BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO TAHUN ANGGARAN 2007

AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

Nomor Tanggal

: 43A/LHP/XVIII.YOG/6/2008 : 25 Juni 2008

DAFTAR ISI
HALAMAN
DAFTAR ISI…………………………………………………………………........................ OPINI BADAN PEMERIKSA KEUANGAN…………………………….......................... LAPORAN KEUANGAN POKOK .............................................................................. 1. 2. 3. 4. NERACA KOMPARATIF.................................................................................... LAPORAN REALISASI APBD............................................................................ LAPORAN ARUS KAS. ..................................................................................... CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN. .......................................................

i ii 1 1 3 5 8 64

GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN………………………………….........................

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

i

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA OPINI BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
Kepada para pengguna laporan keuangan, Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Kulon Progo per 31 Desember 2007, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan. BPK RI melaksanakan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Standar tersebut mengharuskan BPK RI merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan agar BPK RI memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu pemeriksaan meliputi penilaian, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Pemeriksaan juga meliputi penilaian atas Standar Akuntansi Pemerintahan yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. BPK RI yakin bahwa pemeriksaan BPK RI memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam Tahun Anggaran 2007 : 1. Mengelola keuangan dalam pelaksanaan APBD pada Sekretariat DPRD sebesar Rp7.361.285.032,00 tidak tertib, sehingga Realisasi belanja sebesar Rp7.361.285.032,00 tidak diyakini kewajarannya, sebagaimana dituangkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Bab V, Nomor 5.1.2; 2. Mengelola bantuan dana pemberdayaan masyarakat atas program Community Development (CD) dari pemerintah Propinsi DIY sebesar Rp4.000.000.000,00 tidak melalui mekanisme APBD, sehingga tidak ada pengendalian atas pelaksanaan kegiatan pengelolaan bantuan dana pemberdayaan masyarakat,

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

ii

S.. Siregar.00. 3. 25 Juni 2008 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan BPK RI di Yogyakarta Penanggung Jawab Pemeriksaan. sehingga penambahan asset ini tidak dapat diyakini kewajarannya sebagaimana dituangkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Bab V.758. CFE Akuntan. Nomor 5. 4. angka 5.M. Mengalokasikan anggaran belanja modal pada 4 (empat) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) direalisasikan sebagai bantuan minimal sebesar Rp12.1.sehingga sampai dengan akhir tahun anggaran kegiatan ini tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya.H. Laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan sistem pengendalian intern kami sajikan dalam bagian tersendiri yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan ini. dalam semua hal yang material. Nomor 5. Register Negara No.211. laporan keuangan yang disebut di atas menyajikan secara wajar.802.00. Menurut pendapat BPK RI. sehingga. Yogyakarta. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.1.758.1.4.905. sebagaimana dituangkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Bab V. D-17.211. angka 5.4. Laporan Realisasi Anggaran. Nelson H. Mencatat penambahan aset tetap sebesar Rp79.1 dan 5.E.775. posisi keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo per 31 Desember 2007. Nomor 5.Acc. nilai aset tetap pada Neraca per 31 Desember 2007 dicatat terlalu tinggi sebesar Rp12.2. kecuali untuk dampak atas hal-hal yang diungkapkan pada paragraf sebelumnya.00 pada neraca Per 31 Desember 2007 tidak sesuai dengan bukti pendukung.905.890. sebagaimana dituangkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Bab V.1.235 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA iii .

89 118.684.984.651.45 30.075.00 14.45 124.399.239.99 334.869.857.147.44 116.45 30.998.748.177.75 74.064.477.147.274.71 10.777.361.483.00 382.016.575.919.LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NERACA Per 31 Desember 2007 dan 2006 ASSET ASET LANCAR Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-lain Persediaan Jumlah Aset Lancar INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Non Permanen Investasi Permanen Penyertaan Modal Pemerintah Jumlah Investasi Jangka Panjang ASET TETAP Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.233.883.065.00 64.280.375.00 749.619.016.961.904.75 96.584.00 860.428.233.120. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Bangunan dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Aset Tetap DANA CADANGAN Dana Cadangan Pemberdayaan Masyarakat Desa Jumlah Dana Cadangan ASET LAINNYA Tagihan Penjualan Angsuran Tuntutan Ganti Rugi Kemitraan dengan pihak ketiga Aset Tak Berwujud Aset Lain-lain Jumlah Aset Lainnya TOTAL AKTIVA 2007 (Rp) 49.316.498.00 3.090.00 36.00 8.598.655.053.614.731.818.91 9.184.078.67 51.983.147.341.99 6.818.966.181.028.210.168.915.894.930.696.00 - 653.131.657.756.441.570.801.99 370.00 10.909.351.819.277.99 735.332.000.739.00 958.818.146.016.993.359.45 46.00 5.449.44 146.281.972.000.030.381.614.264.584.71 11.174.89 - - 958.666.589.278.399.420.894.927.099.00 4.901.25 1 .918.25 3.901.65 2006 (Rp) 23.057.65 6.014.

738.304.25 5.254.731.982.654.876.972.068.233.45 653.22 731.85 735.476.00 (1.016.161.174.818.89 958.01 1.40 1.154.905.105.098.837.014.929.892.40) 683.161.00) 50.756.399.353.00 4.40 731.25 Wates.614.119.725.420.582.82 971.440.098.77 860.00 94.883.67 (1.579.739.064.94 858.99 14.034.983.534.919.905.179.610.52 30.869.89 (731.282.428.656.39 1.584.00 91.154.154. TOYO SANTOSO DIPO 2 .381.765.278.225.264.837.958.Pemerintah Pusat Utang Jangka Pendek Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Utang Dalam Negeri .098.82) 795.905.45 749.217.727.82 2.280.825.223. 25 Juni 2008 BUPATI KULON PROGO H.00 971.40 202.254.784.642.816.441.40 EKUITAS DANA EKUITAS DANA LANCAR Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jumlah Ekuitas Dana Lancar EKUITAS DANA INVESTASI Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan dalam Aset Lainnya Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jumlah Ekuitas Dana Investasi EKUITAS DANA CADANGAN Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Jumlah Ekuitas Dana Cadangan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA 55.KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) Bagian Lancar Utang Dalam Negeri .819.876.278.312.00 1.283.139.407.99 734.438.65 4.274.316.387.391.304.034.278.181.284.258.915.901.438.760.438.00 (971.00 740.782.25 31.Pemerintah Pusat Utang jangka panjang lainnya Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Jumlah Kewajiban 20.119.727.483.91 46.40) 62.147.

153.00 82.76 1.00 3.500.932.620.164.155.345.813.00 42.717.42) 1.683.155.00) 1.37 Jumlah Lain-Lain Pendapatan yang Sah JUMLAH PENDAPATAN BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial Bantuan Keuangan Jumlah Belanja Operasional 275.972.00 11.110.760.954.37 3.421.00 42.475.145.000.00 107.148.37 2.928.538.721.186.110.044.00) 7.000.000.798.00 95.300.780.869.746.741.00 423.533.147.129.00 3.00 482.66 309.928.397.813.833.00 374.00 7.883.690.217.900.00 1.402.782.824.000.168.937.714.473.58 9.538.130.020.205.046.368.912.709.896.285.714.95 1.313.66 (168.000.76 22.29 3 .551.623.350.00 398.000.800.882.481.605.121.00 3.397.705.00 1.229.229.000.355.582.585.800.156.95 1.164.66 423.00 506.397.000.00 20.230.000.500.437.000.111.479.200.34 218.610.00 Bantuan Dana Kontijensi/Penyeimbang – Pusat TRANSFER PEMERINTAH PROPINSI dari Propinsi Jumlah Pendapatan Transfer Total Pendapatan Transfer LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Dana Darurat Lain-lain Pendapatan yang Sah Pen.192.00 35.95 16.254.00 170.453.00 108.34 170.312.258.190.00 4.835.500.800.00 7.952.025.000.637.000.130.432.164.013.266.800.63 7.385.000.278.00 275.150.877.00 21.00 (1.000.00 12.597.663.000.147.000.000.000.000.896.119.000.37 378.129.LAINNYA 3.431.00 12.00 22.00 510.545.397.525.997.440.71 16.209.956.366.344.388.991.799. Kelebihan Pembyrn PPh Pasal 21 Gaji PNS 13.000.694.000.852.37 74.067.00 1.00 20.331.248.637.00 29.34 18.331.00 38.00 (526.168.573.00 22.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO LAPORAN REALISASI ANGGARAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 2007 Anggaran Rp Realisasi Rp Lebih/Kurang Realisasi Rp PERHITUNGAN ANGGARAN PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak daerah Pendapatan Retribusi daerah Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-Lain PAD yang Sah Jumlah Pendapatan Asli Daerah PENDAPATAN TRANSFER TRANSFER PEMERINTAHPUSATDANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus TRANSFER PEMERINTAH PUSAT.193.000.00 471.707.441.805.00 37.749.711.279.00 24.770.95 522.146.503.695.588.830.686.852.481.293.00 292.000.379.00 7.000.079.699.088.397.

00 492.975.00 2.823.579.350.350.945.838.067.000.700.263.737.500.542.521.000.387.529.80 2.945.00 8.00 20.985.65 612.818.00 216.396.697.705.854.550.486.809.00 7.661.942.30 (55.782.29 (28.048.374.00 1.50 5.486.00 30.63) 537.182.307.294.427.489.20 612.412.284.71 2.65) 4 .00 18.664.50 39.00 44.000.706.323.350.00 2.276.801.107.060.000.00 36.097.00 23.95 44.783.854.00 2.648.982.246.093.603.107.225.00 940.933.970.674.486.378.70 55.00 37.00 3.324.167.265.801.120.075.064.486.726.398.00 111.00 33.070.350.00 2.000.929.516.809.977.025.00 93.067.00 (30.998.71 30.616.304.982.093.000.00 30.00 8.496.942.50 13.678.000.80 25.00 216.000.365.170.634.645.307.29 - 492. Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya Jumlah Belanja Modal BELANJA TAK TERDUGA Belanja Tak Terduga Jumlah Belanja Tak terduga JUMLAH BELANJA TRANSFER TRANSFER BAGI HASIL KE DESA Bagi Hasil Pajak/Retribusi Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa Bantuan Keuangan untuk Instansi Jumlah Transfer Bagi Hasil Ke Desa Jumlah Transfer JUMLAH BELANJA DAN TRANSFER SURPLUS/DEFISIT PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Pencairan dari dana cadangan Penerimaan pinjaman dan obligasi Hasil Penjualan Aset Daerah yang Dipisahkan Penerimaan Piutang Jumlah Penerimaan PENGELUARAN DAERAH Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Utang Pokok yang Jatuh Tempo Penguatan Modal Pemberian Pinjaman/Dana Talangan Jumlah Pengeluaran PEMBIAYAAN NETTO SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN 9.801.00 91.961.50 8.102.649.20 5.120.284.480.324.000.998.305.00 5.928.304.762.255.50 2.840.685.BELANJA MODAL Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.00 39.093.00 3.000.929.838.360.00 - 5.000.000.398.840.557.649.224.00 2.391.284.500.013.388.809.385.391.00 3.831.305.573.808.00 92.648.313.00 5.727.715.715.251.350.284.00 537.284.765.00) 30.290.641.570.103.783.055.50 5.519.00 30.539.018.

000.018. d.320.485.956.580. f. c.50 106.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO LAPORAN ARUS KAS Untuk Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 ARUS KAS ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Arus Masuk Kas a.145.262.00 384.366.531.805. g.00 95.00 17.835.067.00 4.826.37 454.156.192. h. b.802.113.035.856.000. j.448.000.229.683.066.567.095. l.00 216.073.481.000. b.991.547.234.204.127.371.204.865.500.147.00 20.421.223.155.168.489.129.525.457.00 3. g.71 123.898.292.00 1.252.000.00 7.012.172.082.00 0.199.196.714.164.972.500.605. c.000. d.739.782.355.000.164.17 8.397. k.474.800.437.700.00 378.287.200.781.00 11. f.66 292.400.168.573.500.800.209. h.973.000.000.00 448. n.880.430.00 344.00 107. j.58 8.00 0.697.00 22.540.26 238.528.201. o.00 35.28 8.998. e.000.396.16 933.854.150.00 1. i.00 95.00 16.856. i.000.000.32 Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 5 .313.95 522.00 0.394.484.134.76 22.00 0.800.258.844.00 399.95 3.000.684.441.00 1.982. e. Pendapatan Pajak Daerah Pndptn Retribusi Daerah Pndptn Hsl Pglln Kkyn Daerah yg Dipisahkan Lain-lain PAD yang Sah Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil SDA Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Pendapatan Bagi Hsl Pjk dari Propinsi Pndptn Bagi Hsl Lainnya Pendapatan Hibah Pndptn Dana Darurat Pndptn Lainnya 2007 Rp 2006 Rp Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas a.00 3.94 64.010.18 20.00 32.91 1.810.634.018.110.34 170.00 17.37 74.634.538.877.00 12.637. m.427.017.571.782. Belanja Pegawai Belanja Barang Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial Belanja Tak Terduga Bagi Hasil Pajak / Retribusi Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa Bantuan Keuangan untuk Instansi 3.082.00 42.

c.00) 2.500.155.374.910.542.00 940.00 4.00 13. Belanja tanah Belanja peralatan&mesin Belanja gdg&bngnn Belanja jalan.000.000.818.00 0.000. b. d.00 20.808.887. f.858. Pndptn Penj.00 0.374.00 91.00 (74.224.502.387. Pencairan Dana Cdgn Hasil Penj.350.00 0.00 36.064.745.737. e.276. gdg&bngn Pndptn Penj.00 2. b.284.863.170.00 22.000.400. irigasi &jaringan Pndptn Penj. c. b.00) Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas a.00 74.00 Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Akt Inv Nonkeuangan ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN Arus Masuk Kas a.600.00 0.00 24.548.Kekayaan Daerah yg Dipisahkan Pinj.809.000.423.396.387.00 2. Dalam negeri-Pusat Pengeluaran investasi Dana talangan/Pinjaman 0.225.00 0.000.aset lainnya Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas a.710. e. Penyertaan modal Pemda Pembayaran pokok pinj. d. d. jalan.Dlm Negeri-Pusat Pinj.085.877.914.000.00 74.548.00 178.80 0.350.000.00 (93.000. irigasi & jaringan Belanja aset tetap lainnya Belanja aset lainnya 0.00 253.00 3.80 19.313.284.000.844.00 0. Pndptn Penj.00 0.00 0.00 17.00 0. d.854.ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI NON KEUANGAN Arus Masuk Kas a. c.877.273.550.241.00 0.00 0.284.00 2.705.726.80 1.20 6 .256.284.00 2.985.00 37.313.00 0.854.529.427.370.00 30. Pembentukan dana cad.102.500.00 0.00 5. e.00 91.aset tetap Pndptn Penj.313.203.000.120.609. tanah .914.00 93.600. a.710.Dlm Negeri Lainnya Pnrm setoran sisa th lalu Penerimaan piutang 5.00 0.284. c.200.888. alat&mesin Pndptn Penj.00 0.629.473.00 0.00 Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan 0. b.854.971. f.80) 0.934. b.00 0.580.521.858.00 8.241.820.80 (5.00 5.783.873.528.

47 31.606.00 0.117.584.00 18.905.680.724.769.727.00 18.664.037.50 7 .680.500.730.00) 13.323.700.571.323.642.769.52 23.769.929.407.769.571.ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN Arus Masuk Kas Penerimaan Perhitungan Pihak Ketiga Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas Pengeluaran Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Aktivitas Non anggaran Kenaikan/Penurunan Kas Saldo Awal Kas Saldo Akhir Kas 22.00 0.912.571.680.409.730.00 22.680.547.49 (20.000.50 55.15 30.664.00 8.037.724.730.299.084.724.49 30.642.00 22.727.571.407.730.108.00 24.00 978.982.700.724.65 18.391.037.00 22.817.282.00 18.99 964.99 Penjelasan perbedaan Saldo Awal Tahun 2007 Saldo Akhir 2006 Dikurangi : Sisa Kas di Pemegang Kas sebelum tahun 2006 Pencatatan lebih atas belanja modal pada RSUD Sisa Kas di Pemegang Kas Tahun 2006 Jumlah Saldo Awal 2007 31.094.817.037.

Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang Nomor Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah. Penegakan hukum. 8 . Adapun prioritas Pembangunan Daerah dalam tahun 2007 adalah sebagai berikut : 1. sistem pengelolaan keuangan daerah mengalami perubahan fundamental dari sistem uang untuk dipertanggungjawabkan (UUDP) ke sistem uang yang dipertanggungjawabkan (UYHD). Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN ANGGARAN 2007 BAB I PENDAHULUAN Tahun Anggaran 2007 merupakan tahun pertama diterapkannya Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah yang baru yaitu berdasarkan Peraturan Perundangundangan paket keuangan negara yang meliputi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 6. 5. 4. Penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007 disusun berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran (PPA) tahun 2007 yang diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang mendesak seperti kemiskinan. Dengan demikian berdasar pada Undang-undang tersebut diatas. 2. Peningkatan mitigasi serta pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Revitalisasi pertanian dan pedesaan penyediaan bahan baku industri. pengangguran dan ketertinggalan daerah. pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi. dalam peningkatan ketahanan pangan dan 3. Penciptaan lapangan kerja serta peningkatan investasi dan ekspot daerah.

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 7. 2. Laporan Realisasi Anggaran. maka Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo menyusun Laporan Keuangan Daerah yang meliputi : 1. 3.1 Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan Maksud penyusunan Laporan Keuangan adalah untuk memenuhi ketentuan Perundangan-undangan yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Neraca Laporan Arus Kas Catatan Atas Laporan Keuangan 1. dan transparan perencanaan dan pengendalian 10. Peningkatan sarana dan prasarana umum. Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kulon Progo Tahun Anggaran 2007 berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Kemudian dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah menyebutkan bahwa tujuan penyusunan laporan keuangan adalah : ™ Menyediakan informasi tentang posisi keuangan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007 Kabupaten Kulon Progo. Peningkatan kapasitas aparatur daerah dan pelayanan publik. 8. Peningkatan akuntabilitas pembangunan. 4. 1. ™ Menyediakan dan menyampaikan laporan keuangan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007 Kabupaten Kulon Progo kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk diadakan pencermatan dan pembahasan kemudian ditetapkan menjadi Peraturan Daerah tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007. 9. Dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).2 Landasan hukum penyusunan laporan keuangan Landasan hukum dari penyusunan Laporan Keuangan tersebut adalah : 9 . Pemantapan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun Tahun 2007 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007. o. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. g. I Pendahuluan 1. m. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 a. Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2007 tentang Penjabaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.. e.. c. h. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah. b.1.3. Anggaran Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2007 tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007. Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2007 tentang RPJMD. d. Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan 1. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.2. i. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah. Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007.3 Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan Bab. Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan 10 . n. j. Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Landasan Hukum penyusunan laporan keuangan 1. Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 67 Tahun 2007 tentang Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007. 1. f. Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 68 Tahun 2007 tentang Prioritas dan Plafon Anggaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007. k.. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. l.

2. Kebijakan Keuangan.1.2. Rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan. Ekonomi makro 2. 3.1.2. 11 . 5. Belanja. Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan.3. Entitas Pelaporan 4.1. 3.2. 5.1.1. Bab. V. Pengungkapan atas pos-pos asset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas. Penutup. Kebijakan Akuntansi 4. Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan. Ekuitas Dana.2.5.7.6. 5. Bab.1. Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan 4. Bab. Pencapaian target kinerja APBD Bab.1. 5. Aset. Pembiayaan. 5.1. Penjelasan atas informasi-informasi non keuangan. Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam standar akuntansi pemerintah. 4. IV.1.3. Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan. Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan. untuk entitas akuntansi/entitas pelaporan yang menggunakan basis akrual. 5.4. III. Penjelasan pos-pos laporan keuangan.1. Kewajiban. 5.4.1. VI. 2.II Ekonomi makro.3. Pendapatan. Komponen-komponen laporan arus kas. VII. 5. kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja APBD 2.1. 5.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Bab. Bab.

nilai PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000 sebesar Rp. Kulon Progo Tahun Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000. Tahun 2003 – 2006 No.-.19%.05 **) Sumber : BPS Kab.) 1.338. Adapun perkembangan Pertumbuhan Ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Kulon Progo selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah. Dengan berbagai kebijakan dan program yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo serta iklim investasi yang semakin membaik.19 4. berturut-turut naik menjadi 4. Tabel 1 Tabel Nilai PDRB Kab.77% pada tahun 2005.05% lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2003 sampai 2005.1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kondisi perekonomian daerah dapat digambarkan dengan nilai pertambahan barang dan jasa di suatu daerah yang ditunjukkan dari perhitungan PDRB.848.465. Kulon Progo Ket : *) : angka sementara.700 1. Persewaan dan Jasa Perusahaan dalam komponen ”Bank” terjadi pertumbuhan minus sebesar 7. Kabupaten Kulon Progo tahun 2006. 12 .49% pada tahun 2004 dan 4. KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD 2.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 BAB II EKONOMI MAKRO. **) : angka sangat sementara.62 %.000.848 Pertumbuhan (%) 4.524.398.000.744 1.1 Ekonomi makro a. Sementara itu pertumbuhan ekonomi dapat dihitung menggunakan pertumbuhan nilai PDRB atas dasar harga konstan. 1 2 3 4 Tahun 2003 2004 2005 2006 Nilai (Jutaan Rp.524. pertumbuhan ekonomi selama kurun waktu tahun 2003 sampai dengan tahun 2006 menunjukkan adanya kenaikan yang menggembirakan.77 *) 4. Penyebab utama terjadinya hal ini karena kinerja lapangan Keuangan. Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 sebesar 4.49 4.477 1. namun pada tahun 2006 pertumbuhan ekonomi hanya mencapai sebesar 4.

Stuktur perekonomian Kabupaten Kulon Progo di tahun 2006 tidak jauh berbeda dari keadaan tahun sebelumnya.848.455. Struktur Perekonomian Daerah Struktur perekonomian suatu daerah sangat ditentukan oleh besarnya peranan sektor-sektor ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa. Kulon Progo Ket : *) : angka sementara. Tahun 2003 – 2006 No.41 trilyun rupiah.549. 1 2 3 4 Tahun 2003 2004 2005 2006 Nilai PDRB (Jutaan Rp.) 4. Nilai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku pada tahun 2006 sebesar lebih dari 2.074. b.88 %.81 %.048 4.6.205 1.414. hotel dan restoran 13 .179.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Tabel 2 Tabel Nilai PDRB Kab.639.000.252 373.-.909. Hal ini dapat dilihat dari urutan kontribusi masing-masing sektor terhadap pembentukan PDRB pada tahun 2006 yang masih relative sama dengan tahun 2005.112 Sumber : BPS Kab. sektor perdagangan.425 5.) 1. 1.712 373. Secara umum sektor ekonomi di Kabupaten Kulon Progo dikelompokkan dalam 3 kelompok.398. PDRB per kapita Kabupaten Kulon Progo mengalami kenaikan darii tahun ke tahun dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2006. ***) : Hasil proyeksi berdasarkan SP 2000 – SUPAS 2005 Nilai PDRB Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2006. Atas Dasar Harga Konstan tahun 2000 sebesar Rp.000. Pada tahun 2006 PDRB per kapita Kulon Progo sebesar Rp.770 374.455.453 2.832. Kulon Progo Tahun Atas Dasar Harga Berlaku. **) : angka sangat sementara.179**) Penduduk Pertengahan Tahun ***) 372. sektor jasa-jasa 20. Kelompok pertama dengan sektor yang mendominasi pembentukan PDRB dengan kontribusi di atas 15 % adalah sektor pertanian dengan kontribusi 23.524.00. nilai PDRB tersebut dari tahun 2003 sampai dengan 2006 juga mengalami kenaikan.837*) 6.363*) 2.960**) Nilai PDRB Perkapita (Rp.

76 %.52 %. hotel dan restoran. Kabupaten Bantul 19. sektor pengangkutan dan komunikasi. yaitu sektor pengangkutan dan komunikasi dengan kontribusi 10. Sektor sekunder tertinggi ditempati Kabupaten Sleman dan sektor tersier tertinggi ditempati Kota Yogyakarta.21%(tahun 2004). Sektor-sektor tersebut disebut sektor utama dalam mengangkat taraf perekonomian secara keseluruhan. persewaaan dan jasa perusahaan sebesar 5. dimana sektor perdagangan.31 %. Perbandingan Antar Daerah Perkembangan kemajuan pembangunan suatu daerah dapat dilihat dari tingkat perekonomiannya.Kulon progo terjadi kecenderungan bergesernya kontribusi sektor primer ke sektor tersier. Kelompok ketiga terdiri dari tiga sektor dengan kontribusi dibawah 5 %.24 % dan sektor industri pengolahan dengan kontribusi 15. 14 . Sementara itu sektor tersier kontribusinya mengalami fluktuasi dari 50.66% (tahun 2004). Kabupaten Sleman 29. sektor keuangan.19 % serta sektor listrik dan air bersih dengan kontribusi 0.44%(tahun 2005).02 % dan sektor keuangan.07%.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 mempunyai kontribusi 16.87 % dan sektor penggalian sebesar 1. disusul Kabupaten Gunung Kidul sebesar 16. Sedangkan sektor sekunder relatif stabil.38% (tahun 2005).13 %. dan 50. Selama tiga tahun terakhir struktur perekonomian Kab. persewaan dan jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa terus mengalami akselerasi pertumbuhan. Kelompok kedua adalah sektor yang memberikan kontribusi 5-15%.83 %.36% (tahun 2006).30%(tahun 2006). Sebagai barometer salah satunya dengan melihat nilai PDRB. 28. dan 28. Distribusi Prosentase PDRB Kabupaten Kulon Progo Atas Dasar Harga Berlaku terhadap PDRB Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dari tahun 2001-2006 adalah terendah yaitu 8. Pada tahun 2004 sampai 2006 kontribusi sektor primer terus menurun yaitu berturut-turut sebesar 28. yaitu sektor Bangunan dengan kontribusi sebesar 4. menunjukkan Kabupaten.97 % dan Kota Yogyakarta 26. c. 50.Gunung Kidul.Kulon Progo adalah paling rendah dibanding Kabupaten/Kota di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Peran sektor primer tertinggi adalah Kabupaten.40 %. Dilihat dari PDRB Tahun 2001–2006. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo mengarah pada sektor tersier.

99 persen. kelompok sandang 0. kelompok makanan jadi 0.11 persen. rekreasi dan olah raga 2. kelompok kesehatan 0.95 persen. kelompok kesehatan 0.285 persen.98. ™ ™ ™ ™ ™ 15 .52 persen.46 persen dan .20 persen. rekreasi dan olah raga 0.10.01 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (Juni 2007 terhadap Juni 2006) sebesar 7. dan kelompok pendidikan.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 d. Bulan Desember 2007 dengan indeks 159. Inflasi tahun 2007 (Januari-Pebruari) sebesar 1.25 persen dan kelompok transportasi 0.30 persen. Inflasi tahun kalender 2007 (Januari-Desember ) sebesar 8. kelompok perumahan 0.80 persen.38 persen.12 persen. kelompok perumahan 0. kelompok sandang 0.47 persen dengan indek 152. kelompok transportasi 0.20 persen lebih tinggi dibandingkan dengan keadaan pada bulan Desember tahun 2006 yaitu sebesar 0. Inflasi ™ Bulan Februari 2007 Kulon Progo mengalami inflasi sebesar 0.26 persen.06 persen.09 persen.13 persen.18 persen. 6 kelompok yang mengalami kenaikan angka indek adalah : kelompok bahan makanan 1.37 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (Pebruari 2007 terhadap pebruari 2006) sebesar 6. Inflasi yang terjadi pada bulan Juni 2007 disebabkan oleh naiknya hargaharga pada hampir semua kelompok pengeluaran.34 persen. Bulan Juni 2007 Kulon Progo mengalami inflasi sebesar 0. kelompok pendidikan. kelompok kesehatan 0.68 Kulon Progo mengalami inflasi sebesar 0. kelompok transportasi 0.78 persen lebih tinggi dibandingkan dengan angka inflasi kota Yogyakarta sebesar 7.46 persen. kelompok perumahan 0.60 persen dengan indeks 149. Enam kelompok yang mengalami kenaikan angka indeks adalah : kelompok bahan makanan 0.03 persen. Inflasi yang terjadi pada bulan Desember 2007 disebabkan oleh naiknya harga pada hampir semua kelompok pengeluaran. Tujuh kelompok yang mengalami kenaikan angka indeks adalah : kelompok bahan makanan 0. Inflasi yang terjadi pada bulan Pebruari 2007 disebabkan oleh naiknya harga-harga pada hampir semua kelompok pengeluaran. kelompok sandang 1.22 persen. kelompok makanan jadi 0.48 persen.51 persen. Inflasi tahun 2007 (Januari-Juni) sebesar 4.

yang merupakan pengganti Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan. Pelaksanaan tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pertanggungjawaban dan pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. maka Adapun program dan kegiatan yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kulon Progo Tahun Anggaran 2007 berdasarkan pada Nota kesepakatan Bupati Kulon Progo dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulon Progo tentang : ™ ™ Kebijakan Umum Anggaran ( KUA ) Prioritas dan Plafon Anggaran (PPA) 16 . pengelolaan keuangan daerah mengalami perubahan yang fundamental yaitu : ™ ™ Sistem UUDP ke sistem UYHD Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan struktur Laporan Realisasi Anggaran sesuai dengan struktur yang ada pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 2.2 Kebijakan Keuangan Pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah pada tahun anggaran 2007 di Kabupaten Kulon Progo berdasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Dengan adanya perubahan peraturan perundang-undangan tersebut.

276.000.324.942.350.150.) 35.597.459.801.294.719.111.379.00 523.854.00 0.00 33.00 0.782.622.706.350.324.046.00 111.130.998.801.391.00 537.00 1.00 30.396.95 PEMBIAYAAN Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Netto Sisa Lebih Anggaran ( SILPA ) 39.961.00) URAIAN PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Transfer Lain-lain PAD yang sah Jumlah Pendapatan BELANJA Belanja Operasi Belanja Modal Belanja Tak Terduga Transfer Bagi Hasil ke Desa Jumlah Belanja Surplus / (Defisit) PEMBIAYAAN Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Netto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran ( SILPA ) 30.000.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 2.597.711.00 30.551.599.782.000.000.432.516.362.3.00 471.942.) 35.379.324.480.00 275.107.942.945.982.130.840.00 492.00 0.398.167.00 (30.00 471.00 0.622.685.937.156.013.00 423.125.833.486.130.00 0.305.896.801.707.65 17 .801.475.649.801.088.225.991.71 93.00 0.685.620.00 (30.797.486.00 2.518.254.167.680.046.674.00 423.00 Dalam pelaksanaan APBD sebagai langkah pencapaian target dituangkan dalam tabel berikut ini : ANGGARAN SETELAH PERUBAHAN ( Rp.088.707.869.397.942.95 522.621. Pencapaian target kinerja APBD Adapun ringkasan dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007 sebelum dan sesudah perubahan sebagai berikut : ANGGARAN SEBELUM PERUBAHAN ( Rp.412.66 398.801.00) Realisasi APBD URAIAN PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Transfer Lain-lain PAD yang sah Jumlah Pendapatan BELANJA Belanja Operasi Belanja Modal Belanja Tak Terduga Transfer Bagi Hasil ke Desa Jumlah Belanja Surplus / (Defisit) 38.284.642.00 506.954.00 537.00 8.610.824.34 482.000.582.475.00 111.111.737.945.519.929.726.475.551.00 506.432.102.000.697.284.719.05 464.480.24 98.851.305.897.00 8.102.50 8.813.155.00 498.582.388.05 412.324.709.80 25.00 216.325.70 55.000.00 0.00 39.674.00 5.00 12.649.) 33.344.37 1.24 (24.046.588.284.111.00 275.00 2.225.71 30.503.344.093.620.097.224.637.00 24.19) ANGGARAN SETELAH PERUBAHAN ( Rp.000.954.176.398.700.660.129.

00 dan direalisasikan sebesar Rp3.85%.533.000. yang dianggarkan sebesar Rp4.164.331.A.869.58 atau sebesar 87.000. pendapatan transfer pemerintah pusat lainnya berupa bantuan dana kontinjensi/penyeimbang juga tidak mencapai target.00 atau 90% dari anggaran.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Dari tabel diatas diketahui bahwa pencapaian target APBD atas pendapatan adalah sebesar 103.805.500.956.000.000.150.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp12. Untuk belanja. Pendapatan ini dianggarkan sebesar Rp13. 2007. Analisasi pendapatan menunjukkan bahwa realisasi pendapatan tahun anggaran 2007 melebihi target yang telah ditetapkan kecuali pendapatan hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. semua realisasi belanja tidak melampaui plafon anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD T. Selain itu.20% dan realisasi belanja adalah 91.67% dari anggaran. 18 .

225.000.254.00 8.102.00 30.013.998.379.130.00 Belanja Modal 111.896.00 492.95 522.276.71 30.155.00) PEMBIAYAAN Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Netto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran ( SILPA ) 398.50 91.486.70 85.66 atau 3.000.707.305.167.954. 19 .674.294.620.991.937.48 103. Realisasi keuangan ini merupakan angka kumulatif dari semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sampai dengan bulan Desember 2007.551.00 216.95 94.840.046.480.801.85 9.854.80 25.47 %.107.942.67 39. Pencapaian Target Keuangan Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan Kabupaten Kulon Progo merupakan rekapitulasi realisasi keuangan pada tahun 2007.801.00 Belanja Tak Terduga 2.47 577.75 0.99 81.013.824.00 471.685.00 506.711.00 Ralisasi pendapatan melampui target sebesar Rp.284.193.71 93.726.982.17 83.088.588.66 % 109.398.00 0.) 35.519. 16.093.097.782.230.397.20 % terutama disebabkan : ™ Intensifikasi pelaksanaan pemungutan pajak dan retribusi daerah .324.34 482.65 0.00 275.324.801.637.00 Transfer Bagi Hasil ke Desa 0.412.20 BELANJA Belanja Operasi 423.00 Jumlah Belanja 537. Adapun pencapaian realisasi keuangan tahun 2007 dibandingkan dengan target tahun 2007 sebagai berikut : Realisasi Keuangan Tahun 2007 dibandingkan dengan Target Tahun 2007 URAIAN PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Transfer Lain-lain PAD yang sah Jumlah Pendapatan ANGGARAN 2007 ( Rp. ™ Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat lebih tinggi 2.1 Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan 1.503.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 BAB III IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN 3.00 REALISASI 2007 ( Rp.00 33.111.32 102.516.000.737.942.582.00 55.344.697.) 38.224.649.00 Surplus / (Defisit) (30.37 1.58 99.706.945.813.432.597.709.391.833.50 8.610.284.350.929.

20 . neraca dan catatan atas laporan keuangan atas pelaksanaan keuangan daerah yang menjadi tanggung jawabnya. proses pengolahan data/informasi dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Daerah masih bersifat sentralisasi di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) selaku pengelola keuangan daerah. 3.29 atau 8.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Realisasi Belanja dibawah target sebesar Rp. Oleh karena ini.33% terutama disebabkan adanya efisiensi penggunaan anggaran dan penajaman pelaksanaan kegiatan/program. buku besar. karena beban kerja cenderung menumpuk pada akhir periode akuntansi.809. Sedangkan pengeluaran pembiaayaan relatif sesuai dengan target. sejalan dengan berlakunya Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melakukan upaya responsif dengan memberlakukan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah dengan ketentuan strategis yaitu proses pengolahan data/informasi keuangan besifat desentralisasi : Satuan Kerja Perangkat Daerah menyelenggarakan proses akuntansi sebagai dasar penyusunan laporan keuangan atas pelaksanaan keuangan daerah yang menjadi tanggungjawabnya.304. Hal ini disadari bahwa pola sentralisasi tersebut berpengaruh terhadap akurasi dan ketepatan waktu penyusunan dan penyampaian laporan keuangan. BPKD selaku pengelola keuangan daerah menyelenggarakan proses konsolidasian atas laporan keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah - Satuan Kerja Perangkat Daerah ini setiap bulan wajib menyampaikan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang dilampiri dengan salinan dokumen jurnal.838. 44. neraca saldo / sisa. serta pada akhir periode akuntansi menyusun laporan keuangan yang terdiri dari laporan realisasi anggaran.2 Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan Pada tahun-tahun sebelumnya. Pengguna Anggaran/Satuan Kerja Perangkat Daerah mengirimkan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran kepada BPKD dalam bentuk Surat Pertanggungjawaban (SPJ) bulanan dilampiri dengan bukti-bukti pendukung.

Neraca SKPD 2.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Berkaitan dengan itu. 21 . telah diadakan bimbingan teknis dan konseling kepada petugas penyelenggara akuntansi pada satuan kerja perangkat daerah. Laporan keuangan dari masing-masing SKPD tersebut meliputi : 1. Laporan Realisasi Anggaran SKPD 3. Keakuratan data keuangan SKPD 3. Ketepatan waktu dalam penyampaian laporan keuangan SKPD 2. Dari hasil evaluasi terhadap dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ) secara umum proses pengolahan data/informasi akuntansi cukup lancar. Keterbatasan sarana dan prasarana pendukung kelancaran kerja Pada tahun 2007 telah dilaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat pemantapan pengetahuan dan ketrampilan para pengelola dan penyelenggaran akuntansi di Satuan Kerja Perangkat Daerah. masih ada beberapa SKPD yang mengalami hambatan antara lain : 1. Catatan Atas Laporan Keuangan SKPD Dari laporan – laporan keuangan SKPD yang telah disampaikan. bersamaan dengan kegiatan sinkronisasi Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2005 sehubungan dengan terbitnya peraturan perundang-undangan yang baru dibidang keuangan Negara.

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007

BAB IV KEBIJAKAN AKUNTANSI

4.1 Entitas Pelaporan Keuangan Daerah Berdasarkan Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 dan Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2004, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kulon Progo selaku Pejabat Pengelola Keuangan Daerah bertanggung jawab menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, untuk disampaikan kepada Bupati Kulon Progo dalam rangka memenuhi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Penyusunan Laporan Keuangan Tahun 2007 mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan ( SAP ) dan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Adapun entitas akuntansi Kabupaten Kulon Progo meliputi : 4.1.1. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 4.1.2. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah 4.1.3. Sekretariat Daerah 4.1.4. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 4.1.5. Badan Pengelola Keuangan Daerah 4.1.6. Badan Pengawasan Daerah 4.1.7. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 4.1.8. Badan Kepegawaian Daerah 4.1.9. Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat 4.1.10. Kantor Polisi Pamong Praja 4.1.11. Kantor Pengolahan Data Elektronik 4.1.12. Kantor Arsip Daerah 4.1.13. Kantor Hubungan Masyarakat 4.1.14. Kecamatan Temon 4.1.15. Kecamatan Wates 4.1.16. Kecamatan Panjatan 4.1.17. Kecamatan Galur 4.1.18. Kecamatan Lendah 4.1.19. Kecamatan Sentolo 4.1.20. KecamatanPengasih
22

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007

4.1.21. Kecamatan Kokap 4.1.22. Kecamatan Girimulyo 4.1.23. Kecamatan Nanggulan 4.1.24. Kecamatan Samigaluh 4.1.25. Kecamatan Kalibawang 4.1.26. Dinas Pertanian dan Kelautan 4.1.27. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertambangan 4.1.28. Kantor Pengelola Pasar 4.1.29. Dinas Kesehatan 4.1.30. Rumah Sakit Umum Daerah Wates 4.1.31. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi 4.1.32. Dinas Pendidikan 4.1.33. Kantor Perpustakaan Umum 4.1.34. Dinas Pekerjaan Umum 4.1.35. Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat 4.1.36. Dinas Perhubungan 4.1.37. Dinas Pengendalian Dampak Lingkungan 4.1.38. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. 4.2. Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan Basis akuntansi yang dipergunakan dalam penyusunan laporan keuangan tahun 2007 adalah sebagai berikut : a. Basis Kas untuk pengakuan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran b. Basis Akrual untuk pengakuan Asset, Kewajiban dan Ekuitas dalam Neraca

4.3. Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan Pos-pos dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2007 disajikan menggunakan mata uang rupiah. Pendapatan, Belanja, Pembiayaan, Aset dan kewajiban dalam mata uang asing dikonversikan ke rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pertanggal neraca.

23

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007

Pengukuran pos-pos laporan keuangan adalah sebagai berikut : 1) Pos – pos Anggaran Pedapatan dan Belanja Pendapatan diakui sebesar nominal penerimaan di Kas Daerah. Penerimaan oleh Bendahara Penerima pada Satuan Kerja Perangkat Daerah diakui sebagai pendapatan berdasarkan bukti setor ke Kas Daerah. Belanja diakui sebesar nominal pengeluaran dari Kas Daerah. Pengeluaran oleh Bendahara Pengeluaran pada Satuan Kerja Perangkat Daerah diakui sebagai belanja setelah dokumen pertanggungjawabannya disahkan oleh verifikator masing-masing SKPD. Penerimaan pembiayaan diakui sebesar nominal penerimaan di Kas Daerah dan pengeluaran pembiayaan diakui sebesar nominal pengeluaran dari Kas Daerah.

Pengelompokan pendapatan dan pembiayaan dalam laporan keuangan tahun 2007 mengacu pada Pernyataan 02 Standar Akuntansi Pemerintahan tentang Laporan Realisasi Anggaran klasifikasi belanja merupakan konversi dari APBD tahun 2007 yang mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 ke dalam klasifikasi sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan sebagai berikut : (1) Belanja Operasi terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Bunga, Belanja Subsidi, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Soaial dan Belanja Bantuan Keuangan. (2) Belanja Modal terdiri dari Belanja Tanah, Belanja Peralatan dan Mesin, Belanja Gedung dan Bangunan, Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan, Belanja Aset Tetap Lainnya dan Belanja Aset Lainnya. (3) Belanja Tidak Terduga (4) Belanja Transfer terdiri dari Bagi Hasil Pajak Kabupaten, Bagi Hasil Retribusi ke Kabupaten dan Bagi Hasil Pendapatan lainnya ke Kabupaten.

2) Pos – pos Neraca (1) Kas Kas di Kas Daerah adalah sisa uang tunai yang tercatat di rekening Kas Daerah yang diakui sebesar nilai nominalnya. Kas di Bendahara Pengeluaran adalah sisa uang persediaan di Bendaha Pengeluaran yang belum dipertanggungjawabkan per neraca.
24

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 (2) Piutang Piutang diakui pada saat timbulnya hak Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kepada pihak ketiga sebesar nilai nominalnya. Penyertaan Modal Pemerintah Daerah menggambarkan jumlah yang dibayar oleh Pemerintah Daerah untuk penyertaan modal dalam BUMD. (3) Persediaan Persediaan adalah barang habis pakai yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional Pemerintah dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual/diserahkan dalam rangka pelayanan masyarakat. Piutang Retribusi diakui sebesar nilai nominal Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) yang belum dilunasi oleh wajib retribusi. (4) Investasi Jangka Panjang Investasi jangka panjang diakui sebesar nilai nominal pengeluaran uang dari Kas Daerah yang dipergunakan untuk tujuan investasi. Investasi Permanen. (5) Aset Tetap Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi untuk digunakan dalam kegiatan/operasional pemerintah atau dimanfaatkan oleh dan atau untuk kepentingan masyarakat umum. Persediaan dicatat pada akhir tahun periode akuntansi dihitung berdasarkan hasil inventarisasi fisik persediaan. Aset Tetap dinyatakan dalam neraca dengan nilai perolehannya yaitu sebesar nominal belanja modal. 25 - . Piutang lainnya diakui sebesar nominal surat tagihan/dokumen yang diperlakukan sama yang belum dilunasi oleh pihak ketiga. Apabila Aset Tetap dengan menggunakan nilai perolehan tidak memungkinkan maka nilai Aset Tetap didasarkan pada harga perolehan yang wajar / diestimasikan. yaitu : Piutang pajak diakui sebesar nominal Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) yang belum dilunasi oleh wajib pajak.

usang. Aset Pemerintah Daerah tidak dilakukan penyusutan Aset Tetap akan dihapuskan apabila rusak berat. Atas pengeluaran Non Belanja Modal yang berkaitan dengan Aset Tetap tidak ditetapkan kebijakan kapitalisasi biaya/belanja . aset tetap dan investasi permanen.1. Aset lainnya terdiri dari : Tagihan penjualan angsuran diakui sebesar nominal perjanjian jual beli/kontrak penjualan angsuran. berlebih. hilang dan sebagainya berdasarkan Surat Keputusan (SK) penghapusan dan nilainya dikeluarkan dari nilai Aset Tetap. (7) Aset Lainnya Aset Lainnya adalah aset yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam aset lancar. Kemitraan dengan Pihak Ketiga atau Built Operate and Transfer (BOT) diakui sebesar nilai nominal / perolehan aset sesuai dengan perjanjian BOT Lain-lain aset dinilai sebesar nilai perolehannya 26 - . Pengelompokan Aset Tetap tahun 2007 sesuai dengan Pernyataan 02 Standar Akuntansi Pemerintahan ( SAP ). Aset Tetap yang berasal dari hibah/donasi dari pemerintah atasan atau pihak ketiga diakui pada saat kepemilikannya sudah berpindah kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. - - (6) Dana Cadangan Dana Cadangan adalah dana yang dibentuk untuk membiayai kebutuhan dana yang tidak dapat dibebankan dalam satu tahun anggaran.00 untuk tiap satuan barang. Pertambahan dana cadangan diakui sebesar nominal pengeluaran dari Kas Daerah untuk pembentukan dana cadangan dan pengurangannya diakui sebesar nominal penerimaan di Kas Daerah atas penarikan/pencairan Dana Cadangan.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Dalam hal penilaian aset tetap dengan nilai historis maupun harga perolehan yang diestimasikan tidak memungkinkan maka Aset Tetap yang bersangkutan dinyatakan dalam neraca dengan nilai Rp.

27 . b. terdiri dari : Ekuitas Dana Lancar diakui sebesar selisih antara Aset Lancar dan Kewajiban Jangka Pendek.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 (8) Kewajiban Jangka Pendek Kewajiban Jangka Pendek adalah kewajiban kepada pihak ketiga yang harus/diharapkan dibayar dalam waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan/neraca. dapat berupa : a. (10) Ekuitas Dana Ekuitas Dana adalah kekayaan bersih Pemerintah Daerah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban Pemerintah Daerah. Utang kepada Pemerintah Pusat Utang kepada Lembaga Keuangan Utang kepada Lembaga Keuangan Bukan Bank Utang Obligasi Utang Jangka Panjang Lainnya Kewajiban Jangka Panjang diakui sebesar akumulasi jumlah utang pokok ditambah utang bunga ditambah biaya-biaya lain yang menjadi tanggungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sesuai dengan ketentuan dalam dokumen perjanjian pinjaman. d. - - (9) Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban jangka panjang adalah utang yang harus/diharapkan dapat dibayar kembali dalam waktu lebih dari 1 periode akuntansi . e. Utang jangka pendek lainnya diakui sebesar nominal kewajiban kepada pihak ketiga yang harus dibayar. gaji PNS dan pungutan pajak-pajak pusat Bagian Lancar Utang Dalam Negeri-Pemerintah Pusat diakui sebesar nominal dari bagian utang jangka panjang kepada pemerintah pusat yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah tanggal neraca. yang terdiri dari : Utang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) diakui sebesar sisa pungutan yang belum disetorkan kepada pihak yang berhak atas pelaksanaan potongan nilai SP2D oleh BPKD berupa iuran wajib. c.

4 Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam Standar Akuntansi Pemerintahan Pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah pada Tahun Anggaran 2007 di Kabupaten Kulon Progo telah berdasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Pemerintah Kulon Progo juga telah merespon Peraturan Perundangan tersebut dengan menerbitkan Surat Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah tertanggal 13 Juni 2005 untuk pelaksanaan akuntansi di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). 28 .PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 - Ekuitas Dana Investasi diakui sebesar nilai Investasi Jangka Panjang ditambah Aset Tetap ditambah Aset Lainnya dikurangi Kewajiban Jangka Panjang Ekuitas Dana Cadangan diakui sebesar nilai Dana Cadangan 4. demikian juga dalam menyusun Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2007. Untuk pelaksanaan telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan.

852.1 Pendapatan Pendapatan Daerah Kabupaten Kulon Progo meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD).37 1. dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.34 11.431.34 Lebih/Kurang Rp 218.00 506.00 7. b.711.824.34 29 .168.937.331.76 22.813.623.503. dengan anggaran dan realisasi dalam TA 2007 sebagai berikut : Pendapatan Daerah 1.805.813.230. Pajak Daerah Retribusi Daerah Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain PAD yang Sah Jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Anggaran Rp 3.770.637.00 3.76 1.168. 2.813.833.883. Atas realisasi pendapatan tersebut.952.148.34 482.00 20.388.610.355.695.379.1. Pendapatan Transfer.00 Realisasi Rp 3.293.00 35.882.551. belum termasuk didalamnya pendapatan dari pemerintah Propinsi atas dana Community Development (CD) sebesar Rp4.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 BAB V PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN 5.66 atau 103.877.95 522.694.044.000.00 38.397. dan Lain-lain Pendapatan yang Sah.344.013.00 3.95 16. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Akun ini menggambarkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk periode Tahun Anggaran 2007.025.503.00 sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nomor 4.046.937.37 1.000.279.533. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Penerimaan Transfer Lain-lain Pendapatan yang Sah Jumlah Pendapatan Daerah Anggaran Rp 35.833.00 Realisasi Rp 38.153.379. d.000.912. dengan rincian pos dan jumlah PAD sebagai berikut : Pendapatan Asli Daerah (PAD) : a.088.42) 1.597.248.721.620.366.344.164.453.58 9.620.637.610.830.111. c.66 Lebih/Kurang Rp 3.293.368.00.800.155.588.397. 3.597.707.130.683.1 Rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan PENJELASAN POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN 5.551.453.00 275.956.110.663.000.709.707.637.585.952.193.000.313.00 471.00 4.66 Realisasi Pendapatan Daerah TA 2007 sebesar Rp522.00 (526. Realisasi masing-masing akun pendapatan daerah.869.20% dari anggarannya sebesar Rp506.

000.650.302.00 30 .025.00 28.379.400.000.00 218. dengan realisasi selama TA 2007 sebagai berikut : Pajak Daerah : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Hotel dan Restoran Hiburan Reklame Penerangan Jalan Pengambilan/Pengolahan Bahan Galian Gol.00 Realisasi Rp 3.00 464.828.168.693.00 Realisasi Rp 325.793.073. Penggantian Biaya Ctk Akta Catatan Sipil Retr.00 1.493.000.000.437.00 305.00 216.366.00 1. Pel.852.00 83.327.674.000.100.200.000.292.366.76 2.788.000.000.00 32.900.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Realisasi PAD TA 2007 sebesar Rp38.063.810.148.360.412.120.000.000.551.00.00 9.000.000. Pendapatan Pajak Daerah Kabupaten Kulon Progo dikelola oleh BPKD.243.000.833.000.291.000.842.00 (397.00 11.000.00) 218.00 26.550.917.220.95% dari anggarannya Rp3.000.624.744.950.34 atau 109.00 170.76 Lebih/Kurang Rp 342.00 2. sebesar sebesar b .847.000.637.010.475.132.221.628. a.025.050.168.00 2.279.00 48.877.168.500.76 Realisasi pendapatan pajak daerah TA 2007 Rp3.201.901.278.00 35.260.877.00 1.601.107.00 5.00 3.810.00 4.400.000.00 307.291.212.00 396.352.000.00 25.012.00 1.025.260.437.00 170.00 9.00 1.503.00 3.222.941.00 481.456.00 201. Pajak Daerah Pajak Daerah merupakan PAD yang tarifnya ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda).00 19.776.600.00 14.00 251.76 93.760.279. Retribusi Daerah Retribusi Daerah merupakan PAD yang tarifnya ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda).291.342.00 47.063.795.360.800.148.108.485.00 17700316800 71.00 1.621.000.C Pengambilan Sarang Burung Walet Pajak Parkir Jumlah pendapatan pajak daerah Anggaran Rp 3.00 76.76 atau 106.350.00.500.900.00 22.00 89. Pendapatan Retribusi Daerah dikelola oleh masing-masing Satker Penghasil.900.500.00 250.00 291. dengan realisasi selama TA 2007 sebagai berikut: Retribusi Daerah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) Retribusi Pelayanan Kesehatan Retribusi Layanan Persampahan/Kebersihan Retribusi penggantian Biaya Cetak KTP Retr.000.000.00 2.00 Lebih/Kurang Rp 232.000. Parkir ditepi jalan umum Retribusi Pelayanan Pasar Retribusi Pengujian Kendaraan Bernotor Retribusi Jasa pemakaian kekeyaan daerah Retribusi Jasa Usaha Pasar Grosir Dan atau Pertokoan Retribusi Jasa Usaha Terminal Retribusi Jasa Usaha Tempat Khusus Parkir Retribusi Jasa Usaha Penyedotan Anggaran Rp 325.000.00 1.400.708.000.000.523.325% dari anggarannya sebesar Rp35.900.00 455.00 10.00 487.700.344.200.955.256.901.125.00 47.00 24.650.649.

585.685.200.000.000.000.050.00 2.000.000.00 9.637.585.00 Rp20.000.00 28.956.00 34.00 7.050.350.250.637.000.540.00 6.468.00) 2.280.00 (78.355.250.000.000.126.533.000.00 500.355.000.000.100.805.58 Lebih/Kurang Rp (528.331.000.683.100.00 2.500.388.00 16.00 1.000.000.00 323.250.000.000.000.000.940.00) 1.643.100.924.00.00 2.368. Jasa Usaha Penjualan Prod.800.048.696.883.00 146.00 Realisasi Rp 1.00 1.898.805.00) 111.255.00 1.750.164.000.484. Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg Dipisahkan Realisasi Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg Dipisahkan merupakan PAD dari pembagian atas laba perusahaan milik daerah TA 2007 sebagai berikut : Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg Dipisahkan Bagian Laba Perusahaan Milik 1) Daerah Bagian Laba Lembaga Keuangan 2) Bank Jumlah bagian laba perusahaan daerah Anggaran Rp 2.200.00 (1.331.00 186.770.00 5.400.60% anggarannya a.000.267.685.500.646.000.00 4.00 118. Jasa Usaha Tempat Rekreasi dan Olah Raga Retr.00 0 20.912.000.00 22.388.00 16.875.58 atau 87.00 (2.978.00 10.00 316.000.58 3.000.600.095.278. 31 .00.00 6.869.000.314.000.00 3.468.750. C Retribusi Surat Ijin Usaha Konstruksi (IUJK) Retribusi Ijin Praktek Retribusi Ijin Pengelolaan Balai Pengobatan Retribusi Ijin Pengelolaan Rumah Bersalin Retribusi Ijin Usaha Toko Obat/ Pedagang Eceran Obat Retribusi Ijin Usaha Perdagangan 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) 20) 21) 22) 23) 24) 25) 26) 27) 3. 108.700.248.621.187.00 16.988.750.42) Realisasi pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg Dipisahkan TA 2007 sebesar Rp3.58 (526.731.071.869.00 Retribusi Ijin Penggunaan Tempat Dasaran (KPP) Retribusi Administrasi Wajib Daftar Perusahaan Jumlah pendapatan retribusi daerah Realisasi pendapatan retribusi atau daerah dari TA 2007 sebesar sebesar Rp22.450.101.00 67.073.000.395.800.000.000.00 3.00 1.683.164.85 % dari anggarannya sebesar Rp4.00 6.743.00 10.498.421.00 2.956.533.000.000.00) 4.125.176.050.000. Usaha Daerah Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan Retribusi Ijin Gangguan Retribusi Ijin Trayek Retribusi Ijin Eksploitasi Bahan Gol.345.00 8.484.00 26.700.00 75.00 18.200.00 7.313.260.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Kakus Retribusi Jasa Usaha Rumah Potong Hewan Retr.00 100.00 3.

Sah dari TA 2007 anggarannya sebesar sebesar Pendapatan Transfer Pendapatan Transfer berasal dari Pemerintah Pusat dan Propinsi.071.000.110.132.28 2.00 1.187.617.800.00 959.014.00 0 0 Realisasi Rp 856.000.00 1.855.279.129.00 2.731.00 16.00 16. Pemberdayaan Desa Penerimaan usaha pertanian Jumlah lain-lain PAD yang sah Anggaran Rp 753.505.898.000.000.00 9.400.00) Lebih/Kurang Rp 821. Transfer 32 .PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Realisasi masing-masing jenis Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan berupa Bagian Laba Perusahan Daerah TA 2007 tersaji sebagai berikut : 1) Bagian Laba Perusahaan Milik Daerah : a) Bagian Laba PD Air Minum (PDAM) b) Bagian Laba PD Bank Pasar c) PD Aneka Usaha ( SPBU ) d) PT Selo Adikarto Jumlah bagian laba prshn milik daerah Bagian Laba Lembaga Keuangan Bank : a) b) Bagian Laba BPD DIY BUKP Jumlah bagian laba lmbg keuangan Anggaran Rp 1.438.390.00 315.00) 1.761.525.953.278.267.00) (528.153.00 1.00 atau 125.077.900.058.00 255.00 2.00 495.030.126.313.830.113.58 Lebih/Kurang Rp 26.129.643.184.00 Realisasi Lain-lain PAD yang Rp9.00 341.390.278.355.00 9.988.431.900.743.113.000.000. dengan realisasi selama TA 2007 sebagai berikut : Lain-lain PAD yang Sah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) Hasil Penjualan Barang Milik Daerah Jasa Giro dan Deposito Bunga Deposito Sumbangan Pihak Ketiga Denda Ktrlmbt Pek Daerah Ganti Rugi atas Kekayaan Daerah Penerimaan Bunga Pengauatan Modal Penerimaan Tanda daftar perusahaan Ganti Ongkos Cetak Pen.58 2) d.000.000.382.255.515.695.729.000.743.233.00 Anggaran Rp 2.Dana Perimbangan.062.453.073.000.000.721.780.126.144.00 (202.15% Rp7.700.00 (554.695.805.882.000.431.00 148.925.176.515.855. Bunga Dana Cad.000.279.062.00 Realisasi Rp 2.200.729.500.821.882.110.00 756.00 Realisasi Rp 1.00 0 7.30 10.100.00.743.800.400.000. Lain-lain PAD yang Sah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah merupakan PAD dari berbagai sumber yang bersifat tidak tetap/rutin.156. meliputi Transfer Pemerintah Pusat.00 Lebih/Kurang Rp 103. 2.30 1.00 3.00 1.28 1.132.438.156.00 554.00 5.153.813.260.00 240.929.925.

350.37 Rp435.00 42. 33 .37 378.746.746.00 37.800.044.164.229.623.164.229.000.000.760.350.746.00 Realisasi Rp Lebih/Kurang Rp Dana Otonomi Khusus Bantuan Dana Kontijensi/Penyeimbang – Pusat (1.147.150.711.156. Dana Alokasi Khusus Jumlah pendapatan transfer PP .479.Lainnya Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat Lainnya berasal dari Pemerintah Pusat.659.896.000.000. Bagi Hasil Sumber Daya Alam.509.798.500.928.28% dari anggaran b.000.00 441.509.312.Lainnya : 1) 2) Anggaran Rp 13.300.946.000.946.000.000.150.000.659.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Pemerintah Pusat.799.000.385.900.00 42.000.000.00 11.000.538.209.000.570.763.000.37 a.00 5.37 (1. Bukan Pajak b.946.509.00) 12. Dana Alokasi Umum c.928.37 Lebih/Kurang Rp 5.129.147.763.046.Dana Perimbangan Pendapatan Transfer berasal dari Pemerintah Pusat.37 3.00 atau 90% dari anggaran sebesar Rp13. Transfer Pemerintah Pusat.000.798.000.500.000. meliputi Bagi Hasil Pajak.150.570.000.00 13.000. meliputi Dana Otonomi Khusus dan Dana Penyesuaian. b.150.00 Realisasi Rp 441.119.00.00 482.00 13.350. dengan realisasi dalam TA 2007 sebagai berikut : Pendapatan Transfer PP.663. Dana Alokasi Khusus (DAK).278.538.Dana Perimbangan : Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil a.000. c.000.155.00 Jumlah Lainnya Realisasi Penerimaan TA 2007 sebesar Rp12.00) 7.00 12.129. Transfer Pemerintah Pusat.000.798.00 435.709.00 471.00 29.229. dengan realisasi dalam TA 2006 sebagai berikut : Pendapatan Transfer PP.145.00 374.00 21.500.500.37 Lebih/Kurang Rp 18.37 12.00 2.000.088.800. Dana atau Perimbangan TA 2007 101.746.Dana Perimbangan Anggaran Rp Realisasi Rp 20.780.200.147.000.545.00) (1.00.111.000. Dana Alokasi Umum (DAU).402.Lainnya dan Transfer Pemerintah Propinsi dengan realisasi dalam TA 2007 sebagai berikut : Pendapatan Transfer : a.331.659.37 Realisasi Penerimaan Rp441.798. Transfer Pemerintah PusatDana Perimbangan Transfer Pemerintah PusatLainnya Transfer Pemerintah Propinsi Jumlah Pendapatan Transfer Anggaran Rp 435.

00 Realisasi Penerimaan Pendapatan Transfer Pemerintah Propinsi TA 2007 sebesar Rp29. e.312. Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi: Anggaran Rp Realisasi Rp 17.694.397. 5.000. Dalam TA 2007 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terdapat sebanyak 38 Satker. dimana Satker.602.95 275.000. dengan realisasi dalam TA 2007 sebagai berikut : Lain-lain Pendapatan yang Sah : a. Realisasi penerimaan tersebut belum termasuk Bantuan Dana Pemberdayaan Masyarakat atas Program Community Development (CD) Tahun 2006 sebesar Rp4.824.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 c.satker tersebut merupakan pengguna anggaran. Belanja Modal.209.00.714.928.000.397.00) 1. Lain-lain Pendapatan yang Sah Lain-lain Pendapatan yang Sah adalah penerimaan daerah selain yang telah dikelompokkan di atas.95 atau 577. 34 .110.000.397.300.900.1.000.130.00 5.00 29.331.95 Realisasi Lain-lain Pendapatan TA 2007 sebesar Rp1.130.313.896.200.130. d.00 atau 133.000.209.00 1.900.200.2 Belanja Belanja Daerah meliputi Belanja Operasi.312. Belanja Tidak Terduga (BTT) dan Belanja Transfer/Bagi Hasil ke Desa.209.896.00 Lebih/Kurang Rp Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi: 1) Bagi Hasil Pajak Propinsi 2) Bantuan Keuangan dari Propinsi Jumlah bagi hasil & bantuan Propinsi 15.000.95 1.800.00 1.588.000.000.00.481. Kelebihan Pembyrn PPh Pasal 21 Gaji PNS Jumlah Lain-lain Penerimaan yang Sah Anggaran Rp 275.928.300.00 1.824.402.020.76 % dari anggaran sebesar Rp21. Bantuan Dana Kontijensi/Penyeimbang – Pusat Lain-lain Bantuan Pemerintah Pusat Dana Darurat Lain-lain Pendapatan yang Sah Pen.300.95 Lebih/Kurang Rp (168.41% dari anggaran sebesar Rp275.800.000.928.397.000.200.00 6. 3. c.000.588.00 Realisasi Rp 107.714.397.331.000.481.00 21.312.00.531.000.00 11.00 7. b.000.

500.017.00 1.685.514.055.998. Belanja Operasi Belanja Modal Belanja Tidak Terduga (BTT) Belanja Transfer / Bagi Hasil Anggaran Rp 423.000.486.191.00 492.155.000.432.228. Pelaksaan pengelolaan keuangan tidak tertib.378.840.63) (7. g.00 170.440.00 398.217.945.649.705.000.00) (510.00 Realisasi Rp 292.00 108.672.190. f.638.573.258.686.00) (24.71 Lebih/Kurang Rp (16.00 7.00 22.705.146.067. Realisasi belanja sebesar Rp537. Belanja Barang.759.945.361.190. Subsidi.00 95.00 2.000. e.607. belum termasuk didalamnya pengeluaran dalam rangka pengelolaan dana Community Development (CD) yang berasal dari pemerintah propinsi sebesar Rp4.726. Hibah dan Bantuan Sosial dengan realisasi TA 2007 sebagai berikut : Belanja Operasi : a.102.64% dari anggaran sebesar Rp537.00 termasuk didalamnya adalah realisasi belanja pada Sekretariat DPRD sebesar Rp7.703.896.398.29) (18.229.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Anggaran dan realisasi belanja daerah TA 2007 sebagai berikut : Belanja Daerah : 1.00 216.649.547.397.692.000.345.067. 2.00 7.00) (44.305.000.107.000. sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Sistem Pengendalian Intern Nomor 3.00 22.079.000.00 Lebih/Kurang Rp (24.741.304.29) Jumlah Belanja Daerah Jumlah realisasi belanja daerah TA 2007 sebesar Rp492.500.00 537.854. b.284.823.997.032.229.000. Belanja Operasi Belanja Operasi Kabupaten Kulon Progo meliputi Belanja Pegawai.66) (423. 4.945.147.00 82.782.000.293.525.71 atau 91.954.285.831.690.954.932. 1.00 423.080.398.876.398.699. 3.00) (12. Belanja Pegawai Belanja Barang Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan Anggaran Rp 309.29) Jumlah Belanja Operasi 35 . Bunga.37 74.307.71 Realisasi Rp 398.240. Atas realisasi belanja tersebut.000.991. d.582.421.809.726.782.649.00 yang tidak dapat diyakini kewajarannya karena pengendalian intern yang lemah.121.71 93.254.00 111.000.000.000.186.480.392.486.582.00 1.34 170.441.00) (2. c.686.00.093.852.475.838.432.00 sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nomor 4.

070.385.396.255.616. dengan anggaran dan realisasi TA 2007.14% dari anggaran Rp423.521.759.480.00.641.1.975.00 36.539. b.854. e.289.102.00 (18. 2.00 2.00) (7. d. dan pelaksanaan kewenangan daerah selainnya yang telah disebutkan di atas.843.818.985.00 sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nomor 5.00 23.726.000.000.542. Irigasi.808.00 111.782.00.102.00 20.71 atau 94.00) - Jumlah Modal Realisasi Belanja Modal TA 2007 sebesar Rp93.360.284.025.00.191.968. Realisasi belanja tersebut termasuk belanja Barang dan Jasa pihak ketiga pada Dinas Pendidikan direalisasikan untuk bantuan dan membiayai kegiatan Dinas Pendidikan minimal sebesar Rp4.228.093.182.954.3 Pembiayaan Pembiayaan Daerah meliputi Penerimaan Daerah dan Pengeluaran.00) (3. Jaringan Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya Anggaran Rp 9. c.550.00 30.170.762. adalah sebagai berikut: 36 .060.00 37. Belanja Tak Terduga (BTT) Belanja Tak Terduga (BTT) dialokasikan dalam APBD dalam rangka penanganan akibat dari bencana alam.5% dari anggaran sebesar Rp22.998.726. Belanja Gedung dan Bangunan.075.85% dari anggaran sebesar Rp111.00) Lebih/Kurang Rp (3.557. Belanja Aset Tetap Lainnya dan Belanja Aset Lainnya dengan realisasi TA 2007 sebagai berikut : Belanja Modal a.00) (1.86. Tanah Peralatan & Mesin Gedung & Bangunan Jalan. Realisasi BTT TA 2007 sebesar Rp216. Belanja Modal Belanja Modal Kabupaten Kulon Progo meliputi Belanja Tanah.265.529.00) (3.00 atau 83.705.500.496.854. Belanja Jalan. belanja operasi yang dicatat dalam LRA adalah overstated.00 940.685.120.831. Belanja Peralatan dan Mesin. f.570.00 atau 9.263. 3. termasuk Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Berkenaan.018.685.055.064.00 Realisasi Rp 5.480.928.582.378.970.00 39.765.054.809.365.432.00 93.961. Irigasi dan Jaringan.251. Dengan demikian.000.573.120.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Realisasi Belanja Operasi TA 2007 sebesar Rp398.782. 5.

65 Lebih/Kurang Rp (5.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Pembiayaan: 1.854.933. b.715.167.519. Pengeluaran Pembiayaan Realisasi pengeluaran pembiayaan TA 2007 sebagai berikut : Pengeluaran Pembiayaan : a.000.350..000.519. Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yg Dipisahkan Pinjaman Dalam NegeriPemerintah Pusat .929.800.50 8.284.80 Lebih/Kurang Rp (612.000.500.783.00 yang direalisasikan setelah berakhirnya tahun anggaran 2007. d.727. SILPA .350.697.50 (5. Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Neto SILPA Anggaran Rp 39.20) (5.276.20) Jumlah Pengeluaran Realisasi pengeluaran pembiayaan tersebut termasuk pengeluaran untuk penguatan modal koperasi simpan pinjam sebesar Rp1.350.350.324.982.000.603.800.412. Jumlah Penerimaan 2.75% dari anggarannya sebesar Rp30.000.284.427. c.387.80 2. Pinjaman Dalam Negeri – Penerimaan Pinjaman dari Obligasi Penerimaan dari Piutang Anggaran Rp 30.284. c.103.350. 1.000.00 30.00 8.013.50) (612.593.715.674. e.823..294.391.50 - Realisasi Rp 33.00 2.00 Realisasi Rp 5.324.412. sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas 37 .489.50.715.388.264.00 2.225.50 Realisasi Rp 30.982.206.30) 55.978.167.. Penerimaan Pembiayaan Realisasi penerimaan pembiayaan TA 2007 sebagai berikut : Penerimaan Pembiayaan : a.737.00 33..000.801.700.276.374.620.206.294.391. d. Penerimaan Pembiayaan 2.000.013.20) (612.674. b.00 91.634.783.000.621.00 92.313.70 atau 81.103.000.224.65 Realisasi pembiayaan daerah TA 2007 sebesar Rp25.323.929.801.224.225.000.50 39. e.00 8.246.678.350.942.664.350.00 - f.50 8.50) (5.80 25.737.70 55.942.50) Lebih/Kurang Rp 13. Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda Pembayaran Utang Pokok yang Jatuh Tempo Penguatan Modal Dana Talangan/Pinjaman Anggaran Rp 0 5.697.621.00 8.

000.67 31.00 yang direalisasikan setelah berakhirnya tahun anggaran 2007.00 757.837.407.26 30.28 990.95 448.391.817.000.909.982.697.000.642.835.80 42.284.407.370.000.70 55.610.80 25.500.66 448.00 55.641.276.297.519.63 4.876. dapat dirinci sebagai berikut : Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) : 1) Pendapatan dan Biaya : a) Realisasi Pendapatan b) Realisasi Belanja Surplus (Defisit) Anggaran : a) – b) ..013.084. 3.284.00 426.613.492. belanja operasi yang dicatat dalam LRA adalah overstated.941.642.982.99 12.407.120.00 62.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nomor 6.530.189. dengan rincian sebagai berikut : Rincian SILPA : 1) Sisa Kas di BUD/Kas Daerah 2) Rekening Giro Bank 3) Kas di PK 4) Sisa UUDP sudah disetor 5) Deposito 6) Tabungan 5) Sisa Dana RSUD 6) Sisa Kas di PK 2004 7) Sisa belum disetor 8) Sisa UUDP Setda 2005 9) Uang hilang di BPKD 10) Sisa UUDP Setda 2006 Jumlah 13.65 47.928.412.371.840.737.00 20.224.00 58.68) 2007 Realisasi (Rp) 2006 Realisasi (Rp) Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) TA 2007 dan 2006 masingmasing sebesar Rp.49 2007 Realisasi (Rp) 2006 Realisasi (Rp) Realisasi Silpa tersebut termasuk pengeluaran untuk penguatan modal koperasi simpan pinjam sebesar Rp1.817.411.594.483.000.138. Dengan demikian.949.097.887.916.37 5.816.000.371.26 458.802.538.264. sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan 38 .100.737.99 522.764.059.155.000.391.111.782.681.180.00 25.00 30.516.50 8.802.000.929.99 tersebut.336.000.727. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) TA 2007 dan 2006.929.94 (10.954.00 11.500.65 dan Rp31.350.37 3.782.642.929.603.862.000. 2) Pembiayaan : a) Penerimaan Daerah b) Pengeluaran Daerah Surplus (Defisit) Pembiayaan : a) – b) 3) Sisa Lebih Perhitungan Anggaran : 1) + 2) 33.99 18.706.350.294.022.329. 55.391.937.47 5.936.982.65 31.

20.407.000.743.1. 20.904. tabungan maupun deposito.600.771. Kas dan Setara Kas Kas dan Bank a.276.835.02.239.587.936.530. Rekening Giro Rekening Giro : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Rekening Giro No.133.02.37 30.02.917.332.954.00 55. 20.650.1.00 4. Kas di Kas Daerah Akun ini menggambarkan saldo Kas Daerah yang dikuasai oleh Bendahara Umum Daerah/Pemegang Kas Daerah (BUD/PKD).053.02.1.090.336.645.603.982.075.941.02.824.000.600.00 8.00 425. b.99 31.929.437.949.030.00006-5 Rekening Giro No.00 49.00007-7 Jumlah Rekening Giro 2007 Rp 6.530.1.361.285.861.239.174.86 4.65 2006 Rp 11.000.960.752.361.315.00 297.000.00 Rincian dari masing-masing rekening adalah sebagai berikut: 1.603. dengan rincian saldo per tanggal 31 Desember 2007 dan 2006 sebagai berikut : Kas di Kas Daerah a) b) c) Rekening Giro Rekening Tabungan Deposito Jumlah Kas di BUD/PKD 2007 Rp 18.00003-1 Rekening Giro No.000.27 117.00 11.4 Aset 1.00 18.837.074.65 2006 Rp 23.606. 20.1.99 a. 20.29 39.00005-3 Rekening Giro No.28 426.00001-1 Rekening Giro No.1.835.589.00 23.391.63 39 .02. karena diakuinya pengeluaran penguatan modal kepada koperasi yang direalisasikan setelah berakhirnya tahun anggaran sebagai realisasi pengeluaran pembiayaan tahun anggaran 2007.075.239.078.043.3.743.02.29 2.1.825.00001-0 Rekening Giro No. baik berupa uang tunai maupun dana yang ditempatkan di bank dalam bentuk rekening giro.904.645.131.00 92.210.816.598.297.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Perundang-Undangan Nomor 6.3.63 58.729.28 2006 Rp 9.793.488.00052-2 Rekening Giro No.954.000.00 361. 20. Silpa yang disajikan bukan merupakan silpa riil.65 6.13 117.651.00 1.37 12.138.00004-6 Rekening Giro No.651. 20. Dengan demikian.370.250.150.00 18.642.030.07 1. PENJELASAN POS-POS NERACA 5.684.000.589.278.02. 20.936.941. Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Jumlah Kas dan Bank 2007 Rp 49.00 22.

00 6.820.748.00 7.000.659.00 7.00 5.00 14.000.00 479.055.598.00 43.706.00 98.095.027.816.000.99 3.00 214.492.667.000.140.160.184.691.000.938.920.681.000. 22.00 30.000.078.383.653.50 28.266.190.00 55.840.148.00 9.02.949.411.594.37 58.476.593.138.816.136.782.00 762.717.00 1.264.000.00 2006 Rp 4.278.00 1.000.1.717.00 40 .119. Deposito Deposito : 1) 2) Bank BRI Bank Pasar Jumlah Deposito b.759.297.00 2.163.08857-0 Jumlah Rekening Tabungan 2007 Rp 426.000.995.416.000.525.173.332.00 2.000.090.053.928.37 2006 Rp 5.370.00 2.470.37 426.150.297.585.00 8.181.00 302.00 3.00 191.539.00 12.00 200.99 Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran pada masing-masing SKPD adalah sebagai berikut: 1) Kas di PK SKPD 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 DPRD Setwan Bupati Sekertariat Daerah BPKD Badan Pengawasan Daerah BAPPEDA Badan Kepegawaian Daerah Kantor Pol PP Kantor Arsip Daerah Kantor Humas Kecamatan Temon Kecamatan Wates Kecamatan Sentolo Kecamatan Kokap Kecamatan Girimulyo Dinas Pertanian dan Kelautan Dinas Perindagkoptam Kantor Pengelola Pasar Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans 2007 Rp 251.101.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 2.275.37 2007 Rp 30.361.000.141.350. Kas di Bendahara Pengeluaran Akun ini mengggambarkan saldo / sisa dana anggaran per 31 Desember 2007 dan 2006 yang belum disetorkan ke Kas Daerah oleh para Pemegang Kas pada Satuan Kerja Perangkat Daerah dengan rincian sebagai berikut: 1) Kas di Bendahara Pengeluaran: 1 2 Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Kas Swadana Jumlah Kas di PK SKPD 2007 Rp 990.790.000.483.899.020.510.138. Rekening Tabungan Rekening Tabungan : 1) Tabungan No.00 1.800.088.641.00 32.636.00 3.00 2006 Rp 2.00 5.00 515.125.949.00 8.440.000.350.110.000.00 499.994.731.916.00 2006 Rp 58.00 305.00 29.000.

727.00 2006 Rp 6.00 10.641.483. Lendah Kecamatan Samigaluh Kecamatan Giri Mulyo Kantor Perpustakaan Umum Kantor Kesbanglingmas Sub Jumlah Kas di PK SKPD Kas di PK BPKD Tahun 2005 Sisa UUDP Setda Tahun 2004 BPKD (uang hilang) Sisa perhitungan 2003 Sisa UUDP Setda 2005 Sisa UUDP Setda 2006 Jumlah Kas di PK SKPD 2) Kas diKas Swadana a) Kas RSUD Wates di Bank Jumlah Kas di RSUD Wates 95.641.00 3.428.00 2.916.00 13. Piutang Akun ini menggambarkan hak Pemerintah Daerah yang sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 dan 2006 belum diterima.00 990.100.292.903.840.021.961. d.908.001.610.492.99 2006 Rp 3. dengan rincian sebagai berikut : Piutang : a.00 62.00 0.429.00 4.000.00 4.00 14.456.00 3.477.028.00 55.49 25.00 0.00 757.371.00 6.00 52.00 185.015.438.894.00 382.350.068.50 100.655.077.725.681. Temon Cabdin Pend Kec.000.264.25 3.00 976.178.801.370.610. kas dan setara kas yang dicatat pada Neraca per 31Desember 2007 adalah understated.840.00 12.696. sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nomor 6.084.00 0.816.00 4.00 21.984.00 4.00 7.350.189.594.761.483.521.000.068.00 29.930.500.00 20.00 2007 Rp 5.000.411.120. Panjatan Dinas Pekerjaan Umum Dinas KPM Dinas Perhubungan Kantor Pedal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cabdin Pend Kec.121.171.00 32.915.725.697.120.775.350.594.928.438.500.756.312.681.25 14. Dengan demikian.565.00 Nilai tercatat kas dan setara kas tersebut belum termasuk kas penguatan modal koperasi simpan pinjam sebesar Rp1.000.753.816.053. b.000.506.988.00 3.00 16.866.25 41 .000.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Dinas Pendidikan UPTD SKB Cabdin Pend Kec.00 2.343.447.000.000.00 0. c.619. 2.312.370.00 yang direalisasikan setelah berakhirnya tahun anggaran 2007.695.049.00 5. Pajak Daerah Retribusi Daerah Lain-lain Jumlah Piutang Bruto Cadangan Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang Neto 2007 Rp 14.

yang sudah diterbitkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) atau dokumen yang dipersamakan namun sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 dan 2006 belum dibayar oleh Wajib Retribusi bersangkutan.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 a.00 3. dengan rincian sebagai berikut : Piutang Pajak : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Hotel Restoran Hiburan Reklame Penerangan Jalan Bahan Galian Golongan C Lainnya Jumlah Piutang Pajak 2007 Rp 3.081.939.00 504.00 66.00 2006 Rp 1.999.138. Piutang Retribusi Piutang retribusi adalah hak Pemerintah Daerah atas pendapatan retribusi tahun berkenaan.915.105. Piutang Pajak Piutang pajak adalah hak Pemerintah Daerah atas pendapatan pajak tahun berkenaan.400.270.557. yang sudah diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) namun sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 dan 2006 belum dibayar oleh Wajib Pajak bersangkutan.294.25 b.477.801.786.00 3.762.296.312.009.850.00 250.00 2006 Rp 120.00 1.00 2.483.894.570. dengan rincian sebagai berikut : Piutang Retribusi : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Piutang Perawatan dan obat pasien Bon Obat Karyawan Klaim Gakin Jamkesos Klaim Askes Maskin Klaim Askes PNS Selisih Biaya Pelayanan Pasien Gakin Klaim Asursani Tafakul Klaim Gakin APBD Rawat Inap dan Rawat Jalan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Jumlah Piutang Retribusi 2007 Rp 137.961.120.563.021.521.00 6.00 804.564.00 42 .00 60.930.00 60.619.436.727.00 480.550.696.287.439.712.756.00 11.00 14.00 5.816.000.136.807.768.551.25 6.483.

00.750.550.869.00 205.000.268. Piutang Lain-lain : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Dinas Pertanian dan Kelautan Dinas Nakertrans Dinas Pendidikan Dinas Perindagkoptam Bank Pasar KOPPAS PT.919.565.028.00 4.000. d.061.500. Persediaan Alat Tulis Kantor (ATK) Saldo persediaan Alat Tulis Kantor (ATK) sebesar Rp142.000.221.00 4. Tiga Pilar Bagia Jumlah Piutang Lain-lain 2007 Rp 382.00 merupakan sisa dana talangan untuk pengadaan tanah yang dipakai untuk perumahan PNS di kabupaten Kulon Progo yang semula sebesar Rp 1.984.00 10.186.000 382.000.00 dan Rp710.46 adalah pengadaan TA 2007 dan 2006 yang sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 dan 43 . Piutang Lain-lain Piutang Lain-lain adalah piutang/tagihan yang timbul dari pinjaman penguatan modal kepada usaha kecil dan mikro yang disalurkan melalui satuan kerja perangkat daerah dan lembaga lain.000. f.67 a.000.499.000. serta barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual/diserahkan dalam rangka pelayanan masyarakat yang masih berada di Satuan Kerja.00 4.00 177. b.881.186.268.766.944.499.000.488. dengan rincian saldo per 31 Desember 2007 dan 2006.000.024.100.000.925.693.357. c.300.00 5.819.00 17.00 406.00 3.46 0.694.263.161.573.010.00 601. e.648.181.00 427.00 120.00 2.050.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 c .655.000.441. Alat Tulis Kantor (ATK) Hewan Ternak Ikan dan Benih Ikan Bibit Tanaman Obat-obatan Medis Lainnya Jumlah Persediaan 2007 Rp 142.739.302.00 Piutang Pemda pada PT Tiga Pilar Bagia sebesar Rp 382.000. Persediaan Saldo akun ini menggambarkan jumlah persediaan barang yang mempunyai sifat habis pakai dan diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional Pemerintah Daerah.682.739.00 dan telah dikembalikan sebesar Rp 1.500.000.000. sebagai berikut : Persediaan : a.000.21 551.037.00 2006 Rp 3. 3.00 482.693.00 2006 Rp 710.

00 12. baik dalam kelompok BAU maupun BOP.00 dan Rp4.025.604.520. dengan rincian sebagai berikut : Persediaan Obat dan Alat Kesehatan 1) 2) 3) 4) Puskesmas di seluruh Kabupaten RSUD Wates Gudang Farmasi Pelayanan Kesehatan Hewan Jumlah Persediaan Obat dan Alat Kesehatan 2007 Rp 160. Pengadaan ATK tersebut oleh masingmasing Satker dilakukan melalui Belanja Barang dan Jasa.025.00 7.00 2. belum terpakai habis.061.Rambutan .00 177.000.351.702.719.465.21 1.854.488.357. Persediaan tersebut berada pada Dinas Pertanian dan Kelautan.829.921.359.965.263.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 2006.00 7.000.382.445.587.00 8.Rambutan .Bibit Buah Naga . c.00 1.702.00 120.Mangga .000.000.00. Persediaan bibit tanaman sebesar Rp177.000. Persediaan Bibit Tanaman Saldo persediaan bibit tanaman per 31 Desember 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp177.000.000.00 1.061.990.750.759.00 e.000.21 44 .500.Durian Menoreh .000.000.00.587.00 54.00 dan Rp120.488.00 dan Rp406.00 2.Jeruk .00 per 31 Desember 2007 terdiri dari: 1 Bibit Tanaman .Stek Buah Naga .00 101.800. Persediaan Ikan dan Benih Ikan Saldo persediaan ikan dan benih ikan per 31 Desember 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp601.094. b.00 210. Persediaan tersebut berada pada Dinas Pertanian dan Kelautan.500.Lada .357.27.00 2006 Rp 332.Durian Menoreh Seling Tanaman .061.00 2 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 70.351.000.00 3.000.907.Panili Jumlah Persediaan Bibit Tanaman Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 896.00 4.037.Mangga .Panili UGM .412.037.500.694.Jeruk . Persediaan Obat dan Alat Kesehatan Saldo persediaan obat dan alat kesehatan pakai habis per 31 Desember 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp3.134.Kelapa .065.802.

330.739.680.500.SLTP .SMU/K .675.00 29.000.984.45 30. dinas Pendidikan Temon 10) Barang Pakai Habis di Cab.00 dan Rp551.818.000.000.Dinas Perhubungan 28.00 233.00 0.00 551.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 f.970.065.221.014.00 4. b.00 Jumlah Persediaan Lainnya 427.586.00 11.SD 9) Barang Pakai Habis di Cab.00 3.016.169.818.239.500.00 1.905.00 .00 274.147.00 .000.00 36.954.600.234.00 106.00 11. Persediaan Lainnya Saldo persediaan Lain-lain per 31 Desember 2007 dan 2006 masingmasing sebesar Rp427.776.500.BPKD 15.281.00 1.233.00 dengan rincian sebagai berikut: Persediaan Lainnya 2007 Rp 2006 Rp Persediaan lain-lain terdiri dari : 1) Karcis Retribusi PAD dan blanko perijinan: .00 68.500.500.221. Investasi Nonpermanen Investasi Permanen Jumlah PMPD 2007 Rp 9. Investasi Jangka Panjang Akun ini menggambarkan jumlah Penyertaan Modal Pemerintah Daerah (PMPD) Kabupaten Kulon Progo pada Bank dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).998.00 79.859.700. dinas Pertalut Kalibawang 11) Barang pakai habis di Puskesmas Bahan Dinas Pertanian 761.147.00 7) Barang Pakai Habis di DPU Barang Pakai Habis Peralatan 8) Sekolah: . sebagai berikut : Investasi Jangka Panjang : a.45 46. Investasi Nonpermanen Investasi Nonpermanen 1) Pinjaman Kepada Perusahaan Negara 2007 Rp 2006 Rp - 45 .568.45 2006 Rp 30.739.000.730.00 Bahan/alat lain di Balai 2) Pembenihan dan Pembibitan 0 5) Bahan/alat Lain di RSUD Wates 124.45 Rincian masing-masing investasi adalah sebagai berikut: a.428.320.000.847.00 6) Blanko Kutipan/KTP Dukcapil KB Bermas 227.202.00 33.883.147.140.Kantor Pengelola Pasar 17.757.500.470. dengan saldo per 31 Desember 2007 dan 2006.233.818.250.00 19.925.925.

00 36. penambahan pada Perusahaan Daerah Air Minum sebesar Rp783.45 6.666.818. c.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 2) 3) 4) 5) 6) 7) Pinjaman Kepada Perusahaan Daerah Pinjaman Kepada Pemerintah Daerah Lainnya Surat Utang Negara Proyek Pembangunan Dana Penguatan Modal Lainnya Jumlah Investasi Nonpermanen 9.136.000.00.998.399.263.575. b.00 8.139.00 6.000.684.274. Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.000.89 46 .184.277.45 2006 Rp 8. Aset Tetap Akun ini menggambarkan saldo asset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun dan digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum per 31 Desember 2007 dengan rincian sebagai berikut: Aset Tetap : a.00 653.000.857.168.959.75 96.75 74.918.000.000.00 30.71 10.000.000. e.016. Selo Adikarto Jumlah Investasi Permanen 2007 Rp 10.00 8.057.131.280.199. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Aset Tetap 2007 Rp 124.000.00 - b.45 Mutasi penambahan dalam Tahun 2007 sebesar Rp5.748.000.818.478.000.099.00 5.281.894. Investasi Permanen Investasi Permanen 1) 2) 3) 4) 5) 6) Penyertaan pada PT Bank BPD DIY Penyertaan pada Perusahaan Daerah Air Minum Penyertaan pada BUKP Penyertaan pada BPR-Bank Pasar Perusda Aneka Usaha (SPBU) PT.281. g.00 merupakan penambahan penyertaan modal pada PD BPR Bank Pasar Kulon Progo dan Bank BPD DIY Yogyakarta masing-masing sebesar Rp2.925.925.00 749.233.959.783.000.977.000.570. d.000.777.966.750.316.177.263.000.147.99 370.614.478. f.000.00 153.375.00 1.065.064.901.000.45 5.750.147.89 2006 Rp 118.210.000.000.139.00 1.000.00 9.090.977.000.927.174.44 116.000.71 11.065.000.000.00 153.000.909.000.44 146.353.199.99 334.00 9.998.351.731.756.359.498.449.00 dan penambahan Penyertaan pada BPR-Bank Pasar sebesar Rp2.

900.959.575. Penghapusan yang dilaksanakan adalah berdasar pada harga taksiran.75 2.89 belum termasuk didalamnya aset yang berasal dari kapitalisasi minimal sebesar Rp2.00 0 58.151.00 49.934.75 74.250.44 31.066.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Nilai aset tetap sebesar Rp749.136.399.909.375. hanya nilai fisik yang diakui menambah nilai aset.995.777.168.136.863.359.071. Realisasi belanja modal yang diakui dan dicatat sebagai aset tetap termasuk didalamnya realisasi belanja modal yang direalisasikan sebagai bantuan kepada masyarakat.813.00 0 297.277.246.756.440.748.684.057.099.174.250.375.057.803.89 0 0 77.75 96.00 Saldo akhir 118.809.718.00.748.855.812.164.131.684.000.844.184.064.894.71 10.211.866.120.351.359.00 653.050.351.200.777.276.357.00 74.966. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo belum mengatur tentang biaya kapitalisasi.75 5.745.614.196.274.606. Penilaian aset belum berdasar pada harga perolehan.244.44 116.00 Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.330.246.731.191. sebagaimana sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan nomor 8.550.905.614.245.820.763. Dengan demikian.498.956.00 38. sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan nomor 7.000.756.00 10.131.99 370.00 0 0 38.558.00.090. aset tetap yang dicatat pada Neraca per 31Desember 2007 adalah understated minimal sebesar Rp2.00 3.89 47 .390.71 11.666.748.00 1. sehingga biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan aset.00 64.00 26.89 Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.421.549.00 749.245.290.090.00 98.00 85.449.200.726.99 80.089.371.819. sehingga nilai aset tidak dapat diyakini kewajarannya sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan nomor 11.909.215.064.162.00 0 6.256.00.614.89 180.927.00 0 0 0 576.901. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Ikhtisar Mutasi Selama tahun 2006 Saldo awal Penambahan Pengurangan 115. Mutasi Aset Tetap Tahun 2007 dan 2006 dapat dirinci sebagai berikut: Ikhtisar Mutasi Selama tahun 2007 Saldo awal Penambahan Pengurangan 118.821.00 653.758.44 15.99 334.538.351.131.71 37.71 62.44 146.418.352.00 334.893.00 116.177. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Saldo akhir 124. Dengan demikian.250.399.142. aset tetap yang dicatat pada Neraca per 31Desember 2007 adalah overstated sebesar Rp 12.174.731.000.779.210.318.316.927.894.918.280.280.857.441.666.487.00 8.441.504.274.570.163.570.750.99 18.987.

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007

a. Tanah Saldo tanah per 31 Desember 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp124.184.210.901,75 dan Rp118.375.090.351,75.
2007 Rp 88.340.171.314,00 9.880.914.522,00 25.963.125.065,75 124.184.210.901,75 2006 Rp 88.340.171.314,00 7.540.719.922,00 22.494.199.115,75 118.375.090.351,75

Tanah 1) 2) 3) Tanah Lapang Tanah Bangunan/ gedung Tanah Pertanian Jumlah Tanah

b. Peralatan dan Mesin Saldo peralatan dan mesin per 31 Desember 2007 dan 2006 masingmasing sebesar Rp96.316.277.857,44 dan Rp74.057.777.894,44 dengan rincian sebagai berikut:
Peralatan dan Mesin 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Alat Kantor dan Rumah Tangga Alat Berat/Besar Alat Angkutan Alat Bengkel dan Ukur Alat Studio dan Komunikasi Alat Kedoteran dan Laboratorium Alat Pertanian dan Perkebunan Alat Lainnya Jumlah peralatan & mesin menurut jenisnya 2007 Rp 37.283.350.843,50 5.194.790.863,00 17.522.013.912,00 2.551.861.237,00 1.937.223.478,00 30.506.868.577,94 1.278.923.946,00 41.245.000,00 96.316.277.857,44 2006 Rp 33.021.652.153,50 4.194.522.863,00 14.203.986.012,00 2.503.123.637,00 976.618.028,00 18.244.201.254,94 872.398.946,00 41.275.000,00 74.057.777.894,44

c. Gedung dan Bangunan Saldo gedung dan bangunan per 31 Desember 2007 dan 2006 masingmasing sebesar Rp146.918.575.966,99 dan Rp116.748.909.666,99
Gedung dan Bangunan 1) 2) 3) Gedung/ Bangunan Tempat Kerja Gedung/ Bangunan Tempat Tinggal Gedung/ Bangunan Lainnya Jumlah Gedung dan Bangunan 2007 Rp 146.011.526.716,99 696.410.250,00 210.639.000,00 146.918.575.966,99 2006 Rp 116.538.270.666,99 210.639.000,00 116.748.909.666,99

d. Jalan, Irigasi dan Jaringan Saldo jalan, irigasi dan jaringan per 31 Desember 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp370.684.168.099,71 dan Rp334.399.359.570,71 dengan rincian sebagai berikut:
Jalan, Irigasi dan Jaringan 1) 2) 3) Jalan dan Jembatan Saluran Irigasi Jaringan dan Instalasi 2007 Rp 267.503.689.301,71 92.971.991.089,00 4.150.373.989,00 2006 Rp 241.380.755.144,71 86.926.100.429,00 4.150.373.989,00

48

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 4) Lainnya Jumlah jalan, irigasi dan jaringan 6.058.113.720,00 370.684.168.099,71 1.942.130.008,00 334.399.359.570,71

e. Aset Tetap Lainnya Saldo asset tetap lainnya per 31 Desember 2007 dan 2006 masingmasing sebesar Rp11.177.498.449,00 dan Rp10.174.927.131,00 dengan rincian sebagai berikut:
Aset Tetap Lainnya 1) 2) 3) 4) 5) Buku Perpustakaan Barang Bercorak Seni dan Budaya Hewan, Ternak dan Tanaman Lainnya Jumlah aset tetap lainnya menurut jenisnya 2007 Rp 9.001.430.602,00 538.742.279,00 1.637.325.568,00 11.177.498.449,00 2006 Rp 8.691.729.352,00 539.992.279,00 943.205.500,00 10.174.927.131,00

5.1.5 Kewajiban 1. Kewajiban Jangka Pendek Akun ini menggambarkan jumlah kewajiban daerah yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun sejak tanggal 31 Desember 2007 dan 2006, yang meliputi Hutang PFK, Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang, dan Lain- lain kewajiban jangka pendek sebagai berikut :
Kewajiban Jangka Pendek : a. b. c. Hutang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang Lain-lain Kewajiban Jangka Pendek Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 2007 Rp 20.440.223,00 94.283.119,39 1.139.438.534,01 1.254.161.876,40 2006 Rp 202.760.915,00 91.387.284,00 740.579.105,00 1.034.727.340,00

Rincian masing-masing kewajiban jangka pendek adalah sebagai berikut:
a. Hutang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK)
Hutang Perhitungan Pihak Ketiga : 1) 2) Potongan PPh 21 DPRD yang belum disetor Potongan Askes Pegawai belum disetor Jumlah hutang perhitungan pihak ketiga

2007 Rp 20.440.223,00 20.440.223,00 2007 Rp 45.693.642,40 47.555.658,33 1.033.818,66

2006 Rp 202.760.915,00 202.760.915,00 2006 Rp 91.387.284,00 -

b.

Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang
Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang: 1) 2) 3) Bag.Lcr.Htg.Jgk.Panjang - Pokok Bag.Lcr.Htg.Jgk.Panjang - Bunga Bag.Lcr.Htg.Jgk.Panjang - Jasa Bank

49

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007
Bag.Lcr.Htg.Jgk.Panjang Commitment Fee Jumlah bagian lancar hutang jangka panjang .

4)

94.283.119,39 2007 Rp 192.073.400,50 857.071.133,51 90.294.000,00 1.139.438.534,01

91.387.284,00 2006 Rp 11.526.243,00 150.639.300,00 7.518.662,00 570.894.900,00

c.

Lain-lain Kewajiban Jangka Pendek
Lain-lain kewajiban jangka pendek : 1) 2) 3) 4) 5) Pengadaan obat-obatan Pengadaan Bahan laboratorium Pengadaan bahan makanan Jasa Medis Lainnya Jumlah lain-lain kewajiban jangka pendek

740.579.105,00

2. Kewajiban Jangka Panjang Akun ini menggambarkan jumlah kewajiban daerah yang jatuh tempo lebih dari satu tahun sejak tanggal 31 Desember 2007 dan 2006, yaitu Hutang Penerusan Pinjaman (Sub Loan Agreement – SLA) Nomor SLA845/DP3/1996 dengan saldo sebagai berikut:
Hutang Jangka Panjang : Hutang Penerusan Pinjaman No.SLA 2007 Rp 971.154.905,82 971.154.905,82 2006 Rp 731.098.278,40 731.098.278,40

845/DP3/1996
Jumlah Hutang Jangka Panjang

Pinjaman tersebut didasarkan atas Perjanjian Penerusan Pinjaman antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Nomor : SLA845/DP3/1996 tanggal 19 Januari 1996. Sumber dana pinjaman tersebut berasal dari Asian Development Bank (ADB) sesuai Loan Agreement Nomor : 1198- INO tanggal 10 Februari 1993 antara Pemerintah RI dengan ADB. Pinjaman tersebut digunakan dalam rangka membiayai Central Java and Daerah Istimewa Yogyakarta Urban Development ( Sector ) Project. Berdasarkan pasal III ayat 3.1 (a) dari perjanjian pinjaman dan surat Menteri Keuangan nomor : S-1664 / MK.17 / 1994 tanggal 26 Desember 1995 Pemerintah telah menyetujui untuk meneruskan kembali pinjaman , sebagian pinjaman yang berasal dari ADB tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Pembayaran angsuran selama 30 kali per setengah tahunan secara prorata tanggal 20 Januari dan 20 Juli dengan angsuran I tanggal 20 Juli 2001 dan berakhir tanggal 20 Januari 2016. Tingkat bunga ditetapkan sebesar 11,75 % per tahun dari jumlah pinjaman yang telah ditarik dan masih terhutang dari waktu ke waktu . Dalam tingkat bunga tersebut termasuk jasa perbankan sebesar 0,25 % untuk bank penata usaha dan dibayar bersamaan dengan pembayaran angsuran.
50

919.654.85 Saldo-saldo akun ekuitas dana per 31 Desember 2007 dan 2006 tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : a.761.119.654.40 683.67 (1.739.818.25 5.883.438.407.686. Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Lancar (EDL) : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Pendapatan yang Ditangguhkan Cadangan Piutang Cadangan Belanja Dibayar Dimuka Cadangan Persediaan Dana yang Hrs Disediakan utk Pmbyr Htg Jgk Pdk Jumlah Ekuitas Dana Lancar (EDL) 2007 Rp 55.6 Ekuitas Dana Akun ini menggambarkan jumlah kekayaan bersih Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.282. meliputi Ekuitas Dana Lancar (EDL).727.506. Ekuitas Dana Investasi (EDI) dan Ekuitas Dana Dicadangkan (EDC).016.89 0 -731. c.94 2006 Rp 31. b.00) 50.00 4.65 4.154.45 653.738.892.441.869.958.876.45 749.982.353.584.725.958.00 (971.428.179.282.280.784.258.82) 795.034.258.381. Ekuitas Dana Investasi (EDI) Ekuitas Dana Investasi (EDI) : 1) 2) 3) 4) Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan dalam Aset Lainnya Dana yang Hrs Disediakan utk Pmbyr Htg Jgk Pjg Jumlah Ekuitas Dana Investasi (EDI) 51 .89 958.738.77 2006 Rp 50.816. Ekuitas Dana Lancar (EDL) Ekuitas Dana Dicadangkan (EDC) Ekuitas Dana Investasi (EDI) Jumlah Ekuitas Dana 2007 Rp 62.274.304.614.014.353.064.179.181. Ekuitas Dana Dicadangkan (EDC) Ekuitas Dana Dicadangkan (EDC) : 1) 2) Dana Pemberdayaan Masyarakat Desa Tambahan cadangan tahun berjalan Jumlah (EDC) c.391.642.40) 62.254.147.91 683.438.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 5.892.312.217.52 2006 Rp 30.837.837.25 2007 Rp 2007 Rp 46.278.483.098. Saldo per 31 Desember 2007 dan 2006 dapat dirinci sebagai berikut : Ekuitas Dana : a.52 858.1.483.784.94 734.174.233.756.25 795.506.161.819.99 14.068.381.00 (1.905.91 2006 Rp - b.610.929.

95 (93.20 8.108.664.877.837.982.085.380. Aktivitas Investasi Aset Nonkeuangan.65.99 Saldo awal kas di BUD per 1 Januari 2007 sebesar Rp123.982.642. dapat disajikan sebagai berikut : 1.528. Pnglr Saldo Akhir Kas di Bend.65 31.Pnrm Saldo Akhir Kas 2007 Realisasi (Rp) 123.629.282.391. Aliran Kas dari Aktivitas Operasi Aliran kas bersih aktivitas operasi surplus sebesar Rp123.547.172.52 23.571.929. 2.370. Aktivitas Pembiayaan dan Aktivitas Non Anggaran dengan anggaran dan realisasi TA 2007 dan 2006.95 sedangkan saldo akhir kas di BUD per 31 Desember 2007 sebesar Rp55.087.094.15 30.547.423.606. 4.473.087. Realisasi masing-masing jenis pembiayaan TA 2007 dan 2006.971.00) (5. Aktivitas Operasi Investasi Aset Nonkeuangan Aktivitas Pembiayaan Aktivitas Non Anggaran Kenaikan/ Penurunan Kas Saldo Awal Kas di BUD Saldo Akhir Kas di BUD Saldo Akhir Kas di Bend.710.323.929.087. sebagai berikut : Aliran Kas dari : 1.932.47 55.17 Komponen-komponen arus kas Laporan Aliran Kas menyajikan informasi aliran penerimaan dan pengeluaran kas selama Tahun 2007 dan 2006 meliputi Aliran Kas dari Aktivitas Operasi.018.571. 3.700.32 (74.50 2006 Realisasi (Rp) 64.910.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 PENJELASAN POS-POS ARUS KAS 5.95 merupakan indikator yang menunjukan kemampuan Pemkab Kulon Progo dalam menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai aktivitas operasionalnya.489. Aliran kas bersih aktivitas operasi merupakan selisih dari aliran kas masuk dengan aliran kas keluar yang terdiri dari : 52 .727. termasuk Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun berkenaan.905.018.391.407.018.80) 24.502.00) 19.299.571.

485.489.000.448.204.00 mencerminkan adanya pengadaan sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung pelayanan pemerintah di masa yang akan datang.164.196. i.880. f.145.095.00 378.00 344.168.00 1.76 22. h.199.000.94 64.481.000.00 0.714.802.073.000.28 8.313. e. b.683.18 20.00 12.00 3.035. c.223.805.00 7.00 216.00 32. n.200.396.168.865.573.00 0. k.397. l.50 106.129.502. o.209. Pendapatan Pajak Daerah Pndptn Retribusi Daerah Pndptn Hsl Pglln Kkyn Daerah yg Dipisahkan Lain-lain PAD yang Sah Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil SDA Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Pendapatan Bagi Hsl Pjk dari Propinsi Pndptn Bagi Hsl Lainnya Pndptn Dana Darurat Pndptn Lainnya 2007 Realisasi (Rp) 3.355.800.810.421.066.982.147.637.484.800.782.91 1.500. g.95 522.972.854.110.684.229.430.540.400.00 22.856.00 11.441.00 42.164.571.150.739.437.113.00 3.018.000.155.320.000.201.000.634.000.66 292. f.26 238.000.127.067.192.500.292.528.835.017.427.000.00 1.898. d.00 95.000.00 95.010.800.00 m.34 170.32 2.134.371.95 384.17 8.500. Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa j.000.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Aliran Kas dari Aktivitas Operasi : Aliran Masuk Kas: a.087.012.998.567.00 20.00 448. b.234.156.00 17.018.252.525.856.082.531. Operasi 399. Pendapatan Hibah Jumlah Aliran Keluar Kas: a.37 454.474.877. d. g.700.394. h.00 16.00 107.605.00 4.457. c.580. j.781.973. Bantuan Keuangan untuk Instansi Jumlah Aliran Kas Bersih dr Aktvts.697.991.204.262.00 17. Aliran Kas dari Aktivitas Investasi Aset Nonkeuangan Aliran kas bersih dari aktivitas investasi adalah defisit sebesar Rp 93.826.58 8.37 74.00 - 2006 Realisasi (Rp) 3.538.366.00 1.547.258.473.634.844.580. 53 .71 123.956.00 35. e.16 933.172.082. Belanja Pegawai Belanja Barang Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial Belanja Tak Terduga Bagi Hasil Pajak / Retribusi i.000.782.

745.000. b.808.200. irigasi & jaringan Belanja aset tetap lainnya Belanja aset lainnya 2.400. c. Aliran kas bersih dari aktivitas pembiayaan merupakan selisih dari aliran kas masuk dengan aliran kas keluar atas aktivitas pembiayaan.809.aset tetap Pndptn Penj.00 13.00 2.858. jalan. Aliran Kas dari Aktivitas Pembiayaan : Aliran Masuk Kas: a.256. d.423. f.Dlm Negeri-Pusat Pinj.710.877.000.705.396.914.00 940.500. f. f.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Aliran kas bersih aktivitas investasi aset nonkeuangan merupakan selisih dari aliran kas masuk dengan aliran kas keluar yang terdiri dari : Aliran Kas dari Aktivitas Investasi Nonkeuangan : Aliran Masuk Kas: a.863. d. Pencairan Dana Cdgn Hasil Penj.910.548. gdg&bngn Pndptn Penj.00 (74.Kekayaan Daerah yg Dipisahkan Pinj.548.580. e.313.600.877.374.00 253. b.00 3.370.00 93. e.00 36.00 24. Pndptn Penj.00 22.844.542.00 74.854.170.203.854.00 17. irigasi &jaringan Pndptn Penj.521.225.00 2.873. c.00 5. d. Pndptn Penj.00 20.00 (93. Aliran Kas dari Aktivitas Pembiayaan Aliran kas bersih dari aktivitas pembiayaan defisit sebesar Rp(5.502.854.276.609.284.313. b.00 37.Dlm Negeri Lainnya Pnrm setoran sisa th lalu Penerimaan piutang 2. e.726.818.934.427.529.00) Jumlah Aliran Kas Bersih dari Aktv.473.00 30.00 178.00) Jumlah Aliran Keluar Kas: a.528.80)mencerminkan adanya pengeluaran pemerintah yang terkait dengan aliran kas di masa yang akan datang.888.710. Belanja tanah Belanja peralatan&mesin Belanja gdg&bngnn Belanja jalan.000. c.241.aset lainnya 2007 Realisasi (Rp) 2006 Realisasi (Rp) - 74.313. alat&mesin Pndptn Penj.600.374.00 2007 Realisasi (Rp) 2006 Realisasi (Rp) Jumlah 54 .914.820.102. tanah .858.985.241. Investasi Nonkeuangan 3.000.273.120.550.

000.80 1.224.730.284.037.783.887. d.00 91.037.80 (5.00 18.737.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Aliran Keluar Kas: a. Aliran Kas dari Aktivitas Non Anggaran Aliran kas bersih dari aktivitas non anggaran nihil.350.284.387.680.00 91.80 19.000.680.037.730. yang mencerminkan saldo penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak mempengaruhi anggaran.00 18. Penyertaan modal Pemda Pembayaran pokok pinj. c.00 5. Realisasi TA 2007 dan 2006 sebagai berikut : Aliran Kas dari Aktivitas Non Anggaran : Aliran Masuk Kas: Penerimaan prhtgn phk ketiga Jumlah Aliran Keluar Kas: Pengeluaran prhtg phk ketiga Jumlah Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Non Anggaran 18.80 2.423.350.000.629.000. b.284.000.680.730.00 18.000. e.910.284.971.000.064.00 2007 Realisasi (Rp) 2006 Realisasi (Rp) 55 .037.085.155.370.680.80) 4. Dalam negeri-Pusat Pengeluaran investasi Dana talangan/Pinjaman 5.00 8.730. Pembentukan dana cad.20 Jumlah Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan 4.500.387.

Perwakilan No. Nanggulan Jln. 23. 1. Galur Botokan. 16. Pengasih Jln.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 BAB VI PENJELASAN ATAS INFORMASI-INFORMASI NON KEUANGAN 6. Wates Jln. Wates Jln. Wates Jln. Wates Jln. Sentolo Km 8 Jatisarono. Grigak. 18. 27. 25 Kantor. Watulunyu. 9. Bhayangkara. Perwakilan No. Gerbosari. Wates Jln. 1. Kantor Pengelola Pasar Dinas Kesehatan Jln. Hargorejo. Bendungan. Nagung-Toyan No.Purworejo Km. 3. Wates Jln. Purbo Winoto No. Wates Jln. 1. Panjatan Jln. Samigaluh Jln. 11. 15. Banjaroyo. 6 Sentolo Jln. Giripurwo.1 Domisili Entitas Pelaporan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kulon Progo dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). 21. Watulunyu. Sentolo – Muntilan Km 28. 28. Kokap Jln. Wates Jln. 19. 8. 1. Wates Jln. 4 56 . Sugiman. 20. Wates Jln. Nagung-Brosot No. 17. Ngaseman. 14. Brosot-Nagung No. Jetis. 6. Adapun domisili dari entitas pelaporan tersebut meliputi : No. Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Kulon Progo dalam tahun 2007 terdiri dari 4 badan. 1 Wates Ket. 9 Dinas. Jln. Wates Jln. Sugiman. 1. 24. Wates Jln. 6. Sugiman. Pengasih No. 2. Jatirejo. 5. 83. 22. Kalibawang Jln. Perwakilan No. Wates Jln. Suparman No. 10. 12. Wates 26. Watulunyu. 4. 7. Perwakilan No. 27. Perwakilan No. Gedung Kesenian.4 Temon Jln. 1 1. Kecamatan Kalibawang Pantok Wetan. 25. 1. 1. Dinas Pertanian dan Kelautan Dinas Indagkoptam 27. 1. 13. Watulunyu. Dekso-Plono. Lendah Jln. 2. DPRD Bupati dan Wakil Bupati Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD BPKD Badan Pengawasan Daerah Bappeda Badan Kepegawaian Daerah Kantor Kesbanglinmas Kantor Pol PP Kantor PDE Kantor Arsip Daerah Kantor Humas Kecamatan Temon Kecamatan Wates Kecamatan Panjatan Kecamatan Galur Kecamatan Lendah Kecamatan Sentolo Kecamatan Pengasih Kecamatan Kokap Kecamatan Girimulyo Kecamatan Nanggulan Kecamatan Samigaluh Nama Entitas 2 Alamat 3 Jln. 4 Wates Jln. Girimulyo Jln. 10. Perwakilan No. Sugiman. Perwakilan No. Wates Jln. Gatot Subroto No. Wates . Perwakilan No. Perwakilan No.

Khudori No. Sumiran L Bowo Pristiyanto Rudy Widiayatmoko. Jalil Ambar Was'an Dra. BA Drs. Sugiman. 34. 37. HM So'im.2 Pengguna Anggaran Kabupaten Kulon Progo Pengguna Anggaran wajib dan telah menyampaikan laporan keuangan yang telah manjadi tanggung jawabnya selama tahun 2007 kepada Badan Pengelola Keuangan Daerah selaku SKPKD dan dilakukan konsolidasi untuk menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Watulunyu. 5 010105316 010125558 060066635 010162498 010184127 490018607 490017292 490024694 380003881 490029103 490025231 490017336 490024986 010257778 490020623 490024358 010240722 050067380 490030228 490024564 490028809 010227403 Plt. Anang Suharsa Ir. R Harry Santosa Drs. Watulunyu. Kasdiyono Drs. Ayub Sriyanto Drs. 57 . Wates Jln. Watulunyu. M. 31. Sri Utami. Sugiman. Wates Jln.Hum Drs. Watulunyu. Wates Jln.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 29. Bisono Indro Cahyo Drs. 33. SH Drs. MM Dra. 36. SH MM Drs. Juwardi Suta'at. Sugiman. Adapun nama-nama dari Pengguna Anggaran di Kabupaten Kulon Progo sebagai berikut : No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Nama SKPD 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bupati dan Wakil Bupati Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Perwakilan Rakyat Daerah Badan Pengelola Keuangan Daerah Badan Pengawasan Daerah Bappeda Badan Kepegawaian Daerah Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kantor Polisi Pamong Praja Kantor Pengolahan Data Elektronik Kantor Arsip Daerah Kantor Hubungan Masyarakat Kecamatan Temon Kecamatan Wates Kecamatan Panjatan Kecamatan Galur Kecamatan Lendah Kecamatan Sentolo Kecamatan Pengasih Kecamatan Kokap Kecamatan Girimulyo Kecamatan Nanggulan Kecamatan Samigaluh Nama Pengguna Anggaran 3 Drs. Wates 6. MM Drs. Beji. MA Tukadi. S. Tunjungan Wates Jln. Aspiyah. Ak Hendro Purnomo Sigit. Sugiman. Kantor Perpustakaan Umum Dinas Pekerjaan Umum Dinas Dukcapil KB Bermas Dinas Perhubungan Kantor Pedal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jln. Sri Hermintarti. Msi Jumanto. SH Budi Wibowo. 30.Sos NIP 4 Ket. Eka Pranyata Drs. 35. R Agus Santosa. Gedung Kesenian Wates Jln. 38. RSUD Wates Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Pendidikan 32. Wates Jln. 55 Wates Jln. Moch Maknun Drs. Marsinggih Drs. Watulunyu. Wates Jln. Sugiman.

BA Drs. Sabar Widodo Drs. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga menyelenggarakan tugas pembantuan yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat. Perdagangan.690.00 Rp.3 Tugas Pembantuan Disamping penyelenggaraan pemerintah daerah yang telah direalisasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.000. Pembangunan/pengadaan/peningkatan sarana dan prasarana 2. Msi 490015137 490027258 490019803 490027941 140165141 140203301 730002144 130530785 490024826 490026176 490025004 490025004 490024649 080078610 490017972 6. Bambang Haryatno. 5. Koperasi dan Pertambangan Kantor Pengelola Pasar Dinas Kesehatan RSUD Wates Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Pendidikan Kantor Perpustakaan Umum Dinas Pekerjaan Umum Dinas Kependudukan Catatan Sipil Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Perhubungan Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs.000. Penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian 58 . M. M.708. Agus Subagya dr. 119.00 1. Kes. Langgeng Basuki Drs.240.515. Musodo Muhammad Mastur. Sarjana Drs.00 ™ Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini 2. 6.00 Rp. Lestaryono.180. MM Drs.500. 126. Bambang Pidegso. Dinas Pendidikan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pendidikan Ditjen PLS Rp.H Mochammad Nadjib.Kes Drs.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kecamatan Kalibawang Dinas Pertanian dan Kelautan Dinas Peindustrian. Adapun tugas pembantuan meliputi beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah meliputi : 1. MT Drs. Bambang Heruntoro Ir.620. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pertanian Ditjen Tanaman Pangan Rp. Ramijo Ir. H Darto.640. Rossajuddin drh. Dr. M. Sarjana Drs.

000. Pengembangan dan rehabilitasi infrastruktur pertanian dan perdesaan 2.490.00 1.00 1. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pertanian Peternakan Rp. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pertanian Ditjen Perkebunan Rp.051.051. 2. Pengembangan dan rehabilitasi pertanian dan perdesaan 2. produktivitas dan mutu produk pertanian 7.100. Pengembangan penyediaan prasarana dan sarana pertanian 4.630.000.00 ™ Peningkatan populasi ternak 59 . Pembinaan dan pengembangan pembangunan perkebunan infrastruktur manajemen 5.00 Rp. Peningkatan produksi. 928.000. Pengembangan perlindungan tanaman 6.000. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pertanian Holtikultura Rp.00 Rp. 2.411. Pengembangan perbenihan/pembibitan 5.070.00 Rp.500.500. 320.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 3.000. Pembinaan dan pengembangan konsumsi dan keamanan pangan 3. 622. Pembinaan dan pengembangan manajemen pembangunan pertanian 8. 921. Pengembangan usaha tani komoditas bernilai tinggi/pengutuhan sentra komoditas unggulan bernilai tinggi 4.

363.00 1. Pembinaan/koordinasi/pelaksanaan monitoring. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Tenaga Kerja Ditjen Pembinaan dan Penempatan Naker DM Rp. 2.020. Penyelenggaraan padat karya produktiv 9. 130. 500. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Kelautan dan Perikanan Ditjen Kelautan.00.566.000.003.222. pelaku usaha perikanan dan masyarakat pesisir 7. evaluasi dan pelaporan 2.00 1.870.082. Pemberian dorongan dan penyempurnaan pelaksanaan negosiasi bipartit antara pekerja dan 60 . Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Tenaga Kerja Ditjen PHI dan Jaminan Sosial Rp.00 Rp.000.00 ™ Pemberdayaan petani. 145.657.000.000. Pembinaan administrasi dan pengelolaan keuangan 4. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Pertanian Badan Pengembangan SDM Pertanian Rp. 210.000.00 Rp.00 Rp.00 Rp. Pembangunan/pengadaan/peningkatan sarana dan prasarana 3. Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Rp.000.400. Pengembangan sistem dan perluasan kesempatan kerja dalam negeri 3. Pengembangan pasar kerja dalam negeri 2. budaya. 850. 488.000. pelaku agribisnis dan penyuluhan pertanian 8.00 ™ Pemberdayaan ekonomi social.000.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 6.

397.000.000.00 ™ Peningkatan kerjasama antar wilayah.00 1. Penyelenggaraan pembinaan teknis administrasi 3.368. Dinas Pekerjaan Umum Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pekerjaan Umum Cipta Karya Rp. Pembinaan/penyusunan program.000. rencana kerja dan anggaran 2. 934.600. 3.739.00 Rp.598. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Tenaga Kerja Ditjen Pembinaan Pengembangan Masyarakat Kawasan Transmigrasi Rp.00 Rp.00 Rp. 955. Penyelenggaraan program pelatihan kerja berbasis masyarakat 4. 6. Dinas Pekerjaan Umum Departemen pemberi Eselon I : : Departemen Pekerjaan Umum Sumber Daya Air 61 . 3.099. antar pelaku dan antar sektor di wilayah strategis dan cepat tumbuh 11. Pembinaan/penyusunan program.00 ™ Pembangunan infrastruktur pedesaan 13.000.000. Penyelenggaraan pelatihan non institusional/ pelatihan keliling (MTU) 5. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Tenaga Kerja Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Rp. pemberi kerja Pembinaan kelembagaan dan pemasyarakatan hubungan industrial Penyelesaian perselisihan hubungan industrial 10. 374.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 5.100. rencana kerja dan anggaran 12.383.000.386.

00 ™ Peningkatan pengelolaan (WISMP) irigasi partisipatif 14.000.168. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pertanian Belanja lain-lain Rp.000.00 Rp. 8.00 ™ Pengembangan dana reboisasi 62 .856.00 Rp. 8.000.00 ™ Peningkatan pemberdayaan masyarakat perdesaan melalui program pengembangan kecamatan 16.500.000. 3.000.903. 3.000.720.250.000.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Anggaran Realisasi Kegiatan : : : Rp.674. 959.00 ™ Pemenuhan dan peningkatan fasilitas sarana dan prasarana kesehatan rujukan 15.499.250.450.00 Rp.128.00 Rp.774. RSUD Wates Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Kesehatan Ditjen Bina Pelayanan Medik Rp. Dinas Dukcapil KB Pemberdayaan Masyarakat Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Dalam Negeri Ditjen PMD Rp. 1.500.000. 4. 1.521.000.

Keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan dan partisipasi dari segenap potensi dan komponen masyarakat. Namun. H. TOYO SANTOSO DIPO 63 . agar program yang digariskan itu dapat berjalan sesuai dengan rencana. kerja keras dan komitmen segenap aparatur pemerintah daerah yang kesemuanya diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat guna meningkatkan kemampuan dan kemandirian daerah sesuai dengan semangat otonomi daerah yang luas. nyata dan bertanggungjawab. Dari seluruh pencapaian kinerja yang telah kami sampaikan pada Tahun Anggaran 2007 dapat kaminyatakan bahwa selama Tahun Anggaran 2007 meskipun dengan anggaran yang terbatas.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 BAB VII PENUTUP Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah mutlak diperlukan akuntabilitas kinerja sebagai wujud dari pertanggungjawaban kepada publik. pemberdayan masyarakat serta pelayanan umum telah dapat dilaksanakan dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran (PPA) tahun 2007 yang telah ditetapkan bersama dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Berbagai permasalahan dan hambatan yang terjadi selama tahun 2007 baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun ekternal telah diupayakan pemecahannya melalui koordinasi dengan instansi terkait serta melalui konsultasi yang dilaksanakan dengan jajaran DPRD. secara keseluruhan program kerja baik bidang pemerintahan. 25 Juni 2008 BUPATI KULON PROGO . Hal ini menuntut seluruh komponen jajaran dalam rangka pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan. Wates. untuk itu akan kami upayakan sehingga diperoleh solusi sebaikbaiknya. kami menyadari belum sepenuhnya permasalahan yang timbul selama tahun 2007 terselesaikan.

Pasal 2 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. 3. Metode Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dilakukan dengan pendekatan-pendekatan berikut: a. b. Pengelolaan keuangan pemerintah daerah dalam melaksanakan APBD 2007 untuk pemberian opini . RKP Badan Pemeriksa Keuangan Tahun Anggaran 2008. Hasil pemahaman dan pengujian tersebut akan menentukan tingkat keandalan asersi manajemen dan ketentuan yang berlaku. 5. 2. Dasar Hukum Pemeriksaan a. Pengelolaan dan pertanggungjawaban atas saldo. Pasal 1 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. yang didasarkan pada pemahaman dan pengujian atas efektivitas SPI atas pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Standar Pemeriksaan Peraturan BPK-RI Nomor 1 Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). Tujuan Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah bertujuan untuk memberikan Opini atas Kewajaran Laporan Keuangan. 64 . Pendekatan Risiko Metodologi yang diterapkan dalam melakukan pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah menggunakan pendekatan risiko. 4. serta pertimbangan hasil pemeriksaan sebelumnya. Rancangan dan penerapan Sistem Pengendalian Intern dalam pengelolaan keuangan dan pelaksanaan APBD pada pemerintah daerah. mutasi penerimaan dan penggunaan dana pada rekening-rekening yang ditetapkan untuk semua transaksi penerimaan dan pengeluaran. Sasaran Pemeriksaan a. c.GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN 1. b. c.

Uji petik pemeriksaan (sampling audit) Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara melakukan pengujian secara uji-petik atas unit-unit dalam populasi yang akan diuji. Standar materialitas di atas terutama berkaitan dengan mutasi pendebetan dan pengkreditan rekening. namun tidak berlaku atas penyimpangan yang mengandung unsur kolusi korupsi dan nepotisme (KKN) dan pelanggaran hukum. Tingkat materialitas dalam pemeriksaan ini ditetapkan sebesar 0. dengan mempertimbangkan bahwa pengguna laporan dhi. Pelaporan a) Setiap permasalahan yang ditemukan dalam pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dikomunikasikan dengan entitas yang diperiksa untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat serta untuk memperoleh tanggapan tertulis sebelum disajikan sebagai temuan pemeriksaan. 65 . Materialitas Materialitas dalam pemeriksaan ditetapkan dengan menggunakan persentase atas total saldo rekening yang akan diperiksa. DPRD akan memperhatikan aspek legalitas dan ketaatan terhadap ketentuan yang berlaku dalam proses pertanggungjawaban keuangan. Waktu Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dilakukan selama 30 (tiga puluh) hari. Penerapan tingkat materialitas pemeriksaan adalah konservatif atau rendah.5 % dan akan dijadikan pertimbangan dalam menentukan kedalaman pengujian yang akan dilakukan. pemeriksa menggunakan metode non statistical sampling dengan memperhatikan kecukupan jumlah sampel yang dipilih baik dari segi nilai rupiah atau jenis transaksinya. Kesimpulan pemeriksaan akan diperoleh berdasarkan hasil uji-petik yang dijadikan dasar untuk menggambarkan kondisi dari populasinya. b) Temuan pemeriksaan akan disajikan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan LKPD. Dalam pemeriksaan ini. 6.Penetapan risiko pemeriksaan (audit risk) simultan dengan tingkat keandalan pengendalian (risiko pengendalian) serta tingkat bawaan (inherent risk) entitas yang akan diperiksa digunakan sebagai acuan dalam menentukan risiko deteksi (detection risk) yang diharapkan dan jumlah pengujian yang akan dilakukan serta menentukan fokus pemeriksaan. c. d. b.

7. Kendala Pemeriksaan Data yang diperlukan tidak selalu tersedia 66 . Objek Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintahan Daerah Kabupaten Kulon Progo Tahun Anggaran (TA) 2007 8.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO TAHUN ANGGARAN 2007 AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA Nomor Tanggal : 43B/LHP/XVIII.YOG/6/2008 : 25 Juni 2008 .

............ 5 13 13 16 21 Tindak Lanjut..........8447......................032.................DAFTAR ISI HALAMAN DAFTAR ISI…………………………………………………………………... 2.................................00 ……………………….......................... 3..... 27 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 2 .............................. Pencairan SP2D (GU/TU) bulan Desember digunakan untuk belanja kegiatan bulan sebelumnya minimal sebesar Rp2........870.......... Belum ada bukti pengesahan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan..........84.................................... PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN 2 3 GAMBARAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH…............. RESUME HASIL INTERN.. Pengelolaan keuangan pada Sekretariat DPRD Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp7.......285....................... HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN……....361........................................ 1...........00 tidak tertib..............

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bertanggung jawab untuk mengatur dan menyelenggarakan pengendalian tersebut. (2) memberikan keyakinan yang memadai bahwa laporan tersebut telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan serta penerimaan dan pengeluaran telah sesuai dengan otorisasi yang diberikan. Laporan Realisasi Anggaran.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RESUME HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI melaksanakan pengujian atas sistem pengendalian intern Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Sistem pengendalian intern merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. (3) memberikan keyakinan yang memadai atas keamanan aset yang berdampak material pada laporan keuangan. BPK-RI tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Namun. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Standar pemeriksaan yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI untuk mengungkapkan kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas pelaporan keuangan. tujuan pemeriksaan BPK-RI atas laporan keuangan tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan sistem pengendalian intern tersebut. Sistem pengendalian intern Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terkait dengan laporan keuangan merupakan suatu proses yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai atas keandalan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut: PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 3 . Oleh karena itu. Pengendalian intern tersebut meliputi berbagai kebijakan dan prosedur yang: (1) terkait dengan catatan keuangan. apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Untuk memperoleh keyakinan memadai. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Kulon Progo per 31 Desember 2007.

b.235 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 4 . berjalan. Pengelolaan keuangan pada Sekretariat DPRD Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp7.870.8447. Belum ada pengesahan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan .M.. 3.285. CFE Akuntan. Register Negara No. Memerintahkan Sekretaris DPRD selaku pengguna anggaran untuk : a. S. sebelumnya untuk membiayai kegiatan T.00.361. Pencairan SP2D (GU/TU) bulan Desember digunakan untuk belanja kegiatan bulan sebelumnya minimal sebesar Rp2.A. D-17. 25 Juni 2008 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan BPK RI di Yogyakarta Penanggung Jawab Pemeriksaan. d.00 tidak tertib.1. Yogyakarta. Berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut.84.H. Nelson H. Melakukan pemeriksaan atas pengelolaan keuangan minimal tiap tiga bulan sekali. Memerintahkan bendahara pengeluaran menutup Buku Kas Umum (BKU) setiap akhir bulan .E. Menegur dan memerintahkan BUD untuk melaksanakan pengesahan atas SPJ SKPD pada Tahun Anggaran berikutnya . Memberikan masukan kepada Pimpinan DPRD dalam pelaksanaan kegiatan. Memerintahkan Sekda selaku koordinator pengelola keuangan daerah untuk lebih menertibkan pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah dengan melakukan pengendalian yang memadai mengacu pada katentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku . c. BPK RI merekomendasikan Bupati Kulon Progo agar : 1.A. 3. 2. Siregar.032. 2. Tidak menggunakan sisa UP T.Acc. Secara lebih rinci dijelaskan pada bagian Hasil Pemeriksaan Sistem Pengendalian Intern.

secara garis besar belum dilaksanakan secara memadai. rapat koordinasi teknis. serta pengawasan dan pemeriksaan. dan mendorong dipatuhi dan ditaatinya peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembukuan dan pencatatan. Penyusunan dan pelaksanaan APBD Kabupaten Kulon Progo TA 2007 dilakukan dengan berpedoman pada Petunjuk Pelaksanaan APBD Kabupaten Kulon Progo Tahun Anggaran 2007 yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2006 tanggal 18 Desember 2006. forum komunikasi dialog pembangunan.GAMBARAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN INTERN KABUPATEN KULON PROGO Sistem Pengendalian Intern (SPI) terkait dengan struktur dan proses pengendalian. prosedur. Perencanaan pembangunan dan penganggaran dalam rangka penyusunan APBD TA 2007 meliputi perencanaan program dan kegiatan yang prosesnya dimulai dari penyusunan Kebijakan Umum dan Prioritas APBD sampai dengan penyusunan dan pembiayaannya. pada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meliputi organisasi. perencanaan. Organisasi. Sistem perencanaan dan penganggaran Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah. pelaporan/pertanggungjawaban. Gambaran umum mengenai sistem pengendalian intern dalam penatausahaan keuangan daerah dan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. dan rapat koordinasi Bidang Perencanaan Pembiayaan Program dan kegiatan melalui mekanisme penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA). ORGANISASI Struktur Organisasi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 12 Tahun 2000 Tanggal 28 Nopember 2000 Tentang Pembentukan. Struktur organisasi yang ada mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 84 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 5 . Tujuan utama perancangan SPI adalah untuk pengamanan aset daerah. kebijakan. Gambaran umum atas pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Kulon Progo TA 2007. adalah sebagai berikut : A. penyusunan dan penetapan kebijakan umum dan prioritas APBD. Mekanisme perencanaan program dan kegiatan APBD TA 2007 meliputi penjaringan aspirasi masyarakat. personalia.

KEBIJAKAN Dalam rangka menatausahakan keuangan daerah dan pertanggungjawaban APBD sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2006. serta penunjukkan pejabat yang diberi wewenang menandatangani kuitansi/bukti penerimaan dana perimbangan. Sebelum terbit dua pedoman pelaksanaan APBD tersebut. Bupati juga membuat kebijakan dalam rangka penatausahaan keuangan. Secara teknis. RSU. Perda tersebut ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah.A. selaku entitas pelaporan. dan Surat Perintah Membayar (SPM) beserta rekeningnya untuk dan atas nama Bupati Tahun Anggaran 2007. dan 12 (dua belas) Kecamatan. Selain dua acuan tersebut. Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo. 9 (sembilan) Dinas. untuk mempermudah pelaksanaan penatausahaan keuangan daerah. sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Sekretariat Daerah. surat permintaan pembayaran (SPP). 4 (empat) Badan. Berdasar pada Perda Kabupaten Kulon Progo diketahui bahwa perangkat daerah pada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terdiri dari 37 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yaitu terdiri dari DPRD. Wakil Kepala Daerah. B. 2007. dan terbagi kedalam 51 entitas. Kepala BPKD selaku BUD membuat Surat Edaran Nomor 930/221/2007 tanggal 14 April 2007 tentang Pelaksanaan Akuntansi 2007 pada SKPD. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2006 tanggal 18 Desember 2006 Tentang Petunjuk Pelaksanaan APBD T. yang dijabarkan dalam Keputusan Bupati Nomor 858 Tahun 2001 tanggal 8 Desember 2001 tentang Uraian tugas pada unsur organisasi terendah Badan Pengelola Keuangan Daerah.Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah. Surat Keputusan Penunjukan BUD dan Kuasa BUD. secara teknis adalah merupakan tugas pokok dari Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 6 . Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah menerbitkan Perda Nomor 11 Tahun 2001 tanggal 8 Juni 2001 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Sekretariat DPRD. Kepala Daerah. yaitu dengan menunjuk BPD sebagai Kasda. Dalam pengelolaan keuangan daerah. Keputusan Bupati tentang Surat Penyediaan Dana (SPD). terdiri dari 15 bidang pemerintahan. 6 (enam) Kantor.

Dalam pelaksanaan Pemerintahan Kabupaten Kulon Progo. Kasdiyono H. BUD dan Kuasa BUD yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati. Bendahara Pengeluaran. yang dipilih secara langsung oleh rakyat Kulon Progo melalui suatu pemilihan umum secara langsung. melalui urutan pilihan. Bupati Kabupaten Kulon Progo menerbitkan Surat Keputusan Nomor 29 Tahun 2007 Tanggal 25 Januari 2007 Tentang Penunjukkan/Pengangkatan atasan langsung bendahara. SH Drs. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 7 . misi dan tujuan yang meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah. Bendahara Pengeluaran Pembantu.Untuk melakukan penatausahaan APBD T. dengan nama-nama Ketua dan Wakil Ketua sebagai berikut : Jabatan Ketua DPRD Wakil Ketua I Wakil Ketua II Nama Drs. Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah. Sumariyo.A. D.2007 pada SKPD. Bendahara Penerimaan dan Bendahara Penerimaan Pembantu Tahun Anggaran 2007. PERENCANAAN Rencana Pembangunan Daerah adalah tindakan masa depan yang tepat. Sudarto Penatausahaan keuangan daerah dilaksanakan oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD). DPRD Kabupaten Kulon Progo terdiri dari 35 Anggota. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Satuan Kerja Perangkat Daerah. C. Kepala Daerah dibantu oleh pimpinan dan staf pada SKPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kulon Progo. Pembantu Bendahara Pengeluaran. yaitu Keputusan Bupati Nomor 74 Tahun 2007 tanggal 12 April 2007 tentang Penunjukkan Bendahara Umum Daerah (BUD) dan Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD). PERSONALIA Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meliputi DPRD dan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia yang dilaksanakan oleh semua komponen dalam rangka mencapai visi.

Dinas Pertanlaut. Dalam perubahan APBD tersebut telah ditetapkan target pendapatan yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah. APBD Kulon Progo Tahun 2007 ditetapkan dengan anggaran defisit yaitu rencana/target penerimaan pendapatan lebih kecil dari target pengeluaran belanja. Dinas Pekerjaan Umum. diuraikan Program dan kegiatan Pemerintahan yang tertuang dalam APBD Tahun 2007 mencakup 25 urusan wajib dan 8 urusan pilihan. Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Dinas Kesehatan. meliputi Buku Jurnal Penerimaan Kas. Dinas Perhubungan. Dari penjabaran.Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Kulon Progo Tahun 2005-2025 ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2007 Tanggal 18 Juli 2007. Sedangkan prosedur dan kebijakan akuntansi ditetapkan dengan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah. Buku-buku yang digunakan dalam pelaksanaan sistem dan prosedur tersebut. Perencanaan pendapatan dan belanja daerah ditetapkan dalam APBD TA 2007 yang kemudian diubah dalam Perubahan APBD. RPJMD Tahun 2006-2011 merupakan uraian rincian daftar program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rentang periode 5 (lima ) tahunan terhitung mulai tanggal 24 Agustus 2006 sampai dengan tanggal 23 Agustus 2011 dengan sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang berfungsi sebagai acuan/rujukan penilaian kinerja Bupati pada setiap akhir tahun anggaran dan akhir masa jabatan. yaitu Kantor Pengelola Pasar. PROSEDUR Prosedur penatausaahaan keuangan daerah TA 2007 di Kabupaten Kulon Progo ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 49 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan APBD Kabupaten Kulon Progo. Dinas Dukcapilkabermas. 2007 yang sejalan dengan KUA dan PPAS. dan Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2006-2011 ditetapkan dengan Perda Nomor 17 Tahun 2007 Tanggal 18 Juli 2007. Buku Jurnal Pengeluaran Kas. E. Buku Jurnal PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 8 . serta Rumah Sakit Umum Daerah. Rencana atau target pendapatan per SKPD ditetapkan dalam penjabaran APBD T.A. dituangkan lebih lanjut dalam DPA SKPD. Rincian target pendapatan tersebut ditetapkan sesuai dengan dinas yang terkait dengan pendapatan atau SKPD yang mempunyai kewenangan memungut pendapatan berupa pajak dan retribusi. Dalam Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 67 Tahun 2007 tanggal 27 Juli 2007 Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2007. Defisit tersebut ditutup dari pembiayaan neto.

SPP diajukan untuk memperoleh persetujuan PPK. Lampiran XXXII. kemudian oleh PPK-SKPD kelengkapan dokumen SPP diteliti sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.SKPD. Hal ini diajukan karena ada kebutuhan SKPD yang bersifat mendesak dan SPP Langsung (SPP-LS) yang merupakan pengajuan permintaan pembayaran kepada pihak ketiga berdasarkan kontrak atau surat perjanjian.29 Tahun 2002. penyetoran kas dan pencatatan. dan Lampiran XXXIV Keputusan Mendagri No. Proses pengeluaran dimulai dari Bendahara pengeluaran mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang dilampiri dengan daftar rincian rencana penggunaan dana dan beban jenis yang diminta kepada pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) SKPD. Buku Besar. Namun apabila dokumen yang dipersyaratkan tidak lengkap atau melebihi pagu anggaran maka kuasa BUD menolak menerbitkan SP2D. SPP Ganti Uang (SPP-GU) yaitu pengajuan permintaan pembayaran untuk pengganti uang persediaan. SPP dan SPM tersebut kemudian diajukan ke Kepala BPKD sebagai Kuasa BUD untuk diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). ditetapkan dengan Perda Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Nomor 11 Tahun 2001 tanggal 8 Juni 2001 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. GU dan TU disampaikan kepada pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran sedangkan SP2D untuk pembayaran langsung diserahkan kepada pihak ke tiga. yang formatnya mengacu Lampiran XXX. SP2D yang telah diterbitkan oleh Kuasa BUD untuk keperluan UP. Sistem dan prosedur yang diterapkan dalam pengeluaran kas adalah mencakup semua transaksi kas melalui pembayaran tunai maupun transfer melalui rekening.Umum. Bank mengeluarkan STS atau Bukti Penerimaan Kas lainnya yang sah. Lampiran XXXI. STS atau bukti Penerimaan Kas Lainnya yang sah merupakan dokumen atau bukti transaksi yang menjadi dasar pencatatan akuntansi. Setelah disetujui PPK-SKPD menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM). Sistem dan prosedur pendapatan adalah sistem dan prosedur yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan kas. Jaringan prosedur yang membentuk sub sistem penerimaan ini terdiri dari prosedur penerimaan. Perda tersebut ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah. Sistem dan prosedur pendapatan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Ada beberapa jenis SPP yaitu SPP Uang Persediaan (SPP-UP) yaitu untuk pengajuan permintaan pembayaran uang muka kerja. Setiap penerimaan kas disetor sepenuhnya ke Rekening Kas Daerah pada Bank. Lampiran XXXIII. Untuk keperluan tertib penatausahaan maka kuasa BUD melakukan pencatatan dokumen melalui PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 9 . dan Buku Besar Pembantu. SPP Tambahan Uang (SPP-TU) yaitu pengajuan permintaan pembayaran untuk tambahan uang persediaan.

Dengan berlakunya Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang–Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Setelah menerima SP2D. BPKD selaku pengelola keuangan daerah menyelenggarakan proses konsolidasian atas laporan keuangan satuan kerja perangkat daerah dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Satuan kerja perangkat daerah mengolah data/informasi keuangan yang menjadi lingkup tanggung jawabnya dan setiap bulan menyampaikan laporan ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (di samping ke Bupati dan Bawasda) dalam bentuk Surat Pertanggungjawaban (SPJ). Bendahara Pengeluaran SKPD kemudian mencairkan uang untuk membiayai belanja keperluan kegiatan SKPD.. Berdasarkan SPJ satuan kerja perangkat daerah (setelah proses verifikasi). Register Penolakan SP2D dan Buku Kas Penerimaan dan Buku Kas Pengeluaran. buku besar. BPKD melakukan pengolahan data keuangan konsolidasian untuk tingkat Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. serta pada PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 10 . buku besar. serta pelaporan yang dilengkapi dengan salinan jurnal.Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah. • Satuan kerja perangkat daerah setiap bulan wajib menyampaikan SPJ dilampiri dengan salinan dokumen jurnal. dan neraca saldo bulanan. Dokumen SPJ tersebut berupa ikhtisar pelaksanaan anggaran dilampiri bukti-bukti penerimaan pendapatan dan pengeluaran belanja. PEMBUKUAN DAN PENCATATAN Pengolahan data/informasi keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam tahun 2007 dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pokokpokok Pengelolaan Keuangan Daerah. F. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melakukan langkah responsif melalui pemberlakuan Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah dengan ketentuan strategis yaitu proses pengolahan data/informasi keuangan daerah bersifat desentralisasi : • Satuan kerja perangkat daerah menyelenggarakan proses akuntansi sebagai dasar penyusunan laporan keuangan atas pelaksanaan keuangan daerah yang menjadi tanggung jawabnya. .Register SP2D. dan khusus yang bersifat tekhnis administratif diantaranya adalah: . neraca saldo/sisa. Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2005.

Neraca. Saldo aset tetap di Neraca disajikan berdasarkan mutasi aset tetap menurut LRA dengan dilakukan beberapa penyesuaian data Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah. dilampiri dengan ikhtisar kinerja dan laporan keuangan Badan Usaha Milik Daerah/Perusahaan Daerah (BUMD/PD). yang terdiri dari Laporan Realisasi APBD (LRA). dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Laporan Keuangan SKPD yang harus dibuat meliputi: a. Bendahara Pengeluaran SKPD mempunyai kewajiban untuk mempertanggungjawabkan uang yang dikelolanya. PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Tahun 2007 disusun dan disajikan dalam rangka memenuhi ketentuan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. misalnya penyajian aset tetap. maka Bendahara pengeluaran wajib menyetorkan sisa tersebut ke kas daerah. dan Pertanggungjawaban Penerimaan Fungsional. Prinsip Penggabungan Laporan Keuangan Satker Pengguna Anggaran yaitu Satker Pengguna Anggaran selaku entitas akuntansi menyusun LPKD. Penggabungan laporan keuangan Satker ini dilakukan berdasarkan prinsip kompilasi. yang mengamanatkan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD berupa laporan keuangan. Catatan Atas Laporan Keuangan SKPD Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa data-data yang disajikan oleh SKPD adakalanya tidak selalu akurat. yaitu penggabungan laporan keuangan secara aritmatis dengan menjumlahkan (akumulasi) saldo pos-pos yang sama. dan catatan atas laporan keuangan atas pelaksanaan keuangan daerah yang menjadi tanggung jawabnya. Laporan Arus Kas (LAK).akhir periode akuntansi menyusun laporan keuangan yang terdiri dari laporan realisasi APBD. Apabila SP2D telah dicairkan Bendahara. Bendahara Penerimaan SKPD membuat Laporan Pendapatan berupa Laporan Pertanggungjawaban Penerimaan Administratif. Neraca SKPD b. G. yang kemudian akan digabungkan menjadi LKPD sebagai bentuk LPKD Kepala Daerah kepada DPRD. Selain itu Bendahara Pengeluaran secara administratif dan secara fungsional juga membuat Laporan Pertanggungjawaban Pengeluaran Administratif dan Laporan Pengesahan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 11 . Laporan Realisasi Anggaran SKPD c. neraca. Berdasarkan pembukuan yang dilakukan. kemudian uang telah dibelanjakan ternyata masih terdapat sisa kas.

Pelaksanaan pengawasaan oleh Bawaskab Kulon Progo dibiayai dengan dana APBD Kabupaten Kulon Progo. yang dalam hal ini adalah Perwakilan BPKRI di Yogyakarta. telah dilaksanakan terhitung sejak TA 2003. Laporan Arus Kas. berikut rekomendasi atas permasalahan yang diungkapkan. Setelah diverifikasi kemudian oleh SKPD dibuat sebagai bahan penyusunan Laporan Keuangan SKPD. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang memuat opini terhadap LKPD Kabupaten Kulon Progo. disampaikan kepada Kepala Daerah dan ditembuskan kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI). Pemeriksaan BPK-RI atas LKPD Kabupaten Kulon Progo dalam rangka pelaksanaan ketentuan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003. dan rekomendasi atas permasalahan yang diungkapkan berkenaan dengan kepatuhan terhadap peraturan perundangan-undangan dan ketaatan terhadap pengendalian intern. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Bawaskab Kulon Progo sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan PKPT. Sedangkan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) sebagai bentuk pertanggungjawaban Kepala Daerah atas pelaksanaan APBD kepada DPRD. yang meliputi pemeriksaan atas Laporan Realisasi APBD (LRA). Neraca Daerah. dilakukan oleh Perwakilan BPK-RI di Yogyakarta. disampaikan BPK-RI kepada Pimpinan DPRD dan Kepala Daerah Kabupaten Kulon Progo. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 12 . PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN Pengawasan terhadap pelaksanaan APBD Kabupaten Kulon Progo dilakukan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). H. yang dalam hal ini adalah Badan Pengawasan Daerah Kabupaten (Bawaskab) dan Badan Pengawasaan Daerah Provinsi (Bawasprov). Laporan Surplus Defisit dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).SPJ yang disampaikan ke BPKD. berdasarkan Program Kegiatan Pemeriksaan Tahunan (PKPT) yang disetujui dan disahkan oleh Kepala Daerah.

A. 2007.946.868.485.00 55.484.977.517.778.415.422.00 75.684.692.170.00 6. Belum ada bukti pengesahan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan Selama Tahun Anggaran 2007. Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.966.976.559. Syarat ini dipenuhi oleh SKPD untuk mendapatkan SP2D-GU.339.636.305.00 23.527.00 12.00 7.843.636. sebagai suatu bentuk pengendalian pertanggungjawaban pengeluaran kas.00 75.00 353.00 5.553.667.323.778.153. Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) selaku Bendahara Umum Daerah (BUD) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 930/221/2007 tanggal 14 April 2007 yang berisi tentang Pelaksanaan Akuntansi 2007 pada SKPD.378.480.995.053.995.247.00 SP2D Gaji 4.00 50. dinyatakan bahwa salah satu syarat pengajuan SP2D-GU adalah SPJ yang sudah disahkan oleh PPKSKPD. Sebagai petunjuk pelaksanaan atas ketentuan tersebut dan untuk memudahkan SKPD dalam mencatat setiap transaksi.470.596.821.008.00 5.796.00 6.357.131.357. Daftar SP2D yang diterbitkan diantaranya adalah sebagai berikut : No.51.962.339. dan register pengesahan SPJ belum dibuat.00 441. melalui kuasa BUD telah menerbitkan SP2D minimal sebesar Rp474.625.738.953.041.024.422.790.00 Jumlah SP2D PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 13 .350.253.389.828. Bidang perbendaharaan sudah melakukan verifikasi ulang atas SPJ SKPD yang mengajukan SP2D.032. namun atas verifikasi ini tidak ada bukti pengesahan.730.00 2.HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN 1. namun atas SPJ ini tidak disahkan oleh fungsi perbendaharaan pada BUD.602.00 922.00 35.00 16.132.365.272.00 4.00 18.093.547.868.00 87. Sesuai dengan ketentuan petunjuk pelaksanaan APBD T.081.00 5.263.00 24.856.024.070. SKPD GU/TU/UP/LS 1 DPRD Setwan Gaji dan tunjangan Setwan 2 Setda Bupati Wabup Jumlah Setda 3 4 5 Dinas Perindagkoptam Dinas Kesehatan DPU 1.957.847.775.398.800.00 4.690. Penerbitan SP2D ini dilakukan dengan berdasar pada Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2006 Tanggal 30 Desember 2006 tentang petunjuk pelaksanaan APBD 2007 yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.00 19.856.923.

00 1.912.00 1.00 840.419.307.00 2.534.719.571.237.00 897.00 950.780.927.286.00 352.00 1.416.134.070.933.279.127.400.549.796.00 49.00 3.311.765.793.494.246.213.721.305.00 805.213.756.915.190.571.730.657.790.023.340.614.885.00 21.353.916.817.767.057.00 126.976.599.027.989.375.088.00 467.695.350.226.642.181. Nilai ini merupakan nilai sampel atas keseluruhan SP2D diterbitkan.662.935.00 619.838.532.475. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Bendahara Umum Daerah (BUD) telah menerbitkan SP2D GU/TU/LS non gaji minimal sebesar Rp236.51.323.140.00 156.123.159.459.00 1.650.100.554.00 774.112.598.909.843.076.790.385.976.00 794.940.143.00 236.788.00 2.966.028.00 144.00 12.732.637.449.51 3.00 51.51 Jumlah SP2D 208.045.906.488.00 695.266.715.033.00 554.00 258.367.145.00 1.406.374.771.034.335.679.417.173.00 679.00 139.00 1.947.163.00 135.No.308.410.388.754.791.00 143.934.024.00 44. Kokap Kec.00 238.109.00 881.027.970.068.797.598.928.233.00 1.00 939.00 552.722.845.00.196.392.896.200.049.00 803.650.109.547.938.393.00 701.628.747.932.742.416.00 8.313.234.748.226.826.597.00 858. 6 7 8 9 10 11 12 Diknas SKPD GU/TU/UP/LS SP2D Gaji 164.506.00 283.00 388.608.00 3.00 811.267.395.598.140.00 5.235.827.957.00 155.00 930.00 189.00 1.907.106.384.00 1.00 741.00 485.00 510.00 1.124.941.960.545.215.196.900.901.091.378.179. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 14 . Pengasih Jumlah 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 27 28 29 30 Selama Tahun Anggaran 2007.792.747.557.126.345.51 5.269.00 13.357.544.262.667.584.881.919.558.862.406.408.00 4.387.547.642.51 Dinas Pertanlaut Dinas Kebudayaan Pariwisata BPKD Bappeda Dishub Disnakertrans Dinas Dukcapilkabermas Kantor Pedal Kantor Pasar Kantor Humas Arsip KPDE Pol PP Kesbanglinmas BKD Bawasda Perpustakaan Kec Wates Kec Panjatan Kec Galur Kec Samigaluh Kec Temon Kec Sentolo Kec.331.467.340.607.00 1.206.913.447.51 dan SP2D Gaji sebesar Rp238.00 740.00 12.00 1.00 674.00 786.644.213.774.00 722.102.00 3.397.746.181.587.00 879.00 184.730.383.00 877.106.964.00 3.169.372. sehingga total SP2D diterbitkan minimal adalah sebesar Rp474.787.066.00 885.00 2.00 2.404.545.378.00 1.00 9.012.00 474.

untuk tahun berikutnya akan dilaksanakan pengesahan sebagaiman diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tanggal 13 Juni 2005 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. b. Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan. Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak dalam kapasitas sebagai bendahara umum daerah. penatausahaan. (3) 12. pertanggungjawaban. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tanggal 9 Desember 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 7 angka (1) PPKD mempunyai tugas sebagai tercantum pada huruf d. Tidak adanya pengesahan SPJ oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan disebabkan oleh pemahaman bahwa SPJ cukup disahkan oleh PPK-SKPD sesuai dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 yang merupakan Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.Permasalahan ini tidak sesuai dengan : a. Namun demikian. pelaksanaan. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 15 . dan pengawasan keuangan daerah . Kondisi diatas mengakibatkan pencairan SP2D yang dicatat sebagai realisasi belanja pada Laporan Realisasi Anggaran belum dapat diakui sebagai belanja. (2) 11. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur dan memerintahkan BUD untuk melaksanakan pengesahan atas SPJ SKPD. yaitu melaksanakan fungsi Bendahara Umum Daerah (BUD). pelaporan. Atas permasalahan tersebut diatas BUD menyatakan bahwa hal tersebut disebabkan karena pemahaman bahwa pengesahan SPJ hanya dilakukan oleh PPK SKPD berdasar pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2006. 02 Laporan Realisasi Anggaran paragraph 32 yaitu. Pernyataan No. c. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tanggal 9 Desember 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 1. angka : (1) 6. khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan .

Pencairan SP2D (GU/TU) bulan Desember digunakan untuk belanja kegiatan bulan sebelumnya minimal sebesar Rp2. SPP Ganti Uang Persediaan (SPP-GU). ganti uang persediaan dan tambah uang persediaan. dikeluarkan Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2006 Tanggal 30 Desember 2006 tentang petunjuk pelaksanaan APBD 2007 yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.2. Untuk memenuhi pembayaran atas belanja yang bukan untuk pihak ketiga dan pengisian uang persediaan. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 Tahun 2007 tanggal 2 Nopember 2007 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD) Perubahan T. SPP Tambah Uang Persediaan (SPP-TU) Setelah dokumen SPP dinyatakan lengkap dan sah. 2007.848. bendahara pengeluaran mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Penguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran melalui PPK-SKPD.A) 2007. Sebagai petunjuk pelaksanaan atas ketentuan tersebut dan untuk memudahkan SKPD dalam mencatat setiap transaksi. Atas pengeluaran (belanja) terebut bendahara pengeluaran wajib pempertanggungjawabkan pada bulan berikutnya. 2007 dan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 38 Tahun 2007 Tanggal 3 Nopember 2007 Tentang Penjabaran Perubahan APBD T.A. Sesuai dengan ketentuan Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dinyatakan bahwa berdasarkan pada Surat Penyediaan Dana (SPD). b. Sesuai dengan Perda penetapan APBD. Bendahara dapat mengajukan pengisian uang persediaan berikutnya setelah meng-SPJ-kan minimal 80% dari jamlah uang PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 16 .870. c.A.00 Dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan Tahun Anggaran (T. SPP ini terdiri dari: a. Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) selaku Bendahara Umum Daerah (BUD) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 930/221/2007 tanggal 14 April 2007 yang berisi tentang Pelaksanaan Akuntansi 2007 pada SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo telah menerbitkan SP2D (UP/GU/TU) yaitu uang persediaan. Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran menerbitkan SPM untuk kemudian diajukan kepada kuasa BUD untuk dimintakan penerbitan SP2D. SP2D UP/TU/GU yang telah dicairkan digunakan untuk beban pengeluaran DPASKPD yang dananya dipergunakan untuk mengganti uang persediaan yang telah dibelanjakan.447. SPP Uang Persediaan (SPP-UP).

400.006.199.999.657.00 Pembayaran belanja sebesar Rp2.452.127.447.089.315 975.889.724.00 436. jamuan (makan dan minum rapat) bulan sebelumnya sejak Januari sampai dengan Nopember 2007.600.00 810.370. Dengan mekanisme pengisian kas tersebut seharusnya pencairan dana (SP2D) digunakan untuk mebiayai belanja kegiatan setelah diterima atau dicairkannya SP2D.679.406.00 126.953. honorariun.098.376.527.150.00 Jumlah 8. Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan tidak tertib yaitu: PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 17 .447.00 Terdapat 4 (empat) SP2D/GU No. Hasil pemeriksaan lebih lanjut atas Pencatatan Pencairan (penerimaan) dan pengeluaran dalam BKU bendahara pengeluaran diketahui bahwa Bendahara SKPD Dinas Kependudukan.150.781. 696.870.8447.00 764.353.911.00 Pencatatan dalam BKU tanpa tanggal penerimaan dan pengeluaran 2.127. 682.persediaan yang telah dibelanjakan.950.266.226.703.870.00 Pencairan dicatat pada sisi akhir dalam BKU setelah pengeluaran 658.661.00 digunakan untuk membayar belanja kegiatan bulan sebelumnya sebesar Rp2.870.577.00 807.402. Catatan Sipil dan Pemberdayaan Masyarakat (Dukcapilbermas).00 1.00 merupakan belanja barang dan jasa antara lain belanja perjalanan dinas.702.556. Hal ini menunjukkan adanya indikasi pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai scedule pendanaan dan membuka peluang penyalahgunaan keuangan daerah.199.00 Keterangan No SKPD 6 7 8 Bappeda Dintanlut Dishub 1.621.680.703.353. Hasil pemeriksaan atas pencairan dan penggunaan SP2D (GU/TU) yang dicairkan bulan Desember 2007 serta BKU bendahara pengeluaran pada 10 (sepuluh) SKPD diketahui adanya pencairan SP2D sebesar Rp8.696.848.972.84.00 810.309.702.00 38.674.012.00 133.947.00 9 10 Satpol PP Dinkes 111.848.200. dan 699 dicatat dalam BKU sisi penerimaan 17/12/07 21.00 62.00 dengan rincian sebagai berikut: Pencairan SP2D (GU/TU) (Rp) 1 2 3 4 5 BKD Disnakertran Setwan DPU Dinas Dukcapilbermas 362.266.00 Digunakan bulan sebelumnya Jumlah (Rp) 252.235 13.00 77.500.00 1.

2007. dicairkan tanggal 19 Desember 2007 dicatat dalam BKU pada sisi akhir setelah tanggal pengeluaran.353.864.266. Namun dalam prakteknya.00 217. Bendahara Dinas Kependudukan. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 18 . Menurut keterangan bendahara pengeluaran Dinas Perhubungan dan Bappeda perihal pencairan SP2D untuk membayar belanja kegiatan bulan sebelumnya.107.00 228. Terhadap PPTK yang belum mempertanggungjawabkan penggunaan uang persediaan tersebut oleh bendahara tidak diperbolehkan mengajukan pernintaan uang persediaan berikutnya.422.872.A.00 Nomor dan tanggal penerbitan SP2D 738/GU/SP2D/2007 tgl 17-12-2007 678/GU/SP2D/2007 tgl 13-12-2007 641/GU/SP2D/2007 tgl 10-12-2007 592/GU/SP2D/2007 tgl 28-12-2007 Jumlah b. pencairan SP2D/GU Nomor 592. tanggal penerimaan dan pengeluaran sehingga sulit diketahui kapan terjadinya transaksi. Terjadinya kelambatan dalam penetapan APBD Tahun Anggaran 2007 mengakibatkan pendanaan belanja kegiatan pada awal tahun mengalami hambatan. berarti SP2D tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan sebelumnya dengan tanggal penerbitan dan penerimaan sebagai berikut : Tanggal Penerimaan 19-12-2007 19-12-2007 19-12-2007 19-12-2007 Jumlah (Rp) 229. sehingga terjadi berbagai upaya pemenuhan dana untuk mencukupi belanja pada awal tahun anggaran dari masing-masing SKPD sebelum dapat dicairkannya uang persediaan dan pada akhir tahun terjadi upaya bagaimana caranya untuk menyerap anggaran yang tersedia. sedangkan pengeluaran terakhir tanggal 19 Desember. diketahui bahwa adanya pemberian uang persediaan dari bendahara pengeluaran kepada PPTK untuk belanja pelaksanaan kegiatan tidak segera dilengkapi bukti pengeluaran sebagai pendukung SPJ.a.036. 641. dinyatakan bahwa penerbitan SP2D paling lambat adalah tanggal 15 Desember 2007.00 134. 678 dan 738.245. Dinas Kesehatan Pencatatan dalam BKU tanpa nomor pembukuan.870.202. Catatan Sipil dan Pemberdayaan Masayarakat (Dukcapilbermas) Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2006 Tanggal 30 Desember 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan APBD T.00 810.

Hal tersebut mengakibatkan realisasi belanja sebelum bulan desember sebesar Rp2. Pasal 236 a) Ayat (1) yang menyatakan bahwa semua transaksi dan/atau kejadian keuangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah dicatat pada buku jurnal berdasarkan bukti transaksi yang sah. Pasal 232 ayat (3) yang menyatakan bahwa sistem akuntansi pemerintahan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi serangkaian prosedur mulai dari proses pengumpulan data. b) Ayat (2) yang menyatakan bahwa pencatatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara kronologis sesuai dengan terjadinya transaksi dan/atau kejadian keuangan. yang disebabkan antara lain. Pasal 220 ayat (1) yang menyatakan bahwa bendahara pengeluaran secara administratif wajib mempertanggungjawabkan penggunaan uang persediaan/ganti uang persediaan/tambah uang persediaan kepada SKPD melalui PPK-SKPD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya .870. 2. masih perlu belajar dan pendalaman lebih lanjut serta Penetapan APBD sehingga waktu yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan APBD tahun anggaran 2007 relatif pendek dengan beban pekerjaan yang realtif tinggi sehingga dimungkinkan terjadi kesalahan. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 19 . Sehubungan dengan permasalahan tersebut di atas.848. pencatatan. 3.00 menggunakan dana yang tidak bersumber dari APBD. sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. pengikhtisaran. Rendahnya tingkat pengendalian oleh atasan langsung/pengguna anggaran. Sekda selaku koordinator pengelola keuangan daerah menyatakan bahwa kondisi pelaksanaan pengelolaan keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo belum sepenuhnya tertib.447. pemahaman PPK SKPD dan Bendahara penerima/pengeluaran/bendahara pembantu terhadap PP Nomor 58 Tahun 2005 dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 belum optimal. b.Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah : 1. Kurangnya pemahaman tentang pentingnya pengendalian yang memadai atas pelaksanaan kegiatan. Permasalahan ini disebabkan oleh : a.

Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar memerintahkan Sekda selaku koordinator pengelola keuangan daerah untuk lebih menertibkan pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah dengan melakukan pengendalian yang memadai mengacu pada katentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 20 .

pembuatan Laporan Akuntansi dan Lembar Pengesahan oleh PPK SKPD dan pembuatan Laporan Realisasi Anggaran SKPD dan Neraca SKPD oleh PPK SKPD. Sekretariat DPRD mendapatkan alokasi anggaran setelah perubahan sebesar Rp8. sampai dengan tanggal 25 Februari 2008 masih terdapat selisih yang belum dapat dijelaskan antara pencatatan di bendahara pengeluaran dengan pencatatan di masing-masing PPTK.3. sehingga bendahara pengeluaran tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah uang yang diterima oleh masing-masing PPTK dalam satu tahun anggaran. Setelah akhir tahun anggaran. Bendahara pengeluaran tidak membuat buku panjar pendistribusian uang kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).A. Hasil pemeriksaan atas dokumen pencatatan yang dilaksanakan oleh Bendahara Pengeluaran dan telaah sistem pengelolaan keuangan pada Sekretariat DPRD (Setwan) menunjukkan hal-hal sebagai berikut: a.131. Pencairan SP2D dalam T. tidak ada bukti berupa paraf atau tanda tangan penerimaan uang oleh PPTK.285.00. Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.032.032.) 2007.A. Pengelolaan keuangan pada Sekretariat DPRD Rp7.00.417.361. Pelaksanaan akuntansi pada Sekretariat DPRD (Setwan) selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengacu pada surat edaran yang diterbitkan oleh BPKD.559. dilakukan pencocokan antara bendahara pengeluaran dan PPTK. Alokasi anggaran ini berdasar pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2007 tanggal 2 Nopember 2007 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007.361.502. 2007 adalah sebesar Rp7.017. bendahara pengeluaran secara administratif wajib PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 21 .285. pengikhtisaran dan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Proses pencatatan akuntansi tersebut adalah pencatatan transaksi penerimaan dan pengeluaran pada Buku Kas Umum (BKU) oleh Bendahara Pengeluaran. Karena tidak tertib pencatatan atas pendistribusian uang yang menjadi tanggung jawab masing-masing PPTK.032.00 tidak tertib Tahun Anggaran 2007 sebesar Dalam Tahun Anggaran (T. Mekanisme pencairan SP2D sudah sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku mengenai Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang ditindaklanjuti dengan Surat Edaran (SE) BPKD Kabupaten Kulon Progo Nomor 930/21/2007 tanggal 14 April 2007 tentang Pelaksanaan Akuntansi 2007 pada SKPD sebagai petunjuk teknis pelaksanaan pencatatan. b. Tidak ada penutupan BKU setiap bulan.00 yang dipertanggungjawabkan sebagai realiasasi belanja sebesar Rp7.

Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melakukan pemeriksaan kas yang dikelola oleh Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran sekurang-kurangnya satu kali dalam tiga bulan. mengakibatkan adanya perbedaaan pengakuan sisa UP.00 (termasuk pajak) sehingga ada selisih sebesar Rp31. penjelasan lesan Bendahara pengeluaran dan Laporan Pengesahan PPK-SKPD. pertanggungjawaban pengeluaran dana bulan Desember disampaikan paling lambat tanggal 31 Desember. antara BKU Bendahara Pengeluaran.A. 2007 adalah sebesar Rp238. bendahara pengeluaran mencatat sisa UP adalah sebesar Rp378. Atas kondisi tersebut. diperoleh penjelasan dari Bendahara PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 22 .731.078. Sisa UP yang dicatat PPK-SKPD adalah berdasar pada Laporan Pengesahan PPKSKPD yang merupakan pengesahan atas Laporan Pertanggungjawaban dan verifikasi dokumen pertanggungjawaban Sedangkan menurut penjelasan secara lesan dari bendahara pengeluaran. dokumen laporan pertanggungjawaban yang disampaikan diantaranya adalah Buku Kas Umum dan Register Penutupan Kas.186. d.078.00. dan pemeriksaan menunjukkan bahwa brankas dalam keadaan kosong/tidak ada uang yang tersimpan.00 (termasuk pajak belum disetor) sedangkan PPK-SKPD mencatat sisa UP adalah sebesar Rp410.454. Laporan Pertanggungjawaban bulan Desember belum dikerjakan. Pada tanggal 20 Februari 2008 dilakukan pemeriksaan kas untuk mengetahui riil uang yang ada dalam pegelolaan bendahara pengeluaran Sekretariat Dewan. 2007.907. c.00 . e. Perbedaan pencatatan antara Bendahara Pengeluaran berdasar pada BKU yang tidak ditutup setiap bulan (sehinga tidak dapat diyakini kebenarannya) dengan Laporan Pengesahan dari PPKSKPD.099. sisa UP Setwan T.sisa UP Setwan belum disetor. Berdasar pada BKU bendahara pengeluaran. Buku Kas Umum seharusnya ditutup setiap bulan dengan sepengetahuan dan persetujuan pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran.439. sisa UP minimal dan pajak adalah sebesar Rp376.00 (termasukpajak).00). Dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 pasal 220 ayat (8) dinyatakan bahwa untuk tertib laporan pertanggungjawaban pada akhir tahun anggaran.00 (Rp410.857.171.186.00 yang sampai dengan tanggal pemeriksaan kas dilakukan. Perbedaan sisa UP T.641. Berdasar pada Lembar Pengesahan. Dalam mempertanggungjawabkan pengelolaan uang persediaan.437.086.439.Rp172. Berdasar pada BKU.857. Nilai ini berbeda dengan BKU dan Laporan Pengesahan. Tidak ada pemeriksaan kas oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran.mempertanggungjawabkan penggunaan uang persediaan/ganti uang persediaan/tambah uang persediaan kepada Kepala SKPD melalui PPK-SKPD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. sisa UP atas pencairan SP2D sebesar Rp376.A. Sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

00 2.02. Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. g.000. c.000. seperti gaji.00 850.00 210.138.000.000.000. c.000. Sisa uang sebesar Rp227. 2.500.421. BPO Pimpianan DPRD sebesar Honor tenaga kontrak bulan Januari Biaya makan minum rapat Biaya barang dan jasa Plakat SPPD anggota ke Jakarta Kontribusi Tiket Jumlah Februari a b.00 dan Februari 2008 sebesar Rp210.000.00 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 23 .00 17. d.000.00 Nilai (Rp) 900.000.00 48. pengeluaran sebelum APBD ditetapkan hanya diperbolehkan atas belanja-belanja yang sifatnya wajib.000. Rincian pengeluaran tersebut adalah : Januari a b.00 15.000. Uang yang belum dipertanggungjawabkan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sebesar Rp136.00 5. f. h.720.858. Ketika dilakukan konfirmasi. BPO Pimpianan DPRD sebesar Plakat Jamuan Tamu Materai Porsekot ATK Porsekot BBM Porsekot Pemeliharaan Gedung Porsekot Biaya Cetak Kunjungan 33 anggota DPRD dan 10 staf Setwan ke Jakarta Jumlah 250.00 20.000.000. f.00 6.000.000. g.00 3.138.228.00 1. e.00.00 16.00 400.00 850. masing-masing PPTK menjelaskan bahwa nilai uang yang belum dipertanggungjawabkan berbeda dengan yang disajikan oleh bendahara pengeluaran.300.000.000.300.00 788. 3.00187-6 atas nama Bendahara Pengeluaran dengan saldo per 31 Desember 2007 sebesar Rp17. h.00 digunakan untuk membiayai kegiatan tahun 2008.000.Pengeluaran sebagai berikut : 1. i.9.00 152. Uang tersimpan di rekening giro BPD DIY Cabang Wates dengan rekening Nomor 20.720.00 1.500.00 dan sampai dengan tanggal 25 Februari 2008 uang tersebut belum disetor ke Kas Daerah.00.000. d.000.000.000.000.900. Pengeluaran atas belanja pada bulan Januari adalah sebesar Rp17. e.000. untuk itu masih dilakukan pencocokan dengan bendahara pengeluaran.934.000.000.784.272.

Kunjungan ini dilaksanakan selama dua hari.00 (Rp16.000. 3) Pasal 21 ayat yang menyebutkan bahwa Bendahara Pengeluaran bertanggung jawab secara pribadi atas pembayaran yang dilaksanakannya.000.000.138. pasal 34 yang menyatakan bahwa.000.00) atau 27% dari total pengeluaran sebesar Rp210.76% dari total pengeluaran sebesar Rp17.00 atau 36. yaitu pada tanggal 20 dan 21 Februari 2008.00 + Rp5.00 yang digunakan oleh satu orang anggota DPRD dari Fraksi Binangun untuk melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.00 + Rp20. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara.000. Selain uang muka.000.300.00 yang diterima oleh saudara Sunardi untuk biaya operasional Setwan Tahun Anggaran 2008.000. Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan : a. Perjalanan dinas ini dilakukan dalam rangka konsultasi pembahasan dan penyusunan Enam Raperda tentang Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 Tentang SOT ke Depdagri. alokasi pengeluaran bulan Februari juga digunakan untuk membiayai kunjungan ke Jakarta anggota DPRD sebesar Rp152. terdapat pengeluaran sebesar Rp6. Anggota Pansus yang berangkat adalah sebanyak 33 orang.000.00 atau 72. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara : 2) Pasal 18 ayat (3) yang menyatakan bahwa Pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berakitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBN/APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud.000.000.000.720. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 24 .720.272. Keputusan DPRD Nomor 24/KEP/DPRD/2007 dan Keputusan DPRD Kabupaten Kulon Progo Nomor 25/KEP/DPRD/2007. terdapat pemberian uang muka sebesar Rp56.00 + Rp15.00. Sampai dengan tanggal 25 Februari 2008 tidak ada penjelasan apakah uang tersebut sudah dibelanjakan seluruhnya atau dibelanjakan sebagian.900. b.26% dari pengeluaran sebesar Rp210.Dari tabel diatas diketahui bahwa pada bulan Januari.900.000. merupakan anggota dari tiga pansus yang dibentuk berdasar Keputusan DPRD Kabupaten Kulon Progo Nomor 23/KEP/DPRD/2007. Kemudian pada bulan Februari.000. Pimpinan Unit Organisasi Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah yang terbukti melakukan penyimpangan kegiatan anggaran yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang tentang APBN/Peraturan Daerah tentang APBD diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 25 . Pengelolaan keuangan yang tidak tertib tersebut mengakibatkan : a.00 diragukan kewajarannya. membayarkan. Permasalahan tersebut disebabkan oleh : a.A.032. 2008. b. 3) Pasal 10 : dinyatakan bahwa Kepala SKPD bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. Tidak adanya pengendalian intern yang memadai dari Kepala SKPD selaku pengguna anggaran . menyimpan.285. menatausahakan. Terjadi selisih penghitungan sisa Uang Persediaan antara Bendahara Pengeluaran dengan PPK SKPD.361. 5) Pasal 223 ayat 1 : Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melakukan pemeriksaan kas yang dikelola oleh bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan . Keputusan Pimpinan DPRD memberi perintah melaksanakan kegiatan tanpa mempertimbangkan kesediaan dana. c. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. 4) Pasal 220 ayat 1 : Bendahara pengeluaran secara administratif wajib mempertanggungjawabkan penggunaan uang persediaan/ganti uang persediaan/tambah uang persediaan kepada kepala SKPD melalui PPK-SKPD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. b. Penggunaan sisa UP T. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah menyebutkan bahwa : 1) Pasal 1 ayat 24 : Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima. 2) Pasal 4 ayat (3) dinyatakan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan. sisa Uang c. Kebijakan Sekwan untuk membiayai kegiatan DPRD menggunakan Persediaan tahun 2007.A. 2007 untuk membiayai kegiatan T. Realisasi belanja sebesar Rp7.4) Pasal 54 ayat (1) yang menyatakan bahwa Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan material kepada Presiden/Gubernur/Bupati/Walikota atas pelaksanaan kebijakan anggaran yang berada dalam penguasaannya. c.

Rincian setoran tersebut adalah sebagai berikut : a.797. Memerintahkan bendahara pengeluaran menutup Buku Kas Umum (BKU) setiap akhir bulan .761. e. Tidak adanya buku bantu bendahara pengeluaran yang mencatat pendistribusian pencairan uang ke masing-masing PPTK.00 (bukti setor terlampir). dengan menyetor sisa UP ke Kasda dan pajak ke KPPN.164.00.00. pada tanggal 5 Maret 2008 Setwan melakukan tindak lanjut. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 26 . Sisa UP sebesar Rp28. PP 1 sebesar Rp33.228. Sisa UP sebesar Rp17.00 (bukti setor terlampir). sebelumnya untuk membiayai kegiatan T.461.102.d.371. Sisa UP sebesar Rp162.297. b. berjalan.000. PPh 23 sebesar Rp2. Sehubungan dengan temuan tersebut. b.00 (bukti setor terlampir). c.948.00. Sehubungan dengan permasalahan tersebut diatas.A. Tidak menggunakan sisa UP T. f.934. d. Sekretaris Dewan selaku pengguna anggaran memahami dan sependapat dengan temuan diatas. Melakukan pemeriksaan kas atas pengelolaan keuangan minimal tiap tiga bulan sekali.A. c.000. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar memerintahkan Sekretaris DPRD selaku pengguna anggaran untuk : a. PPh 21 sebesar Rp135.

YOG/6/2008 : 25 Juni 2008 .BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO TAHUN ANGGARAN 2007 AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA Nomor Tanggal : 43C/LHP/XVIII.

.. 9........ 32 Pengakuan belanja modal pada neraca minimal sebesar Rp2...............................350................ HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN...........00..................00 tidak melalui mekanisme APBD.........................905.............. 50 3.............................000................. 2007 tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan sebesar Rp1...402....................... 7 2... 11 Pengelolaan dana Asuransi Kesehatan Warga Miskin (Askeskin) Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp775..............A...00........ 5......................................................... 13 Pengelolaan bantuan dana pemberdayaan masyarakat atas program Community Development (CD) dari pemerintah Propinsi DIY sebesar Rp4................ 6..........................211....................289.....................................00 tidak 39 berdasarkan harga perolehan.... 7...................................031........ Pelaksanaan kegiatan penguatan modal pada koperasi T............000...........00 tidak dilaporkan dalam APBD.................DAFTAR ISI DAFTAR ISI…………………………………………………………………......... 22 Belanja Barang dan Jasa pihak ketiga pada Dinas Pendidikan direalisasikan untuk bantuan dan membiayai kegiatan Dinas Pendidikan minimal sebesar 28 Rp4.441...797............................. Halaman 2 RESUME LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN......................... PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 2 ........................... 4 7 1.148............000...000....................... 41 Uang muka kegiatan infrastruktur T...... Pemungutan pajak restoran atas pelayanan makanan dan minuman Sekretariat DPRD tidak tepat dan digunakan langsung sebesar Rp35...00 ............A....................... Anggaran belanja modal pada 4 (empat) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) direalisasikan sebagai bantuan sebesar Rp12..........000............000.... Pembukaan rekening bank Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menampung dana pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2007 tanpa melalui ijin Kepala Daerah..........................245...........968............................................................ 2007 dicatat sebagai realisasi belanja sebesar Rp977.758..00....................00..246..................264...........800.......... 4....... 8..........

......... Bantuan kepada masyarakat dalam kegiatan fasilitasi pertanahan pada belanja barang dan jasa sebesar Rp440........ 54 11...............695... Penambahan aset tetap sebesar Rp79...............528...............802....00 tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan............................................................ Penilaian penghapusan aset daerah sebesar Rp2............. 65 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 3 .................. Penghapusan obat kadaluwarsa/rusak pada Dinas Kesehatan dan RSUD Wates sebesar Rp649......10..00 tidak tepat dan surat pertanggungjawaban tidak lengkap sebesar Rp375...........................400...................... 61 13.......303...............00 tidak sesuai ketentuan.................................000.. 57 12..822..00 sehingga tidak dapat diyakini kebenarannya....................000............000......775................00 pada neraca Per 31 Desember 2007 tidak sesuai dengan bukti pendukung...000...................890...............

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Kulon Progo per 31 Desember 2007. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 4 . apabila dalam melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan ditemukan kecurangan dan penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan yang berindikasi unsur tindak pidana. Oleh karena itu. Selain itu. Laporan Realisasi Anggaran. Pokok-pokok temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pelaporan keuangan yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut: 1. Untuk memperoleh keyakinan memadai. apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. BPK-RI tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RESUME HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. peraturan perundang-undangan dan SPKN yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI untuk melaporkan kepada pihak berwenang. Namun. tujuan pemeriksaan BPK-RI atas laporan keuangan tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan tersebut. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI melaksanakan pengujian atas kepatuhan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terhadap peraturan perundang-undangan. Pembukaan rekening bank Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menampung dana pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2007 tanpa melalui ijin Kepala Daerah . Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.

A. 3. Memerintahkan : a.802. 6. 4.211. Menegur dan memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dalam menganggarkan belanja sesuai dengan pengelompokan belanja yang diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 2005 dan PP Nomor 58 Tahun 2005. Koperasi dan Pertambangan supaya dalam merealisasikan anggaran memperhatikan batas waktu tahun anggaran . Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat serta Dinas Pendidikan supaya dalam menganggarkan belanja modal sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan .00 pada Neraca Per 31 Desember 2007 tidak sesuai dengan bukti pendukung.000. Dinas Kependudukan.758. Menegur : a. Panitia Anggaran lebih teliti dalam memverifikasi RKA-SKPD untuk penyusunan APBD yang diusulkan oleh masing-masing SKPD. Berdasarkan temuan tersebut. 6. Penambahan aset tetap sebesar Rp79. 4.289.00. Kepala BPKD untuk menegur Kepala Bidang Pembukuan supaya lebih teliti dalam menyusun Laporan Keuangan dengan berkoordinasi dengan Bagian PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 5 .2.905. Memerintahkan BUD menyusun Raperda Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan daerah yang ditindaklanjuti dengan menerbitkan Peraturan Bupati tentang pedoman kapitalisasi aset . b. Catatan Sipil.264. 2.00 . 5. Membuat Surat Keputusan yang berisi tentang Pemberian Ijin dan mekanisme Pembukaan Rekening Bendahara Penerimaan/Pengeluaran pada masing-masing SKPD untuk keperluan pelaksanaan penerimaan/pengeluaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo .00 .890. BPK RI merekomendasikan Bupati Kulon Progo agar: 1. Perdagangan. Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan.775.000.350. Pelaksanaan kegiatan penguatan modal pada koperasi T. 2007 tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan sebesar Rp1. 5. Belanja pihak ketiga pada belanja barang dan jasa tidak sesuai peruntukan minimal sebesar Rp4. 3. Anggaran belanja modal pada empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) direalisasikan sebagai bantuan sebesar Rp12. Dinas Pekerjaan Umum. Menegur dan memerintahkan Kepala Dinas Perindustrian. Pengakuan belanja modal pada neraca tidak berdasarkan harga perolehan.968.

Kepala Bagian Perlengkapan lebih cermat dalam melakukan kompilasi data aset dari SKPD. CFE Akuntan.Acc. Siregar. Register Negara No.Perlengkapan. 25 Juni 2008 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan BPK RI di Yogyakarta Penanggung Jawab Pemeriksaan. Nelson H. b. Yogyakarta..235 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 6 . D-17. S.E.H. Secara lebih rinci dijelaskan pada bagian Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan.M.

Atas semua pembukaan rekening tersebut.A. Mekanisme pencairan uang untuk melaksanakan kegiatan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. BUD telah menerbitkan SP2D sebesar Rp241. pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU).51 dari 38 SKPD. Pada Puskesmas terdapat buku tabungan yang digunakan untuk menampung dana Askeskin yang berasal dari anggaran bantuan Departemen Kesehatan. Dinas Pertanlut.1-1 di Bank BPD DIY Cabang Wates yang ditunjuk sebagai Kas Daerah dengan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 4 Tahun 2005 Tanggal 19 Januari 2005 Tentang Penunjukan Bank Pembangunan daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Cabang Wates Sebagai Kas Daerah. Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut. masing-masing SKPD telah membuka rekening giro di Bank BPD DIY Cabang Wates tanpa melalui persetujuan Bupati.1.HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN 1.109. Rekening yang ditujukan sebagai rekening penampung ini berbentuk buku tabungan. dan untuk menampung dana kegiatan (Rekening penampung).A. dan menampung dana PKPS BBM. membuka rekening untuk menampung dana dari APBN pada Balai Latihan Kerja. terdapat rekening tabungan pada Bank BPD DIY Cabang Wates dan PD BPR Bank Pasar untuk menampung pengembalian pokok dan bunga dana penguatan modal. 2007. dana disimpan dalam Rekening Kasda Nomor rekening 20. tanpa persetujuan dan pengendalian dari Pejabat Pengelola Keuangan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 7 . Selama tahun 2007. Hasil pemeriksaan secara uji petik menunjukkan bahwa SKPD mempunyai rekening penampung yang digunakan untuk menampung dana kegiatan.02. Selain rekening giro.634. membuka rekening untuk menampung pengembalian pokok dan bunga dana penguatan modal dan dana Community Development (CD) atas kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pembukaan rekening bank Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menampung dana pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2007 tanpa melalui ijin Kepala Daerah Dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan. 2007) dan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 38 Tahun 2007 Tanggal 3 Nopember 2007 Tentang Penjabaran APBD Perubahan T. pada Dinas Nakertrans. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menuangkan kebijakan pelaksanaan kegiatan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2007 tanggal 2 Nopember 2007 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD) Tahun Anggaran (T.0000. SKPD juga membuka rekening lain untuk menampung dana yang berasal dari Propinsi maupun dari Pemerintah Pusat. Atas penerbitan SP2D tersebut. Pada Dinas Perindagkoptam. membuka rekening untuk menampung dana CD.742.

02. Pengeluaran Bend.00143-8 20.02. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab.2. Pengeluaran PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 8 .1. Pengeluaran Bend.11080-2 22. Wates BPD DIY Cab.2.08517-1 20.02.02. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.00135-9 20.00036-9 20. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.02. Afianti Suprihantoro Karmini Partiningsih Winardi SE Tisnga Fajar Rofa'i Tisnga Fajar Rofa'i Retno Marhaeni Sri Widada Jemino Sri Asih Tukiran Haryadi Tumiati Tri Haryani Ir. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend.2 BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab.2.00141-4 20. Pengeluaran Bend.9.00140-2 20.01. Pengeluaran Bend.9.9. Pengeluaran Bend.9.00027-8 20.02.00030-9 20. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. Wates Nama (5) D.02.9. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab.02.02.02.00139-6 20. maka pengendalian atas kas pada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kurang memadai.00033-3 20.00187-6 20.00046-9 20. Pengeluaran Bend.00136-1 20.2.02.1. Pengeluaran Bend.02.9. Pengeluaran Bend.00142-6 20.9.00028-1 No Rek (3) Nama Bank (4) D.02.1. Wates BPD DIY Cab. Samigaluh Kecamatan Kokap Kecamatan Sentolo Kecamatan Wates Kecamatan Girimulyo Kecamatan Nanggulan Kecamatan Kalibawang Kecamatan Pengasih Kecamatan Temon Kecamatan Panjatan Kecamatan Lendah Kecamatan Galur Setwan Setwan Setda Setda Pedal Humas Satpol PP Kantor PDE Kesbanglinmas Diperindagkoptam Diperindagkoptam Diperindagkoptam Diperindagkoptam Diperindagkoptam Diperindagkoptam Dinhub Perpustakaan Umum Bawasda 20. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama SKPD (2) D.2/3 Agus Budiarto Marjiyati Suparna Fajar Dwi Astuti Marga Subekti Maryati Sutarto.02.1. Wates BPD DIY Cab.02.00138-4 20. Wates BPD DIY Cab.02.00037-1 20.02.2. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab.02.1. Wates BPD DIY Cab. S. Wates BPD DIY Cab.00148-7 20. Beberapa rekening SKPD tersebut diantaranya adalah sebagai berikut : Pemegang No. Subito Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sudarsono Festi Indriyani Siti Sukarni Edy Saputra Jabatan sebagai (6) A/D.02. Pengeluaran Bend.02.5 Bend. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend.9.9. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend.00035-7 20.2.00031-1 22.9. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab.9.1 Kec. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab.00137-2 20. Pengeluaran Bend.9.Daerah (PPKD) yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD.00152-9 20.00151-7 20.08518-0 22.2.02.08519-3 22.02.01. Pengeluaran Bend.9. Pengeluaran Bend.1. Pengeluaran Bend.9.02. Dengan adanya pembukaan rekening SKPD tanpa persetujuan Bupati dan tidak adanya sistem pengelolaan kas yang memadai. Pengeluaran Bend. Sos MM.2.1.02. Wates BPD DIY Cab.02.02.02.9. Pengeluaran Bend.00153-1 20.00032-0 20.08520-1 22.00145-0 20.02. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab.

Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab.01.02.16551-7 20.20485-1 20.01.02. Pengeluaran Bend.04.2.02. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend.02.00026-6 22.02.9.01.1.9.9.20150-2 22.00146-3 22. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. Pasal 30 ayat (1). Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend. Pasal 32 ayat (1). Pengeluaran Bend.20124-0 22.02. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.18062-2 22.1. Wates BPD DIY Cab.20152-6 22.01.00147-5 (4) BPD DIY Cab.(1) 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 (2) Kantor Arda Disbudpar BPKD BPKD BPKD Dinkes Puskesmas Sentolo I Pusk Samigaluh I Pusk Girimulyo II Puskesmas Temon I Puskesmas Galur II Puskesmas Lendah I Puskesmas Panjatan Dipertalut Dipertalut KPP RSUD Wates RSUD Wates BKD Dukcapilkabermas Disnakertrans Disnakertrans Diknas DPU Bappeda (3) 20. Wates BPD DIY Cab.9. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Sri Sugiyarti Ngadiyanto Ngadiyanto Siti Fatimah Sandrawati/Sumarsih Sajarwadi AM dr dr Y Agus W/ Widhi S dr Y Trishartanto dr Ananta Kogam / Eny R dr Rina N/Sukristi dr Agus W/Any Nur I Nunuk Kusmini Agus Langgeng Basuki Paridi Siti Murwani Dalimun Siti S & Bambang H DR Eko Purwanto Sumiyati SIP RR Respita Murti BA Sarti Nurmiyati Ngadi Sunarya Sumpena Mursitowati Permasalahan tersebut di atas tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara : a.00005-0 20. Pengeluaran Bend.1.9.02. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. b.00025-4 20. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab.01. Wates BPD DIY Cab.02. Wates BPD DIY Cab.1.02.00029-0 20.1.02. sehingga aliran dan peruntukan dana tidak dalam pengendalian Bupati melalui BUD. Pengeluaran Bend.00144-1 20.01.01.00030-8 20.1. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend.2. Wates BPD DIY Cab.00038-2 20.2. Wates BPD DIY Cab.00034-5 20.2. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.02. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.01.9.2.02. Wates BPD DIY Cab.9. Pengeluaran Bend.02.1. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.9. Gubernur/Bupati/Walikota dapat memberikan ijin pembukaan rekening untuk keperluan pelaksanaan pengeluaran di lingkungan satuan kerja perangkat daerah Pembukaan rekening tanpa ijin Bupati mengakibatkan rekening yang menampung dana APBN/APBD tidak sepengetahuan Bupati melalui BUD. Pengeluaran Bend.20117-4 22. Gubernur/Bupati/Walikota dapat memberikan ijin pembukaan rekening untuk keperluan pelaksanaan penerimaan di lingkungan pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Wates BPD DIY Cab.00006-1 20.1. Pengeluaran Bend.1.16341-1 20.02. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 9 .00059-1 20.2. Wates Subarjo Suharja (5) (6) Bend.1.02. Wates BPD DIY Cab.00155-4 20. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.00154-2 20.02.00150-5 20. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran / Bend. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.20121-6 22.2.00149-9 22.

b. Tidak adanya sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara oleh PPKD. Tidak adanya Sistem Pengelolaan Kas yang memadai.Kondisi di atas disebabkan oleh : a. c. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 10 . Namun untuk selanjutnya. sesuai dengan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Atas permasalahan tersebut diatas. karena Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah tidak mengatur. PPKD selaku BUD menyatakan bahwa untuk pemberian ijin pembukaan rekening bagi masing-masing Bendahara untuk Tahun Anggaran 2007. telah diterbitkan Keputusan Bendahara Umum Daerah Nomor 23 Tahun 2008 tanggal 22 Februari 2008 tentang pemberian ijin kepada Bendahara Pengeluaran SKPD untuk membuka Rekening Kas pada BPD Propinsi DIY Cabang Wates. Ketidaktahuan Bendahara akan ketentuan peraturan yang mengatur tentang perbendaharaan. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo belum ada. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar membuat Surat Keputusan yang berisi tentang Pemberian Ijin dan mekanisme Pembukaan Rekening Bendahara Penerimaan/Pengeluaran pada masing-masing SKPD untuk keperluan pelaksanaan penerimaan/pengeluaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

687. Pajak restoran yang telah dipungut tersebut belum disetorkan ke kas daerah dan fisik uang yang seharusnya tersimpan dalam brankas nihil/tidak ada uang yang tersimpan.797.00. Hasil pemeriksaan atas buku kas umum yang digunakan untuk penatausahaan dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan pada Bendahara Pengeluaran Sekretariat DPRD menunjukkan adanya sisa kas berdasarkan BKU sebesar Rp388. menatausahakan.00.148. Berdasarkan bukti kuitansi yang ditandatangani oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) uang tersebut telah digunakan untuk membiayai kegiatan Tahun 2008.00 Selaku pejabat fungsional.500. Disamping itu. rapat rutin DPRD. tidak terdapat uang sama sekali.2. Disamping itu. Sampai dengan tanggal 21 Februari 2008 saat dilaksanakan pemeriksaan fisik atas brankas bendahara pengeluaran. sedangkan pajak yang sudah disetor sebesar Rp1. menyimpan.148.00. membayarkan. Bendahara pengeluaran berfungsi juga sebagai wajib pungut pajak serta wajib menyetorkan seluruh penerimaan potongan dan pajak yang dipungutnya ke rekening kas negara.797.801.148. bukan menjadi tugas bendahara pengeluaran. pemungutan Pajak Restoran oleh bendahara pengeluaran tidak tepat.297. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah. Pihak katering selaku penyedia makanan dan minuman dikenakan Pajak Restoran dengan cara dipotong oleh bendahara pengeluaran sebesar 10% dari nilai makanan dan minuman. bendahara pengeluaran bertugas untuk menerima. sehingga pajak yang belum disetor sebesar Rp33. pajak yang telah dipungut sebesar Rp35. Pemungutan pajak restoran atas pelayanan makanan dan minuman Sekretariat DPRD tidak tepat dan digunakan langsung sebesar Rp35.461. Jika mengacu pada tugas fungsional bendahara pengeluaran yang bertugas untuk menerima. Pajak Restoran yang dipungut yaitu pajak atas pelayanan makan dan minum yang disediakan oleh pihak katering untuk berbagai kegiatan seperti rapat untuk reses. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 11 .797. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD. Sekretariat DPRD bukan merupakan unit penghasil pendapatan daerah.625. Pajak Restoran merupakan pajak daerah yang dipungut dan harus disetorkan ke kas daerah oleh bendahara penerima. menyimpan.00. Sisa kas tersebut diantaranya merupakan uang hasil pungutan Pajak Restoran yang dipungut oleh bendahara pengeluaran sebesar Rp35. menatausahakan. rapat pembahasan raperda dan lain-lain. Dalam Tahun 2007. membayarkan.00.

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 58 ayat (1) yang menyatakan bahwa SKPD dilarang melakukan pungutan selain dari yang ditetapkan dalam peraturan daerah . menatausahakan. Sekretariat DPRD menyatakan bahwa untuk yang akan datang tidak memungut pajak restoran atas pelayanan makanan dan minuman serta uang pajak hasil pungutan telah disetorkan ke kas daerah tanggal 4 Maret 2008 sebesar Rp33. Permasalahan tersebut disebabkan kekurangfahaman bendahara pengeluaran Sekretariat DPRD atas tugas yang seharusnya dilaksanakan selaku bendahara. menyimpan.Kondisi di atas tidak sesuai dengan : a. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. membayarkan. b. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 12 . Atas permasalahan tersebut.297.00 Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo menegur dan memerintahkan Sekretaris DPRD agar tidak memungut pejak restoran. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 1 ayat 24 menyebutkan bahwa Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima.461. Pemungutan Pajak Restoran atas pelayanan makanan dan minuman pada Sekretariat DPRD mengakibatkan pemungutan pajak yang tidak sah.

402. Kabupaten Kulon Progo mendapat anggaran sebesar Rp775.000.000.402.05/BI.00. Dengan dikoordinir oleh Kepala Dinas.00 tidak dilaporkan dalam APBD Dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 296/Menkes/SK/III/2007 Tentang Penerima Dana Yankesdas dan Persalinan Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas dan Jaringannya untuk tiap Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2007 tanggal 13 Maret 2007 dinyatakan bahwa anggaran untuk dana tersebut dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat Nomor 0674.3.0/024-03. Dalam surat Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat juga diatur tentang perhitungan alokasi pelayanan kesehatan dasar dan perhitungan alokasi pertolongan persalinan untuk tiap-tiap puskesmas. Surat ini meminta kepada seluruh Kepala Dinas Kabupaten/Kota untuk segera menerbitkan SK PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 13 .3/1043. Alokasi dana pelayanan kesehatan dasar per puskesmas ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan dasar Keputusan Menteri Kesehatan tentang alokasi anggaran per Kabupaten/Kota. Dinas Kesehatan Propinsi DIY mengeluarkan surat Nomor 445/2856/IV. 2007.01. Dalam Surat Edaran yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia diinformasikan beberapa hal sebagai berikut : a. Pada lampiran Keputusan Menkes diketahui bahwa alokasi anggaran untuk Propinsi DIY adalah sebesar Rp5.791. Dari nilai tersebut.A.000. Berdasar pada Surat Dirjen tersebut. Keputusan Menteri Kesehatan ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 2007.122.A/2007 tanggal 27 April 2007 perihal Informasi Penyaluran Dana Pelayanan Kesehatan bagi Penduduk Miskin di Puskesmas dan Jaringannya Tahun Anggaran 2007.1 tanggal 28 Mei 2007 perihal Informasi Penyaluran Dana Yankesdas bagi penduduk miskin di Puskesmas dan jaringannya T. masing-masing Puskesmas membuka rekening giro pos. b.0/-/2007 tanggal 31 Desember 2006 tentang program pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin. Pengelolaan dana Asuransi Kesehatan Warga Miskin (Askeskin) Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp775. c. Keputusan Menkes ini ditindaklanjuti dengan Surat dari Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat dengan Surat Nomor KU. Dana disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Kegiatan pokok program terdiri dari Pelayanan Kesehatan Dasar (Yankesdas) di Puskesmas dan Jaringannya dan Pelayanan Pertolongan Persalinan di Puskesmas dan Jaringannya.00. sehingga ketentuan ini berlaku surut.

261.174.194 26.952 37.145.676 7.114 32.370.786.414 44.508 6. 6.861 42.954.q Ka Sie Kesehatan Dasar dan Rujukan Bidang Yankes.041.339 6.897.729.233 29. Wates Kokap I Kokap II Samigaluh I Samigaluh II Galur I Galur II Kalibawang Pengasih I Pengasih II Nanggulan Sentolo I Sentolo II Girimulyo I Girimulyo II Temon I Temon II Panjatan Lendah I Lendah II Jumlah Pembulatan 49.776.405 5.773 5.339 47.588.113 4.198 11.062.180.378.998 142.805.992.059.226 30.370 2.920 4.378.766.171 25.222 2.984.684.863 23.955 36. 4. Puskesmas agar membuka rekening giro pos di Kantor Pos setempat atas nama Puskesmas.871 141.194. Alokasi Dana Yankesdas dan Persalinan Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Kabupaten Kulon Progo berdasar pada Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo.308 7.608.818.661.277 29.304 16.00 277 127 28 51 52 41 84 66 53 96 49 121 187 44 52 76 15 41 18 78 1.766.172 142.435 27.961 55.643 8. dilanjutkan dengan terbitnya Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Nomor 188/043 tanggal 30 Juni 2007 tentang Penerima Dana Yankesdas dan Persalinan Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas dan Jaringannya Tahun Anggaran 2007.203 17.599 6.Penerima Dana Palayanan Kesehatan Dasar dan Pertolongan Persalinan untuk Puskesmas di wilayah kewenangannya. 3.315 6.445.838 4. nampak dalam tabel berikut : No Puskesmas Sasaran Yankesdas sesuai SLT 11.466.125 34.762. 15.884 5.854 14.214 3.251 632.450 1.402.861.390 34.874 23.041 4.134 141. 5.981. 14. 8.000.418. Surat yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Propinsi yang dikeluarkan pada tanggal 28 Mei.402.423 775.667 5. 18.582.000 Jml persalinan miskin 2006 Dana Persalinan 2007 (Rp) Jumlah Dana Askeskin 2007 (Rp) PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 14 .666.548. 2.437.389 51.486.781 3.716.501 7.754 54.532 6.967 8.380 12.165.781 6. dan mengirimkan data Nomor Rekening kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DIY c.135.000 75. 10.829 43.063.306 55. 7.653.915 28.308 1.002.684 11.572.981 25.360 31.156.766.776.525 9.935.868.377.296 5.936.696 33.596 32.369 9. 12. 16.466.00 632. 20.918 3.213.136 30.892 4.095.525.871 Dana Yankesdas (Rawat Jalan) 2007 (Rp) 1.195.663 31.778.548 11.556 1.578 24.556 25.472 51.880 11.659 6. Selanjutnya. 11.000 775.674 4.501.061 20. 17. 19.653 24.115.935.394.643.178. 13. 9.992 18.686.866 4.026.628 40.093 60.

Berdasar pada POA tersebut. 11. 13.3/2036/2007 tanggal 21 Agustus 2007. tetapi ditetapkan pada tanggal 21 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 15 . 4. 16. Dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan bagi warga miskin mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) Pelayanan Kesehatan Dasar dan Pertolongan Persalinan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin di Puskesmas dan Jaringannya Tahun 2007 yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan Nomor HK. 6. pada tanggal 2 Oktober 2007. 17.Selanjutnya. 15. 19. 12. Pengambilan dana dari rekening giro puskesmas didahului dengan pembuatan Plan Of Action (POA) kegiatan dan pembiayaan oleh masing-masing puskesmas. 3. 5. 7.03. 10. Puskesmas Wates Kokap I Kokap II Samigaluh I Samigaluh II Galur I Galur II Kalibawang Pengasih I Pengasih II Nanggulan Sentolo I Sentolo II Girimulyo I Girimulyo II Temon I Temon II Panjatan Lendah I Lendah II No Rekening 5560000096 5560000109 5560000110 5560000121 5560000074 5560000085 5560000132 5560000256 5560000267 5560000234 5560000143 5560000154 5560000176 5560000198 5560000201 5560000212 5560000223 5560000245 5560000165 5560000187 Berdasar pada Surat dari PT Pos tersebut. 18. PT Pos Indonesia menerbitkan nomor rekening giro pos bagi setiap puskesmas dan menyalurkan dana ke setiap rekening giro pos puskesmas sesuai SK Kepala Dinas Kesehatan sebagaimana tercantum pada tabel diatas. Juknis ini berlaku sejak tanggal 1 Agustus 2007. 9. 2.05/BI. 8. 14. 20. pada tanggal 30 Agustus 2007. puskesmas mencairkan dana setelah mendapat persetujuan tertulis Kepala Dinas Kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan dengan surat Nomor 460/2334 Tahun 2007 menyampaikan kepada puskesmas nomor rekening masing-masing puskesmas. Nomor rekening masing-masing puskesmas tersebut adalah : No 1.

705 39.300 10.762 18.962 16.647 85.246.196 97.697 85.434 27.290 105.533. 9. puskesmas telah melaporkan setiap penerimaan dan pengeluaran atas pelaksanaan kegiatan ke Dinas Kesehatan sebagaimana diatur dalam Perbup tentang petunjuk pelaksanaan program Askeskin.629 47.408.186 22.000 Jumlah (Rp) Pengeluaran 2007 (Rp) Yandas (Rp) 60.507 47.603.526 55.086.105 840.042 82.000 12.294 757.805.279.339 40. 15.890 55.000 11.462.472 37.155 1.437.507.776 12. 6.135.548.658.250 43.477.133.689 29.304 89.317.359 96.174.590 38.857.695 0 0 0 13.857.860 84.476 110.997 10.500 26.544.540. 17.086. 7.195.Agustus 2007. 5.753.675.897.204 35.126.751 203.660. Laporan disampaikan ke Dinas.729.715. 19.676.368.473.929.835.190.010. untuk lebih memudahkan pemahaman Puskesmas dalam melaksanakan kegiatan ini.472 37. 8.307 34.050 648. sehingga ketentuan ini berlaku surut.380.049. 10.000 37.600 65.786.423 75.000 0 0 0 0 3.000 1.500 0 550.000 3.442.450 19.700 1.034 29.000 41.442.370. 18.570 54.234.878 0 6.322 2.952 18.200 12.499.593 16.100.828.667.038.907. 16.835 1.339 93.962. 4.009.500 22.145.270.026.000 0 350.695 53.751. 20.359 42.732 Persalinan (Rp) 3.319. diterbitkan Peraturan Bupati Nomor 61 Tahun 2006 tanggal 30 Desember 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin.992 25.695 51.00.000 34.328 128. Selain itu.539.643.217.593.629 37.711. 14.650.548. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 16 .724 12.748 17.588. Berdasar pada rekapitulasi Laporan Pendanaan Pelayanan Kesehatan peserta Askeskin di Puskesmas Tahun 2007 Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menunjukkan bahwa saldo pada tahun 2007 adalah sebesar Rp840.676.705 46.177.149.922.100 53.382.068 48.861 775.359 55.678 134.678 120.669.160 24.000 9.412.762.391.809.576.800 38.700 36.981 34.394.141.126.000 41.757. 3. Panjatan Kokap I Temon I Sentolo II Samigaluh II Galur I Lendah I Pengasih II Pengasih I Girimulyo I Kalibawang Galur II Kokap II Lendah II Wates Temon II Samigaluh I Girimulyo II Sentolo I Nanggulan Jumlah Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT).390 33.513.596 31.582.850. pasal 20 yang menyatakan bahwa puskesmas wajib memberikan laporan pelaksanaan program Askeskin ke Dinas paling lambat setiap tanggal 10 bulan berikutnya.050 0 0 99.309.258.245.861.195 Saldo 2007 (Rp) 39.954.000 54.538 25.055.000 0 0 6.170 41.087.492 4.950 0 1.461 98.762 Penerimaan 2007 (Rp) 55.610 30.915 25.359.540. diserahkan ke Bagian Monitoring untuk pelaksanaan kegiatan dan Bagian Keuangan untuk pelaporan keuangannya.711.872 62.472 28.093 32.473.378.655 29.766.061.764.304 47. 12.782.171 55. 13. 2.125 60. dengan rincian sebagai berikut : No Puskesmas Saldo 2006 (Rp) 5.000 44.000 10.852.122 40.300.057.514.156.732.685.733.709.588.686 49.238.700 97.168.942 25.839.997 123. 11.

00 Tabel diatas menunjukkan perbedaan data antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas.224.Hasil pemeriksaan atas Laporan Pelaksanaan Program JPKMM Askeskin pada masing-masing puskesmas yang telah diserahkan ke Dinas Kesehatan dan sampel Laporan Bulanan atas pelaksanaan program Askeskin pada empat puskesmas menunjukkan hal-hal sebagai berikut : a.saldo Bank Rp49. adalah merupakan penerimaan daerah. melainkan bertahap.00 dan uang di bank sebesar Rp19. b. Dari uraian tersebut. yang seharusnya disetor ke kas daerah.990.00).283.260.891.00.00 Pengeluaran (Rp) 68. sehingga dana yang diambil tidak dapat sekaligus.318. Saldo 2007 sebesar Rp20. dalam bentuk uang tunai sebesar Rp1.949.00.224.979.00 merupakan penerimaan Tahun 2007 dan tahun 2006 yang belum diambil. .544. tidak ada setoran atas bunga simpanan.328.00 Saldo 2007 (Rp) 20.00.891. rekening yang digunakan untuk menyimpan dana APBN/APBD tidak dikenakan pajak. Sesuai ketentuan perpajakan.990.912.00 (Rp54.057. Puskesmas Lendah II Laporan Bulanan Program Askeskin Puskesmas Lendah II sebagai berikut : Saldo 2006 (Rp) 54. Pengeluaran sebesar Rp68. Penerimaan sebesar Rp35.241.773.949. Penerimaan (Rp) 35.318.307.241.570. Namun sampai dengan akhir Maret 2008. hal ini disebabkan karena pengambilan dana pada PT Pos harus dilampiri perencanaan penggunaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan. Saldo 2006 sebagai saldo awal 2007 terdapat selisih sebesar Rp31.00 termasuk didalamnya adalah pajak bunga simpanan. Puskesmas Temon II Laporan Bulanan Program Askeskin Puskesmas Temon II menunjukkan nilai sebagai berikut : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 17 .uang tunai Rp5. diketahui bahwa rekening puskesmas yang digunakan untuk menyimpan dana askeskis dikenakan pajak bunga.00. Sisa dana yang masih ada pada PT Pos sesuai dengan giro pos pada tanggal 24 Januari 2008 adalah sebesar Rp21.644.00-Rp22. Penerimaan Tahun 2007 juga berbeda.563.616.00 Terdiri dari : . Dan bunga bank yang diterima oleh Puskesmas. serta bunga simpanan.00 adalah riil kas yang ada pada bendahara pengeluaran.333.774.570.346.616.

Saldo 2006 (Rp) 24.576.200,00

Penerimaan (Rp) 16.156.307,00

Pengeluaran (Rp) 38.473.878,00

Saldo 2007 (Rp) 2.258.629,00 Terdiri dari : - saldo Bank Rp988.514,00; - uang tunai Rp1.370.115,00.

Dari tabel diatas diketahui bahwa tidak ada perbedaan data antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas. Untuk menampung dana dari rekening giro pos, puskesmas membuka rekening pada Bank BPD-DIY, dan menunjukkan bahwa dana yang disimpan dikenakan pajak bunga dan bunga simpanan tidak disetor ke kasda. c. Puskesmas Galur II Laporan Bulanan Program Askeskin Puskesmas Galur II menunjukkan nilai sebagai berikut :
Saldo 2006 (Rp) 31.832.421,00 Terdiri dari : - saldo Bank Penerimaan (Rp) 18.897.093,00 Pengeluaran (Rp) 44.290.944,00 Saldo 2007 (Rp) 6.438.570,00

Rp31.024.886,00; - uang tunai Rp807.535,00.

Laporan Keuangan yang dibuat oleh Puskesmas Galur II tidak menunjukkan nilai saldo awal 2007, penerimaan dan pengeluaran selama tahun 2007, sehingga nilai saldo akhir 2007 tidak dapat diyakini kebenarannya. Nilai yang tercantum pada tabel diatas diambil dari Laporan bulanan, dan fotocopy rekening tabungan. d. Temon I Laporan Bulanan Program Askeskin Puskesmas Temon I menunjukkan nilai sebagai berikut :
Saldo 2006 (Rp) 65.412.000,00 Penerimaan (Rp) 31.643.304,00 Pengeluaran (Rp) 55.246.204,00 Saldo 2007 (Rp) 41.809.100,00

Dari tabel diatas diketahui bahwa tidak ada perbedaan data antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas. Untuk menampung dana dari rekening giro pos, puskesmas membuka rekening pada Bank BPD-DIY, dan menunjukkan bahwa dana yang disimpan dikenakan pajak bunga dan bunga simpanan tidak disetor ke kasda. Berdasar pada uraian tersebut diatas, diketahui bahwa :
PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

18

a. Format Laporan Pelaksanaan dan Laporan Keuangan kegiatan program Askeskin tidak sama antara satu puskesmas dengan puskesmas yang lain; b. Rekening yang menampung dana daerah dikenakan biaya pajak, penerimaan bunga sejak tahun 2005 dicatat sebagai penerimaan puskesmas, penerimaan bunga tidak disetorkan ke kas daerah dan pelaksanaan program JPKMM Askeskin tidak dilaporkan dan dicatat sebagai penerimaan dan pengeluaran Dinas Kesehatan pada APBD 2007. Dengan demikian diketahui bahwa saldo kas di Puskesmas sebesar Rp840.857.835,00 tidak diperhitungkan sebagai komponen Kasda. Mengacu pada juknis Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat pada poin pertanggungjawaban, dinyatakan bahwa penggunaan dana harus disesuaikan pemanfaatannya dan tidak dibatasi oleh berakhirnya tahun anggaran sehingga dana tersebut dapat terus bergulir di tahun berikutnya. Klausul ini dijadikan pegangan oleh dinas teknis dalam melaksanakan kegiatan pelayanan askeskin sehingga puskesmas maupun dinas kesehatan berpendapat bahwa penerimaan dan pengeluaran pelayanan kesehatan yang menggunakan dana askeskin tidak perlu di laporkan dan saldo akhir tahun tidak dicatat sebagai komponen kasda. Sisa dana tahun 2006 dan tahun sebelumya di puskesmas dan jaringannya dapat digunakan untuk pelayanan kesehatan di puskesmas dan menunjang operasional dan manajemen. Dalam Juknis juga dinyatakan bahwa Bunga tabungan/jasa giro tidak dapat dipergunakan oleh penerima dana. Jasa giro tersebut untuk sementara tetap berada di rekening penerima dana (Pukesmas) sampai adanya peraturan lebih lanjut dari Dirjen Perbendaharaan Departemen Keuangan RI. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan dinyatakan bahwa bunga/jasa giro merupakan penerimaan Negara/daerah. Dengan demikian, penerimaan bunga tersebut harus disetor ke kasda. Atas semua kondisi tersebut, dapat diketahui bahwa petunjuk teknis dan pedoman pelaksanaan yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan adalah dalam rangka pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin, sedang pengelolaan dan penatausahaan keuangan adalah berpedoman kepada ketentuan yang mengatur tentang keuangan dan perbendaharaan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara telah dinyatakan bahwa semua penerimaan dan pengeluaran daerah dilakukan melalui Rekening Kas Umum Negara (RKUN) dan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa, petunjuk teknis adalah petunjuk dalam hal pelayanan kesehatan, sedangkan pengelolaan keuangan tetap mengacu pada peraturan tentang Pengelolaan Keuangan, yaitu UndangUndang Nomor 1 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 Tentang Keuangan Negara, UndangUndang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara
PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

19

dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Dengan tidak dianggarkan pada APBD, pembukaan rekening tidak mendapat persetujuan Bupati dan tanpa sepengetahuan BUD, maka pihak Bank memberlakukan rekening tersebut sama dengan rekening umum, sehingga dikenakan pajak atas bunga bank, dan bunga simpanan tidak disetor.

Permasalahan tersebut diatas tidak sesuai dengan : a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 Tentang Keuangan Negara : (1) Pasal 7 ayat (2) dinyatakan bahwa dalam rangka penyelenggaraan fungsi pemerintahan untukmencapaui tujuanbernegara, setiaptahun disusun APBN dan APBD; (2) Pasal 17 ayat (2) dinyatakan bahwa penyusunan Rancangan APBD berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara; b. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara : (1) Pasal 11 dinyatakan bahwa Tahun Anggaran meliputi masa satu tahun mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember ; (2) Pasal 12 ayat (2) dinyatakan bahwa semua penerimaan dan pengeluaran Negara dilakukan melalui Rekening Kas Umum Negara; (3) Pasal 13 ayat (2) dinyatakan bahwa semua penerimaan dan pengeluaran Daerah dilakukan melalui Rekening Kas Umum Daerah; (4) Pasal 25 ayat (1) Bunga dan/atau jasa giro yang diperoleh Pemerintah merupakan Pendapatan Negara/Daerah; c. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang ketentuan Umum Perpajakan, yang menyatakan bahwa Rekening yang diperuntukan menampung dana daerah tidak dikenakan pajak. Penerimaan dan pengeluaran dana Askeskin yang tidak dicatat melalui mekanisme APBD mengakibatkan : a. Penerimaan daerah kurang diterima (dari penerimaan bunga simpanan); b. Rekening yang dibuka dikenakan pajak ; c. Tidak ada pengawasan/pengendalian atas pelaksanaan pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin melalui kegiatan Askeskin ; d. Kas Daerah dicatat lebih rendah sebesar Rp840.857.835,00.

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

20

Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan selaku pengguna anggaran untuk mencatat penerimaan dan pengeluaran setiap kegiatan dalam APBD sebagai alat kendali kegiatan.Tidak dicatatnya penerimaan dan pengeluaran dana askeskin dalam APBD disebabkan oleh pemahaman Puskesmas dan Dinas Kesehatan bahwa penggunaan dana askes hanya mengacu pada pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan. Namun demikian. Kepala Dinas Kesehatan sependapat dan menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin dilaksanakan dengan menggunakan Pedoman Pelaksanaan yang diterbitkan Departemen Kesehatan. dan akan dilakukan penghitungan ulang. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 21 . Sehubungan dengan permasalahan tersebut diatas. Pedoman tersebut tidak mengatur tentang keuangan dan perbendaharaan. untuk Tahun 2008 Dinas Kesehatan telah berupaya memperbaiki pengelolaan dan penatausahaan keuangan dengan memasukkan Dana Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin sebagai pendapatan dalam APBD Tahun 2008 dan sisa dana Tahun 2006 dan 2007 serta pendapatan dari bunga bank akan dimasukkan dalam APBD Perubahan Tahun 2008.

000. Alokasi dana untuk masing-masing program ditentukan dalam Keputusan Bupati Nomor 337 Tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007.000 Galur.000.000 Donomulyo. Kalibawang. Galur 75. Galur Vol 1 paket 1 paket 1 paket Biaya (Rp) Lokasi 1 a.000. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi Pemanfaatan energi alternatif untuk pengairan lahan 1 paket pantai 1 paket 2 a.000 Kec. Panjatan. Program Peningkatan Produksi Hasil Pertanian 1) Pengembangan agribisnis pembibitan sapi potong 2) Pengembangan agribisnis kambing lokal 3) Pengembangan agribisnis kambing PE b Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan Bantuan sarana dan prasarana teknologi peternakan tepat 96 paket guna (biogas) c.4.000.000.00. Sentolo.000. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan 1) Bantuan bibit jeruk 2) Bantuan bibit vanili 40. Program Pembangunan Infrastuktur Pedesaan 250. Pengelolaan bantuan dana pemberdayaan masyarakat atas program Community Development (CD) dari pemerintah Propinsi DIY sebesar Rp4.000.000. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 1) Pengembangan kemitraan usaha pertanian a) Perencanaan b) Bantuan dan fasilitasi petani pelaku kemitraan 2) Pagar tanaman hidup untuk tapal batas 3) Bantuan pengelolaan agribisnis kawasan agropolitan 3 Program Pengembangan Budidaya Perikanan 1) Bantuan semen untuk kolam ikan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 1 paket 300. Samigaluh 300.000.000.000.000 Kab.000 Temon.000.000 Gerbosari.000 Karangwuni. Nanggulan.000 Jembatan Srandakan 50. Kokap.000.000.000 Panjatan.000. Wates. Nanggulan d.000 Karangsewu. Girimulyo 135. dengan rincian sebagai berikut : No SKPD/Program/Kegiatan 1)Pembangunan Pasar Pedesaan 2)Bantuan semen untuk lingkungan perumahan 3)Bantuan instalasi air bersih b. Kalibawang 1 paket 22 .000. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mendapatkan bantuan dana pemberdayaan masyarakat desa yang bersumber dari APBD Propinsi DIY Tahun 2006 sebesar Rp4. Panjatan. Temon 52. Kulonprogo 80.000. Wates 768.000 Samigaluh.000.000. Samigaluh 75. Temon 165.000 batang 3.00 tidak melalui mekanisme APBD Pada Tahun Anggaran 2007.000. Pengasih 100.000 Kec.000 Galur. Girimulyo.467 batang 200.000 Girimulyo. Galur 1 paket 1 paket 25.000.000 88 desa 135 ekor 270 ekor 110 ekor 810. Wates.

000.000.000.000.000.000.000.000.000 100. Sampai dengan akhir Tahun 2007.01.000.000 ekor 40 paket 1 paket 1 paket Biaya (Rp) Lokasi 150.00 40.000 Bantuan dana pemberdayaan masyarakat desa tersebut telah diterima oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tanggal 29 Desember 2006 sebesar Rp4.10394-0.000.000.No SKPD/Program/Kegiatan 2) Bantuan bibit ikan tawar 3) Bantuan sarana pamasaran ikan Vol 400.00 125.000.000.000.000. Panjatan Kabupaten Kulonprogo 4 a.000.00 7 30 Nop ‘07 Dinas Pertanian Kelautan dan 25.000. Program Peningkatan Pengendalian Polusi Bantuan alat pengolahan limbah VCO 5 Program Pengembangan Destinasi Pariwisata Pengembangan wisata alam dan pedesaan “Menoreh Green Land” 1) Persiapan 2) Penghijauan kawasan 3) Biaya pihak ketiga 4) Pengembangan Green Cottage 5) Pembangunan Camping Ground 6) Pengembangan Outbond Centre Jumlah 1 paket 2 ha 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket 10.000.000 50. Bantuan dana dari APBD Propinsi DIY tersebut tidak dianggarkan dalam penyusunan APBD maupun Perubahan APBD Tahun 2007. Panjatan 75.000.00 125.00 disimpan pada rekening Pemda Kulon Progo dengan Nomor 22.000 35.000 4 TPI 100.1.000.000 12 kecamatan 40.000. masing-masing dinas teknis telah mencairkan dana sesuai dengan alokasi yang diatur dengan Keputusan Bupati dengan rincian sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Tanggal Pencairan 19 Sept ‘07 10 Sept ‘07 21 Nop ‘07 22 Nop ‘07 23 Nop ‘07 Uraian/Kegiatan Pengembangan wisata alam dan pedesaan “Menoreh Green Land” Pembangunan Samigaluh Pasar Gerbosari.00 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 23 .000 35.00 Pembayaran tahap 1 instalasi air bersih Donomulyo Pengembangan wisata alam dan pedesaan “Menoreh Green Land” Pemanfaatan energi alternatif untuk pengairan lahan pantai tahap 1 (Karangsewu) Pemanfaatan energi alternatif untuk pengairan lahan pantai tahap 1 (Karangwuni) Pagar tanaman hidup untuk tapal batas 6 23 Nop ‘07 Dinas PU 75. SKPD Dinas Pariwisata Kantor Pengelolaan Pasar Dinas PU Dinas Pariwisata Dinas PU Jumlah (Rp) 125.000.000 Kec.000.000.000.00 75.000.000 20.000.000.000.000 Galur.000 4. Program Pengembanan Industri Kecil dan Menengah Penguatan modal industri pengolahan VCO b.

000.00.000.000.00.000.00.00 dengan penggunaan sebagai berikut : a.000. dari alokasi sebesar Rp165.000.000.000.000.970.000.00 telah disalurkan kepada 2 peternak kambing lokal senilai Rp37.000.00 + Rp80.00 Dari tabel di atas.00 sehingga sisa alokasi dana yang belum disalurkan sebesar Rp85.00 74.000.00).000.000. menunjukkan bahwa Dinas Pertanian dan Kelautan Kabupaten Kulon Progo mendapatkan alokasi dana pemberdayaan masyarakat sebesar Rp2.000.000.000.00 sehingga masih tersisa sebesar Rp2. dari alokasi dana yang diterima oleh PD.000.472.00 melalui Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan. dari alokasi sebesar Rp810.000. Atas dana tersebut. 2) Pengembangan agribisnis kambing lokal.000.00 sehingga sisa alokasi dana yang belum disalurkan sebesar Rp98.795.000.00 – Rp1.No 8 Tanggal Pencairan 30 Nop ‘07 Uraian/Kegiatan Bantuan sarana dan prasarana teknologi peternakan tepat guna (biogas) Pembayaran tahap 2 instalasi air bersih Donomulyo Bantuan alat pengolahan limbah VCO SKPD Dinas Pertanian Kelautan Dinas PU Kantor Pedal dan Jumlah (Rp) 768.00 telah disalurkan kepada 16 peternak sapi senilai Rp554. dana pemberdayaan masyarakat yang sudah direalisasikan adalah sebesar Rp1.970. Bank Pasar telah menyalurkan dana dengan rincian sebagai berikut : 1) Pengembangan Pengembangan agribisnis pembibitan sapi potong.527.970.00 9 10 26 Des ‘07 27 Des ‘07 Jumlah 40.000. diketahui bahwa per tanggal 31 Desember 2007. Dengan demikian. Penyaluran Penguatan Modal kepada peternak melalui Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan bekerjasama dengan PD.000.000.472.00 (Rp4. Dana tersebut seharusnya disetorkan ke kas daerah pada akhir tahun anggaran untuk kemudian dianggarkan lagi pada tahun anggaran berikutnya.472.000. telah disalurkan sebesar Rp671.000.000. dari alokasi sebesar Rp135.000. Hasil pemeriksaan secara uji petik atas pengelolaan dana pemberdayaan masyarakat.110.000.000.000.00 (Rp554.110. Bank Pasar Kabupaten Kulon Progo sebesar Rp1.970.000.000.030.00 1.000.000.000.000.00) sehingga.000. Penguatan Modal sebesar Rp1. terdapat sisa PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 24 . Bank Pasar Kabupaten Kulon Progo. 3) Pengembangan agribisnis kambing PE.00 sehingga sisa alokasi dana yang belum disalurkan sebesar Rp256.000.000.00 telah disalurkan kepada 4 peternak kambing PE senilai Rp80.00.000. berdasarkan SK Bupati Nomor 337 Tahun 2007.000.00 + Rp37.000.000.

berdasarkan surat perjanjian No. b) Bantuan bibit vanili sebanyak 3.000. yang akan digunakan untuk pemberian bantuan kepada masyarakat/kelompok-kelompok tani.685.685. Pekerjaan tersebut berupa Pembuatan Biodigister (Alat Pengolah Limbah Ternak) sebanyak 96 unit senilai Rp768.000.000.00 sehingga terdapat pekerjaan yang belum dilaksanakan sebanyak 53 unit senilai Rp424.04/02.21015-0. tanggal 12 Januari 2008 dilakukan pembayaran untuk bantuan sarana dan prasarana teknologi tepat guna (biogas) sebesar Rp160.000.000. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 25 .000.00 + Rp85. Kemudian. sehingga perjanjian tersebut berakhir sampai dengan 6 April 2008.000. pekerjaan tersebut baru dilaksanakan sebanyak 43 unit senilai Rp344.467 batang senilai Rp52.000.000. Dana tersebut ditampung pada BPD DIY Cabang Wates dengan rekening No. b.000.000. sehingga terdapat sisa dana sebesar Rp1. 600/1747/XI/2007 tanggal 6 Nopember 2007.000.685.000.000.00 dan tanggal 26 Januari 2008 sebesar Rp892.00146-3 an. Hibah sebesar Rp1. Sisa dana tersebut pada 31 Januari 2008 dipindahkan ke rekening baru sebagai rekening penampung pada BPD DIY Cabang Wates dengan rekening No.000. tanggal 8 April 2008.00.00.000. Permasalahan yang dapat diungkapkan dalam pengelolaan dana hibah/bantuan sebagai berikut : 1) Pencairan dana pemberdayaan masyarakat oleh Dinas Pertanian dan Kelautan yang digunakan untuk kegiatan pemberian bantuan kepada masyarakat Rp1. Namun demikian.000.00 (Rp1. 22.000. Wates.000. jangka waktu pelaksanaan kegiatan berlaku selama 5 (lima) bulan.000.00 + Rp98.00 (Rp256.000.000.00 yang tersebar di wilayah Kabupaten Kulon Progo.000.00 dilakukan dengan 2 tahap yaitu pada tanggal 30 Nopember 2007 sebesar Rp793. 20.000.000.000. 2) Beberapa pekerjaan belum selesai dilaksanakan : a) Bantuan sarana dan prasarana teknologi peternakan tepat guna (biogas) Pengadaan bantuan sarana dan prasarana teknologi peternakan (biogas) bekerja sama dengan Sanggar Solidaritas Petani “Lestari” yang beralamat di Karangwuni RT.000.000.00.00 – Rp185.1.000.000.00).000.00.00).500.9.000.alokasi dana yang belum disalurkan sebesar Rp439.02.000.01.00.000. Bendahara Pengeluaran Dinas Pertanian dan Kelautan Kabupaten Kulon Progo. Pada tanggal 30 Nopember 2007 dana tersebut telah digunakan untuk pembayaran kegiatan penanaman pagar hidup untuk tapal batas dengan Kabupaten Bantul dengan pelaksana Formasba Institute sebesar Rp25. Berdasarkan surat perjanjian tersebut.00.

000.00 29.00 132.000. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pada pasal 17 ayat (1) yang menyatakan bahwa semua penerimaan dan pengeluaran daerah baik dalam bentuk uang.400.000.00 – Rp977.00 Berdasarkan pembukuan yang diselenggarakan oleh Bendahara Pengeluaran Dinas Pertanian dan Kelautan.919.000.000.000. Terdapat sisa dana sampai dengan pemeriksaan berakhir belum digunakan sebesar Rp707.00 (Rp1. Sisa dana tersebut masih tersimpan dalam rekening yang dikelola oleh Bendahara Pengeluaran. b.000. sisa dana yang belum digunakan sebesar Rp707.00 977.000.00 4.000.00 184.000.00 50.685.00). Kondisi tersebut diatas tidak sesuai dengan : a.00 17.000.00 160.400.00 39.923.000.000.433.000.000.600.433.00 293.030.927.601. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pada pasal menyebutkan bahwa : 1) Pasal 21 : APBD merupakan dasar pengelolaan keuangan daerah dalam masa 1 (satu) tahun anggaran terhitung mulai tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember.00 31.000.00 Bibit tanaman kegiatan pengembangan kemitrausahaan pertanian Perencanaan dan penyuluhan kegiatan budidaya terong jepang Timbangan dan trays Pengadaan bibit jeruk Pembuatan rumah lindung Pengadaan semen Jumlah Dengan demikian. 2) Pasal 44 ayat (1) Belanja hibah bersifat bantuan yang tidak mengikat/tidak secara terus menerus dan harus digunakan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 26 .391.c.566. sampai dengan tanggal 4 April 2008 pencairan uang yang telah digunakan untuk pemberian bantuan sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tgl 30 Nop ‘07 30 Nop ‘07 4 Mar ‘08 8 Mar ‘08 17 Mar ‘08 17 Mar ‘08 26 Mar ‘08 26 Mar ‘08 27 Mar ‘08 1 Apr ‘08 2 Apr ‘08 3 Apr ‘08 Uraian Pagar tanaman hidup untuk tapal batas Bantuan sarana dan prasarana teknologi peternakan tepat guna (biogas) Kegiatan show room agropolitan Pembuatan biogas sebanyak 23 unit Bahan dan peralatan pertanian kegiatan pengembangan kemitrausahaan pertanian Pupuk dan obat-obatan kemitrausahaan pertanian kegiatan pengembangan Jumlah (Rp) 25.600.000.566.600.00 9.775. barang dan/atau jasa dianggarkan dalam APBD.000.

000.000. sehingga sampai dengan akhir tahun anggaran kegiatan ini tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya. 2007 telah memasuki proses finalisasi. Perjanjian Kerjasama antara Dinas Pertanian dan Kelautan dengan Sanggar Solidaritas Petani “Lestari” Kabupaten Kulon Progo Nomor 600/1747/X/2007 tanggal 6 Nopember 2007 antara lain menyebutkan : 1) Pasal 2 : ruang lingkup pekerjaan dalam hal ini adalah Pembuatan Biodigister (Alat Pengolah Limbah Ternak) sebanyak 96 unit dengan kapasitas 9 m3.000. Namun demikian Dana CD dari Pemerintah Propinsi Tahun 2007 telah dimasukkan dalam APBD Perubahan Tahun 2007. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 27 .00 baru diterima tanggal 29 Desember 2006 sedangkan RAPBD TA. Atas permasalahan ini. Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah menyatakan bahwa Bantuan Dana Pemberdayaan Masyarakat atas Program Community Development dari Pemerintah Propinsi sebesar Rp4. 2) Pasal 6 : jangka waktu perjanjian kerjasama ini berlaku selama 5 (lima) bulan terhitung sejak tanggal penandatanganan perjanjian ini. serta hibah kepada pemerintah daerah lainnya dan kepada perusahaan daerah. Sedangkan mekanisme peng-SPJ-an dilakukan oleh SKPD masing-masing. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur dan memerintahkan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai dilaksanakan dan sisa dana yang tidak digunakan agar disetorkan ke kas daerah. Permasalahan tersebut disebabkan kelalaian Panitia Anggaran yang tidak mencatat bantuan dari Propinsi kedalam APBD Kabupaten Kulon Progo. Pengelolaan bantuan dana yang tidak melalui APBD tersebut mengakibatkan tidak ada pengendalian atas pelaksanaan kegiatan pengelolaan bantuan dana pemberdayaan masyarakat.dalam naskah perjanjian hibah daerah dan ayat (2) Belanja hibah kepada pemerintah dikelola sesuai dengan mekanisme APBN. badan/lembaga/organisasi swasta dan/atau kelompok masyarakat/perorangan dikelola dengan mekanisme APBD sesuai dengan peraturan perundang-undangan. c.

5.600.00 digunakan untuk belanja barang dan jasa sebesar Rp2. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan laporan akhir kegiatan belanja pihak ketiga.103.23.865.01.799. Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo mendapatkan alokasi dana belanja barang dan jasa sebesar Rp17.23. Belanja Barang dan Jasa pihak ketiga pada Dinas Pendidikan direalisasikan untuk bantuan dan membiayai kegiatan Dinas Pendidikan minimal sebesar Rp4.000 591. Atas realisasi belanja pihak ketiga tersebut masing-masing pihak yang menerima uang (belanja pihak ketiga) membuat laporan akhir kegiatan sebagai laporan pertanggungjawaban atas realisasi belanja uang yang telah diterima.19.900 Blj barang dan jasa (Rp) Bantuan (Rp) 672.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp9.2.500.18 1. Bukti pelaksanaan kegiatan berupa bukti pengeluaran kas (ben.456.532.000 80.2.2.430.01.01.00 Tahun anggaran 2007.366. Realisasi belanja pihak ketiga diberikan oleh Bendahara pengeluaran melalui bendahara pengeluaran Sub Dinas masing-masing secara tunai kepada sekolah dan/atau lembaga kemasyarakatan yang memerlukan.20%. SMP.18 1.18.665.289.20. Hasil pemeriksaan atas Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).100 1.00 atau sebesar 98.000 80.803.5.2.15.900.000 591.16.100.00 dengan rincian sebagai berikut : Kode rekeniong 1. Dari realisasi tersebut diantaranya untuk belanja pihak ketiga yang dianggarkan sebesar Rp9.000 Jumlah (Rp) 672.2.000 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 28 .18 Nama Kegiatan Belanja Pihak Ketiga Pemeliharaan rutin/berkala bangunan sekolah (TK) Pemeliharaan rutin/berkala bangunan sekolah (SD) Bantuan operasional pendidikan non formal Fasilitasi penyelenggaraan pendidikan non formal 1.968. SD.472.18.000.366.01.350.440.5.38%.01.01.01.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp16.027.01.101.00 atau sebsar 95. SMA dan SMK) Negeri dan bantuan keuangan kepada sekolah-sekolah swasta serta lembaga kemasyarakatan. Bantuan diberikan kepada sekolah yang telah mengajukan proposal yang memuat rincian kebutuhan dan besaran dana yang diperlukan. menunjukkan bahwa belanja pihak ketiga Dinas Pendidikan yang dianggarkan pada belanja barang dan jasa. Hasil pemeriksaan secara uji petik atas realisasi belanja pihak ketiga menunjukkan bahwa realisasi belanja sebesar Rp 4.968.5.5. Penunjukan penerima dana belanja pihak ketiga ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan.248.2.000. 26a) yang selanjutnya digunakan sebagai SPJ pengeluaran Dinas Pendidikan yang disampaikan ke BPKD.000.000 363.456.804.260.2.915.2.00 dan untuk bantuan keuangan sebesar Rp2.18 1. digunakan untuk belanja barang dan jasa sekolah-sekolah (TK.000.289.261.610.887.

000 422.800.000 Dari data yang disajikan oleh bendahara pengeluaran dan bendahara pengeluaran pembantu Sub Dinas serta seksi sarana prasarana masing-masing Sub Dinas Pengguna anggaran (PPTK) yang mengelola belanja pihak ketiga lebih lanjut dapat dirinci sebagai berikut : No 1 2 Nama dan Kegiatan Belanja Pihak Ketiga Pemeliharaan rutin/berkala bangunan sekolah (TK) Digunakan untuk bantuan operasional TK swasta Pemeliharaan rutin/berkala bangunan sekolah (SD) Digunakan untuk Biaya Operasional SD Negeri Digunakan untuk Biaya operasional SD swasta dan MI 3 Bantuan operasional pendidikan non formal Digunakan untuk bantuan PKBM Bea siswa kursus untuk warga masyarakat 4 5 Fasilitasi penyelenggaraan pendidikan non formal Digunakan untuk fasilitasi kelembagaan Majelis Taklim Penyelenggaraan pendidikan TK dan SD Tes kendali mutu Semester I Rp610. MIN/MI Ulangan Umum Bersama Semester II Rp518.000.456.18 1.000.616.475.289.a.2.2.248.000.000. SD Swasta c.779.000 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 29 .000 126.100 80.000 25. MIN/MI Ujian sekolah Rp154.2.536.000 29. SD Negeri b.375.000 200.040.875.000.000 1621117000 200.18 Jumlah Penyelenggaraan pendidikan TK dan SD Pengembangan dan pemanfaatan ICT 1.803.000 62.a.261.440.000 1.01.366.000 34.900 363.a.456.800.000 4.000 70.528.366.736.000.000 Rincian (Rp) Jumlah (Rp) 672. SD Negeri b.000 7.5.000 591.900 2.027.000 4.000 1.100 4.725.5.08.000.103.26.000 591.800.000 59.000 495.968.000 9.000 1.000 2.01.000 20. TK Swasta a. TK Negeri b.000000 46.688.01.000. SD Negeri b.600.621.2.464. MIN/MI Pendataan dan pelaporan Kabupaten/Dinas Pendidikan Pendataan dan pelaporan Kecamatan/Cabang Dinas Pendataan dan pelaporan Kabupaten/Dinas Pendidikan Pendataan dan pelaporan Sekolah (TK/SD) Rp139.865.117.338.101.25.376. SD Swasta c.a.224.01.000 85.40. SD Swasta c.1. SD Negeri 400.000.350.000 396.000 672.000.

289.000 200.968.000. Realisasi anggaran belanja dilaporkan sesuai dengan klasifikasi yang ditetapkan dalam dokumen anggaran. SD Swasta c.000 5. 36.a.00.000.200.000 Hasil diskusi dengan Bendahara Pengeluaran Dinas Pendidikan diperoleh penjelasan bahwa belanja pihak ketiga telah dianggarkan dalam dalam APBD dan dalam SKPD DPA Dinas Pendidikan.200.289. organisasi dan fungsi .bantuan sosial . Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.000.000 5.968. Untuk lomba sekolah tingkat nasional (TK/SD) b. paragraph 44.000 60.000 200.000.000. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 30 .000 12.200. Belanja operasi adalah pengeluaran anggaran untuk kegiatan sehari-hari pemerintah pusat/daerah yang memberi manfaat jangka pendek.000. Permasalahan tesebut mengakibatkan realisasi belanja Barang dan Jasa pihak ketiga pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo tidak sesuai peruntukan minimal sebesar Rp4. paragraf : a. MIN/MI Bantuan MPMBS Rp30. Belanja diklasifikasikan menurut klasifikasi ekonomi (jenis belanja).b. SD Swasta c.000 12. Pernyataan SAP Nomor 02 Laporan Realisasi Anggaran. MIN/MI Bantuan Penyusunan KTSP SD/MI Rp77.400.000 60. Belanja operasi antara lain meliputi belanja pegawai.000 4. hibah. bunga.000.289. Tim Pembina UKS Kabupaten(rehab dan operasional) Bantuan pembinaan KTSP di Kecamatan (12 kecamatan) Bantuan pembinaan KTSP 12 kecamatan (10 gugus wilayah) 6 Pengembangan dan pemanfaatan ICT Pengadaan Peralatan ICT pada SMK Negeri I Pengasih Jumlah 12. SD Negeri b.000 10. Dalam realisasinya diberikan tunai berdasarkan proposal yang telah disetujui oleh Dinas Pendidikan yang kemudian dipertanggungjawabkan oleh penerima dalam bentuk laporan akhir kegiatan.a.000.000. b. subsidi.000.968. 34. Permasalahan tersebut disebabkan oleh kelalaian Pengguna Anggaran yang menganggarkan dan merealisasikan belanja barang dan jasa pihak ketiga untuk bantuan dan belanja sekolah.000 20. belanja barang. c.000.000 4.000.

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 31 .Atas permasalahan ini. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur dan memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dalam menganggarkan belanja sesuai dengan pengelompokan belanja yang diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 2005 dan PP Nomor 58 Tahun 2005. Dinas Pendidikan menyatakan bahwa dalam pelaksanaan anggaran tahun berikutnya akan disesuaikan dengan PP Nomor 24 Tahun 2005 dan PP Nomor 58 Tahun 2005.

350.000.086. 2007 dan hasil rapat PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 32 .000.A.6.A.000.000.350.000. Pencairan dana ini didasarkan atas surat rekomendasi dari Sekretaris Daerah dengan surat Nomor 600/3338 tanggal 15 Desember 2007 perihal Rekomendasi pencairan dana penguatan modal tahun 2007 yang dikeluarkan sebagai bentuk persetujuan atas surat Direktur PD BPR Bank Pasar Nomor 166/043/BP/XII/2007 tanggal 14 Desember 2007.00) dianggarkan pada APBD T.00 + Rp686.00. menunjukkan bahwa pengelolaan kegiatan penguatan modal dianggarkan pada satu urusan wajib.000.000.00 (Rp400. Pelaksanaan kegiatan penguatan modal pada koperasi T.000.00.000.000. Peraturan Daerah (Perda) Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2007 tanggal 2 Nopember 2007 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD) Tahun Anggaran (T. Bendahara Pengeluaran Belanja Tidak Langsung (BTL) Non Gaji dan Pembiayaan mengeluarkan uang sebesar Rp400. Peraturan Bupati kulon Progo Nomro 48 Tahun 2007 tanggal 13 Desember 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Penguatan Modal. dibayarkan juga oleh Bendahara Pengeluaran BTL Non Gaji dan Pembiayaan uang sebesar Rp686.000. Berdasar pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) SKPD. yaitu Urusan Pertanian sebesar Rp400. Alokasi dana ini dianggarkan pada APBD Perubahan dan merupakan dana dari Propinsi DIY yaitu dana bantuan pemberdayaan masyarakat atau Community Development (CD).000.000.00 dan satu urusan pilihan. 2007.264.00 untuk Penguatan Modal Bidang Pertanian dengan bukti pengeluaran Nomor 209/XII/2007 pada tanggal 19 Desember 2007 kepada PD Bank Pasar. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengalokasikan dana penguatan modal pada pembiayaan pengeluaran sebesar Rp2. Selain dana tersebut. 2007) dan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 38 Tahun 2007 Tanggal 3 Nopember 2007 Tentang Penjabaran APBD Perubahan T. 2007 tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan sebesar Rp1. Pada tanggal yang sama.A. perdagangan dan koperasi. Dalam surat Bupati Kulon Progo Nomor 900/3247 tanggal 14 Desember 2007 yang ditujukan kepada Direktur PD Bank Pasar dinyatakan bahwa PD BPR Bank Pasar selaku bank teknis pengelola dana penguatan modal untuk mengelola dana dengan ketentuan yang telah ditetapkan.350. yaitu Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah sebesar Rp1. Kegiatan ini berdasar pada Surat Bupati Kulon Progo Nomor 900/3248 tanggal 14 Desember 2007 tentang Penguatan Modal Tahun 2007.000.264.000.00 yang dianggarkan pada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).350.000. terdapat dana penguatan modal yang dikelola oleh Dinas Perindagkoptam selaku dinas teknis sebesar Rp1.A.950. Dana penguatan modal yang dikelola oleh PD BPR Bank Pasar pada tahun 2007 sebesar Rp1.350.00 Pada Tahun Anggaran 2007.00 untuk Penguatan Modal bidang perindustrian.

bendahara pengeluaran Belanja Tidak Langsung (BTL) Non Gaji dan Pembiayaan mengeluarkan uang sebesar Rp1. Sekda mengeluarkan Surat Rekomendasi Pencairan Dana Penguatan Modal Tahun 2007 Nomor 600/3339 pada tanggal 15 Desember 2007. Surat Bupati Kulon Progo Nomor 900/3248 tanggal 14 Desember 2007 tentang Penguatan Modal Tahun 2007 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Perindagkoptam berisi tentang nama Koperasi penerima penguatan modal dan jumlah diterima oleh masing-masing koperasi serta meminta kepada Dinas Perindagkoptam selaku SKPD yang membidangi koperasi untuk menyalurkan dan bertanggungjawab terhadap pengembalian dana dengan ketentuan sebagai berikut : a. Menyetorkan pengembalian pinjaman tersebut (pokok dan bunga) ke kasda setiap bulannya paling lambat tanggal 10 pada bulan berikutnya. Empat koperasi penerima dana penguatan modal tersebut adalah : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 33 .350. dan tanggal 31 Januari 2008 uang disalurkan ke masingmasing koperasi sesuai dengan nama dan nilai yang tercantum dalam surat rekomendasi. c. Setelah uang masuk ke rekening penguatan modal. Kemudian pada tanggal 15 Desember 2007.n. dilakukan perjanjian antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Diperindagkoptam dengan Koperasi pada tanggal 29 Januari 2008. Setda.01. b.1.000. Kepala Dinas pada Bank BPD DIY Cabang Wates dengan nomor rekening 22. Berdasar pada surat persetujuan.00 untuk pembayaran penguatan modal bidang koperasi dengan bukti pengeluaran kas nomor 212/XII/2007 kepada Ir. dan apabila pengembalian tidak lancar maka 3% tersebut disetorkan ke Pemerintah Daerah.koordinasi tanggal 14 Desember 2007 di Bagian Pembangunan. ditindaklanjuti dengan Surat Permohonan Kepala Diperindagkoptam Nomor 518/1284 perihal Permohonan Pencairan Penguatan Modal Tahun 2007. Subito selaku Kepala Dinas Perindagkoptam Kabupaten Kulon Progo. dikeluarkan surat persetujuan pencairan dana penguatan modal tahun 2007 Nomor 600/3291 tanggal 15 Desember 2007. Kepala Dinas Perindagkoptam mengeluarkan keputusan Nomor 518/11/KPTS/2007 Tentang Koperasi Penerima Penguatan Modal Dana Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Nomor 10/Per/PPKP/XII/2007 tanggal 16 Desember 2007 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Pemberdayaan Masyarakat Desa Untuk Penguatan Modal Koperasi. melalui transfer dari rekening kasda ke rekening tabungan Dinas Perindagkoptam a.264. Alokasi bunga 9% adalah 6% untuk Pemerintah Daerah dan 3 % dikembalikan kepada Koperasi pemanfaat dana penguatan modal (jika pengembalian lancar). Jangka waktu pengembalian maksimal 5 (lima) tahun dengan bunga 9% per tahun flat.20885-5. Selanjutnya. Pada tanggal 28 Desember 2007. Sebagai tindak lanjut Surat Bupati dan Peraturan Bupati sebagaimana tercantum pada alenia diatas.

d. Nama KRT Sudomowiwoho Subiyakto.000.500.518/58.000. anggota Kopdit Pinunjul telah bertambah sebanyak 9 koperasi sehingga menjadi 15 koperasi.000. Neraca per 31 Desember 2007 menunjukkan posisi aset sebesar Rp78.000. 7. 12/ACM/I/2008.650. Penguatan Modal bagi Koperasi Agro Cipta Mandiri berupa sewa lahan sebesar Rp17.T. Koperasi ini didirikan berdasar pada Badan Hukum nomor 518/57/BH/VI/2006 Tanggal 8 Juni 2006 beranggotakan 6 koperasi dengan susunan pengurus sebagai berikut : No 1.S. c. Sampel dilakukan pada Koperasi Sekunder Pinunjul yang mendapat alokasi dana penguatan modal terbesar. Penguatan Modal Koperasi Gangsar Sentolo sebesar Rp200.00.000. Suranto Upoyo Hartono.00. telah dicantumkan tabel angsuran pokok dan bunga yang menjadi kewajiban koperasi setiap bulannya untuk disetor ke kas daerah.1.00.MPM/SK/I/2008. 005/KSU. Neraca Per 31 Desember 2006 menunjukkan posisi aset sebesar Rp55. 13/KUD/STL1I/2008.200.000.E Sulton Sukirdi. 5. BA Drs.00 dengan Surat Perjanjian Nomor 518/58. Sukardi A.446. yaitu sebesar Rp1. Penguatan Modal Koperasi Pinunjul Nanggulan sebesar Rp1. Pada setiap surat perjanjian.00 dengn Surat Perjanjian Nomor 518/58.00 dengan bunga 6% per tahun dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun. (2) Kolam pembenihan sebesar Rp4.1.000. 4. 06/581/KKP/I/2008.058. AJ.200. Pemberian dana penguatan modal ini didasarkan pada proposal yang diajukan oleh Kopdit Pinunjul kepada Bupati Kulon Progo Nomor 16/412/21/KKP/XI/2007 tanggal 20 Nopember 2007.S. Dalam proposal menyebutkan dana penguatan modal yang dibutuhkan adalah sebesar Rp1.000.746.200.00.Ma. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 34 .508.000.009.Pd Sumanto.00.00 dengan SHU sebesar Rp4. berupa : (1) Sewa lahan sebesar Rp1.771. Penguatan Modal bagi Koperasi Mina Prospek Mandiri dengan Surat Perjanjian Nomor.000. 8.a. SPd Ketua Wakil Ketua Sekretaris I Sekretaris II Bendahara Ketua/Anggota Pengawas Anggota Anggota Jabatan Sampai dengan bulan Maret 2008.000. 2.00 dan perhitungan hasil usaha menunjukkan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp2.000.00 dengan Surat Perjanjian Nomor 518/58.1.1.000.000. 6. 3.000.00.000. b. dan (3) Kolam Pembesaran sebesar Rp41.

000.000. 4. surat perjanjian antara Dinas Perindagkoptam dengan Koperasi ditandatangani tanggal 29 Januari 2008 dan dana diterima oleh Koperasi pada PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 35 .000.000.000.00 24.000.000. KUD Sido Subur Samigaluh KSP Sido Subur Samigaluh Koperasi Tani Pancasila Kalibawang KSU trijata Wates KUD Rekeji Mulyo Kokap KPRI Sejahtera Temon KPRI Agung Kokap Anggota Tahun 2007 8. terutama untuk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI).000. yang dianggarkan pada perubahan APBD tanggal 2 Nopember 2007 berdasar pada Surat Bupati tanggal 14 Desember 2007. penghasilan peminjam tetap dan dipotong gaji. Dari uraian diatas diketahui bahwa dana penguatan modal. Dana ini kemudian dipinjamkan kepada anggota.00 200.00 1. Dasar yang digunakan hanyalah kepercayaan dan keyakinan.000. sehingga resiko menunggak adalah kecil. karena merupakan koperasi pegawai.Daftar penerima dana penguatan modal dari kopdit pinunjul sampai dengan Maret 2008 adalah sebagai berikut : No Nama Koperasi Anggota Tahun 2006 1.00 45. 12.00 24.000.000.00 30.00 75.000. 13.000. 11.00 250.00 50.00 100.048.00 110. 15.000.000. 7.000.000.048.000.000.00 30. 9. KSU Chaka Domas Payung Agung Pengasih Anggota Tahun 2008 KSU Wetpas Wates Kopdit Mulya Promasan Primkopabri BKP-AL Sentolo KPRI Teguh Samigaluh Koperasi AL-Amin Samigaluh KSU Mandiri Kebonharjo KSU Mitra Barokah Pasar Wates Jumlah 30.000.00 .00 50. karena sudah ada pengembalian pokok dan bunga atas dana yang sudah dipinjam pada bulan Februari.000.000.000.000. 3. 5.000.00 Dana diterima (Rp) Dana yang dialokasikan adalah sebesar Rp1. 10.000. Dengan pertimbangan. Hasil cek fisik di kantor Kopdit Pinunjul menunjukkan bahwa pembagian kepada anggota tidak didasari dengan analisa perhitungan apapun. 2.maka mendapat alokasi kredit terbesar.000.00 0. dana ditampung dalam rekening penampung Dinas Perindagkoptam tanggal 28 Desember 2007. 6.000.000. lebih besar dari dana yang diterima.000. 14.00 30.000.000.

sehingga kegiatan penguatan modal sebesar Rp1. yang terdiri dari Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi usaha mikro kecil dan menengah sebesar Rp372.000. Selain itu. dengan diberi gambaran tentang kondisi umum. permasalahan dan tantangan yang dihadapi pada tahun 2005. Pagu indikatif untuk urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah adalah sebesar Rp380. 2006 dan 2007. Bertitik tolak dari kondisi.400.00. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa anggaran untuk kegiatan penguatan modal pada APBD perubahan tidak sejalan dengan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran 2007. pada huruf a. Dalam Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 67 Tahun 2007 Tanggal 27 Juli 2007 Tentang Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUA) Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007.350.000. dijabarkan dalam tabel Rekapitulasi Kebijakan Umum Anggaran Perubahan Tahun 2007.400. tantangan dan permasalahan yang dihadapi. dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 Tentang Keuangan Negara Pasal 28 ayat (3) dinyatakan bahwa Penyesuaian APBD dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan dibahas bersama DPRD dengan Pemerintah Daerah dalam rangka penyusunan prakiraan Perubahan atas APBD tahun anggaran yang bersangkutan.616.00 dan Program peningkatan kualitas organisasi. apabila terjadi. yaitu perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD. pelaksanaan kegiatan yang melewati tahun anggaran tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.00.00 yang diakui dan dicatat sebagai realisasi pengeluaran pembiayaan Tahun 2007 dalam Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2007 menjadikan realisasi pengeluaran pembiayaan dicatat lebih tinggi. telah dituangkan beberapa urusan wajib yang menjadi prioritas untuk dianggarkan dalam perubahan APBD 2007. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 Tentang Keuangan Negara : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 36 . dan tidak didasarkan pada prioritas anggaran.tanggal 31 Januari 2008. Dalam KUA perubahan diuraikan beberapa urusan wajib dan pilihan yang dituangkan dalamAPBD perubahan.264. manajemen dan usaha dan keuangan koperasi sebesar Rp8. prediksi kemampuan keuangan daerah dan dalam upaya mencapai sasaran yang akan dicapai pada tahun 2007 melalui urusan wajib dan urusan pilihan. Selain itu.616. Kegiatan yang dilaksanakan melewati Tahun Anggaran tidak dapat diakui sebagai realisasi belanja tahun anggaran bersangkutan. adalah tidak sesuai dengan ketentuan yang mengatur tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.000. Permasalahan tersebut di atas tidak sesuai dengan : a.

d. Penyesuaian APBD dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan dibahas bersama DPRD dengan Pemerintah Daerah dalam rangka penyusunan prakiraan Perubahan atas APBD tahun anggaran yang bersangkutan.000.00 .264. b. Atas permasalahan tersebut diatas.000. huruf a. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 37 . Hal ini disebabkan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas Perindagkoptam tidak memahami peraturan pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah. Realisasi pengeluaran pembiayaan pada Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2007 dicatat lebih tinggi sebesar Rp1. menyatakan bahwa Rekening Kas Umum Daerah (RKUD adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh Kepala Daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan. Posisi kas per 31 Desember 2007 dan Silpa Tahun 2007 dicatat lebih rendah sebesar Rp1.350. Dinas Perindagkoptam menyatakan bahwa Dana Bantuan Pemberdayaan Masyarakat dari Pemerintah Propinsi DIY diterima di rekening pengelola (Dinas Perindagkoptam) tanggal 31 Desember 2007 dan disalurkan tanggal 31 Januari 2008. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 11 dinyatakan bahwa Tahun Anggaran meliputi masa satu tahun mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember .(1) Pasal 17 ayat (2) dinyatakan bahwa penyusunan Rancangan APBD berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara. b. c. Pernyataan No.00 . apabila terjadi. 02 Laporan Realisasi Anggaran paragraph 56 menyatakan bahwa Pengeluaran pembiayaan diakui pada saat dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). (2) Pasal 28 ayat (3). Peraturan Pemerintah Nomor 24 tanggal 13 Juni 2005 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Kondisi diatas mengakibatkan : a.264. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tanggal 9 Desember 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 1 angka 21.350. perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD.

Rekomendasi BPK-RI Bupati agar menegur dan memerintahkan Kepala Dinas Perindustrian. Perdagangan. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 38 . Koperasi dan Pertambangan supaya dalam merealisasikan anggaran memperhatikan batas waktu tahun anggaran.

Laporan Akuntansi dan Laporan Keuangan serta Surat Pertanggungjawaban secara uji petik pada beberapa SKPD diketahui bahwa terdapat biaya-biaya selain yang dianggarkan pada belanja modal untuk melaksanakan kegiatan pengadaan aset tetap. Adapun realisasi biaya-biaya yang dapat diatribusikan sebagai harga perolehan sebesar Rp2. berita acara serah terima barang dan berita acara penyelesaian pekerjaan.246. peralatan dan mesin.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp93.00. Sistem akuntansi tersebut antara lain memuat prosedur akuntansi aset. juga dianggarkan biaya perencanaan dan pengawasan dalam rangka pengadaan konstruksi bangunan tersebut. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. jalan. Biaya perencanaan dan pengawasan dianggarkan pada belanja barang dan jasa.102.7. tanggal transaksi dan atau kejadian. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 39 .854. Dalam prosedur akuntansi aset tersebut PPK SKPD mempunyai tugas mencatat harga perolehan.245. Rincian biaya-biaya tersebut pada Lampiran.00. dan aset tetap lainnya. Realisasi belanja modal tersebut telah dicatat sebagai mutasi penambahan aset tetap dalam Neraca Tahun 2007. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengelompokkan belanja langsung menjadi 3 (tiga) jenis yaitu belanja pegawai.441. Berdasarkan bukti transaksi tersebut PPK SKPD membuat bukti memorial yang memuat informasi mengenai jenis/nama aset tetap. seperti dalam bentuk tanah.726. rehabilitasi. kode rekening.00 tidak berdasarkan harga perolehan Dalam melaksanakan suatu kegiatan. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah menganggarkan belanja modal sebesar Rp111.246.441. gedung dan bangunan. Bukti transaksi yang dipergunakan adalah berita acara penerimaan barang. Untuk kegiatan pengadaan konstruksi bangunan. belanja barang dan jasa.480.782. terdapat biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung sebagai harga perolehan dianggarkan pada belanja barang dan jasa. irigasi dan jaringan. disamping biaya konstruksi yang telah dianggarkan pada belanja modal.245. selain dianggarkan pada belanja modal. Dalam Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2007.685. Untuk kegiatan pengadaan aset Tanah. Biaya -biaya tersebut antara lain biaya pengukuran & biaya pungutan desa. serta belanja modal. melalui Surat Edaran BPKD Nomor 930/221/2007 tanggal 14 April 2007 tentang Pelaksanaan Akuntansi 2007 pada SKPD telah menyusun sistem akuntansi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang harus dilaksanakan oleh Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) SKPD. pemeliharaan. Hasil pemeriksaan atas Laporan Realisasi Anggaran. Belanja modal tersebut digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12 (duabelas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan. perubahan klasifikasi terhadap aset yang dikuasai SKPD. Pengakuan belanja modal pada neraca minimal sebesar Rp2. klasifikasi aset tetap. nilai aset tetap.

Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dan SKPKD atas kapitalisasi asset dan belum adanya peraturan daerah yang mengatur tentang biaya kapitalisasi. pengukuran. perlengkapan. dan biaya tidak langsung termasuk biaya perencanaan dan pengawasan.441. biaya pematangan. penimbunan. dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan aset tetap tersebut. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman PPK-SKPD. Biaya perolehan mencakup harga pembelian atau biaya pembebasan tanah. biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh hak. akan disusun petunjuk baku pelaksanaan kapitalisasi asset.00. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar memerintahkan BUD menyusun Raperda Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan daerah yang ditindaklanjuti dengan menerbitkan Peraturan Bupati tentang pedoman kapitalisasi aset.245. Biaya perolehan aset tetap yang dibangun dengan cara swakelola meliputi biaya langsung untuk tenaga kerja. b. Paragraf 31 : Tanah diakui pertama kali sebesar biaya perolehan.246. Untu selanjutnya. tenaga listrik. Atas permasalahan ini Sekretaris Daerah menjelaskan bahwa biaya kapitalisasi yang belum dimasukkan sebagai harga perolehan dipengaruhi oleh belum adanya ketentuan yang baku tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah yang diantaranya mengatur kapitalisasi asset. Kondisi ini mengakibatkan nilai asset pada Neraca per 31 Desember 2007 dicatat lebih rendah sebesar biaya kapitalisasi yang dianggarkan pada belanja barang dan jasa. bahan baku. dan biaya lainnya yang dikeluarkan sampai tanah tersebut siap pakai. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 40 . Paragraf 22 dan 23 menyebutkan bahwa Aset tetap dinilai dengan biaya perolehan. yaitu sebesar Rp2. sewa peralatan.Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 Tanggal 13 Juni 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Pernyataan Nomor 07 : a.

599.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa Tanah Tanah 132.200.000..945.600.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 7 Pengadaan tanah untuk pembangunan jembatan Sungapan 3.00: Biaya Panitia Pelepasan.000.00) SMKN i Panjatan Rp455. Pengadaan Tanas Kas Desa 4% x Rp379 404.000. __ ------------------620.00) 2 Belanja modal pengadaan tanah sarana pendidikan menenqah lanjutan dan kejuruan SMK t Temon Rp55S.000.000.904.404.500.00 .775.00 91.00 Tanah 1.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 5 Pengadaan tanah untuk pembangunan perluasan Pasar Pripih seluas 1.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa • 6 Pengadaan tanah untuk pembangunan jembatan Sawah Aking seluas 2 000 m2 Pengukuran.800..930.726.00 23.000.00 5.000.750.000.000.930. Pengadaan Tanas Kas Desa 4% x Rp455.000.404.000.713.610.014.00 Belanja Barang dan Jasa ---- — -----------------15.00 Biaya pensertifikatan tanah pengganti (1 % x Rp375.397.000. Pengadaan Tanas Kas Desa 4% x Rp559.Lamplran Belanja Modal No a ' mil Kerja Pemerintahan Desa Kegiatan 1 Beianja modal pengadaan tanah sarana kesehatan mmah sakit: Biaya Panitia Pelepasan.600.000..00 2.176.000.00 2.S30.625.000.00) Bagian Tapem 4 Pengadaan tanah utk TPA sampah (lanjutan ) 10 000 m2 Pengukuran.00 Biaya pensertifikatan tanah pengganti (1% x Rp559.00^ 3.00 Tanah -— .830.00 Biaya pensertifikatan lanah pengganti (1%x Rp379.300.930.200.000.550J300.620.000. Pengadaan Tanas Kas Desa 4% x Rp375 000.00 3.000.184.000.00 : Biaya Panitia Pelepasan.200.00 4.000.00 Tanah 126.00 22.600.000.00 Aset Tanah Belanja Modal 375.00 Tanah 180.00) — — --------------------3 Beianja model pengadaan tanah sarana umum dermaga Biaya Panitia Pelepasan.046.00 Biaya pensertifikatan tanah pengganti (1%x Rp455.000.000.000.000.794.00 3.000.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 8 Pengadaan tanah untuk pembangunan reversoir PDAM di Selo Sarat seluas 500 m2 Pengukuran.300 m2 Pengukuran.000 m2 Pengukuran.00 .000.00 15.00 Tanah 300.00 3. ----379.366.00 18.

960.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 13 Pengadaan tanah untuk investasi Pengukuran.000.000.OOO. dinding depan.00 -------------------------------- 3.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 10 Pengadaan tanah untuk jalan trase Sentolo-Sermo Pengukuran.000.429.968^00 Tanah 26.240.700.000.00 31.275.400.00 3.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 14 Pemeliharaan rutln/berkala gedung kantor Belanja modal pengadaan konstruksi/pembelian bangunan (perbaikan gypsum joglo bupati dan talang (eras dan eternit dan pengecatan gedung PKK) Belanja modal pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor (Perbaikan gedung kantor.000.000. halaman dl!) Jasa konsultan perencanaan (UPPSA) Jasa konsultan pengawasan (UPPSA) Aset Belanja Modal Belanja Barang dan Jasa Tanah 371.00 Tanah 1.500.00 4.724.800 000.00 c Bawasda 15 Pembangunan kamar mandi Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor (pembuatan kamar mandi 1 unit oleh Cv.OOOjOO .000.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 12 Pengadaan tanah untuk jalan dl Lokasi Wisata C'agah Pengukuran.00 Tanah Tanah 285.900.000.00 1.663.000.00 78.273.900.00 9.816.352.00 Gedung dan Bangunan Gedung dan Bangunan 16. parkir.No Unit Kerja Kegiatan 9 Pengadaan tanah untuk pembangunan jembatan Kebonagung seluas 750 m2 Pengukuran.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 11 Pengadaan tanah untuk pintu gertang wisata Glagah (lanjutan) Pengukuran.552.00 12.538.900.00 I.00 503. Tanah Mas) Jasa Konsultan Perencanaan Gedung dan Bangunan 18.362.000.060.376.00 68.

800.No d Unit Kerja Keglatan Aset Peralatan dan Mesin Belanja Modal 552.00 15.000.000.000.000.418.00 177.00 e Gedung dan Bangunan 145.912.00 ---------------------- Jasa Konsuttan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 16 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah ( DAK bidang pendidikan ) Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor (Rehab Gedung SD/MI 52 Sekolah} Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 19 Program Pendidikan Menengah Pern bangu nan gedung sekolah Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 20 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (Lanjutan) Rehabilitasi berat/sedang bangunan Sekoiah SMP Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor (4 paket rehab) Jasa Konsultan Perencanaan Gedung dan Bangunan Gedung dan Bangunan Gedung dan Bangunan ---------------------- 6.000.000.00 7.875.805. 8.00 Betanja 8arang dan Jasa Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.000.000.250.000. Belanja 16 Modal Pengadaan Alat-alat Komunikasi (radio SSB) Jasa Konsultan Perencanaan Dinas Pendidikan 17 Program Pendidikan Anak Usia Dini Pernbangunan gedung sekolah Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor ---------------------.000.000.00 8.632.000.000. KB dan Pemberdayaan Masyaraka.000.882.00 10.000.00 4.000.00 - Jasa Konsuttan Pengawasan .00 .00 343.00 129.425.00 312.090.680.000.412._ --------31.

00 31.880.000.OOOjOO 8.355.643.026.00 .961.00 Jalan Irigasi dan Jaringan 2.00 Gedung dan Bangunan 3.000.00 84.931.589.064.00 3.044.00 8.00 9 DPU 23 Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Pembangunan Jalan Kabupaten Belanja modal pengadaan konstruksi jalan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 24 Prog.Pemb.000.900.000.927.489.000.00 29.009.00 5.00 402.975.00 75.415.000.800.533.00 f Jasa Konsultan Pengawasan KANTOR PENGELOLA PASAR 22 Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Gedung dan Bangunan 380.000.000.00 75.517.921 .000.000.000.000.00 99.500.126.No Unit Kerja Kegiatan 21 Program Pendidikan Menengah (Lanjutan) Rehabilitasi sedang/berat bangurtan sekolah Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor Jasa Konsultan Perencanaan Aset Belanja Modal Belanja Barang dan Jasa Gedung dan Sangunan 310.000.sal drainase/gorcng2 Pembangunan/Rehabilitasi Saluran Drainase/Gorong-gorong Belanja mdl peng konstruksi jaringan irigasi Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 25 Program rehaWpemel Jalan & Jembatan Pemeliharaan Berkala jalan kabupaten Belanja modal pengadaan konstruksi jalan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Jalan Irigasi dan Jaringan 7.

Wil Strategis S.276.000.00 37.00 Jalan Irigasi dan Jaringan 115.000.750.000.0ff ---------------------.210.831.00 94.751.379.000.00 19.000.421.00 34.000.118.257.900. cepattumbuh Pern ba ng u na n/pe n i ng kata n i nfra stru ktu r Beianja modal pengadaan konstruksi jalan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Jalan Irigasi dan Jaringan 1.00 Jalan Irigasi dan Jaringan 896.000.000.000.00 61.960.000.00 Jalan Irigasi da'ri Jaringan 171.135.700.000.00 69.778.00 9.00 Beianja Barang dan Jasa ---------------------- 74.No Unit Kerja Kegiatan 26 Peningkatan Jalan Kabupaten Beianja modal pengadaan konstruksi jalan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 26 Pemeliharaan LPJU Beianja modal pengadaan instalasi Itstrik Aset Jalan Irigasi dan Jaringan Beianja Modal 4.00 12. Rehabilitasi / Pemel Jaringan irigasi Beianja mdl peng konstruksi Jaringan irigasi Jasa konsultan perencanaan Jasa konsultan Pengawasan 29 Operasi dan Pemeliharaan jaringan Irigasi Kab Kulon Progo Beianja modal peng konst Jaringan Irigasi Jasa Konsultan Perencanaan 30 Program Pengemb.000.000.00 Jalan Irigasi dan Jaringan 3.800.250.000.000.00 .00 29.250.---- Jasa konsultan perencanaan 27 Pembanqunan LPJU Beianja modal pengadaan instalasi Itstrik Jasa Konsultan Perencanaan 28 Jasa Konsultan Pengawasan Program Pengemb & Pemb.338 134.968.

696.404.00 41.00 1.000.280.032.000.00 —— ---------------49.000.104.000.00q.00 25..00O.400.00 85.00 20 086.800.000.987.00 39.0OO.757. Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan ------- 33 Rehab Kantor Kecamatan Belanja modal peng konstruksr/pembelian bang Jasa konsultan perencanaan Jasa konsultan pengawasan 34 Program Lingkungan Sehat Perumahan Penyediaan sarana air bersih dan santtasi dasar Belanja modal pengadaan konstruksi jaringan air bersih minum Bangunan dan Gedung 1.000.000.000.00 Jalan Irigasi dan J jringan 2.00 -- Jasa Konsultan perencanaan Jasa Konsultan pengawasan 35 Rehabilitasi taman kota Blnja mdl pengd konstruksi/pembelian gdg kantor Jasa Konsultan perencanaan Jasa Konsultan pengawasan Bangunan dan Gedung 246.199. DO 49.000.000.884.097.No Unit Kerja Keglatan 31 Program Pembangunan Infrastruktur perdesaan Pembangunan Jalan dan Jembatan Perdesaan Belanja modal pengadaan konstruksi jalan Jasa konsultan perencanaan Jasa konsultan pengawasan 32 Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor akibat bencana gempa Belanja pengadaan konstr/pembeltan gdg kantor Aset Belanja Modal Beianja Barang dan Jasa Jalan Irigasi dan Jaringan 2.00 .253.000.000.000.800..00 4.OD0.00 98QQ.00 12.00 3.543.735.00 h Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 36 Pembangunan Area Parkir dan Kios Belanja modal pengadaan konstruksi bangunan lainnya Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Bangunan dan Gedung 145.685.510.470.00 97.O0 Bangunan dan Gedung 615.000.500.000.649.00 .

00 ------.00 3.00 5.741.350.00 1.500.00 7.900. Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 41 Rehab Sarana Obyek Wisata Pasca Gempa Belanja modal pengadaan konstruksi bangunan lainnya Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan i Dinas Pertanian dan Kelautan 42 Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor Belanja moda! Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Bangunan dan Gedung 146.500.00 Bangunan dan Gedung 71..00 2.000.000.500.100.000.750. di Puncak Suroioyo Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian bangunan bersejarah Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Bangunan dan Gedung 87.250.000.596.000..350.000.000.000. 40 Pembangunan Taman Bunga dan Kios Souvenir Belanja modal pengadaan konstruksi ban< lunan lainnya _.00 2650.00 Bangunan dan Gedung 147.580.00 4.441..000.000.000.000.063.650.000.360.000.000..710.000.00 3.00 Bangunan dan Gedung 61.00 2.No Unit Kerja 37 Pemeliharaan Sarana Obyek Wisata Kegiatan Aset Belanja Modal Belanja Barang dan Jasa Belanja modal pengadaan konstruksi bangunan hinnya Jasa Konsultan Perencanaan 38 Pembangjnan Landscape di Sendang Kawidodaren Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian bangunan bersejarah Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 39 Pembangunan Landscape dan Pagar Pengama.000.00 .00 Bangunan dan Gedung 93.00 2.00 34.000.00 1.

00 248.534.000.787.000.655.397.000.00 2.00 124. ------ Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Bangunan dan Gedung 6.689 390.144.060.00 2.600.441.000.No Unit Kerja Dinas Kesehatan 43 Keglatan Program pengadaan.00 155.610.718.463.000.700.00 603.00 194.375.250.280.800. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas / p us kesm as pem ba ntu Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Angkutan Darat Bermotor Aset Peralatan dan Mesin Belanja Modal 630.000.339.00 357.245.00 26.721.437.204.00 Belanja Barang dan Jasa i Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Bengkel Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Kantor Belanja Modal Pengadaan Komputer Belanja Modal Pengadaan Mebeulair Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Studio Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Kedokteran Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Laboratorium Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Bangunan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 44 Pendampingan dana penyesuaian infrastrukturjalan dan lainnya Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Kantor Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Kedokteran Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Bangunan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Jumlah Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Bangunan dan Gedung 11.070.00 304.00 .800.00 113.338.046.600.000.00 --------------------------.746.950.246.000.278.00 50.00 2.00 176.000.00 1.

Ketidaktepatan tersebut nampak dalam uraian sebagai berikut : a. Dari realisasi tersebut sebesar Rp7.643.625.00 merupakan realisasi belanja modal. Hasil pemeriksaan secara uji petik pada Dinas Pertanian dan Kelautan.000. Dinas Pendidikan Nasional dan Dinas Kependukan. Anggaran belanja modal pada empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) direalisasikan sebagai bantuan sebesar Rp12.905. Dinas Pertanian dan Kelautan Tahun Anggaran 2007.480.100.00 (32. Penganggaran Belanja Modal dimaksudkan untuk memperoleh aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi dan akan digunakan untuk kegiatan pemerintah daerah. dengan rincian sebagai berikut : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 41 .757.508.00 Dalam Tahun Anggaran 2007. Belanja bantuan yang dianggarkan dan direalisasikan pada belanja modal melalui kegiatan sebagai berikut : 1. Dinas Pertanian dan Kelautan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp24.00. Dinas Pekerjaan Umum.478.685.102.854.00.030.000.00.758. DAK Bidang Pertanian Penetapan kelompok tani penerima bantuan berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Nomor 188/771 melalui kegiatan-kegiatan DAK Bidang Pertanian sebagai berikut : a) Belanja Modal Pengadaan Peralatan dan Mesin Realisasi pengadaan peralatan dan mesin pertanian adalah sebesar Rp520. Penyerahan bantuan dilakukan antara Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan dengan penerima bantuan yang dituangkan dalam surat perjanjian. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat menunjukkan adanya belanja bantuan yang dianggarkan dan direalisasikan pada belanja moda sebesar Rp12.211.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp21.946.758.8. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menganggarkan Belanja Modal sebesar Rp111. Peralatan dan mesin yang diberikan sebagai bantuan kepada kelompok-kelompok tani sebesar Rp170.00.726. Atas realisasi belanja modal.624. Penganggaran dan realisasi bantuan pada belanja modal tersebut tidak tepat.00. sebesar Rp2.337.211.068.453. karena belanja modal akan direklasifikasi menjadi aset tetap dalam neraca.905.975.782. Penetapan kelompok masyarakat yang mendapatkan bantuan pada Dinas Pertanian dan Kelautan didasarkan pada pengajuan permohonan bantuan dan hasil koordinasi serta peninjauan lokasi.463.00 dengan realisasi sebesar Rp93.18%) adalah merupakan realisasi belanja bantuan. Catatan Sipil.

000.700.000.000. Tayuban.507.00 Nilai Bantuan (Rp) d) Belanja Modal Pengadaan Jaringan Irigasi Tersier No 1 2 3 4 Penerima Bantuan KT. Banaran Galur Kelompok Tani Makaryo. Banaran Galur KT. Karangsari. Sogan.000. Banguncipto.000.00 900.198.00 13.00 97.000. .450.400.00 99. Panjatan Nilai Bantuan 99. Temon Kelompok Tani Sewu Rejo.00 170.000.000.000. Maju II.00 13.000. Manunggal. Rojo Koyo Perkasa. Jangkaran.350.00 52.200. Penerima Bantuan Gudang Benih : Kelompok Tani Maju II. Pleret.000.000.00 14. Mardi Makmur.00 99.000.00 64. Karangsewu. P4A Tirto Martani.000.693. Sentolo Kelompok Tani Sari Bumi.000.600.00 Nilai Bantuan (Rp) 10.00 1. Galur Screen House Asosiasi Petani Tanaman Hias “Sekar Binangun” . Pleret.000. Tayuban. Manunggal.700. Eko Martani.00 c) Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Gedung berupa gudang benih.00 130.350. Bangun Karyo. Palihan. Wates KT. kandang koloni sapi dan kandang koloni domba : No a. Banaran Galur KT. 1 2 3 4 b. Wates KT.000. Kulwaru.000. screen house.00 22.00 86.000.000. Pasir Sari.500.00 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 42 .000.150.065.000.00 98.000.500. Demen. Panjatan Jumlah 63.100.000.00 394. Panjatan KT.353. Temon Jumlah Nilai Bantuan 99. Ben Makmur.500.395.000.00 86.00 99.000.000. Karangwuni.000.000. .000.00 540.00 52. Temon KT. 1 2 Kandang Koloni Sapi : KT. Temon KT.No 1 2 3 4 6 Uraian Gerobak Sorong Pompa air Hand traktor Hand sprayer Timbangan Jumlah Penerima Bantuan 13 Kelompok Tani 1 Kelompok Tani 9 Kelompok Tani 12 Kelompok Tani 2 Kelompok Tani Jumlah 29 unit 1 unit 9 unit 15 unit 2 unit Harga Satuan 350.00 13.000.00 22.00 89.200.00 98. Wates Kandang Koloni Domba KT.000. 1 2 d. Maju II.100. Ngudi Kismo. Panjatan KT.000.200.891. Pengasih c. Jangkaran.00 3.725.000.00 b) Belanja Modal Kontruksi Jalan merupakan pekerjaan pengadaan Jalan Usaha Tani No 1 2 3 4 Penerima Bantuan KT.

000.000.00.000 ekor 25.253 zak.000.068.000 ekor 160.354.640. Penerima bantuan semen tersebut telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Nomor 188/356 Tahun 2007.902. Atas realisasi belanja modal.000.500. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 43 .00 116.385.00 3.728.950.642. Garongan. Pendampingan pada Kelompok Tani Pembudidaya Ikan dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Kegiatan ini dianggarkan pada Belanja Modal Pengadan Konstruksi/ Bangunan Lainnya. No 1 2 3 4 5 Uraian Bibit mangga Bibit manggis Bibit kakao Bibit jati Bibit mahoni Jumlah Jumlah 20.000. Panjatan Jumlah 99. Tirta Morgana.00 dengan semen sebanyak 7.480 btg 70. sebesar Rp5.00 496.000. Dari realisasi tersebut sebesar Rp40.000.000 ekor 50.245. Dinas Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2007. Pengembangan Agribisnis Peternakan dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Belanja Modal Pengadaan ternak No 1 Uraian Pengadaam benih : Gurameh Lele Nila Bawal 2 Gurameh (APBD Perubahan) Jumlah 60.00 451.00 merupakan realisasi belanja modal.000.532. Pada kenyataannya kegiatan ini merupakan pengadaan semen yang digunakan untuk pemberian bantuan kepada kelompok pembudidaya perikanan dalam pembuatan kolam ikan dengan realisasi sebesar Rp268.596.000 btg 6.00 (13.85%) adalah merupakan realisasi belanja bantuan.484. b.000 ekor 10.00 46.054.161 btg Penerima Bantuan 22 Kelompok Tani 12 Kelompok Tani 26 Kelompok Tani 21 Kelompok Tani 21 Kelompok Tani Nilai Bantuan (Rp) 150. P4A.00 39.068.00 133.398.5 KT.000.538.000.000 ekor 25 Kelompok Tani 12 Kelompok Tani 27 Kelompok Tani 49.00 4.250.679.00 2.079.175 btg 30. Dinas Pekerjaan Umum mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp60. Pengembangan Bibit Unggul Pertanian dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Belanja modal pengadaan tanaman.300.980.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp55.000.00 Jumlah Penerima Bantuan Nilai Bantuan (Rp) 83.000.544.000.00 98.000 btg 40.

D/XI/2007 tanggal 5 Nopember 2007. Kegiatan pengadaan semen untuk bantuan ke desa-desa dianggarkan pada Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jalan dengan nilai Rp3.712.774.00 Kegiatan ini merupakan pemberian bantuan berupa pipa.000. Kalibawang dan Sentolo.00. 3) Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih (Penampungan Air Hujan) Rp769.00.00 Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Nomor 61/Kep. Kegiatan tersebut berupa pengadaan semen sebanyak 82. Kokap. Desa Hargorejo d. Kecamatan Pengasih.705.Pemberian bantuan tersebut dilakukan berdasarkan proposal permohonan bantuan dari masyarakat dan hasil survey dan kajian teknis Tim Monitoring Evaluasi dan Pengendalian Kegiatan Pembangunan. Kecamatan Samigaluh dan Kecamatan Girimulyo dengan rincian sebagai berikut : No 1 Desa Kecamatan Kokap a.655. Sarana Penampungan Air Hujan merupakan bantuan yang diberikan penduduk yang kekurangan air bersih yang terdapat di 4 kecamatan sebanyak 71 unit yaitu Kecamatan Kokap. Penerima bantuan semen ditetapkan dengan SK Bupati Nomor 265 tanggal 30 Juli 2007. Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Nomor 70/Kep. Pengasih.950.508 zak senilai Rp2. 2) Penataan Lingkungan Pemukiman Penduduk Pedesaan (Pipa Air Bersih) Rp358. Desa Hargotirto 2 3 Kecamatan Pengasih Desa Sidomulyo Kecamatan Samigaluh Desa Banjarsari PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 3 17 12 20 12 5 Unit 44 .000. penerima bantuan tersebut terdapat di 7 kecamatan yaitu Kecamatan Samigaluh. Girimulyo.124 drum senilai Rp937.00 dan aspal sebanyak 1. Desa Hargowilis b.000. Temon.D/XI/2007 tanggal 7 Nopember 2007. pompa air dan hidran umum kepada penduduk desa yang kekurangan air bersih.250. Kegiatan-kegiatan pemberian bantuan yang direalisasikan melalui Belanja Modal tersebut adalah : 1) Pengadaan semen dan aspal untuk bantuan ke desa-desa.000. sedangkan penerima bantuan aspal ditetapkan SK Bupati Nomor 443 tanggal 5 Desember 2007.000. Desa Hargomulyo c.676.

No 4 Desa Kecamatan Girimulyo Desa Purwosari Jumlah Unit 2 71 4) Kegiatan Penataan Lingkungan Pemukiman Penduduk Pedesaan Rp755.00 (21.00.131. c. Dinas Kependudukan. Dari realisasi tersebut sebesar Rp18. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun Anggaran 2007.803.83%) adalah merupakan realisasi belanja bantuan. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp9.00 Dari realisasi tersebut sebesar Rp737. d.00 merupakan realisasi belanja modal. Catatan Sipil.925. Atas realisasi belanja modal. sebesar Rp29. sebesar Rp4.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp9.333.000.903. Penerima bantuan ditetapkan berdasarkan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 444 tanggal 5 Desember 2007 tentang Lokasi dan Alokasi Distribusi Bantuan Semen Pemberdayaan Masyarakat. Catatan Sipil.000. Catatan Sipil.453.354.043. Dinas Pendidikan Tahun Anggaran 2007.00.650.750.05%) adalah merupakan realisasi belanja bantuan.00 (4. Kegiatan tersebut merupakan bantuan yang diberikan kepada Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Kependudukan. Atas realisasi belanja modal. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Nomor 1471.900.000.900.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp209.622. Dinas Kependudukan. Realisasi bantuan merupakan pengadaan aset untuk sekolah-sekolah swasta di PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 45 .302.183.00 Kegiatan ini berupa pengadaan semen untuk bantuan pembuatan corblok di lingkungan pedesaan sebanyak 21.690.590.000.00.322.903. Belanja bantuan tersebut adalah Kegiatan Pendampingan Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin (KUBE FM). Dinas Pendidikan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp220.145.131.546.850.276 zak dengan nilai sebesar Rp755.299.00 merupakan realisasi belanja modal.a Tahun 2007 tentang Penetapan KUBE FM Penerima Bantuan Kambing kepada 12 kelompok KUBE FM yang tersebar di wilayah Kabupaten Kulon Progo sebanyak 24 ekor kambing yang terdiri 12 kambing jantan dan 12 kambing betina senilai Rp29.

000.00 Rp20.900.855.00 Rp 5.00.000.00 diberikan ke SMP swasta.00.000.195.000. adapun rinciannya sebagai berikut : a) Laboratorium Fisika SMP diberikan kepada 3 SMP swasta yaitu SMP Muhammadiyah Temon.000.00 per kelompok di wilayah Kabupaten Kulon Progo.000.746.000. 3) Kegiatan Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa (Program PAUD) Realisasi Belanja Modal untuk Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa sebesar Rp49.00 yang diberikan ke TK-TK swasta di wilayah Kabupaten Kulon Progo.000.000.000.000. Alat Laboratorim Bahasa dan Alat Ketrampilan Komputer sebesar Rp266.wilayah Kabupaten Kulon Progo.00 Rp 5.000. sehingga keseluruhannya sebesar Rp17.585.00 Rp10. 4) Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Masyarakat (Program PAUD) Realisasi Belanja Modal untuk Penyelenggaraan Pendidikan Masyarakat sebesar Rp20. Peralatan tersebut senilai Rp84.00 2) Kegiatan Pengadaan Buku-buku dan Alat Tulis Siswa (Program PAUD) Realisasi Belanja Modal untuk Pengadaan Buku-buku dan Alat Tulis Siswa merupakan pengadaan buku rapor untuk TK sebesar Rp45.000. Pembina Galur TK. Adapun kegiatan-kegiatan tersebut adalah : 1) Kegiatan Pembangunan Gedung Sekolah (Program PAUD) Realisasi Belanja Modal untuk Kegiatan Pembangunan Gedung Sekolah merupakan bantuan dana rehabilitasi kepada TK-TK swasta sebesar Rp145.300.000.00 dengan rincian sebagai berikut : a) b) c) d) e) f) g) TK.943.000.00 yang diberikan kepada 20 Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan nilai Rp1.000. b) Alat Ketrampilan Komputer diberikan kepada 2 SMP swasta yaitu : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 46 .00 yang disalurkan ke seluruh TK-TK swasta di wilayah Kabupaten Kulon Progo.000.000.00/sekolah. 5) Kegiatan Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa (Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun) Realisasi Belanja Modal untuk Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa merupakan pengadaan Alat Laboratorium Fisika.235.00 Rp20.650.00 Rp40. SMP Muhammadiyah 1 Sentolo dan SMP Muhammadiyah 2 Galur senilai Rp5.000.981.000.000. Mashitoh Tejogan Kokap TK Ring I Galur TK ABA Bantar I Sentolo TK ABA Pamadi Putra IV Pengasih TK Al Hidayah Triharjo Wates TK Kencana Putra Pengasih Rp45.000.

00 Rp10.650. (2) SMP Muhammadiyah 1 Kalibawang : komputer 8 unit senilai Rp31.00.00 10) Kegiatan Pengadaan Alat Praktek SMK Realisasi Belanja Modal untuk Kegiatan Pengadaan Alat Praktek SMK PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 47 .939.00.000. 8) Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Gedung SMP Realisasi Belanja Modal untuk Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Gedung SMP merupakan pengadaan kontruksi bangunan sebanyak 4 paket rehab senilai Rp312.00 Rp10. 9) Kegiatan Pengadaan Media Pembelajaran dan Alat Ketrampilan Menjahit Siswa SMP Realisasi Belanja Modal untuk Kegiatan Pengadaan Media Pembelajaran dan Alat Ketrampilan Menjahit Siswa SMP berupa pengadaan 20 unit mesin jahit dan 9 unit laptop senilai Rp123.375.384.806.(1) SMP Muhammadiyah 2 Wates : komputer 7 unit senilai Rp27. Dari realisasi tersebut.150.939.00 Rp10.353.000.000. diantaranya 20 unit mesin jahit dan 5 unit laptop diberikan kepada sekolah swasta senilai Rp79.00 yaitu : a) b) c) d) e) f) g) SMP Muhammadiyah 1 Wates (10 unit mesin jahit) SMP Muhammadiyah 2 Galur (10 unit mesin jahit) SMP Maarif.778.00 Rp10.632.800.939.000.425.00.000.00.00 dan printer 2 unit senilai Rp3.00 kepada 66 majelis taklim. 7) Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal Realisasi Belanja Modal untuk Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal merupakan pemberian bantuan alat-alat ibadah Rp26.00 Rp10.775.353.775. Dari realisasi tersebut diantaranya terdapat rehabilitasi gedung SMP swasta sebanyak 1 paket yatu SMP Muhammadiyah 2 Kalibawang senilai Rp46.775.000.917.600.939.000.00.939.00 per sekolah atau keseluruhan sebesar Rp15.00 Rp12.00 dan printer 2 unit senilai Rp3. Kalibawang (1 unit laptop) SMP Muhammadiyah 2 Wates (1 unit laptop) SMP Muhammadiyah 2 Galur (1 unit laptop) SMP Muhammadiyah Temon (1 unit laptop) SMP Muhammadiyah 2 Sentolo (1 unit laptop) Rp12.775.000. Dari realisasi tersebut diantaranya sebanyak 11 SD/MI merupakan rehabilitasi sekolah swasta dengan nilai sebesar Rp3.875.263.00 6) Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Sekolah (DAK Bidang Pendidikan) Realisasi Belanja Modal untuk Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Sekolah berupa rehabilitasi sebanyak 52 sekolah gedung SD/MI dengan nilai rehab sebesar Rp296.00 dan buku-buku keagamaan Rp39.400.086.000.775.375.000.448.900.207.900.00.

00. peralatan dan mesin. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah tanggal 15 Mei 2006 menyebutkan bahwa : 1) Pasal 37 : Kelompok belanja tidak langsung dibagi menurut jenis belanja yang terdiri dari: a) belanja pegawai.000. b. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pada Penjelasan pasal 27 ayat 7 huruf C menyebutkan bahwa belanja modal adalah pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian / pengadaan aset tetap dan aset lainnya yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (duabelas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan. buku perpustakaan. 12) Kegiatan Pengadaan Mebelair Sekolah Realisasi Belanja Modal Kegiatan Pengadaan Mebelair Sekolah merupakan pengadaan meja 126 buah dan kursi 252 untuk 7 SMP dan SMA senilai Rp81. jaringan..merupakan pengadaan komputer. seperti dalam bentuk tanah.682.912.00. UPS/satbilizer serta mebelair sebanyak masing-masing 40 unit senilai Rp255. dan h) belanja tidak terduga. Dari realisasi tersebut diantaranya diberikan kepada sekolah 25 SMK swasta senilai Rp159. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 48 . SMP Muhammadiyah Temon dan SMP Muhammadiyah 1 Wates senilai Rp46.00.000. c) subsidi.643. f) belanja bagi basil.00. SMP Kemasyarakatan. Dari realisasi tersebut diantaranya merupakan rehabiltasi 2 SMA swasta yaitu SMA Maarif Wates dan SMA Muhammadiyah Wates senilai Rp125. 11) Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Realisasi Belanja Modal Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat 4 gedung SMA senilai Rp310.660.000.460. b) bunga.000.000. Dari realisasi tersebut diantaranya merupakan pengadaan meja dan kursi untuk 4 sekolah swasta yaitu SMA Sanjaya.500. Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan : a. printer. e) bantuan sosial. g) bantuan keuangan. d) hibah.00. gedung dan bangunan.694.00. dan hewan.

758. Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan sependapat dengan Tim dikarenakan kurang dipahaminya PP Nomor 58 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. b. Panitia Anggaran kurang teliti saat melakukan verifikasi RKA-SKPD dalam rangka penyusunan APBD. Catatan Sipil. Kemudian. c. b. dan kelompok masyarakat/ perorangan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya. Dinas Pekerjaan Umum. Realisasi belanja bantuan pada belanja modal mengakibatkan nilai aset tetap pada Neraca per 31 Desember 2007 dicatat terlalu tinggi Rp12. penganggaran dan realisasi akan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Kepala Dinas Pendidikan sependapat dengan Tim dan untuk yang akan datang akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku.2) Pasal 42 ayat (1) Belanja hibah digunakan untuk menganggarkan pemberian hibah dalam bentuk uang. gedung dan bangunan. dan aset tetap lainnya. seperti dalam bentuk tanah. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur : a. Atas permasalahan ini masing-masing SKPD menjelaskan sebagai berikut : a. Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan. b.00. Dinas Kependudukan. Tim Anggaran lebih teliti dalam melakukan verifikasi RKA-SKPD untuk penyusunan APBD yang diusulkan oleh masing-masing SKPD. Kepala BPKD : belanja modal yang direalisasi sebagai bantuan dilaksanakan oleh masing-masing SKPD.905. peralatan dan mesin. SKPD dalam menganggarkan dan mengelompokkan belanja tidak berdasar pada Standar Akuntanasi Pemerintahan (SAP). barang dan/atau jasa kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya. jalan. 3) Pasal 53 ayat (1) Belanja modal digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12 (duabelas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan. Permasalahan tersebut disebabkan : a. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat serta Dinas Pendidikan supaya dalam menganggarkan belanja modal sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. setelah barang diserahkan kepada panitia penerima barang selanjutnya barang tersebut diserahkan kepada masyarakat sebagai bantuan.211. irigasi dan jaringan. Untuk selanjutnya. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 49 .

800.00 0.710.00 1. Alokasi anggaran ini telah direalisasikan sebesar Rp7.000.690.000.000.800.185.800.542.00 adalah merupakan pembayaran 100% atas kegiatan Rehabilitasi tempat pendaftaran dan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 50 .3.000.2. Kegiatan ini berupa rehabilitasi tempat pendaftaran dan pelayanan pasien RSU Wates.00 Uang muka (Rp) 237.940.00 dengan rincian sebagai berikut : No 1 Kegiatan Pembangunan Gedung Operasi RSU Wates Relokasi Puskesmas Galur II Relokasi Puskesmas Wates Relokasi Puskesmas Temon I Rehab Tempat Pendaftaran dan Pelayanan Pasien Jumlah Kontrak (Rp) 1. relokasi Puskesmas Wates.185.016.01.005.437.885.080.031.00 0.080.031.00 4 1. 2007 dicatat sebagai realisasi belanja sebesar Rp977.02.000. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas kesehatan telah mengalokasikan dana kegiatan pendampingan dana penyesuaian infrastruktur jalan dan lainnya (bidang kesehatan) dengan anggaran sebesar Rp13.000.637.000.000.800.690.00 Dari tabel tersebut diketahui bahwa pengeluaran sebesar Rp69.000.710.000.000.00 Dalam rangka meningkatkan sarana dan prasana pelayanan kesehatan masyarakat.00 atau sebesar 18.620.00 Sisa (Rp) 1.00 4.800.690.000.00 Pembayaran (Rp) 0.000.435.457.00 5 69.457.00 3 1.721.005.646.00 2 1. relokasi Puskesmas Galur II dan Relokasi Puskesmas Temon I.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp1.00 977.437.389.57%.480. SP2D dan bukti pendukung kelengkapan SPJ menunjukkan bahwa realisasi anggaran belanja sarana prasarana gedung kantor sebesar Rp1. Uang muka kegiatan infrastruktur T.31.000.031.159.257.00 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).00 atau sebesar 54%. Hasil Pemeriksaan atas SPP.721.190.00 dan uang muka kegiatan yang diakui sebagai realisasi belanja sebesar Rp977.00 0.00 0.000.690.00 69.690.848.00 69.179. Pembangunan Gedung Operasi RSU Wates.00 201. Dari realisasi tersebut.00 1.885.A.00 4.000.25.5.9. diantaranya digunakan untuk pengadaan gedung kantor (kode rekening 1.190.SPM.038.000.00 merupakan jumlah realisasi pembayaran fisik bangunan sebesar Rp69.159.00 251.000.800.000.000.00 1.26.00 287.257.01) yang dianggarkan sebesar Rp5.179.

000.00.031.159.800. 2 Cilacap. oleh pemimpin kegiatan diteruskan pelaksanaannya Tahun Anggaran 2008 dengan cara pembayaran voor financering yaitu : 1. Rojoimo. pembayaran 100% Uang Muka Kerja (20%) dilakukan setelah prestasi kerja mencapai 100%.179. berdasarkan kontra nomor 120/SP3/K/INFRA-KES/KONST/KP/XII/2007.000. Atas kondisi ini.12B Selomerto.000. PT. Sedangkan pembayaran uang muka atas pekerjaan sebesar Rp977. tanggal 12 Desember 2007 untuk melaksanakan pekerjaan relokasi Puskesmas Temon I. nilai Kontrak Rp1.00. pembayaran 100% . 2. PT. PT.800. dibayarkan setelah DPAL (ABT) disahkan. Hikmah Kurnia. realisasi belanja pada Dinas Kesehatan lebih dicatat sebesar Rp977. tanggal 12 Desember 2007 untuk melaksanakan pekerjaan relokasi Puskemas Galur II. PT.Uang Muka Kerja (20%) dilakukan setelah prestasi kerja mencapai 100%. karena masih merupakan uang muka. Jl. 3. Tirtonirmolo.25 Miriombo. tanggal 12 Desember 2007 untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung operasi RSU Wates.185. Kasongan no. berdasarkan kontrak nomor 121/SP3/K/INFRAKES/KONST/KP/XII/2007.000.Uang Muka Kerja (20%) akan dilakukan setelah prestasi kerja mencapai 100% setelah DPAL (ABT) disahkan. Jl. Lingkar Selatan N0. Aneka Bangun Cemerlang Jaya.00. setelah DPAL (ABT) disahkan. berdasarkan kontrak nomor 123/SP3/K/ INFRA-KES/KONST/KP/XII/2007. berdasarkan kontrak nomor 122/SP3/K/INFRA-KES/KONST/KP/XII/2007. Bantul. Wonosobo. pembayaran 100% .710. Bali no. 20 Karangpule.00 adalah merupakan pembayaran uang muka kegiatan.800.885. pembayaran 100% . dengan nilai kontrak Rp1. wonosobo. Jl. Raya Selomereto Km 05 Campursari RT 05/RW 01 No.pelayanan pasien RSU Wates.Uang Muka Kerja (20%) akan dilakukan setelah prestasi kerja mencapai 100%. Jl.190.437.00 dan asset gedung dan bangunan tidak dapat diakui. Hasil pemeriksaan lebih lanjut atas kontrak perjanjian pemberian pekerjaan dan berita acara kemajuan fisik menunjukkan bahwa uang muka yang tidak dikembalikan sampai akhir Tahun 2007 merupakan pemberian uang muka sebesar 20% atas 4 unit pembangunan gedung senilai Rp4.00. Lima Sarana Paramamadya. Terhadap pekerjaan yang telah dikontrakkan tetapi tidak dapat diselesaikan. nilai kontrak Rp1. uang muka tersebut diakui dan dicatat sebagai belanja.031. Nayaka Agung.000. Dalam hal jangka waktu pelaksanaan pekerjaan dan cara pembayaran masingPERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 51 .005. dibayarkan setelah DPAL (ABT) disahkan.257. Dalam Laporan Keuangan SKPD yang dibuat oleh Sub Bagian Keuangan Dinas Kesehatan dan dalam Draft Laporan Realisasi Anggaran (LRA) yang disusun oleh Sub Bidang Pembukuan Badan Pengelola Daerah (BPKD).00 yang belum dapat diselesaikan pada akhir Tahun Anggaran 2007. tanggal 12 Desember 2007 untuk melaksanakan pekerjaan relokasi Puskesmas Wates. nilai kontrak Rp1. 4.

Kesengajaan Pemimpin Kegiatan untuk melanjutkan pelaksanaan pekerjaan tahun berikutnya tanpa memperhatikan batas waktu anggaran. b.00. belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari rekening kas umum negara/daerah. .Paragraf 31.800. Disamping itu.031. berdasarkan hasil konsultasi dengan Tim Pengadaan Barang/Jasa dengan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 52 . Pihak kedua bertanggungjawab untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dalam jangka waktu tersebut di atas sesuai dengan dokumen perjanjian pemberian pekerjaan/kontrak dengan jaminan voorfinancering. sehingga Kepala Dinas Kesehatan diajukan permohonan penerbitan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Lanjutan kepada Kepala BPKD Kabupaten Kulon Progo dengan surat tanggal 12 Desembeer 2007 nomor : 900/2911. 02 Laporan Realisasi Anggaran . .masing kontrak disebutkan sebagai berikut : . Atas permasalahan tersebut di atas Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa pengambilan langkah untuk melanjutkan kegiatan setelah melewati batas waktu dengan pertimbangan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat lancar dan tidak terganggu. setelah ditandatangani kontrak mulai 12 Desember 2007 – 10 April 2008. terhitung sejak dikeluarkannya SPMK. Kondisi tersebut tidaksesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 Tanggal 13 Juni 2005 Standar Akuntansi Pemerintahan Pernyataan No. Kondisi tersebut disebabkan : a. Kepala Sub Bagian Keuangan Dinas Kesehatan dan Sub Bidang Pembukuan yang mencatat uang muka diakui sebagai realisasi belanja sebesar Rp977. .00.800.Paragraf 32. khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan. dalam APBD 2008 tidak dianggarkan. dibebankan DPA Kegiatan Dana Infrastruktur Jalan dan Lainnya Bidang Kesehatan Kabupaten Kulon Progo TA 2007 dan DPAL Kegiatan Dana Infrastruktur Jalan dan Lainnya Bidang Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Anggaran 2008 setelah disahkan.Pasal 6 ayat (1) seluruh biaya pemborongan pekerjaan.031. Hal tersebut mengakibatkan aset gedung dan bangunan dicatat lebih tinggi sebesar Rp977. Segera setelah pekerjaan selesai PIHAK KEDUA dapat mengajukan permintaan tertulis kepada PIHAK PERTAMA untuk melakanakan serah terima sementara pekerjaan tersebut.Pasal 8 ayat (1) Jangka waktu Pelaksanaan Pekerjaan 120 hari kalender. Untuk pelaksanaan kegiatan yang belum dapat diselesaikan tersebut.

Jika pelaksanaan tidak selesai akan diusulkan melalui mekanisme DPAL. agar memerintahkan Kepala Sub Bagian Keuangan dan Sub Bidang Pembukuan untuk mencatat realisasi belanja setelah dilakukan pengesahan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan. sebagaimana diatur diatur dalam Standar Akuntansi Pemerintahan.BPKD disepakati bahwa pembangunan dilanjutkan dan dilakukan pelelangan. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 53 . Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo menegur Kepala Dinas Kehatan.

000.000. Realisasi belanja kegiatan pihak ketiga sebesar Rp440. c.000.16.04.000. Biaya administrasi sebesar Rp5.000.000.00 atau 100%.000. Berdasarkan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 430 Tahun 2007 tanggal 22 Nopember 2007 tentang Pemberian pendampingan kepada masyarakat peserta program pengembangan kebijakan dan manajemen pertanahan (Land Management and Policy Pepelopment Program/LMPDP) sebagai petunjuk pelaksanaan kegiatan bantuan program pensertifikatan tanah tenentukan bahwa bagi setiap warga masyarakat peserta pensertifikatan tanah diberikan bantuan sebesar Rp25.000. b.2.09.000. Pembayaran oleh bendahara pengeluaran pembantu Bagian Pemerintahan dengan bukti pengeluaran kas (Bend. dan Berita Acara Pembayaran.10. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah merencanakan Pengembangan Kebijakan dan Manajemen Pertanahan dalam kegiatan Fasilitasi Pertanahan pada SKPD Sekretariat Daerah pada Kuasa Pengguna Anggaran Bagian Pemerintahan (kode rikening 1.000.03. . Biaya pemasangan TDT orde 4 pada Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo sebesasar Rp60.000.000.00 tidak tepat dan surat pertanggungjawaban tidak lengkap sebesar Rp375.00 .00 dibayarkan secara tunai oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu Bagian pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kulon Progo digunakan untuk : a.00 per bidang tanah dengan rincian penggunaan sebagai berikut: a.000. Bantuan kepada masyarakat dalam kegiatan fasilitasi pertanahan pada belanja barang dan jasa sebesar Rp440.5.000. kwitansi.000. c.18.000.00.00.000.pembayaran yang diterima Kepala Desa dilampiri Keputusan Kepala Desa. Biaya operasional petugas desa Rp12.00.000. Berita Acara Serah Terima Pekerjaan dan Berita Acara Pembayaran. Biaya pembuatan data base tanah absentia pada Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo sebesaar Rp5.2.000. Untuk melaksanakan ketentuan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 430 Tahun PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 54 .00. Ketentuan teknis penyalururan bantuan pendampingan kepada masyarakat dikoordinasikan oleh kepala Desa LMPDP masing-masing.00 dan direalisasikan sebesar Rp440.000. surat perjanjian kerja sama. b.00 sehingga tidak dapat diyakini kebenarannya Dalam rangka melaksanakan tertib administrasi pertanahan yang bertujuan untuk memperoleh bukti kepemilikan tanah.Pembayaran yang diterima Kantor Pertanahan dilampiri kwitansi.00. Pengadaan patok batas tanah sebesar Rp8. 26a) dilampiri bukti pendukung SPJ sebagai berikut : . Diberikan untuk bantuan masyarakat peserta LMPDP yang diterimakan kepada Kepala Desa peserta LMPDP sebesar Rp375.04) telah dianggarkan sebesar Rp440.

kepatutan. Hasil diskusi dengan pejabat PPTK kegiatan Fasilitasi Pertanahan diperoleh penjelasan bahwa pemberian bantuan kepada masyarakat peserta LMPDP dilaksanakan setelah warga masyarakat menyelesaikan proses pensertifikatan tanah yang bersangkutan dan dikoordinir Kepala Desa serta ditetapkan dalam Surat Keputusan Kepala Desa.000 29.225. Sentolo Jumlah Jumlah warga 1. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 55 . Sentolo Sentolo.189 2.000 375.500.000 Bantuan Per orang (Rp) 25.000 25. Pengasih Srikayangan. dan manfaat untuk masyarakat. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : a.750.2007 tanggal 22 Nopember 2007 tentang Pemberian pendampingan kepada masyarakat peserta program pengembangan kebijakan dan manajemen pertanahan Land Management and Policy Pepelopment Program/LMPDP.350 1. Sentolo Wijimulyo.000 Realisasi penerimaan bantuan dimaksud diterima oleh Kepala Desa masingmasing dan selanjutnya tidak ada bukti penditribusian kepada penerima bantuan.000 66.750.000 25. Sentolo Salamrejo. transparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan asas keadilan.000 25.000 25. ekonomis. Nanggulan Kedungsari.762 1. 2) Pasal 61 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih.525. taat pada peraturan perundang-undangan.000 25.000 25.000. Sentolo Banguncipto.475. Sesuai dengan Keputusan Kepala Desa tentang penetapan masyarakat dalam program LMPDP di Kabupaten Kulon Progo Tahun 2007 diketahui ada l5. efisien.900 2.050.661 1.000 33.000 51. masing-masing sesuai dengan wialayah tempat tinggal warga masyarakat yang bersangkutan. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah : 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dikelola secara tertib. Kepala Desa LMPDP masing-masing menerbitkan Keputusan Kepala Desa yang menentukan penetapan jumlah peserta yang ikut dalam program LPDP di wilayah desanya guna mendapatkan bantuan pendampingan peserta LMPDP.000 25.000 43.000 warga dari 8 desa dengan jumlah bantuan sebesar @ Rp25.000 Jumlah (Rp) 44.000 47.339 1.049 15.750 2.000 58. efektif. 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Desa/Kecamatan Sukoreno.000. Senolo Kaliagung.00 dengan rician sebagai berikut : No.725.

00. bukti-bukti tersebut akan segera dilengkapi. Atas permasalahan tersebut Sekretariat Daerah menjelaskan bahwa bukti yang kurang lengkap tersebut dikarenakan pada Kepala Desa peserta LMPDP belum menyerahkan bukti penerimaan bantuan yang ditandatangani masyarakat peserta LMPDP ke Bagian Pemerintahan.Permasalahan tersebut mengakibatkan realisasi belanja barang tidak dapat diyakini kebenarannya sebesar Rp440.000. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur Kepala Bagian Pemerintahan melalui Sekretaris Daerah untuk segera menagih bukti-bukti penerimaan bantuan dari masingmasing Kepala Desa peserta LMPDP. Hal tersebut disebabkan Tim Anggaran yang tidak cermat dalam menyusun anggaran dan para Kepala Desa peserta LMPDP yang tidak segera melengkapi bukti penerimaan bantuan masyarakat peserta LMPDP. Untuk selanjutnya. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 56 .000.

11. Penilaian penghapusan aset daerah sebesar Rp2.822.303.400,00 tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan Dalam neraca daerah per 31 Desember 2007 tersaji Aktiva Tetap sebesar Rp829.205.648.307,18. Nilai tersebut merupakan Nilai bersih Aktiva yang berasal dari Saldo Aktiva Tetap per 31 Desember 2006 sebesar Rp653.756.084.615,00 ditambah Penambahan selama TA 2007 sebesar Rp177.133.151.092,00 dikurangi Penghapusan sebesar Rp1.683.587.400,00. Berdasarkan Dokumen yang ada diketahui hal-hal sebagai berikut: 1. Surat Keputusan Penghapusan atas Barang Inventaris sebesar Rp386.837.000,00 berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor: 028/0712.a.Th 2007. a. Rincian Inventaris yang dihapuskan sebagai berikut:
No 1 2 3 4 5 6 Keterangan Instalasi Pembangkit Listrik Alat Rumah tangga Alat Studio dan Komunikasi Alat Kedokteran Alat Laboratorium Kendaraan Bermotor Jumlah 1.110.000,00 292.821.500,00 9.779.000,00 30.331.500,00 4.200.000,00 48.595.000,00 386.837.000,00

Sesuai ketentuan pengelolaan barang daerah, penghapusan Barang Milik Daerah seharusnya dilaksanakan dengan keputusan Kepala Daerah. b. Terdapat sejumlah Barang Milik Daerah yang tidak diketahui Nilai perolehannya diantaranya penghapusan Aset yang berada di Bagian Kesra, BKD, Kecamatan Pengasih, Puskesmas Pengasih I, SKB, SMP 1 Nanggulan, Puskesmas Lendah II, Diperlaut, Kantor Perpustakaan Umum, Bawasda, Puskesmas Sentolo I, Puskesmas Lendah II, dan Bagian Pembangunan. 2. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor Nomor 66 Tahun 2007, Nomor 437 Tahun 2007, dan Nomor 467 Tahun 2007 diketahui bahwa penghapusan Aktiva Tetap-Gedung dan Bangunan berdasarkan Nilai bersih (setelah memperhitungkan penyusutan) dengan total nilai sebesar Rp1.245.409.820,00. Nilai bersih adalah Harga taksiran dari Dinas Pekerjaan Umum dikurangi Penyusutan (berdasarkan Taksiran 2% pertahun). Perincian Gedung dan Bangunan yang dihapuskan adalah sebagai berikut:

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

57

No

Keterangan SK Bupati No 437 Tahun 2007

Nilai Taksiran

Penyusutan

Nilai Setelah Penyusutan 178.126.640,00 47.781.120,00 52.364.440,00 13.395.000,00 33.501.600,00 139.371.920,00 43.482.600,00 12.902.400,00 13.844.160,00 7.478.400,00 16.854.000,00 57.284.000,00 26.600.400,00 11.172.000,00 110.880.000,00 66.846.780,00 64.842.960,00 58.912.000,00 58.968.960,00 4.171.860,00 1.536.000,00 40.985.440,00 28.362.000,00 21.598.500,00 143.272.800,00

1 Puskesmas Galur II 2 Puskesmas Temon I SK Bupati No 467 Tahun 2007 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Kantor Kec Samigaluh Kantor Kec Kokap Kantor Kec Sentolo SDN Karangsari Pengasih SDN Dukuh Wates SDN Wates IV SDN Garongan Panjatan SMPN I Pengasih SMPN 2 Wates SMPN I Wates SDN Menguri Kokap SDN Kepundung Kokap SDN Hargorejo Kokap SDN Kalikutuk Sentolo SDN Patuk Galur SDN Brosot Galur RSUD Wates Kantor Pedal SDN Bendo SMPN I Galur Camping Ground Glagah SK Bupati No 66 Tahun 2007 24 SMPN I Kalibawang 25 Puskesmas Sentolo II

265.516.000,00 137.952.000,00 88.752.000,00 35.250.000,00 35.640.000,00 196.864.000,00 103.530.000,00 64.512.000,00 30.096.000,00 23.370.000,00 40.128.000,00 73.440.000,00 65.360.000,00 29.400.000,00 176.000.000,00 159.159.000,00 156.588.000,00 117.824.000,00 94.560.000,00 11.588.500,00 2.400.000,00 151.488.000,00 48.900.000,00 32.725.000,00 176.880.000,00

87.389.360,00 90.170.880,00 36.387.560,00 21.855.000,00 2.138.400,00 57.492.080,00 60.047.400,00 51.609.600,00 16.251.840,00 15.891.600,00 23.274.000,00 16.156.000,00 38.759.600,00 18.228.000, 00 65.120.000,00 92.312.220,00 91.745.040,00 58.912.000,00 35.591.040,00 7.416.640,00 864.000,00 110.502.560,00 20.538.000,00 11.126.500,00 33.607.200,00

2.317.922.500,00 1.063.386.520,00 1.254.535.980,00

Nilai perolehan Gedung dan Bangunan yang dihapuskan tidak diketahui. Penghapusan seharusnya berdasarkan Nilai yang tercatat dalam Neraca yaitu sebesar Nilai perolehan Aktiva, karena Pemerintah Daerah belum mengakui adanya Penyusutan terhadap Aktiva yang dimiliki. Selain penghapusan yang dilakukan dalam tahun 2007, penghapusan juga dilakukan sejak Neraca Awal, yaitu sejak tahun 2002 dengan rincian penghapusan sebagai berikut :
PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

58

No.

Tahun 2002 2003 2004 2005

Akun Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Aktiva Tetap Lainnya Gedung dan Bangunan Jalan, Irigasi Jaringan Peralatan dan Mesin dan

Nilai Penghapusan (Rp)
4.477.500,00 111.003.500,00 3.587.000,00 447.433.000,00

8.200,000,00 15.500.000,00 510.265.000,00 38.250.000,00 1.138.716.000,00

Gedung dan bangunan 2006
Peralatan dan Mesin

Jumlah

Dengan demikian, sejak penyusunan neraca awal tahun 2002 sampai dengan tahun 2007, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah melakukan penghapusan asset sebesar Rp2.822.303.400,00 (Rp1.683.587.400,00 + Rp1.138.716.000,00), dengan sistem penghapusan yang sama, yaitu penghapusan berdasar pada harga taksiran, bukan harga wajar jika harga perolehan tidak diketahui ataupun nilai buku (jika sudah melakukan penyusutan). Permasalahan diatas tidak sesuai dengan : a. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005, tanggal 13 Juni 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah paragraph (78) Aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif Pemerintah tidak memenuhi definisi asset tetap dan harus dipindahkan ke pos asset lainnya sesuai dengan nilai tercatatnya ; b. Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah Pasal 54 Ayat (4) Penghapusan daftar Barang Milik Daerah yang dilakukan dalam hal barang milik daerah dimaksud sudah beralih kepemilikannya, terjadi pemusnahan atau karena sebab-sebab lain, dilaksanakan dengan keputusan Kepala Daerah. Kondisi di atas mengakibatkan : a. Pengendalian terhadap Penghapusan Aset Daerah dari Daftar Aset Milik Daerah tidak memadai; b. Penghapusan yang berdasarkan pada Nilai Taksiran mengakibatkan Nilai Gedung dan Bangunan disajikan lebih tinggi.

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

59

nilai aset-aset daerah tersebut akan diidentifikasi kembali. Atas permasalahan tersebut Sekretaris Daerah menjelaskan bahwa dokumen pendukung tentang nilai barang yang diusulkan penghapusan oleh SKPD tidak lengkap. Kekurangfahaman Bagian Perlengkapan terhadap Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah khususnya tentang Penghapusan Barang. sehingga ada beberapa barang inventaris yang tidak diketahui nilainya/harga perolehannya.Permasalahan tersebut disebabkan oleh : a. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 60 . Untuk selanjutnya. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur Kepala Bagian Perlengkapan melalui Sekretaris Daerah untuk lebih tertib dalam pengelolaan barang daerah dan melakukan penghapusan aset sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku sebagaimana dituangkan dalam kriteria diatas. Kekurangpahaman penyusunan Laporan Keuangan Daerah terhadap prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku. b.

405. Hasil pemeriksaan atas prosedur penghapusan obat kadaluwarsa/rusak dan alatalat habis pakai pada RSU Wates dan Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa penghapusan yang dilakukan belum sepenuhnya sesuai ketentuan yang berlaku yaitu Panitia/Tim Penghapusan RSU Wates dibentuk berdasarkan penunjukan dari Kepala Instalasi Farmasi RSUD. Penghapusan obat kadaluwarsa/rusak pada Dinas Kesehatan dan RSUD Wates sebesar Rp649. 4) Menindaklanjuti ijin pemusnahan obat rusak/kadaluwarsa dari Bupati kemudian dibentuk Tim Penghapusan obat rusak/kadaluwarsa berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan nomor : 188/06 tanggal 17 September 2007 tentang Pembentukan tim Penghapusan Obat Rusak/Kadaluwarso dan SK Kepala Dinas Kesehatan Nomor : 188/609 tanggal 17 September 2007 tentang Pembentukan Tim Tenaga Penataan Obat Rusak Gudang dan Tenaga Penghapusan obat rusak/kadaluwarsa Tahun Anggaran 2007. Adapun prosedur kegiatan penghapusan obat yang dilakukan di RSU Wates dan Dinas Kesehatan adalah sebagai berikut : a.528.414.047.12. Prosedur Penghapusan Obat rusak/kadaluwarsa Pada Dinas Kesehatan : 1) Pengumpulan data obat-obatan yang akan dihapuskan di lingkungan Dinas Kesehatan.00 terdiri dari obat dan alat habis pakai yang berasal dari RSU Wates senilai Rp40. 3) Bupati memberi ijin penghapusan obat rusak/kadaluwarsa dengan surat Bupati nomor 442/1514 tanggal 2 Juli 2007 perihal Ijin penghapusan obat rusak/kadaluwarsa).147.00.633. Rumah Sakit Umum Wates (RSU Wates) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo pada Tahun 2007 telah melaksanakan penghapusan obat yang telah melewati batas waktu penggunaan dan alat habis pakai senilai Rp683. 2) Hasil pengumpulan data atas jenis obat yang akan dihapuskan dibuatkan daftar dan disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan selanjutnya disampaikan kepada Bupati Kulon Progo untuk dimintakan ijin penghapusan/pemusnahan dengan surat nomor 442/1275 tanggal 14 Juni 2007 perihal Permohonan ijin penghapusan obat rusak/kadaluwarsa.695. baik yang ada di gudang farmasi maupun pengembalian dari Puskesmas yang dilakukan oleh Seksi farmasi.00 dan dari Dinas Kesehatan senilai Rp642.552. dan Panitia/Tim Penghapusan Dinas Kesehatan dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor 188/068 tanggal 17 September 2007 tentang Pembentukan Tim Penghapusan Obat.00 tidak sesuai ketentuan Guna optimalisasi pengelolaan barang milik daerah dan menghindari bahaya pemakaian obat yang telah rusak/kadaluwarsa. 5) Mengajukan permohonan bantuan pemeriksaan atas obat rusak/kadaluwarsa kepada Balai Besar Pengawas Obat Makanan DIY (BBPOM DIY) dengan surat nomor PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 61 .

8) Pengepakan dan penimbangan obat rusak/kadaluwarsa yang akan dihapuskan. 10) Pengiriman/penyerahan obat ED yang akan dihapuskan kepada Puskesmas Sentolo I sebagai tempat Insenerator dengan berita acara serah terima barang. 9) Pengajuan pemusnahan ke Insenerator di Puskesmas Sentolo I. 6) Pemusnahan dengan alat Insenerator di RSU Wates. meneliti barang/obat rusak. seorang operator incenerator dan seorang satpam. pembagian tugas dan menyusun jadwal kegiatan Tim pelaksanaan penghapusan. 3) Berdasarkan ijin pemusnahan obat Rusak/Kadaluwarsa dari Bupati ( surat Bupati nomor 028/2246 tanggal 22 September 2007 perihal Ijin penghapusan obat rusak/kadaluwarsa) kemudian ditunjuk Tim Penghapusan obat rusak/kadaluwarsa penunjukan dari Kepala Instalasi Farmasi sebagai ketua Tim penghapusan dengan anggota 7 orang dari unsur farmasi 4 orang. 11) Pelaksanakan Penghapusan dengan cara pemusnahan dengan Berita Acara Penghapusan nomor : 04/TIM. 5) Pmeriksaan obat Rusak/Kadaluwarsa oleh Tim Penghapusan bekerja sama dengan BPOM DIY. Prosedur Penghapusan Obat Rusak/Kadaluwarsa pada RSU Wates : 1) Pengumpulan data obat-obatan Rusak/Kadaluwarsa yang akan dihapuskan yang ada di lingkungan RSU Wates yang dilakukan oleh Instalasi farmasi (daftar terlampir). 2) Hasil pengumpulan data atas jenis obat rusak/kadaluwarso dibuatkan daftar dan disampaikan kepada Direktur RSU Wates untuk disampaikan kepada Bupati Kulon Progo untuk dimintakan ijin penghapusan/pemusnahan dengan surat nomor 442/1587/RS/VIII/07 tanggal 31 Agustus 2007 perihal Permohonan ijin penghapusan obat dan alat kesehatan. 6) Rapat Tim Penghapusan Obat Rusak/Kadaluwarsa tanggal 28 September untuk mempersiapkan administrasi. Nomor : 442/2085.PO/XI/2007. 4) Mengajukan bantuan pemeriksaan atas obat rusak/kadaluwarsa dari BPOM DIY. b. 12) Loporan pelaksanaan penghapusan (dalam bentuk buku laporan penghapusan). 7) Pelaksanakan Penghapusan dengan cara pemusnahan obat rusak/kadaluwarsa dengan Berita Acara Penghapusan : a. pengepakan dan pembuatan daftar obat Rusak/Kadaluwarsa yang akan dihapuskan dengan berita acara pemeriksaan obat tanggal 2 April 2007. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 62 . seorang penanggung jawab gudang. b.442/2172 tanggal 17 September 2007 perihal permohonan bantuan pemeriksaan obat rusak/kadaluwarsa.1/RS/XII/07 tanggal 15 Desember 2007. Nomor : 442/2032/RS/XII/07 tanggal 8 Desember 2007. 7) Melakukan pemeriksaan fisik obat rusak/kadaluwarsa oleh Tim Penghapusan bersama dengan BBPOM DIY dengan dibuatkan berita acara hasil pemeriksaan obat rusak/kadaluwarsa tanggal 1 Oktober 2007.

Ambulance atau kendaraan lapangan lainnya ditetapkan penghapusannya oleh Pengelola setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah.1/RS/XII/07 tanggal 22 Desember 2007. Sebagaimana diuraikan dalam Lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 22 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Daerah dan Pedoman teknis pelaksanaan pengelolaan barang milik daerah. administrasi. Setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah. Penghapusan obat kadaluarsa tanpa Surat Keputusan Kepala Daerah ini tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 22 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Daerah : 1. juga menetapkan cara penjualan dengan cara lelang umum melalui Kantor Lelang Negara atau lelang terbatas dan/atau disumbangkan/dihibahkan atau dimusnahkan. penghapusan ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengelola atas nama Kepala Daerah. Truk. pemeliharaan/ perbaikan maupun data lainnya yang dipandang perlu. Kepala Daerah membentuk Panitia Pelelangan terbatas untuk melaksanakan penjualan/pelelangan terhadap barang yang telah dihapuskan dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah. Dalam hal penghapusan obat dan alat kesehatan tertentu. d. Kepala Daerah membentuk Panitia Penghapusan Barang milik Daerah yang susunan personilnya terdiri dari unsur teknis terkait. Selanjutnya Pengelola mengajukan permohonan persetujuan kepada Kepala Daerah mengenai rencana penghapusan barang dimaksud dengan melampirkan Berita Acara hasil penelitian Panitia Penghapusan. Kepala Instalasi Farmasi menjelaskan bahwa penghapusan obat rusak/kadaluwarso dilaksanakan tim penghapusan yang ditunjuk secara langsung tidak tertulis oleh Kepala Instalasi Farmasi dengan susunan tim Kepala Instalasi Farmasi sebagai ketua dan dibantu anggota 7 orang dari unsur farmasi 4 orang. dokumen kepemilikan. Penghapusan tersebut di atas dilakukan dengan menerbitkan keputusan Kepala Daerah tentang Penghapusan Barang Milik Daerah. Pasal 53 . penggunaan. seorang operator incenerator dan seorang satpam. pembiayaan. e. penghapusan barang daerah adalah tindakan penghapusan barang Pengguna/Kuasa Pengguna dan penghapusan dari daftar inventaris barang milik daerah. laporan hilang dari kepolisian. Nomor : 442/2113.1/RS/XII/07 tanggal 29 Desember 2007. Mobil Jenazah. surat keterangan sebab kematian dan lain-lain.1/RS/XII/07 tanggal 28 Desember 2007. seorang penanggung jawab gudang. Nomor :442/2111. Penghapusan barang daerah meliputi : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 63 . Nomor : 442/2101. Apabila akan dilakukan lelang terbatas.c. Khusus penghapusan untuk barang bergerak karena rusak berat dan tidak dapat dipergunakan lagi seperti alat Kantor dan Alat Rumah Tangga yang sejenis termasuk kendaraan khusus lapangan seperti Alat Angkutan berupa kendaraan Alat Berat. Tugas Panitia Penghapusan meneliti barang yang rusak. Hasil penelitian tersebut dituangkan dalam bentuk Berita Acara dengan melampirkan data kerusakan.

akan dilaksanakan sesuai dengan Permendagri 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Daerah. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 64 .a) Penghapusan dari Daftar Barang Pengguna dan/atau Kuasa Pengguna. b) Penghapusan barang milik derah sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 huruf b.. Kondisi tersebut diatas mengakibatkan akun persediaan obat tidak dapat diyakini kewajarannya. dan b) Penghapusan dari Daftar Barang Milik Daerah. d) Penghapusan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dan ketentuan perundangan yang berlaku sebagaimana dituangkan dalam kriteria diatas. 2. Untuk yang akan datang. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur Pengguna Anggaran dan Kepala Instalasi Farmasi untuk melakukan penghapusan obat rusak/kadaluarsa sesuai dengan prosedur yang berlaku. dilaksanakan dengan keputusan kepala daerah. dilakukan dalam hal barang milik daerah dimaksud sudah tidak berada dalam penguasaan pengguna dan/atau kuasa pengguna. Pasal 54 a) Penghapusan barang milik daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 huruf a. dilakukan dalam hal barang milik milik daerah dimaksud sadah beralih kepemilikannya. dilaksanakan dengan keputusan pengelola atas nama kepala daerah. Hal tersebut disebabkan Pengguna Anggaran dan Kepala Farmasi kurang memahami prosedur penghapusan barang milik daerah Atas permasalahan tersebut Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa pemahaman penghapusan obat rusak/kadaluarsa dilakukan dengan pengahapusan dari daftar barang pengguna dan/ atau kuasa pengguna dengan Keputusan Pengelola setelah mendapat persetujuan Bupati. c) Penghapusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). terjadi pemusnahan atau karena sebab-sebab lain.

748.614.89 (Rp177. Nilai ini menjadi mutasi tambah pada Neraca per 31 Desember 2007.892.015. dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi Dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Aset Tetap 2007 124.71 sehingga mutasi nilai asset tetap adalah sebesar Rp175.500.00 0.00 atau sebesar 30.205.A.756.692.75 102. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Jumlah Mutasi Akun Nilai (Rp) 5.174.00 653.419.504. 3.00 175.156.00 dengan rincian sebagai berikut : No 1.550.179. 5.951.44 116.468.909.406.692. Penambahan aset tetap sebesar Rp79.092.854.399.064.00 76.570.854.683.102.090. 2007 adalah sebesar Rp93.726.18 Mutasi tambah/kurang 5.00 30.726.120. 4.057.99 334.092. Sesuai dengan draft tersebut.809.894.351.102.802.756. Irigasi.025.00 28.00 20. Neraca.781.449.205.89).809.630.132. Realisasi belanja tahun 2007 adalah sebesar Rp575.818.990. sehingga nilai asset tetap tahun 2007 Seharusnya adalah sebesar Rp830.102. sebesar Rp 1. 2.818.00 93.271.00 36.145. Terdapat selisih sebesar Rp83.00). PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 65 .00 0.00 + Rp653.44 193.756.00 .89 Atas nilai mutasi tersebut.708.89.890.889.132.449.71 10.990.00 0.399.951.705.18.00 958.75 74. Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.110. Perbedaan ini dikarenakan adanya penghapusan.064.808.246.170.29 455.706. kemudian dilakukan penghitungan dengan membuat rekapitulasi belanja modal berdasar pada penjabaran Laporan Realisasi Anggaran.283.583.220. Saldo Aset tetap yang tersaji pada Neraca Per 31 Desember tahun 2007 adalah sebesar Rp829.131.120.854.648.00 10.00 829.147.614.71 dengan realisasi belanja modal sebesar Rp177.923.064.648.284.375.726.00 (Rp177.367.092.648.542.927. Saldo asset tetap tahun 2006 adalah Rp653.13.Rp93. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan.832.666.307.901.29 2006 118.00 pada neraca Per 31 Desember 2007 tidak sesuai dengan bukti pendukung Draft Peraturan Daerah (Perda) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran.951.359.00 Hasil rekapitulasi realisasi belanja modal tersebut diatas nilainya tidak sama dengan realisasi belanja modal yang tersaji pada Laporan Realisasi Anggaran.307.614.99 398.529.276.76% dari total belanja.096.761.775.00 64.337. Hasil rekapitulasi menunjukkan bahwa realisasi belanja modal T.184.210.289.546.132.00 0..550.29 dengan rincian sebagai berikut : Akun Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.726.583.777.554.

00.775. penambahan asset sebesar Rp79.00 .000.00 Dengan demikian.800.890. 3.603. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Jumlah Mutasi Akun Nilai (Rp) 698. 2.841.00 8.450. 5. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 66 .975.406.00 (Rp83. 3.321.414.00 23. Dalam APBD Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.990.356.000.00 63.100.075.800.00 63.990.300.900. dengan rincian sebagai berikut : No 1.00 Telaah lebih lanjut atas dokumen tersebut menunjukkan bahwa nilai yang tercatat sebagai penambahan asset tidak dapat dicatat menambah nilai asset pada Neraca karena asset tersebut adalah asset yang pengadaannya bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Kondisi diatas tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih.990.00 83.096. dana DAU dan DAK sudah dianggarkan dan direalisasikan dalam Lapoaran Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2007.406.624.00 50.096.00) telah dicatat dalam realisasi anggaran belanja.00 3.000. Dari nilai tersebut terdapat asset yang bersumber dari dana tugas pembantuan dan dekonsentrasi sebesar Rp3.321. Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.Berdasar pada dokumen penambahan asset dari Bagian Perlengkapan diketahui bahwa nilai ini adalah merupakan nilai mutasi tambah asset tetap dari belanja modal yang bersumber dari dana non APBD.00 dengan rincian sebagai berikut : No 1 2.100.603. Total asset yang pengadaannya dari dana non APBD (DAU dan DAK) adalah sebesar Rp83.906.603. Pencatatan oleh Bidang Pembukuan berdasar pada data dari Bagian Perlengkapan yang menyebarkan formulir isian kepada tiap SKPD untuk menyampaikan data asset yang bersumber dari dana non APBD.00 1.321.326.476.096.802.183. dan tidak tepat dicatat menambah asset pemerintah kabupaten kulon progo.840.406.000. 4. Akun Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Aset Tetap Lainnya Jumlah Nilai (Rp) 2.100.420.Rp3.

Kepala Bagian Perlengkapan lebih cermat dalam melakukan kompilasi data aset dari SKPD.775. Bidang Pembukuan kurang teliti dalam menyusun Laporan Keuangan berdasar data yang diberikan oleh Bagian Perlengkapan. Bagian Perlengkapan kurang cermat dalam membuat Daftar Rekapitulasi Aset atas Aset yang bersumber dari dana non APBD. Atas permasalahan tersebut Sekretaris Daerah menjelaskan bahwa Bagian Perlengkapan telah mengumpulkan data aset tetap setiap akhir tahun anggaran dari setiap unit pemakai barang untuk dikompilasi sebagai pendukung neraca. Kepala BPKD untuk menegur Kepala Bidang Pembukuan supaya lebih teliti dalam menyusun Laporan Keuangan dengan berkoordinasi dengan Bagian Perlengkapan. Desember 2007 sebesar Hal ini disebabkan oleh : a.890. Bagian Perlengkapan akan berkoordinasi dengan unit kerja lain yang terkait untuk melakukan croscek data aset. b. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 67 .Penambahan asset pada Neraca per 31 Rp79.802. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar memerintahkan : a. Namun data-data tersebut tidak lengkap misalnya sumber dana pengadaan aset tidak dijelaskan dari APBD atau APBN.00 tidak dapat diyakini kewajarannya. b. Untuk selanjutnya. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful