Anda di halaman 1dari 39

JENIS-JENIS GANGGUAN JIWA

Iwan Arijanto, dr., MKes

I.Klasifikasi gangguan jiwa PPDGJ III / 1994-2004


Multi axial Axis I : gg.klinis & kondisi lain yg merup. fokus perhatian klinis Axis II : gg.keprib., RM Axis III: kondisi medis umum Axis IV: problem psikososial, lingkungan Axis V : penilaian global saat ini

Gangguan Jiwa : Sindroma/pola perilaku-psikologik seseorang yg scr klinis cukup bermakna & scr khas berkaitan dg suatu gejala penderitaan/hendaya dlm 1/lebih fungsi yg penting dari manusia

II. Axis I
F 00 09 Gg. Mental organik gg. Jiwa yg disebabkan oleh peny., cedera, rudapaksa otak disfungsi otak F 10- 19 Gg. Mental & perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif gg. Jiwa akibat penggunaan zat psikoaktif

F 20 29 Skizofrenia, gg. Skizotipal (axis II), gg. Waham gg. Psikotik F 30 39 Gg. Suasana perasaan perub. Suasana perasaan (depresi/elasi) +/- gejala psikotik

F 40 48 Gg. Neurotik, somatoform & yg berkaitan dengan stres


F 50 59 Sindr. Perilaku yg berhub dg gg.fisiologis & faktor fisik al. gg. Psikosomatik F 99 : Gg. Jiwa yg tdk ditentukan

Axis II
F 70 -79 Retardasi mental F 80 89 Gg. Perkembangan psikologis F 90 98 Gg. Perilaku & emosional dg onset pd ms anak & remaja

SKIZOFRENIA
Distorsi pikiran/persepsi yg khas Afek inappropiate/tumpul Kesadaran jernih, kemampuan intelektual tetap Prevalensi 1-1,5% dlm kel., 8% saudara kandung, 47% kembar identik (AS) =; onset tertinggi 15-25 th, 25-35 th; 90% ps berusia 15-55 thn

Diagnosa - Ada satu gejala berikut: a. Thought echo, Thought insertion/withdrawl, Thought broadcasting b. Waham yg aneh-aneh c. Halusinasi dengar mengomentari/membicarakan perilaku pasien

- Ada 2 gejala berikut ini dlm waktu 1 bln: d. Halusinasi2 lain e. Gg.bicara (inkoheren, neologisme,dll) f. Gg.perilaku (gaduh gelisah,stupor,negativisme,fleksibilitas serea,dll) g. Gejala2 negatif (apatis,penarikan diri,abulia,emosi tumpul,dll)

Prodromal (minggu-bulan): minat kerja/belajar , aktifitas sosial , perawatan badan , cemas, depresi SR. Paranoid, hebefrenik, katatonik tak terinci, residual, simpleks

Gangguan Waham
Waham kebesaran, kejar >>, halusinasi dengar +/- 3 bulan Onset usia pertengahan

Gangguan psikotik akut-sementara


Stresor akut / 2 mg gejala psikotik; sembuh sempurna dlm 2-3 bln; utk yg mirip SR 1 bln

Gangguan panik
Serangan panik, tiba2, tak terduga, berulang palpitasi, nyeri dada, tercekik, pusing, derealisasi/depersonalisasi, keringat , gemetar, rasa akan mati, takut gila, semutan Faktor genetik (+)

Gg. Cemas/anxietas menyeluruh


Cemas menyeluruh, menetap pikiran2 negatif (masa dpn buruk dll); ketegangan motorik (gelisah, gemetar, sakit kepala, tdk bs santai); hiperaktifitas otonom (keringat , palpitasi,dll) E/ stres kronis, >

Gangguan disosiatif / konversi


Kehilangan sebag./seluruhnya integrasi normal antara ingatan masa lalu, kesadaran identitas, penghayatan & kendali gerakan tubuh Psikogenik berkaitan dg trauma psikis masalah yg tak teratasi, problem dlm pergaulan) Onset & akhir mendadak, biasanya berlangsung mg bln Amnesia, fugue, stupor disosiatif; gg.trans (&kesurupan); gg. Motorik, konvulsi, anestesia, kehilangan sensorik disosiatif

Gangguan Somatoform keluhan gejala fisik berulang + permintaan pemeriksaan fisik biarpun tak ada kelainan
Gg. Somatisasi: - > , onset usia dws muda - ada ciri keluarga - kel gejala gg fisik bermacam2, berubah2, kronis ( 2 thn), berfluktuasi

Gangguan hipokondrik - = - preokupasi kemungkinan menderita 1/> gg. Fisik yg serius & progresif
Gangguan nyeri somatoform menetap ( psikalgia ) - nyeri dada, menyiksa, menetap, tanpa dasar kelainan fisik/fisiologis - latar belakang stresor psikologik (+)

Gangguan Suasana Perasaan Gejala pokok : perub. Suasana perasaan (depresi/elasi) + perilaku yg n , +/- gejala psikotik Sebag.besar cenderung berulang, kronis Depresi : - bipolar I,II - episoda depresif - gg. depresif berulang - gg. suasana perasaan menetap (siklotimia, distimia)

mood depresi, berpikir lambat, bicara/ tl lambat, retardasi/agitasi, psikomotor perawatan diri masalah kesehatan, termasuk kesehatan gigi
upaya bunuh diri, gg. tidur (mid,terminal insomnia), BB 5% dlm 1 bln, pikiran2 negatif / pesimistik, dll

