Anda di halaman 1dari 19

Praktikum Media Promkes

Kelompok 9
(101011046) (101011092) (101011101)

ANGGOTA KELOMPOK :
1. 2. 3.

Faradiba Hikmarida Nisa Azza katulistiwa Chaerul Reza

4.
5. 6. 7.

Mega Dwi Rachmaningrum


Arum Prasetyaning Anita Heningtyas Rifqy Setya Harwin

(101011226)
(101011248) (101011272) (101011431)

Latar Belakang
A.

Analisis Situasi: Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh kelompok 9 dengan responden sebanyak 248 mahasiswa FKM UNAIR S1 REGULER menunjukkan hasil bahwa responden yang pernah menderita penyakit diare dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan terakhir sebanyak 51,61%. Di Indonesia cuci tangan dengan benar belum menjadi budaya.

Follow Us : @HygienePersonal

Berdasarkan hasil survey dari kami pada mahasiswa FKM UNAIR menunjukkan hasil:

62,9% sudah melakukan cuci tangan dengan sabun.


29,43% melakukan 7 langkah cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. 7,66% responden mencuci tangan hanya dengan air saja.

Follow Us : @HygienePersonal

banyaknya kasus diare di kalangan mahasiswa FKM yang salah satu penyebabnya adalah mahasiswa FKM kurang menjaga personal hygene yaitu mencuci tangan dengan 7 langkah yang benar menggunakan sabun dan air mengalir.

Follow Us : @HygienePersonal

B. Analisis Audiens Pengetahuan Sebagain besar mahasiswa FKM UNAIR sudah mengetahui cara cuci tangan yang benar. Sikap dan perilaku tingkat kemauan dan perilaku mencuci tangan yang benar di kalangan mahasiswa FKM UNAIR masih rendah. Sebagaian besar mahasiswa FKM dapat mengakses dan menggunakan media dengan mudah. Kekuatan media baik media cetak, elektronik, dan online mampu mempengaruhi mahasiswa FKM karena kemudahan dalam mengakses
Follow Us : @HygienePersonal

DESAIN STRATEGI
A. TUJUAN KOMUNIKASI
Tujuan umum: adanya perubahan perilaku pada mahasiswa FKM UNAIR mengenai cuci tangan yang benar . Tujuan khusus:

Meningkatkan pengetahuan mahasiswa FKM UNAIR mengenai cuci tangan yang benar.
Meningkatkan kemauan mahasiswa FKM UNAIR untuk melakukan cuci tangan yang benar. Mahasiswa FKM UNAIR dapat melakukan cuci tangan yang benar.
Follow Us : @HygienePersonal

B. Sasaran

Sasaran primer: mahasiswa FKM UNAIR yang belum mengetahui, belum mau atau tidak melakukan perilaku cuci tangan dengan benar Sasaran sekunder : dosen dan karyawan FKM UNAIR

Follow Us : @HygienePersonal

a. Model perubahan perilaku Predisposing factors sebagaian besar mahasiswa FKM UNAIR sudah mengetahui tentang perilaku cuci tangan yang benar. Namun tingkat kesadaran masih rendah karena alasan mereka merasa malas atau lupa. Oleh karena itu diperlukan media promosi kesehatan yang dapat meningkatkan kemauan mahasiswa untuk dapat melakukan cuci tangan dengan benar. Reinforcing factors Tokoh atau orang yang dapat mempengaruhi mahasiswa FKM UNAIR untuk merubah perilau antara lain yaitu para dosen FKM UNAIR dan teman mahasiswa.

PENDEKATAN PROGRAM DAN POSISIONING

Enabling factors

Di lingkungan FKM UNAIR sudah tersedia sarana yang mendukung , yaitu wastafel baik di kantin maupun di kamar mandi, namun belum tersedia sabun cuci tangan.
Follow Us : @HygienePersonal

b. Dasar strategi dan pendekatan


Membuat poster mengenai cuci tangan yang benar dengan 7 langkah cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun, yang ditempel di kamar mandi dan wastafel kantin FKM UNAIR. Membuat stiker mengenai cuci tangan yang benar dan berisi pesan kesehatan tentang manfaat melakukan cuci tangan yang benar dan dibagikan ke mahasiswa FKM UNAIR. Membuat banner/spanduk mengenai ajakan untuk melakukan cuci tangan yang benar dan dipasang di kantin FKM UNAIR. Menyediakan sabun cuci tangan di wastafel kamar mandi dan kantin agar mahasiswa FKM UNAIR dapat melakukan cuci tangan dengan benar.

