BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO TAHUN ANGGARAN 2007

AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

Nomor Tanggal

: 43A/LHP/XVIII.YOG/6/2008 : 25 Juni 2008

DAFTAR ISI
HALAMAN
DAFTAR ISI…………………………………………………………………........................ OPINI BADAN PEMERIKSA KEUANGAN…………………………….......................... LAPORAN KEUANGAN POKOK .............................................................................. 1. 2. 3. 4. NERACA KOMPARATIF.................................................................................... LAPORAN REALISASI APBD............................................................................ LAPORAN ARUS KAS. ..................................................................................... CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN. .......................................................

i ii 1 1 3 5 8 64

GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN………………………………….........................

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

i

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA OPINI BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
Kepada para pengguna laporan keuangan, Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Kulon Progo per 31 Desember 2007, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan. BPK RI melaksanakan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Standar tersebut mengharuskan BPK RI merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan agar BPK RI memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu pemeriksaan meliputi penilaian, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Pemeriksaan juga meliputi penilaian atas Standar Akuntansi Pemerintahan yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. BPK RI yakin bahwa pemeriksaan BPK RI memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam Tahun Anggaran 2007 : 1. Mengelola keuangan dalam pelaksanaan APBD pada Sekretariat DPRD sebesar Rp7.361.285.032,00 tidak tertib, sehingga Realisasi belanja sebesar Rp7.361.285.032,00 tidak diyakini kewajarannya, sebagaimana dituangkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Bab V, Nomor 5.1.2; 2. Mengelola bantuan dana pemberdayaan masyarakat atas program Community Development (CD) dari pemerintah Propinsi DIY sebesar Rp4.000.000.000,00 tidak melalui mekanisme APBD, sehingga tidak ada pengendalian atas pelaksanaan kegiatan pengelolaan bantuan dana pemberdayaan masyarakat,

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

ii

D-17.890. S. 4. angka 5.00 pada neraca Per 31 Desember 2007 tidak sesuai dengan bukti pendukung. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.00.758.211. 25 Juni 2008 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan BPK RI di Yogyakarta Penanggung Jawab Pemeriksaan.H. angka 5. Laporan Realisasi Anggaran.758. Yogyakarta.1 dan 5.M.1. laporan keuangan yang disebut di atas menyajikan secara wajar.802. sehingga. posisi keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo per 31 Desember 2007.4.4. dalam semua hal yang material. sebagaimana dituangkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Bab V. CFE Akuntan.211. Mencatat penambahan aset tetap sebesar Rp79..1.Acc. Laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan sistem pengendalian intern kami sajikan dalam bagian tersendiri yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan ini. Register Negara No. sebagaimana dituangkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Bab V.E. Nomor 5.sehingga sampai dengan akhir tahun anggaran kegiatan ini tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya. Nomor 5. Siregar. kecuali untuk dampak atas hal-hal yang diungkapkan pada paragraf sebelumnya.2. Nomor 5. Nelson H.775.905.00.1. nilai aset tetap pada Neraca per 31 Desember 2007 dicatat terlalu tinggi sebesar Rp12.235 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA iii . sehingga penambahan asset ini tidak dapat diyakini kewajarannya sebagaimana dituangkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Bab V.1. 3. Menurut pendapat BPK RI. Mengalokasikan anggaran belanja modal pada 4 (empat) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) direalisasikan sebagai bantuan minimal sebesar Rp12.905.

174.818.147.998.146.000.91 9.901.LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NERACA Per 31 Desember 2007 dan 2006 ASSET ASET LANCAR Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-lain Persediaan Jumlah Aset Lancar INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Non Permanen Investasi Permanen Penyertaan Modal Pemerintah Jumlah Investasi Jangka Panjang ASET TETAP Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.777.361.00 64.016.030. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Bangunan dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Aset Tetap DANA CADANGAN Dana Cadangan Pemberdayaan Masyarakat Desa Jumlah Dana Cadangan ASET LAINNYA Tagihan Penjualan Angsuran Tuntutan Ganti Rugi Kemitraan dengan pihak ketiga Aset Tak Berwujud Aset Lain-lain Jumlah Aset Lainnya TOTAL AKTIVA 2007 (Rp) 49.89 - - 958.316.983.441.099.00 382.000.666.028.210.99 735.090.67 51.655.570.45 30.147.00 10.972.818.281.064.375.014.696.589.45 124.919.927.918.883.00 14.351.177.016.930.71 10.399.614.280.120.99 334.420.44 146.053.00 860.449.966.44 116.168.25 3.984.756.233.65 2006 (Rp) 23.25 1 .99 370.993.131.915.614.71 11.651.477.65 6.233.584.00 4.00 5.739.657.147.894.45 30.731.274.078.901.277.857.909.075.428.00 749.341.684.00 8.483.065.264.748.598.498.278.584.75 74.818.016.801.399.869.961.904.00 958.575.00 - 653.381.45 46.184.819.239.619.057.894.359.00 3.00 36.89 118.75 96.181.332.99 6.

819.782.25 31.739.438.438.39 1.642.818.284.KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) Bagian Lancar Utang Dalam Negeri .438.387.161.915.233.068.223.098.94 858.99 14.982.139.264.45 653.391.876.147.428.278.440.765.181.82 2.614.52 30.00 (971.656.304.154.610.738.905.40) 683.407.25 Wates.905.154.89 (731.869.00 971.014.892.258.756.034.99 734.283.098.22 731.816.82) 795.034.25 5.00) 50.278.119.584.274.725.883.Pemerintah Pusat Utang Jangka Pendek Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Utang Dalam Negeri .958.40 EKUITAS DANA EKUITAS DANA LANCAR Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jumlah Ekuitas Dana Lancar EKUITAS DANA INVESTASI Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan dalam Aset Lainnya Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jumlah Ekuitas Dana Investasi EKUITAS DANA CADANGAN Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Jumlah Ekuitas Dana Cadangan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA 55.40) 62.837.82 971.825.654.00 91. TOYO SANTOSO DIPO 2 .483.876.67 (1.40 202.161.381.420.476.972.399.579.01 1.727.784.278.353.254.016.119.00 4.760.00 1.098.45 749.217.983.534.225.179.919.00 94.304.727.105.174.Pemerintah Pusat Utang jangka panjang lainnya Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Jumlah Kewajiban 20.65 4.85 735.316.282.731.00 (1.00 740.154.40 731.901.905.280.312.91 46.837.254.441.40 1.77 860.064. 25 Juni 2008 BUPATI KULON PROGO H.929.582.89 958.

200.000.741.130.254.717.620.538.835.350.66 (168.503.833.205.37 Jumlah Lain-Lain Pendapatan yang Sah JUMLAH PENDAPATAN BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial Bantuan Keuangan Jumlah Belanja Operasional 275.388.00 3.34 218.300.663.147.440.366.000.00 42.397.991.00 3.00) 1.00 42.331.453.000.573.193.882.279.800.683.705.000.000.610.972.00 1.798.00 510.00 482.852.481.397.928.266.37 3.66 309.437.000.155.331.155.00 24.76 1.000.248.293.145.00 108.780.00) 7.013.479.00 20.000.00 21.830.42) 1.00 471.229.164.896.956.119.852.00 3.00 12.597.000.217.000.34 170.770.900.500.538.00 1.044.824.111.00 82.707.025.147.952.258.000.344.760.00 1.805.156.525.000.000.00 11.00 170.00 (526.129.799.121.168.95 16.95 522.164.954.637.95 1.813.690.695.000.545.475.58 9.000.37 74.623.130.153.230.379.192.00 423.313.088.000.168.714.00 4.000.020.229.76 22.63 7.749.397.709.896.00 374.110.00 35.441.813.00 506.00 38.432.877.00 107.585.694.00 37.000.129.800. Kelebihan Pembyrn PPh Pasal 21 Gaji PNS 13.00 (1.588.00 7.928.150.00 20.714.95 1.937.000.146.800.00 7.582.912.110.00 22.148.00 7.067.637.00 29.481.186.385.LAINNYA 3.37 2.368.397.29 3 .278.345.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO LAPORAN REALISASI ANGGARAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 2007 Anggaran Rp Realisasi Rp Lebih/Kurang Realisasi Rp PERHITUNGAN ANGGARAN PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak daerah Pendapatan Retribusi daerah Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-Lain PAD yang Sah Jumlah Pendapatan Asli Daerah PENDAPATAN TRANSFER TRANSFER PEMERINTAHPUSATDANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus TRANSFER PEMERINTAH PUSAT.34 18.500.164.312.782.869.00 292.605.00 95.000.046.500.997.746.533.66 423.000.551.421.355.397.190.37 378.00 12.473.000.932.00 Bantuan Dana Kontijensi/Penyeimbang – Pusat TRANSFER PEMERINTAH PROPINSI dari Propinsi Jumlah Pendapatan Transfer Total Pendapatan Transfer LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Dana Darurat Lain-lain Pendapatan yang Sah Pen.00 22.711.71 16.000.00 398.699.209.000.00 275.285.000.079.686.402.800.721.431.883.

570.000.29 (28.808.977.182.00 3.00 1.374.093.573.00 93.521.854.251.603.00 - 5.323.783.304.71 30.00 91.385.000.616.107.516.391.71 2.942.542.BELANJA MODAL Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.697.284.00 8.324.00 537.838.00 39.985.648.831.263.685.307.120.648.489.284.998.678. Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya Jumlah Belanja Modal BELANJA TAK TERDUGA Belanja Tak Terduga Jumlah Belanja Tak terduga JUMLAH BELANJA TRANSFER TRANSFER BAGI HASIL KE DESA Bagi Hasil Pajak/Retribusi Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa Bantuan Keuangan untuk Instansi Jumlah Transfer Bagi Hasil Ke Desa Jumlah Transfer JUMLAH BELANJA DAN TRANSFER SURPLUS/DEFISIT PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Pencairan dari dana cadangan Penerimaan pinjaman dan obligasi Hasil Penjualan Aset Daerah yang Dipisahkan Penerimaan Piutang Jumlah Penerimaan PENGELUARAN DAERAH Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Utang Pokok yang Jatuh Tempo Penguatan Modal Pemberian Pinjaman/Dana Talangan Jumlah Pengeluaran PEMBIAYAAN NETTO SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN 9.000.284.539.067.000.00 5.500.000.649.765.65) 4 .000.579.427.63) 537.80 2.00 2.246.060.225.945.00 2.727.664.50 5.018.097.500.50 8.000.726.782.486.933.20 612.480.942.265.00 20.307.00 92.388.170.064.00 7.00 5.324.00 30.649.276.120.50 13.809.00 8.706.000.412.95 44.387.396.982.00 3.70 55.025.00) 30.65 612.00 111.055.550.840.000.107.945.00 30.519.167.80 25.350.304.000.20 5.224.982.290.00 (30.093.350.013.961.715.970.102.00 37.700.00 36.801.661.705.00 2.634.818.360.398.255.783.00 492.305.284.00 216.350.998.00 23.30 (55.305.00 44.294.284.840.762.103.975.674.496.557.313.00 30.00 18.00 3.854.641.067.000.000.486.350.737.809.838.929.350.823.398.645.486.486.093.00 33.378.928.070.00 2.801.29 - 492.075.00 2.048.529.50 39.391.50 2.801.715.00 216.365.809.50 5.929.00 940.

697.877.200.982.00 20.810.427.204.567.956.991.481.32 Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 5 .012.00 7.739.531.234.397.00 1.37 74.164.156.000.634.00 42.287.28 8.00 0.000. h. Pendapatan Pajak Daerah Pndptn Retribusi Daerah Pndptn Hsl Pglln Kkyn Daerah yg Dipisahkan Lain-lain PAD yang Sah Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil SDA Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Pendapatan Bagi Hsl Pjk dari Propinsi Pndptn Bagi Hsl Lainnya Pendapatan Hibah Pndptn Dana Darurat Pndptn Lainnya 2007 Rp 2006 Rp Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas a.258.000. k. d.437.00 11.223.474.147.18 20.528.129. m. f.571.010. i.00 17.00 384.00 35.973.00 32.067.800.000.073.00 1.898.00 3.018.634.800.110.34 170.856.835.204.355.782.540.484.421.538.252.113.972.199.164.082. h.95 3.76 22.854. g.000.844.500.018.00 16.00 22.00 0.856.396.00 12. g. i.00 107.313.00 0.00 399.134.17 8.000.000.16 933.71 123.209.00 0.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO LAPORAN ARUS KAS Untuk Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 ARUS KAS ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Arus Masuk Kas a.201.00 95.580. n. e.035.000.00 17.394.489. e.26 238. o.192.700.485.00 95.371.95 522.457.196.145. l.441. c.802.448.00 448. b.366.00 4. d.782.525. j.168.229.998.00 3.826.127.00 378.000.000.262.168.547.017. f.58 8.400.573.94 64. j.000.000. b.500.00 216.292.50 106.683.684.150.000. Belanja Pegawai Belanja Barang Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial Belanja Tak Terduga Bagi Hasil Pajak / Retribusi Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa Bantuan Keuangan untuk Instansi 3.880.800.430.781.37 454.66 292.00 344.082.00 1.066.500.095.637.805.714.605.91 1. c.865.320.172.155.

985.877.600. Pndptn Penj.542.854.Kekayaan Daerah yg Dipisahkan Pinj.877.313. gdg&bngn Pndptn Penj.00 0. Pencairan Dana Cdgn Hasil Penj.241.888.aset tetap Pndptn Penj.00 0.085. Penyertaan modal Pemda Pembayaran pokok pinj. c.00 13.00 2. e.400.Dlm Negeri Lainnya Pnrm setoran sisa th lalu Penerimaan piutang 5.00) Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas a.473. e. Belanja tanah Belanja peralatan&mesin Belanja gdg&bngnn Belanja jalan.256.00 0.000.705.863.313.350.155.500.00 22.00 (74. d.00 0.370.550.000.000.00 36. irigasi &jaringan Pndptn Penj.000.00) 2.000.00 2.854.427.00 91.284. c. b.745.Dlm Negeri-Pusat Pinj.00 93. b.971.374.808.200.818.887.00 17.313. d.00 5.00 3.00 24.528. jalan.00 8.170.284.873.500.609.00 2.225.396.914.00 0.80 (5.00 5.00 178.224.374. Pndptn Penj.858.00 0.00 0.80 19. b.284.80 1.726.934.284.387.00 Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Akt Inv Nonkeuangan ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN Arus Masuk Kas a.000.844.00 30.120.548.102.600.548.521.00 2.00 91.203.00 0.000. Pembentukan dana cad.00 37. b.350.00 74.241.580.910.00 Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan 0.00 20.858.000.00 74. d.00 0.00 0.000.529.000.914. d.502.00 4.737. e. f. alat&mesin Pndptn Penj.00 (93. b.80) 0.710.00 0. a.00 253. irigasi & jaringan Belanja aset tetap lainnya Belanja aset lainnya 0.783.000.809.273.00 0.064.00 940.629.00 0.ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI NON KEUANGAN Arus Masuk Kas a.00 0.276. tanah . f.80 0.284.00 0.710.854.20 6 . c.00 0. c.423.820.aset lainnya Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas a.00 0.387. Dalam negeri-Pusat Pengeluaran investasi Dana talangan/Pinjaman 0.

094.407.680.65 18.49 30.606.642.00 22.99 964.47 31.769.680.700.929.905.730.52 23.982.108.817.00 22.037.817.50 55.664.680.724.037.727.724.724.571.299.037.323.00 978.00 0.117.727.571.00 22.15 30.00 18.ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN Arus Masuk Kas Penerimaan Perhitungan Pihak Ketiga Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas Pengeluaran Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Aktivitas Non anggaran Kenaikan/Penurunan Kas Saldo Awal Kas Saldo Akhir Kas 22.00 0.00 18.00 24.409.00 18.00 8.680.50 7 .730.407.642.664.000.037.99 Penjelasan perbedaan Saldo Awal Tahun 2007 Saldo Akhir 2006 Dikurangi : Sisa Kas di Pemegang Kas sebelum tahun 2006 Pencatatan lebih atas belanja modal pada RSUD Sisa Kas di Pemegang Kas Tahun 2006 Jumlah Saldo Awal 2007 31.700.500.730.584.571.730.571.769.769.391.323.282.912.00) 13.084.769.724.49 (20.547.

Dengan demikian berdasar pada Undang-undang tersebut diatas. dalam peningkatan ketahanan pangan dan 3. 8 .PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN ANGGARAN 2007 BAB I PENDAHULUAN Tahun Anggaran 2007 merupakan tahun pertama diterapkannya Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah yang baru yaitu berdasarkan Peraturan Perundangundangan paket keuangan negara yang meliputi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Peningkatan mitigasi serta pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. 4. Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007 disusun berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran (PPA) tahun 2007 yang diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang mendesak seperti kemiskinan. Penegakan hukum. 2. Revitalisasi pertanian dan pedesaan penyediaan bahan baku industri. Penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang Nomor Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah. sistem pengelolaan keuangan daerah mengalami perubahan fundamental dari sistem uang untuk dipertanggungjawabkan (UUDP) ke sistem uang yang dipertanggungjawabkan (UYHD). Penciptaan lapangan kerja serta peningkatan investasi dan ekspot daerah. pengangguran dan ketertinggalan daerah. 5. pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi. 6. Adapun prioritas Pembangunan Daerah dalam tahun 2007 adalah sebagai berikut : 1.

dan transparan perencanaan dan pengendalian 10. Neraca Laporan Arus Kas Catatan Atas Laporan Keuangan 1. 4. 2. 9. maka Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo menyusun Laporan Keuangan Daerah yang meliputi : 1.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 7. ™ Menyediakan dan menyampaikan laporan keuangan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007 Kabupaten Kulon Progo kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk diadakan pencermatan dan pembahasan kemudian ditetapkan menjadi Peraturan Daerah tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007. Kemudian dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah menyebutkan bahwa tujuan penyusunan laporan keuangan adalah : ™ Menyediakan informasi tentang posisi keuangan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007 Kabupaten Kulon Progo. Dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Peningkatan kapasitas aparatur daerah dan pelayanan publik. 3. Pemantapan keamanan dan ketertiban masyarakat. Peningkatan akuntabilitas pembangunan. Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kulon Progo Tahun Anggaran 2007 berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 1. 8.1 Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan Maksud penyusunan Laporan Keuangan adalah untuk memenuhi ketentuan Perundangan-undangan yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.2 Landasan hukum penyusunan laporan keuangan Landasan hukum dari penyusunan Laporan Keuangan tersebut adalah : 9 . Laporan Realisasi Anggaran. Peningkatan sarana dan prasarana umum.

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. g. k. Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2007 tentang RPJMD. l. Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah.2. e. Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2007 tentang Penjabaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun Tahun 2007 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007.. j.. c. o. 1. Anggaran Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2007 tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007. Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007. b. Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 68 Tahun 2007 tentang Prioritas dan Plafon Anggaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2007.. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. n.3. m. i. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. f. Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 67 Tahun 2007 tentang Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007.1. h. I Pendahuluan 1. d.3 Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan Bab.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 a. Landasan Hukum penyusunan laporan keuangan 1. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan 1. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah. Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan 10 .

III. 5.1.2. IV. Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan. 5.2. VII.1.1. 3. Kebijakan Akuntansi 4. 5.2. Ekuitas Dana. V.5.3. Penjelasan atas informasi-informasi non keuangan. Pembiayaan.1. 5. Pengungkapan atas pos-pos asset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas. Penjelasan pos-pos laporan keuangan. kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja APBD 2.II Ekonomi makro. Kebijakan Keuangan.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Bab. Bab. 5. VI.1. Kewajiban.3. 11 . Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan. Ekonomi makro 2.4. Pencapaian target kinerja APBD Bab.1. Penutup. Bab. Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan 4. Bab.1.3. Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan. 5.4. Bab. 5.1. 5.1. Pendapatan.2. 2.1. 3.6. untuk entitas akuntansi/entitas pelaporan yang menggunakan basis akrual. 5. Entitas Pelaporan 4.1.2. 4. Belanja. Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam standar akuntansi pemerintah. Aset.7. Rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan. Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan.1. Komponen-komponen laporan arus kas.

Adapun perkembangan Pertumbuhan Ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Kulon Progo selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah.19%.000.477 1.05 **) Sumber : BPS Kab. Tabel 1 Tabel Nilai PDRB Kab.19 4.000.62 %.1. nilai PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000 sebesar Rp.848 Pertumbuhan (%) 4. Tahun 2003 – 2006 No.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 BAB II EKONOMI MAKRO.49% pada tahun 2004 dan 4. Persewaan dan Jasa Perusahaan dalam komponen ”Bank” terjadi pertumbuhan minus sebesar 7.77% pada tahun 2005. Dengan berbagai kebijakan dan program yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo serta iklim investasi yang semakin membaik. Kabupaten Kulon Progo tahun 2006.1 Ekonomi makro a. 12 . Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 sebesar 4.524.-.398. **) : angka sangat sementara.465. KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD 2.744 1.77 *) 4. berturut-turut naik menjadi 4.524.848.700 1. 1 2 3 4 Tahun 2003 2004 2005 2006 Nilai (Jutaan Rp. Kulon Progo Ket : *) : angka sementara. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kondisi perekonomian daerah dapat digambarkan dengan nilai pertambahan barang dan jasa di suatu daerah yang ditunjukkan dari perhitungan PDRB. Sementara itu pertumbuhan ekonomi dapat dihitung menggunakan pertumbuhan nilai PDRB atas dasar harga konstan. Penyebab utama terjadinya hal ini karena kinerja lapangan Keuangan. pertumbuhan ekonomi selama kurun waktu tahun 2003 sampai dengan tahun 2006 menunjukkan adanya kenaikan yang menggembirakan. namun pada tahun 2006 pertumbuhan ekonomi hanya mencapai sebesar 4.49 4. Kulon Progo Tahun Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000.05% lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2003 sampai 2005.) 1.338.

398. Pada tahun 2006 PDRB per kapita Kulon Progo sebesar Rp.) 4. Atas Dasar Harga Konstan tahun 2000 sebesar Rp.712 373. Hal ini dapat dilihat dari urutan kontribusi masing-masing sektor terhadap pembentukan PDRB pada tahun 2006 yang masih relative sama dengan tahun 2005. hotel dan restoran 13 .179.770 374. 1.81 %. sektor jasa-jasa 20. sektor perdagangan. nilai PDRB tersebut dari tahun 2003 sampai dengan 2006 juga mengalami kenaikan.425 5. Kulon Progo Tahun Atas Dasar Harga Berlaku.88 %.455. **) : angka sangat sementara.639.112 Sumber : BPS Kab.549.453 2.909. ***) : Hasil proyeksi berdasarkan SP 2000 – SUPAS 2005 Nilai PDRB Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2006.205 1. b.848.) 1.000.414. Secara umum sektor ekonomi di Kabupaten Kulon Progo dikelompokkan dalam 3 kelompok. Stuktur perekonomian Kabupaten Kulon Progo di tahun 2006 tidak jauh berbeda dari keadaan tahun sebelumnya.41 trilyun rupiah. Tahun 2003 – 2006 No. Kulon Progo Ket : *) : angka sementara. Nilai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku pada tahun 2006 sebesar lebih dari 2. 1 2 3 4 Tahun 2003 2004 2005 2006 Nilai PDRB (Jutaan Rp.000.832.363*) 2. Kelompok pertama dengan sektor yang mendominasi pembentukan PDRB dengan kontribusi di atas 15 % adalah sektor pertanian dengan kontribusi 23. PDRB per kapita Kabupaten Kulon Progo mengalami kenaikan darii tahun ke tahun dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2006.6.837*) 6.074.455.179**) Penduduk Pertengahan Tahun ***) 372. Struktur Perekonomian Daerah Struktur perekonomian suatu daerah sangat ditentukan oleh besarnya peranan sektor-sektor ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Tabel 2 Tabel Nilai PDRB Kab.-.00.048 4.524.252 373.960**) Nilai PDRB Perkapita (Rp.

13 %.24 % dan sektor industri pengolahan dengan kontribusi 15.19 % serta sektor listrik dan air bersih dengan kontribusi 0. Kelompok kedua adalah sektor yang memberikan kontribusi 5-15%.Kulon Progo adalah paling rendah dibanding Kabupaten/Kota di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. disusul Kabupaten Gunung Kidul sebesar 16. Selama tiga tahun terakhir struktur perekonomian Kab.Kulon progo terjadi kecenderungan bergesernya kontribusi sektor primer ke sektor tersier. Sektor sekunder tertinggi ditempati Kabupaten Sleman dan sektor tersier tertinggi ditempati Kota Yogyakarta.40 %.66% (tahun 2004). persewaaan dan jasa perusahaan sebesar 5.87 % dan sektor penggalian sebesar 1.97 % dan Kota Yogyakarta 26.44%(tahun 2005). dan 28. Distribusi Prosentase PDRB Kabupaten Kulon Progo Atas Dasar Harga Berlaku terhadap PDRB Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dari tahun 2001-2006 adalah terendah yaitu 8.52 %.30%(tahun 2006). persewaan dan jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa terus mengalami akselerasi pertumbuhan. hotel dan restoran.21%(tahun 2004).Gunung Kidul. yaitu sektor pengangkutan dan komunikasi dengan kontribusi 10. Perbandingan Antar Daerah Perkembangan kemajuan pembangunan suatu daerah dapat dilihat dari tingkat perekonomiannya. menunjukkan Kabupaten. 28. 50. Sementara itu sektor tersier kontribusinya mengalami fluktuasi dari 50. sektor keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo mengarah pada sektor tersier. Kelompok ketiga terdiri dari tiga sektor dengan kontribusi dibawah 5 %. Sedangkan sektor sekunder relatif stabil. Sektor-sektor tersebut disebut sektor utama dalam mengangkat taraf perekonomian secara keseluruhan. c. dimana sektor perdagangan. yaitu sektor Bangunan dengan kontribusi sebesar 4.38% (tahun 2005).76 %.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 mempunyai kontribusi 16.31 %.36% (tahun 2006). Dilihat dari PDRB Tahun 2001–2006.07%. Peran sektor primer tertinggi adalah Kabupaten. Kabupaten Sleman 29. sektor pengangkutan dan komunikasi. Kabupaten Bantul 19.83 %. Pada tahun 2004 sampai 2006 kontribusi sektor primer terus menurun yaitu berturut-turut sebesar 28. Sebagai barometer salah satunya dengan melihat nilai PDRB.02 % dan sektor keuangan. 14 . dan 50.

34 persen. Inflasi ™ Bulan Februari 2007 Kulon Progo mengalami inflasi sebesar 0.48 persen.20 persen lebih tinggi dibandingkan dengan keadaan pada bulan Desember tahun 2006 yaitu sebesar 0. kelompok pendidikan. kelompok perumahan 0.12 persen.47 persen dengan indek 152.78 persen lebih tinggi dibandingkan dengan angka inflasi kota Yogyakarta sebesar 7. kelompok perumahan 0.30 persen. Inflasi tahun 2007 (Januari-Juni) sebesar 4. rekreasi dan olah raga 2. Inflasi tahun kalender 2007 (Januari-Desember ) sebesar 8.46 persen dan . ™ ™ ™ ™ ™ 15 .20 persen.68 Kulon Progo mengalami inflasi sebesar 0.37 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (Pebruari 2007 terhadap pebruari 2006) sebesar 6. kelompok kesehatan 0. kelompok kesehatan 0.51 persen.38 persen.10. Inflasi yang terjadi pada bulan Pebruari 2007 disebabkan oleh naiknya harga-harga pada hampir semua kelompok pengeluaran. 6 kelompok yang mengalami kenaikan angka indek adalah : kelompok bahan makanan 1.52 persen.46 persen.80 persen. rekreasi dan olah raga 0.06 persen.60 persen dengan indeks 149. kelompok sandang 1.11 persen.01 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (Juni 2007 terhadap Juni 2006) sebesar 7.09 persen. kelompok transportasi 0. kelompok sandang 0. kelompok perumahan 0. Inflasi tahun 2007 (Januari-Pebruari) sebesar 1.13 persen.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 d. kelompok transportasi 0.285 persen. Inflasi yang terjadi pada bulan Desember 2007 disebabkan oleh naiknya harga pada hampir semua kelompok pengeluaran.98. Bulan Desember 2007 dengan indeks 159. Tujuh kelompok yang mengalami kenaikan angka indeks adalah : kelompok bahan makanan 0.26 persen. kelompok kesehatan 0. kelompok sandang 0. Inflasi yang terjadi pada bulan Juni 2007 disebabkan oleh naiknya hargaharga pada hampir semua kelompok pengeluaran. kelompok makanan jadi 0.95 persen.99 persen. Bulan Juni 2007 Kulon Progo mengalami inflasi sebesar 0. dan kelompok pendidikan.03 persen. kelompok makanan jadi 0.18 persen. Enam kelompok yang mengalami kenaikan angka indeks adalah : kelompok bahan makanan 0.22 persen.25 persen dan kelompok transportasi 0.

yang merupakan pengganti Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan.2 Kebijakan Keuangan Pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah pada tahun anggaran 2007 di Kabupaten Kulon Progo berdasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. maka Adapun program dan kegiatan yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kulon Progo Tahun Anggaran 2007 berdasarkan pada Nota kesepakatan Bupati Kulon Progo dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulon Progo tentang : ™ ™ Kebijakan Umum Anggaran ( KUA ) Prioritas dan Plafon Anggaran (PPA) 16 . pengelolaan keuangan daerah mengalami perubahan yang fundamental yaitu : ™ ™ Sistem UUDP ke sistem UYHD Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan struktur Laporan Realisasi Anggaran sesuai dengan struktur yang ada pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 2. Dengan adanya perubahan peraturan perundang-undangan tersebut. Pertanggungjawaban dan pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pelaksanaan tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

102.945.00 498.961.801.000.305.00 (30.432.475.24 (24.432.685.19) ANGGARAN SETELAH PERUBAHAN ( Rp.897.388.797.00 423.551.65 17 .00 275.50 8.254.660.046.00 1.726.00 471.582.176.00 0.945.954.) 35.397.276.398.167.398.937.00 492.998.954.896.05 412.622.324.37 1.00 0.706.854.719.674.34 482.869.00 0.013.130.000.840.519.00 24.396.130.097.782.00 8.111.00 0.642.046.709.707.674.379.851.801.801.284.711.00 39.000.00 506.224.80 25.00 30.167.737.824.284.284.155.107.610.942.125.700.000.00 275.620.942.597.00 0.70 55.225.71 30.486.150.942.00 506.305.991.046.24 98.093.00 2.588.000.00 471.00 5.00 Dalam pelaksanaan APBD sebagai langkah pencapaian target dituangkan dalam tabel berikut ini : ANGGARAN SETELAH PERUBAHAN ( Rp.00) URAIAN PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Transfer Lain-lain PAD yang sah Jumlah Pendapatan BELANJA Belanja Operasi Belanja Modal Belanja Tak Terduga Transfer Bagi Hasil ke Desa Jumlah Belanja Surplus / (Defisit) PEMBIAYAAN Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Netto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran ( SILPA ) 30.95 PEMBIAYAAN Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Netto Sisa Lebih Anggaran ( SILPA ) 39.637.649.00 537.000.503.111.00 537.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 2.486.111.00 0.344.801.391.551.649.00 523.412.156.00 423.801.) 33.325.324.000.00 (30.929.480.00 8.599.707.000.362.00 0.324.582.801.597.088.00 2. Pencapaian target kinerja APBD Adapun ringkasan dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007 sebelum dan sesudah perubahan sebagai berikut : ANGGARAN SEBELUM PERUBAHAN ( Rp.66 398.00 111.942.719.516.680.225.129.622.475.379.088.324.697.685.) 35.782.294.813.459.05 464.621.00 216.3.518.00 33.102.833.982.00 12.620.00 30.130.00) Realisasi APBD URAIAN PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Transfer Lain-lain PAD yang sah Jumlah Pendapatan BELANJA Belanja Operasi Belanja Modal Belanja Tak Terduga Transfer Bagi Hasil ke Desa Jumlah Belanja Surplus / (Defisit) 38.71 93.475.95 522.350.350.00 111.344.480.

000.533. Untuk belanja. 2007.67% dari anggaran.85%. pendapatan transfer pemerintah pusat lainnya berupa bantuan dana kontinjensi/penyeimbang juga tidak mencapai target.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Dari tabel diatas diketahui bahwa pencapaian target APBD atas pendapatan adalah sebesar 103.000. yang dianggarkan sebesar Rp4.A. Selain itu.869.00 atau 90% dari anggaran.00 dan direalisasikan sebesar Rp3.58 atau sebesar 87.000.331.805.000.20% dan realisasi belanja adalah 91.500.150. Analisasi pendapatan menunjukkan bahwa realisasi pendapatan tahun anggaran 2007 melebihi target yang telah ditetapkan kecuali pendapatan hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Pendapatan ini dianggarkan sebesar Rp13.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp12. semua realisasi belanja tidak melampaui plafon anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD T.956. 18 .164.

824.620.551.58 99.00 Surplus / (Defisit) (30.99 81. ™ Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat lebih tinggi 2.230.685.707.71 30.111.801.00 REALISASI 2007 ( Rp.597.379.726.840.130.50 8.000.516.34 482.929.305.088.00 Belanja Modal 111.193.093.00 275.709.711.225.519.276.706.294.85 9.013.588.737.324.80 25.610.397.107.000.17 83.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 BAB III IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN 3.66 atau 3.1 Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan 1.284.350. 19 .) 35.67 39.00 8.937.20 BELANJA Belanja Operasi 423.284.95 94.00) PEMBIAYAAN Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Netto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran ( SILPA ) 398. Realisasi keuangan ini merupakan angka kumulatif dari semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sampai dengan bulan Desember 2007.344.582.75 0.046.801.998.102.00 471.00 Jumlah Belanja 537. 16.412.013.097.95 522.66 % 109.71 93.155.432.00 Ralisasi pendapatan melampui target sebesar Rp.674.991.224.324.697.649.982.50 91. Adapun pencapaian realisasi keuangan tahun 2007 dibandingkan dengan target tahun 2007 sebagai berikut : Realisasi Keuangan Tahun 2007 dibandingkan dengan Target Tahun 2007 URAIAN PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Transfer Lain-lain PAD yang sah Jumlah Pendapatan ANGGARAN 2007 ( Rp.00 0.00 Belanja Tak Terduga 2.00 33.813.503.00 55.47 577.47 %.954. Pencapaian Target Keuangan Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan Kabupaten Kulon Progo merupakan rekapitulasi realisasi keuangan pada tahun 2007.00 Transfer Bagi Hasil ke Desa 0.854.37 1.398.00 216.945.833.) 38.70 85.782.32 102.254.65 0.896.20 % terutama disebabkan : ™ Intensifikasi pelaksanaan pemungutan pajak dan retribusi daerah .942.486.391.801.00 30.00 492.48 103.942.167.00 506.637.000.480.

3.304. Hal ini disadari bahwa pola sentralisasi tersebut berpengaruh terhadap akurasi dan ketepatan waktu penyusunan dan penyampaian laporan keuangan. neraca saldo / sisa.33% terutama disebabkan adanya efisiensi penggunaan anggaran dan penajaman pelaksanaan kegiatan/program.2 Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan Pada tahun-tahun sebelumnya.838. sejalan dengan berlakunya Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Sedangkan pengeluaran pembiaayaan relatif sesuai dengan target. buku besar. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melakukan upaya responsif dengan memberlakukan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah dengan ketentuan strategis yaitu proses pengolahan data/informasi keuangan besifat desentralisasi : Satuan Kerja Perangkat Daerah menyelenggarakan proses akuntansi sebagai dasar penyusunan laporan keuangan atas pelaksanaan keuangan daerah yang menjadi tanggungjawabnya.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Realisasi Belanja dibawah target sebesar Rp. karena beban kerja cenderung menumpuk pada akhir periode akuntansi.29 atau 8. neraca dan catatan atas laporan keuangan atas pelaksanaan keuangan daerah yang menjadi tanggung jawabnya.809. serta pada akhir periode akuntansi menyusun laporan keuangan yang terdiri dari laporan realisasi anggaran. 44. 20 . proses pengolahan data/informasi dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Daerah masih bersifat sentralisasi di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) selaku pengelola keuangan daerah. BPKD selaku pengelola keuangan daerah menyelenggarakan proses konsolidasian atas laporan keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah - Satuan Kerja Perangkat Daerah ini setiap bulan wajib menyampaikan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang dilampiri dengan salinan dokumen jurnal. Oleh karena ini. Pengguna Anggaran/Satuan Kerja Perangkat Daerah mengirimkan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran kepada BPKD dalam bentuk Surat Pertanggungjawaban (SPJ) bulanan dilampiri dengan bukti-bukti pendukung.

Ketepatan waktu dalam penyampaian laporan keuangan SKPD 2.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Berkaitan dengan itu. bersamaan dengan kegiatan sinkronisasi Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2005 sehubungan dengan terbitnya peraturan perundang-undangan yang baru dibidang keuangan Negara. Neraca SKPD 2. Keakuratan data keuangan SKPD 3. Laporan keuangan dari masing-masing SKPD tersebut meliputi : 1. telah diadakan bimbingan teknis dan konseling kepada petugas penyelenggara akuntansi pada satuan kerja perangkat daerah. Keterbatasan sarana dan prasarana pendukung kelancaran kerja Pada tahun 2007 telah dilaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat pemantapan pengetahuan dan ketrampilan para pengelola dan penyelenggaran akuntansi di Satuan Kerja Perangkat Daerah. 21 . Dari hasil evaluasi terhadap dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ) secara umum proses pengolahan data/informasi akuntansi cukup lancar. Catatan Atas Laporan Keuangan SKPD Dari laporan – laporan keuangan SKPD yang telah disampaikan. masih ada beberapa SKPD yang mengalami hambatan antara lain : 1. Laporan Realisasi Anggaran SKPD 3.

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007

BAB IV KEBIJAKAN AKUNTANSI

4.1 Entitas Pelaporan Keuangan Daerah Berdasarkan Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 dan Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2004, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kulon Progo selaku Pejabat Pengelola Keuangan Daerah bertanggung jawab menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, untuk disampaikan kepada Bupati Kulon Progo dalam rangka memenuhi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Penyusunan Laporan Keuangan Tahun 2007 mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan ( SAP ) dan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Adapun entitas akuntansi Kabupaten Kulon Progo meliputi : 4.1.1. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 4.1.2. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah 4.1.3. Sekretariat Daerah 4.1.4. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 4.1.5. Badan Pengelola Keuangan Daerah 4.1.6. Badan Pengawasan Daerah 4.1.7. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 4.1.8. Badan Kepegawaian Daerah 4.1.9. Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat 4.1.10. Kantor Polisi Pamong Praja 4.1.11. Kantor Pengolahan Data Elektronik 4.1.12. Kantor Arsip Daerah 4.1.13. Kantor Hubungan Masyarakat 4.1.14. Kecamatan Temon 4.1.15. Kecamatan Wates 4.1.16. Kecamatan Panjatan 4.1.17. Kecamatan Galur 4.1.18. Kecamatan Lendah 4.1.19. Kecamatan Sentolo 4.1.20. KecamatanPengasih
22

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007

4.1.21. Kecamatan Kokap 4.1.22. Kecamatan Girimulyo 4.1.23. Kecamatan Nanggulan 4.1.24. Kecamatan Samigaluh 4.1.25. Kecamatan Kalibawang 4.1.26. Dinas Pertanian dan Kelautan 4.1.27. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertambangan 4.1.28. Kantor Pengelola Pasar 4.1.29. Dinas Kesehatan 4.1.30. Rumah Sakit Umum Daerah Wates 4.1.31. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi 4.1.32. Dinas Pendidikan 4.1.33. Kantor Perpustakaan Umum 4.1.34. Dinas Pekerjaan Umum 4.1.35. Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat 4.1.36. Dinas Perhubungan 4.1.37. Dinas Pengendalian Dampak Lingkungan 4.1.38. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. 4.2. Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan Basis akuntansi yang dipergunakan dalam penyusunan laporan keuangan tahun 2007 adalah sebagai berikut : a. Basis Kas untuk pengakuan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran b. Basis Akrual untuk pengakuan Asset, Kewajiban dan Ekuitas dalam Neraca

4.3. Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan Pos-pos dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2007 disajikan menggunakan mata uang rupiah. Pendapatan, Belanja, Pembiayaan, Aset dan kewajiban dalam mata uang asing dikonversikan ke rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pertanggal neraca.

23

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007

Pengukuran pos-pos laporan keuangan adalah sebagai berikut : 1) Pos – pos Anggaran Pedapatan dan Belanja Pendapatan diakui sebesar nominal penerimaan di Kas Daerah. Penerimaan oleh Bendahara Penerima pada Satuan Kerja Perangkat Daerah diakui sebagai pendapatan berdasarkan bukti setor ke Kas Daerah. Belanja diakui sebesar nominal pengeluaran dari Kas Daerah. Pengeluaran oleh Bendahara Pengeluaran pada Satuan Kerja Perangkat Daerah diakui sebagai belanja setelah dokumen pertanggungjawabannya disahkan oleh verifikator masing-masing SKPD. Penerimaan pembiayaan diakui sebesar nominal penerimaan di Kas Daerah dan pengeluaran pembiayaan diakui sebesar nominal pengeluaran dari Kas Daerah.

Pengelompokan pendapatan dan pembiayaan dalam laporan keuangan tahun 2007 mengacu pada Pernyataan 02 Standar Akuntansi Pemerintahan tentang Laporan Realisasi Anggaran klasifikasi belanja merupakan konversi dari APBD tahun 2007 yang mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 ke dalam klasifikasi sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan sebagai berikut : (1) Belanja Operasi terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Bunga, Belanja Subsidi, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Soaial dan Belanja Bantuan Keuangan. (2) Belanja Modal terdiri dari Belanja Tanah, Belanja Peralatan dan Mesin, Belanja Gedung dan Bangunan, Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan, Belanja Aset Tetap Lainnya dan Belanja Aset Lainnya. (3) Belanja Tidak Terduga (4) Belanja Transfer terdiri dari Bagi Hasil Pajak Kabupaten, Bagi Hasil Retribusi ke Kabupaten dan Bagi Hasil Pendapatan lainnya ke Kabupaten.

