Anda di halaman 1dari 3

RANCANGAN DAN PERENCANAAN PROMOSI KESEHATAN

A. Diagnosa Masalah Kurangnya pengetahuan mengenai penyakit campak berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi. 1. Diagnosa Sosial Banyak orang tua yang kurang mengetahui tanda gejala penyakit campak, orang tua beranggapan bahwa anak menderita penyakit pada umumnya seperti panas, batuk. 2. Diagnosa Epidemiologi Menurut data puskesmas setempat penyakit campak banyak menyerang anak-anak usia pra sekolah dan anak-anak usia SD. Akibat yang ditimbulkan banyaknya anak-anak yang terserang penyakit campak membuat kekhawatiran di masyarakat setempat. Selama ini masyarakat hanya melakukan perawatan di rumah, setelah muncul tanda-tanda keparahan pada anak mereka akan membawa ke pelayanan kesehatan setempat. 3. Diagnosa Perilaku dan Lingkungan Saat muncul gejala ringan pada anak, kebanyakan orang tua tidak segera membawa ke pelayanan kesehatan tetapi hanya melakukan perawatan di rumah. Masyarakat masih belum mengetahui bahwa penyakit campak merupakan penyakit yang cepat penularannya, sehingga mereka tidak melakukan pencegahan dini jika di lingkungan sekitar mereka ada yang terserang campak. 4. Diagnosa Pendidikan dan Organisasional Masyarakat setempat mayoritas tamat SD, hanya sebagian kecil yang tamat SMP dan SMA. Sehingga, masyarakat perlu diberikan edukasi tentang penyakit dan penanganan campak agar masyarakat terutama anak-anak yang terserang penyakit campak tidak semakin meluas dan angka kematian menurun. 5. Diagnosa Administrati dan Kebijakan Pemerintah Indonesia berusaha untuk terus menekan angka kematian yang masih tergolong tinggi ini. Sejak 20 Februari lalu, pemerintah mengadakan program imunisasi campak gratis selama satu bulan. Mereka yang menjadi target imunisasi adalah anak-anak usia 6-9 bulan yang amat rentan terhadap infeksi campak. Namun demikian, tak akan cukup usaha dari pemerintah jika para orang tua tidak paham tentang seluk beluk campak, bahaya yang dapat ditimbulkan, serta upaya pencegahannya yang harus dilakukan sesegera mungkin.

B. Prioritas Masalah 1. Status kesehatan masyarakat setempat tergolong kurang. Masyarakat kurang memperhatikan kesehatan. Mereka akan pergi ke pelayanan kesehatan jika kondisi penyakit semakin memburuk 2. Pola pelayanan kesehatan kebanyakan berupa kuratif, sedangkan untuk promotif dan preventif masih belum banyak diterapkan. 3. Kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di pelayanan kesehatan setempat masih kurang dimanfaatkan. 4. Masalah kesehatan yang muncul berhubungan dengan tingkat pendidikan masyarakat yang rendah. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui penyakit campak, mereka masih menganggap campak bukan penyakit yang parah. C. Tujuan 1. Pengetahuan masyarakat tentang penyakit campak semakin bertambah. 2. Masyarakat dapat mengenali tanda gejala dan melakukan penanganan secara dini mengenai penyakit campak serta masyarakat dapat melakukan pencegahan agar tidak terserang penyakit campak. 3. Status kesehatan masyarakat setempat meningkat dengan adanya pemberian edukasi. D. Sasaran Sasaran dari promosi kesehatan adalah warga Desa Mekar Sari, terutama orang tua yang memiliki anak usia balita sampai anak usia sekolah dasar. E. Isi Promkes Isi promosi kesehatan yang akan dilakukan meliputi: 1. Definisi campak 2. Etiologi campak 3. Tanda dan gejala campak 4. Akibat dari campak 5. Penanganan/perawatan campak 6. Imunisasi

F. Metode Metode yang akan digunakan dalam promosi kesehaan ini adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Metode tersebut membuat masyarakat cepat memahami edukasi yang akan diberikan, karena masyarakat dilibatkan langsung untuk kritis dalam menyikapi penyakit campak. G. Media Media yang akan digunakan dalam promosi kesehatan ini adalah berupa leaflet, video, dan lembar balik. Media tersebut dipilih agar masyarakat dapat dengan mudah memahami edukasi yang akan diberikan. Selain memberikan informasi secara lisan dan tulisan diberikan informasi secara visual, sehingga masyarakat dapat melihat langsung kasuskasus campak yang sudah terjadi. H. Rencana Evaluasi Evaluasi akan dilaksanakan pada saat kegiatan promosi kesehatan atau setelah kegiatan promosi kesehatan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada sasaran (masyarakat), sehingga dapat dievalusi pemahaman masyarakat tentang edukasi yang diberikan dapat diterima dengan baik atau tidak. I. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan promosi kesehatan akan dilakukan pada: Hari Tanggal Pukul Waktu : Sabtu : 27 April 2013 : 09.00 WIB : 45 menit

ARIESKA DR 1101100079-II B