Follow Us : @HygienePersonal

c. Why & how change health behavior

Dengan adanya poster mengenai cuci tangan yang benar dan sabun cuci tangan di kamar mandi dan kantin diharapkan mahasiswa FKM UNAIR dapat meningkatkan kemauan. Pembagian stiker kepada mahasiswa FKM UNAIR dapat menjadi pengingat dimanapun dan kapanpun mengenai cuci tangan yang benar dan manfaatnya. Adanya stiker pengingat yang ditempel di pintu kamar mandi dan banner/spanduk yang ditempel di kantin diharapkan dapat menjadi pengingat mahasiswa FKM UNAIR untuk selalu melakukan cuci tangan yang benar.

Follow Us : @HygienePersonal

d.Tentukan posisi audience

keuntungan

bagi

Perilaku cuci tangan dengan benar dapat mencegah penyakit infeksi saluran pencernaan salah satunya diare. Sehingga dapat terhindar dari penyakit diare dan menjadi lebih sehat serta produktivitas akan meningkat.

Follow Us : @HygienePersonal

SALURAN KOMUNIKASI

Pemutaran video (audio-visual) Pemutaran video mengenai cuci tangan yang benar dengan durasi singkat.

Jejaring sosial (Twitter) Pembuatan sebuah akun jejaring sosial yang dikelola bersama secara update memberi pesan atau informasi berkaitan dengan perilaku cuci tangan yang benar.

Follow Us : @HygienePersonal

SUSUNAN RENCANA EVALUASI


a. b.

Susunan Rencana Implementasi (terlampir) Susunan Rencana Anggaran

Follow Us : @HygienePersonal

RENCANA EVALUASI DAN MONITORING


1. Indikator > 70 % mahasiswa dapat melakukan cuci tangan dengan benar Adanya pre test dan post test untuk mengukur tingkat keberhasilan dari program ini. 2. Sumber data Dari pre test dan post test yang diberikan. Dari data jumlah sabun cuci tangan yang terpakai di kamar mandi dan wastafel kantin.

Follow Us : @HygienePersonal

PENGEMBANGAN DAN UJI COBA

Pembagian stiker Pembagian stiker bertujuan untuk mempromosikan kebiasaan cuci tangan yang penting untuk mencegah penyakit. Stiker berisi slogan yang mengajak untuk membiasakan cuci tangan. Pembagian stiker dilakukan di tempat yang strategis, seperti kantin, pintu masuk dan gazebo area kampus FKM UNAIR. Tempat tersebut strategis karena merupakan tempat berkumpunya dan lau lalang banyak orang. Desain stiker dibuat menarik dan mudah dibaca.

Penempelan poster dan banner Penempelan poster dan banner dilakukan pada tempat-tempat yang strategis, seperti kantin, toilet dan lorong kampus FKM UNAIR.

Penyebaran informasi dan edukasi melalui social media Langkah ini diambil karena penggunaan social media (twitter dan facebook) semakin digemari saat ini sebagai media informasi. Isi pesan berupa informasi mengenai 7 langkah cara mencuci tangan, manfaat dan fakta-fakta pentingnya cuci tangan bagi kesehatan.

Pembuatan film pendek yang berisi tentang 7 langkah cara mencuci tangan Pemutaran film pendek ini bertujuan untuk mempromosikan 7 langkah mencuci tangan dengan cara yang meyenangkan.

Follow Us : @HygienePersonal

UJI COBA

Stakeholder yang sesuai dengan target: sebagian dari mahasiswa S1 FKM UNAIR

Materi:

- Anjuran untuk mencuci tangan dengan air dan sabun menggunakan 7 langkah mencuci tangan.
-

Penjelasan 7 langkah cara mencuci tangan.

Follow Us : @HygienePersonal

UJI COBA

Materi:

Anjuran untuk mencuci tangan dengan air dan sabun menggunakan 7 langkah mencuci tangan.

Penjelasan 7 langkah cara mencuci tangan.

Pesan Pesan yang disampaikan yaitu diharapkan agar target sasaran dapat memahami manfaat cuci tangan dengan mengikuti langkah yang benar. Selain itu pesan meliputi petunjuk cara tujuh langkah cuci tangan yang bermaksud menginformasikan kepada target sasaran yang belum tahu cara mencuci tangan yang benar.

Expert review Setelah melakukan uji coba, langkah berikutnya adalah meminta pendapat ahli yang telah mengerti konsep penyampaian promosi kesehatan. Pihak ahli tertsebut meliputi para dosen dari departemen PKIP FKM UNAIR.

Follow Us : @HygienePersonal

REVISI

Dalam tahap ini konsep program awal yang telah dibuat dicocokkan dengan hasil uji coba. Perbaikan dilakukan sesuai dengan hasil uji coba dengan mengeliminasi beberapa hal yang kurang efektif dan efisien dalam penyampaian pesan hingga tepat sasaran.

Follow Us : @HygienePersonal

TERIMA KASIH