2) Pos – pos Neraca (1) Kas Kas di Kas Daerah adalah sisa uang tunai yang tercatat di rekening Kas Daerah yang diakui sebesar nilai nominalnya. Kas di Bendahara Pengeluaran adalah sisa uang persediaan di Bendaha Pengeluaran yang belum dipertanggungjawabkan per neraca.
24

(3) Persediaan Persediaan adalah barang habis pakai yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional Pemerintah dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual/diserahkan dalam rangka pelayanan masyarakat. Penyertaan Modal Pemerintah Daerah menggambarkan jumlah yang dibayar oleh Pemerintah Daerah untuk penyertaan modal dalam BUMD. Persediaan dicatat pada akhir tahun periode akuntansi dihitung berdasarkan hasil inventarisasi fisik persediaan. (4) Investasi Jangka Panjang Investasi jangka panjang diakui sebesar nilai nominal pengeluaran uang dari Kas Daerah yang dipergunakan untuk tujuan investasi. Investasi Permanen.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 (2) Piutang Piutang diakui pada saat timbulnya hak Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kepada pihak ketiga sebesar nilai nominalnya. 25 - . yaitu : Piutang pajak diakui sebesar nominal Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) yang belum dilunasi oleh wajib pajak. (5) Aset Tetap Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi untuk digunakan dalam kegiatan/operasional pemerintah atau dimanfaatkan oleh dan atau untuk kepentingan masyarakat umum. Aset Tetap dinyatakan dalam neraca dengan nilai perolehannya yaitu sebesar nominal belanja modal. Apabila Aset Tetap dengan menggunakan nilai perolehan tidak memungkinkan maka nilai Aset Tetap didasarkan pada harga perolehan yang wajar / diestimasikan. Piutang lainnya diakui sebesar nominal surat tagihan/dokumen yang diperlakukan sama yang belum dilunasi oleh pihak ketiga. Piutang Retribusi diakui sebesar nilai nominal Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) yang belum dilunasi oleh wajib retribusi.

00 untuk tiap satuan barang. Aset lainnya terdiri dari : Tagihan penjualan angsuran diakui sebesar nominal perjanjian jual beli/kontrak penjualan angsuran. Aset Pemerintah Daerah tidak dilakukan penyusutan Aset Tetap akan dihapuskan apabila rusak berat. berlebih. Pertambahan dana cadangan diakui sebesar nominal pengeluaran dari Kas Daerah untuk pembentukan dana cadangan dan pengurangannya diakui sebesar nominal penerimaan di Kas Daerah atas penarikan/pencairan Dana Cadangan. (7) Aset Lainnya Aset Lainnya adalah aset yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam aset lancar.1. hilang dan sebagainya berdasarkan Surat Keputusan (SK) penghapusan dan nilainya dikeluarkan dari nilai Aset Tetap. Aset Tetap yang berasal dari hibah/donasi dari pemerintah atasan atau pihak ketiga diakui pada saat kepemilikannya sudah berpindah kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Atas pengeluaran Non Belanja Modal yang berkaitan dengan Aset Tetap tidak ditetapkan kebijakan kapitalisasi biaya/belanja . Pengelompokan Aset Tetap tahun 2007 sesuai dengan Pernyataan 02 Standar Akuntansi Pemerintahan ( SAP ).PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Dalam hal penilaian aset tetap dengan nilai historis maupun harga perolehan yang diestimasikan tidak memungkinkan maka Aset Tetap yang bersangkutan dinyatakan dalam neraca dengan nilai Rp. - - (6) Dana Cadangan Dana Cadangan adalah dana yang dibentuk untuk membiayai kebutuhan dana yang tidak dapat dibebankan dalam satu tahun anggaran. aset tetap dan investasi permanen. usang. Kemitraan dengan Pihak Ketiga atau Built Operate and Transfer (BOT) diakui sebesar nilai nominal / perolehan aset sesuai dengan perjanjian BOT Lain-lain aset dinilai sebesar nilai perolehannya 26 - .

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 (8) Kewajiban Jangka Pendek Kewajiban Jangka Pendek adalah kewajiban kepada pihak ketiga yang harus/diharapkan dibayar dalam waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan/neraca. e. gaji PNS dan pungutan pajak-pajak pusat Bagian Lancar Utang Dalam Negeri-Pemerintah Pusat diakui sebesar nominal dari bagian utang jangka panjang kepada pemerintah pusat yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah tanggal neraca. terdiri dari : Ekuitas Dana Lancar diakui sebesar selisih antara Aset Lancar dan Kewajiban Jangka Pendek. b. d. c. Utang jangka pendek lainnya diakui sebesar nominal kewajiban kepada pihak ketiga yang harus dibayar. Utang kepada Pemerintah Pusat Utang kepada Lembaga Keuangan Utang kepada Lembaga Keuangan Bukan Bank Utang Obligasi Utang Jangka Panjang Lainnya Kewajiban Jangka Panjang diakui sebesar akumulasi jumlah utang pokok ditambah utang bunga ditambah biaya-biaya lain yang menjadi tanggungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sesuai dengan ketentuan dalam dokumen perjanjian pinjaman. - - (9) Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban jangka panjang adalah utang yang harus/diharapkan dapat dibayar kembali dalam waktu lebih dari 1 periode akuntansi . 27 . yang terdiri dari : Utang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) diakui sebesar sisa pungutan yang belum disetorkan kepada pihak yang berhak atas pelaksanaan potongan nilai SP2D oleh BPKD berupa iuran wajib. (10) Ekuitas Dana Ekuitas Dana adalah kekayaan bersih Pemerintah Daerah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban Pemerintah Daerah. dapat berupa : a.

28 . demikian juga dalam menyusun Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2007. Pemerintah Kulon Progo juga telah merespon Peraturan Perundangan tersebut dengan menerbitkan Surat Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah tertanggal 13 Juni 2005 untuk pelaksanaan akuntansi di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Untuk pelaksanaan telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 - Ekuitas Dana Investasi diakui sebesar nilai Investasi Jangka Panjang ditambah Aset Tetap ditambah Aset Lainnya dikurangi Kewajiban Jangka Panjang Ekuitas Dana Cadangan diakui sebesar nilai Dana Cadangan 4.4 Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam Standar Akuntansi Pemerintahan Pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah pada Tahun Anggaran 2007 di Kabupaten Kulon Progo telah berdasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

293.000.1 Rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan PENJELASAN POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN 5.00 sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nomor 4.168.707.00 35.00 506.76 22.952.937.620.813.000.813.025.193.952. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Akun ini menggambarkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk periode Tahun Anggaran 2007.503.230.813.937.344.623.95 16.366. belum termasuk didalamnya pendapatan dari pemerintah Propinsi atas dana Community Development (CD) sebesar Rp4.66 Lebih/Kurang Rp 3.000.637.111.153.279. Pajak Daerah Retribusi Daerah Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain PAD yang Sah Jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Anggaran Rp 3.164.956.148.66 atau 103.368.805.00 3.355.95 522.00.00 38.683.912.800.046.76 1. 2.397. dan Lain-lain Pendapatan yang Sah.20% dari anggarannya sebesar Rp506.610.168.013. d.597. Pendapatan Transfer.883.388. 3.37 1.34 Lebih/Kurang Rp 218.869.551.852.637.830.721. dengan anggaran dan realisasi dalam TA 2007 sebagai berikut : Pendapatan Daerah 1.331.379. c.1 Pendapatan Pendapatan Daerah Kabupaten Kulon Progo meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD).248.00 3.313.044.37 1.00 275.770.155.00 Realisasi Rp 3.397.597.130. dengan rincian pos dan jumlah PAD sebagai berikut : Pendapatan Asli Daerah (PAD) : a.1.694.833.833.663.34 29 .431.877.882.34 11.110.551.088.00 (526.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 BAB V PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN 5.824.610.620. dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.453.453. b.344.503.34 482.637.66 Realisasi Pendapatan Daerah TA 2007 sebesar Rp522. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Penerimaan Transfer Lain-lain Pendapatan yang Sah Jumlah Pendapatan Daerah Anggaran Rp 35.585.00 7.707.00 471.000.00 4.588.58 9. Realisasi masing-masing akun pendapatan daerah.533.00 20.695.00 Realisasi Rp 38.379.709.711. Atas realisasi pendapatan tersebut.42) 1.293.000.

550.000. Parkir ditepi jalan umum Retribusi Pelayanan Pasar Retribusi Pengujian Kendaraan Bernotor Retribusi Jasa pemakaian kekeyaan daerah Retribusi Jasa Usaha Pasar Grosir Dan atau Pertokoan Retribusi Jasa Usaha Terminal Retribusi Jasa Usaha Tempat Khusus Parkir Retribusi Jasa Usaha Penyedotan Anggaran Rp 325.000.650.00.000.500.00 251.00 17700316800 71.291.00 25.00 201.220.073. dengan realisasi selama TA 2007 sebagai berikut: Retribusi Daerah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) Retribusi Pelayanan Kesehatan Retribusi Layanan Persampahan/Kebersihan Retribusi penggantian Biaya Cetak KTP Retr. Pendapatan Retribusi Daerah dikelola oleh masing-masing Satker Penghasil.621.000.366.810.168.917.00 218.456.76 Lebih/Kurang Rp 342.00 30 .00) 218.00 481.700.955.900.00 Realisasi Rp 325.00 11.437.243.674.025.500.708.00 24.000.260.379.00.360.485.325% dari anggarannya sebesar Rp35.279.010.00 3.00 Realisasi Rp 3.292.00 291.00 19.95% dari anggarannya Rp3.941.877.00 170.000. Penggantian Biaya Ctk Akta Catatan Sipil Retr.00 1.107.650.793.000.500.168.291.901.628.221.788.C Pengambilan Sarang Burung Walet Pajak Parkir Jumlah pendapatan pajak daerah Anggaran Rp 3.00 2.000.350.100.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Realisasi PAD TA 2007 sebesar Rp38.063.000.877.000.400.00 3.833.400.760.00 307.00 1.76 Realisasi pendapatan pajak daerah TA 2007 Rp3.828.000.000.00 89.624.810. Pajak Daerah Pajak Daerah merupakan PAD yang tarifnya ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda).852.279.00 2.256.00 47.00 10.551.108.344.00 35.76 2.00 83.148.00 22.00 28.000.00 1. Pel.000.900.00 216.901. dengan realisasi selama TA 2007 sebagai berikut : Pajak Daerah : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Hotel dan Restoran Hiburan Reklame Penerangan Jalan Pengambilan/Pengolahan Bahan Galian Gol.76 93.000.000.00 1.900.00 1.00 9.360.000.847.649.201.503.025.00 250.00 1.050.000.366.00 32.291.352.493.012.168.00 305.00 2. Retribusi Daerah Retribusi Daerah merupakan PAD yang tarifnya ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda).000.950.00 14.523.00 9.000.00 5.693.132.00 26.000.025.00 396.148.744.00 4. Pendapatan Pajak Daerah Kabupaten Kulon Progo dikelola oleh BPKD.00 (397.260.900.400.00 464.437.000.125.00 487.776.00 47.00 1.601.600.76 atau 106.34 atau 109.637.00 48.063. sebesar sebesar b .278.200.475.000.00 Lebih/Kurang Rp 232.120.00 170.342.000.800.302.000.222.412.00 76.842.212.795.000.000.327.00 455. a.200.

000.988.200.58 3.58 Lebih/Kurang Rp (528. Jasa Usaha Penjualan Prod.000.000.000.100.533.00 118.000.743.000.00 (2.750.468.00 2.875.071.731.60% anggarannya a.00) 2.000.176.00 (1.00 316.540.750.00.00 5.685.58 atau 87.00 75.869.685.00.800.250.345.00 2.000.800.00 186.00 (78.750.260.646.255.956.621.00 3.000.313. Usaha Daerah Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan Retribusi Ijin Gangguan Retribusi Ijin Trayek Retribusi Ijin Eksploitasi Bahan Gol.000.468.388.00 10.696.42) Realisasi pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg Dipisahkan TA 2007 sebesar Rp3.000.000.314.00 16.100.100.200.00 1.126.00 18.400.00 4.484.00 26.000.187.637.00 16.00 146.00 Rp20.600.637.000.000.000.770.200.00 3.978.073.101.395.125.278.000.00 7. 31 .924.00 34.164.248.956.280.000.484.00 2.85 % dari anggarannya sebesar Rp4.00 500.000.050.00 1.869.00 1.388.000.00 16.00 1.00) 4.000.000.050.00 9.940.355.000.00 100.00 6.000.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Kakus Retribusi Jasa Usaha Rumah Potong Hewan Retr.000.00 323.683.00 Realisasi Rp 1.00 2.164.912.048.00 0 20.533.331.331.000.368.00 28.498.500. C Retribusi Surat Ijin Usaha Konstruksi (IUJK) Retribusi Ijin Praktek Retribusi Ijin Pengelolaan Balai Pengobatan Retribusi Ijin Pengelolaan Rumah Bersalin Retribusi Ijin Usaha Toko Obat/ Pedagang Eceran Obat Retribusi Ijin Usaha Perdagangan 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) 20) 21) 22) 23) 24) 25) 26) 27) 3. Jasa Usaha Tempat Rekreasi dan Olah Raga Retr.00) 1.250.700.500.050.267.00 6.898.883.58 (526. Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg Dipisahkan Realisasi Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg Dipisahkan merupakan PAD dari pembagian atas laba perusahaan milik daerah TA 2007 sebagai berikut : Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg Dipisahkan Bagian Laba Perusahaan Milik 1) Daerah Bagian Laba Lembaga Keuangan 2) Bank Jumlah bagian laba perusahaan daerah Anggaran Rp 2.805.00 6.000.700.000.00 8.355.000.643.585.000.683.000.00 7.00 Retribusi Ijin Penggunaan Tempat Dasaran (KPP) Retribusi Administrasi Wajib Daftar Perusahaan Jumlah pendapatan retribusi daerah Realisasi pendapatan retribusi atau daerah dari TA 2007 sebesar sebesar Rp22.450.00) 111.350.00 10.095.000.805.000.00 22.00 3.250.421.585.00 67. 108.

00 554.132.313.00 16.073.382.438.390.00 (554.278.00 0 0 Realisasi Rp 856.030.00 1.200.00 3.821.156.00) Lebih/Kurang Rp 821.400.113.695.515.233.695.729.00 1.100.390.721.00 Realisasi Rp 1.014.743.761.126.00 9.113.743.431.156.28 1.000.267.953.743. Transfer 32 .00 495.00 148.505. Sah dari TA 2007 anggarannya sebesar sebesar Pendapatan Transfer Pendapatan Transfer berasal dari Pemerintah Pusat dan Propinsi.00 240.000.15% Rp7.28 2.355.00 9.077.00 Realisasi Lain-lain PAD yang Rp9.00 16.110.153.000.071.132.000.278.643.279.058.925.729.000.00 756.900.800.00 1.500.925.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Realisasi masing-masing jenis Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan berupa Bagian Laba Perusahan Daerah TA 2007 tersaji sebagai berikut : 1) Bagian Laba Perusahaan Milik Daerah : a) Bagian Laba PD Air Minum (PDAM) b) Bagian Laba PD Bank Pasar c) PD Aneka Usaha ( SPBU ) d) PT Selo Adikarto Jumlah bagian laba prshn milik daerah Bagian Laba Lembaga Keuangan Bank : a) b) Bagian Laba BPD DIY BUKP Jumlah bagian laba lmbg keuangan Anggaran Rp 1.000.000. Lain-lain PAD yang Sah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah merupakan PAD dari berbagai sumber yang bersifat tidak tetap/rutin.260.00) (528.000. dengan realisasi selama TA 2007 sebagai berikut : Lain-lain PAD yang Sah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) Hasil Penjualan Barang Milik Daerah Jasa Giro dan Deposito Bunga Deposito Sumbangan Pihak Ketiga Denda Ktrlmbt Pek Daerah Ganti Rugi atas Kekayaan Daerah Penerimaan Bunga Pengauatan Modal Penerimaan Tanda daftar perusahaan Ganti Ongkos Cetak Pen.813.617.58 Lebih/Kurang Rp 26. Bunga Dana Cad.255.30 1.00 2.780. meliputi Transfer Pemerintah Pusat. Pemberdayaan Desa Penerimaan usaha pertanian Jumlah lain-lain PAD yang sah Anggaran Rp 753.062.400.805.000.00 5.129.00 2.153.000.515.882.062.000.525.110.00 Anggaran Rp 2.882.144.00 Lebih/Kurang Rp 103.898.900.00 atau 125.00 0 7.000.126. 2.855.453.184.00 341.00 255.187.Dana Perimbangan.176.00.00 (202.00 Realisasi Rp 2.279.830.00) 1.000.988.000.731.129.438.431.00 959.800.929.00 1.30 10.58 2) d.700.855.00 315.

Transfer Pemerintah Pusat.000.00 37.500.760.479. Dana Alokasi Khusus (DAK).Dana Perimbangan : Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil a.00.150.156.00 12. dengan realisasi dalam TA 2007 sebagai berikut : Pendapatan Transfer PP.00 471. Dana Alokasi Umum (DAU). 33 .129. Dana Alokasi Umum c.763.800.928.00 13.37 Lebih/Kurang Rp 18.37 12.711.350.00 Realisasi Rp Lebih/Kurang Rp Dana Otonomi Khusus Bantuan Dana Kontijensi/Penyeimbang – Pusat (1.155.538.538.00 2.000.00) (1.946.000.000. meliputi Dana Otonomi Khusus dan Dana Penyesuaian.000.209.000.000.798.088.000.00 435. Dana Alokasi Khusus Jumlah pendapatan transfer PP .Lainnya Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat Lainnya berasal dari Pemerintah Pusat.746.663.00 29.00 5.164.331.111.000.500.00.659.000.350.00 Realisasi Rp 441.709.150.000.000.00 atau 90% dari anggaran sebesar Rp13.000.000.000. Transfer Pemerintah PusatDana Perimbangan Transfer Pemerintah PusatLainnya Transfer Pemerintah Propinsi Jumlah Pendapatan Transfer Anggaran Rp 435.37 (1.509.000. Transfer Pemerintah Pusat.00 374. Bagi Hasil Sumber Daya Alam.000.00) 7.00 13.147.37 a.946.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Pemerintah Pusat.780.000.746.000.147.798.28% dari anggaran b.37 Lebih/Kurang Rp 5.000.798.000.37 Rp435.00) 12.150.044. c.129.659.00 441.800.500.145.046.763.00 42.000. Bukan Pajak b.00 482.000.900.000. dengan realisasi dalam TA 2006 sebagai berikut : Pendapatan Transfer PP. Dana atau Perimbangan TA 2007 101.200.Lainnya : 1) 2) Anggaran Rp 13.00 Jumlah Lainnya Realisasi Penerimaan TA 2007 sebesar Rp12.746.000.278.509.00 11.312.229.164.896.385.229.00 42.500.509.147.799.Lainnya dan Transfer Pemerintah Propinsi dengan realisasi dalam TA 2007 sebagai berikut : Pendapatan Transfer : a.37 Realisasi Penerimaan Rp441.746.545. b.623.350.402.119.659.946.229.570.928.150.37 378.798.37 3.00 21. meliputi Bagi Hasil Pajak.000.570.Dana Perimbangan Pendapatan Transfer berasal dari Pemerintah Pusat.Dana Perimbangan Anggaran Rp Realisasi Rp 20.300.

d. Realisasi penerimaan tersebut belum termasuk Bantuan Dana Pemberdayaan Masyarakat atas Program Community Development (CD) Tahun 2006 sebesar Rp4.800.000.209.896.00 Realisasi Penerimaan Pendapatan Transfer Pemerintah Propinsi TA 2007 sebesar Rp29.402.000.896.397.000.714. dengan realisasi dalam TA 2007 sebagai berikut : Lain-lain Pendapatan yang Sah : a. Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi: Anggaran Rp Realisasi Rp 17.00.130.824.000.00 1. e.41% dari anggaran sebesar Rp275.000.00 Realisasi Rp 107.00 1.481.2 Belanja Belanja Daerah meliputi Belanja Operasi. b.00 1.95 Lebih/Kurang Rp (168.130.00 11.95 275.588.588.000.satker tersebut merupakan pengguna anggaran. Bantuan Dana Kontijensi/Penyeimbang – Pusat Lain-lain Bantuan Pemerintah Pusat Dana Darurat Lain-lain Pendapatan yang Sah Pen.00 Lebih/Kurang Rp Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi: 1) Bagi Hasil Pajak Propinsi 2) Bantuan Keuangan dari Propinsi Jumlah bagi hasil & bantuan Propinsi 15.000. Lain-lain Pendapatan yang Sah Lain-lain Pendapatan yang Sah adalah penerimaan daerah selain yang telah dikelompokkan di atas.928.928.00.312.000. Belanja Modal.200.397. 5.313. dimana Satker.95 Realisasi Lain-lain Pendapatan TA 2007 sebesar Rp1.300.95 atau 577.800.00) 1.020.000.000.000.312.00 29. Kelebihan Pembyrn PPh Pasal 21 Gaji PNS Jumlah Lain-lain Penerimaan yang Sah Anggaran Rp 275.00 21.300.200.531.000.00 atau 133.209.397.00.95 1. c.397.000.000.900.602.00 5.312.200.76 % dari anggaran sebesar Rp21.110.209.397. 34 .1.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 c.824. Belanja Tidak Terduga (BTT) dan Belanja Transfer/Bagi Hasil ke Desa.331. Dalam TA 2007 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terdapat sebanyak 38 Satker.331.00 6.00 7.130. 3.694.928.714.000.481.900.300.

514.638.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Anggaran dan realisasi belanja daerah TA 2007 sebagai berikut : Belanja Daerah : 1. c.000.573.421.432.155.00 216.672.486.067.307.440.000.00 Lebih/Kurang Rp (24. Belanja Operasi Belanja Modal Belanja Tidak Terduga (BTT) Belanja Transfer / Bagi Hasil Anggaran Rp 423.690.607.741.000.00 492.705.147.486.998.191.00) (12.692.240.00 170. Belanja Operasi Belanja Operasi Kabupaten Kulon Progo meliputi Belanja Pegawai.00 22.649.699. g.00 398. 1.29) Jumlah Belanja Operasi 35 .00) (510.254.079. sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Sistem Pengendalian Intern Nomor 3.217. Hibah dan Bantuan Sosial dengan realisasi TA 2007 sebagai berikut : Belanja Operasi : a.00 22.00 82. 2.000.686.831. Subsidi.876.00 1.00 termasuk didalamnya adalah realisasi belanja pada Sekretariat DPRD sebesar Rp7.63) (7.00 423.838. b.000.954.000. belum termasuk didalamnya pengeluaran dalam rangka pengelolaan dana Community Development (CD) yang berasal dari pemerintah propinsi sebesar Rp4.067.00 537.66) (423.34 170.00.71 93.823.361.392.00 7.293.000.000.398.945.190. 3.954.759.782.285.00 7. f.500.284.397.000. Atas realisasi belanja tersebut.00) (44.229.649.582.726.00 95.345.71 Realisasi Rp 398.304.64% dari anggaran sebesar Rp537.854.102.00) (24.000.146.000. Pelaksaan pengelolaan keuangan tidak tertib.441. 4.00 111.305.475.190.398.055.000.00 yang tidak dapat diyakini kewajarannya karena pengendalian intern yang lemah.852.500.29) (18.840. d.37 74.685.649.726.809.29) Jumlah Belanja Daerah Jumlah realisasi belanja daerah TA 2007 sebesar Rp492. Belanja Pegawai Belanja Barang Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan Anggaran Rp 309.00 1.686.00 108.991.932.703.945.782.107.997.032.258.896.547.017.00 sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nomor 4.525.71 Lebih/Kurang Rp (16.582.432.229. Bunga.480. e.186.121.080.000.228. Belanja Barang.705.093.00 2.71 atau 91.000.00) (2.398. Realisasi belanja sebesar Rp537.00 Realisasi Rp 292.945.378.

365.00 93.102.00 30.284.265.385.726. Tanah Peralatan & Mesin Gedung & Bangunan Jalan.432.782.14% dari anggaran Rp423. Dengan demikian.00 39.480.480.542. Irigasi.000. Irigasi dan Jaringan.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Realisasi Belanja Operasi TA 2007 sebesar Rp398.782.00 23.00.255. b. adalah sebagai berikut: 36 .762.251.182.00 940.928. termasuk Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Berkenaan.573.854.00 20. dan pelaksanaan kewenangan daerah selainnya yang telah disebutkan di atas.557.00) (7.00 2.263.521.616.1.808.120.396.070.726.496.86.5% dari anggaran sebesar Rp22.000. belanja operasi yang dicatat dalam LRA adalah overstated. Realisasi BTT TA 2007 sebesar Rp216.170.00) (3.00 atau 9.818.00) (1.228. Belanja Gedung dan Bangunan.00.975.00 36.3 Pembiayaan Pembiayaan Daerah meliputi Penerimaan Daerah dan Pengeluaran.809. 2.00 Realisasi Rp 5.685.064.968.289.00 (18.00 37.00.00 sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nomor 5.191.961.025.018.85% dari anggaran sebesar Rp111.055. 3.120.970. c.685.843.093.765.060. Belanja Aset Tetap Lainnya dan Belanja Aset Lainnya dengan realisasi TA 2007 sebagai berikut : Belanja Modal a. Jaringan Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya Anggaran Rp 9. dengan anggaran dan realisasi TA 2007.570.360.854.582.71 atau 94.000.641. Belanja Tak Terduga (BTT) Belanja Tak Terduga (BTT) dialokasikan dalam APBD dalam rangka penanganan akibat dari bencana alam. 5.00) - Jumlah Modal Realisasi Belanja Modal TA 2007 sebesar Rp93. f. Belanja Jalan.00 atau 83.00 111.054.831.00) Lebih/Kurang Rp (3.529.378.985. Belanja Modal Belanja Modal Kabupaten Kulon Progo meliputi Belanja Tanah.759.550.998.539.705. Realisasi belanja tersebut termasuk belanja Barang dan Jasa pihak ketiga pada Dinas Pendidikan direalisasikan untuk bantuan dan membiayai kegiatan Dinas Pendidikan minimal sebesar Rp4. d.00) (3.500.954. Belanja Peralatan dan Mesin.102.075. e.

350.224.206. Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yg Dipisahkan Pinjaman Dalam NegeriPemerintah Pusat .30) 55.013.00 8.000.000.388.391.00 8.715.697.246. e.50) Lebih/Kurang Rp 13.284.674.65 Realisasi pembiayaan daerah TA 2007 sebesar Rp25.50 8.294.350.50 - Realisasi Rp 33.929.715.20) Jumlah Pengeluaran Realisasi pengeluaran pembiayaan tersebut termasuk pengeluaran untuk penguatan modal koperasi simpan pinjam sebesar Rp1.225. Pinjaman Dalam Negeri – Penerimaan Pinjaman dari Obligasi Penerimaan dari Piutang Anggaran Rp 30..20) (5.412.323.50 Realisasi Rp 30. Jumlah Penerimaan 2.783.013.00 2.225.800.783.50 39.70 atau 81..103.519.942.00 yang direalisasikan setelah berakhirnya tahun anggaran 2007.00 8.929.737.00 91.664.800.823.80 25. d.982.000.715.391.80 2. b.621. sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas 37 .224.621.324.294.00 Realisasi Rp 5.70 55.00 30.206.700.65 Lebih/Kurang Rp (5.500.412.603.854.982.678.737.000. d. SILPA . Pengeluaran Pembiayaan Realisasi pengeluaran pembiayaan TA 2007 sebagai berikut : Pengeluaran Pembiayaan : a.00 92.50 8.620.50) (612.350.000.167.978..350.933.276.000.. c.387.727.50. e. 1.313.350.427.20) (612.00 33.103.801.167.000.000.00 - f.264.697.350.80 Lebih/Kurang Rp (612.276. c.000.324.801.50) (5.50 (5. Penerimaan Pembiayaan Realisasi penerimaan pembiayaan TA 2007 sebagai berikut : Penerimaan Pembiayaan : a.674.374.489.75% dari anggarannya sebesar Rp30.00 2.284.942. Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda Pembayaran Utang Pokok yang Jatuh Tempo Penguatan Modal Dana Talangan/Pinjaman Anggaran Rp 0 5. Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Neto SILPA Anggaran Rp 39.000. b. Penerimaan Pembiayaan 2.634.519.350.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Pembiayaan: 1.284.593.000.

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) TA 2007 dan 2006.370.835.941.95 448.276. 2) Pembiayaan : a) Penerimaan Daerah b) Pengeluaran Daerah Surplus (Defisit) Pembiayaan : a) – b) 3) Sisa Lebih Perhitungan Anggaran : 1) + 2) 33.00 30..837.059.224.155.000.67 31.954.00 757.706.500.00 58.329.000.284.00 426.603.99 12.49 2007 Realisasi (Rp) 2006 Realisasi (Rp) Realisasi Silpa tersebut termasuk pengeluaran untuk penguatan modal koperasi simpan pinjam sebesar Rp1.737.00 55.538.120.782.840.371.610.284.802.00 11.641.000.66 448.65 47.350.764.817.816.516.138.862.391.530.65 dan Rp31.391.407.000.50 8.982.519.294.916.99 18.500.492.483.00 yang direalisasikan setelah berakhirnya tahun anggaran 2007. 55.727.350.782.084.594.26 30.887.737.681.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nomor 6.642.407.000.411.189.909.876.180.928.982.80 25.929.26 458.407.802. Dengan demikian.28 990.613.697.68) 2007 Realisasi (Rp) 2006 Realisasi (Rp) Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) TA 2007 dan 2006 masingmasing sebesar Rp.936.982.297.000.371.264.929. 3.00 62.642.937.94 (10.65 31.37 5.000. sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan 38 .99 tersebut.391. dapat dirinci sebagai berikut : Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) : 1) Pendapatan dan Biaya : a) Realisasi Pendapatan b) Realisasi Belanja Surplus (Defisit) Anggaran : a) – b) .63 4.000.022.097.412.013.111.642.100.47 5.817.00 20.336.37 3.99 522.00 25.000.000.929.949. dengan rincian sebagai berikut : Rincian SILPA : 1) Sisa Kas di BUD/Kas Daerah 2) Rekening Giro Bank 3) Kas di PK 4) Sisa UUDP sudah disetor 5) Deposito 6) Tabungan 5) Sisa Dana RSUD 6) Sisa Kas di PK 2004 7) Sisa belum disetor 8) Sisa UUDP Setda 2005 9) Uang hilang di BPKD 10) Sisa UUDP Setda 2006 Jumlah 13.70 55.80 42. belanja operasi yang dicatat dalam LRA adalah overstated.

63 39 .941.250.02.936.835.00 18.651.075.3.053.598.954.332.000.650.030.1.600.239. karena diakuinya pengeluaran penguatan modal kepada koperasi yang direalisasikan setelah berakhirnya tahun anggaran sebagai realisasi pengeluaran pembiayaan tahun anggaran 2007.954.239. baik berupa uang tunai maupun dana yang ditempatkan di bank dalam bentuk rekening giro.587.00 49.1.02.752.65 6.00 4. b.090.00 8.929.00001-0 Rekening Giro No.00 23.645.86 4.63 58.00 22.407.816.00003-1 Rekening Giro No.02.00 18.133.078. 20. 20.02.000.1.00007-7 Jumlah Rekening Giro 2007 Rp 6.00004-6 Rekening Giro No.02.297. 20.729.861.000.28 426.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Perundang-Undangan Nomor 6.29 2. 20.00 361.1.904. PENJELASAN POS-POS NERACA 5.000.1.000.437.00006-5 Rekening Giro No.000.651.589.000.336.239.174.982.684.37 12.960.00 92.65 2006 Rp 23. Silpa yang disajikan bukan merupakan silpa riil. Kas di Kas Daerah Akun ini menggambarkan saldo Kas Daerah yang dikuasai oleh Bendahara Umum Daerah/Pemegang Kas Daerah (BUD/PKD). dengan rincian saldo per tanggal 31 Desember 2007 dan 2006 sebagai berikut : Kas di Kas Daerah a) b) c) Rekening Giro Rekening Tabungan Deposito Jumlah Kas di BUD/PKD 2007 Rp 18.150.00 297.370.030.02. 20.936.13 117.210.00 55.949.941.1. 20.276.99 31.285.99 a.603.1.315.27 117.600.4 Aset 1. tabungan maupun deposito.00 1. Rekening Giro Rekening Giro : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Rekening Giro No.3.645.28 2006 Rp 9.642.00005-3 Rekening Giro No. 20.278.603.793.131.361.530.37 30.29 39.917. Dengan demikian.589.361.904.391.00 11.043.824.02.488.835.00 Rincian dari masing-masing rekening adalah sebagai berikut: 1.00001-1 Rekening Giro No.771.825.075. 20. Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Jumlah Kas dan Bank 2007 Rp 49. Kas dan Setara Kas Kas dan Bank a.743.00052-2 Rekening Giro No.074.743.138.530.07 1.02.00 425.65 2006 Rp 11.837.606.

000.350.00 7.000.00 214.916.000.000.00 30.995.00 12.00 14.920.681.539.181.840.37 2007 Rp 30.470.00 1.332.000.00 499.000.416.440.00 98.593.636.00 5.949. Deposito Deposito : 1) 2) Bank BRI Bank Pasar Jumlah Deposito b.00 762.000.659.00 200.00 29.110.00 32.000.899.136.492.000.816.759.00 479.278. Rekening Tabungan Rekening Tabungan : 1) Tabungan No.820.800.150.816.000.994.717.000.055.585.370.00 3.361.00 40 .00 305.782.350.00 2.748.138.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 2.00 8.02.510.297.37 426.00 302.078.598.483.00 2006 Rp 58.37 2006 Rp 5.141.275.594.37 58.717.000.119.525.148.027.731.090.411.667.160.297.00 9.173.000.653.476.691.00 43.00 7.264.938.00 191.163.08857-0 Jumlah Rekening Tabungan 2007 Rp 426.00 1.053.00 2006 Rp 2.095.790.00 1.00 2.928.00 8.00 55.383.949.190.99 Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran pada masing-masing SKPD adalah sebagai berikut: 1) Kas di PK SKPD 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 DPRD Setwan Bupati Sekertariat Daerah BPKD Badan Pengawasan Daerah BAPPEDA Badan Kepegawaian Daerah Kantor Pol PP Kantor Arsip Daerah Kantor Humas Kecamatan Temon Kecamatan Wates Kecamatan Sentolo Kecamatan Kokap Kecamatan Girimulyo Dinas Pertanian dan Kelautan Dinas Perindagkoptam Kantor Pengelola Pasar Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans 2007 Rp 251.99 3.00 5.00 515.50 28.000.1.138.125. Kas di Bendahara Pengeluaran Akun ini mengggambarkan saldo / sisa dana anggaran per 31 Desember 2007 dan 2006 yang belum disetorkan ke Kas Daerah oleh para Pemegang Kas pada Satuan Kerja Perangkat Daerah dengan rincian sebagai berikut: 1) Kas di Bendahara Pengeluaran: 1 2 Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Kas Swadana Jumlah Kas di PK SKPD 2007 Rp 990.088.00 6.266.641.00 2.140. 22.00 2006 Rp 4.000.184.000.706.000.00 3.101.020.

120. b. c.761.021. Dengan demikian.068.695.000.25 3.816.000.350. kas dan setara kas yang dicatat pada Neraca per 31Desember 2007 adalah understated. Piutang Akun ini menggambarkan hak Pemerintah Daerah yang sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 dan 2006 belum diterima.000.00 3.100.00 55.00 976.000.00 990.641.916.00 62.00 5.000.00 52. Temon Cabdin Pend Kec.727.00 4. dengan rincian sebagai berikut : Piutang : a.292.00 2.697.00 0.00 Nilai tercatat kas dan setara kas tersebut belum termasuk kas penguatan modal koperasi simpan pinjam sebesar Rp1. Lendah Kecamatan Samigaluh Kecamatan Giri Mulyo Kantor Perpustakaan Umum Kantor Kesbanglingmas Sub Jumlah Kas di PK SKPD Kas di PK BPKD Tahun 2005 Sisa UUDP Setda Tahun 2004 BPKD (uang hilang) Sisa perhitungan 2003 Sisa UUDP Setda 2005 Sisa UUDP Setda 2006 Jumlah Kas di PK SKPD 2) Kas diKas Swadana a) Kas RSUD Wates di Bank Jumlah Kas di RSUD Wates 95.120. sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nomor 6.000.312.000.928.25 41 .00 0.00 yang direalisasikan setelah berakhirnya tahun anggaran 2007.053.456.00 2007 Rp 5.565.00 4.00 757.492.411.370.428.189.028.903.801.725.984.00 0.594.50 100.506.171.930.477.908.753.121.00 12.840.00 6.049.00 4.610.350.681.343.438. Panjatan Dinas Pekerjaan Umum Dinas KPM Dinas Perhubungan Kantor Pedal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cabdin Pend Kec.500.816.610.371.447.068.483.00 14.00 4.00 3.915.00 3.00 32.00 2.000.521.312.49 25.619.25 14.756.500. 2.00 382.00 13.429.696.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Dinas Pendidikan UPTD SKB Cabdin Pend Kec.178.725. Pajak Daerah Retribusi Daerah Lain-lain Jumlah Piutang Bruto Cadangan Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang Neto 2007 Rp 14.483.000.015.001.00 29.00 185.084.00 0.988.438.655.594.99 2006 Rp 3.00 16.370.840. d.00 21.775.641.00 20.894.264.077.00 10.961.00 2006 Rp 6.00 7.350.681.866.

564.619.00 2.816.312. dengan rincian sebagai berikut : Piutang Pajak : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Hotel Restoran Hiburan Reklame Penerangan Jalan Bahan Galian Golongan C Lainnya Jumlah Piutang Pajak 2007 Rp 3.25 6.850.483.000.294.477.00 6.712.138. yang sudah diterbitkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) atau dokumen yang dipersamakan namun sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 dan 2006 belum dibayar oleh Wajib Retribusi bersangkutan.00 804.00 5.563.00 250.00 66.00 480.551.00 60.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 a.762.120.00 2006 Rp 1.00 3.930.081.768.136. Piutang Retribusi Piutang retribusi adalah hak Pemerintah Daerah atas pendapatan retribusi tahun berkenaan.521.915.756.786.00 14.270.999.00 504.00 3.483.807.400.296.00 1.550.801. Piutang Pajak Piutang pajak adalah hak Pemerintah Daerah atas pendapatan pajak tahun berkenaan.00 42 .009.439.727.939. dengan rincian sebagai berikut : Piutang Retribusi : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Piutang Perawatan dan obat pasien Bon Obat Karyawan Klaim Gakin Jamkesos Klaim Askes Maskin Klaim Askes PNS Selisih Biaya Pelayanan Pasien Gakin Klaim Asursani Tafakul Klaim Gakin APBD Rawat Inap dan Rawat Jalan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Jumlah Piutang Retribusi 2007 Rp 137.105.436.557.570.021.25 b.961.894.00 2006 Rp 120.696. yang sudah diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) namun sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 dan 2006 belum dibayar oleh Wajib Pajak bersangkutan.00 60.00 11.287.

00 4.648.186.000.500. e. Alat Tulis Kantor (ATK) Hewan Ternak Ikan dan Benih Ikan Bibit Tanaman Obat-obatan Medis Lainnya Jumlah Persediaan 2007 Rp 142.000.263.739. sebagai berikut : Persediaan : a.00 dan Rp710. d.300.000.00 406.919.682.750.655.00 427. 3.573.500.499.000.000.000 382.000.00.944.00 merupakan sisa dana talangan untuk pengadaan tanah yang dipakai untuk perumahan PNS di kabupaten Kulon Progo yang semula sebesar Rp 1.00 10.100.037.00 4.00 dan telah dikembalikan sebesar Rp 1.693.00 17.000.302.268.010. Persediaan Saldo akun ini menggambarkan jumlah persediaan barang yang mempunyai sifat habis pakai dan diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional Pemerintah Daerah. Piutang Lain-lain Piutang Lain-lain adalah piutang/tagihan yang timbul dari pinjaman penguatan modal kepada usaha kecil dan mikro yang disalurkan melalui satuan kerja perangkat daerah dan lembaga lain.00 205.488.21 551.46 0.000.00 5.550. b.050.00 601.00 4.00 482.925.000.000.00 3.881.000.869.984. Piutang Lain-lain : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Dinas Pertanian dan Kelautan Dinas Nakertrans Dinas Pendidikan Dinas Perindagkoptam Bank Pasar KOPPAS PT. c.028.00 2006 Rp 710. Tiga Pilar Bagia Jumlah Piutang Lain-lain 2007 Rp 382.161.000.00 2.061.268. f.441.00 Piutang Pemda pada PT Tiga Pilar Bagia sebesar Rp 382.000.000.024.221.499. dengan rincian saldo per 31 Desember 2007 dan 2006. Persediaan Alat Tulis Kantor (ATK) Saldo persediaan Alat Tulis Kantor (ATK) sebesar Rp142.357.181.565.00 2006 Rp 3.766.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 c .693. serta barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual/diserahkan dalam rangka pelayanan masyarakat yang masih berada di Satuan Kerja.46 adalah pengadaan TA 2007 dan 2006 yang sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 dan 43 .694.67 a.00 120.739.00 177.000.186.819.

