Anda di halaman 1dari 3

Diplomasi Kakus Hillary

Oleh : Munarman (Pamglima Komando Laskar Islam)

Kunjungan menlu AS Hillary Rodham Clinton ke Indonesia baru baru ini menjadi
kebanggaan antek antek mereka yang ada di disini. Lihat saja jubir Presiden bidang
luar negeri, yang dengan gaya tengilnya dengan bangga menyatakan bahwa Indonesia
mendapatkan posisi terhormat dan sangat penting bagi amerika saat ini, dilihat
dari route yang dipilih hillary dari jepang langsung ke Indonesia, negara asia
kedua yang dikunjungi oleh seorang menlu AS yang biasanya lebih dulu mengunjungi
eropa.

Bagitu juga media massa indonesia, yang dengan politik propagandanya menjadikan
hillary sebagai tuan terhormat, bahkan diundang ke acara hiburan remaja, agar
remaja indonesia terkagum kagum dgn sosok hillary dan bangsa amerika secara umum.
Begitu juga komunitas LSM komprador kapitalis liberal, mereka dgn bangga dan jadi
sok penting hanya karena diundang makan malam oleh hillary di gedung arsip
nasional.

Harapan mereka Amerika bisa menekan pemerintah RI agar menuntaskan berbagai kasus
pelanggaran HAM disini, padahal berjibun kasus pelanggaran HAM dan pembunuhan
politik di AS tidak terselesaikan hingga hari ini. Jadi tidak ada legitimasi moral
bagi AS untuk mempersoalkan problem HAM negara lain. Masalah HAM bagi AS dan
negara barat lainnya adalah merupakan instrumen politik luar negeri mereka dalam
menekan negara lain. Inilah paradoks dan kedunguan para aktivis HAM dan aktivis
demokrasi di Indonesia, menjadikan instrumen politik orang lain sebagai nilai
kemanusiaan dan parameter dalam hidup mereka, padahal negara barat sendiri tidak
pernah menjadikan HAM dan demokrasi sebagai standar mereka kecuali semata sebagai
instrumen politik.

Begitu juga militer Indonesia, dengan bangganya marinir Indonesia baru baru ini
melakukan latihan bersama marinir AS. Marinir Indonesia mengajak rekan mereka dari
AS tersebut "jalan jalan" ke route perang marinir indonesia dan "memberikan"
pelajaran jungle survival kepada "rekan" mereka dari AS.

Tidak terbayang oleh marinir Indonesia bahwa mereka telah memberitahu jalur jalur
perang kepada calon lawan mereka dikemudian hari, atau telah memberikan orientasi
medan kepada pihak lawan. Juga tidak terbayang oleh marinir Indonesia bahwa dengan
"pelajaran" jungle survival tersebut telah membekali militer musuh untuk dapat
bertahan hidup di wilayah pendudukan pada suatu saat.

Inilah kedunguan tak terhingga dari bangsa ini, baik kalangan sipil maupun
militer, bangga sebagai inlander dan orang terjajah mental dan pikiran.

Kembali ke kujungan menlu AS, Tidak ada satupun media massa atau politisi
Indonesia, apalagi kalangan LSM komprador yang mengkritisi agenda dan misi yang
dibawa oleh nyonya clinton ini. Semua membanggakan bahwa dirinya dan Indonesia
seolah sedang mendapatkan perhatian dari perjaka ganteng amerika. Tak ada yang
berpikir bahwa si perjaka sedang merencanakan pemerkosaan dan perampokan terhadap
gadis lugu yang kaya bernama Indonesia.

Yang paling jahat adalah seorang presiden indonesia, yaitu menggunakan kunjungan
nyonya clinton tersebut untuk mengambil hati umat islam dan mengangkat citra
dirinya yang saat ini terpuruk dikalangan islam, dengan membuat pernyataan tak
bermakna dan tanpa tindakan kongrit serta harapan kosong, yaitu meminta AS segera
mewujudkan negara Palestina.
Ucapan yang luar biasa lucu dari seorang presiden. Bagaimana mungkin seorang
presiden dari negeri yang berpenduduk muslim dan beragama islam, memiliki
kekuasaan untuk menggerakkan angkatan perang guna membela saudara muslimnya, dan
bisa mengerahkan sumber daya yang ada dengan kekuasaaannya untuk mewujudkan negara
Palestina, malah meminta kepada negara kafir pembela Israel dan telah berkali kali
khianat terhadap janjinya kepada Palestina. Inilah tipuan kampanye dari seorang
presiden kepada umat islam dan dunia islam.

Tidak ada satu orangpun yang mempersoalkan agenda nyonya clinton guna
mempertahankan exxon mobil di blok cepu dan natuna, freeport di papua, caltex di
riau dan ratusan perusahaan AS lainnya yang telah merampok kekayaan Indonesia dan
diangkut ke AS, dimana keuntungan ratusan perusahaan tersebut digunakan untuk
membiayai pencalonan nyonya clinton dan obama serta sistem politik AS. Bahkan
digunakan untuk membiayai Israel dalam memerangi Palestina dan membiayai
zionis/illuminati/freemasonry dalam memerangi dunia Islam secara keseluruhan.

Misi bawah tanah (hidden agenda) untuk kepentingan bisnis perusahaan AS yang
dibawa oleh para pejabat negara amerika ini tidak pernah di perhatikan apalagi di
counter oleh bangsa ini. Padahal nyonya clinton jelas jelas dan terang benderang
menyatakan hal tersebut di depan ratusan wartawan ketika melakukan konferensi pers
di deplu pejambon. Nyonya clinton dengan tegas menyatakan bahwa akan "membantu dan
terus menjadikan Indonesia sebagai kawasan atau tempat berdagang yang nyaman" -
bagi ratusan perusahaan AS" tentunya.

Saya jadi berpikir, orang amerika yang terlalu pintar bagi para elit republik ini
atau para elit indonesia yang terlalu dungu, sehingga dengan gampang ditipu dan
dibodohi, sehingga menjadi terbius dan tidak sadar dengan cara cara penipuan yang
dilakukan oleh AS.

Dan yang membuat saya tidak habis pikir, imbalan dari semua keuntungan yang
diperoleh oleh AS tersebut adalah sebuah kakus bau dikawasan kumuh yang disulap
dan dipropagandakan sebagai kakus modern, sehingga membuat banyak orang terkagum
kagum. Dan elit bangsa ini, Pemerintah, LSM, media massa, merasa senang sekali
diberi kakus bau seharga seratusan juta rupiah.

Barangkali memang bangsa ini baru bisa sebatas memasukkan makanan kedalam perut,
namun bingung untuk membuang limbah sisa makanan yang telah diolah dalam perut,
Sehingga orang amerika perlu mengahadiahkan kakus tersebut.

Mungkin pikiran dan cara berpikir sebagian elit dan "kaum terpelajar" bangsa ini
baru bisa memikirkan urusan perut dan bahkan untuk urusan pembuangan sisa urusan
perut perlu dibantu oleh orang orang kafir amerika.

Kondisi inilah yang perlu segera diubah oleh para ulama dan aktivis islam, agar
manusia yang berada di Indonesia ini tidak sekedar menjadi hewan berkaki dua
bahkan lebih hina dari hewan seperti saat ini. Sebagaimana yang telah di firmankan
Allah dalam surah At Tiin : 4-6.

"Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.


kemudian Kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya. kecuali orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal soleh kebajikan; maka mereka akan mendapat
pahala yang tidak ada putus-putusnya".

Artinya Iman Islam dan mengaplikasikan iman islam dalam perbuatan amal saleh yang
akan menyelamatkan manusia dari tempat yang lebih rendah daripada hewan. Dan untuk
memperoleh iman dan mampu mengaplikasikan dalam sistem kehidupan sehari-hari, maka
itu harus dimulai dari pemikiran yang cemerlang tentang sistem kehidupan islam dan
menerapkan sistem Islam tersebut melalui metode yang juga berasal dari Islam.
Penegakkan syariat islam dan membentuk pemerintahan, menerapkan ekonomi, politik,
pendidikan dan hukum yang berdasarkan Islam adalah fikrah dan tariqah untuk
menjadikan Islam sebagai sistem kehidupan. Sehingga nilai dan martabat manusia
muslim tidak lagi dihargai sebatas kakus tempat buang air. (mj/www.suara-
islam.com)

http://www.suara-islam.com/index.php/Opini/Diplomasi-Kakus-Hillary.html