MASALAH PSIKIATRIK (KHAS) DLM BID. KEDOK. GIGI


Pasien perawatan gigi faktor2 emosional (sadar-asadar, realistik/tidak, rasional/tidak) berkaitan dg gigi geligi refleksi rasa takut, cemas & prasangka thd figur otoritas sikap thd sakit gigi / dokter gigi faktor psikis berperan bagi gg.kesehatan gilut serta perlu diperhatikan pd proses tx

Pengaruh faktor emosional


Saliva a.cemas, takut saliva mulut kering, sulit menelan, daya kecap , resiko pembentukan lubang b.ekspresi emosi (tegang,marah) salivasi c. inhibisi emosi, salivasi b & c : fine singer sutherland

Endokrin konflik emosional kelenjar pituiter metabolisme ca, karbohidrat gungivitis Resistensi terhadap infeksi problem emosional/psikis daya tahan tubuh thd infeksi (depresi, lelah, fatigue, tegang, gelisah, stres berat) infeksi oral krn flora mulut (moultom, schluger)

Sirkulasi (darah) - cemas, tegang aliran darah mudah perdarahan - depresi aliran darah kondisi gusi
Mengunyah & menelan - mengunyah & menelan - tahap akhir menelan sadar / asadar gg. Menelan (globus histerikus dll), mual, muntah punya latar belakang kejiwaan (tegang, penolakan, agresivitas, hostilitas)

MAKNA PSIKOLOGIK GIGI GELIGI : - Mempengaruhi higiene oral - Ancaman kehilangan gigi

ANAK-ANAK
(+) Kesadaran higiene Oral (dukungan kel) Sense of well being, Self worth, self care (-) Rasa bersalah,marah (rejeksi,hukuman keluarga) self blame Self destructive behavior

ORANG DEWASA
Kehilangan teman lama Abnormalitas morfologik dampak emosional berat bg ps (rendah diri perilaku antisosial) th/ : rasa percaya diri pulih Rasa cemas evaluasi pra th/

ASPEK PSIKIATRIK BEB. PATOLOGI ORAL & GIGI GELIGI


1. Resistensi thd perawatan higiene oral Kebiasaan & didikan higiene oral simbol anti otoritas & rejeksi aktifitas seksual Gg. Jiwa : psikotik, depresi, RM, ansietas akut Rasionalisasi kekurangan lain dlm diri yg menyebabkan kesulitan sosialisasi

2. Gigi phantom - tak mampu menerima kenyataan hilangnya gigi & proses ketuaan
3. Gigi palsu bisa merangsang keinginan untuk kembali ke masa bayi (regresi) keluhan2 yg memperlambat pemakaian/penggunaan gigi palsu

4. Thumb sucking Berkaitan dg kekurang-puasan oral (pengalaman menyusui kurang menantang, kurang menyenangkan) sucking time = hak asasi bayi penghentian menyusu terlalu dini : individu yg mementingkan diri sendiri, iri, serakah, tdk pernah puas, mudah bertengkar, selalu merasa hak2nya dilanggar

Berlangsung sampai usia > 4 thn asuhan awal yg kurang baik Intervensi dini, keras, seketika gagap, nakal, enuresis, menjulurkan lidah, nail biting Th/ anak bicara ttg perasaannya (sibling rival), asuhan yg baik, latihan mengunyah (makanan, minuman), kontak sosial& perhatian lebih baik (lonely child) sisa ms dws : merokok, makan, permen, mempermainkan kumis

5. Karies - stres makan (karbohidrat) 6. Gingivitis - kebutuhan dependensi oral >> + ansietas presipitasi : ansietas akut

7. Kelainan morfologik Stigma sosial perilaku yg impulsif dan asosial tindakan korektif dpt membantu (perkembangan keprib.) ps kearah yg positif (cemas, rendah diri berkurang, menjadi percaya diri)

8. Bruxism Separasi gerakan lidah rahang gerakan menyusu pd bayi Ansietas sentuhan/tekanan antar gigi geligi keyakinan diri Rasa marah displacement rasa marah yg tertahan

TMJ (Temporo-mandibular-joint) syndrome Rasa nyeri hebat berpindah pada rahang, gigi geligi, lidah spt terbakar, rasa baal/kejutan arus listrik di rahang & kepala, daya kecap buruk, gigi geligi spt goyah Didahului rasa tertekan krn ancaman perpisahan dg org yg sgt berarti dlm hidup ps

Gejala berguna untuk : - pelarian dr masalah hidup - jalan mendapatkan pengganti tokoh yg hilang

10. Nyeri oral Pasien dg keluhan rasa nyeri tanpa dasar organik : a. represi & penyangkalan rasa marah yg timbul dlm hub dr ps b. utk pengalihan/pelarian dr masalah hidup ttt rasa nyeri : dukungan kel hub dg dr substitusi hub nyata yg terganggu

c. Gagal menguasai rasa marah/benci (agresif) thd orang lain hiposensitif thd self inflictedpain tapi hipersensitif thd rasa nyeri krn org lain (drg)

Anda mungkin juga menyukai