Anda di halaman 1dari 5

Filsafat Yunani Kuno dan Filsafat Kini A. Filsafat Yunani Kuno.

Orang Yunani pada abad Ke 6 Masehi mempunyai sistem kepercayaan. Segala sesuatunya bersumber pada mitos (dongen-dongen) diterima sebagai suatu kebenaran. Kebenaran lewat akal pikiran (logos) tidak berlaku. Demitologi artinya suatu kebangkitan pemikiran untuk menggunakan akal pikir dan meninggalkan hal-hal yang sifatnya metologi. artinya orang membuat segala sesuatu dilandasi dengan akal pikiran yang murni. Pristiwa ajaib The Greek Miracle sebagai landasan peradaban dunia. 1. Mitos disusun secara sistimatis yang untuk sementara kelihatan rasional sehingga muncul mitos selectif dan rasional seperti syair karya homerius, Dhopeheus. 2. Karya sastra yunani dapat dianggap sebagai pendorong kelahiran filsafat yunani. 3. Pengaruh ilmu pengetauan dari Babilonia (mesir), dilembah sungai nil, dipelajari pada aspek praktis dan teoritis. Zama yunani kuno terbagi atas dua : 1. Yunani kuno (priode filsafat alam). Fokos perhatian dan pemikirannya adalah tentang gejala alam yang bersifat filsafati.(berdasar akal pikiran). Arche berarti mencari azas pertama dari alam. Adapun filosof saat itu adalah : a. Thales (625-545) SM. Dasar pemikiran (pendapat), azas pertama dari alam adalah air, semua berasal dari air dan semuanya kembali memnjadi air.Bumi terletak diatas air. Dan bumi sebagai bahan yang muncul dari air dan trapung diatasnya.beliau jug pencetus geometri abstrak yakni pengukur banjir, dan bahwa kedua sudut alas dari suatu segitiga sama kaki adalah sama besar b. Anximandros (640-546) SM -Berjasa dlam bidang astronomi, geografi, sebagai orang pertama yang membuat peta bumi.membuat kota baru apollonia di yunani. -To Aperion sebagai sesuatu yang tidak terbatas, sifatnya tidak berubahubah, dan segalanya ada paling dalam.

C. Pythagoras (572-497) SM) Pemikirannya substansi dari semua benda adalah bilangan, dan segala gejala alam merupakan merupakan pengungkapan indrawi dari perbandingan matematis. Bilangan merupakan intisari dan dasar pokok dan sifat-siafat benda, bilangan memerintah jagad raya. D. Hiraclitos. (535-475) Perantauan di asia kecil julukan si gelap. Karena untuk mengukur pikirannya sangat sulit untuk ditelusuri. Berhati tinggi dan sombong. -Pemikirannya adalah filsafat menjadi yakni segala sesuatu yang ada dan menjadi selalu berubah-ubah, ucapannya yang terkenal Pantei rhei kai uden menci, artinya segala sesuatunya mengalir bagaikan air sungai, dan tidak satu orangpun dapat masuk kesungai yang sama dua kali, alasannya, oleh karena air sungai yang pertama telah mengalir, berganti dengan air yang ada dan dibelakannya. - Tentang pengetahuan yakni adalah pengetahuan yang sejati adalah pengetahuan yang berubah-ubah,sehingga realitas adalah segala sesuatu yang berubah-ubah, jumlah banyak dan sifatnya dynamis. - Asas yang pertama dari alam semesta adalah api. Api dianggap sebagai lambang perubahan dan kesatuan, api mempunyai sifat memusnahkan segala yang ada, dan mengubahnya. E. Parmenides (540-475) SM Perantauan dari Italia. dan Filosof yunani, Pendapatnya tentang segala yang ada, apa yang disebut realitas adalah bukan gerak dan perubahan. Sesuatu yang tetap dan berlaku umum itu tidak dapat ditangkap oleh indra, akan tetapi dapat ditangkap oleh akal pikiran. F. Zeno (490-430) SM Pendapatnya adalah menemukan dialektika yaitu suatu argumentasi yang bertitik tolak dari suatu pengandalan atau hypotesa. Seperti perlari dengan kura-kura, dan anak panah lepas dari busurnya.

G. Empedocles (490-435) SM Lahir di Akragos, Pulau Sicilia, penganut ajaran keagamaan Refisme, pandai dalam bidang kedokteran,penyair retorika,politik, dan pemikir ia menulis dalam bentuk puisi. Pendapatnya terdapat dua unsur yang mengatur perubahan dalam alam semesta, yaitu Cinta dan Benci. Cinta mengatur kearah Penggabungan, dan benci mengatur kearah perceraian atau perubahan. Kedua unsur tersebut dapat meresap kearah mana saja. Proses penggabungan dan perceraian ini terjadi terus menerus, tiada hentihentinya. Proses penggabungan (cinta) dan perceraiani (perubahan) tersebut berlaku untuk melahirkan mahluk hidup. Manusia mempunyai empat unsur (api,udara,tanah dan air). Teori yang dikenalkan beliau adalah bahwa sama mengenal yang sama. H. Anaxagoras (499-420) SM Dilahirkan di kota Klazomenei ,Ionia dan menetap di athena Yunani. Pemikirannya, realitas bukanlah satu, akan tetapi terdiri dari banyak unsur dan tidak terbagi-bagi yaitu atom. Atom ini sebagai bagian yang terkecil dari materi sehingga tidak dapat terlihat dalam jumlah tidak terhingga. I. Democritos (460-370) SM Dilahirkan di Kota Abeda menetap di Yunani utara, bearasal keluarga kaya raya bepergian ke Mesir dan timur lainnya. Karyanya mewariskan 70 karangan seperti kosmologi, matematika, astronomi, logika, etika, teknik, musik, puisi dll sehingga digelari sarjana yang menguasai banyak bidang.

B. Filsafat Klassik (Sekarang) Menunjukkan kepesatan yaitu semakin besar minat orang terhadap filsafat dengan mengawali munculnya priode yunani klassik. Terdiri atas dua yakni: 1. Sofisme Berasal dari kata sophos yang artinya cerdik, pandai, keberadaan, dia ahli dalam bidang bahasa, politik, retorika, dan ahli dalam memaparkan tentang kosmos dan kehidupan manusia. Dan berhasil membawa perbahan budaya dan peradaban Yunani (Athena).

Sofisme bukan merupakan suatu aliran atau ajaran, akan tetapi merupakan suatu gerakan dalam bidang intelektual disebabkan kepesatan minat orang dalam bidang fisafat. Pengertian sofis ada yang mengartikan kurang baik sehingga dia atau orang sebagai penipu, atau dengan omongan besar. Dia berkeliling kota dengan mengajarkan ajarannya dengan imbalan jasa berupa uang, beda dengan socrates dengan tidak memungut bayaran dari mengajarkan ajarannya. Tiga faktor yang mendorong timbul kaum Sofisme. 1. Perkembangan pesat kota athena dalam bidang politik dan ekonomi. 2. Kota athena mengalami perkembangan penduduk pesat sehingga membutuhkan pendidikan. 3. Kota Athena terletak dipingir pantai sehingga mudah mengenal dan beradabtasi dengan bangsa lainnya. 2. Soctrates. Seperti halnya dengan kaum sofis dengan perhatiannya kepada manusia sebagai obyek pemikiran filsafat, dia mengajarkan pengetahuannya tanpa dengan memungut bayaran kepada muridnya. Peran socrates dalam mengembangkan pengetahuannya dengan meniru peran ibunya sebagai bidan dalam upaya menolong ibu dalam persalinan. Dengan cara memgamati hal-hal yang konkrit dan beragam coraknya pada jenis yang sama, dan dihilangkan unsur-unsur yang berbeda, sehingga tinggallah unsur yang sama dan bersifat umum, itulah pengetahuan sejati. C. Fisafat Analitis. Tokoh aliran ini adalah Ludwiq, yosef johan Wittgestein (1889-1951), yang lahir di Wina, Austria ilmu yang ditekuni adalah penerbangan dengan basis matematika, filsafat matematika, dan logika. Sumbangan pemikikrannya dalam filsafat adalah tentang pentingnya bahasa, ia mencita- citakan suatu bahasa yang ideal, yang lengkap, formal dan dapat memberi kemungkinan bagi penyelesain masalah-masalah kefilsafatan.

D. Strukturalisme. Tokohnya adalah J. Lacan yang lahir di Paris pada tahun 1901. Pemikirannya bahasa terdiri dari sejumlah termin yang ditentukan satu sama alainnya. Pendapatnya Kita baru menjadi pribadi apabila kita mengabdikan diri pada permainan bahasa. Kalau tidak mengabdikan diri pada bahasa maka dapat diumpamakan seperti orang gila yang bicara tanpa dengan aturan aturan.