”bawah tanah” Aidit pada periode sekitar kemerdekaan adalah pada 5 November 1945. hingga waktu yang direncanakan. di bawah todongan moncong senapan tentara Jepang yang mengelilingi Ikada. Mereka merazia Asrama Menteng 31. kepergok tentara Inggris yang berpatroli dengan lima truk. termasuk Aidit. Tiba-tiba. Loekman. Ketika itu API bersama barisan buruh dan tani memprakarsai sebuah rapat raksasa untuk menunjukkan dukungan rakyat kepada para pimpinan negara.wordpress. Ketika itu Aidit bersama Alizar Thaib memimpin sekelompok pemuda menyerbu pos pertahanan Koninklijke Nederlands Indische Lege atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda. mereka berpencar melarikan diri ke perkampungan Kramat Pulo. Massa yang datang sejak pagi mulai marah. Dan sejak itu aktivitas Menteng 31 berhenti. Aidit dan teman-teman berhasil menyogok penjaga penjara dan kabur. Sekitar 30 aktivis tertangkap.H. dan A. Sidik Kertapati. dan Maju Tak Gentar. antara lain Darah Rakyat. Namun mereka sial. Hampir setiap jip sekutu yang melaju dari Markas Batalion X di Lapangan Banteng menuju Jatinegara mereka tembaki. M. Rapat di lapangan Ikada membuat tentara Jepang naik darah.M. Tentara Inggris menyerahkan mereka http://serbasejarah.com 28 . termasuk Aidit. Hanafi. Aidit bersama Suryo Sumanto naik podium. mereka bawa ke penjara Jatinegara. Kalau dikejar. Tapi. Sebuah gerbong trem sengaja mereka taruh di depan pos untuk bersembunyi saat membidik patroli sekutu. Padamu Negeri. Bung Karno tak juga muncul.

menumpang kereta dari Karawang. http://serbasejarah.wordpress. utara Jakarta. di gugusan Kepulauan Seribu.com 29 . dia lalu menyusul teman-temannya ke Yogya. Ketika itu ibu kota negara sudah pindah ke Yogyakarta. Aidit bebas tujuh bulan kemudian. setelah kesepakatan Hoge Voluwe di Belanda pada 24 April 1946. Cuma sehari di Jakarta.ke Belanda. yang lalu membuang mereka ke Pulau Onrust.

”Jalan Baru bagi Republik”. banyak yang lebih senior dan berpengalaman. Menurut arsitek pemberontakan PKI di Jawa dan Sumatera pada 1926 itu. Massa yang menyebut dirinya kaum revolusioner bergerak. Posisi strategis ini merupakan kepercayaan besar bagi lelaki tamatan sekolah dasar itu. Puluhan ribu buruh dan tani merangsek mengambil alih kekuasaan pemerintah di daerah-daerah. dan sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur dikuasai massa PKI. Ia begitu terkesan pada gagasan Muso. tiga letusan pistol menyalak di kesunyian Kota Madiun. Keduanya telah mencoba. kehadiran Muso menjanjikan aksi. http://serbasejarah. Aidit muda ditugasi mengkoordinasi seksi perburuhan partai. bukan sekadar angan revolusi.wordpress. Bukan ke genggaman kaum proletar. Menurut dia. Muso mencoba mendirikan apa yang disebutnya ”Soviet Republik Indonesia”. yang kemudian dilibas Belanda.com 30 . Pada pertengahan 1948 itu. Magetan. seluruh kekuatan sosialis komunis harus disatukan. Hanya sebulan setelah Aidit menerima jabatan koordinator seksi perburuhan partai. Aksi massa revolusioner di lapangan berujung getir. PKI tak boleh bergerak sendiri. Madiun. Mayoritas pimpinan partai tertangkap. Blora. Cepu.*** Karir di PKI . Padahal umurnya baru 25 tahun. revolusi itu justru merupakan kegagalan besar kaum revolusioner. buruh dan tani. Kepemimpinan nasional jatuh ke tangan individu yang ditudingnya borjuis: Soekarno-Hatta. tepatnya pada dini hari 18 September 1948. Baginya. lalu dihukum tembak. Soekarno meminta rakyat memilih: dirinya atau Muso. yang dicapnya sebagai pengkhianat Republik. Bendera merah bergambar palu arit ditancapkan di banyak tempat. Muso balik menuduh Soekarno-Hatta sebagai kolaborator imperialis. Muso mencela Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus. KEDATANGAN Muso dari Rusia membangkitkan gairah revolusi Dipa Nusantara Aidit. keduanya gagal. Sikap ini diyakini Aidit. Ini fase penting sekaligus genting bagi karier politik Aidit. Untuk merebut kekuasaan. Berakhir Seperti Muso *** Muso mengubah paham revolusioner Dipa Nusantara Aidit menjadi aksi. Jawa Timur.

wordpress. seorang pentolan partai yang berakhir di ujung bedil. Jakarta Utara. yang dinilai melakukan banyak kesalahan. Aidit terus di puncak kekuasaan itu hingga tak lama setelah Gerakan 30 September 1965. ia berhasil mencapai posisi Ketua Comite Central PKI. setelah jadi Ketua Comite Central PKI. Pengalaman itu terasa semakin pahit bagi Aidit. Aidit cukup beruntung lepas karena tak dikenali. sebagai pihak yang memprovokasi. Seperti Muso. Amerika Serikat dicurigai di belakang pemerintah untuk melawan ”bahaya merah”. gerakan gagal karena sepi dukungan rakyat. Dari Yogyakarta. Tiga tahun berlalu. Aidit menyebut peristiwa itu sekadar ”permainan anak-anak” (kinderspel). Bergerak dalam senyap. 1951. Muso. Ia menuduh Mohammad Hatta. Ia memakai nama samaran Ganda. menurut buku karangan Murad Aidit. Ia kerap mencantumkan nama ”Alamputra” di bawah tulisannya. Tan Ling Djie. karier politik Aidit makin moncer. Aidit mencoba membangun kembali partai yang terserak. perdana menteri saat itu. tewas ditembak tentara. Mentor yang digugu. Didukung sejumlah aktivis muda dalam Kongres V PKI. Namun. Alimin dkk. Aidit ”hijrah” ke Jakarta. anggota senior politibiro. Aidit berakhir diterjang peluru. didepak karena perbedaan pandangan politik. Cina. bersama beberapa yang tersisa. Sempat tertangkap di Yogyakarta. dan dikabarkan kabur ke Beijing. Ia ”mengkudeta” kelompok PKI tua.Menurut Suripno.com 31 . http://serbasejarah. sang abang bersembunyi di daerah pelabuhan Tanjung Priok. Belakangan. Lewat penerbitan Bintang Merah. Aidit masih setia pada ide Muso. ia menyebarkan lagi paham revolusioner dan anti-imperialis. Layu dalam dua pekan.

Murad Aidit. maka Aidit pun.” katanya.” kata Murad. Di kelompok Menteng 31. Aidit mengawali ”karier politiknya” dari Asrama Menteng 31. Murad memang menginap di rumah Aidit di Pegangsaan Barat.N. juga sejumlah kalangan militer. Seberapa jauh dia terlibat? PERISTIWA 42 tahun lalu itu tetap saja masih menjadi tanda tanya keluarga besar Aidit: apa sebenarnya peran Aidit dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 itu? Peran Aidit dalam ”kup” 30 September 1965 memang masih misteri. Karena PKI terlibat. berkisah. ia kabur dari penjara dan tinggal di Vietnam Utara.com 32 . Dari Menteng ke Pusaran Kekuasaan Sejumlah kesaksian menyebut D.wordpress. http://serbasejarah. dituding sebagai otaknya. Anak Marhaen Hanafi (pernah menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Kuba). Para penghuni Menteng 31 sempat menculik Soekarno dan memaksa si Bung memproklamasikan kemerdekaan Indonesia—sesuatu yang kemudian ditolak Bung Karno. seorang pemuda sosialis. asrama yang dikenal sebagai ”sarang pemuda garis keras” pada awal kemerdekaan. Ada yang menyebut bahwa sebenarnya ia hanya mondar-mandir Jakarta-Medan. dan Sayuti Melik (pengetik naskah Proklamasi). Pascapemberontakan yang gagal itu. Ketika terjadi agresi Belanda. sebagai Ketua Committee Central. ”Malah saya dipesan mematikan lampu. Aidit mengetahui rencana Gerakan 30 September. adik kandung Aidit. Jakarta Pusat. Yogya. ”Sampai sekarang saya lebih bisa menerima tragedi itu karena ada pengkhianat dalam tubuh PKI. antara lain. ia sempat dijebloskan ke penjara Wirogunan. Sejumlah sejarawan. yakin PKI dalang penculikan dan pembunuhan tujuh jenderal Angkatan Darat. Tentang kepergiannya ke Vietnam ada pendapat lain. Aidit disebut-sebut juga berperan dalam pemberontakan PKI di Madiun pada 1948. Aidit sangat dekat dengan Wikana. Adam Malik.Gerakan 30 September . Menjelang ”peristiwa Gerakan 30 September” itu. Pada ”malam berdarah” itu tak ada tandatanda atau kesibukan khusus di rumah Aidit. Dia tidak yakin abangnya yang memerintahkan pembunuhan para jenderal. Di tempat ini berdiam. Rumah Aidit sepi.

30 tahun. Sumatera Utara. Bersama ”kelompok muda” partai.H. PNI dipilih karena. PKI masuk ”empat besar” setelah PNI. dan Nahdlatul Ulama. selain sama-sama anti-Barat. Pada Pemilu 1955. 30 tahun. Aidit juga membangun aliansi kekuatan dengan Partai Nasional Indonesia (PNI) untuk memperkuat PKI. seorang diplomat senior Indonesia dalam otobiografinya. ia memindahkan kantor PKI dari Yogyakarta ke Jakarta. Di masa ini PKI menjadi partai komunis terbesar di negara non-komunis dan partai komunis terbesar ketiga di dunia setelah Rusia dan Cina. Pada kongres itu. 6 Juni 1953. PKI terus maju. Aidit menyingkirkan tokoh-tokoh lama partai. Kerusuhan yang digerakkan kader PKI itu menjatuhkan kabinet Wilopo. pada pertengahan 1950. Kesuksesan ini memompa semangat baru ke tubuh partai tersebut. strategi ini berhasil ”menyandera” Bung Karno. Aidit dikukuhkan menjadi Sekretaris Jenderal PKI. Cakrawala Politik Era Sukarno. perjuangan gerilya di desa-desa oleh http://serbasejarah. pengurus PKI beralih ke generasi muda. Aidit. Bisa dibilang. Kerja keras Aidit membuahkan hasil. Tokoh partai semacam Tan Ling Djie dan Alimin disingkirkan. Bentuk pertama. dan Njoto. Saat itu disepakati bahwa PNI tidak akan mengganggu PKI dalam rangka membangun partai. Ada kesan bahwa Bung Karno berdiri di depan PKI. Aidit lantas meluncurkan dokumen perjuangan partai berjudul ”Jalan Baru Yang Harus Ditempuh Untuk Memenangkan Revolusi”.com 33 . juga ada figur Soekarno yang bisa dipakai mengatasi tekanan lawan-lawan politik mereka. Bersama M.Yang pasti.wordpress. Masyumi. Momentum konsolidasi partai terjadi ketika meletus kerusuhan petani di Tanjung Morawa. Pada Kongres PKI 1954. sekaligus memberi citra PKI pendukung revolusi Bung Karno dan Pancasila. yang saat itu berusia 27 tahun ”muncul” lagi. 23 tahun. Pada tahun itu juga partai ini menerbitkan dokumen perjuangan ”Metode Kombinasi Tiga Bentuk Perjuangan”. Puncak kerja sama terjadi pada masa Sidik Djojosukarto memimpin PNI. dalam kurun waktu inilah karier politik Aidit sesungguhnya dimulai. Lukman. Menurut Ganis Harsono. Sudisman.

khususnya Angkatan Darat. terutama kaum buruh di bidang transportasi. Gerakan itu dipimpinnya sendiri. Di Jakarta bertiup rumor menyengat. Latief (Komandan Brigade Infanteri I Kodam Jaya). Ada pun Sjam ditunjuk sebagai pemimpin pelaksana gerakan. PKI membentuk Biro Khusus yang langsung dibawahi Aidit sebagai Ketua Committee Central PKI. disebutkan bahwa Aidit kemudian menyatakan. Tak sampai setahun. seiring dengan merebaknya kabar kesehatan Bung Karno memburuk. Sebuah berita dari dokter RRC yang merawat Presiden datang: Bung Karno akan lumpuh atau meninggal dunia. Sejak 6 September 1965. Pada 1964. Pada Juli 1965. Aidit memerintahkan dia meninjau ”kekuatan kita”. Biro Chusus Central (demikian namanya) dipimpin Sjam Kamaruzzaman. Ketiga. Biro Chusus berhasil menyelusup ke dalam TNI. http://serbasejarah. Saat diadili Mahkamah militer. Tugas biro ini mematangkan situasi untuk merebut kekuasaan dan infiltrasi ke tubuh TNI. suhu politik Tanah Air makin panas pula. gerakan merebut kekuasaan harus dimulai jika tak ingin didahului Dewan Jenderal. Sjam lantas menggelar rapat-rapat di rumahnya dan di rumah Kolonel A. ia diberi tahu bahwa Presiden sakit dan adanya kemungkinan Dewan Jenderal mengambil tindakan bila Bung Karno mangkat. pembinaan intensif di kalangan kekuatan bersenjata. Dalam Buku Putih G-30-S/PKI yang diterbitkan Sekretariat Negara pada 1994. Dalam pertemuan itu. menyepakati gerakan dimulai 30 September 1965 dengan Untung sebagai pemimpinnya. Menurut Sjam. perjuangan revolusioner oleh kaum buruh di kota-kota. muncul Dewan Jenderal yang hendak menggulingkan Bung Karno.com 34 . Rapat terakhir. Sjam mengaku dipanggil Aidit pada 12 Agustus 1965. Di rapat ini hadir Letnan Kolonel Untung (Komandan Batalyon I Kawal Kehormatan Resimen Cakrabirawa) dan Mayor Udara Sudjono (Komandan Pasukan Pengawal Pangkalan Halim Perdanakusumah).kaum buruh dan petani. Kedua.wordpress. yakni TNI. 29 September 1965.

Tapi. Rencana pemberontakan itu sudah mendapat sokongan pejabat PKI lainnya serta pengurus organisasi rakyat di bawah PKI. ”Kami dengar ada pasukan di luar Jakarta yang didatangkan dalam rangka defile Hari Angkatan Bersenjata dengan senjata lengkap. Latief menyatakan. Karena merasa bakal terjadi sesuatu. koresponden koran berbahasa Inggris yang terbit di Tokyo. Pengakuan itu jatuh ke Risuke Hayashi. Keesokan harinya. dan esok paginya ditembak mati. ”Rencananya akan dihadapkan hidup-hidup untuk men-clear-kan masalah. akan berangkat menuju rumah para jenderal. Asahi Evening News. para jenderal ditangkap. Dul Arief melaporkan kepada Latief dan Jenderal Soepardjo bahwa semua telah selesai.wordpress.” kata Latief yang mengaku tidak kenal dengan Aidit. Sebelum ditangkap pasukan pimpinan Kolonel Yasir Hadibroto. Alasannya. pada 22 November 1965 malam. tetapi Lukman. memilih menjemput ”anggota” Dewan Jenderal untuk dihadapkan ke Soekarno. malam hari. Hidup atau mati. A. Sjam menjawab. Menurut Asahi. Aidit sendiri belum pernah memberi pernyataan tentang hal ini. membawa peralatan berat.com 35 .” kata Latief. Ini apa? Mau defile saja. Saya betul-betul kaget. 5 April 1999. ”Mula-mula mereka saya salami semua. mereka tak puas dengan sistem yang ada. http://serbasejarah. Rencana kup semula disepakati 1 Mei 1965. dekat Solo. kok. saat pasukan Cakrabirawa pimpinan Letnan Dul Arief. menolak diajak menghadap Presiden. Ia ditangkap di Desa Sambeng. apakah memang benar ada Dewan Jenderal.” kata Dul Arief. tiba-tiba. Aidit mengaku sebagai penanggung jawab tertinggi peristiwa ”30 September”. tapi kemudian Dul Arief bilang semua jenderal mati. Menurut Latief gerakan itu diselewengkan oleh Sjam. Gerakan 30 September dirancang untuk menggagalkan upaya kup Dewan Jenderal. anak buah Untung. Sjam datang. Njoto. Alasan pemberontakan. ujar Latief.” katanya. Aidit dikabarkan sempat membuat pengakuan sebanyak 50 lembar. Sakirman dan Nyono—semuanya anggota Committee Central—menentang.Dalam wawancara dengan majalah D&R. Jawa Tengah. para perwira tersebut. tidak begitu rencananya. yang mengaku terlibat karena loyal pada Soekarno. ”Bagaimana kalau para jenderal ini membangkang.

Waktu itu. tak semua ”hasil” itu dilaporkan Sjam. Dalam buku Bayang-bayang PKI yang disusun tim Institut Studi Arus Informasi (1999). disepakati mulai Juli 1965 pasukan Pemuda Rakyat dan Gerwani dikumpulkan di Pangkalan Halim Perdanakusumah. Akhirnya. yang juga dokter. kata Soebandrio. khusus hanya kepada Aidit. setelah berdiskusi dengan Letkol Untung dan sejumlah pengurus lain pada Juni 1965. mereka melontarkan provokasi-provokasi untuk mendorong PKI mendahului memukul Angkatan Darat. Menurut Soebandrio. dokter Cina yang ia lupa namanya tersebut. pada Agustus 1965 kelompok ”bayangan Soeharto” (Ali Moertopo cs) sudah ingin secepatnya memukul PKI. dipilih tanggal 30 September. Brigjen Soepardjo. menyesalkan pengadilan yang tidak mengecek ulang kesaksian Sjam. Alasan Soebandrio. diduga Aidit tahu adanya peristiwa G-30-S karena ia membentuk dua organisasi: PKI legal dan PKI Ilegal. Aidit membawa seorang dokter Cina yang tinggal di Kebayoran Baru. Hanya. ternyata. Sjam bertugas mendekati tentara dan melaporkan hasilnya. Aidit. Aidit termasuk yang tahu kabar tentang kesehatan Bung Karno itu bohong. sejak isu sakitnya Bung Karno merebak.wordpress. sekembalinya dari perjalanan ke Aljazair dan Peking. Pertengahan Agustus. ikut memeriksa Soekarno. Menurut Soebandrio. atas perintah Menteri Panglima Angkatan Darat Jenderal Achmad Yani. akan memeriksa PKI karena dicurigai mempunyai senjata secara tidak sah.persiapan belum selesai. ada lima orang yang bisa ditanya: Bung Karno. Leimena. PKI mendapat info bahwa tentara. Caranya. Tentang besarnya peran Aidit dalam peristiwa 30 September ditampik Soebandrio.” kata Aidit. Biro Chusus adalah badan PKI tidak resmi. Menurut bekas Wakil Perdana Menteri era Soekarno ini.com 36 . Soebandrio dalam memoarnya. Kesaksianku Tentang G-30-S. ”Kami terpaksa mempercepat pelaksanaan coup d’etat. dan Letkol Untung. G-30-S didalangi tentara dan PKI terseret lewat tangan Sjam. Aidit kembali melakukan pertemuan rahasia dengan Lukman. Soebandrio dan Leimena. Akhirnya. dan dirinya sendiri. http://serbasejarah. Njoto. Kesimpulan mereka sama: Bung Karno cuma masuk angin.

Setelah puluhan tahun tragedi itu berlalu. pertanyaan itu belum menemukan jawabannya. tapi terlibat seperti apa?” kata Murad. Keterangan Njoto sama dengan komentar Oei Hai Djoen. ”Hubungan PKI dengan Gerakan 30 September dan pembunuhan Jenderal Angkatan Darat tidak ada. ”Menurut kami.” katanya dalam wawancara dengan Asahi Evening News. Misteri memang masih melingkupi peristiwa ini.Njoto membantah pernyataan Aidit. Saya tidak tahu apa pun. mantan anggota Comite Central. PKI memang terlibat.” kata dia. ”Kami semua tidak tahu apa yang terjadi.com 37 . Menurut Njoto. Setidaknya bagi Murad dan anggota keluarga Aidit yang lain. lihainya kekuatan Barat atau kekuatan Nekolim (Neo-Kolonialisme dan Imperialisme). serta adanya ”oknum yang tidak benar”. sampai-sampai sesudah terjadinya. http://serbasejarah. Presiden Soekarno sendiri menyatakan Gestok (Gerakan Satu Oktober)—demikian istilah Bung Karno—terjadi karena keblingernya pemimpin PKI.wordpress.

Rencana pun disusun.” ujar Soeharto memberi perintah. menghilang. mereka kembali. Pak. http://serbasejarah. Sumatera Utara. Percakapan di Markas Komando Strategis Angkatan Darat. Karena mendengar peristiwa G-30-S. belakang Stasiun Balapan. Di hari pertemuan itu. ”Saya waktu itu baru saja dihijrahkan dari Jawa Barat. Ketua Central Committee PKI. pada 22 November. itu dituturkan ulang oleh Yasir dalam Kompas edisi 5 Oktober 1980.com 38 . Di sana dia bertemu Sri Harto.” jawab Kolonel Yasir Hadibroto. Orang itu dia lepaskan. ”Kompi saya lalu mendapat tugas menghadapi tiga batalyon komunis di daerah Wonosobo. Komandan Brigade IV Infanteri. Hanya dalam beberapa hari Sri Harto melapor: Aidit berada di Kleco dan akan segera pindah ke sebuah rumah di Desa Sambeng.” tanya Mayor Jenderal Soeharto.*** Dan Soeharto pun Tersenyum *** Ada di mana kamu saat pemberontakan PKI Madiun. Jakarta.” ”Nah. Yasir pun memboyong pasukannya ke Solo. Dan benar. Saat itu dia bersama pasukannya baru saja tiba di Tanjung Priok. Bawa pasukanmu ke sana.wordpress. Letnan Ning Prayitno memimpin pasukan Brifif IV menggerebek rumah milik bekas pegawai PJKA itu. Aidit muncul di rumah itu. menumpang vespa Sri Harto. Sekarang bereskan itu semua! D. orang kepercayaan pimpinan PKI sedang meringkuk di salah satu rumah tahanan. Tapi Dipa Nusantara Aidit. yang memberontak sekarang ini adalah anak-anak PKI Madiun dulu. Yasir mengawasinya dari jauh.N. Aidit ada di Jawa Tengah. Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat. sekitar pukul sebelas siang. 2 Oktober 1965. tentara telah mulai mengejar orang-orang Partai Komunis Indonesia yang dituduh terlibat G-30-S. Sekitar pukul sembilan malam. Brigif IV sebenarnya tengah melakukan operasi di Kisaran.

Malam itu juga Yasir menginterogasi Aidit. lll http://serbasejarah. komandan batalyon. Prayitno sendiri yang menemukannya.wordpress. ”Ada sumur?” tanyanya kepada Mayor Trisno. Pangdam Diponegoro kemudian membakar dokumen itu. hanya dia yang bertanggung jawab atas peristiwa G-30-S. antara lain. Aidit berkali-kali minta bertemu dengan Presiden Soekarno.com 39 . Isinya. selanjutnya harus bagaimana. ”Jika diserahkan kepada Bung Karno. Ke sana Yasir membawa tahanannya. wartawan gaek yang kala itu sedang meliput di Solo. pasti akan memutarbalikkan fakta sehingga persoalannya akan jadi lain. Yasir tak mau. menurut Yasir. Kabarnya.Alwi Shahab. Ini membuat Yasir dan anak buah marah. Sayang. berhasil mendapatkan bocoran pengakuan Aidit untuk korannya. Trisno menunjuk sebuah sumur tua di belakang rumahnya. Tanpa sepengetahuan dua jip pertama. Siti Hartinah Soeharto: Ibu Utama Indonesia. Saat terang tanah iring-iringan itu tiba di Boyolali. sang Ketua membuat pengakuan tertulis setebal 50 halaman.” kata Yasir seperti dikutip Abdul Gafur dalam bukunya. Maka: dor! Dengan dada berlubang tubuh gempal Menteri Koordinasi sekaligus Wakil Ketua MPRS itu terjungkal masuk sumur. Yasir membelok masuk ke Markas Batalyon 444. koresponden Asahi Evening News di Jakarta. tapi Aidit malah berapi-api pidato. Aidit yang diborgol berada di jip terakhir bersama Yasir. pada pagi buta keesokan harinya. Prayitno keder pada mulanya. Mereka menggunakan tiga buah jip. Akhirnya. Risuke Hayasi. Di tepi sumur. ”Mau apa kamu?” Aidit membentak anak buah Yasir itu saat keluar dari lemari. Menjelang dini hari Yasir kebingungan. menulis di harian Republika. waktu digerebek Aidit bersembunyi di dalam lemari. tapi segera menguasai keadaan. dia mempersilakan Aidit mengucapkan pesan terakhir. Yasir membawa Aidit meninggalkan Solo menuju ke arah Barat. Tekadnya bulat. Entah bagaimana. Setengah membujuk dia membawa Aidit ke markas mereka di Loji Gandrung.

Setelah melaporkan pekerjaannya.24 November 1965. Pak?” Soeharto tersenyum. pukul 3 sore. sang kolonel memberanikan diri bertanya: ”Apakah yang Bapak maksudkan dengan bereskan itu seperti sekarang ini.com 40 .wordpress. Yasir bertemu Soeharto di Gedung Agung. termasuk keputusannya membunuh Aidit. Yogyakarta. http://serbasejarah.

”Ini arloji Aidit. bangunan ini adalah bagian dari kompleks markas Batalion 444 TNI Angkatan Darat di Boyolali— sebuah kota kabupaten sekitar 25 kilometer di sebelah barat Solo.” katanya tatkala dihubungi pekan lalu. banyak orang meyakini. dia bertemu Kolonel Yasir Hadibroto dalam sebuah rapat organisasi massa di pendapa kabupaten. Pohon mangga dan jambu biji menaunginya di kanan-kiri. Jawa Tengah. Sewaktu didesak menceritakan bagaimana pucuk pimpinan PKI itu tewas. Tamam Saemuri. dia bercerita bahwa dalam pertemuan itu Yasir mengumumkan pasukannya telah menembak mati Aidit beberapa hari sebelumnya. Saat itu Tamam muda adalah aktivis Gerakan Pemuda Ansor.” katanya. Yasir berujar. http://serbasejarah. Anaknya pernah berziarah ke sana. Dulu. ”Dia diberondong senapan AK sampai habis 1 magasin. tapi tak ada satu pun yang tahu nasib Aidit selepas meninggalkan Ibu Kota. di sepetak halaman itu pernah ada sebuah sumur tua tempat jenazah Dipa Nusantara Aidit. organisasi yang banyak terlibat dalam ”operasi pembersihan”.” Tamam menirukan Yasir.*** Kuburan Aidit : Rahasia Sumur Mati *** Aidit konon dikuburkan di Boyolali. Kepada Tempo dua pekan lalu. Jawa Tengah.” Sejumlah sumber lain membenarkan cerita Tamam. Empat tahun lalu dia memutuskan datang sendiri ke tempat yang diduga sebagai pusara ayahnya. Pada suatu malam di tahun berdarah 1965. ”Sejak lulus kuliah sampai 1998. cerita itu sampai juga ke telinga putra Aidit. saya selalu mencari kuburan ayah dengan sembunyi-sembunyi. Hamparan tanah berkerikil itu ditumbuhi labu siam dan ubi jalar. Se-akan meneguhkan ucapan kepada lawan bicaranya. Saat itu dia hanya berbekal sepotong informasi dari koran bahwa Aidit tewas ditembak di Boyolali. Yasir menunjukkan jam tangan yang dia kenakan. Ilham. Berbilang kawan dekat ayahnya dia tanyai. Meski tak berbekas.com 41 .wordpress. ”Eksekusi-nya subuh-subuh. Ketua Umum Comite Central PKI. Setelah puluhan tahun. 71 tahun. Hanya itu. Salah satunya Mustasyar Nahdlatul Ulama Boyolali. Tak ada satu pun penanda yang menunjukkan bekas sumur di pekarangan belakang gedung tua itu. dikuburkan pada 23 November 1965.

wordpress. Dan seorang penghuni di mes Kodim membenarkan pekarangan belakang gedung itu disebut-sebut sebagai lokasi kuburan Aidit. ”Pernah ada orang yang mau membuat bak sampah tepat di atasnya. Pencarian Ilham baru berbuah ketika sebuah lembaga swadaya masyarakat lokal di Boyolali menghubunginya dan menceritakan temuan mereka. Dalam pemilu 1955 dan pemilihan kepala daerah dua tahun sesudahnya. Ada upaya sistematis untuk membuat peristirahatan terakhir Aidit dilupakan orang. konon. “Mereka mengetahui lokasi ini dari sumber-sumber kredibel yang terlibat langsung dalam pembunuhan anggota PKI saat itu. sampai dua kali diuruk batu setelah November 1965. Dia menambahkan. Saat bergeser beberapa meter ke samping.” katanya.” kata Ilham. Salah satu komandan kompinya adalah Letnan Kolonel Untung Syamsuri. Si penghuni ini menolak disebut namanya karena khawatir keselamatannya terancam. Tempo mendatangi lokasi itu dua pekan lalu. justru muncul pecahan tulang tempurung tengkorak. Pekarangan tersebut bagian dari satu rumah berarsitektur tua yang sekarang menjadi gedung Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah. telah lama warga setempat berusaha menghindari bekas sumur tua itu. Wakil Ketua Majelis MPR Sementara itu ditembak mati. bahkan bagi anaknya. Gedung itu sekarang digunakan sebagai mes pegawai Komando Distrik Militer (Kodim) Boyolali. Tahun-tahun menjelang 1965. Batalion 444 dikenal sebagai kesatuan tentara pro-komunis. Di sanalah. misalnya. ada sebuah lokasi lain yang juga disebut-sebut berhubungan dengan Aidit. Kompleks gedung markas Batalion 444 juga dibongkar dan kini hanya menyisakan sebuah gedung tua. Tak sampai 100 meter dari sana. tapi cangkulnya membentur batu keras.Menemukan makam Aidit bukan perkara mudah. Boyolali juga dikenal sebagai basis PKI Jawa Tengah. Sumur tua itu. http://serbasejarah.com 42 . Lubang itu buru-buru ditutup lagi. yang kemudian memimpin operasi penculikan sejumlah jenderal pada malam 30 September. PKI meraih kemenangan besar di sana.

gedung sekolah itu dahulu dijadikan semacam kamp tahanan.wordpress. Pada 1965. Putra Aidit itu juga mengaku memendam keinginan untuk memindahkan jenazah ayahnya ke tempat yang layak.”Jadi. setelah ditembak di sana. Lokasinya tak jauh dari Pasar Boyolali.” katanya dengan suara tercekat. Bahkan.” kata Ilham kepada Tempo.” http://serbasejarah. rumah itu digunakan sebagai Sekolah Pendidikan Guru.com 43 . menurut dia. ”Tapi mungkin belum bisa sekarang. seorang pensiunan pegawai negeri setempat yang banyak mengetahui ihwal kejadian pada masa itu. membenarkan kisah Ilham. yang berhadap-hadapan dengan markas polisi militer Kodim Boyolali dan gedung yang dulu digunakan sebagai Sekretariat PKI. lll Ketika akhirnya berdiri di samping pusara ayahnya pada 2003 lalu. Ilham mengaku tak kuasa menahan getaran hatinya. baru jenazahnya dimasukkan ke sumur di sebelahnya. Mbah Jungkung. ”Naluri saya mengatakan memang di sinilah tempatnya.” katanya pelan. Para anggota dan simpatisan PKI dikumpulkan di situ sebelum dieksekusi. ”Kami harus bersabar.

Dua anak gadisnya menjadi eksil dan berpindah dari satu negara ke negara lain. Karena tak ada yang mengurus. Jakarta Selatan.wordpress. ada yang dibuang ke Pulau Buru. istrinya.” Tiga anak laki Aidit itu kemudian diangkut seorang paman ke Kebayoran.N. Beruntung.N. demikian pula dengan Soetanti.” kata Ilham Aidit kepada Tempo. Aidit tak kunjung pulang.N. Dia akhirnya meninggal ketika rumah itu kosong karena Marisah. Sesudah Malam Horor itu Dari sebuah keluarga yang sentosa.N. Abdullah jatuh sakit. Jakarta Pusat. ayahnya kemudian terbang ke Belitung atas bantuan Wakil Perdana Menteri Chaerul Saleh. dan Ilham. Tiga tahun menetap di Belitung. Dia melihat anak sulungnya. Si kakek melihat massa yang beringas datang ke rumah. Yang satu dari Masyumi bernama Aidid. Menurut Murad Aidit. D. di rumah itu masih ada dua pembantu dan keluarga dari Belitung. Pada 1965 itu. Banyak orang mengira dia wakil dari Masyumi karena saat itu ada dua anggota Dewan dengan nama yang mirip. Kejadian itu berlangsung pada hari ditemukannya jenazah lima jenderal di Lubang Buaya. D. yang lain Abdullah Aidit yang ke Senayan karena kiprahnya dalam organisasi Nurul Islam. Aidit luluh-lantak setelah horor 30 September 1965.Keluarga Besar Aidit . Abdullah lalu mengasuh tiga cucunya: Iwan. Anak dan istri pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) itu cerai-berai. Tetangga sekitar jarang ke rumah itu. http://serbasejarah. ”Mereka berteriak-teriak dan melempar rumah kami. Abdullah Aidit (Ayah D. Aidit). Aidit di Jalan Pegangsaan Barat 4. Abdullah kerap membesarkan hati cucu-cucunya. Abdullah menginap di rumah D. keluarga D. Abdullah sudah pindah dari Belitung ke Jakarta karena menjadi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Aidit. Jenazahnya Membusuk Tiga Hari Malam 30 September 1965. tengah menginap di rumah saudaranya.N. dibawa pergi tiga orang tentara bersama pengawal pribadi bernama Kusno. Irfan.com 44 . istri kedua Abdullah. Ada yang masuk penjara. putra bungsu Abdullah Aidit. ”Sebentar lagi ayah dan ibu kalian datang menjemput. takut terkena getah G30S. yang pergi tanpa pamit. jenazah Abdullah membusuk tiga hari.

N.5 juta kepada anak cucunya. Akibat kurang gizi dan makan tak teratur selama ikut Tentara Pelajar.N. Atas bantuan keluarganya di Belitung. kenalan.Basri Aidit (Adik D.com 45 . dia bisa membeli sebuah rumah di Bogor. Di sana dia berkebun sambil mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak tetangga. Pada saat peristiwa 30 September 1965. hidup keluarga ini amat bergantung pada bantuan saudara. Bekerja di kantor PKI. dia sempat menderita TBC dan diopname enam tahun. Aidit sejak remaja. Jakarta Pusat. Jadi Tukang Kebun di Bogor Nasib Basri memang paling apes. Murad banyak mengenal teman Aidit yang aktif di Menteng 31. Lulusan fakultas ekonomi dari Universitas Lumumba Moskow ini berkawan dengan banyak sastrawan. Basri keluar dari Buru pada 1980. Sebelum pergi dengan tiga orang tentara yang menjemputnya.N. Ketika meninggal dunia. Murad Aidit (Adik D. Aidit). anak-istrinya menjual habis barang di rumah untuk bertahan hidup. Karena ikut D. ia dibekuk bersama sejumlah orang PKI lainnya.wordpress. Sehari setelah pembunuhan para jenderal. Setelah semuanya ludes. kemudian pada 1969 dibuang ke Pulau Buru. Selama sang ayah di pembuangan. Sebelumnya dia adalah pegawai rendahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum Tanah Abang. Jawa Barat. Aidit cuma memberikan pesan singkat kepada Murad. ”Matikan lampu depan. Aidit. Murad datang ke Jakarta setelah tamat sekolah menengah zaman Belanda. asrama mahasiswa zaman itu. Diisolasi di Unit 15 Seperti saudara-saudaranya yang lain. Aidit).” http://serbasejarah. Murad menginap di rumah D. dia cuma mewariskan uang Rp 2. Basri gampang dikenali. Penyair Chairil Anwar adalah sohib kentalnya.N. Peristiwa 30 September 1965 meletus cuma beberapa hari setelah dia pindah kerja di kantor Comite Central PKI di Kramat. dan teman. Ia ditahan di penjara Kramat.

http://serbasejarah. Sesudah makan. Tapi dia tidak berusaha sembunyi. Sobron Aidit (adik tiri Aidit). Di tengah kegentingan situasi Jakarta saat itu. Malam setelah sajak itu dimuat. puisi Sobron ketika itu muncul di Mimbar Indonesia. Dia kemudian menjadi petani di negeri tirai bambu itu dan menikahi gadis setempat. dia sempat datang ke kantor PKI. lalu ke rumah tahanan khusus di Salemba. Murad kemudian menikah lagi dengan Lilik Hartini. nasi campur. Kendal. Murad bebas pada 1979. Kebetulan Chairil adalah teman Murad dan kerap bermalam di kos Murad di Gondangdia. Ini unit khusus untuk menahan petinggi PKI dan mahasiswa yang pernah dikirim Soekarno belajar ke luar negeri.wordpress. Ketika peristiwa G30S meletus. Di pembuangan itu dia diisolasi di Unit 15. Chairil mentraktirnya makan-makan. Jawa Tengah. Tapi kontrak tak diperpanjang akibat peristiwa itu. ketika kembali ke rumahnya di Depok. Sebagaimana anggota PKI lainnya. Kini keduanya tinggal di Depok dan hidup dari pekerjaan menerjemahkan buku. Sobron baru tahu bahwa uang makan adalah honor puisinya di Mimbar Indonesia. Jakarta Pusat. meninggal tak lama setelah bebas dari penjara wanita Pelantungan. Noer Cahya. Dibantu Chairil. Istrinya. Asrul Sani. Dari Chairil. Pada 1971 Murad dibuang ke Pulau Buru. empal. Jakarta. Murad ditangkap beberapa hari kemudian. Semula ditahan di Bogor. Jassin. Sobron menyantap soto.B. Murad baru tahu bahwa sejumlah jenderal dibunuh dan PKI dituduh terlibat. Hingga Wafat di Paris Sejak remaja Sobron suka sastra. Sobron menimba banyak ilmu.com 46 . Markas yang biasanya meriah itu sunyi senyap.Esok harinya. juga sastrawan lain seperti Rivai Apin. dan ruparupa lauk. Kegemaran itu kian menyala setelah dia datang ke Jakarta pada 1948 dan bertemu dengan Chairil Anwar. dan H. Murad dipenjara berpindah-pindah. Sobron berada di Beijing untuk mengajar bahasa Indonesia. setelah itu di Bandung. Saat itu usia Sobron baru 13 tahun.

Pada 1984 dia mendapat suaka politik di Belanda dan tinggal di sana hingga sekarang. Tiga hari setelah malam kelabu itu. Buku terakhirnya. Tanti menghilang dari rumah meninggalkan tiga anak lakinya yang masih kecil. Paris. Aidit. Dia menikahi gadis Vietnam. Soetanti bertengkar keras dengan D. Dari sana Asahan pindah ke Vietnam dan meraih gelar doktor dalam bidang bahasa di sana. Agar aksi penyamaran ini sukses. J. Asahan sedang memperdalam studi filologi. Dokter Soetanti (Istri Aidit) . 3 Beethoven.Sempat menjadi penyiar dan redaktur Radio Beijing. satu-satunya adik Aidit yang pernah naik mobil dinas menteri koordinator bernomor B 13. Tanti ingin suaminya tetap tinggal di rumah dan tidak mengikuti kemauan para penjemputnya. di kawasan Luxembourg. Tak lama di Boyolali. Kalau Aidit harus bekerja hingga larut. Bersama eksil lainnya. Belakangan baru terungkap. Tetapi Aidit memilih pergi. Asahan enggan pulang. Menyamar Jadi Istri Orang Malam 30 September 1965. Anak tunggalnya meninggal secara misterius dan dikuburkan di Inggris beberapa tahun lalu. terbit pada November lalu. Tanti menyusul suaminya ke Boyolali dan bertemu Bupati Boyolali yang juga tokoh PKI. Razia Agustus. abangnya.J. Asahan sedang di Moskow. Mendengar sanak familinya di Indonesia diuber-uber. http://serbasejarah. misalnya. Sobron mendirikan Restoran Indonesia di Rue de Vaugirard. dia kembali ke Jakarta dengan cara menyamar. pada 1981 ia pindah ke Paris. Asahan termasuk dekat dengan Dipa Nusantara.” kata Ilham aidit. Di ibu negeri beruang merah itu.wordpress. Tanti dan Pak Bupati itu pura-pura menjadi suami-istri. Dia kemudian pergi ke Cina. Sobron meninggal pada Februari 2007 karena penyumbatan darah di otak. ”Dua orang bocah kemudian diambil sebagai anak angkat. Jatuh Cinta pada Gadis Vietnam Saat peristiwa 30 September meletus. Asahan Aidit (adik tiri Aidit). Ia. Asahan yang ”disewa” untuk memutar musik-musik klasik.N. Kusni dan Umar Said. Aidit biasanya minta diputarkan Symphony No.com 47 .

Tanti memperdalam ilmu kedokterannya di Korea dan menjadi dokter ahli akupunktur yang pertama di Indonesia. Setelah ditangkap. ”Begitu dipakai.” kata Ilham. Tanti wafat pada 1991. Moedigdo. pada 1958. Di antaranya tahanan Kodim 66 dan Penjara Bukit Duri.A. Dalam sel ia kerap membuat baju untuk anaknya meski salah ukuran: dia selalu menduga anak-anaknya masih kecil. kerap menatap anak sulungnya itu secara sembunyi-sembunyi. saudara sepupu ayahnya. http://serbasejarah.” kata Ilham.wordpress. Sekitar 16 tahun Soetanti tidak berjumpa anaknya.”Suami-istri” ini kemudian mengontrak sebuah rumah di Cirendeu. Koesoemodikdo. Setahun kemudian Ilya yang baru berumur delapan tahun menyusul. keduanya ditangkap. Sandiwara itu sukses berbulan-bulan. Lepas dari penjara Tanti masih sempat berpraktek sebagai dokter. Iba sudah menginjakan kaki di Moskow. adalah Bupati Tuban yang pertama. sampai akhirnya para tetangga curiga karena Pak Bupati ini selalu bilang ”injih-injih” kepada istrinya. ayah Tanti. Setelah menikah dengan Aidit.N. Setelah sembilan tahun sakitsakitan. Ketika itu masih remaja. Aidit). Menolak untuk meneruskan jabatan sang bapak. Memilih Berlabuh di Paris Keduanya terakhir bertemu sang ayah ketika berlibur ke Jakarta pada Mei-September 1965. Sang ayah. Ibu Tanti. Kakeknya. Tanti masuk sekolah kedokteran di Semarang atas biaya R. ”Mereka tidak pernah manja kepada dua orang tuanya. Siti Aminah. adalah keturunan ningrat Minang dan teman sekolah Sutan Syahrir. Soetanti bukan wanita biasa.” kata Iba. Kartini. Soalnya. Jakarta. bajunya kekecilan. Tanti berpindah dari satu penjara ke penjara lainnya hingga 1980. Ada yang aneh dari liburan kali ini. Rusia. yang juga putra tunggal R. Ibarruri Putri Alam dan Ilya Aidit (dua putri D. Dari situ.M Susalit. Bersama ibunya. kata Ibarruri. paman yang memelihara bocah-bocah itu tak berani membawa mereka menjenguk ibunya di Bukit Duri.com 48 . ”Seperti ada sesuatu dalam tatapannya itu. Sikap dua anak angkat juga mencurigakan. memilih merantau ke Medan.

Mengetahui dua anak itu masih kecil-kecil. Sepuluh tahun mereka tinggal bersama keluarga itu. dua petugas itu menyarungkan pistol http://serbasejarah. Dari rumah pamannya di Kebayoran itu ketiga anak itu dipindahkan ke Bandung dan menetap di rumah Paul Mulyana. Cina. Tuan rumah ini mengajak petugas itu ke halaman di mana Ilham dan Irfan tengah main kelereng. Dua gadis itu kemudian berkelana dari suatu negara ke negara lain. sebelum akhirnya menetap di Paris hingga sekarang. empat orang petugas datang ke rumah Yohanes dan bertanya betulkah dia memelihara anak-anak Aidit. Yohanes mengangguk. Ilham dan Irfan kelas satu. saudara lain ibu mereka. Ihlam selalu teringat akan pengalaman menggetarkan ini.Setelah peristiwa G30S. Mereka sekolah di SMP Aloysius. Saat itu mereka bersekolah di SD Cikini. Ketika usianya 9 tahun. Iwan Aidit dan si Kembar Ilham dan Irfan . Ada yang bilang ayah kedua remaja melarikan diri ke Hong Kong dengan kapal selam. dan sang ibu menghilang beberapa hari kemudian. tiga bocah ini pindah ke rumah saudara Paul lainnya bernama Yohanes Mulyana. Koran-koran mengabarkan Aidit ditembak mati di Boyolali. Belakangan. Bandung. 23 November 1965. Disapa Sarwo Edhie Setelah sang ayah pergi pada malam 30 September 1965. Tiga anak ini kemudian dijemput Om Bayi. Iwan Ilham dan Irfan dijaga Abdullah Aidit. adik lelaki Soetanti yang bekerja sebagai direktur perusahaan pelayaran Djakarta Lloyd. lama kedua remaja itu tak tahu keadaan keluarga. seorang utusan dari Partai Komunis Soviet menemui mereka dan mengabarkan bahwa sang ayah telah ditembak. kakeknya. sedangkan Iwan kelas enam. Hampir Ditembak. Pada 17 Februari 1970 mereka pindah ke Beijing.wordpress. Dari situ mereka ke Burma.com 49 . Di koran beredar informasi rupa-rupa: ada yang menulis Aidit telah mati. Setelah Paul pindah ke Belanda untuk meneruskan kuliah.

Saat itu Ilham menjadi komandan operasi pendidikan dasar Wanadri. meski sebenarnya tidak begitu lancar. ”Yang penting sekolah setinggi mungkin. ”Bagus. Mereka menyingkir ke tebing Kawah Upas. Ilham gemar mendaki gunung dan menjadi anggota kelompok pecinta alam Wanadri. Sarwo Edhie bertanya tentang kabar dan kuliah Ilham. Sarwo Edhie adalah anggota kehormatan Wanadri. Tidak lama. Bandung. Tapi Ilham lega. Seorang rohaniwan Katolik. Dari Brouwer dia tahu bahwa ada versi lain soal peristiwa 30 September itu. M. Brouwer. Irfan. Menurut Ilham. Aidit. sebaliknya. yang mengajar di sekolah.” kenang Ilham. Sarwo Edhie lalu berkisah tentang peristiwa 30 September 1965 itu.dan berlalu. ”Kami selamat karena umur. ”Aku didekap sama dia. ”Aku betul-betul gemetar.30 pagi. Pertemuan kedua berlangsung pada 1983 dalam sebuah acara pelantikan anggota baru Wanadri di Kawah Upas. hanya belasan detik.A. sewaktu dia dilantik menjadi anggota Wanadri. Tangkuban Perahu.” Beruntung.com 50 .wordpress. ”Ini bentuk rekonsiliasi yang lengkap. dan Iwan di Institut Teknologi Bandung. Sarwo. Ilham kemudian kuliah di Jurusan Arsitek Universitas Parahyangan. Ketika sekolah di SMA Kanisius. Itu membuat kehidupan lebih baik. Ilham kerap berkelahi karena sering diejek sebagai anak D.” kata Brouwer sebagaimana dikisahkan Ilham.” tutur Ilham sembari tertawa. http://serbasejarah.” kata Ilham. ”Kamu sekarang jadi apa nih?” tanya Sarwo. Ilham memberitahukan bahwa dia sudah jadi kepala operasi.” sahut Sarwo Edhie. Sarwo Edhie kemudian meminta waktu berbicara berdua.N. Irfan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sekitar pukul 6. Sarwo Edhie mendatanginya. menasehatinya agar tabah. Iwan yang sudah agak besar tidak di tempat. melewati hari-hari itu dalam diam. Di situ dia mengenal Letnan Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. ia bertemu pertama kali dengan Sarwo Edhie pada 1981. komandan pasukan khusus yang membasmi PKI pasca-G30S. kata Ilham. ”Aku jawab lancar. ”Kamu bisa menerima ini kan?” kata Sarwo.” katanya. tidak meminta maaf.

sedangkan Iwan menjadi warga negara Kanada dan bekerja di sebuah perusahaan pertambangan. Adapun Ilham selalu pindah kerja. Pada 1980 ketiga anak laki-laki itu bertemu sang ibunda dan mendapat kontak dengan Iba dan Ilya di Paris. ikut serta dalam proses rekonstruksi Aceh pasca-tsunami.wordpress. Irfan kini menetap di Cimahi. ”Begitu mereka tahu aku anak Aidit. mereka membuat aku tidak betah supaya keluar. dikeluarkan dari sebuah perusahaan ternama setelah diketahui anak PKI. Dia juga kerap bolak-balik ke Aceh.com 51 . Sejak dua tahun lalu Ilham menetap di Bandung setelah tinggal di Bali selama 10 tahun. Iwan.” Sejak 1992. Jawa Barat. persis ketika pemerintah gencar melakukan screening terhadap anak-anak mantan anggota PKI.Lulus jadi arsitektur pada 1987. Ilham lalu membuka usaha sendiri di bidang arsitektur. Sang kakak. http://serbasejarah.

bermula dari ketidaksetujuan Yani dengan keinginan PKI mengganti ideologi Pancasila menjadi komunis. semula tidak tahu persis siapa dalang pembunuhan ayahnya. terutama Yani dan jenderal-jenderal lain yang pernah bersekolah di Amerika. Mereka. masih berusia 16 tahun.N.wordpress. Hal ini telah disampaikan beberapa kali oleh Yani kepada Presiden Soekarno. mereka membentuk Forum Silaturahmi Anak Bangsa. Namun kedekatan Aidit dengan Soekarno menyebabkan PKI tidak bisa disingkirkan begitu saja. Mereka merasa D.*** Aidit dan Serangan di Pagi Buta *** Jumat.com 52 . kini 58 tahun. juga tentang D. guna mencari kebenaran di balik peristiwa itu. Itulah terakhir kali mereka melihat ayahanda masing-masing: meninggalkan rumah. trauma belum juga pergi. Aidit. putri ketiga Letnan Jenderal Achmad Yani. 30 September 1965. Berikut ini tanggapan anak-anak Pahlawan Revolusi tentang kejadian itu. tapi mereka sepakat tidak membalas dendam. Menteng. Perseteruan dengan Aidit. empat puluh dua tahun berselang. Tapi.N.” ujar Amelia.” kata Amelia. bersama pasukan berseragam Cakrabirawa. yang sekarang jadi pengusaha di Yogyakarta. anak-anak Pahlawan Revolusi. dia tahu pelakunya adalah G-30-S/PKI pimpinan Dipa Nusantara Aidit. ”Mereka melihat Angkatan Darat sebagai penghalang mereka. Sebaliknya. Ia menyaksikan sejumlah tentara Cakrabirawa bersenjata lengkap menghabisi nyawa ayahnya pada pagi buta di rumah mereka di Jalan Lembang. masih remaja. Rangkaian adegan itu masih bergerak perlahan di kepala mereka. Amelia. Sehingga diam-diam mereka melancarkan serangan propaganda untuk menghabisi TNI Angkatan Darat. Belakangan. kata Amelia. Aidit bertanggung jawab atas kejadian berdarah di malam mengerikan itu. http://serbasejarah. Jakarta Pusat. ”Aidit ingin merebut kekuasaan dan menganggap Yani dan jenderal lainnya sebagai penghalang. Amelia Achmad Yani Amelia. dini hari.

Pasukan Cakrabirawa.” ujar Amelia.” kata Salomo Pandjaitan. Ia hanya melihat Aidit sebagai ahli propaganda ulung yang sangat berambisi untuk berkuasa. ”Dia sudah hitung-hitungan siapa yang berkuasa jika Presiden Soekarno meninggal. Dengan kekalahan dalam waktu singkat itu. ”Kekuatan PKI saat itu luar biasa. Pembunuhan D.” ujar Amelia. melesakkan peluru ke kepala Pandjaitan saat jenderal bintang satu itu berdoa. Aidit menyebut jenderal lulusan Amerika sebagai jenderal Pentagon berkulit sawo matang yang berbahaya. Pandjaitan baru saja melipat tangan ketika senapan meletus. Amelia mengaku tidak banyak tahu soal Aidit.I. PKI juga menyebarkan isu Angkatan Darat telah membentuk Dewan Jenderal untuk melancarkan usaha kudetanya terhadap Presiden.com 53 . yang sering mendengar percakapan politik antarjenderal di rumahnya. Sayang. Salomo Pandjaitan ”Suara tembakannya saja masih terngiang sampai sekarang. ”Mereka hanya berlindung (di belakang Soekarno—Red. dihantam peluru panas pasukan Cakrabirawa.” kata Salomo.” katanya. Tukang jahit kami saja ikut baris-berbaris di siang bolong mengikuti rapat raksasa PKI.Dalam pidato di depan taruna TNI Angkatan Laut pada 1964. Mereka diisukan akan berkhianat. Puncaknya.” http://serbasejarah. PKI tidak cerdik dalam strategi. ”Bagaimana saya tidak benci dia? Di depan kepala saya. Sumatera Utara. putra ketiga Brigadir Jenderal Donald Ishak Pandjaitan. yang datang di pagi buta ke rumah mereka.” ujarnya. ”Jadinya pontang-panting setelah pembunuhan itu. bapak saya tidak boleh hidup karena akan menghalanginya. Waktu itu Salomo masih 13 tahun. ”Ada 360 peluru ditemukan di rumah kami. Pandjaitan memang paling tragis. yang luasnya 700 meter persegi. otak ayah saya berhamburan. kini 55 tahun. di antaranya Pembantu Letnan Satu Sudjono di Bandar Betsi.wordpress.) dan menggunakan Soekarno. PKI membunuh beberapa prajurit TNI di sejumlah daerah. Tidak hanya itu. kata Amelia. Amelia menilai PKI sebenarnya tidak memiliki kekuatan apa-apa. Yang jelas. kata Amelia.

Tidak mudah menyingkirkan kekuatan politik Angkatan Darat saat itu. ya. dengan kekerasan. pemimpin Angkatan Darat. Selang beberapa menit. dipanggil Riri. di mata Salomo. pandai mengobarkan semangat anggotaanggotanya. ”Karena waktu itu PKI merupakan partai paling kuat dengan anggota yang sangat militan. Walau orang tuanya menjadi korban. yang kini pengusaha.” Aidit. Namun Riri mengakui peran politik PKI pada 1965 cukup besar. saya belum merasakan pengaruh PKI pada diri saya. Salomo membatasi kebenciannya hanya kepada Aidit. Riri putra ketiga Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Harjono. Apalagi Achmad Yani. Meski begitu. PKI juga kuat karena didukung Soekarno dan negara luar seperti Cina dan Rusia.” Rianto Nurhadi Harjono ”Saya trauma bahkan masuk rumah sakit selama empat hari setelah peristiwa itu.Bagi pensiunan karyawan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ini. http://serbasejarah. Saat itu Rianto Nurhadi.N. kesayangan Soekarno. Karena itu. Aidit selalu mencari pengaruh. Semua berawal dari perseteruan TNI Angkatan Darat dengan PKI. ”Waktu itu. ”Bukan kepada anak atau keluarganya. ayahnya telah terkapar bersimbah darah dan diseret ke atas truk. Salah satunya dengan mendekati dan mempengaruhi Presiden Soekarno. Ia terbangun ketika mendengar tembakan menghantam kamar ayahnya.” kenang Rianto Nurhadi. baru sembilan tahun. ”Satu-satunya cara. yang ingin membelokkan ideologi negara. Justru pembunuhan terhadap para jenderal yang memacu saya jadi antikomunis. Aidit akhirnya berhasil menjalankan rencananya. Ia sempat mendatangi ayahnya.wordpress. sehingga kelompok lain.” katanya. selalu berapi-api. cara terbaik adalah membunuh mereka. Dalam ingatan Salomo.” kata Salomo. Ia juga berpidato seperti Soekarno. ”Aidit adalah pengkhianat. D. Riri tidak bisa memastikan apakah PKI satu-satunya dalang pembunuhan itu. adalah dalang Gerakan 30 September.com 54 . tapi sang ayah memberi kode agar ia berlindung bersama ibu dan saudaranya di kamar lain.” ujar Salomo.

” ujar Riri. Di kemudian hari. Ia dekat dengan Presiden Soekarno. Agus Widjojo Agus Widjojo sedang lelap tidur saat peristiwa berdarah itu terjadi.” kata pensiunan jenderal ini. Namun ia tidak mau memendam kebencian itu.di antaranya TNI Angkatan Darat.com 55 . tapi beberapa menit kemudian ia melihat ayahnya dibawa segerombolan orang berbaret merah. Namun PKI di bawah pimpinan Aidit saat itu sangat kuat. ”Aidit sosok yang berambisi besar untuk berkuasa. ia baru tahu bahwa ayahnya diculik dan dibunuh PKI.” ujar Agus. Kami keluarga Pahlawan Revolusi dan keluarga PKI sama-sama jadi korban. agar bisa berkuasa.” kata Agus. kini 60 tahun. Menurut Agus. ”Kebencian kepada Aidit dan PKI tetap ada. Apalagi saat itu PKI hendak memaksakan sistem komunis di Indonesia. apalagi menyalahkan anak-anak dan keluarga Aidit. menjadi khawatir. ”PKI berambisi ingin berkuasa. Tidak ada suara tembakan. namun dihalangi Angkatan Darat. Sampai saat ini.wordpress. membunuh para jenderal. Itulah terakhir kali ia melihat sang ayah. Ia terbangun setelah mendengar derap sepatu lars dan kegaduhan di rumahnya. perseteruan antara Angkatan Darat dan PKI bermula dari tersiarnya kabar bahwa Presiden Soekarno sakit keras. Lama ia baru menyadari bahwa ayahnya menjadi salah satu sasaran PKI karena dianggap sebagai batu penghalang PKI untuk berkuasa. Karena itu. Inilah yang kemudian memicu perseteruan antara PKI dan TNI Angkatan Darat. Aidit berhasil menjalankan rencananya. Agus putra pertama Brigadir Jenderal Soetojo Siswomihardjo. ”Kami tidak mau benci dan dendam itu berlarut-larut. ia memandang Aidit sebagai orang yang yakin betul pada ideologi yang diperjuangkannya. ”Saat itu saya tidak tahu jelas perseteruan politik antara TNI Angkatan Darat dan PKI dan kenapa ayah saya dibunuh. ”Saya tahu Aidit dalang pembunuhan itu setelah mencari tahu. sehingga tidak mudah dilumpuhkan. Selama ini. http://serbasejarah.” kata Riri.” ujarnya.

http://serbasejarah. kata Agus. tidak hanya terpuruk dengan masa lalu. Mayor Jenderal R. ”Kita kan harus tetap berjalan ke masa depan.Walau merasa kehilangan setelah peristiwa itu.” katanya. kami tahu Ayah diculik gerombolan PKI. Ratna tidak terlalu peduli dengan pertumbuhan pesat partai pimpinan Aidit itu.” kata Ratna. apalagi kepada anak-anak D. rumahnya tidak dijaga oleh seorang prajurit pun. Ratna.” ujarnya. melihat PKI dan Aidit tidak lebih dari sosok pengecut. Apalagi melihat Aidit sebagai sosok yang heroik. Karena sejak awal mengetahui bahwa paham komunis tidak mengenal agama. Untuk menghindari rasa dendam antara keluarga Pahlawan Revolusi dan keluarga Aidit. apa yang sebenarnya terjadi.” Ratna kerap melihat Aidit berpidato di samping Soekarno.” ujarnya—walaupun. ia bahkan memprakarsai pembentukan Forum Silaturahmi Anak Bangsa. ”Kami mencoba mengambil pelajaran dan berusaha mengungkap kebenaran. Soeprapto. ”Baru setelah Pak Umar Wirahadikusumah (Panglima Kodam V/Jaya waktu itu) datang ke rumah. Agama. terjadi.wordpress. bukan oleh bangsa lain. Dia tidak bisa menyimpulkan PKI sebagai pelaku utamanya. kini 60 tahun. Agus tidak dendam kepada PKI. Ratna Purwati Soeprapto Ratna Purwati telah berumur 18 tahun ketika peristiwa yang merenggut nyawa ayahnya. pensiunan Pertamina. dan Komunis. Tidak hanya itu. hal itu tidak mudah dilakukan. sehingga dia tidak merasa trauma. ”Karena saat itu Aidit sangat dekat dengan Presiden Soekarno.com 56 . Soekarno bahkan merangkul PKI menjadi salah satu kekuatan dengan mengembangkan sistem Nasakom: Nasionalis. Meski tidak mengetahui pasti apakah PKI pelaku tunggal penculikan itu. ”Dia tidak berani datang sendiri. tapi menggunakan dan memperalat orang-orang bawah untuk mencapai tujuannya. Saat penculikan itu. Aidit.N.” kata Ratna. Agus menilai pembunuhan terhadap ayahnya lebih karena alasan politik. sehingga pasukan Cakrabirawa bisa leluasa membawa ayahnya. ”Yang menyakitkan para jenderal dibunuh oleh bangsa sendiri.

”Pengadilan” dibentuk untuk mendisiplinkan kader yang berseberangan pandangan dengan pemimpin baru. PKI menempati urutan keempat dalam pemilihan umum dengan 6. Dalam berbagai kesempatan. Pada 1957 Aidit dengan bangga melaporkan bahwa jumlah perempuan anggota partai sudah mencapai 100 ribu.wordpress.1 juta suara atau meraih 16. partai yang baru dipukul secara politik dan fisik menyusul peristiwa Madiun 1948 itu kembali berhadapan dengan represi. pemerintah Sukiman tetap mengirim aparat untuk mengejar kaum komunis. bahkan dikeluarkan dari partai.com 57 . Pada pertengahan Agustus. jumlah suara untuk PKI meningkat hampir 40 persen. Aidit bersama Lukman dan Njoto lolos dari kejaran. dalam pemilihan daerah. http://serbasejarah. bahkan di beberapa daerah mereka mayoritas. Perdebatan berlangsung di tingkat pimpinan pusat sampai kader-kader daerah. Politbiro baru di bawah Aidit menggunakan tangan besi. Baru beberapa bulan.4 persen dari total suara. Banyak dari mereka yang diadili kemudian diturunkan jabatan dan status keanggotaannya. Jumlah anggotanya yang semula hanya 4. Apa rahasia Aidit mengubah partai yang semula terbelah ke dalam banyak faksi menjadi kekuatan politik yang solid dan andal? Pengambilalihan partai dari apa yang disebut ”kalangan tua” oleh Aidit. September 1955. Pada usia 32 tahun Aidit sudah menjadi pemimpin salah satu kekuatan politik pasca-revolusi yang paling signifikan dan hidup. Sekalipun pemimpin partai membuat pernyataan tidak terlibat dalam serangan itu. Lukman. Dua tahun kemudian. Ini terjadi setelah serangan terhadap sebuah kantor polisi di Tanjung Priok oleh gerombolan yang mengenakan simbol palu arit.*** Rahasia Aidit *** Oleh : Hilmar Farid Sejarawan Aidit memimpin PKI sejak Januari 1951. Tepat empat tahun kemudian.000 orang meningkat puluhan kali lipat. dan Njoto. ribuan pemimpin dan kader partai ditangkap di Medan dan Jakarta. pada awal 1951 bukanlah proses yang mudah.

Suara Persatuan di Semarang. Di Jawa Barat. Politbiro yang dipimpin Aidit mulai membangun struktur organisasi yang ketat.wordpress. Menurut Donald Hindley. kader partai membaca karya Mao dalam bahasa Sunda. Terjemahan karya asing ke dalam bahasa Indonesia banyak dilakukan. Setiap calon anggota melalui tahap pemeriksaan dan pengawasan selama lima sampai enam bulan sebelum menjadi anggota penuh dan kemudian kader partai. pada awal 1957 sudah menjadi harian dengan tiras 60 ribu eksemplar. Pendidikan politik mendapat perhatian khusus dan menurut Ruth McVey inilah kunci yang membuat PKI mempesona banyak orang.Setelah berhasil melakukan konsolidasi dengan menyatukan unsur-unsur yang setuju pada garis kebijakan baru partai. Seleksi dan perekrutan anggota dirapikan. Di tengah sistem pendidikan nasional yang belum berkembang.com 58 . jumlah sekolah dan guru yang terbatas. Namun elemen yang paling penting dalam konsolidasi partai adalah tumbuhnya komunitas yang berpusat pada organisasi partai. Analisis Marxis. Buletin PKI Djawa Timur di Surabaya. yang diajarkan di sekolah dan kursus politik milik partai tidak hanya menawarkan isi tapi juga cara ”berilmu” baru. Perluasan pendidikan ini dibarengi dengan berlipat gandanya kegiatan penerbitan. Pada saat bersamaan diberlakukan juga asas demokrasi di mana kader bisa menyuarakan perbedaan pendapat dan kritik sehingga tidak terakumulasi menjadi faksi seperti terjadi pada masa sebelumnya. Organisasi secara konkret membantu anggota menghadapi masalah. dan Lombok Bangun di Mataram. kegiatan pendidikan yang diselenggarakan PKI di berbagai tingkat seperti menjadi jalan menuju modernitas. Orang yang bertanggung jawab melakukan tugas berat ini adalah Sudisman. studi ekonomi politik. Cabang-cabang partai mempunyai penerbitan sendiri seperti Suara Ibukota di Jakarta. PKI berhasil membangun komunitas-komunitas berbasis solidaritas dalam masyarakat yang penuh ketegangan dan pertentangan. Kantor partai adalah tempat yang hidup dan para pengurusnya adalah orang yang aktif dalam komunitas. mulai dari tekanan politik pihak lawan sampai urusan sehari-hari seperti melahirkan dan kematian. http://serbasejarah. Harian Rakjat. sejarah masyarakat. yang semula terbit terbatas untuk kader dan anggota partai.

Angkatan Darat dan kekuatan antikomunis kini melihat PKI sebagai ancaman nyata. Ancaman bahwa PKI akan berhasil menguasai pemerintah melalui pemilihan umum dan perjuangan parlementer membuat lawan politiknya diam-diam mensyukuri Demokrasi Terpimpin.wordpress. dan aksi subversi. Jarak dengan massa mulai terasa. usaha putsch atau persekongkolan untuk menyingkirkan pemimpin nasional. Semua ini berubah pada awal 1960-an. sekalipun jumlah anggota partai semakin bertambah. Ketegangan sosial dan politik meningkat karena perekonomian memburuk.com 59 . Tidak mengherankan jika Soekarno melihatnya sebagai sekutu penting untuk mengimbangi tekanan pihak militer. PKI mulai memasuki gelanggang politik baru. Sejak 1951 Aidit menitikberatkan perjuangan partai melalui jalan parlemen. meminjam istilah sejarawan Jacques Leclerc. Dengan strategi front nasional PKI berhasil menciptakan ruang yang memudahkan konsolidasi partai. jika sasarannya adalah sekutu dalam front nasional. Jarak pemimpin dengan massa semakin terasa. Itu membuat PKI seperti ”raksasa berkaki lempung”. Bagi mereka menjadi anggota partai adalah jalan mengamankan posisi dalam birokrasi dan membangun perlindungan diri menghadapi http://serbasejarah. Seruan Aidit untuk memperkuat barisan partai dengan menambah jumlah anggota tidak hanya disambut oleh rakyat di kampung dan desa yang melihat PKI sebagai pintu menuju modernitas dan kemakmuran. Komunitas yang tumbuh di sekeliling organisasi partai kini terpusat pada mobilisasi dan semakin banyak pertimbangan survival yang melandasi kebijakan partai. pengacauan informasi. Tekanan berbagai pihak membuat keputusan-keputusan penting semakin terpusat di tangan segelintir pimpinan. tapi juga para pejabat dan mereka yang dalam analisis sosial PKI disebut kabir alias kapitalis birokrat. Sepanjang 1950-an PKI praktis tidak pernah ”bermain di luar jalur” seperti halnya partai-partai yang bertualang dengan terlibat aksi pemberontakan di daerah-daerah. Para ahli psychological warfare dalam maupun luar negeri sementara itu meramaikan suasana politik dengan desas-desus. petani diminta menahan diri agar tidak mengambil alih lahan.Perkembangan pesat ini hampir tidak mendapat hambatan berarti. Buruh dilarang mogok.

kata yang lebih tepat adalah tragedi. PKI sebagai partai sudah terlalu lamban untuk mengikuti dinamika yang berlangsung cepat. Selama September 1965 tidak ada lagi rapat Politbiro. Aidit bersama sejumlah pemimpin partai terseret dalam gelap politik klandestin. Aidit pun terkucil dari Comite Central dan kawan-kawannya sendiri. agen ganda.wordpress. http://serbasejarah. Ada yang menyebutnya pengkhianatan. Ada juga yang bilang petualangan. dan tipu daya. Bagi saya. Di tengah keadaan ini Aidit mendengar berita tentang Dewan Jenderal yang berencana menggulingkan pemerintahan Soekarno. Keadaan menuntut ketangkasan politik. Ketika keputusan menentukan harus diambil dalam hitungan hari dan jam.com 60 .pergulatan sosial yang kadang berlangsung keras dan penuh konflik. PKI pun tumbuh menjadi tubuh besar yang lamban dan tidak lagi tangkas menghadapi perubahan.

seperti tersaji di film berdurasi 271 menit itu. ”Saya tidak merasa sukses memainkan peran itu.” ungkap mantan Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta ini. menjadi sumber visualisasi tentang sosok Aidit. ”Tadinya saya ingin memberikan perwatakan yang lebih utuh. Jenazah Yani yang masih hangat lantas digeret keluar oleh para pelaku. memborehkan jejak darah yang berlimpah-ruah di permukaan ubin. http://serbasejarah. Bagaimana gayanya berbicara. Malam Jumat Pahing. bagaimana ekspresinya saat berpikir. Ada saat Aidit hanya disorot dengan close-up pada gerak bibirnya. Noer adalah Aidit yang penuh muslihat. termasuk caranya mengepulkan asap rokok. budayawan yang kala itu wartawan majalah Tempo. Itulah pertama kalinya masyarakat bisa menyaksikan rekaan wajah Aidit dengan jelas melalui interpretasi Syu’bah Asa.*** Wajah Aidit di Seluloid *** Film Pengkhianatan G-30-S/PKI.” kata Syu’bah. 30 September 1965. ”tapi Arifin bilang tak perlu karena dia hanya butuh beberapa ekspresi saja. saat ia menyebutkan hari-H dari sebuah operasi rahasia. ”Kita tak boleh terlambat. Peristiwa malam Jumat Pahing yang kelak dikenal sebagai Gerakan 30 September itu direka ulang lewat film kolosal Pengkhianatan G-30-S/PKI (1982). untuk beberapa lama. Sebutan itu keluar dari mulut Dipa Nusantara Aidit. Aidit hasil tafsiran sutradara Arifin C. pada saat Aidit muncul di layar. Ketua Partai Komunis Indonesia. BERONDONGAN peluru Cakrabirawa merangsek ke tubuh Letnan Jenderal Achmad Yani pada malam Jumat Pahing.com 61 . putranya menyaksikan dari bawah meja setrika dengan wajah pasi. yang didapuk Arifin sebagai sang gembong PKI.” ujarnya kesal saat ada anggota Politbiro lain menyangsikan eksistensi Dewan Jenderal dan rencana mereka untuk melakukan kup terhadap Presiden Soekarno.” Maka. yang tersodor adalah fragmen-fragmen seperti mata yang mendelok-delok marah atau gaya merokok yang menderu-deru gelisah.wordpress. Adalah Syu’bah Asa. Saat tubuhnya terempas membentur pintu. terutama ketika menunjukkan strategi yang tengah dirancang.

Amarzan. yang menjadi direktur artistik film. ketika besoknya syuting dilakukan. Syu’bah kembali mengunjungi Amarzan. penyair yang mengenal Aidit secara pribadi. Jawa Barat.” Danarto menandaskan. sebetulnya Amarzan sempat terlibat atas ajakan Arifin dan Danarto. ”Setelah berbulan-bulan melakukan riset. Semua karismatis di mata dia. http://serbasejarah. Bahan riset minim. Ketika film itu selesai. Apa saja informasi penting yang ia dapatkan? ”Amarzan bilang dia sudah bertemu pemimpin komunis dunia seperti Mao Tse Tung dan Ho Chi Minh.” katanya. Syu’bah sempat ketiduran.” Di awal proses preproduksi. Sepanjang malam mereka berdiskusi di Wisma Tempo Sirnagalih. ”Kecapekan.Tapi ia tak kecewa karena sejak awal tahu bahwa sosok Aidit dibutuhkan hanya sebagai pengimbang. Maka. Tidak seperti sekarang. ”Sulit untuk menggambarkan sosok seorang Aidit.” tuturnya. selain dengan penafsirannya sendiri atas skenario yang ditulis Arifin. Megamendung. Belum lagi menyangkut akses untuk mempelajari karakter Aidit yang sangat terbatas.wordpress. ”Apalagi itu film propaganda.” ujar sang penyair seperti diulangi Syu’bah. Belakangan ia mengundurkan diri setelah sarannya tidak banyak didengar. 66 tahun.” Namun. Danarto pun tak bertahan lama dalam pembuatan film yang digarap selama dua tahun dengan melibatkan lebih dari 10 ribu pemain figuran itu. Ada jurang besar yang tak terjembatani. saya akhirnya juga mengundurkan diri sebagai art director karena soal honor. ”Dari informasi itulah saya tafsirkan ke dalam gerak wajah. Syu’bah mendalami tokoh yang akan diperankannya melalui diskusi intens dengan Amarzan Ismail Hamid.” ujar Syu’bah. dan akses ke keluarga almarhum saat itu tak ada.com 62 . ”Buruk. Tapi Aidit tidak. Semua yang ada di dalamnya dibuat berdasarkan keinginan sang pemesan.” tuturnya. ”Saya memberikan masukan tentang setting suasana rapat-rapat PKI dan suasana pada waktu itu. bukan tokoh utama yang menjadi alasan film itu dibuat.” ungkap Syu’bah. menanyakan pendapatnya tentang peran yang ia mainkan. menyatakan memang itu bukan peran yang gampang. ”Waktu itu tidak mungkin menghubungi keluarga Aidit. yang dihubungi wartawan Tempo Arti Ekawati.

Bujet film ini sendiri tercatat Rp 800 juta, yang menjadikannya sebagai film termahal di awal 1980-an. lll EMBIE C. Noer, yang bertindak sebagai direktur musik film itu, ingat kata-kata Arifin saat mendeskripsikan film yang akan mereka buat dengan sangat singkat, ”Ini film horor, Mbi.” Bagi Embie, frasa sependek itu cukup menjadi dasar baginya untuk mengembangkan tafsir bebunyian. ”Saya bukan cuma adiknya atau krunya, melainkan juga anaknya sekaligus muridnya sejak dia masih muda,” tutur Embie. ”Karena itu, yang sama-sama kami pahami adalah Aidit sebagai sebuah diskusi politik ketimbang sebagai rekonstruksi fakta yang debatable.” Contoh kecil yang menunjukkan itu, antara lain, adegan Aidit merokok yang dianggap menyimpang dari kebiasaan Aidit sebenarnya yang tidak merokok—seperti diyakini sang adik, Murad Aidit. ”Adegan itu justru menegaskan Mas Arifin sedang tidak merekonstruksi fakta, melainkan menyodorkan sebuah diskusi politik,” kata Embie. Ia prihatin melihat pelbagai diskusi yang muncul saat itu tentang pencitraan Aidit, dan film itu secara umumnya, yang hanya ditakar dari sisi estetika, bukan secara substantif. ”Banyak yang gagal membaca film ini,” keluh Embie. Dalam wawancaranya dengan majalah ini 23 tahun silam, Arifin mengatakan bahwa niatnya membuat film ini adalah sebagai ”film pendidikan dan renungan tanpa menawarkan kebencian” (Tempo edisi 6/14, 7 April 1984). Berkaitan dengan tugasnya untuk memberi tafsir musikal pada film itu, Embie berkeyakinan bahwa ranah politik Indonesia, sampai detik ini, adalah konsep budaya Barat dengan para pionir seperti Ronggowarsito untuk sastra dan metafisika serta Raden Saleh untuk estetika. ”Maka saya meramu suling bambu, tape double-cassette, keyboard, dengan semangat budaya pseudo-modern,” ujarnya. Perdebatan yang sempat muncul mengenai sosok Aidit dalam film itu, seingat Jajang C. Noer, tak sampai menggelisahkan suaminya. ”Dia sangat excited ketika melihat hasil akhirnya,” tutur Jajang.

http://serbasejarah.wordpress.com

63

Bagi Jajang, proses persiapan bahan untuk sosok Aidit adalah saat yang sibuk sekaligus mencemaskan. Mereka sibuk membuat kompilasi dari pelbagai bahan tertulis. Itulah yang diolah Arifin menjadi sebuah skenario. Yang membuat cemas, tim Arifin hanya memiliki satu foto Aidit, ketika sang figur berada di sebuah acara di Istora. Rumitnya lagi, foto itu pun tak begitu jelas. Persoalan menjadi sedikit lebih mudah setelah mereka berhasil mendapatkan sebuah pasfoto Aidit yang lebih jelas. ”Ternyata bentuk fisik Aidit tak sebesar yang kami bayangkan semula,” ujar Jajang. ”Dari pasfoto itulah Mas Arifin punya kesan bahwa Aidit terlihat mirip Syu’bah. Bukan pada kepersisan wajah, tapi pada wibawa.” Jajang mencontohkan, pencarian pada ”kemiripan wibawa” ketimbang kemiripan wajah juga menjadi pertimbangan utama saat mencari pemeran Bung Karno, yang akhirnya jatuh pada Umar Kayam. Sudah selesaikah persoalan? Ternyata belum. Jajang mengungkapkan, mereka masih kesulitan mendapatkan ciri atau gestur khusus Aidit, meski sudah mencari informasi ke Subandrio dan Syam Kamaruzzaman. ”Satu-satunya tambahan informasi yang muncul adalah bahwa Aidit itu dandy. Bukan dalam pengertian genit, tapi pada gaya busana. Dan di situlah repotnya,” Jajang terkekeh sejenak. ”Syu’bah nggak bisa dibilang dandy.” Ihwal Aidit yang merokok itu, Jajang punya jawaban lain. Saat itu Arifin merasa merokok sebagai representasi dari The Thinker. ”Secara visual terlihat lebih bagus penggambaran seseorang yang berpikir keras itu lewat rokoknya,” ulas Jajang. ”Itu sebabnya ada adegan di mana layar hanya dipenuhi asap rokok sebagai metafor sumpeknya suasana politik Indonesia.” Dengan segala pro-kontra yang muncul akibat film Pengkhianatan G-30-S/PKI, satu hal yang tak bisa disangkal adalah generasi yang lahir pada 1970-an dan sesudahnya mendapatkan satu-satunya gambaran tentang sosok Aidit secara jelas hanya dari film itu. Setelah Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 1998, buku tentang Aidit kemudian bermunculan, termasuk yang ditulis oleh mereka yang mengenalnya lebih dekat.

http://serbasejarah.wordpress.com

64

*** Sajak Pamflet Sang Ketua ***
D.N. Aidit berhasrat juga menjadi penyair. Tapi puisinya pernah ditolak HR Minggu.
TELEPON kantor Harian Rakjat di Jalan Pintu Besar Selatan Nomor 93, Jakarta Pusat, meraung-raung pada suatu Sabtu malam, sekitar awal 1965. Dipa Nusantara Aidit, Ketua Comite Central Partai Komunis Indonesia, mencari ”orang yang bertanggung jawab” atas seleksi puisi di HR Minggu, lembar kebudayaan yang berbeda isi, bahkan logonya, dengan Harian Rakjat edisi reguler. Telepon itu disambut Amarzan, redaktur yang memang ditugasi menyeleksi kiriman puisi. ”Apakah sajak-sajak saya sudah diterima?” terdengar Aidit di seberang telepon. ”Sudah.” ”Jadi, dimuat dalam edisi besok?” Setelah berpikir sejenak, Amarzan menjawab, ”Tidak.” ”Maksudnya?” ”Ya, tidak dimuat” ”Mengapa tidak dimuat?” ”Menurut saya, belum layak dimuat.” Hening. Lalu brak! Telepon dibanting. Amarzan, ketika itu 24 tahun, baru dua tahun menjadi redaktur. Ia paham, menolak puisi Aidit bisa menjadi perkara besar. Sejam kemudian, telepon kantor kembali berdering, masih mencari Amarzan. Kali ini dari Njoto, Wakil Ketua II CC PKI sekaligus Pemimpin Redaksi Harian Rakjat. Dengan nada kalem, Njoto bertanya apakah benar Amarzan menolak memuat sajak-sajak kiriman Aidit. Amarzan membenarkan. ”Bung yakin akan pendapat Bung?” Njoto bertanya.

http://serbasejarah.wordpress.com

65

” ”Tak ada hal-hal lain yang bisa dipertimbangkan?” ”Tidak. Hasan Raid. sajak Aidit kerap muncul di Suara Ibukota. sajaknya Raja Naik Mahkota Kecil. bahkan dalam sajak yang sangat personal sekalipun. Udara hari ini cerah benar pemuda nyanyi nasakom bersatu gelak ketawa gadis remaja http://serbasejarah. Aidit menggunakan puisi sebagai media untuk berkomentar atas peristiwa aktual yang ia lihat dan dengar. saya mendukung keputusan Bung.” ”Baik. Amarzan lupa puisi Aidit mana yang ia tolak ketika itu. gajinya Rp 525 per bulan. Sajak-sajak di kedua koran itu kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam antologi Lumpur dan Kidung. Ketika itu. menggantikan Jenderal Abdul Harris Nasution. dengan gaya menyeru dan berpe_tuah.” katanya. tiga pekan lalu.”Yakin. sebuah koran politik Jakarta yang diasuh seorang aktivis PKI. Sayang. Aidit lumayan banyak menulis puisi. kini 66 tahun. saya akan keluar. Tadinya ia menyangka Njoto bakal memaksanya memuat sajak-sajak Aidit itu.wordpress. Sajak-sajaknya hampir seluruhnya berisi puji-pujian kepada partai. dari 1946 sampai 1965. Kalau begitu. Menurut Amarzan. Baca. yang ditulis pada 23 Juni 1962 untuk menyindir pengangkatan Letnan Jenderal Ahmad Yani sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. ”Jika itu terjadi. ia menolak puisi Aidit justru karena ingin menyelamatkan ”martabat” sang Ketua.com 66 . atau anjuran revolusi. Selain di Harian Rakjat itu. misalnya. cukup untuk makan dua pekan di masa beras sulit dan apa-apa harus mengantre.” Plong. ”Puisinya sejenis puisi poster.” katanya mengenang ”insiden telepon” itu.

kebimbangan. dan mengabdi kepada buruh dan rakyat.mendengar si lalim naik takhta tapi konon mahkotanya kecil Sajak empat kuplet ini ditutup dengan stanza: Ayo. Hay Djoen sendiri menulis prosa memikat dengan nama samaran Ira Iramanto atau Samandjaja. yang ditulisnya pada 14 Februari 1961.” katanya. Aidit membual: ”Chairil itu.” tulis Sobron dalam Aidit (2003). Kredo ini menjadi semacam tren yang dianut para penulis ”berhaluan kiri”. juga berpendapat demikian. kalau masih hidup. Ia sendiri. Chairil dan Sobron pada 1949 pernah satu kos di Jalan Gondangdia Lama Nomor 2.” Sobron sendiri saat itu kerap mengirim cerpen ke beberapa koran dan majalah sastra. Bekas pejabat PKI itu mengenang.N. Butir-butir airmata membasahi koran pagi/ Orang hitam berhati putih itu/ dibunuh siputih berhati hitam! Aidit sendiri pernah sekali menulis pada 1964 bahwa sastra itu harus bertanggung jawab. pasti berpihak pada PKI. Tapi laki-laki yang masih gesit di usia 78 tahun itu mengaku tak pernah menggubrisnya. bulan. secara pribadi menganggap puisi tak selalu harus begitu. Amarzan. mati dibunuh agen rahasia Amerika. sebulan setelah Patrice Émery Lumumba. meski tak mau jadi PKI. bisa saja menulis puisi tentang cinta. dan laut. sebagai penyair. Aidit—sekali waktu pernah bercerita bahwa abangnya sesungguhnya mengagumi sajak-sajak Chairil Anwar. Jakarta Pusat. ”Buat apa? Jelek. CIA. berkepribadian nasional. Aidit kemudian kerap http://serbasejarah. ”Abangku ini ternyata banyak tahu soal-soal teori sastra mutakhir. Aidit kerap mengkritik cara adiknya itu menulis. sebagai redaktur HR Minggu. Oey Hay Djoen. maju terus kawan-kawan/ Halau dia ke jaring dan jerat/ tangkap dia dan ikat erat/ hadapkan dia ke mahkamah rakyat! Atau baca: Yang Mati Hidup Kembali. ia sering dikirimi sajak oleh Aidit untuk dimintai pendapat. Sobron Aidit—adik D. pemimpin gerilya rakyat Kongo. bekas anggota parlemen dan Dewan Pakar Ekonomi PKI.wordpress. Tak hanya Amarzan yang menganggap puisi-puisi Aidit jelek. Mengetahui adiknya berkawan dengan penyair terkemuka Indonesia itu.com 67 .

dan M. Sudisman. Alimin. Ketika tersebar kabar Aidit meninggal. 23 November 1965. Dostoyevsky. Ho Chi Minh malah punya kumpulan sajak yang diterjemahkan ke berbagai bahasa. yang terjemahan Indonesianya kira-kira: Di jendela dingin berdiri reranting jarang beraneka bunga di depan semarak riang apa hendak dikata kegembiraan tiada bertahan lama di musim semi malah jatuh berguguran. Prison Diary. bagi Aidit. Mao Zedong menulis sajak belasungkawa yang dimuat di sebuah koran Tiongkok.wordpress.H. dan Chekov kepada Sobron. Sebab. banyak pemimpin partai komunis di Asia yang pandai menulis sajak. http://serbasejarah. Para pemimpin PKI lainnya—Njoto. Barangkali menulis puisi.com 68 .meminjamkan buku-buku penulis Rusia seperti Tolstoi. hanya semacam gaya seorang pemimpin partai. Lukman—juga menulis sajak. Mao Zedong menulis sajak.

Tapi.N. ”Kita bisa lebih mengenal sosok Aidit dari sudut pandang personal. Aidit kali ini disebut sebagai kakak yang sempurna. ”Bang Amat. mengandalkan jaringan pertemanannya di luar negeri.N.” Ia mencontohkan saat meminta uang biaya pernikahan. Iba menuliskan. kata sejarawan Asvi Warman Adam. yang belum beredar di Indonesia. yang http://serbasejarah.” Murad Aidit menuangkan kesaksiannya terhadap sang kakak dalam buku Aidit Sang Legenda. kukagumi. ia sama sekali tak diberi.Setelah Keluar dari Laci Penulis Puluhan buku menyajikan aneka versi tentang sosok D. adik sepupu Aidit. Iba menyebut sang ayah dalam buku Ibarruri Putri Alam yang terbit tahun lalu sebagai ”manusia yang paling kucintai”. Adalah Aidit yang mendapatkan obat itu. Sobron Aidit. juga menulis beberapa buku. pada saat yang lain. Aidit kurang memperhatikan segala kesulitan yang ia hadapi. di era reformasi. putri tertuanya.” Ketika mendengar berita kepastian tewasnya sang Ayah.” begitu Murad memanggil Aidit. D. Kendati sudah mulai ditulis belasan tahun lalu. buku-buku itu hanya teronggok di laci penulis. Ia melukiskan Achmad Aidit alias Dipa Nusantara Aidit sebagai aktivis yang habis-habisan membesarkan partai palu arit. Buku-buku dari lingkaran terdalam keluarga Ketua Comite Central Partai Komunis Indonesia itu tak mungkin bisa kita baca sepuluh tahun lalu. aku tiba-tiba kehilangan manusia yang paling kucintai. ”adalah kakak yang sungguh tak dapat diharapkan. Aidit dan PKI adalah kesatuan yang tak mungkin dipisahkan. Tak cuma Murad. Cerita pun mengalir. Kini. misalnya. Begitu pula Ibarruri.com 69 . Inilah sepenggal kisah haru-biru hubungan kakak-beradik yang ditulis dalam buku 264 halaman yang terbit dua tahun lalu. Begitu sibuknya.wordpress. Ayah yang baik hingga politikus oportunis. Aidit. Dokter memberi Murad obat TBC terbaru dari Swiss. ”Di masa aku remaja. rasa kesal dan benci kepada Bang Amat tandas ketika Murad tergolek lemah akibat TBC.

Buku tersebut bahkan memuat informasi bahwa Aidit terkucilkan dari peristiwa besar G30S/PKI. Tak hanya tulisan saudara dan anak—yang jelas lebih banyak memunculkan sosok manusia Aidit dan dibumbui emosi karena kedekatan pada sang tokoh—tapi juga penulis atau peneliti yang tak ada hubungan apa pun dengan Aidit. Maka Aidit meniupkan isu adanya Dewan Jenderal yang akan melakukan kudeta. buku-buku yang berusaha ”membersihkan” sosok Aidit bebas beredar.” tulis Budi dan Yani.menjadi teladan dalam cita-cita. Menyingkap Tabir Keluarga Aidit (2005) karya Budi Kurniawan dan Yani Andriansyah boleh dikelompokkan dalam buku yang tak boleh terbit di masa Orde Baru. Dalam buku itu. http://serbasejarah. Suatu kali di masa kecil. Buku ini menyebut Aidit sebagai sosok yang amat dekat dengan Soekarno.” Kebanyakan buku yang terbit di era Orde Baru memperkenalkan Aidit sebagai sosok yang pantas dimusnahkan. Buku Menolak Menyerah. yang mengakibatkan terputusnya komunikasi. Ia bahkan dituding sebagai sosok yang menyaring informasi yang akan disampaikan kepada Presiden. Jenderal Franco. ia pernah menangis. Aidit pula yang memerintahkan penangkapan para jenderal. ”Yang terjadi adalah peristiwa di luar skenario Aidit. Meski memuji setinggi langit sang ayah. Dolores Ibarruri. Sejak Soeharto tumbang. Dolores terkenal dengan aksi menentang diktator Spanyol. Iba menyebut Aidit sebagai ayah yang tak mengerti merawat anak. Buku Pergolakan Politik Tentara Sebelum dan Sesudah G30S/PKI yang ditulis Todiruan Dydo pada 1989 menyebut Aidit sebagai pemimpin partai licik dan oportunis yang khawatir Angkatan Darat akan berkuasa setelah Soekarno meninggal. ”Terjadi penyingkiran ke Halim. Ketika itu. tak ada kesan dalang pembunuhan kejam dan bengis—sifat yang tertanam pada sebagian besar benak orang Indonesia karena dijejali buku-buku sejarah yang memojokkan Aidit—pada sosok politisi yang dikenal dekat dengan Soekarno ini.wordpress.” Ibarruri adalah nama pemberian Aidit yang diambil dari nama pemimpin gerakan Komunis Internasional asal Spanyol. Aidit dituding sebagai orang yang selalu menjelek-jelekkan tentara di hadapan Soekarno.com 70 . Aidit yang tak tahu kenapa anaknya menangis terus memberi minum hingga perutnya kembung. dan memanfaatkan kedekatan itu untuk kepentingannya sendiri.

kalau sudah tercapai di Indonesia. Buku Sejarah Nasional Indonesia. Ini tak jauh berbeda dengan buku-buku pelajaran sekolah yang memuat versi pemerintah Orde Baru. Pro-kontra berakhir setelah Wakil Perdana Menteri Chaerul Saleh memerintahkan semua pihak menghentikan polemik pidato tersebut.” demikian buku ini mengutip konstitusi PKI yang merupakan ide Aidit. D. D. maka Pancasila tak lagi dibutuhkan sebagai alat pemersatu. ”Seperti disambar geledek di siang bolong. Dituliskan bahwa Aidit sebenarnya baru akan merencanakan kudeta pada 1970.” tulis Soegiarso. Aidit digambarkan sebagai sosok yang anti-Tuhan.Presiden tidak bisa mengandalkan informasi intelijen karena dalam kalangan tentara sendiri terjadi kesimpang-siuran akibat penyusupan orang-orang PKI.com 71 . Soetopo Soetanto dalam kumpulan tulisan Kewaspadaan Nasional dan Bahaya Laten Komunis menyebutkan kelihaian Aidit memanfaatkan tentara untuk membunuh para jenderalnya sendiri. Namun dokumen yang berisi instruksi agar seluruh pimpinan PKI bersiap memuluskan rencana itu bocor. Koran-koran berhaluan komunis memproklamasikan Pancasila tanpa sila pertama. Moeljanto dalam Perlawanan Pers Indonesia BPS Terhadap Gerakan PKI menceritakan buntut panjang pidato Aidit itu. Aidit yang ketahuan belangnya menjadi sangat marah. Jakarta. berbagai golongan mengecam Aidit. Dalam Rangkaian Peristiwa Pemberontakan Komunis di Indonesia. Aidit adalah dalang G30S/PKI. Aidit pun sempat mengatakan bahwa pidatonya dipelintir harian Revolusioner. Inilah yang membuat Aidit mempercepat kudeta menjadi 1965. padahal ia tidak bermaksud mengatakan bahwa Pancasila tak lagi diperlukan. Pers pun terbelah.N.” begitu tertulis dalam buku keluaran Lembaga Studi Ilmu-Ilmu Kemasyarakatan. jelas-jelas menyebut PKI dan Aidit http://serbasejarah. Aidit berkata bahwa sosialisme. Pemimpin Politbiro PKI ini pun memerintahkan infiltrasi ke tubuh militer. Para tentara yang sebelumnya memiliki latar belakang PKI didekati dan dipakai untuk melancarkan kudeta 1965.N.S.wordpress. misalnya. Demikian buku kontroversial Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai yang dikarang Soegiarso Soerojo pada 1988. ” Bahwa cara kerja PKI harus konspiratif. Tribuana Said dan D. ”Juga dalam kesempatan berpidato di depan peserta Pendidikan Kader Revolusi 1964.

http://serbasejarah. Aidit mengemukakan prinsip dan pilihan hidupnya kepada Murad. Kita harus menjadi pahlawan bangsa.sebagai dalang tunggal peristiwa 1965. Dalam suatu kesempatan. Buku yang antara lain dikarang oleh Nugroho Notosusanto itu menuai kontroversi karena menghujat Soekarno dan menyanjung Soeharto sebagai penyelamat bangsa. juga buku-buku pelajaran lain. Ia tak akan pernah tercatat sebagai pahlawan. digambarkan sosok Aidit yang kejam. Pahlawan keluarga itu terlalu sederhana dan amat egois. Di buku itu. ”Kau tahu. bengis.wordpress.com 72 . ucapan Aidit ini tak berujung sebagaimana yang ia harapkan.” Kita tahu. dan tak percaya pada Tuhan alias ateis. aku memang tidak akan menjadi pahlawan keluarga.

Aidit dalam Bingkai Nawaksara Oleh: Asvi Warman Adam. Peneliti LIPI Pertanyaan seberapa besar atau seberapa kecil peran Aidit dalam Gerakan 30 September mengimplikasikan bahwa ia terlibat dalam manuver politik tingkat tinggi tahun 1965.wordpress. Ladislav Bittman. dan adanya oknum-oknum yang tidak benar. Mana yang lebih menentukan.com 73 . Sebelum meletusnya Gerakan 30 September. PKI. Menurut Soekarno. Dalang peristiwa itu lebih dari satu. Peristiwa yang begitu kompleks tidak mungkin dilakukan satu orang. konon agen asal Cek. dokterdokter Cina telah keluar-masuk Istana Presiden. yakni Soekarno. Apakah yang dituju Soekarno adalah Soeharto (yang pada masa awal beraliansi dengan Nasution)? Atau termasuk juga Untung dan Latief? ”Keblingernya” Aidit disebabkan situasi yang sangat meruncing saat itu. Angkatan Darat. sedangkan PKI mendominasi dukungan massa. pihak asing atau unsur dalam negeri? Pimpinan PKI yang ”keblinger” itu adalah Biro Chusus yang diketuai langsung Aidit di mana Sjam Kamaruzzaman boleh dikatakan direktur eksekutifnya. sungguhpun arsip yang terbuka belakangan memperlihatkan bahwa Inggris dan Australia juga mendukung sepenuhnya gebrakan membasmi komunis. Rumusan ”oknum yang tidak benar” itu konon penghalusan dari ”jenderal yang tidak benar”. kekuasaan terpusat pada tiga pihak. Soeharto. Kalau digunakan matematika sederhana. Versi-versi dalang peristiwa tersebut yang selama ini bersifat tunggal (PKI. Proses penulisan pidato Nawaksara itu sendiri perlu diteliti karena Soekarno meminta masukan dari beberapa tokoh. Soekarno. peristiwa itu merupakan pertemuan tiga sebab: keblingernya pimpinan PKI.33 persen. dan Angkatan Darat (AD). Kalau saat http://serbasejarah. andil masing-masing pihak yang disebut dalam pidato Nawaksara itu 33. terlibat) dan RRC. Namun dalam kategori pihak asing itu tentu tidak dapat diabaikan peran Uni Soviet (termasuk Pakta Warsawa. Tulisan ini mencoba mengelaborasi persentase tersebut. subversi Nekolim. Nekolim (Neokolonialisme) tentu mengacu kepada Amerika Serikat (AS). dst.) tak luput dari kritik. Arsip Jepang mengenai tahun 1965 juga perlu diperiksa. satu kelompok. Menjelang peristiwa itu. AD menguasai senjata. sehingga analisis Bung Karno sebagaimana disampaikan dalam pidato Nawaksara tahun 1967 dianggap lebih tepat. CIA. atau satu golongan saja.

Bila mereka dipecat atau dipermalukan. Para Jenderal itu akan diculik dan dihadapkan kepada Bung Karno. Bahkan Soekarno dan Hatta pada hakikatnya pernah diculik oleh pemuda sehari sebelum Proklamasi. serta beredarnya dokumen Gilchrist dan Dewan Jenderal. niscaya partai komunis akan menang. ketika terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap Menteri Negara Otto Iskandar di Nata.itu diadakan pemilu. Kondisi perekonomian yang terpuruk. ancaman kudeta tidak terjadi lagi dan selanjutnya pihak kiri tentu dapat meminta kursi pimpinan departemen kepada Presiden. konfrontasi dengan Malaysia dan agitasi terhadap pihak asing (AS dan Inggris).wordpress. Dalam konteks ini. Bung Karno sendiri tidak pernah memberikan kesempatan kepada elite komunis memimpin departemen kecuali jadi menteri negara. Konsep culik sudah dipraktekkan sejak Desember 1945. Sebab itu kekuatan antikomunis seperti Jenderal Suhardiman mengupayakan Soekarno menjadi presiden seumur hidup agar status quo tetap terjaga. Kekuatan Soekarno selain dukungan masif dari rakyat juga terletak pada kemampuan menjaga perimbangan politik. Rapat antara motor Biro Chusus PKI. http://serbasejarah. PM Sjahrir juga pernah diculik walaupun kemudian ia kembali dengan selamat. anggota komando khusus TNI AD telah menculik beberapa orang aktivis. Karena itu. Sebelum akhir pemerintahan Soeharto. menyebabkan semua pihak bersiaga. suasana politik yang kian panas karena konflik tanah dan kebudayaan. PKI tidak punya senjata untuk makar. Pada 1980. Pidato tersebut mendapat penentangan dari kelompok yang kemudian dikenal sebagai Petisi 50. yakni culik. Presiden akan terguling dan selanjutnya PKI akan dibasmi. Ia akhirnya jatuh karena keseimbangan itu patah setelah meletus Gerakan 30 September. AD dapat mengkudeta Soekarno namun tidak akan didukung rakyat dan dunia internasional. Soeharto berpidato bahwa ia tidak segan memerintahkan untuk menculik seorang anggota MPRS bila mereka mencoba mengubah UUD 1945. Sjam (pihak sipil) dengan Untung dan Latief (unsur militer) memilih cara yang ”lazim” dalam sejarah revolusi Indonesia.com 74 . Soekarno juga menolak usulan pembubaran Himpunan Mahasiswa Islam oleh mahasiswa kiri. bila AD mengambil langkah lebih dulu dan berhasil. manuver Dewan Jenderal (yang keberadaannya dipercayai sang ketua) harus dicegah.

satu menit pun sangat berharga. sedangkan Soeharto sangat diuntungkan. Dalam peristiwa 1965 itu Soekarno adalah pihak yang dirugikan karena selanjutnya ia kehilangan jabatannya. Persiapan militer tidak dilakukan secara besarbesaran karena tujuannya bukan menguasai ibu kota. Siapa yang diuntungkan? Peran seseorang atau kelompok dalam suatu kegiatan berbanding lurus dengan keuntungan yang (akan) diperolehnya. Padahal.com 75 . Soekarno di pangkalan AU Halim Perdanakusuma memerintahkan agar mereka menghentikan gerakan.Karena misi utamanya hanya penculikan. Yang sangat dirugikan http://serbasejarah. Namun ternyata penculikan terhadap tujuh orang jenderal itu gagal. dalam percobaan kudeta. mungkin korban yang jatuh tidak banyak. tetapi membawahkan perwira yang lebih tinggi pangkatnya. Keblingeran keduanya adalah meneruskan gerakan dengan menyiarkan dokumen kedua (tentang pendemisioner kabinet Dwikora) dan dokumen ketiga (penyesuaian pangkat militer tertinggi menjadi letnan kolonel) setelah terjadi kevakuman enam jam pada tanggal 1 Oktober 1965. karena hanya tiga orang yang masih hidup ketika dibawa ke Lubang Buaya.wordpress. Kalau perintah Soekarno untuk menghentikan Gerakan 30 September itu dipatuhi. Keblingeran pertama dari Biro Chusus PKI adalah keterlibatan mereka dalam perencanaan penculikan. Ketika dilapori peristiwa ini. Kalau Soeharto yang membangkang perintah Presiden untuk datang ke Halim Perdanakusuma langsung dipecat oleh Soekarno tentu sejarah Indonesia akan berbeda. Ia yang selama ini kurang diperhitungkan berpeluang meraih puncak kekuasaan karena para seniornya telah terbunuh dalam satu malam. Terjadi kekalutan karena ternyata di dalam gerakan itu tidak ada satu komando yang dapat mengambil keputusan tunggal. gerakan itu dipimpin oleh Komandan Batalion Cakrabirawa. Dengan alasan menyelamatkan Presiden. maka dapat dipahami keanehan struktur Gerakan 30 September yang dipimpin seorang letnan kolonel. Sjam hanya koordinator antara Biro Chusus dan perwira militer. Kekurangan utama Soekarno adalah karena ia menganggap enteng seorang Mayor Jenderal Soeharto.

000 orang kader dalam sekali pukul saja. Angkatan Darat lalu akan menjadi seekor naga yang tidak berkepala dan akan mengikutimu. Soekarno kok mau dan membiarkannya. Polemik dalam bidang politik dan kebudayaan berganti dengan asas tunggal yang tidak membiarkan kritik. Kelompok kiri didorong untuk melakukan suatu gerakan sehingga ada alasan bagi AD untuk menumpasnya sampai habis.com 76 . Anehnya. Ekonomi berdikari berubah jadi ekonomi pasar yang bergantung pada modal asing dan utang. Mao: Baiklah. Politik luar negeri Indonesia menjadi lembek dan proBarat. Yang paling diuntungkan dari tragedi nasional tersebut tak lain dari Nekolim. lakukanlah apa yang saya nasihatkan kepadamu. 26 April 1966. Singapura. Jakarta. Dialog imajiner itu berbunyi: Mao: Kamu harus bertindak cepat. Mao: Di Shensi Utara saya membunuh 20. Aidit: Itu berarti membunuh beberapa ratus perwira. Pergantian Duta Besar Howard Jones dengan Marshal Green bulan Juni 1965 menandai perubahan rencana AS terhadap politik Indonesia. Selanjutnya Bung Karno akan beristirahat di danau angsa Cina. dan sekitar setengah juta orang terbunuh setelah peristiwa tersebut. seorang gadis cilik. empat perwira. Tulisan Fic bersumber dari harian The Straits Times. Tahun 1965 menjadi watersheet.wordpress. yang mengutip tulisan anonim di Harian Angkatan Bersenjata. 25 April 1966.pula adalah bangsa Indonesia secara keseluruhan karena enam jenderal. Terjadi perubahan drastis secara serempak dalam segala bidang. Skenario model AS itu lebih didukung arsip sejarah ketimbang imajinasi seorang profesor gaek bernama Victor Fic bahwa Mao Tse Tung menyuruh Aidit mengambil kekuasaan. Siapa http://serbasejarah. Aidit: Saya khawatir AD akan menjadi penghalang. habisi semua jenderal dan para perwira reaksioner itu dalam sekali pukul. pembatas zaman.

Menurut hemat saya. dan oknum yang tidak benar) tidak sama.penulis anonim di Jakarta itu? Menurut keterangan Salim Said yang saat itu wartawan pemula Harian Angkatan Bersenjata. faktor kedua. yakni Nekolim. Nekolim. sekretaris Adam Malik.E. Beijing. dan Harry Tjan Silalahi. harian tersebut memiliki versi bahasa Inggris. merupakan pemegang saham mayoritas. saya cenderung menganggap pemikiran Soekarno bahwa Gerakan 30 September adalah pertemuan dari tiga sebab merupakan analisis yang paling lengkap dari berbagai versi tunggal yang ada.com 77 . Andil ketiganya (keblingeran pimpinan PKI. Juga mereka memberikan bantuan dana Rp 50 juta kepada KAP (Komite Aksi Pengganyangan) Gestapu yang terbentuk setelah meletus Gerakan 30 September serta dipimpin oleh Subchan Z. arsip departemen luar negeri AS mengakui bahwa mereka memberikan daftar pengurus PKI di Indonesia kepada pihak AD melalui Adyatman. 19 September 2007 Semua tulisan bersumber dari : Majalah Tempo Edisi 32/XXXVI/01 – 7 Oktober 2007 http://serbasejarah. Apakah penerbitan itu bekerja sama dengan pihak AS dan Inggris? Yang jelas. Setelah membaca berbagai buku dan arsip.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful