BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO TAHUN ANGGARAN 2007

AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

Nomor Tanggal

: 43A/LHP/XVIII.YOG/6/2008 : 25 Juni 2008

DAFTAR ISI
HALAMAN
DAFTAR ISI…………………………………………………………………........................ OPINI BADAN PEMERIKSA KEUANGAN…………………………….......................... LAPORAN KEUANGAN POKOK .............................................................................. 1. 2. 3. 4. NERACA KOMPARATIF.................................................................................... LAPORAN REALISASI APBD............................................................................ LAPORAN ARUS KAS. ..................................................................................... CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN. .......................................................

i ii 1 1 3 5 8 64

GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN………………………………….........................

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

i

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA OPINI BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
Kepada para pengguna laporan keuangan, Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Kulon Progo per 31 Desember 2007, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan. BPK RI melaksanakan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Standar tersebut mengharuskan BPK RI merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan agar BPK RI memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu pemeriksaan meliputi penilaian, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Pemeriksaan juga meliputi penilaian atas Standar Akuntansi Pemerintahan yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. BPK RI yakin bahwa pemeriksaan BPK RI memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam Tahun Anggaran 2007 : 1. Mengelola keuangan dalam pelaksanaan APBD pada Sekretariat DPRD sebesar Rp7.361.285.032,00 tidak tertib, sehingga Realisasi belanja sebesar Rp7.361.285.032,00 tidak diyakini kewajarannya, sebagaimana dituangkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Bab V, Nomor 5.1.2; 2. Mengelola bantuan dana pemberdayaan masyarakat atas program Community Development (CD) dari pemerintah Propinsi DIY sebesar Rp4.000.000.000,00 tidak melalui mekanisme APBD, sehingga tidak ada pengendalian atas pelaksanaan kegiatan pengelolaan bantuan dana pemberdayaan masyarakat,

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

ii

2.905.sehingga sampai dengan akhir tahun anggaran kegiatan ini tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya.. S.00 pada neraca Per 31 Desember 2007 tidak sesuai dengan bukti pendukung. kecuali untuk dampak atas hal-hal yang diungkapkan pada paragraf sebelumnya. Mengalokasikan anggaran belanja modal pada 4 (empat) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) direalisasikan sebagai bantuan minimal sebesar Rp12.00. 4.00.758.H.775. laporan keuangan yang disebut di atas menyajikan secara wajar.M. angka 5. D-17.4. Laporan Realisasi Anggaran.4. 25 Juni 2008 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan BPK RI di Yogyakarta Penanggung Jawab Pemeriksaan. 3.905. Yogyakarta. Mencatat penambahan aset tetap sebesar Rp79.211. Nomor 5.890. sehingga. Nelson H.1.758. dalam semua hal yang material. Nomor 5.211.Acc. nilai aset tetap pada Neraca per 31 Desember 2007 dicatat terlalu tinggi sebesar Rp12. Laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan sistem pengendalian intern kami sajikan dalam bagian tersendiri yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan ini. angka 5. sehingga penambahan asset ini tidak dapat diyakini kewajarannya sebagaimana dituangkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Bab V. Siregar.1. sebagaimana dituangkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Bab V.1. Nomor 5.802.1. CFE Akuntan.E. posisi keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo per 31 Desember 2007. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.1 dan 5. sebagaimana dituangkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Bab V.235 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA iii . Register Negara No. Menurut pendapat BPK RI.

00 5.120.147.927.919.983.584.966.739.75 74.065.239.168.777.818.89 118.174.894.016.901.45 46.428. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Bangunan dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Aset Tetap DANA CADANGAN Dana Cadangan Pemberdayaan Masyarakat Desa Jumlah Dana Cadangan ASET LAINNYA Tagihan Penjualan Angsuran Tuntutan Ganti Rugi Kemitraan dengan pihak ketiga Aset Tak Berwujud Aset Lain-lain Jumlah Aset Lainnya TOTAL AKTIVA 2007 (Rp) 49.44 146.869.264.00 64.00 - 653.341.449.064.993.177.65 6.99 334.146.233.LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NERACA Per 31 Desember 2007 dan 2006 ASSET ASET LANCAR Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-lain Persediaan Jumlah Aset Lancar INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Non Permanen Investasi Permanen Penyertaan Modal Pemerintah Jumlah Investasi Jangka Panjang ASET TETAP Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.901.099.918.181.359.441.316.45 30.748.904.000.078.375.589.598.280.090.281.210.274.909.818.477.00 14.45 30.25 3.00 8.057.420.99 735.961.000.99 370.894.498.00 958.71 10.016.801.44 116.00 10.361.053.014.584.883.131.89 - - 958.332.278.666.731.147.984.651.972.45 124.75 96.998.65 2006 (Rp) 23.277.233.483.99 6.00 36.91 9.351.657.67 51.71 11.016.819.930.147.00 4.655.614.684.00 382.399.381.075.570.00 749.756.030.00 860.25 1 .915.184.399.614.818.696.00 3.028.619.857.575.

161.147.174.584.387.016.014.274.892.982.483.67 (1.534.00 94.25 31.00 1.99 734.068.119.181.Pemerintah Pusat Utang Jangka Pendek Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Utang Dalam Negeri .420.438.00 971.254.983.278.476.972.614.139.725.00 91.876.283.756.869.161.727.312.99 14.610.284.915.154.82 2.223.905.441.00 (971.25 Wates.304.876.40 1.00 4.399.642.901.034.217.837.278.765.225.440. TOYO SANTOSO DIPO 2 .154.034.407.958.582.77 860.784.94 858.064.656.579.098.438.89 958.258.280.00) 50.353.264.89 (731.282.65 4.760.40) 683.45 653.85 735.40 202.00 (1.837.154.381.905.738.316.739.819.391.816.818.654.105.39 1.40 731.40 EKUITAS DANA EKUITAS DANA LANCAR Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jumlah Ekuitas Dana Lancar EKUITAS DANA INVESTASI Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan dalam Aset Lainnya Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jumlah Ekuitas Dana Investasi EKUITAS DANA CADANGAN Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Jumlah Ekuitas Dana Cadangan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA 55.52 30.919.727.01 1.119.82 971.304.438.25 5.22 731.905.254.782.883.00 740.825.91 46.233.278.098.Pemerintah Pusat Utang jangka panjang lainnya Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Jumlah Kewajiban 20.929.40) 62. 25 Juni 2008 BUPATI KULON PROGO H.179.098.45 749.KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) Bagian Lancar Utang Dalam Negeri .428.82) 795.731.

782.164.355.00 12.00 20.156.279.00 21.129.770.00 37.LAINNYA 3.130.421.285.835.620.711.741.147.440.00 471.37 378.00 42.37 74.830.800.475.883.481.067.637.431.473.00 82.824.813.605.230.699.500.00 108.000.000.110.928.573.00 22.345.150.937.402.95 1.312.71 16.000.00 3.928.397.00 24.66 (168.368.00 510.29 3 .663.00 170.079.805.956.000.800.00 4.000.500.293.00 7.637.044.00 1.538.000.00 423. Kelebihan Pembyrn PPh Pasal 21 Gaji PNS 13.000.63 7.258.119.397.95 16.714.37 2.500.912.146.025.582.209.000.597.37 Jumlah Lain-Lain Pendapatan yang Sah JUMLAH PENDAPATAN BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial Bantuan Keuangan Jumlah Belanja Operasional 275.153.00 35.000.432.900.694.300.229.168.000.000.58 9.205.00 (526.00 11.155.705.00 1.545.00 292.780.000.538.046.95 522.366.42) 1.954.00 506.896.397.717.813.000.266.896.000.00 22.00 107.799.397.852.00 Bantuan Dana Kontijensi/Penyeimbang – Pusat TRANSFER PEMERINTAH PROPINSI dari Propinsi Jumlah Pendapatan Transfer Total Pendapatan Transfer LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Dana Darurat Lain-lain Pendapatan yang Sah Pen.193.721.000.760.331.00 (1.00 29.229.798.00 3.683.168.709.278.76 1.00 20.690.130.34 18.833.248.00 275.000.714.397.585.932.503.533.217.186.686.00 7.34 218.76 22.00 398.000.379.000.869.66 423.800.852.00 12.388.800.610.088.111.129.313.000.952.147.121.00) 1.00 482.37 3.192.00 95.972.000.551.695.013.000.164.437.95 1.749.020.991.453.190.481.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO LAPORAN REALISASI ANGGARAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 2007 Anggaran Rp Realisasi Rp Lebih/Kurang Realisasi Rp PERHITUNGAN ANGGARAN PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak daerah Pendapatan Retribusi daerah Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-Lain PAD yang Sah Jumlah Pendapatan Asli Daerah PENDAPATAN TRANSFER TRANSFER PEMERINTAHPUSATDANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus TRANSFER PEMERINTAH PUSAT.623.148.350.164.479.525.200.882.877.344.00 38.588.441.34 170.000.110.331.385.254.000.00 374.000.155.00 1.00) 7.707.66 309.00 42.145.00 3.746.000.00 7.997.

808.00 36.107.00 44.00 2.263.634.350.570.055.823.00 216.00 2.378.550.783.284.542.831.093.107.000.929.65) 4 .80 25.00 30.067.307.486.396.95 44.00 492.00 - 5.783.00 8.998.648.00 23.70 55.809.324.00 5.093.649.697.182.29 (28.985.000.50 13.500.265.304.284.945.360.000.603.365.167.982.50 2.00) 30.025.486.489.093.000.20 612.645.00 18.762.324.00 39.63) 537.00 111.00 30.801.385.705.840.313.00 (30.097.71 2.727.000.387.276.398.00 30.933.496.519.998.500.982.648.120.50 5.942.529.50 5.664.641.225.00 93.854.782.284.246.412. Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya Jumlah Belanja Modal BELANJA TAK TERDUGA Belanja Tak Terduga Jumlah Belanja Tak terduga JUMLAH BELANJA TRANSFER TRANSFER BAGI HASIL KE DESA Bagi Hasil Pajak/Retribusi Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa Bantuan Keuangan untuk Instansi Jumlah Transfer Bagi Hasil Ke Desa Jumlah Transfer JUMLAH BELANJA DAN TRANSFER SURPLUS/DEFISIT PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Pencairan dari dana cadangan Penerimaan pinjaman dan obligasi Hasil Penjualan Aset Daerah yang Dipisahkan Penerimaan Piutang Jumlah Penerimaan PENGELUARAN DAERAH Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Utang Pokok yang Jatuh Tempo Penguatan Modal Pemberian Pinjaman/Dana Talangan Jumlah Pengeluaran PEMBIAYAAN NETTO SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN 9.838.573.018.350.486.700.120.374.00 8.070.00 216.942.616.809.00 3.000.65 612.350.801.801.013.00 5.685.929.50 8.579.00 37.678.71 30.840.516.294.480.715.00 537.000.928.427.977.304.737.29 - 492.80 2.000.765.00 1.307.075.305.674.00 92.000.970.00 20.00 7.661.975.00 2.284.064.726.809.224.706.102.103.715.961.060.50 39.BELANJA MODAL Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.539.255.000.854.000.170.284.290.391.945.067.818.00 91.00 940.391.00 3.251.00 33.20 5.00 2.048.388.350.30 (55.398.350.323.838.00 2.486.000.557.305.521.649.00 3.

k.00 95.800.826. j.500.856. h.684.00 399.000.320. d.580.485. c.835.394.634.00 448.00 378.16 933.525.252. i.00 7.50 106.168.800.00 35.082.94 64.00 1.697.781.229.192. m. b.000.00 95.010.973.000.00 1.95 3.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO LAPORAN ARUS KAS Untuk Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 ARUS KAS ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Arus Masuk Kas a.571.700.457.000.982.066.877.573. Belanja Pegawai Belanja Barang Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial Belanja Tak Terduga Bagi Hasil Pajak / Retribusi Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa Bantuan Keuangan untuk Instansi 3.00 344.00 16. b.00 17.489.172.474. f.196.32 Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 5 .400. d.880.714.073. Pendapatan Pajak Daerah Pndptn Retribusi Daerah Pndptn Hsl Pglln Kkyn Daerah yg Dipisahkan Lain-lain PAD yang Sah Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil SDA Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Pendapatan Bagi Hsl Pjk dari Propinsi Pndptn Bagi Hsl Lainnya Pendapatan Hibah Pndptn Dana Darurat Pndptn Lainnya 2007 Rp 2006 Rp Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas a.155.000.00 384.528.164.634.844.898.000.37 74.802.637.366. i.538.018.00 0. f.95 522.481. e.500.204. j.956.035. g.201.76 22.204.287.082.397.805.547.234.223.00 20. e.18 20.448.427.018.605.17 8.441.262.000.00 32. l.739.972.00 3.145.313.00 11.292.000.00 3.00 216.567.34 170.113.991. o.00 12.396.000.00 4.258.854.000.28 8.127.00 1.500.134.856.00 17.147.150.71 123.782.37 454.168.012.000.000.017.810.129.26 238.209. g.371.00 107.199.164.430. c.540. n.00 42.66 292.782.484.067.421.58 8.156. h.683.000.437.00 22.800.00 0.095.998.91 1.00 0.355.200.00 0.531.110.865.

971.000.313. alat&mesin Pndptn Penj.374. Penyertaan modal Pemda Pembayaran pokok pinj.737.423.808.241. e.528.276.550.085.170.284. jalan. b.00 0. tanah . c.00 178.820.Kekayaan Daerah yg Dipisahkan Pinj. f.00 0.00 0.00 37.00 Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Akt Inv Nonkeuangan ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN Arus Masuk Kas a.000.241. c.844.502. gdg&bngn Pndptn Penj.313.000.00 5. a.350.985.854. d.225.00 91.858.284.aset tetap Pndptn Penj. Pndptn Penj.00 (93.00 0.064.155.284.500.000.877.80 19.00 74. b.000. d.20 6 .00 93.818. b.00 0.00) Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas a.914.00 2.396.500.00 0.000. d.00 253.00 0.00 0.888.387. Belanja tanah Belanja peralatan&mesin Belanja gdg&bngnn Belanja jalan.529. c.Dlm Negeri Lainnya Pnrm setoran sisa th lalu Penerimaan piutang 5.710.00 3.374.00 8. Pencairan Dana Cdgn Hasil Penj.313.284.00 36.00 91.00 Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan 0.80 1.387.00 0. irigasi &jaringan Pndptn Penj.284.00 0.00 5. f.783.887.120.350. irigasi & jaringan Belanja aset tetap lainnya Belanja aset lainnya 0.aset lainnya Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas a.521.000.00 20.00 2.600.726.934.710.ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI NON KEUANGAN Arus Masuk Kas a.609.00 0.102.914.00 74.00 24.863.00 2.548. d.548.873.00 13.000.600.00 30.910.00 22. c.000.000.00 940.00 0.854.00 0.80 (5.858.370.273.877. b.427.224.00 17.580.00 (74.000.80) 0.00 0.854. Dalam negeri-Pusat Pengeluaran investasi Dana talangan/Pinjaman 0. Pndptn Penj.00 0.629. e.80 0.400.00) 2. e.200.00 0.203.00 2.745.705.Dlm Negeri-Pusat Pinj. b.256.00 0.473. Pembentukan dana cad.00 4.809.542.

00 22.47 31.ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN Arus Masuk Kas Penerimaan Perhitungan Pihak Ketiga Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas Pengeluaran Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Aktivitas Non anggaran Kenaikan/Penurunan Kas Saldo Awal Kas Saldo Akhir Kas 22.727.99 964.000.680.00 0.50 7 .094.407.730.084.571.584.00 978.905.323.65 18.00 18.00 24.00 22.571.50 55.724.664.52 23.108.642.700.037.730.664.680.724.037.680.571.929.00 18.982.00 0.769.571.817.00) 13.407.117.037.00 8.49 (20.724.282.606.037.49 30.00 18.769.99 Penjelasan perbedaan Saldo Awal Tahun 2007 Saldo Akhir 2006 Dikurangi : Sisa Kas di Pemegang Kas sebelum tahun 2006 Pencatatan lebih atas belanja modal pada RSUD Sisa Kas di Pemegang Kas Tahun 2006 Jumlah Saldo Awal 2007 31.500.730.547.299.700.817.730.642.323.00 22.724.769.409.15 30.769.727.680.912.391.

Revitalisasi pertanian dan pedesaan penyediaan bahan baku industri. 2. Penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Penciptaan lapangan kerja serta peningkatan investasi dan ekspot daerah. 8 . Adapun prioritas Pembangunan Daerah dalam tahun 2007 adalah sebagai berikut : 1. sistem pengelolaan keuangan daerah mengalami perubahan fundamental dari sistem uang untuk dipertanggungjawabkan (UUDP) ke sistem uang yang dipertanggungjawabkan (UYHD). Penegakan hukum. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007 disusun berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran (PPA) tahun 2007 yang diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang mendesak seperti kemiskinan. 4. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang Nomor Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah. Peningkatan mitigasi serta pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi. 5. dalam peningkatan ketahanan pangan dan 3. pengangguran dan ketertinggalan daerah. 6. Dengan demikian berdasar pada Undang-undang tersebut diatas.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN ANGGARAN 2007 BAB I PENDAHULUAN Tahun Anggaran 2007 merupakan tahun pertama diterapkannya Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah yang baru yaitu berdasarkan Peraturan Perundangundangan paket keuangan negara yang meliputi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Kemudian dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah menyebutkan bahwa tujuan penyusunan laporan keuangan adalah : ™ Menyediakan informasi tentang posisi keuangan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007 Kabupaten Kulon Progo. Neraca Laporan Arus Kas Catatan Atas Laporan Keuangan 1. ™ Menyediakan dan menyampaikan laporan keuangan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007 Kabupaten Kulon Progo kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk diadakan pencermatan dan pembahasan kemudian ditetapkan menjadi Peraturan Daerah tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007.1 Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan Maksud penyusunan Laporan Keuangan adalah untuk memenuhi ketentuan Perundangan-undangan yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 9. dan transparan perencanaan dan pengendalian 10. Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kulon Progo Tahun Anggaran 2007 berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Laporan Realisasi Anggaran. Dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 3. Peningkatan akuntabilitas pembangunan. 8. Peningkatan sarana dan prasarana umum. 4.2 Landasan hukum penyusunan laporan keuangan Landasan hukum dari penyusunan Laporan Keuangan tersebut adalah : 9 . Pemantapan keamanan dan ketertiban masyarakat. 1.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 7. maka Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo menyusun Laporan Keuangan Daerah yang meliputi : 1. Peningkatan kapasitas aparatur daerah dan pelayanan publik. 2.

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 a. k. Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 67 Tahun 2007 tentang Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007.. d. Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 68 Tahun 2007 tentang Prioritas dan Plafon Anggaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007. Anggaran Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2007 tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007. o. l.. 1.. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.3 Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan Bab. Landasan Hukum penyusunan laporan keuangan 1. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. g. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007. Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun Tahun 2007 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah. h. Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan 1.1. Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2007 tentang RPJMD. j. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah. i. c. Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan 10 . Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2007 tentang Penjabaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007. Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. I Pendahuluan 1.3. f. n. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. m. b. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.2. e.

Kebijakan Keuangan. 5. 4. Kebijakan Akuntansi 4.2. 5. Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan 4. 2.1. Komponen-komponen laporan arus kas. V. Bab.4.3.1. Rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan. 5. 3. III. Kewajiban. VI.2.6. 5. Penjelasan atas informasi-informasi non keuangan.1. 5. 3. Ekonomi makro 2.7. Pengungkapan atas pos-pos asset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas. 5. Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan.1.5.1.2.1.1. untuk entitas akuntansi/entitas pelaporan yang menggunakan basis akrual.2. Bab. 5.1. VII. Penjelasan pos-pos laporan keuangan. IV.3. Pencapaian target kinerja APBD Bab.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Bab. Ekuitas Dana. Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam standar akuntansi pemerintah. Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan. 5. Pembiayaan. Aset. Pendapatan.2. Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan. Bab. 5. kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja APBD 2. Entitas Pelaporan 4.1. 11 . Penutup.3. Belanja. Bab.4.II Ekonomi makro.1.1. Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan.1.

000. Tahun 2003 – 2006 No. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kondisi perekonomian daerah dapat digambarkan dengan nilai pertambahan barang dan jasa di suatu daerah yang ditunjukkan dari perhitungan PDRB.) 1.19%.848.1. pertumbuhan ekonomi selama kurun waktu tahun 2003 sampai dengan tahun 2006 menunjukkan adanya kenaikan yang menggembirakan.05 **) Sumber : BPS Kab. 12 .PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 BAB II EKONOMI MAKRO.1 Ekonomi makro a.700 1. nilai PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000 sebesar Rp. Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 sebesar 4.524.49% pada tahun 2004 dan 4.19 4. **) : angka sangat sementara.-. 1 2 3 4 Tahun 2003 2004 2005 2006 Nilai (Jutaan Rp. Sementara itu pertumbuhan ekonomi dapat dihitung menggunakan pertumbuhan nilai PDRB atas dasar harga konstan. Dengan berbagai kebijakan dan program yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo serta iklim investasi yang semakin membaik. Kabupaten Kulon Progo tahun 2006.338. Adapun perkembangan Pertumbuhan Ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Kulon Progo selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah. Kulon Progo Ket : *) : angka sementara. KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD 2.000.744 1. namun pada tahun 2006 pertumbuhan ekonomi hanya mencapai sebesar 4. Kulon Progo Tahun Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000. Tabel 1 Tabel Nilai PDRB Kab.77% pada tahun 2005. Persewaan dan Jasa Perusahaan dalam komponen ”Bank” terjadi pertumbuhan minus sebesar 7.398.477 1.77 *) 4.62 %.848 Pertumbuhan (%) 4.49 4.524.465. Penyebab utama terjadinya hal ini karena kinerja lapangan Keuangan.05% lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2003 sampai 2005. berturut-turut naik menjadi 4.

425 5.179. nilai PDRB tersebut dari tahun 2003 sampai dengan 2006 juga mengalami kenaikan. sektor jasa-jasa 20.) 1.455.205 1. b. sektor perdagangan.179**) Penduduk Pertengahan Tahun ***) 372. ***) : Hasil proyeksi berdasarkan SP 2000 – SUPAS 2005 Nilai PDRB Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2006.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Tabel 2 Tabel Nilai PDRB Kab.414.-.000.770 374.960**) Nilai PDRB Perkapita (Rp.453 2.81 %.112 Sumber : BPS Kab.048 4.455.00. Kulon Progo Ket : *) : angka sementara. Struktur Perekonomian Daerah Struktur perekonomian suatu daerah sangat ditentukan oleh besarnya peranan sektor-sektor ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa.712 373.) 4. 1.363*) 2.252 373. Hal ini dapat dilihat dari urutan kontribusi masing-masing sektor terhadap pembentukan PDRB pada tahun 2006 yang masih relative sama dengan tahun 2005.832. hotel dan restoran 13 .074.41 trilyun rupiah.909.000.848. Kulon Progo Tahun Atas Dasar Harga Berlaku. Nilai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku pada tahun 2006 sebesar lebih dari 2. **) : angka sangat sementara. Atas Dasar Harga Konstan tahun 2000 sebesar Rp. 1 2 3 4 Tahun 2003 2004 2005 2006 Nilai PDRB (Jutaan Rp.549.398.524. Stuktur perekonomian Kabupaten Kulon Progo di tahun 2006 tidak jauh berbeda dari keadaan tahun sebelumnya.639. PDRB per kapita Kabupaten Kulon Progo mengalami kenaikan darii tahun ke tahun dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2006. Tahun 2003 – 2006 No. Secara umum sektor ekonomi di Kabupaten Kulon Progo dikelompokkan dalam 3 kelompok.6. Pada tahun 2006 PDRB per kapita Kulon Progo sebesar Rp.88 %.837*) 6. Kelompok pertama dengan sektor yang mendominasi pembentukan PDRB dengan kontribusi di atas 15 % adalah sektor pertanian dengan kontribusi 23.

Sektor-sektor tersebut disebut sektor utama dalam mengangkat taraf perekonomian secara keseluruhan.Gunung Kidul.07%. sektor pengangkutan dan komunikasi. Dilihat dari PDRB Tahun 2001–2006. Sedangkan sektor sekunder relatif stabil.21%(tahun 2004). Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo mengarah pada sektor tersier.36% (tahun 2006).Kulon Progo adalah paling rendah dibanding Kabupaten/Kota di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. persewaan dan jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa terus mengalami akselerasi pertumbuhan. dan 50. hotel dan restoran. 28. 14 . yaitu sektor pengangkutan dan komunikasi dengan kontribusi 10. dan 28. persewaaan dan jasa perusahaan sebesar 5. sektor keuangan.44%(tahun 2005). Kabupaten Sleman 29. disusul Kabupaten Gunung Kidul sebesar 16.83 %. Kelompok ketiga terdiri dari tiga sektor dengan kontribusi dibawah 5 %. Pada tahun 2004 sampai 2006 kontribusi sektor primer terus menurun yaitu berturut-turut sebesar 28.52 %. 50.66% (tahun 2004). yaitu sektor Bangunan dengan kontribusi sebesar 4.02 % dan sektor keuangan. Sektor sekunder tertinggi ditempati Kabupaten Sleman dan sektor tersier tertinggi ditempati Kota Yogyakarta. Kabupaten Bantul 19.13 %.76 %. Sebagai barometer salah satunya dengan melihat nilai PDRB.87 % dan sektor penggalian sebesar 1.30%(tahun 2006). Kelompok kedua adalah sektor yang memberikan kontribusi 5-15%.31 %.19 % serta sektor listrik dan air bersih dengan kontribusi 0.Kulon progo terjadi kecenderungan bergesernya kontribusi sektor primer ke sektor tersier. Perbandingan Antar Daerah Perkembangan kemajuan pembangunan suatu daerah dapat dilihat dari tingkat perekonomiannya. Distribusi Prosentase PDRB Kabupaten Kulon Progo Atas Dasar Harga Berlaku terhadap PDRB Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dari tahun 2001-2006 adalah terendah yaitu 8. menunjukkan Kabupaten.97 % dan Kota Yogyakarta 26.40 %. c.38% (tahun 2005).24 % dan sektor industri pengolahan dengan kontribusi 15. Sementara itu sektor tersier kontribusinya mengalami fluktuasi dari 50.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 mempunyai kontribusi 16. Peran sektor primer tertinggi adalah Kabupaten. dimana sektor perdagangan. Selama tiga tahun terakhir struktur perekonomian Kab.

Bulan Desember 2007 dengan indeks 159. kelompok sandang 1.37 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (Pebruari 2007 terhadap pebruari 2006) sebesar 6. kelompok transportasi 0.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 d.20 persen.80 persen. rekreasi dan olah raga 2. kelompok perumahan 0.51 persen. Inflasi yang terjadi pada bulan Pebruari 2007 disebabkan oleh naiknya harga-harga pada hampir semua kelompok pengeluaran. dan kelompok pendidikan. Enam kelompok yang mengalami kenaikan angka indeks adalah : kelompok bahan makanan 0.34 persen. kelompok perumahan 0.285 persen.09 persen. Inflasi yang terjadi pada bulan Juni 2007 disebabkan oleh naiknya hargaharga pada hampir semua kelompok pengeluaran. kelompok kesehatan 0.18 persen. rekreasi dan olah raga 0.52 persen.11 persen.25 persen dan kelompok transportasi 0. kelompok transportasi 0.12 persen. Inflasi yang terjadi pada bulan Desember 2007 disebabkan oleh naiknya harga pada hampir semua kelompok pengeluaran. kelompok kesehatan 0. kelompok sandang 0.46 persen.06 persen. kelompok perumahan 0. Inflasi ™ Bulan Februari 2007 Kulon Progo mengalami inflasi sebesar 0.30 persen. Bulan Juni 2007 Kulon Progo mengalami inflasi sebesar 0.13 persen. kelompok makanan jadi 0.60 persen dengan indeks 149.01 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (Juni 2007 terhadap Juni 2006) sebesar 7.38 persen. kelompok pendidikan. kelompok kesehatan 0. kelompok sandang 0.22 persen.95 persen.26 persen.10. kelompok makanan jadi 0. Inflasi tahun 2007 (Januari-Pebruari) sebesar 1.20 persen lebih tinggi dibandingkan dengan keadaan pada bulan Desember tahun 2006 yaitu sebesar 0.78 persen lebih tinggi dibandingkan dengan angka inflasi kota Yogyakarta sebesar 7.48 persen.46 persen dan .03 persen. Inflasi tahun 2007 (Januari-Juni) sebesar 4. Inflasi tahun kalender 2007 (Januari-Desember ) sebesar 8.47 persen dengan indek 152.99 persen. ™ ™ ™ ™ ™ 15 . Tujuh kelompok yang mengalami kenaikan angka indeks adalah : kelompok bahan makanan 0.68 Kulon Progo mengalami inflasi sebesar 0.98. 6 kelompok yang mengalami kenaikan angka indek adalah : kelompok bahan makanan 1.

pengelolaan keuangan daerah mengalami perubahan yang fundamental yaitu : ™ ™ Sistem UUDP ke sistem UYHD Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan struktur Laporan Realisasi Anggaran sesuai dengan struktur yang ada pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006. Pelaksanaan tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 2.2 Kebijakan Keuangan Pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah pada tahun anggaran 2007 di Kabupaten Kulon Progo berdasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. yang merupakan pengganti Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan. Pertanggungjawaban dan pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. maka Adapun program dan kegiatan yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kulon Progo Tahun Anggaran 2007 berdasarkan pada Nota kesepakatan Bupati Kulon Progo dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulon Progo tentang : ™ ™ Kebijakan Umum Anggaran ( KUA ) Prioritas dan Plafon Anggaran (PPA) 16 . Dengan adanya perubahan peraturan perundang-undangan tersebut.

000.620.397.00 498.707.224.00 111.801.459.801.00 8.00 275.00 506.046.801.00 Dalam pelaksanaan APBD sebagai langkah pencapaian target dituangkan dalam tabel berikut ini : ANGGARAN SETELAH PERUBAHAN ( Rp.801.00 423.111.622.176.945.95 522.3.324.945.34 482.706.276.929.797.00 216.00 471.088.998.942.475.518.982.111.000.954.00 0.00 275.610.344.00 33.00) Realisasi APBD URAIAN PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Transfer Lain-lain PAD yang sah Jumlah Pendapatan BELANJA Belanja Operasi Belanja Modal Belanja Tak Terduga Transfer Bagi Hasil ke Desa Jumlah Belanja Surplus / (Defisit) 38.350.388.937.412.726.00 0.620.324.362.102.599.486.00 0.254.013.379.000.851.432.475.942.642.00 24.942.660.324.719.516.475.00 0.551.80 25.24 98.95 PEMBIAYAAN Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Netto Sisa Lebih Anggaran ( SILPA ) 39.961.00 8.167.00 471.130.854.00 492.391.649.294.582.284.093.396.00 0.046.167.833.719.00 537.19) ANGGARAN SETELAH PERUBAHAN ( Rp.00 0.000.597.000.325.519.707.000.00 423.156.00 2.00 (30.097.637.50 8.680.700.129.00 (30.551.) 35.398.37 1.674.954.088.350.00) URAIAN PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Transfer Lain-lain PAD yang sah Jumlah Pendapatan BELANJA Belanja Operasi Belanja Modal Belanja Tak Terduga Transfer Bagi Hasil ke Desa Jumlah Belanja Surplus / (Defisit) PEMBIAYAAN Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Netto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran ( SILPA ) 30. Pencapaian target kinerja APBD Adapun ringkasan dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007 sebelum dan sesudah perubahan sebagai berikut : ANGGARAN SEBELUM PERUBAHAN ( Rp.697.130.125.801.66 398.65 17 .00 30.00 5.284.432.00 2.05 464.897.05 412.582.824.) 33.398.503.379.685.782.00 523.225.111.480.71 93.00 39.000.155.70 55.709.486.00 30.685.737.801.597.344.00 0.869.00 12.674.00 506.622.782.840.00 537.102.588.649.305.046.896.24 (24.) 35.150.621.942.991.225.000.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 2.130.00 111.00 1.71 30.284.813.305.711.107.480.324.

000. pendapatan transfer pemerintah pusat lainnya berupa bantuan dana kontinjensi/penyeimbang juga tidak mencapai target.500.805.000. Pendapatan ini dianggarkan sebesar Rp13. yang dianggarkan sebesar Rp4.A.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp12.00 atau 90% dari anggaran. Selain itu.00 dan direalisasikan sebesar Rp3.150.533.956.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Dari tabel diatas diketahui bahwa pencapaian target APBD atas pendapatan adalah sebesar 103.85%. 18 .869.000. Analisasi pendapatan menunjukkan bahwa realisasi pendapatan tahun anggaran 2007 melebihi target yang telah ditetapkan kecuali pendapatan hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.67% dari anggaran.164. 2007.20% dan realisasi belanja adalah 91. Untuk belanja. semua realisasi belanja tidak melampaui plafon anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD T.000.331.58 atau sebesar 87.

32 102.71 30.65 0.707.737.80 25.284.111.516.929.00 Surplus / (Defisit) (30.379.896.224.782.99 81. ™ Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat lebih tinggi 2.486.097.709.85 9.324.674.130.000.503. Adapun pencapaian realisasi keuangan tahun 2007 dibandingkan dengan target tahun 2007 sebagai berikut : Realisasi Keuangan Tahun 2007 dibandingkan dengan Target Tahun 2007 URAIAN PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Transfer Lain-lain PAD yang sah Jumlah Pendapatan ANGGARAN 2007 ( Rp. 16.230.685.942.71 93.225.167.1 Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan 1.48 103.397.17 83.254.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 BAB III IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN 3.107.480.66 % 109.193.305.70 85.412.102.991.088.840.00 33.582.50 8.95 522.813.998.00 REALISASI 2007 ( Rp.34 482.391.344.00 275.649.284.954.046.00 Transfer Bagi Hasil ke Desa 0.801.945.706.00 Jumlah Belanja 537.982.00 30.00 8.) 35.) 38.000.432. Realisasi keuangan ini merupakan angka kumulatif dari semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sampai dengan bulan Desember 2007.610.50 91.013.58 99.00 55.942. Pencapaian Target Keuangan Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan Kabupaten Kulon Progo merupakan rekapitulasi realisasi keuangan pada tahun 2007.697.824.937.294.00 Belanja Tak Terduga 2.350.588.726.00 Ralisasi pendapatan melampui target sebesar Rp.95 94. 19 .093.00 506.75 0.00 492.801.00 0.000.597.00 471.00 Belanja Modal 111.47 577.711.801.551.637.324.276.67 39.854.00) PEMBIAYAAN Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Netto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran ( SILPA ) 398.519.155.20 % terutama disebabkan : ™ Intensifikasi pelaksanaan pemungutan pajak dan retribusi daerah .013.833.20 BELANJA Belanja Operasi 423.37 1.398.66 atau 3.620.47 %.00 216.

44.29 atau 8.838. karena beban kerja cenderung menumpuk pada akhir periode akuntansi. buku besar. proses pengolahan data/informasi dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Daerah masih bersifat sentralisasi di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) selaku pengelola keuangan daerah. Pengguna Anggaran/Satuan Kerja Perangkat Daerah mengirimkan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran kepada BPKD dalam bentuk Surat Pertanggungjawaban (SPJ) bulanan dilampiri dengan bukti-bukti pendukung. BPKD selaku pengelola keuangan daerah menyelenggarakan proses konsolidasian atas laporan keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah - Satuan Kerja Perangkat Daerah ini setiap bulan wajib menyampaikan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang dilampiri dengan salinan dokumen jurnal.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Realisasi Belanja dibawah target sebesar Rp. 20 .304. Sedangkan pengeluaran pembiaayaan relatif sesuai dengan target.33% terutama disebabkan adanya efisiensi penggunaan anggaran dan penajaman pelaksanaan kegiatan/program. serta pada akhir periode akuntansi menyusun laporan keuangan yang terdiri dari laporan realisasi anggaran. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melakukan upaya responsif dengan memberlakukan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah dengan ketentuan strategis yaitu proses pengolahan data/informasi keuangan besifat desentralisasi : Satuan Kerja Perangkat Daerah menyelenggarakan proses akuntansi sebagai dasar penyusunan laporan keuangan atas pelaksanaan keuangan daerah yang menjadi tanggungjawabnya. 3. neraca dan catatan atas laporan keuangan atas pelaksanaan keuangan daerah yang menjadi tanggung jawabnya. sejalan dengan berlakunya Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.809. Oleh karena ini.2 Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan Pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disadari bahwa pola sentralisasi tersebut berpengaruh terhadap akurasi dan ketepatan waktu penyusunan dan penyampaian laporan keuangan. neraca saldo / sisa.

Keakuratan data keuangan SKPD 3. 21 . Catatan Atas Laporan Keuangan SKPD Dari laporan – laporan keuangan SKPD yang telah disampaikan. Laporan keuangan dari masing-masing SKPD tersebut meliputi : 1. bersamaan dengan kegiatan sinkronisasi Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2005 sehubungan dengan terbitnya peraturan perundang-undangan yang baru dibidang keuangan Negara. Neraca SKPD 2. telah diadakan bimbingan teknis dan konseling kepada petugas penyelenggara akuntansi pada satuan kerja perangkat daerah. Laporan Realisasi Anggaran SKPD 3. Keterbatasan sarana dan prasarana pendukung kelancaran kerja Pada tahun 2007 telah dilaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat pemantapan pengetahuan dan ketrampilan para pengelola dan penyelenggaran akuntansi di Satuan Kerja Perangkat Daerah. masih ada beberapa SKPD yang mengalami hambatan antara lain : 1. Dari hasil evaluasi terhadap dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ) secara umum proses pengolahan data/informasi akuntansi cukup lancar. Ketepatan waktu dalam penyampaian laporan keuangan SKPD 2.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Berkaitan dengan itu.

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007

BAB IV KEBIJAKAN AKUNTANSI

4.1 Entitas Pelaporan Keuangan Daerah Berdasarkan Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 dan Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2004, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kulon Progo selaku Pejabat Pengelola Keuangan Daerah bertanggung jawab menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, untuk disampaikan kepada Bupati Kulon Progo dalam rangka memenuhi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Penyusunan Laporan Keuangan Tahun 2007 mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan ( SAP ) dan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Adapun entitas akuntansi Kabupaten Kulon Progo meliputi : 4.1.1. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 4.1.2. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah 4.1.3. Sekretariat Daerah 4.1.4. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 4.1.5. Badan Pengelola Keuangan Daerah 4.1.6. Badan Pengawasan Daerah 4.1.7. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 4.1.8. Badan Kepegawaian Daerah 4.1.9. Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat 4.1.10. Kantor Polisi Pamong Praja 4.1.11. Kantor Pengolahan Data Elektronik 4.1.12. Kantor Arsip Daerah 4.1.13. Kantor Hubungan Masyarakat 4.1.14. Kecamatan Temon 4.1.15. Kecamatan Wates 4.1.16. Kecamatan Panjatan 4.1.17. Kecamatan Galur 4.1.18. Kecamatan Lendah 4.1.19. Kecamatan Sentolo 4.1.20. KecamatanPengasih
22

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007

4.1.21. Kecamatan Kokap 4.1.22. Kecamatan Girimulyo 4.1.23. Kecamatan Nanggulan 4.1.24. Kecamatan Samigaluh 4.1.25. Kecamatan Kalibawang 4.1.26. Dinas Pertanian dan Kelautan 4.1.27. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertambangan 4.1.28. Kantor Pengelola Pasar 4.1.29. Dinas Kesehatan 4.1.30. Rumah Sakit Umum Daerah Wates 4.1.31. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi 4.1.32. Dinas Pendidikan 4.1.33. Kantor Perpustakaan Umum 4.1.34. Dinas Pekerjaan Umum 4.1.35. Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat 4.1.36. Dinas Perhubungan 4.1.37. Dinas Pengendalian Dampak Lingkungan 4.1.38. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. 4.2. Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan Basis akuntansi yang dipergunakan dalam penyusunan laporan keuangan tahun 2007 adalah sebagai berikut : a. Basis Kas untuk pengakuan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran b. Basis Akrual untuk pengakuan Asset, Kewajiban dan Ekuitas dalam Neraca

4.3. Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan Pos-pos dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2007 disajikan menggunakan mata uang rupiah. Pendapatan, Belanja, Pembiayaan, Aset dan kewajiban dalam mata uang asing dikonversikan ke rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pertanggal neraca.

23

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007

Pengukuran pos-pos laporan keuangan adalah sebagai berikut : 1) Pos – pos Anggaran Pedapatan dan Belanja Pendapatan diakui sebesar nominal penerimaan di Kas Daerah. Penerimaan oleh Bendahara Penerima pada Satuan Kerja Perangkat Daerah diakui sebagai pendapatan berdasarkan bukti setor ke Kas Daerah. Belanja diakui sebesar nominal pengeluaran dari Kas Daerah. Pengeluaran oleh Bendahara Pengeluaran pada Satuan Kerja Perangkat Daerah diakui sebagai belanja setelah dokumen pertanggungjawabannya disahkan oleh verifikator masing-masing SKPD. Penerimaan pembiayaan diakui sebesar nominal penerimaan di Kas Daerah dan pengeluaran pembiayaan diakui sebesar nominal pengeluaran dari Kas Daerah.

Pengelompokan pendapatan dan pembiayaan dalam laporan keuangan tahun 2007 mengacu pada Pernyataan 02 Standar Akuntansi Pemerintahan tentang Laporan Realisasi Anggaran klasifikasi belanja merupakan konversi dari APBD tahun 2007 yang mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 ke dalam klasifikasi sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan sebagai berikut : (1) Belanja Operasi terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Bunga, Belanja Subsidi, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Soaial dan Belanja Bantuan Keuangan. (2) Belanja Modal terdiri dari Belanja Tanah, Belanja Peralatan dan Mesin, Belanja Gedung dan Bangunan, Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan, Belanja Aset Tetap Lainnya dan Belanja Aset Lainnya. (3) Belanja Tidak Terduga (4) Belanja Transfer terdiri dari Bagi Hasil Pajak Kabupaten, Bagi Hasil Retribusi ke Kabupaten dan Bagi Hasil Pendapatan lainnya ke Kabupaten.

2) Pos – pos Neraca (1) Kas Kas di Kas Daerah adalah sisa uang tunai yang tercatat di rekening Kas Daerah yang diakui sebesar nilai nominalnya. Kas di Bendahara Pengeluaran adalah sisa uang persediaan di Bendaha Pengeluaran yang belum dipertanggungjawabkan per neraca.
24

(4) Investasi Jangka Panjang Investasi jangka panjang diakui sebesar nilai nominal pengeluaran uang dari Kas Daerah yang dipergunakan untuk tujuan investasi. Persediaan dicatat pada akhir tahun periode akuntansi dihitung berdasarkan hasil inventarisasi fisik persediaan. 25 - . Investasi Permanen. yaitu : Piutang pajak diakui sebesar nominal Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) yang belum dilunasi oleh wajib pajak.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 (2) Piutang Piutang diakui pada saat timbulnya hak Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kepada pihak ketiga sebesar nilai nominalnya. Apabila Aset Tetap dengan menggunakan nilai perolehan tidak memungkinkan maka nilai Aset Tetap didasarkan pada harga perolehan yang wajar / diestimasikan. (3) Persediaan Persediaan adalah barang habis pakai yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional Pemerintah dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual/diserahkan dalam rangka pelayanan masyarakat. Penyertaan Modal Pemerintah Daerah menggambarkan jumlah yang dibayar oleh Pemerintah Daerah untuk penyertaan modal dalam BUMD. (5) Aset Tetap Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi untuk digunakan dalam kegiatan/operasional pemerintah atau dimanfaatkan oleh dan atau untuk kepentingan masyarakat umum. Piutang Retribusi diakui sebesar nilai nominal Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) yang belum dilunasi oleh wajib retribusi. Piutang lainnya diakui sebesar nominal surat tagihan/dokumen yang diperlakukan sama yang belum dilunasi oleh pihak ketiga. Aset Tetap dinyatakan dalam neraca dengan nilai perolehannya yaitu sebesar nominal belanja modal.

Pertambahan dana cadangan diakui sebesar nominal pengeluaran dari Kas Daerah untuk pembentukan dana cadangan dan pengurangannya diakui sebesar nominal penerimaan di Kas Daerah atas penarikan/pencairan Dana Cadangan. (7) Aset Lainnya Aset Lainnya adalah aset yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam aset lancar.00 untuk tiap satuan barang.1.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Dalam hal penilaian aset tetap dengan nilai historis maupun harga perolehan yang diestimasikan tidak memungkinkan maka Aset Tetap yang bersangkutan dinyatakan dalam neraca dengan nilai Rp. aset tetap dan investasi permanen. hilang dan sebagainya berdasarkan Surat Keputusan (SK) penghapusan dan nilainya dikeluarkan dari nilai Aset Tetap. Kemitraan dengan Pihak Ketiga atau Built Operate and Transfer (BOT) diakui sebesar nilai nominal / perolehan aset sesuai dengan perjanjian BOT Lain-lain aset dinilai sebesar nilai perolehannya 26 - . Pengelompokan Aset Tetap tahun 2007 sesuai dengan Pernyataan 02 Standar Akuntansi Pemerintahan ( SAP ). - - (6) Dana Cadangan Dana Cadangan adalah dana yang dibentuk untuk membiayai kebutuhan dana yang tidak dapat dibebankan dalam satu tahun anggaran. Atas pengeluaran Non Belanja Modal yang berkaitan dengan Aset Tetap tidak ditetapkan kebijakan kapitalisasi biaya/belanja . Aset Pemerintah Daerah tidak dilakukan penyusutan Aset Tetap akan dihapuskan apabila rusak berat. Aset Tetap yang berasal dari hibah/donasi dari pemerintah atasan atau pihak ketiga diakui pada saat kepemilikannya sudah berpindah kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. berlebih. Aset lainnya terdiri dari : Tagihan penjualan angsuran diakui sebesar nominal perjanjian jual beli/kontrak penjualan angsuran. usang.

(10) Ekuitas Dana Ekuitas Dana adalah kekayaan bersih Pemerintah Daerah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban Pemerintah Daerah. terdiri dari : Ekuitas Dana Lancar diakui sebesar selisih antara Aset Lancar dan Kewajiban Jangka Pendek. d. b. e. - - (9) Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban jangka panjang adalah utang yang harus/diharapkan dapat dibayar kembali dalam waktu lebih dari 1 periode akuntansi . Utang kepada Pemerintah Pusat Utang kepada Lembaga Keuangan Utang kepada Lembaga Keuangan Bukan Bank Utang Obligasi Utang Jangka Panjang Lainnya Kewajiban Jangka Panjang diakui sebesar akumulasi jumlah utang pokok ditambah utang bunga ditambah biaya-biaya lain yang menjadi tanggungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sesuai dengan ketentuan dalam dokumen perjanjian pinjaman. dapat berupa : a. 27 . Utang jangka pendek lainnya diakui sebesar nominal kewajiban kepada pihak ketiga yang harus dibayar. gaji PNS dan pungutan pajak-pajak pusat Bagian Lancar Utang Dalam Negeri-Pemerintah Pusat diakui sebesar nominal dari bagian utang jangka panjang kepada pemerintah pusat yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah tanggal neraca. c. yang terdiri dari : Utang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) diakui sebesar sisa pungutan yang belum disetorkan kepada pihak yang berhak atas pelaksanaan potongan nilai SP2D oleh BPKD berupa iuran wajib.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 (8) Kewajiban Jangka Pendek Kewajiban Jangka Pendek adalah kewajiban kepada pihak ketiga yang harus/diharapkan dibayar dalam waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan/neraca.

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 - Ekuitas Dana Investasi diakui sebesar nilai Investasi Jangka Panjang ditambah Aset Tetap ditambah Aset Lainnya dikurangi Kewajiban Jangka Panjang Ekuitas Dana Cadangan diakui sebesar nilai Dana Cadangan 4. Pemerintah Kulon Progo juga telah merespon Peraturan Perundangan tersebut dengan menerbitkan Surat Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah tertanggal 13 Juni 2005 untuk pelaksanaan akuntansi di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). 28 . demikian juga dalam menyusun Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2007. Untuk pelaksanaan telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan.4 Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam Standar Akuntansi Pemerintahan Pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah pada Tahun Anggaran 2007 di Kabupaten Kulon Progo telah berdasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

852.937.111.379.046.00 35. Pajak Daerah Retribusi Daerah Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain PAD yang Sah Jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Anggaran Rp 3.695. Pendapatan Transfer.937.168.503.00 275.331.637.279.148.00 Realisasi Rp 3.956.623.431.952.00 471.193.00 4.37 1.620.00 20.683.76 22.293.025.453.952.813. dengan rincian pos dan jumlah PAD sebagai berikut : Pendapatan Asli Daerah (PAD) : a. Atas realisasi pendapatan tersebut.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 BAB V PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN 5. dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. b.000.230.694.66 Lebih/Kurang Rp 3.013.37 1.34 29 .379.366.168.344.00 7.000.912.00 sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nomor 4.66 atau 103.588. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Akun ini menggambarkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk periode Tahun Anggaran 2007.709. 2.597.000.637.368.044. d. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Penerimaan Transfer Lain-lain Pendapatan yang Sah Jumlah Pendapatan Daerah Anggaran Rp 35.00.830.610.248.76 1.610. dengan anggaran dan realisasi dalam TA 2007 sebagai berikut : Pendapatan Daerah 1. Realisasi masing-masing akun pendapatan daerah.813.000.882.293.34 11.388.313.00 Realisasi Rp 38.663.344.1. 3. dan Lain-lain Pendapatan yang Sah.00 38.58 9.397.869.20% dari anggarannya sebesar Rp506.397.66 Realisasi Pendapatan Daerah TA 2007 sebesar Rp522.000.34 482.164.155.95 16.00 506.34 Lebih/Kurang Rp 218.711.551.153.088.00 3.00 3.824.585.597.95 522.707.707.130.800.620.813. belum termasuk didalamnya pendapatan dari pemerintah Propinsi atas dana Community Development (CD) sebesar Rp4.833.1 Pendapatan Pendapatan Daerah Kabupaten Kulon Progo meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD).877.551.00 (526.805.1 Rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan PENJELASAN POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN 5.503.833.110.770.721.533.453.355.637.42) 1.883. c.

00 2.379.00 30 .260.637.00 17700316800 71.342.628.000.00 481.842.000.125.833.107. a.00 14.168.350.010.000.00 2.00 396.201.400.168.76 2.693. dengan realisasi selama TA 2007 sebagai berikut : Pajak Daerah : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Hotel dan Restoran Hiburan Reklame Penerangan Jalan Pengambilan/Pengolahan Bahan Galian Gol.000.291.168.000.132.400.00 47.550.000.624.212.00 2.00 291.621.120.810.493.00 1.877.200.00 307.050.95% dari anggarannya Rp3.000.00 19.00 5.000.000.708.601.108.00 76.76 Lebih/Kurang Rp 342.220.000.000.00 201.327.00.366.148.360.76 Realisasi pendapatan pajak daerah TA 2007 Rp3.00 22.941.00) 218.00 Lebih/Kurang Rp 232.148.00 Realisasi Rp 325.456. Parkir ditepi jalan umum Retribusi Pelayanan Pasar Retribusi Pengujian Kendaraan Bernotor Retribusi Jasa pemakaian kekeyaan daerah Retribusi Jasa Usaha Pasar Grosir Dan atau Pertokoan Retribusi Jasa Usaha Terminal Retribusi Jasa Usaha Tempat Khusus Parkir Retribusi Jasa Usaha Penyedotan Anggaran Rp 325.793.76 atau 106.063.00.000.222.00 10.073.900.847.325% dari anggarannya sebesar Rp35.00 250.00 89.00 218.950.000.256. Retribusi Daerah Retribusi Daerah merupakan PAD yang tarifnya ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda).00 170.000.292.400.000. Pendapatan Retribusi Daerah dikelola oleh masing-masing Satker Penghasil.000.674.650.352.200.649.00 170.744.344.221.503.00 9.00 464.900.917.00 3.00 28.776.000.700.00 305.00 3.000.360.291.852.025.243.650.000.412.C Pengambilan Sarang Burung Walet Pajak Parkir Jumlah pendapatan pajak daerah Anggaran Rp 3.34 atau 109.600.551.00 47.00 Realisasi Rp 3.000.795.302. Penggantian Biaya Ctk Akta Catatan Sipil Retr.00 216.000.00 1.901.000. Pel.437.523.877.012.000.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Realisasi PAD TA 2007 sebesar Rp38. dengan realisasi selama TA 2007 sebagai berikut: Retribusi Daerah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) Retribusi Pelayanan Kesehatan Retribusi Layanan Persampahan/Kebersihan Retribusi penggantian Biaya Cetak KTP Retr.00 48.76 93.437.000.00 32.760.810.279.025.00 1.500.901.475.00 1.260.900.900.00 25.00 487.366. Pendapatan Pajak Daerah Kabupaten Kulon Progo dikelola oleh BPKD.00 251. sebesar sebesar b .00 35.00 1.800.00 26.000.00 4.500.00 11.025.485. Pajak Daerah Pajak Daerah merupakan PAD yang tarifnya ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda).788.063.00 455.00 83.00 24.278.828.100.279.00 1.00 (397.000.00 1.291.000.955.00 9.500.

883.000.000.000.85 % dari anggarannya sebesar Rp4.331.000.58 3.000.368.00) 2.00.685.00 146.800.00 4.484.00.100.000.100.700.000.000.00 26.00 186.000.000.000.00 6.250.000.187.000.00 2.498.350.805.125.988.388.869.00 16.00 Rp20.00 (78.278.585.00 3.637.731.00 0 20.00 1.00 3.388.000.898.00 118.050.00 75.00 2.643.000.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Kakus Retribusi Jasa Usaha Rumah Potong Hewan Retr.000.585.050.00 10.200.267.00 1.00 3.00 1.646. Jasa Usaha Tempat Rekreasi dan Olah Raga Retr.60% anggarannya a.00 67.000.750.000.000.200.869.073.637.345.00) 111.500.095. Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg Dipisahkan Realisasi Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg Dipisahkan merupakan PAD dari pembagian atas laba perusahaan milik daerah TA 2007 sebagai berikut : Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg Dipisahkan Bagian Laba Perusahaan Milik 1) Daerah Bagian Laba Lembaga Keuangan 2) Bank Jumlah bagian laba perusahaan daerah Anggaran Rp 2.683.750.00 18. Usaha Daerah Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan Retribusi Ijin Gangguan Retribusi Ijin Trayek Retribusi Ijin Eksploitasi Bahan Gol.743.00 323. 31 .00 (1.500.533.355.395.770.58 (526.805.000.248.000.00 316.000.126.621.400.750.000.000.255.683.00 6.164.450.280.101. 108.000.260.000.00 2.331.00 100.484.00 16.00 1.071.176.00 7.924.00 Realisasi Rp 1. C Retribusi Surat Ijin Usaha Konstruksi (IUJK) Retribusi Ijin Praktek Retribusi Ijin Pengelolaan Balai Pengobatan Retribusi Ijin Pengelolaan Rumah Bersalin Retribusi Ijin Usaha Toko Obat/ Pedagang Eceran Obat Retribusi Ijin Usaha Perdagangan 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) 20) 21) 22) 23) 24) 25) 26) 27) 3.42) Realisasi pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg Dipisahkan TA 2007 sebesar Rp3.956.912.533.250.00 8.000.00 6.00) 4.468.00) 1.940.00 10.700.00 5.00 9.58 Lebih/Kurang Rp (528.800.00 22.540.050.355.421.58 atau 87.000.313.00 Retribusi Ijin Penggunaan Tempat Dasaran (KPP) Retribusi Administrasi Wajib Daftar Perusahaan Jumlah pendapatan retribusi daerah Realisasi pendapatan retribusi atau daerah dari TA 2007 sebesar sebesar Rp22.875.100.978.000. Jasa Usaha Penjualan Prod.00 7.00 34.696.00 2.000.600.000.000.956.00 (2.200.00 16.468.000.314.250.00 500.048.685.164.00 28.

260.929.800.00 255.00 9.925. meliputi Transfer Pemerintah Pusat.126.000.30 1.200.28 1.390.176.000.00 16.073.000.00 1.438.233.431.113.743.071.129.184.00 1.030.062.00 3.187.729.988.110.00 (554.313.882.000.743. Bunga Dana Cad. 2.267.821.00 1.132.400.00 Realisasi Rp 2.156.925.15% Rp7.000.00 554. Lain-lain PAD yang Sah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah merupakan PAD dari berbagai sumber yang bersifat tidak tetap/rutin.515.00 Realisasi Rp 1.00 959.00) Lebih/Kurang Rp 821.382.00) (528.515.900.077.00 Realisasi Lain-lain PAD yang Rp9.00 16.00 148.153.500.058.617.000.800.278.400.00 (202.780. dengan realisasi selama TA 2007 sebagai berikut : Lain-lain PAD yang Sah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) Hasil Penjualan Barang Milik Daerah Jasa Giro dan Deposito Bunga Deposito Sumbangan Pihak Ketiga Denda Ktrlmbt Pek Daerah Ganti Rugi atas Kekayaan Daerah Penerimaan Bunga Pengauatan Modal Penerimaan Tanda daftar perusahaan Ganti Ongkos Cetak Pen.830.000.743.731.156.695.431.882.00 756.355.721.278.100.000.126.00 0 7.000.761.279.00 2.00 495.000.813.58 2) d.144.132.700.525.505.695.855.855.00 2.00) 1.898.110. Transfer 32 .Dana Perimbangan.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Realisasi masing-masing jenis Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan berupa Bagian Laba Perusahan Daerah TA 2007 tersaji sebagai berikut : 1) Bagian Laba Perusahaan Milik Daerah : a) Bagian Laba PD Air Minum (PDAM) b) Bagian Laba PD Bank Pasar c) PD Aneka Usaha ( SPBU ) d) PT Selo Adikarto Jumlah bagian laba prshn milik daerah Bagian Laba Lembaga Keuangan Bank : a) b) Bagian Laba BPD DIY BUKP Jumlah bagian laba lmbg keuangan Anggaran Rp 1.00 9.014.000.00 0 0 Realisasi Rp 856.000.062.113.00 1.643.00 240. Sah dari TA 2007 anggarannya sebesar sebesar Pendapatan Transfer Pendapatan Transfer berasal dari Pemerintah Pusat dan Propinsi.129.30 10.390.00 Anggaran Rp 2.28 2.900.00 315.00 Lebih/Kurang Rp 103.000.255.000.438.453.153.00.00 5.279.00 atau 125.729.805. Pemberdayaan Desa Penerimaan usaha pertanian Jumlah lain-lain PAD yang sah Anggaran Rp 753.00 341.953.58 Lebih/Kurang Rp 26.

00 29.229.00 37.946.00 2.000.545.Dana Perimbangan Pendapatan Transfer berasal dari Pemerintah Pusat.300.350.509.145.00. dengan realisasi dalam TA 2007 sebagai berikut : Pendapatan Transfer PP.000.209.00 471. Bukan Pajak b. Dana Alokasi Umum (DAU).000.800.000.900.Lainnya : 1) 2) Anggaran Rp 13.000.538.000.00 atau 90% dari anggaran sebesar Rp13.200.00 5.150.088.570.156.799.229. Dana Alokasi Khusus Jumlah pendapatan transfer PP .000. Dana Alokasi Umum c.000.147.Lainnya Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat Lainnya berasal dari Pemerintah Pusat.147.00 13.000.000.798.402.Lainnya dan Transfer Pemerintah Propinsi dengan realisasi dalam TA 2007 sebagai berikut : Pendapatan Transfer : a.350.709.479.798.00 12.746. meliputi Dana Otonomi Khusus dan Dana Penyesuaian.000.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Pemerintah Pusat.509.00 13.000.37 (1.800.000.00 Realisasi Rp 441.946.00 374.500.000.37 a.780.746.00) (1.746.312.000.946.28% dari anggaran b. b. Dana Alokasi Khusus (DAK).37 378.000. meliputi Bagi Hasil Pajak.37 Lebih/Kurang Rp 5.164.37 3.229.37 Rp435. Transfer Pemerintah PusatDana Perimbangan Transfer Pemerintah PusatLainnya Transfer Pemerintah Propinsi Jumlah Pendapatan Transfer Anggaran Rp 435.760.000.046.119.763.00 21.000.00.00) 12.000.000.150.129.570.37 12.164.711.150.000.155.500.00) 7.278.659.385.928.659.044.Dana Perimbangan : Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil a.798. Transfer Pemerintah Pusat.00 42.663.00 441.896. Bagi Hasil Sumber Daya Alam. dengan realisasi dalam TA 2006 sebagai berikut : Pendapatan Transfer PP.500.798. 33 .00 Jumlah Lainnya Realisasi Penerimaan TA 2007 sebesar Rp12.00 482.000.00 42.500.000.000.00 435. Dana atau Perimbangan TA 2007 101.Dana Perimbangan Anggaran Rp Realisasi Rp 20.147.746.000.509.350.00 11.659.623. Transfer Pemerintah Pusat. c.000.928.00 Realisasi Rp Lebih/Kurang Rp Dana Otonomi Khusus Bantuan Dana Kontijensi/Penyeimbang – Pusat (1.763.331.538.37 Realisasi Penerimaan Rp441.129.37 Lebih/Kurang Rp 18.111.150.

000.00 Lebih/Kurang Rp Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi: 1) Bagi Hasil Pajak Propinsi 2) Bantuan Keuangan dari Propinsi Jumlah bagi hasil & bantuan Propinsi 15.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 c.000. 5. 34 .000.312.00 atau 133.824.00) 1.896.481.331.402.000. dengan realisasi dalam TA 2007 sebagai berikut : Lain-lain Pendapatan yang Sah : a.00 1.209.800.000.00 6.00 Realisasi Penerimaan Pendapatan Transfer Pemerintah Propinsi TA 2007 sebesar Rp29.00 Realisasi Rp 107. 3. Bantuan Dana Kontijensi/Penyeimbang – Pusat Lain-lain Bantuan Pemerintah Pusat Dana Darurat Lain-lain Pendapatan yang Sah Pen.130.000.95 atau 577.130.588.00.397.209.928.00 29.000.312.531. Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi: Anggaran Rp Realisasi Rp 17.312. Kelebihan Pembyrn PPh Pasal 21 Gaji PNS Jumlah Lain-lain Penerimaan yang Sah Anggaran Rp 275.397.00 1.76 % dari anggaran sebesar Rp21.200. dimana Satker.900.00 11.200.300.397.41% dari anggaran sebesar Rp275.824.602.000.397.000.896.000.200.000.130.00.714.95 Realisasi Lain-lain Pendapatan TA 2007 sebesar Rp1.1.110. b. Dalam TA 2007 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terdapat sebanyak 38 Satker.satker tersebut merupakan pengguna anggaran.00.928.00 1.300.714.95 1.300.694.588. d.900. Realisasi penerimaan tersebut belum termasuk Bantuan Dana Pemberdayaan Masyarakat atas Program Community Development (CD) Tahun 2006 sebesar Rp4. c.000.020.95 275.000.481.00 21.928.800. e.000. Belanja Tidak Terduga (BTT) dan Belanja Transfer/Bagi Hasil ke Desa.331. Lain-lain Pendapatan yang Sah Lain-lain Pendapatan yang Sah adalah penerimaan daerah selain yang telah dikelompokkan di atas.2 Belanja Belanja Daerah meliputi Belanja Operasi. Belanja Modal.313.209.00 7.397.95 Lebih/Kurang Rp (168.00 5.000.

649.186.486.699.361. f.155.00 398.000.378.00 2.000.71 Realisasi Rp 398.421.876. Hibah dan Bantuan Sosial dengan realisasi TA 2007 sebagai berikut : Belanja Operasi : a.229.079.191.00 1.831.067.441.525.093.397.254.000.64% dari anggaran sebesar Rp537.741.00 111.00 1.71 Lebih/Kurang Rp (16.080. Subsidi.809.000.840.432.547.00 108.307.285.345. d. e.514.00 sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nomor 4.107.00 7.000.945.00 termasuk didalamnya adalah realisasi belanja pada Sekretariat DPRD sebesar Rp7.998.00. Atas realisasi belanja tersebut.782.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Anggaran dan realisasi belanja daerah TA 2007 sebagai berikut : Belanja Daerah : 1.991.102.573. 2.00 537. Realisasi belanja sebesar Rp537.486.000.686.997.782.500.854.475.398.00) (24.055.945.00 7.66) (423.896. sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Sistem Pengendalian Intern Nomor 3.398.190.000.240.00) (12. 1.304.954.190.305.228.29) Jumlah Belanja Operasi 35 .29) (18. Pelaksaan pengelolaan keuangan tidak tertib.00 95.000.000.00 yang tidak dapat diyakini kewajarannya karena pengendalian intern yang lemah.954.672.932.147.00) (44.37 74.392.945.00 216. Belanja Pegawai Belanja Barang Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan Anggaran Rp 309.146.000.649. Belanja Operasi Belanja Operasi Kabupaten Kulon Progo meliputi Belanja Pegawai. c.686.34 170.705.000. b.284.582.217.00 Lebih/Kurang Rp (24. Belanja Barang.067.703.500.71 93. 4.000.00 82.432.638.00 492.480.607.29) Jumlah Belanja Daerah Jumlah realisasi belanja daerah TA 2007 sebesar Rp492.121.017. belum termasuk didalamnya pengeluaran dalam rangka pengelolaan dana Community Development (CD) yang berasal dari pemerintah propinsi sebesar Rp4.000.398.63) (7.726.032. Belanja Operasi Belanja Modal Belanja Tidak Terduga (BTT) Belanja Transfer / Bagi Hasil Anggaran Rp 423.440.293.582.71 atau 91.685.726.00 423.692.00 22.649.852.823.690.705.229.00 170. 3.00 22.000.258.838.759.00) (2. g.00) (510.00 Realisasi Rp 292. Bunga.

5.360.854.365.255.378.975.120.809.102.550.00 (18. Irigasi dan Jaringan.120.843.00) (7. Belanja Aset Tetap Lainnya dan Belanja Aset Lainnya dengan realisasi TA 2007 sebagai berikut : Belanja Modal a.00. Belanja Peralatan dan Mesin.954. e.582.432. adalah sebagai berikut: 36 . Belanja Modal Belanja Modal Kabupaten Kulon Progo meliputi Belanja Tanah.182.00.480.385.854.251.970.685.00 111.00 30.396.86.093.00 2.284.265. c.00 940.060.263. Jaringan Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya Anggaran Rp 9.521.765.054.500.480.00) Lebih/Kurang Rp (3.5% dari anggaran sebesar Rp22. dengan anggaran dan realisasi TA 2007.00 36. Belanja Tak Terduga (BTT) Belanja Tak Terduga (BTT) dialokasikan dalam APBD dalam rangka penanganan akibat dari bencana alam.00 93.00 atau 9.064.191.928. Belanja Jalan. f.075.539. d.025.998.831.00) (3. Irigasi. 2.00 sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nomor 5.705.1. b. dan pelaksanaan kewenangan daerah selainnya yang telah disebutkan di atas.00 atau 83. Tanah Peralatan & Mesin Gedung & Bangunan Jalan.85% dari anggaran sebesar Rp111.968.762.641.000.961.496.170.616.055.726.000.726.3 Pembiayaan Pembiayaan Daerah meliputi Penerimaan Daerah dan Pengeluaran.570. 3.529.00. Realisasi BTT TA 2007 sebesar Rp216.00 37.00) (1.228.782.557.00 39. termasuk Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Berkenaan.818.14% dari anggaran Rp423.573.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Realisasi Belanja Operasi TA 2007 sebesar Rp398.542.070. belanja operasi yang dicatat dalam LRA adalah overstated.289.71 atau 94.00) (3.00) - Jumlah Modal Realisasi Belanja Modal TA 2007 sebesar Rp93.102.00 Realisasi Rp 5. Belanja Gedung dan Bangunan.685.000.00 20.985.00 23.018. Realisasi belanja tersebut termasuk belanja Barang dan Jasa pihak ketiga pada Dinas Pendidikan direalisasikan untuk bantuan dan membiayai kegiatan Dinas Pendidikan minimal sebesar Rp4.808.782.759. Dengan demikian.

00 8. e.276. e.000. c.294.621.500.519. sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas 37 .284.013.350.50 (5.50 - Realisasi Rp 33.284.50 8.715.391.323. Jumlah Penerimaan 2.264.50 Realisasi Rp 30.388.00 2.823.00 - f.678.. Pengeluaran Pembiayaan Realisasi pengeluaran pembiayaan TA 2007 sebagai berikut : Pengeluaran Pembiayaan : a.801.000.000.593.350.412.00 33.70 atau 81.374.225.603.284.715.00 30.350.982.854.224.000.800.737.634. SILPA .30) 55.225..65 Realisasi pembiayaan daerah TA 2007 sebesar Rp25.00 92.387.50 39.75% dari anggarannya sebesar Rp30.978.00 2. Pinjaman Dalam Negeri – Penerimaan Pinjaman dari Obligasi Penerimaan dari Piutang Anggaran Rp 30.324.412. c.70 55.20) (5.801.167.783.489.929.103.000.000. b.942.697.000. Penerimaan Pembiayaan 2.167.000.737.700.20) (612. Penerimaan Pembiayaan Realisasi penerimaan pembiayaan TA 2007 sebagai berikut : Penerimaan Pembiayaan : a.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Pembiayaan: 1.50.350.674.350. 1.727.715.00 8. d.50) Lebih/Kurang Rp 13...50 8.80 Lebih/Kurang Rp (612. Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda Pembayaran Utang Pokok yang Jatuh Tempo Penguatan Modal Dana Talangan/Pinjaman Anggaran Rp 0 5.50) (5.942.391.929.664.00 yang direalisasikan setelah berakhirnya tahun anggaran 2007.000.324.50) (612.80 2.80 25.000.013.621. Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Neto SILPA Anggaran Rp 39.206.103.20) Jumlah Pengeluaran Realisasi pengeluaran pembiayaan tersebut termasuk pengeluaran untuk penguatan modal koperasi simpan pinjam sebesar Rp1. b.783.933.276.350.620.800.206.313.246.224.350.00 8.427.697.00 Realisasi Rp 5. Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yg Dipisahkan Pinjaman Dalam NegeriPemerintah Pusat .674.00 91.519.000.294.982. d.65 Lebih/Kurang Rp (5.

613.982.28 990.00 58.111.909.000.155.264. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) TA 2007 dan 2006.929.371.276.022.68) 2007 Realisasi (Rp) 2006 Realisasi (Rp) Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) TA 2007 dan 2006 masingmasing sebesar Rp.47 5.00 55.94 (10.737.407.941.706.224.000.297.681.642. 2) Pembiayaan : a) Penerimaan Daerah b) Pengeluaran Daerah Surplus (Defisit) Pembiayaan : a) – b) 3) Sisa Lebih Perhitungan Anggaran : 1) + 2) 33.594.65 dan Rp31.835.817.000.642.013.516.059.180.49 2007 Realisasi (Rp) 2006 Realisasi (Rp) Realisasi Silpa tersebut termasuk pengeluaran untuk penguatan modal koperasi simpan pinjam sebesar Rp1.80 42. 55.26 458.329.982.000.99 12.391.407.916.26 30.99 18. dapat dirinci sebagai berikut : Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) : 1) Pendapatan dan Biaya : a) Realisasi Pendapatan b) Realisasi Belanja Surplus (Defisit) Anggaran : a) – b) .80 25.138.697.411.350.65 47.63 4.000.928.000.840.99 522.727.120.492.67 31.929.50 8.95 448.538.802.500.65 31.37 3.483.782.100.284.99 tersebut.862.737.00 30.391.350.000.370.391. belanja operasi yang dicatat dalam LRA adalah overstated.412.000.764.00 62.519. sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan 38 .936.284.817.00 11.937.371.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nomor 6.00 yang direalisasikan setelah berakhirnya tahun anggaran 2007.407..982. 3. dengan rincian sebagai berikut : Rincian SILPA : 1) Sisa Kas di BUD/Kas Daerah 2) Rekening Giro Bank 3) Kas di PK 4) Sisa UUDP sudah disetor 5) Deposito 6) Tabungan 5) Sisa Dana RSUD 6) Sisa Kas di PK 2004 7) Sisa belum disetor 8) Sisa UUDP Setda 2005 9) Uang hilang di BPKD 10) Sisa UUDP Setda 2006 Jumlah 13.802.00 757. Dengan demikian.949.37 5.189.66 448.876.294.70 55.929.500.642.530.782.816.887.000.837.000.641.610.603.00 426.084.336.097.00 20.954.00 25.

tabungan maupun deposito.00001-0 Rekening Giro No.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Perundang-Undangan Nomor 6.00 18.075.941.078.4 Aset 1.589.65 2006 Rp 11.861.00 18.3. PENJELASAN POS-POS NERACA 5.1.000.65 2006 Rp 23.589.651.00 92.835.824.816.030.090. karena diakuinya pengeluaran penguatan modal kepada koperasi yang direalisasikan setelah berakhirnya tahun anggaran sebagai realisasi pengeluaran pembiayaan tahun anggaran 2007.587.65 6. 20.00 1.27 117.949.407. 20.02.239.00007-7 Jumlah Rekening Giro 2007 Rp 6.642. Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Jumlah Kas dan Bank 2007 Rp 49.150. 20.1. Dengan demikian.00 Rincian dari masing-masing rekening adalah sebagai berikut: 1.00 55.936.1.941.684.936.743.000.771.370.37 12.00003-1 Rekening Giro No.37 30.174.606. Kas di Kas Daerah Akun ini menggambarkan saldo Kas Daerah yang dikuasai oleh Bendahara Umum Daerah/Pemegang Kas Daerah (BUD/PKD).99 31.02.00 8.250.043. 20.598.131.239.835.1.02.02.603.315. 20.361.530.000.02.00001-1 Rekening Giro No.650.729.336.29 2.793. Rekening Giro Rekening Giro : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Rekening Giro No.651.02.3.13 117.391.743.000.138.1.954.133. 20.954.02.904.074.530.030.00 23.00005-3 Rekening Giro No.1. Kas dan Setara Kas Kas dan Bank a.00 4.00004-6 Rekening Giro No.00 22.000.276.1.982.63 58.000.28 426. 20.285.917.960.361.904.075. b.752.02. Silpa yang disajikan bukan merupakan silpa riil.600.645.28 2006 Rp 9. baik berupa uang tunai maupun dana yang ditempatkan di bank dalam bentuk rekening giro.29 39. dengan rincian saldo per tanggal 31 Desember 2007 dan 2006 sebagai berikut : Kas di Kas Daerah a) b) c) Rekening Giro Rekening Tabungan Deposito Jumlah Kas di BUD/PKD 2007 Rp 18.00006-5 Rekening Giro No.929.00 425.00 361.600.00052-2 Rekening Giro No.437.488.332.239.63 39 .00 297.000.603.00 11.00 49.278.645.07 1.210.86 4.837. 20.825.053.99 a.297.

297.000.350.50 28.370.949.816. Kas di Bendahara Pengeluaran Akun ini mengggambarkan saldo / sisa dana anggaran per 31 Desember 2007 dan 2006 yang belum disetorkan ke Kas Daerah oleh para Pemegang Kas pada Satuan Kerja Perangkat Daerah dengan rincian sebagai berikut: 1) Kas di Bendahara Pengeluaran: 1 2 Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Kas Swadana Jumlah Kas di PK SKPD 2007 Rp 990.539.000.717.00 32.1.782.731.000.00 5.160.148.275.748.00 9.593.00 2.949.181.00 2006 Rp 2.00 515.000.598.99 Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran pada masing-masing SKPD adalah sebagai berikut: 1) Kas di PK SKPD 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 DPRD Setwan Bupati Sekertariat Daerah BPKD Badan Pengawasan Daerah BAPPEDA Badan Kepegawaian Daerah Kantor Pol PP Kantor Arsip Daerah Kantor Humas Kecamatan Temon Kecamatan Wates Kecamatan Sentolo Kecamatan Kokap Kecamatan Girimulyo Dinas Pertanian dan Kelautan Dinas Perindagkoptam Kantor Pengelola Pasar Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans 2007 Rp 251.264.125.266.02.078.00 8.00 3.37 2006 Rp 5.000.899.00 43.00 1.411.928.00 191. Deposito Deposito : 1) 2) Bank BRI Bank Pasar Jumlah Deposito b.000.00 55.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 2.140.00 2.525.088.00 3.00 8.00 40 .00 6.00 302.00 5.00 214.667.000.920.800.000.816.163.000.706.119.820.00 479.440.173.055.00 98.483.994.101.00 200.110.00 1.995.00 30.790.297.681.840.659.00 29.000.020.278.37 58.361.691.090.492.000.053.350.00 762.00 12.641. Rekening Tabungan Rekening Tabungan : 1) Tabungan No.150. 22.000.141.759.938.594.476.00 2.416.00 305.190.383.99 3.37 426.000.000.37 2007 Rp 30.636.095.332.000.00 2006 Rp 4.510.000.138.00 2006 Rp 58.000.717.138.00 1.00 14.00 7.136.653.184.916.00 7.585.027.470.00 499.08857-0 Jumlah Rekening Tabungan 2007 Rp 426.

00 185.594.984.120.343.350. Pajak Daerah Retribusi Daerah Lain-lain Jumlah Piutang Bruto Cadangan Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang Neto 2007 Rp 14.00 4. Dengan demikian.697.00 2.594.696.028.908.00 32.801.816. Piutang Akun ini menggambarkan hak Pemerintah Daerah yang sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 dan 2006 belum diterima.492.840.725. sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nomor 6.00 2006 Rp 6.00 2.00 0.00 3.00 7.00 4.00 0.727.961.015.000.100.00 10. 2.756.00 52.00 13.438.00 21.00 Nilai tercatat kas dan setara kas tersebut belum termasuk kas penguatan modal koperasi simpan pinjam sebesar Rp1.916. b.695.00 4.00 16.077.000.00 0.00 20.171.312.610.49 25.189.988.00 757.00 12.370.915.429.483.438.411.049.371.00 0.000.50 100.456.00 382.500.264.641.25 14.00 990.447.99 2006 Rp 3.312.761.000.000.350.565.25 41 .068.370.001.681.000. Temon Cabdin Pend Kec.000.506.681.641.00 4.292.00 6.00 29.084.930.350.121.00 yang direalisasikan setelah berakhirnya tahun anggaran 2007.00 976.00 14.775.00 62.483.816.120.655.753.428. dengan rincian sebagai berikut : Piutang : a.00 3. c.00 55.840. d.894.25 3.000.00 2007 Rp 5.053.903.928.021.00 5.619. kas dan setara kas yang dicatat pada Neraca per 31Desember 2007 adalah understated.866.178.500.521.725. Panjatan Dinas Pekerjaan Umum Dinas KPM Dinas Perhubungan Kantor Pedal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cabdin Pend Kec.068.477.610.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Dinas Pendidikan UPTD SKB Cabdin Pend Kec. Lendah Kecamatan Samigaluh Kecamatan Giri Mulyo Kantor Perpustakaan Umum Kantor Kesbanglingmas Sub Jumlah Kas di PK SKPD Kas di PK BPKD Tahun 2005 Sisa UUDP Setda Tahun 2004 BPKD (uang hilang) Sisa perhitungan 2003 Sisa UUDP Setda 2005 Sisa UUDP Setda 2006 Jumlah Kas di PK SKPD 2) Kas diKas Swadana a) Kas RSUD Wates di Bank Jumlah Kas di RSUD Wates 95.000.00 3.

00 2.00 1.807.786.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 a.136.550.00 14.850.000.816.00 60.00 5.727.021.483.439.801. yang sudah diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) namun sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 dan 2006 belum dibayar oleh Wajib Pajak bersangkutan. dengan rincian sebagai berikut : Piutang Pajak : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Hotel Restoran Hiburan Reklame Penerangan Jalan Bahan Galian Golongan C Lainnya Jumlah Piutang Pajak 2007 Rp 3.00 250. Piutang Pajak Piutang pajak adalah hak Pemerintah Daerah atas pendapatan pajak tahun berkenaan.762.294.105.477. Piutang Retribusi Piutang retribusi adalah hak Pemerintah Daerah atas pendapatan retribusi tahun berkenaan.00 504.939.768.400.915.563.551.00 804.25 b.296.436.00 6.696.557.712.930.483.521. dengan rincian sebagai berikut : Piutang Retribusi : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Piutang Perawatan dan obat pasien Bon Obat Karyawan Klaim Gakin Jamkesos Klaim Askes Maskin Klaim Askes PNS Selisih Biaya Pelayanan Pasien Gakin Klaim Asursani Tafakul Klaim Gakin APBD Rawat Inap dan Rawat Jalan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Jumlah Piutang Retribusi 2007 Rp 137.00 2006 Rp 120.00 2006 Rp 1.120. yang sudah diterbitkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) atau dokumen yang dipersamakan namun sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 dan 2006 belum dibayar oleh Wajib Retribusi bersangkutan.081.312.961.00 66.999.570.756.270.25 6.00 60.00 3.138.00 11.564.00 3.619.287.009.894.00 42 .00 480.

050.037.441. serta barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual/diserahkan dalam rangka pelayanan masyarakat yang masih berada di Satuan Kerja.186.565. Tiga Pilar Bagia Jumlah Piutang Lain-lain 2007 Rp 382.00 4.739.693.573.694.010.000 382.919.46 adalah pengadaan TA 2007 dan 2006 yang sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 dan 43 .268.302.750.655.00 dan telah dikembalikan sebesar Rp 1.00 406. dengan rincian saldo per 31 Desember 2007 dan 2006.357.000.984.00 482.000. e.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 c .00 177.181.869.000.00 2006 Rp 3.263.925.000.00 dan Rp710.46 0.00 Piutang Pemda pada PT Tiga Pilar Bagia sebesar Rp 382.944.100. Persediaan Saldo akun ini menggambarkan jumlah persediaan barang yang mempunyai sifat habis pakai dan diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional Pemerintah Daerah. Piutang Lain-lain Piutang Lain-lain adalah piutang/tagihan yang timbul dari pinjaman penguatan modal kepada usaha kecil dan mikro yang disalurkan melalui satuan kerja perangkat daerah dan lembaga lain.00 2006 Rp 710. c.000.819.766.00 2. d.268.21 551.000. f. sebagai berikut : Persediaan : a.061.300.00 4.161.186.693.682.00 merupakan sisa dana talangan untuk pengadaan tanah yang dipakai untuk perumahan PNS di kabupaten Kulon Progo yang semula sebesar Rp 1.221.000.488. 3.499.500.550. Alat Tulis Kantor (ATK) Hewan Ternak Ikan dan Benih Ikan Bibit Tanaman Obat-obatan Medis Lainnya Jumlah Persediaan 2007 Rp 142.500. b.000.024.000.00 120.000.00 4.000.000.000.648.00 601.00 205.00 3.00 10.499.881.00 427.000.00 17.739.67 a.028.00 5. Piutang Lain-lain : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Dinas Pertanian dan Kelautan Dinas Nakertrans Dinas Pendidikan Dinas Perindagkoptam Bank Pasar KOPPAS PT. Persediaan Alat Tulis Kantor (ATK) Saldo persediaan Alat Tulis Kantor (ATK) sebesar Rp142.00.000.

907.00 177.000.Jeruk .061.00 120.702.587.Rambutan .000.694.000.00 dan Rp4.000.488.00 3.00 210.263.488.750.134.Lada .520.854.500.Panili UGM .351.Durian Menoreh .382. Persediaan tersebut berada pada Dinas Pertanian dan Kelautan.000.587.00 e.Bibit Buah Naga .465.000. dengan rincian sebagai berikut : Persediaan Obat dan Alat Kesehatan 1) 2) 3) 4) Puskesmas di seluruh Kabupaten RSUD Wates Gudang Farmasi Pelayanan Kesehatan Hewan Jumlah Persediaan Obat dan Alat Kesehatan 2007 Rp 160.412.Rambutan .Kelapa . Persediaan Ikan dan Benih Ikan Saldo persediaan ikan dan benih ikan per 31 Desember 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp601.00 2.359.Mangga .00.800.061.00 4.025.759.00 7. Persediaan tersebut berada pada Dinas Pertanian dan Kelautan. belum terpakai habis.000.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 2006.037.000.Durian Menoreh Seling Tanaman .357.00 101.Mangga .025.829.037.000.00 7.802. Persediaan Obat dan Alat Kesehatan Saldo persediaan obat dan alat kesehatan pakai habis per 31 Desember 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp3.065. Persediaan bibit tanaman sebesar Rp177.00 dan Rp406.00.000.500.500.00 12.21 1.00 1.719.27.702. Pengadaan ATK tersebut oleh masingmasing Satker dilakukan melalui Belanja Barang dan Jasa.00 2006 Rp 332.00 2. c.061.00 dan Rp120.000.351.Stek Buah Naga .00 per 31 Desember 2007 terdiri dari: 1 Bibit Tanaman . Persediaan Bibit Tanaman Saldo persediaan bibit tanaman per 31 Desember 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp177.Jeruk .21 44 .604.094. baik dalam kelompok BAU maupun BOP.Panili Jumlah Persediaan Bibit Tanaman Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 896.965.00 2 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 70.000.921.00 1.00 8.357. b.990.445.00 54.

998.014.000.818.000.320.00 551.202.970.00 68.00 1.500.739.984.925.233.600.818.00 274.45 2006 Rp 30.45 Rincian masing-masing investasi adalah sebagai berikut: a.00 dan Rp551.680. dinas Pertalut Kalibawang 11) Barang pakai habis di Puskesmas Bahan Dinas Pertanian 761.00 . Persediaan Lainnya Saldo persediaan Lain-lain per 31 Desember 2007 dan 2006 masingmasing sebesar Rp427.00 11.586.000.00 33.00 233.000.00 106.SLTP .500.428.500.905.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 f.000.140.500.00 1.470.SMU/K .221.00 36. Investasi Jangka Panjang Akun ini menggambarkan jumlah Penyertaan Modal Pemerintah Daerah (PMPD) Kabupaten Kulon Progo pada Bank dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).234.250.00 11. b.500.500.330.147.00 Bahan/alat lain di Balai 2) Pembenihan dan Pembibitan 0 5) Bahan/alat Lain di RSUD Wates 124.281.233.818.147.859.Kantor Pengelola Pasar 17.221.00 3.45 30.730.00 dengan rincian sebagai berikut: Persediaan Lainnya 2007 Rp 2006 Rp Persediaan lain-lain terdiri dari : 1) Karcis Retribusi PAD dan blanko perijinan: . dinas Pendidikan Temon 10) Barang Pakai Habis di Cab.239.00 0. Investasi Nonpermanen Investasi Nonpermanen 1) Pinjaman Kepada Perusahaan Negara 2007 Rp 2006 Rp - 45 .00 . dengan saldo per 31 Desember 2007 dan 2006.00 6) Blanko Kutipan/KTP Dukcapil KB Bermas 227. Investasi Nonpermanen Investasi Permanen Jumlah PMPD 2007 Rp 9.BPKD 15.954. sebagai berikut : Investasi Jangka Panjang : a.000.00 4.883.847.016.00 19.568.065.00 7) Barang Pakai Habis di DPU Barang Pakai Habis Peralatan 8) Sekolah: .776.925.SD 9) Barang Pakai Habis di Cab.00 79.169.675.757.700.00 Jumlah Persediaan Lainnya 427.45 46.Dinas Perhubungan 28.00 29.147.739.

Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Aset Tetap 2007 Rp 124.925. Aset Tetap Akun ini menggambarkan saldo asset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun dan digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum per 31 Desember 2007 dengan rincian sebagai berikut: Aset Tetap : a.998.147.263.168.977.174.614.71 10.139.575.316.184.000.99 334.065.065.000.45 2006 Rp 8.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 2) 3) 4) 5) 6) 7) Pinjaman Kepada Perusahaan Daerah Pinjaman Kepada Pemerintah Daerah Lainnya Surat Utang Negara Proyek Pembangunan Dana Penguatan Modal Lainnya Jumlah Investasi Nonpermanen 9.090.210. Investasi Permanen Investasi Permanen 1) 2) 3) 4) 5) 6) Penyertaan pada PT Bank BPD DIY Penyertaan pada Perusahaan Daerah Air Minum Penyertaan pada BUKP Penyertaan pada BPR-Bank Pasar Perusda Aneka Usaha (SPBU) PT.44 116.748.75 74.818.00 749.750.000. Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.783. g.000.00 8.281.199.000.00 6.818.684. c.064.359.00 - b.000.000.000.894.00 dan penambahan Penyertaan pada BPR-Bank Pasar sebesar Rp2.000.998.016.057.233.000.000.000.375.00 9.478.959.263.901.00 153.000.925.000.000.756.75 96.00 653.000.000.136.478.89 46 .00 merupakan penambahan penyertaan modal pada PD BPR Bank Pasar Kulon Progo dan Bank BPD DIY Yogyakarta masing-masing sebesar Rp2.000.918.45 5.570. penambahan pada Perusahaan Daerah Air Minum sebesar Rp783.099.274.959.353.399.000.857.131.199.351.45 6.00.966.00 36.000.498.666.177.909.731. f.977. b. Selo Adikarto Jumlah Investasi Permanen 2007 Rp 10.750.777.00 30.00 5.71 11.00 8.00 153.449.89 2006 Rp 118.00 9.000.000.927.44 146. d.147.45 Mutasi penambahan dalam Tahun 2007 sebesar Rp5.000.000.00 1.280.139.281.277.99 370.000.000. e.00 1.

00.184.00 334. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo belum mengatur tentang biaya kapitalisasi.966.00 98.44 15.200.987.750.00 0 6.606.066.000.726.136.131.375.00.163.748.99 370.00 3.570.000.274.357.666.00 0 58.614.89 0 0 77.75 5.731.371.245.927.894. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Ikhtisar Mutasi Selama tahun 2006 Saldo awal Penambahan Pengurangan 115.504.440.050.00 26.956.71 37.550.399.00.75 2.803.75 96.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Nilai aset tetap sebesar Rp749.959.813.89 Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.318.131.399.894.421.250.089.731.276.441.090.812.748.168.909.71 11.00 653.174. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Saldo akhir 124.748.449.359.575.927.162.89 180.418.498.174.246.75 74.280.918.00 Saldo akhir 118. hanya nilai fisik yang diakui menambah nilai aset.821.351.855.191.570.820.359.487.614.99 80.280.863. Dengan demikian.274.893.844.211.995.277.684.00 Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.00 116.177.558.090.71 62.779. sehingga nilai aset tidak dapat diyakini kewajarannya sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan nomor 11.819.316.131.151.000. sebagaimana sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan nomor 8.164.375.00 38.00 0 0 38.905.00 749.549.351.857.136.00 85.99 334.44 31.250.89 47 .777. aset tetap yang dicatat pada Neraca per 31Desember 2007 adalah understated minimal sebesar Rp2.250.99 18.00 49.614.064.057.352.120.330.071.351.900.064.718.666.246.89 belum termasuk didalamnya aset yang berasal dari kapitalisasi minimal sebesar Rp2.809.684.00 64.777.215.756.538. Penghapusan yang dilaksanakan adalah berdasar pada harga taksiran.00 74.245.00 10.00 653.099.44 146.763.256.00 8.756.71 10.758. Mutasi Aset Tetap Tahun 2007 dan 2006 dapat dirinci sebagai berikut: Ikhtisar Mutasi Selama tahun 2007 Saldo awal Penambahan Pengurangan 118. Penilaian aset belum berdasar pada harga perolehan.934. aset tetap yang dicatat pada Neraca per 31Desember 2007 adalah overstated sebesar Rp 12.44 116. Dengan demikian.866.244.441.00 1. sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan nomor 7.390.00 0 0 0 576.901.909.290.142.745.210.200.057.196.00 0 297. sehingga biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan aset. Realisasi belanja modal yang diakui dan dicatat sebagai aset tetap termasuk didalamnya realisasi belanja modal yang direalisasikan sebagai bantuan kepada masyarakat.

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007

a. Tanah Saldo tanah per 31 Desember 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp124.184.210.901,75 dan Rp118.375.090.351,75.
2007 Rp 88.340.171.314,00 9.880.914.522,00 25.963.125.065,75 124.184.210.901,75 2006 Rp 88.340.171.314,00 7.540.719.922,00 22.494.199.115,75 118.375.090.351,75

Tanah 1) 2) 3) Tanah Lapang Tanah Bangunan/ gedung Tanah Pertanian Jumlah Tanah

b. Peralatan dan Mesin Saldo peralatan dan mesin per 31 Desember 2007 dan 2006 masingmasing sebesar Rp96.316.277.857,44 dan Rp74.057.777.894,44 dengan rincian sebagai berikut:
Peralatan dan Mesin 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Alat Kantor dan Rumah Tangga Alat Berat/Besar Alat Angkutan Alat Bengkel dan Ukur Alat Studio dan Komunikasi Alat Kedoteran dan Laboratorium Alat Pertanian dan Perkebunan Alat Lainnya Jumlah peralatan & mesin menurut jenisnya 2007 Rp 37.283.350.843,50 5.194.790.863,00 17.522.013.912,00 2.551.861.237,00 1.937.223.478,00 30.506.868.577,94 1.278.923.946,00 41.245.000,00 96.316.277.857,44 2006 Rp 33.021.652.153,50 4.194.522.863,00 14.203.986.012,00 2.503.123.637,00 976.618.028,00 18.244.201.254,94 872.398.946,00 41.275.000,00 74.057.777.894,44

c. Gedung dan Bangunan Saldo gedung dan bangunan per 31 Desember 2007 dan 2006 masingmasing sebesar Rp146.918.575.966,99 dan Rp116.748.909.666,99
Gedung dan Bangunan 1) 2) 3) Gedung/ Bangunan Tempat Kerja Gedung/ Bangunan Tempat Tinggal Gedung/ Bangunan Lainnya Jumlah Gedung dan Bangunan 2007 Rp 146.011.526.716,99 696.410.250,00 210.639.000,00 146.918.575.966,99 2006 Rp 116.538.270.666,99 210.639.000,00 116.748.909.666,99

d. Jalan, Irigasi dan Jaringan Saldo jalan, irigasi dan jaringan per 31 Desember 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp370.684.168.099,71 dan Rp334.399.359.570,71 dengan rincian sebagai berikut:
Jalan, Irigasi dan Jaringan 1) 2) 3) Jalan dan Jembatan Saluran Irigasi Jaringan dan Instalasi 2007 Rp 267.503.689.301,71 92.971.991.089,00 4.150.373.989,00 2006 Rp 241.380.755.144,71 86.926.100.429,00 4.150.373.989,00

48

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 4) Lainnya Jumlah jalan, irigasi dan jaringan 6.058.113.720,00 370.684.168.099,71 1.942.130.008,00 334.399.359.570,71

e. Aset Tetap Lainnya Saldo asset tetap lainnya per 31 Desember 2007 dan 2006 masingmasing sebesar Rp11.177.498.449,00 dan Rp10.174.927.131,00 dengan rincian sebagai berikut:
Aset Tetap Lainnya 1) 2) 3) 4) 5) Buku Perpustakaan Barang Bercorak Seni dan Budaya Hewan, Ternak dan Tanaman Lainnya Jumlah aset tetap lainnya menurut jenisnya 2007 Rp 9.001.430.602,00 538.742.279,00 1.637.325.568,00 11.177.498.449,00 2006 Rp 8.691.729.352,00 539.992.279,00 943.205.500,00 10.174.927.131,00

5.1.5 Kewajiban 1. Kewajiban Jangka Pendek Akun ini menggambarkan jumlah kewajiban daerah yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun sejak tanggal 31 Desember 2007 dan 2006, yang meliputi Hutang PFK, Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang, dan Lain- lain kewajiban jangka pendek sebagai berikut :
Kewajiban Jangka Pendek : a. b. c. Hutang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang Lain-lain Kewajiban Jangka Pendek Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 2007 Rp 20.440.223,00 94.283.119,39 1.139.438.534,01 1.254.161.876,40 2006 Rp 202.760.915,00 91.387.284,00 740.579.105,00 1.034.727.340,00

Rincian masing-masing kewajiban jangka pendek adalah sebagai berikut:
a. Hutang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK)
Hutang Perhitungan Pihak Ketiga : 1) 2) Potongan PPh 21 DPRD yang belum disetor Potongan Askes Pegawai belum disetor Jumlah hutang perhitungan pihak ketiga

2007 Rp 20.440.223,00 20.440.223,00 2007 Rp 45.693.642,40 47.555.658,33 1.033.818,66

2006 Rp 202.760.915,00 202.760.915,00 2006 Rp 91.387.284,00 -

b.

Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang
Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang: 1) 2) 3) Bag.Lcr.Htg.Jgk.Panjang - Pokok Bag.Lcr.Htg.Jgk.Panjang - Bunga Bag.Lcr.Htg.Jgk.Panjang - Jasa Bank

49

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007
Bag.Lcr.Htg.Jgk.Panjang Commitment Fee Jumlah bagian lancar hutang jangka panjang .

4)

94.283.119,39 2007 Rp 192.073.400,50 857.071.133,51 90.294.000,00 1.139.438.534,01

91.387.284,00 2006 Rp 11.526.243,00 150.639.300,00 7.518.662,00 570.894.900,00

c.

Lain-lain Kewajiban Jangka Pendek
Lain-lain kewajiban jangka pendek : 1) 2) 3) 4) 5) Pengadaan obat-obatan Pengadaan Bahan laboratorium Pengadaan bahan makanan Jasa Medis Lainnya Jumlah lain-lain kewajiban jangka pendek

740.579.105,00

2. Kewajiban Jangka Panjang Akun ini menggambarkan jumlah kewajiban daerah yang jatuh tempo lebih dari satu tahun sejak tanggal 31 Desember 2007 dan 2006, yaitu Hutang Penerusan Pinjaman (Sub Loan Agreement – SLA) Nomor SLA845/DP3/1996 dengan saldo sebagai berikut:
Hutang Jangka Panjang : Hutang Penerusan Pinjaman No.SLA 2007 Rp 971.154.905,82 971.154.905,82 2006 Rp 731.098.278,40 731.098.278,40

845/DP3/1996
Jumlah Hutang Jangka Panjang

Pinjaman tersebut didasarkan atas Perjanjian Penerusan Pinjaman antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Nomor : SLA845/DP3/1996 tanggal 19 Januari 1996. Sumber dana pinjaman tersebut berasal dari Asian Development Bank (ADB) sesuai Loan Agreement Nomor : 1198- INO tanggal 10 Februari 1993 antara Pemerintah RI dengan ADB. Pinjaman tersebut digunakan dalam rangka membiayai Central Java and Daerah Istimewa Yogyakarta Urban Development ( Sector ) Project. Berdasarkan pasal III ayat 3.1 (a) dari perjanjian pinjaman dan surat Menteri Keuangan nomor : S-1664 / MK.17 / 1994 tanggal 26 Desember 1995 Pemerintah telah menyetujui untuk meneruskan kembali pinjaman , sebagian pinjaman yang berasal dari ADB tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Pembayaran angsuran selama 30 kali per setengah tahunan secara prorata tanggal 20 Januari dan 20 Juli dengan angsuran I tanggal 20 Juli 2001 dan berakhir tanggal 20 Januari 2016. Tingkat bunga ditetapkan sebesar 11,75 % per tahun dari jumlah pinjaman yang telah ditarik dan masih terhutang dari waktu ke waktu . Dalam tingkat bunga tersebut termasuk jasa perbankan sebesar 0,25 % untuk bank penata usaha dan dibayar bersamaan dengan pembayaran angsuran.
50

614.99 14.784.353.819.905. Saldo per 31 Desember 2007 dan 2006 dapat dirinci sebagai berikut : Ekuitas Dana : a.278.929.233.85 Saldo-saldo akun ekuitas dana per 31 Desember 2007 dan 2006 tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : a.217.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 5.756.00) 50. Ekuitas Dana Investasi (EDI) Ekuitas Dana Investasi (EDI) : 1) 2) 3) 4) Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan dalam Aset Lainnya Dana yang Hrs Disediakan utk Pmbyr Htg Jgk Pjg Jumlah Ekuitas Dana Investasi (EDI) 51 . meliputi Ekuitas Dana Lancar (EDL).154.25 5. Ekuitas Dana Dicadangkan (EDC) Ekuitas Dana Dicadangkan (EDC) : 1) 2) Dana Pemberdayaan Masyarakat Desa Tambahan cadangan tahun berjalan Jumlah (EDC) c.258.381.179.280.174.958.94 734.064.761.441.00 (971.727.506.982.654.391. c.438.506.25 795.00 4.258.428.94 2006 Rp 31.642.016.45 653.77 2006 Rp 50.883.014.483. Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Lancar (EDL) : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Pendapatan yang Ditangguhkan Cadangan Piutang Cadangan Belanja Dibayar Dimuka Cadangan Persediaan Dana yang Hrs Disediakan utk Pmbyr Htg Jgk Pdk Jumlah Ekuitas Dana Lancar (EDL) 2007 Rp 55.119.147.958.816.52 2006 Rp 30.65 4.40) 62.610.282.869.876.584.738.67 (1.725.6 Ekuitas Dana Akun ini menggambarkan jumlah kekayaan bersih Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.181.837.161.304.919.25 2007 Rp 2007 Rp 46.312.91 2006 Rp - b.179.52 858. Ekuitas Dana Investasi (EDI) dan Ekuitas Dana Dicadangkan (EDC).381. Ekuitas Dana Lancar (EDL) Ekuitas Dana Dicadangkan (EDC) Ekuitas Dana Investasi (EDI) Jumlah Ekuitas Dana 2007 Rp 62.686.784.00 (1.438.098.483.91 683.353.274.82) 795.40 683.837.282.738.407.034.818.654.45 749. b.892.068.89 958.739.892.89 0 -731.1.254.

502.423.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 PENJELASAN POS-POS ARUS KAS 5.50 2006 Realisasi (Rp) 64.571.905.087. 2.571.17 Komponen-komponen arus kas Laporan Aliran Kas menyajikan informasi aliran penerimaan dan pengeluaran kas selama Tahun 2007 dan 2006 meliputi Aliran Kas dari Aktivitas Operasi.370.00) (5. Aliran Kas dari Aktivitas Operasi Aliran kas bersih aktivitas operasi surplus sebesar Rp123.391.087.528.664.971. 3. Pnglr Saldo Akhir Kas di Bend.929.65 31.547.80) 24.391. sebagai berikut : Aliran Kas dari : 1.629. Aktivitas Operasi Investasi Aset Nonkeuangan Aktivitas Pembiayaan Aktivitas Non Anggaran Kenaikan/ Penurunan Kas Saldo Awal Kas di BUD Saldo Akhir Kas di BUD Saldo Akhir Kas di Bend.282.172.606.299.018.929.710.877.380.547. Aliran kas bersih aktivitas operasi merupakan selisih dari aliran kas masuk dengan aliran kas keluar yang terdiri dari : 52 .99 Saldo awal kas di BUD per 1 Januari 2007 sebesar Rp123. 4.407.087.65.018.47 55.932.642.982.108.00) 19.837.094.727. termasuk Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun berkenaan. Realisasi masing-masing jenis pembiayaan TA 2007 dan 2006.018.15 30.323.32 (74.Pnrm Saldo Akhir Kas 2007 Realisasi (Rp) 123.95 (93.473.95 sedangkan saldo akhir kas di BUD per 31 Desember 2007 sebesar Rp55. Aktivitas Pembiayaan dan Aktivitas Non Anggaran dengan anggaran dan realisasi TA 2007 dan 2006. Aktivitas Investasi Aset Nonkeuangan.20 8.910.571.52 23.700.95 merupakan indikator yang menunjukan kemampuan Pemkab Kulon Progo dalam menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai aktivitas operasionalnya.982. dapat disajikan sebagai berikut : 1.489.085.

155. e.200.00 - 2006 Realisasi (Rp) 3. c.502.998.223.573.877.800.00 m.012.201.800. h.192.00 7.00 95. Pendapatan Pajak Daerah Pndptn Retribusi Daerah Pndptn Hsl Pglln Kkyn Daerah yg Dipisahkan Lain-lain PAD yang Sah Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil SDA Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Pendapatan Bagi Hsl Pjk dari Propinsi Pndptn Bagi Hsl Lainnya Pndptn Dana Darurat Pndptn Lainnya 2007 Realisasi (Rp) 3. e.000.209.000.473.095.010.00 17.826.865.147.500.262.366. Belanja Pegawai Belanja Barang Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial Belanja Tak Terduga Bagi Hasil Pajak / Retribusi i.973. o.94 64.00 344.489. Bantuan Keuangan untuk Instansi Jumlah Aliran Kas Bersih dr Aktvts.880.34 170.397.204.781.00 448.37 454.567.00 216.95 384.437.000. d.634.258.26 238.538. Operasi 399.00 4.37 74. 53 .17 8. Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa j.71 123.528.156.50 106.856.739.856.000.484.00 32.580. i.000.204.76 22.150.91 1.634.018.000.525.00 1.394.087.481.00 mencerminkan adanya pengadaan sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung pelayanan pemerintah di masa yang akan datang.018.500.172.802.474.441.637.035.164.500.547. n.58 8.396.134.427.00 1. l.229.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Aliran Kas dari Aktivitas Operasi : Aliran Masuk Kas: a.199.805.082. h.320.982.18 20.371.810.972.234. Pendapatan Hibah Jumlah Aliran Keluar Kas: a.00 378.000.073.110.113.00 11.66 292.00 20.00 35.844.000.00 42. f. b.168.066.782.067.00 3.00 95.000.000.991.00 22.485.700.00 12.000.127.580.000.196.400.082.448.571.017. k.835.714.457. g.313.00 16.00 0.145.00 107.697.95 522.430.292. c.00 17.000. g.168.32 2. j.252.164.898.531.956.28 8.683.605.782.421.800.00 0.129. d.16 933.684. Aliran Kas dari Aktivitas Investasi Aset Nonkeuangan Aliran kas bersih dari aktivitas investasi adalah defisit sebesar Rp 93.00 1. b.854. f.540.355.00 3.

528. irigasi &jaringan Pndptn Penj.00 30. d.aset lainnya 2007 Realisasi (Rp) 2006 Realisasi (Rp) - 74.580.934.00 20.00 22.00) Jumlah Aliran Keluar Kas: a. e.914.00 37.00) Jumlah Aliran Kas Bersih dari Aktv. e.854. b. Aliran Kas dari Aktivitas Pembiayaan Aliran kas bersih dari aktivitas pembiayaan defisit sebesar Rp(5. b. Aliran Kas dari Aktivitas Pembiayaan : Aliran Masuk Kas: a.00 2.910.873. gdg&bngn Pndptn Penj.00 178.102.808.858.820.00 13. b.542.00 253.00 74.809.00 24. Investasi Nonkeuangan 3.877.Kekayaan Daerah yg Dipisahkan Pinj.225.170.Dlm Negeri Lainnya Pnrm setoran sisa th lalu Penerimaan piutang 2.550.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Aliran kas bersih aktivitas investasi aset nonkeuangan merupakan selisih dari aliran kas masuk dengan aliran kas keluar yang terdiri dari : Aliran Kas dari Aktivitas Investasi Nonkeuangan : Aliran Masuk Kas: a.500. c.745.854.120.284.370.609.502.600. c. Pndptn Penj. irigasi & jaringan Belanja aset tetap lainnya Belanja aset lainnya 2.529.000.396. c.Dlm Negeri-Pusat Pinj.273.710.00 2.374. f.313. tanah .000.00 (93. f.844. Pndptn Penj.000. Belanja tanah Belanja peralatan&mesin Belanja gdg&bngnn Belanja jalan.313.548. d.276.00 2007 Realisasi (Rp) 2006 Realisasi (Rp) Jumlah 54 . alat&mesin Pndptn Penj.600.427.00 5.313.877.521.914.548.00 17.710.400.985.256. f.818.203.00 (74.00 3. Pencairan Dana Cdgn Hasil Penj.00 93. jalan.241.00 36. e. Aliran kas bersih dari aktivitas pembiayaan merupakan selisih dari aliran kas masuk dengan aliran kas keluar atas aktivitas pembiayaan.200.423.854. d.80)mencerminkan adanya pengeluaran pemerintah yang terkait dengan aliran kas di masa yang akan datang.000.888.863.00 940.858.726.241.374.705.473.aset tetap Pndptn Penj.

000.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Aliran Keluar Kas: a.680. Aliran Kas dari Aktivitas Non Anggaran Aliran kas bersih dari aktivitas non anggaran nihil.000.350.387.680.80 1.387.80 19.284.680.000.370.730.680.00 5. Penyertaan modal Pemda Pembayaran pokok pinj.00 18.00 18.730.037. c. yang mencerminkan saldo penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak mempengaruhi anggaran.00 91.155.423.00 2007 Realisasi (Rp) 2006 Realisasi (Rp) 55 .80 (5.085.629.000. Realisasi TA 2007 dan 2006 sebagai berikut : Aliran Kas dari Aktivitas Non Anggaran : Aliran Masuk Kas: Penerimaan prhtgn phk ketiga Jumlah Aliran Keluar Kas: Pengeluaran prhtg phk ketiga Jumlah Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Non Anggaran 18.064.00 8.887.00 91.737.80 2.783.910.350.037.284.037.971.224. b.000.037. Pembentukan dana cad.20 Jumlah Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan 4.730.000.00 18.284.284. d.000.500. Dalam negeri-Pusat Pengeluaran investasi Dana talangan/Pinjaman 5.80) 4. e.730.

28. Giripurwo. 6. Wates Jln. 1 1. 27. Nagung-Brosot No. 18. Kokap Jln. 24. Wates 26. Wates Jln. Samigaluh Jln. Grigak. 23. Nagung-Toyan No. Sugiman. Galur Botokan. Perwakilan No. 21. 16. 13. 4. Pengasih Jln. Wates Jln. Jatirejo. Nanggulan Jln. Dinas Pertanian dan Kelautan Dinas Indagkoptam 27. 10. Kalibawang Jln. Brosot-Nagung No. 19. Banjaroyo. Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Kulon Progo dalam tahun 2007 terdiri dari 4 badan. Kantor Pengelola Pasar Dinas Kesehatan Jln. 9 Dinas. Bhayangkara. 27. Wates Jln. 1. Watulunyu. Wates Jln. 1. Bendungan. Perwakilan No. Lendah Jln. Hargorejo. 1.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 BAB VI PENJELASAN ATAS INFORMASI-INFORMASI NON KEUANGAN 6. 10. Sugiman. 20. Wates Jln. Wates Jln. Perwakilan No. Ngaseman. 11. Sentolo – Muntilan Km 28. Gedung Kesenian. Kecamatan Kalibawang Pantok Wetan. Wates Jln. Pengasih No. Gerbosari. Adapun domisili dari entitas pelaporan tersebut meliputi : No. 6. Perwakilan No. 1. Perwakilan No. 12. 83. 1. 6 Sentolo Jln. 4 Wates Jln. Wates Jln.1 Domisili Entitas Pelaporan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kulon Progo dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Perwakilan No. Wates . Jln. Wates Jln. Jetis. Purbo Winoto No. Wates Jln.4 Temon Jln. 14. 9. 15. 5. 22. Panjatan Jln. 25. Perwakilan No. Perwakilan No. Watulunyu. 2. 3. Wates Jln. 7. 1.Purworejo Km. 17. 25 Kantor. Wates Jln. Dekso-Plono. Perwakilan No. 8. DPRD Bupati dan Wakil Bupati Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD BPKD Badan Pengawasan Daerah Bappeda Badan Kepegawaian Daerah Kantor Kesbanglinmas Kantor Pol PP Kantor PDE Kantor Arsip Daerah Kantor Humas Kecamatan Temon Kecamatan Wates Kecamatan Panjatan Kecamatan Galur Kecamatan Lendah Kecamatan Sentolo Kecamatan Pengasih Kecamatan Kokap Kecamatan Girimulyo Kecamatan Nanggulan Kecamatan Samigaluh Nama Entitas 2 Alamat 3 Jln. 1. 2. Sugiman. 4 56 . Sentolo Km 8 Jatisarono. Watulunyu. Gatot Subroto No. Suparman No. 1 Wates Ket. Sugiman. Watulunyu. Wates Jln. 1. Girimulyo Jln.

RSUD Wates Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Pendidikan 32. 57 . Ak Hendro Purnomo Sigit. Wates 6. Sri Utami. Bisono Indro Cahyo Drs. SH Drs. Eka Pranyata Drs. Kasdiyono Drs. Watulunyu. S.2 Pengguna Anggaran Kabupaten Kulon Progo Pengguna Anggaran wajib dan telah menyampaikan laporan keuangan yang telah manjadi tanggung jawabnya selama tahun 2007 kepada Badan Pengelola Keuangan Daerah selaku SKPKD dan dilakukan konsolidasi untuk menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Sugiman. Anang Suharsa Ir. Sugiman. M.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 29. Kantor Perpustakaan Umum Dinas Pekerjaan Umum Dinas Dukcapil KB Bermas Dinas Perhubungan Kantor Pedal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jln. Watulunyu. MA Tukadi. Wates Jln. Ayub Sriyanto Drs. 34. Moch Maknun Drs. Gedung Kesenian Wates Jln. SH MM Drs. Jalil Ambar Was'an Dra. BA Drs. R Harry Santosa Drs. Adapun nama-nama dari Pengguna Anggaran di Kabupaten Kulon Progo sebagai berikut : No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Nama SKPD 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bupati dan Wakil Bupati Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Perwakilan Rakyat Daerah Badan Pengelola Keuangan Daerah Badan Pengawasan Daerah Bappeda Badan Kepegawaian Daerah Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kantor Polisi Pamong Praja Kantor Pengolahan Data Elektronik Kantor Arsip Daerah Kantor Hubungan Masyarakat Kecamatan Temon Kecamatan Wates Kecamatan Panjatan Kecamatan Galur Kecamatan Lendah Kecamatan Sentolo Kecamatan Pengasih Kecamatan Kokap Kecamatan Girimulyo Kecamatan Nanggulan Kecamatan Samigaluh Nama Pengguna Anggaran 3 Drs. Wates Jln. Msi Jumanto. 33. 36. SH Budi Wibowo. Sri Hermintarti. Tunjungan Wates Jln. 5 010105316 010125558 060066635 010162498 010184127 490018607 490017292 490024694 380003881 490029103 490025231 490017336 490024986 010257778 490020623 490024358 010240722 050067380 490030228 490024564 490028809 010227403 Plt.Hum Drs. 31. Khudori No. Beji. Sugiman. Aspiyah. Watulunyu. Watulunyu. MM Dra. 30.Sos NIP 4 Ket. Wates Jln. Sugiman. Wates Jln. MM Drs. Marsinggih Drs. 38. 37. Sugiman. 35. Wates Jln. Sumiran L Bowo Pristiyanto Rudy Widiayatmoko. HM So'im. Watulunyu. R Agus Santosa. 55 Wates Jln. Juwardi Suta'at.

5. 6.240. MT Drs. Sabar Widodo Drs.180.00 1.00 Rp. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga menyelenggarakan tugas pembantuan yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat. BA Drs. Adapun tugas pembantuan meliputi beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah meliputi : 1. Bambang Pidegso. MM Drs. Pembangunan/pengadaan/peningkatan sarana dan prasarana 2. Penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian 58 . Bambang Haryatno. M. Sarjana Drs.00 ™ Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini 2.640. Musodo Muhammad Mastur. H Darto. M. Rossajuddin drh. Kes. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pertanian Ditjen Tanaman Pangan Rp. Agus Subagya dr. Ramijo Ir. Bambang Heruntoro Ir. Dinas Pendidikan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pendidikan Ditjen PLS Rp. Msi 490015137 490027258 490019803 490027941 140165141 140203301 730002144 130530785 490024826 490026176 490025004 490025004 490024649 080078610 490017972 6. 126.708.Kes Drs.500. Lestaryono.00 Rp. Dr.690. Perdagangan.000.000. Koperasi dan Pertambangan Kantor Pengelola Pasar Dinas Kesehatan RSUD Wates Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Pendidikan Kantor Perpustakaan Umum Dinas Pekerjaan Umum Dinas Kependudukan Catatan Sipil Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Perhubungan Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs. Sarjana Drs.3 Tugas Pembantuan Disamping penyelenggaraan pemerintah daerah yang telah direalisasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. 119.H Mochammad Nadjib.620. Langgeng Basuki Drs.515. M.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kecamatan Kalibawang Dinas Pertanian dan Kelautan Dinas Peindustrian.

000.00 Rp.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 3. produktivitas dan mutu produk pertanian 7. Pengembangan perbenihan/pembibitan 5. 928.00 Rp. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pertanian Ditjen Perkebunan Rp. 320.630.000.00 1.411. Pengembangan penyediaan prasarana dan sarana pertanian 4. Peningkatan produksi.490.070.000.00 ™ Peningkatan populasi ternak 59 . Pembinaan dan pengembangan pembangunan perkebunan infrastruktur manajemen 5. 622. Pengembangan usaha tani komoditas bernilai tinggi/pengutuhan sentra komoditas unggulan bernilai tinggi 4. Pembinaan dan pengembangan konsumsi dan keamanan pangan 3.500. 2.051. Pengembangan perlindungan tanaman 6. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pertanian Peternakan Rp.051.00 1.000.000.500. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pertanian Holtikultura Rp.00 Rp. Pengembangan dan rehabilitasi pertanian dan perdesaan 2. Pengembangan dan rehabilitasi infrastruktur pertanian dan perdesaan 2.100. 2. Pembinaan dan pengembangan manajemen pembangunan pertanian 8. 921.

00 ™ Pemberdayaan petani. Pembangunan/pengadaan/peningkatan sarana dan prasarana 3. 500.000.400. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Kelautan dan Perikanan Ditjen Kelautan. 130. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Tenaga Kerja Ditjen PHI dan Jaminan Sosial Rp.000.000. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Pertanian Badan Pengembangan SDM Pertanian Rp. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Tenaga Kerja Ditjen Pembinaan dan Penempatan Naker DM Rp. budaya.00.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 6.003.657.000. 850. evaluasi dan pelaporan 2. pelaku agribisnis dan penyuluhan pertanian 8.870.00 Rp.00 1.000.082. Pengembangan pasar kerja dalam negeri 2.020. Pembinaan/koordinasi/pelaksanaan monitoring.000.00 ™ Pemberdayaan ekonomi social. Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Rp. Penyelenggaraan padat karya produktiv 9.222. 145. Pembinaan administrasi dan pengelolaan keuangan 4. pelaku usaha perikanan dan masyarakat pesisir 7.00 Rp. 2.000.00 1. 488. 363. 210.00 Rp. Pengembangan sistem dan perluasan kesempatan kerja dalam negeri 3.00 Rp. Pemberian dorongan dan penyempurnaan pelaksanaan negosiasi bipartit antara pekerja dan 60 .000.566.

955. Dinas Pekerjaan Umum Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pekerjaan Umum Cipta Karya Rp. Pembinaan/penyusunan program.000.099.00 Rp.000. Pembinaan/penyusunan program.00 Rp. Penyelenggaraan pembinaan teknis administrasi 3. rencana kerja dan anggaran 2.000.368. 934. Penyelenggaraan pelatihan non institusional/ pelatihan keliling (MTU) 5.100.00 ™ Peningkatan kerjasama antar wilayah.600. rencana kerja dan anggaran 12.00 ™ Pembangunan infrastruktur pedesaan 13. Penyelenggaraan program pelatihan kerja berbasis masyarakat 4. Dinas Pekerjaan Umum Departemen pemberi Eselon I : : Departemen Pekerjaan Umum Sumber Daya Air 61 . 3.598. pemberi kerja Pembinaan kelembagaan dan pemasyarakatan hubungan industrial Penyelesaian perselisihan hubungan industrial 10.00 Rp.000.000. antar pelaku dan antar sektor di wilayah strategis dan cepat tumbuh 11. 6. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Tenaga Kerja Ditjen Pembinaan Pengembangan Masyarakat Kawasan Transmigrasi Rp.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 5. 374.000.386. 397. 3.739.00 1. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Tenaga Kerja Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Rp.383.

1. 4.000.499.774.000.00 Rp. 3.00 Rp.250. 8.450. RSUD Wates Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Kesehatan Ditjen Bina Pelayanan Medik Rp.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Anggaran Realisasi Kegiatan : : : Rp.000.903.856.674.00 ™ Peningkatan pengelolaan (WISMP) irigasi partisipatif 14.500.00 ™ Pemenuhan dan peningkatan fasilitas sarana dan prasarana kesehatan rujukan 15.720.000.000.000.168.128.521. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pertanian Belanja lain-lain Rp.00 ™ Peningkatan pemberdayaan masyarakat perdesaan melalui program pengembangan kecamatan 16.00 ™ Pengembangan dana reboisasi 62 .00 Rp.000.000. 959. 8.00 Rp.250. 3. 1.000. Dinas Dukcapil KB Pemberdayaan Masyarakat Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Dalam Negeri Ditjen PMD Rp.500.

kami menyadari belum sepenuhnya permasalahan yang timbul selama tahun 2007 terselesaikan. agar program yang digariskan itu dapat berjalan sesuai dengan rencana. secara keseluruhan program kerja baik bidang pemerintahan. 25 Juni 2008 BUPATI KULON PROGO . Berbagai permasalahan dan hambatan yang terjadi selama tahun 2007 baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun ekternal telah diupayakan pemecahannya melalui koordinasi dengan instansi terkait serta melalui konsultasi yang dilaksanakan dengan jajaran DPRD. Wates. H.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 BAB VII PENUTUP Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah mutlak diperlukan akuntabilitas kinerja sebagai wujud dari pertanggungjawaban kepada publik. Hal ini menuntut seluruh komponen jajaran dalam rangka pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan. pemberdayan masyarakat serta pelayanan umum telah dapat dilaksanakan dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran (PPA) tahun 2007 yang telah ditetapkan bersama dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). nyata dan bertanggungjawab. Namun. TOYO SANTOSO DIPO 63 . Dari seluruh pencapaian kinerja yang telah kami sampaikan pada Tahun Anggaran 2007 dapat kaminyatakan bahwa selama Tahun Anggaran 2007 meskipun dengan anggaran yang terbatas. kerja keras dan komitmen segenap aparatur pemerintah daerah yang kesemuanya diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat guna meningkatkan kemampuan dan kemandirian daerah sesuai dengan semangat otonomi daerah yang luas. untuk itu akan kami upayakan sehingga diperoleh solusi sebaikbaiknya. Keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan dan partisipasi dari segenap potensi dan komponen masyarakat.

Pasal 2 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. yang didasarkan pada pemahaman dan pengujian atas efektivitas SPI atas pengelolaan keuangan pemerintah daerah. 5. 3. RKP Badan Pemeriksa Keuangan Tahun Anggaran 2008. Dasar Hukum Pemeriksaan a. b. Sasaran Pemeriksaan a. Rancangan dan penerapan Sistem Pengendalian Intern dalam pengelolaan keuangan dan pelaksanaan APBD pada pemerintah daerah. Hasil pemahaman dan pengujian tersebut akan menentukan tingkat keandalan asersi manajemen dan ketentuan yang berlaku. Pengelolaan keuangan pemerintah daerah dalam melaksanakan APBD 2007 untuk pemberian opini . c. Standar Pemeriksaan Peraturan BPK-RI Nomor 1 Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). Metode Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dilakukan dengan pendekatan-pendekatan berikut: a. 64 . 4. Pasal 1 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Pengelolaan dan pertanggungjawaban atas saldo.GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN 1. c. Tujuan Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah bertujuan untuk memberikan Opini atas Kewajaran Laporan Keuangan. serta pertimbangan hasil pemeriksaan sebelumnya. 2. b. mutasi penerimaan dan penggunaan dana pada rekening-rekening yang ditetapkan untuk semua transaksi penerimaan dan pengeluaran. Pendekatan Risiko Metodologi yang diterapkan dalam melakukan pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah menggunakan pendekatan risiko.

c.5 % dan akan dijadikan pertimbangan dalam menentukan kedalaman pengujian yang akan dilakukan. namun tidak berlaku atas penyimpangan yang mengandung unsur kolusi korupsi dan nepotisme (KKN) dan pelanggaran hukum. Standar materialitas di atas terutama berkaitan dengan mutasi pendebetan dan pengkreditan rekening. Pelaporan a) Setiap permasalahan yang ditemukan dalam pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dikomunikasikan dengan entitas yang diperiksa untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat serta untuk memperoleh tanggapan tertulis sebelum disajikan sebagai temuan pemeriksaan. DPRD akan memperhatikan aspek legalitas dan ketaatan terhadap ketentuan yang berlaku dalam proses pertanggungjawaban keuangan. pemeriksa menggunakan metode non statistical sampling dengan memperhatikan kecukupan jumlah sampel yang dipilih baik dari segi nilai rupiah atau jenis transaksinya. Uji petik pemeriksaan (sampling audit) Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara melakukan pengujian secara uji-petik atas unit-unit dalam populasi yang akan diuji. Kesimpulan pemeriksaan akan diperoleh berdasarkan hasil uji-petik yang dijadikan dasar untuk menggambarkan kondisi dari populasinya. Tingkat materialitas dalam pemeriksaan ini ditetapkan sebesar 0. b. d. dengan mempertimbangkan bahwa pengguna laporan dhi. Penerapan tingkat materialitas pemeriksaan adalah konservatif atau rendah. 6. b) Temuan pemeriksaan akan disajikan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan LKPD. Dalam pemeriksaan ini.Penetapan risiko pemeriksaan (audit risk) simultan dengan tingkat keandalan pengendalian (risiko pengendalian) serta tingkat bawaan (inherent risk) entitas yang akan diperiksa digunakan sebagai acuan dalam menentukan risiko deteksi (detection risk) yang diharapkan dan jumlah pengujian yang akan dilakukan serta menentukan fokus pemeriksaan. Waktu Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dilakukan selama 30 (tiga puluh) hari. 65 . Materialitas Materialitas dalam pemeriksaan ditetapkan dengan menggunakan persentase atas total saldo rekening yang akan diperiksa.

Objek Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintahan Daerah Kabupaten Kulon Progo Tahun Anggaran (TA) 2007 8.7. Kendala Pemeriksaan Data yang diperlukan tidak selalu tersedia 66 .

YOG/6/2008 : 25 Juni 2008 .BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO TAHUN ANGGARAN 2007 AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA Nomor Tanggal : 43B/LHP/XVIII.

Pengelolaan keuangan pada Sekretariat DPRD Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp7........................00 tidak tertib...................................................285........................ 27 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 2 ....... 3..8447..361.................. Pencairan SP2D (GU/TU) bulan Desember digunakan untuk belanja kegiatan bulan sebelumnya minimal sebesar Rp2.........00 ………………………........................84...................... Belum ada bukti pengesahan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan... 1..... RESUME HASIL INTERN....DAFTAR ISI HALAMAN DAFTAR ISI………………………………………………………………….............. HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN……..................... 5 13 13 16 21 Tindak Lanjut.......032............................................870.............. 2..... PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN 2 3 GAMBARAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH…....................................

Standar pemeriksaan yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI untuk mengungkapkan kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas pelaporan keuangan. tujuan pemeriksaan BPK-RI atas laporan keuangan tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan sistem pengendalian intern tersebut. Oleh karena itu.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RESUME HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Kulon Progo per 31 Desember 2007. Namun. (3) memberikan keyakinan yang memadai atas keamanan aset yang berdampak material pada laporan keuangan. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bertanggung jawab untuk mengatur dan menyelenggarakan pengendalian tersebut. Pengendalian intern tersebut meliputi berbagai kebijakan dan prosedur yang: (1) terkait dengan catatan keuangan. Laporan Realisasi Anggaran. (2) memberikan keyakinan yang memadai bahwa laporan tersebut telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan serta penerimaan dan pengeluaran telah sesuai dengan otorisasi yang diberikan. BPK-RI tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Untuk memperoleh keyakinan memadai. Kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut: PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 3 . apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI melaksanakan pengujian atas sistem pengendalian intern Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Sistem pengendalian intern merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Sistem pengendalian intern Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terkait dengan laporan keuangan merupakan suatu proses yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai atas keandalan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

361. Memberikan masukan kepada Pimpinan DPRD dalam pelaksanaan kegiatan. Secara lebih rinci dijelaskan pada bagian Hasil Pemeriksaan Sistem Pengendalian Intern.Acc. Nelson H.. Pengelolaan keuangan pada Sekretariat DPRD Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp7.A. c. 25 Juni 2008 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan BPK RI di Yogyakarta Penanggung Jawab Pemeriksaan. Memerintahkan Sekda selaku koordinator pengelola keuangan daerah untuk lebih menertibkan pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah dengan melakukan pengendalian yang memadai mengacu pada katentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .870. Pencairan SP2D (GU/TU) bulan Desember digunakan untuk belanja kegiatan bulan sebelumnya minimal sebesar Rp2. Siregar.8447. sebelumnya untuk membiayai kegiatan T.1. Memerintahkan bendahara pengeluaran menutup Buku Kas Umum (BKU) setiap akhir bulan .A. Memerintahkan Sekretaris DPRD selaku pengguna anggaran untuk : a. BPK RI merekomendasikan Bupati Kulon Progo agar : 1. 2.84. Belum ada pengesahan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan . d. Melakukan pemeriksaan atas pengelolaan keuangan minimal tiap tiga bulan sekali. Yogyakarta.00 tidak tertib. b.00. berjalan.235 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 4 .285. D-17. 3. Tidak menggunakan sisa UP T. CFE Akuntan. S.H. Berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut. 2.M.032. Menegur dan memerintahkan BUD untuk melaksanakan pengesahan atas SPJ SKPD pada Tahun Anggaran berikutnya .E. 3. Register Negara No.

pembukuan dan pencatatan. Gambaran umum mengenai sistem pengendalian intern dalam penatausahaan keuangan daerah dan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. perencanaan. serta pengawasan dan pemeriksaan.GAMBARAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN INTERN KABUPATEN KULON PROGO Sistem Pengendalian Intern (SPI) terkait dengan struktur dan proses pengendalian. ORGANISASI Struktur Organisasi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 12 Tahun 2000 Tanggal 28 Nopember 2000 Tentang Pembentukan. dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah. forum komunikasi dialog pembangunan. Gambaran umum atas pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Kulon Progo TA 2007. Mekanisme perencanaan program dan kegiatan APBD TA 2007 meliputi penjaringan aspirasi masyarakat. secara garis besar belum dilaksanakan secara memadai. Perencanaan pembangunan dan penganggaran dalam rangka penyusunan APBD TA 2007 meliputi perencanaan program dan kegiatan yang prosesnya dimulai dari penyusunan Kebijakan Umum dan Prioritas APBD sampai dengan penyusunan dan pembiayaannya. pelaporan/pertanggungjawaban. prosedur. personalia. Sistem perencanaan dan penganggaran Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Penyusunan dan pelaksanaan APBD Kabupaten Kulon Progo TA 2007 dilakukan dengan berpedoman pada Petunjuk Pelaksanaan APBD Kabupaten Kulon Progo Tahun Anggaran 2007 yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2006 tanggal 18 Desember 2006. pada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meliputi organisasi. dan mendorong dipatuhi dan ditaatinya peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyusunan dan penetapan kebijakan umum dan prioritas APBD. adalah sebagai berikut : A. Organisasi. rapat koordinasi teknis. kebijakan. Tujuan utama perancangan SPI adalah untuk pengamanan aset daerah. dan rapat koordinasi Bidang Perencanaan Pembiayaan Program dan kegiatan melalui mekanisme penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA). Struktur organisasi yang ada mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 84 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 5 .

Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah. Bupati juga membuat kebijakan dalam rangka penatausahaan keuangan. Berdasar pada Perda Kabupaten Kulon Progo diketahui bahwa perangkat daerah pada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terdiri dari 37 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yaitu terdiri dari DPRD. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 6 . dan 12 (dua belas) Kecamatan. RSU. yaitu dengan menunjuk BPD sebagai Kasda. yang dijabarkan dalam Keputusan Bupati Nomor 858 Tahun 2001 tanggal 8 Desember 2001 tentang Uraian tugas pada unsur organisasi terendah Badan Pengelola Keuangan Daerah. Perda tersebut ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah. B. sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara. dan terbagi kedalam 51 entitas. Dalam pengelolaan keuangan daerah. 4 (empat) Badan. terdiri dari 15 bidang pemerintahan. Surat Keputusan Penunjukan BUD dan Kuasa BUD. secara teknis adalah merupakan tugas pokok dari Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). Wakil Kepala Daerah. 6 (enam) Kantor. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah menerbitkan Perda Nomor 11 Tahun 2001 tanggal 8 Juni 2001 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. selaku entitas pelaporan. Kepala BPKD selaku BUD membuat Surat Edaran Nomor 930/221/2007 tanggal 14 April 2007 tentang Pelaksanaan Akuntansi 2007 pada SKPD. dan Surat Perintah Membayar (SPM) beserta rekeningnya untuk dan atas nama Bupati Tahun Anggaran 2007. surat permintaan pembayaran (SPP). untuk mempermudah pelaksanaan penatausahaan keuangan daerah. Secara teknis. 2007. Keputusan Bupati tentang Surat Penyediaan Dana (SPD). Selain dua acuan tersebut. Kepala Daerah. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2006 tanggal 18 Desember 2006 Tentang Petunjuk Pelaksanaan APBD T. Sekretariat DPRD. serta penunjukkan pejabat yang diberi wewenang menandatangani kuitansi/bukti penerimaan dana perimbangan. Sekretariat Daerah.A. 9 (sembilan) Dinas. KEBIJAKAN Dalam rangka menatausahakan keuangan daerah dan pertanggungjawaban APBD sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2006. Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo. Sebelum terbit dua pedoman pelaksanaan APBD tersebut.

yaitu Keputusan Bupati Nomor 74 Tahun 2007 tanggal 12 April 2007 tentang Penunjukkan Bendahara Umum Daerah (BUD) dan Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD). Bendahara Penerimaan dan Bendahara Penerimaan Pembantu Tahun Anggaran 2007. Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah.Untuk melakukan penatausahaan APBD T. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 7 . Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. melalui urutan pilihan.2007 pada SKPD. D. Pembantu Bendahara Pengeluaran. PERENCANAAN Rencana Pembangunan Daerah adalah tindakan masa depan yang tepat. SH Drs. PERSONALIA Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meliputi DPRD dan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. Kepala Daerah dibantu oleh pimpinan dan staf pada SKPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kulon Progo. yang dipilih secara langsung oleh rakyat Kulon Progo melalui suatu pemilihan umum secara langsung. DPRD Kabupaten Kulon Progo terdiri dari 35 Anggota.A. Bendahara Pengeluaran. misi dan tujuan yang meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah. Bupati Kabupaten Kulon Progo menerbitkan Surat Keputusan Nomor 29 Tahun 2007 Tanggal 25 Januari 2007 Tentang Penunjukkan/Pengangkatan atasan langsung bendahara. dengan nama-nama Ketua dan Wakil Ketua sebagai berikut : Jabatan Ketua DPRD Wakil Ketua I Wakil Ketua II Nama Drs. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Satuan Kerja Perangkat Daerah. Dalam pelaksanaan Pemerintahan Kabupaten Kulon Progo. dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia yang dilaksanakan oleh semua komponen dalam rangka mencapai visi. Sumariyo. C. Kasdiyono H. Bendahara Pengeluaran Pembantu. Sudarto Penatausahaan keuangan daerah dilaksanakan oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD). BUD dan Kuasa BUD yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Dinas Pertanlaut. Buku Jurnal PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 8 . RPJMD Tahun 2006-2011 merupakan uraian rincian daftar program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rentang periode 5 (lima ) tahunan terhitung mulai tanggal 24 Agustus 2006 sampai dengan tanggal 23 Agustus 2011 dengan sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang berfungsi sebagai acuan/rujukan penilaian kinerja Bupati pada setiap akhir tahun anggaran dan akhir masa jabatan. meliputi Buku Jurnal Penerimaan Kas. Dari penjabaran. Dinas Kesehatan. yaitu Kantor Pengelola Pasar. Dalam Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 67 Tahun 2007 tanggal 27 Juli 2007 Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2007. Perencanaan pendapatan dan belanja daerah ditetapkan dalam APBD TA 2007 yang kemudian diubah dalam Perubahan APBD. APBD Kulon Progo Tahun 2007 ditetapkan dengan anggaran defisit yaitu rencana/target penerimaan pendapatan lebih kecil dari target pengeluaran belanja.Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Kulon Progo Tahun 2005-2025 ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2007 Tanggal 18 Juli 2007. Rincian target pendapatan tersebut ditetapkan sesuai dengan dinas yang terkait dengan pendapatan atau SKPD yang mempunyai kewenangan memungut pendapatan berupa pajak dan retribusi. Defisit tersebut ditutup dari pembiayaan neto.A. Dinas Dukcapilkabermas. PROSEDUR Prosedur penatausaahaan keuangan daerah TA 2007 di Kabupaten Kulon Progo ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 49 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan APBD Kabupaten Kulon Progo. Buku-buku yang digunakan dalam pelaksanaan sistem dan prosedur tersebut. Sedangkan prosedur dan kebijakan akuntansi ditetapkan dengan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah. dituangkan lebih lanjut dalam DPA SKPD. Dinas Perhubungan. Buku Jurnal Pengeluaran Kas. Rencana atau target pendapatan per SKPD ditetapkan dalam penjabaran APBD T. diuraikan Program dan kegiatan Pemerintahan yang tertuang dalam APBD Tahun 2007 mencakup 25 urusan wajib dan 8 urusan pilihan. 2007 yang sejalan dengan KUA dan PPAS. Dinas Pekerjaan Umum. E. Dalam perubahan APBD tersebut telah ditetapkan target pendapatan yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah. serta Rumah Sakit Umum Daerah. dan Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2006-2011 ditetapkan dengan Perda Nomor 17 Tahun 2007 Tanggal 18 Juli 2007.

SP2D yang telah diterbitkan oleh Kuasa BUD untuk keperluan UP. GU dan TU disampaikan kepada pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran sedangkan SP2D untuk pembayaran langsung diserahkan kepada pihak ke tiga.SKPD. STS atau bukti Penerimaan Kas Lainnya yang sah merupakan dokumen atau bukti transaksi yang menjadi dasar pencatatan akuntansi.29 Tahun 2002. SPP Ganti Uang (SPP-GU) yaitu pengajuan permintaan pembayaran untuk pengganti uang persediaan. Setiap penerimaan kas disetor sepenuhnya ke Rekening Kas Daerah pada Bank. Sistem dan prosedur yang diterapkan dalam pengeluaran kas adalah mencakup semua transaksi kas melalui pembayaran tunai maupun transfer melalui rekening. Sistem dan prosedur pendapatan adalah sistem dan prosedur yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan kas. Jaringan prosedur yang membentuk sub sistem penerimaan ini terdiri dari prosedur penerimaan. Lampiran XXXII. Proses pengeluaran dimulai dari Bendahara pengeluaran mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang dilampiri dengan daftar rincian rencana penggunaan dana dan beban jenis yang diminta kepada pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) SKPD. Namun apabila dokumen yang dipersyaratkan tidak lengkap atau melebihi pagu anggaran maka kuasa BUD menolak menerbitkan SP2D. Sistem dan prosedur pendapatan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. dan Lampiran XXXIV Keputusan Mendagri No. Hal ini diajukan karena ada kebutuhan SKPD yang bersifat mendesak dan SPP Langsung (SPP-LS) yang merupakan pengajuan permintaan pembayaran kepada pihak ketiga berdasarkan kontrak atau surat perjanjian. penyetoran kas dan pencatatan. Bank mengeluarkan STS atau Bukti Penerimaan Kas lainnya yang sah. Ada beberapa jenis SPP yaitu SPP Uang Persediaan (SPP-UP) yaitu untuk pengajuan permintaan pembayaran uang muka kerja.Umum. ditetapkan dengan Perda Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Nomor 11 Tahun 2001 tanggal 8 Juni 2001 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Lampiran XXXI. Perda tersebut ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah. kemudian oleh PPK-SKPD kelengkapan dokumen SPP diteliti sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Setelah disetujui PPK-SKPD menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM). SPP dan SPM tersebut kemudian diajukan ke Kepala BPKD sebagai Kuasa BUD untuk diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Untuk keperluan tertib penatausahaan maka kuasa BUD melakukan pencatatan dokumen melalui PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 9 . Buku Besar. SPP Tambahan Uang (SPP-TU) yaitu pengajuan permintaan pembayaran untuk tambahan uang persediaan. yang formatnya mengacu Lampiran XXX. dan Buku Besar Pembantu. Lampiran XXXIII. SPP diajukan untuk memperoleh persetujuan PPK.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melakukan langkah responsif melalui pemberlakuan Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah dengan ketentuan strategis yaitu proses pengolahan data/informasi keuangan daerah bersifat desentralisasi : • Satuan kerja perangkat daerah menyelenggarakan proses akuntansi sebagai dasar penyusunan laporan keuangan atas pelaksanaan keuangan daerah yang menjadi tanggung jawabnya. dan neraca saldo bulanan.. Satuan kerja perangkat daerah mengolah data/informasi keuangan yang menjadi lingkup tanggung jawabnya dan setiap bulan menyampaikan laporan ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (di samping ke Bupati dan Bawasda) dalam bentuk Surat Pertanggungjawaban (SPJ). buku besar. • Satuan kerja perangkat daerah setiap bulan wajib menyampaikan SPJ dilampiri dengan salinan dokumen jurnal. Register Penolakan SP2D dan Buku Kas Penerimaan dan Buku Kas Pengeluaran. neraca saldo/sisa. PEMBUKUAN DAN PENCATATAN Pengolahan data/informasi keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam tahun 2007 dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2005. Setelah menerima SP2D. .Register SP2D. serta pada PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 10 . dan khusus yang bersifat tekhnis administratif diantaranya adalah: . Berdasarkan SPJ satuan kerja perangkat daerah (setelah proses verifikasi). Bendahara Pengeluaran SKPD kemudian mencairkan uang untuk membiayai belanja keperluan kegiatan SKPD. buku besar. BPKD melakukan pengolahan data keuangan konsolidasian untuk tingkat Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah. serta pelaporan yang dilengkapi dengan salinan jurnal. BPKD selaku pengelola keuangan daerah menyelenggarakan proses konsolidasian atas laporan keuangan satuan kerja perangkat daerah dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pokokpokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Dokumen SPJ tersebut berupa ikhtisar pelaksanaan anggaran dilampiri bukti-bukti penerimaan pendapatan dan pengeluaran belanja. Dengan berlakunya Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang–Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. F.

Bendahara Pengeluaran SKPD mempunyai kewajiban untuk mempertanggungjawabkan uang yang dikelolanya. yaitu penggabungan laporan keuangan secara aritmatis dengan menjumlahkan (akumulasi) saldo pos-pos yang sama. yang mengamanatkan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD berupa laporan keuangan. Prinsip Penggabungan Laporan Keuangan Satker Pengguna Anggaran yaitu Satker Pengguna Anggaran selaku entitas akuntansi menyusun LPKD. dan catatan atas laporan keuangan atas pelaksanaan keuangan daerah yang menjadi tanggung jawabnya. Apabila SP2D telah dicairkan Bendahara. misalnya penyajian aset tetap. Berdasarkan pembukuan yang dilakukan. G. neraca. Catatan Atas Laporan Keuangan SKPD Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa data-data yang disajikan oleh SKPD adakalanya tidak selalu akurat. Selain itu Bendahara Pengeluaran secara administratif dan secara fungsional juga membuat Laporan Pertanggungjawaban Pengeluaran Administratif dan Laporan Pengesahan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 11 . Laporan Realisasi Anggaran SKPD c. Bendahara Penerimaan SKPD membuat Laporan Pendapatan berupa Laporan Pertanggungjawaban Penerimaan Administratif. Neraca SKPD b. Penggabungan laporan keuangan Satker ini dilakukan berdasarkan prinsip kompilasi. Neraca. dilampiri dengan ikhtisar kinerja dan laporan keuangan Badan Usaha Milik Daerah/Perusahaan Daerah (BUMD/PD). maka Bendahara pengeluaran wajib menyetorkan sisa tersebut ke kas daerah.akhir periode akuntansi menyusun laporan keuangan yang terdiri dari laporan realisasi APBD. dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). dan Pertanggungjawaban Penerimaan Fungsional. kemudian uang telah dibelanjakan ternyata masih terdapat sisa kas. yang terdiri dari Laporan Realisasi APBD (LRA). Saldo aset tetap di Neraca disajikan berdasarkan mutasi aset tetap menurut LRA dengan dilakukan beberapa penyesuaian data Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah. yang kemudian akan digabungkan menjadi LKPD sebagai bentuk LPKD Kepala Daerah kepada DPRD. Laporan Arus Kas (LAK). PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Tahun 2007 disusun dan disajikan dalam rangka memenuhi ketentuan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Laporan Keuangan SKPD yang harus dibuat meliputi: a.

Setelah diverifikasi kemudian oleh SKPD dibuat sebagai bahan penyusunan Laporan Keuangan SKPD. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 12 . Sedangkan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) sebagai bentuk pertanggungjawaban Kepala Daerah atas pelaksanaan APBD kepada DPRD. Neraca Daerah. yang dalam hal ini adalah Badan Pengawasan Daerah Kabupaten (Bawaskab) dan Badan Pengawasaan Daerah Provinsi (Bawasprov). berikut rekomendasi atas permasalahan yang diungkapkan. yang dalam hal ini adalah Perwakilan BPKRI di Yogyakarta. PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN Pengawasan terhadap pelaksanaan APBD Kabupaten Kulon Progo dilakukan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). disampaikan BPK-RI kepada Pimpinan DPRD dan Kepala Daerah Kabupaten Kulon Progo. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Bawaskab Kulon Progo sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan PKPT. berdasarkan Program Kegiatan Pemeriksaan Tahunan (PKPT) yang disetujui dan disahkan oleh Kepala Daerah. Laporan Arus Kas. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang memuat opini terhadap LKPD Kabupaten Kulon Progo. H. dan rekomendasi atas permasalahan yang diungkapkan berkenaan dengan kepatuhan terhadap peraturan perundangan-undangan dan ketaatan terhadap pengendalian intern. dilakukan oleh Perwakilan BPK-RI di Yogyakarta. Pelaksanaan pengawasaan oleh Bawaskab Kulon Progo dibiayai dengan dana APBD Kabupaten Kulon Progo. disampaikan kepada Kepala Daerah dan ditembuskan kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI).SPJ yang disampaikan ke BPKD. Laporan Surplus Defisit dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). telah dilaksanakan terhitung sejak TA 2003. yang meliputi pemeriksaan atas Laporan Realisasi APBD (LRA). Pemeriksaan BPK-RI atas LKPD Kabupaten Kulon Progo dalam rangka pelaksanaan ketentuan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003.

821.667.953.51.00 Jumlah SP2D PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 13 .00 19.484.976. Bidang perbendaharaan sudah melakukan verifikasi ulang atas SPJ SKPD yang mengajukan SP2D.559.00 23.A.365.00 5. dan register pengesahan SPJ belum dibuat.843.378.800.966.081.847.00 75.946.350.957.422. 2007.00 16. melalui kuasa BUD telah menerbitkan SP2D minimal sebesar Rp474.868.775.485.00 35.00 6.470. Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) selaku Bendahara Umum Daerah (BUD) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 930/221/2007 tanggal 14 April 2007 yang berisi tentang Pelaksanaan Akuntansi 2007 pada SKPD.790.868.339.00 18.357.527. sebagai suatu bentuk pengendalian pertanggungjawaban pengeluaran kas. Belum ada bukti pengesahan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan Selama Tahun Anggaran 2007.024.00 922. Penerbitan SP2D ini dilakukan dengan berdasar pada Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2006 Tanggal 30 Desember 2006 tentang petunjuk pelaksanaan APBD 2007 yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. namun atas verifikasi ini tidak ada bukti pengesahan.253.339.398.323.00 87.132. Sebagai petunjuk pelaksanaan atas ketentuan tersebut dan untuk memudahkan SKPD dalam mencatat setiap transaksi.422.625.093.690.00 12.041.995.053.00 SP2D Gaji 4.547.00 5.738. Syarat ini dipenuhi oleh SKPD untuk mendapatkan SP2D-GU.247.553.00 50.00 7.272.00 441.796.357.008.153.00 2.00 55.305.415.032. Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.684.00 4.00 353.923.856.389.602.692.00 5.828.995.636.024.00 75.517.170.730.263.00 24.977.636.131. Sesuai dengan ketentuan petunjuk pelaksanaan APBD T.962. SKPD GU/TU/UP/LS 1 DPRD Setwan Gaji dan tunjangan Setwan 2 Setda Bupati Wabup Jumlah Setda 3 4 5 Dinas Perindagkoptam Dinas Kesehatan DPU 1.070.778.00 4.596.778. Daftar SP2D yang diterbitkan diantaranya adalah sebagai berikut : No.00 6.HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN 1. dinyatakan bahwa salah satu syarat pengajuan SP2D-GU adalah SPJ yang sudah disahkan oleh PPKSKPD.856. namun atas SPJ ini tidak disahkan oleh fungsi perbendaharaan pada BUD.480.

788.266.307.957.719.00 126.305.838.732.267.534.393.00 619.335.00 155. 6 7 8 9 10 11 12 Diknas SKPD GU/TU/UP/LS SP2D Gaji 164.00 12.571.915.614.331.730.00 51.00 2.00 8.599.695.885.00 184.112.226.106.934.028.378.00 3.196.350.721.066.311.173.375.00 9.163.140.400.374.558.404.900.00 143.00 485.51 Jumlah SP2D 208.906.793.313.791.213.767.00 21.51 dan SP2D Gaji sebesar Rp238.416.792.262.00 1.408.742.00 2.722.715.076.940.644.392.279.598.532.817.862.213. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 14 .881.397.140.134.388.941.00 786.00 552.246.00 44.106.126.827.237.00 1.909.545.475.00 740.00 236.419.023.00 49.00 510.494.912.748.964.00 811.024.746.554.00 238.966.650.124.642.976.033.00 2.765.384.123.932.00 5.787.00 774.181.790.308.00 674.00 803.215.00 144.00 1.679.323. Pengasih Jumlah 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 27 28 29 30 Selama Tahun Anggaran 2007.587.00 1.730.190.771.00 3.340.584.406.068.00 554.286.127. Kokap Kec.51 5.00 1.00 897.51.367.109.00 1.372.088.109.549.181.00 283.00 879.233.662.00 679.00 840.00 189.00 695.179.387.547.947.907.345.169.057.628.00 1.00 156.970.557.598.642.790.927.340.00 388.00 1.459.385.826.00 805.196.00 13.598.51 3.960.00 1.383.780.747.976.916.00 741.843.159.938.901.235.919.206.353.00 12.845.506.100.467.547.756.034.00 139.989.913.650.796.395.049.145.754.00 3.00 701.545.896.00 474.00 722.00 858.935. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Bendahara Umum Daerah (BUD) telah menerbitkan SP2D GU/TU/LS non gaji minimal sebesar Rp236.269.213.143.00 939.200.667.00 881.102.No.00 1.226.00 930.045.00 4.571.608.00 2.51 Dinas Pertanlaut Dinas Kebudayaan Pariwisata BPKD Bappeda Dishub Disnakertrans Dinas Dukcapilkabermas Kantor Pedal Kantor Pasar Kantor Humas Arsip KPDE Pol PP Kesbanglinmas BKD Bawasda Perpustakaan Kec Wates Kec Panjatan Kec Galur Kec Samigaluh Kec Temon Kec Sentolo Kec.797.00 1.747.417.027. sehingga total SP2D diterbitkan minimal adalah sebesar Rp474.00 885.933.637.607.657.00.00 352.00 258.544.928.00 877.410.00 950.597.00 1.00 794.00 135.447.488.070.774.357.091.416.378. Nilai ini merupakan nilai sampel atas keseluruhan SP2D diterbitkan.406.00 3.00 1.449.234.027.00 467.012.

pelaporan. angka : (1) 6. khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan . Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah. dan pengawasan keuangan daerah . Peraturan Pemerintah Nomor 58 tanggal 9 Desember 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 1. pertanggungjawaban. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tanggal 13 Juni 2005 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. pelaksanaan. (2) 11. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 15 . untuk tahun berikutnya akan dilaksanakan pengesahan sebagaiman diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005. Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan. (3) 12. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur dan memerintahkan BUD untuk melaksanakan pengesahan atas SPJ SKPD. b. Pernyataan No. penatausahaan. yaitu melaksanakan fungsi Bendahara Umum Daerah (BUD).Permasalahan ini tidak sesuai dengan : a. Atas permasalahan tersebut diatas BUD menyatakan bahwa hal tersebut disebabkan karena pemahaman bahwa pengesahan SPJ hanya dilakukan oleh PPK SKPD berdasar pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2006. Namun demikian. c. Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak dalam kapasitas sebagai bendahara umum daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tanggal 9 Desember 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 7 angka (1) PPKD mempunyai tugas sebagai tercantum pada huruf d. Kondisi diatas mengakibatkan pencairan SP2D yang dicatat sebagai realisasi belanja pada Laporan Realisasi Anggaran belum dapat diakui sebagai belanja. 02 Laporan Realisasi Anggaran paragraph 32 yaitu. Tidak adanya pengesahan SPJ oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan disebabkan oleh pemahaman bahwa SPJ cukup disahkan oleh PPK-SKPD sesuai dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 yang merupakan Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

Bendahara dapat mengajukan pengisian uang persediaan berikutnya setelah meng-SPJ-kan minimal 80% dari jamlah uang PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 16 . Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo telah menerbitkan SP2D (UP/GU/TU) yaitu uang persediaan.A. Atas pengeluaran (belanja) terebut bendahara pengeluaran wajib pempertanggungjawabkan pada bulan berikutnya. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 Tahun 2007 tanggal 2 Nopember 2007 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD) Perubahan T. SP2D UP/TU/GU yang telah dicairkan digunakan untuk beban pengeluaran DPASKPD yang dananya dipergunakan untuk mengganti uang persediaan yang telah dibelanjakan. b. Pencairan SP2D (GU/TU) bulan Desember digunakan untuk belanja kegiatan bulan sebelumnya minimal sebesar Rp2.848. SPP Tambah Uang Persediaan (SPP-TU) Setelah dokumen SPP dinyatakan lengkap dan sah. Sebagai petunjuk pelaksanaan atas ketentuan tersebut dan untuk memudahkan SKPD dalam mencatat setiap transaksi.A) 2007.870. Untuk memenuhi pembayaran atas belanja yang bukan untuk pihak ketiga dan pengisian uang persediaan. Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) selaku Bendahara Umum Daerah (BUD) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 930/221/2007 tanggal 14 April 2007 yang berisi tentang Pelaksanaan Akuntansi 2007 pada SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Sesuai dengan ketentuan Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dinyatakan bahwa berdasarkan pada Surat Penyediaan Dana (SPD). bendahara pengeluaran mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Penguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran melalui PPK-SKPD. Sesuai dengan Perda penetapan APBD.A.447. SPP Uang Persediaan (SPP-UP). Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran menerbitkan SPM untuk kemudian diajukan kepada kuasa BUD untuk dimintakan penerbitan SP2D.00 Dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan Tahun Anggaran (T. c. 2007. ganti uang persediaan dan tambah uang persediaan. dikeluarkan Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2006 Tanggal 30 Desember 2006 tentang petunjuk pelaksanaan APBD 2007 yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 2007 dan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 38 Tahun 2007 Tanggal 3 Nopember 2007 Tentang Penjabaran Perubahan APBD T. SPP Ganti Uang Persediaan (SPP-GU).2. SPP ini terdiri dari: a.

Catatan Sipil dan Pemberdayaan Masyarakat (Dukcapilbermas).199.226.266.00 1.870. honorariun.00 1. 682.00 810. Hasil pemeriksaan atas pencairan dan penggunaan SP2D (GU/TU) yang dicairkan bulan Desember 2007 serta BKU bendahara pengeluaran pada 10 (sepuluh) SKPD diketahui adanya pencairan SP2D sebesar Rp8.402.00 810.781.00 Digunakan bulan sebelumnya Jumlah (Rp) 252. Dengan mekanisme pengisian kas tersebut seharusnya pencairan dana (SP2D) digunakan untuk mebiayai belanja kegiatan setelah diterima atau dicairkannya SP2D.235 13.577. dan 699 dicatat dalam BKU sisi penerimaan 17/12/07 21.00 807.266.621.309.370.00 436.353.999.315 975.00 merupakan belanja barang dan jasa antara lain belanja perjalanan dinas.00 126.012.556.00 Pencairan dicatat pada sisi akhir dalam BKU setelah pengeluaran 658.679.680.724.00 Keterangan No SKPD 6 7 8 Bappeda Dintanlut Dishub 1.150.406.089.199.00 38.702.00 62.657.848.848.703.00 77.600.972.696.947.84.452. 696.00 764.702. Hal ini menunjukkan adanya indikasi pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai scedule pendanaan dan membuka peluang penyalahgunaan keuangan daerah.00 133.00 dengan rincian sebagai berikut: Pencairan SP2D (GU/TU) (Rp) 1 2 3 4 5 BKD Disnakertran Setwan DPU Dinas Dukcapilbermas 362. Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan tidak tertib yaitu: PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 17 .911.889. Hasil pemeriksaan lebih lanjut atas Pencatatan Pencairan (penerimaan) dan pengeluaran dalam BKU bendahara pengeluaran diketahui bahwa Bendahara SKPD Dinas Kependudukan.127.661. jamuan (makan dan minum rapat) bulan sebelumnya sejak Januari sampai dengan Nopember 2007.127.00 digunakan untuk membayar belanja kegiatan bulan sebelumnya sebesar Rp2.8447.00 9 10 Satpol PP Dinkes 111.00 Pencatatan dalam BKU tanpa tanggal penerimaan dan pengeluaran 2.447.953.00 Pembayaran belanja sebesar Rp2.950.persediaan yang telah dibelanjakan.703.870.500.00 Terdapat 4 (empat) SP2D/GU No.353.870.527.376.150.400.447.098.00 Jumlah 8.006.200.674.

678 dan 738. sehingga terjadi berbagai upaya pemenuhan dana untuk mencukupi belanja pada awal tahun anggaran dari masing-masing SKPD sebelum dapat dicairkannya uang persediaan dan pada akhir tahun terjadi upaya bagaimana caranya untuk menyerap anggaran yang tersedia.202. tanggal penerimaan dan pengeluaran sehingga sulit diketahui kapan terjadinya transaksi.353. Bendahara Dinas Kependudukan. Menurut keterangan bendahara pengeluaran Dinas Perhubungan dan Bappeda perihal pencairan SP2D untuk membayar belanja kegiatan bulan sebelumnya. 2007.a. 641.245.036.00 810.107. pencairan SP2D/GU Nomor 592.00 228. diketahui bahwa adanya pemberian uang persediaan dari bendahara pengeluaran kepada PPTK untuk belanja pelaksanaan kegiatan tidak segera dilengkapi bukti pengeluaran sebagai pendukung SPJ.422.266. Terhadap PPTK yang belum mempertanggungjawabkan penggunaan uang persediaan tersebut oleh bendahara tidak diperbolehkan mengajukan pernintaan uang persediaan berikutnya.870.864. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 18 .00 134.872. Terjadinya kelambatan dalam penetapan APBD Tahun Anggaran 2007 mengakibatkan pendanaan belanja kegiatan pada awal tahun mengalami hambatan. dinyatakan bahwa penerbitan SP2D paling lambat adalah tanggal 15 Desember 2007. sedangkan pengeluaran terakhir tanggal 19 Desember. Namun dalam prakteknya. dicairkan tanggal 19 Desember 2007 dicatat dalam BKU pada sisi akhir setelah tanggal pengeluaran. Catatan Sipil dan Pemberdayaan Masayarakat (Dukcapilbermas) Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2006 Tanggal 30 Desember 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan APBD T. berarti SP2D tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan sebelumnya dengan tanggal penerbitan dan penerimaan sebagai berikut : Tanggal Penerimaan 19-12-2007 19-12-2007 19-12-2007 19-12-2007 Jumlah (Rp) 229.A.00 Nomor dan tanggal penerbitan SP2D 738/GU/SP2D/2007 tgl 17-12-2007 678/GU/SP2D/2007 tgl 13-12-2007 641/GU/SP2D/2007 tgl 10-12-2007 592/GU/SP2D/2007 tgl 28-12-2007 Jumlah b.00 217. Dinas Kesehatan Pencatatan dalam BKU tanpa nomor pembukuan.

3. Permasalahan ini disebabkan oleh : a. Pasal 220 ayat (1) yang menyatakan bahwa bendahara pengeluaran secara administratif wajib mempertanggungjawabkan penggunaan uang persediaan/ganti uang persediaan/tambah uang persediaan kepada SKPD melalui PPK-SKPD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya . Pasal 236 a) Ayat (1) yang menyatakan bahwa semua transaksi dan/atau kejadian keuangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah dicatat pada buku jurnal berdasarkan bukti transaksi yang sah. pengikhtisaran.447. Sehubungan dengan permasalahan tersebut di atas. Sekda selaku koordinator pengelola keuangan daerah menyatakan bahwa kondisi pelaksanaan pengelolaan keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo belum sepenuhnya tertib.00 menggunakan dana yang tidak bersumber dari APBD. masih perlu belajar dan pendalaman lebih lanjut serta Penetapan APBD sehingga waktu yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan APBD tahun anggaran 2007 relatif pendek dengan beban pekerjaan yang realtif tinggi sehingga dimungkinkan terjadi kesalahan. Kurangnya pemahaman tentang pentingnya pengendalian yang memadai atas pelaksanaan kegiatan. 2.Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah : 1. Pasal 232 ayat (3) yang menyatakan bahwa sistem akuntansi pemerintahan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi serangkaian prosedur mulai dari proses pengumpulan data. sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 19 .870. pencatatan. b) Ayat (2) yang menyatakan bahwa pencatatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara kronologis sesuai dengan terjadinya transaksi dan/atau kejadian keuangan. yang disebabkan antara lain.848. b. Rendahnya tingkat pengendalian oleh atasan langsung/pengguna anggaran. Hal tersebut mengakibatkan realisasi belanja sebelum bulan desember sebesar Rp2. pemahaman PPK SKPD dan Bendahara penerima/pengeluaran/bendahara pembantu terhadap PP Nomor 58 Tahun 2005 dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 belum optimal.

Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar memerintahkan Sekda selaku koordinator pengelola keuangan daerah untuk lebih menertibkan pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah dengan melakukan pengendalian yang memadai mengacu pada katentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 20 .

417. bendahara pengeluaran secara administratif wajib PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 21 . Pencairan SP2D dalam T. tidak ada bukti berupa paraf atau tanda tangan penerimaan uang oleh PPTK. Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.00. Proses pencatatan akuntansi tersebut adalah pencatatan transaksi penerimaan dan pengeluaran pada Buku Kas Umum (BKU) oleh Bendahara Pengeluaran. Hasil pemeriksaan atas dokumen pencatatan yang dilaksanakan oleh Bendahara Pengeluaran dan telaah sistem pengelolaan keuangan pada Sekretariat DPRD (Setwan) menunjukkan hal-hal sebagai berikut: a.361. Bendahara pengeluaran tidak membuat buku panjar pendistribusian uang kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).559. Sekretariat DPRD mendapatkan alokasi anggaran setelah perubahan sebesar Rp8.032. b.00 yang dipertanggungjawabkan sebagai realiasasi belanja sebesar Rp7.00.285.502. pengikhtisaran dan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.A.017.00 tidak tertib Tahun Anggaran 2007 sebesar Dalam Tahun Anggaran (T.361. sehingga bendahara pengeluaran tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah uang yang diterima oleh masing-masing PPTK dalam satu tahun anggaran. Karena tidak tertib pencatatan atas pendistribusian uang yang menjadi tanggung jawab masing-masing PPTK.131. Pelaksanaan akuntansi pada Sekretariat DPRD (Setwan) selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengacu pada surat edaran yang diterbitkan oleh BPKD.) 2007. sampai dengan tanggal 25 Februari 2008 masih terdapat selisih yang belum dapat dijelaskan antara pencatatan di bendahara pengeluaran dengan pencatatan di masing-masing PPTK. Tidak ada penutupan BKU setiap bulan. Setelah akhir tahun anggaran.285. pembuatan Laporan Akuntansi dan Lembar Pengesahan oleh PPK SKPD dan pembuatan Laporan Realisasi Anggaran SKPD dan Neraca SKPD oleh PPK SKPD. Mekanisme pencairan SP2D sudah sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku mengenai Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang ditindaklanjuti dengan Surat Edaran (SE) BPKD Kabupaten Kulon Progo Nomor 930/21/2007 tanggal 14 April 2007 tentang Pelaksanaan Akuntansi 2007 pada SKPD sebagai petunjuk teknis pelaksanaan pencatatan.3. 2007 adalah sebesar Rp7. Alokasi anggaran ini berdasar pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2007 tanggal 2 Nopember 2007 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007. Pengelolaan keuangan pada Sekretariat DPRD Rp7. dilakukan pencocokan antara bendahara pengeluaran dan PPTK.032.A.032.

00 .mempertanggungjawabkan penggunaan uang persediaan/ganti uang persediaan/tambah uang persediaan kepada Kepala SKPD melalui PPK-SKPD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya.186. sisa UP Setwan T.439. Dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 pasal 220 ayat (8) dinyatakan bahwa untuk tertib laporan pertanggungjawaban pada akhir tahun anggaran. Tidak ada pemeriksaan kas oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran.A. Pada tanggal 20 Februari 2008 dilakukan pemeriksaan kas untuk mengetahui riil uang yang ada dalam pegelolaan bendahara pengeluaran Sekretariat Dewan. d. dan pemeriksaan menunjukkan bahwa brankas dalam keadaan kosong/tidak ada uang yang tersimpan. antara BKU Bendahara Pengeluaran.078. Sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. dokumen laporan pertanggungjawaban yang disampaikan diantaranya adalah Buku Kas Umum dan Register Penutupan Kas.186. e.00 (termasukpajak). Laporan Pertanggungjawaban bulan Desember belum dikerjakan. 2007. sisa UP atas pencairan SP2D sebesar Rp376.086.857. Perbedaan pencatatan antara Bendahara Pengeluaran berdasar pada BKU yang tidak ditutup setiap bulan (sehinga tidak dapat diyakini kebenarannya) dengan Laporan Pengesahan dari PPKSKPD. Perbedaan sisa UP T.sisa UP Setwan belum disetor.907. Berdasar pada BKU bendahara pengeluaran. 2007 adalah sebesar Rp238.00 (termasuk pajak belum disetor) sedangkan PPK-SKPD mencatat sisa UP adalah sebesar Rp410. c. diperoleh penjelasan dari Bendahara PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 22 . bendahara pengeluaran mencatat sisa UP adalah sebesar Rp378.00).00 yang sampai dengan tanggal pemeriksaan kas dilakukan.437.00.454. Berdasar pada BKU. Dalam mempertanggungjawabkan pengelolaan uang persediaan.099.439. sisa UP minimal dan pajak adalah sebesar Rp376.A.731.078. Atas kondisi tersebut.171. Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melakukan pemeriksaan kas yang dikelola oleh Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran sekurang-kurangnya satu kali dalam tiga bulan. pertanggungjawaban pengeluaran dana bulan Desember disampaikan paling lambat tanggal 31 Desember. penjelasan lesan Bendahara pengeluaran dan Laporan Pengesahan PPK-SKPD. Sisa UP yang dicatat PPK-SKPD adalah berdasar pada Laporan Pengesahan PPKSKPD yang merupakan pengesahan atas Laporan Pertanggungjawaban dan verifikasi dokumen pertanggungjawaban Sedangkan menurut penjelasan secara lesan dari bendahara pengeluaran. mengakibatkan adanya perbedaaan pengakuan sisa UP. Berdasar pada Lembar Pengesahan.Rp172.641.00 (Rp410. Nilai ini berbeda dengan BKU dan Laporan Pengesahan.857. Buku Kas Umum seharusnya ditutup setiap bulan dengan sepengetahuan dan persetujuan pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran.00 (termasuk pajak) sehingga ada selisih sebesar Rp31.

00 152.00 dan sampai dengan tanggal 25 Februari 2008 uang tersebut belum disetor ke Kas Daerah.00 1. c.500. Ketika dilakukan konfirmasi. Uang tersimpan di rekening giro BPD DIY Cabang Wates dengan rekening Nomor 20.000.00 788.138. masing-masing PPTK menjelaskan bahwa nilai uang yang belum dipertanggungjawabkan berbeda dengan yang disajikan oleh bendahara pengeluaran.272.000.000.000.000. BPO Pimpianan DPRD sebesar Honor tenaga kontrak bulan Januari Biaya makan minum rapat Biaya barang dan jasa Plakat SPPD anggota ke Jakarta Kontribusi Tiket Jumlah Februari a b.9. pengeluaran sebelum APBD ditetapkan hanya diperbolehkan atas belanja-belanja yang sifatnya wajib. f. d.02.00 Nilai (Rp) 900.00 850.000. h.000.00 210.000.000.000.00.000.00 15. 2.000. Rincian pengeluaran tersebut adalah : Januari a b.300.000.00 20.00 digunakan untuk membiayai kegiatan tahun 2008.900.720.228.000. i. g.00 400. Pengeluaran atas belanja pada bulan Januari adalah sebesar Rp17.00 48.00 1.00 dan Februari 2008 sebesar Rp210.000.000.858. e. seperti gaji.421.500.138.784.720.000.00187-6 atas nama Bendahara Pengeluaran dengan saldo per 31 Desember 2007 sebesar Rp17.00 850. BPO Pimpianan DPRD sebesar Plakat Jamuan Tamu Materai Porsekot ATK Porsekot BBM Porsekot Pemeliharaan Gedung Porsekot Biaya Cetak Kunjungan 33 anggota DPRD dan 10 staf Setwan ke Jakarta Jumlah 250.00 16. h.300.000. 3. f.000.934.000.00 2.00 17.Pengeluaran sebagai berikut : 1. g.000. Uang yang belum dipertanggungjawabkan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sebesar Rp136. d.00 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 23 .000. untuk itu masih dilakukan pencocokan dengan bendahara pengeluaran. e.00 6.000. Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sisa uang sebesar Rp227.000.00 3. c.000.00 5.00.000.

Keputusan DPRD Nomor 24/KEP/DPRD/2007 dan Keputusan DPRD Kabupaten Kulon Progo Nomor 25/KEP/DPRD/2007. Perjalanan dinas ini dilakukan dalam rangka konsultasi pembahasan dan penyusunan Enam Raperda tentang Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 Tentang SOT ke Depdagri.26% dari pengeluaran sebesar Rp210.000. Pimpinan Unit Organisasi Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah yang terbukti melakukan penyimpangan kegiatan anggaran yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang tentang APBN/Peraturan Daerah tentang APBD diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.000.272. pasal 34 yang menyatakan bahwa.720.00 atau 72.00 yang diterima oleh saudara Sunardi untuk biaya operasional Setwan Tahun Anggaran 2008. Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan : a. Anggota Pansus yang berangkat adalah sebanyak 33 orang.000. yaitu pada tanggal 20 dan 21 Februari 2008.76% dari total pengeluaran sebesar Rp17. Kunjungan ini dilaksanakan selama dua hari.00. alokasi pengeluaran bulan Februari juga digunakan untuk membiayai kunjungan ke Jakarta anggota DPRD sebesar Rp152.00 + Rp5.00 yang digunakan oleh satu orang anggota DPRD dari Fraksi Binangun untuk melakukan perjalanan dinas ke Jakarta. Sampai dengan tanggal 25 Februari 2008 tidak ada penjelasan apakah uang tersebut sudah dibelanjakan seluruhnya atau dibelanjakan sebagian.000.00 + Rp15.000.000.900.000. terdapat pengeluaran sebesar Rp6.00 atau 36.00 + Rp20.000. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara.Dari tabel diatas diketahui bahwa pada bulan Januari.000.300.00) atau 27% dari total pengeluaran sebesar Rp210.138.900. Selain uang muka.000. 3) Pasal 21 ayat yang menyebutkan bahwa Bendahara Pengeluaran bertanggung jawab secara pribadi atas pembayaran yang dilaksanakannya. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 24 .720.00 (Rp16. terdapat pemberian uang muka sebesar Rp56. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara : 2) Pasal 18 ayat (3) yang menyatakan bahwa Pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berakitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBN/APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud.000. b. merupakan anggota dari tiga pansus yang dibentuk berdasar Keputusan DPRD Kabupaten Kulon Progo Nomor 23/KEP/DPRD/2007.000.000. Kemudian pada bulan Februari.

Tidak adanya pengendalian intern yang memadai dari Kepala SKPD selaku pengguna anggaran . 5) Pasal 223 ayat 1 : Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melakukan pemeriksaan kas yang dikelola oleh bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan . Pengelolaan keuangan yang tidak tertib tersebut mengakibatkan : a. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 25 . Penggunaan sisa UP T. membayarkan. 2) Pasal 4 ayat (3) dinyatakan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan. Terjadi selisih penghitungan sisa Uang Persediaan antara Bendahara Pengeluaran dengan PPK SKPD.032. c. Keputusan Pimpinan DPRD memberi perintah melaksanakan kegiatan tanpa mempertimbangkan kesediaan dana. sisa Uang c. 2008. Permasalahan tersebut disebabkan oleh : a.285. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD.4) Pasal 54 ayat (1) yang menyatakan bahwa Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan material kepada Presiden/Gubernur/Bupati/Walikota atas pelaksanaan kebijakan anggaran yang berada dalam penguasaannya. 2007 untuk membiayai kegiatan T.361. menyimpan. menatausahakan. b.A. c. 4) Pasal 220 ayat 1 : Bendahara pengeluaran secara administratif wajib mempertanggungjawabkan penggunaan uang persediaan/ganti uang persediaan/tambah uang persediaan kepada kepala SKPD melalui PPK-SKPD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. Realisasi belanja sebesar Rp7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah menyebutkan bahwa : 1) Pasal 1 ayat 24 : Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima. 3) Pasal 10 : dinyatakan bahwa Kepala SKPD bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. Kebijakan Sekwan untuk membiayai kegiatan DPRD menggunakan Persediaan tahun 2007.A. b.00 diragukan kewajarannya.

102.000.00. Melakukan pemeriksaan kas atas pengelolaan keuangan minimal tiap tiga bulan sekali. berjalan. c.761. dengan menyetor sisa UP ke Kasda dan pajak ke KPPN. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 26 .461. sebelumnya untuk membiayai kegiatan T. b.297. Rincian setoran tersebut adalah sebagai berikut : a.948. f.228. Sisa UP sebesar Rp162.00 (bukti setor terlampir).d. d. Sisa UP sebesar Rp28.00. Sekretaris Dewan selaku pengguna anggaran memahami dan sependapat dengan temuan diatas. Sehubungan dengan temuan tersebut.A. Tidak adanya buku bantu bendahara pengeluaran yang mencatat pendistribusian pencairan uang ke masing-masing PPTK.000. PPh 23 sebesar Rp2.371.164. PP 1 sebesar Rp33. e.00 (bukti setor terlampir). PPh 21 sebesar Rp135. pada tanggal 5 Maret 2008 Setwan melakukan tindak lanjut. Sehubungan dengan permasalahan tersebut diatas.00 (bukti setor terlampir). c.797.00. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar memerintahkan Sekretaris DPRD selaku pengguna anggaran untuk : a.934. b. Memerintahkan bendahara pengeluaran menutup Buku Kas Umum (BKU) setiap akhir bulan .A. Sisa UP sebesar Rp17. Tidak menggunakan sisa UP T.

YOG/6/2008 : 25 Juni 2008 .BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO TAHUN ANGGARAN 2007 AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA Nomor Tanggal : 43C/LHP/XVIII.

............. 32 Pengakuan belanja modal pada neraca minimal sebesar Rp2.................... 8......................A..................000........... 11 Pengelolaan dana Asuransi Kesehatan Warga Miskin (Askeskin) Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp775..............758........ PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 2 ..............797.......A..................... Pembukaan rekening bank Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menampung dana pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2007 tanpa melalui ijin Kepala Daerah..................441..................................245.......246.............00........ 2007 dicatat sebagai realisasi belanja sebesar Rp977....000...000............. 9.........905....... Anggaran belanja modal pada 4 (empat) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) direalisasikan sebagai bantuan sebesar Rp12.....................000..........211.........................968..........................00 tidak dilaporkan dalam APBD......................402...........................00......350........ 2007 tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan sebesar Rp1.....031.289.. Halaman 2 RESUME LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN.DAFTAR ISI DAFTAR ISI………………………………………………………………….... 50 3................................. 41 Uang muka kegiatan infrastruktur T..... Pelaksanaan kegiatan penguatan modal pada koperasi T..........................................................000.... 5.. 4 7 1................. HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN................................................ 7 2.................. Pemungutan pajak restoran atas pelayanan makanan dan minuman Sekretariat DPRD tidak tepat dan digunakan langsung sebesar Rp35.....00 ................00.... 4.........148. 22 Belanja Barang dan Jasa pihak ketiga pada Dinas Pendidikan direalisasikan untuk bantuan dan membiayai kegiatan Dinas Pendidikan minimal sebesar 28 Rp4..............00....................................................800..............00 tidak 39 berdasarkan harga perolehan....................000.............................00 tidak melalui mekanisme APBD......... 13 Pengelolaan bantuan dana pemberdayaan masyarakat atas program Community Development (CD) dari pemerintah Propinsi DIY sebesar Rp4................................... 6.........264............ 7.............

65 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 3 .......................00 tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan...........822................. 61 13........... Penambahan aset tetap sebesar Rp79................00 tidak tepat dan surat pertanggungjawaban tidak lengkap sebesar Rp375...........000................00 pada neraca Per 31 Desember 2007 tidak sesuai dengan bukti pendukung.......695........ Penghapusan obat kadaluwarsa/rusak pada Dinas Kesehatan dan RSUD Wates sebesar Rp649.........400..............303. 54 11.....................00 sehingga tidak dapat diyakini kebenarannya..................... 57 12....890...........10...............000.................... Bantuan kepada masyarakat dalam kegiatan fasilitasi pertanahan pada belanja barang dan jasa sebesar Rp440...............................528...................... Penilaian penghapusan aset daerah sebesar Rp2..............802...775............000................00 tidak sesuai ketentuan..............................000.....

Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Kulon Progo per 31 Desember 2007. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 4 . BPK-RI tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Namun. Selain itu. Oleh karena itu. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Laporan Realisasi Anggaran. Untuk memperoleh keyakinan memadai. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI melaksanakan pengujian atas kepatuhan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terhadap peraturan perundang-undangan. tujuan pemeriksaan BPK-RI atas laporan keuangan tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan tersebut. apabila dalam melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan ditemukan kecurangan dan penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan yang berindikasi unsur tindak pidana. Pembukaan rekening bank Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menampung dana pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2007 tanpa melalui ijin Kepala Daerah . peraturan perundang-undangan dan SPKN yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI untuk melaporkan kepada pihak berwenang.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RESUME HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Pokok-pokok temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pelaporan keuangan yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut: 1.

Penambahan aset tetap sebesar Rp79. 5. 2007 tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan sebesar Rp1. 4. Berdasarkan temuan tersebut.758.890. Dinas Pekerjaan Umum. Pengakuan belanja modal pada neraca tidak berdasarkan harga perolehan. Menegur dan memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dalam menganggarkan belanja sesuai dengan pengelompokan belanja yang diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 2005 dan PP Nomor 58 Tahun 2005.2.968.A.905.802. Panitia Anggaran lebih teliti dalam memverifikasi RKA-SKPD untuk penyusunan APBD yang diusulkan oleh masing-masing SKPD. 6.264.00 pada Neraca Per 31 Desember 2007 tidak sesuai dengan bukti pendukung. Memerintahkan : a. 3.211. Anggaran belanja modal pada empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) direalisasikan sebagai bantuan sebesar Rp12. Membuat Surat Keputusan yang berisi tentang Pemberian Ijin dan mekanisme Pembukaan Rekening Bendahara Penerimaan/Pengeluaran pada masing-masing SKPD untuk keperluan pelaksanaan penerimaan/pengeluaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo . b. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat serta Dinas Pendidikan supaya dalam menganggarkan belanja modal sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan . Kepala BPKD untuk menegur Kepala Bidang Pembukuan supaya lebih teliti dalam menyusun Laporan Keuangan dengan berkoordinasi dengan Bagian PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 5 . Menegur : a. Memerintahkan BUD menyusun Raperda Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan daerah yang ditindaklanjuti dengan menerbitkan Peraturan Bupati tentang pedoman kapitalisasi aset .289. 6. Menegur dan memerintahkan Kepala Dinas Perindustrian. Belanja pihak ketiga pada belanja barang dan jasa tidak sesuai peruntukan minimal sebesar Rp4. 2. Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan. Dinas Kependudukan.00 .00. 3.00 .000. Catatan Sipil. Pelaksanaan kegiatan penguatan modal pada koperasi T.000. 5.775. BPK RI merekomendasikan Bupati Kulon Progo agar: 1.350. 4. Koperasi dan Pertambangan supaya dalam merealisasikan anggaran memperhatikan batas waktu tahun anggaran . Perdagangan.

Siregar.Perlengkapan. 25 Juni 2008 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan BPK RI di Yogyakarta Penanggung Jawab Pemeriksaan.235 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 6 . Secara lebih rinci dijelaskan pada bagian Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan..Acc.M.H. Yogyakarta. b. Kepala Bagian Perlengkapan lebih cermat dalam melakukan kompilasi data aset dari SKPD. D-17.E. S. Nelson H. Register Negara No. CFE Akuntan.

742.634. membuka rekening untuk menampung pengembalian pokok dan bunga dana penguatan modal dan dana Community Development (CD) atas kegiatan pemberdayaan masyarakat. Rekening yang ditujukan sebagai rekening penampung ini berbentuk buku tabungan.1.A. tanpa persetujuan dan pengendalian dari Pejabat Pengelola Keuangan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 7 . 2007. Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut. Hasil pemeriksaan secara uji petik menunjukkan bahwa SKPD mempunyai rekening penampung yang digunakan untuk menampung dana kegiatan.HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN 1.0000.51 dari 38 SKPD. dan menampung dana PKPS BBM. dan untuk menampung dana kegiatan (Rekening penampung). membuka rekening untuk menampung dana CD. Pada Dinas Perindagkoptam. Atas penerbitan SP2D tersebut. dana disimpan dalam Rekening Kasda Nomor rekening 20. Dinas Pertanlut.1-1 di Bank BPD DIY Cabang Wates yang ditunjuk sebagai Kas Daerah dengan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 4 Tahun 2005 Tanggal 19 Januari 2005 Tentang Penunjukan Bank Pembangunan daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Cabang Wates Sebagai Kas Daerah.02. 2007) dan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 38 Tahun 2007 Tanggal 3 Nopember 2007 Tentang Penjabaran APBD Perubahan T. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menuangkan kebijakan pelaksanaan kegiatan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2007 tanggal 2 Nopember 2007 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD) Tahun Anggaran (T. pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU). membuka rekening untuk menampung dana dari APBN pada Balai Latihan Kerja. Pembukaan rekening bank Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menampung dana pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2007 tanpa melalui ijin Kepala Daerah Dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan. Selama tahun 2007. SKPD juga membuka rekening lain untuk menampung dana yang berasal dari Propinsi maupun dari Pemerintah Pusat. Mekanisme pencairan uang untuk melaksanakan kegiatan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. terdapat rekening tabungan pada Bank BPD DIY Cabang Wates dan PD BPR Bank Pasar untuk menampung pengembalian pokok dan bunga dana penguatan modal.A. Pada Puskesmas terdapat buku tabungan yang digunakan untuk menampung dana Askeskin yang berasal dari anggaran bantuan Departemen Kesehatan. BUD telah menerbitkan SP2D sebesar Rp241. Selain rekening giro. pada Dinas Nakertrans.109. Atas semua pembukaan rekening tersebut. masing-masing SKPD telah membuka rekening giro di Bank BPD DIY Cabang Wates tanpa melalui persetujuan Bupati.

Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab.00028-1 No Rek (3) Nama Bank (4) D.02. Wates BPD DIY Cab.02.00153-1 20.02.1.02. Wates BPD DIY Cab.9.08517-1 20. Pengeluaran Bend.9.00141-4 20. Wates BPD DIY Cab.2. Afianti Suprihantoro Karmini Partiningsih Winardi SE Tisnga Fajar Rofa'i Tisnga Fajar Rofa'i Retno Marhaeni Sri Widada Jemino Sri Asih Tukiran Haryadi Tumiati Tri Haryani Ir.00151-7 20. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend. S.02. Pengeluaran Bend.9.02. Pengeluaran PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 8 .5 Bend. Wates BPD DIY Cab.9. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab.02.1.00148-7 20.02. Wates BPD DIY Cab.2.00046-9 20. Pengeluaran Bend.00137-2 20.00143-8 20.00030-9 20.02.02.9. Wates BPD DIY Cab.01. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab.08518-0 22. Pengeluaran Bend.2. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. Dengan adanya pembukaan rekening SKPD tanpa persetujuan Bupati dan tidak adanya sistem pengelolaan kas yang memadai. Samigaluh Kecamatan Kokap Kecamatan Sentolo Kecamatan Wates Kecamatan Girimulyo Kecamatan Nanggulan Kecamatan Kalibawang Kecamatan Pengasih Kecamatan Temon Kecamatan Panjatan Kecamatan Lendah Kecamatan Galur Setwan Setwan Setda Setda Pedal Humas Satpol PP Kantor PDE Kesbanglinmas Diperindagkoptam Diperindagkoptam Diperindagkoptam Diperindagkoptam Diperindagkoptam Diperindagkoptam Dinhub Perpustakaan Umum Bawasda 20.02.9. Wates BPD DIY Cab.00036-9 20.02.00027-8 20.02. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.00145-0 20.02.2.02. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend.2.00033-3 20. Pengeluaran Bend.02.08519-3 22. Beberapa rekening SKPD tersebut diantaranya adalah sebagai berikut : Pemegang No.02. Wates BPD DIY Cab. maka pengendalian atas kas pada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kurang memadai. Pengeluaran Bend.9.2 BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.02.9. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend.02.2/3 Agus Budiarto Marjiyati Suparna Fajar Dwi Astuti Marga Subekti Maryati Sutarto.08520-1 22.2.2.00187-6 20.1. Wates BPD DIY Cab.00138-4 20.1.1.00140-2 20.9. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend.00037-1 20. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab.00139-6 20. Wates BPD DIY Cab. Wates Nama (5) D.9. Pengeluaran Bend.02.00032-0 20.9.1.02. Pengeluaran Bend.9. Wates BPD DIY Cab.02. Wates BPD DIY Cab. Sos MM. Pengeluaran Bend.9.02. Pengeluaran Bend.1 Kec.00135-9 20. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.00142-6 20.01.00136-1 20.02.9. Pengeluaran Bend. Subito Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sudarsono Festi Indriyani Siti Sukarni Edy Saputra Jabatan sebagai (6) A/D. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab.1.00031-1 22.02.Daerah (PPKD) yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD.11080-2 22.02. (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama SKPD (2) D.2.00035-7 20.9.00152-9 20. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.02.02. Pengeluaran Bend.

04.02. Pengeluaran Bend.9.01.02.1.1.1.02. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.9.00155-4 20.2. Wates BPD DIY Cab.00005-0 20. Gubernur/Bupati/Walikota dapat memberikan ijin pembukaan rekening untuk keperluan pelaksanaan penerimaan di lingkungan pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.00025-4 20. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab.9.16551-7 20. Pengeluaran Bend.20150-2 22.02.9. Pasal 32 ayat (1). Pengeluaran Bend.00038-2 20.2.2. Wates BPD DIY Cab. Gubernur/Bupati/Walikota dapat memberikan ijin pembukaan rekening untuk keperluan pelaksanaan pengeluaran di lingkungan satuan kerja perangkat daerah Pembukaan rekening tanpa ijin Bupati mengakibatkan rekening yang menampung dana APBN/APBD tidak sepengetahuan Bupati melalui BUD. Pengeluaran Bend.9.01. Pengeluaran Bend.00026-6 22. Pengeluaran Bend.01.02. Wates BPD DIY Cab.02. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 9 .01. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab.2. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.02. Pengeluaran Bend.02. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab.2.02.1.00030-8 20. Pengeluaran Bend.18062-2 22.00150-5 20.20124-0 22.1.02.9.20121-6 22. Pengeluaran Bend.02.00006-1 20. Pengeluaran Bend.2.00147-5 (4) BPD DIY Cab. Pasal 30 ayat (1).00149-9 22.01. Pengeluaran Bend.02. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.02.9. Wates BPD DIY Cab.00146-3 22. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab.2. Pengeluaran Bend.02.20485-1 20.(1) 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 (2) Kantor Arda Disbudpar BPKD BPKD BPKD Dinkes Puskesmas Sentolo I Pusk Samigaluh I Pusk Girimulyo II Puskesmas Temon I Puskesmas Galur II Puskesmas Lendah I Puskesmas Panjatan Dipertalut Dipertalut KPP RSUD Wates RSUD Wates BKD Dukcapilkabermas Disnakertrans Disnakertrans Diknas DPU Bappeda (3) 20.20152-6 22. Pengeluaran Bend. sehingga aliran dan peruntukan dana tidak dalam pengendalian Bupati melalui BUD.1. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. b.16341-1 20. Wates BPD DIY Cab.00034-5 20.02. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab.1.00029-0 20.00154-2 20.1.00144-1 20.01.01.20117-4 22.01.1.9. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.1.02. Pengeluaran Sri Sugiyarti Ngadiyanto Ngadiyanto Siti Fatimah Sandrawati/Sumarsih Sajarwadi AM dr dr Y Agus W/ Widhi S dr Y Trishartanto dr Ananta Kogam / Eny R dr Rina N/Sukristi dr Agus W/Any Nur I Nunuk Kusmini Agus Langgeng Basuki Paridi Siti Murwani Dalimun Siti S & Bambang H DR Eko Purwanto Sumiyati SIP RR Respita Murti BA Sarti Nurmiyati Ngadi Sunarya Sumpena Mursitowati Permasalahan tersebut di atas tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara : a.00059-1 20. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran / Bend. Pengeluaran Bend. Wates Subarjo Suharja (5) (6) Bend.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo belum ada. c. Ketidaktahuan Bendahara akan ketentuan peraturan yang mengatur tentang perbendaharaan. sesuai dengan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Namun untuk selanjutnya.Kondisi di atas disebabkan oleh : a. b. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar membuat Surat Keputusan yang berisi tentang Pemberian Ijin dan mekanisme Pembukaan Rekening Bendahara Penerimaan/Pengeluaran pada masing-masing SKPD untuk keperluan pelaksanaan penerimaan/pengeluaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Atas permasalahan tersebut diatas. karena Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah tidak mengatur. Tidak adanya Sistem Pengelolaan Kas yang memadai. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 10 . telah diterbitkan Keputusan Bendahara Umum Daerah Nomor 23 Tahun 2008 tanggal 22 Februari 2008 tentang pemberian ijin kepada Bendahara Pengeluaran SKPD untuk membuka Rekening Kas pada BPD Propinsi DIY Cabang Wates. PPKD selaku BUD menyatakan bahwa untuk pemberian ijin pembukaan rekening bagi masing-masing Bendahara untuk Tahun Anggaran 2007. Tidak adanya sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara oleh PPKD.

148. Sekretariat DPRD bukan merupakan unit penghasil pendapatan daerah.797. Pajak restoran yang telah dipungut tersebut belum disetorkan ke kas daerah dan fisik uang yang seharusnya tersimpan dalam brankas nihil/tidak ada uang yang tersimpan. membayarkan. Pajak Restoran yang dipungut yaitu pajak atas pelayanan makan dan minum yang disediakan oleh pihak katering untuk berbagai kegiatan seperti rapat untuk reses. Jika mengacu pada tugas fungsional bendahara pengeluaran yang bertugas untuk menerima. Dalam Tahun 2007. menyimpan.148. Bendahara pengeluaran berfungsi juga sebagai wajib pungut pajak serta wajib menyetorkan seluruh penerimaan potongan dan pajak yang dipungutnya ke rekening kas negara. tidak terdapat uang sama sekali. rapat pembahasan raperda dan lain-lain. bendahara pengeluaran bertugas untuk menerima.297.801. Pemungutan pajak restoran atas pelayanan makanan dan minuman Sekretariat DPRD tidak tepat dan digunakan langsung sebesar Rp35. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah. sehingga pajak yang belum disetor sebesar Rp33.00 Selaku pejabat fungsional.797. Sisa kas tersebut diantaranya merupakan uang hasil pungutan Pajak Restoran yang dipungut oleh bendahara pengeluaran sebesar Rp35.797. rapat rutin DPRD.625.461.148.500.00. Pajak Restoran merupakan pajak daerah yang dipungut dan harus disetorkan ke kas daerah oleh bendahara penerima. Pihak katering selaku penyedia makanan dan minuman dikenakan Pajak Restoran dengan cara dipotong oleh bendahara pengeluaran sebesar 10% dari nilai makanan dan minuman.687.00. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD.00. Berdasarkan bukti kuitansi yang ditandatangani oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) uang tersebut telah digunakan untuk membiayai kegiatan Tahun 2008. Disamping itu.00. Sampai dengan tanggal 21 Februari 2008 saat dilaksanakan pemeriksaan fisik atas brankas bendahara pengeluaran. membayarkan. menyimpan. Hasil pemeriksaan atas buku kas umum yang digunakan untuk penatausahaan dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan pada Bendahara Pengeluaran Sekretariat DPRD menunjukkan adanya sisa kas berdasarkan BKU sebesar Rp388.00. pajak yang telah dipungut sebesar Rp35. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 11 . menatausahakan. sedangkan pajak yang sudah disetor sebesar Rp1. pemungutan Pajak Restoran oleh bendahara pengeluaran tidak tepat. Disamping itu.2. menatausahakan. bukan menjadi tugas bendahara pengeluaran.

461. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 1 ayat 24 menyebutkan bahwa Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima. Sekretariat DPRD menyatakan bahwa untuk yang akan datang tidak memungut pajak restoran atas pelayanan makanan dan minuman serta uang pajak hasil pungutan telah disetorkan ke kas daerah tanggal 4 Maret 2008 sebesar Rp33. menatausahakan.Kondisi di atas tidak sesuai dengan : a. Pemungutan Pajak Restoran atas pelayanan makanan dan minuman pada Sekretariat DPRD mengakibatkan pemungutan pajak yang tidak sah. membayarkan. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 12 . Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 58 ayat (1) yang menyatakan bahwa SKPD dilarang melakukan pungutan selain dari yang ditetapkan dalam peraturan daerah . Atas permasalahan tersebut.297. menyimpan.00 Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo menegur dan memerintahkan Sekretaris DPRD agar tidak memungut pejak restoran. Permasalahan tersebut disebabkan kekurangfahaman bendahara pengeluaran Sekretariat DPRD atas tugas yang seharusnya dilaksanakan selaku bendahara. b.

Kegiatan pokok program terdiri dari Pelayanan Kesehatan Dasar (Yankesdas) di Puskesmas dan Jaringannya dan Pelayanan Pertolongan Persalinan di Puskesmas dan Jaringannya.05/BI. Dalam surat Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat juga diatur tentang perhitungan alokasi pelayanan kesehatan dasar dan perhitungan alokasi pertolongan persalinan untuk tiap-tiap puskesmas. sehingga ketentuan ini berlaku surut.3.791. Dari nilai tersebut.402.402.00 tidak dilaporkan dalam APBD Dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 296/Menkes/SK/III/2007 Tentang Penerima Dana Yankesdas dan Persalinan Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas dan Jaringannya untuk tiap Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2007 tanggal 13 Maret 2007 dinyatakan bahwa anggaran untuk dana tersebut dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat Nomor 0674.000. Berdasar pada Surat Dirjen tersebut. Alokasi dana pelayanan kesehatan dasar per puskesmas ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan dasar Keputusan Menteri Kesehatan tentang alokasi anggaran per Kabupaten/Kota.122.00. Dalam Surat Edaran yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia diinformasikan beberapa hal sebagai berikut : a.00.A.000.1 tanggal 28 Mei 2007 perihal Informasi Penyaluran Dana Yankesdas bagi penduduk miskin di Puskesmas dan jaringannya T.0/024-03.0/-/2007 tanggal 31 Desember 2006 tentang program pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin. Dana disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Dengan dikoordinir oleh Kepala Dinas. b.000. 2007. Keputusan Menteri Kesehatan ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 2007. Pengelolaan dana Asuransi Kesehatan Warga Miskin (Askeskin) Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp775.A/2007 tanggal 27 April 2007 perihal Informasi Penyaluran Dana Pelayanan Kesehatan bagi Penduduk Miskin di Puskesmas dan Jaringannya Tahun Anggaran 2007. c. masing-masing Puskesmas membuka rekening giro pos. Dinas Kesehatan Propinsi DIY mengeluarkan surat Nomor 445/2856/IV. Pada lampiran Keputusan Menkes diketahui bahwa alokasi anggaran untuk Propinsi DIY adalah sebesar Rp5. Keputusan Menkes ini ditindaklanjuti dengan Surat dari Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat dengan Surat Nomor KU.01. Surat ini meminta kepada seluruh Kepala Dinas Kabupaten/Kota untuk segera menerbitkan SK PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 13 .3/1043. Kabupaten Kulon Progo mendapat anggaran sebesar Rp775.

402.781 3.134 141.000 75.435 27. 19.596 32.838 4.378. 13. 18.696 33.390 34. 4.114 32.213.588.00 277 127 28 51 52 41 84 66 53 96 49 121 187 44 52 76 15 41 18 78 1. 2. 6.829 43.156.445.437.729.674 4.394.360 31.955 36.296 5.450 1.762.041 4.628 40.781 6.861 42.472 51.684 11.861.548 11. 20.194 26.773 5.936.000 Jml persalinan miskin 2006 Dana Persalinan 2007 (Rp) Jumlah Dana Askeskin 2007 (Rp) PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 14 .000 775.532 6.776.261.686. Alokasi Dana Yankesdas dan Persalinan Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Kabupaten Kulon Progo berdasar pada Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo.222 2.q Ka Sie Kesehatan Dasar dan Rujukan Bidang Yankes.063.666.776.145.578 24.203 17.915 28. nampak dalam tabel berikut : No Puskesmas Sasaran Yankesdas sesuai SLT 11.572.880 11.659 6.115.582.766.405 5.918 3.548.370.766.041.059.935.251 632.304 16.339 47.805.466.226 30.125 34.378.952 37.863 23.663 31.599 6. 15.136 30.992.868.525. 8.165.418.135.653.178.667 5. Selanjutnya.198 11.389 51. 3.501 7.501.661.818.339 6.754 54.423 775.778.556 1.466.981 25.062.002.277 29.00 632.315 6.308 1.414 44.195. 10.026. 17.954. 9.093 60.984. Wates Kokap I Kokap II Samigaluh I Samigaluh II Galur I Galur II Kalibawang Pengasih I Pengasih II Nanggulan Sentolo I Sentolo II Girimulyo I Girimulyo II Temon I Temon II Panjatan Lendah I Lendah II Jumlah Pembulatan 49. 16.874 23.992 18.967 8.608.920 4.061 20.402.113 4. dan mengirimkan data Nomor Rekening kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DIY c.308 7.643.716.897.935. 5. Surat yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Propinsi yang dikeluarkan pada tanggal 28 Mei.180.676 7.556 25.377.486. 14.786.525 9.653 24.871 Dana Yankesdas (Rawat Jalan) 2007 (Rp) 1.871 141. dilanjutkan dengan terbitnya Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Nomor 188/043 tanggal 30 Juni 2007 tentang Penerima Dana Yankesdas dan Persalinan Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas dan Jaringannya Tahun Anggaran 2007.643 8.174.884 5. 12.961 55.214 3.194.866 4.508 6. 7.172 142.892 4. Puskesmas agar membuka rekening giro pos di Kantor Pos setempat atas nama Puskesmas.854 14.233 29.370 2.684.095.171 25.981.369 9.000.Penerima Dana Palayanan Kesehatan Dasar dan Pertolongan Persalinan untuk Puskesmas di wilayah kewenangannya.766. 11.998 142.306 55.380 12.

8. 3. 14. 17. tetapi ditetapkan pada tanggal 21 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 15 . puskesmas mencairkan dana setelah mendapat persetujuan tertulis Kepala Dinas Kesehatan. 12. 15. Kepala Dinas Kesehatan dengan surat Nomor 460/2334 Tahun 2007 menyampaikan kepada puskesmas nomor rekening masing-masing puskesmas. Puskesmas Wates Kokap I Kokap II Samigaluh I Samigaluh II Galur I Galur II Kalibawang Pengasih I Pengasih II Nanggulan Sentolo I Sentolo II Girimulyo I Girimulyo II Temon I Temon II Panjatan Lendah I Lendah II No Rekening 5560000096 5560000109 5560000110 5560000121 5560000074 5560000085 5560000132 5560000256 5560000267 5560000234 5560000143 5560000154 5560000176 5560000198 5560000201 5560000212 5560000223 5560000245 5560000165 5560000187 Berdasar pada Surat dari PT Pos tersebut. Pengambilan dana dari rekening giro puskesmas didahului dengan pembuatan Plan Of Action (POA) kegiatan dan pembiayaan oleh masing-masing puskesmas. 18.3/2036/2007 tanggal 21 Agustus 2007. Nomor rekening masing-masing puskesmas tersebut adalah : No 1. 20. 7.05/BI.03. 9. 5. 11. 4. 16. Berdasar pada POA tersebut. pada tanggal 30 Agustus 2007. 6. PT Pos Indonesia menerbitkan nomor rekening giro pos bagi setiap puskesmas dan menyalurkan dana ke setiap rekening giro pos puskesmas sesuai SK Kepala Dinas Kesehatan sebagaimana tercantum pada tabel diatas. pada tanggal 2 Oktober 2007. 2. 13. Juknis ini berlaku sejak tanggal 1 Agustus 2007. 19. 10. Dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan bagi warga miskin mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) Pelayanan Kesehatan Dasar dan Pertolongan Persalinan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin di Puskesmas dan Jaringannya Tahun 2007 yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan Nomor HK.Selanjutnya.

762.359. 8.582.359 55.149.500 0 550.473.800 38.279.250 43.603.593 16.196 97.643.942 25.860 84.952 18.009.748 17.650.981 34.145.434 27.711.238.809. 17.00.685.300 10. 14.676. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 16 .786.835 1.234. 20.477.922. 15.590 38.715.307 34.391.000 9.507.359 96.897.000 44.705 46.852. 12.217.950 0 1.000 12.929.753. Berdasar pada rekapitulasi Laporan Pendanaan Pelayanan Kesehatan peserta Askeskin di Puskesmas Tahun 2007 Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menunjukkan bahwa saldo pada tahun 2007 adalah sebesar Rp840. 13.669.294 757.000 41.732.423 75.711.544.177.246.442.000 54.839.476 110.850.764.678 134.472 28.437.450 19.000 0 0 6.782. diterbitkan Peraturan Bupati Nomor 61 Tahun 2006 tanggal 30 Desember 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin.915 25.861 775.380.133.126.667.412.100.034 29.378.300. 5.Agustus 2007.368.200 12. Panjatan Kokap I Temon I Sentolo II Samigaluh II Galur I Lendah I Pengasih II Pengasih I Girimulyo I Kalibawang Galur II Kokap II Lendah II Wates Temon II Samigaluh I Girimulyo II Sentolo I Nanggulan Jumlah Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT).878 0 6.156. pasal 20 yang menyatakan bahwa puskesmas wajib memberikan laporan pelaksanaan program Askeskin ke Dinas paling lambat setiap tanggal 10 bulan berikutnya.907.125 60.629 37.835.997 123. 7.962 16.533.997 10.010.660. 18.122 40.160 24.000 1.733.805.068 48.500 22. untuk lebih memudahkan pemahaman Puskesmas dalam melaksanakan kegiatan ini.593.319.390 33. diserahkan ke Bagian Monitoring untuk pelaksanaan kegiatan dan Bagian Keuangan untuk pelaporan keuangannya.705 39.000 3.461 98.514.195.086. Selain itu.500 26.339 40.000 Jumlah (Rp) Pengeluaran 2007 (Rp) Yandas (Rp) 60.304 89.186 22.472 37.339 93.507 47.359 42.258.629 47. sehingga ketentuan ini berlaku surut.570 54.170 41.539. dengan rincian sebagai berikut : No Puskesmas Saldo 2006 (Rp) 5.000 10.890 55.675.309.190.962.678 120.126.776 12.697 85.000 34.540.394.000 11.729.686 49. puskesmas telah melaporkan setiap penerimaan dan pengeluaran atas pelaksanaan kegiatan ke Dinas Kesehatan sebagaimana diatur dalam Perbup tentang petunjuk pelaksanaan program Askeskin.057.828.751.499.588.757. 16.049.442.700 1.857.954.042 82.473.548.596 31.322 2.600 65.766.000 37.061.171 55.689 29.695 51.370.857.709.538 25.724 12.270.576.000 0 350.588.762 Penerimaan 2007 (Rp) 55.026. Laporan disampaikan ke Dinas.492 4.086.382.168.472 37.408.174.751 203. 3.135.462.695 0 0 0 13.155 1.317.647 85.732 Persalinan (Rp) 3. 19.548.328 128.700 36.658. 4.093 32. 9.000 0 0 0 0 3. 10.000 41.861. 2.141.526 55.513.540.055.700 97.655 29.695 53.245.100 53.290 105.762 18.610 30.038. 6.050 0 0 99.050 648.304 47.676.992 25.204 35. 11.105 840.195 Saldo 2007 (Rp) 39.087.872 62.

979.570. Namun sampai dengan akhir Maret 2008.318. Puskesmas Temon II Laporan Bulanan Program Askeskin Puskesmas Temon II menunjukkan nilai sebagai berikut : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 17 . b. Penerimaan Tahun 2007 juga berbeda. Saldo 2007 sebesar Rp20.00 merupakan penerimaan Tahun 2007 dan tahun 2006 yang belum diambil.00 dan uang di bank sebesar Rp19.990.00.949. Dari uraian tersebut.346. Sisa dana yang masih ada pada PT Pos sesuai dengan giro pos pada tanggal 24 Januari 2008 adalah sebesar Rp21.544.00 (Rp54.616.00 Terdiri dari : .00. melainkan bertahap.224.328. yang seharusnya disetor ke kas daerah. Dan bunga bank yang diterima oleh Puskesmas.00). Pengeluaran sebesar Rp68.00. diketahui bahwa rekening puskesmas yang digunakan untuk menyimpan dana askeskis dikenakan pajak bunga.990.283.773. dalam bentuk uang tunai sebesar Rp1.saldo Bank Rp49. Saldo 2006 sebagai saldo awal 2007 terdapat selisih sebesar Rp31. .224. adalah merupakan penerimaan daerah.318.00 Tabel diatas menunjukkan perbedaan data antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas. sehingga dana yang diambil tidak dapat sekaligus.057.00 Pengeluaran (Rp) 68. Sesuai ketentuan perpajakan.570.00.00 Saldo 2007 (Rp) 20.00 adalah riil kas yang ada pada bendahara pengeluaran.644. Puskesmas Lendah II Laporan Bulanan Program Askeskin Puskesmas Lendah II sebagai berikut : Saldo 2006 (Rp) 54. Penerimaan (Rp) 35.241.241. rekening yang digunakan untuk menyimpan dana APBN/APBD tidak dikenakan pajak. serta bunga simpanan.00 termasuk didalamnya adalah pajak bunga simpanan.891.00-Rp22.563.912.307.949.260. Penerimaan sebesar Rp35. hal ini disebabkan karena pengambilan dana pada PT Pos harus dilampiri perencanaan penggunaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan.Hasil pemeriksaan atas Laporan Pelaksanaan Program JPKMM Askeskin pada masing-masing puskesmas yang telah diserahkan ke Dinas Kesehatan dan sampel Laporan Bulanan atas pelaksanaan program Askeskin pada empat puskesmas menunjukkan hal-hal sebagai berikut : a.333.774.891. tidak ada setoran atas bunga simpanan.616.uang tunai Rp5.

Saldo 2006 (Rp) 24.576.200,00

Penerimaan (Rp) 16.156.307,00

Pengeluaran (Rp) 38.473.878,00

Saldo 2007 (Rp) 2.258.629,00 Terdiri dari : - saldo Bank Rp988.514,00; - uang tunai Rp1.370.115,00.

Dari tabel diatas diketahui bahwa tidak ada perbedaan data antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas. Untuk menampung dana dari rekening giro pos, puskesmas membuka rekening pada Bank BPD-DIY, dan menunjukkan bahwa dana yang disimpan dikenakan pajak bunga dan bunga simpanan tidak disetor ke kasda. c. Puskesmas Galur II Laporan Bulanan Program Askeskin Puskesmas Galur II menunjukkan nilai sebagai berikut :
Saldo 2006 (Rp) 31.832.421,00 Terdiri dari : - saldo Bank Penerimaan (Rp) 18.897.093,00 Pengeluaran (Rp) 44.290.944,00 Saldo 2007 (Rp) 6.438.570,00

Rp31.024.886,00; - uang tunai Rp807.535,00.

Laporan Keuangan yang dibuat oleh Puskesmas Galur II tidak menunjukkan nilai saldo awal 2007, penerimaan dan pengeluaran selama tahun 2007, sehingga nilai saldo akhir 2007 tidak dapat diyakini kebenarannya. Nilai yang tercantum pada tabel diatas diambil dari Laporan bulanan, dan fotocopy rekening tabungan. d. Temon I Laporan Bulanan Program Askeskin Puskesmas Temon I menunjukkan nilai sebagai berikut :
Saldo 2006 (Rp) 65.412.000,00 Penerimaan (Rp) 31.643.304,00 Pengeluaran (Rp) 55.246.204,00 Saldo 2007 (Rp) 41.809.100,00

Dari tabel diatas diketahui bahwa tidak ada perbedaan data antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas. Untuk menampung dana dari rekening giro pos, puskesmas membuka rekening pada Bank BPD-DIY, dan menunjukkan bahwa dana yang disimpan dikenakan pajak bunga dan bunga simpanan tidak disetor ke kasda. Berdasar pada uraian tersebut diatas, diketahui bahwa :
PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

18

a. Format Laporan Pelaksanaan dan Laporan Keuangan kegiatan program Askeskin tidak sama antara satu puskesmas dengan puskesmas yang lain; b. Rekening yang menampung dana daerah dikenakan biaya pajak, penerimaan bunga sejak tahun 2005 dicatat sebagai penerimaan puskesmas, penerimaan bunga tidak disetorkan ke kas daerah dan pelaksanaan program JPKMM Askeskin tidak dilaporkan dan dicatat sebagai penerimaan dan pengeluaran Dinas Kesehatan pada APBD 2007. Dengan demikian diketahui bahwa saldo kas di Puskesmas sebesar Rp840.857.835,00 tidak diperhitungkan sebagai komponen Kasda. Mengacu pada juknis Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat pada poin pertanggungjawaban, dinyatakan bahwa penggunaan dana harus disesuaikan pemanfaatannya dan tidak dibatasi oleh berakhirnya tahun anggaran sehingga dana tersebut dapat terus bergulir di tahun berikutnya. Klausul ini dijadikan pegangan oleh dinas teknis dalam melaksanakan kegiatan pelayanan askeskin sehingga puskesmas maupun dinas kesehatan berpendapat bahwa penerimaan dan pengeluaran pelayanan kesehatan yang menggunakan dana askeskin tidak perlu di laporkan dan saldo akhir tahun tidak dicatat sebagai komponen kasda. Sisa dana tahun 2006 dan tahun sebelumya di puskesmas dan jaringannya dapat digunakan untuk pelayanan kesehatan di puskesmas dan menunjang operasional dan manajemen. Dalam Juknis juga dinyatakan bahwa Bunga tabungan/jasa giro tidak dapat dipergunakan oleh penerima dana. Jasa giro tersebut untuk sementara tetap berada di rekening penerima dana (Pukesmas) sampai adanya peraturan lebih lanjut dari Dirjen Perbendaharaan Departemen Keuangan RI. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan dinyatakan bahwa bunga/jasa giro merupakan penerimaan Negara/daerah. Dengan demikian, penerimaan bunga tersebut harus disetor ke kasda. Atas semua kondisi tersebut, dapat diketahui bahwa petunjuk teknis dan pedoman pelaksanaan yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan adalah dalam rangka pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin, sedang pengelolaan dan penatausahaan keuangan adalah berpedoman kepada ketentuan yang mengatur tentang keuangan dan perbendaharaan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara telah dinyatakan bahwa semua penerimaan dan pengeluaran daerah dilakukan melalui Rekening Kas Umum Negara (RKUN) dan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa, petunjuk teknis adalah petunjuk dalam hal pelayanan kesehatan, sedangkan pengelolaan keuangan tetap mengacu pada peraturan tentang Pengelolaan Keuangan, yaitu UndangUndang Nomor 1 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 Tentang Keuangan Negara, UndangUndang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara
PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

19

dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Dengan tidak dianggarkan pada APBD, pembukaan rekening tidak mendapat persetujuan Bupati dan tanpa sepengetahuan BUD, maka pihak Bank memberlakukan rekening tersebut sama dengan rekening umum, sehingga dikenakan pajak atas bunga bank, dan bunga simpanan tidak disetor.

Permasalahan tersebut diatas tidak sesuai dengan : a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 Tentang Keuangan Negara : (1) Pasal 7 ayat (2) dinyatakan bahwa dalam rangka penyelenggaraan fungsi pemerintahan untukmencapaui tujuanbernegara, setiaptahun disusun APBN dan APBD; (2) Pasal 17 ayat (2) dinyatakan bahwa penyusunan Rancangan APBD berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara; b. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara : (1) Pasal 11 dinyatakan bahwa Tahun Anggaran meliputi masa satu tahun mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember ; (2) Pasal 12 ayat (2) dinyatakan bahwa semua penerimaan dan pengeluaran Negara dilakukan melalui Rekening Kas Umum Negara; (3) Pasal 13 ayat (2) dinyatakan bahwa semua penerimaan dan pengeluaran Daerah dilakukan melalui Rekening Kas Umum Daerah; (4) Pasal 25 ayat (1) Bunga dan/atau jasa giro yang diperoleh Pemerintah merupakan Pendapatan Negara/Daerah; c. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang ketentuan Umum Perpajakan, yang menyatakan bahwa Rekening yang diperuntukan menampung dana daerah tidak dikenakan pajak. Penerimaan dan pengeluaran dana Askeskin yang tidak dicatat melalui mekanisme APBD mengakibatkan : a. Penerimaan daerah kurang diterima (dari penerimaan bunga simpanan); b. Rekening yang dibuka dikenakan pajak ; c. Tidak ada pengawasan/pengendalian atas pelaksanaan pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin melalui kegiatan Askeskin ; d. Kas Daerah dicatat lebih rendah sebesar Rp840.857.835,00.

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

20

Kepala Dinas Kesehatan sependapat dan menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin dilaksanakan dengan menggunakan Pedoman Pelaksanaan yang diterbitkan Departemen Kesehatan. untuk Tahun 2008 Dinas Kesehatan telah berupaya memperbaiki pengelolaan dan penatausahaan keuangan dengan memasukkan Dana Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin sebagai pendapatan dalam APBD Tahun 2008 dan sisa dana Tahun 2006 dan 2007 serta pendapatan dari bunga bank akan dimasukkan dalam APBD Perubahan Tahun 2008. dan akan dilakukan penghitungan ulang. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 21 . Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan selaku pengguna anggaran untuk mencatat penerimaan dan pengeluaran setiap kegiatan dalam APBD sebagai alat kendali kegiatan. Pedoman tersebut tidak mengatur tentang keuangan dan perbendaharaan. Namun demikian.Tidak dicatatnya penerimaan dan pengeluaran dana askeskin dalam APBD disebabkan oleh pemahaman Puskesmas dan Dinas Kesehatan bahwa penggunaan dana askes hanya mengacu pada pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan. Sehubungan dengan permasalahan tersebut diatas.

Kulonprogo 80.000.000 Girimulyo.000. Girimulyo 135.000. dengan rincian sebagai berikut : No SKPD/Program/Kegiatan 1)Pembangunan Pasar Pedesaan 2)Bantuan semen untuk lingkungan perumahan 3)Bantuan instalasi air bersih b. Samigaluh 75.000 Kec.000.00 tidak melalui mekanisme APBD Pada Tahun Anggaran 2007.000. Alokasi dana untuk masing-masing program ditentukan dalam Keputusan Bupati Nomor 337 Tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007.000 batang 3.000.000.000. Samigaluh 300. Kalibawang.000.4.000 Samigaluh. Wates 768.000. Temon 52.000. Pengelolaan bantuan dana pemberdayaan masyarakat atas program Community Development (CD) dari pemerintah Propinsi DIY sebesar Rp4.467 batang 200. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan 1) Bantuan bibit jeruk 2) Bantuan bibit vanili 40. Galur 75. Pengasih 100.000.000 Karangsewu.000.000 Gerbosari.000 Galur.000 Donomulyo.00.000.000 Karangwuni. Panjatan.000 Galur.000 Temon. Program Pembangunan Infrastuktur Pedesaan 250. Wates.000. Sentolo.000.000. Kokap. Galur 1 paket 1 paket 25. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi Pemanfaatan energi alternatif untuk pengairan lahan 1 paket pantai 1 paket 2 a.000 88 desa 135 ekor 270 ekor 110 ekor 810. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 1) Pengembangan kemitraan usaha pertanian a) Perencanaan b) Bantuan dan fasilitasi petani pelaku kemitraan 2) Pagar tanaman hidup untuk tapal batas 3) Bantuan pengelolaan agribisnis kawasan agropolitan 3 Program Pengembangan Budidaya Perikanan 1) Bantuan semen untuk kolam ikan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 1 paket 300.000 Kec. Nanggulan d. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mendapatkan bantuan dana pemberdayaan masyarakat desa yang bersumber dari APBD Propinsi DIY Tahun 2006 sebesar Rp4. Wates. Program Peningkatan Produksi Hasil Pertanian 1) Pengembangan agribisnis pembibitan sapi potong 2) Pengembangan agribisnis kambing lokal 3) Pengembangan agribisnis kambing PE b Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan Bantuan sarana dan prasarana teknologi peternakan tepat 96 paket guna (biogas) c.000.000. Nanggulan.000 Jembatan Srandakan 50. Girimulyo.000 Kab. Panjatan.000. Temon 165. Kalibawang 1 paket 22 .000. Galur Vol 1 paket 1 paket 1 paket Biaya (Rp) Lokasi 1 a.000 Panjatan.

000. Panjatan Kabupaten Kulonprogo 4 a.000.000.000. Program Pengembanan Industri Kecil dan Menengah Penguatan modal industri pengolahan VCO b.000 35.000.No SKPD/Program/Kegiatan 2) Bantuan bibit ikan tawar 3) Bantuan sarana pamasaran ikan Vol 400.000.00 Pembayaran tahap 1 instalasi air bersih Donomulyo Pengembangan wisata alam dan pedesaan “Menoreh Green Land” Pemanfaatan energi alternatif untuk pengairan lahan pantai tahap 1 (Karangsewu) Pemanfaatan energi alternatif untuk pengairan lahan pantai tahap 1 (Karangwuni) Pagar tanaman hidup untuk tapal batas 6 23 Nop ‘07 Dinas PU 75.000.00 40.000. masing-masing dinas teknis telah mencairkan dana sesuai dengan alokasi yang diatur dengan Keputusan Bupati dengan rincian sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Tanggal Pencairan 19 Sept ‘07 10 Sept ‘07 21 Nop ‘07 22 Nop ‘07 23 Nop ‘07 Uraian/Kegiatan Pengembangan wisata alam dan pedesaan “Menoreh Green Land” Pembangunan Samigaluh Pasar Gerbosari.000 100.000. Panjatan 75. Program Peningkatan Pengendalian Polusi Bantuan alat pengolahan limbah VCO 5 Program Pengembangan Destinasi Pariwisata Pengembangan wisata alam dan pedesaan “Menoreh Green Land” 1) Persiapan 2) Penghijauan kawasan 3) Biaya pihak ketiga 4) Pengembangan Green Cottage 5) Pembangunan Camping Ground 6) Pengembangan Outbond Centre Jumlah 1 paket 2 ha 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket 10. Sampai dengan akhir Tahun 2007.000.00 disimpan pada rekening Pemda Kulon Progo dengan Nomor 22.000.000.000 ekor 40 paket 1 paket 1 paket Biaya (Rp) Lokasi 150.00 125.000.000.00 125.000 50.000.000.000.000 20. SKPD Dinas Pariwisata Kantor Pengelolaan Pasar Dinas PU Dinas Pariwisata Dinas PU Jumlah (Rp) 125.000.000 12 kecamatan 40.000.10394-0.000.000 Bantuan dana pemberdayaan masyarakat desa tersebut telah diterima oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tanggal 29 Desember 2006 sebesar Rp4.000 35.000.00 75.000 4 TPI 100.000 4.000.000.00 7 30 Nop ‘07 Dinas Pertanian Kelautan dan 25.000.000.000.000 Kec.000.000.000 Galur.000. Bantuan dana dari APBD Propinsi DIY tersebut tidak dianggarkan dalam penyusunan APBD maupun Perubahan APBD Tahun 2007.01.00 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 23 .1.

000.472.000.00 sehingga sisa alokasi dana yang belum disalurkan sebesar Rp98.000.No 8 Tanggal Pencairan 30 Nop ‘07 Uraian/Kegiatan Bantuan sarana dan prasarana teknologi peternakan tepat guna (biogas) Pembayaran tahap 2 instalasi air bersih Donomulyo Bantuan alat pengolahan limbah VCO SKPD Dinas Pertanian Kelautan Dinas PU Kantor Pedal dan Jumlah (Rp) 768.00) sehingga.00 9 10 26 Des ‘07 27 Des ‘07 Jumlah 40.000.110.000.000.00 sehingga sisa alokasi dana yang belum disalurkan sebesar Rp256.00. menunjukkan bahwa Dinas Pertanian dan Kelautan Kabupaten Kulon Progo mendapatkan alokasi dana pemberdayaan masyarakat sebesar Rp2.00 dengan penggunaan sebagai berikut : a.000.000.00 + Rp37.00 (Rp554.000.00 sehingga masih tersisa sebesar Rp2.000.00 74. dari alokasi sebesar Rp165.000.000.000.000.472. terdapat sisa PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 24 .000. dari alokasi sebesar Rp810.110.000.472. Penyaluran Penguatan Modal kepada peternak melalui Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan bekerjasama dengan PD. dana pemberdayaan masyarakat yang sudah direalisasikan adalah sebesar Rp1.000.970.000.00.00 telah disalurkan kepada 4 peternak kambing PE senilai Rp80.00 Dari tabel di atas.000.00 (Rp4.970. Bank Pasar Kabupaten Kulon Progo. telah disalurkan sebesar Rp671.000. berdasarkan SK Bupati Nomor 337 Tahun 2007.00 1.000.000. 2) Pengembangan agribisnis kambing lokal. dari alokasi sebesar Rp135.000. Dana tersebut seharusnya disetorkan ke kas daerah pada akhir tahun anggaran untuk kemudian dianggarkan lagi pada tahun anggaran berikutnya.000.970.00 sehingga sisa alokasi dana yang belum disalurkan sebesar Rp85.00).000.00 telah disalurkan kepada 16 peternak sapi senilai Rp554.00 – Rp1. Dengan demikian. Bank Pasar telah menyalurkan dana dengan rincian sebagai berikut : 1) Pengembangan Pengembangan agribisnis pembibitan sapi potong.000.000.970.030.000.000.000.000.000.000.000. Atas dana tersebut.000.000. dari alokasi dana yang diterima oleh PD. Bank Pasar Kabupaten Kulon Progo sebesar Rp1.000. Penguatan Modal sebesar Rp1.00 melalui Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan.000.000.000. Hasil pemeriksaan secara uji petik atas pengelolaan dana pemberdayaan masyarakat. diketahui bahwa per tanggal 31 Desember 2007.000.000. 3) Pengembangan agribisnis kambing PE.795.00.527.000.00 telah disalurkan kepada 2 peternak kambing lokal senilai Rp37.00 + Rp80.000.00.

000.000. pekerjaan tersebut baru dilaksanakan sebanyak 43 unit senilai Rp344.00).00146-3 an.000. Pekerjaan tersebut berupa Pembuatan Biodigister (Alat Pengolah Limbah Ternak) sebanyak 96 unit senilai Rp768.685.9. b) Bantuan bibit vanili sebanyak 3.00 + Rp98.000.000. Wates.000.000.000.000.00.000.00.000.00).02.685.000.000.00 – Rp185. b.00 (Rp1. tanggal 12 Januari 2008 dilakukan pembayaran untuk bantuan sarana dan prasarana teknologi tepat guna (biogas) sebesar Rp160.00 yang tersebar di wilayah Kabupaten Kulon Progo.000.000. 22. 600/1747/XI/2007 tanggal 6 Nopember 2007. Bendahara Pengeluaran Dinas Pertanian dan Kelautan Kabupaten Kulon Progo.000.000.000.00.000.000. Permasalahan yang dapat diungkapkan dalam pengelolaan dana hibah/bantuan sebagai berikut : 1) Pencairan dana pemberdayaan masyarakat oleh Dinas Pertanian dan Kelautan yang digunakan untuk kegiatan pemberian bantuan kepada masyarakat Rp1.00 sehingga terdapat pekerjaan yang belum dilaksanakan sebanyak 53 unit senilai Rp424.000. berdasarkan surat perjanjian No. Pada tanggal 30 Nopember 2007 dana tersebut telah digunakan untuk pembayaran kegiatan penanaman pagar hidup untuk tapal batas dengan Kabupaten Bantul dengan pelaksana Formasba Institute sebesar Rp25.1. Dana tersebut ditampung pada BPD DIY Cabang Wates dengan rekening No. sehingga perjanjian tersebut berakhir sampai dengan 6 April 2008. 20.000.00 + Rp85.000.000. sehingga terdapat sisa dana sebesar Rp1. Berdasarkan surat perjanjian tersebut. Kemudian.00 (Rp256. Sisa dana tersebut pada 31 Januari 2008 dipindahkan ke rekening baru sebagai rekening penampung pada BPD DIY Cabang Wates dengan rekening No.000. Hibah sebesar Rp1.000.alokasi dana yang belum disalurkan sebesar Rp439.000.000.000.685.04/02. tanggal 8 April 2008. 2) Beberapa pekerjaan belum selesai dilaksanakan : a) Bantuan sarana dan prasarana teknologi peternakan tepat guna (biogas) Pengadaan bantuan sarana dan prasarana teknologi peternakan (biogas) bekerja sama dengan Sanggar Solidaritas Petani “Lestari” yang beralamat di Karangwuni RT.00 dilakukan dengan 2 tahap yaitu pada tanggal 30 Nopember 2007 sebesar Rp793.000. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 25 .00.467 batang senilai Rp52.000.000. Namun demikian. jangka waktu pelaksanaan kegiatan berlaku selama 5 (lima) bulan.00. yang akan digunakan untuk pemberian bantuan kepada masyarakat/kelompok-kelompok tani.21015-0.000.01.000.500.00 dan tanggal 26 Januari 2008 sebesar Rp892.00.

00 17.000.00 31.000.c.600.000. sisa dana yang belum digunakan sebesar Rp707.00 – Rp977. 2) Pasal 44 ayat (1) Belanja hibah bersifat bantuan yang tidak mengikat/tidak secara terus menerus dan harus digunakan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 26 .433.000.00 977.000.00 39. Terdapat sisa dana sampai dengan pemeriksaan berakhir belum digunakan sebesar Rp707.00 293.00 184.00 Bibit tanaman kegiatan pengembangan kemitrausahaan pertanian Perencanaan dan penyuluhan kegiatan budidaya terong jepang Timbangan dan trays Pengadaan bibit jeruk Pembuatan rumah lindung Pengadaan semen Jumlah Dengan demikian.566. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pada pasal 17 ayat (1) yang menyatakan bahwa semua penerimaan dan pengeluaran daerah baik dalam bentuk uang.600.00 4.000.000.00 29.400.000.000.00 160.030.00 9.000.000.00 132. Sisa dana tersebut masih tersimpan dalam rekening yang dikelola oleh Bendahara Pengeluaran.000.601. sampai dengan tanggal 4 April 2008 pencairan uang yang telah digunakan untuk pemberian bantuan sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tgl 30 Nop ‘07 30 Nop ‘07 4 Mar ‘08 8 Mar ‘08 17 Mar ‘08 17 Mar ‘08 26 Mar ‘08 26 Mar ‘08 27 Mar ‘08 1 Apr ‘08 2 Apr ‘08 3 Apr ‘08 Uraian Pagar tanaman hidup untuk tapal batas Bantuan sarana dan prasarana teknologi peternakan tepat guna (biogas) Kegiatan show room agropolitan Pembuatan biogas sebanyak 23 unit Bahan dan peralatan pertanian kegiatan pengembangan kemitrausahaan pertanian Pupuk dan obat-obatan kemitrausahaan pertanian kegiatan pengembangan Jumlah (Rp) 25.000.000. barang dan/atau jasa dianggarkan dalam APBD.391.00 (Rp1.685.00).600. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pada pasal menyebutkan bahwa : 1) Pasal 21 : APBD merupakan dasar pengelolaan keuangan daerah dalam masa 1 (satu) tahun anggaran terhitung mulai tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember.000.433.400.000.00 Berdasarkan pembukuan yang diselenggarakan oleh Bendahara Pengeluaran Dinas Pertanian dan Kelautan.927.000.923. b.775.566.000.919. Kondisi tersebut diatas tidak sesuai dengan : a.00 50.

000.000. Pengelolaan bantuan dana yang tidak melalui APBD tersebut mengakibatkan tidak ada pengendalian atas pelaksanaan kegiatan pengelolaan bantuan dana pemberdayaan masyarakat. c. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur dan memerintahkan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai dilaksanakan dan sisa dana yang tidak digunakan agar disetorkan ke kas daerah. Permasalahan tersebut disebabkan kelalaian Panitia Anggaran yang tidak mencatat bantuan dari Propinsi kedalam APBD Kabupaten Kulon Progo.000. serta hibah kepada pemerintah daerah lainnya dan kepada perusahaan daerah. Sedangkan mekanisme peng-SPJ-an dilakukan oleh SKPD masing-masing. Atas permasalahan ini. Perjanjian Kerjasama antara Dinas Pertanian dan Kelautan dengan Sanggar Solidaritas Petani “Lestari” Kabupaten Kulon Progo Nomor 600/1747/X/2007 tanggal 6 Nopember 2007 antara lain menyebutkan : 1) Pasal 2 : ruang lingkup pekerjaan dalam hal ini adalah Pembuatan Biodigister (Alat Pengolah Limbah Ternak) sebanyak 96 unit dengan kapasitas 9 m3.dalam naskah perjanjian hibah daerah dan ayat (2) Belanja hibah kepada pemerintah dikelola sesuai dengan mekanisme APBN. Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah menyatakan bahwa Bantuan Dana Pemberdayaan Masyarakat atas Program Community Development dari Pemerintah Propinsi sebesar Rp4. sehingga sampai dengan akhir tahun anggaran kegiatan ini tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya.00 baru diterima tanggal 29 Desember 2006 sedangkan RAPBD TA. 2) Pasal 6 : jangka waktu perjanjian kerjasama ini berlaku selama 5 (lima) bulan terhitung sejak tanggal penandatanganan perjanjian ini. Namun demikian Dana CD dari Pemerintah Propinsi Tahun 2007 telah dimasukkan dalam APBD Perubahan Tahun 2007. badan/lembaga/organisasi swasta dan/atau kelompok masyarakat/perorangan dikelola dengan mekanisme APBD sesuai dengan peraturan perundang-undangan. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 27 . 2007 telah memasuki proses finalisasi.

5.472. Belanja Barang dan Jasa pihak ketiga pada Dinas Pendidikan direalisasikan untuk bantuan dan membiayai kegiatan Dinas Pendidikan minimal sebesar Rp4.000 80. menunjukkan bahwa belanja pihak ketiga Dinas Pendidikan yang dianggarkan pada belanja barang dan jasa.01.865. Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo mendapatkan alokasi dana belanja barang dan jasa sebesar Rp17.5. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan laporan akhir kegiatan belanja pihak ketiga. Hasil pemeriksaan atas Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).01.00 atau sebsar 95.18.799.000.18 1.01.5.289.2.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp9.5. Dari realisasi tersebut diantaranya untuk belanja pihak ketiga yang dianggarkan sebesar Rp9.100.01.500.100 1.5.000. Realisasi belanja pihak ketiga diberikan oleh Bendahara pengeluaran melalui bendahara pengeluaran Sub Dinas masing-masing secara tunai kepada sekolah dan/atau lembaga kemasyarakatan yang memerlukan. Atas realisasi belanja pihak ketiga tersebut masing-masing pihak yang menerima uang (belanja pihak ketiga) membuat laporan akhir kegiatan sebagai laporan pertanggungjawaban atas realisasi belanja uang yang telah diterima.000 Jumlah (Rp) 672.00 atau sebesar 98.610.000.665.2.600.15.000 80. 26a) yang selanjutnya digunakan sebagai SPJ pengeluaran Dinas Pendidikan yang disampaikan ke BPKD.2.2.103.248.900 Blj barang dan jasa (Rp) Bantuan (Rp) 672. Hasil pemeriksaan secara uji petik atas realisasi belanja pihak ketiga menunjukkan bahwa realisasi belanja sebesar Rp 4.000 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 28 .23.968.00 digunakan untuk belanja barang dan jasa sebesar Rp2.00 dan untuk bantuan keuangan sebesar Rp2.19.440.2.532.16.456. digunakan untuk belanja barang dan jasa sekolah-sekolah (TK.261.900.000 591.366.20%.01.915.027.350. Penunjukan penerima dana belanja pihak ketiga ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan.101.2.000.2.289.00 dengan rincian sebagai berikut : Kode rekeniong 1. Bantuan diberikan kepada sekolah yang telah mengajukan proposal yang memuat rincian kebutuhan dan besaran dana yang diperlukan. SMA dan SMK) Negeri dan bantuan keuangan kepada sekolah-sekolah swasta serta lembaga kemasyarakatan.01.18 1.00 Tahun anggaran 2007.260.01.18 1.01.430. SD.887. Bukti pelaksanaan kegiatan berupa bukti pengeluaran kas (ben.18 Nama Kegiatan Belanja Pihak Ketiga Pemeliharaan rutin/berkala bangunan sekolah (TK) Pemeliharaan rutin/berkala bangunan sekolah (SD) Bantuan operasional pendidikan non formal Fasilitasi penyelenggaraan pendidikan non formal 1.20.804.456. SMP.803.000 591.38%.366.000 363.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp16.968.18.23.2.

968.040.000.26.248.440.08.464.000.000 422.000 1.000 2.456.2.800.101.000 1.600.01. SD Negeri b.000 591.621.375.000 4.366.000.000 396.01.475.000 591. MIN/MI Ulangan Umum Bersama Semester II Rp518.725.289.338. SD Swasta c.2.a.224.000 70.027.000 9.000 Rincian (Rp) Jumlah (Rp) 672.616.000 59.000 495.536.000.000 4.000 20.000 62.528.000 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 29 .366.000.000 Dari data yang disajikan oleh bendahara pengeluaran dan bendahara pengeluaran pembantu Sub Dinas serta seksi sarana prasarana masing-masing Sub Dinas Pengguna anggaran (PPTK) yang mengelola belanja pihak ketiga lebih lanjut dapat dirinci sebagai berikut : No 1 2 Nama dan Kegiatan Belanja Pihak Ketiga Pemeliharaan rutin/berkala bangunan sekolah (TK) Digunakan untuk bantuan operasional TK swasta Pemeliharaan rutin/berkala bangunan sekolah (SD) Digunakan untuk Biaya Operasional SD Negeri Digunakan untuk Biaya operasional SD swasta dan MI 3 Bantuan operasional pendidikan non formal Digunakan untuk bantuan PKBM Bea siswa kursus untuk warga masyarakat 4 5 Fasilitasi penyelenggaraan pendidikan non formal Digunakan untuk fasilitasi kelembagaan Majelis Taklim Penyelenggaraan pendidikan TK dan SD Tes kendali mutu Semester I Rp610.5.000 85.376.a.456.736.a.01.18 Jumlah Penyelenggaraan pendidikan TK dan SD Pengembangan dan pemanfaatan ICT 1. TK Swasta a.000 7.01.779. SD Negeri b. SD Negeri 400. TK Negeri b.000 25.103.875.1.100 4. MIN/MI Ujian sekolah Rp154.117.000.18 1.350.000.000 34. SD Negeri b.5.2.000 200.000.803.2.000000 46.800.900 363. SD Swasta c.000 29. MIN/MI Pendataan dan pelaporan Kabupaten/Dinas Pendidikan Pendataan dan pelaporan Kecamatan/Cabang Dinas Pendataan dan pelaporan Kabupaten/Dinas Pendidikan Pendataan dan pelaporan Sekolah (TK/SD) Rp139.000 672.261.800.40.a.688.000 1621117000 200.100 80.900 2.000 126.000 1.865.000.000. SD Swasta c.25.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.000 12.000. organisasi dan fungsi .968. Dalam realisasinya diberikan tunai berdasarkan proposal yang telah disetujui oleh Dinas Pendidikan yang kemudian dipertanggungjawabkan oleh penerima dalam bentuk laporan akhir kegiatan. paragraf : a.000. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 30 .a.000 5.000. c.200.289.968. SD Swasta c.000.400. paragraph 44. Belanja operasi antara lain meliputi belanja pegawai. bunga.b. Permasalahan tersebut disebabkan oleh kelalaian Pengguna Anggaran yang menganggarkan dan merealisasikan belanja barang dan jasa pihak ketiga untuk bantuan dan belanja sekolah.00.000 200. Belanja diklasifikasikan menurut klasifikasi ekonomi (jenis belanja).000. SD Swasta c.000 10.bantuan sosial .000. b. belanja barang. subsidi.200.000 4.000. Pernyataan SAP Nomor 02 Laporan Realisasi Anggaran. MIN/MI Bantuan Penyusunan KTSP SD/MI Rp77. SD Negeri b.a. MIN/MI Bantuan MPMBS Rp30.000 200.000. Belanja operasi adalah pengeluaran anggaran untuk kegiatan sehari-hari pemerintah pusat/daerah yang memberi manfaat jangka pendek.000 12.000 5.200.000.000 4.000 20. hibah.968. Tim Pembina UKS Kabupaten(rehab dan operasional) Bantuan pembinaan KTSP di Kecamatan (12 kecamatan) Bantuan pembinaan KTSP 12 kecamatan (10 gugus wilayah) 6 Pengembangan dan pemanfaatan ICT Pengadaan Peralatan ICT pada SMK Negeri I Pengasih Jumlah 12.000 60. Permasalahan tesebut mengakibatkan realisasi belanja Barang dan Jasa pihak ketiga pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo tidak sesuai peruntukan minimal sebesar Rp4.000 60. Untuk lomba sekolah tingkat nasional (TK/SD) b.289. Realisasi anggaran belanja dilaporkan sesuai dengan klasifikasi yang ditetapkan dalam dokumen anggaran.000.000 Hasil diskusi dengan Bendahara Pengeluaran Dinas Pendidikan diperoleh penjelasan bahwa belanja pihak ketiga telah dianggarkan dalam dalam APBD dan dalam SKPD DPA Dinas Pendidikan.289.000.000. 36. 34.

Atas permasalahan ini. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur dan memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dalam menganggarkan belanja sesuai dengan pengelompokan belanja yang diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 2005 dan PP Nomor 58 Tahun 2005. Dinas Pendidikan menyatakan bahwa dalam pelaksanaan anggaran tahun berikutnya akan disesuaikan dengan PP Nomor 24 Tahun 2005 dan PP Nomor 58 Tahun 2005. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 31 .

350.00.000. dibayarkan juga oleh Bendahara Pengeluaran BTL Non Gaji dan Pembiayaan uang sebesar Rp686.000.00 (Rp400. terdapat dana penguatan modal yang dikelola oleh Dinas Perindagkoptam selaku dinas teknis sebesar Rp1. Pelaksanaan kegiatan penguatan modal pada koperasi T.000. Alokasi dana ini dianggarkan pada APBD Perubahan dan merupakan dana dari Propinsi DIY yaitu dana bantuan pemberdayaan masyarakat atau Community Development (CD).00) dianggarkan pada APBD T.000.000. Bendahara Pengeluaran Belanja Tidak Langsung (BTL) Non Gaji dan Pembiayaan mengeluarkan uang sebesar Rp400. yaitu Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah sebesar Rp1.000.6.350.350. yaitu Urusan Pertanian sebesar Rp400. 2007 tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan sebesar Rp1.00 untuk Penguatan Modal bidang perindustrian.A. Dana penguatan modal yang dikelola oleh PD BPR Bank Pasar pada tahun 2007 sebesar Rp1. Dalam surat Bupati Kulon Progo Nomor 900/3247 tanggal 14 Desember 2007 yang ditujukan kepada Direktur PD Bank Pasar dinyatakan bahwa PD BPR Bank Pasar selaku bank teknis pengelola dana penguatan modal untuk mengelola dana dengan ketentuan yang telah ditetapkan.264.000. 2007 dan hasil rapat PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 32 . Peraturan Bupati kulon Progo Nomro 48 Tahun 2007 tanggal 13 Desember 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Penguatan Modal.A.00 untuk Penguatan Modal Bidang Pertanian dengan bukti pengeluaran Nomor 209/XII/2007 pada tanggal 19 Desember 2007 kepada PD Bank Pasar.000.000. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengalokasikan dana penguatan modal pada pembiayaan pengeluaran sebesar Rp2.00.000. Pada tanggal yang sama.00 + Rp686.00 dan satu urusan pilihan. Selain dana tersebut. perdagangan dan koperasi.000.000.350.000.000.A. Kegiatan ini berdasar pada Surat Bupati Kulon Progo Nomor 900/3248 tanggal 14 Desember 2007 tentang Penguatan Modal Tahun 2007. 2007) dan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 38 Tahun 2007 Tanggal 3 Nopember 2007 Tentang Penjabaran APBD Perubahan T. Peraturan Daerah (Perda) Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2007 tanggal 2 Nopember 2007 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD) Tahun Anggaran (T. 2007. Berdasar pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) SKPD.086. Pencairan dana ini didasarkan atas surat rekomendasi dari Sekretaris Daerah dengan surat Nomor 600/3338 tanggal 15 Desember 2007 perihal Rekomendasi pencairan dana penguatan modal tahun 2007 yang dikeluarkan sebagai bentuk persetujuan atas surat Direktur PD BPR Bank Pasar Nomor 166/043/BP/XII/2007 tanggal 14 Desember 2007.000.350.264.A.000.950. menunjukkan bahwa pengelolaan kegiatan penguatan modal dianggarkan pada satu urusan wajib.00 yang dianggarkan pada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).00 Pada Tahun Anggaran 2007.

b. Setda. Subito selaku Kepala Dinas Perindagkoptam Kabupaten Kulon Progo.20885-5. Sekda mengeluarkan Surat Rekomendasi Pencairan Dana Penguatan Modal Tahun 2007 Nomor 600/3339 pada tanggal 15 Desember 2007.n.01. Berdasar pada surat persetujuan. Selanjutnya. bendahara pengeluaran Belanja Tidak Langsung (BTL) Non Gaji dan Pembiayaan mengeluarkan uang sebesar Rp1. dilakukan perjanjian antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Diperindagkoptam dengan Koperasi pada tanggal 29 Januari 2008. dikeluarkan surat persetujuan pencairan dana penguatan modal tahun 2007 Nomor 600/3291 tanggal 15 Desember 2007. ditindaklanjuti dengan Surat Permohonan Kepala Diperindagkoptam Nomor 518/1284 perihal Permohonan Pencairan Penguatan Modal Tahun 2007. Pada tanggal 28 Desember 2007.350.000. dan apabila pengembalian tidak lancar maka 3% tersebut disetorkan ke Pemerintah Daerah. Kepala Dinas Perindagkoptam mengeluarkan keputusan Nomor 518/11/KPTS/2007 Tentang Koperasi Penerima Penguatan Modal Dana Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Nomor 10/Per/PPKP/XII/2007 tanggal 16 Desember 2007 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Pemberdayaan Masyarakat Desa Untuk Penguatan Modal Koperasi. Sebagai tindak lanjut Surat Bupati dan Peraturan Bupati sebagaimana tercantum pada alenia diatas. Setelah uang masuk ke rekening penguatan modal. Jangka waktu pengembalian maksimal 5 (lima) tahun dengan bunga 9% per tahun flat. Alokasi bunga 9% adalah 6% untuk Pemerintah Daerah dan 3 % dikembalikan kepada Koperasi pemanfaat dana penguatan modal (jika pengembalian lancar).1.264. c. Kemudian pada tanggal 15 Desember 2007. Empat koperasi penerima dana penguatan modal tersebut adalah : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 33 . Kepala Dinas pada Bank BPD DIY Cabang Wates dengan nomor rekening 22. Menyetorkan pengembalian pinjaman tersebut (pokok dan bunga) ke kasda setiap bulannya paling lambat tanggal 10 pada bulan berikutnya. melalui transfer dari rekening kasda ke rekening tabungan Dinas Perindagkoptam a.koordinasi tanggal 14 Desember 2007 di Bagian Pembangunan. dan tanggal 31 Januari 2008 uang disalurkan ke masingmasing koperasi sesuai dengan nama dan nilai yang tercantum dalam surat rekomendasi. Surat Bupati Kulon Progo Nomor 900/3248 tanggal 14 Desember 2007 tentang Penguatan Modal Tahun 2007 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Perindagkoptam berisi tentang nama Koperasi penerima penguatan modal dan jumlah diterima oleh masing-masing koperasi serta meminta kepada Dinas Perindagkoptam selaku SKPD yang membidangi koperasi untuk menyalurkan dan bertanggungjawab terhadap pengembalian dana dengan ketentuan sebagai berikut : a.00 untuk pembayaran penguatan modal bidang koperasi dengan bukti pengeluaran kas nomor 212/XII/2007 kepada Ir.

Ma.000. Penguatan Modal Koperasi Gangsar Sentolo sebesar Rp200.508.446.000. 06/581/KKP/I/2008.00 dengn Surat Perjanjian Nomor 518/58.Pd Sumanto.E Sulton Sukirdi. Suranto Upoyo Hartono.MPM/SK/I/2008. Koperasi ini didirikan berdasar pada Badan Hukum nomor 518/57/BH/VI/2006 Tanggal 8 Juni 2006 beranggotakan 6 koperasi dengan susunan pengurus sebagai berikut : No 1.000. c.000. AJ.00 dengan bunga 6% per tahun dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun.a.000.200.00.000. Pada setiap surat perjanjian.200.500.746. SPd Ketua Wakil Ketua Sekretaris I Sekretaris II Bendahara Ketua/Anggota Pengawas Anggota Anggota Jabatan Sampai dengan bulan Maret 2008.650. yaitu sebesar Rp1.000.000.S. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 34 . 8.00 dengan Surat Perjanjian Nomor 518/58. Pemberian dana penguatan modal ini didasarkan pada proposal yang diajukan oleh Kopdit Pinunjul kepada Bupati Kulon Progo Nomor 16/412/21/KKP/XI/2007 tanggal 20 Nopember 2007.1.S. berupa : (1) Sewa lahan sebesar Rp1. (2) Kolam pembenihan sebesar Rp4. Penguatan Modal Koperasi Pinunjul Nanggulan sebesar Rp1.00.000. 4.000. 6.00. Penguatan Modal bagi Koperasi Agro Cipta Mandiri berupa sewa lahan sebesar Rp17.000. BA Drs.00. Neraca per 31 Desember 2007 menunjukkan posisi aset sebesar Rp78. dan (3) Kolam Pembesaran sebesar Rp41.058.00 dan perhitungan hasil usaha menunjukkan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp2. Penguatan Modal bagi Koperasi Mina Prospek Mandiri dengan Surat Perjanjian Nomor.00. 12/ACM/I/2008. anggota Kopdit Pinunjul telah bertambah sebanyak 9 koperasi sehingga menjadi 15 koperasi. b.1. Sampel dilakukan pada Koperasi Sekunder Pinunjul yang mendapat alokasi dana penguatan modal terbesar.T. telah dicantumkan tabel angsuran pokok dan bunga yang menjadi kewajiban koperasi setiap bulannya untuk disetor ke kas daerah.771.1.00 dengan SHU sebesar Rp4.518/58. 13/KUD/STL1I/2008.000. d. Nama KRT Sudomowiwoho Subiyakto.000.00 dengan Surat Perjanjian Nomor 518/58. Sukardi A. 5.1. 7.200.00.000. Neraca Per 31 Desember 2006 menunjukkan posisi aset sebesar Rp55. 2. Dalam proposal menyebutkan dana penguatan modal yang dibutuhkan adalah sebesar Rp1.009. 005/KSU. 3.000.000.

12. surat perjanjian antara Dinas Perindagkoptam dengan Koperasi ditandatangani tanggal 29 Januari 2008 dan dana diterima oleh Koperasi pada PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 35 . 9. Dengan pertimbangan.000.00 45.000.000.00 50.00 30.000. terutama untuk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI). dana ditampung dalam rekening penampung Dinas Perindagkoptam tanggal 28 Desember 2007. 14.00 200.000.000.000.00 30.00 1. 3. Hasil cek fisik di kantor Kopdit Pinunjul menunjukkan bahwa pembagian kepada anggota tidak didasari dengan analisa perhitungan apapun.00 250.000.maka mendapat alokasi kredit terbesar. 11.000.000.000.00 50. 5.000. Dana ini kemudian dipinjamkan kepada anggota. lebih besar dari dana yang diterima. Dari uraian diatas diketahui bahwa dana penguatan modal. KSU Chaka Domas Payung Agung Pengasih Anggota Tahun 2008 KSU Wetpas Wates Kopdit Mulya Promasan Primkopabri BKP-AL Sentolo KPRI Teguh Samigaluh Koperasi AL-Amin Samigaluh KSU Mandiri Kebonharjo KSU Mitra Barokah Pasar Wates Jumlah 30.00 .000.000. 10.000.00 Dana diterima (Rp) Dana yang dialokasikan adalah sebesar Rp1.000. karena sudah ada pengembalian pokok dan bunga atas dana yang sudah dipinjam pada bulan Februari.00 0.000.00 110. 6. penghasilan peminjam tetap dan dipotong gaji.00 100.000. sehingga resiko menunggak adalah kecil. 2. 15. 13.000.000.000.00 30.000.048.00 75.Daftar penerima dana penguatan modal dari kopdit pinunjul sampai dengan Maret 2008 adalah sebagai berikut : No Nama Koperasi Anggota Tahun 2006 1. KUD Sido Subur Samigaluh KSP Sido Subur Samigaluh Koperasi Tani Pancasila Kalibawang KSU trijata Wates KUD Rekeji Mulyo Kokap KPRI Sejahtera Temon KPRI Agung Kokap Anggota Tahun 2007 8.000. Dasar yang digunakan hanyalah kepercayaan dan keyakinan.000.000.000.000.00 24. 7. 4.00 24.000.000. yang dianggarkan pada perubahan APBD tanggal 2 Nopember 2007 berdasar pada Surat Bupati tanggal 14 Desember 2007.000.000.000.048. karena merupakan koperasi pegawai.

apabila terjadi. tantangan dan permasalahan yang dihadapi.00 dan Program peningkatan kualitas organisasi. dan tidak didasarkan pada prioritas anggaran. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 Tentang Keuangan Negara : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 36 .400.000.00. telah dituangkan beberapa urusan wajib yang menjadi prioritas untuk dianggarkan dalam perubahan APBD 2007. Dalam KUA perubahan diuraikan beberapa urusan wajib dan pilihan yang dituangkan dalamAPBD perubahan. manajemen dan usaha dan keuangan koperasi sebesar Rp8. 2006 dan 2007. yaitu perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD. pelaksanaan kegiatan yang melewati tahun anggaran tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bertitik tolak dari kondisi. Dalam Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 67 Tahun 2007 Tanggal 27 Juli 2007 Tentang Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUA) Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007.616. dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 Tentang Keuangan Negara Pasal 28 ayat (3) dinyatakan bahwa Penyesuaian APBD dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan dibahas bersama DPRD dengan Pemerintah Daerah dalam rangka penyusunan prakiraan Perubahan atas APBD tahun anggaran yang bersangkutan.00 yang diakui dan dicatat sebagai realisasi pengeluaran pembiayaan Tahun 2007 dalam Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2007 menjadikan realisasi pengeluaran pembiayaan dicatat lebih tinggi.00. dijabarkan dalam tabel Rekapitulasi Kebijakan Umum Anggaran Perubahan Tahun 2007. dengan diberi gambaran tentang kondisi umum.tanggal 31 Januari 2008. pada huruf a.000. adalah tidak sesuai dengan ketentuan yang mengatur tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Permasalahan tersebut di atas tidak sesuai dengan : a.350.264.000. Pagu indikatif untuk urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah adalah sebesar Rp380. Kegiatan yang dilaksanakan melewati Tahun Anggaran tidak dapat diakui sebagai realisasi belanja tahun anggaran bersangkutan.616. yang terdiri dari Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi usaha mikro kecil dan menengah sebesar Rp372. prediksi kemampuan keuangan daerah dan dalam upaya mencapai sasaran yang akan dicapai pada tahun 2007 melalui urusan wajib dan urusan pilihan. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa anggaran untuk kegiatan penguatan modal pada APBD perubahan tidak sejalan dengan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran 2007. permasalahan dan tantangan yang dihadapi pada tahun 2005.400. sehingga kegiatan penguatan modal sebesar Rp1. Selain itu. Selain itu.

000.(1) Pasal 17 ayat (2) dinyatakan bahwa penyusunan Rancangan APBD berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara. Penyesuaian APBD dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan dibahas bersama DPRD dengan Pemerintah Daerah dalam rangka penyusunan prakiraan Perubahan atas APBD tahun anggaran yang bersangkutan. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tanggal 9 Desember 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 1 angka 21.000. apabila terjadi. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tanggal 13 Juni 2005 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Posisi kas per 31 Desember 2007 dan Silpa Tahun 2007 dicatat lebih rendah sebesar Rp1. b. Dinas Perindagkoptam menyatakan bahwa Dana Bantuan Pemberdayaan Masyarakat dari Pemerintah Propinsi DIY diterima di rekening pengelola (Dinas Perindagkoptam) tanggal 31 Desember 2007 dan disalurkan tanggal 31 Januari 2008.00 .00 . PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 37 . b. Kondisi diatas mengakibatkan : a. Realisasi pengeluaran pembiayaan pada Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2007 dicatat lebih tinggi sebesar Rp1.264.350. (2) Pasal 28 ayat (3). menyatakan bahwa Rekening Kas Umum Daerah (RKUD adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh Kepala Daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan. Atas permasalahan tersebut diatas. c. perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD. 02 Laporan Realisasi Anggaran paragraph 56 menyatakan bahwa Pengeluaran pembiayaan diakui pada saat dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). d.264. huruf a. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 11 dinyatakan bahwa Tahun Anggaran meliputi masa satu tahun mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember . Pernyataan No.350. Hal ini disebabkan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas Perindagkoptam tidak memahami peraturan pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah.

Rekomendasi BPK-RI Bupati agar menegur dan memerintahkan Kepala Dinas Perindustrian. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 38 . Perdagangan. Koperasi dan Pertambangan supaya dalam merealisasikan anggaran memperhatikan batas waktu tahun anggaran.

Rincian biaya-biaya tersebut pada Lampiran. Dalam prosedur akuntansi aset tersebut PPK SKPD mempunyai tugas mencatat harga perolehan. Pengakuan belanja modal pada neraca minimal sebesar Rp2. disamping biaya konstruksi yang telah dianggarkan pada belanja modal. Untuk kegiatan pengadaan aset Tanah.480. rehabilitasi. seperti dalam bentuk tanah. Hasil pemeriksaan atas Laporan Realisasi Anggaran. berita acara serah terima barang dan berita acara penyelesaian pekerjaan. juga dianggarkan biaya perencanaan dan pengawasan dalam rangka pengadaan konstruksi bangunan tersebut. klasifikasi aset tetap. kode rekening. jalan. Adapun realisasi biaya-biaya yang dapat diatribusikan sebagai harga perolehan sebesar Rp2. Biaya -biaya tersebut antara lain biaya pengukuran & biaya pungutan desa. Untuk kegiatan pengadaan konstruksi bangunan. selain dianggarkan pada belanja modal. Biaya perencanaan dan pengawasan dianggarkan pada belanja barang dan jasa. peralatan dan mesin.246. tanggal transaksi dan atau kejadian. melalui Surat Edaran BPKD Nomor 930/221/2007 tanggal 14 April 2007 tentang Pelaksanaan Akuntansi 2007 pada SKPD telah menyusun sistem akuntansi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang harus dilaksanakan oleh Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) SKPD. gedung dan bangunan.854.00. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.245. Sistem akuntansi tersebut antara lain memuat prosedur akuntansi aset.246. Belanja modal tersebut digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12 (duabelas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan. irigasi dan jaringan. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengelompokkan belanja langsung menjadi 3 (tiga) jenis yaitu belanja pegawai. nilai aset tetap.441.7. Laporan Akuntansi dan Laporan Keuangan serta Surat Pertanggungjawaban secara uji petik pada beberapa SKPD diketahui bahwa terdapat biaya-biaya selain yang dianggarkan pada belanja modal untuk melaksanakan kegiatan pengadaan aset tetap. Realisasi belanja modal tersebut telah dicatat sebagai mutasi penambahan aset tetap dalam Neraca Tahun 2007. perubahan klasifikasi terhadap aset yang dikuasai SKPD.00.00 tidak berdasarkan harga perolehan Dalam melaksanakan suatu kegiatan.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp93. serta belanja modal.685. terdapat biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung sebagai harga perolehan dianggarkan pada belanja barang dan jasa.441.102.726. Dalam Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2007.245. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 39 . pemeliharaan. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah menganggarkan belanja modal sebesar Rp111. Berdasarkan bukti transaksi tersebut PPK SKPD membuat bukti memorial yang memuat informasi mengenai jenis/nama aset tetap.782. belanja barang dan jasa. Bukti transaksi yang dipergunakan adalah berita acara penerimaan barang. dan aset tetap lainnya.

Paragraf 22 dan 23 menyebutkan bahwa Aset tetap dinilai dengan biaya perolehan. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 40 . Biaya perolehan mencakup harga pembelian atau biaya pembebasan tanah. penimbunan.246. biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh hak. perlengkapan.00. akan disusun petunjuk baku pelaksanaan kapitalisasi asset. yaitu sebesar Rp2. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman PPK-SKPD. dan biaya tidak langsung termasuk biaya perencanaan dan pengawasan.Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 Tanggal 13 Juni 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Pernyataan Nomor 07 : a. Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dan SKPKD atas kapitalisasi asset dan belum adanya peraturan daerah yang mengatur tentang biaya kapitalisasi. Atas permasalahan ini Sekretaris Daerah menjelaskan bahwa biaya kapitalisasi yang belum dimasukkan sebagai harga perolehan dipengaruhi oleh belum adanya ketentuan yang baku tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah yang diantaranya mengatur kapitalisasi asset. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar memerintahkan BUD menyusun Raperda Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan daerah yang ditindaklanjuti dengan menerbitkan Peraturan Bupati tentang pedoman kapitalisasi aset.441. dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan aset tetap tersebut. biaya pematangan. Untu selanjutnya. Paragraf 31 : Tanah diakui pertama kali sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset tetap yang dibangun dengan cara swakelola meliputi biaya langsung untuk tenaga kerja. Kondisi ini mengakibatkan nilai asset pada Neraca per 31 Desember 2007 dicatat lebih rendah sebesar biaya kapitalisasi yang dianggarkan pada belanja barang dan jasa. bahan baku. tenaga listrik. b. pengukuran.245. sewa peralatan. dan biaya lainnya yang dikeluarkan sampai tanah tersebut siap pakai.

pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 5 Pengadaan tanah untuk pembangunan perluasan Pasar Pripih seluas 1.620.00 .000.000.726.930.404.000.00 4.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa Tanah Tanah 132. ----379.000.599.300 m2 Pengukuran.200..00 3.000.00 : Biaya Panitia Pelepasan.000.00 Biaya pensertifikatan tanah pengganti (1 % x Rp375.00 Biaya pensertifikatan lanah pengganti (1%x Rp379.000.00 Belanja Barang dan Jasa ---- — -----------------15.00: Biaya Panitia Pelepasan.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa • 6 Pengadaan tanah untuk pembangunan jembatan Sawah Aking seluas 2 000 m2 Pengukuran.00 2.00 15.775.794.930.S30.830.00) SMKN i Panjatan Rp455.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 8 Pengadaan tanah untuk pembangunan reversoir PDAM di Selo Sarat seluas 500 m2 Pengukuran.000.046.00 Tanah 126.000.366.397.000.200.176.000.00^ 3.00 91..00) — — --------------------3 Beianja model pengadaan tanah sarana umum dermaga Biaya Panitia Pelepasan.000.600.00 2.000.00 Biaya pensertifikatan tanah pengganti (1%x Rp455.00 Tanah 180.000.00 Tanah 300.000.550J300.00 Tanah -— . Pengadaan Tanas Kas Desa 4% x Rp379 404.000.625.00 18.00 3.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 7 Pengadaan tanah untuk pembangunan jembatan Sungapan 3.000.000.00 Biaya pensertifikatan tanah pengganti (1% x Rp559.00) Bagian Tapem 4 Pengadaan tanah utk TPA sampah (lanjutan ) 10 000 m2 Pengukuran.014.000.000.00 Aset Tanah Belanja Modal 375.600.904.000.713.00) 2 Belanja modal pengadaan tanah sarana pendidikan menenqah lanjutan dan kejuruan SMK t Temon Rp55S.945.000.000.000.00 Tanah 1.Lamplran Belanja Modal No a ' mil Kerja Pemerintahan Desa Kegiatan 1 Beianja modal pengadaan tanah sarana kesehatan mmah sakit: Biaya Panitia Pelepasan.000.404.00 .500. Pengadaan Tanas Kas Desa 4% x Rp559.000.930.. __ ------------------620.000.00 5.000 m2 Pengukuran.610. Pengadaan Tanas Kas Desa 4% x Rp375 000.800.00 3.00 23.300.750.184.00 22.200. Pengadaan Tanas Kas Desa 4% x Rp455.600.

000.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 11 Pengadaan tanah untuk pintu gertang wisata Glagah (lanjutan) Pengukuran.00 I.500.00 503.000.000.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 13 Pengadaan tanah untuk investasi Pengukuran.538.00 12.OOOjOO .00 4.00 9. parkir.000.400.060.000.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 14 Pemeliharaan rutln/berkala gedung kantor Belanja modal pengadaan konstruksi/pembelian bangunan (perbaikan gypsum joglo bupati dan talang (eras dan eternit dan pengecatan gedung PKK) Belanja modal pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor (Perbaikan gedung kantor.No Unit Kerja Kegiatan 9 Pengadaan tanah untuk pembangunan jembatan Kebonagung seluas 750 m2 Pengukuran.000.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 12 Pengadaan tanah untuk jalan dl Lokasi Wisata C'agah Pengukuran. halaman dl!) Jasa konsultan perencanaan (UPPSA) Jasa konsultan pengawasan (UPPSA) Aset Belanja Modal Belanja Barang dan Jasa Tanah 371.000.273.968^00 Tanah 26.900.00 1.00 68.960.816.275.00 c Bawasda 15 Pembangunan kamar mandi Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor (pembuatan kamar mandi 1 unit oleh Cv.352. Tanah Mas) Jasa Konsultan Perencanaan Gedung dan Bangunan 18.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 10 Pengadaan tanah untuk jalan trase Sentolo-Sermo Pengukuran.900.429.900.00 Tanah Tanah 285.00 -------------------------------- 3.000.700.000.00 31.000.OOO.00 3.663.376.362.724.240. dinding depan.00 Tanah 1.00 78.552.00 Gedung dan Bangunan Gedung dan Bangunan 16.800 000.

000.00 e Gedung dan Bangunan 145.00 Betanja 8arang dan Jasa Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.000.425.882.00 8.090.680.000.000. KB dan Pemberdayaan Masyaraka.000.418.00 129.800.000.00 312.00 - Jasa Konsuttan Pengawasan .875.805.00 10.000.412. Belanja 16 Modal Pengadaan Alat-alat Komunikasi (radio SSB) Jasa Konsultan Perencanaan Dinas Pendidikan 17 Program Pendidikan Anak Usia Dini Pernbangunan gedung sekolah Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor ---------------------.00 7._ --------31.No d Unit Kerja Keglatan Aset Peralatan dan Mesin Belanja Modal 552.00 .00 177.000.00 ---------------------- Jasa Konsuttan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 16 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah ( DAK bidang pendidikan ) Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor (Rehab Gedung SD/MI 52 Sekolah} Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 19 Program Pendidikan Menengah Pern bangu nan gedung sekolah Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 20 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (Lanjutan) Rehabilitasi berat/sedang bangunan Sekoiah SMP Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor (4 paket rehab) Jasa Konsultan Perencanaan Gedung dan Bangunan Gedung dan Bangunan Gedung dan Bangunan ---------------------- 6.00 4.000.000.632.00 15. 8.000.000.000.000.000.000.00 343.250.000.912.

000.00 75.931.000.355.489.517.00 Jalan Irigasi dan Jaringan 2.No Unit Kerja Kegiatan 21 Program Pendidikan Menengah (Lanjutan) Rehabilitasi sedang/berat bangurtan sekolah Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor Jasa Konsultan Perencanaan Aset Belanja Modal Belanja Barang dan Jasa Gedung dan Sangunan 310.643.589.026.900.927.00 .064.126.00 99.000.00 402.500.000.000.00 9 DPU 23 Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Pembangunan Jalan Kabupaten Belanja modal pengadaan konstruksi jalan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 24 Prog.009.000.00 f Jasa Konsultan Pengawasan KANTOR PENGELOLA PASAR 22 Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Gedung dan Bangunan 380.921 .000.000.800.533.00 Gedung dan Bangunan 3.000.000.sal drainase/gorcng2 Pembangunan/Rehabilitasi Saluran Drainase/Gorong-gorong Belanja mdl peng konstruksi jaringan irigasi Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 25 Program rehaWpemel Jalan & Jembatan Pemeliharaan Berkala jalan kabupaten Belanja modal pengadaan konstruksi jalan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Jalan Irigasi dan Jaringan 7.975.Pemb.00 31.000.000.00 5.00 3.00 29.961.415.OOOjOO 8.00 75.00 8.00 84.880.044.000.

000.000.751.210.000.960.250.778.00 19.000.000.---- Jasa konsultan perencanaan 27 Pembanqunan LPJU Beianja modal pengadaan instalasi Itstrik Jasa Konsultan Perencanaan 28 Jasa Konsultan Pengawasan Program Pengemb & Pemb.00 9.750.000.000.00 94.000.257.338 134.000.00 .118.00 37.276.700.00 12.831.00 Jalan Irigasi dan Jaringan 3. Rehabilitasi / Pemel Jaringan irigasi Beianja mdl peng konstruksi Jaringan irigasi Jasa konsultan perencanaan Jasa konsultan Pengawasan 29 Operasi dan Pemeliharaan jaringan Irigasi Kab Kulon Progo Beianja modal peng konst Jaringan Irigasi Jasa Konsultan Perencanaan 30 Program Pengemb.135.250.800.00 Beianja Barang dan Jasa ---------------------- 74.0ff ---------------------.00 Jalan Irigasi da'ri Jaringan 171. cepattumbuh Pern ba ng u na n/pe n i ng kata n i nfra stru ktu r Beianja modal pengadaan konstruksi jalan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Jalan Irigasi dan Jaringan 1.000.00 Jalan Irigasi dan Jaringan 896.000.379.000.900.00 34.00 61.Wil Strategis S.000.000.000.00 Jalan Irigasi dan Jaringan 115.968.00 69.421.00 29.No Unit Kerja Kegiatan 26 Peningkatan Jalan Kabupaten Beianja modal pengadaan konstruksi jalan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 26 Pemeliharaan LPJU Beianja modal pengadaan instalasi Itstrik Aset Jalan Irigasi dan Jaringan Beianja Modal 4.

500.00 Jalan Irigasi dan J jringan 2.253.00 85.987.OD0..00 20 086..800.000.000.No Unit Kerja Keglatan 31 Program Pembangunan Infrastruktur perdesaan Pembangunan Jalan dan Jembatan Perdesaan Belanja modal pengadaan konstruksi jalan Jasa konsultan perencanaan Jasa konsultan pengawasan 32 Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor akibat bencana gempa Belanja pengadaan konstr/pembeltan gdg kantor Aset Belanja Modal Beianja Barang dan Jasa Jalan Irigasi dan Jaringan 2.800.00 4.000.0OO.000.404.00 -- Jasa Konsultan perencanaan Jasa Konsultan pengawasan 35 Rehabilitasi taman kota Blnja mdl pengd konstruksi/pembelian gdg kantor Jasa Konsultan perencanaan Jasa Konsultan pengawasan Bangunan dan Gedung 246. Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan ------- 33 Rehab Kantor Kecamatan Belanja modal peng konstruksr/pembelian bang Jasa konsultan perencanaan Jasa konsultan pengawasan 34 Program Lingkungan Sehat Perumahan Penyediaan sarana air bersih dan santtasi dasar Belanja modal pengadaan konstruksi jaringan air bersih minum Bangunan dan Gedung 1.510.470.400.00 h Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 36 Pembangunan Area Parkir dan Kios Belanja modal pengadaan konstruksi bangunan lainnya Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Bangunan dan Gedung 145.000.00 39.000. DO 49.00 1.00 12.00 41.00O.000.00 .00 97.735.543.000.000.757.000.000.696.104.O0 Bangunan dan Gedung 615.00 —— ---------------49.000.649.00 3.00 25.000.097.884.00 .280.199.00 98QQ.685.000.032.00q.000.

500.000.00 3.350.750.500.00 1.00 Bangunan dan Gedung 93.500.360.00 2.741.000.00 7.900.063..000.00 3. 40 Pembangunan Taman Bunga dan Kios Souvenir Belanja modal pengadaan konstruksi ban< lunan lainnya _. Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 41 Rehab Sarana Obyek Wisata Pasca Gempa Belanja modal pengadaan konstruksi bangunan lainnya Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan i Dinas Pertanian dan Kelautan 42 Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor Belanja moda! Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Bangunan dan Gedung 146.00 4.000.350..00 2.00 .650.00 2650.000..710. di Puncak Suroioyo Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian bangunan bersejarah Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Bangunan dan Gedung 87.000.000.580.No Unit Kerja 37 Pemeliharaan Sarana Obyek Wisata Kegiatan Aset Belanja Modal Belanja Barang dan Jasa Belanja modal pengadaan konstruksi bangunan hinnya Jasa Konsultan Perencanaan 38 Pembangjnan Landscape di Sendang Kawidodaren Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian bangunan bersejarah Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 39 Pembangunan Landscape dan Pagar Pengama.000.596.100.000.000.000.441.000.000.00 ------.00 Bangunan dan Gedung 71.000.00 2.00 5.000.000.000.250.00 34.00 1.000.00 Bangunan dan Gedung 147.00 Bangunan dan Gedung 61..

060.00 2.000.655.046.00 .800.00 2.00 1.000.800.00 248.280.00 357.278.600.00 113.No Unit Kerja Dinas Kesehatan 43 Keglatan Program pengadaan.437.00 124.245.000. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas / p us kesm as pem ba ntu Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Angkutan Darat Bermotor Aset Peralatan dan Mesin Belanja Modal 630.000.441.00 26.00 --------------------------.700.00 Belanja Barang dan Jasa i Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Bengkel Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Kantor Belanja Modal Pengadaan Komputer Belanja Modal Pengadaan Mebeulair Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Studio Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Kedokteran Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Laboratorium Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Bangunan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 44 Pendampingan dana penyesuaian infrastrukturjalan dan lainnya Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Kantor Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Kedokteran Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Bangunan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Jumlah Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Bangunan dan Gedung 11.144.718.787.00 155.339.00 176.721.000.000.600.000.950.00 304.246.000.000.397.00 194.070.689 390.534.204.463.375.746. ------ Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Bangunan dan Gedung 6.250.610.00 2.00 603.00 50.338.

00 merupakan realisasi belanja modal.211.758.18%) adalah merupakan realisasi belanja bantuan.000.757.478.102. Catatan Sipil. sebesar Rp2.905. karena belanja modal akan direklasifikasi menjadi aset tetap dalam neraca. dengan rincian sebagai berikut : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 41 .854.625. Dari realisasi tersebut sebesar Rp7.068.8.00. DAK Bidang Pertanian Penetapan kelompok tani penerima bantuan berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Nomor 188/771 melalui kegiatan-kegiatan DAK Bidang Pertanian sebagai berikut : a) Belanja Modal Pengadaan Peralatan dan Mesin Realisasi pengadaan peralatan dan mesin pertanian adalah sebesar Rp520. Penetapan kelompok masyarakat yang mendapatkan bantuan pada Dinas Pertanian dan Kelautan didasarkan pada pengajuan permohonan bantuan dan hasil koordinasi serta peninjauan lokasi. Dinas Pertanian dan Kelautan Tahun Anggaran 2007. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat menunjukkan adanya belanja bantuan yang dianggarkan dan direalisasikan pada belanja moda sebesar Rp12.508. Dinas Pekerjaan Umum. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menganggarkan Belanja Modal sebesar Rp111.00.00. Dinas Pertanian dan Kelautan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp24. Penyerahan bantuan dilakukan antara Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan dengan penerima bantuan yang dituangkan dalam surat perjanjian.030. Hasil pemeriksaan secara uji petik pada Dinas Pertanian dan Kelautan. Belanja bantuan yang dianggarkan dan direalisasikan pada belanja modal melalui kegiatan sebagai berikut : 1.00.463.000.946.624. Penganggaran dan realisasi bantuan pada belanja modal tersebut tidak tepat.905.00 (32. Anggaran belanja modal pada empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) direalisasikan sebagai bantuan sebesar Rp12. Peralatan dan mesin yang diberikan sebagai bantuan kepada kelompok-kelompok tani sebesar Rp170.00 Dalam Tahun Anggaran 2007.00 dengan realisasi sebesar Rp93.100.453. Ketidaktepatan tersebut nampak dalam uraian sebagai berikut : a.975.211.643.758. Penganggaran Belanja Modal dimaksudkan untuk memperoleh aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi dan akan digunakan untuk kegiatan pemerintah daerah.480.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp21.337. Atas realisasi belanja modal.726.00. Dinas Pendidikan Nasional dan Dinas Kependukan.782.685.

000.00 86. Wates KT.00 13.198.000. 1 2 Kandang Koloni Sapi : KT.725. Manunggal. Karangwuni.00 98.000. Penerima Bantuan Gudang Benih : Kelompok Tani Maju II.000.00 52.000.00 89. P4A Tirto Martani.00 13.00 98. Demen. Maju II.000. Karangsewu. Pleret.350.000.000.00 170.000. Kulwaru.000. Sogan.00 3. Pengasih c. Tayuban.00 1. Panjatan KT.000.000.00 22. screen house.00 99.000.000.000. Panjatan Nilai Bantuan 99. Mardi Makmur.000.000.065.700.891. Wates KT.200. 1 2 3 4 b.00 c) Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Gedung berupa gudang benih.00 540.000. Banguncipto. .000.500.400.000.000.00 97.00 99.00 b) Belanja Modal Kontruksi Jalan merupakan pekerjaan pengadaan Jalan Usaha Tani No 1 2 3 4 Penerima Bantuan KT.000. Temon KT.00 14. Banaran Galur Kelompok Tani Makaryo.150. . Sentolo Kelompok Tani Sari Bumi.450.000.000. Tayuban.00 Nilai Bantuan (Rp) d) Belanja Modal Pengadaan Jaringan Irigasi Tersier No 1 2 3 4 Penerima Bantuan KT. kandang koloni sapi dan kandang koloni domba : No a.500.00 13. Pleret.000. Ben Makmur.600. Rojo Koyo Perkasa. Temon Jumlah Nilai Bantuan 99. Palihan.00 900.350.000.No 1 2 3 4 6 Uraian Gerobak Sorong Pompa air Hand traktor Hand sprayer Timbangan Jumlah Penerima Bantuan 13 Kelompok Tani 1 Kelompok Tani 9 Kelompok Tani 12 Kelompok Tani 2 Kelompok Tani Jumlah 29 unit 1 unit 9 unit 15 unit 2 unit Harga Satuan 350.200.000.000.00 99.507. Pasir Sari.00 86.000.693. Temon Kelompok Tani Sewu Rejo. Banaran Galur KT.700.00 22.395.000.500.100. Ngudi Kismo.100.000. Galur Screen House Asosiasi Petani Tanaman Hias “Sekar Binangun” .000.000. Panjatan Jumlah 63.00 64.00 Nilai Bantuan (Rp) 10.00 52. Karangsari. Temon KT.000. Wates Kandang Koloni Domba KT. Jangkaran. Maju II.00 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 42 . Bangun Karyo. Panjatan KT.00 394. 1 2 d.00 130. Banaran Galur KT. Manunggal.353. Jangkaran.200. Eko Martani.

000.000 ekor 25 Kelompok Tani 12 Kelompok Tani 27 Kelompok Tani 49. Dari realisasi tersebut sebesar Rp40. sebesar Rp5.902.068.054.161 btg Penerima Bantuan 22 Kelompok Tani 12 Kelompok Tani 26 Kelompok Tani 21 Kelompok Tani 21 Kelompok Tani Nilai Bantuan (Rp) 150.00 451. Penerima bantuan semen tersebut telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Nomor 188/356 Tahun 2007.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp55.980.484.000. Dinas Pekerjaan Umum mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp60. P4A.596.00 dengan semen sebanyak 7.00 2. No 1 2 3 4 5 Uraian Bibit mangga Bibit manggis Bibit kakao Bibit jati Bibit mahoni Jumlah Jumlah 20.000.300.000.728.85%) adalah merupakan realisasi belanja bantuan.354.068.00 4.079.00.538.640.000 ekor 25. Pengembangan Bibit Unggul Pertanian dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Belanja modal pengadaan tanaman. Garongan.5 KT.00 (13.00 496.245.00 merupakan realisasi belanja modal.000.000.00 116.000. Dinas Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2007.000 btg 40.000.385.679.000 ekor 50.642.000 btg 6. Atas realisasi belanja modal.00 46.950.000 ekor 160.250.00 133.175 btg 30.000.253 zak.000 ekor 10.00 98.00 39.480 btg 70.00 Jumlah Penerima Bantuan Nilai Bantuan (Rp) 83. Pada kenyataannya kegiatan ini merupakan pengadaan semen yang digunakan untuk pemberian bantuan kepada kelompok pembudidaya perikanan dalam pembuatan kolam ikan dengan realisasi sebesar Rp268.398.00 3.532. Panjatan Jumlah 99.000. b.544.000. Pendampingan pada Kelompok Tani Pembudidaya Ikan dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Kegiatan ini dianggarkan pada Belanja Modal Pengadan Konstruksi/ Bangunan Lainnya. Pengembangan Agribisnis Peternakan dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Belanja Modal Pengadaan ternak No 1 Uraian Pengadaam benih : Gurameh Lele Nila Bawal 2 Gurameh (APBD Perubahan) Jumlah 60. Tirta Morgana.000.000. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 43 .500.

Desa Hargotirto 2 3 Kecamatan Pengasih Desa Sidomulyo Kecamatan Samigaluh Desa Banjarsari PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 3 17 12 20 12 5 Unit 44 . Desa Hargomulyo c. Desa Hargorejo d.D/XI/2007 tanggal 7 Nopember 2007.D/XI/2007 tanggal 5 Nopember 2007.655.000.712. Kokap.774. Kecamatan Samigaluh dan Kecamatan Girimulyo dengan rincian sebagai berikut : No 1 Desa Kecamatan Kokap a. Kalibawang dan Sentolo.676.00 Kegiatan ini merupakan pemberian bantuan berupa pipa.705. Girimulyo. Desa Hargowilis b. Kecamatan Pengasih.000.00 Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Nomor 61/Kep. sedangkan penerima bantuan aspal ditetapkan SK Bupati Nomor 443 tanggal 5 Desember 2007. pompa air dan hidran umum kepada penduduk desa yang kekurangan air bersih. 3) Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih (Penampungan Air Hujan) Rp769.00.000. Kegiatan tersebut berupa pengadaan semen sebanyak 82. Pengasih. 2) Penataan Lingkungan Pemukiman Penduduk Pedesaan (Pipa Air Bersih) Rp358.00.508 zak senilai Rp2. Sarana Penampungan Air Hujan merupakan bantuan yang diberikan penduduk yang kekurangan air bersih yang terdapat di 4 kecamatan sebanyak 71 unit yaitu Kecamatan Kokap. Penerima bantuan semen ditetapkan dengan SK Bupati Nomor 265 tanggal 30 Juli 2007. Kegiatan-kegiatan pemberian bantuan yang direalisasikan melalui Belanja Modal tersebut adalah : 1) Pengadaan semen dan aspal untuk bantuan ke desa-desa.00 dan aspal sebanyak 1.124 drum senilai Rp937. Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Nomor 70/Kep.Pemberian bantuan tersebut dilakukan berdasarkan proposal permohonan bantuan dari masyarakat dan hasil survey dan kajian teknis Tim Monitoring Evaluasi dan Pengendalian Kegiatan Pembangunan. Kegiatan pengadaan semen untuk bantuan ke desa-desa dianggarkan pada Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jalan dengan nilai Rp3.000.950.000. penerima bantuan tersebut terdapat di 7 kecamatan yaitu Kecamatan Samigaluh. Temon.250.

Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun Anggaran 2007.000.803. Dinas Kependudukan.00 (21.00.903.145. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Nomor 1471.354. Dinas Kependudukan. Dari realisasi tersebut sebesar Rp18.000. Dinas Pendidikan Tahun Anggaran 2007.183.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp9. Catatan Sipil.333.322. Penerima bantuan ditetapkan berdasarkan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 444 tanggal 5 Desember 2007 tentang Lokasi dan Alokasi Distribusi Bantuan Semen Pemberdayaan Masyarakat.000.00 Kegiatan ini berupa pengadaan semen untuk bantuan pembuatan corblok di lingkungan pedesaan sebanyak 21. Kegiatan tersebut merupakan bantuan yang diberikan kepada Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Kependudukan.453.622. Atas realisasi belanja modal.276 zak dengan nilai sebesar Rp755.299.043.131.05%) adalah merupakan realisasi belanja bantuan. d.83%) adalah merupakan realisasi belanja bantuan. Catatan Sipil.00 (4.546. sebesar Rp4. Dinas Pendidikan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp220. Belanja bantuan tersebut adalah Kegiatan Pendampingan Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin (KUBE FM).690.00 Dari realisasi tersebut sebesar Rp737.903. c.750. Atas realisasi belanja modal.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp209.900.850.a Tahun 2007 tentang Penetapan KUBE FM Penerima Bantuan Kambing kepada 12 kelompok KUBE FM yang tersebar di wilayah Kabupaten Kulon Progo sebanyak 24 ekor kambing yang terdiri 12 kambing jantan dan 12 kambing betina senilai Rp29.650.00 merupakan realisasi belanja modal.00.925. Realisasi bantuan merupakan pengadaan aset untuk sekolah-sekolah swasta di PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 45 .131.590. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp9.No 4 Desa Kecamatan Girimulyo Desa Purwosari Jumlah Unit 2 71 4) Kegiatan Penataan Lingkungan Pemukiman Penduduk Pedesaan Rp755. sebesar Rp29.900.00 merupakan realisasi belanja modal.000.00. Catatan Sipil.302.

5) Kegiatan Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa (Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun) Realisasi Belanja Modal untuk Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa merupakan pengadaan Alat Laboratorium Fisika. 3) Kegiatan Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa (Program PAUD) Realisasi Belanja Modal untuk Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa sebesar Rp49.000.000.000.235.00 yang diberikan kepada 20 Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan nilai Rp1.00.000.000.000.855.00 Rp20.000.000.00 Rp40.195.585. Alat Laboratorim Bahasa dan Alat Ketrampilan Komputer sebesar Rp266.746. Adapun kegiatan-kegiatan tersebut adalah : 1) Kegiatan Pembangunan Gedung Sekolah (Program PAUD) Realisasi Belanja Modal untuk Kegiatan Pembangunan Gedung Sekolah merupakan bantuan dana rehabilitasi kepada TK-TK swasta sebesar Rp145.650.00 Rp 5.000.00 Rp10.000.00 Rp20. Mashitoh Tejogan Kokap TK Ring I Galur TK ABA Bantar I Sentolo TK ABA Pamadi Putra IV Pengasih TK Al Hidayah Triharjo Wates TK Kencana Putra Pengasih Rp45.900.000.00 Rp 5.000. SMP Muhammadiyah 1 Sentolo dan SMP Muhammadiyah 2 Galur senilai Rp5.981.000. Peralatan tersebut senilai Rp84. 4) Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Masyarakat (Program PAUD) Realisasi Belanja Modal untuk Penyelenggaraan Pendidikan Masyarakat sebesar Rp20.00 per kelompok di wilayah Kabupaten Kulon Progo.000.000. adapun rinciannya sebagai berikut : a) Laboratorium Fisika SMP diberikan kepada 3 SMP swasta yaitu SMP Muhammadiyah Temon.000. b) Alat Ketrampilan Komputer diberikan kepada 2 SMP swasta yaitu : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 46 .00 yang diberikan ke TK-TK swasta di wilayah Kabupaten Kulon Progo.300.wilayah Kabupaten Kulon Progo.00 dengan rincian sebagai berikut : a) b) c) d) e) f) g) TK. sehingga keseluruhannya sebesar Rp17.000.000.00 2) Kegiatan Pengadaan Buku-buku dan Alat Tulis Siswa (Program PAUD) Realisasi Belanja Modal untuk Pengadaan Buku-buku dan Alat Tulis Siswa merupakan pengadaan buku rapor untuk TK sebesar Rp45.00 yang disalurkan ke seluruh TK-TK swasta di wilayah Kabupaten Kulon Progo.000.00/sekolah. Pembina Galur TK.000.000.00.943.00 diberikan ke SMP swasta.000.

000.400.086.00 dan printer 2 unit senilai Rp3.353.000.375.00 Rp10.00.353.263. 9) Kegiatan Pengadaan Media Pembelajaran dan Alat Ketrampilan Menjahit Siswa SMP Realisasi Belanja Modal untuk Kegiatan Pengadaan Media Pembelajaran dan Alat Ketrampilan Menjahit Siswa SMP berupa pengadaan 20 unit mesin jahit dan 9 unit laptop senilai Rp123.00 yaitu : a) b) c) d) e) f) g) SMP Muhammadiyah 1 Wates (10 unit mesin jahit) SMP Muhammadiyah 2 Galur (10 unit mesin jahit) SMP Maarif.375.425.000.00 10) Kegiatan Pengadaan Alat Praktek SMK Realisasi Belanja Modal untuk Kegiatan Pengadaan Alat Praktek SMK PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 47 .600.384.00.00 Rp10.000.875. 7) Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal Realisasi Belanja Modal untuk Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal merupakan pemberian bantuan alat-alat ibadah Rp26. 8) Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Gedung SMP Realisasi Belanja Modal untuk Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Gedung SMP merupakan pengadaan kontruksi bangunan sebanyak 4 paket rehab senilai Rp312.775.775.00 Rp10.150.00 6) Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Sekolah (DAK Bidang Pendidikan) Realisasi Belanja Modal untuk Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Sekolah berupa rehabilitasi sebanyak 52 sekolah gedung SD/MI dengan nilai rehab sebesar Rp296. Kalibawang (1 unit laptop) SMP Muhammadiyah 2 Wates (1 unit laptop) SMP Muhammadiyah 2 Galur (1 unit laptop) SMP Muhammadiyah Temon (1 unit laptop) SMP Muhammadiyah 2 Sentolo (1 unit laptop) Rp12. Dari realisasi tersebut.000.207.00 Rp10.939.778.000.000.650.00.939.000.775.448.00 kepada 66 majelis taklim. diantaranya 20 unit mesin jahit dan 5 unit laptop diberikan kepada sekolah swasta senilai Rp79.632.900.775.00.00.(1) SMP Muhammadiyah 2 Wates : komputer 7 unit senilai Rp27.000. Dari realisasi tersebut diantaranya terdapat rehabilitasi gedung SMP swasta sebanyak 1 paket yatu SMP Muhammadiyah 2 Kalibawang senilai Rp46.939.00 dan buku-buku keagamaan Rp39.00 dan printer 2 unit senilai Rp3.800.000.00.00 per sekolah atau keseluruhan sebesar Rp15.900.806.939.775.00 Rp12. (2) SMP Muhammadiyah 1 Kalibawang : komputer 8 unit senilai Rp31.917.939.00 Rp10. Dari realisasi tersebut diantaranya sebanyak 11 SD/MI merupakan rehabilitasi sekolah swasta dengan nilai sebesar Rp3.

000. dan hewan.00. seperti dalam bentuk tanah. Dari realisasi tersebut diantaranya diberikan kepada sekolah 25 SMK swasta senilai Rp159. 11) Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Realisasi Belanja Modal Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat 4 gedung SMA senilai Rp310. 12) Kegiatan Pengadaan Mebelair Sekolah Realisasi Belanja Modal Kegiatan Pengadaan Mebelair Sekolah merupakan pengadaan meja 126 buah dan kursi 252 untuk 7 SMP dan SMA senilai Rp81. SMP Kemasyarakatan. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 48 . b. c) subsidi. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah tanggal 15 Mei 2006 menyebutkan bahwa : 1) Pasal 37 : Kelompok belanja tidak langsung dibagi menurut jenis belanja yang terdiri dari: a) belanja pegawai. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pada Penjelasan pasal 27 ayat 7 huruf C menyebutkan bahwa belanja modal adalah pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian / pengadaan aset tetap dan aset lainnya yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (duabelas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan.00. Dari realisasi tersebut diantaranya merupakan rehabiltasi 2 SMA swasta yaitu SMA Maarif Wates dan SMA Muhammadiyah Wates senilai Rp125.660. e) bantuan sosial. d) hibah.. peralatan dan mesin.643.merupakan pengadaan komputer. b) bunga. dan h) belanja tidak terduga.000.500.00.00. g) bantuan keuangan. Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan : a. buku perpustakaan. jaringan.912. f) belanja bagi basil. SMP Muhammadiyah Temon dan SMP Muhammadiyah 1 Wates senilai Rp46. UPS/satbilizer serta mebelair sebanyak masing-masing 40 unit senilai Rp255.00.460. printer.682.00.694.000.000. gedung dan bangunan.000. Dari realisasi tersebut diantaranya merupakan pengadaan meja dan kursi untuk 4 sekolah swasta yaitu SMA Sanjaya.

Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur : a.211. penganggaran dan realisasi akan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.00. 3) Pasal 53 ayat (1) Belanja modal digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12 (duabelas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan. peralatan dan mesin. Dinas Kependudukan. Catatan Sipil. Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan sependapat dengan Tim dikarenakan kurang dipahaminya PP Nomor 58 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. SKPD dalam menganggarkan dan mengelompokkan belanja tidak berdasar pada Standar Akuntanasi Pemerintahan (SAP). Atas permasalahan ini masing-masing SKPD menjelaskan sebagai berikut : a. gedung dan bangunan. Tim Anggaran lebih teliti dalam melakukan verifikasi RKA-SKPD untuk penyusunan APBD yang diusulkan oleh masing-masing SKPD.905. Kepala Dinas Pendidikan sependapat dengan Tim dan untuk yang akan datang akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku. dan kelompok masyarakat/ perorangan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya. Untuk selanjutnya. Kemudian. Permasalahan tersebut disebabkan : a. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat serta Dinas Pendidikan supaya dalam menganggarkan belanja modal sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Panitia Anggaran kurang teliti saat melakukan verifikasi RKA-SKPD dalam rangka penyusunan APBD. b. jalan. seperti dalam bentuk tanah. barang dan/atau jasa kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya. setelah barang diserahkan kepada panitia penerima barang selanjutnya barang tersebut diserahkan kepada masyarakat sebagai bantuan.758. irigasi dan jaringan. c. Realisasi belanja bantuan pada belanja modal mengakibatkan nilai aset tetap pada Neraca per 31 Desember 2007 dicatat terlalu tinggi Rp12. Kepala BPKD : belanja modal yang direalisasi sebagai bantuan dilaksanakan oleh masing-masing SKPD. Dinas Pekerjaan Umum. dan aset tetap lainnya. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 49 . b.2) Pasal 42 ayat (1) Belanja hibah digunakan untuk menganggarkan pemberian hibah dalam bentuk uang. Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan. b.

000.000.00 4.848.637.031.005.389.800.00 dan uang muka kegiatan yang diakui sebagai realisasi belanja sebesar Rp977.885.690.00 69. 2007 dicatat sebagai realisasi belanja sebesar Rp977.00 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).57%.000.00 0.00 287.257.SPM.00 Dari tabel tersebut diketahui bahwa pengeluaran sebesar Rp69.00 201.542.031. relokasi Puskesmas Galur II dan Relokasi Puskesmas Temon I.000.800.00 merupakan jumlah realisasi pembayaran fisik bangunan sebesar Rp69.690. Pembangunan Gedung Operasi RSU Wates.00 0. relokasi Puskesmas Wates.000.159.800.3.710.038.02.800.5.159. Kegiatan ini berupa rehabilitasi tempat pendaftaran dan pelayanan pasien RSU Wates.690.179.00 0. Alokasi anggaran ini telah direalisasikan sebesar Rp7.457.185.00 4 1.710.00 251.016.00 1.00 dengan rincian sebagai berikut : No 1 Kegiatan Pembangunan Gedung Operasi RSU Wates Relokasi Puskesmas Galur II Relokasi Puskesmas Wates Relokasi Puskesmas Temon I Rehab Tempat Pendaftaran dan Pelayanan Pasien Jumlah Kontrak (Rp) 1.00 0.435.00 Uang muka (Rp) 237.A.000. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas kesehatan telah mengalokasikan dana kegiatan pendampingan dana penyesuaian infrastruktur jalan dan lainnya (bidang kesehatan) dengan anggaran sebesar Rp13.01) yang dianggarkan sebesar Rp5.9.2.800.000. Hasil Pemeriksaan atas SPP.437. Dari realisasi tersebut.000.00 1.31.01.690.179.480.190.620.26.000.00 Dalam rangka meningkatkan sarana dan prasana pelayanan kesehatan masyarakat.000.000.000.00 1.00 Sisa (Rp) 1.00 69.000.000. SP2D dan bukti pendukung kelengkapan SPJ menunjukkan bahwa realisasi anggaran belanja sarana prasarana gedung kantor sebesar Rp1.457.000.00 3 1.690.080.940.000.005.437.00 977.190.000.00 atau sebesar 18.00 2 1.721.000.00 5 69.185.800. diantaranya digunakan untuk pengadaan gedung kantor (kode rekening 1.00 Pembayaran (Rp) 0.00 atau sebesar 54%.00 adalah merupakan pembayaran 100% atas kegiatan Rehabilitasi tempat pendaftaran dan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 50 .885.00 4. Uang muka kegiatan infrastruktur T.031.000.080.646.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp1.25.721.000.257.

tanggal 12 Desember 2007 untuk melaksanakan pekerjaan relokasi Puskesmas Temon I.031. Kasongan no. oleh pemimpin kegiatan diteruskan pelaksanaannya Tahun Anggaran 2008 dengan cara pembayaran voor financering yaitu : 1.00. dengan nilai kontrak Rp1.pelayanan pasien RSU Wates.Uang Muka Kerja (20%) akan dilakukan setelah prestasi kerja mencapai 100%. Bali no.000. tanggal 12 Desember 2007 untuk melaksanakan pekerjaan relokasi Puskemas Galur II.000.185. uang muka tersebut diakui dan dicatat sebagai belanja. realisasi belanja pada Dinas Kesehatan lebih dicatat sebesar Rp977.031.00 adalah merupakan pembayaran uang muka kegiatan. 2 Cilacap.Uang Muka Kerja (20%) dilakukan setelah prestasi kerja mencapai 100%. setelah DPAL (ABT) disahkan. berdasarkan kontra nomor 120/SP3/K/INFRA-KES/KONST/KP/XII/2007. berdasarkan kontrak nomor 121/SP3/K/INFRAKES/KONST/KP/XII/2007.Uang Muka Kerja (20%) akan dilakukan setelah prestasi kerja mencapai 100% setelah DPAL (ABT) disahkan.190. 20 Karangpule. Rojoimo.257. nilai Kontrak Rp1.00. tanggal 12 Desember 2007 untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung operasi RSU Wates. Hasil pemeriksaan lebih lanjut atas kontrak perjanjian pemberian pekerjaan dan berita acara kemajuan fisik menunjukkan bahwa uang muka yang tidak dikembalikan sampai akhir Tahun 2007 merupakan pemberian uang muka sebesar 20% atas 4 unit pembangunan gedung senilai Rp4.437. Lingkar Selatan N0.800.12B Selomerto. Terhadap pekerjaan yang telah dikontrakkan tetapi tidak dapat diselesaikan. dibayarkan setelah DPAL (ABT) disahkan.800. pembayaran 100% . karena masih merupakan uang muka.000.000. 3.00 dan asset gedung dan bangunan tidak dapat diakui. Jl. Jl. PT. Nayaka Agung. nilai kontrak Rp1. PT. Lima Sarana Paramamadya. 4. tanggal 12 Desember 2007 untuk melaksanakan pekerjaan relokasi Puskesmas Wates.005.000.710.00.00. berdasarkan kontrak nomor 123/SP3/K/ INFRA-KES/KONST/KP/XII/2007. Jl.179. nilai kontrak Rp1. Atas kondisi ini.885. pembayaran 100% . pembayaran 100% Uang Muka Kerja (20%) dilakukan setelah prestasi kerja mencapai 100%. Sedangkan pembayaran uang muka atas pekerjaan sebesar Rp977. PT.00 yang belum dapat diselesaikan pada akhir Tahun Anggaran 2007. Hikmah Kurnia. Aneka Bangun Cemerlang Jaya. Bantul.159. Raya Selomereto Km 05 Campursari RT 05/RW 01 No. Dalam Laporan Keuangan SKPD yang dibuat oleh Sub Bagian Keuangan Dinas Kesehatan dan dalam Draft Laporan Realisasi Anggaran (LRA) yang disusun oleh Sub Bidang Pembukuan Badan Pengelola Daerah (BPKD). Dalam hal jangka waktu pelaksanaan pekerjaan dan cara pembayaran masingPERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 51 .800. wonosobo. dibayarkan setelah DPAL (ABT) disahkan. berdasarkan kontrak nomor 122/SP3/K/INFRA-KES/KONST/KP/XII/2007. Jl. 2. Tirtonirmolo.25 Miriombo. PT. Wonosobo. pembayaran 100% .

.Pasal 6 ayat (1) seluruh biaya pemborongan pekerjaan. setelah ditandatangani kontrak mulai 12 Desember 2007 – 10 April 2008. terhitung sejak dikeluarkannya SPMK. . dalam APBD 2008 tidak dianggarkan. dibebankan DPA Kegiatan Dana Infrastruktur Jalan dan Lainnya Bidang Kesehatan Kabupaten Kulon Progo TA 2007 dan DPAL Kegiatan Dana Infrastruktur Jalan dan Lainnya Bidang Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Anggaran 2008 setelah disahkan. Kesengajaan Pemimpin Kegiatan untuk melanjutkan pelaksanaan pekerjaan tahun berikutnya tanpa memperhatikan batas waktu anggaran. Disamping itu. Segera setelah pekerjaan selesai PIHAK KEDUA dapat mengajukan permintaan tertulis kepada PIHAK PERTAMA untuk melakanakan serah terima sementara pekerjaan tersebut. Pihak kedua bertanggungjawab untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dalam jangka waktu tersebut di atas sesuai dengan dokumen perjanjian pemberian pekerjaan/kontrak dengan jaminan voorfinancering. 02 Laporan Realisasi Anggaran . Kondisi tersebut tidaksesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 Tanggal 13 Juni 2005 Standar Akuntansi Pemerintahan Pernyataan No.031.031.masing kontrak disebutkan sebagai berikut : . berdasarkan hasil konsultasi dengan Tim Pengadaan Barang/Jasa dengan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 52 .00.800. Kondisi tersebut disebabkan : a. Atas permasalahan tersebut di atas Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa pengambilan langkah untuk melanjutkan kegiatan setelah melewati batas waktu dengan pertimbangan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat lancar dan tidak terganggu.Paragraf 31.800. b.Paragraf 32. belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari rekening kas umum negara/daerah.Pasal 8 ayat (1) Jangka waktu Pelaksanaan Pekerjaan 120 hari kalender. Kepala Sub Bagian Keuangan Dinas Kesehatan dan Sub Bidang Pembukuan yang mencatat uang muka diakui sebagai realisasi belanja sebesar Rp977. sehingga Kepala Dinas Kesehatan diajukan permohonan penerbitan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Lanjutan kepada Kepala BPKD Kabupaten Kulon Progo dengan surat tanggal 12 Desembeer 2007 nomor : 900/2911. .00. khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan. Untuk pelaksanaan kegiatan yang belum dapat diselesaikan tersebut. Hal tersebut mengakibatkan aset gedung dan bangunan dicatat lebih tinggi sebesar Rp977.

agar memerintahkan Kepala Sub Bagian Keuangan dan Sub Bidang Pembukuan untuk mencatat realisasi belanja setelah dilakukan pengesahan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan. sebagaimana diatur diatur dalam Standar Akuntansi Pemerintahan. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo menegur Kepala Dinas Kehatan. Jika pelaksanaan tidak selesai akan diusulkan melalui mekanisme DPAL. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 53 .BPKD disepakati bahwa pembangunan dilanjutkan dan dilakukan pelelangan.

000. b.pembayaran yang diterima Kepala Desa dilampiri Keputusan Kepala Desa. Berita Acara Serah Terima Pekerjaan dan Berita Acara Pembayaran. Pembayaran oleh bendahara pengeluaran pembantu Bagian Pemerintahan dengan bukti pengeluaran kas (Bend. Realisasi belanja kegiatan pihak ketiga sebesar Rp440.00 per bidang tanah dengan rincian penggunaan sebagai berikut: a.000.00 atau 100%.03. b. Biaya operasional petugas desa Rp12. .000.04) telah dianggarkan sebesar Rp440.000.000.00 dan direalisasikan sebesar Rp440.00.2.00.000.000.00 tidak tepat dan surat pertanggungjawaban tidak lengkap sebesar Rp375.00 .16.000.000.000.000.000. c.00. Untuk melaksanakan ketentuan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 430 Tahun PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 54 . Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah merencanakan Pengembangan Kebijakan dan Manajemen Pertanahan dalam kegiatan Fasilitasi Pertanahan pada SKPD Sekretariat Daerah pada Kuasa Pengguna Anggaran Bagian Pemerintahan (kode rikening 1. Biaya pemasangan TDT orde 4 pada Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo sebesasar Rp60.000. Biaya pembuatan data base tanah absentia pada Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo sebesaar Rp5.000.09. c.00.10. Berdasarkan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 430 Tahun 2007 tanggal 22 Nopember 2007 tentang Pemberian pendampingan kepada masyarakat peserta program pengembangan kebijakan dan manajemen pertanahan (Land Management and Policy Pepelopment Program/LMPDP) sebagai petunjuk pelaksanaan kegiatan bantuan program pensertifikatan tanah tenentukan bahwa bagi setiap warga masyarakat peserta pensertifikatan tanah diberikan bantuan sebesar Rp25.00.04. dan Berita Acara Pembayaran.00 sehingga tidak dapat diyakini kebenarannya Dalam rangka melaksanakan tertib administrasi pertanahan yang bertujuan untuk memperoleh bukti kepemilikan tanah. Bantuan kepada masyarakat dalam kegiatan fasilitasi pertanahan pada belanja barang dan jasa sebesar Rp440.000. surat perjanjian kerja sama.5.000. kwitansi.000. Pengadaan patok batas tanah sebesar Rp8.000.000.18.Pembayaran yang diterima Kantor Pertanahan dilampiri kwitansi.00 dibayarkan secara tunai oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu Bagian pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kulon Progo digunakan untuk : a. Biaya administrasi sebesar Rp5. 26a) dilampiri bukti pendukung SPJ sebagai berikut : .000. Ketentuan teknis penyalururan bantuan pendampingan kepada masyarakat dikoordinasikan oleh kepala Desa LMPDP masing-masing. Diberikan untuk bantuan masyarakat peserta LMPDP yang diterimakan kepada Kepala Desa peserta LMPDP sebesar Rp375.2.

Sentolo Sentolo. dan manfaat untuk masyarakat.725. transparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan asas keadilan. kepatutan. Senolo Kaliagung.750 2. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah : 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dikelola secara tertib. 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Desa/Kecamatan Sukoreno.750. masing-masing sesuai dengan wialayah tempat tinggal warga masyarakat yang bersangkutan.762 1.000 Realisasi penerimaan bantuan dimaksud diterima oleh Kepala Desa masingmasing dan selanjutnya tidak ada bukti penditribusian kepada penerima bantuan.000 25.661 1. ekonomis.00 dengan rician sebagai berikut : No.000 25. Hasil diskusi dengan pejabat PPTK kegiatan Fasilitasi Pertanahan diperoleh penjelasan bahwa pemberian bantuan kepada masyarakat peserta LMPDP dilaksanakan setelah warga masyarakat menyelesaikan proses pensertifikatan tanah yang bersangkutan dan dikoordinir Kepala Desa serta ditetapkan dalam Surat Keputusan Kepala Desa.000 43. Nanggulan Kedungsari.000 Bantuan Per orang (Rp) 25.900 2. Sentolo Jumlah Jumlah warga 1.189 2.000.350 1.000 51.525. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 55 . 2) Pasal 61 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih.000 25.000 warga dari 8 desa dengan jumlah bantuan sebesar @ Rp25.475.000 25. Pengasih Srikayangan.000 29.000 47.225.000. Sentolo Wijimulyo.049 15.000 58. Sentolo Banguncipto.339 1.000 25.2007 tanggal 22 Nopember 2007 tentang Pemberian pendampingan kepada masyarakat peserta program pengembangan kebijakan dan manajemen pertanahan Land Management and Policy Pepelopment Program/LMPDP.050.000 66.750.500.000 33.000 25. efisien. Sentolo Salamrejo. taat pada peraturan perundang-undangan. Kepala Desa LMPDP masing-masing menerbitkan Keputusan Kepala Desa yang menentukan penetapan jumlah peserta yang ikut dalam program LPDP di wilayah desanya guna mendapatkan bantuan pendampingan peserta LMPDP.000 375. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : a.000 25. Sesuai dengan Keputusan Kepala Desa tentang penetapan masyarakat dalam program LMPDP di Kabupaten Kulon Progo Tahun 2007 diketahui ada l5. efektif.000 Jumlah (Rp) 44.

Hal tersebut disebabkan Tim Anggaran yang tidak cermat dalam menyusun anggaran dan para Kepala Desa peserta LMPDP yang tidak segera melengkapi bukti penerimaan bantuan masyarakat peserta LMPDP.000. Atas permasalahan tersebut Sekretariat Daerah menjelaskan bahwa bukti yang kurang lengkap tersebut dikarenakan pada Kepala Desa peserta LMPDP belum menyerahkan bukti penerimaan bantuan yang ditandatangani masyarakat peserta LMPDP ke Bagian Pemerintahan. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 56 . Untuk selanjutnya.Permasalahan tersebut mengakibatkan realisasi belanja barang tidak dapat diyakini kebenarannya sebesar Rp440.000. bukti-bukti tersebut akan segera dilengkapi.00. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur Kepala Bagian Pemerintahan melalui Sekretaris Daerah untuk segera menagih bukti-bukti penerimaan bantuan dari masingmasing Kepala Desa peserta LMPDP.

11. Penilaian penghapusan aset daerah sebesar Rp2.822.303.400,00 tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan Dalam neraca daerah per 31 Desember 2007 tersaji Aktiva Tetap sebesar Rp829.205.648.307,18. Nilai tersebut merupakan Nilai bersih Aktiva yang berasal dari Saldo Aktiva Tetap per 31 Desember 2006 sebesar Rp653.756.084.615,00 ditambah Penambahan selama TA 2007 sebesar Rp177.133.151.092,00 dikurangi Penghapusan sebesar Rp1.683.587.400,00. Berdasarkan Dokumen yang ada diketahui hal-hal sebagai berikut: 1. Surat Keputusan Penghapusan atas Barang Inventaris sebesar Rp386.837.000,00 berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor: 028/0712.a.Th 2007. a. Rincian Inventaris yang dihapuskan sebagai berikut:
No 1 2 3 4 5 6 Keterangan Instalasi Pembangkit Listrik Alat Rumah tangga Alat Studio dan Komunikasi Alat Kedokteran Alat Laboratorium Kendaraan Bermotor Jumlah 1.110.000,00 292.821.500,00 9.779.000,00 30.331.500,00 4.200.000,00 48.595.000,00 386.837.000,00

Sesuai ketentuan pengelolaan barang daerah, penghapusan Barang Milik Daerah seharusnya dilaksanakan dengan keputusan Kepala Daerah. b. Terdapat sejumlah Barang Milik Daerah yang tidak diketahui Nilai perolehannya diantaranya penghapusan Aset yang berada di Bagian Kesra, BKD, Kecamatan Pengasih, Puskesmas Pengasih I, SKB, SMP 1 Nanggulan, Puskesmas Lendah II, Diperlaut, Kantor Perpustakaan Umum, Bawasda, Puskesmas Sentolo I, Puskesmas Lendah II, dan Bagian Pembangunan. 2. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor Nomor 66 Tahun 2007, Nomor 437 Tahun 2007, dan Nomor 467 Tahun 2007 diketahui bahwa penghapusan Aktiva Tetap-Gedung dan Bangunan berdasarkan Nilai bersih (setelah memperhitungkan penyusutan) dengan total nilai sebesar Rp1.245.409.820,00. Nilai bersih adalah Harga taksiran dari Dinas Pekerjaan Umum dikurangi Penyusutan (berdasarkan Taksiran 2% pertahun). Perincian Gedung dan Bangunan yang dihapuskan adalah sebagai berikut:

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

57

No

Keterangan SK Bupati No 437 Tahun 2007

Nilai Taksiran

Penyusutan

Nilai Setelah Penyusutan 178.126.640,00 47.781.120,00 52.364.440,00 13.395.000,00 33.501.600,00 139.371.920,00 43.482.600,00 12.902.400,00 13.844.160,00 7.478.400,00 16.854.000,00 57.284.000,00 26.600.400,00 11.172.000,00 110.880.000,00 66.846.780,00 64.842.960,00 58.912.000,00 58.968.960,00 4.171.860,00 1.536.000,00 40.985.440,00 28.362.000,00 21.598.500,00 143.272.800,00

1 Puskesmas Galur II 2 Puskesmas Temon I SK Bupati No 467 Tahun 2007 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Kantor Kec Samigaluh Kantor Kec Kokap Kantor Kec Sentolo SDN Karangsari Pengasih SDN Dukuh Wates SDN Wates IV SDN Garongan Panjatan SMPN I Pengasih SMPN 2 Wates SMPN I Wates SDN Menguri Kokap SDN Kepundung Kokap SDN Hargorejo Kokap SDN Kalikutuk Sentolo SDN Patuk Galur SDN Brosot Galur RSUD Wates Kantor Pedal SDN Bendo SMPN I Galur Camping Ground Glagah SK Bupati No 66 Tahun 2007 24 SMPN I Kalibawang 25 Puskesmas Sentolo II

265.516.000,00 137.952.000,00 88.752.000,00 35.250.000,00 35.640.000,00 196.864.000,00 103.530.000,00 64.512.000,00 30.096.000,00 23.370.000,00 40.128.000,00 73.440.000,00 65.360.000,00 29.400.000,00 176.000.000,00 159.159.000,00 156.588.000,00 117.824.000,00 94.560.000,00 11.588.500,00 2.400.000,00 151.488.000,00 48.900.000,00 32.725.000,00 176.880.000,00

87.389.360,00 90.170.880,00 36.387.560,00 21.855.000,00 2.138.400,00 57.492.080,00 60.047.400,00 51.609.600,00 16.251.840,00 15.891.600,00 23.274.000,00 16.156.000,00 38.759.600,00 18.228.000, 00 65.120.000,00 92.312.220,00 91.745.040,00 58.912.000,00 35.591.040,00 7.416.640,00 864.000,00 110.502.560,00 20.538.000,00 11.126.500,00 33.607.200,00

2.317.922.500,00 1.063.386.520,00 1.254.535.980,00

Nilai perolehan Gedung dan Bangunan yang dihapuskan tidak diketahui. Penghapusan seharusnya berdasarkan Nilai yang tercatat dalam Neraca yaitu sebesar Nilai perolehan Aktiva, karena Pemerintah Daerah belum mengakui adanya Penyusutan terhadap Aktiva yang dimiliki. Selain penghapusan yang dilakukan dalam tahun 2007, penghapusan juga dilakukan sejak Neraca Awal, yaitu sejak tahun 2002 dengan rincian penghapusan sebagai berikut :
PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

58

No.

Tahun 2002 2003 2004 2005

Akun Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Aktiva Tetap Lainnya Gedung dan Bangunan Jalan, Irigasi Jaringan Peralatan dan Mesin dan

Nilai Penghapusan (Rp)
4.477.500,00 111.003.500,00 3.587.000,00 447.433.000,00

8.200,000,00 15.500.000,00 510.265.000,00 38.250.000,00 1.138.716.000,00

Gedung dan bangunan 2006
Peralatan dan Mesin

Jumlah

Dengan demikian, sejak penyusunan neraca awal tahun 2002 sampai dengan tahun 2007, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah melakukan penghapusan asset sebesar Rp2.822.303.400,00 (Rp1.683.587.400,00 + Rp1.138.716.000,00), dengan sistem penghapusan yang sama, yaitu penghapusan berdasar pada harga taksiran, bukan harga wajar jika harga perolehan tidak diketahui ataupun nilai buku (jika sudah melakukan penyusutan). Permasalahan diatas tidak sesuai dengan : a. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005, tanggal 13 Juni 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah paragraph (78) Aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif Pemerintah tidak memenuhi definisi asset tetap dan harus dipindahkan ke pos asset lainnya sesuai dengan nilai tercatatnya ; b. Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah Pasal 54 Ayat (4) Penghapusan daftar Barang Milik Daerah yang dilakukan dalam hal barang milik daerah dimaksud sudah beralih kepemilikannya, terjadi pemusnahan atau karena sebab-sebab lain, dilaksanakan dengan keputusan Kepala Daerah. Kondisi di atas mengakibatkan : a. Pengendalian terhadap Penghapusan Aset Daerah dari Daftar Aset Milik Daerah tidak memadai; b. Penghapusan yang berdasarkan pada Nilai Taksiran mengakibatkan Nilai Gedung dan Bangunan disajikan lebih tinggi.

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

59

b. nilai aset-aset daerah tersebut akan diidentifikasi kembali. Untuk selanjutnya. Kekurangfahaman Bagian Perlengkapan terhadap Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah khususnya tentang Penghapusan Barang.Permasalahan tersebut disebabkan oleh : a. Atas permasalahan tersebut Sekretaris Daerah menjelaskan bahwa dokumen pendukung tentang nilai barang yang diusulkan penghapusan oleh SKPD tidak lengkap. sehingga ada beberapa barang inventaris yang tidak diketahui nilainya/harga perolehannya. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 60 . Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur Kepala Bagian Perlengkapan melalui Sekretaris Daerah untuk lebih tertib dalam pengelolaan barang daerah dan melakukan penghapusan aset sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku sebagaimana dituangkan dalam kriteria diatas. Kekurangpahaman penyusunan Laporan Keuangan Daerah terhadap prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.

414.12. 4) Menindaklanjuti ijin pemusnahan obat rusak/kadaluwarsa dari Bupati kemudian dibentuk Tim Penghapusan obat rusak/kadaluwarsa berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan nomor : 188/06 tanggal 17 September 2007 tentang Pembentukan tim Penghapusan Obat Rusak/Kadaluwarso dan SK Kepala Dinas Kesehatan Nomor : 188/609 tanggal 17 September 2007 tentang Pembentukan Tim Tenaga Penataan Obat Rusak Gudang dan Tenaga Penghapusan obat rusak/kadaluwarsa Tahun Anggaran 2007. 5) Mengajukan permohonan bantuan pemeriksaan atas obat rusak/kadaluwarsa kepada Balai Besar Pengawas Obat Makanan DIY (BBPOM DIY) dengan surat nomor PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 61 . 3) Bupati memberi ijin penghapusan obat rusak/kadaluwarsa dengan surat Bupati nomor 442/1514 tanggal 2 Juli 2007 perihal Ijin penghapusan obat rusak/kadaluwarsa).00. Adapun prosedur kegiatan penghapusan obat yang dilakukan di RSU Wates dan Dinas Kesehatan adalah sebagai berikut : a.047.00 tidak sesuai ketentuan Guna optimalisasi pengelolaan barang milik daerah dan menghindari bahaya pemakaian obat yang telah rusak/kadaluwarsa.00 terdiri dari obat dan alat habis pakai yang berasal dari RSU Wates senilai Rp40. Prosedur Penghapusan Obat rusak/kadaluwarsa Pada Dinas Kesehatan : 1) Pengumpulan data obat-obatan yang akan dihapuskan di lingkungan Dinas Kesehatan.405.695.147. 2) Hasil pengumpulan data atas jenis obat yang akan dihapuskan dibuatkan daftar dan disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan selanjutnya disampaikan kepada Bupati Kulon Progo untuk dimintakan ijin penghapusan/pemusnahan dengan surat nomor 442/1275 tanggal 14 Juni 2007 perihal Permohonan ijin penghapusan obat rusak/kadaluwarsa.00 dan dari Dinas Kesehatan senilai Rp642.552. baik yang ada di gudang farmasi maupun pengembalian dari Puskesmas yang dilakukan oleh Seksi farmasi. Penghapusan obat kadaluwarsa/rusak pada Dinas Kesehatan dan RSUD Wates sebesar Rp649. Hasil pemeriksaan atas prosedur penghapusan obat kadaluwarsa/rusak dan alatalat habis pakai pada RSU Wates dan Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa penghapusan yang dilakukan belum sepenuhnya sesuai ketentuan yang berlaku yaitu Panitia/Tim Penghapusan RSU Wates dibentuk berdasarkan penunjukan dari Kepala Instalasi Farmasi RSUD. dan Panitia/Tim Penghapusan Dinas Kesehatan dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor 188/068 tanggal 17 September 2007 tentang Pembentukan Tim Penghapusan Obat. Rumah Sakit Umum Wates (RSU Wates) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo pada Tahun 2007 telah melaksanakan penghapusan obat yang telah melewati batas waktu penggunaan dan alat habis pakai senilai Rp683.528.633.

7) Melakukan pemeriksaan fisik obat rusak/kadaluwarsa oleh Tim Penghapusan bersama dengan BBPOM DIY dengan dibuatkan berita acara hasil pemeriksaan obat rusak/kadaluwarsa tanggal 1 Oktober 2007. 5) Pmeriksaan obat Rusak/Kadaluwarsa oleh Tim Penghapusan bekerja sama dengan BPOM DIY. 3) Berdasarkan ijin pemusnahan obat Rusak/Kadaluwarsa dari Bupati ( surat Bupati nomor 028/2246 tanggal 22 September 2007 perihal Ijin penghapusan obat rusak/kadaluwarsa) kemudian ditunjuk Tim Penghapusan obat rusak/kadaluwarsa penunjukan dari Kepala Instalasi Farmasi sebagai ketua Tim penghapusan dengan anggota 7 orang dari unsur farmasi 4 orang. 6) Rapat Tim Penghapusan Obat Rusak/Kadaluwarsa tanggal 28 September untuk mempersiapkan administrasi. 4) Mengajukan bantuan pemeriksaan atas obat rusak/kadaluwarsa dari BPOM DIY. b. meneliti barang/obat rusak. 10) Pengiriman/penyerahan obat ED yang akan dihapuskan kepada Puskesmas Sentolo I sebagai tempat Insenerator dengan berita acara serah terima barang. pembagian tugas dan menyusun jadwal kegiatan Tim pelaksanaan penghapusan. seorang operator incenerator dan seorang satpam. 11) Pelaksanakan Penghapusan dengan cara pemusnahan dengan Berita Acara Penghapusan nomor : 04/TIM. 8) Pengepakan dan penimbangan obat rusak/kadaluwarsa yang akan dihapuskan. pengepakan dan pembuatan daftar obat Rusak/Kadaluwarsa yang akan dihapuskan dengan berita acara pemeriksaan obat tanggal 2 April 2007. Prosedur Penghapusan Obat Rusak/Kadaluwarsa pada RSU Wates : 1) Pengumpulan data obat-obatan Rusak/Kadaluwarsa yang akan dihapuskan yang ada di lingkungan RSU Wates yang dilakukan oleh Instalasi farmasi (daftar terlampir). PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 62 . b. Nomor : 442/2085.1/RS/XII/07 tanggal 15 Desember 2007. Nomor : 442/2032/RS/XII/07 tanggal 8 Desember 2007. 9) Pengajuan pemusnahan ke Insenerator di Puskesmas Sentolo I.442/2172 tanggal 17 September 2007 perihal permohonan bantuan pemeriksaan obat rusak/kadaluwarsa. 6) Pemusnahan dengan alat Insenerator di RSU Wates. seorang penanggung jawab gudang. 7) Pelaksanakan Penghapusan dengan cara pemusnahan obat rusak/kadaluwarsa dengan Berita Acara Penghapusan : a.PO/XI/2007. 2) Hasil pengumpulan data atas jenis obat rusak/kadaluwarso dibuatkan daftar dan disampaikan kepada Direktur RSU Wates untuk disampaikan kepada Bupati Kulon Progo untuk dimintakan ijin penghapusan/pemusnahan dengan surat nomor 442/1587/RS/VIII/07 tanggal 31 Agustus 2007 perihal Permohonan ijin penghapusan obat dan alat kesehatan. 12) Loporan pelaksanaan penghapusan (dalam bentuk buku laporan penghapusan).

Penghapusan tersebut di atas dilakukan dengan menerbitkan keputusan Kepala Daerah tentang Penghapusan Barang Milik Daerah. Sebagaimana diuraikan dalam Lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 22 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Daerah dan Pedoman teknis pelaksanaan pengelolaan barang milik daerah. Penghapusan obat kadaluarsa tanpa Surat Keputusan Kepala Daerah ini tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 22 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Daerah : 1. penghapusan ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengelola atas nama Kepala Daerah. penggunaan. e. d.1/RS/XII/07 tanggal 28 Desember 2007. penghapusan barang daerah adalah tindakan penghapusan barang Pengguna/Kuasa Pengguna dan penghapusan dari daftar inventaris barang milik daerah. Apabila akan dilakukan lelang terbatas. Pasal 53 . Hasil penelitian tersebut dituangkan dalam bentuk Berita Acara dengan melampirkan data kerusakan. Kepala Instalasi Farmasi menjelaskan bahwa penghapusan obat rusak/kadaluwarso dilaksanakan tim penghapusan yang ditunjuk secara langsung tidak tertulis oleh Kepala Instalasi Farmasi dengan susunan tim Kepala Instalasi Farmasi sebagai ketua dan dibantu anggota 7 orang dari unsur farmasi 4 orang. administrasi. Nomor : 442/2113. Selanjutnya Pengelola mengajukan permohonan persetujuan kepada Kepala Daerah mengenai rencana penghapusan barang dimaksud dengan melampirkan Berita Acara hasil penelitian Panitia Penghapusan. Kepala Daerah membentuk Panitia Pelelangan terbatas untuk melaksanakan penjualan/pelelangan terhadap barang yang telah dihapuskan dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah. Khusus penghapusan untuk barang bergerak karena rusak berat dan tidak dapat dipergunakan lagi seperti alat Kantor dan Alat Rumah Tangga yang sejenis termasuk kendaraan khusus lapangan seperti Alat Angkutan berupa kendaraan Alat Berat. Setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah. Truk.1/RS/XII/07 tanggal 22 Desember 2007. seorang operator incenerator dan seorang satpam. pemeliharaan/ perbaikan maupun data lainnya yang dipandang perlu. Ambulance atau kendaraan lapangan lainnya ditetapkan penghapusannya oleh Pengelola setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah. Nomor : 442/2101. Mobil Jenazah. laporan hilang dari kepolisian.1/RS/XII/07 tanggal 29 Desember 2007. Dalam hal penghapusan obat dan alat kesehatan tertentu. surat keterangan sebab kematian dan lain-lain.c. Kepala Daerah membentuk Panitia Penghapusan Barang milik Daerah yang susunan personilnya terdiri dari unsur teknis terkait. Tugas Panitia Penghapusan meneliti barang yang rusak. seorang penanggung jawab gudang. Penghapusan barang daerah meliputi : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 63 . pembiayaan. Nomor :442/2111. dokumen kepemilikan. juga menetapkan cara penjualan dengan cara lelang umum melalui Kantor Lelang Negara atau lelang terbatas dan/atau disumbangkan/dihibahkan atau dimusnahkan.

. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur Pengguna Anggaran dan Kepala Instalasi Farmasi untuk melakukan penghapusan obat rusak/kadaluarsa sesuai dengan prosedur yang berlaku. dan ketentuan perundangan yang berlaku sebagaimana dituangkan dalam kriteria diatas. Untuk yang akan datang. dilakukan dalam hal barang milik daerah dimaksud sudah tidak berada dalam penguasaan pengguna dan/atau kuasa pengguna. terjadi pemusnahan atau karena sebab-sebab lain. b) Penghapusan barang milik derah sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 huruf b. dilaksanakan dengan keputusan kepala daerah. c) Penghapusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dilakukan dalam hal barang milik milik daerah dimaksud sadah beralih kepemilikannya. akan dilaksanakan sesuai dengan Permendagri 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Daerah. Hal tersebut disebabkan Pengguna Anggaran dan Kepala Farmasi kurang memahami prosedur penghapusan barang milik daerah Atas permasalahan tersebut Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa pemahaman penghapusan obat rusak/kadaluarsa dilakukan dengan pengahapusan dari daftar barang pengguna dan/ atau kuasa pengguna dengan Keputusan Pengelola setelah mendapat persetujuan Bupati. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 64 . dan b) Penghapusan dari Daftar Barang Milik Daerah.a) Penghapusan dari Daftar Barang Pengguna dan/atau Kuasa Pengguna. 2. Pasal 54 a) Penghapusan barang milik daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 huruf a. Kondisi tersebut diatas mengakibatkan akun persediaan obat tidak dapat diyakini kewajarannya. d) Penghapusan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dilaksanakan dengan keputusan pengelola atas nama kepala daerah.

Perbedaan ini dikarenakan adanya penghapusan.092..504.726.00 28.13.367.648.00 0.89 (Rp177.802.102.583.00 36.057.064.00 30.546.692.99 398.781.705.170. 5.614. Hasil rekapitulasi menunjukkan bahwa realisasi belanja modal T.29 2006 118.990.276.777. Nilai ini menjadi mutasi tambah pada Neraca per 31 Desember 2007.29 dengan rincian sebagai berikut : Akun Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.706.110.648.756.102.583.131.174.550.683.756.271. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan.570.220.889.909.832.00 (Rp177.419.809.76% dari total belanja.00 dengan rincian sebagai berikut : No 1. Penambahan aset tetap sebesar Rp79.064.951.00 Hasil rekapitulasi realisasi belanja modal tersebut diatas nilainya tidak sama dengan realisasi belanja modal yang tersaji pada Laporan Realisasi Anggaran.132.809. Realisasi belanja tahun 2007 adalah sebesar Rp575. 3.775.692.289.132.00 958.923. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 65 .090. sebesar Rp 1.29 455.284.064.156.307.399.00 653.025.351.761.726.890.015.854.89 Atas nilai mutasi tersebut.44 193.00 76.500.205.00 829. Terdapat selisih sebesar Rp83.00).337.179.283.00 + Rp653.99 334.71 sehingga mutasi nilai asset tetap adalah sebesar Rp175.18. 2007 adalah sebesar Rp93.102.092. Neraca.818.399.00 atau sebesar 30.00 0.901.00 .542.648. sehingga nilai asset tetap tahun 2007 Seharusnya adalah sebesar Rp830.708.00 10.854.44 116.00 0.120. Irigasi.096.00 175.990.614.818.630.71 dengan realisasi belanja modal sebesar Rp177.449.748.894.359.120.00 93. Saldo Aset tetap yang tersaji pada Neraca Per 31 Desember tahun 2007 adalah sebesar Rp829. Saldo asset tetap tahun 2006 adalah Rp653.184.854.246.00 20.210.132. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Jumlah Mutasi Akun Nilai (Rp) 5.468.951.666. 2.614.89.00 64.Rp93.726.307.550.145.808. 4.00 0.951.092.75 74.726.147.756.18 Mutasi tambah/kurang 5.892. dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi Dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Aset Tetap 2007 124.71 10.406.A.529.375. Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan. Sesuai dengan draft tersebut.89).00 pada neraca Per 31 Desember 2007 tidak sesuai dengan bukti pendukung Draft Peraturan Daerah (Perda) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran.449.554.927.75 102.205. kemudian dilakukan penghitungan dengan membuat rekapitulasi belanja modal berdasar pada penjabaran Laporan Realisasi Anggaran.

000.414. 5.406.096.975.321.000.840.Berdasar pada dokumen penambahan asset dari Bagian Perlengkapan diketahui bahwa nilai ini adalah merupakan nilai mutasi tambah asset tetap dari belanja modal yang bersumber dari dana non APBD. dana DAU dan DAK sudah dianggarkan dan direalisasikan dalam Lapoaran Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2007.906.075.841.603.326. dengan rincian sebagai berikut : No 1.00 dengan rincian sebagai berikut : No 1 2. 3.624.603.00 8. Dalam APBD Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.00 63.00 83.990.183. Kondisi diatas tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih.100.800.00 1.476. dan tidak tepat dicatat menambah asset pemerintah kabupaten kulon progo.00.00 .00 Dengan demikian.000.900.321. Total asset yang pengadaannya dari dana non APBD (DAU dan DAK) adalah sebesar Rp83.420.00 (Rp83.300.775. penambahan asset sebesar Rp79.356.100.321.00) telah dicatat dalam realisasi anggaran belanja.00 Telaah lebih lanjut atas dokumen tersebut menunjukkan bahwa nilai yang tercatat sebagai penambahan asset tidak dapat dicatat menambah nilai asset pada Neraca karena asset tersebut adalah asset yang pengadaannya bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).096.990.800. 3. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 66 .406.Rp3. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Jumlah Mutasi Akun Nilai (Rp) 698.00 63.000.890. 4.406.990.450. 2.100.00 3.00 23.096. Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan. Pencatatan oleh Bidang Pembukuan berdasar pada data dari Bagian Perlengkapan yang menyebarkan formulir isian kepada tiap SKPD untuk menyampaikan data asset yang bersumber dari dana non APBD. Akun Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Aset Tetap Lainnya Jumlah Nilai (Rp) 2.802.603.00 50. Dari nilai tersebut terdapat asset yang bersumber dari dana tugas pembantuan dan dekonsentrasi sebesar Rp3.

Kepala Bagian Perlengkapan lebih cermat dalam melakukan kompilasi data aset dari SKPD. Desember 2007 sebesar Hal ini disebabkan oleh : a. Atas permasalahan tersebut Sekretaris Daerah menjelaskan bahwa Bagian Perlengkapan telah mengumpulkan data aset tetap setiap akhir tahun anggaran dari setiap unit pemakai barang untuk dikompilasi sebagai pendukung neraca. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 67 . b.775. .00 tidak dapat diyakini kewajarannya. Untuk selanjutnya.802. Kepala BPKD untuk menegur Kepala Bidang Pembukuan supaya lebih teliti dalam menyusun Laporan Keuangan dengan berkoordinasi dengan Bagian Perlengkapan. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar memerintahkan : a.Penambahan asset pada Neraca per 31 Rp79. Namun data-data tersebut tidak lengkap misalnya sumber dana pengadaan aset tidak dijelaskan dari APBD atau APBN. Bagian Perlengkapan kurang cermat dalam membuat Daftar Rekapitulasi Aset atas Aset yang bersumber dari dana non APBD. Bagian Perlengkapan akan berkoordinasi dengan unit kerja lain yang terkait untuk melakukan croscek data aset. b. Bidang Pembukuan kurang teliti dalam menyusun Laporan Keuangan berdasar data yang diberikan oleh Bagian Perlengkapan.890.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful