Anda di halaman 1dari 18

Teori Inteligensi Robert J Sternberg

Vesty Dwi Cahyaningrum

Pandangan Sternberg Terhadap Inteligensi


Menurut teori triarkis inteligensi, kecerdasan manusia mencakup tiga aspek, yaitu hubungan dengan => dunia Internal, pengalaman, dan dunia eksternal individu. Menurut Sternberg, inteligensi mengandung kemampuan-kemampuan: Analitis Kreatif Praktis

Pandangan Sternberg Terhadap Inteligensi


Korelasi Inteligensi dengan Dunia Internal (compotential subtheory)

pemrosesan informasi

(Metacomponents)

Meta-komponen

Komponen-komponen performa( Performance)

(Knowledge-acquisition Components)

Komponen Akuisisi Pengetahuan

Korelasi Inteligensi dengan Pengalaman (experiental subtheory)

Pandangan Sternberg Terhadap Inteligensi


Korelasi Inteligensi dengan Dunia Eksternal (contextual subtheory)
pengadaptasian diri kita dengan lingkungan sekitar

dibandingkan dengan teori Gardner, teori triakis tidak memiliki kejelasan mengenai kriteria untuk menjelaskan bagaimana bagian dari fakta-fakta tersebut bisa termasuk dalam teori triaktis ini

Elemen-elemen Sternberg yang banyak dan bervariasi, tidak menunjukkan arti yang penting untuk memahami perilaku pada individu yang memiliki kemampuan lebih atau sebaliknya.

Mengabaikan asapek biologis dari inteligensi

=> Komponen-komponen yang bervariasi dan proses dari teori Sternberg tidak menunjukkan adanya hubungan dengan fungsi otak

Teori Triarkis Sternberg


inteligensi muncul dalam bentuk

Inteligensi Analitis

Inteligensi Kreatif

Inteligensi Praktis

PERKEMBANGAN TEORI INTELIGENSI

rasa ketidakpuasan

pandangan kecerdasan dari sisi psikometris dan kognitif menekankan pada kesatuan dari berbagai aspek inteligensi teori lebih berorientasi pada proses

Model Kecerdasan Bercabang Tiga (Triarchic)

Kecerdasan Analitik (Componential Intelligence) kecerdasan menganalisis merupakan fitur utama kecerdasan ini akan meraih nilai yang tinggi dalam tes kecerdasan kurang kreatif dan kurang dapat berpikir kritis menekankan pada struktur dan mekanisme efisien dalam memproses informasi dalam situasi baru

Kecerdasan Pengalaman (Experiential Intelligence) bahwa perilaku ysang cerdas tidak akan selalu sama, seiring dengan perkembangan waktu tidak dapat mencapai nilai tinggi dalam tes kecerdasan kreatif dalam menghadapi hidup belajar melakukan sesuatu, merencanakan apa yang akan dilakukan, dan bagaimana.

Kecerdasan Praktis(Contextual Intelligence) pandai memulai langkah untuk sukses di dalam hidup adaptasi dengan lingkungan pemilihan lingkungan yang lebih optimal dari yang dimiliki sekarang menata lingkungan yang ada agar sesuai dengan keterampilan, minat dan nilai yang dimiliki menyatu dengan lingkungan dengan mengubah orang, lingkungan, atau keduanya

Successful Intelligence menurut Sternberg


Menggunakan kemampuan yang terintegrasi untuk mencapai kesuksesan dalam hidup Mengenali kekuatan diri untuk menggunakannya dengan maksimal dan kelemahan diri untuk mengoreksi serta membenahi diri Beradaptasi, membentuk, dan memilih lingkungan Menemukan keseimbangan dalam penggunaan kemampuan analitik, kreatif, dan praktis

Teori Sternberg berusaha menjelaskan secara terpadu hubungan antara:

Dunia Internal Seseorang

Pengalaman

Inteligensi
Dunia Eksternal Seseorang

Teori Triarchic Sternberg


Kelebihan Memungkinkan seseorang memusatkan kemampuannya pada kekuatan dan memperbaiki atau mencoba mengatasi masalah berdasarkan kelemahannya Memotivasi atau merangsang seseorang dengan cara yang lebih sesuai Kekurangan Skor tes inteligensi hanya merupakan indikator 1 aspek dari keterampilan intelektual seseorang Hanya sesuai untuk pelajar-pelajar yang cerdas (gifted students)