990.00 dan Rp406. Persediaan bibit tanaman sebesar Rp177.000. baik dalam kelompok BAU maupun BOP.500. c.500.702.500.412.00 54.061.00 1.907.382.702.025.065.27.00 8.Bibit Buah Naga .488.750.694.465.00 7.21 1. Persediaan tersebut berada pada Dinas Pertanian dan Kelautan.359.00 12. Persediaan Bibit Tanaman Saldo persediaan bibit tanaman per 31 Desember 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp177.Panili UGM .00 120.Durian Menoreh .604. b.037.000.00 dan Rp4. belum terpakai habis.061.Kelapa .351. Persediaan tersebut berada pada Dinas Pertanian dan Kelautan.965.000.00 2.00 4.00 2.Lada .00 2 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 70.829.800.445.520.00 210.00 1.357.921.Jeruk .00 3.000.00 101.587.357.Rambutan .000.134.00 dan Rp120.21 44 .488. Pengadaan ATK tersebut oleh masingmasing Satker dilakukan melalui Belanja Barang dan Jasa.000.00 per 31 Desember 2007 terdiri dari: 1 Bibit Tanaman .000.351.00.Panili Jumlah Persediaan Bibit Tanaman Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 896.000.094.587.719.Stek Buah Naga .00 2006 Rp 332.00 177.00.000.Mangga .00 7.000.061.Durian Menoreh Seling Tanaman . Persediaan Ikan dan Benih Ikan Saldo persediaan ikan dan benih ikan per 31 Desember 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp601.000.025.00 e.263.Jeruk .037.854.Rambutan . dengan rincian sebagai berikut : Persediaan Obat dan Alat Kesehatan 1) 2) 3) 4) Puskesmas di seluruh Kabupaten RSUD Wates Gudang Farmasi Pelayanan Kesehatan Hewan Jumlah Persediaan Obat dan Alat Kesehatan 2007 Rp 160.802.000.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 2006.759. Persediaan Obat dan Alat Kesehatan Saldo persediaan obat dan alat kesehatan pakai habis per 31 Desember 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp3.Mangga .

45 46.221.45 2006 Rp 30.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 f.00 33.00 19.250.905.680.970.500. Investasi Jangka Panjang Akun ini menggambarkan jumlah Penyertaan Modal Pemerintah Daerah (PMPD) Kabupaten Kulon Progo pada Bank dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).234.00 551.281.45 30. b. dengan saldo per 31 Desember 2007 dan 2006.000.00 11.739.320.45 Rincian masing-masing investasi adalah sebagai berikut: a.00 6) Blanko Kutipan/KTP Dukcapil KB Bermas 227.675.739.700.998.000.239.000.SLTP .SMU/K .202.776.00 79.00 .600.859.00 274.586.014.470.SD 9) Barang Pakai Habis di Cab.000.500.925.00 1.233.00 29.00 4.000.428.954.984.016.00 1.00 11.568.065.883.169.818.147.00 106. Persediaan Lainnya Saldo persediaan Lain-lain per 31 Desember 2007 dan 2006 masingmasing sebesar Rp427.818.330.00 Bahan/alat lain di Balai 2) Pembenihan dan Pembibitan 0 5) Bahan/alat Lain di RSUD Wates 124.500.221.818.925.BPKD 15.757.00 3.00 233.00 36. Investasi Nonpermanen Investasi Nonpermanen 1) Pinjaman Kepada Perusahaan Negara 2007 Rp 2006 Rp - 45 .500.00 Jumlah Persediaan Lainnya 427.140. Investasi Nonpermanen Investasi Permanen Jumlah PMPD 2007 Rp 9.00 0.730.147. sebagai berikut : Investasi Jangka Panjang : a.00 dengan rincian sebagai berikut: Persediaan Lainnya 2007 Rp 2006 Rp Persediaan lain-lain terdiri dari : 1) Karcis Retribusi PAD dan blanko perijinan: .00 7) Barang Pakai Habis di DPU Barang Pakai Habis Peralatan 8) Sekolah: .233.500.Kantor Pengelola Pasar 17.500.00 68. dinas Pertalut Kalibawang 11) Barang pakai habis di Puskesmas Bahan Dinas Pertanian 761. dinas Pendidikan Temon 10) Barang Pakai Habis di Cab.00 dan Rp551.Dinas Perhubungan 28.000.147.00 .847.

000.99 370.977. Selo Adikarto Jumlah Investasi Permanen 2007 Rp 10.233.139.000.977.783.000.147.000.750.000.45 5. e. Aset Tetap Akun ini menggambarkan saldo asset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun dan digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum per 31 Desember 2007 dengan rincian sebagai berikut: Aset Tetap : a.099. b.44 146.89 46 .000.750.45 6.000.925.280.281.199.731.000.274.71 11.756.45 Mutasi penambahan dalam Tahun 2007 sebesar Rp5.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 2) 3) 4) 5) 6) 7) Pinjaman Kepada Perusahaan Daerah Pinjaman Kepada Pemerintah Daerah Lainnya Surat Utang Negara Proyek Pembangunan Dana Penguatan Modal Lainnya Jumlah Investasi Nonpermanen 9.00 1. penambahan pada Perusahaan Daerah Air Minum sebesar Rp783.065.359.478.263.064.000.75 96.000.00 36.75 74.000.614.399.857.000.00 merupakan penambahan penyertaan modal pada PD BPR Bank Pasar Kulon Progo dan Bank BPD DIY Yogyakarta masing-masing sebesar Rp2. Investasi Permanen Investasi Permanen 1) 2) 3) 4) 5) 6) Penyertaan pada PT Bank BPD DIY Penyertaan pada Perusahaan Daerah Air Minum Penyertaan pada BUKP Penyertaan pada BPR-Bank Pasar Perusda Aneka Usaha (SPBU) PT.927.065.000.000.45 2006 Rp 8.959.168.139.748.00.89 2006 Rp 118.000.375.575.918.00 749.00 153. d.277.99 334.00 153.00 9.000.00 8.818.281.00 6.000.00 5.131.998.894.901.057.000. g.000.174.184.147. c. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Aset Tetap 2007 Rp 124. Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan. f.177.016.136.777.959.353.684.000.000.998.44 116.000.818.316.000.00 653.666.000.570.000.498.199.00 - b.966.210.00 1.909.00 dan penambahan Penyertaan pada BPR-Bank Pasar sebesar Rp2.00 8.090.925.71 10.00 9.00 30.263.478.000.351.449.

164.44 15.00 0 6.064.00 116.748.894.00 Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.487.777.89 Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.538.549. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo belum mengatur tentang biaya kapitalisasi.280.00 98. Realisasi belanja modal yang diakui dan dicatat sebagai aset tetap termasuk didalamnya realisasi belanja modal yang direalisasikan sebagai bantuan kepada masyarakat.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Nilai aset tetap sebesar Rp749.441.726.00 0 0 38. Penghapusan yang dilaksanakan adalah berdasar pada harga taksiran.812.909.250.00.246.089.250. Penilaian aset belum berdasar pada harga perolehan.191.352.758.00 3.813.550. Dengan demikian.177.959.00 85.75 96.00 38.00 8.934. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Ikhtisar Mutasi Selama tahun 2006 Saldo awal Penambahan Pengurangan 115.89 180.614.819.00 Saldo akhir 118.441.274.99 80.666.748.866.245.905.00 1. aset tetap yang dicatat pada Neraca per 31Desember 2007 adalah understated minimal sebesar Rp2.750.99 370.168.966.211.00 749.359.200.71 37.44 31.89 0 0 77.000.174.162.142.606.245. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Saldo akhir 124.558.927.136.184.371.318.351.00 26.956.575.351.863.131.855.071. sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan nomor 7.000.351.918.901.064.151.00 74.440.75 2.136.00.820.00 0 58.89 47 .066.89 belum termasuk didalamnya aset yang berasal dari kapitalisasi minimal sebesar Rp2.71 10.359.00 653.057.000.00 653.200.090.756.244.399.276.731.718.274.75 74.375.00 49. Dengan demikian.893.00 64.666.290.684.99 334.00 10.057.75 5.418.570. sehingga biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan aset.99 18.745.280.756.375.748.277.821.131.803.71 11.174.246.927.44 116.00.399.210.120.504. hanya nilai fisik yang diakui menambah nilai aset.090.250.900.330.390.909.00 0 0 0 576.44 146.421.614.131.570.684.449.71 62.050.00 334. aset tetap yang dicatat pada Neraca per 31Desember 2007 adalah overstated sebesar Rp 12.357.844.498.196.00 0 297.215.256.779.995.987.099.777.316.763. Mutasi Aset Tetap Tahun 2007 dan 2006 dapat dirinci sebagai berikut: Ikhtisar Mutasi Selama tahun 2007 Saldo awal Penambahan Pengurangan 118.809.163.731.857.894. sebagaimana sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan nomor 8. sehingga nilai aset tidak dapat diyakini kewajarannya sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan nomor 11.614.

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007

a. Tanah Saldo tanah per 31 Desember 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp124.184.210.901,75 dan Rp118.375.090.351,75.
2007 Rp 88.340.171.314,00 9.880.914.522,00 25.963.125.065,75 124.184.210.901,75 2006 Rp 88.340.171.314,00 7.540.719.922,00 22.494.199.115,75 118.375.090.351,75

Tanah 1) 2) 3) Tanah Lapang Tanah Bangunan/ gedung Tanah Pertanian Jumlah Tanah

b. Peralatan dan Mesin Saldo peralatan dan mesin per 31 Desember 2007 dan 2006 masingmasing sebesar Rp96.316.277.857,44 dan Rp74.057.777.894,44 dengan rincian sebagai berikut:
Peralatan dan Mesin 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Alat Kantor dan Rumah Tangga Alat Berat/Besar Alat Angkutan Alat Bengkel dan Ukur Alat Studio dan Komunikasi Alat Kedoteran dan Laboratorium Alat Pertanian dan Perkebunan Alat Lainnya Jumlah peralatan & mesin menurut jenisnya 2007 Rp 37.283.350.843,50 5.194.790.863,00 17.522.013.912,00 2.551.861.237,00 1.937.223.478,00 30.506.868.577,94 1.278.923.946,00 41.245.000,00 96.316.277.857,44 2006 Rp 33.021.652.153,50 4.194.522.863,00 14.203.986.012,00 2.503.123.637,00 976.618.028,00 18.244.201.254,94 872.398.946,00 41.275.000,00 74.057.777.894,44

c. Gedung dan Bangunan Saldo gedung dan bangunan per 31 Desember 2007 dan 2006 masingmasing sebesar Rp146.918.575.966,99 dan Rp116.748.909.666,99
Gedung dan Bangunan 1) 2) 3) Gedung/ Bangunan Tempat Kerja Gedung/ Bangunan Tempat Tinggal Gedung/ Bangunan Lainnya Jumlah Gedung dan Bangunan 2007 Rp 146.011.526.716,99 696.410.250,00 210.639.000,00 146.918.575.966,99 2006 Rp 116.538.270.666,99 210.639.000,00 116.748.909.666,99

d. Jalan, Irigasi dan Jaringan Saldo jalan, irigasi dan jaringan per 31 Desember 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp370.684.168.099,71 dan Rp334.399.359.570,71 dengan rincian sebagai berikut:
Jalan, Irigasi dan Jaringan 1) 2) 3) Jalan dan Jembatan Saluran Irigasi Jaringan dan Instalasi 2007 Rp 267.503.689.301,71 92.971.991.089,00 4.150.373.989,00 2006 Rp 241.380.755.144,71 86.926.100.429,00 4.150.373.989,00

48

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 4) Lainnya Jumlah jalan, irigasi dan jaringan 6.058.113.720,00 370.684.168.099,71 1.942.130.008,00 334.399.359.570,71

e. Aset Tetap Lainnya Saldo asset tetap lainnya per 31 Desember 2007 dan 2006 masingmasing sebesar Rp11.177.498.449,00 dan Rp10.174.927.131,00 dengan rincian sebagai berikut:
Aset Tetap Lainnya 1) 2) 3) 4) 5) Buku Perpustakaan Barang Bercorak Seni dan Budaya Hewan, Ternak dan Tanaman Lainnya Jumlah aset tetap lainnya menurut jenisnya 2007 Rp 9.001.430.602,00 538.742.279,00 1.637.325.568,00 11.177.498.449,00 2006 Rp 8.691.729.352,00 539.992.279,00 943.205.500,00 10.174.927.131,00

5.1.5 Kewajiban 1. Kewajiban Jangka Pendek Akun ini menggambarkan jumlah kewajiban daerah yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun sejak tanggal 31 Desember 2007 dan 2006, yang meliputi Hutang PFK, Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang, dan Lain- lain kewajiban jangka pendek sebagai berikut :
Kewajiban Jangka Pendek : a. b. c. Hutang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang Lain-lain Kewajiban Jangka Pendek Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 2007 Rp 20.440.223,00 94.283.119,39 1.139.438.534,01 1.254.161.876,40 2006 Rp 202.760.915,00 91.387.284,00 740.579.105,00 1.034.727.340,00

Rincian masing-masing kewajiban jangka pendek adalah sebagai berikut:
a. Hutang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK)
Hutang Perhitungan Pihak Ketiga : 1) 2) Potongan PPh 21 DPRD yang belum disetor Potongan Askes Pegawai belum disetor Jumlah hutang perhitungan pihak ketiga

2007 Rp 20.440.223,00 20.440.223,00 2007 Rp 45.693.642,40 47.555.658,33 1.033.818,66

2006 Rp 202.760.915,00 202.760.915,00 2006 Rp 91.387.284,00 -

b.

Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang
Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang: 1) 2) 3) Bag.Lcr.Htg.Jgk.Panjang - Pokok Bag.Lcr.Htg.Jgk.Panjang - Bunga Bag.Lcr.Htg.Jgk.Panjang - Jasa Bank

49

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007
Bag.Lcr.Htg.Jgk.Panjang Commitment Fee Jumlah bagian lancar hutang jangka panjang .

4)

94.283.119,39 2007 Rp 192.073.400,50 857.071.133,51 90.294.000,00 1.139.438.534,01

91.387.284,00 2006 Rp 11.526.243,00 150.639.300,00 7.518.662,00 570.894.900,00

c.

Lain-lain Kewajiban Jangka Pendek
Lain-lain kewajiban jangka pendek : 1) 2) 3) 4) 5) Pengadaan obat-obatan Pengadaan Bahan laboratorium Pengadaan bahan makanan Jasa Medis Lainnya Jumlah lain-lain kewajiban jangka pendek

740.579.105,00

2. Kewajiban Jangka Panjang Akun ini menggambarkan jumlah kewajiban daerah yang jatuh tempo lebih dari satu tahun sejak tanggal 31 Desember 2007 dan 2006, yaitu Hutang Penerusan Pinjaman (Sub Loan Agreement – SLA) Nomor SLA845/DP3/1996 dengan saldo sebagai berikut:
Hutang Jangka Panjang : Hutang Penerusan Pinjaman No.SLA 2007 Rp 971.154.905,82 971.154.905,82 2006 Rp 731.098.278,40 731.098.278,40

845/DP3/1996
Jumlah Hutang Jangka Panjang

Pinjaman tersebut didasarkan atas Perjanjian Penerusan Pinjaman antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Nomor : SLA845/DP3/1996 tanggal 19 Januari 1996. Sumber dana pinjaman tersebut berasal dari Asian Development Bank (ADB) sesuai Loan Agreement Nomor : 1198- INO tanggal 10 Februari 1993 antara Pemerintah RI dengan ADB. Pinjaman tersebut digunakan dalam rangka membiayai Central Java and Daerah Istimewa Yogyakarta Urban Development ( Sector ) Project. Berdasarkan pasal III ayat 3.1 (a) dari perjanjian pinjaman dan surat Menteri Keuangan nomor : S-1664 / MK.17 / 1994 tanggal 26 Desember 1995 Pemerintah telah menyetujui untuk meneruskan kembali pinjaman , sebagian pinjaman yang berasal dari ADB tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Pembayaran angsuran selama 30 kali per setengah tahunan secara prorata tanggal 20 Januari dan 20 Juli dengan angsuran I tanggal 20 Juli 2001 dan berakhir tanggal 20 Januari 2016. Tingkat bunga ditetapkan sebesar 11,75 % per tahun dari jumlah pinjaman yang telah ditarik dan masih terhutang dari waktu ke waktu . Dalam tingkat bunga tersebut termasuk jasa perbankan sebesar 0,25 % untuk bank penata usaha dan dibayar bersamaan dengan pembayaran angsuran.
50

45 653.982.905.506.52 858.016. Ekuitas Dana Lancar (EDL) Ekuitas Dana Dicadangkan (EDC) Ekuitas Dana Investasi (EDI) Jumlah Ekuitas Dana 2007 Rp 62.610.82) 795.929.739.00 (1.00 (971. Ekuitas Dana Dicadangkan (EDC) Ekuitas Dana Dicadangkan (EDC) : 1) 2) Dana Pemberdayaan Masyarakat Desa Tambahan cadangan tahun berjalan Jumlah (EDC) c.892.381.25 2007 Rp 2007 Rp 46.725.154.738.161.892.428.642.034.89 958.45 749.819.77 2006 Rp 50.304.816.068.876.756.761. Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Lancar (EDL) : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Pendapatan yang Ditangguhkan Cadangan Piutang Cadangan Belanja Dibayar Dimuka Cadangan Persediaan Dana yang Hrs Disediakan utk Pmbyr Htg Jgk Pdk Jumlah Ekuitas Dana Lancar (EDL) 2007 Rp 55.254.654.869.233.483. meliputi Ekuitas Dana Lancar (EDL).119.99 14.784.438.686.67 (1.40) 62. b.179.919.312.098.353.883. c.40 683.958.064.147.654.958. Saldo per 31 Desember 2007 dan 2006 dapat dirinci sebagai berikut : Ekuitas Dana : a.278.438.282.837.181.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 5.217.1.441.94 734.584.280.85 Saldo-saldo akun ekuitas dana per 31 Desember 2007 dan 2006 tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : a.837.784.381.483.52 2006 Rp 30.00) 50.738.258.179.25 5.25 795.65 4.258.274.00 4.391.014.174.407.506.818.91 2006 Rp - b.89 0 -731.94 2006 Rp 31. Ekuitas Dana Investasi (EDI) Ekuitas Dana Investasi (EDI) : 1) 2) 3) 4) Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan dalam Aset Lainnya Dana yang Hrs Disediakan utk Pmbyr Htg Jgk Pjg Jumlah Ekuitas Dana Investasi (EDI) 51 .282.6 Ekuitas Dana Akun ini menggambarkan jumlah kekayaan bersih Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.614.353. Ekuitas Dana Investasi (EDI) dan Ekuitas Dana Dicadangkan (EDC).91 683.727.

571.52 23.423.00) 19.837. Aliran kas bersih aktivitas operasi merupakan selisih dari aliran kas masuk dengan aliran kas keluar yang terdiri dari : 52 .085.502.547.929.932.80) 24.99 Saldo awal kas di BUD per 1 Januari 2007 sebesar Rp123.971.323. Pnglr Saldo Akhir Kas di Bend.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 PENJELASAN POS-POS ARUS KAS 5.407. Aliran Kas dari Aktivitas Operasi Aliran kas bersih aktivitas operasi surplus sebesar Rp123.982.087.65.018.47 55.087.95 (93. dapat disajikan sebagai berikut : 1.32 (74.571.877.710.489.172.391.982. Realisasi masing-masing jenis pembiayaan TA 2007 dan 2006.571.910. sebagai berikut : Aliran Kas dari : 1.094.606. Aktivitas Investasi Aset Nonkeuangan.370.65 31.727.15 30.642.905.95 sedangkan saldo akhir kas di BUD per 31 Desember 2007 sebesar Rp55.282. 3.528.50 2006 Realisasi (Rp) 64. Aktivitas Pembiayaan dan Aktivitas Non Anggaran dengan anggaran dan realisasi TA 2007 dan 2006.018.391. 2. termasuk Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun berkenaan. 4. Aktivitas Operasi Investasi Aset Nonkeuangan Aktivitas Pembiayaan Aktivitas Non Anggaran Kenaikan/ Penurunan Kas Saldo Awal Kas di BUD Saldo Akhir Kas di BUD Saldo Akhir Kas di Bend.664.018.629.00) (5.299.Pnrm Saldo Akhir Kas 2007 Realisasi (Rp) 123.547.17 Komponen-komponen arus kas Laporan Aliran Kas menyajikan informasi aliran penerimaan dan pengeluaran kas selama Tahun 2007 dan 2006 meliputi Aliran Kas dari Aktivitas Operasi.700.95 merupakan indikator yang menunjukan kemampuan Pemkab Kulon Progo dalam menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai aktivitas operasionalnya.473.20 8.087.108.380.929.

856.484.26 238.397. Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa j.010. k.066.017. c.32 2.204.000.396. f.427. Aliran Kas dari Aktivitas Investasi Aset Nonkeuangan Aliran kas bersih dari aktivitas investasi adalah defisit sebesar Rp 93.00 4.782.500.192. l.634.865.880.998.209. Pendapatan Hibah Jumlah Aliran Keluar Kas: a.168.502.00 17.145.018.714. Bantuan Keuangan untuk Instansi Jumlah Aliran Kas Bersih dr Aktvts.805.16 933.000. d.500. e.844.525.00 42.168. o.371.802.18 20.113.000.684.956.155.95 522.571.172.448.00 1.37 74.129.700.000.800.355.110. Belanja Pegawai Belanja Barang Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial Belanja Tak Terduga Bagi Hasil Pajak / Retribusi i. n. 53 .234.00 - 2006 Realisasi (Rp) 3.800.00 0.34 170.37 454.972.00 1.035.835. f.826.437.00 107.252.71 123.547.223.067.156.877.095.000.000.473. h.00 mencerminkan adanya pengadaan sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung pelayanan pemerintah di masa yang akan datang.854.00 11.481.199.973.781.95 384. d.28 8.441.500.164. g.430.00 95.366.164.00 344.00 20.229.00 378. Operasi 399.697. h.292. i.082.50 106.400. c.00 216.320.00 1.012.262. Pendapatan Pajak Daerah Pndptn Retribusi Daerah Pndptn Hsl Pglln Kkyn Daerah yg Dipisahkan Lain-lain PAD yang Sah Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil SDA Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Pendapatan Bagi Hsl Pjk dari Propinsi Pndptn Bagi Hsl Lainnya Pndptn Dana Darurat Pndptn Lainnya 2007 Realisasi (Rp) 3.313.17 8.485.567.580.457.196.000.00 0. b.898.982.00 95. j.782.00 m.00 16.000.00 7. b.637. g.00 22.00 448.082.00 32.204.538.000.683. e.147.991.489.421.634.018.000.580.134.58 8.258.94 64.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Aliran Kas dari Aktivitas Operasi : Aliran Masuk Kas: a.00 3.00 3.201.00 12.76 22.474.073.66 292.127.394.605.00 35.000.540.087.000.200.531.00 17.573.856.739.528.000.150.91 1.800.810.

241.528. Aliran Kas dari Aktivitas Pembiayaan : Aliran Masuk Kas: a.548.276. d.aset lainnya 2007 Realisasi (Rp) 2006 Realisasi (Rp) - 74.313.00 2.710.374.00 17.256.00 30.313.600.00 940.00 37.985. jalan.00 36.241.934.820. d.808. Belanja tanah Belanja peralatan&mesin Belanja gdg&bngnn Belanja jalan.200.120. f. b.000. tanah .203. c.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Aliran kas bersih aktivitas investasi aset nonkeuangan merupakan selisih dari aliran kas masuk dengan aliran kas keluar yang terdiri dari : Aliran Kas dari Aktivitas Investasi Nonkeuangan : Aliran Masuk Kas: a.000.273.00 24. alat&mesin Pndptn Penj.00) Jumlah Aliran Kas Bersih dari Aktv.aset tetap Pndptn Penj.863. e. c.873.529.225. c. gdg&bngn Pndptn Penj.313.910.888.00 (93. e. Pencairan Dana Cdgn Hasil Penj.726.580.Dlm Negeri Lainnya Pnrm setoran sisa th lalu Penerimaan piutang 2.370. Pndptn Penj.Dlm Negeri-Pusat Pinj.400. irigasi &jaringan Pndptn Penj.705.000.374. Pndptn Penj.00 3. Aliran Kas dari Aktivitas Pembiayaan Aliran kas bersih dari aktivitas pembiayaan defisit sebesar Rp(5.858.710.00 2.00 253.854.600.745. f.809.500.877.550.854.548.00 93.00 (74.00) Jumlah Aliran Keluar Kas: a.427.473.877.914.284. Aliran kas bersih dari aktivitas pembiayaan merupakan selisih dari aliran kas masuk dengan aliran kas keluar atas aktivitas pembiayaan. Investasi Nonkeuangan 3.Kekayaan Daerah yg Dipisahkan Pinj. b.521. e.542.00 74.00 22.00 2007 Realisasi (Rp) 2006 Realisasi (Rp) Jumlah 54 .423.80)mencerminkan adanya pengeluaran pemerintah yang terkait dengan aliran kas di masa yang akan datang.000. f.818.00 5.170.502.854. b.00 178.102. d.00 20.00 13.914.844.609. irigasi & jaringan Belanja aset tetap lainnya Belanja aset lainnya 2.396.858.

000.680.629. b.037.680.387.085.730.350.737.730.00 91.730.423.00 2007 Realisasi (Rp) 2006 Realisasi (Rp) 55 . d.000.80 1. Penyertaan modal Pemda Pembayaran pokok pinj.284.80 19.500.155.064.00 91.783.037. c.224.370.00 18.284.350.000.284.387.000.680.80 2. Dalam negeri-Pusat Pengeluaran investasi Dana talangan/Pinjaman 5.80) 4.00 18.910.000.00 18.00 5. yang mencerminkan saldo penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak mempengaruhi anggaran.00 8. Realisasi TA 2007 dan 2006 sebagai berikut : Aliran Kas dari Aktivitas Non Anggaran : Aliran Masuk Kas: Penerimaan prhtgn phk ketiga Jumlah Aliran Keluar Kas: Pengeluaran prhtg phk ketiga Jumlah Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Non Anggaran 18.284.80 (5.000. Pembentukan dana cad.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Aliran Keluar Kas: a. e.730.000.037.971.887.20 Jumlah Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan 4.037.680. Aliran Kas dari Aktivitas Non Anggaran Aliran kas bersih dari aktivitas non anggaran nihil.

6 Sentolo Jln. 14. Perwakilan No. 1. 16. Hargorejo. 17. Kecamatan Kalibawang Pantok Wetan. Perwakilan No. Wates 26. 1. Nagung-Toyan No. 1 1. Purbo Winoto No. Adapun domisili dari entitas pelaporan tersebut meliputi : No. 83.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 BAB VI PENJELASAN ATAS INFORMASI-INFORMASI NON KEUANGAN 6. Banjaroyo. 8. Wates Jln. Wates Jln. Gatot Subroto No. 6. Kantor Pengelola Pasar Dinas Kesehatan Jln. Wates Jln. Bendungan. Sugiman. Perwakilan No. Panjatan Jln. Wates Jln. Wates Jln. 1. Sugiman. Wates Jln. Kalibawang Jln. Sentolo – Muntilan Km 28. Perwakilan No. Nanggulan Jln. Galur Botokan. Gerbosari. 6. 23. Watulunyu. 27. Wates Jln. Watulunyu. 4.4 Temon Jln. Dinas Pertanian dan Kelautan Dinas Indagkoptam 27. 20. 25. Samigaluh Jln. Nagung-Brosot No. 1 Wates Ket. 7. Suparman No. 25 Kantor. 9. 11. 4 Wates Jln. 2. 28. 19. Wates Jln. 1. Sugiman. 1.Purworejo Km.1 Domisili Entitas Pelaporan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kulon Progo dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). 3. 10. 21. Lendah Jln. Girimulyo Jln. 15. 1. Dekso-Plono. Perwakilan No. 24. Bhayangkara. Perwakilan No. DPRD Bupati dan Wakil Bupati Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD BPKD Badan Pengawasan Daerah Bappeda Badan Kepegawaian Daerah Kantor Kesbanglinmas Kantor Pol PP Kantor PDE Kantor Arsip Daerah Kantor Humas Kecamatan Temon Kecamatan Wates Kecamatan Panjatan Kecamatan Galur Kecamatan Lendah Kecamatan Sentolo Kecamatan Pengasih Kecamatan Kokap Kecamatan Girimulyo Kecamatan Nanggulan Kecamatan Samigaluh Nama Entitas 2 Alamat 3 Jln. Brosot-Nagung No. Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Kulon Progo dalam tahun 2007 terdiri dari 4 badan. Pengasih No. Jatirejo. Jln. Watulunyu. 2. Perwakilan No. Kokap Jln. 10. Wates Jln. Wates Jln. Perwakilan No. 22. Grigak. Watulunyu. 12. Sentolo Km 8 Jatisarono. 9 Dinas. Pengasih Jln. 5. Jetis. Wates Jln. Wates Jln. Giripurwo. 13. 1. Wates Jln. 18. Ngaseman. 1. Perwakilan No. Wates . 4 56 . Sugiman. Wates Jln. 27. Gedung Kesenian.

M. Marsinggih Drs. Sugiman. MA Tukadi. 31. Sugiman. Wates Jln. Wates Jln.Hum Drs. SH Budi Wibowo. Aspiyah. Wates Jln. Sugiman. 33. Juwardi Suta'at. Beji. Kasdiyono Drs. Sumiran L Bowo Pristiyanto Rudy Widiayatmoko. 34. R Harry Santosa Drs. Sri Hermintarti. SH MM Drs. Ak Hendro Purnomo Sigit. Watulunyu. Eka Pranyata Drs. BA Drs. Watulunyu. Gedung Kesenian Wates Jln. Adapun nama-nama dari Pengguna Anggaran di Kabupaten Kulon Progo sebagai berikut : No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Nama SKPD 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bupati dan Wakil Bupati Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah Perwakilan Rakyat Daerah Badan Pengelola Keuangan Daerah Badan Pengawasan Daerah Bappeda Badan Kepegawaian Daerah Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kantor Polisi Pamong Praja Kantor Pengolahan Data Elektronik Kantor Arsip Daerah Kantor Hubungan Masyarakat Kecamatan Temon Kecamatan Wates Kecamatan Panjatan Kecamatan Galur Kecamatan Lendah Kecamatan Sentolo Kecamatan Pengasih Kecamatan Kokap Kecamatan Girimulyo Kecamatan Nanggulan Kecamatan Samigaluh Nama Pengguna Anggaran 3 Drs. 35. Sugiman. Jalil Ambar Was'an Dra. Watulunyu. Moch Maknun Drs. Sri Utami. S. MM Dra. Bisono Indro Cahyo Drs. Sugiman. 5 010105316 010125558 060066635 010162498 010184127 490018607 490017292 490024694 380003881 490029103 490025231 490017336 490024986 010257778 490020623 490024358 010240722 050067380 490030228 490024564 490028809 010227403 Plt. Watulunyu. HM So'im. R Agus Santosa. Wates 6. Msi Jumanto. 36. Anang Suharsa Ir. 38. 57 .Sos NIP 4 Ket. Tunjungan Wates Jln. 37. Kantor Perpustakaan Umum Dinas Pekerjaan Umum Dinas Dukcapil KB Bermas Dinas Perhubungan Kantor Pedal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jln.2 Pengguna Anggaran Kabupaten Kulon Progo Pengguna Anggaran wajib dan telah menyampaikan laporan keuangan yang telah manjadi tanggung jawabnya selama tahun 2007 kepada Badan Pengelola Keuangan Daerah selaku SKPKD dan dilakukan konsolidasi untuk menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. SH Drs. 55 Wates Jln. Wates Jln. 30. Khudori No. Wates Jln. RSUD Wates Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Pendidikan 32. MM Drs. Ayub Sriyanto Drs. Watulunyu.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 29.

BA Drs. Pembangunan/pengadaan/peningkatan sarana dan prasarana 2.H Mochammad Nadjib. 119. H Darto.00 Rp.240. MT Drs. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pertanian Ditjen Tanaman Pangan Rp. Sarjana Drs. Sabar Widodo Drs. Koperasi dan Pertambangan Kantor Pengelola Pasar Dinas Kesehatan RSUD Wates Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Pendidikan Kantor Perpustakaan Umum Dinas Pekerjaan Umum Dinas Kependudukan Catatan Sipil Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Perhubungan Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs.00 Rp. M. Langgeng Basuki Drs. Sarjana Drs. Dinas Pendidikan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pendidikan Ditjen PLS Rp. Kes.620. M. 5. Musodo Muhammad Mastur.708. M.3 Tugas Pembantuan Disamping penyelenggaraan pemerintah daerah yang telah direalisasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Ramijo Ir. Bambang Heruntoro Ir. Rossajuddin drh. Dr.690.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kecamatan Kalibawang Dinas Pertanian dan Kelautan Dinas Peindustrian. Bambang Pidegso.640. 6. 126.00 ™ Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini 2. Lestaryono. Penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian 58 . Agus Subagya dr. Msi 490015137 490027258 490019803 490027941 140165141 140203301 730002144 130530785 490024826 490026176 490025004 490025004 490024649 080078610 490017972 6.000.00 1. MM Drs.500. Perdagangan. Bambang Haryatno.180. Adapun tugas pembantuan meliputi beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah meliputi : 1.Kes Drs.515.000. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga menyelenggarakan tugas pembantuan yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat.

Pengembangan dan rehabilitasi pertanian dan perdesaan 2.000. Peningkatan produksi.00 1.00 Rp. Pengembangan dan rehabilitasi infrastruktur pertanian dan perdesaan 2. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pertanian Ditjen Perkebunan Rp. Pembinaan dan pengembangan pembangunan perkebunan infrastruktur manajemen 5.490. produktivitas dan mutu produk pertanian 7.630.070. Pengembangan usaha tani komoditas bernilai tinggi/pengutuhan sentra komoditas unggulan bernilai tinggi 4.051. Pengembangan perlindungan tanaman 6. Pembinaan dan pengembangan konsumsi dan keamanan pangan 3.000.00 1. 928.411.500. 2.00 Rp. Pengembangan perbenihan/pembibitan 5.000.000.500.000.00 ™ Peningkatan populasi ternak 59 . 921. 622. Pembinaan dan pengembangan manajemen pembangunan pertanian 8. 320. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pertanian Holtikultura Rp.00 Rp.051. 2. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pertanian Peternakan Rp. Pengembangan penyediaan prasarana dan sarana pertanian 4.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 3.100.

145. evaluasi dan pelaporan 2. Pembinaan administrasi dan pengelolaan keuangan 4.00 Rp.00 ™ Pemberdayaan ekonomi social. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Tenaga Kerja Ditjen Pembinaan dan Penempatan Naker DM Rp. budaya.00 Rp. 500.222.00 1. Penyelenggaraan padat karya produktiv 9.082. Pengembangan pasar kerja dalam negeri 2. 2.000. 210.000.020.566. pelaku usaha perikanan dan masyarakat pesisir 7.00 ™ Pemberdayaan petani. 130. 850. Pembinaan/koordinasi/pelaksanaan monitoring.000.00. 488. pelaku agribisnis dan penyuluhan pertanian 8. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Pertanian Badan Pengembangan SDM Pertanian Rp.00 Rp.00 1. Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Rp.00 Rp.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 6.000. Pembangunan/pengadaan/peningkatan sarana dan prasarana 3.003.000.870.000.657. 363. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Tenaga Kerja Ditjen PHI dan Jaminan Sosial Rp. Pengembangan sistem dan perluasan kesempatan kerja dalam negeri 3.000.000.400. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Kelautan dan Perikanan Ditjen Kelautan. Pemberian dorongan dan penyempurnaan pelaksanaan negosiasi bipartit antara pekerja dan 60 .

934. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Tenaga Kerja Ditjen Pembinaan Pengembangan Masyarakat Kawasan Transmigrasi Rp.00 ™ Pembangunan infrastruktur pedesaan 13. antar pelaku dan antar sektor di wilayah strategis dan cepat tumbuh 11.000.00 ™ Peningkatan kerjasama antar wilayah.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 5.00 1. rencana kerja dan anggaran 2. 3. Penyelenggaraan pelatihan non institusional/ pelatihan keliling (MTU) 5. 6. 374.598.739. rencana kerja dan anggaran 12. Penyelenggaraan program pelatihan kerja berbasis masyarakat 4. Penyelenggaraan pembinaan teknis administrasi 3.00 Rp.000. Dinas Pekerjaan Umum Departemen pemberi Eselon I : : Departemen Pekerjaan Umum Sumber Daya Air 61 .00 Rp.100.600. Pembinaan/penyusunan program. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Tenaga Kerja Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Rp.000.00 Rp. 955.386. Pembinaan/penyusunan program.383.000.000.099.000. 3. pemberi kerja Pembinaan kelembagaan dan pemasyarakatan hubungan industrial Penyelesaian perselisihan hubungan industrial 10. 397. Dinas Pekerjaan Umum Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pekerjaan Umum Cipta Karya Rp.368.

168.000.521.250.00 Rp.PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 Anggaran Realisasi Kegiatan : : : Rp.000.00 ™ Pengembangan dana reboisasi 62 .000.00 ™ Peningkatan pengelolaan (WISMP) irigasi partisipatif 14.856. 8.774.00 Rp.00 ™ Peningkatan pemberdayaan masyarakat perdesaan melalui program pengembangan kecamatan 16.128.000.00 Rp. 3.720. 3. Dinas Dukcapil KB Pemberdayaan Masyarakat Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Dalam Negeri Ditjen PMD Rp.674.000.500.000.250.903. 4. RSUD Wates Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Kesehatan Ditjen Bina Pelayanan Medik Rp.450.500. 959. 1.00 Rp.000. Dinas Pertanian dan Kelautan Departemen pemberi Eselon I Anggaran Realisasi Kegiatan : : : : : Departemen Pertanian Belanja lain-lain Rp.499.000. 8. 1.000.00 ™ Pemenuhan dan peningkatan fasilitas sarana dan prasarana kesehatan rujukan 15.

Hal ini menuntut seluruh komponen jajaran dalam rangka pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan. nyata dan bertanggungjawab. Namun. Dari seluruh pencapaian kinerja yang telah kami sampaikan pada Tahun Anggaran 2007 dapat kaminyatakan bahwa selama Tahun Anggaran 2007 meskipun dengan anggaran yang terbatas. Berbagai permasalahan dan hambatan yang terjadi selama tahun 2007 baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun ekternal telah diupayakan pemecahannya melalui koordinasi dengan instansi terkait serta melalui konsultasi yang dilaksanakan dengan jajaran DPRD. pemberdayan masyarakat serta pelayanan umum telah dapat dilaksanakan dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran (PPA) tahun 2007 yang telah ditetapkan bersama dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 BAB VII PENUTUP Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah mutlak diperlukan akuntabilitas kinerja sebagai wujud dari pertanggungjawaban kepada publik. H. kerja keras dan komitmen segenap aparatur pemerintah daerah yang kesemuanya diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat guna meningkatkan kemampuan dan kemandirian daerah sesuai dengan semangat otonomi daerah yang luas. untuk itu akan kami upayakan sehingga diperoleh solusi sebaikbaiknya. 25 Juni 2008 BUPATI KULON PROGO . agar program yang digariskan itu dapat berjalan sesuai dengan rencana. secara keseluruhan program kerja baik bidang pemerintahan. TOYO SANTOSO DIPO 63 . Wates. kami menyadari belum sepenuhnya permasalahan yang timbul selama tahun 2007 terselesaikan. Keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan dan partisipasi dari segenap potensi dan komponen masyarakat.

Pasal 1 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. 64 . yang didasarkan pada pemahaman dan pengujian atas efektivitas SPI atas pengelolaan keuangan pemerintah daerah. 5. Sasaran Pemeriksaan a. Pengelolaan dan pertanggungjawaban atas saldo. b. Pendekatan Risiko Metodologi yang diterapkan dalam melakukan pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah menggunakan pendekatan risiko.GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN 1. c. RKP Badan Pemeriksa Keuangan Tahun Anggaran 2008. Rancangan dan penerapan Sistem Pengendalian Intern dalam pengelolaan keuangan dan pelaksanaan APBD pada pemerintah daerah. Standar Pemeriksaan Peraturan BPK-RI Nomor 1 Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). serta pertimbangan hasil pemeriksaan sebelumnya. Tujuan Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah bertujuan untuk memberikan Opini atas Kewajaran Laporan Keuangan. Metode Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dilakukan dengan pendekatan-pendekatan berikut: a. b. Dasar Hukum Pemeriksaan a. 4. 3. mutasi penerimaan dan penggunaan dana pada rekening-rekening yang ditetapkan untuk semua transaksi penerimaan dan pengeluaran. c. Pasal 2 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. 2. Pengelolaan keuangan pemerintah daerah dalam melaksanakan APBD 2007 untuk pemberian opini . Hasil pemahaman dan pengujian tersebut akan menentukan tingkat keandalan asersi manajemen dan ketentuan yang berlaku.

dengan mempertimbangkan bahwa pengguna laporan dhi.5 % dan akan dijadikan pertimbangan dalam menentukan kedalaman pengujian yang akan dilakukan. pemeriksa menggunakan metode non statistical sampling dengan memperhatikan kecukupan jumlah sampel yang dipilih baik dari segi nilai rupiah atau jenis transaksinya. Kesimpulan pemeriksaan akan diperoleh berdasarkan hasil uji-petik yang dijadikan dasar untuk menggambarkan kondisi dari populasinya. b) Temuan pemeriksaan akan disajikan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan LKPD. Tingkat materialitas dalam pemeriksaan ini ditetapkan sebesar 0. 6.Penetapan risiko pemeriksaan (audit risk) simultan dengan tingkat keandalan pengendalian (risiko pengendalian) serta tingkat bawaan (inherent risk) entitas yang akan diperiksa digunakan sebagai acuan dalam menentukan risiko deteksi (detection risk) yang diharapkan dan jumlah pengujian yang akan dilakukan serta menentukan fokus pemeriksaan. b. 65 . Pelaporan a) Setiap permasalahan yang ditemukan dalam pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dikomunikasikan dengan entitas yang diperiksa untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat serta untuk memperoleh tanggapan tertulis sebelum disajikan sebagai temuan pemeriksaan. namun tidak berlaku atas penyimpangan yang mengandung unsur kolusi korupsi dan nepotisme (KKN) dan pelanggaran hukum. Standar materialitas di atas terutama berkaitan dengan mutasi pendebetan dan pengkreditan rekening. Penerapan tingkat materialitas pemeriksaan adalah konservatif atau rendah. Materialitas Materialitas dalam pemeriksaan ditetapkan dengan menggunakan persentase atas total saldo rekening yang akan diperiksa. d. c. Uji petik pemeriksaan (sampling audit) Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara melakukan pengujian secara uji-petik atas unit-unit dalam populasi yang akan diuji. DPRD akan memperhatikan aspek legalitas dan ketaatan terhadap ketentuan yang berlaku dalam proses pertanggungjawaban keuangan. Waktu Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dilakukan selama 30 (tiga puluh) hari. Dalam pemeriksaan ini.

7. Kendala Pemeriksaan Data yang diperlukan tidak selalu tersedia 66 . Objek Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintahan Daerah Kabupaten Kulon Progo Tahun Anggaran (TA) 2007 8.

YOG/6/2008 : 25 Juni 2008 .BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO TAHUN ANGGARAN 2007 AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA Nomor Tanggal : 43B/LHP/XVIII.

... HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN……....................................84.. 1......... PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN 2 3 GAMBARAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH….....032......... 2.......361............................................................870............................................ 27 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 2 ............. Pengelolaan keuangan pada Sekretariat DPRD Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp7..........8447...........................285..00 ………………………............................ Pencairan SP2D (GU/TU) bulan Desember digunakan untuk belanja kegiatan bulan sebelumnya minimal sebesar Rp2. 3..........DAFTAR ISI HALAMAN DAFTAR ISI…………………………………………………………………............ Belum ada bukti pengesahan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan.......................00 tidak tertib............ 5 13 13 16 21 Tindak Lanjut...... RESUME HASIL INTERN.................

Namun. Laporan Realisasi Anggaran. BPK-RI tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Sistem pengendalian intern Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terkait dengan laporan keuangan merupakan suatu proses yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai atas keandalan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut: PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 3 . Untuk memperoleh keyakinan memadai. Pengendalian intern tersebut meliputi berbagai kebijakan dan prosedur yang: (1) terkait dengan catatan keuangan. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bertanggung jawab untuk mengatur dan menyelenggarakan pengendalian tersebut. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Kulon Progo per 31 Desember 2007. (3) memberikan keyakinan yang memadai atas keamanan aset yang berdampak material pada laporan keuangan. Oleh karena itu. tujuan pemeriksaan BPK-RI atas laporan keuangan tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan sistem pengendalian intern tersebut. apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Standar pemeriksaan yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI untuk mengungkapkan kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas pelaporan keuangan. (2) memberikan keyakinan yang memadai bahwa laporan tersebut telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan serta penerimaan dan pengeluaran telah sesuai dengan otorisasi yang diberikan. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI melaksanakan pengujian atas sistem pengendalian intern Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Sistem pengendalian intern merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RESUME HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan.

Memberikan masukan kepada Pimpinan DPRD dalam pelaksanaan kegiatan. S.032. Register Negara No. c. Memerintahkan bendahara pengeluaran menutup Buku Kas Umum (BKU) setiap akhir bulan .00.361. Yogyakarta. Pencairan SP2D (GU/TU) bulan Desember digunakan untuk belanja kegiatan bulan sebelumnya minimal sebesar Rp2.M. Tidak menggunakan sisa UP T.1. 3.235 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 4 . 25 Juni 2008 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan BPK RI di Yogyakarta Penanggung Jawab Pemeriksaan. berjalan. Siregar.870. 2. Memerintahkan Sekretaris DPRD selaku pengguna anggaran untuk : a.8447.H.Acc. 3. sebelumnya untuk membiayai kegiatan T.A.E. 2.A.285. d.00 tidak tertib. CFE Akuntan. Pengelolaan keuangan pada Sekretariat DPRD Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp7. Berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut. Secara lebih rinci dijelaskan pada bagian Hasil Pemeriksaan Sistem Pengendalian Intern. BPK RI merekomendasikan Bupati Kulon Progo agar : 1.84. Nelson H. Menegur dan memerintahkan BUD untuk melaksanakan pengesahan atas SPJ SKPD pada Tahun Anggaran berikutnya . Belum ada pengesahan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan . b. Melakukan pemeriksaan atas pengelolaan keuangan minimal tiap tiga bulan sekali. D-17.. Memerintahkan Sekda selaku koordinator pengelola keuangan daerah untuk lebih menertibkan pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah dengan melakukan pengendalian yang memadai mengacu pada katentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .

Gambaran umum atas pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Kulon Progo TA 2007. personalia. Struktur organisasi yang ada mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 84 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 5 . pada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meliputi organisasi. Penyusunan dan pelaksanaan APBD Kabupaten Kulon Progo TA 2007 dilakukan dengan berpedoman pada Petunjuk Pelaksanaan APBD Kabupaten Kulon Progo Tahun Anggaran 2007 yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2006 tanggal 18 Desember 2006. Sistem perencanaan dan penganggaran Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. adalah sebagai berikut : A. Mekanisme perencanaan program dan kegiatan APBD TA 2007 meliputi penjaringan aspirasi masyarakat. dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah. forum komunikasi dialog pembangunan. Perencanaan pembangunan dan penganggaran dalam rangka penyusunan APBD TA 2007 meliputi perencanaan program dan kegiatan yang prosesnya dimulai dari penyusunan Kebijakan Umum dan Prioritas APBD sampai dengan penyusunan dan pembiayaannya. pelaporan/pertanggungjawaban. secara garis besar belum dilaksanakan secara memadai.GAMBARAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN INTERN KABUPATEN KULON PROGO Sistem Pengendalian Intern (SPI) terkait dengan struktur dan proses pengendalian. rapat koordinasi teknis. kebijakan. Tujuan utama perancangan SPI adalah untuk pengamanan aset daerah. perencanaan. Gambaran umum mengenai sistem pengendalian intern dalam penatausahaan keuangan daerah dan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. ORGANISASI Struktur Organisasi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 12 Tahun 2000 Tanggal 28 Nopember 2000 Tentang Pembentukan. dan rapat koordinasi Bidang Perencanaan Pembiayaan Program dan kegiatan melalui mekanisme penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA). prosedur. serta pengawasan dan pemeriksaan. pembukuan dan pencatatan. penyusunan dan penetapan kebijakan umum dan prioritas APBD. dan mendorong dipatuhi dan ditaatinya peraturan perundang-undangan yang berlaku. Organisasi.

dan terbagi kedalam 51 entitas. yaitu dengan menunjuk BPD sebagai Kasda. sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Sebelum terbit dua pedoman pelaksanaan APBD tersebut. Perda tersebut ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah. Dalam pengelolaan keuangan daerah. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 6 . Surat Keputusan Penunjukan BUD dan Kuasa BUD. Sekretariat DPRD. secara teknis adalah merupakan tugas pokok dari Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). dan Surat Perintah Membayar (SPM) beserta rekeningnya untuk dan atas nama Bupati Tahun Anggaran 2007. Bupati juga membuat kebijakan dalam rangka penatausahaan keuangan. 4 (empat) Badan. surat permintaan pembayaran (SPP). Kepala Daerah. 2007. 9 (sembilan) Dinas. 6 (enam) Kantor. Sekretariat Daerah. terdiri dari 15 bidang pemerintahan. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2006 tanggal 18 Desember 2006 Tentang Petunjuk Pelaksanaan APBD T. dan 12 (dua belas) Kecamatan. Secara teknis. Keputusan Bupati tentang Surat Penyediaan Dana (SPD). yang dijabarkan dalam Keputusan Bupati Nomor 858 Tahun 2001 tanggal 8 Desember 2001 tentang Uraian tugas pada unsur organisasi terendah Badan Pengelola Keuangan Daerah. untuk mempermudah pelaksanaan penatausahaan keuangan daerah. Wakil Kepala Daerah. KEBIJAKAN Dalam rangka menatausahakan keuangan daerah dan pertanggungjawaban APBD sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2006. B. Selain dua acuan tersebut. selaku entitas pelaporan. serta penunjukkan pejabat yang diberi wewenang menandatangani kuitansi/bukti penerimaan dana perimbangan. Berdasar pada Perda Kabupaten Kulon Progo diketahui bahwa perangkat daerah pada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terdiri dari 37 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yaitu terdiri dari DPRD. RSU. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah menerbitkan Perda Nomor 11 Tahun 2001 tanggal 8 Juni 2001 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah.Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah.A. Kepala BPKD selaku BUD membuat Surat Edaran Nomor 930/221/2007 tanggal 14 April 2007 tentang Pelaksanaan Akuntansi 2007 pada SKPD. Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo.

SH Drs. PERSONALIA Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meliputi DPRD dan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. melalui urutan pilihan. dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia yang dilaksanakan oleh semua komponen dalam rangka mencapai visi. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Satuan Kerja Perangkat Daerah.Untuk melakukan penatausahaan APBD T. Sudarto Penatausahaan keuangan daerah dilaksanakan oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD). Dalam pelaksanaan Pemerintahan Kabupaten Kulon Progo. DPRD Kabupaten Kulon Progo terdiri dari 35 Anggota. Bupati Kabupaten Kulon Progo menerbitkan Surat Keputusan Nomor 29 Tahun 2007 Tanggal 25 Januari 2007 Tentang Penunjukkan/Pengangkatan atasan langsung bendahara. dengan nama-nama Ketua dan Wakil Ketua sebagai berikut : Jabatan Ketua DPRD Wakil Ketua I Wakil Ketua II Nama Drs. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 7 . Bendahara Pengeluaran. PERENCANAAN Rencana Pembangunan Daerah adalah tindakan masa depan yang tepat. misi dan tujuan yang meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah.2007 pada SKPD. yang dipilih secara langsung oleh rakyat Kulon Progo melalui suatu pemilihan umum secara langsung. Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah. Bendahara Penerimaan dan Bendahara Penerimaan Pembantu Tahun Anggaran 2007. C. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. yaitu Keputusan Bupati Nomor 74 Tahun 2007 tanggal 12 April 2007 tentang Penunjukkan Bendahara Umum Daerah (BUD) dan Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD). BUD dan Kuasa BUD yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati. Kasdiyono H. Bendahara Pengeluaran Pembantu. Pembantu Bendahara Pengeluaran.A. Sumariyo. Kepala Daerah dibantu oleh pimpinan dan staf pada SKPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kulon Progo. D.

RPJMD Tahun 2006-2011 merupakan uraian rincian daftar program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rentang periode 5 (lima ) tahunan terhitung mulai tanggal 24 Agustus 2006 sampai dengan tanggal 23 Agustus 2011 dengan sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang berfungsi sebagai acuan/rujukan penilaian kinerja Bupati pada setiap akhir tahun anggaran dan akhir masa jabatan. Perencanaan pendapatan dan belanja daerah ditetapkan dalam APBD TA 2007 yang kemudian diubah dalam Perubahan APBD. PROSEDUR Prosedur penatausaahaan keuangan daerah TA 2007 di Kabupaten Kulon Progo ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 49 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan APBD Kabupaten Kulon Progo. APBD Kulon Progo Tahun 2007 ditetapkan dengan anggaran defisit yaitu rencana/target penerimaan pendapatan lebih kecil dari target pengeluaran belanja. Dinas Kesehatan. diuraikan Program dan kegiatan Pemerintahan yang tertuang dalam APBD Tahun 2007 mencakup 25 urusan wajib dan 8 urusan pilihan. Buku Jurnal Pengeluaran Kas. Dalam Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 67 Tahun 2007 tanggal 27 Juli 2007 Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2007. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Dinas Pekerjaan Umum.Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Kulon Progo Tahun 2005-2025 ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2007 Tanggal 18 Juli 2007. yaitu Kantor Pengelola Pasar. Buku-buku yang digunakan dalam pelaksanaan sistem dan prosedur tersebut. Sedangkan prosedur dan kebijakan akuntansi ditetapkan dengan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah. Dinas Dukcapilkabermas. E. Buku Jurnal PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 8 . meliputi Buku Jurnal Penerimaan Kas. Defisit tersebut ditutup dari pembiayaan neto. Dinas Perhubungan. Rincian target pendapatan tersebut ditetapkan sesuai dengan dinas yang terkait dengan pendapatan atau SKPD yang mempunyai kewenangan memungut pendapatan berupa pajak dan retribusi. 2007 yang sejalan dengan KUA dan PPAS. dan Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2006-2011 ditetapkan dengan Perda Nomor 17 Tahun 2007 Tanggal 18 Juli 2007. Dalam perubahan APBD tersebut telah ditetapkan target pendapatan yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah. dituangkan lebih lanjut dalam DPA SKPD. Dari penjabaran. Dinas Pertanlaut. Rencana atau target pendapatan per SKPD ditetapkan dalam penjabaran APBD T. serta Rumah Sakit Umum Daerah. Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah.A.

Namun apabila dokumen yang dipersyaratkan tidak lengkap atau melebihi pagu anggaran maka kuasa BUD menolak menerbitkan SP2D. SPP Ganti Uang (SPP-GU) yaitu pengajuan permintaan pembayaran untuk pengganti uang persediaan. SPP dan SPM tersebut kemudian diajukan ke Kepala BPKD sebagai Kuasa BUD untuk diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Hal ini diajukan karena ada kebutuhan SKPD yang bersifat mendesak dan SPP Langsung (SPP-LS) yang merupakan pengajuan permintaan pembayaran kepada pihak ketiga berdasarkan kontrak atau surat perjanjian. Sistem dan prosedur pendapatan adalah sistem dan prosedur yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan kas.29 Tahun 2002. Setiap penerimaan kas disetor sepenuhnya ke Rekening Kas Daerah pada Bank. Lampiran XXXII. Untuk keperluan tertib penatausahaan maka kuasa BUD melakukan pencatatan dokumen melalui PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 9 . Ada beberapa jenis SPP yaitu SPP Uang Persediaan (SPP-UP) yaitu untuk pengajuan permintaan pembayaran uang muka kerja. Bank mengeluarkan STS atau Bukti Penerimaan Kas lainnya yang sah. SP2D yang telah diterbitkan oleh Kuasa BUD untuk keperluan UP. yang formatnya mengacu Lampiran XXX. Proses pengeluaran dimulai dari Bendahara pengeluaran mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang dilampiri dengan daftar rincian rencana penggunaan dana dan beban jenis yang diminta kepada pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) SKPD. Sistem dan prosedur pendapatan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. kemudian oleh PPK-SKPD kelengkapan dokumen SPP diteliti sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. dan Buku Besar Pembantu. Lampiran XXXI. Jaringan prosedur yang membentuk sub sistem penerimaan ini terdiri dari prosedur penerimaan. penyetoran kas dan pencatatan. SPP diajukan untuk memperoleh persetujuan PPK. SPP Tambahan Uang (SPP-TU) yaitu pengajuan permintaan pembayaran untuk tambahan uang persediaan. Setelah disetujui PPK-SKPD menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM). STS atau bukti Penerimaan Kas Lainnya yang sah merupakan dokumen atau bukti transaksi yang menjadi dasar pencatatan akuntansi. Buku Besar.Umum. Perda tersebut ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah. ditetapkan dengan Perda Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Nomor 11 Tahun 2001 tanggal 8 Juni 2001 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Lampiran XXXIII. Sistem dan prosedur yang diterapkan dalam pengeluaran kas adalah mencakup semua transaksi kas melalui pembayaran tunai maupun transfer melalui rekening.SKPD. dan Lampiran XXXIV Keputusan Mendagri No. GU dan TU disampaikan kepada pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran sedangkan SP2D untuk pembayaran langsung diserahkan kepada pihak ke tiga.

serta pelaporan yang dilengkapi dengan salinan jurnal. Bendahara Pengeluaran SKPD kemudian mencairkan uang untuk membiayai belanja keperluan kegiatan SKPD.Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pokokpokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melakukan langkah responsif melalui pemberlakuan Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah dengan ketentuan strategis yaitu proses pengolahan data/informasi keuangan daerah bersifat desentralisasi : • Satuan kerja perangkat daerah menyelenggarakan proses akuntansi sebagai dasar penyusunan laporan keuangan atas pelaksanaan keuangan daerah yang menjadi tanggung jawabnya. dan neraca saldo bulanan. F. buku besar. Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2005. BPKD selaku pengelola keuangan daerah menyelenggarakan proses konsolidasian atas laporan keuangan satuan kerja perangkat daerah dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. BPKD melakukan pengolahan data keuangan konsolidasian untuk tingkat Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Dengan berlakunya Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang–Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. PEMBUKUAN DAN PENCATATAN Pengolahan data/informasi keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam tahun 2007 dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. • Satuan kerja perangkat daerah setiap bulan wajib menyampaikan SPJ dilampiri dengan salinan dokumen jurnal. Satuan kerja perangkat daerah mengolah data/informasi keuangan yang menjadi lingkup tanggung jawabnya dan setiap bulan menyampaikan laporan ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (di samping ke Bupati dan Bawasda) dalam bentuk Surat Pertanggungjawaban (SPJ). Dokumen SPJ tersebut berupa ikhtisar pelaksanaan anggaran dilampiri bukti-bukti penerimaan pendapatan dan pengeluaran belanja. .Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Akuntansi Keuangan Daerah. Register Penolakan SP2D dan Buku Kas Penerimaan dan Buku Kas Pengeluaran. Setelah menerima SP2D. serta pada PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 10 .Register SP2D. buku besar. Berdasarkan SPJ satuan kerja perangkat daerah (setelah proses verifikasi). dan khusus yang bersifat tekhnis administratif diantaranya adalah: .. neraca saldo/sisa.

Neraca SKPD b. yang kemudian akan digabungkan menjadi LKPD sebagai bentuk LPKD Kepala Daerah kepada DPRD. dan Pertanggungjawaban Penerimaan Fungsional. Apabila SP2D telah dicairkan Bendahara. Neraca. dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). kemudian uang telah dibelanjakan ternyata masih terdapat sisa kas. dan catatan atas laporan keuangan atas pelaksanaan keuangan daerah yang menjadi tanggung jawabnya. G. yang terdiri dari Laporan Realisasi APBD (LRA). PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Tahun 2007 disusun dan disajikan dalam rangka memenuhi ketentuan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. misalnya penyajian aset tetap. Laporan Arus Kas (LAK).akhir periode akuntansi menyusun laporan keuangan yang terdiri dari laporan realisasi APBD. Laporan Keuangan SKPD yang harus dibuat meliputi: a. Penggabungan laporan keuangan Satker ini dilakukan berdasarkan prinsip kompilasi. maka Bendahara pengeluaran wajib menyetorkan sisa tersebut ke kas daerah. yaitu penggabungan laporan keuangan secara aritmatis dengan menjumlahkan (akumulasi) saldo pos-pos yang sama. neraca. Selain itu Bendahara Pengeluaran secara administratif dan secara fungsional juga membuat Laporan Pertanggungjawaban Pengeluaran Administratif dan Laporan Pengesahan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 11 . yang mengamanatkan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD berupa laporan keuangan. Bendahara Penerimaan SKPD membuat Laporan Pendapatan berupa Laporan Pertanggungjawaban Penerimaan Administratif. Bendahara Pengeluaran SKPD mempunyai kewajiban untuk mempertanggungjawabkan uang yang dikelolanya. Prinsip Penggabungan Laporan Keuangan Satker Pengguna Anggaran yaitu Satker Pengguna Anggaran selaku entitas akuntansi menyusun LPKD. Saldo aset tetap di Neraca disajikan berdasarkan mutasi aset tetap menurut LRA dengan dilakukan beberapa penyesuaian data Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah. Berdasarkan pembukuan yang dilakukan. dilampiri dengan ikhtisar kinerja dan laporan keuangan Badan Usaha Milik Daerah/Perusahaan Daerah (BUMD/PD). Catatan Atas Laporan Keuangan SKPD Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa data-data yang disajikan oleh SKPD adakalanya tidak selalu akurat. Laporan Realisasi Anggaran SKPD c.

disampaikan BPK-RI kepada Pimpinan DPRD dan Kepala Daerah Kabupaten Kulon Progo. dilakukan oleh Perwakilan BPK-RI di Yogyakarta. disampaikan kepada Kepala Daerah dan ditembuskan kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI). Setelah diverifikasi kemudian oleh SKPD dibuat sebagai bahan penyusunan Laporan Keuangan SKPD. berdasarkan Program Kegiatan Pemeriksaan Tahunan (PKPT) yang disetujui dan disahkan oleh Kepala Daerah. Laporan Arus Kas. Neraca Daerah. Pemeriksaan BPK-RI atas LKPD Kabupaten Kulon Progo dalam rangka pelaksanaan ketentuan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003. yang dalam hal ini adalah Perwakilan BPKRI di Yogyakarta. yang meliputi pemeriksaan atas Laporan Realisasi APBD (LRA).SPJ yang disampaikan ke BPKD. Pelaksanaan pengawasaan oleh Bawaskab Kulon Progo dibiayai dengan dana APBD Kabupaten Kulon Progo. telah dilaksanakan terhitung sejak TA 2003. Sedangkan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) sebagai bentuk pertanggungjawaban Kepala Daerah atas pelaksanaan APBD kepada DPRD. H. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 12 . dan rekomendasi atas permasalahan yang diungkapkan berkenaan dengan kepatuhan terhadap peraturan perundangan-undangan dan ketaatan terhadap pengendalian intern. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Bawaskab Kulon Progo sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan PKPT. berikut rekomendasi atas permasalahan yang diungkapkan. PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN Pengawasan terhadap pelaksanaan APBD Kabupaten Kulon Progo dilakukan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Laporan Surplus Defisit dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). yang dalam hal ini adalah Badan Pengawasan Daerah Kabupaten (Bawaskab) dan Badan Pengawasaan Daerah Provinsi (Bawasprov). Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang memuat opini terhadap LKPD Kabupaten Kulon Progo.

775.00 6.778.00 55.790.00 4.00 441.667.847. Bidang perbendaharaan sudah melakukan verifikasi ulang atas SPJ SKPD yang mengajukan SP2D. sebagai suatu bentuk pengendalian pertanggungjawaban pengeluaran kas.868.976.00 4.692.053.093.339.008.350.828.00 5.480. Daftar SP2D yang diterbitkan diantaranya adalah sebagai berikut : No.422.821.357.00 87.923. melalui kuasa BUD telah menerbitkan SP2D minimal sebesar Rp474.00 5.547.170.365.51.946.00 SP2D Gaji 4.953.636.00 50.966.00 5.339.00 35.323.272.596.024. Syarat ini dipenuhi oleh SKPD untuk mendapatkan SP2D-GU.856. Sesuai dengan ketentuan petunjuk pelaksanaan APBD T.247. 2007.070.484.00 19. dan register pengesahan SPJ belum dibuat.636. Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) selaku Bendahara Umum Daerah (BUD) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 930/221/2007 tanggal 14 April 2007 yang berisi tentang Pelaksanaan Akuntansi 2007 pada SKPD.470.957.995.00 Jumlah SP2D PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 13 .00 24.625.00 75.800. Belum ada bukti pengesahan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan Selama Tahun Anggaran 2007.00 75.024.032.962.00 7.305.415.485.081.263.995. dinyatakan bahwa salah satu syarat pengajuan SP2D-GU adalah SPJ yang sudah disahkan oleh PPKSKPD.00 12.153.868.00 2.041.684. namun atas verifikasi ini tidak ada bukti pengesahan. namun atas SPJ ini tidak disahkan oleh fungsi perbendaharaan pada BUD.796.856.132.730.602.A.00 23.253.559. Sebagai petunjuk pelaksanaan atas ketentuan tersebut dan untuk memudahkan SKPD dalam mencatat setiap transaksi.738.131. SKPD GU/TU/UP/LS 1 DPRD Setwan Gaji dan tunjangan Setwan 2 Setda Bupati Wabup Jumlah Setda 3 4 5 Dinas Perindagkoptam Dinas Kesehatan DPU 1.422.398.00 16.HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN 1.690.00 922.00 353.389.00 18.977.517.778.553.357. Penerbitan SP2D ini dilakukan dengan berdasar pada Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2006 Tanggal 30 Desember 2006 tentang petunjuk pelaksanaan APBD 2007 yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.00 6.378. Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.843.527.

106.374.742.662.345.00 740.408.00 805.00 3.966.571.796.843. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Bendahara Umum Daerah (BUD) telah menerbitkan SP2D GU/TU/LS non gaji minimal sebesar Rp236.387.730.340.00 1.532.123.597.00 674.00 1.938.00 238.00 858.367.045.375.00 2.00 283.51 3.163.00 1.00 1.774.066.383.350.109.00 786.909.00 1.237.No.545.134.196.881.00 189.790. Pengasih Jumlah 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 27 28 29 30 Selama Tahun Anggaran 2007.406.308.305.404.642.410.488.00 840.190.940.335.028.51 dan SP2D Gaji sebesar Rp238.650.00 155.614.00 13.233.970.826.730.00 12.331. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 14 .907.267.140.173.754.599.00 44.862.213.608.756.51.234.196.00 794.00 143.00 144.00 139.00 774.989.393.791.475.00 1.00 879.00 741.00 9.416.307.941.00 156.964.213.00 1.034.721.00 4.960.746.976.00 881.012.00 679.644.00 885.584.827.900.00 1.771.845.126.916.226.00 803.00 126.557.235.027.449.00 2.385.397.928.896.340.00 258.927.558.00 554.311.765.715.915.957.076.246.00 619.657.607.419.00 1. sehingga total SP2D diterbitkan minimal adalah sebesar Rp474.00 695.793.447.459.200.00 474.547.127.00 722.00 3.109.767.266.313. Kokap Kec.587.797.00 701.667.00 2.124.388.068.00 135.033.00 1.467.143.00 352.400.323.00 388.790.947.169.51 Dinas Pertanlaut Dinas Kebudayaan Pariwisata BPKD Bappeda Dishub Disnakertrans Dinas Dukcapilkabermas Kantor Pedal Kantor Pasar Kantor Humas Arsip KPDE Pol PP Kesbanglinmas BKD Bawasda Perpustakaan Kec Wates Kec Panjatan Kec Galur Kec Samigaluh Kec Temon Kec Sentolo Kec.00.406.598.213.00 8.906.695.571.00 1.00 485.549.024.506.392.00 930.598.353.976.933.719.912.00 5.416.545.049.00 811.378.00 467.179.181.722.780.00 184.838.628.091.788.00 49.112.534.102.106.206.637.395.00 1.787.51 5.057.00 510.159.792.748.00 12.494.00 3.417.181.262.00 2.934.145.51 Jumlah SP2D 208.650.732.00 21.00 877. 6 7 8 9 10 11 12 Diknas SKPD GU/TU/UP/LS SP2D Gaji 164.384.372.885.378.932.00 950.269.817.547.215.598.00 236.226. Nilai ini merupakan nilai sampel atas keseluruhan SP2D diterbitkan.901.357.935.544.070.913.554.642.00 1.00 3.100.747.00 939.027.00 552.023.279.088.00 51.140.747.919.00 897.286.679.

Peraturan Pemerintah Nomor 24 tanggal 13 Juni 2005 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. angka : (1) 6. b. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah.Permasalahan ini tidak sesuai dengan : a. Kondisi diatas mengakibatkan pencairan SP2D yang dicatat sebagai realisasi belanja pada Laporan Realisasi Anggaran belum dapat diakui sebagai belanja. untuk tahun berikutnya akan dilaksanakan pengesahan sebagaiman diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005. penatausahaan. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tanggal 9 Desember 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 7 angka (1) PPKD mempunyai tugas sebagai tercantum pada huruf d. 02 Laporan Realisasi Anggaran paragraph 32 yaitu. khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan . (2) 11. Namun demikian. Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak dalam kapasitas sebagai bendahara umum daerah. Atas permasalahan tersebut diatas BUD menyatakan bahwa hal tersebut disebabkan karena pemahaman bahwa pengesahan SPJ hanya dilakukan oleh PPK SKPD berdasar pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2006. yaitu melaksanakan fungsi Bendahara Umum Daerah (BUD). (3) 12. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tanggal 9 Desember 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 1. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 15 . Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan. Pernyataan No. c. pelaporan. pelaksanaan. pertanggungjawaban. Tidak adanya pengesahan SPJ oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan disebabkan oleh pemahaman bahwa SPJ cukup disahkan oleh PPK-SKPD sesuai dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 yang merupakan Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur dan memerintahkan BUD untuk melaksanakan pengesahan atas SPJ SKPD. dan pengawasan keuangan daerah .

SP2D UP/TU/GU yang telah dicairkan digunakan untuk beban pengeluaran DPASKPD yang dananya dipergunakan untuk mengganti uang persediaan yang telah dibelanjakan.2.A.00 Dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan Tahun Anggaran (T. dikeluarkan Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2006 Tanggal 30 Desember 2006 tentang petunjuk pelaksanaan APBD 2007 yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. SPP Tambah Uang Persediaan (SPP-TU) Setelah dokumen SPP dinyatakan lengkap dan sah. Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran menerbitkan SPM untuk kemudian diajukan kepada kuasa BUD untuk dimintakan penerbitan SP2D. SPP ini terdiri dari: a. Untuk memenuhi pembayaran atas belanja yang bukan untuk pihak ketiga dan pengisian uang persediaan.848. SPP Ganti Uang Persediaan (SPP-GU). bendahara pengeluaran mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Penguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran melalui PPK-SKPD. Bendahara dapat mengajukan pengisian uang persediaan berikutnya setelah meng-SPJ-kan minimal 80% dari jamlah uang PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 16 . c. Sebagai petunjuk pelaksanaan atas ketentuan tersebut dan untuk memudahkan SKPD dalam mencatat setiap transaksi. Pencairan SP2D (GU/TU) bulan Desember digunakan untuk belanja kegiatan bulan sebelumnya minimal sebesar Rp2.447. SPP Uang Persediaan (SPP-UP). Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo telah menerbitkan SP2D (UP/GU/TU) yaitu uang persediaan. Sesuai dengan Perda penetapan APBD. Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) selaku Bendahara Umum Daerah (BUD) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 930/221/2007 tanggal 14 April 2007 yang berisi tentang Pelaksanaan Akuntansi 2007 pada SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. 2007.A.870.A) 2007. ganti uang persediaan dan tambah uang persediaan. Atas pengeluaran (belanja) terebut bendahara pengeluaran wajib pempertanggungjawabkan pada bulan berikutnya. b. Sesuai dengan ketentuan Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dinyatakan bahwa berdasarkan pada Surat Penyediaan Dana (SPD). Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 Tahun 2007 tanggal 2 Nopember 2007 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD) Perubahan T. 2007 dan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 38 Tahun 2007 Tanggal 3 Nopember 2007 Tentang Penjabaran Perubahan APBD T.

006.724.848.370.00 merupakan belanja barang dan jasa antara lain belanja perjalanan dinas.889.702.870.089.353.00 Pembayaran belanja sebesar Rp2.376.266.00 Terdapat 4 (empat) SP2D/GU No.00 436.00 62.674.00 1.00 807. Hasil pemeriksaan lebih lanjut atas Pencatatan Pencairan (penerimaan) dan pengeluaran dalam BKU bendahara pengeluaran diketahui bahwa Bendahara SKPD Dinas Kependudukan. Hal ini menunjukkan adanya indikasi pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai scedule pendanaan dan membuka peluang penyalahgunaan keuangan daerah.199.527.00 Pencairan dicatat pada sisi akhir dalam BKU setelah pengeluaran 658.199.00 126.696. honorariun.447.8447.400.911.577. Catatan Sipil dan Pemberdayaan Masyarakat (Dukcapilbermas).098. dan 699 dicatat dalam BKU sisi penerimaan 17/12/07 21.150.00 9 10 Satpol PP Dinkes 111.00 dengan rincian sebagai berikut: Pencairan SP2D (GU/TU) (Rp) 1 2 3 4 5 BKD Disnakertran Setwan DPU Dinas Dukcapilbermas 362.600.703.402.00 Jumlah 8.84.00 Digunakan bulan sebelumnya Jumlah (Rp) 252.406.870.00 77.870.309. 696.00 810.953.150. 682.500.680.556. jamuan (makan dan minum rapat) bulan sebelumnya sejak Januari sampai dengan Nopember 2007.447.999.315 975.012. Dengan mekanisme pengisian kas tersebut seharusnya pencairan dana (SP2D) digunakan untuk mebiayai belanja kegiatan setelah diterima atau dicairkannya SP2D.persediaan yang telah dibelanjakan.353.235 13.621.661.266.972. Hasil pemeriksaan atas pencairan dan penggunaan SP2D (GU/TU) yang dicairkan bulan Desember 2007 serta BKU bendahara pengeluaran pada 10 (sepuluh) SKPD diketahui adanya pencairan SP2D sebesar Rp8.848.702.00 810.00 Keterangan No SKPD 6 7 8 Bappeda Dintanlut Dishub 1.200.00 38. Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan tidak tertib yaitu: PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 17 .947.127.679.781.703.127.00 764.00 133.950.226.452.00 Pencatatan dalam BKU tanpa tanggal penerimaan dan pengeluaran 2.00 1.657.00 digunakan untuk membayar belanja kegiatan bulan sebelumnya sebesar Rp2.

864.245. Bendahara Dinas Kependudukan. 678 dan 738.872.00 228.107.266.00 Nomor dan tanggal penerbitan SP2D 738/GU/SP2D/2007 tgl 17-12-2007 678/GU/SP2D/2007 tgl 13-12-2007 641/GU/SP2D/2007 tgl 10-12-2007 592/GU/SP2D/2007 tgl 28-12-2007 Jumlah b.870. Terjadinya kelambatan dalam penetapan APBD Tahun Anggaran 2007 mengakibatkan pendanaan belanja kegiatan pada awal tahun mengalami hambatan.202. Terhadap PPTK yang belum mempertanggungjawabkan penggunaan uang persediaan tersebut oleh bendahara tidak diperbolehkan mengajukan pernintaan uang persediaan berikutnya. tanggal penerimaan dan pengeluaran sehingga sulit diketahui kapan terjadinya transaksi. 641.036.422.a.353. berarti SP2D tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan sebelumnya dengan tanggal penerbitan dan penerimaan sebagai berikut : Tanggal Penerimaan 19-12-2007 19-12-2007 19-12-2007 19-12-2007 Jumlah (Rp) 229.00 217.A. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 18 .00 134. sedangkan pengeluaran terakhir tanggal 19 Desember.00 810. dinyatakan bahwa penerbitan SP2D paling lambat adalah tanggal 15 Desember 2007. 2007. pencairan SP2D/GU Nomor 592. sehingga terjadi berbagai upaya pemenuhan dana untuk mencukupi belanja pada awal tahun anggaran dari masing-masing SKPD sebelum dapat dicairkannya uang persediaan dan pada akhir tahun terjadi upaya bagaimana caranya untuk menyerap anggaran yang tersedia. diketahui bahwa adanya pemberian uang persediaan dari bendahara pengeluaran kepada PPTK untuk belanja pelaksanaan kegiatan tidak segera dilengkapi bukti pengeluaran sebagai pendukung SPJ. Namun dalam prakteknya. Menurut keterangan bendahara pengeluaran Dinas Perhubungan dan Bappeda perihal pencairan SP2D untuk membayar belanja kegiatan bulan sebelumnya. Catatan Sipil dan Pemberdayaan Masayarakat (Dukcapilbermas) Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2006 Tanggal 30 Desember 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan APBD T. dicairkan tanggal 19 Desember 2007 dicatat dalam BKU pada sisi akhir setelah tanggal pengeluaran. Dinas Kesehatan Pencatatan dalam BKU tanpa nomor pembukuan.

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 19 . Kurangnya pemahaman tentang pentingnya pengendalian yang memadai atas pelaksanaan kegiatan. pemahaman PPK SKPD dan Bendahara penerima/pengeluaran/bendahara pembantu terhadap PP Nomor 58 Tahun 2005 dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 belum optimal. b) Ayat (2) yang menyatakan bahwa pencatatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara kronologis sesuai dengan terjadinya transaksi dan/atau kejadian keuangan.00 menggunakan dana yang tidak bersumber dari APBD. 3. Pasal 232 ayat (3) yang menyatakan bahwa sistem akuntansi pemerintahan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi serangkaian prosedur mulai dari proses pengumpulan data. Pasal 236 a) Ayat (1) yang menyatakan bahwa semua transaksi dan/atau kejadian keuangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah dicatat pada buku jurnal berdasarkan bukti transaksi yang sah. Sehubungan dengan permasalahan tersebut di atas. pengikhtisaran. pencatatan. masih perlu belajar dan pendalaman lebih lanjut serta Penetapan APBD sehingga waktu yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan APBD tahun anggaran 2007 relatif pendek dengan beban pekerjaan yang realtif tinggi sehingga dimungkinkan terjadi kesalahan. sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer.Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah : 1.848. Rendahnya tingkat pengendalian oleh atasan langsung/pengguna anggaran. Pasal 220 ayat (1) yang menyatakan bahwa bendahara pengeluaran secara administratif wajib mempertanggungjawabkan penggunaan uang persediaan/ganti uang persediaan/tambah uang persediaan kepada SKPD melalui PPK-SKPD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya . b. yang disebabkan antara lain. Sekda selaku koordinator pengelola keuangan daerah menyatakan bahwa kondisi pelaksanaan pengelolaan keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo belum sepenuhnya tertib.870. 2. Hal tersebut mengakibatkan realisasi belanja sebelum bulan desember sebesar Rp2. Permasalahan ini disebabkan oleh : a.447.

Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar memerintahkan Sekda selaku koordinator pengelola keuangan daerah untuk lebih menertibkan pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah dengan melakukan pengendalian yang memadai mengacu pada katentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 20 .

pembuatan Laporan Akuntansi dan Lembar Pengesahan oleh PPK SKPD dan pembuatan Laporan Realisasi Anggaran SKPD dan Neraca SKPD oleh PPK SKPD.) 2007.032.00.361.417. sehingga bendahara pengeluaran tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah uang yang diterima oleh masing-masing PPTK dalam satu tahun anggaran. Bendahara pengeluaran tidak membuat buku panjar pendistribusian uang kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).A.00. Sekretariat DPRD mendapatkan alokasi anggaran setelah perubahan sebesar Rp8.361. Pengelolaan keuangan pada Sekretariat DPRD Rp7.502. Hasil pemeriksaan atas dokumen pencatatan yang dilaksanakan oleh Bendahara Pengeluaran dan telaah sistem pengelolaan keuangan pada Sekretariat DPRD (Setwan) menunjukkan hal-hal sebagai berikut: a.032. Pencairan SP2D dalam T. b. dilakukan pencocokan antara bendahara pengeluaran dan PPTK.A. sampai dengan tanggal 25 Februari 2008 masih terdapat selisih yang belum dapat dijelaskan antara pencatatan di bendahara pengeluaran dengan pencatatan di masing-masing PPTK.285.131. Setelah akhir tahun anggaran.00 yang dipertanggungjawabkan sebagai realiasasi belanja sebesar Rp7. Mekanisme pencairan SP2D sudah sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku mengenai Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang ditindaklanjuti dengan Surat Edaran (SE) BPKD Kabupaten Kulon Progo Nomor 930/21/2007 tanggal 14 April 2007 tentang Pelaksanaan Akuntansi 2007 pada SKPD sebagai petunjuk teknis pelaksanaan pencatatan. Karena tidak tertib pencatatan atas pendistribusian uang yang menjadi tanggung jawab masing-masing PPTK.032.285.017. pengikhtisaran dan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Tidak ada penutupan BKU setiap bulan.00 tidak tertib Tahun Anggaran 2007 sebesar Dalam Tahun Anggaran (T. Alokasi anggaran ini berdasar pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2007 tanggal 2 Nopember 2007 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007. Pelaksanaan akuntansi pada Sekretariat DPRD (Setwan) selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengacu pada surat edaran yang diterbitkan oleh BPKD. Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. tidak ada bukti berupa paraf atau tanda tangan penerimaan uang oleh PPTK.559. bendahara pengeluaran secara administratif wajib PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 21 . 2007 adalah sebesar Rp7. Proses pencatatan akuntansi tersebut adalah pencatatan transaksi penerimaan dan pengeluaran pada Buku Kas Umum (BKU) oleh Bendahara Pengeluaran.3.

00. dan pemeriksaan menunjukkan bahwa brankas dalam keadaan kosong/tidak ada uang yang tersimpan. sisa UP atas pencairan SP2D sebesar Rp376.mempertanggungjawabkan penggunaan uang persediaan/ganti uang persediaan/tambah uang persediaan kepada Kepala SKPD melalui PPK-SKPD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. mengakibatkan adanya perbedaaan pengakuan sisa UP. Sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. sisa UP minimal dan pajak adalah sebesar Rp376.641.A.sisa UP Setwan belum disetor. Atas kondisi tersebut.00).099.00 . dokumen laporan pertanggungjawaban yang disampaikan diantaranya adalah Buku Kas Umum dan Register Penutupan Kas. sisa UP Setwan T.078.439.907. antara BKU Bendahara Pengeluaran.00 (termasukpajak). d.731. pertanggungjawaban pengeluaran dana bulan Desember disampaikan paling lambat tanggal 31 Desember.A. Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melakukan pemeriksaan kas yang dikelola oleh Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran sekurang-kurangnya satu kali dalam tiga bulan. e.Rp172.437. c. Nilai ini berbeda dengan BKU dan Laporan Pengesahan. Berdasar pada Lembar Pengesahan.00 (termasuk pajak) sehingga ada selisih sebesar Rp31.086. 2007.454. Berdasar pada BKU. Berdasar pada BKU bendahara pengeluaran. Perbedaan pencatatan antara Bendahara Pengeluaran berdasar pada BKU yang tidak ditutup setiap bulan (sehinga tidak dapat diyakini kebenarannya) dengan Laporan Pengesahan dari PPKSKPD.171.078. Dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 pasal 220 ayat (8) dinyatakan bahwa untuk tertib laporan pertanggungjawaban pada akhir tahun anggaran. Buku Kas Umum seharusnya ditutup setiap bulan dengan sepengetahuan dan persetujuan pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran. bendahara pengeluaran mencatat sisa UP adalah sebesar Rp378. 2007 adalah sebesar Rp238. Sisa UP yang dicatat PPK-SKPD adalah berdasar pada Laporan Pengesahan PPKSKPD yang merupakan pengesahan atas Laporan Pertanggungjawaban dan verifikasi dokumen pertanggungjawaban Sedangkan menurut penjelasan secara lesan dari bendahara pengeluaran.857. diperoleh penjelasan dari Bendahara PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 22 . Tidak ada pemeriksaan kas oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran.00 (Rp410.186.857. Pada tanggal 20 Februari 2008 dilakukan pemeriksaan kas untuk mengetahui riil uang yang ada dalam pegelolaan bendahara pengeluaran Sekretariat Dewan. Perbedaan sisa UP T.439. Laporan Pertanggungjawaban bulan Desember belum dikerjakan.00 yang sampai dengan tanggal pemeriksaan kas dilakukan. penjelasan lesan Bendahara pengeluaran dan Laporan Pengesahan PPK-SKPD.186. Dalam mempertanggungjawabkan pengelolaan uang persediaan.00 (termasuk pajak belum disetor) sedangkan PPK-SKPD mencatat sisa UP adalah sebesar Rp410.

000. Ketika dilakukan konfirmasi.000.00 1.00 788. c.Pengeluaran sebagai berikut : 1. pengeluaran sebelum APBD ditetapkan hanya diperbolehkan atas belanja-belanja yang sifatnya wajib.00 6.000.000.858.272.000. h. 2. i. f.900. d.000.000. d. g.00 5. c.000. BPO Pimpianan DPRD sebesar Honor tenaga kontrak bulan Januari Biaya makan minum rapat Biaya barang dan jasa Plakat SPPD anggota ke Jakarta Kontribusi Tiket Jumlah Februari a b.000. masing-masing PPTK menjelaskan bahwa nilai uang yang belum dipertanggungjawabkan berbeda dengan yang disajikan oleh bendahara pengeluaran. e.00 850.000.000.000.00 Nilai (Rp) 900. Uang tersimpan di rekening giro BPD DIY Cabang Wates dengan rekening Nomor 20. seperti gaji.934. Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BPO Pimpianan DPRD sebesar Plakat Jamuan Tamu Materai Porsekot ATK Porsekot BBM Porsekot Pemeliharaan Gedung Porsekot Biaya Cetak Kunjungan 33 anggota DPRD dan 10 staf Setwan ke Jakarta Jumlah 250.228.9.00 17.000.000.000.000.00 dan Februari 2008 sebesar Rp210.00 digunakan untuk membiayai kegiatan tahun 2008.000.000.300.784.00 1.421.00 210.00 3.000. Uang yang belum dipertanggungjawabkan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sebesar Rp136.00 20.00 16. g.00. f. e.00 15.00 152.000.000.300.00 2.00 dan sampai dengan tanggal 25 Februari 2008 uang tersebut belum disetor ke Kas Daerah.138.000.000. 3. Sisa uang sebesar Rp227.138.02. untuk itu masih dilakukan pencocokan dengan bendahara pengeluaran.500. Pengeluaran atas belanja pada bulan Januari adalah sebesar Rp17.00 400.720.500.00. Rincian pengeluaran tersebut adalah : Januari a b.720. h.00 48.00 850.000.000.000.00187-6 atas nama Bendahara Pengeluaran dengan saldo per 31 Desember 2007 sebesar Rp17.00 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 23 .

terdapat pemberian uang muka sebesar Rp56.900.000.000. pasal 34 yang menyatakan bahwa. terdapat pengeluaran sebesar Rp6.000.00 + Rp5. Kunjungan ini dilaksanakan selama dua hari.000.138.00 + Rp20.720.000. merupakan anggota dari tiga pansus yang dibentuk berdasar Keputusan DPRD Kabupaten Kulon Progo Nomor 23/KEP/DPRD/2007.000.000. 3) Pasal 21 ayat yang menyebutkan bahwa Bendahara Pengeluaran bertanggung jawab secara pribadi atas pembayaran yang dilaksanakannya.000. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. Pimpinan Unit Organisasi Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah yang terbukti melakukan penyimpangan kegiatan anggaran yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang tentang APBN/Peraturan Daerah tentang APBD diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan Undang-Undang. b. Perjalanan dinas ini dilakukan dalam rangka konsultasi pembahasan dan penyusunan Enam Raperda tentang Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 Tentang SOT ke Depdagri.00 yang digunakan oleh satu orang anggota DPRD dari Fraksi Binangun untuk melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.00 atau 72.Dari tabel diatas diketahui bahwa pada bulan Januari.272. Keputusan DPRD Nomor 24/KEP/DPRD/2007 dan Keputusan DPRD Kabupaten Kulon Progo Nomor 25/KEP/DPRD/2007.26% dari pengeluaran sebesar Rp210.76% dari total pengeluaran sebesar Rp17.000.00 (Rp16. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 24 .000. Anggota Pansus yang berangkat adalah sebanyak 33 orang.000.00 atau 36.00 yang diterima oleh saudara Sunardi untuk biaya operasional Setwan Tahun Anggaran 2008.00. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara : 2) Pasal 18 ayat (3) yang menyatakan bahwa Pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berakitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBN/APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud.900. Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan : a.300.000. alokasi pengeluaran bulan Februari juga digunakan untuk membiayai kunjungan ke Jakarta anggota DPRD sebesar Rp152.000.720. yaitu pada tanggal 20 dan 21 Februari 2008. Sampai dengan tanggal 25 Februari 2008 tidak ada penjelasan apakah uang tersebut sudah dibelanjakan seluruhnya atau dibelanjakan sebagian.00 + Rp15. Kemudian pada bulan Februari. Selain uang muka.00) atau 27% dari total pengeluaran sebesar Rp210.

Tidak adanya pengendalian intern yang memadai dari Kepala SKPD selaku pengguna anggaran . Kebijakan Sekwan untuk membiayai kegiatan DPRD menggunakan Persediaan tahun 2007. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 25 .4) Pasal 54 ayat (1) yang menyatakan bahwa Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan material kepada Presiden/Gubernur/Bupati/Walikota atas pelaksanaan kebijakan anggaran yang berada dalam penguasaannya. Pengelolaan keuangan yang tidak tertib tersebut mengakibatkan : a. Terjadi selisih penghitungan sisa Uang Persediaan antara Bendahara Pengeluaran dengan PPK SKPD. 5) Pasal 223 ayat 1 : Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melakukan pemeriksaan kas yang dikelola oleh bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan . 2007 untuk membiayai kegiatan T.032.361. c. 2) Pasal 4 ayat (3) dinyatakan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan.285. Realisasi belanja sebesar Rp7. membayarkan.A. menatausahakan.A. c. Penggunaan sisa UP T. 3) Pasal 10 : dinyatakan bahwa Kepala SKPD bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah menyebutkan bahwa : 1) Pasal 1 ayat 24 : Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima. Permasalahan tersebut disebabkan oleh : a. 2008. Keputusan Pimpinan DPRD memberi perintah melaksanakan kegiatan tanpa mempertimbangkan kesediaan dana. b.00 diragukan kewajarannya. 4) Pasal 220 ayat 1 : Bendahara pengeluaran secara administratif wajib mempertanggungjawabkan penggunaan uang persediaan/ganti uang persediaan/tambah uang persediaan kepada kepala SKPD melalui PPK-SKPD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. sisa Uang c. menyimpan.

pada tanggal 5 Maret 2008 Setwan melakukan tindak lanjut.00 (bukti setor terlampir). PPh 23 sebesar Rp2.102. c. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar memerintahkan Sekretaris DPRD selaku pengguna anggaran untuk : a. berjalan.00. f.00 (bukti setor terlampir).164.934.761. e. PPh 21 sebesar Rp135. Tidak menggunakan sisa UP T.00.461. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 26 . c.00 (bukti setor terlampir). sebelumnya untuk membiayai kegiatan T.A.297. dengan menyetor sisa UP ke Kasda dan pajak ke KPPN. Sekretaris Dewan selaku pengguna anggaran memahami dan sependapat dengan temuan diatas. Tidak adanya buku bantu bendahara pengeluaran yang mencatat pendistribusian pencairan uang ke masing-masing PPTK. Sisa UP sebesar Rp17.948. b. Sehubungan dengan temuan tersebut. Sisa UP sebesar Rp28.371.797.d.A. Sisa UP sebesar Rp162. Memerintahkan bendahara pengeluaran menutup Buku Kas Umum (BKU) setiap akhir bulan . Melakukan pemeriksaan kas atas pengelolaan keuangan minimal tiap tiga bulan sekali. Sehubungan dengan permasalahan tersebut diatas. d.000. b. PP 1 sebesar Rp33. Rincian setoran tersebut adalah sebagai berikut : a.228.000.00.

YOG/6/2008 : 25 Juni 2008 .BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO TAHUN ANGGARAN 2007 AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA Nomor Tanggal : 43C/LHP/XVIII.

..............00...............289.00...............00 tidak 39 berdasarkan harga perolehan.000........................ 6.................... Halaman 2 RESUME LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN..........................A.. Anggaran belanja modal pada 4 (empat) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) direalisasikan sebagai bantuan sebesar Rp12.... 2007 tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan sebesar Rp1......441..........000....................246................. 9.............905............................. 22 Belanja Barang dan Jasa pihak ketiga pada Dinas Pendidikan direalisasikan untuk bantuan dan membiayai kegiatan Dinas Pendidikan minimal sebesar 28 Rp4....................................000....................................... 7 2.. 4..245........................ Pemungutan pajak restoran atas pelayanan makanan dan minuman Sekretariat DPRD tidak tepat dan digunakan langsung sebesar Rp35... 13 Pengelolaan bantuan dana pemberdayaan masyarakat atas program Community Development (CD) dari pemerintah Propinsi DIY sebesar Rp4............................031................402...... 11 Pengelolaan dana Asuransi Kesehatan Warga Miskin (Askeskin) Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp775.................00.................. 8.... Pelaksanaan kegiatan penguatan modal pada koperasi T...... PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 2 ..................................... 7.....00 tidak melalui mekanisme APBD........... HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN.............. 32 Pengakuan belanja modal pada neraca minimal sebesar Rp2......797.264..............000...00......................................................................................................A........................... Pembukaan rekening bank Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menampung dana pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2007 tanpa melalui ijin Kepala Daerah.............758...................... 50 3................000..................148. 4 7 1......800.......00 tidak dilaporkan dalam APBD........00 ........................................... 2007 dicatat sebagai realisasi belanja sebesar Rp977....................000....... 5.968.........DAFTAR ISI DAFTAR ISI…………………………………………………………………......... 41 Uang muka kegiatan infrastruktur T.................350...211...........

..............................890.... 57 12.......... 65 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 3 ......000................802..... 54 11.............00 tidak tepat dan surat pertanggungjawaban tidak lengkap sebesar Rp375.............000.................................00 sehingga tidak dapat diyakini kebenarannya......... Penambahan aset tetap sebesar Rp79......................00 pada neraca Per 31 Desember 2007 tidak sesuai dengan bukti pendukung..............................00 tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan... 61 13............ Penghapusan obat kadaluwarsa/rusak pada Dinas Kesehatan dan RSUD Wates sebesar Rp649............................303......................000............00 tidak sesuai ketentuan..........400...10...... Penilaian penghapusan aset daerah sebesar Rp2.............695..................000..........528......................... Bantuan kepada masyarakat dalam kegiatan fasilitasi pertanahan pada belanja barang dan jasa sebesar Rp440...822...........775..

apabila dalam melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan ditemukan kecurangan dan penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan yang berindikasi unsur tindak pidana. Laporan Realisasi Anggaran. Selain itu. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Kulon Progo per 31 Desember 2007. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI melaksanakan pengujian atas kepatuhan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terhadap peraturan perundang-undangan.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RESUME HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Pokok-pokok temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pelaporan keuangan yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut: 1. peraturan perundang-undangan dan SPKN yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI untuk melaporkan kepada pihak berwenang. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 4 . BPK-RI tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Namun. Pembukaan rekening bank Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menampung dana pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2007 tanpa melalui ijin Kepala Daerah . apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. tujuan pemeriksaan BPK-RI atas laporan keuangan tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan tersebut. Untuk memperoleh keyakinan memadai. Oleh karena itu.

2007 tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan sebesar Rp1.00 pada Neraca Per 31 Desember 2007 tidak sesuai dengan bukti pendukung. BPK RI merekomendasikan Bupati Kulon Progo agar: 1. 6. b. Memerintahkan : a. Memerintahkan BUD menyusun Raperda Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan daerah yang ditindaklanjuti dengan menerbitkan Peraturan Bupati tentang pedoman kapitalisasi aset .2. 3.000. 5.289. Menegur : a. 3.00 . Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat serta Dinas Pendidikan supaya dalam menganggarkan belanja modal sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan . Pengakuan belanja modal pada neraca tidak berdasarkan harga perolehan.968. Catatan Sipil. Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan. Perdagangan.211. Belanja pihak ketiga pada belanja barang dan jasa tidak sesuai peruntukan minimal sebesar Rp4.775.905. Dinas Kependudukan. Kepala BPKD untuk menegur Kepala Bidang Pembukuan supaya lebih teliti dalam menyusun Laporan Keuangan dengan berkoordinasi dengan Bagian PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 5 .350.00. Membuat Surat Keputusan yang berisi tentang Pemberian Ijin dan mekanisme Pembukaan Rekening Bendahara Penerimaan/Pengeluaran pada masing-masing SKPD untuk keperluan pelaksanaan penerimaan/pengeluaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo .758.00 . 6.A. Panitia Anggaran lebih teliti dalam memverifikasi RKA-SKPD untuk penyusunan APBD yang diusulkan oleh masing-masing SKPD. Dinas Pekerjaan Umum. 2.802. Menegur dan memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dalam menganggarkan belanja sesuai dengan pengelompokan belanja yang diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 2005 dan PP Nomor 58 Tahun 2005.890. Menegur dan memerintahkan Kepala Dinas Perindustrian. 4. Koperasi dan Pertambangan supaya dalam merealisasikan anggaran memperhatikan batas waktu tahun anggaran . Anggaran belanja modal pada empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) direalisasikan sebagai bantuan sebesar Rp12.000. Berdasarkan temuan tersebut.264. Pelaksanaan kegiatan penguatan modal pada koperasi T. Penambahan aset tetap sebesar Rp79. 4. 5.

Register Negara No.E. Nelson H.235 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 6 . Siregar.Perlengkapan. Kepala Bagian Perlengkapan lebih cermat dalam melakukan kompilasi data aset dari SKPD.. 25 Juni 2008 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan BPK RI di Yogyakarta Penanggung Jawab Pemeriksaan.H. Yogyakarta.M. b.Acc. D-17. Secara lebih rinci dijelaskan pada bagian Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan. CFE Akuntan. S.

masing-masing SKPD telah membuka rekening giro di Bank BPD DIY Cabang Wates tanpa melalui persetujuan Bupati. Mekanisme pencairan uang untuk melaksanakan kegiatan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. pada Dinas Nakertrans. Pada Dinas Perindagkoptam.51 dari 38 SKPD.1.02. SKPD juga membuka rekening lain untuk menampung dana yang berasal dari Propinsi maupun dari Pemerintah Pusat. BUD telah menerbitkan SP2D sebesar Rp241.A. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menuangkan kebijakan pelaksanaan kegiatan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2007 tanggal 2 Nopember 2007 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD) Tahun Anggaran (T. Rekening yang ditujukan sebagai rekening penampung ini berbentuk buku tabungan.109. Hasil pemeriksaan secara uji petik menunjukkan bahwa SKPD mempunyai rekening penampung yang digunakan untuk menampung dana kegiatan.1-1 di Bank BPD DIY Cabang Wates yang ditunjuk sebagai Kas Daerah dengan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 4 Tahun 2005 Tanggal 19 Januari 2005 Tentang Penunjukan Bank Pembangunan daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Cabang Wates Sebagai Kas Daerah. pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU). 2007. terdapat rekening tabungan pada Bank BPD DIY Cabang Wates dan PD BPR Bank Pasar untuk menampung pengembalian pokok dan bunga dana penguatan modal. dan menampung dana PKPS BBM.634. membuka rekening untuk menampung dana dari APBN pada Balai Latihan Kerja. Selama tahun 2007. Dinas Pertanlut. membuka rekening untuk menampung dana CD.0000. 2007) dan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 38 Tahun 2007 Tanggal 3 Nopember 2007 Tentang Penjabaran APBD Perubahan T.A. membuka rekening untuk menampung pengembalian pokok dan bunga dana penguatan modal dan dana Community Development (CD) atas kegiatan pemberdayaan masyarakat.742. Pada Puskesmas terdapat buku tabungan yang digunakan untuk menampung dana Askeskin yang berasal dari anggaran bantuan Departemen Kesehatan. Pembukaan rekening bank Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menampung dana pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2007 tanpa melalui ijin Kepala Daerah Dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan. Atas semua pembukaan rekening tersebut. tanpa persetujuan dan pengendalian dari Pejabat Pengelola Keuangan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 7 . Selain rekening giro. dan untuk menampung dana kegiatan (Rekening penampung). Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut. Atas penerbitan SP2D tersebut. dana disimpan dalam Rekening Kasda Nomor rekening 20.HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN 1.

Pengeluaran Bend.02.00137-2 20. Pengeluaran Bend.9. Wates BPD DIY Cab. Beberapa rekening SKPD tersebut diantaranya adalah sebagai berikut : Pemegang No.00141-4 20.02.00152-9 20. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.2/3 Agus Budiarto Marjiyati Suparna Fajar Dwi Astuti Marga Subekti Maryati Sutarto.9.2.9.2. Pengeluaran Bend.01. Wates Nama (5) D. Afianti Suprihantoro Karmini Partiningsih Winardi SE Tisnga Fajar Rofa'i Tisnga Fajar Rofa'i Retno Marhaeni Sri Widada Jemino Sri Asih Tukiran Haryadi Tumiati Tri Haryani Ir.08517-1 20.1.9.9. Wates BPD DIY Cab.2.9. (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama SKPD (2) D. Pengeluaran Bend.1 Kec.02.9.02. Wates BPD DIY Cab.02. Wates BPD DIY Cab.2.00037-1 20. Wates BPD DIY Cab.1. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab.02. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab.02.9. Wates BPD DIY Cab.02.00033-3 20. Wates BPD DIY Cab.02.02.Daerah (PPKD) yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab.00027-8 20.2.00028-1 No Rek (3) Nama Bank (4) D. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend. Sos MM. Pengeluaran Bend.02.2 BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab.9.9.01. Pengeluaran Bend.02.2.02. Subito Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sudarsono Festi Indriyani Siti Sukarni Edy Saputra Jabatan sebagai (6) A/D.02.00035-7 20.00046-9 20. Pengeluaran PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 8 .9. Pengeluaran Bend.00031-1 22.02. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend.9. Pengeluaran Bend.11080-2 22. Wates BPD DIY Cab. Samigaluh Kecamatan Kokap Kecamatan Sentolo Kecamatan Wates Kecamatan Girimulyo Kecamatan Nanggulan Kecamatan Kalibawang Kecamatan Pengasih Kecamatan Temon Kecamatan Panjatan Kecamatan Lendah Kecamatan Galur Setwan Setwan Setda Setda Pedal Humas Satpol PP Kantor PDE Kesbanglinmas Diperindagkoptam Diperindagkoptam Diperindagkoptam Diperindagkoptam Diperindagkoptam Diperindagkoptam Dinhub Perpustakaan Umum Bawasda 20. Wates BPD DIY Cab.00148-7 20. maka pengendalian atas kas pada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kurang memadai.9. Pengeluaran Bend.5 Bend. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab.00187-6 20.00136-1 20. Pengeluaran Bend.00153-1 20.02.02.00142-6 20. Pengeluaran Bend.9. Wates BPD DIY Cab.08518-0 22. Pengeluaran Bend.02.2. S.00030-9 20.08519-3 22. Wates BPD DIY Cab.00139-6 20.2.02.00032-0 20.00145-0 20.02.1. Pengeluaran Bend.00135-9 20. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend.1.1. Wates BPD DIY Cab.9.02.08520-1 22.02. Wates BPD DIY Cab.00036-9 20.02.1. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab.00138-4 20.02. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.02.1. Pengeluaran Bend.02. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend.00140-2 20.02.02. Wates BPD DIY Cab. Dengan adanya pembukaan rekening SKPD tanpa persetujuan Bupati dan tidak adanya sistem pengelolaan kas yang memadai.00151-7 20.00143-8 20.

Pengeluaran Bend. Pasal 32 ayat (1).02.9.2. Pengeluaran Bend.1. Wates BPD DIY Cab. sehingga aliran dan peruntukan dana tidak dalam pengendalian Bupati melalui BUD.01. Pengeluaran / Bend.01.00144-1 20.9.16341-1 20. Wates BPD DIY Cab.20117-4 22.00059-1 20. Wates BPD DIY Cab.01.9.1. Pengeluaran Bend.2.00030-8 20.02.20150-2 22. Pengeluaran Bend.02.00038-2 20. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab.00025-4 20.20485-1 20.1. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab.02. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend.00034-5 20.00005-0 20. Wates BPD DIY Cab.02. Pengeluaran Bend.9. Pengeluaran Bend.9.20152-6 22.02.1.16551-7 20. Wates Subarjo Suharja (5) (6) Bend.00154-2 20.2.02.9. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.02.04.02. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.00026-6 22. Wates BPD DIY Cab.9.00147-5 (4) BPD DIY Cab.00006-1 20. Pengeluaran Bend.02.01. Wates BPD DIY Cab.02.2.1.1. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.02. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend.1.2.2.00029-0 20. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend. Wates BPD DIY Cab.01. Wates BPD DIY Cab.00155-4 20.01.1.9. Wates BPD DIY Cab.1. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 9 .02.00146-3 22.02.02.1. Gubernur/Bupati/Walikota dapat memberikan ijin pembukaan rekening untuk keperluan pelaksanaan pengeluaran di lingkungan satuan kerja perangkat daerah Pembukaan rekening tanpa ijin Bupati mengakibatkan rekening yang menampung dana APBN/APBD tidak sepengetahuan Bupati melalui BUD. Wates BPD DIY Cab.18062-2 22.00150-5 20. b.20121-6 22.00149-9 22. Pasal 30 ayat (1). Wates BPD DIY Cab. Wates BPD DIY Cab. Gubernur/Bupati/Walikota dapat memberikan ijin pembukaan rekening untuk keperluan pelaksanaan penerimaan di lingkungan pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.01.01. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Sri Sugiyarti Ngadiyanto Ngadiyanto Siti Fatimah Sandrawati/Sumarsih Sajarwadi AM dr dr Y Agus W/ Widhi S dr Y Trishartanto dr Ananta Kogam / Eny R dr Rina N/Sukristi dr Agus W/Any Nur I Nunuk Kusmini Agus Langgeng Basuki Paridi Siti Murwani Dalimun Siti S & Bambang H DR Eko Purwanto Sumiyati SIP RR Respita Murti BA Sarti Nurmiyati Ngadi Sunarya Sumpena Mursitowati Permasalahan tersebut di atas tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara : a. Wates BPD DIY Cab. Pengeluaran Bend.(1) 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 (2) Kantor Arda Disbudpar BPKD BPKD BPKD Dinkes Puskesmas Sentolo I Pusk Samigaluh I Pusk Girimulyo II Puskesmas Temon I Puskesmas Galur II Puskesmas Lendah I Puskesmas Panjatan Dipertalut Dipertalut KPP RSUD Wates RSUD Wates BKD Dukcapilkabermas Disnakertrans Disnakertrans Diknas DPU Bappeda (3) 20.20124-0 22.2. Pengeluaran Bend. Pengeluaran Bend.02.

sesuai dengan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo belum ada. c. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar membuat Surat Keputusan yang berisi tentang Pemberian Ijin dan mekanisme Pembukaan Rekening Bendahara Penerimaan/Pengeluaran pada masing-masing SKPD untuk keperluan pelaksanaan penerimaan/pengeluaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Ketidaktahuan Bendahara akan ketentuan peraturan yang mengatur tentang perbendaharaan. PPKD selaku BUD menyatakan bahwa untuk pemberian ijin pembukaan rekening bagi masing-masing Bendahara untuk Tahun Anggaran 2007. Tidak adanya Sistem Pengelolaan Kas yang memadai. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 10 . Namun untuk selanjutnya. Tidak adanya sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara oleh PPKD. Atas permasalahan tersebut diatas. b. karena Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah tidak mengatur. telah diterbitkan Keputusan Bendahara Umum Daerah Nomor 23 Tahun 2008 tanggal 22 Februari 2008 tentang pemberian ijin kepada Bendahara Pengeluaran SKPD untuk membuka Rekening Kas pada BPD Propinsi DIY Cabang Wates.Kondisi di atas disebabkan oleh : a.

500. menyimpan. pemungutan Pajak Restoran oleh bendahara pengeluaran tidak tepat.801. pajak yang telah dipungut sebesar Rp35.00.297. Pajak restoran yang telah dipungut tersebut belum disetorkan ke kas daerah dan fisik uang yang seharusnya tersimpan dalam brankas nihil/tidak ada uang yang tersimpan. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD. bukan menjadi tugas bendahara pengeluaran. Disamping itu. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah.687.797. membayarkan.00. Hasil pemeriksaan atas buku kas umum yang digunakan untuk penatausahaan dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan pada Bendahara Pengeluaran Sekretariat DPRD menunjukkan adanya sisa kas berdasarkan BKU sebesar Rp388.797.148. menyimpan. sedangkan pajak yang sudah disetor sebesar Rp1.00. bendahara pengeluaran bertugas untuk menerima. Dalam Tahun 2007. Jika mengacu pada tugas fungsional bendahara pengeluaran yang bertugas untuk menerima. tidak terdapat uang sama sekali. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 11 . Pajak Restoran yang dipungut yaitu pajak atas pelayanan makan dan minum yang disediakan oleh pihak katering untuk berbagai kegiatan seperti rapat untuk reses. Pemungutan pajak restoran atas pelayanan makanan dan minuman Sekretariat DPRD tidak tepat dan digunakan langsung sebesar Rp35. Sekretariat DPRD bukan merupakan unit penghasil pendapatan daerah.148. Disamping itu. menatausahakan.00.148. rapat pembahasan raperda dan lain-lain. Berdasarkan bukti kuitansi yang ditandatangani oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) uang tersebut telah digunakan untuk membiayai kegiatan Tahun 2008. Sampai dengan tanggal 21 Februari 2008 saat dilaksanakan pemeriksaan fisik atas brankas bendahara pengeluaran. Bendahara pengeluaran berfungsi juga sebagai wajib pungut pajak serta wajib menyetorkan seluruh penerimaan potongan dan pajak yang dipungutnya ke rekening kas negara.797. membayarkan.461. rapat rutin DPRD. Sisa kas tersebut diantaranya merupakan uang hasil pungutan Pajak Restoran yang dipungut oleh bendahara pengeluaran sebesar Rp35. menatausahakan. Pihak katering selaku penyedia makanan dan minuman dikenakan Pajak Restoran dengan cara dipotong oleh bendahara pengeluaran sebesar 10% dari nilai makanan dan minuman.00 Selaku pejabat fungsional.2.00. Pajak Restoran merupakan pajak daerah yang dipungut dan harus disetorkan ke kas daerah oleh bendahara penerima. sehingga pajak yang belum disetor sebesar Rp33.625.

00 Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo menegur dan memerintahkan Sekretaris DPRD agar tidak memungut pejak restoran.297. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 58 ayat (1) yang menyatakan bahwa SKPD dilarang melakukan pungutan selain dari yang ditetapkan dalam peraturan daerah . menyimpan. Sekretariat DPRD menyatakan bahwa untuk yang akan datang tidak memungut pajak restoran atas pelayanan makanan dan minuman serta uang pajak hasil pungutan telah disetorkan ke kas daerah tanggal 4 Maret 2008 sebesar Rp33. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 1 ayat 24 menyebutkan bahwa Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima.461. Permasalahan tersebut disebabkan kekurangfahaman bendahara pengeluaran Sekretariat DPRD atas tugas yang seharusnya dilaksanakan selaku bendahara. Atas permasalahan tersebut. Pemungutan Pajak Restoran atas pelayanan makanan dan minuman pada Sekretariat DPRD mengakibatkan pemungutan pajak yang tidak sah. b. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 12 .Kondisi di atas tidak sesuai dengan : a. menatausahakan. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. membayarkan.

01. Keputusan Menkes ini ditindaklanjuti dengan Surat dari Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat dengan Surat Nomor KU.1 tanggal 28 Mei 2007 perihal Informasi Penyaluran Dana Yankesdas bagi penduduk miskin di Puskesmas dan jaringannya T. 2007. c.000.122.3/1043.000.402. Pada lampiran Keputusan Menkes diketahui bahwa alokasi anggaran untuk Propinsi DIY adalah sebesar Rp5.0/-/2007 tanggal 31 Desember 2006 tentang program pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin.A/2007 tanggal 27 April 2007 perihal Informasi Penyaluran Dana Pelayanan Kesehatan bagi Penduduk Miskin di Puskesmas dan Jaringannya Tahun Anggaran 2007. Dengan dikoordinir oleh Kepala Dinas. Kabupaten Kulon Progo mendapat anggaran sebesar Rp775. Kegiatan pokok program terdiri dari Pelayanan Kesehatan Dasar (Yankesdas) di Puskesmas dan Jaringannya dan Pelayanan Pertolongan Persalinan di Puskesmas dan Jaringannya. Dana disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Dinas Kesehatan Propinsi DIY mengeluarkan surat Nomor 445/2856/IV.00.A. Pengelolaan dana Asuransi Kesehatan Warga Miskin (Askeskin) Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp775. Keputusan Menteri Kesehatan ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 2007. masing-masing Puskesmas membuka rekening giro pos.000. sehingga ketentuan ini berlaku surut.00 tidak dilaporkan dalam APBD Dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 296/Menkes/SK/III/2007 Tentang Penerima Dana Yankesdas dan Persalinan Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas dan Jaringannya untuk tiap Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2007 tanggal 13 Maret 2007 dinyatakan bahwa anggaran untuk dana tersebut dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat Nomor 0674. Alokasi dana pelayanan kesehatan dasar per puskesmas ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan dasar Keputusan Menteri Kesehatan tentang alokasi anggaran per Kabupaten/Kota.0/024-03.05/BI. b. Dalam surat Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat juga diatur tentang perhitungan alokasi pelayanan kesehatan dasar dan perhitungan alokasi pertolongan persalinan untuk tiap-tiap puskesmas. Surat ini meminta kepada seluruh Kepala Dinas Kabupaten/Kota untuk segera menerbitkan SK PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 13 .00. Dari nilai tersebut.3.402.791. Berdasar pada Surat Dirjen tersebut. Dalam Surat Edaran yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia diinformasikan beberapa hal sebagai berikut : a.

766.863 23. 14.897.981.608.588.935.829 43.277 29.174.532 6.172 142.868.405 5.501 7. 12.198 11.981 25. nampak dalam tabel berikut : No Puskesmas Sasaran Yankesdas sesuai SLT 11.194 26.936. dan mengirimkan data Nomor Rekening kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DIY c.954.115.659 6.378.952 37.992. 19.915 28.339 47.628 40.370. 4.195.389 51.390 34.766.450 1.113 4. 5.369 9.643.041.445.486.548 11.998 142.380 12.805.261.854 14.961 55.684 11. Puskesmas agar membuka rekening giro pos di Kantor Pos setempat atas nama Puskesmas.402.165.059.308 7.002.134 141.136 30.778.776.370 2.394.095.653 24.861 42.000 Jml persalinan miskin 2006 Dana Persalinan 2007 (Rp) Jumlah Dana Askeskin 2007 (Rp) PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 14 .377.304 16.984. Wates Kokap I Kokap II Samigaluh I Samigaluh II Galur I Galur II Kalibawang Pengasih I Pengasih II Nanggulan Sentolo I Sentolo II Girimulyo I Girimulyo II Temon I Temon II Panjatan Lendah I Lendah II Jumlah Pembulatan 49. 7.135.773 5.114 32.171 25. 15.041 4.026.308 1.226 30.214 3.306 55.866 4.063.501.955 36.871 141.676 7.125 34.663 31.880 11.918 3.548.000 775.378.578 24.884 5.861.754 54.818.233 29.525. 17.339 6.061 20.781 6.315 6.000 75. 3.838 4.766.696 33. 10.667 5.716. Surat yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Propinsi yang dikeluarkan pada tanggal 28 Mei.437.203 17.00 632.684.Penerima Dana Palayanan Kesehatan Dasar dan Pertolongan Persalinan untuk Puskesmas di wilayah kewenangannya.920 4.360 31. 11.776.508 6.000.666. 13.q Ka Sie Kesehatan Dasar dan Rujukan Bidang Yankes.414 44.466.296 5.786.178.472 51.418. Alokasi Dana Yankesdas dan Persalinan Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Kabupaten Kulon Progo berdasar pada Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo.661. 2.653.062.093 60. 9.674 4.145.892 4.180.556 25.194.572. 8.992 18.935. 18.874 23.435 27.556 1.599 6.222 2.423 775.525 9. 6. 16.871 Dana Yankesdas (Rawat Jalan) 2007 (Rp) 1.729.402.213. dilanjutkan dengan terbitnya Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Nomor 188/043 tanggal 30 Juni 2007 tentang Penerima Dana Yankesdas dan Persalinan Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas dan Jaringannya Tahun Anggaran 2007.762.686.643 8.00 277 127 28 51 52 41 84 66 53 96 49 121 187 44 52 76 15 41 18 78 1.466.251 632.967 8.781 3. Selanjutnya. 20.156.582.596 32.

pada tanggal 30 Agustus 2007.03. Berdasar pada POA tersebut. 7. 20. 4. tetapi ditetapkan pada tanggal 21 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 15 . 19. 14. Pengambilan dana dari rekening giro puskesmas didahului dengan pembuatan Plan Of Action (POA) kegiatan dan pembiayaan oleh masing-masing puskesmas. 12. 15. 16. Kepala Dinas Kesehatan dengan surat Nomor 460/2334 Tahun 2007 menyampaikan kepada puskesmas nomor rekening masing-masing puskesmas. 2.05/BI. 9. Juknis ini berlaku sejak tanggal 1 Agustus 2007. 11.Selanjutnya. 5. Dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan bagi warga miskin mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) Pelayanan Kesehatan Dasar dan Pertolongan Persalinan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin di Puskesmas dan Jaringannya Tahun 2007 yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan Nomor HK. puskesmas mencairkan dana setelah mendapat persetujuan tertulis Kepala Dinas Kesehatan. 6. Nomor rekening masing-masing puskesmas tersebut adalah : No 1. 18. 17.3/2036/2007 tanggal 21 Agustus 2007. 3. 10. 8. Puskesmas Wates Kokap I Kokap II Samigaluh I Samigaluh II Galur I Galur II Kalibawang Pengasih I Pengasih II Nanggulan Sentolo I Sentolo II Girimulyo I Girimulyo II Temon I Temon II Panjatan Lendah I Lendah II No Rekening 5560000096 5560000109 5560000110 5560000121 5560000074 5560000085 5560000132 5560000256 5560000267 5560000234 5560000143 5560000154 5560000176 5560000198 5560000201 5560000212 5560000223 5560000245 5560000165 5560000187 Berdasar pada Surat dari PT Pos tersebut. pada tanggal 2 Oktober 2007. 13. PT Pos Indonesia menerbitkan nomor rekening giro pos bagi setiap puskesmas dan menyalurkan dana ke setiap rekening giro pos puskesmas sesuai SK Kepala Dinas Kesehatan sebagaimana tercantum pada tabel diatas.

382.359 55.050 0 0 99.200 12.156.238.570 54.170 41.300.992 25.190.145.544.038.711.195. diterbitkan Peraturan Bupati Nomor 61 Tahun 2006 tanggal 30 Desember 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin.686 49.304 89.997 10.359 42.700 1.929.049.860 84.055.766.304 47.258.061.492 4.294 757.915 25.195 Saldo 2007 (Rp) 39.000 41.800 38.000 0 350.122 40.473.359 96.748 17. 17.526 55.705 39.548. puskesmas telah melaporkan setiap penerimaan dan pengeluaran atas pelaksanaan kegiatan ke Dinas Kesehatan sebagaimana diatur dalam Perbup tentang petunjuk pelaksanaan program Askeskin.068 48.000 Jumlah (Rp) Pengeluaran 2007 (Rp) Yandas (Rp) 60.857. 14. 9.732 Persalinan (Rp) 3.700 97.676.733.126.610 30.757.000 41.442.890 55.000 0 0 6. untuk lebih memudahkan pemahaman Puskesmas dalam melaksanakan kegiatan ini.861 775.196 97. 2.057.678 134.204 35.593 16.981 34.596 31.689 29.246.600 65.724 12.042 82.234. Berdasar pada rekapitulasi Laporan Pendanaan Pelayanan Kesehatan peserta Askeskin di Puskesmas Tahun 2007 Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menunjukkan bahwa saldo pada tahun 2007 adalah sebesar Rp840.548.309.000 9.339 93.582.852.660. diserahkan ke Bagian Monitoring untuk pelaksanaan kegiatan dan Bagian Keuangan untuk pelaporan keuangannya.513.408.540.00.462.729.878 0 6.050 648.000 44.317.390 33.423 75.450 19.533.100 53. 8.593.141.629 37. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 16 .952 18.026.378.786. 5.339 40.695 0 0 0 13.507 47.835 1.922.629 47. Selain itu.500 0 550.307 34.697 85.962 16.368.647 85.000 34.828.695 53.675. 13.678 120.776 12. 4.764.000 54.499.751 203.300 10.149. 11.962.168.359.711.160 24.715.279.472 28.658.732.135.539.500 22.762.751.100. dengan rincian sebagai berikut : No Puskesmas Saldo 2006 (Rp) 5.476 110.643.000 11.009.700 36.685.650. 19.000 37.087.762 18.126.437.762 Penerimaan 2007 (Rp) 55.477.394.034 29.576.540.907.507.857.705 46. 20.514.472 37.177.603.954.000 0 0 0 0 3.782.655 29.086.093 32.709.805.000 12.412.676. sehingga ketentuan ini berlaku surut.010.174.942 25. 3. 12.125 60.897.328 128.217.086.322 2.835.461 98.695 51.105 840.290 105.950 0 1.850.590 38.186 22.270.861.472 37.000 3.588.753. 16.171 55. 18.000 10. Panjatan Kokap I Temon I Sentolo II Samigaluh II Galur I Lendah I Pengasih II Pengasih I Girimulyo I Kalibawang Galur II Kokap II Lendah II Wates Temon II Samigaluh I Girimulyo II Sentolo I Nanggulan Jumlah Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT).442.667.997 123. 10.391.588.133. pasal 20 yang menyatakan bahwa puskesmas wajib memberikan laporan pelaksanaan program Askeskin ke Dinas paling lambat setiap tanggal 10 bulan berikutnya. Laporan disampaikan ke Dinas. 7. 15.872 62.839.380. 6.250 43.434 27.000 1.473.669.319.809.538 25.500 26.370.155 1.Agustus 2007.245.

00 Terdiri dari : .00. Puskesmas Lendah II Laporan Bulanan Program Askeskin Puskesmas Lendah II sebagai berikut : Saldo 2006 (Rp) 54. yang seharusnya disetor ke kas daerah. Saldo 2007 sebesar Rp20.00. Penerimaan (Rp) 35.318.00 Tabel diatas menunjukkan perbedaan data antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas.saldo Bank Rp49.00 merupakan penerimaan Tahun 2007 dan tahun 2006 yang belum diambil.774.00 Saldo 2007 (Rp) 20. Puskesmas Temon II Laporan Bulanan Program Askeskin Puskesmas Temon II menunjukkan nilai sebagai berikut : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 17 .346.241.318.979.00 (Rp54.00-Rp22. Dari uraian tersebut.260.912.283.00 dan uang di bank sebesar Rp19.uang tunai Rp5.949.224. hal ini disebabkan karena pengambilan dana pada PT Pos harus dilampiri perencanaan penggunaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan. serta bunga simpanan. dalam bentuk uang tunai sebesar Rp1. Penerimaan Tahun 2007 juga berbeda.891. Penerimaan sebesar Rp35. rekening yang digunakan untuk menyimpan dana APBN/APBD tidak dikenakan pajak. sehingga dana yang diambil tidak dapat sekaligus.328. Dan bunga bank yang diterima oleh Puskesmas. adalah merupakan penerimaan daerah. melainkan bertahap.644.241.990.616. Pengeluaran sebesar Rp68.00).570.616.00.307. tidak ada setoran atas bunga simpanan.563.00.949.00 adalah riil kas yang ada pada bendahara pengeluaran. Saldo 2006 sebagai saldo awal 2007 terdapat selisih sebesar Rp31.990. b.224.544. Namun sampai dengan akhir Maret 2008. diketahui bahwa rekening puskesmas yang digunakan untuk menyimpan dana askeskis dikenakan pajak bunga.00 Pengeluaran (Rp) 68. Sisa dana yang masih ada pada PT Pos sesuai dengan giro pos pada tanggal 24 Januari 2008 adalah sebesar Rp21.057. .891. Sesuai ketentuan perpajakan.00 termasuk didalamnya adalah pajak bunga simpanan.Hasil pemeriksaan atas Laporan Pelaksanaan Program JPKMM Askeskin pada masing-masing puskesmas yang telah diserahkan ke Dinas Kesehatan dan sampel Laporan Bulanan atas pelaksanaan program Askeskin pada empat puskesmas menunjukkan hal-hal sebagai berikut : a.333.570.773.

Saldo 2006 (Rp) 24.576.200,00

Penerimaan (Rp) 16.156.307,00

Pengeluaran (Rp) 38.473.878,00

Saldo 2007 (Rp) 2.258.629,00 Terdiri dari : - saldo Bank Rp988.514,00; - uang tunai Rp1.370.115,00.

Dari tabel diatas diketahui bahwa tidak ada perbedaan data antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas. Untuk menampung dana dari rekening giro pos, puskesmas membuka rekening pada Bank BPD-DIY, dan menunjukkan bahwa dana yang disimpan dikenakan pajak bunga dan bunga simpanan tidak disetor ke kasda. c. Puskesmas Galur II Laporan Bulanan Program Askeskin Puskesmas Galur II menunjukkan nilai sebagai berikut :
Saldo 2006 (Rp) 31.832.421,00 Terdiri dari : - saldo Bank Penerimaan (Rp) 18.897.093,00 Pengeluaran (Rp) 44.290.944,00 Saldo 2007 (Rp) 6.438.570,00

Rp31.024.886,00; - uang tunai Rp807.535,00.

Laporan Keuangan yang dibuat oleh Puskesmas Galur II tidak menunjukkan nilai saldo awal 2007, penerimaan dan pengeluaran selama tahun 2007, sehingga nilai saldo akhir 2007 tidak dapat diyakini kebenarannya. Nilai yang tercantum pada tabel diatas diambil dari Laporan bulanan, dan fotocopy rekening tabungan. d. Temon I Laporan Bulanan Program Askeskin Puskesmas Temon I menunjukkan nilai sebagai berikut :
Saldo 2006 (Rp) 65.412.000,00 Penerimaan (Rp) 31.643.304,00 Pengeluaran (Rp) 55.246.204,00 Saldo 2007 (Rp) 41.809.100,00

Dari tabel diatas diketahui bahwa tidak ada perbedaan data antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas. Untuk menampung dana dari rekening giro pos, puskesmas membuka rekening pada Bank BPD-DIY, dan menunjukkan bahwa dana yang disimpan dikenakan pajak bunga dan bunga simpanan tidak disetor ke kasda. Berdasar pada uraian tersebut diatas, diketahui bahwa :
PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

18

a. Format Laporan Pelaksanaan dan Laporan Keuangan kegiatan program Askeskin tidak sama antara satu puskesmas dengan puskesmas yang lain; b. Rekening yang menampung dana daerah dikenakan biaya pajak, penerimaan bunga sejak tahun 2005 dicatat sebagai penerimaan puskesmas, penerimaan bunga tidak disetorkan ke kas daerah dan pelaksanaan program JPKMM Askeskin tidak dilaporkan dan dicatat sebagai penerimaan dan pengeluaran Dinas Kesehatan pada APBD 2007. Dengan demikian diketahui bahwa saldo kas di Puskesmas sebesar Rp840.857.835,00 tidak diperhitungkan sebagai komponen Kasda. Mengacu pada juknis Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat pada poin pertanggungjawaban, dinyatakan bahwa penggunaan dana harus disesuaikan pemanfaatannya dan tidak dibatasi oleh berakhirnya tahun anggaran sehingga dana tersebut dapat terus bergulir di tahun berikutnya. Klausul ini dijadikan pegangan oleh dinas teknis dalam melaksanakan kegiatan pelayanan askeskin sehingga puskesmas maupun dinas kesehatan berpendapat bahwa penerimaan dan pengeluaran pelayanan kesehatan yang menggunakan dana askeskin tidak perlu di laporkan dan saldo akhir tahun tidak dicatat sebagai komponen kasda. Sisa dana tahun 2006 dan tahun sebelumya di puskesmas dan jaringannya dapat digunakan untuk pelayanan kesehatan di puskesmas dan menunjang operasional dan manajemen. Dalam Juknis juga dinyatakan bahwa Bunga tabungan/jasa giro tidak dapat dipergunakan oleh penerima dana. Jasa giro tersebut untuk sementara tetap berada di rekening penerima dana (Pukesmas) sampai adanya peraturan lebih lanjut dari Dirjen Perbendaharaan Departemen Keuangan RI. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan dinyatakan bahwa bunga/jasa giro merupakan penerimaan Negara/daerah. Dengan demikian, penerimaan bunga tersebut harus disetor ke kasda. Atas semua kondisi tersebut, dapat diketahui bahwa petunjuk teknis dan pedoman pelaksanaan yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan adalah dalam rangka pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin, sedang pengelolaan dan penatausahaan keuangan adalah berpedoman kepada ketentuan yang mengatur tentang keuangan dan perbendaharaan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara telah dinyatakan bahwa semua penerimaan dan pengeluaran daerah dilakukan melalui Rekening Kas Umum Negara (RKUN) dan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa, petunjuk teknis adalah petunjuk dalam hal pelayanan kesehatan, sedangkan pengelolaan keuangan tetap mengacu pada peraturan tentang Pengelolaan Keuangan, yaitu UndangUndang Nomor 1 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 Tentang Keuangan Negara, UndangUndang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara
PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

19

dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Dengan tidak dianggarkan pada APBD, pembukaan rekening tidak mendapat persetujuan Bupati dan tanpa sepengetahuan BUD, maka pihak Bank memberlakukan rekening tersebut sama dengan rekening umum, sehingga dikenakan pajak atas bunga bank, dan bunga simpanan tidak disetor.

Permasalahan tersebut diatas tidak sesuai dengan : a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 Tentang Keuangan Negara : (1) Pasal 7 ayat (2) dinyatakan bahwa dalam rangka penyelenggaraan fungsi pemerintahan untukmencapaui tujuanbernegara, setiaptahun disusun APBN dan APBD; (2) Pasal 17 ayat (2) dinyatakan bahwa penyusunan Rancangan APBD berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara; b. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara : (1) Pasal 11 dinyatakan bahwa Tahun Anggaran meliputi masa satu tahun mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember ; (2) Pasal 12 ayat (2) dinyatakan bahwa semua penerimaan dan pengeluaran Negara dilakukan melalui Rekening Kas Umum Negara; (3) Pasal 13 ayat (2) dinyatakan bahwa semua penerimaan dan pengeluaran Daerah dilakukan melalui Rekening Kas Umum Daerah; (4) Pasal 25 ayat (1) Bunga dan/atau jasa giro yang diperoleh Pemerintah merupakan Pendapatan Negara/Daerah; c. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang ketentuan Umum Perpajakan, yang menyatakan bahwa Rekening yang diperuntukan menampung dana daerah tidak dikenakan pajak. Penerimaan dan pengeluaran dana Askeskin yang tidak dicatat melalui mekanisme APBD mengakibatkan : a. Penerimaan daerah kurang diterima (dari penerimaan bunga simpanan); b. Rekening yang dibuka dikenakan pajak ; c. Tidak ada pengawasan/pengendalian atas pelaksanaan pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin melalui kegiatan Askeskin ; d. Kas Daerah dicatat lebih rendah sebesar Rp840.857.835,00.

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

20

Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan selaku pengguna anggaran untuk mencatat penerimaan dan pengeluaran setiap kegiatan dalam APBD sebagai alat kendali kegiatan.Tidak dicatatnya penerimaan dan pengeluaran dana askeskin dalam APBD disebabkan oleh pemahaman Puskesmas dan Dinas Kesehatan bahwa penggunaan dana askes hanya mengacu pada pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan. Namun demikian. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 21 . Pedoman tersebut tidak mengatur tentang keuangan dan perbendaharaan. untuk Tahun 2008 Dinas Kesehatan telah berupaya memperbaiki pengelolaan dan penatausahaan keuangan dengan memasukkan Dana Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin sebagai pendapatan dalam APBD Tahun 2008 dan sisa dana Tahun 2006 dan 2007 serta pendapatan dari bunga bank akan dimasukkan dalam APBD Perubahan Tahun 2008. dan akan dilakukan penghitungan ulang. Kepala Dinas Kesehatan sependapat dan menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin dilaksanakan dengan menggunakan Pedoman Pelaksanaan yang diterbitkan Departemen Kesehatan. Sehubungan dengan permasalahan tersebut diatas.

000.00 tidak melalui mekanisme APBD Pada Tahun Anggaran 2007.000 Gerbosari. dengan rincian sebagai berikut : No SKPD/Program/Kegiatan 1)Pembangunan Pasar Pedesaan 2)Bantuan semen untuk lingkungan perumahan 3)Bantuan instalasi air bersih b. Wates.000.000. Girimulyo 135.000.000. Galur Vol 1 paket 1 paket 1 paket Biaya (Rp) Lokasi 1 a.000 Galur. Temon 52.000 Jembatan Srandakan 50.000 Girimulyo.000 Kec. Galur 1 paket 1 paket 25. Nanggulan.000. Samigaluh 300. Girimulyo. Nanggulan d.000. Panjatan.000 Karangsewu.000 88 desa 135 ekor 270 ekor 110 ekor 810. Program Pembangunan Infrastuktur Pedesaan 250. Sentolo.000. Kalibawang.000. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan 1) Bantuan bibit jeruk 2) Bantuan bibit vanili 40.000. Wates 768. Kulonprogo 80.000.000.000 Kab. Temon 165.000 Panjatan.000 Karangwuni.000.000 batang 3.4. Wates. Alokasi dana untuk masing-masing program ditentukan dalam Keputusan Bupati Nomor 337 Tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007. Panjatan.000.000. Program Peningkatan Produksi Hasil Pertanian 1) Pengembangan agribisnis pembibitan sapi potong 2) Pengembangan agribisnis kambing lokal 3) Pengembangan agribisnis kambing PE b Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan Bantuan sarana dan prasarana teknologi peternakan tepat 96 paket guna (biogas) c.000 Temon. Galur 75. Samigaluh 75.000.00.000.000. Kalibawang 1 paket 22 .000 Kec. Pengelolaan bantuan dana pemberdayaan masyarakat atas program Community Development (CD) dari pemerintah Propinsi DIY sebesar Rp4. Kokap.000 Galur.000 Donomulyo. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mendapatkan bantuan dana pemberdayaan masyarakat desa yang bersumber dari APBD Propinsi DIY Tahun 2006 sebesar Rp4. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi Pemanfaatan energi alternatif untuk pengairan lahan 1 paket pantai 1 paket 2 a.000.000.000. Pengasih 100.467 batang 200. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 1) Pengembangan kemitraan usaha pertanian a) Perencanaan b) Bantuan dan fasilitasi petani pelaku kemitraan 2) Pagar tanaman hidup untuk tapal batas 3) Bantuan pengelolaan agribisnis kawasan agropolitan 3 Program Pengembangan Budidaya Perikanan 1) Bantuan semen untuk kolam ikan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 1 paket 300.000 Samigaluh.

000.000.000 Kec.00 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 23 .00 125.00 7 30 Nop ‘07 Dinas Pertanian Kelautan dan 25.000.000 12 kecamatan 40.000 35. Panjatan 75.00 125.000. Panjatan Kabupaten Kulonprogo 4 a.000.000 50.000.000.01.000. masing-masing dinas teknis telah mencairkan dana sesuai dengan alokasi yang diatur dengan Keputusan Bupati dengan rincian sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Tanggal Pencairan 19 Sept ‘07 10 Sept ‘07 21 Nop ‘07 22 Nop ‘07 23 Nop ‘07 Uraian/Kegiatan Pengembangan wisata alam dan pedesaan “Menoreh Green Land” Pembangunan Samigaluh Pasar Gerbosari.000.000 100.000.000.000.000.000.000.000 20.000.No SKPD/Program/Kegiatan 2) Bantuan bibit ikan tawar 3) Bantuan sarana pamasaran ikan Vol 400.000.000.10394-0.000.000.00 40.00 Pembayaran tahap 1 instalasi air bersih Donomulyo Pengembangan wisata alam dan pedesaan “Menoreh Green Land” Pemanfaatan energi alternatif untuk pengairan lahan pantai tahap 1 (Karangsewu) Pemanfaatan energi alternatif untuk pengairan lahan pantai tahap 1 (Karangwuni) Pagar tanaman hidup untuk tapal batas 6 23 Nop ‘07 Dinas PU 75.000 35. Bantuan dana dari APBD Propinsi DIY tersebut tidak dianggarkan dalam penyusunan APBD maupun Perubahan APBD Tahun 2007.000.000.000 4.00 75.000.000 Bantuan dana pemberdayaan masyarakat desa tersebut telah diterima oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tanggal 29 Desember 2006 sebesar Rp4. Program Pengembanan Industri Kecil dan Menengah Penguatan modal industri pengolahan VCO b. SKPD Dinas Pariwisata Kantor Pengelolaan Pasar Dinas PU Dinas Pariwisata Dinas PU Jumlah (Rp) 125.000.000.00 disimpan pada rekening Pemda Kulon Progo dengan Nomor 22.000.000 4 TPI 100.000 Galur.1. Program Peningkatan Pengendalian Polusi Bantuan alat pengolahan limbah VCO 5 Program Pengembangan Destinasi Pariwisata Pengembangan wisata alam dan pedesaan “Menoreh Green Land” 1) Persiapan 2) Penghijauan kawasan 3) Biaya pihak ketiga 4) Pengembangan Green Cottage 5) Pembangunan Camping Ground 6) Pengembangan Outbond Centre Jumlah 1 paket 2 ha 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket 10.000. Sampai dengan akhir Tahun 2007.000.000.000 ekor 40 paket 1 paket 1 paket Biaya (Rp) Lokasi 150.

000. dana pemberdayaan masyarakat yang sudah direalisasikan adalah sebesar Rp1.000.110.970.00.970. dari alokasi sebesar Rp810.000.000.00 + Rp37.00 sehingga masih tersisa sebesar Rp2.000.00 Dari tabel di atas. dari alokasi dana yang diterima oleh PD.472.795.00.00 74. berdasarkan SK Bupati Nomor 337 Tahun 2007.00 telah disalurkan kepada 4 peternak kambing PE senilai Rp80.00 (Rp4.000.000. Bank Pasar Kabupaten Kulon Progo sebesar Rp1.000.00 + Rp80.472.000.000.000.000.000.000.00.000.000.000.000.000.970.00 dengan penggunaan sebagai berikut : a.00 telah disalurkan kepada 16 peternak sapi senilai Rp554.472.000. Dengan demikian.000.000.000.00) sehingga.00 (Rp554.970.000. Atas dana tersebut.030.000.00. 2) Pengembangan agribisnis kambing lokal. Bank Pasar telah menyalurkan dana dengan rincian sebagai berikut : 1) Pengembangan Pengembangan agribisnis pembibitan sapi potong. Dana tersebut seharusnya disetorkan ke kas daerah pada akhir tahun anggaran untuk kemudian dianggarkan lagi pada tahun anggaran berikutnya. Penyaluran Penguatan Modal kepada peternak melalui Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan bekerjasama dengan PD.000. Hasil pemeriksaan secara uji petik atas pengelolaan dana pemberdayaan masyarakat.000. menunjukkan bahwa Dinas Pertanian dan Kelautan Kabupaten Kulon Progo mendapatkan alokasi dana pemberdayaan masyarakat sebesar Rp2.000.000. diketahui bahwa per tanggal 31 Desember 2007.00 – Rp1.00).00 melalui Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan.000.000.000. telah disalurkan sebesar Rp671.000.000.00 sehingga sisa alokasi dana yang belum disalurkan sebesar Rp85.00 1.527. 3) Pengembangan agribisnis kambing PE.00 sehingga sisa alokasi dana yang belum disalurkan sebesar Rp98.110. terdapat sisa PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 24 .000.No 8 Tanggal Pencairan 30 Nop ‘07 Uraian/Kegiatan Bantuan sarana dan prasarana teknologi peternakan tepat guna (biogas) Pembayaran tahap 2 instalasi air bersih Donomulyo Bantuan alat pengolahan limbah VCO SKPD Dinas Pertanian Kelautan Dinas PU Kantor Pedal dan Jumlah (Rp) 768.00 telah disalurkan kepada 2 peternak kambing lokal senilai Rp37. Bank Pasar Kabupaten Kulon Progo. Penguatan Modal sebesar Rp1.000.000.000.000. dari alokasi sebesar Rp165.000.000.00 sehingga sisa alokasi dana yang belum disalurkan sebesar Rp256.000.000.000. dari alokasi sebesar Rp135.00 9 10 26 Des ‘07 27 Des ‘07 Jumlah 40.

22.000.00. b.02.000. tanggal 8 April 2008. sehingga terdapat sisa dana sebesar Rp1.00146-3 an.000.00 + Rp85.000.000. Sisa dana tersebut pada 31 Januari 2008 dipindahkan ke rekening baru sebagai rekening penampung pada BPD DIY Cabang Wates dengan rekening No.000. Pada tanggal 30 Nopember 2007 dana tersebut telah digunakan untuk pembayaran kegiatan penanaman pagar hidup untuk tapal batas dengan Kabupaten Bantul dengan pelaksana Formasba Institute sebesar Rp25.000.000.alokasi dana yang belum disalurkan sebesar Rp439. tanggal 12 Januari 2008 dilakukan pembayaran untuk bantuan sarana dan prasarana teknologi tepat guna (biogas) sebesar Rp160. yang akan digunakan untuk pemberian bantuan kepada masyarakat/kelompok-kelompok tani. Kemudian. 600/1747/XI/2007 tanggal 6 Nopember 2007.04/02.000.000.000.685. berdasarkan surat perjanjian No. Dana tersebut ditampung pada BPD DIY Cabang Wates dengan rekening No. sehingga perjanjian tersebut berakhir sampai dengan 6 April 2008.00 sehingga terdapat pekerjaan yang belum dilaksanakan sebanyak 53 unit senilai Rp424. Hibah sebesar Rp1.00.9. Wates. 20.000.00 yang tersebar di wilayah Kabupaten Kulon Progo. b) Bantuan bibit vanili sebanyak 3.000.685.500. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 25 . Permasalahan yang dapat diungkapkan dalam pengelolaan dana hibah/bantuan sebagai berikut : 1) Pencairan dana pemberdayaan masyarakat oleh Dinas Pertanian dan Kelautan yang digunakan untuk kegiatan pemberian bantuan kepada masyarakat Rp1.000.000.000.00.00 + Rp98.00). Pekerjaan tersebut berupa Pembuatan Biodigister (Alat Pengolah Limbah Ternak) sebanyak 96 unit senilai Rp768.00 dan tanggal 26 Januari 2008 sebesar Rp892.00.000.000.000. Berdasarkan surat perjanjian tersebut.685.000.1.000.000. 2) Beberapa pekerjaan belum selesai dilaksanakan : a) Bantuan sarana dan prasarana teknologi peternakan tepat guna (biogas) Pengadaan bantuan sarana dan prasarana teknologi peternakan (biogas) bekerja sama dengan Sanggar Solidaritas Petani “Lestari” yang beralamat di Karangwuni RT.000.000. jangka waktu pelaksanaan kegiatan berlaku selama 5 (lima) bulan.00 (Rp1.000. pekerjaan tersebut baru dilaksanakan sebanyak 43 unit senilai Rp344. Bendahara Pengeluaran Dinas Pertanian dan Kelautan Kabupaten Kulon Progo.00.00 – Rp185.00 dilakukan dengan 2 tahap yaitu pada tanggal 30 Nopember 2007 sebesar Rp793.00.00 (Rp256.000.000.01.000. Namun demikian.000.00).21015-0.000.000.000.467 batang senilai Rp52.000.000.

000.000.000.685.00 132.400.000.030.000.00).00 29.00 39. barang dan/atau jasa dianggarkan dalam APBD.00 160.00 50.000.000.00 (Rp1.566.919.000.00 184.00 17.923.00 293. b.391.927. Kondisi tersebut diatas tidak sesuai dengan : a.000. sampai dengan tanggal 4 April 2008 pencairan uang yang telah digunakan untuk pemberian bantuan sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tgl 30 Nop ‘07 30 Nop ‘07 4 Mar ‘08 8 Mar ‘08 17 Mar ‘08 17 Mar ‘08 26 Mar ‘08 26 Mar ‘08 27 Mar ‘08 1 Apr ‘08 2 Apr ‘08 3 Apr ‘08 Uraian Pagar tanaman hidup untuk tapal batas Bantuan sarana dan prasarana teknologi peternakan tepat guna (biogas) Kegiatan show room agropolitan Pembuatan biogas sebanyak 23 unit Bahan dan peralatan pertanian kegiatan pengembangan kemitrausahaan pertanian Pupuk dan obat-obatan kemitrausahaan pertanian kegiatan pengembangan Jumlah (Rp) 25. Sisa dana tersebut masih tersimpan dalam rekening yang dikelola oleh Bendahara Pengeluaran.000.00 31.000. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pada pasal menyebutkan bahwa : 1) Pasal 21 : APBD merupakan dasar pengelolaan keuangan daerah dalam masa 1 (satu) tahun anggaran terhitung mulai tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember.00 Bibit tanaman kegiatan pengembangan kemitrausahaan pertanian Perencanaan dan penyuluhan kegiatan budidaya terong jepang Timbangan dan trays Pengadaan bibit jeruk Pembuatan rumah lindung Pengadaan semen Jumlah Dengan demikian.000.00 Berdasarkan pembukuan yang diselenggarakan oleh Bendahara Pengeluaran Dinas Pertanian dan Kelautan.600.00 – Rp977.601. Terdapat sisa dana sampai dengan pemeriksaan berakhir belum digunakan sebesar Rp707.000.433.00 9.000.000.400.000. sisa dana yang belum digunakan sebesar Rp707.566.433.00 4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pada pasal 17 ayat (1) yang menyatakan bahwa semua penerimaan dan pengeluaran daerah baik dalam bentuk uang.775.00 977.000. 2) Pasal 44 ayat (1) Belanja hibah bersifat bantuan yang tidak mengikat/tidak secara terus menerus dan harus digunakan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 26 .600.c.600.000.

Permasalahan tersebut disebabkan kelalaian Panitia Anggaran yang tidak mencatat bantuan dari Propinsi kedalam APBD Kabupaten Kulon Progo. Atas permasalahan ini. c.000. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur dan memerintahkan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai dilaksanakan dan sisa dana yang tidak digunakan agar disetorkan ke kas daerah. Pengelolaan bantuan dana yang tidak melalui APBD tersebut mengakibatkan tidak ada pengendalian atas pelaksanaan kegiatan pengelolaan bantuan dana pemberdayaan masyarakat. Perjanjian Kerjasama antara Dinas Pertanian dan Kelautan dengan Sanggar Solidaritas Petani “Lestari” Kabupaten Kulon Progo Nomor 600/1747/X/2007 tanggal 6 Nopember 2007 antara lain menyebutkan : 1) Pasal 2 : ruang lingkup pekerjaan dalam hal ini adalah Pembuatan Biodigister (Alat Pengolah Limbah Ternak) sebanyak 96 unit dengan kapasitas 9 m3. Sedangkan mekanisme peng-SPJ-an dilakukan oleh SKPD masing-masing. serta hibah kepada pemerintah daerah lainnya dan kepada perusahaan daerah. sehingga sampai dengan akhir tahun anggaran kegiatan ini tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 27 . Namun demikian Dana CD dari Pemerintah Propinsi Tahun 2007 telah dimasukkan dalam APBD Perubahan Tahun 2007. 2) Pasal 6 : jangka waktu perjanjian kerjasama ini berlaku selama 5 (lima) bulan terhitung sejak tanggal penandatanganan perjanjian ini.000.dalam naskah perjanjian hibah daerah dan ayat (2) Belanja hibah kepada pemerintah dikelola sesuai dengan mekanisme APBN.000. 2007 telah memasuki proses finalisasi. badan/lembaga/organisasi swasta dan/atau kelompok masyarakat/perorangan dikelola dengan mekanisme APBD sesuai dengan peraturan perundang-undangan.00 baru diterima tanggal 29 Desember 2006 sedangkan RAPBD TA. Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah menyatakan bahwa Bantuan Dana Pemberdayaan Masyarakat atas Program Community Development dari Pemerintah Propinsi sebesar Rp4.

15.23.00 atau sebesar 98.01.456.665.456.101.2.18 Nama Kegiatan Belanja Pihak Ketiga Pemeliharaan rutin/berkala bangunan sekolah (TK) Pemeliharaan rutin/berkala bangunan sekolah (SD) Bantuan operasional pendidikan non formal Fasilitasi penyelenggaraan pendidikan non formal 1.289.2.260.500.5.000 363. digunakan untuk belanja barang dan jasa sekolah-sekolah (TK.865. SD.366.5.289. Bantuan diberikan kepada sekolah yang telah mengajukan proposal yang memuat rincian kebutuhan dan besaran dana yang diperlukan.01.968.18 1.18. SMA dan SMK) Negeri dan bantuan keuangan kepada sekolah-sekolah swasta serta lembaga kemasyarakatan.18 1.01.00 Tahun anggaran 2007.900 Blj barang dan jasa (Rp) Bantuan (Rp) 672.5.000.000 80.01.610.2.23.000 80. Penunjukan penerima dana belanja pihak ketiga ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan.261.01.804. 26a) yang selanjutnya digunakan sebagai SPJ pengeluaran Dinas Pendidikan yang disampaikan ke BPKD.00 dengan rincian sebagai berikut : Kode rekeniong 1.532.248.600.472. Atas realisasi belanja pihak ketiga tersebut masing-masing pihak yang menerima uang (belanja pihak ketiga) membuat laporan akhir kegiatan sebagai laporan pertanggungjawaban atas realisasi belanja uang yang telah diterima.900.430.366.18. Realisasi belanja pihak ketiga diberikan oleh Bendahara pengeluaran melalui bendahara pengeluaran Sub Dinas masing-masing secara tunai kepada sekolah dan/atau lembaga kemasyarakatan yang memerlukan.5. Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo mendapatkan alokasi dana belanja barang dan jasa sebesar Rp17.440.027.01. Bukti pelaksanaan kegiatan berupa bukti pengeluaran kas (ben.19.20%.000 591.2.350.100 1.2.16.000 591. Belanja Barang dan Jasa pihak ketiga pada Dinas Pendidikan direalisasikan untuk bantuan dan membiayai kegiatan Dinas Pendidikan minimal sebesar Rp4.103.2.5.100.00 atau sebsar 95.2.000 Jumlah (Rp) 672.000.2.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp9.00 dan untuk bantuan keuangan sebesar Rp2.887.00 digunakan untuk belanja barang dan jasa sebesar Rp2. SMP.799.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp16.000.18 1.803.01. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan laporan akhir kegiatan belanja pihak ketiga.000 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 28 .20.000. Hasil pemeriksaan atas Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Dari realisasi tersebut diantaranya untuk belanja pihak ketiga yang dianggarkan sebesar Rp9.968.01. Hasil pemeriksaan secara uji petik atas realisasi belanja pihak ketiga menunjukkan bahwa realisasi belanja sebesar Rp 4.38%.915. menunjukkan bahwa belanja pihak ketiga Dinas Pendidikan yang dianggarkan pada belanja barang dan jasa.

000. MIN/MI Pendataan dan pelaporan Kabupaten/Dinas Pendidikan Pendataan dan pelaporan Kecamatan/Cabang Dinas Pendataan dan pelaporan Kabupaten/Dinas Pendidikan Pendataan dan pelaporan Sekolah (TK/SD) Rp139.2.725.536.350.100 80.18 1.248.08.000.000.1.000 25.000 422.456.000 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 29 .375.800.800.01. TK Negeri b.000 126.000 591.a. SD Swasta c.40.900 363.000 396.000 672. TK Swasta a.366.456.25.621.000 4.000.26.440.000 591. SD Negeri 400.600.875.289.803.2.000 Dari data yang disajikan oleh bendahara pengeluaran dan bendahara pengeluaran pembantu Sub Dinas serta seksi sarana prasarana masing-masing Sub Dinas Pengguna anggaran (PPTK) yang mengelola belanja pihak ketiga lebih lanjut dapat dirinci sebagai berikut : No 1 2 Nama dan Kegiatan Belanja Pihak Ketiga Pemeliharaan rutin/berkala bangunan sekolah (TK) Digunakan untuk bantuan operasional TK swasta Pemeliharaan rutin/berkala bangunan sekolah (SD) Digunakan untuk Biaya Operasional SD Negeri Digunakan untuk Biaya operasional SD swasta dan MI 3 Bantuan operasional pendidikan non formal Digunakan untuk bantuan PKBM Bea siswa kursus untuk warga masyarakat 4 5 Fasilitasi penyelenggaraan pendidikan non formal Digunakan untuk fasilitasi kelembagaan Majelis Taklim Penyelenggaraan pendidikan TK dan SD Tes kendali mutu Semester I Rp610.800.01. MIN/MI Ulangan Umum Bersama Semester II Rp518.a. SD Negeri b.000 1621117000 200.103.688.000 Rincian (Rp) Jumlah (Rp) 672.000.000 2.5. SD Negeri b.000 29.000 85.000.000 495. MIN/MI Ujian sekolah Rp154.a.000 59.000 34.000 9.736.5.900 2.261.000 4.040.000 1.000.000 200.000 70.000.366.968.338.224.000 20.100 4.779.865.18 Jumlah Penyelenggaraan pendidikan TK dan SD Pengembangan dan pemanfaatan ICT 1.000 62.000.a. SD Swasta c.000 7. SD Negeri b.464.2. SD Swasta c.376.01.117.101.475.000000 46.528.616.000 1.2.000 1.027.01.000.

Untuk lomba sekolah tingkat nasional (TK/SD) b.289.00. paragraph 44. c.200.000 60.000.000.000 12.000.000 5. SD Negeri b.a.000.000. MIN/MI Bantuan Penyusunan KTSP SD/MI Rp77. 34.000.000 200. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 30 .000 4.000 60.000 20. b.000 4.000 12. Pernyataan SAP Nomor 02 Laporan Realisasi Anggaran.000.289. subsidi.000 Hasil diskusi dengan Bendahara Pengeluaran Dinas Pendidikan diperoleh penjelasan bahwa belanja pihak ketiga telah dianggarkan dalam dalam APBD dan dalam SKPD DPA Dinas Pendidikan. Permasalahan tesebut mengakibatkan realisasi belanja Barang dan Jasa pihak ketiga pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo tidak sesuai peruntukan minimal sebesar Rp4. bunga. Realisasi anggaran belanja dilaporkan sesuai dengan klasifikasi yang ditetapkan dalam dokumen anggaran.000 5. organisasi dan fungsi . hibah. 36. Permasalahan tersebut disebabkan oleh kelalaian Pengguna Anggaran yang menganggarkan dan merealisasikan belanja barang dan jasa pihak ketiga untuk bantuan dan belanja sekolah.000 10.968. Belanja diklasifikasikan menurut klasifikasi ekonomi (jenis belanja). Dalam realisasinya diberikan tunai berdasarkan proposal yang telah disetujui oleh Dinas Pendidikan yang kemudian dipertanggungjawabkan oleh penerima dalam bentuk laporan akhir kegiatan.000.b. paragraf : a.400. SD Swasta c. SD Swasta c. belanja barang.289. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.000.200.000. MIN/MI Bantuan MPMBS Rp30. Belanja operasi antara lain meliputi belanja pegawai.000.200. Tim Pembina UKS Kabupaten(rehab dan operasional) Bantuan pembinaan KTSP di Kecamatan (12 kecamatan) Bantuan pembinaan KTSP 12 kecamatan (10 gugus wilayah) 6 Pengembangan dan pemanfaatan ICT Pengadaan Peralatan ICT pada SMK Negeri I Pengasih Jumlah 12.968.bantuan sosial .a.968.000.000 200. Belanja operasi adalah pengeluaran anggaran untuk kegiatan sehari-hari pemerintah pusat/daerah yang memberi manfaat jangka pendek.

Dinas Pendidikan menyatakan bahwa dalam pelaksanaan anggaran tahun berikutnya akan disesuaikan dengan PP Nomor 24 Tahun 2005 dan PP Nomor 58 Tahun 2005. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 31 .Atas permasalahan ini. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur dan memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dalam menganggarkan belanja sesuai dengan pengelompokan belanja yang diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 2005 dan PP Nomor 58 Tahun 2005.

Pencairan dana ini didasarkan atas surat rekomendasi dari Sekretaris Daerah dengan surat Nomor 600/3338 tanggal 15 Desember 2007 perihal Rekomendasi pencairan dana penguatan modal tahun 2007 yang dikeluarkan sebagai bentuk persetujuan atas surat Direktur PD BPR Bank Pasar Nomor 166/043/BP/XII/2007 tanggal 14 Desember 2007. yaitu Urusan Pertanian sebesar Rp400.000. terdapat dana penguatan modal yang dikelola oleh Dinas Perindagkoptam selaku dinas teknis sebesar Rp1.000.000. Bendahara Pengeluaran Belanja Tidak Langsung (BTL) Non Gaji dan Pembiayaan mengeluarkan uang sebesar Rp400. Alokasi dana ini dianggarkan pada APBD Perubahan dan merupakan dana dari Propinsi DIY yaitu dana bantuan pemberdayaan masyarakat atau Community Development (CD). Dana penguatan modal yang dikelola oleh PD BPR Bank Pasar pada tahun 2007 sebesar Rp1.950. 2007.000.00.A.000. Berdasar pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) SKPD. menunjukkan bahwa pengelolaan kegiatan penguatan modal dianggarkan pada satu urusan wajib. perdagangan dan koperasi. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengalokasikan dana penguatan modal pada pembiayaan pengeluaran sebesar Rp2. Peraturan Daerah (Perda) Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2007 tanggal 2 Nopember 2007 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD) Tahun Anggaran (T. Pelaksanaan kegiatan penguatan modal pada koperasi T.00 dan satu urusan pilihan.000.350.000.350.A.000.00) dianggarkan pada APBD T. Dalam surat Bupati Kulon Progo Nomor 900/3247 tanggal 14 Desember 2007 yang ditujukan kepada Direktur PD Bank Pasar dinyatakan bahwa PD BPR Bank Pasar selaku bank teknis pengelola dana penguatan modal untuk mengelola dana dengan ketentuan yang telah ditetapkan.350. yaitu Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah sebesar Rp1.000. 2007 dan hasil rapat PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 32 .00 untuk Penguatan Modal Bidang Pertanian dengan bukti pengeluaran Nomor 209/XII/2007 pada tanggal 19 Desember 2007 kepada PD Bank Pasar. Kegiatan ini berdasar pada Surat Bupati Kulon Progo Nomor 900/3248 tanggal 14 Desember 2007 tentang Penguatan Modal Tahun 2007. dibayarkan juga oleh Bendahara Pengeluaran BTL Non Gaji dan Pembiayaan uang sebesar Rp686.000. 2007 tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan sebesar Rp1.264.00 yang dianggarkan pada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).000.350. Pada tanggal yang sama.A.00 untuk Penguatan Modal bidang perindustrian. Selain dana tersebut.00 (Rp400.086.000. 2007) dan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 38 Tahun 2007 Tanggal 3 Nopember 2007 Tentang Penjabaran APBD Perubahan T.00 Pada Tahun Anggaran 2007.A.000. Peraturan Bupati kulon Progo Nomro 48 Tahun 2007 tanggal 13 Desember 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Penguatan Modal.000.00.6.000.350.264.00 + Rp686.000.

Kepala Dinas pada Bank BPD DIY Cabang Wates dengan nomor rekening 22. Kepala Dinas Perindagkoptam mengeluarkan keputusan Nomor 518/11/KPTS/2007 Tentang Koperasi Penerima Penguatan Modal Dana Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Nomor 10/Per/PPKP/XII/2007 tanggal 16 Desember 2007 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Pemberdayaan Masyarakat Desa Untuk Penguatan Modal Koperasi. c. Empat koperasi penerima dana penguatan modal tersebut adalah : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 33 . melalui transfer dari rekening kasda ke rekening tabungan Dinas Perindagkoptam a. b.000. Setda. Alokasi bunga 9% adalah 6% untuk Pemerintah Daerah dan 3 % dikembalikan kepada Koperasi pemanfaat dana penguatan modal (jika pengembalian lancar). dikeluarkan surat persetujuan pencairan dana penguatan modal tahun 2007 Nomor 600/3291 tanggal 15 Desember 2007. Subito selaku Kepala Dinas Perindagkoptam Kabupaten Kulon Progo. Sebagai tindak lanjut Surat Bupati dan Peraturan Bupati sebagaimana tercantum pada alenia diatas.00 untuk pembayaran penguatan modal bidang koperasi dengan bukti pengeluaran kas nomor 212/XII/2007 kepada Ir. Surat Bupati Kulon Progo Nomor 900/3248 tanggal 14 Desember 2007 tentang Penguatan Modal Tahun 2007 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Perindagkoptam berisi tentang nama Koperasi penerima penguatan modal dan jumlah diterima oleh masing-masing koperasi serta meminta kepada Dinas Perindagkoptam selaku SKPD yang membidangi koperasi untuk menyalurkan dan bertanggungjawab terhadap pengembalian dana dengan ketentuan sebagai berikut : a.20885-5. Berdasar pada surat persetujuan.350. Setelah uang masuk ke rekening penguatan modal.n. Sekda mengeluarkan Surat Rekomendasi Pencairan Dana Penguatan Modal Tahun 2007 Nomor 600/3339 pada tanggal 15 Desember 2007. Kemudian pada tanggal 15 Desember 2007. Jangka waktu pengembalian maksimal 5 (lima) tahun dengan bunga 9% per tahun flat.1.01. ditindaklanjuti dengan Surat Permohonan Kepala Diperindagkoptam Nomor 518/1284 perihal Permohonan Pencairan Penguatan Modal Tahun 2007. dan tanggal 31 Januari 2008 uang disalurkan ke masingmasing koperasi sesuai dengan nama dan nilai yang tercantum dalam surat rekomendasi. Menyetorkan pengembalian pinjaman tersebut (pokok dan bunga) ke kasda setiap bulannya paling lambat tanggal 10 pada bulan berikutnya. dilakukan perjanjian antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Diperindagkoptam dengan Koperasi pada tanggal 29 Januari 2008. Pada tanggal 28 Desember 2007. bendahara pengeluaran Belanja Tidak Langsung (BTL) Non Gaji dan Pembiayaan mengeluarkan uang sebesar Rp1.264. Selanjutnya.koordinasi tanggal 14 Desember 2007 di Bagian Pembangunan. dan apabila pengembalian tidak lancar maka 3% tersebut disetorkan ke Pemerintah Daerah.

508.Pd Sumanto. Penguatan Modal Koperasi Gangsar Sentolo sebesar Rp200.00 dengan Surat Perjanjian Nomor 518/58. AJ.200.000.000. 5.00 dengn Surat Perjanjian Nomor 518/58. Pada setiap surat perjanjian.T. 8. 6. anggota Kopdit Pinunjul telah bertambah sebanyak 9 koperasi sehingga menjadi 15 koperasi.00 dengan Surat Perjanjian Nomor 518/58. Penguatan Modal bagi Koperasi Mina Prospek Mandiri dengan Surat Perjanjian Nomor.000. yaitu sebesar Rp1.000. Sukardi A.MPM/SK/I/2008.S. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 34 .00.000.00 dengan SHU sebesar Rp4. Penguatan Modal bagi Koperasi Agro Cipta Mandiri berupa sewa lahan sebesar Rp17.Ma.000.1. 7. 005/KSU.500. telah dicantumkan tabel angsuran pokok dan bunga yang menjadi kewajiban koperasi setiap bulannya untuk disetor ke kas daerah.000. d.058. Penguatan Modal Koperasi Pinunjul Nanggulan sebesar Rp1.000.E Sulton Sukirdi.00 dan perhitungan hasil usaha menunjukkan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp2.S. Sampel dilakukan pada Koperasi Sekunder Pinunjul yang mendapat alokasi dana penguatan modal terbesar. BA Drs.650. dan (3) Kolam Pembesaran sebesar Rp41. 3.00.1.1.a. 06/581/KKP/I/2008.746.000.000. (2) Kolam pembenihan sebesar Rp4. Suranto Upoyo Hartono. 13/KUD/STL1I/2008.000.000. 12/ACM/I/2008. 4. Pemberian dana penguatan modal ini didasarkan pada proposal yang diajukan oleh Kopdit Pinunjul kepada Bupati Kulon Progo Nomor 16/412/21/KKP/XI/2007 tanggal 20 Nopember 2007. 2.000. Neraca per 31 Desember 2007 menunjukkan posisi aset sebesar Rp78. Dalam proposal menyebutkan dana penguatan modal yang dibutuhkan adalah sebesar Rp1.00. c.00.00.771.446.000.000.1. Koperasi ini didirikan berdasar pada Badan Hukum nomor 518/57/BH/VI/2006 Tanggal 8 Juni 2006 beranggotakan 6 koperasi dengan susunan pengurus sebagai berikut : No 1. b.000.009. Nama KRT Sudomowiwoho Subiyakto.518/58. berupa : (1) Sewa lahan sebesar Rp1. Neraca Per 31 Desember 2006 menunjukkan posisi aset sebesar Rp55.00.00 dengan bunga 6% per tahun dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun.200.200. SPd Ketua Wakil Ketua Sekretaris I Sekretaris II Bendahara Ketua/Anggota Pengawas Anggota Anggota Jabatan Sampai dengan bulan Maret 2008.

