PANDUAN PELAKSANAAN

PEMBERIAN SUBSIDI TUNJANGAN FUNGSIONAL BAGI GURU BUKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013

KATA PENGANTAR
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 14 dan Pasal 15 ayat 1, mengamanatkan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum. Penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum tersebut meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, dan penghasilan lainnya yang diberikan dengan prinsip penghargaan atas prestasi. Salah satu bentuk penghasilan lainnya adalah pemberian Subsidi Tunjangan Fungsional (STF) bagi GBPNS. Sasaran Program STF adalah guru bukan PNS (GBPNS) yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat, dan memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan. Pada tahun 2013, penyaluran subsidi tunjangan fungsional bagi guru bukan PNS jenjang TK/TKLB dibayarkan melalui Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) PAUDNI, bagi guru jenjang SD/SDLB, SMP/SMPLB, dan SLB dibayarkan melalui Direktorat P2TK Dikdas, dan bagi guru jenjang SMA/SMK dibayarkan melalui Direktorat P2TK Dikmen yang dananya dialokasikan dalam DIPA Direktorat masing-masing pada tahun anggaran 2013. Mulai tahun 2013, mekanisme yang digunakan untuk pelaksanaan pembayaran subsidi tunjangan fungsional tidak hanya dilakukan melalui secara manual seperti tahun lalu tetapi juga dengan sistem
i

Pemberkasan dengan cara sistem digital dilakukan secara online melalui dapodik yang harus diisi dan diperbarui (updated) secara terus menerus oleh guru di sekolah masing-masing. Direktur Jenderal Dikmen... Dr.digital (dapodik).Ph. Ph. dan para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program STF.19590512198311 1 001 ii . Dinas pendidikan provinsi. DirekturJenderal Dikdas.D NIP.. Panduan pelaksanaan ini disusun sebagai acuan bagi Direktorat P2TK terkait... Suyanto. 2013 Direktur Jenderal PAUD-NI.. Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan panduan pelaksanaan ini. Jakarta. Dinas pendidikan kabupaten/kota.19570322198211 2 001 Prof. ..Psi NIP.19530302 197703 1 001 Hamid Muhammad.... Plt... Prof. M. Lydia Freyani Hawadi.D NIP..

........................ 6 C............ Dasar Hukum .............................................................................................. 6 B............................................................................. 6 SUBSIDI TUNJANGAN FUNGSIONAL ............................. Sumber Dana ............................................................................. 1 PENDAHULUAN ................................... i DAFTAR ISI ............................................................ Sasaran ..................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...... iii BAB I ............... Latar Belakang .................................................................................................................................................... 3 C............................................................................. Pengertian ...................................................................... 4 D..... Tujuan ....................................................................... Kriteria Guru Penerima ....................................... Besaran .... 1 B....................5 E..... 9 iii ....................................................... 6 A.......................................... 7 BAB III ............................. 9 MEKANISME PEMBAYARAN SUBSIDI TUNJANGAN FUNGSIONAL ............................................................... 1 A............................... 6 D............................................................5 BAB II .................................................................. Ruang Lingkup .....................

........... Koordinasi dan Sosialisasi ............................................................................A...... Pengendalian Program ....... 22 BAB V ....... Pengelolaan Program ................................................................................. 15 D......................................................................... 9 B...................................... 20 B........................................ 20 A......... 15 E................................. Pengawasan............ Penghentian Pemberian STF........ Pelaporan dan Rekonsiliasi ...... Jadwal Pelaksanaan Program .......... 20 PENGENDALIAN PROGRAM ............ 24 PENUTUP ............................ 10 C.................................... 21 C...................................................... 18 BAB IV ........................... 21 D............ 15 F.......................................................................................................... Tahapan Penyaluran ......... Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Subsidi Tunjangan Fungsional.................................................... Sanksi .................................................. 24 iv ................ 16 G...................................................................... Penetapan dan Pendistribusian Kuota ........................................................

berakhlak mulia. dan sertifikat pendidik yang sesuai dengan standar pendidik. peran. berilmu. dan kedudukan guru. kreatif.BAB I PENDAHULUAN A. sehat. guru perlu memiliki kualifikasi akademik. Pemerintah melakukan berbagai kebijakan peningkatan profesionalisme guru dan peningkatan kesejahteraan guru. Strategi untuk mewujudkan fungsi. dan kedudukan tersebut. cakap. 1 . Salah satunya adalah pemberian subsidi tunjangan fungsional (STF) bagi guru bukan pegawai negeri sipil (GBPNS) yang dananya dialokasikan pada Direktorat P2TK terkait. Latar Belakang Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen secara tegas menyatakan bahwa guru sebagai tenaga profesional berfungsi meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. peran. Guru yang profesional akan menghasilkan proses dan hasil pendidikan yang bermutu dalam rangka mewujudkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif. mandiri. kompetensi. Untuk mewujudkan fungsi.

Pemerintah mengambil kebijakan mulai tahun 2013 bahwa anggaran subsidi tunjangan 2 .Secara umum pemberian STF kepada GBPNS bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru sehingga penghasilan yang diterima sebagai GBPNS dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya serta sebagai penghargaan kepada guru yang telah melaksanakan tugas dengan sebaikbaiknya. dan evaluasi dan monitoring. Memotivasi GBPNS untuk terus meningkatkan kompetensi dan kinerja secara profesional dalam melaksanakan tugas di sekolah. pengawasan. pengarah. penilai dan pengevaluasi peserta didiknya dengan sebaik-baiknya. dan meningkatkan Berdasarkan Keputusan Rapat Kerja Komisi X DPR-RI dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tanggal 14 Desember 2012 menyepakati bahwa semua kegiatan dekonsentrasi ditarik ke pusat kecuali kegiatan yang sesuai dengan pembagian urusan pemerintahan bidang pendidikan di provinsi yaitu: perencanaan. pengajar. 3. 2. sosialisasi. Memberikan penghargaan kesejahteraan GBPNS. Sehubungan dengan hal tersebut. Secara khusus pemberian STF kepada GBPNS bertujuan untuk : 1. koordinasi. pembimbing. Mendorong GBPNS untuk fokus melaksanakan tugas sebagai pendidik. pelatih.

7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Guru 3 . 8. Tugas. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Untuk kelancaran pelaksanaan program subsidi tunjangan fungsional tersebut perlu disusun Panduan Pelaksanaan Pemberian Subsidi Tunjangan Fungsional bagi GBPNS. sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010.fungsional bagi guru bukan PNS dianggarkan pada dana APBN Direktorat P2TK terkait. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dasar Hukum 1. 5. 6. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. B. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Fungsi Kementerian Negara dan Eselon I. 3. 4. 2.

dan Subsidi Tunjangan Fungsional. Tunjangan Khusus. serta Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Untuk Menandatangani Keputusan Pemberian Tunjangan Profesi Guru. dalam Jabatan Pengawas Satuan 9. Direktorat JenderalPendidikan Dasar.yang Diangkat Pendidikan. 4 . Non-formal. Tujuan Panduan pelaksanaan ini disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan pemberian STF bagi GBPNS yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 10 Tahun 2011 tentang Pemberian Kuasa Kepada Direktur Jenderal yang Menangani Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini. dan memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan. dan Informal. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2012 Tentang perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. C. 10.

E. Badan Kepegawaian Daerah. mekanisme penetapan penerima. Badan Pengelola Keuangan Daerah pada Provinsi/Kabupaten/Kota. 6. Badan Pemeriksa Keuangan.D. Badan Pengawas Daerah/Inspektorat Daerah. 9. pengelolaan program. 7. Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota. pengendalian. pengawasan dan pelaporan. Kementerian Keuangan. 5 . 3. Bagian Keuangan. Ruang Lingkup Ruang lingkup yang diatur dalam panduan pelaksanaan ini adalah kriteria guru penerima STF. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 5. Satuan Pendidikan dan guru. Sasaran Panduan pelaksanaan ini disusun sebagai acuan bagi pihak yang berkepentingan yaitu: 1. 2. 4. Instansi terkait lainnya. mekanisme penyaluran STF. jadwal pelaksanaan. 8. pembatalan pemberian STF.

. Sumber Dana Sumber dana untuk pembiayaan program STF guru berasal dari APBN Tahun Anggaran 2013 yang dialokasikan dalam DIPA 6 . Besaran Besaran STF sebesar Rp. Program STF diberikan kepada GBPNS yang diangkat sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 300.(tiga ratus ribu rupiah) per orang per bulan. melatih. mengajar. dan dikenakan pajak penghasilan berdasarkan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008. membimbing. dan melaksanakan tugas mendidik.BAB II SUBSIDI TUNJANGAN FUNGSIONAL A. B. mengarahkan.000. Pengertian Program subsidi tunjangan fungsional (STF) adalah program pemberian subsidi kepada guru bukan pegawai negeri sipil (GBPNS) yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat. C. menilai dan mengevaluasi peserta didik serta memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundangundangan.

7 . Memenuhi kewajiban melaksanakan tugas paling sedikit 24 jam tatap muka per-minggu dan dibuktikan dalam sistem data pokok pendidikan (Dapodik) atau melalui surat keterangan dari kepala sekolah dan telah diverifikasi/disahkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi. Guru bukan pegawai negeri sipil (GBPNS) yang diangkat sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dan dibuktikan dengan Surat Keputusan Pengangkatan yang diterbitkan oleh penyelenggara pendidikan. Kriteria Guru Penerima Subsidi Tunjangan Fungsional diberikan kepada guru bukan PNS yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat. Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK). 4. D. Guru dalam jabatan yang berkualiafikasi minimal S-1/D-IV atau Guru dalam jabatan yang sedang mendapat kesempatan peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV. 3. 2. Kriteria guru penerima STF adalah sebagai berikut: 1.Tahun Anggaran 2013 pada masing-masing Direktorat P2TK terkait.

yudikatif. Tidak merangkap sebagai eksekutif. 6. atau legislatif. 8 .5. Guru yang belum mendapat tunjangan profesi.

Kuota per provinsi terdapat pada lampiran 1. Jika Provinsi tidak dapat memenuhi kuota melalui dapodik. maka kuota tersebut akan dialokasikan ke provinsi lain yang dapat memenuhi syarat melalui dapodik sehingga seluruh kuota nasional dapat dipenuhi. dan Direktorat P2TK Dikmen sebanyak 41. Penetapan dan Pendistribusian Kuota 1. Dinas pendidikan kabupaten/kota berkompetisi untuk mendapatkan kuota provinsi berdasarkan data yang masuk dalam data dapodik. Pemerintah menentukan kuota nasional tahun 2013 sebagai berikut : Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) PAUDNI sebanyak 83. Direktorat P2TK Dikdas sebanyak 196. Untuk Direktorat P2TK Dikdas. 2.529 orang. 9 .BAB III MEKANISME PEMBAYARAN SUBSIDI TUNJANGAN FUNGSIONAL A. Kuota nasional akan didistribusikan menjadi kuota provinsi berdasarkan proporsi kuota tahun 2013.603 orang. Pengusulan calon penerima STF dilakukan oleh dinas pendidikan kab/kota melalui Dinas Pendidikan Provinsi. akan semakin banyak kuota yang diperoleh. Semakin banyak data yang disediakan oleh kabupaten/kota. 3.642 orang.

3. 2. Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Subsidi Tunjangan Fungsional 1. Kabupaten/kota menentukan guru yang diusulkan sesuai dengan kuota dan kriteria yang telah ditetapkan dalam panduan pelaksanaan ini paling lambat akhir bulan Maret tahun 2013 dengan menggunakan format pada lampiran 2. Data usulan dari Dinas Pendidikan Provinsi diterima oleh Direktorat P2TK terkait paling lambat minggu kedua bulan April tahun 2013 dengan menggunakan format pada lampiran 2.Namun demikian. 4. 10 . kompetisi kuota dari kabupaten/kota ditutup minggu kedua bulan April tahun 2013. B. Kuota sebagaimana dimaksud pada angka 1 dikirimkan ke provinsi untuk disosialisasikan ke kabupaten/kota. di masing-masing Direktorat P2TK terkait. Pemerintah menentukan kuota dan calon penerima subsidi tunjangan fungsional berdasarkan data penerima subsidi tunjangan fungsional tahun anggaran 2012 untuk masingmasing provinsi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam panduan pelaksanaan ini. Direktorat P2TK terkait punya kewenangan untuk menentukan calon jika ada kuota yang tersisa dari provinsi yang tidak dapat memenuhi kuotanya. Data usulan dari Dinas Pendidikan kabupaten/kota ke Provinsi paling lambat minggu pertama bulan April tahun 2013. Sedangkan untuk Direktorat P2TK Dikdas.

Berdasarkan SK penerima STF. 8.go. Guru dapat melengkapi melalui sistem dapodik di sekolah masing-masing. Khusus untuk Direktorat P2TK Dikdas. KPPN menelaah dan menerbitkan surat perintah pencairan dana (SP2D).5.id. guru dapat melihat kelengkapan data dan atau persyaratan untuk menerima STF pada situs www. 7. Untuk pembayaran tahap 1 dilaksanakan paling lambat akhir bulan Juli tahun 2013.kemdikbud. Penentuan skala prioritas penerima subsidi tunjangan fungsional berdasarkan masa kerja dan usia. Direktorat P2TK terkait menyiapkan berkas SPP dan SPM untuk diajukan ke Kantor Perbendaharaan Kas Negara (KPPN). Direktorat P2TK terkait menerbitkan SK penerima subsidi tunjangan fungsional bagi guru calon penerima subsidi tunjangan fungsional yang memenuhi syarat satu kali dalam satu tahun. 11 . Perbaikan data usulan dari Dinas Pendidikan Provinsi paling lambat akhir Mei tahun 2013. 9. sebelum penerbitan SK STF. 6. Jika ada persyaratan yang kurang. sedangkan untuk pembayaran tahap 2 dilaksanakan paling lambat minggu kedua bulan Desember tahun 2013. 10. Selanjutkan SP2D tersebut dikirimkan ke Direktorat P2TK terkait sebagai Bukti Penyaluran dana.

11. 13. Apabila terjadi kesalahan data yang menyebabkan terjadinya retur. 12. maka akan diselesaikan sesuai peraturan perundang-undangan. KPPN melalui Bank Operasionalnya mentransfer dana STF kepada rekening masing-masing guru sesuai dengan yang tertera dalam SK. 12 . Mekanisme proses pelaksanaan pembayaran subsidi tunjangan fungsional secara keseluruhan dijelaskan dalam gambar 1. Monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembayaran subsidi tunjangan fungsional dilakukan pada periode antara bulan Mei sampai Desember tahun berjalan dengan berkoordinasi dengan stakeholder terkait.

Gambar 1. Alur Pelaksanaan Pembayaran Subsidi Tunjangan Fungsional secara digital SATUAN PENDIDIKAN Pemuktahiran Data Awal Sosialisasi Ke Kab/Kota PEMERINTAH PUSAT PEMERINTAH KAB/KOTA KPPN/BANK PENYALUR PEMERINTAH PROVINSI Data Penerima STF Sosialisasi Ke Provinsi DAPODIK Pemuktahiran Data Lanjutan Koordinasi Pemutakhiran Ya Syarat Terpenuhi? Tidak Pemutakhiran Data Lanjutan Diinformasikan melalui Situs Kemdikbud Penerbitan SKSTF Copy SKSTF Pencairan Tunjangan (SPP/SPM) Penerbitan SP2D MONEV Pelaksanaan Penyaluran Ke Rekening Penerima 13 .

14 SATUAN PENDIDIKAN PEMERINTAH KAB/KOTA KPPN/BANK PENYALUR PEMERINTAH PROVINSI Pemuktahiran Data Sosialisasi Ke Satuan Sosialisasi Ke Kab/Kota Pemberkasan Pemutakhiran Data Koordinasi Pemutakhiran Data Tidak Syarat Terpenuhi? Ya Gambar 2. Alur Pelaksanaan Pembayaran Subsidi Tunjangan Fungsional secara manual PEMERINTAH PUSAT Data Penerima STF Sosialisasi Penerbitan SKSTF Copy SKSTF Penerbitan SP2D Pencairan Tunjangan (SPP/SPM) MONEV Pelaksanaan Penyaluran Ke Rekening Penerima .

D. 2. 3. jadwal penyaluran subsidi tunjangan fungsional dilaksanakan 2 tahap adalah : 1. Koordinasi dan Sosialisasi 1. 2. Tahap 2 pembayaran paling lambat minggu kedua bulan Desember 2013.C. 6. apabila guru memenuhi satu atau lebih ketentuan di bawah ini: 1. diangkat sebagai CPNS. E. mengundurkan diri sebagai guru atas permintaan sendiri. meninggal dunia. tidak memenuhi kriteria penerima STF. Tahap 1 pembayaran paling lambat bulan Juli 2013. 4. Tahapan Penyaluran Berdasarkan mekanisme di atas. Setelah mendapat laporan kabupaten/kota/provinsi. telah mendapatkan tunjangan profesi. Penghentian Pemberian STF Pembayaran STF dapat dihentikan oleh Direktorat P2TK terkait. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat P2TK terkait melakukan koordinasi dan sosialisasi pelaksanaan pemberian subsidi tunjangan 15 dari dinas pendidikan . mencapai batas usia pensiun. 5.

Mengelola database guru penerima tunjangan berbasis manual dan digital (dapodik). 2. Mekanisme pembayaran subsidi tunjangan fungsional. c. d. Pengelolaan Program 1. Pemberian subsidi tunjangan fungsional. Agenda koordinasi dan sosialisasi adalah penyampaian kebijakan Direktorat P2TK terkait. Dinas pendidikan provinsi melaksanakan koordinasi dan sosialisasi dengan dinas pendidikan kabupaten/kota untuk pelaksanaan pemberian subsidi tunjangan fungsional dengan narasumber dari Direktorat P2TK terkait. 3. b. Pemantauan pelaksanaan pemberian subsidi tunjangan fungsional . Informasi kuota dan kriteria calon penerima subsidi tunjangan fungsional. e. 16 . F. sebagai berikut : a. Penyusunan jadwal pelaksanaan pemberian subsidi tunjangan fungsional. Kemdikbud mengenai: a.fungsional dengan dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi sesuai dengan kewenangannya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat P2TK terkait menetapkan kebijakan strategi pelaksanaan pemberian STF guru.

Dinas pendidikan provinsi a. Dinas pendidikan kabupaten/kota 17 . 2. c. e.b. Direktorat P2TK terkait melakukan pembinaan teknis pelaksanaan pemberian STF ke dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota. b. d. Mensosialisasikan program dan data calon penerima STF kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. Direktorat P2TK terkait menerbitkan dan menyampaikan copy Surat Keputusan tentang Penetapan Penerima STF ke dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota. Mengelola database guru penerima tunjangan berbasis manual dan digital (DAPODIK). c. Direktorat P2TK terkait melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan dan pendistribusian pemberian STF ke dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota dan penerima. Direktorat P2TK terkait melakukan sosialisasi program dan kuota penerima STF secara nasional kepada dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota. Melakukan pemantauan serta evaluasi program ke kabupaten/kota dan menyampaikan hasilnya kepada Direktorat P2TK terkait sebagai bahan masukan perbaikan program. 3.

Dinas pendidikan kabupaten/kota mengusulkan calon penerima STF ke dinas pendidikan provinsi sesuai dengan kuota yang tersedia. Jadwal Pelaksanaan Program No 1 2 Kegiatan Penentuan Kuota Provinsi Sosialisasi Panduan Pelaksanaan pembayaran STF dari Pusat ke Provinsi Sosialisasi Panduan Pelaksanaan pembayaran STF dari Provinsi ke Kabupaten/Kota Kompetisi Kuota/usulan calon penerima STF dan pemutakhiran data Kabupaten/Kota Pemenuhan Kuota & Penentuan Calon Penerima STF Pemuktahiran data untuk syarat terbit SKSTF Penerbitan SK Penerima STF 2012 . Semakin banyak data yang bisa disediakan kabupaten/kota melalui dapodik. b. G. semakin banyak kuota yang dapat diperoleh.a. Mensosialisasikan program pemberian STF bagi GBPNS kepada kepala sekolah di wilayah masing-masing. c.2013 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 3 4 5 6 7 18 . Dinas pendidikan kabupaten/kota berkompetisi untuk mendapatkan kuota provinsi berdasarkan data yang masuk dalam dapodik Khusus untuk penerima STF jenjang pendidikan dasar (SD/SMP).

2013 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 19 .No 8 9 10 Kegiatan Penyaluran Tunjangan STF Penerbitan SP2D MONEV Pelaksanaan Pembayaran STF 2012 .

20 . Kegiatan pengendalian penyaluran fungsional ini dilakukan melalui: subsidi tunjangan 1. Pemantauan dan evaluasi (Monitoring dan Evaluasi) dilakukan oleh instansi terkait sampai ke penerima subsidi tunjangan fungsional. Pengendalian Program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat P2TK terkait berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan melakukan pengendalian pelaksanaan pembayaran subsidi tunjangan fungsional mencakup semua upaya yang dilakukan dalam rangka menjamin pelaksanaan pembayaran tunjangan profesi agar dapat berjalan sebagaimana mestinya. Pelaksanaan bimbingan teknis program penyaluran subsidi tunjangan fungsional oleh pusat kepada dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota. tepat sasaran dan tepat waktu. 2. 3. Penyelesaian masalah secara terus-menerus dilakukan atas permasalahan yang terjadi dalam proses pelaksanaan pembayaran subsidi tunjangan fungsional. dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. tepat jumlah besaran.BAB IV PENGENDALIAN PROGRAM A.

Direktorat Pembinaan Pendidik dan Kependidikan Pendidikan Dasar. Telp/Fax.kemdiknas.id Pendidik dan Tenaga 21 b. Jakarta Pusat 10270.dikdas@gmail. diperlukan pengawasan oleh aparat fungsional internal dan eksternal sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pengawasan Untuk mewujudkan penyaluran subsidi tunjangan fungsional yang transparan dan akuntabel. Direktorat Pembinaan Kependidikan . (021) 57853580 Email Website : p2tk. akan diperoleh data guru penerima subsidi tunjangan fungsional yang valid dan pelaksanaan penyaluran subsidi tunjangan fungsional sesuai peraturan perundang-undangan. Rekonsiliasi data penerima subsidi tunjangan fungsional dengan instansi terkait. 18. Dinas pendidikan provinsi wajib menyampaikan laporan setiap bulan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ditujukan kepada: a. C. B.go. Jalan Jenderal Sudirman. Dengan melakukan pengendalian. Pelaporan dan Rekonsiliasi 1.4.com : http://p2tkdikdas. Senayan. Ditjen Dikdas Tenaga Kompleks Kemdikbud Gedung C Lt.

Jakarta Pusat 10270. Ditjen Dikmen Kompleks Kemdikbud Gedung D Lt.co. Ditjen PAUD-NI Tenaga Kompleks Kemdikbud Gedung C Lt.go. 13.id D. Dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota dapat menyampaikan laporan terkait subsidi tunjangan fungsional untuk guru TK kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui : Direktorat Pembinaan Pendidik dan Kependidikan PAUD-NI. (021) 57974115 Fax.id 2. Sanksi Berdasarkan hasil pemantauan dan laporan dari pihak terkait dan telah dilakukan verifikasi. (021) 57974108.co.id atau tunjangangurutk@yahoo.Pendidikan Menengah. Jakarta Pusat 10270.go.kemdiknas. 57974113 Email : ptkdikmen@gmail. Telp. (021) 57974115/57946130 Email : programptkpaudni@yahoo.com atau tunjangandikmen@yahoo. Telp/Fax. Senayan.kemdiknas.co. Jalan Jenderal Sudirman. Pintu Satu Senayan. Jalan Jenderal Sudirman.id Website : http://p2tkdikmen. 12. ternyata ditemukan adanya ketidaksesuaian antara data penerima subsidi tunjangan 22 .id Website : http://pptkpaudni.

fungsional dengan data yang disampaikan untuk keperluan persyaratan pembayaran maka penerima subsidi tunjangan fungsional akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 23 .

BAB V PENUTUP Panduan pelaksanaan ini merupakan acuan dalam pelaksanaan penyaluran subsidi tunjangan fungsional. maupun tingkat kabupaten/kota. 24 . Sehingga diharapkan subsidi tunjangan fungsional mampu memberikan dampak positif pada proses pembelajaran yang lebih baik dan bermutu. Pelaksanaan program subsidi tunjangan fungsional dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan karena adanya komunikasi antara pemerintah pusat. serta mendorong perbaikan kinerja guru dalam meningkatkan mutu pendidikan. provinsi.

800.200.600.Lampiran 1 Kuota Subsidi Tunjangan Fungsional P2TK Paudni NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 PROVINSI DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D.000 75.400.900.400.000 3.560.000 5.918 ORG 1.000 15.800.000 5.163 ORG 1.000 486.397.339.987.553 ORG 135 ORG 1.548.000 3.400.800.548.000 3.250.312.517 ORG 8.261.000 2.800.095 ORG 850 ORG 1.418 ORG 2.400.000 104.000 30.600.000 4.000 301.400.000 25 .000 6.941 ORG 2.111.800.000 4.000.250 ORG 1.826.000.000 1.666 ORG 708 ORG 1.000 2.024 ORG 666 ORG 29 ORG 532 ORG 83.200.800.000 910.304 ORG 20.304.000.737.000.000.159 ORG 2.600.000 2.000.000 8.590.761 ORG 1.000 7.100 ORG 320 ORG 1.217.200.000 8.600.343 ORG 2.172.800.000 8.000 34.063 ORG 1.000.600.500 ORG 708 ORG 253 ORG 616 ORG 625 ORG 2.915.316 ORG 3.294.000.786.600.000 2.909.060.000 4.152.528 ORG 9.800.000 1.000 2.I Yogyakarta Jawa Timur NAD Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Lampung Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Banten Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Papua Barat Sulawesi Barat TOTAL SASARAN 5.600.000 11.269.034.186 ORG 4.800.997.300.000 5.000 6.800.686.000 3.400.704.600.000 7.142.086 ORG 1.309 ORG 1.642 ORG JUMLAH 19.

200.500 ORG 708 ORG 253 ORG 616 ORG 625 ORG 2.400.000.Lampiran 2 Kuota Subsidi Tunjangan Fungsional P2TK Dikdas NO 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 PROVINSI DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D.800.000 3.I Yogyakarta Jawa Timur Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Lampung Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Banten Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Papua Barat Sulawesi Barat TOTAL SASARAN 5.800.000 6.095 ORG 850 ORG 1.261.666 ORG 704 ORG 1.152.000.397.343 ORG 2.600.000 8.186 ORG 4.000.400.400.024 ORG 666 ORG 29 ORG 532 ORG 83.000 30.000 8.800.063 ORG 1.000 5.548.250 ORG 1.309 ORG 1.517 ORG 8.716 ORG 1.300.000 2.000 3.000 1.987.400.786.800.000 2.312.111.600.000.000 1.909.800.000 2.000 26 .163 ORG 1.600.217.000 75.294.269.600.800.800.600.368 ORG DANA 19.000 4.000 104.000 486.600.826.000 301.250.686.000 5.200.100 ORG 320 ORG 1.600.553 ORG 135 ORG 1.000 2.400.034.000 4.000 15.159 ORG 2.142.000 34.060.086 ORG 1.000 2.000 7.000.000.737.704.000 7.304.000 8.915.200.000 6.000 5.400.900.000 4.172.000.418 ORG 2.914 ORG 2.000 3.560.000 910.000.600.000 3.800.339.590.000 11.316 ORG 3.548.528 ORG 9.800.304 ORG 20.918 ORG 1.800.997.

679 ORG 873 ORG 233 ORG 175 ORG 607 ORG 326 ORG 326 ORG 788 ORG 377 ORG 303 ORG 288 ORG 1.836.800.200.000 22.859 ORG 1.041.000 630.358 ORG 165 ORG 82 ORG 146 ORG 25 ORG 151 ORG 41.000 16.000 4.142.000.600.185.687.146 ORG 674 ORG 139 ORG 392 ORG 163 ORG 1.800.000 2.000 17.000 1.672.800.800.366.400.400.400.600.200.000 149.828.000 1.600.000 4.000 543.000 2.000 594.125.400.800.000 27 .426.000 525.Lampiran 1 Kuota Subsidi Tunjangan Fungsional P2TK Dikmen NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 PROVINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI.800.302 ORG 759 ORG 1.483 ORG 508 ORG 1.600.000 4.400.000 295.090.000 1.800.036.000 1.357.600.800.770.000 90.200.200.846 ORG 567 ORG 4.000 2.298 ORG 4.000.000 2.966 ORG 6.173.000 838.200.800.692.000 1.000 1.000 586.000.173.200.000 6.790.000 3.800.044.603 ALOKASI 17.732.800.000.000 2.824 ORG 775 ORG 4.888.877.000 500.411.445. YOGYAKARTA JAWA TIMUR NANGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANTEN BANGKA BELITUNG GORONTALO KEPULAUAN RIAU PAPUA BARAT SULAWESI BARAT TOTAL SASARAN 4.138.400.000 17.000 6.600.600.000 1.000 2.

.................... (...28 DAFTAR USULAN PENERIMA SUBSIDI TUNJANGAN FUNGSIONAL GURU BUKAN PNS DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 MASA KERTA STATUS PENDIDIKAN BIDANG STUDI GURU TERAKHIR YANG DI AMPU TAHUN BULAN JML JAM MENGAJAR /MINGU NAMA NOMOR NPWP DI REKENING NAMA BANK REKENING BANK _________________________.... .............. 2013 A..............) Nip..............N KEPALA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN/KOTA KABID ............... Lampiran 2 NO NAMA NUPTK KAB/KOTA SEKOLAH LAHIR NAMA STATUS TEMPAT TANGGAL SEKOLAH SEKOLAH ...