Anda di halaman 1dari 20

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Anak-anak perempuan yang tidak mengenal tubuh mereka dan proses reproduksi dapat mengira bahwa menstruasi merupakan bukti adanya penyakit atau bahkan hukuman akan tingkah laku yang buruk. Anak-anak perempuan yang tidak diajari untuk menganggap menstruasi sebagai fungsi tubuh normal dapat mengalami rasa malu yang amat dan perasaan kotor saat menstruasi pertama mereka. Bahkan saat menstruasi akhirnya dikenali sebagai proses yang normal, perasaan kotor dapat tinggal sampai masa dewasa. Namun, dalam tahun-tahun belakangan ini pendidikan anatomi dan fisiologi yang lebih baik telah menjadikan penerimaan akan menstruasi (Yudi, 2008). Masturbasi adalah sebuah fenomena umum dan sering didiskusikan yang terdapat di mana-mana, baik pada anak kecil, anak-anak muda, orang dewasa maupun pada mereka yang sudah berkeluarga, terutama pada golongan masyarakat dengan pendidikan yang lebih tinggi bahkan juga masih terdapat pada orang-orang yang sudah tua. Gejala masturbasi pada usia pubertas dan remaja, banyak sekali terjadi. Hal ini disebabkan oleh kematangan seksual yang memuncak dan tidak mendapat penyaluran yang wajar; lalu ditambah dengan rangsangan-rangsangan ekstern berupa buku-buku dan gambar porno, film biru, meniru kawan dan lain-lain. Oleh sebagian orang, masturbasi dianggap sebagai sebuah kebiasaan yang menyenangkan. Tetapi pada kelompok lain justru dianggap merupakan aktivitas penodaan diri atau zelfbevekking yang dapat menimbulkan kelainan psikosomatik dan aneka dampak buruk lainnya mungkin membutuhkan penanganan medis (Yudi, 2008).

1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan 1.4 Manfaat

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Anatomi dan Fisiologi Reproduksi Wanita 2.1.1 Alat Kelamin Luar
1

2.1.1.1 Vulva Adalah alat kelamin bagian luar tempat bermuaranya system urogenital, dilingkari oleh labia mayora ke belakang menjadi satu dengan kommisura posterior dan perineum, dibawah kulit vulva terdapat jaringan lemak (mons veneris). Bagian media dari labia mayora ditemukan bibir kecil (labia minora) ke arah perineum yang menjadi satu dan membentuk frenolum labiorum pudenda. Bagian depan frenolum terdapat fossa nafikulare terdapat dua buah lubang kecil tempat bermuaranya glandula Bartholini. Bagian depan labia minora menjadi satu membentuk preposium klitoris dan dibawah preposium klitoris terdapat klitoris. Kira-kira 1,5 cm dibawah klitoris terdapat orifisium uretra eksterna (lubang kemih), di kiri dan kanan lubang kemih terdapat dua lubang kecil dari saluran buntu (duktus Skene).

2.1.1.2 Mons Pubis Adalah bagian menonjol yang meligkar di depan / simpisis pubis yang dibentuk oleh jaringan lemak di bawah kulit, meliputi daerah simpisis yang di tumbuhi oleh rambut pada masa pubertas.

2.1.1.3 Labia Mayor Adalah lipatan kulit yang menonjol secara longitudinal yang memanjang ke bawah dank e belakang dari mons pubis dan membentuk batas lateral yang banyak mengandung saraf. Masing-masing labium mempunyai dua permukaan yaitu bagian luar mempunyai pigmen dan ditutupi oleh rambut keriting dan bagian dalam yang permukaannya licin karena dikelilingi oleh folikel sebasea. Di samping itu juga terdapat pembuluh darah dan glandula yang membentuk kommisura labialis posterior.

2.1.1.4 Labia Minor Adalah lipatan kecil yang terdapat diantara labia mayor. Labia minor memanjang dari klitoris secara obligue ke bawah dan samping belakang sepanjang 4 cm di sisi orifisium vagina. Ujung posterior labia minora bergabung pada garis median oleh lipatan kulit disebut frenolum. Masing-masing labia minora terbagi menjadi:
2

Bagian atas: melalui klitoris bergabung dengan yang lain membentuk lipatan yang menggantung pada glans klitoris Bagian bawah: melalui bawah klitoris dan membentuk permukaan bawah yang saling berhubungan dinamakan frenolum klitoris

2.1.1.5 Klitoris Adalah tonjolan kecil yang melingkar berisi jaringan erektil yang sangat sensitive, terdapat di bawah kommisura labia anterior dan sebagian tersembunyi di antara ujung anterior labia minore, dan banyak mengandung saraf. Klitoris terdiri atas: Korpus kavernosus: mengaandung jaringan erektil yang ditutupi oleh lapisan padat Membrane fibrosa: bergabung sepanjang permukaan medial oleh septum pektini formis

2.1.1.6 Vestibulum Vagina Celah yang terletak di antara labia minor dan di belakang glans klitoris. Di dalamnya terdapat orifisium uretra 2,5 cm yang terletak di belakang glans klitoris diikuti dengan vagina yang merupakan muara duktus vestibularis mayor, liang senggama, kelenjar Bartholini dan kelenjar Skene kiri dan kanan.

2.1.1.7 Himen Sering disebut sebagai selaput darah adalah lapisan tipis yang menutupi sebagian liang senggama. Pada bagian tengah terdapat lubang tempat keluarnya menstruasi, bentuknya bervariasi dan bila teregang akan terbentuk cincin. Pada waktu koitus pertama, hymen robek di beberapa tempat dan pada sisa hymen yang telah rupture ditemukan penonjolan kecil disebut karunkula mirtiformis (caruncula mirtiformis). Di antara hymen dan frenolum labia terdapat lekukan kecil yang disebut fossa navikularis (fossa navicularis).

2.1.1.8 Orifisium Vagina


3

Adalah celah yang terdapat di bawah belakang muara uretra, ukurannya tergantung pada hymen, dan lipatan pinggir dalamnya berkontak satu sama lainnya, orifisium vagina muncul sebagai celah diantara orifisium vagina.

2.1.1.9 Bulbus Vestibularis Terdiri atas dua masa erektil dari masing-masing sisi orifisium vagina yang disebut pars intermedia, masing-masing masa lateralis memiliki panjang 2,5 cm. ujung posterior diperpanjang dan berkontak dengan glandula vestibularis mayor, ujung anterior bergabung satu dengan yang lain oleh pars intermedia dan permukaan dalam lapisan superficial diafragma dan ditutupi oleh muskulus bulbokavernous.

2.1.1.10 Glandula Vestibularis Mayor Terdiri atas dua bagian melingkar dengan warna merah kekuning-kuningan pada orifisium vaginalis ujung. Posterior dari masing-masing dari bulbus vestibule dengan panjang duktus 2 cm.

2.1.2 Alat Kelamin Dalam 2.1.2.1 Vagina Vagina merupakan penghubung antara genetalia eksterna dengan genitalia interna. Bagian depan vagian berukuran 6,5 cm, sedangkan bagian belakang berukuran 9,5 cm. sumbunya berjalan kira-kira sejajar dengan arah pinggir bawah simpisis ke promontorium. Arah ini penting diketahui saat memasukkan jari ke dalam vagina untuk pemeriksaan ginekologi. Pada puncak vagina, bagian yang menonjol dari leher rahim disebut porsio (portio). Beberapa lapisan epitel vagina merupakan epitel squamosa. Lapisan ini tidak mengandung kelenjar, tetapi mengadakan transudasi (cairan keluar jaringan). Pada anak kecil, epitel ini amat tipis sehingga mudah terkena infeksi. Mukosa vagina belipat-lipat secara horizontal, lipatan ini dinamakan Rugae yang terletak ditengah bagian depan dan bagian belakang. Pada bagian bawah epitel vagina jaringan ikat dan otot yang susunanya seperti usus. Dinding belakang vagina lebih panjang dan
4

membentuk forniks posterior yang terbagi lagi menjadi forniks latelaris sinistra dan forniks lateralis dekstra.

2.1.2.2 Rahim (Uterus) Uterus pada orang dewasa merupakan organ tebal seperti buah alpukat atau buah peer yang sedkit gepeng, terletak dalam rongga pelvis antara rectum dan kandung kemih. Ukuran uterus adalah panjang 7-7,5 cm, lebar 5 cm, dan tebal 2,5 cm. uterus pada wanita dewasa umumnya terletak di sumbu tulang panggul dalam posisi anteversio fleksio, membentuk sudut dengan vagina, sedangkan korpusnuterib kearah depan membentuknsudut 120-130 derajat dengan serviks uteri. Bagian-bagian darinuterus adalah sebagai berikut : 1. Fundus Uteri Ditutupi oleh peritoneum, berhubungan dengan fasies vesikalis dan permukaan internalis. Pada bagian atas bermuara tuba uteri yng menembus dinding uterus. Di bawah dan di depan titik pertemuan ini terdapat ligamentum dan di belakangnya terdapat ovarium. 2. Korpus Uteri Di dalamnya terdapat rongga (cavum uteri) yang membuka keluar melalui saluran kanalis servikalis yang terletak pada serviks. Bagian ini merupakan tempat berkembangnya janin. 3. Serviks Uteri Merupakan bagian uterus yang menyempit, berbentuk kerucut dengan apeks yang menjurus ke bawah dan ke belakang dengan sedikit lebar di pertengahannya. Sumbu panjang serviks sama dengan sumbu panjang korpus yang berbentuk garis bengkok ke depan.

Kanalis Servisis Uteri Berhubungan dengan kavum uteri melalui orifisium interna. Bagian bawahnya berhubungan dengan vagina melalui orifisium uteri eksternus. Pada dinding kanalis servisis terdapat lipatan-lipatan longitudinal, masingmasing akan menjadi plika yang disebut arbovital uterine. Lipatan kedua dinding ini menutupi kanalis servisis dengan panjang dari kavum uteri ke
5

orifisium eksternus 6,25 cm. Fungsi uterus adalah menahan ovum yang telah dibuahi dan tertahan dalam endometrium sampai pada saat melahirkan, uterus akan berkontraksi mendorong janin keluar.

Penyokong Uterus Penyokong utama uterus adalah diafragma pelvis, muskulus levator ani dan fasia levator ani. Uterus ditahan dalam posisi yang kuat dalam oleh vagina, ligamentum kardinale, ligamentum latum dan uterus sakralis. Jaringan lemak di sekitar ligamentum dan uterus merupakan elemen penting dalam menyokong uterus.

Posisi Uterus 1) Pada masa pubertas Uterus berbentuk filiformis dengan berat 14-17 gram dan berada dalam rongga pelvis. Pada waktu kandung kemih kosong korpus uteri hampir horizontal. Fundus berada 2 cm di belakang simpisis pubis. Pada keadaan menstruasi, uterus membesar karna lebih banyak vaskularisasi (bentukan pembuluh darah dan jaringan baru) dan permukaan membulat. Orifisium eksternus bentuknya bulat, labia membengkak, endometrium menebal dan lebih lunak. 2) Selama kehamilan Uterus membesar pada bulan kedelapan mencapai region

epigastrika. Pertambahan ukuran disebabkan pertumbuhan otot yang telah ada dan sebagian pertumbuhan otot baru. 3) Sesudah melahirkan Uterus hampir kembali pada ukuran semula, beratnya 42 gram karena kavum uteri lebih besar, serta pembuluh darah dan otot bertambah. 4) Pada umur tua Uterus menjadi atropi dan pucat sehingga lebih memisahkan uterus dan serviks.

Pembuluh Darah Uterus


6

a. Arteri Uterina : cabang dari hipogastrika, sebelum sampai ke bagian supra vaginal bercabang dua yaitu cabang yang kecil arteri vaginalis memberikan darah untuk serviks dan bagian atas vagina, sedangkan cabang utama membelok ke atas sepanjang pinggir uterus menebus korpus uteri. b. Arteri Ovarika : cabang dari aorta masuk ke ligamentum latum melalui ligamentum infundibulum pelvikum sampai di hilus ovarium akan bercabang kecillalu masuk ke uterus, sedangkan cabang utama melewati ligamentum latum dan beranastomosis dengan arteri uterine. c. Vena Uterus : arahnya berlawanan dengan arteri, darah uterus (vena arkuarta) akan bergabung membentuk vena uterine pada tiap sisi dan masuk ke vena hipogastrika. Darah dari ovarium bagian atas ligamentum latum dikumpulkan oleh pleksus pelvini formis di dalam ligamentum latum masuk ke vena ovarika.

2.1.2.3 Tuba Falopii Saluran telur yang mengangkut ovum dari ovarium ke kavum uteri, panjangnya 11-14 cm. tuba falopii terdiri atas 2 bagian mulai dari sisi pelvis ke sudut superior lateral uterus. Masing-masing tergantung pada plika peritoneal mesentrium yang meliputi margo superior dan berdekatan dengan ligamentum latum. Tuba falopii terdiri atas : 1. Pars interstialis: bagian tuba yang terdapat didalam uterus 2. Pars ismika / istmus: bagian yang sempit pada sudut antara uterus dan tuba 3. Pars ampularis / ampula: bagian yang membentuk saluran yang lebar meliputi ovarium 4. Infundibulum: bagian ujung tuba yang terbuka mempunyai umbul atau rumbai yang disebut fimbriae, melekat pada ovarium untuk menangkap telur yang dilepas oleh ovarium menuju tuba. Bagian luar tuba diliputi oleh peritoneum visceral yang merupakan bagian dari ligamentum latum. Otot dinding tuba terdiri atas muskulus longitudinal dan muskulus sirkuler. Pada bagian dalam terdapat mukosa yang berlipatlipat kea rah longitudinal terutama pada bagian ampula. Pada lapisan mukosa terdapat serabut yang mengeluarkan sekresi (getah) sehingga
7

menimbulkan arus ke arah kavum uteri. Tuba falopii mengarah ke lateral sejauh ekstermitas inferior, dari ovarium naik sepanjang pinggir mesovarium, akhirnya turun dan berhubungan dengan margo posterior dan fasies medialis dari ovarium, serta berhubungan dengan fimbriae tuba uterine yaitu rongga yang bertangkai yang disebut appendiks vesikulosa (appendix vesiculosa).

2.1.2.4 Ovarium Kelenjar yang terletak di kanan kiri uterus terikat oleh ligamentum uterus. Ovarium berhubungan dengan uterus melalui ligamentum ovarii propium yang terletak pada lapisan belakang ligamentum latum. Sebagian besar ovarium terletak pada intra peritoneal dan tidak dilapisi oleh peritoneum. Bagian ovarium yang berada di dalam kavum peritoneal dilapisi oleh epitel kubik silinder yang disebut juga epithelium germinativu. Pada bagian bawah epitel ini terdapat tunika albuginea dan di bawah tunika albuginea ditemukan lapisan yang banyak terdapat folikel. Setiap bulan folikel ini berkembang menjadi folikel de Graaf. Folikel ini merupakan bagian ovarium terpenting, dapat ditemukan di korteks ovarii dalam letak yang beraneka ragam dan dalam tingkat perkembangannya dari satu sel telur yang dikelilingi oleh satu lapisan sel saja sampai folikel de Graaf matang. Folikel yang matang terisi dengan liquor folikuli yang mengandung esterogen dan siap berovulasi. Pembuluh Darah Ovarium Arteri yang menyuplai ovarium dan tuba interna adalah arteri ovarika cabang dari aorta abdominalis, masing-masing beranastomosis dengan arteri uterine dan member beberapa cabang ke tuba uterine, cabang yang melalui mesovarium akan masuk ke hilum ovarium. Vena muncul dari hilus dan membentuk plexus pompaniformis. Vena ovarika yang dibentuk dari plexus ini meninggalkan pelvis. Saraf Ovarium Cabang dari nervus hipogastrikus atau pleksus pelvikus akan membentuk pleksus ovarikus tuba interna (plexus ovaricus tuba interna) yang menerima cabang dari nervus internus.
8

2.2 Siklus Reproduksi Wanita Menstruasi merupakan peristiwa pengeluaran darah, mucus dan sel-sel epitel dari uterus secara periodik. Menstruasi umumnya terjadi dengan interval setiap bulan selama pperiode reprouksi kecuali selama kehamilan dan menyusui, peristiwa ini biasanya tersupresi. Menstruasi merupakan bagian dari siklus menstruasi, suatu kompponen penting dalam siklus reproduksi wanita (female reproductive cycle). Siklus reproduksi wanita juga meliputi siklus ovarium dengan terkombinasi, kedua siklus ini memungkinkan wanita untuk hamil dan memengaruhi kualitas dan kehidupan yang unik. Secara umum, wanita yang mengalami menstruasi memiliki kemampuan untuk hamil secara alami, sedangkan wanita lain yang tidak mampu mungkin infertile. Proses ovulasi dan menstruasi saling terkait dengan erat dan berperan vital dalam kehamilan.

2.3 Menarche Pubertas adalah keseluruhan periode transisi antara masa kanak-kanak dan maturitas seksual. Menarke merupakan sebuah tanda pubertas, umumnya terjadi antara umur 9 dan 16 tahun. Pada kebanyakan anak perempuan, menarche dimulai sejak dimulai perkembangan payudara, tetapi beberapa anak lain menarche tidak akan terjadi sampai sampai payudara benar-benar matur. Faktor keturunan, ras, status nutrisi, iklim, dan lingkungan dapat mempengaruhi awitan menarche. Sebagai contoh, maturitas cenderung terjadi lebih awal di daerah beriklim hangat dari pada di daerah beriklim dingin. Usia menarche menurun secara terus menerus, tetapi penurunan ini tidak terjadi di Amerika Serikat. Usia anak-anak perempuan di Amerika yang mengalami menarche adalah 12,3 sampai 12,8 tahun. Rentang periode reproduksi sekitar 35 tahun, dari beberapa waktu setelah mulai menstruasi sampai berhenti menstruasi selama menopause. Selama masa kanak-kanak, gonadotropin, hormone yang diproduksi oleh kelenjar hipofisisuntuk menstimulasi ovarium, tampak dalam konsentrasi rendah. Esterogen, yang diproduksi oleh ovarium pada wanita dewasa, masih belum terdeteksi. Pubertas dimulai dengan peningkatan pelepasan gonadotropin dari kelenjar hipofisis. Ini menstimulasi ovarium untuk menyekresi sejumlah besar esterogen, hormone yang bertanggung jawab terhadap banyak perubahan tubuh pada massa pubertas. Urutan peristiwa endokrinologi secara teratur yang menghasilkan ovulasimungkin pada awalnya tidak terjadi. Beberapa siklus reproduksi wanita (umumnya disebut siklus menstruasi) yang pertama kali setelah menerchemungkin tidak disertai dengan ovulasi
9

dan sering kali tidak teratur. Namun, setelah menstruasi tidak terjadi, harus diasumsikan bahwa terjadi ovulasi yang menandai fertilitas dan kemungkinan kehamilan.

2.4 Siklus Ovarium dan Ovum Siklus ovulasi adalah proses pematangan ovum manusia dan pengeluaran ovum ke tuba falopii, sementara maturasi ovum lain ditahan sampai siklus berikutnya. Setiap bulan, dengan keteraturannya yang cukup, sebuah struktur menyerupai lepuh dengan diameter sekitar 1 cm berkembang di permukaan salah satu ovarium. Dalam lepuh ini, yang hampir tidak terlihat dalam cairan dan sel-sel di sekelilingnya, terdapat sebuah bintik kecil yang disebut ovum manusia, tidak dapat di lihat oleh mata telanjang (sebuah bidal akan menampung 3 juta bintik kecil tersebut). Ovum ini tidak hanya berpotensi berkembang menjadi seorang manusia, tetapi juga mengandung sifat bawaan mental dan fisik dari wanita dan keturunannya. Dalam proses ovulasi, sebuah lepuh dari satu ovarium mengalami rupture pada waktu tertentu setiap bulan dan mengeluarkan sebuah ovum. Ketepatan hari terjadinya ovulasi merupakan hal yang sangat penting. Sebagai contoh : karena ovum hanya bias di fertilisasi (dibuahi oleh spermatozo, atau sel benih pria) dalam waktu 24 jam setelah terlepas dari ovarium, satu hari setelah ovulasi, seorang wanita tidak dalam keadaan subur. Namun, seorang wanita berpotensi subur dalam beberapa hari sebelum waktu actual ovulasi karna spermatozoa dapat hidup dalam saluran reproduksi wanita selama 24 sampai 72 jam, menunggu datangnya ovum. Dalam suatu siklus tertentu, waktu ovulasi tidak dapat diperkirakan. Bahkan wanita yang memiliki siklous menstruasi teratur dapat mengalami ovulasi lebih lambat atau lebih awal dalam suatu siklus. Kemungkinan ketidakteraturan ini, dikombinasikan dengan kemungkinan fertilitas tepat sebelum ovulasi, menyulitkan identifikasi secara tepat fase atau masa subur dari suatu siklus. Interval infertile yang pasti pada wanita hanya terjadi setelah ovulasi. Waktu antara ovulasi dan menstruasi relative konstan (14 2 hari); waktu antara ovulasi dan menstruasi cukup bervariasi sehingga ovulasi tidak dapat diprediksi secara akurat dari sebuah siklus ke siklus berikutnya.

Folikel De Graaf Saat lahir, setiap ovarium mengandung sejumlah besar ovum yang belum berkembang, mungkin lebih dari 400.000. ovum tersebut merupakan sel bulat berukuran
10

cukup besar dengan sitoplasma jernih dan nucleus berukuran baik pada pusat ovum. Setiap ovum dikelilingi oleh sebuah lapisan dari beberapa sel kecil yang berbentuk datar atau gelendong. Keseluruhan struktur, ovum dan sel-sel disekelilingnya, disebut folikel, tetapi dalam kondisi yang belum berkembang saat lahir disebut folikel primordial. Pembentukan folikel primordial berhenti saat lahir atau segera setelah lahir, dan banyaknya jumlah folikel yang terkandung dalam ovarium bayi baru lahir menggambarkan suplai seumur hidup. Kebanyakan folikel menghilang sebelum pubertas, pada saat pubertas hanya tersisa sekitar 30.000 folikel. Peluruhan folikel ini terus berlanjut selama usia reproduksi wanita sampai menopause, yang biasanya folikel tidak dapatditemukan lagi. Sementara itu, dari lahir sampai menopause, beberapa folikel primordial menunjukkan tanda-tanda perkembangan. Lapisan granular yang mengelilingi sel mulai memperbanyak diri secara cepat sampai beberapa lapisan; pada saat yang sam, bentuknya menjadi kuboid. Seiring dengan berlanjutnya poliferasi sel ini, cairan yang penting yang disebut cairan folikular terbentuk diantara folikel tersebut. Setelah pubertas, sel-sel didalam folikel yang sedang berkembang menghasilkan hormone estrogenic, yang pada gilirannya, bekerja pada organ reproduksi dan menyebabkan perubahan siklus tubuh. Selama setiap siklus reproduksi wanita, beberapa folikel berkembang lebih lanjut; namun, biasanya hanya satu dari folikel ini yang mengalami maturasi sempurna dan ovulasi. Cairan folikuler berakumulasi dalam jumlah tertentu yang membuat sel-sel folikel yang memperbanyak diri didorong kea rah tepi; ovum sendiri hampir dikelilingi oleh cairan di tahan dari perifer folikel dengan hanya sebuah leher kecil sel-sel tersebut. Struktur ini kini dikenal sebagai folikel de Graaf. Saat ukuranya meningkat tajam, folikel de graaf secara alami mendorong keluar folikel lain yang terbentuk setiap bulan, dan tampak tonjolan jelas yang berbentuk seperti lepuh di permukaan ovarium. Pada satu titik, kapsul folikuler menjadi tipis dan saat ovum mencapai maturitas sempurna, ovum terbebas dari beberapa sel yang menghubungkannya ke perifer dan terapung dalam cairan folikuler. Penipisan area kapsul kini rupture dan ovum dikeluarkan dari ovarium dalam proses ovulasi.

Perubahan pada Korpus Luteum Setelah pengeluaran ovum, folikel yang rupture tersebut mengalami perubahan. Folikel tersebut menjadi penuh dengan sel-sel besar yang mengandung substansi khusus
11

berwarna kuning. Folikel tersebut kemudian dikenal sebagai korpus luteum atau badan kuning. Jika tidak terjadi kehamilan, korpus luteum mencapai perkembangan sempurna dalam waktu sekitar delapan hari, kemudian mengalami kemunduran dan secara bertahap digantikan oleh jaringan fibrosa, dengan sebutan korpus albicans. Jika terjadi kehamilan, korpus luteum sedikit membesar dan keberadaannya dipertahankan sepanjang kehamilan sehingga mencapai ukuran maksimum sekitar bulan keempat atau kelima gestasi dan setelah itu mengalami kemunduran secara perlahan. Korpus luteum menyekresi atau zat yang sangat penting yaitu progesterone. Jika tidak terjadi kehamilan, korpus luteum tetap aktif sekitar 2 minggu. Korpus luteum memproduksi progesterone selama durasi fase standart pascaovulasi siklus menstruasi.

2.5 Siklus Menstruasi Jika endometrium lapisan membrane uterus, diobservasi setiap hari, beberapa perubahan luar biasa dapat ditemukan. Perubahan ini hanya memiliki satu tujuan, untuk memberi tempat yang cocok untuk ovum yang telah dibuahi guna mendapatkan makanan dan tumbuh. Jika ovum tidak dibuahi, perubahan pada endometrium ini tidak memiliki fungsi penting. Siklus mentrusi dibagi menjadi tiga fase proliferasi, sekresi, dan iskemik. Siklus menstruasi berhubungan langsung dengan siklus ovarium. Fase proliferasi Segera setelah mentruasi, endometrium menjadi sangat tipis. Selama minggu berikut atau selanjutnya, endometrium mengalami proliferasi dengan sangat jelas. Sel-sel permukaan endometrium menjadi lebih tinggi, sementara kelenjar yang terdapat di endometrium tersebut menjadi lebih panjang dan lebih halus. Akibat perubahan ini, ketebalan endometrium meningkat enam atau delapan kali lipat. Kelenjar-kelenjar menjadi lebih aktif dan menyekresi zat yang kaya akan nutrisi. Setiap bulan selama siklus menstruasi ini (sekitar hari ke lima sampai hari ke empat belas), sebuah folikel de Graaf berkembang mendekati bentuk terbesarnya dan menghasilkan peningkatan jumlah cairan folikular. Cairan ini mengandung hormone estrogenic estrogen. Karena estrogen menyebabkan endometrium tumbuh atau berpoliferasi, fase siklus

12

menstruasi ini disebut fase proliferasi. Kadang kala fase ini disebut fase estrogenic atau fase folikular. Fase sekresi Setelah pelepasan ovum dari folikel ke Graaf (ovulasi), sel-sel yang membentuk korpus luteum menyekresi hormone penting lainnya, yaitu progesterone, selain estrogen. Kondisi ini menambah kerja estrogen pada endometrium sedemikian rupa sehingga kelenjar menjadi sangat kompleks, dan lumennya sangat berdilatasi dan berisi sekresi. Sementara itu, suplai darah ke endometrium meningkat, dan endometrium menjadi tervaskularisasi dan kaya air. Arteri spiral meluas ke lapisan superficial endometrium dan menjadi sangat kompeks. Efek kondisi ini adalah memberi tempat untuk ovum yang telah dibuahi. Fase siklus menstruasi ini berlangsung 14 kurang lebih 2 hari dan disebut fase sekresi. Fase ini kadang kala juga disebut fase progestasi, fase luteal, atau fase pramenstruasi. Fase menstruasi Jika ovum tidak dibuahi, korpus luteum mengalami regresi, sekresi estrogen dan progesterone menurun, dan endometrium mengalami involusi. Saat endometrium mengalami degenerasi, sejumlah pembuluh darah kecil mengalami rupture disertai terjadinya hemoragi. Endometrium yang luruh disertai darah dan sekresi dari kelenjar, keluar menuju vagna, disertai ovum kecil yang tidak dibuahi. Dengan demikian, menstruasi merupakan terminasi mendadak suatu proses yang dirancang untuk mempersiapkan tempat untuk ovum yang telah dibuahi. Tujuan menstruasi adalah membersihkan endometrium yang lama sehingga endometrium yang baru dan segar dapat dibentuk kembali untuk bulan berikutnya. Fase siklus ini berlangsung sekitar hari pertama sampai kelima (disebut fase mentruasi).

2.6 Kontrol Hormonal Pada Siklus Siklus reproduksi wanita diatur terutama melalui fungsi yang sangat terkoordinasi dari otak, hipotalamus, hipofisis, ovarium dan uterus. Seluruh kejadian menunjukkan reaksi yang terintegrasi dan harmonis dari beberapa proses dalam organisme manusia, semuanya pentng untuk mempertahankan hubungan yang tepat dalam siklus reproduksi wanita. Untuk sinkronisasi fungsi system ini, setiap komponen harus mengetahui apa yang dilakukan oleh

13

komponen lain dan kadang-kadang harus dapat menstimulasi atau menekan salah satu dari elemen lain tersebut.

2.7 Variasi Siklus Walaupun interval siklus reproduksi wanita atau siklus menstruasi dihitung mulai dari awal satu periode kea witan periode berikutnya, rata-rata 28 hari, terdapat variasi yang luas bahkan pada wanita yang sama. Jarang sekali wanita mengalami menstruasi dalam waktu tepat setiap 28 atau 30 hari. Beberapa penelitian pada wanita muda normal menunjukkan bahwa mayoritas (hampir 60%) wanita mengalami variasi lama siklus menstruasi setidaknya 5 hari; variasi pada wanita yang sama bahkan sampai 10 hari bukan hal yang luar biasa membahayakan kesehatan. Derajat dan intensitas manifestasi yang ditunjukkan pada siklus ovulasi bervariasi dari satu wanita ke wanita yang lain. Beberapa wanita secara konsisten mengalami ketidaknyamanan panggul selama ovulasi atau mittelschmerz, yang dikenal dengan istilah demikian karna kondisi ini biasanya muncul pada pertengahan siklus menstruasi 28 hari. Sedikit perubahan warna mucus atau perdarahan yang tidak teratur dapat terjadi terkait dengan ovulasi. Pada interval pasca ovulasi, dapat terjadi nyeri tekan dan rasa penuh pada payudara, yang biasanya mencapai puncaknya tepat sebelum menstruasi. Variasi sindrom klinis dapat menyebabkan wanita mengalami ketegangan dan gejala afektif dan somatic lainnya sebelum menstruasi. Sindrom yang paling menonjol adalah sindrom pramenstruasi, dengan gejala yang terjadi berulang kali sebelum menstruasi (misalnya: iritabilitas, depresi dan keluhan somatik). Bahasan terperinci mengenai PMS dan variasi gejala klinis lain yang terjadi dalam siklus menstruasi, seperti disminorhe dan amenore. 2.8 Determinan Fase Siklus dan dapat terjadi tampa penjelasan atau tampak

2.9 Menoupose Menopause yaitu perhentian fisologis haid berhubungan dengan kegagalan fungsi ovarium, selama fungsi reproduktif menurun dan berakhir. Pasca menopause adalah periode yang dimulai sekitar 1 tahun setelah haid berakhir dan setelahnya. Menopause berhubungan dengan atrofi beberapa jaringan payudara dan organ-organ genital, kehilangan densitas tulang, serta perubahan vascular.
14

Fisiologi Menstruasi : Periode menopause menandai akhir dari kapasitas reproduktif wanita. Hal ini biasanya terjadi antara usia 45-52 tahun, tetapi pada wanita tertentu dapat terjadi kurang dari 42 tahun. Usia rata-rata adalah 51 tahun mengalami menopause. Menopause adalah fenomena patologis tetapi merupakan bagian normal dari proses penuaan dan maturasi. Menstruasi berhenti dan karena ovarium tidak lagi aktif, organorgan reproduktif menjadi mengecil. Tidak ada lagi ovum yang matur karena tidak ada lagi hormon estrogen yang dihasilkan. Selain perubahan dalam sistem reproduktif yang mengurangi kadar estrogen, perubahan multiaspek juga terjadi di seluruh tubuh wanita. Perubahan ini termasuk neuroendokrinologis, biokimia, dan perubahan metabolik yang berkaitan dengan penuaan. Menopause artificial dapat terjadi lebih dini bila ovarium diangkat secara bedah atau mengalami kerusakan akibat radiasi. Manifestasi Klinis : a. Ada perubahan dalam menstruasi (aliran bulanan meningkat, menurun, tak teratur) dan akhirnya berhenti sama sekali. b. Ovulasi jarang terjadi, kadar estrogen menurun, kadar FSH meningkat. c. Rasa panas (karena ketidakstabilan vasomotor) atau berkeringat malam yang menyebabkan tidak nyaman, gangguan tidur, dan rasa malu. d. Perubahan atrofik, kulit kering, penambahan berat badan, dan penurunan densitas tulang (osteoporosis). e. Perubahan area vulvovaginal (penebalan bertahap rambut pubis, pengkerutan labia). f. Sekresi vaginal menurun, dispareunia (rasa tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual). g. Ph Vagina meningkat, menyebabkan rentan infeksi bakterial (atrofik vaginitis). h. Rabas, gatal-gatal, sensasi terbakar pada vulva. Kehilangan kapasitas reproduktif dapat berarti kekecewaan pada beberapa wanita dan kelegaan bagi wanita lainnya. Bagi wanita dengan keluarga yang sedang berkembang dan menganut nilai-nilai tradisional, menopause dapat mengakibatkan konfusi peran untuk merasakan kebebasan seksual dan personal. Situasi individual mempengaruhi respons dari setiap wanita dan harus dipertimbangkan. Perawat harus waspada dan sensitive terhadap semua kemungkinan dan memperhatikan isyarat yang ditunjukkan pasien. Perawat dapat mendorong wanita untuk melihat menopause sebagai perubahan alamiah yang mengakibatkan bebas dari haid dan gejala-gejala yang berhubungan dengan
15

perubahan hormonal. Tidak ada hubungan antara menopause dan masalah kesehatan mental, perubahan sosial yang biasanya berkaitan dengan menopause dapat menimbulkan stres. Penatalaksanaan HRT (Hormone Replacement Therapy) Perubahan dalam metabolism lemak yang terjadi selama menopause memberikan efek yang merugikan pada wanita, menempatkan mereka berisiko terhadap aterosklerosis, angina, penyakit arteri koroner, dan osteoporosis. Pada banyak kasus, HRT mengurangi risiko terhadap kondisi ini dan juga infark miokard. Selain itu, HRT menurunkan atau menghilangkan rasa panas yang hebat dan menetap. Hasil percobaan Preliminari Intervensi Estrogen/ Progestin Pascamenopausal (PEPI) menunjukkan bahwa estrogen saja atau dalam kombinasi dengan progestin dapat meningkatkan kadar lipoprotein dan menurunkan kadar fibrinogen. Namun demikian, rintangan estrogen tidak dianjurkan bagi wanita yang tidak mengalami histerektomi, karena hal ini berkaitan dengan hiperplasi endometrium (Writing Group of PEPI Trial, 1995). Selain penggunaannya dalam mencegah penyakit jantung, HRT juga dapat membantu mencegah osteoporosis. Faktor yang meningkatkan risiko osteoporosis pada wanita mencakup kerangka tulang yang kecil, ras (orang Kaukasia atau Asia), riwayat osteoporosis dalam keluarga, nulipara, menopause dini, penggunaan alkohol sedang sampai berat, merokok, penggunaan kafein, gaya hidup monoton, dan diet rendah kalsium. Wanita harus dinasihatkan untuk tetap aktif dan mulai untuk mengikuti program latihan aktivitas yang menahan berat badan, seperti berjalan, minum suplemen kalsium, mengurangi atau berhenti merokok, dan mendiskusikan kesesuaian HRT dengan pemberi perawatan kesehatan mereka. Kontra Indikasi HRT HRT terbaru biasanya terdiri dari estrogen dan progesterone. Namun demikian, pada masa lalu, pengobatan dengan estrogen saja akan meningkatkan insiden kanker uterus. Menambahkan progestin, suatu sintetik progesterone, ke dalam program terapi dapat mengurangi risiko ini. Wanita dengan uterus yang sudah diangkat biasanya tidak diberikan progestin. Karena risiko kanker payudara meningkat pada wanita dengan HRT, wanita dengan lesi payudara tergantung hormon yang diidentifikasi melalui mamograf kemungkinan tidak akan diberikan HRT (meskipun wanita dengan riwayat kanker payudara dapat diberikan terapi jika ia mengalami gejala yang sangat mengganggu). Keputusan untuk menggunakan HRT sering merupakan hal yang sulit, terutama karena riset yang
16

dibutuhkan untuk mengetahui apakah seorang wanita membuat keputusan yang sangat baik dalam terapi ini masih belum lengkap. Terapi penggantian hormon (HRT) juga merupakan kontraindikasi pada wanita yang menderita trombosis vaskuler , penyakit liver, kanker uterus, dan perdarahan vagina abnormal yang tidak terdiagnosa. Perawatan tindak lanjut teratur, termasuk pemeriksaan fisik dan mamogram tahunan, dianjurkan bagi wanita dengan HRT. Biopsi ensometrium diindikasikan juga bagi wanita dengan perdarahan tak teratur. Program HRT pada wanita menopause yang benar yaitu dengan mengonsumsi baik estrogen maupun progestin setiap hari selama 25 hari pertama dalam sebulan, minum progestin untuk selama 12 hari terakhir dari periode 25 hari untuk mencegah proliferasi lapisan uterus yang dapat mengakibatkan malignansi. Pengobatan Alternatif Beberapa wanita merasa sangat gelisah dengan HRT dan mengenai kurangnya data mengenai efek jangka panjang penggunaannya. Wanita ini akan mendapat manfaat dari pembelajaran mengenai alternatif terhadap HRT (termasuk diet, vitamin, dan latihan). Namun demikian, mereka harus mengetahui bahwa pendekatan seperti ini terhadap menopause belum dibuktikan melalui riset. Vitamin B6 dalam dosis yang kurang dari 200 mg didapati telah dapat meredakan beberapa gejala yang menegangkan. Vitamin E telah menunjukkan efektivitasnya dalam mengurangi rasa panas. Latihan fisik teratur, termasuk latihan menahan beban berat, meningkatkan frekuensi jantung, meningkatkan kadar lipoprotein densitas tinggi (HDL), memulihkan kandungan tulang, dan membantu untuk mempertahankan masa tulang. Olahraga juga dapat mengurangi stres, meningkatkan kesejahteraan, dan meningkatkan citra diri. Wanita juga harus didorong untuk mengurangi masukan kalori, menurunkan lemak, dan meningkatkan masukan gandum murni, serat, buah-buahan, dan sayuran. Suplemen kalsium (1500 mg/ hari) dapat membantu dalam mencegah kehilangan tulang. Intervensi Keperawatan pada Klien Menopause Tindakan harus dilakukan untuk meningkatkan kesehatan secara umum. Perawat menjelaskan pada pasien bahwa menopause adalah merupakan fungsi fisiologis yang jarang disertai dengan gejala persyarafan atau penyakit.

17

Rentang harapan hidup terakhir setelah menopause bagi rata-rata wanita adalah 30-35 tahun, yang merupakan fase pengasuhan anak dalam hidupnya. Menopause tidak seluruhnya mengubah kehidupan. Dorongan seksual normal masih tetap terjadi dan wanita tetap mempunyai respons seks yang lazim setelah menopause. Banyak wanita menikmati kesehatan yang lebih baik setelah menopause dibandingkan sebelumnya, hal ini nyata sekali bagi mereka yang mengalami dismenorea. Evaluasi individu tentang dirinya, nilai , dan harga dirinya, sekarang dan pada masa mendatang, tampaknya hampir pasti mempengaruhi reaksinya terhadap menopause. Pendidikan Pasien Wanita yang Menghadapi Menopause Cara Mengatasi dan Mencegah Kejengkelan Fisik adalah Untuk gatal-gatal dan rasa terbakar pada dengan vulva, bicarakan dengan petugas kesehatan untuk mengobati abnormalitas tersebut dan meminta hormonal. 2 Keletihan dan stres dapat Untuk mencegah dispareunia (rasa sakit ketika berhubungan seksual), gunakan lubrikan yang larut dalam air seperti jelly K-Y, replens, krim hormone, atau foam kontrasepsi. 3 Diet yang bergizi dan Memperbaiki tonus otot perineal dan kandung kemih dengan mempraktikan latihan Kegels setiap hari. Mengontraksikan otot-otot perineal seperti ketika menghentikan berkemih, tahan 5-10 detik dan bebaskan. Ulangi dengan sering selama siang hari. 4 Progran dengan latihan kebutuhan yang anda sesuai Gunakan krim atau lotion untuk mencegah akan
18

No

Poin Umum

Periode normal sendiriya.

klimakterium dan berhenti

resep

krim

pelumas

atau

memperberat gejala.

pengendalian berat badan akan kontrol memperbaiki kondisi fisik.

meningkatkan kesejahteraan. 5 Minat dan keikutsertaan

kekeringan kulit. dalam Ikut kelompok penurunan berat badan jika Dengan meningkatnya usia,

aktivitas di luar rumah membantu ada.

untuk mengurangi ansietas dan kecenderungan peningkatan berat badan ketegangan. juga makin meningkat, terutama sekitar panggul, paha, dan abdomen. 6 Perubahan pendukung diperkirakan dalam lingkungan Amati asupan kalsium yang dianjurkan sebelumnya karena produk yang mengandung susu dan terjadi pada suplemen kalsium dapat membantu untuk

pertengahan kehidupan. Perubahan memperlambat proses osteoporosis. ini termasuk kepergian anak-anak, penuaan, dan peningkatan

ketergantungan orang tua, dan kematian orang yang dicintai. 7 Merupakan waktu yang sangat Minum 6-8 gelas air setiap hari dan baik untuk pertumbuhan vitamin C (500 mg) sebagai cara untuk pribadi, mengurangi kecenderungan infeksi saluran

intelektual,

pencapaian

dan untuk melakukan aktivitas dan kemih (ISK) yang berhubungan dengan pengalaman baru. 8 Menopause tidak perubahan atropi uretra. berarti Kontrasepsi masih dianjurkan sampai 1 tahun seteh menopause. seksual untuk yang sering dapat

mengakhiri fungsi seksual. 9

Pemeriksaan fisik tahunan adalah Aktivitas penting untuk mempertahankan membantu kesehatan berkelanjutan yang baik

mempertahankan

yang elastisitas vagina. Seks yang lebih aman adalah penting pada semua usia.

2.10 Perimenoupose Perimenopause adalah rentang periode dari tanda pertama menopause-biasanya panas kemerahan, kekeringan vagina, dan haid tak teratur sampai melewati masa tanpa haid (1
19

tahun dari periode haid terakhir). Fakta tentang perimenopause berikut harus dipertimbangkan oleh perawat : a. Seksualitas, fertilitas, kontrasepsi, dan PHS dapat menjadi kekhawatiran bagi wanita perimenopause. b. Kehamilan yang tidak diinginkan adalah kemungkinan penyebab karena sekitar sepertiga wanita perimenopause menggunakan metode kontraseptif selain metode sterilisasi. c. Wanita perimenopause yang tidak merokok terhindar dari kanker uterus akibat pemakaian kontraseptif oral. d. Sekitar 16% kanker payudara terjadi pada kelompok wanita ini. Sehingga, pemeriksaan payudara sendiri (SARARI), pemeriksaan fisik rutin, dan mammogram adalah penting. Kista payudara jinak adalah temuan yang umum. Aspirasi jarum halus dapat digunakan untuk mengevaluasi sebagian besar massa payudara, menghindari keharusan untuk rawat inap dan pembedahan.

Karena penyakit kardiovaskuler adalah penyebab terbesar kematian pada wanita lansia, diet, dan latihan merupakan topik penting dalam penyuluhan pasien seperti juga halnya terapi pergantian hormon (HRT = Hormone Replacement Therapy). Praktisi yakin bahwa HRT melindungi wanita dari penyakit jantung dan osteoporosis. Perawat harus menunjukkan berbagai pilihan kesehatan bagi pasien wanita sebelum menopause.

BAB 3 PENUTUP

3.1 Simpulan

DAFTAR PUSTAKA

20