00 30.00 30. Dana ini kemudian dipinjamkan kepada anggota.048. 11. 5.00 0. 6. KSU Chaka Domas Payung Agung Pengasih Anggota Tahun 2008 KSU Wetpas Wates Kopdit Mulya Promasan Primkopabri BKP-AL Sentolo KPRI Teguh Samigaluh Koperasi AL-Amin Samigaluh KSU Mandiri Kebonharjo KSU Mitra Barokah Pasar Wates Jumlah 30.00 . penghasilan peminjam tetap dan dipotong gaji. 14.Daftar penerima dana penguatan modal dari kopdit pinunjul sampai dengan Maret 2008 adalah sebagai berikut : No Nama Koperasi Anggota Tahun 2006 1.00 24.000. KUD Sido Subur Samigaluh KSP Sido Subur Samigaluh Koperasi Tani Pancasila Kalibawang KSU trijata Wates KUD Rekeji Mulyo Kokap KPRI Sejahtera Temon KPRI Agung Kokap Anggota Tahun 2007 8. 13.000. 4.000.000. 12.00 50.000.00 250.000.000. terutama untuk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI).000.000.000. 9.000.00 30.00 50.048. 2. yang dianggarkan pada perubahan APBD tanggal 2 Nopember 2007 berdasar pada Surat Bupati tanggal 14 Desember 2007.000.00 45. 7.00 Dana diterima (Rp) Dana yang dialokasikan adalah sebesar Rp1.000. Dari uraian diatas diketahui bahwa dana penguatan modal.000. Dasar yang digunakan hanyalah kepercayaan dan keyakinan.00 110.000. karena merupakan koperasi pegawai.000.000. karena sudah ada pengembalian pokok dan bunga atas dana yang sudah dipinjam pada bulan Februari.00 75.maka mendapat alokasi kredit terbesar.000. lebih besar dari dana yang diterima.000. 3.000.00 200.000.000. sehingga resiko menunggak adalah kecil. Hasil cek fisik di kantor Kopdit Pinunjul menunjukkan bahwa pembagian kepada anggota tidak didasari dengan analisa perhitungan apapun. dana ditampung dalam rekening penampung Dinas Perindagkoptam tanggal 28 Desember 2007.000.000.000.000.000. surat perjanjian antara Dinas Perindagkoptam dengan Koperasi ditandatangani tanggal 29 Januari 2008 dan dana diterima oleh Koperasi pada PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 35 .000.000.000.000. Dengan pertimbangan.000. 10. 15.00 100.00 1.00 24.

manajemen dan usaha dan keuangan koperasi sebesar Rp8. telah dituangkan beberapa urusan wajib yang menjadi prioritas untuk dianggarkan dalam perubahan APBD 2007. prediksi kemampuan keuangan daerah dan dalam upaya mencapai sasaran yang akan dicapai pada tahun 2007 melalui urusan wajib dan urusan pilihan. Selain itu. sehingga kegiatan penguatan modal sebesar Rp1. Kegiatan yang dilaksanakan melewati Tahun Anggaran tidak dapat diakui sebagai realisasi belanja tahun anggaran bersangkutan. Selain itu. Dalam Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 67 Tahun 2007 Tanggal 27 Juli 2007 Tentang Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUA) Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007. Permasalahan tersebut di atas tidak sesuai dengan : a.350. Pagu indikatif untuk urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah adalah sebesar Rp380.00 dan Program peningkatan kualitas organisasi. Dalam KUA perubahan diuraikan beberapa urusan wajib dan pilihan yang dituangkan dalamAPBD perubahan.616. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 Tentang Keuangan Negara : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 36 .400.00 yang diakui dan dicatat sebagai realisasi pengeluaran pembiayaan Tahun 2007 dalam Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2007 menjadikan realisasi pengeluaran pembiayaan dicatat lebih tinggi. dijabarkan dalam tabel Rekapitulasi Kebijakan Umum Anggaran Perubahan Tahun 2007.000.264.400. Bertitik tolak dari kondisi. pelaksanaan kegiatan yang melewati tahun anggaran tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. permasalahan dan tantangan yang dihadapi pada tahun 2005. adalah tidak sesuai dengan ketentuan yang mengatur tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. yang terdiri dari Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi usaha mikro kecil dan menengah sebesar Rp372. tantangan dan permasalahan yang dihadapi.00.tanggal 31 Januari 2008. apabila terjadi.00.000.616. dan tidak didasarkan pada prioritas anggaran. 2006 dan 2007. dengan diberi gambaran tentang kondisi umum.000. yaitu perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa anggaran untuk kegiatan penguatan modal pada APBD perubahan tidak sejalan dengan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran 2007. pada huruf a. dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 Tentang Keuangan Negara Pasal 28 ayat (3) dinyatakan bahwa Penyesuaian APBD dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan dibahas bersama DPRD dengan Pemerintah Daerah dalam rangka penyusunan prakiraan Perubahan atas APBD tahun anggaran yang bersangkutan.

00 . 02 Laporan Realisasi Anggaran paragraph 56 menyatakan bahwa Pengeluaran pembiayaan diakui pada saat dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Hal ini disebabkan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas Perindagkoptam tidak memahami peraturan pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah. Posisi kas per 31 Desember 2007 dan Silpa Tahun 2007 dicatat lebih rendah sebesar Rp1.350. (2) Pasal 28 ayat (3). huruf a. Dinas Perindagkoptam menyatakan bahwa Dana Bantuan Pemberdayaan Masyarakat dari Pemerintah Propinsi DIY diterima di rekening pengelola (Dinas Perindagkoptam) tanggal 31 Desember 2007 dan disalurkan tanggal 31 Januari 2008.350. c.000. Atas permasalahan tersebut diatas. Pernyataan No. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 11 dinyatakan bahwa Tahun Anggaran meliputi masa satu tahun mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember . apabila terjadi. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tanggal 9 Desember 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 1 angka 21. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 37 . d. menyatakan bahwa Rekening Kas Umum Daerah (RKUD adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh Kepala Daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan. Realisasi pengeluaran pembiayaan pada Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2007 dicatat lebih tinggi sebesar Rp1. b.264. Kondisi diatas mengakibatkan : a.(1) Pasal 17 ayat (2) dinyatakan bahwa penyusunan Rancangan APBD berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara. perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD. Penyesuaian APBD dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan dibahas bersama DPRD dengan Pemerintah Daerah dalam rangka penyusunan prakiraan Perubahan atas APBD tahun anggaran yang bersangkutan. b.264.00 .000. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tanggal 13 Juni 2005 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

Koperasi dan Pertambangan supaya dalam merealisasikan anggaran memperhatikan batas waktu tahun anggaran.Rekomendasi BPK-RI Bupati agar menegur dan memerintahkan Kepala Dinas Perindustrian. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 38 . Perdagangan.

terdapat biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung sebagai harga perolehan dianggarkan pada belanja barang dan jasa. nilai aset tetap.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp93. Untuk kegiatan pengadaan konstruksi bangunan.246. Dalam prosedur akuntansi aset tersebut PPK SKPD mempunyai tugas mencatat harga perolehan.102. disamping biaya konstruksi yang telah dianggarkan pada belanja modal. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 39 . serta belanja modal. Rincian biaya-biaya tersebut pada Lampiran. jalan. pemeliharaan. Adapun realisasi biaya-biaya yang dapat diatribusikan sebagai harga perolehan sebesar Rp2. kode rekening. berita acara serah terima barang dan berita acara penyelesaian pekerjaan. Bukti transaksi yang dipergunakan adalah berita acara penerimaan barang.726.00. peralatan dan mesin. Laporan Akuntansi dan Laporan Keuangan serta Surat Pertanggungjawaban secara uji petik pada beberapa SKPD diketahui bahwa terdapat biaya-biaya selain yang dianggarkan pada belanja modal untuk melaksanakan kegiatan pengadaan aset tetap.245. irigasi dan jaringan. klasifikasi aset tetap. Berdasarkan bukti transaksi tersebut PPK SKPD membuat bukti memorial yang memuat informasi mengenai jenis/nama aset tetap.480. dan aset tetap lainnya. Dalam Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2007. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah menganggarkan belanja modal sebesar Rp111.245. selain dianggarkan pada belanja modal. juga dianggarkan biaya perencanaan dan pengawasan dalam rangka pengadaan konstruksi bangunan tersebut.782.7. Biaya -biaya tersebut antara lain biaya pengukuran & biaya pungutan desa.00. gedung dan bangunan. rehabilitasi. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. seperti dalam bentuk tanah. perubahan klasifikasi terhadap aset yang dikuasai SKPD. Hasil pemeriksaan atas Laporan Realisasi Anggaran. Sistem akuntansi tersebut antara lain memuat prosedur akuntansi aset. Untuk kegiatan pengadaan aset Tanah.685.246. melalui Surat Edaran BPKD Nomor 930/221/2007 tanggal 14 April 2007 tentang Pelaksanaan Akuntansi 2007 pada SKPD telah menyusun sistem akuntansi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang harus dilaksanakan oleh Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) SKPD.441. tanggal transaksi dan atau kejadian. belanja barang dan jasa. Biaya perencanaan dan pengawasan dianggarkan pada belanja barang dan jasa. Realisasi belanja modal tersebut telah dicatat sebagai mutasi penambahan aset tetap dalam Neraca Tahun 2007. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengelompokkan belanja langsung menjadi 3 (tiga) jenis yaitu belanja pegawai. Pengakuan belanja modal pada neraca minimal sebesar Rp2.854.00 tidak berdasarkan harga perolehan Dalam melaksanakan suatu kegiatan. Belanja modal tersebut digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12 (duabelas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan.441.

Biaya perolehan aset tetap yang dibangun dengan cara swakelola meliputi biaya langsung untuk tenaga kerja. penimbunan. Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dan SKPKD atas kapitalisasi asset dan belum adanya peraturan daerah yang mengatur tentang biaya kapitalisasi. b. dan biaya lainnya yang dikeluarkan sampai tanah tersebut siap pakai. Kondisi ini mengakibatkan nilai asset pada Neraca per 31 Desember 2007 dicatat lebih rendah sebesar biaya kapitalisasi yang dianggarkan pada belanja barang dan jasa. pengukuran. biaya pematangan.246.245. dan biaya tidak langsung termasuk biaya perencanaan dan pengawasan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman PPK-SKPD. sewa peralatan. perlengkapan.441.00. bahan baku. Untu selanjutnya. dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan aset tetap tersebut. Paragraf 31 : Tanah diakui pertama kali sebesar biaya perolehan. biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh hak. Paragraf 22 dan 23 menyebutkan bahwa Aset tetap dinilai dengan biaya perolehan. akan disusun petunjuk baku pelaksanaan kapitalisasi asset. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 40 . tenaga listrik. Atas permasalahan ini Sekretaris Daerah menjelaskan bahwa biaya kapitalisasi yang belum dimasukkan sebagai harga perolehan dipengaruhi oleh belum adanya ketentuan yang baku tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah yang diantaranya mengatur kapitalisasi asset. Biaya perolehan mencakup harga pembelian atau biaya pembebasan tanah. yaitu sebesar Rp2.Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 Tanggal 13 Juni 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Pernyataan Nomor 07 : a. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar memerintahkan BUD menyusun Raperda Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan daerah yang ditindaklanjuti dengan menerbitkan Peraturan Bupati tentang pedoman kapitalisasi aset.

610.00) 2 Belanja modal pengadaan tanah sarana pendidikan menenqah lanjutan dan kejuruan SMK t Temon Rp55S. ----379.000.00 2.Lamplran Belanja Modal No a ' mil Kerja Pemerintahan Desa Kegiatan 1 Beianja modal pengadaan tanah sarana kesehatan mmah sakit: Biaya Panitia Pelepasan.00 2.000.00 3.000.00 Biaya pensertifikatan lanah pengganti (1%x Rp379.00 Tanah 180.000.000.00 22.00^ 3.000.600.000.000.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa Tanah Tanah 132.000.00 Biaya pensertifikatan tanah pengganti (1 % x Rp375.00 23.000.599.00 : Biaya Panitia Pelepasan.00 Tanah 126. Pengadaan Tanas Kas Desa 4% x Rp375 000.930.550J300.00 3.713.00) — — --------------------3 Beianja model pengadaan tanah sarana umum dermaga Biaya Panitia Pelepasan.014.794.000. Pengadaan Tanas Kas Desa 4% x Rp455.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa • 6 Pengadaan tanah untuk pembangunan jembatan Sawah Aking seluas 2 000 m2 Pengukuran.000.00 Biaya pensertifikatan tanah pengganti (1%x Rp455.00 .00 Tanah 1.500.00 Belanja Barang dan Jasa ---- — -----------------15.200.00: Biaya Panitia Pelepasan.000.000. Pengadaan Tanas Kas Desa 4% x Rp559. Pengadaan Tanas Kas Desa 4% x Rp379 404.600..176.366.625.00 15.000.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 8 Pengadaan tanah untuk pembangunan reversoir PDAM di Selo Sarat seluas 500 m2 Pengukuran.046.800.000.930.00 4.00 Tanah -— .000.000.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 5 Pengadaan tanah untuk pembangunan perluasan Pasar Pripih seluas 1.750.S30.000.000.000.930..000.300.00 3.775.830.184.397.300 m2 Pengukuran.404.200.904.945. __ ------------------620.000 m2 Pengukuran.600.000.000..726.620.00 Biaya pensertifikatan tanah pengganti (1% x Rp559.00 Aset Tanah Belanja Modal 375.00 18.00) Bagian Tapem 4 Pengadaan tanah utk TPA sampah (lanjutan ) 10 000 m2 Pengukuran.00 91.404.000.000.200.00) SMKN i Panjatan Rp455.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 7 Pengadaan tanah untuk pembangunan jembatan Sungapan 3.00 5.00 Tanah 300.00 .000.

pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 12 Pengadaan tanah untuk jalan dl Lokasi Wisata C'agah Pengukuran.00 Tanah 1.060.000.240.362.900.000.00 78.00 503.500. dinding depan.800 000.275.000.No Unit Kerja Kegiatan 9 Pengadaan tanah untuk pembangunan jembatan Kebonagung seluas 750 m2 Pengukuran.00 68.429.700.00 4.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 13 Pengadaan tanah untuk investasi Pengukuran. Tanah Mas) Jasa Konsultan Perencanaan Gedung dan Bangunan 18.00 Gedung dan Bangunan Gedung dan Bangunan 16.960.900.663.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 14 Pemeliharaan rutln/berkala gedung kantor Belanja modal pengadaan konstruksi/pembelian bangunan (perbaikan gypsum joglo bupati dan talang (eras dan eternit dan pengecatan gedung PKK) Belanja modal pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor (Perbaikan gedung kantor.000.00 Tanah Tanah 285.00 3.724.000.00 31. halaman dl!) Jasa konsultan perencanaan (UPPSA) Jasa konsultan pengawasan (UPPSA) Aset Belanja Modal Belanja Barang dan Jasa Tanah 371.273.000.00 1.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 11 Pengadaan tanah untuk pintu gertang wisata Glagah (lanjutan) Pengukuran. parkir.00 12.400.816.00 I.OOOjOO .376.000.900.000.538.00 c Bawasda 15 Pembangunan kamar mandi Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor (pembuatan kamar mandi 1 unit oleh Cv.968^00 Tanah 26.352.552.000.OOO.pengurusan tanah dan pembayaran pungutan desa 10 Pengadaan tanah untuk jalan trase Sentolo-Sermo Pengukuran.000.00 9.00 -------------------------------- 3.

000.000.000.000.00 4.000.000.882.00 312.000.805.000.000.000.00 8.418.000.000. Belanja 16 Modal Pengadaan Alat-alat Komunikasi (radio SSB) Jasa Konsultan Perencanaan Dinas Pendidikan 17 Program Pendidikan Anak Usia Dini Pernbangunan gedung sekolah Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor ---------------------.00 15.425.000.00 129.680. 8.00 - Jasa Konsuttan Pengawasan .00 .00 343.00 7.000.No d Unit Kerja Keglatan Aset Peralatan dan Mesin Belanja Modal 552.00 e Gedung dan Bangunan 145.000.00 Betanja 8arang dan Jasa Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. KB dan Pemberdayaan Masyaraka.00 177.875.250.000.912.000.00 ---------------------- Jasa Konsuttan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 16 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah ( DAK bidang pendidikan ) Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor (Rehab Gedung SD/MI 52 Sekolah} Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 19 Program Pendidikan Menengah Pern bangu nan gedung sekolah Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 20 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (Lanjutan) Rehabilitasi berat/sedang bangunan Sekoiah SMP Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor (4 paket rehab) Jasa Konsultan Perencanaan Gedung dan Bangunan Gedung dan Bangunan Gedung dan Bangunan ---------------------- 6._ --------31.00 10.800.090.412.632.

000.Pemb.00 5.044.517.500.643.OOOjOO 8.00 29.000.064.00 75.000.000.921 .355.800.489.975.415.00 402.00 Gedung dan Bangunan 3.000.00 .000.126.931.000.927.880.00 75.00 99.No Unit Kerja Kegiatan 21 Program Pendidikan Menengah (Lanjutan) Rehabilitasi sedang/berat bangurtan sekolah Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor Jasa Konsultan Perencanaan Aset Belanja Modal Belanja Barang dan Jasa Gedung dan Sangunan 310.000.000.009.00 8.00 Jalan Irigasi dan Jaringan 2.00 f Jasa Konsultan Pengawasan KANTOR PENGELOLA PASAR 22 Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Gedung dan Bangunan 380.961.00 84.sal drainase/gorcng2 Pembangunan/Rehabilitasi Saluran Drainase/Gorong-gorong Belanja mdl peng konstruksi jaringan irigasi Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 25 Program rehaWpemel Jalan & Jembatan Pemeliharaan Berkala jalan kabupaten Belanja modal pengadaan konstruksi jalan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Jalan Irigasi dan Jaringan 7.000.533.00 3.900.000.00 31.026.00 9 DPU 23 Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Pembangunan Jalan Kabupaten Belanja modal pengadaan konstruksi jalan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 24 Prog.000.000.589.

00 .00 37.00 61.00 Jalan Irigasi dan Jaringan 896.000.000.751.00 Jalan Irigasi dan Jaringan 3.00 Jalan Irigasi dan Jaringan 115.00 34.000.000.00 9.00 Beianja Barang dan Jasa ---------------------- 74.250.00 19.000.000.Wil Strategis S.379. cepattumbuh Pern ba ng u na n/pe n i ng kata n i nfra stru ktu r Beianja modal pengadaan konstruksi jalan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Jalan Irigasi dan Jaringan 1.831.700.960.No Unit Kerja Kegiatan 26 Peningkatan Jalan Kabupaten Beianja modal pengadaan konstruksi jalan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 26 Pemeliharaan LPJU Beianja modal pengadaan instalasi Itstrik Aset Jalan Irigasi dan Jaringan Beianja Modal 4.135.000.778. Rehabilitasi / Pemel Jaringan irigasi Beianja mdl peng konstruksi Jaringan irigasi Jasa konsultan perencanaan Jasa konsultan Pengawasan 29 Operasi dan Pemeliharaan jaringan Irigasi Kab Kulon Progo Beianja modal peng konst Jaringan Irigasi Jasa Konsultan Perencanaan 30 Program Pengemb.000.00 12.00 69.0ff ---------------------.00 94.338 134.00 29.900.000.---- Jasa konsultan perencanaan 27 Pembanqunan LPJU Beianja modal pengadaan instalasi Itstrik Jasa Konsultan Perencanaan 28 Jasa Konsultan Pengawasan Program Pengemb & Pemb.257.421.800.000.000.250.276.750.000.210.000.000.000.118.00 Jalan Irigasi da'ri Jaringan 171.968.

000.000.280.00q.00 3.987.00 1.00 .No Unit Kerja Keglatan 31 Program Pembangunan Infrastruktur perdesaan Pembangunan Jalan dan Jembatan Perdesaan Belanja modal pengadaan konstruksi jalan Jasa konsultan perencanaan Jasa konsultan pengawasan 32 Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor akibat bencana gempa Belanja pengadaan konstr/pembeltan gdg kantor Aset Belanja Modal Beianja Barang dan Jasa Jalan Irigasi dan Jaringan 2.O0 Bangunan dan Gedung 615.000.800.510.800.000.032.000.OD0.104.00 ..000.404.00 97.00O.000.253. Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan ------- 33 Rehab Kantor Kecamatan Belanja modal peng konstruksr/pembelian bang Jasa konsultan perencanaan Jasa konsultan pengawasan 34 Program Lingkungan Sehat Perumahan Penyediaan sarana air bersih dan santtasi dasar Belanja modal pengadaan konstruksi jaringan air bersih minum Bangunan dan Gedung 1.757. DO 49.199.00 h Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 36 Pembangunan Area Parkir dan Kios Belanja modal pengadaan konstruksi bangunan lainnya Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Bangunan dan Gedung 145.000.470.543.000.00 39.000.00 41.00 98QQ.685.500.400.884.000.00 25.00 —— ---------------49.0OO.000.000..696.649.00 -- Jasa Konsultan perencanaan Jasa Konsultan pengawasan 35 Rehabilitasi taman kota Blnja mdl pengd konstruksi/pembelian gdg kantor Jasa Konsultan perencanaan Jasa Konsultan pengawasan Bangunan dan Gedung 246.00 85.000.000.00 Jalan Irigasi dan J jringan 2.00 12.00 4.735.00 20 086.097.

000.750.250.00 Bangunan dan Gedung 71.000.360.00 Bangunan dan Gedung 93..441.00 4.00 34.000.00 3.350.00 2..00 2.063.900.00 3.741.000.000.000..00 7.000.000.000.596. di Puncak Suroioyo Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian bangunan bersejarah Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Bangunan dan Gedung 87.500.000.000.00 5.00 2650.00 Bangunan dan Gedung 147.500.500.580.000.000.00 1.00 1.000.100.00 ------. 40 Pembangunan Taman Bunga dan Kios Souvenir Belanja modal pengadaan konstruksi ban< lunan lainnya _.00 Bangunan dan Gedung 61.000.00 2..650.000.710. Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 41 Rehab Sarana Obyek Wisata Pasca Gempa Belanja modal pengadaan konstruksi bangunan lainnya Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan i Dinas Pertanian dan Kelautan 42 Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor Belanja moda! Pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Bangunan dan Gedung 146.00 .000.000.No Unit Kerja 37 Pemeliharaan Sarana Obyek Wisata Kegiatan Aset Belanja Modal Belanja Barang dan Jasa Belanja modal pengadaan konstruksi bangunan hinnya Jasa Konsultan Perencanaan 38 Pembangjnan Landscape di Sendang Kawidodaren Belanja modal Pengadaan konstruksi/pembelian bangunan bersejarah Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 39 Pembangunan Landscape dan Pagar Pengama.350.

441.245.375.No Unit Kerja Dinas Kesehatan 43 Keglatan Program pengadaan.000.00 124.00 26.721.00 155.204.000.787.278.610.000.600.060.00 603.00 194. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas / p us kesm as pem ba ntu Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Angkutan Darat Bermotor Aset Peralatan dan Mesin Belanja Modal 630.000.00 304.246.600.800.00 2.950.250.718.339.144.397.046.800.463. ------ Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Bangunan dan Gedung 6.00 --------------------------.437.00 357.280.689 390.070.00 248.000.655.00 Belanja Barang dan Jasa i Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Bengkel Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Kantor Belanja Modal Pengadaan Komputer Belanja Modal Pengadaan Mebeulair Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Studio Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Kedokteran Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Laboratorium Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Bangunan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan 44 Pendampingan dana penyesuaian infrastrukturjalan dan lainnya Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Kantor Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Kedokteran Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Bangunan Jasa Konsultan Perencanaan Jasa Konsultan Pengawasan Jumlah Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Bangunan dan Gedung 11.000.746.000.534.00 50.00 113.000.00 2.00 .338.00 176.700.000.00 2.00 1.

000. Penyerahan bantuan dilakukan antara Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan dengan penerima bantuan yang dituangkan dalam surat perjanjian.00.18%) adalah merupakan realisasi belanja bantuan. Atas realisasi belanja modal. Penetapan kelompok masyarakat yang mendapatkan bantuan pada Dinas Pertanian dan Kelautan didasarkan pada pengajuan permohonan bantuan dan hasil koordinasi serta peninjauan lokasi.905.758. Belanja bantuan yang dianggarkan dan direalisasikan pada belanja modal melalui kegiatan sebagai berikut : 1.8. Ketidaktepatan tersebut nampak dalam uraian sebagai berikut : a.00. Penganggaran dan realisasi bantuan pada belanja modal tersebut tidak tepat. Catatan Sipil. Dinas Pertanian dan Kelautan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp24.00 Dalam Tahun Anggaran 2007. karena belanja modal akan direklasifikasi menjadi aset tetap dalam neraca.211.975.480.00. sebesar Rp2. Dinas Pendidikan Nasional dan Dinas Kependukan.00 (32.00 merupakan realisasi belanja modal.102.726.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp21. dengan rincian sebagai berikut : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 41 . Dari realisasi tersebut sebesar Rp7.643. Penganggaran Belanja Modal dimaksudkan untuk memperoleh aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi dan akan digunakan untuk kegiatan pemerintah daerah. Anggaran belanja modal pada empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) direalisasikan sebagai bantuan sebesar Rp12.905.211.100.000.946.030.758.508.685. Peralatan dan mesin yang diberikan sebagai bantuan kepada kelompok-kelompok tani sebesar Rp170.00 dengan realisasi sebesar Rp93.624.453.00.478.854. Hasil pemeriksaan secara uji petik pada Dinas Pertanian dan Kelautan.782.625. Dinas Pekerjaan Umum.068.337. DAK Bidang Pertanian Penetapan kelompok tani penerima bantuan berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Nomor 188/771 melalui kegiatan-kegiatan DAK Bidang Pertanian sebagai berikut : a) Belanja Modal Pengadaan Peralatan dan Mesin Realisasi pengadaan peralatan dan mesin pertanian adalah sebesar Rp520.757. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat menunjukkan adanya belanja bantuan yang dianggarkan dan direalisasikan pada belanja moda sebesar Rp12.463. Dinas Pertanian dan Kelautan Tahun Anggaran 2007. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menganggarkan Belanja Modal sebesar Rp111.00.

198.00 97. Pengasih c. Jangkaran.350.000.00 Nilai Bantuan (Rp) 10.353.400.000.000.00 22.00 86.065. 1 2 Kandang Koloni Sapi : KT. P4A Tirto Martani.00 170. Eko Martani.00 89.000. Penerima Bantuan Gudang Benih : Kelompok Tani Maju II.00 PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 42 .000.000. Ben Makmur. Pasir Sari.00 13.00 99. Sogan.500.395. screen house. Banaran Galur Kelompok Tani Makaryo. Rojo Koyo Perkasa. Karangsewu. . Pleret.000.891.000.00 13.693.000.00 99.200.000.000.507.00 13.000. Panjatan Jumlah 63.00 1.500. Demen.00 99. . Tayuban.000. Tayuban.00 130. Manunggal.00 64.100. Galur Screen House Asosiasi Petani Tanaman Hias “Sekar Binangun” . kandang koloni sapi dan kandang koloni domba : No a. Wates KT. Kulwaru.000. Temon Kelompok Tani Sewu Rejo.000.200.000. Maju II. Panjatan KT. Pleret.00 86. Banaran Galur KT.00 22.000.000. Panjatan KT.000. 1 2 3 4 b. Temon KT.200.725. Mardi Makmur.000.150.000. Wates Kandang Koloni Domba KT.350.000. Karangsari. Bangun Karyo.000. Temon Jumlah Nilai Bantuan 99. Manunggal.000.000.000.000.00 c) Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Gedung berupa gudang benih. Karangwuni. Ngudi Kismo.No 1 2 3 4 6 Uraian Gerobak Sorong Pompa air Hand traktor Hand sprayer Timbangan Jumlah Penerima Bantuan 13 Kelompok Tani 1 Kelompok Tani 9 Kelompok Tani 12 Kelompok Tani 2 Kelompok Tani Jumlah 29 unit 1 unit 9 unit 15 unit 2 unit Harga Satuan 350.450.00 Nilai Bantuan (Rp) d) Belanja Modal Pengadaan Jaringan Irigasi Tersier No 1 2 3 4 Penerima Bantuan KT. Sentolo Kelompok Tani Sari Bumi.00 3. Palihan.00 52.00 540.00 14.00 900.700.00 394.000. Maju II.000. Banaran Galur KT.00 98. Banguncipto.000.00 b) Belanja Modal Kontruksi Jalan merupakan pekerjaan pengadaan Jalan Usaha Tani No 1 2 3 4 Penerima Bantuan KT.500. 1 2 d.700.00 52. Panjatan Nilai Bantuan 99.000.600. Temon KT.000.00 98. Wates KT. Jangkaran.000.000.100.

642. b.000 ekor 25 Kelompok Tani 12 Kelompok Tani 27 Kelompok Tani 49. Garongan. Penerima bantuan semen tersebut telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Nomor 188/356 Tahun 2007.161 btg Penerima Bantuan 22 Kelompok Tani 12 Kelompok Tani 26 Kelompok Tani 21 Kelompok Tani 21 Kelompok Tani Nilai Bantuan (Rp) 150.000.000.480 btg 70.068.00 496. Dinas Pekerjaan Umum mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp60.000.000.245.902.000 btg 6.000 ekor 50.00 Jumlah Penerima Bantuan Nilai Bantuan (Rp) 83.000.00 (13. Panjatan Jumlah 99.054.000 ekor 25.000.000.250.640. Pada kenyataannya kegiatan ini merupakan pengadaan semen yang digunakan untuk pemberian bantuan kepada kelompok pembudidaya perikanan dalam pembuatan kolam ikan dengan realisasi sebesar Rp268. Pengembangan Bibit Unggul Pertanian dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Belanja modal pengadaan tanaman.00 133.000 ekor 160. Tirta Morgana.175 btg 30.000.385.079.85%) adalah merupakan realisasi belanja bantuan.596.00 116. P4A.538.5 KT.950. Atas realisasi belanja modal.00 3. Dinas Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2007.00 dengan semen sebanyak 7.000.484. sebesar Rp5.00 451.000.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp55. No 1 2 3 4 5 Uraian Bibit mangga Bibit manggis Bibit kakao Bibit jati Bibit mahoni Jumlah Jumlah 20.398.000. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 43 .253 zak.00 39.00 2.300.500. Pendampingan pada Kelompok Tani Pembudidaya Ikan dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Kegiatan ini dianggarkan pada Belanja Modal Pengadan Konstruksi/ Bangunan Lainnya.00 46.980.679.532.00 merupakan realisasi belanja modal.354.000 btg 40. Pengembangan Agribisnis Peternakan dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Belanja Modal Pengadaan ternak No 1 Uraian Pengadaam benih : Gurameh Lele Nila Bawal 2 Gurameh (APBD Perubahan) Jumlah 60.00 4.068.000 ekor 10.000.728.544.00 98.000.00. Dari realisasi tersebut sebesar Rp40.

00. Kegiatan-kegiatan pemberian bantuan yang direalisasikan melalui Belanja Modal tersebut adalah : 1) Pengadaan semen dan aspal untuk bantuan ke desa-desa. Kegiatan pengadaan semen untuk bantuan ke desa-desa dianggarkan pada Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jalan dengan nilai Rp3. 3) Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih (Penampungan Air Hujan) Rp769. Penerima bantuan semen ditetapkan dengan SK Bupati Nomor 265 tanggal 30 Juli 2007. Desa Hargowilis b. Desa Hargomulyo c. Pengasih.000. Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Nomor 70/Kep.D/XI/2007 tanggal 7 Nopember 2007. Temon. Girimulyo. penerima bantuan tersebut terdapat di 7 kecamatan yaitu Kecamatan Samigaluh. 2) Penataan Lingkungan Pemukiman Penduduk Pedesaan (Pipa Air Bersih) Rp358. Desa Hargorejo d. pompa air dan hidran umum kepada penduduk desa yang kekurangan air bersih.000. Sarana Penampungan Air Hujan merupakan bantuan yang diberikan penduduk yang kekurangan air bersih yang terdapat di 4 kecamatan sebanyak 71 unit yaitu Kecamatan Kokap.250.124 drum senilai Rp937.000. Kecamatan Pengasih.774.950. Kokap.00 dan aspal sebanyak 1.676.Pemberian bantuan tersebut dilakukan berdasarkan proposal permohonan bantuan dari masyarakat dan hasil survey dan kajian teknis Tim Monitoring Evaluasi dan Pengendalian Kegiatan Pembangunan.000.712. Desa Hargotirto 2 3 Kecamatan Pengasih Desa Sidomulyo Kecamatan Samigaluh Desa Banjarsari PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 3 17 12 20 12 5 Unit 44 . Kegiatan tersebut berupa pengadaan semen sebanyak 82.D/XI/2007 tanggal 5 Nopember 2007.00.705. Kecamatan Samigaluh dan Kecamatan Girimulyo dengan rincian sebagai berikut : No 1 Desa Kecamatan Kokap a. sedangkan penerima bantuan aspal ditetapkan SK Bupati Nomor 443 tanggal 5 Desember 2007.508 zak senilai Rp2.000. Kalibawang dan Sentolo.00 Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Nomor 61/Kep.00 Kegiatan ini merupakan pemberian bantuan berupa pipa.655.

690.00 merupakan realisasi belanja modal.299.05%) adalah merupakan realisasi belanja bantuan.276 zak dengan nilai sebesar Rp755.00. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp9.131.650.a Tahun 2007 tentang Penetapan KUBE FM Penerima Bantuan Kambing kepada 12 kelompok KUBE FM yang tersebar di wilayah Kabupaten Kulon Progo sebanyak 24 ekor kambing yang terdiri 12 kambing jantan dan 12 kambing betina senilai Rp29. Dinas Pendidikan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp220. Atas realisasi belanja modal.453.043.000. Catatan Sipil.83%) adalah merupakan realisasi belanja bantuan.803. Dinas Kependudukan.000.322.00 (21.145. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun Anggaran 2007.00 merupakan realisasi belanja modal. Penerima bantuan ditetapkan berdasarkan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 444 tanggal 5 Desember 2007 tentang Lokasi dan Alokasi Distribusi Bantuan Semen Pemberdayaan Masyarakat.900.000.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp209. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Nomor 1471. d.354.750.925. Atas realisasi belanja modal. Catatan Sipil.000. c. Catatan Sipil. Dinas Pendidikan Tahun Anggaran 2007. Belanja bantuan tersebut adalah Kegiatan Pendampingan Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin (KUBE FM).590. sebesar Rp29. Dinas Kependudukan.302.850. sebesar Rp4.No 4 Desa Kecamatan Girimulyo Desa Purwosari Jumlah Unit 2 71 4) Kegiatan Penataan Lingkungan Pemukiman Penduduk Pedesaan Rp755.00.131. Realisasi bantuan merupakan pengadaan aset untuk sekolah-sekolah swasta di PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 45 .903.00 Kegiatan ini berupa pengadaan semen untuk bantuan pembuatan corblok di lingkungan pedesaan sebanyak 21.00 Dari realisasi tersebut sebesar Rp737.00.333.00 (4.903.546.900.183. Kegiatan tersebut merupakan bantuan yang diberikan kepada Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Kependudukan. Dari realisasi tersebut sebesar Rp18.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp9.622.

00 Rp20.00 Rp10.00 Rp 5.00/sekolah.000.000.000. SMP Muhammadiyah 1 Sentolo dan SMP Muhammadiyah 2 Galur senilai Rp5.235.00 yang diberikan kepada 20 Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan nilai Rp1.650.000.000.855.000.00 Rp20.00 dengan rincian sebagai berikut : a) b) c) d) e) f) g) TK.00 per kelompok di wilayah Kabupaten Kulon Progo.000.000.wilayah Kabupaten Kulon Progo.195. sehingga keseluruhannya sebesar Rp17.943.000. 5) Kegiatan Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa (Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun) Realisasi Belanja Modal untuk Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa merupakan pengadaan Alat Laboratorium Fisika. Pembina Galur TK.00. Alat Laboratorim Bahasa dan Alat Ketrampilan Komputer sebesar Rp266.000. 4) Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Masyarakat (Program PAUD) Realisasi Belanja Modal untuk Penyelenggaraan Pendidikan Masyarakat sebesar Rp20.300.00.000.000.981.000.00 Rp 5.000.000.900.000. Mashitoh Tejogan Kokap TK Ring I Galur TK ABA Bantar I Sentolo TK ABA Pamadi Putra IV Pengasih TK Al Hidayah Triharjo Wates TK Kencana Putra Pengasih Rp45.000.000.000.00 2) Kegiatan Pengadaan Buku-buku dan Alat Tulis Siswa (Program PAUD) Realisasi Belanja Modal untuk Pengadaan Buku-buku dan Alat Tulis Siswa merupakan pengadaan buku rapor untuk TK sebesar Rp45.746. adapun rinciannya sebagai berikut : a) Laboratorium Fisika SMP diberikan kepada 3 SMP swasta yaitu SMP Muhammadiyah Temon.585. 3) Kegiatan Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa (Program PAUD) Realisasi Belanja Modal untuk Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa sebesar Rp49. Adapun kegiatan-kegiatan tersebut adalah : 1) Kegiatan Pembangunan Gedung Sekolah (Program PAUD) Realisasi Belanja Modal untuk Kegiatan Pembangunan Gedung Sekolah merupakan bantuan dana rehabilitasi kepada TK-TK swasta sebesar Rp145.000.00 yang disalurkan ke seluruh TK-TK swasta di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Peralatan tersebut senilai Rp84.000.00 yang diberikan ke TK-TK swasta di wilayah Kabupaten Kulon Progo.000.00 Rp40.00 diberikan ke SMP swasta. b) Alat Ketrampilan Komputer diberikan kepada 2 SMP swasta yaitu : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 46 .

00 6) Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Sekolah (DAK Bidang Pendidikan) Realisasi Belanja Modal untuk Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Sekolah berupa rehabilitasi sebanyak 52 sekolah gedung SD/MI dengan nilai rehab sebesar Rp296.900.800.917.00 dan buku-buku keagamaan Rp39.(1) SMP Muhammadiyah 2 Wates : komputer 7 unit senilai Rp27. Dari realisasi tersebut diantaranya terdapat rehabilitasi gedung SMP swasta sebanyak 1 paket yatu SMP Muhammadiyah 2 Kalibawang senilai Rp46.00. (2) SMP Muhammadiyah 1 Kalibawang : komputer 8 unit senilai Rp31.00 Rp10.353.875. Dari realisasi tersebut diantaranya sebanyak 11 SD/MI merupakan rehabilitasi sekolah swasta dengan nilai sebesar Rp3.632.775. 8) Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Gedung SMP Realisasi Belanja Modal untuk Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Gedung SMP merupakan pengadaan kontruksi bangunan sebanyak 4 paket rehab senilai Rp312.000.00 kepada 66 majelis taklim.000.775.207.00.086.263.600.000.00 Rp10. diantaranya 20 unit mesin jahit dan 5 unit laptop diberikan kepada sekolah swasta senilai Rp79.448.00 per sekolah atau keseluruhan sebesar Rp15.425. Kalibawang (1 unit laptop) SMP Muhammadiyah 2 Wates (1 unit laptop) SMP Muhammadiyah 2 Galur (1 unit laptop) SMP Muhammadiyah Temon (1 unit laptop) SMP Muhammadiyah 2 Sentolo (1 unit laptop) Rp12.00 Rp12.375.353.806.00.00 Rp10.939.900.00 10) Kegiatan Pengadaan Alat Praktek SMK Realisasi Belanja Modal untuk Kegiatan Pengadaan Alat Praktek SMK PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 47 . Dari realisasi tersebut.000.00 Rp10.000.150.000.00 Rp10.000.939.375.000.939.00.778.000.00 dan printer 2 unit senilai Rp3.650. 9) Kegiatan Pengadaan Media Pembelajaran dan Alat Ketrampilan Menjahit Siswa SMP Realisasi Belanja Modal untuk Kegiatan Pengadaan Media Pembelajaran dan Alat Ketrampilan Menjahit Siswa SMP berupa pengadaan 20 unit mesin jahit dan 9 unit laptop senilai Rp123.00 dan printer 2 unit senilai Rp3.939.000.384. 7) Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal Realisasi Belanja Modal untuk Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal merupakan pemberian bantuan alat-alat ibadah Rp26.939.775.775.00.775.00 yaitu : a) b) c) d) e) f) g) SMP Muhammadiyah 1 Wates (10 unit mesin jahit) SMP Muhammadiyah 2 Galur (10 unit mesin jahit) SMP Maarif.400.00.

000.00.merupakan pengadaan komputer.000. gedung dan bangunan.912. b) bunga. SMP Kemasyarakatan. e) bantuan sosial. 11) Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Realisasi Belanja Modal Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat 4 gedung SMA senilai Rp310. UPS/satbilizer serta mebelair sebanyak masing-masing 40 unit senilai Rp255. Dari realisasi tersebut diantaranya diberikan kepada sekolah 25 SMK swasta senilai Rp159. Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan : a.460.00. dan hewan.694.000.643. peralatan dan mesin. Dari realisasi tersebut diantaranya merupakan rehabiltasi 2 SMA swasta yaitu SMA Maarif Wates dan SMA Muhammadiyah Wates senilai Rp125.00.500. b. f) belanja bagi basil.000. printer. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah tanggal 15 Mei 2006 menyebutkan bahwa : 1) Pasal 37 : Kelompok belanja tidak langsung dibagi menurut jenis belanja yang terdiri dari: a) belanja pegawai.682. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 48 . d) hibah. Dari realisasi tersebut diantaranya merupakan pengadaan meja dan kursi untuk 4 sekolah swasta yaitu SMA Sanjaya. SMP Muhammadiyah Temon dan SMP Muhammadiyah 1 Wates senilai Rp46.000. dan h) belanja tidak terduga.00..00. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pada Penjelasan pasal 27 ayat 7 huruf C menyebutkan bahwa belanja modal adalah pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian / pengadaan aset tetap dan aset lainnya yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (duabelas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan. seperti dalam bentuk tanah. c) subsidi. buku perpustakaan.00. 12) Kegiatan Pengadaan Mebelair Sekolah Realisasi Belanja Modal Kegiatan Pengadaan Mebelair Sekolah merupakan pengadaan meja 126 buah dan kursi 252 untuk 7 SMP dan SMA senilai Rp81. jaringan.660. g) bantuan keuangan.

Permasalahan tersebut disebabkan : a. Untuk selanjutnya. Kemudian.905. irigasi dan jaringan. b.758. Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat serta Dinas Pendidikan supaya dalam menganggarkan belanja modal sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. jalan. penganggaran dan realisasi akan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. setelah barang diserahkan kepada panitia penerima barang selanjutnya barang tersebut diserahkan kepada masyarakat sebagai bantuan. b. dan aset tetap lainnya. barang dan/atau jasa kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya. Panitia Anggaran kurang teliti saat melakukan verifikasi RKA-SKPD dalam rangka penyusunan APBD. Realisasi belanja bantuan pada belanja modal mengakibatkan nilai aset tetap pada Neraca per 31 Desember 2007 dicatat terlalu tinggi Rp12. seperti dalam bentuk tanah.00. Tim Anggaran lebih teliti dalam melakukan verifikasi RKA-SKPD untuk penyusunan APBD yang diusulkan oleh masing-masing SKPD. c.2) Pasal 42 ayat (1) Belanja hibah digunakan untuk menganggarkan pemberian hibah dalam bentuk uang. gedung dan bangunan. SKPD dalam menganggarkan dan mengelompokkan belanja tidak berdasar pada Standar Akuntanasi Pemerintahan (SAP). Dinas Kependudukan. b. Kepala BPKD : belanja modal yang direalisasi sebagai bantuan dilaksanakan oleh masing-masing SKPD. Catatan Sipil. Atas permasalahan ini masing-masing SKPD menjelaskan sebagai berikut : a.211. 3) Pasal 53 ayat (1) Belanja modal digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12 (duabelas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan. Kepala Dinas Pendidikan sependapat dengan Tim dan untuk yang akan datang akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 49 . peralatan dan mesin. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur : a. dan kelompok masyarakat/ perorangan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya. Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan sependapat dengan Tim dikarenakan kurang dipahaminya PP Nomor 58 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Dinas Pekerjaan Umum.

800.000.00 4 1.038.2.000.690.690.005.848.00 69.721.031.885.000.031.690.00 0.02.721.389.031.5.480.00 69.00 251.800.542.00 3 1. relokasi Puskesmas Wates.00 287.179.00 Uang muka (Rp) 237. 2007 dicatat sebagai realisasi belanja sebesar Rp977.190. diantaranya digunakan untuk pengadaan gedung kantor (kode rekening 1.000.710.690.00 dengan rincian sebagai berikut : No 1 Kegiatan Pembangunan Gedung Operasi RSU Wates Relokasi Puskesmas Galur II Relokasi Puskesmas Wates Relokasi Puskesmas Temon I Rehab Tempat Pendaftaran dan Pelayanan Pasien Jumlah Kontrak (Rp) 1. Uang muka kegiatan infrastruktur T.885.00 adalah merupakan pembayaran 100% atas kegiatan Rehabilitasi tempat pendaftaran dan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 50 .646.01) yang dianggarkan sebesar Rp5. Dari realisasi tersebut.00 5 69.00 1.31.00 1.457.159.3.00 1.800.9.00 Pembayaran (Rp) 0.435.00 Dari tabel tersebut diketahui bahwa pengeluaran sebesar Rp69.000.080.00 Dalam rangka meningkatkan sarana dan prasana pelayanan kesehatan masyarakat.000.00 4. relokasi Puskesmas Galur II dan Relokasi Puskesmas Temon I.000.437.SPM.00 201.00 merupakan jumlah realisasi pembayaran fisik bangunan sebesar Rp69.00 977.000.800.185.000.080.00 2 1.000.000.257.00 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).457.800.000.190.00 0.00 0.690. SP2D dan bukti pendukung kelengkapan SPJ menunjukkan bahwa realisasi anggaran belanja sarana prasarana gedung kantor sebesar Rp1.185.179.00 0.26.000.00 dan uang muka kegiatan yang diakui sebagai realisasi belanja sebesar Rp977.00 Sisa (Rp) 1. Alokasi anggaran ini telah direalisasikan sebesar Rp7.800.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp1.159.257.00 4. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas kesehatan telah mengalokasikan dana kegiatan pendampingan dana penyesuaian infrastruktur jalan dan lainnya (bidang kesehatan) dengan anggaran sebesar Rp13.25.000.000.005. Pembangunan Gedung Operasi RSU Wates.00 atau sebesar 18.57%.000.00 atau sebesar 54%.000.437.000.940. Kegiatan ini berupa rehabilitasi tempat pendaftaran dan pelayanan pasien RSU Wates.710.000.A.620.016.000.01.637. Hasil Pemeriksaan atas SPP.

Tirtonirmolo. berdasarkan kontrak nomor 123/SP3/K/ INFRA-KES/KONST/KP/XII/2007.25 Miriombo.00. tanggal 12 Desember 2007 untuk melaksanakan pekerjaan relokasi Puskemas Galur II. tanggal 12 Desember 2007 untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung operasi RSU Wates. oleh pemimpin kegiatan diteruskan pelaksanaannya Tahun Anggaran 2008 dengan cara pembayaran voor financering yaitu : 1. berdasarkan kontrak nomor 121/SP3/K/INFRAKES/KONST/KP/XII/2007.710. pembayaran 100% .Uang Muka Kerja (20%) akan dilakukan setelah prestasi kerja mencapai 100% setelah DPAL (ABT) disahkan. dengan nilai kontrak Rp1.185.159. Jl. 2 Cilacap.Uang Muka Kerja (20%) akan dilakukan setelah prestasi kerja mencapai 100%. Raya Selomereto Km 05 Campursari RT 05/RW 01 No. tanggal 12 Desember 2007 untuk melaksanakan pekerjaan relokasi Puskesmas Wates. 3. pembayaran 100% . Jl. dibayarkan setelah DPAL (ABT) disahkan.800.000.00 dan asset gedung dan bangunan tidak dapat diakui. pembayaran 100% Uang Muka Kerja (20%) dilakukan setelah prestasi kerja mencapai 100%.00. Jl. Hikmah Kurnia. Lingkar Selatan N0. Lima Sarana Paramamadya. Atas kondisi ini.031.800. PT. Dalam hal jangka waktu pelaksanaan pekerjaan dan cara pembayaran masingPERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 51 .pelayanan pasien RSU Wates.257.00 yang belum dapat diselesaikan pada akhir Tahun Anggaran 2007. 4.Uang Muka Kerja (20%) dilakukan setelah prestasi kerja mencapai 100%.00.031.000. PT. Terhadap pekerjaan yang telah dikontrakkan tetapi tidak dapat diselesaikan. Hasil pemeriksaan lebih lanjut atas kontrak perjanjian pemberian pekerjaan dan berita acara kemajuan fisik menunjukkan bahwa uang muka yang tidak dikembalikan sampai akhir Tahun 2007 merupakan pemberian uang muka sebesar 20% atas 4 unit pembangunan gedung senilai Rp4. 20 Karangpule. nilai kontrak Rp1. pembayaran 100% . tanggal 12 Desember 2007 untuk melaksanakan pekerjaan relokasi Puskesmas Temon I. uang muka tersebut diakui dan dicatat sebagai belanja.12B Selomerto. dibayarkan setelah DPAL (ABT) disahkan. Nayaka Agung. 2. Bali no. Dalam Laporan Keuangan SKPD yang dibuat oleh Sub Bagian Keuangan Dinas Kesehatan dan dalam Draft Laporan Realisasi Anggaran (LRA) yang disusun oleh Sub Bidang Pembukuan Badan Pengelola Daerah (BPKD). berdasarkan kontrak nomor 122/SP3/K/INFRA-KES/KONST/KP/XII/2007. Jl. Sedangkan pembayaran uang muka atas pekerjaan sebesar Rp977. Kasongan no.179.00.885.800. PT. Bantul.000. PT. Wonosobo. setelah DPAL (ABT) disahkan. Rojoimo.005. wonosobo. berdasarkan kontra nomor 120/SP3/K/INFRA-KES/KONST/KP/XII/2007.000. Aneka Bangun Cemerlang Jaya. nilai Kontrak Rp1.437.000.00 adalah merupakan pembayaran uang muka kegiatan. karena masih merupakan uang muka. nilai kontrak Rp1.190. realisasi belanja pada Dinas Kesehatan lebih dicatat sebesar Rp977.

031.031. . Untuk pelaksanaan kegiatan yang belum dapat diselesaikan tersebut. 02 Laporan Realisasi Anggaran .00. setelah ditandatangani kontrak mulai 12 Desember 2007 – 10 April 2008. Segera setelah pekerjaan selesai PIHAK KEDUA dapat mengajukan permintaan tertulis kepada PIHAK PERTAMA untuk melakanakan serah terima sementara pekerjaan tersebut. Kesengajaan Pemimpin Kegiatan untuk melanjutkan pelaksanaan pekerjaan tahun berikutnya tanpa memperhatikan batas waktu anggaran. khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan. sehingga Kepala Dinas Kesehatan diajukan permohonan penerbitan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Lanjutan kepada Kepala BPKD Kabupaten Kulon Progo dengan surat tanggal 12 Desembeer 2007 nomor : 900/2911.Paragraf 32.00. dalam APBD 2008 tidak dianggarkan. . . dibebankan DPA Kegiatan Dana Infrastruktur Jalan dan Lainnya Bidang Kesehatan Kabupaten Kulon Progo TA 2007 dan DPAL Kegiatan Dana Infrastruktur Jalan dan Lainnya Bidang Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Anggaran 2008 setelah disahkan.Paragraf 31.masing kontrak disebutkan sebagai berikut : . terhitung sejak dikeluarkannya SPMK.800.800. Kondisi tersebut tidaksesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 Tanggal 13 Juni 2005 Standar Akuntansi Pemerintahan Pernyataan No.Pasal 6 ayat (1) seluruh biaya pemborongan pekerjaan. b. Pihak kedua bertanggungjawab untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dalam jangka waktu tersebut di atas sesuai dengan dokumen perjanjian pemberian pekerjaan/kontrak dengan jaminan voorfinancering. berdasarkan hasil konsultasi dengan Tim Pengadaan Barang/Jasa dengan PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 52 . Hal tersebut mengakibatkan aset gedung dan bangunan dicatat lebih tinggi sebesar Rp977. Atas permasalahan tersebut di atas Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa pengambilan langkah untuk melanjutkan kegiatan setelah melewati batas waktu dengan pertimbangan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat lancar dan tidak terganggu. Disamping itu. Kondisi tersebut disebabkan : a.Pasal 8 ayat (1) Jangka waktu Pelaksanaan Pekerjaan 120 hari kalender. Kepala Sub Bagian Keuangan Dinas Kesehatan dan Sub Bidang Pembukuan yang mencatat uang muka diakui sebagai realisasi belanja sebesar Rp977. belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari rekening kas umum negara/daerah.

sebagaimana diatur diatur dalam Standar Akuntansi Pemerintahan. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo menegur Kepala Dinas Kehatan. agar memerintahkan Kepala Sub Bagian Keuangan dan Sub Bidang Pembukuan untuk mencatat realisasi belanja setelah dilakukan pengesahan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan. Jika pelaksanaan tidak selesai akan diusulkan melalui mekanisme DPAL. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 53 .BPKD disepakati bahwa pembangunan dilanjutkan dan dilakukan pelelangan.

c. 26a) dilampiri bukti pendukung SPJ sebagai berikut : .000. Berdasarkan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 430 Tahun 2007 tanggal 22 Nopember 2007 tentang Pemberian pendampingan kepada masyarakat peserta program pengembangan kebijakan dan manajemen pertanahan (Land Management and Policy Pepelopment Program/LMPDP) sebagai petunjuk pelaksanaan kegiatan bantuan program pensertifikatan tanah tenentukan bahwa bagi setiap warga masyarakat peserta pensertifikatan tanah diberikan bantuan sebesar Rp25.000. Ketentuan teknis penyalururan bantuan pendampingan kepada masyarakat dikoordinasikan oleh kepala Desa LMPDP masing-masing. Untuk melaksanakan ketentuan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 430 Tahun PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 54 .000.000. Pengadaan patok batas tanah sebesar Rp8.00 sehingga tidak dapat diyakini kebenarannya Dalam rangka melaksanakan tertib administrasi pertanahan yang bertujuan untuk memperoleh bukti kepemilikan tanah.2.03.000.10. kwitansi. Biaya pembuatan data base tanah absentia pada Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo sebesaar Rp5. Biaya administrasi sebesar Rp5. Biaya operasional petugas desa Rp12.000.pembayaran yang diterima Kepala Desa dilampiri Keputusan Kepala Desa.5.000. .Pembayaran yang diterima Kantor Pertanahan dilampiri kwitansi.2.000. dan Berita Acara Pembayaran.000.000.000.00 atau 100%.16.000. b.00.00 per bidang tanah dengan rincian penggunaan sebagai berikut: a.00.09.00.000.000.00 tidak tepat dan surat pertanggungjawaban tidak lengkap sebesar Rp375.000.04) telah dianggarkan sebesar Rp440. Pembayaran oleh bendahara pengeluaran pembantu Bagian Pemerintahan dengan bukti pengeluaran kas (Bend. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah merencanakan Pengembangan Kebijakan dan Manajemen Pertanahan dalam kegiatan Fasilitasi Pertanahan pada SKPD Sekretariat Daerah pada Kuasa Pengguna Anggaran Bagian Pemerintahan (kode rikening 1. Biaya pemasangan TDT orde 4 pada Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo sebesasar Rp60.00 dibayarkan secara tunai oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu Bagian pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kulon Progo digunakan untuk : a. c. Diberikan untuk bantuan masyarakat peserta LMPDP yang diterimakan kepada Kepala Desa peserta LMPDP sebesar Rp375. b.000.00 .00. surat perjanjian kerja sama.18. Realisasi belanja kegiatan pihak ketiga sebesar Rp440. Berita Acara Serah Terima Pekerjaan dan Berita Acara Pembayaran. Bantuan kepada masyarakat dalam kegiatan fasilitasi pertanahan pada belanja barang dan jasa sebesar Rp440.04.000.00.000.000.00 dan direalisasikan sebesar Rp440.000.

000 33.762 1.000 29. dan manfaat untuk masyarakat. Hasil diskusi dengan pejabat PPTK kegiatan Fasilitasi Pertanahan diperoleh penjelasan bahwa pemberian bantuan kepada masyarakat peserta LMPDP dilaksanakan setelah warga masyarakat menyelesaikan proses pensertifikatan tanah yang bersangkutan dan dikoordinir Kepala Desa serta ditetapkan dalam Surat Keputusan Kepala Desa. Kepala Desa LMPDP masing-masing menerbitkan Keputusan Kepala Desa yang menentukan penetapan jumlah peserta yang ikut dalam program LPDP di wilayah desanya guna mendapatkan bantuan pendampingan peserta LMPDP. ekonomis.2007 tanggal 22 Nopember 2007 tentang Pemberian pendampingan kepada masyarakat peserta program pengembangan kebijakan dan manajemen pertanahan Land Management and Policy Pepelopment Program/LMPDP.000 25.000 Realisasi penerimaan bantuan dimaksud diterima oleh Kepala Desa masingmasing dan selanjutnya tidak ada bukti penditribusian kepada penerima bantuan. Nanggulan Kedungsari. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : a. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 55 .049 15.000 Bantuan Per orang (Rp) 25. transparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan asas keadilan.000 25.339 1.525.00 dengan rician sebagai berikut : No.189 2.000 66.000 47.000 25.000 25.725.000 Jumlah (Rp) 44.750 2. 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Desa/Kecamatan Sukoreno. masing-masing sesuai dengan wialayah tempat tinggal warga masyarakat yang bersangkutan.000 51.500.750. Pengasih Srikayangan. Senolo Kaliagung.050.000 warga dari 8 desa dengan jumlah bantuan sebesar @ Rp25.000 25.000. 2) Pasal 61 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih.000 58. Sentolo Salamrejo.000 375. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah : 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dikelola secara tertib. efektif. Sentolo Wijimulyo.225.475. Sentolo Jumlah Jumlah warga 1. kepatutan. efisien. Sentolo Sentolo. Sentolo Banguncipto.750.000 43.000 25. Sesuai dengan Keputusan Kepala Desa tentang penetapan masyarakat dalam program LMPDP di Kabupaten Kulon Progo Tahun 2007 diketahui ada l5.900 2.350 1.000 25.661 1. taat pada peraturan perundang-undangan.000.

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 56 . Hal tersebut disebabkan Tim Anggaran yang tidak cermat dalam menyusun anggaran dan para Kepala Desa peserta LMPDP yang tidak segera melengkapi bukti penerimaan bantuan masyarakat peserta LMPDP.00.Permasalahan tersebut mengakibatkan realisasi belanja barang tidak dapat diyakini kebenarannya sebesar Rp440. Untuk selanjutnya.000. Atas permasalahan tersebut Sekretariat Daerah menjelaskan bahwa bukti yang kurang lengkap tersebut dikarenakan pada Kepala Desa peserta LMPDP belum menyerahkan bukti penerimaan bantuan yang ditandatangani masyarakat peserta LMPDP ke Bagian Pemerintahan. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur Kepala Bagian Pemerintahan melalui Sekretaris Daerah untuk segera menagih bukti-bukti penerimaan bantuan dari masingmasing Kepala Desa peserta LMPDP.000. bukti-bukti tersebut akan segera dilengkapi.

11. Penilaian penghapusan aset daerah sebesar Rp2.822.303.400,00 tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan Dalam neraca daerah per 31 Desember 2007 tersaji Aktiva Tetap sebesar Rp829.205.648.307,18. Nilai tersebut merupakan Nilai bersih Aktiva yang berasal dari Saldo Aktiva Tetap per 31 Desember 2006 sebesar Rp653.756.084.615,00 ditambah Penambahan selama TA 2007 sebesar Rp177.133.151.092,00 dikurangi Penghapusan sebesar Rp1.683.587.400,00. Berdasarkan Dokumen yang ada diketahui hal-hal sebagai berikut: 1. Surat Keputusan Penghapusan atas Barang Inventaris sebesar Rp386.837.000,00 berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor: 028/0712.a.Th 2007. a. Rincian Inventaris yang dihapuskan sebagai berikut:
No 1 2 3 4 5 6 Keterangan Instalasi Pembangkit Listrik Alat Rumah tangga Alat Studio dan Komunikasi Alat Kedokteran Alat Laboratorium Kendaraan Bermotor Jumlah 1.110.000,00 292.821.500,00 9.779.000,00 30.331.500,00 4.200.000,00 48.595.000,00 386.837.000,00

Sesuai ketentuan pengelolaan barang daerah, penghapusan Barang Milik Daerah seharusnya dilaksanakan dengan keputusan Kepala Daerah. b. Terdapat sejumlah Barang Milik Daerah yang tidak diketahui Nilai perolehannya diantaranya penghapusan Aset yang berada di Bagian Kesra, BKD, Kecamatan Pengasih, Puskesmas Pengasih I, SKB, SMP 1 Nanggulan, Puskesmas Lendah II, Diperlaut, Kantor Perpustakaan Umum, Bawasda, Puskesmas Sentolo I, Puskesmas Lendah II, dan Bagian Pembangunan. 2. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor Nomor 66 Tahun 2007, Nomor 437 Tahun 2007, dan Nomor 467 Tahun 2007 diketahui bahwa penghapusan Aktiva Tetap-Gedung dan Bangunan berdasarkan Nilai bersih (setelah memperhitungkan penyusutan) dengan total nilai sebesar Rp1.245.409.820,00. Nilai bersih adalah Harga taksiran dari Dinas Pekerjaan Umum dikurangi Penyusutan (berdasarkan Taksiran 2% pertahun). Perincian Gedung dan Bangunan yang dihapuskan adalah sebagai berikut:

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

57

No

Keterangan SK Bupati No 437 Tahun 2007

Nilai Taksiran

Penyusutan

Nilai Setelah Penyusutan 178.126.640,00 47.781.120,00 52.364.440,00 13.395.000,00 33.501.600,00 139.371.920,00 43.482.600,00 12.902.400,00 13.844.160,00 7.478.400,00 16.854.000,00 57.284.000,00 26.600.400,00 11.172.000,00 110.880.000,00 66.846.780,00 64.842.960,00 58.912.000,00 58.968.960,00 4.171.860,00 1.536.000,00 40.985.440,00 28.362.000,00 21.598.500,00 143.272.800,00

1 Puskesmas Galur II 2 Puskesmas Temon I SK Bupati No 467 Tahun 2007 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Kantor Kec Samigaluh Kantor Kec Kokap Kantor Kec Sentolo SDN Karangsari Pengasih SDN Dukuh Wates SDN Wates IV SDN Garongan Panjatan SMPN I Pengasih SMPN 2 Wates SMPN I Wates SDN Menguri Kokap SDN Kepundung Kokap SDN Hargorejo Kokap SDN Kalikutuk Sentolo SDN Patuk Galur SDN Brosot Galur RSUD Wates Kantor Pedal SDN Bendo SMPN I Galur Camping Ground Glagah SK Bupati No 66 Tahun 2007 24 SMPN I Kalibawang 25 Puskesmas Sentolo II

265.516.000,00 137.952.000,00 88.752.000,00 35.250.000,00 35.640.000,00 196.864.000,00 103.530.000,00 64.512.000,00 30.096.000,00 23.370.000,00 40.128.000,00 73.440.000,00 65.360.000,00 29.400.000,00 176.000.000,00 159.159.000,00 156.588.000,00 117.824.000,00 94.560.000,00 11.588.500,00 2.400.000,00 151.488.000,00 48.900.000,00 32.725.000,00 176.880.000,00

87.389.360,00 90.170.880,00 36.387.560,00 21.855.000,00 2.138.400,00 57.492.080,00 60.047.400,00 51.609.600,00 16.251.840,00 15.891.600,00 23.274.000,00 16.156.000,00 38.759.600,00 18.228.000, 00 65.120.000,00 92.312.220,00 91.745.040,00 58.912.000,00 35.591.040,00 7.416.640,00 864.000,00 110.502.560,00 20.538.000,00 11.126.500,00 33.607.200,00

2.317.922.500,00 1.063.386.520,00 1.254.535.980,00

Nilai perolehan Gedung dan Bangunan yang dihapuskan tidak diketahui. Penghapusan seharusnya berdasarkan Nilai yang tercatat dalam Neraca yaitu sebesar Nilai perolehan Aktiva, karena Pemerintah Daerah belum mengakui adanya Penyusutan terhadap Aktiva yang dimiliki. Selain penghapusan yang dilakukan dalam tahun 2007, penghapusan juga dilakukan sejak Neraca Awal, yaitu sejak tahun 2002 dengan rincian penghapusan sebagai berikut :
PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

58

No.

Tahun 2002 2003 2004 2005

Akun Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Aktiva Tetap Lainnya Gedung dan Bangunan Jalan, Irigasi Jaringan Peralatan dan Mesin dan

Nilai Penghapusan (Rp)
4.477.500,00 111.003.500,00 3.587.000,00 447.433.000,00

8.200,000,00 15.500.000,00 510.265.000,00 38.250.000,00 1.138.716.000,00

Gedung dan bangunan 2006
Peralatan dan Mesin

Jumlah

Dengan demikian, sejak penyusunan neraca awal tahun 2002 sampai dengan tahun 2007, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah melakukan penghapusan asset sebesar Rp2.822.303.400,00 (Rp1.683.587.400,00 + Rp1.138.716.000,00), dengan sistem penghapusan yang sama, yaitu penghapusan berdasar pada harga taksiran, bukan harga wajar jika harga perolehan tidak diketahui ataupun nilai buku (jika sudah melakukan penyusutan). Permasalahan diatas tidak sesuai dengan : a. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005, tanggal 13 Juni 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah paragraph (78) Aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif Pemerintah tidak memenuhi definisi asset tetap dan harus dipindahkan ke pos asset lainnya sesuai dengan nilai tercatatnya ; b. Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah Pasal 54 Ayat (4) Penghapusan daftar Barang Milik Daerah yang dilakukan dalam hal barang milik daerah dimaksud sudah beralih kepemilikannya, terjadi pemusnahan atau karena sebab-sebab lain, dilaksanakan dengan keputusan Kepala Daerah. Kondisi di atas mengakibatkan : a. Pengendalian terhadap Penghapusan Aset Daerah dari Daftar Aset Milik Daerah tidak memadai; b. Penghapusan yang berdasarkan pada Nilai Taksiran mengakibatkan Nilai Gedung dan Bangunan disajikan lebih tinggi.

PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA

59

sehingga ada beberapa barang inventaris yang tidak diketahui nilainya/harga perolehannya.Permasalahan tersebut disebabkan oleh : a. nilai aset-aset daerah tersebut akan diidentifikasi kembali. Atas permasalahan tersebut Sekretaris Daerah menjelaskan bahwa dokumen pendukung tentang nilai barang yang diusulkan penghapusan oleh SKPD tidak lengkap. Kekurangpahaman penyusunan Laporan Keuangan Daerah terhadap prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku. Untuk selanjutnya. b. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur Kepala Bagian Perlengkapan melalui Sekretaris Daerah untuk lebih tertib dalam pengelolaan barang daerah dan melakukan penghapusan aset sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku sebagaimana dituangkan dalam kriteria diatas. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 60 . Kekurangfahaman Bagian Perlengkapan terhadap Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah khususnya tentang Penghapusan Barang.

12.633. 5) Mengajukan permohonan bantuan pemeriksaan atas obat rusak/kadaluwarsa kepada Balai Besar Pengawas Obat Makanan DIY (BBPOM DIY) dengan surat nomor PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 61 . 2) Hasil pengumpulan data atas jenis obat yang akan dihapuskan dibuatkan daftar dan disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan selanjutnya disampaikan kepada Bupati Kulon Progo untuk dimintakan ijin penghapusan/pemusnahan dengan surat nomor 442/1275 tanggal 14 Juni 2007 perihal Permohonan ijin penghapusan obat rusak/kadaluwarsa.00 dan dari Dinas Kesehatan senilai Rp642.00.414.695. Adapun prosedur kegiatan penghapusan obat yang dilakukan di RSU Wates dan Dinas Kesehatan adalah sebagai berikut : a.528. Rumah Sakit Umum Wates (RSU Wates) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo pada Tahun 2007 telah melaksanakan penghapusan obat yang telah melewati batas waktu penggunaan dan alat habis pakai senilai Rp683. Prosedur Penghapusan Obat rusak/kadaluwarsa Pada Dinas Kesehatan : 1) Pengumpulan data obat-obatan yang akan dihapuskan di lingkungan Dinas Kesehatan.00 tidak sesuai ketentuan Guna optimalisasi pengelolaan barang milik daerah dan menghindari bahaya pemakaian obat yang telah rusak/kadaluwarsa. Penghapusan obat kadaluwarsa/rusak pada Dinas Kesehatan dan RSUD Wates sebesar Rp649. 4) Menindaklanjuti ijin pemusnahan obat rusak/kadaluwarsa dari Bupati kemudian dibentuk Tim Penghapusan obat rusak/kadaluwarsa berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan nomor : 188/06 tanggal 17 September 2007 tentang Pembentukan tim Penghapusan Obat Rusak/Kadaluwarso dan SK Kepala Dinas Kesehatan Nomor : 188/609 tanggal 17 September 2007 tentang Pembentukan Tim Tenaga Penataan Obat Rusak Gudang dan Tenaga Penghapusan obat rusak/kadaluwarsa Tahun Anggaran 2007.552.405. baik yang ada di gudang farmasi maupun pengembalian dari Puskesmas yang dilakukan oleh Seksi farmasi.00 terdiri dari obat dan alat habis pakai yang berasal dari RSU Wates senilai Rp40. 3) Bupati memberi ijin penghapusan obat rusak/kadaluwarsa dengan surat Bupati nomor 442/1514 tanggal 2 Juli 2007 perihal Ijin penghapusan obat rusak/kadaluwarsa). Hasil pemeriksaan atas prosedur penghapusan obat kadaluwarsa/rusak dan alatalat habis pakai pada RSU Wates dan Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa penghapusan yang dilakukan belum sepenuhnya sesuai ketentuan yang berlaku yaitu Panitia/Tim Penghapusan RSU Wates dibentuk berdasarkan penunjukan dari Kepala Instalasi Farmasi RSUD.147. dan Panitia/Tim Penghapusan Dinas Kesehatan dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor 188/068 tanggal 17 September 2007 tentang Pembentukan Tim Penghapusan Obat.047.

Nomor : 442/2085. 7) Pelaksanakan Penghapusan dengan cara pemusnahan obat rusak/kadaluwarsa dengan Berita Acara Penghapusan : a. 10) Pengiriman/penyerahan obat ED yang akan dihapuskan kepada Puskesmas Sentolo I sebagai tempat Insenerator dengan berita acara serah terima barang. 6) Rapat Tim Penghapusan Obat Rusak/Kadaluwarsa tanggal 28 September untuk mempersiapkan administrasi.442/2172 tanggal 17 September 2007 perihal permohonan bantuan pemeriksaan obat rusak/kadaluwarsa. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 62 . 3) Berdasarkan ijin pemusnahan obat Rusak/Kadaluwarsa dari Bupati ( surat Bupati nomor 028/2246 tanggal 22 September 2007 perihal Ijin penghapusan obat rusak/kadaluwarsa) kemudian ditunjuk Tim Penghapusan obat rusak/kadaluwarsa penunjukan dari Kepala Instalasi Farmasi sebagai ketua Tim penghapusan dengan anggota 7 orang dari unsur farmasi 4 orang. b. pembagian tugas dan menyusun jadwal kegiatan Tim pelaksanaan penghapusan. 12) Loporan pelaksanaan penghapusan (dalam bentuk buku laporan penghapusan). Nomor : 442/2032/RS/XII/07 tanggal 8 Desember 2007. 7) Melakukan pemeriksaan fisik obat rusak/kadaluwarsa oleh Tim Penghapusan bersama dengan BBPOM DIY dengan dibuatkan berita acara hasil pemeriksaan obat rusak/kadaluwarsa tanggal 1 Oktober 2007.1/RS/XII/07 tanggal 15 Desember 2007. meneliti barang/obat rusak. seorang penanggung jawab gudang. 8) Pengepakan dan penimbangan obat rusak/kadaluwarsa yang akan dihapuskan. Prosedur Penghapusan Obat Rusak/Kadaluwarsa pada RSU Wates : 1) Pengumpulan data obat-obatan Rusak/Kadaluwarsa yang akan dihapuskan yang ada di lingkungan RSU Wates yang dilakukan oleh Instalasi farmasi (daftar terlampir).PO/XI/2007. b. 6) Pemusnahan dengan alat Insenerator di RSU Wates. 2) Hasil pengumpulan data atas jenis obat rusak/kadaluwarso dibuatkan daftar dan disampaikan kepada Direktur RSU Wates untuk disampaikan kepada Bupati Kulon Progo untuk dimintakan ijin penghapusan/pemusnahan dengan surat nomor 442/1587/RS/VIII/07 tanggal 31 Agustus 2007 perihal Permohonan ijin penghapusan obat dan alat kesehatan. seorang operator incenerator dan seorang satpam. 4) Mengajukan bantuan pemeriksaan atas obat rusak/kadaluwarsa dari BPOM DIY. 11) Pelaksanakan Penghapusan dengan cara pemusnahan dengan Berita Acara Penghapusan nomor : 04/TIM. 9) Pengajuan pemusnahan ke Insenerator di Puskesmas Sentolo I. pengepakan dan pembuatan daftar obat Rusak/Kadaluwarsa yang akan dihapuskan dengan berita acara pemeriksaan obat tanggal 2 April 2007. 5) Pmeriksaan obat Rusak/Kadaluwarsa oleh Tim Penghapusan bekerja sama dengan BPOM DIY.

laporan hilang dari kepolisian. Nomor :442/2111. Setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah. Tugas Panitia Penghapusan meneliti barang yang rusak. Apabila akan dilakukan lelang terbatas. juga menetapkan cara penjualan dengan cara lelang umum melalui Kantor Lelang Negara atau lelang terbatas dan/atau disumbangkan/dihibahkan atau dimusnahkan. Penghapusan barang daerah meliputi : PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 63 . Ambulance atau kendaraan lapangan lainnya ditetapkan penghapusannya oleh Pengelola setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah.1/RS/XII/07 tanggal 28 Desember 2007. e. administrasi. Sebagaimana diuraikan dalam Lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 22 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Daerah dan Pedoman teknis pelaksanaan pengelolaan barang milik daerah. Kepala Instalasi Farmasi menjelaskan bahwa penghapusan obat rusak/kadaluwarso dilaksanakan tim penghapusan yang ditunjuk secara langsung tidak tertulis oleh Kepala Instalasi Farmasi dengan susunan tim Kepala Instalasi Farmasi sebagai ketua dan dibantu anggota 7 orang dari unsur farmasi 4 orang. penghapusan barang daerah adalah tindakan penghapusan barang Pengguna/Kuasa Pengguna dan penghapusan dari daftar inventaris barang milik daerah. seorang penanggung jawab gudang. d. Truk. Selanjutnya Pengelola mengajukan permohonan persetujuan kepada Kepala Daerah mengenai rencana penghapusan barang dimaksud dengan melampirkan Berita Acara hasil penelitian Panitia Penghapusan. Hasil penelitian tersebut dituangkan dalam bentuk Berita Acara dengan melampirkan data kerusakan.c. pemeliharaan/ perbaikan maupun data lainnya yang dipandang perlu. dokumen kepemilikan. Nomor : 442/2101. Kepala Daerah membentuk Panitia Pelelangan terbatas untuk melaksanakan penjualan/pelelangan terhadap barang yang telah dihapuskan dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah. Nomor : 442/2113. penggunaan.1/RS/XII/07 tanggal 29 Desember 2007. Kepala Daerah membentuk Panitia Penghapusan Barang milik Daerah yang susunan personilnya terdiri dari unsur teknis terkait. Penghapusan tersebut di atas dilakukan dengan menerbitkan keputusan Kepala Daerah tentang Penghapusan Barang Milik Daerah. surat keterangan sebab kematian dan lain-lain. Mobil Jenazah. Dalam hal penghapusan obat dan alat kesehatan tertentu. Khusus penghapusan untuk barang bergerak karena rusak berat dan tidak dapat dipergunakan lagi seperti alat Kantor dan Alat Rumah Tangga yang sejenis termasuk kendaraan khusus lapangan seperti Alat Angkutan berupa kendaraan Alat Berat.1/RS/XII/07 tanggal 22 Desember 2007. penghapusan ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengelola atas nama Kepala Daerah. Pasal 53 . seorang operator incenerator dan seorang satpam. Penghapusan obat kadaluarsa tanpa Surat Keputusan Kepala Daerah ini tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 22 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Daerah : 1. pembiayaan.

dilaksanakan dengan keputusan kepala daerah. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar menegur Pengguna Anggaran dan Kepala Instalasi Farmasi untuk melakukan penghapusan obat rusak/kadaluarsa sesuai dengan prosedur yang berlaku. dilakukan dalam hal barang milik milik daerah dimaksud sadah beralih kepemilikannya. terjadi pemusnahan atau karena sebab-sebab lain.. akan dilaksanakan sesuai dengan Permendagri 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Daerah. dan b) Penghapusan dari Daftar Barang Milik Daerah. Untuk yang akan datang. d) Penghapusan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Kondisi tersebut diatas mengakibatkan akun persediaan obat tidak dapat diyakini kewajarannya. Hal tersebut disebabkan Pengguna Anggaran dan Kepala Farmasi kurang memahami prosedur penghapusan barang milik daerah Atas permasalahan tersebut Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa pemahaman penghapusan obat rusak/kadaluarsa dilakukan dengan pengahapusan dari daftar barang pengguna dan/ atau kuasa pengguna dengan Keputusan Pengelola setelah mendapat persetujuan Bupati. dilaksanakan dengan keputusan pengelola atas nama kepala daerah. c) Penghapusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan ketentuan perundangan yang berlaku sebagaimana dituangkan dalam kriteria diatas. dilakukan dalam hal barang milik daerah dimaksud sudah tidak berada dalam penguasaan pengguna dan/atau kuasa pengguna. b) Penghapusan barang milik derah sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 huruf b. 2.a) Penghapusan dari Daftar Barang Pengguna dan/atau Kuasa Pengguna. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 64 . Pasal 54 a) Penghapusan barang milik daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 huruf a.

337.00 64.854.809.854. Perbedaan ini dikarenakan adanya penghapusan.909.00 30.025.271.990.367.781.706.375.761.648.406.777.00 175.889.76% dari total belanja.399.500.419.00 0.542.00 0.29 dengan rincian sebagai berikut : Akun Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.132.145.570.890.951. Realisasi belanja tahun 2007 adalah sebesar Rp575.468. 5.A.179.818.156.351.090.808.120.00 93.00 28.630. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan.170.064..583. 2007 adalah sebesar Rp93.13.951.583. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 65 .89).449.210.75 74.71 sehingga mutasi nilai asset tetap adalah sebesar Rp175.184.284.276.990.726.102.614.614.529.648.44 116.00 0.18 Mutasi tambah/kurang 5.289.923.399. Saldo Aset tetap yang tersaji pada Neraca Per 31 Desember tahun 2007 adalah sebesar Rp829.809.00 atau sebesar 30. Sesuai dengan draft tersebut.00 958.00 0.00 dengan rincian sebagai berikut : No 1.18. sebesar Rp 1.102.307.449.307.00 10.71 dengan realisasi belanja modal sebesar Rp177.205.648.666.692.44 193.726.818.892.220.00 (Rp177. Penambahan aset tetap sebesar Rp79.120.89.147.092.057.064. kemudian dilakukan penghitungan dengan membuat rekapitulasi belanja modal berdasar pada penjabaran Laporan Realisasi Anggaran. sehingga nilai asset tetap tahun 2007 Seharusnya adalah sebesar Rp830.832.546. Terdapat selisih sebesar Rp83.614.554.683.00 pada neraca Per 31 Desember 2007 tidak sesuai dengan bukti pendukung Draft Peraturan Daerah (Perda) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran.75 102.246.756.99 334.00 653.951.726. 3.854.550.550.99 398.692. Saldo asset tetap tahun 2006 adalah Rp653.00 Hasil rekapitulasi realisasi belanja modal tersebut diatas nilainya tidak sama dengan realisasi belanja modal yang tersaji pada Laporan Realisasi Anggaran.092.00 20. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Jumlah Mutasi Akun Nilai (Rp) 5.708.705.092. Nilai ini menjadi mutasi tambah pada Neraca per 31 Desember 2007.775.00 829.894.00 .110.29 2006 118. Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.29 455.901.283.00).89 (Rp177.131. Neraca. Irigasi.504.096.71 10. Hasil rekapitulasi menunjukkan bahwa realisasi belanja modal T.748.064.89 Atas nilai mutasi tersebut.205.00 + Rp653.132.359.802.Rp93. 2. dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi Dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Aset Tetap 2007 124.132.102.00 76.756.726.00 36.756.015.927.174. 4.

890.100. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 66 .000.990.356.414.321.00) telah dicatat dalam realisasi anggaran belanja.00 .420.321.900.450. Akun Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Aset Tetap Lainnya Jumlah Nilai (Rp) 2.00 63.000. dengan rincian sebagai berikut : No 1.00 (Rp83. Dalam APBD Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.000. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Jumlah Mutasi Akun Nilai (Rp) 698.00 63.406. 3.096.975.Berdasar pada dokumen penambahan asset dari Bagian Perlengkapan diketahui bahwa nilai ini adalah merupakan nilai mutasi tambah asset tetap dari belanja modal yang bersumber dari dana non APBD.00 8. Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.841. dana DAU dan DAK sudah dianggarkan dan direalisasikan dalam Lapoaran Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2007. 2.00.800. Kondisi diatas tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih.00 Telaah lebih lanjut atas dokumen tersebut menunjukkan bahwa nilai yang tercatat sebagai penambahan asset tidak dapat dicatat menambah nilai asset pada Neraca karena asset tersebut adalah asset yang pengadaannya bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). 5.603. 3. Dari nilai tersebut terdapat asset yang bersumber dari dana tugas pembantuan dan dekonsentrasi sebesar Rp3.800.00 1.00 dengan rincian sebagai berikut : No 1 2.096.321.603. Pencatatan oleh Bidang Pembukuan berdasar pada data dari Bagian Perlengkapan yang menyebarkan formulir isian kepada tiap SKPD untuk menyampaikan data asset yang bersumber dari dana non APBD.00 83.406.326.802.990. penambahan asset sebesar Rp79.00 Dengan demikian.775.Rp3. Total asset yang pengadaannya dari dana non APBD (DAU dan DAK) adalah sebesar Rp83.100.476.624. dan tidak tepat dicatat menambah asset pemerintah kabupaten kulon progo.100.603.096.00 50.406.075.00 23.300.183.906. 4.00 3.840.990.000.

Bagian Perlengkapan akan berkoordinasi dengan unit kerja lain yang terkait untuk melakukan croscek data aset.00 tidak dapat diyakini kewajarannya.775. Atas permasalahan tersebut Sekretaris Daerah menjelaskan bahwa Bagian Perlengkapan telah mengumpulkan data aset tetap setiap akhir tahun anggaran dari setiap unit pemakai barang untuk dikompilasi sebagai pendukung neraca. b. Rekomendasi BPK-RI Bupati Kulon Progo agar memerintahkan : a. PERWAKILAN BPK RI DI YOGYAKARTA 67 . Bagian Perlengkapan kurang cermat dalam membuat Daftar Rekapitulasi Aset atas Aset yang bersumber dari dana non APBD. Kepala Bagian Perlengkapan lebih cermat dalam melakukan kompilasi data aset dari SKPD.890. Untuk selanjutnya. . b. Kepala BPKD untuk menegur Kepala Bidang Pembukuan supaya lebih teliti dalam menyusun Laporan Keuangan dengan berkoordinasi dengan Bagian Perlengkapan.802.Penambahan asset pada Neraca per 31 Rp79. Bidang Pembukuan kurang teliti dalam menyusun Laporan Keuangan berdasar data yang diberikan oleh Bagian Perlengkapan. Namun data-data tersebut tidak lengkap misalnya sumber dana pengadaan aset tidak dijelaskan dari APBD atau APBN. Desember 2007 sebesar Hal ini disebabkan oleh : a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful