Anda di halaman 1dari 12

Peranan umum mikroba dalam bidang kesehatan

Produksi protein Produksi enzim Produk antibiotik Produk asam organik

Sejarah Streptomyces griseus


Pertama kali ditemukan oleh waksman dan Henrici pada tahun 1984. Taksonomi dari S. griseus bermula dari rumitnya sistematika mikroba yang ada pada S.griseus. S.griseus memiliki rRNA 16S, rRNA 16 ini yang digunakan untuk mengenali jenis bakteri tersebut. Meneliti sebagian besar zat organik menjadi organisme yang hidup di tanah dan dekomposisi mereka dipromosikan yaitu penemuan antibiotik streptomisin dari streptomyces griseus.

Streptomyces griseus merupakan bakteri gram positif yang menghasilkan spora yang dapat ditemukan di tanah. Bakteri nonmotil dan berfilamen. Ditemukan pada tanah dan pada tumbuhan yang membusuk. Memproduksi senyawa volatil Golongan Actinomyces

jenis alkaliphilic Tumbuh diberbagai pH ( 5- 11) mempunyai peptinogen tebal, lipid, Spora rantai Reflexible Memiliki spora pada subtract mycelium Memiliki koloni keras, berbulu dan tidak/jarang berpigmen Mikroorganisme kemoheteroorganotrof Jarang bersifat patogen

Sumber Streptomyces griseus


Tanah Tumbuhan yang membususk

Peranan bagi kesehatan


Antibiotik antikanker Immunoregulator Agen anti-parasit Penghasil beberapa enzim, dan Mensintesis senyawa

Mekanisme kerja S.griseus


Mengikatkan diri pada ribosoma sel-sel bakteri, Toksisitas besar dapat menyebabkan kerusakan pada syaraf otak Kerusakan bersifat reversibel

Resistensi Streptomyces griseus dapat terjadi melalui 3 mekanisme yaitu: Mutasi protein pada ribosom bakteri Kegagalan penetrasi aminoglikosida Inaktivasi aminoglikosida oleh enzim bakteri

2 g sehari selama 60-120 hari


kejadian toksik sampai 75% 1 g sehari selama 60-120 hari kejadian toksik sampai 25 %

Efek samping penggunaan S.griseus


Alergi Reaksi iritasi Efek toksik